Anda di halaman 1dari 19

DP.01.

19

SR 05
PERSYARATAN TAMBAHAN
UNTUK AKREDITASI
LABORATORIUM KALIBRASI
JUNI 2004

Komite Akreditasi Nasional


National Accreditation Body of Indonesia
Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4
Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta 10270 Indonesia
Tel.
: 62 21 5747043, 5747044
Fax.
: 62 21 57902948, 5747045
Email
: laboratorium@bsn.or.id
Website
: http://www.bsn.or.id

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

SR 05
Persyaratan Tambahan
untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi
1. Pendahuluan
1.1.

Persyaratan tambahan ini merupakan bagian dari Sistem Akreditasi Laboratorium berdasarkan SNI 19-170252000 (adopsi dari ISO/IEC 17025: 1999).

1.2.

KAN yang kegiatannya mengacu berdasarkan Pedoman BSN 117 (adopsi dari ISO/IEC Guide 58)
menggunakan dokumen ini untuk kegiatannya dalam asesmen laboratorium kalibrasi

1.3.

Dalam Persyaratan tambahan ini dijelaskan tentang klasifikasi lingkup akreditasi yang dapat diberikan oleh
KAN dan pedoman dalam menentukan interval kalibrasi untuk standar acuan dan alat ukur yang digunakan
oleh laboratorium kalibrasi.

2 Lingkup Akreditasi
2.1.

Untuk keperluan akreditasi, laboratorium kalibrasi pemohon akreditasi ke KAN diminta untuk mengisi
DAFTAR ISIAN PERMOHONAN AKREDITASI (FR.01.02), dan form isian tentang lingkup akreditasi yang
diajukan yang meliputi : bidang kalibrasi, jenis alat yang dapat dikalibrasi, rentang ukur, kemampuan
pengukuran terbaik, serta metode atau spesifikasi dari kegiatan yang dilakukan oleh laboratorium.

2.2.

Akreditasi yang dapat diberikan oleh KAN untuk laboratorium yang mempunyai kemampuan ukur terbaik
yang dapat dicapai oleh laboratorium meskipun hal itu di dapat dari hasil ketidakpastian pengukuran yang
cukup besar.

2.3.

Dalam menuliskan lingkup akreditasi, laboratorium dapat mengacu pada klasifikasi di bawah ini, sedangkan
untuk menuliskan kemampuan ukur terbaik dapat mengacu pada Pedoman KAN mengenai Evaluasi
Ketidakpastian Pengukuran (lihat klausul 3.3 dari dokumen ini)
Klasifikasi lingkup akreditasi KAN untuk laboratorium kalibrasi dapat dinyatakan sebagai berikut :
Bidang Kalibrasi
1. Temperatur

Jenis alat yang dapat dikalibrasi


1.1 Termometer cairan dalam gelas
1.2. Sensor temperatur dengan indikator :
1.2.1 sensor termokopel dengan indikator
1.2.2 sensor termometer resistansi dengan indikator
1.3. Indikator temperatur (tanpa sensor) :
1.3.1 utuk sensor termokopel
1.3.2 untuk sensor termometer resistansi
1.4. Sensor termometer resistansi
1.5. Sensor termokopel
1.5.1 tipe - T
1.5.2 tipe - J
1.5.3 tipe - E
1.5.4 tipe -K
1.5.5 tipe S dan R
1.5.6 tipe B

DP.01.19; Juni 2004

1 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Bidang Kalibrasi
Temperatur
(lanjutan)

Jenis alat yang dapat dikalibrasi


1.6. Termometer radiasi
1.6.1 foto-detektor infra merah
1.6.2 foto-detektor cahaya tampak
1.7. Pirometer optik -1 diminishing filament pyrometer
1.8. Hygrometer, hygrograph
1.9. Thermohygrometer, Thermohygrograph
1.10. Temperature enclosure
1.10.1 Oven
1.10.2 Furnace
1.10.3 Bath
1.10.4 Incubator
1.10.5 Refrigerator
1.11. Humidity Chamber

2. Massa

2.1 Massa konvensional (standar massa, anak timbangan, beban)


2.2 Timbangan
2.2.1 timbangan elektronik
2.2.2 timbangan mekanik
2.2.3 timbangan sama lengan
2.2.4 Batching Plant

3. Volume

4. Tekanan

3.1 Volumetric proving measures


3.2 Volumetric glassware (buret / pipet / labu ukur / etc)
4.1
4.2
4.3
4.4

Dead Weight Tester (DWT Pressure Balance)


Pressure Test Gauge (untuk kalibrasi pressure gauge)
Pressure Gauge
Electromechanical manometer (indicated pressure transducer, pressure
transmitter, digital manometer)
4.5. Vacuum gauge (gauge or absolute indication)
4.6 Barometer

5. Gaya

5.1
5.2
5.3
5.4
5.5
5.6
5.7

6. Torque

6.1 Torque meter

7. Kekerasan

7.1 Mesin uji kekerasan

8. Aliran

8.1 Flowmeter

DP.01.19; Juni 2004

Load cell
Mesin uji tarik
Mesin uji tekan
Mesin uji universal
Hydraulic Jack
Force gauge / proving ring
Mesin uji impak

2 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Bidang Kalibrasi
9. Panjang

