Anda di halaman 1dari 9

ETIKA PERJALANAN MUDIK: GERBANG MENUJU KESELAMATAN

Beberapa hari ini, hampir semua jalan besar kelihatan macet. Jalur utara
dan selatan, penuh sesak karena banyaknya orang-orang yang sedang
mudik menuju kampung halaman untuk merayakan hari raya idul fitri
bersama keluarga mereka di kampung masing-masing. Dalam menempuh
perjalanan tersebut, banyak di antara mereka yang lupa diri, sehingga
melanggar aturan lalu lintas,robot sana, srobot sini dan sebagainya,
sehingga banyak terjadi kecelakaan. Dilaporkan di mass media, bahwa
dalam tiga hari terakhir, sekitar 180 jiwa melayang di jalan raya, sehingga
tujuan mereka yang mulia untuk bisa bersilaturahim dengan keluarga dan
bersenang-senang dengan mereka, berubah menjadi isak tangis dan duka
lara bagi keluarga. Karena itu, pada kesempatan ini, saya ingin
menyampaikan beberapa etika dalam perjalanan yang diajarkan
Rasulullah, agar kita dapat menempuh perjalanan mudik kita dengan
.selamat

:Pengertian

Bepergian atau Safar berarti menempuh jarak. Kata safar adalah isim
masdar dari kata saafara. Suatu perjalanan disebut safar jika keluar untuk
bepergian atau untuk menempuh jarak yang lebih dari jarak lari. Dalam
kitab Al-Mishbah disebutkan bahwa disebut dengan safar karena suatu
perjalanan itu dapat membaguskan akhlak seseorang. Perjalanan atau
bepergian memang dianjurkan dalam rangka untuk mencari ilmu,
bersilaturahim kepada sanak saudara dan sebagainya. Rasulullah saw.
:Bersabda

‫سافر تجد عوضا عمن تفارقه‬

Bepergianlah kamu niscaya akan mendapatkan pengganti orang-orang


.yang kamu tinggalkan

.”Rasulullah juga bersabda, “Carilah ilmu hingga ke negeri China

Dalam Al-Qur’an juga banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang


:bepergian tersebut. Di antaranya adalah

Dan Nuh berkata, ‘Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan“ .1


menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.’ Sesungguhnya
(Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Huud: 41

Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasang dan“ .2


menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
(12) Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat
ni`mat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu
mengucapkan, "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi
kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.” (Az-
(Zukhruf: 112-113

Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-“ .3


hukum) Al Qur'an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat
kembali. Katakanlah: "Tuhanku mengetahui orang yang membawa
(petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata". (Al-Qashash: 85

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (1) (yaitu) kebiasaan“ .4


mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. (2) Maka
hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka`bah). (3)
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar
(dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (Quraisy: 1-4

:Sabda Rasulullah tentang perjalanan

‫طَعاَمُه‬
َ ‫حَدُكْم َنْومَُه َو‬
َ ‫ب َيْمَنُع َأ‬
ِ ‫ن اْلَعَذا‬
َ ‫طَعٌة ِم‬
ْ ‫ل السَّفُر ِق‬
َ ‫سّلَم َقا‬
َ ‫عَلْيِه َو‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫صّلى ا‬
َ ‫ل‬ ِّ ‫ل ا‬ َ ‫سو‬ ُ ‫ن َر‬ّ ‫ َأ‬: ‫عْنُه‬
َ ‫ل‬ ُّ ‫ي ا‬َ‫ض‬ ِ ‫ن َأِبي ُهَرْيَرَة َر‬ ْ‫ع‬َ
(‫ل ِإَلى َأْهِلِه )متفق عليه‬ ْ‫ج‬
ّ ‫جِهِه َفْلُيَع‬ْ ‫ن َو‬
ْ ‫حُدُكْم َنْهَمَتُه ِم‬
َ ‫ضى َأ‬
َ ‫شَراَبُه َفِإَذا َق‬
َ ‫َو‬

