P. 1
Dody Firmanda 2010 - Key Performance Indicators

Dody Firmanda 2010 - Key Performance Indicators

|Views: 2,994|Likes:
Dipublikasikan oleh Dody Firmanda
Disampaikan pada Workshop Key Performance Indicators (KPIs) di RSUP Fatmawati Jakarta, 24-25 Mei 2010. (Dody Firmanda)
Disampaikan pada Workshop Key Performance Indicators (KPIs) di RSUP Fatmawati Jakarta, 24-25 Mei 2010. (Dody Firmanda)

More info:

Published by: Dody Firmanda on May 21, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

Key Performance Indicators (KPIs)

Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MA Ketua Komite Medik RSUP Fatmawati, Jakarta. Pendahuluan Sejak tanggal 1 Januari 2010 telah berlaku implementasi modus keempat dalam era liberalisasi perdaganan jasa bidang kesehatan untuk negara kawasan Asia Tenggara sesuai dengan perjanjian kerjasama ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Medical Practitioners (MRA-MP). 1 Ada 4 tujuan dalam MRA-MP yakni: 1. mengatur mobilitas praktisi dokter di wilayah ASEAN; 2. meningkatkan dan mengembangkan kerja sama pertukaran informasi antar profesi medis; 3. meningkatkan mutu kualifikasi dan standar layanan dan; 4. kerjasama pendidikan dan pelatihan profesi medis Pada tanggal 20 November 2008 The Joint Commission Amerika Serikat meluncurkan Health care at the crossroads: Guiding principles for the development of the hospital of the future 2 berdasarkan hasil rekomendasi pertemuan tanggal 26-27 April 2007 di Lake Buena Vista Florida tentang What does the future hold for hospital care across the globe? The Hospital of the future.3 Sebelumnya WHO Regional Eropa telah melakukan uji coba suatu instrumen yang akan digunakan untuk menilai kinerja mutu (performamce) rumah sakit oleh WHO regional Eropa yang dinamakan Performance Assessment Tools for Hospital (PATH).4,5,6,7 Kedua instrumen tersebut kemungkinan besar akan
Disampaikan pada Workshop Key Performance Indicators (KPIs) di RSUP Fatmawati Jakarta, 24-25 Mei 2010. 1 ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Medical Practitioners, 2004. 2 The Joint Commission - Health care at the crossroads: Guiding principles for the development of the hospital of the future , November 20, 2008. 3 The Joint Commission and The Joint Commission Resources - What does the future hold for hospital care across the globe? The Hospital of the future . Florida, April 26-27, 2007. 4 WHO Regional Office for Europe. Measuring hospital performance to improve the quality of care in

1

diterapkan oleh seluruh rumah sakit di dunia sebagaimana halnya program WHO World Alliance for Patient Safety – Move Program sebagai world class hospitals’ benchmarking. Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas Departemen Kesehatan RI telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 659/MENKES/PER/VIIII/2009 tentang Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia pada tanggal 14-08-2009. Saat ini di tanah air telah terbit dan berlaku berbagai perundangan dan peraturan yang menyangkut profesi medis antara lain Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang Undang RI Nomor RI 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional, Undang Undang RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Layanan Publik (termasuk kesehatan), Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Undang Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan terakhir Undang Undang Nomor RI 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Inti dari tujuan Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yakni: 1. Memberikan perlindungan kepada pasien (patient safety) 2. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang diberikan 3. Memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan dokter. dan inti tujuan Undang Undang Nomor RI 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yakni: 1. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan 2. Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit 3. Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit; dan

Europe: a need for clarifying the concepts and defining the dimensions. January 2003 WHO Regional Office for Europe. How can hospital performance can be measured and monitored. August 2003. 6 WHO Regional Office for Europe. PATH (Performance Assessment Tools for Quality Improvement in Hospitals). 2007. 7 WHO Regional Office for Europe. Assuring the quality of care in the European Union. 2008
5