Jenis alat yang dapat dikalibrasi


9.1 Standar panjang
9.1.1 Gauge blok / end gauge / slip gauge
9.1.2 Step gauge - Vernier caliper cheker, inside checker, chek master.
9.2 Micrometer
9.2.1 Outside micrometer
9.2.2 Inside micrometer
9.2.3 Micrometer head
9.2.4 3-point inside micrometer
9.2.5 Depth micrometer
9.2.6 indicating micrometer
9.2.7 Mikrometer roda gigi
9.3 Calliper
9.3.1 Vernier caliper
9.3.2 Height gauge
9.3.3 Depth caliper
9.4 Dial Gauge
9.4.1 Dial indicator
9.4.2 Mechanic dial comparator
9.4.3 Electronic dial comparator
9.4.4 Dial Test indikator
9.4.5 Linear scale / LVDT
9.4.6 Bore gauge
9.5 Gauges
9.5.1 Feeler gauge
9.5.2 Pin gauge
9.5.3 Straight edge
9.5.4 Plug gauge
9.5.5 Ring gauge
9.6 Angle measuring devices
9.6.1 Bevel Protactor
9.6.2 Waterpass / Spirit level / bubble / clinometer
9.6.3 Theodolite
9.6.4 Telescope
9.6.5 Square
9.6.6 Sine bar
9.7 Meeasuring Machine
9.7.1 Profile projector
9.7.2 Roughness meter
9.7.3 Coordinate Measuring Machine
9.7.4 Microskop
9.7.5 Roundnessmeter
9.7.7 Dial gauge tester
9.7.8 Digital mu checker

DP.01.19; Juni 2004

3 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Bidang Kalibrasi
Panjang
(lanjutan)

10. Kelistrikan

Jenis alat yang dapat dikalibrasi


9.8.Miscellaneous
9.8.1Thickness gauge
9.8.2 Surface plate
9.8.3 Height master
9.8.4 Electronic distance meter
9.8.5 Walking measurer
9.8.6 Planimeter
9.8.7 Tape measure
9.8.8 Steel ruler
9.8.9 V-blok
10.1 . Arus
10.1.1 sumber arus AC/DC
10.1.2 alat ukur arus AC/DC
10.1.3 perekam arus AC/DC
10.1.4 transduser arus
10.2. Tegangan
10.2.1 sumber tegagan AC/DC
10.2.2 alat ukur tegangan AC/DC
10.2.3 perekam tegangan AC/DC
10.2.4 pembagi tegangan AC/DC
10.2.5 transduser tegangan AC/DC
10.3. Resistansi
10.3.1 Resistor
10.3.2 Decade resistor
10.3.3 Hammond resistor
10.3.4 Current shunt
10.3.5 Ohmmeter
10.3.6 Resistance bridge
10.4. Kapasitansi
10.4.1 Kapasitor
10.4.2 Decade capacitor
10.4.3 Capacitance bridge
10.4.4 Capacitance meter
10.5. Induktansi
10.5.1 Induktor
10.5.2 Decade capacitor
10.5.3 Inductance bridge
10.5.4 Inductance meter

DP.01.19; Juni 2004

4 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Bidang Kalibrasi
kelistrikan
(lanjutan)

11. Waktu dan


frekuensi

Jenis alat yang dapat dikalibrasi


10.6. Daya listrik dan fasa
10.6.1
10.6.2
10.6.3
10.6.4

alat ukur daya


Cos meter
Energy meter
transduser daya

11.1 Waktu
11.1.1 Stopwatch
11.1.2 Tirner
11.2. Frekuensi
11.2.1 Standar frekuensi
11.2.1.1 Rubidium frequency standard
11.2.1.2 X'tal frequency standard
11.2.2 Counter
11.2.2.1 Frequency counter
11.2.2.2 Frequency meter
11.2.2.3 Microwave frequency counter
11.2.2.4 Universal time counter
11.2.3 Frequency converter
11.2.4 Down converter
11.2.5 RPM converter
11.2.5.1 optik
11.2.5.2 elektromagnetik
11.2.5.3 mekanik
11.3. AF & RF signal
11.3.1 AF signal
11.3.1.1 AF oscillator
11.3.1.2 Function generator
11.3.1.3 Pulse generator
11.3.2 RF Signal
11.3.2.1 Synthesized signal generator
11.3.2.2 Synthesized sweeper
11.3.2.3 AM / FM signal generator
11.4. RF Power & Attenuation
11.4.1 RF Power meter
11.4.2 RF attenuator
11.4.3 Power divider / coupler
11.4.4 RF Amplifier

DP.01.19; Juni 2004

5 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Bidang Kalibrasi
Waktu dan Frekuensi
(lanjutan)

Jenis alat yang dapat dikalibrasi


11.5

AF / RF Analyzer
11.5.1 Analyzer
11.5.1.1 Distortion analyzer / distortion meter
11.5.1.2 Modulation analyzer / modulation
meter
11.5.1.3 Spectrum analyzer
11.5.1,4 Impedance analyzer
11.5.1.5 Audio analyzer
11.5.1.6 Network analyzer
11.5.2 Osiloskop
11.5.2.1 Oscilloscope
11.5.2.2 Digitizing oscilloscope
11.5.2.3 Storage oscilloscope
11.5.2.4 Plug-in-type oscilloscope
11.5.3 Measuring receiver / signal analyzer
11.5.4 Other measuring equipment

12. Akustik dan


Vibrasi

12.1 Akustik
12. 1.1 Sound level meter
12. 1.2 Microphone
12.2 Vibrasi
12.2.1 Accelerometer
12.2.2 Displacement
12.2.3 Vibratiometer / Vibrometer

13.Instrumen analisis

13.1 Spectro-photometry
13.1.1 UV - Vis Spectrophotometer
13.2 Peralatan uji kimila
13.2.1 PH meter
13.2.2 Viscometer

14. Optik

14.1 Optical Power Meter


14.2 Optical Time Domain Reflectometer
14.3 Optical Light Source
14.4 Optical Attenuator

3.

Kriteria Akreditasi

DP.01.19; Juni 2004

6 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Dalam bagian ini dijelaskan interpretasi secara khusus dari beberapa bagian SNI 19 17025 : 2000 yang
digunakan dalam akreditasi laboratorium kalibrasi.
3.1

Personil (SNI 19-17025: 2000 klausul 5.2)

3.1.1.

