Anda di halaman 1dari 13

DAFTAR ISI

5-1

Tujuan............................................................................................................ 2

5-2

Alat alat percobaan.......................................................................................... 2

5-3

Dasar Teori...................................................................................................... 2

5-4

Prosedur percobaan............................................................................................ 4

5-5

Pembahasan................................................................................................... 13

5-6

Kesimpulan.................................................................................................... 14

5.1

Tujuan

5.1.1
5.1.2
5.1.3

Untuk memaham proses mengkonversi Analog Digital dan Digital Analog.


Untuk memahami metode dari konversi counter tipe A/D.
Untuk memahami metode dari konversi paralel D/A.

5.2

Alat alat percobaan

5.2.1
5.2.2
5.2.3
5.2.4
5.2.5

5.3

Power supply (U-2920A).


Sumber sinyal (U-2920B).
Pulse Code Modulation I (tipe counter)(U-2920E).
Osiloskop digital (2-Ch, 60 [MHz]).
Multimeter digital.

Dasar Teori
Dalam percobaan ini , kita akan memahami proses konversi dari

kedua

counter tipe konverter A/D dan konverter D/A paralel menggunakan metode PCM
seragam. Kita juga akan mendiskusikan penyebab umum dari noise dan distorsi dalam
wilayah waktu dan menentukan Nyquist rate yang berlawanan dengan sinyal
informasi dasar pada teori sampling.
Percobaan ini bisa didemonstrasikan betapa jumlah efek interval quantisasi
noisw dalam wilayah waktu. Hal ini juga bisa menjelaskan efek dari pemfilteran
bandwidth yang lemah dalam quantisasi sinyal eror. Kita bisa mengukur sinyal untuk
perbandingan quantisasi noise dan memahami resolusi yang berlawanan dengan
quantisasi noise dan efek pada amplitudo sinyal informasi.

PCM merupakan metode umum untuk mengubah sinyal analog menjadi


sinyal digital. Dalam sistem digital, sinyal analog yang dikirimkan cukup dengan
sampel-sampelnya saja Sinyal suara atau gambar yang masih berupa sinyal listrik
analog diubah menjadi sinyal listrik digital melalui 4 tahap utama, yaitu :
5.3.1 Sampling adalah : proses pengambilan sample atau contoh besaran sinyal

analog

pada

titik

tertentu

secara

teratur

dan

berurutan

Frekuensi sampling harus lebih besar dari 2 x frekuensi yang disampling


(sekurang-kurangnya memperoleh puncak dan lembah) [teorema Nyqust]
Hasil penyamplingan berupa PAM (Pulse Amplitude Modulation
5.3.2 Quantisasi : Proses menentukan segmen-segmen dari amplitudo sampling

dalam level-level kuantisasi Amplitudo dari masing-masing sample dinyatakan


dengan harga integer dari level kuantisasi yang terdekat
5.3.3 Pengkodean : proses mengubah (mengkodekan) besaran amplitudo sampling

ke bentuk kode digital biner


5.3.4 Multiplexing : dari banyak input menjadi satu output. Fungsi untuk

penghematan transmisi. Menjadi dasar penyambungan digital

5.4

Prosedur percobaan

5.4.1

Mempersiapkan modul dan mengukur peralatan seperti gambar 5-1. Atur semua
terminal pengaturan ADJ untuk masing masing MIN dan memberikan daya untuk
semua perangkat.

5.4.2

Frekuensi selektor

diatur dalam sumber sinyal

5.4.3

untuk
8
Hubungkan CLK,

[KHz].
RAMP, SINE terminal output

dari sumber sinyal

untuk CLK, RAMP, terminal

5.4.4
5.4.5

5.4.6

masukan audio dari modul PCM I.