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, ‘Rasulullah“


Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Perjalanan seorang musafir adalah
setengah dari azab yang menghalangi seseorang di antara kamu untuk
tidur, makan dan minum. Apabila seseorang di antara kamu telah
menyelesaikan urusannya, hendaklah segera menemui keluarganya.”
((Muttafaq ‘Alaih

‫حى َفِإَذا َقِدَم‬


َ‫ض‬
ّ ‫ل َنَهاًرا ِفي ال‬
ّ ‫سَفٍر ِإ‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ل َيْقَدُم ِم‬
َ ‫ن‬
َ ‫سّلَم َكا‬
َ ‫عَلْيِه َو‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫صّلى ا‬
َ ‫ل‬
ِّ ‫ل ا‬
َ ‫سو‬
ُ ‫ن َر‬ّ ‫ َأ‬: ‫عْنُه‬
َ ‫ل‬ ُّ ‫ي ا‬ َ‫ض‬ِ ‫ك َر‬ ٍ ‫ن َماِل‬
ِ ‫ب ْب‬
ِ ‫ن َكْع‬ ْ‫ع‬ َ
(‫س ِفيِه )متفق عليه‬َ ‫جَل‬َ ‫ن ُثّم‬ِ ‫صّلى ِفيِه َرْكَعَتْي‬
َ ‫جِد َف‬ ِ‫س‬ْ ‫َبَدَأ ِباْلَم‬

Diriwayatkan dari Ka'ab bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu berkata, ‘Rasulullah“


Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam tidak kembali dari musafir kecuali pada waktu
siang hari yaitu pada waktu Dhuha. Apabila kembali, baginda terus
menuju masjid dan setelah itu melakukan shalat dua rakaat, baginda pun
(duduk.” (Muttafaq ‘Alaih

(‫ل )رواه أحمد‬


ً ‫ن َأْهَلُه َلْي‬
ّ ‫طُرَق‬
ْ ‫ل َي‬
َ ‫حُدُكُم اْلَغْيَبَة َف‬
َ ‫ل َأ‬
َ ‫طا‬
َ ‫سّلَم ِإَذا َأ‬
َ ‫عَلْيِه َو‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫صّلى ا‬
َ ‫ل‬
ِّ ‫ل ا‬
ُ ‫سو‬
ُ ‫ل َر‬
َ ‫ل َقا‬
َ ‫ل َقا‬
ِّ ‫عْبِد ا‬
َ ‫ن‬
ِ ‫جاِبِر ْب‬
َ ‫ن‬
ْ‫ع‬َ

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah berkata, ‘Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi“


wa Sallam bersabda, ‘Jika salah seorang di antara kalian lama bepergian,
maka jangan sekali-kali dia mengetuk pintu keluarganya di malam hari.”
(Diriwayatkan Ahmad) Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah
.melarang laki-laki mengetuk pintu isterinya di malam hari

‫حَدُه )رواه‬
ْ ‫ل َو‬
ٍ ‫ب ِبَلْي‬
ٌ ‫ساَر َراِك‬
َ ‫عَلُم َما‬
ْ ‫حَدِة َما َأ‬
ْ ‫س َما ِفي اْلَو‬
ُ ‫ل َلْو َيْعَلُم الّنا‬
َ ‫سّلَم َقا‬
َ ‫عَلْيِه َو‬
َ ُّ‫صّلى ال‬
َ ‫ي‬
ّ ‫ن الّنِب‬
ِ‫ع‬َ ‫عَمَر‬
ُ ‫ن‬
ِ ‫ن اْب‬
ِ‫ع‬َ
(‫البخاري والترمذي وابن خزيمة‬

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma berkata, Rasulullah Shallalahu“


‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Seandainya manusia mengetahui apa yang
saya ketahui tentang sendirian, niscaya tidak ada orang yang bepergian
sendirian di malam hari.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, At-Tirmidzi dan Ibnu
(Khuzaimah