Personil yang bertanggungjawab dalam laboratorium dan penanggungjawab bagian pengukuran tertentu
untuk laboratorium yang lebih besar, harus mempunyai pengetahuan yang memadai tentang prisnsip
metrologi dan kemampuan untuk melakukan evaluasi kritis terhadap hasil pengukuran. KAN menilai
kompetensi dan kemampuan personel melalui kegiatan yang dilakukan serta evaluasi terhadap kegiatan
tersebut, yang berarti personel laboratorium harus dapat membuktikan pengetahuan dan ketrampilan atas
kalibrasi tertentu.

3.1.2.

Tingkat pengetahuan teknis dasar yang diperlukan untuk staf senior harus sesuai dengan kompleksitas
dan akurasi pengukuran dalam lingkup akreditasi yang diajukan. Untuk pekerjaan yang sangat presisi dan
kompleks, staf senior tersebut diharapkan mempunyai pengetahuan yang relevan dalam bidang fisika dan
matematika yang setara dengan pemegang gelar sarjana teknik ilmiah.

3.1.3.

Pada laboratorium yang kecil, harus terlihat pembagian yang jelas antara penyelia dan personel lainnya.
Hal ini harus dijelaskan dalam setiap tingkatan struktur staf untuk menjamin ketaatan terhadap prosedur
laboratorium dan teknis yang dapat diterima setiap waktu

3.2

Akomodasi dan Lingkungan (SNI 19-17025: 2000 klausul 5.3)

3.2.1.

Akomodasi yang diperlukan dalam sebuah laboratorium sangat bervariasi bergantung pada jenis
pengukuran dan tingkatan akurasi yang diperlukan dalam pengukuran.

3.2.2.

Laboratorium harus menetapkan batas kondisi lingkungan yang harus dicapai dan jika dilakukan pekerjaan
kalibrasi di lapangan (di luar laboratorium), pekerjaan ini dilakukan sesuai ketentuan laboratorium dan
sesuai dengan persyaratan spesifik untuk setiap jenis peralatan yang dikallibrasi. Batas kondisi lingkungan
dapar didasarkan pada persyaratan dalam standar internasional tentang metode atau spesifikasi untuk jenis
peralatan tertentu. Kondisi tersebut harus memadai untuk tingkat Kemampuan Pengukuran Terbaik yang
diklaim oleh laboratorium.

3.2.3.

Peralatan ukur dan standar pengukuran harus dikalibrasi dan digunakan dalam lingkungan yang
dikendalikan secara memadai untuk fungsi yang diinginkan. Sebagai pertimbangan pengendalian harus
dilakukan untuk temperatur, laju perubahan temperatur, kelembaban, vibrasi atau getaran, debu,
kebersihan, gangguan elektromagnetik, interferensi, pencahayaan dan faktor lain yang memperngaruhi
pengukuran.

3.2.4.

Kondsisi lingkungan harus dimonitor pada interval yang tepat dan pekerjaan kalibrasi yang dipengaruhi
harus dihentikan bila kondisi lingkungan berada diluar batas yang telah ditentukan. Rekaman harus berisi
data asli dan yang telah dikoreksi.

3.3

Ketidakpastian Pengukuran (SNI 19-17025: 2000 klausul 5.4.6)

3.3.1.

Prosedur evaluasi ketidakpastian pengukuran harus didasarkan pada Pedoman KAN tentang
Ketidakpastian Pengukuran dan dokumen ekivalen lainnya yang ditulis berdasarkan ISO Guide to The
Expression of Uncertainty in Measurement.

3.3.2.

Laboratorium harus memiliki prosedur tertulis untuk evaluasi ketidakpastian pengukuran yang mencakup
langkah penting dalam evaluasi ketidakpastian pengukuran tersebut sesuai dengan ringkasan yang
dijelaskan dalam lampiran B dari dokumen ini.

3.3.3.

Untuk pengajuan akreditasi, pernyataan Kemampuan Pengukuran Terbaik harus dicantumkan dalam
lingkup akreditasi yang diajukan dan harus dievaluasi berdasarkan klausul 17 dari dokumen DP.01.23:
Pedoman KAN tentang Evaluasi dan Pernyataan Ketdiakpastian Pengukuran dan didukung dengan
budget ketidakpastian sesuai dengan prosedur tertulis dari laboratorium yang mengajukan akreditasi.

3.4 Standar pengukuran dan Peralatan (SNI 19-17025: 2000 klausul 5.5)

DP.01.19; Juni 2004

7 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

3.4.1.

Semua standar pengukuran dan peralatan harus memenuhi persyaratan dari metode kalibrasi dan/atau
harus mampu mencapai kemampuan pengukuran terbaik yang diklaim oleh laboratorium untuk jenis alat
tertentu yang diajukan oleh laboratorium dalam lingkup akreditasinya.

3.4.2.

Laboratorium harus menjamin bahwa peralatannya sesuai dengan penggunaannya dan kesesuaian
tersebut harus dipelihara selama peralatan tersebut digunakan.

3.4.3.

Kalibrasi hanya merupakan satu elemen tanggung jawab laboratorium terhadap peralatannya dan oleh
karenanya tidak cukup untuk menjamin akurasi pengukuran. Tanggung jawab laboratorium terhadap
peralatan yang digunakan mencakup pemilihan, instalasi, pemeliharaan, pengecekan antara antar kalibrasi
dan juga pengoperasian peralatan secara tepat.

3.4.4.

Rasio akurasi adalah akurasi antara standar pengukuran dan akurasi alat yang dikalibtasi. Pada umumnya
rasio akurasi yang dikehendaki adalah antara 4:1 dan 10:1, namun demikian rasio akurasi minimum yang
dapat dilakukan adalah 2:1.

3.4.5.