2

4. Memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber daya manusia rumah sakit, dan Rumah Sakit. Dalam Undang Undang RI Nomor 44 tentang Rumah Sakit pada Pasal 33 Ayat 1 dan 2 tersebut menyebutkan setiap rumah sakit harus memiliki organisasi yang efektif, efisien, dan akuntabel. Organisasi Rumah Sakit disusun dengan tujuan untuk mencapai visi dan misi Rumah Sakit dengan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan tata kelola klinis yang baik (Good Clinical Governance). Sedangkan tata kelola klinis yang baik (Good Clinical Governance) adalah penerapan fungsi manajemen klinis yang meliputi kepemimpinan klinik, audit klinis, data klinis, risiko klinis berbasis bukti, peningkatan kinerja, pengelolaan keluhan, mekanisme monitor hasil pelayanan, pengembangan profesional, dan akreditasi rumah sakit. Pada workshop ini akan dibahas mengenai: 1. Pengukuran/penilaian kinerja (Performance Measurement) 2. Key Performance Indicators (KPIs) 3. Sistem Pengukuran/penilaian kinerja (Performance Measurement System) 4. Langkah langkah dari menentukan pengukuran/penilaian (deciding what to measure), pengumpulan/koleksi data kinerja (gathering performance data) dan interpretasi data kinerja (interpreting performance data)

3

Sesi I: jam 08.45 – 09.15 Pengukuran/penilaian kinerja (Performance Measurement) a. Mengapa perlu melakukan pengukuran kinerja (Why appraise business performance) Dalam suatu organisasi rumah sakit yang ingin maju dan berkembang harus melakukan penilaian/pengukuran akan kinerjanya untuk: 1. Peningkatan (improvement) - dengan melakukan pelacakan kinerja (tracking performance) organisasi rumah sakit dapat mendeteksi dengan segera akan masalah yang akan timbul seperti penurunan kunjungan rawat jalan, penurunan utilisasi kamar operasi, penurunan bed occupation rate (BOR), penurunan pendapatan rumah sakit, peningkatan pengaduan pasien, peningkatan infeksi nosokomial, peningkatan penggunaan antibiotik, ataupun meningkatnya kecenderungan permintaan berhenti pensiun dini dan sebagainya (Gambar 1).

A B

Gambar 1. Ilustrasi pengukuran kinerja bulan Mei, Juni dan Juli dengan indikator tertentu – terjadi penurunan indikator kinerja kumulatif pada bulan Juni, Secara spesifik dikaji lingkaran A bulan Mei dan B bulan Juni. 4

2. Perencanaan (Planning and forecasting) – dengan melakukan Penilaian Kinerja (Performance Measurement) rumah sakit dapat mengetahui progresivitas kegiatan pelayanan, pendidikan dan penelitian yang diselenggarakan sehingga dapat mengantisipasi secara dini bila ada penyimpangan maupun revisi anggaran yang diperlukan dalam mencapai target, tujuan, misi dan visi rumah sakit (Gambar 2).

Intervensi dan Penyesuaian

Gambar 2. Progresivitas Kinerja tahunan dalam rangka mencapai target, tujuan, misi dan visi rumah sakit.

5

3. Kompetisi Persaingan – dengan melakukan benchmarking dan comparative analysis secara mengkaji kelemahan dan kekuatan pesaing dan pembenahan perbaikan kinerja interna rumah sakit (Gambar 3).

Gambar 3. Performance Benchmarking dan comparative analysis8 rumah sakit dengan indikator tertentu.

antar

8

Firmanda D. Principles guide to technology adoption. Presented at 4th Hospital Management Program of CHAMPS FKM-UI, Novotel Hotel Palembang July 31 August 1, 2009 http://www.scribd.com/doc/31708530/Dody-Firmanda-2009-Principles-to-Guide-TechnologyAdoption

6

4. Penghargaan (Rewards) – di dalam organisasi rumah sakit, pimpinan memberikan penghargaan atas kinerja individu dan unit yang berprestasi, dapat bersifat materi dan ataupun non materi sehingga memacu gairah dalam meningkatkan kinerja (contoh Gambar 4).
80

70

70

68

66 62

60

54
50

56 51 45 42

49

40

34
30

35 34 28 28

39 37

33 25 23

20

13
10

10 4 6 2
II III

0
I

AW

BB

WI

ES

NE

NG

RE

SM

Gambar 4. Contoh Kinerja Individu Dokter Bedah Umum di Instalasi Bedah dengan indikator operasi elektif dari Januari s/d September 2009.

