Anda di halaman 1dari 9

PENTINGNYA VISI DALAM ORGANISASI

“Telah diperlihatkan padaku bahwa kelak kita akan menguasai Kekaisaran Romawi dan
Persia”
- Nabi Muhammad -

manusia paling berpengaruh sepanjang zaman

Kalimat di atas diucapkan oleh Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam saat


negara islam masih sangat kecil dan sedikit penduduknya dari segi jumlah. Bahkan saat
itu para sahabat beliau menganggap perkataan tersebut sebagai hal yang masih terlalu
jauh, tapi tahukah anda bahwa hal tersebut benar-benar terwujud selang beberapa
tahun setelah beliau wafat?

Belajar dari Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tentang visi dari seorang
leader, ternyata visi adalah segalanya bagi seorang pemimpin. Visi itu benar-benar tak
tergantikan. Mengapa? Karena visilah yang memimpin para pemimpin. Visi melukiskan
sasarannya. Visi memicu serta membakar semangat, dan mendorongnya maju. Visi
juga merupakan pemicu orang lain yang menjadi pengikut sang pemimpin. Seorang
pemimpin yang tidak memiliki visi takkan ke mana-mana. Paling tidak, ia akan berlari di
tempat.

Dalam sebuah organisasi atau suatu lembaga, visi merupakan sebuah kunci
utama untuk menjalankan segala kegiatan dalam organisasi/ lembaga tersebut. Visi
berada dalam urutan paling atas sebelum perencanaan dalam organisasi.

Visi menggambarkan tujuan atau kondisi dimasa depan yang ingin dicapai
oleh organisasi. Visi bisa dikatakan sebagai impian atau cita-cita organisasi. Visi
memberikan gambaran yang jelas dimasa mendatang yang bisa dilihat oleh semua
pihak, baik pertama (anggota), kedua (objek organisasi) maupun ketiga (simpatisan).

Pernyataan visi yang bagus tidak hanya menginspirasi dan menantang, namun
juga sangat berarti sehingga setiap pegawai bisa menghubungkan tugas yang
dilakukanya dengan visi. Pernyataan visi harus mampu menjadi inspirasi dalam setiap

1
tindakan yang dilakukan setiap pegawai. Yang paling penting pernyataan visi harus
terukur sehingga setiap pegawai bisa mengetahui apakah tindakan yang dilakukannya
dalam rangka mencapai visi organisasi atau tidak.

Namun kebanyakan orang sekarang (mungkin termasuk kita) yang telah masuk
dalam sebuah organisasi hanya menganggap visi sebagai sebuah rangkaian kalimat
yang tak berarti, yang bahkan mungkin kita tidak pernah membacanya apalagi
mengingatnya sama sekali. Padahal visi-seperti yang dikatakan di atas- adalah sesuatu
yang sangat vital bagi organisasi, berikut beberapa hal yang harus kita ketahui agar
paham seberapa penting visi itu,

1. Visi dimulai dari dalam diri


Visi muncul dari ide dan kreativitas serta kebutuhan anda, bukan dari orang lain, jika
anda kurang visi, atau belum punya visi yang jelas, keluarkanlah karunia-karunia alami
serta hasrat-hasrat Anda. Dan jika Anda masih juga belum mendapatkan visi sendiri,
pertimbangkanlah kemungkinan untuk bekerjasama dengan seorang pemimpin yang
visinya memotivasi Anda. Jadilah mitranya. Jadilah tim yang hebat.

2. Visi timbul dari pengalaman


Visi bukanlah suatu kualitas mistik yang muncul dari suatu kekosongan, seperti yang
tampaknya diyakini sebagian orang. Visi tumbuh dari masa lalu seorang pemimpin serta
sejarah orang-orang disekelilingnya. Bicaralah kepada pemimpin yang manapun, maka
rasanya Anda akan menemukan peristiwa-peristiwa kunci di masa lalunya yang sangat
penting dalam penciptaan visinya.

3. Visi memenuhi kebutuhan orang lain


Visi sejati benar-benar luas jangkauannya. Visi melampaui yang dapat dicapai seorang
individu. Dan jika visi itu benar-benar berharga, visi itu akan lebih dari sekedar
melibatkan orang lain; visi itu akan memberikan nilai tambah kepada orang lain. Jika
Anda memiliki visi yang tidak melayani orang lain, mungkin visi Anda terlalu kecil.