‫ل َوَمَعَها‬
ّ ‫سيَرَة َلْيَلٍة ِإ‬
ِ ‫ساِفُر َم‬
َ ‫سِلَمٍة ُت‬
ْ ‫لْمَرَأٍة ُم‬
ِ ‫ل‬
ّ‫ح‬ِ ‫ل َي‬
َ ‫سّلَم‬
َ ‫عَلْيِه َو‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫صّلى ا‬
َ ‫ل‬
ِّ ‫ل ا‬
ُ ‫سو‬
ُ ‫ل َر‬
َ ‫ َقا‬: ‫ل‬
َ ‫عْنُه َقا‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫ي ا‬
َ‫ض‬ِ ‫ن َأِبي ُهَرْيَرَة َر‬
ْ‫ع‬َ
(‫حْرَمٍة ِمْنَها )متفق عليه‬ ُ ‫ل ُذو‬ ٌ‫ج‬ُ ‫َر‬

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, ‘Rasulullah“


Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Haram bagi wanita muslimah
bepergian dalam suatu perjalanan yang ditempuh semalam, melainkan
(bersama dengan seorang lelaki mahramnya.” (Muttafaq ‘Alaih

Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu berkata, ‘Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa


Sallam bersabda, ‘Hindarilah perjalanan di akhir malam, karena bumi
(dilipat di malam hari.” (Diriwayatkan Abu Dawud

:Penuturan Para Salaf tentang perjalanan

Ali bin Abi Thalib Karamahullahu Wajhah berkata, “Janganlah kamu .1


mengajak dalam perjalananmu orang yang tidak melihat adanya
”.kemuliaan dalam perjalananmu, sebagaimana kamu melihatnya

Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma berkata, “Di antara kemuliaan .2


seseorang adalah orang yang menjadi semakin baik ketika dalam
”.perjalannya

Bisyr Rahimahullah berkata, “Wahai para pembaca, berjalanlah .3


niscaya kalian akan menjadi baik, karena air jika berjalan akan menjadi
bersih dan jika mengendap lama di suatu tempat, warnanya akan
”.berubah

:Etika Bepergian
Menentukan pilihan dan meminta petunjuk kepada orang yang .1
.bijak

Mengembalikan kezaliman dan barang titipan kepada pemiliknya .2


.serta membayar hutang

Mempersiapkan nafkah bagi orang-orang yang menjadi tanggung .3


jawabnya seperti isteri dan anak, serta mempersiapkan bekal yang halal
.untuk bepergian

.Memilih teman yang baik, karena teman lebih penting dari jalan .4

Menyuruh seseorang untuk menggantikan (mewakilinya) jika terjadi .5


.apa-apa padanya

Pamitan kepada keluarga, teman, dan saudara seraya mengatakan, .6


“Aku titipkan agamamu, amanahmu dan penutup amalmu kepada Allah.”
Juga mengatakan, ‘Aku titipkan kalian kepada Allah yang tidak menyia-
nyiakan barang titipan-Nya.” Sedangkan orang-orang yang ditinggal
menjawab, “Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni
dosamu, mengarahkanmu kepada kebaikan ke mana pun kamu menuju.
.Lalu orang yang akan bepergian itu meminta agar didoakan

Shalat dua rakaat sebelum keluar rumah, kemudian berdoa setelah .7


shalat dengan membaca, “Ya Allah, sesungguhnya aku mendekatkan diri
dengannya kepada-Mu, maka gantilah aku dengannya dalam menjaga
”.keluarga dan hartaku

Disunnahkan keluar dalam perjalanan pada hari Kamis di awal .8


siang, karena Rasulullah ketika hendak pergi ke Tabuk memilih hari Kamis
”.seraya bersabda, “Ya Allah, berkatilah umatku di waktu paginya

