Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MAKALAH JARINGAN KOMPUTER

ROUTING

Oleh :

Kelas 2A

1. Muhammad Zainul Abidin [15]

2. Rahajeng Nawang Ayu S [17]

3. Yoga Teguh [23]

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG

2010
ROUTING

1. Pengertian Proses Router

Routing adalah proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan
mengirimkannya melalui network ke alat lain di sebuah network yang berbeda.
Apabila dalam sebuah network tidak memiliki router, maka tidak akan dapat
melakukan routing.

Router IP adalah Proses pemindahan paket dari satu netwok ke network lain
dengan menggunakan router-router. Pada dasarnya sebuah routing protocol
menentukan jalur (path) yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah internetwork.

2. Bentuk Routing

a. Direct Routing

Mengirimkan paket dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (mesin-
mesin terletak pada jaringan fisik yang sama) atau komunikasi antar host dalam
satu network

b. Indirect Routing

Mengirimkan paket dari suatu mesin ke mesin lain yang tidak terhubung
langsung atau komunikasi antar host dalam network yang berbeda.

3. Routing Table

Table routing adalah data yang ada di RAM yang digunakan utnuk
memasukkan informasi tentang jalur yang terkoneksi secara langsung maupun tidak.
Table routing berisi kumpulan network / next hop, kumpulan next hop tersebut
memberitahukan router mengenai keterangan tujuan yang dapat dijangkau secara
optimal untuk mengirim paket ke router tertentu dengan melihat “next hop” tersebut
sampai ke tujuan akhir.
Table routing merupakan Sebuah tabel elektronik (file) atau database tipe
benda yang disimpan di router atau jaringan komputer. Routing tabel umumnya tidak
digunakan secara langsung untuk meneruskan paket di router arsitektur modern,
melainkan mereka digunakan untuk menghasilkan informasi untuk yang lebih kecil
tabel forwarding yang hanya berisi rute yang dipilih oleh algoritma routing sebagai
rute yang lebih disukai untuk meneruskan paket, sering di sebuah tekanan atau pre-
compiled format yang dioptimalkan untuk penyimpanan perangkat keras dan lookup.

Contoh Routing Table

Table Routing dari host D akan berisikan :

Host D terhubung pada jaringan 128.15.0.0 maka digunakan direct route untuk
jaringan ini. Untuk menghubungi jaringan 129.7.0.0 dan 128.10.0.0, diperlukan
indirect route melalui E dan B.

Sedangkan table routing untuk host F, berisikan :


Karena jaringan selain 129.7.0.0 harus dicapai melalui E, maka host F hanya
menggunakan default route melalui E.
4. Next Hop

Merupakan alamat dari router di hop berikutnya yang akan menerima paket dan
meneruskannya ke network remote. Alamat next-hop address adalah sebuah interface
router yang berada disebuah network yang terhubung secara langsung. Jika kita
mengetikkan alamat di hop berikutnya yang salah, atau interface ke router sedang mati,
route statis akan muncul di konfigurasi router, tetapi tidak di routing table.

Metric

Metric adalah properti dari sebuah rute dalam jaringan komputer, terdiri dari
berbagai nilai yang digunakan oleh algoritma routing untuk menentukan apakah satu
rute harus melakukan lebih baik daripada rute lain (dengan metrik terendah adalah
rute yang lebih disukai). Penyimpanan tabel routing hanya mungkin rute terbaik,
sedangkan link-state atau topologi database dapat menyimpan semua informasi lain.

Sebagai contoh, Informasi Routing Protokol menggunakan hopcount (jumlah


hop) untuk menentukan rute terbaik yang mungkin.

Sebuah Metrik dapat termasuk :

• Mengukur utilisasi link (menggunakan SNMP)

• Jumlah hop ( hop count )

• Kecepatan jalan

• Packet loss (kemacetan router / kondisi)

• Latency (delay)

• Keandalan jalan

• Alur bandwidth

• Throughput [SNMP - router query]

• Beban

• MTU
5. Default route, yang merupakan arah akhir apabila tidak bisa terhubung melalui direct

maupun indirect route.

Fungsi : digunakan untuk merutekan paket dengan tujuan yang tidak sama dengan
routing yang ada dalam table routing. Secara tipikal router dikonfigurasi dengan cara
routing default untuk trafik internet.
6. Table Routing

Tabel Routing

Router Destination Netmask Next-Hop Metric (Ket)

172.16.1.0 255.255.255.0 - 0 (direct)

172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.1.2 1 (indirect)

A 192.168.3.0 255.255.255.0 - 0 (direct)

192.168.2.0 255.255.255.0 172.16.1.2 1 (indirect)

192.168.1.0 255.255.255.0 172.16.1.2 2 (indirect)

172.16.1.0 255.255.255.0 - 0 (direct)

172.16.5.0 255.255.255.0 - 0 (direct)

B 192.168.2.0 255.255.255.0 - 0 (direct)

192.168.1.0 255.255.255.0 172.16.5.2 1 (indirect)

192.168.3.0 255.255.255.0 172.16.1.1 1 (indirect)

172.16.5.0 255.255.255.0 - 0 (direct)

172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.1.2 1 (indirect)

C 192.168.1.0 255.255.255.0 - 0 (direct)

192.168.2.0 255.255.255.0 172.16.5.1 1 (indirect)

192.168.3.0 255.255.255.0 172.16.5.1 2 (indirect)