2
4. Visi membantu Anda mengumpulkan sumber-sumber daya
Salah satu keuntungan paling berharga dari viusi adalah sifatnya yang seperti magnit -
menarik, menantang, dan mempersatukan orang. Visi juga menarik dukungan dana
serta sumber-sumber daya lainnya. Semakin besar visinya, semakin banyak pemenang
yang akan tertarik kepadanya. Semakin menantang visinya, semakin keras para
partisipannya berjuang untuk mencapainya.

Sesuai Survey, di dunia ini hanya 3% punya visi yg jelas, Sisa 97% tidak punya visi,
ternyata prestasi 3% yang memiliki visi lebih besar dibanding 97% yg tdk punya visi.

Orang yg punya visi, ia memfokuskan diri pada waktu, kemampuan dan sumber
daya yg ada utk mencapai visi.

Jepang antara thn 1942 – 1950, keadaan mrk hancur total


Tahun 1950 mereka berkata, 10 th lagi Jepang ingin menjadi penghasil textile
terbesar didunia. Hal itu terjadi.
Tahun 1960 mereka berkata, 10 th lagi mereka akan menjadi pengolah besi terbesar
didunia. Hal itu terjadi.
Tahun 1970 mereka berkata 10 th lagi mereka akan menjadi raja elektronik didunia.
Hal itu terjadi

5. Visi memberi arah yang pasti


Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu tetapi ia tidak memiliki visi yang jelas di
dalam hidupnya. Visi adalah tujuan hidup dari sebuah organisasi pada umumnya,
bahkan bisa dibilang visi adalah kehidupan dari organisasi itu sendiri, karena
denganyalah sebuah organisasi itu bergerak.

Setelah memahami makna dari sebuah visi maka dapat kita ketahui seberapa
pentingnya visi itu. Memang visi adalah pandangan idealis yang jauh ke depan, tapi
sebuah visi hendaknya tidak dibuat asal-asalan, asal tinggi, asal terdengar hebat dan

3
asal dirangkai dalam sebuah kata-kata yang menarik. Sebuah visi haruslah tetap
realistis sehingga para anggota menjadi untuk semangat mengejarnya bukan malah
melecehkannya dan meninggalkannya serta menganggapnya sebagai sesuatu yang
utopis. Ada beberapa hal yang dapat kita jadikan acuan dalam membuat visi, yakni :

1. Berorientasi pada masa depan;


2. Tidak dibuat berdasar kondisi atau tren saat ini;
3. Mengekspresikan kreativitas;
4. Bisa dijadikan visi bersama
5. Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat ;
6. Memperhatikan sejarah, kultur, clan nilai organisasi
7. Mempunyai standard yang tinggi, ideal serta harapan bagi anggauta lembaga ;
8. Memberikan klarifikasi bagi manfaat lembaga serta tujuan-tujuannya ;
9. Memberikan semangat clan mendorong timbulnya dedikasi pada lembaga ;
10. Menggambarkan keunikan lembaga dalam kompetisi serta citranya ;
11. Bersifat ambisius serta menantang segenap anggota lembaga (Lewis & Smith :
1994)

Nah setelah anda memahami pentingnya visi dalam organisasi maka kita dapat
memahami mengapa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan
kalimat pembuka di atas, tidak lain adalah untuk menanamkan visi yang kokoh dan kuat
yang akhirnya menjadi sugesti untuk bertindak bagi para sahabatnya. Namun apakah
semudah itu mewujudkan visi? Apakah jika anda berkata seperti itu kepada anggota
organisasi yang anda pimpin sekarang, maka hal tersebut bisa benar-benar terjadi?
Atau teman anda hanya akan tertawa? Jawabannya kami ulas pada Bab selanjutnya.

4
Bagaimana Mewujudkan Visi

Setelah sebuah organisasi membuat visi yang menggambarkan bagaimana


kondisi yang sempurna/ideal dari organisasi itu ke depannya, maka perjuangan
organisasi tersebut baru saja dimulai. Perjuangan untuk mewujudkan visi yang telah
disepakati agar apa yang telah diucapkan tak menjadi isapan jempol belaka.
Setidaknya ada 3 hal yang paling mendasar yang harus dimilki oleh sebuah organisasi
dalam mencapai visinya, Faith (keyakinan), Motivation (motivasi) dan ikhtiar (usaha).

A. Keyakinan

Keyakinan ialah kepercayaan yang tidak tergoyahkan lagi bahwa apa yang telah
organisasi visi-kan akan benar-benar tercapai. Membentuk keyakinan merupakan hal
yang paling penting dalam usaha mencapai visi yang telah dibuat. Pada dasarnya yang
paling sulit dalam mencapai impian/visi kita bukanlah proses bagaimana
mencapainya,tapi yang paling sulit adalah benar-benar yakin dan percaya bahwa kita
bisa. Yang paling sulit dalam mendirikan sebuah perusahaan bertaraf internasional
bukanlah proses mendirikannya, tapi meyakinkan diri dan anggota lain bahwa kita
benar-benar bisa menjadi perusahaan bertaraf internasional.