:Disunnahkan ketika keluar rumah untuk membaca .9

ْ‫ظَلَم َأو‬
ْ ‫ظِلَم َأْو ُأ‬
ْ ‫ل َأْو َأ‬
ّ ‫ل َأْو ُأَز‬
ّ ‫ل َأْو ُأِز‬ّ‫ض‬ ِ ‫ل َأْو ًأ‬
ّ‫ض‬َ ‫ن ُأ‬ ْ ‫ك َأ‬َ ‫عْوُذ ِب‬
ُ ‫ الّلُهّم ِإّني َأ‬.‫ل‬
ِ ‫ل ِبا‬ّ ‫ل ُقّوَة ِإ‬
َ ‫ل َو‬َ ‫حْو‬ َ ‫ل‬ َ ‫ل َو‬ِ ‫عَلى ا‬ َ ‫ت‬ ُ ‫ل َتَوّكْل‬
ِ ‫سِم ا‬ْ ‫ِب‬
‫جاِئي َفاْكِفِني‬ َ ‫ت َر‬ َ ‫ت ِثَقِتي َوَأْن‬َ ‫ الّلُهّم َأْن‬.‫ت‬
ُ ‫جْه‬ّ ‫ك َتَو‬َ ‫ت َوِإَلْي‬
ُ ‫صْم‬ َ ‫عَت‬
ْ ‫كا‬ َ ‫ت َوِب‬ُ ‫ك َتَوّكْل‬
َ ‫عَلْي‬
َ ‫ت َو‬ ُ ‫شْر‬َ ‫ك اْنَت‬َ ‫ الّلُهّم ِب‬.‫ي‬
ّ ‫عَل‬َ ‫ل‬ َ ‫جَه‬
ْ ‫ل َأْو ُي‬
َ ‫جَه‬
ْ ‫َأ‬
‫غِفْر ُذُنِبي‬ْ ‫ الّلُهّم َزّوْدِني الَتْقَوى َوا‬.‫ك‬ َ ‫غْيُر‬
َ ‫ك َولَ ِإَلَه‬ َ ‫ل َثَناُؤ‬
ّ‫ج‬َ ‫ك َو‬َ ‫جاُر‬ َ ‫عّز‬ َ ,‫عَلُم ِبِه ِمّني‬ ْ ‫ت َأ‬
َ ‫ل َأْهَتّم ِبِه َوَما َأْن‬ َ ‫َما َأَهّمِني َوَما‬
ُ ‫جْه‬
‫ت‬ ّ ‫خْيِر َأْيَنَما َتَو‬
َ ‫جْهِني ِلْل‬
ّ ‫َوَو‬

Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, dan tidak ada daya“
dan kekuatan kecuali karena Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku
berlindung kepada-Mu dari disesatkan atau tersesat, tergelincir atau
digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, tidak mengetahui atau dijadikan
aku tidak mengetahui. Ya Allah, dengan-Mu aku bepergian, kepada-Mu
aku bertawakkal, kepada-Mu aku berpegangan, dan kepada-Mu aku
menghadap. Ya Allah, Engkaulah kepercayaanku, dan Engkaulah
harapanku, maka hilangkan kegundahanku, apa yang tidak aku
perhatikan, dan apa yang Engkau lebih tahu dariku tentangnya. Sungguh
Maha Mulia Engkau lagi Maha Terpuji, tidak ada Tuhan selain Engkau. Ya
Allah, bekalilah aku dengan ketakwaan, ampunilah dosaku, dan
”.hadapkanlah aku kepada kebaikan kemana pun aku menghadap

