Anda di halaman 1dari 17

Kelompok 11:

Annafi Fatiha Annuria


Layaly Rahmah
Shafitranata
Wahyu Ary Nugroho
BANK
PENDAHULUAN
Untuk menjalankan operasional
perusahaan. Kebutuhan akan dana mutlak
harus tersedia karena tanpa ketersediaan
dana, tidak akan mungkin kegiatan
perusahaan akan berjalan dengan lancar.
Dalam praktiknya dana yang dibutuhkan
perusahaan ada 2 macam yaitu: dana
untuk keperluan modal kerja dan dana
untuk investasi.

Apabila kebutuhan dana tersebut


cukup besar, sedangkan dana yang
dibutuhkan tidak tersedia, jalan keluar
untuk pemenuhan dana tersebut adalah
Pengertian Kredit

Kredit secara umum adalah


kepercayaan, dalam bahasa latin
disebut “credere” artinya
kepercayaan pihak bank (kreditor)
kepada nasabah (debitur), dimana
bank percaya nasabah akan
mengembalikan pinjamannya
sesuai dengan kesepakatan yang
telah dibuat, atau nasabah
(debitur) memperoleh kepercayaan
dari bank untuk memperoleh dana
dan untuk mempergunakan dana
tersebut sebagaimana mestinya
serta mampu untuk mengembalikan
sesuai dengan perjanjian yang telah
disepakati.

Unsur-unsur yang terkandung


Jenis-Jenis Kredit
Dari Segi Kegunaan
•Kredit investasi merupakan kredit yang diberikan
untuk keperluan investasi, misalnya membangun
pabrik, rumah, pembelian mesin-mesin, tanah dan
lainnya. Kredit investasi biasanya diberikan untuk
waktu jangka panjang.
•Kredit modal kerja merupakan kredit yang diberikan
untuk keperluan modal kerja, misalnya untuk membeli
bahan baku, pembayaran gaji, dan biaya lainnya.
Kredit modal kerja diberikan dalam waktu yang relative
pendek dan satu kali siklus operasi.

Dari Segi Tujuan


•Kredit produktif merupakan kredit yang diberikan
untuk menghasilkan sesuatu (proses produksi), baik
barang maupun jasa, misalnya kredit yang diberikan
untuk industry (pabrik), perhotelan dan lainnya.
•Kredit konsumtif merupakan kredit yang diberikan
Dari Segi Jangka Waktu

•Kredit jangka pendek merupakan kredit yang memilki


jangka waktu maksimal satu tahun atau kurang dari satu
tahun.
•Kredit jangka menengah merupakan kredit yang
memiliki jangka waktu sampai tiga tahun, namun dewasa ini
banyak bank yang mengklasifikasikan menjadi kredit jangka
panjang.
•Kredit jangka panjang merupakan kredit yang memilki
jangka waktu lebih dari satu atau tiga tahun. Artinya ada
bank yang mengklasifikasikan yang lebih dari satu tahun
menjadi kredit jangka panjang, namun ada pula yang
mengklasifikasikan lebih dari tiga tahun menjadi jangka
panjang.

Dari Segi Jaminan

•Kredit dengan jaminan merupakan kredit yang syarat


untuk memperolehnya harus memiliki jaminan tertenu, baik
harta bergerak, tidak bergerak, atau jaminan lainnya.
•Kredit tanpa jaminan merupakan kredit yang diberikan
Dari Segi Sektor Usaha
• Kredit sektor pertanian merupakan kredit
yang diberikan kepada para petani, baik tanaman
jangka pendek yang kurang atau maksimal satu
tahun maupun jangka panjang (lebih dari satu
tahun atau tiga tahun sesuai persyaratan bank).
Kredit sektor industry merupakan kredit yang
diberikan kepada industry, baik industri kecil,
menengah, maupun besar.
• Kredit sektor perumahan merupakan kredit
yang diberikan untuk kepemilikan rumah atau
property lainnya.
• Kredit sektor profesi, merupakan kredit
yang diberikan kepada professional seperto
dokter, pengacara, dosen, dan lainnya.
• Kredit sektor pertambangan merupakan
kredit yang diberikan untuk pengusaha yang
bergerak alam bidang pertambangan sepeti,
Perhitungan Kebutuhan Kredit
•Dalam menentukan jumlah kredit yang
sesungguhnya dapat dilakukan dengan
berbagai cara yaitu sebagai berikut:

Nilai jaminan,
artinya jaminan yang diberikan nasabah
untuk memperoleh kredit,
misalnya:
jaminan berupa tanah dan rumah yang
ditunjukkan dari sertifikat tanah tersebut. Pihak
dapat menghitung nilai rumah tersebut dari
NJOP. Kemudian, bank akan memberikan sekian
persen dari harga tanah, misalnya 60% dari nilai
jual rumah.
Begitu pula jika yang dijaminkan kendaraan
Penghasilan nasabah, artinya khusus bagi para
karyawan yang mengajukan kredit, kredit yang diberikan
dinilai dari angsuran yang menjadi beban nasabah.
Angsuran yang dibebankan tidak boleh lebih dari 30% dari
gaji nasabah perbulan, namun semua ini tergantung dari
kebijakan bank yang bersangkutan.
Jumlah biaya yang akan dikeluarkan nasabah untuk
pembiayaan usahanya tersebut juga dapat menentukan
yang akan dibiayai o;eh nasabah dan bank. Hal ini penting
agar nasabah juga merasa bertanggung jawab terhadap
kegiatan tersebut. Nasabah juga akan termotivasi untuk
mengerjakan secara sungguh-sungguh karena ada uangnya
yang ikut tertanam dalam kegiatan serta untuk
mengembalikan modal bank.