Keyakinan ini penting karena menjadi modal awal untuk menggerakan anggota
dan menghidupkan organisasi. Tanpa ada keyakinan maka jangan harap visi anda
dapat tercapai, karena bagaimana mungkin bisa mencapai sesuatu yang kita tak yakin
bisa mencapainya? Bagaimana mungkin anda bisa membuka pintu tanpa terlebih
dahulu berpikir bahwa anda bisa membuka pintu? Disinilah peran penting keyakinan
tersebut, dan inilah yang merupakan tugas terbesar seorang pemimpin.

Setidaknya ada empat jenis keyakinan yang harus dimiliki seseorang dan harus
ditumbuhkan seorang pemimpin agar anggota yakin bahwa visi akan tercapai yakni,

• Keyakinan diri terhadap Tuhan dan KeesaanNya

5
• Keyakinan terhadap diri sendiri
• Keyakinan diri sendiri terhadap orang lain
• Keyakinan orang lain terhadap diri sendiri

B. Motivasi

Motivasi berasal dari kata latin “movere” yang berarti “dorongan atau daya
penggerak”. Motivasi ini diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan
atau pengikut. Adapun kerja adalah sejumlah aktivitas fisik dan mental untuk
mengerjakan sesuatu pekerjaan. Terkait dengan hal tersebut, maka yang dimaksud
dengan motivasi adalah mempersoalkan bagaimana caranya mendorong gairah kerja
bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan
dan ketrampilannya untuk mewujudkan tujuan organisasi. (Hasibuan, 2003).

Gibson, et. al., 1995, berpendapat bahwa motivasi adalah kekuatan yang
mendorong seseorang karyawan yang menimbulkan dan mengarahkan perilaku.
Motivasi kerja sebagai pendorong timbulnya semangat atau dorongan kerja. Kuat dan
lemahnya motivasi kerja seseorang berpengaruh terhadap besar kecilnya prestasi yang
diraih. Lebih jauh dijelaskan, bahwa dalam kehidupan sehari-hari seseorang selalu
mengadakan berbagai aktivitas. Salah satu aktivitas tersebut diwujudkan dalam
gerakan-gerakan yang dinamakan kerja. Bekerja mengandung arti melaksanakan suatu
tugas yang diakhiri dengan buah karya yang dapat dinikmati oleh orang yang
bersangkutan.

Terkait dengan motivasi kerja tersebut, Robbins, (1998) berpendapat bahwa


motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan
organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi sesuatu
kebutuhan individu. Senada dengan pendapat tersebut, Munandar, (2001),
mengemukakan bahwa motivasi adalah suatu proses dimana kebutuhan- kebutuhan
mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke
tercapainya tujuan tertentu. Bila kebutuhan telah terpenuhi maka akan dicapai suatu
kepuasan. Sekelompok kebutuhan yang belum terpuaskan akan menimbulkan

6
ketegangan, sehingga perlu dilakukan serangkaian kegiatan untuk mencari pencapaian
tujuan khusus yang dapat memuaskan sekelompok kebutuhan tadi, agar ketegangan
menjadi berkurang.

Pinder, (1998) berpendapat bahwa motivasi kerja merupakan seperangkat


kekuatan baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang yang
mendorong untuk memulai berperilaku kerja, sesuai dengan format, arah, intensitas dan
jangka waktu tertentu.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan, bahwa


motivasi kerja adalah dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang, baik yang berasal
dari dalam dan luar dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan semangat tinggi
menggunakan semua kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya. Sedikit berbeda
dengan keyakinan yang berhubungan dengan membuat orang berpikir bahwa
organisasi bisa mencapai visinya, motivasi berhubungan dengan kenapa seseorang
mau memperjuangkan keyakinannya. Seperti seorang ulama besar islam abad ini
Syaikh Albani rahimahullah yang rela menulis ulang (dengan tangan) buku setebal 3000
halaman saat beliau tidak mampu membeli buku tersebut (baca biografi syaikh albani),
beliau termotivasi untuk melakukan hal luar biasa tersebut karena yakin bahwa ilmu
adalah sesuatu yang sangat bermanfaat.