7

5. Sesuai dan memenuhi persyaratan standar dan peraturan yang berlaku (Regulatory and standard compliance) – suatu organisasi rumah sakit berusaha melaksanakan Pengukuran/penilaian Kinerja (Performance measurement) dalam rangka memenuhi peraturan/perundangan yang berlaku seperti Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang Undang RI Nomor RI 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional, Undang Undang RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Layanan Publik (termasuk kesehatan), Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Undang Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang Undang Nomor RI 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Peraturan mengenai pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dan sebagainya, serta memenuhi persyaratan untuk Akreditasi RS/Pendidikan, ISO 9000:2008, Malcolm Baldrige dan sebagainya. Maka bila diperhatikan dari ke lima tujuan pengukuran kinerja (performance measurement) di atas adalah komponen komponen suatu quality assurance dalam quality system pada organisasi rumah sakit. Catatan: Mengenai Quality System dan Quality Assurance dapat dilihat di http://www.scribd.com/doc/28668540/Dody-Firmanda-2010-PenerapanSistem-Manajemen-Mutu-di-Rumah-Sakit-Jawa-Timur-25-Maret-2010 Latihan 1: Silahkan lingkari tanda (+) atau (–) pada tabel berikut yang sesuai antara tujuan melakukan pengukuran kinerja (performance measurement) dengan komponen Quality Assurance. Tabel 1. Kuis pengukuran kinerja (performance measurement) dengan komponen Quality Assurance. Appraisal business Quality Assurance performance Making Conform to Quality standards standards Improvement 1. Improvement + / + / + / 2. Planning & forecasting + / + / + / 3. Competition + / + / + / 4. Rewards + / + / + / 5. Regulatory & standards + / + / + / compliance

8

b. Apa itu pengukuran kinerja (What is Performance Measurement) Pengukuran Kinerja (Performance Measurement) adalah suatu proses penilaian/pengukuran hasil untuk : 1. menentukan efektivitas suatu strategi dari rumah sakit dan efisiensi rumah sakit tersebut dalam melaksanakan proses pelayanan, pendidikan dan penelitian. 2. melakukan intervensi perubahan dan penyelesaian masalah yang ada solusinya. Kinerja rumah sakit dapat diukur dengan berbagai cara, parameter dan kriteria sesuai dengan satuan kerja (unit) di dalam organisasinya. Namun, pada umumnya organisasi rumah sakit melaksanakan Pengukuran Kinerja (Performance Measurement) berdasarkan hasil (results – output dan atau outcome) dari aktivitas utama (business activity) akan kombinasi ketiga hal yakni pelayanan, pendidikan dan penelitian – diniali/ukur dengan suatu instrumen spesifik yang dinamakan metrik kinerja (performance metrics). Latihan 2: Silahkan isi aktivitas utama (business activity) unit tempat saudara bertugas sesuai tupoksi dan kewenangan dengan metrik kinerja (performance metrics) yang akan diukur. Tabel 2. Aktivitas Utama (business activity) (performance metrics) Unit Kerja : Aktivitas Utama (Business activity) 1. …………………………………… dan metrik kinerja

………………………………………………………………………… Metrik Kinerja (Performance Metrics) 1. ………………………………………………………………………………… 2. ………………………………………………………………………………… 3. ……………………………………………………………………………… 1. ………………………………………………………………………………… 2. ………………………………………………………………………………… 3. ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

2. ……………………………………

3. ………………………………..

9

c. Siapa yang memerlukan data Pengukuran Kinerja? (Who uses Performance Measurement data? Banyak yang berkepentingan (baik di dalam maupun di luar rumah sakit) mengenai data Pengukuran Kinerja tersebut. Untuk jajaran direksi rumah sakit dan dewan pengawas sebagai bahan analisis review akan rencana strategis rumah sakit yang diimplementasikan dan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan pengambilan keputusan dalam rangka menentukan kebijakan strategis selanjutnya (major corrective action). Untuk tingkat unit managers (Kepala Bagian/Bidang/Instalasi/ SMF) data Pengukuran Kinerja (performance measurement) tersebut dipergunakan untuk memotivasi dan mengevaluasi kinerja dan produktivitas staf di jajarannya serta memperbaiki/meningkatkan hasil (ouput atau outcome) di unit satuan kerjanya. Sedangkan untuk staf sendiri data Pengukuran Kinerja (performance measurement) individu masing masing – dapat menilai/mengukur dirinya sebesar apa kontribusinya kepada organisasi rumah sakit dalam mencapai target, tujuan, misi dan visi rumah sakit. Pihak luar rumah sakit - penyandang dana, perusahaan asuransi, pemerintah (pusat/daerah), institusi pendidikan dan penelitian - data Pengukuran Kinerja (performance measurement) rumah sakit tersebut akan mencerminkan apakah organisasi rumah sakit efisien dalam menjalankan roda organisasinya dan dapat dipercaya integritasnya sehingga dapat memilih rumah sakit tersebut sebagai mitra terpercaya.