:Ketika naik kendaraan, disunnahkan untuk membaca .10

ُ ‫ظَلْم‬
‫ت‬ َ ‫ك‬
َ ‫حاَن‬
َ ‫سْب‬
ُ (‫لًثا‬
َ ‫ل َأْكَبُر )َث‬
ُ ‫لًثا( ا‬
َ ‫ل )َث‬
ِ ‫حْمُد‬
َ ‫ اْل‬.‫ن‬
َ ‫ن َوِإَلى َرّبَنا َلُمْنَقِلُبْو‬
َ ‫خَر َلَنا َهَذا َوَما ُكّنا َلُه ُمْقِرِنْي‬ّ‫س‬ َ ‫ن اّلِذي‬ َ ‫حا‬َ ‫سْب‬
ُ ‫ل‬ِ ‫سِم ا‬
ْ ‫ِب‬
َ ‫ل َأْن‬
‫ت‬ ّ ‫ب ِإ‬
َ ‫ل َيْغِفُر الّذُنْو‬
َ ‫ي ِإّنُه‬
ْ ‫غِفْر ِل‬
ْ ‫سى َفا‬ِ ‫َنْف‬

Dengan nama Allah dan segala puji bagi-Nya yang telah memudahkan“
perjalanan kami dan kendaraan kami serta kepada Tuhan kami kami
kembali. Alhamdulillah (3x) Allahu Akbar (3x) Maha Suci Engkau, aku telah
berbuat zalim kepada diriku sendiri maka ampunilah aku karena tidak ada
”.yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau

:Kemudian membaca

‫ضى‬
َ ‫ل َما َتْر‬
ِ ‫ن اْلَعَم‬
َ ‫سَفِرَنا َهَذا اْلِبّر َوالّتْقَوى َوِم‬
َ ‫ي‬
ْ ‫ك ِف‬
َ ‫سَأُل‬
ْ ‫الّلُهّم ِإّنا َن‬

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan“


”.kami ini kebaikan, ketakwaan dan amal yang Engkau ridhai

:Kemudian membaca

‫عَثاِء‬
ْ ‫ن َو‬
ْ ‫ك ِم‬
َ ‫عْوُذ ِب‬
ُ ‫ الّلُهّم ِإّني َأ‬.‫ل‬
ِ ‫لْه‬
َ ‫خِلْيَقُة ِفي ا‬
َ ‫سَفِر َواْل‬
ّ ‫ب ِفي ال‬
ُ ‫ح‬
ِ ‫صا‬
ّ ‫ت ال‬
َ ‫ الّلُهّم َأْن‬.‫عّنا ُبْعَدُه‬
َ ‫طِو‬ ْ ‫سَفَرَنا َهَذا َوأ‬
َ ‫عَلْيَنا‬
َ ‫ن‬ ْ ‫الّلُهّم َهّو‬
ِ ‫لْه‬
‫ل‬ َْ ‫ل َوا‬ِ ‫ب َفي اْلَما‬ ِ ‫سْوِء اْلُمْنَقَل‬
ُ ‫ظِر َو‬
َ ‫سَفِر َوَكآَبِة اْلَمْن‬
ّ ‫ال‬

Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jauhnya. Ya“


Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rintangan
perjalanan, pandangan yang buruk serta perubahan yang buruk dalam
”.harta dan keluarga

:Jika sampai di rumah, maka disunnahkan untuk membaca .11

َ ‫خَل‬
‫ق‬ َ ‫شّر َما‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ت ِم‬
ِ ‫ل الّتاّما‬
ِّ ‫ت ا‬
ِ ‫عوُذ ِبَكِلَما‬
ُ ‫َأ‬

Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa)
(yang Dia ciptakan

Diriwayatkan dari Khaulah bintu Hakim As-Salmiyah Radhiyallahu ‘Anha“


bahwa Nabi Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang
singgah di suatu rumah kemudian membaca, “A’udzu bikalimaatillaahi at-
taammati min syarri maa khalaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat
Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan) niscaya tidak
ada sesuatu pun yang membahayakannya hingga dia meninggalkan
(rumah itu.” (Diriwayatkan Jama’ah
Jika melihat suatu negeri yang akan dimasukinya hendaklah .12
:membaca