Hubungkan 32 [KHz] dari pembangkit sinyal dari sumber sinyal untuk terminal
CLKx4 dan hubungkan 128[KHz] untuk terminal CLKx16 dari modul PCM I.
Osiloskop diatur seperti :
TIME/DIV
0.2 [ms]
CH-1 VOLT/DIV
5 [V]
CH-2 VOLT/DIV
5 [V]
MODE TRIGGER
AUTO
SUMBER TRIGGER
CH-1
MODE VERTICAL
DUAL
COUPLING MASUKAN
DC
SLOPE
+
Hubungkan probe masukan CH-1 dar osiloskop untuk TP1 dari PCM I, atur frekuensi
untuk 1[KHz] oleh pengaturan frekuensi ADJ. Terminal kontrol dari pembangkit
audio dan atur amplitudo untuk 8 [Vpp] dengan menggunakan amplitudo ADJ ,

5.4.7

control terminal.
Hubungkan probe masukan CH-1 dar osiloskop untuk TP2 dari PCM I, atur tegangan
ramp 9 [Vpp] oleh pengaturan frekuensi ADJ. Terminal kontrol dalam pembangkit

5.4.8

ramp.
Jika CH-1, 2 probe masukan dari osiloskop harus dihubungkan ke TP1 dan J1 dari
modul PCM, dua bentuk gelombang tampak seperti gambar 5-2.
4

5.4.9

Pindahkan CH-1, 2 probe masukan dari osiloskop dihubungkan ke terminal TP1 dan
J1 dari modul PCM 1 dan hubungkan terminal J1 dan terminal J2.

Gambar 5-2 sinyal informasi(atas) dan output sample dan hold(bawah)


-

Apa nama 2 gelombang yang muncul pada gambar 5-2?


Berapa kali sampling dan ukuran fasa dalam satu siklus gelombang sampling

sesaat yang ditunjukkan oleh gambar 5-2?


5.4.10 Periksa apakah gelombang dari osiloskop pada gambar 5-8 muncul pada layar atau
tidak,pada saat input probe osiloskop CH-1 akan dikoneksikan dengan TP3 dari
modul PCM-I. pada waktu tersebut ,atur TIME/DIV dari osiloskop ke 0.1ms.

Gambar 5-3 bentuk gelombang TP3


- Bagaimana sinyal informasi akan dimodulasikan kedalam gelombang tersebut?

5.4.11 Jika input probe osiloskop CH1, 2 akan dikoneksikan dengan SYNC, CLK dan PCM
OUTPUT sambungan di modul PCM-I, gelombang pada osiloskop seperti gambar 5-4
akan dimunculkan. Pada saat itu atur TIME/DIV dari osiloskop 50us.

Gambar 5-4
Memeriksa berapa banyak jumlah gelombang pulsa dari CH - 2 akan dimasukkan
selama CH - 1 gelombang masukan dari dari ossiloscope. Masukkan kode 4 - bit.
5.4.12 Jika masukan probe dari ossiloscope CH - 1, 2 akan terhubung ke J1 dan terminal
PCM
I

OUTPUT dari PCM


modul,

gelombang

dari

osiloskop

sebagai tokoh 5-5

akan

muncul. Pada saat

itu,

menyesuaikan

T/DIV ke 50

[kami]

untuk

membuat

ukuran

fase

kuantisasi muncul di layar osiloskop dengan sekitar empat potong. Tapi PCM sinyal
output langsung akan muncul dengan penundaan sebanyak satu siklus fase kuantisasi.
Artinya, kita dapat menyadari bahwa itu akan muncul dengan menunda dengan satu
siklus ke arah sisi kanan di osiloskop.

Gambar 5-5
6

Berapa banyak pulsa sinyal PCM terhadap ukuran fase maksimum bentuk gelombang
sampel sesaat ?
Tolong jelaskan skala proses konversi A / D ?
5.4.13 Hapus INPUT AUDIO dari PCM Saya modul terhubung dengan sinus masukan dari
Signal SUMBER sementara dan juga menghapus jalur koneksi yang menghubungkan
terminal J1 dan J2 terminal sementara.
5.4.14 Hubungkan DC TEGANGAN 5volt terminal output dari POWER SUPPLY untuk
J2 terminal PCM I modul.
5.4.15 Membuat Status pencahayaan dari ENCODER DISPLAY Diode untuk sama dengan
tabel 5-1 dengan menyesuaikan DC TEGANGAN kontrol ADJ terminal. Pada saat itu
, mengukur rentang tegangan terminal J2 dan merekamnya ke dalam tabel 5-1.