Semua standar pengukuran dan alat ukur harus diberi label, kode atau dengan cara lain yang
mengindikasikan status kalibrasi, yaitu tanggal kalibrasi terakhir dan tanggal kalibrasi berikutnya.

3.4.6.

Semua keterbatasan kalibrasi peralatan atau larangan penggunaan peralatan harus ditunjukkan dengan
jelas pada peralatan.

3.4.7.

Bila pemasangan label atau pemberian kode tidak dapat dilakukan atau tidak dianggap penting untuk
pengendalian, prosedur lain harus ditetapkan untuk menjamin kesesuaian dengan persyaratan.

3.4.8.

Akses terhadap piranti yang dapat disetel pada standar pengukuran dan alat ukur, yang ditetapkan pada
saat kalibrasi, harus disegel atau dilindungi dengan cara lain untuk mencegah penyetelan oleh personil
yang tidak berwenang

3.4.9.

Segel harus dirancang segingga proses untuk membuka segel tersebut akan merusaknya
catatan: persyaratan ini tidak berlaku untuk piranti yang dapat disetel atau yang dapat disetel tanpa
menggunakan acuan eksternal.

3.5 Ketertelusuran Pengukuran (SNI 19-17025: 2000 klausul 5.6)


Elemen ketertelusuran dapat dinyatakan dengan:
1.

rantai perbandingan yang tidak terputus kembali ke acuan tertentu yang dapat diterima, biasanya sebuah
standar nasional, internasional atau standar pengukuran intrinsik.

2.

ketidakpastian pengukuran ketidakpastian pengukuran untuk setiap langkah dalam rantai ketertelusuran
harus dihitung atau diestimasi sesuai dengan metode yang disepakati dan harus dinyatakan sehingga
ketidakpastian total dari seluruh rantai dapat dihitung atau diestimasi
Catatan:

ketidakpastian pengukuran untuk setiap langkah dalam rantai ketertelusuran harus


dievaluasi menggunakan metode yang sesuai dengan ISO Guide to the Expression of
Uncertainty in Measurement (GUM).

3.

dokumentasi setiap langkah dalam rantai harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang
didokumentasikan dan diakui secara umum, dan hasilnya harus direkam.

4.

kompetensi laboratorium atau lembaga yang melakukan satu atau lebih langkah dalam rantai
ketertelusuran harus memberikan bukti kompetensi teknisnya (misalnya dengan menunjukkan bahwa telah
diakreditasi)

5.

mengacu ke satuan SI .rantai perbandingan tersebut, bila memungkinkan harus berakhir pada standar
primer untuk realisasi satuan SI

6.

interval kalibrasi - kalibrasi harus diulangi pada interval yang tepat; panjang interval tersebut akan
bergantung pada sejumlah variabel (misalnya ketidakpastian yang diperlukan, frekuensi penggunaan, cara
penggunaan, stabilitas peralatan, dll)

3.6 Interval kalibrasi

DP.01.19; Juni 2004

8 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

3.6.1.

Semua alat ukur kuantitatif dan standar pengukuran baru harus dikalibrasi sebelum digunakan oleh
laboratorium.

3.6.2.

Alat ukur dan standar pengukuran dalam sistem kalibrasi harus dikalibrasi pada interval yang ditetapkan
dengan dasar stabilitas, kegunaan, lingkungan dan tingkat penggunaan

3.6.3.

Interval kalibrasi maksimum ditentukan ditentukan paling sedikit dari tiga kalibrasi sebelumnya yang harus
menunjukkan bahwa standar pengukuran tersebut stabil.

3.6.4.

Frekuensi kalibrasi dari setiap peralatan harus dapat menetapkan keyakinan yang layak bahwa batas
spesifikasi antara kalibrasi berturutan tidak dilampaui

3.6.5.

Interval kalibrasi sebaiknya tidak melampaui periode maksimum yang dinyatakan oleh KAN seperti
ditunjukkan dalam lampiran A: Interval kalibrasi yang direkomendasikan. Namun, laboratorium dapat
diijinkan untuk melampaui interval maksimum yang direkomendasikan tersebut bila dari substansi dan hasil
evaluasi rekaman kalibrasi sebelumnya dapat dibuktikan bahwa interval kalibrasi dapat diperpanjang tanpa
meningkatkan resiko peralatan tersebut menjadi keluar dari spesifikasi yang ditetapkan.

3.7 Sistem kalibrasi dengan komputer


3.7.1.

Peralatan harus sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Kecukupan dari peralatan tersebut akan ditentukan
oleh akurasi dan kecepatan melakukan pembacaan

3.7.2.

Sistem tersebut harus dikalibrasi secara memadai. Bila alat ukur tidak dapat dipisahkan dari sistem
pengolah data, sistem secara keseluruhan harus dikalibrasi secara statik dan dinamik. Bila alat ukur dapat
dipisahkan dari sistem pengolah data, peralatan dapat dikalibrasi secara konvensional dan verifikasi sistem
pengolah data secara terpisah dapat dilakukan.

3.7.3.

Sistem pengolah data harus memelihara integritas asli dari data terukur. Faktor yang membatasi presisi
angka yang dapat ditangani oleh sistem pengolah data harus diperhitungkan.

3.7.4.

Sistem pengolah data harus memungkinkan deteksi kesalahan pemasukan data dan monitoring
pelaksanaan kalibrasi

3.7.5.

Sistem tersebut harus dapat diperiksa bebas kesalahan operasi yang berkaitan dengan perekaman data,
pengolahan data, dan bebas dari sumber interferensi eksternal. Pemeriksaan ini harus ditentukan secara
manual atau dengan satu set data artifak, dll.