 Studi kelayakan, artinya bank terlebih dahulu menilai


jumlah yang dibtuhkan sesuai dengan kelayakan usahanya.
Penilaian dilakukan dari sisi aspek keuangan, misalnya
untuk mendirikan pabrik, dibutuhkan lahan, bahan
bangunan, tenaga kerja, dan lainnya. Atau untuk kebutuhan
modal kerja, dapat dinilai kebutuhan akan bahan mentah,
ANALISIS KREDIT

Tujuan analisis kredit ialah untuk


menghindari kredit yang dibiayai
nantinya tidak layak.
Alat analisis kredit biasanya
menggunakan:

1.) 5 of C

2.) 7 of P

3.) Study kelayakan


1. Dengan 5 of C

Character ialah sifat atau watak nasabah.


Capacity ialah analisis yg digunakan u/ melihat
kemampuan nasabah dalam membayar kredit.
Capital ialah untuk menilai modal yang dimiliki oleh
nasabah untuk membiayai kredit.
Condition ialah kondisi umum saat ini dan yang akan
datang tentunya.
Collateral ialah jaminan yang diberikan nasabah kepada
bank dalam rangka pembiayaan kredit yang
diajukannya.

2. Dengan 7 of P

Personality Merupakan penilaian yang digunakan untuk


mengetahui kepribadian si calon nasabah.
Purpose Ialah tujuan mengambil kredit.
Party Ialah dalam menyalurkan kredit, bank memilah
milah menjadi beberapa golongan.
Payment Adalah cara membayar kredit oleh nasabah
Prospect Yaitu untuk menilai harapan kedepan terutama
3. Dengan study kelayakan
penilaian aspek hukum
yaitu penilaian yang ditujukan untk menilai kelengkapan
dari surat-surat/dokumen yang dimiliki seperti izin
usaha, atau dokumen pendukung lainnya.
penilaian aspek pasar dan pemasaran
untuk menilai prospek pasar yang aka dimasuki, seperti
ada tidk pasar yang akan dimasuki, kemudian seberapa
besar pasar dan peluang pasar yang ada, juga kondisi
persaingannya serta strategi pemasarannya.
penilaian aspek keuangan
yang diperhatikan ialah sumber-sumber dana yang akan
diperoleh untuk membiayai usaha, kemudian
bagaimana kebutuhan biaya investasi secara
rinci.begitu pula dengan estimasi pendapatan dan biaya
investasi selama usaha berjalan termasuk jenis-jenis
dan jumlah biaya yang dikeluarkan.
penilaian aspek teknis/operasi
hal ini dilakukan dengan penentuan lokasi usaha, tata
letak, teknologi yang digunakan dan metode sedia
perusahaan.
penilaian aspek ekonomi sosial
KEBIJAKAN KREDIT
PERDAGANGAN
 kredit yang diberikan bank adalah Bank menyalurkan
kredit dalam bentuk uang maupun barang yang dibiayai
oleh bank.
 Penjualan kredit oleh perusahaan dagang adalah
perusahaan menjual barang dagangannya yang
pembayarannya dilakukan dikemudian hari dengan cara
angsuran atau dicicil.

Tujuan perusahaan dagang memberikan kredit antara lain


 untuk meningkatkan penjualan,
 meningkatkan laba,
dan menjaga loyalitas pelanggan
.
Dalam meningkatkan penjualan secara kredit, dalam
perusahaan dagang menetapkan kebijakan kredit antara
lain:
Standar Kredit
Dalam memberikan kredit kepada
pelanggan mengandung suatu resiko.
Resiko yang biasanya dihadapi antara
lain:

Pelanggan terlambat membayar


tagihan kepada perusahaan; misalnya
melewati tanggal jatuh tempo, namun
pelanggan masih mampu dan mau
membayar.
 Pelanggan tidak memiliki
kemampuan untuk membayar sesuai
kesepakatan sehingga kredit benar-
Persyaratan Kredit
Persyaratan kredit ini berguna untuk
meningkatkan penjualan kredit dan
merangsang pelanggan untuk segera
mambayar kewajibannya. Disamping itu
jangka waktu kredit yang diberikan juga
memberikan ruang gerak pelanggan
untuk membayar kredit yang
diterimanya.
Contoh; perusahaan memberikan
persyaratan kredit 2/10 net 30 yang
artinya pelanggan akan dinerikan
potongan pembayaran 2% dari
Kebijakan
Penagihan
Apabila pelanggan terlambat
untuk membayar tagihannya,
perusahaan perlu mengambil
tindakan nyata untuk
menyelamatkan kredit tersebut
agar tidak macet. Tindakan atau
kebijakan yang dapat dilakukan
meliputi hal- hal sebagai berikut:
Teguran yang dilakukan melalui
surat atau telepon.
Apabila melalui teguran baik
melalui surat maupun telepon
Thank u for your attention