Tabel 5-1. 4-bit A/D kode konversi


VOLTAGE

ENCODE DISPLAY
D3
ON

D2
ON

D1
ON

D0
ON

RANGE [V]

ON

ON

ON

OFF

2,87

ON

ON

OFF

ON

2,25

ON

ON

OFF

OFF

1,7

ON

OFF

ON

ON

1,5

3,47

ON

OFF

ON

OFF

1,15

ON

OFF

OFF

ON

0,5

ON

OFF

OFF

OFF

OFF

ON

ON

ON

-0,14

OFF

ON

ON

OFF

-0,44

OFF

ON

OFF

ON

-1,2

OFF

ON

OFF

OFF

-1,77

OFF

OFF

ON

ON

-2,36

OFF

OFF

ON

OFF

-2,88

OFF

OFF

OFF

ON

-3,43

OFF

OFF

OFF

OFF

-5

Ukuran fase konversi A/D ?


5.4.16 Mulai sekarang, kami akan melakukan tes pada D/A konversi dan PCM demodulasi.
Hubungkan INPUT AUDIO dari PCM Saya modul output sinus dari SIGNAL
SUMBER lagi, menghapus DC TEGANGAN 5V terminal terhubung dengan
terminal J2, dan kemudian menghubungkan J1 terminal dan terminal J2 lagi.
5.4.17 Hubungkan SYNC, CLK, CLKx4, dan PCM OUTPUT dari DECODER untuk SYNC.
CLK, CLKx4, dan PCM INPUT masing-masing. Dan kemudian

menghubungkan

J3 terminal dan terminal J4 .


5.4.18 Jika kita mengatur masukan coupling dari osiloskop CH-1, 2 ke AC dan
menghubungkan setiap probe untuk TP1 dan J3 terminal dari PCM I, bentuk
gelombang pada gamgbar 5-6 akan muncul di layar osiloskop. Pada waktu itu, atur
Time/div osiloskop ke 50 s.

Gambar 5-6 Informasi sinyal pesan (atas) & D/A keluaran konversi demodulasi
(bawah)
8

Tolong jelaskan bentuk demodulasi sinyal informasi diproses dengan


konversi D / A
Ketika kita mengukur amplitudo sinyal pesan input dan sinyal pesan
demodulasi , apa perbedaanya ?
5.4.19 Bandingkan dan amati sinyal pesan input dan sinyal pesan demodulasi dengan
menghubungkan CH - 1 masukan probe osiloskop ke AUDIO OUTPUT dari modul
PCM I.

Apakah kedua sinyal yang sama?

5.4.20 Hubungkan CH- 2 probe masukan osiloskop ke terminal J3 modul PCM I


5.4.21 Atur tegangan puncak ke 6 (Vp - p) dengan menyesuaikan amplitudo ADJ. terminal
kontrol dari RAMP GENERATOR dari PCM I. Pada saat itu, osiloskop akan muncul
seperti gambar 5-7

Gambar 5-7 sinyal informasi (atas) & keluaran kliping konversi D/A (bawah)
Mengapa distorsiterjadi pada sinyal informasi yang dihasilkan?
Apa nama dari jenis distorsi tersebur?
9

5.4.22 Sesuaikan tegangan sampai 9 (Vp-p) dengan mengatur amplitudo ADJ. Mengontrol
terminal RAMP GENERATOR lagi. Jika kita menghubungkan CH-2 masukan probe
osiloskop ke AUDIO OUTPUT dari PCM I, bentuk gelombang akan muncul seperti
gambar 5-8 (a).
5.4.23 Sesuaikan frekuensi ke 4 ( kHz ) dengan mengatur frekuensi ADJ. Kontrol terminal
AUDIO GENERATOR di SIGNAL SOURCE.
Jika kita menghubungkan CH - 2 masukan probe osiloskop ke AUDIO OUTPUT
DARI PCM, bentuk gelombang akan muncul seperti gambar 5-8 (b) .

Gambar 5-8 sinyal informasi (atas) & sinyal pesan dimodulasi (bawah)
Mengapa distorsi bisa terjadi di demodulasi pesan sinyal ?
Apa nama dari jenis distorsi tersebut ?
5.4.24 Sesuaikan frekuensi untuk 1 ( kHz ) dengan menyesuaikan Frekuensi ADJ . kontrol
terminal AUDIO GENERATOR Dalam SIGNAL SOURCE.
5.4.25 Jika kita menghubungkan CH - 1 , 2 masukan probe osiloskop ke J3 terminal dan
AUDIO OUTPUT dari PCM I modul , bentuk gelombang seperti gambar 5-9 akan
muncul dilayar.