3.8 Jaminan Mutu Hasil Kalibrasi (SNI 19-17025: 2000 klausul 5.9)
3.8.1.

Laboratorium kalibrasi harus menerapkan suatu sistem jaminan mutu hasil kalibrasi yang memadai untuk
setiap jenis alat yang tercantum dalam lingkup akreditasinya. Sistem jaminan mutu tersebut harus
dirancang sedemikian rupa sehingga variasi acak dan bias dari sistem pengukuran dan standar pengukuran
laboratorium kalibrasi dapat dikendalikan untuk menjamin kebenaran sertifikat/laporan kalibrasi yang
diterbitkan oleh laboratorium. Untuk mengimplementasikan sistem jaminan mutu, laboratorium dapat
mengacu ke PEDOMAN KAN tentang JAMINAN PENGUKURAN (DP.01.33)

3.8.2.

Sistem jaminan mutu hasil kalibrasi tersebut dapat berupa control chart, dan bila memungkinkan analisis
statistik terhadap data pengukuran yang bersumber dari kalibrasi standar acuan, uji banding antar
laboratorium kalibrasi, kalibrasi standar kerja dan alat ukur, pengecekan antara, kalibrasi barang milik
pelanggan, atau sumber data lain sesuai dengan jenis dan beban kerja laboratorium.

3.8.3.

Laboratorium kalibrasi yang telah diakreditasi, wajib mengikuti program Uji Banding Antar Laboratorium
Kalibrasi (UBLK) dan/atau Audit Pengukuran yang diselenggarakan oleh KAN sesuai dengan lingkup
akreditasinya.

3.8.4.

Apabila KAN belum menyelenggarakan program UBLK untuk ruang lingkup akreditasi tertentu, laboratorium
kalibrasi dapat melaksanakan Uji Banding Antar Laboratorium dengan laboratorium kalibrasi terakreditasi
dengan lingkup yang sama dan mengirimkan hasil Uji Banding tersebut ke Sekretariat KAN untuk dievaluasi

Lampiran A

DP.01.19; Juni 2004

9 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Interval Kalibrasi yang Direkomendasikan


tabel berikut menyatakan periode maksimum antara kalibrasi berurutan untuk sejumlah standar acuan dan alat
ukur. Harus ditekankan bahwa periode tersebut adalah periode maksimum yang dianggap memadai, bila
sejumlah kriteria tersebut dibawah ini dipenuhi :

bahwa peralatan tersebut mempunyai mutu yang baik dan mempunyai kestabilan yang dapat
dibuktikan

bahwa laboratorium memiliki kemampuan peralatan yang memadai dan keahlian staf untuk
melaksanakan pengecekan antara

bahwa bila terdapat kecurigaan atau indikasi bahwa peralatan mengalami pembebanan berlebih atai
kesalahan penanganan, peralatan tersebut diperiksa dengan segera, dan kemudian dilakukan
pengecekan dalam interval yang pendek sampai dapat dibuktikan bahwa kestabilan peralatan tidak
terganggu.

bila kriteria di atas tidak dapat dipenuhi maka interval kalibrasi yang lebih pendek harus digunakan
oleh laboratorium

Daftar standar dan alat ukur yang tercantum di bawah ini akan dimutakhirkan secara periodik.
No
Temperatur
1

Jenis Standar Acuan / Alat Ukur


Calibration bath and Furnace

Thermocouple
Rare metal, reference for use
below 10000 C
Rare metal,reference for use
above 10000C
Rare metal, working standard
Base metal, working standard
Thermometer:
Liquid in glass (reference
thermometer)

Liquid in glass (working


thermometer)

No

DP.01.19; Juni 2004

Jenis Standar Acuan / Alat Ukur

Interval Kalibrasi Maksimum


harus dilakukan pemeriksaan awal, terhadap variasi
spasial (keseragaman) dan temporal (kestabilan)
temperatur
Pemeriksaan distribusi temperatur pada satu titik
temperatur setiap 5 tahun

100 jam penggunaan atau 3 tahun


10 jam penggunaan atau 3 tahun
100 jam penggunaan atau 3 tahun
interval kalibrasi harus sesuai dengan aplikasi
tertentu
pemeriksaan titik es atau pada titik acuan lain yang
memadai setiap saat penggunaan atau pada interval
satu atau dua bulan, yang lebih cepat bila terdapat
perubahan skala lebih kecil dari ketidakpastian
kalibrasi. Kemudian lakukan pemeriksaan setiap 6
bulan Re-kalibrasi setiap 5 tahun bila titik acuan
brubah sebesar 5 divisi skala atau lebih.
Bandingkan termometer kerja dengan termometer
acuan pada dua titik dalam rentang ukur kerja setiap
6 bulan. Re-kalibrasi setiap 5 tahun atau bila
terdapat perubahan 5 divisi skala atau lebih

Interval Kalibrasi Maksimum

10 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Resistance temperature
thermometer

Psychrometers

5
6
7

Pyrometers
Strip lamps
Hygrometer

Massa dan Besaran Turunan - nya


1
Mass standards
Reference standards
Working standards
2
Balances
Electronic, mechanic

Mass comparator
3

Dead Weight Tester (Pressure


Balance)
Accuracy < 0.01%
Accuracy > 0.01%

Pressure Test Gauge for


calibrating pressure gauge

Manometer :
Reference std (liquid)
Working std (liquid)

7
8

No
9

DP.01.19; Juni 2004

Electronic
Barometer:
Fortin
Aneroid
Load Cell
Torque:
Standard beam and masses
Transducer

Jenis Standar Acuan / Alat Ukur

pemeriksaan titik es sebelum penggunaan atau


paling sedikit setiap 6 bulan. Re-kalibrasi setiap 5
tahun atau bila titik es berubah lebih dari nilai yang
sama dengan 5 kali ketidakpastian pada saat
kalibrasi.
Pemeriksaan titik es setiap 6 bulan. Kalibrasi setiap 5
tahun atau bila titik es berubah lebih besar dari 5 kali
divisi skala.
1 tahun
100 jam penggunaan atau 5 tahun
1 tahun

3 tahun
1 tahun
1 tahun
dengan pengecekan satutu ttitik pada titik maksimum
setiap bulan
pengecekan ripitabilitas setiap 6 bulan.