‫ن َفِإّنا‬
َ ‫ح َوَما َذَرْي‬
ِ ‫ب الِرَيا‬
ّ ‫ن َوَر‬ َ ‫ضَلْل‬
ْ ‫ن َوَما َأ‬
ِ ‫طْي‬ِ ‫شَيا‬
َ ‫ب ال‬
ّ ‫ن َوَر‬
َ ‫سْبِع َوَما َأْقَلْل‬
َ ‫ن ال‬َ ‫ضْي‬ِ ‫لَر‬ َْ ‫ن َوا‬ َ ‫ظَلْل‬
ْ ‫سْبِع َوَما َأ‬
َ ‫ت ال‬ ِ ‫سَماَوا‬ َ ‫ب ال‬
ّ ‫الّلُهّم َر‬
‫شّر َما ِفْيَها‬
َ ‫شّر َأْهِلَها َو‬
َ ‫شّرَها َو‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ك ِم‬ َ ‫خْيَر َما ِفْيَها َوَنُعْوُذ ِب‬َ ‫خْيَر َأْهِلَها َو‬َ ‫خْيَر َهِذِه اْلَمِدْيَنِة َو‬
َ ‫ك‬َ ‫سَأُل‬
ْ ‫َن‬

Ya Allah, Tuhan langit tujuh dan yang dinaunginya, Tuhan bumi tujuh dan“
yang dikandungnya, Tuhan syetan dan yang disesatkannya, Tuhan angin
dan yang dihembuskannya. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu
kebaikan kota ini, kebaikan penghuninya, dan kebaikan apa yang ada di
dalamnya, Kami berlindung kepada-Mu dari keburukan penghuninya dan
”.keburukan apa yang ada di dalamnya

:Etika Kembali Dari Safar

Disunnahkan bagi seorang musafir ketika sampai dari bepergian .1


.agar dia memasuki masjid terdekat dan shalat dua rakaat di dalamnya

Sebaiknya dia mengabarkan kepada keluarganya tentang waktu .2


sampainya dia di rumah, di siang hari dan agar tidak datang ke rumah di
.akhir malam kecuali terpaksa

:Ketika mendekati kota yang ditempatinya hendaklah dia membaca .3

َ ‫حاِمُدْو‬
‫ن‬ َ ‫ن ِلَرّبَنا‬
َ ‫عاِبُدْو‬
َ ,‫ن‬
َ ‫ َتاِئُبْو‬,‫ن‬
َ ‫آَيُبْو‬

Semoga mereka menjadi orang-orang yang kembali, bertaubat,“


”.menyembah dan memuji Tuhan kita

:Kemudian ketika masuk ke dalam rumah hendaknya membaca

‫حْوًبا‬
ُ ‫عَلْيَنا‬
َ ‫ل ُيَغاِدُر‬
َ ‫ ِلَرّبَنا َتْوًبا‬.‫ ِلَرّبَنا َأْوًبا‬,‫َأْوًبا َأْوًبا‬

Kembali, kembali, semoga bertaubat kepada Tuhan kita, dan tidak“


”.meninggalkan kita dalam keadaan berdosa

:Kisah-Kisah Tentang Safar

Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Ketika .1


Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam memasuki kota Madinah, dia
didatangi oleh sekelompok orang dari suku Juhainah seraya berkata,
‘Sesungguhnya engkau telah singgah di antara kami, maka berjanjilah
hingga kami mendatangkanmu dan kaum kami.’ Maka beliau berjanji
.kepada mereka hingga mereka masuk Islam