10

Sesi II: jam 09.15 – 09.45 Pengertian Key Performance Indicators (KPIs) a. Apa itu KPI? What is a KPI?

Key Performance Indicator adalah ukuran yang mencerminkan bagaimana suatu organisasi rumah sakit melaksanakan suatu aspek yang spesifik dari kinerja. KPI juga merupakan salah satu representasi dari Critical Success Factors (CSF) yang merupakan aktivitas kunci utama yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan dalam rencana strategis rumah sakit (Gambar 5).

Gambar 5. Hubungan KPIs dalam Visi, Misi, Nilai Nilai dan Rencana Strategis di organisasi rumah sakit. 9,10,11, 12

9

Firmanda D. Hospital Business Excellence Framework. Disampaikan pada RTD: Key Performance Indicators (KPIs) for Hospital, diselenggarakan oleh PT Krakatau Medika di Hotel Permata Krakatau Cilegon 6 Agustus 2009. http://www.scribd.com/doc/18229630/Dody-Firmanda-2009-KPIs-RSKrakatau-Medika-6-Agustus-2009

11

Secara singkat dalam organisasi rumah sakit dapat sebagaimana dalam Gambar 6 berikut sebagai contoh:

diilustrasikan

K P I

Gambar 6. Contoh KPIs dalam bentuk Balanced Scorecard
10

Firmanda D. Acara Rapat Kerja RSUP Fatmawati 2009 di Cottage Pulau Putri Kepulauan Seribu, Jakarta 14-15 Agustus 2009. http://www.scribd.com/doc/18523485/Dody-Firmanda-2009-RapatKerja-RSUP-Fatmawati-1415-Agustus-2009 11 Firmanda D. Quality Leadership dalam menunjang Total Quality Management/Services di RS. Disampaikan pada acara pelatihan "Hospital Excellence Framework - Total Quality Management" di RSUP Hasan Sadikin Bandung, 9 - 10 Februari 2010. http://www.scribd.com/doc/25887145/DodyFirmanda-2010-Quality-Leadership-Dalam-Menunjang-TQM-Di-RSHS 12 Firmanda D. Penerapan Sistem Manjaemen Mutu di Rumah Sakit. Disampaikan pada Acara Pertemuan Koordinasi Upaya Peningkatan Mutu Rumah Sakit - diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur di Royal Tretes View Hotel, Tretes Pasuruan Jawa Timur pada Tanggal 25-27 Maret 2010. http://www.scribd.com/doc/28668540/Dody-Firmanda-2010-Penerapan-Sistem-Manajemen-Mutu-diRumah-Sakit-Jawa-Timur-25-Maret-2010

12

b. Jenis jenis KPI? Types of KPI? Ada 3 (tiga) jenis Key Performance Indicators yakni: 1. KPI Proses – mengukur efisiensi atau produktivitas dari suatu proses pelayanan, pendidikan maupun penelitian di rumah sakit. Contoh: dengan dimensi fungsi RSUP Fatmawati
13

– silahkan isi.