3 tahun, dengan pengamatan kecepatan putaran


setiap tahun
5 tahun, dengan pengamatan kecepatan putaran
setiap tahun
1 tahun

10 tahun, dengan pengecekan kbersihan cairan


setiap 36 bulan.
5 tahun, dengan pengecekan kebersihan cairan
setiap 36 bulan.
1 tahun
awal, dengan pengecekan satu titik menggunakan
instrument pengalih setiap 5 tahun
1 tahun
2 tahun
4 tahun, dan berikutnya setiap 8 tahun
1 tahun

Interval Kalibrasi Maksimum

Force Testing Machine:

11 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

10

Dead Weight
Elastic Dynamometer
Hydraulic, Pneumatic
Hydrometer:
Reference
Working - glass

Working - metal

11
12

Density Bottles
Volumetric Glassware

13

Orifice Plates

Panjang, Sudut dan Dimensi


1
Gauge Block:
Reference standard
Working standard
2
Angle Gauge:
Reference standard
Working standard
3
4

Comparator
Height setting micrometer and
Riser Blocks

Setting rings and plugs:


Reference standard
Working standard
Autocollimator
Dividing Head and Rotary Tables
Callipers
Dial Gauges

6
7
8
9
10
11

12

13
No

DP.01.19; Juni 2004

Alignment Telescopes
Surface plates:
Cast iron
Granite
Measuring Machine (Other than
CMC):
Precision scale
Geometric Test
Micrometer Heads
Optical flats/parallels
Jenis Standar Acuan / Alat Ukur

5 tahun
2 tahun
2 tahun
5 tahun
pengecekan dengan hidrometer acuan atau larutan
(yang baru disiapkan) yang densitasnya diketahui
setiap 1 tahun
pengecekan dengan hidrometer acuan atau larutan
(yang baru disiapkan) yang densitasnya diketahui
setiap 6 bulan
2 tahun, dan berikutnya setiap 5 tahun
awal
awal, dengan inspeksi visual terhadap pengaruh
pemakaian dan kerusakan setiap 6 bulan

3 tahun
1 tahun
4 tahun
2 tahun
3 tahun
3 tahun, dengan pengecekan kinerja setiap tahun

3 tahun
1 tahun
6 tahun
5 tahun
2 tahun
2 tahun
6 tahun
1 tahun
3 tahun

10 tahun
5 tahun
3 tahun
3 tahun
Interval Kalibrasi Maksimum

12 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

14

Linear transducer

1 tahun, dengan pengecekan kinerja sebelum


penggunaan

15

Micrometers

5 tahun, dengan pengecekan titik 0 setiap tahun,


pengecekan satu titik (dengan gauge block) dan
kondisi anvil.

16

17
18
19
20

Length bar:
Reference
Working
Precision Level
Precision Linear scale
Micrometer setting gauge
Optical projectors

4 tahun
2 tahun
4 tahun
5 tahun
3 tahun
5 tahun

21
22
23
24

Pitch Diameter reference disc


Precision Polygon
Rollers and Balls
Roundness standard

4 tahun
5 tahun
4 tahun
5 tahun

25

Roughness standards:
Metal
Glass
Screw check for ring gauge
Screw pitch reference standard

4 tahun, dengan inspeksi mikroskopik setiap tahun


awal, dengan inspeksi mikroskopik setiap tahun
3 tahun
3 tahun

26
27
28
29
30
31
32

33

Screw thread measurement


cylinder and vee pieces
Setting cylinder
Sine bars, centres and tables
Squareness testers
Squares:
Try squares
Block squares
Steel / cast iron Straight Edges
Granites
Tape measures, Rules:
Tape measures

Steel rules

Kelistrikan
1
2
3
4
5
No
6

DP.01.19; Juni 2004

Electronic standard cells


Digital meters
Analog meters
Resistors
Capacitor
Jenis Standar Acuan / Alat Ukur
Standard cell, Weston

awal, dengan inspeksi visual setiap tahun


3 tahun
3 tahun
3 tahun
2 tahun
4 tahun
3 tahun
4 tahun
awal, dengan pengecekan pada panjang maksimum
setiap 2 sampai 6 bulan sesuai dengan penggunaan
dan akurasi yang diperlukan
awal, dengan pengecekan pada panjang maksimum
setiap 2 sampai 6 bulan sesuai dengan penggunaan
dan akurasi yang diperlukan

1 tahun
1 tahun, pembandingan setiap 6 bulan
2 tahun, pembandingan setiap 6 bulan
3 tahun, pembandingan setiap tahun
3 tahun, pembandingan setiap tahun
Interval Kalibrasi Maksimum
2 tahun, pembandingan paling sedikit setiap 6 bulan

13 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

7
8

AC-DC Transfer standards


Bridges

Potentiometer

2 tahun, pembandingan segerra setelah kalibrasi


3 tahun (kalibrasi lengkap), pemeriksaan
menggunakan standar laboratorium setiap tahun
3 tahun, pembandingan setiap tahun

Waktu dan Frekuensi


1
2

Signal Generator
Attenuator

1 tahun
3 tahun (respons frekuensi)
pengecekan resistansi setiap tahun bila perlu

3
4

RF Power Meter
Stop watches, clock

1 tahun
1 tahun

Luminous intensity lamps


Luminous flux lamps
Illuminance (lux) meter
Luminance meter

1 tahun
1 tahun
1 tahun
1 tahun

Spectral irradiance lamps

UV irradiance meters

Laser/optical power meter

yang lebih awal antara 100 jam


penggunaan/penyalaan atau tiga tahun
6 bulan (penggunaan berat)
1 tahun (penggunaan ringan)
1 tahun