Sa’ad berkata, ‘Maka Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus


kami pada bulan Rajab—jumlah kami tidak sampai seratus orang—dan
beliau memerintahkan kami agar menyerang kampung Bani Kinanah yang
berada di samping Juhainah. Maka kami pun menyerang mereka dan
jumlah mereka banyak. Lalu kami pergi ke Juhainah dan mereka
mencegah kami seraya berkata, ‘Mengapa kalian berperang di bulan yang
mulia?’ Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, ‘Apa
pendapat kalian?’ Sebagian kami berkata, ‘Kami akan menghadap
Nabiyullah dan kami akan memberitahukan kepadanya.’ Kaum itu berkata,
‘Tidak, tetapi kita tinggal di sini.’ Saya katakan, ‘Saya bersama orang-
orangku? Tidak, tetapi kita serang kafilah Quraisy dan seperti harta fai’,
pada saat itu siapa yang mengambil sesuatu maka itu miliknya.’ Maka kita
pergi ke kafilah itu dan sahabat-sahabat kami pergi kepada Nabi. Mereka
mengabarkan kepadanya tentang berita itu. Maka berliau berdiri dalam
keadaan murka dan wajah memerah seraya bersabda, ‘Apakah kalian
pergi dari sisiku berkelompok dan kembali berpencar-pencar?
Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena bercerai-berai.
Saya benar-benar akan mengutus kepada kalian seorang laki-laki yang
bukan terbaik di antara kalian, tetapi dia adalah orang yang paling tahan
dalam menahan lapar dan dahaga.” Maka beliau mengutus kepada kami
Abdullah bin Jahsyin Al-Asadi Radhiyallahu ‘Anhu dan beliau adalah
”.pemimpin perjalanan pertama dalam Islam

Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam sebuah perjalanannya, .2


menyuruh sahabat-sahabatnya untuk menyembelih kambing. Lalu
seseorang dari kaum itu berkata, “Saya yang akan menyembelihnya.”
Yang lain berkata, “Saya yang akan mengulitinya.” Yang lain berkata,
“Saya yang akan memotongnya.” Yang lain berkata, “Saya yang akan
memasaknya.” Lalu Rasulullah yang mulia bersabda, “Saya yang akan
mencari kayu bakar untuk kalian.” Mereka berkata, “Cukup kami yang
melakukannya ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Saya tahu bahwa kalian
akan mencukupkanku, akan tetapi Allah benci kepada hamba-Nya yang
menyendiri ketika bersama sahabat-sahabatnya.” Maka beliau pun
.mencari kayu bakar untuk mereka

Rasulullah mengutus sebuah pasukan untuk menyerang musuh .3


mereka. Beliau menyuruh mereka untuk membaca Al-Qur’an. Beliau
meminta kepada setiap orang untuk membaca Al-Qur’an yang dihapalnya.
Maka beliau mendatangi seorang lelaki yang paling muda usianya seraya
bersabda, “Surat apa yang kamu bisa ya fulan?” Dia menjawab, “Saya
bisa begini, begitu dan surat Al-Baqarah.” Lalu Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wa
Sallam bersabda, “Apakah kamu hafal surat Al-Baqarah?” Dia menjawab,
“Ya.” Beliau bersabda, “Pergilah dan kamulah pemimpin mereka.” Lalu
salah seorang pembesar mereka berkata, “Demi Allah, tidak ada yang
mencegah kami belajar surat Al-Baqarah, kecuali karena kami takut tidak
bisa menjalankannya.” Rasulullah bersabda, “Belajarlah Al-Qur’an dan
bacalah, karena perumpamaan Al-Qur’an bagi orang yang belajar dan
membacanya, seperti kantong yang di dalamnya ada minyak wangi, yang
baunya semerbak menembus segala penjuru. Barangsiapa yang
mempelajarinya lalu dia tidur, maka di dalam mulutnya seperti ada
”.kantong yang ditaruh di atas minyak wangi