Latihan 3: Tabel 3. KPI Proses dengan dimensi fungsi RSUP Fatmawati Fungsi KPI Proses RSUP Fatmawati Pelayanan Pendidikan Penelitian a. Pelayanan Medis ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… b. Pelayanan ……………………………… ……………………………… ……………………………… penunjang medis ……………………………… ……………………………… ……………………………… dan medis ……………………………… ……………………………… ……………………………… c. Pelayanan dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… asuhan ……………………………… ……………………………… ……………………………… keperawatan ……………………………… ……………………………… ……………………………… d. Pengelolaan SDM ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… e. Pelayanan Rujukan ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… f. Pendidikan dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… Pelatihan bidang ……………………………… ……………………………… ……………………………… kesehatan ……………………………… ……………………………… ……………………………… g. Penelitian dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… Pengembangan ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… h. Administrasi ……………………………… ……………………………… ……………………………… umum dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… keuangan ……………………………… ……………………………… ………………………………

13

Keputusan Direktur Utama RSUP Fatmawati Nomor: HK.03.05.1.260 tanggal 21 April 2010 tentang Pola Tata Kelola di RSUP Fatmawati

13

2. KPI Input – mengukur asset dan sumber daya yang digunakan untuk melaksanakan pelayanan, pendidikan maupun penelitian di rumah sakit sesuai dengan target/tujuannya yang diharapkan. Contoh: dengan dimensi fungsi RSUP Fatmawati 14 – silahkan isi.

Latihan 4: Tabel 4. KPI Input dengan dimensi fungsi RSUP Fatmawati Fungsi KPI Input RSUP Fatmawati Pelayanan Pendidikan Penelitian a. Pelayanan Medis ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… b. Pelayanan ……………………………… ……………………………… ……………………………… penunjang medis ……………………………… ……………………………… ……………………………… dan medis ……………………………… ……………………………… ……………………………… c. Pelayanan dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… asuhan ……………………………… ……………………………… ……………………………… keperawatan ……………………………… ……………………………… ……………………………… d. Pengelolaan SDM ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… e. Pelayanan Rujukan ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… f. Pendidikan dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… Pelatihan bidang ……………………………… ……………………………… ……………………………… kesehatan ……………………………… ……………………………… ……………………………… g. Penelitian dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… Pengembangan ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… h. Administrasi ……………………………… ……………………………… ……………………………… umum dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… keuangan ……………………………… ……………………………… ………………………………

14

Keputusan Direktur Utama RSUP Fatmawati Nomor: HK.03.05.1.260 tanggal 21 April 2010 tentang Pola Tata Kelola di RSUP Fatmawati

14

3. KPI Output – mengukur hasil dari aktivitas fungsi rumah sakit baik dari segi finansial (seperti ROI dan EVA) maupun non finansial dalam bidang pelayanan, pendidikan maupun penelitian di rumah sakit. Contoh: dengan dimensi fungsi RSUP Fatmawati 15 – silahkan isi. Latihan 5: Tabel 5. KPI Output dengan dimensi fungsi RSUP Fatmawati Fungsi KPI Output RSUP Fatmawati Pelayanan Pendidikan Penelitian a. Pelayanan Medis ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… b. Pelayanan ……………………………… ……………………………… ……………………………… penunjang medis ……………………………… ……………………………… ……………………………… dan medis ……………………………… ……………………………… ……………………………… c. Pelayanan dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… asuhan ……………………………… ……………………………… ……………………………… keperawatan ……………………………… ……………………………… ……………………………… d. Pengelolaan SDM ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… e. Pelayanan Rujukan ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… f. Pendidikan dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… Pelatihan bidang ……………………………… ……………………………… ……………………………… kesehatan ……………………………… ……………………………… ……………………………… g. Penelitian dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… Pengembangan ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… h. Administrasi ……………………………… ……………………………… ……………………………… umum dan ……………………………… ……………………………… ……………………………… keuangan ……………………………… ……………………………… ……………………………… Catatan: KPIs untuk RSUP Fatmawati dapat secara kombinasi antar ketiganya.
15

Keputusan Direktur Utama RSUP Fatmawati Nomor: HK.03.05.1.260 tanggal 21 April 2010 tentang Pola Tata Kelola di RSUP Fatmawati

15

Sesi III: jam 10.00 – 10.30 Key Performance Indicators (KPIs) dan Unit Satuan Kerja Sesi IV: jam 10.30 – 11.00 Siapa yang menggunakan Key Performance Indicators (KPIs) ? Sebelum membuat KPIs di setiap unit satuan kerja - yang pertama kali dan sangat penting adalah struktur organisasi RSUP Fatmawati yang jelas dan tidak tumpang tindih akan tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab dari setiap unit satuan kerja.