4
5

Fibre optic power meter


Laser wavelength (fiber optic)

1 tahun
1 tahun

Spektrofotometri
1
Wavelength standard filters
2
Transmittance standard filters
3
Reflectance standards

1 tahun
1 tahun
1 tahun

Fotometri
1
2
3
4
Radiometri

Lampiran B
Penyusunan Instruksi Kerja Evaluasi Ketidakpastian

DP.01.19; Juni 2004

14 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Lingkup
Pedoman ini bertujuan memberikan petunjuk untuk membuat sebuah instruksi kerja evaluasi ketidakpastian
pengukuran, sebagai pelengkap instruksi kerja kalibrasi atau pengukuran.
Umum
Evaluasi ketidakpastian pengukuran merupakan bagian dari kegiatan kalibrasi atau pengukuran. Sebagaimana halnya
dengan metode kalibrasi/pengujian yang harus diuraikan dalam dokumen instruksi kerja, begitu pula metode atau
prosedur evaluasi ketidakpastian harus diuraikan dalam suatu dokumen instruksi kerja evaluasi ketidakpastian
pengukuran. Instruksi kerja tersebut harus dibuat agar jelas dan mudah dipahami, sehingga dapat diterapkan tanpa
keraguan oleh operator kalibrasi dan dapat diverifikasi oleh asesor dengan mudah. Untuk dapat membuat instruksi kerja
yang efektif itulah perlu diperhatikan beberapa langkah yang diuraikan dalam pedoman ini.
Format Instruksi Kerja Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran
Untuk memudahkan verifikasi instruksi kerja, sebaiknya instruksi kerja tersebut disajikan dengan format yang terdiri
atas: 1) model matematis, 2) persamaan ketidakpastian, 3) uraian sumber-sumber ketidakpastian, dan 4) tabel budget.
Komponen-komponen ini akan diuraikan dalam bagian berikut.
Model matematis
Model matematis menyatakan hubungan matematis antara measurand (besaran yang diukur) dengan besaran-besaran
yang mempengaruhi. Jika suatu besaran dianggap mempengaruhi hasil pengukuran, maka variabel yang
melambangkan besaran tersebut harus ada dalam model matematis. Sebaliknya, jika suatu besaran dianggap tidak
berpengaruh, maka tidak perlu ada variabel yang mewakilinya dalam model matematis. Model matematis dapat
dimodifikasi dengan penyederhanaan atau pendekatan yang logis untuk mempermudah evaluasinya.
Persamaan ketidakpastian
Persamaan ketidakpastian pada dasarnya adalah elaborasi dari rumus ketidakpastian baku gabungan (ISO GUM):
uc2 = (ci2ui2) = c12u12 + c22u22 + c32u32 +

[1]

Untuk setiap variabel xi dalam model matematis, akan ada komponen ketidakpastian baku ui dan koefisien sensitivitas
ci. Perlu diperhatikan bahwa nilai (atau rumus) koefisien sensitivitas sangat bergantung pada bentuk persamaan dalam
model matematis, karena itulah penentuan model matematis harus tepat dan jelas.
Uraian sumber-sumber ketidakpastian
Persamaan ketidakpastian akan mempunyai dua macam komponen: komponen ketidakpastian (ui) dan komponen
konstanta (ci). Kedua macam komponen ini nilainya harus ditentukan; baik dengan diestimasi maupun diturunkan dari
data lain. Untuk itu perlu ada uraian yang jelas mengenai cara menentukan nilai-nilai ini. Uraian ini meliputi:

cara menentukan atau mengestimasi ketidakpastian bentangan (expanded uncertainty) setiap sumber
ketidakpastian;

jenis distribusi dan faktor pembagi yang sesuai;

penentuan nilai konstanta yang menjadi faktor dalam koefisien sensitivitas


Tanpa adanya suatu uraian yang jelas, budget ketidakpastian menjadi sulit diverifikasi, bahkan bisa dikatakan
meaningless (tidak berarti).
Tabel budget ketidakpastian
Tabel budget ketidakpastian berisi nilai-nilai ketidakpastian dari tiap-tiap sumber ketidakpastian beserta variabel-variabel
lainnya (faktor pembagi, koefisien sensitivitas, derajat kebebasan). Budget ketidakpastian dibuat dalam format yang
sedemikian rupa untuk memudahkan penghitungan ketidakpastian baku tiap-tiap sumber, ketidakpastian baku
gabungan, derajat kebebasan efektif dan faktor cakupan (jika diperlukan) serta nilai ketidakpastian bentangan
(expanded uncertainty). Bentuk ini sangat sesuai untuk digunakan dalam program spreadsheet sehingga penghitungan
secara otomatis dapat dilakukan dengan mudah.

DP.01.19; Juni 2004

15 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Catatan
Notasi ketidakpastian baku dan ketidakpastian bentangan
Untuk menghindari kesalahpahaman, perlu diperhatikan notasi baku untuk membedakan ketidakpastian baku dan
ketidakpastian bentangan:

Ketidakpastian baku dinotasikan u (huruf kecil)

Ketidakpastian bentangan dinotasikan U (huruf besar)


Komponen ketidakpastian baku untuk variabel Xi dinotasikan u(Xi).
Rumus baku dan konsep dasar
Rumus-rumus baku serta konsep-konsep dasar dari ISO GUM tidak perlu dicantumkan lagi dalam instruksi kerja, karena
diasumsikan bahwa pengguna instruksi kerja sudah memahami konsep-konsep dasar ISO GUM. Rumus-rumus yang
bisa dianggap baku misalnya rumus rerata, simpangan baku, ketidakpastian gabungan, derajat kebebasan efektif
(rumus Welch-Satterthwaite).
Contoh:
Model matematis
Model dasar yang meliputi besaran-besaran yang utama atau dominan diturunkan sebagai berikut:
L = Ls + d [2]
dengan:

L = panjang balok tes


Ls = panjang balok acuan
d = penunjukan komparator
Untuk memperhitungkan pengaruh besaran-besaran lain yang berpengaruh, model tersebut dielaborasi menjadi
sebagai berikut:
L(1 + ) = Ls(1 + ss) + d + Ldrift

[3]

= koefisien muai panjang balok tes


= suhu balok tes
s = koefisien muai panjang balok acuan
s = suhu balok acuan
Ldrift = perubahan panjang balok acuan akibat drift
Dengan manipulasi matematis [ISO GUM H.1], persamaan [3] dapat disederhanakan untuk mempermudah evaluasi
ketidakpastian, menjadi seperti berikut:
dengan:

L = Ls + Ls(s + s) + d + Ldrift

[4]

= selisih antara koefisien muai panjang balok tes dan balok acuan
= selisih antara suhu balok tes dan balok acuan
Persamaan [4] selanjutnya akan dipakai sebagai model matematis untuk kalibrasi gauge block dengan metode
perbandingan.
dengan:

Persamaan ketidakpastian
Setelah menurunkan koefisien sensitivitas untuk tiap-tiap komponen ketidakpastian, maka persamaan ketidakpastian
untuk kalibrasi gauge block dengan metode perbandingan dapat diturunkan dari Persamaan [4] sebagai berikut:
u2(L) = u2(Ls) + (s + s)2u2(Ls) + Ls2s2u2() + Ls2s2u2() + Ls22u2(s) + Ls22u2(s) + u2(d)
+ u2(Ldrift)
[5]
Karena dan masing-masing mempunyai nilai taksiran nol, maka Persamaan [5] dapat dipersingkat menjadi
u2(L) = u2(Ls) + Ls2s2u2() + Ls2s2u2() + u2(d) + u2(Ldrift)

[6]

Persamaan [6] merupakan persamaan ketidakpastian kalibrasi gauge block metode perbandingan.

DP.01.19; Juni 2004

16 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Uraian sumber-sumber ketidakpastian


Persamaan [6] mempunyai beberapa input ketidakpastian yaitu u(Ls), u(), u(), u(d), u(Ldrift); serta beberapa
konstanta yaitu Ls, s, s.
Tiap-tiap input ketidakpastian mempunyai sumber-sumber ketidakpastian yang diuraikan dalam tabel berikut, berikut
cara mengevaluasi nilai dan distribusinya.
Tabel 1. Uraian sumber-sumber ketidakpastian
Input/
Deskripsi
variabel
u(Ls)
Ketidakpastian nilai
balok acuan
u(d)
Ketidakpastian
penunjukan atau
pembacaan
komparator
u(Ldrift)
Ketidakpastian drift
balok acuan

Sumber ketidakpastian
1. Kalibrasi balok acuan

Penentuan nilai ketidakpastian bentangan dan


pembaginya
1. Dari sertifikat kalibrasi, dibagi k

1. Daya baca
2. Repeatability
3. Kalibrasi komparator

1. Setengah dari resolusi komparator, dibagi 3


2. Simpangan baku, dibagi n
3. Dari sertifikat kalibrasi, dibagi k

1. Estimasi nilai drift

1. Nilai maximum permissible secular change


(ISO3650) (dianggap sebaran persegi), dibagi 3
* kecuali ada acuan lain
1. Jika kedua balok dari bahan yang sama,
sepersepuluh dari nilai nominal (mis. = 11,5e6 C1 untuk baja) (dianggap sebaran persegi),
dibagi 3
1. Jika kedua balok telah dikondisikan cukup lama
dalam suhu lab, 0,05 C (dianggap sebaran
persegi), dibagi 3

u()

Ketidakpastian
selisih koefisien
muai kedua balok

1. Estimasi nilai selisih

u()

Ketidakpastian
selisih suhu kedua
balok

1. Estimasi nilai selisih

Nilai-nilai konstanta yang berpengaruh dalam persamaan ketidakpastian ditentukan sebagai berikut.
Tabel 2. Uraian konstanta
Konstanta
Ls
s
s

Deskripsi
Panjang balok acuan

Penentuan nilai konstanta


Untuk tiap rentang ukur, ambil nilai yang terbesar (mis. untuk rentang
0~1 mm, maka L = 1 mm atau 1000 m)
Koefisien muai balok acuan Estimasi berdasarkan bahan balok, atau informasi dari pembuat. Mis.
untuk baja, = 11,5 e-6 C-1
Deviasi suhu balok acuan Selisih antara suhu balok acuan dengan 20 C. Mis. jika suhu = 20,1
C, maka s = 0,1 C.

DP.01.19; Juni 2004

17 dari 18

SR 05
Persyaratan Tambaha untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Tabel budget ketidakpastian


Uncert source/
Komponen

Unit/
Satuan

Distribusi

Symbol

Reference block value

Normal

u(Ls)

Readability of instrument

Rect

u(d1)

Repeatability of
measurement

Rect

u(d2)

Instrument correction

Normal

u(d3)

Reference block drift

Rect

u(Ldrift)

Difference between and

/C

Rect

u( )

Temperature gradient
between blocks

Rect

u( )

Expanded uncert/
U

Cov. Factor/
Pembagi

Deg. of
freedom/
vi

Std. Uncert/
ui

Sens. Coeff/
ci

ci.ui

(ci.ui)2

(ci.ui)4/vi

Sums
Combined uncert, uc
Eff. Deg of freedom, veff
Cov. Factor for 95% CL
Expanded uncertainty, U95

DP.01.19; Juni 2004

18 dari 18