5.4.26 Buatlah kode 3 - bit kata dengan menghubungkan 128 (kHz) dari SIGNAL
GENERATOR terhubung ke CLKx16 terminal PCM I modul ke 64 (kHz) . Jika kita

10

menetapkan VOLT / DIV dari osiloskop untuk 2 (V) , hasilnya akan ditunjukkan
seperti gambar 5-9 (b)

5.4.27 Buatlah kode 2 - bit kata dengan menghubungkan CLKx16 dari SIGNAL
GENERATOR ke 32 (kHz) . Jika kita menetapkan VOLT / DIV dari osiloskop untuk
1 (V), hasilnya akan ditunjukkan seperti gambar 5-9 (c)

5.4.28 Buatlah kode 1 - bit kata dengan menghubungkan CLKx16 terminal dari 16 (kHz)
dari SIGNAL GENERATOR.
Layar osiloskop muncul seperti gambar 5-9 (d).

(d) satu bit codeword


5.4.29 Lepaskan Audio Input pada Modul PCM I dan hubungkan dengan SINE pada Power
Supply dan kemudian putuskan hubungan antara terminal J1 dan J2.

11

5.4.30 Hubungkan output terminal DC VOLTAGE 5V pada Power Supply ke J2 pada Modul
PCM I.
5.4.31 Atur Multimeter Digital pada range 20V dengan memposisikan probe merah untuk
Ground dan probe hitam untuk J3.
5.4.32 Atur keadaan lampu dari Dioda ENCODER DISPLAY agar sama dengan tabel 5-2
dengan mengatur DC VOLTAGE pada terminal control
Kemudian, hitung tegangan di terminal J3 dengan menggunakan Multimeter Digital
dan catat pada tabel 5-2.
Pada multimeter digital, mengukurnya dengan probe (+) dihubungkan dengan GND
dan probe (-) dihubungkan ke terminal J3.
Karena sinyal akan dibalik oleh internal amplifier.

Tabel 5-2. 4 bit D/A Conversions Output Voltage


DECODE DISPLAY
D3
ON
ON
ON
ON
ON
ON
ON
ON
OFF
OFF
OFF
OFF
OFF
OFF
OFF

D2
ON
ON
ON
ON
OFF
OFF
OFF
OFF
ON
ON
ON
ON
OFF
OFF
OFF

D1
ON
ON
OFF
OFF
ON
ON
OFF
OFF
ON
ON
OFF
OFF
ON
ON
OFF

D0
ON
OFF
ON
OFF
ON
OFF
ON
OFF
ON
OFF
ON
OFF
ON
OFF
ON

OFF

OFF

OFF

OFF

12

VOLTAGE (V)
7.46 V
6.66 V
6.47 V
5.98 V
5.55 V
5.06 V
4.53 V
4.07 V
3.41 V
2.92 V
2.41 V
1.92 V
1.99 V
1.00 V
0.49 V
0V

Apa yang dimaksud step size pada konversi D/A?

5.4.33 Atur semua tombol power agar OFF dan lepas semua yang terhubung

5.5

Pembahasan

5.5.1
5.5.2

Praktikum ini bertujuan untuk menjelaskan prinsip dari transmisi PCM


Pada PAM Modulator, amplitude pulsa-pulsa pembawa di modulasi oleh sinyal
pemodulasi. Amplitudo pulsa-pulsa pembawa

5.5.3

dengan amplitude sinyal pemodulasi.

Terlihat pada gambar sinyal tersebut berbentuk sinyal sinusoida yang telah terbagibagi dalam beberapa kotak.

5.6 Kesimpulan
5.6.1
5.6.2

PCM adalah suatu proses modulasi


Proses pentransmisian PCM meliputi: proses PAM, proses PCM, proses

5.6.3
5.6.4

pendemodulasian PCM.
PCM ialah metode untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital.
Sinyal ini dirubah melewati beberapa langkah sebelum menjadi suatu sinyal digital o
dan 1. Pertama-tama, suatu sinyal analog harus di-sampling. Sampling ialah
mengambil besaran sinyal secara periodik sehingga membentuk suatu sinyal digital

5.6.5

dan mirip dengan sinyal aslinya.


Bentuk rangkaian elektronik PCM

5.6.6

Konversi sinyal diubah dulu dari sinyal Analog lalu ke Digital setelah itu sinyal yang
paralel diubah ke bentuk serinya sehingga data yang dikirim bergantian. Setelah
sampai pada Demodulatornya sinyal diubah ke bentik paralel lagi lalu ke analog.

13