Diriwayatkan bahwa Amirul Mukminin Umar bin Khathab .4


Radhiyallahu ‘Anhu memberikan pemberian kepada manusia. Tiba-tiba
datanglah kepadanya seorang lelaki bersama anaknya. Umar berkata
kepadanya, “Saya tidak pernah melihat seorang pun yang lebih
menyerupaimu selain anak ini.” Orang itu berkata, “Aku ceritakan
kepadamu tentangnya wahai Amirul Mukminin. Sesungguhnya ketika aku
hendak pergi dalam suatu perjalanan, ibunya sedang mengandungnya.
Ibunya berkata, “Apakah kamu akan pergi dan meninggalkanku dalam
keadaan seperti ini?” Saya jawab, “Saya menitipkan apa yang ada di
dalam perutmu ini kepada Allah.” Lalu saya pergi. Ketika saya kembali
ternyata isteri saya telah meninggal dunia. Pada saat kami sedang duduk
bercakap-cakap. Tiba-tiba ada api menyala di atas kuburnya. Saya
bertanya kepada orang-orang, ‘Api apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah
api dari kuburan si fulanah, yang kami lihat setiap malam.’ Saya katakan,
‘Demi Allah, sesunguhnya dia adalah seorang wanita yang selalu berpuasa
dan bangun malam. Lalu saya mengambil cangkul dan membawanya ke
kuburan untuk menggali kuburannya. Tiba-tiba ada lampu dan ternyata
lampu itua adalah cahaya yang dipancarkan dari anak yang ada di dalam
kuburan.’ Lalu dikatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya ini adalah anak
titipanmu dan seandainya kamu menitipkan ibunya tentu aku juga akan
mendapatkannya.” Umar berkata kepadanya, “Dia lebih serupa denganmu
”.daripada burung gagak dengan anaknya

Dari Abdullah bin Marwazzi bahwasanya dia ditemani oleh Abu Ali .5
Ar-Ribathi seraya berkata, “Sebaiknya yang menjadi amir kamu atau
saya?” Abdullah menjawab, “Kamu saja.” Maka Abdullah pun membawa
bekal miliknya dan milik Abu Ali di atas pundaknya. Tiba-tiba turunlah
hujan pada suatu malam, maka Abdullah bangun sepanjang malam di atas
kepala temannya sambil membawa pakaian agar hujan tidak jatuh
kepadanya. Setiap kali Abdullah berkata kepadanya, “Jangan lakukan.”
Abu Ali menjawab, “Bukankah kamu mengatakan bahwa kepemimpinan
diserahkan kepadaku? Maka janganlah kamu memerintahku dan jangan
mencabut perkataanmu.” Hingga Abu Ali berkata, “Saya ingin, seandainya
”.saya mati tidak mengatakan kepadanya kamu pemimpin

Seorang lelaki duduk di hadapan Umar bin Khathab kemudian .6


berdiri dan keluar. Maka Umar bertanya kepada sahabat-sahabatnya,
“Apakah ada seseorang di antara kalian yang mengenalnya?” Salah
seorang dari mereka berkata, “Saya mengenalnya wahai Amirul
Mukminin.” Umar berkata kepadanya, “Kamu mengenalnya dalam
perdagangan ataukah dalam perjalanan dengannya?” Dia menjawab,
“Bukan dalam perdagangan dan bukan pula dalam perjalanan.” Umar
”.berkata kepadanya, “Duduklah, berarti kamu tidak mengenalnya
Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus sekelompok .7
sahabat untuk berjihad. Lalu beliau menyuruh salah seorang dari mereka
untuk memipin. Pemimpin itu menyalakan api seraya berkata kepada
mereka, “Saya adalah pemimpin kalian dan mentaatiku hukumnya wajib
bagi kalian, maka saya perintahkan kepada kalian agar kalian masuk ke
dalam api.” Para sahabat berkata kepadanya, “Demi Allah, kami tidak
mentaati Allah kecuali agar Dia menyelamatkan kita dari azab nereka,
mengapa kita harus memasukinya?’ Ketika mereka kembali, mereka
bertanya tentang hal itu kepada Rasulullah. Maka beliau bersabda kepada
mereka, “Semoga Allah memberkati kalian. Demi Allah, seandainya kalian
mentaatinya dan masuk ke dalamnya, niscaya kalian tidak akan keluar
”.darinya kecuali pada hari kiamat