Gambar 7. Struktur Organisasi RSUP Fatmawati Kelas A Pendidikan Jakarta yang masih tentatif. 16

Bila perihal pertama di atas sudah jelas akan tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab dari setiap unit satuan kerja, maka akan lebih mudah dan pasti membuat KPIs untuk tingkat Rumah Sakit, unit satuan kerja dan individu setiap staf yang berada dalam unit satuan kerja tersebut dengan persepsi yang sama akan visi, misi, nilai nilai dan objektif (tujuan) serta target (berdasarkan time framework) sesuai alur sebagaimana dalam Gambar 8 berikut.

U N I T

Gambar 8. Unit satuan kerja dalam menyusun KPIs masing masing dengan ruang lingkup objective (tujuan) yang terukur dan target dalam satuan waktu. Maka setiap unit satuan kerja membuat KPIs masing masing berdasarkan hasil isian Tabel 2, Tabel 3, Tabel 4 dan Tabel 5 memilih ranking tertinggi (dapat mempergunakan tehnik balanced scorecard) yang menjadi indikator utama dan benar benar menjadi kunci (keys) serta menentukan keberhasilan pencapaian. Latihan 6:

17

Visi Misi

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPIs) Terdepan, Paripurna dan Terpercaya di Indonesia 1. ……………………………………………………………………………………….. 2. ………………………………………………………………………………………… 3. ………………………………………………………………………………………… 4. ………………………………………………………………………………………… 5. …………………………………………………………………………………………
1. 2. 3. 4. 5. ……………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………

Nilai Nilai

Direktorat/Komite Bidang/Bagian/Instalasi/ SMF Seksi/Sub Bagian/ Koordinator Critical Success Factors (CSFs)

…………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. 1. ……………………………………………………………………………………….. 2. ………………………………………………………………………………………… 3. ………………………………………………………………………………………… 4. ………………………………………………………………………………………… 5. ………………………………………………………………………………………… 1. 2. 3. 4. 5. ……………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………

Key Performance Indicators (KPIs)

18

Sistem Pengukuran Kinerja (Performance Measurement Systems) Sistem Performance Measurement (PM) adalah satu set yang meliputi objektif strategi dan metrik kinerja ( performance metrics – termasuk KPIs) dalam suatu organisasi rumah sakit. Ada beberapa cara yang digunakan dalam Sistem Performance Measurement (PM), namun yang lazim dipergunakan adalah: 1. Dashboards atau Cockpits – yang paling sederhana dengan menggunakan spreadsheet (seperti Excel) untuk harian, mingguan, bulanan, triwulan dan semester. 2. Quality Improvement Systems seperti: i. PDCA ii. Six Sigma iii. Baldrige National Quality Program iv. dan sejenisnya 3. Balances Scorecard 4. Kombinasi ketiga di atas. Namun apapun yang digunakan dalam Sistem Performance Measurement (PM) – prinsipnya di seputar tugas dan fungsi organisasi rumah sakit. Secara sederhana sebagaimana dalam Gambar 9 berikut. Visi

Misi

Objektif

Input

Proses

Ouput

Outcome

Manfaat

Target

Input

Proses

Ouput

Gambar 9. Prinsip prinsip dasar suatu organisasi

19

Latihan 7: Pada Gambar 9 di atas tarik garis sesuai dengan pemahaman akan: 1. Adequacy 2. Efficiency 3. Efficacy 4. Effectiveness Dengan menambahkan Needs buat garis sebagaimana diatas untuk: 5. Relevance 6. Accessibility 7. Impact

Latihan 8: Pada Gambar 10 berikut tarik garis ruang lingkup sesuai dengan pemahaman akan: 1. Sistem 2. Standar 3. Parameter/Kriteria 4. Indikator 5. KPIs Visi

Misi

Objektif

Input

Proses

Ouput

Outcome

Manfaat

Target

Input

Proses

Ouput

Gambar 10. Prinsip prinsip dasar suatu organisasi

20

Sehingga bila diterapkan di suatu organisasi rumah sakit sebagaimana dalam Gambar 11 dan 12 berikut.

Gambar 11. ”Bottom-up approach” dari setiap Unit Satuan Kerja dalam satu direktorat.

21

Gambar 12. Skema terpadu dari sistem mutu dan kinerja (quality and performance systems)

22

Lampiran: Contoh KPIs di salah satu rumah sakit

23

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->