C. Ikhtiar (usaha)

Sekarang kita asumsikan bahwa anda telah mempunyai keyakinan yang kuat
dan motivasi yang menggebu, apakah anda akan mencapai visi anda? Belum, anda tak
akan pernah sampai pada visi jika anda tidak melakukan hal yang ke tiga
ini,usaha/tindakan. Ibarat anda telah memilki motor yang terisi penuh dengan bensin,
tapi anda tak mengendarainya maka bagaimana anda akan sampai ke tujuan? Anda
harus berusaha/bertindak.

Dalam sub ini kami akan membahas 3 hal yang paling penting dalam usaha kita
mencapai visi organisasi yaitu Knowledge, Skill dan Attitude.

7
Knowledge bisa diartikan sebagai sesuatu yang kita peroleh karena masuknya
informasi Ke otak kita. Pengetahuan ini dapat disimpan sebgai ingatan. Secara garis
besar ada dua jenis knowledge, yang pertama adalah pengetahuan yang bersifat
faktual, yang kita dapatkan dari sumber-sumber informasi terlihat (media) seperti buku,
internet, radio dan yang sejenisnya. Kedua adalah pengetahuan yang bersifat
empirik/pengalaman, yang berasal dari momen-momen tak biasa dalam hidup kita.
Sebagai contoh kedua hal sebelumnya adalah seorang akuntan yang selama kurang
lebih 4 tahun kuliah untuk mendapatkan pengetahuan-pengetahuan faktual dari mata
kuliah yang didapatkannya, sedangkan pengetahuan empiriknya adalah tentang
bagaimana mendapatkan keringanan pajak bagi perusahaan dari pemerintah secara
legal, yang dia dapatkan setelah menjadi seorang akuntan selama beberapa tahun.
Pengetahuan empirik ini pada umumnya lebih berharga daripada pengetahuan faktual
karena proses yang dilalui untuk mendapatkannya cenderung lebih ”berat”.

Knowlwdge atau pengetahuan sangatlah penting, sampai ada yang berkata


bahwa ”Pengetahuan adalah kekuatan”, benar, tapi perlu dipahami bahwa kekuatan
dari pengetahuan itu tak akan bisa terealisasi jika pengetahuan berdiri sendiri,
pengetahuan harus disertai dengan aksi/tindakan, yang dalam realitasnya
membutuhkan skill dan attitude.

Skill bisa diartikan sebagai keterampilan atau kemampuan praktikal yang dimiliki
untuk melakukan sesuatu. Skill ini dikembangkan melalui pengetahuan faktual yang
dipraktekkan dan pengetahuan empirik yang berulang-ulang. Seorang lulusan teknik
mesin misalnya, belum tentu bisa menjadi seorang mekanik handal dengan hanya
bermodal teori tanpa pernah mempraktekkannya dalam realitas, bisa saja seorang
mekanik lulusan SD yang sudah berpengalaman lebih terampil dari dia jika hanya
mengandalkan teori. Skill ini sangat penting, khususnya untuk bagian pekerjaan
lapangan. Skill ini bisa ditransfer melalui praktek yang berulang-ulang dari yang sudah
terampil kepada yang ingin mempelajari keterampilan tersebut.

Skill merupakan bentuk action/tindakan dari knowledge, tingginya skill seseorang


menandakan tingginya knowledge orang tersebut,tapi proses mendapatkan keduanya

8
tidaklah mudah dan murah, oleh karena itu tidak semua orang bisa memilkinya dan
karena itu pula tingkat pengetahuan dan keterampilan setiap orang berbeda-beda,
disebabkan tidak semua orang berani untuk menghadapi kata ”tidaklah mudah dan
murah” itu. Attitude/sikap mental seseoranglah yang berperan dalam hal tersebut.

Attitude atau sikap mental dapat diartikan sebagai kecenderungan sikap yang
mencerminkan filter nilai dalam diri seseorang. Attitude berhubungan dengan karakter-
karakter dalam diri seseorang, apakah dia berani atau penakut, optimis atau pesimis,
pemarah atau penyabar dan yang lainnya, yang kesemuanya itu adalah wujud dari
seberapa dalam ia memiliki pemahaman tentang nilai luhur kehidupan. Attitude
terbentuk secara kompleks sebagai akibat dari hal-hal yang pernah terjadi dalam
hidupnya. Attitude ini sangat mempengaruhi kinerja sebuah organisasi, sebuah
organisasi memerlukan orang-orang dengan attitude yang baik (baca:sikap positif) jika
ingin eksis. Bahkan organisasi-organisasi yang sudah mapan menekankan adanya
pembinaan attitude dalam denyut kehidupan organisasinya, bahkan tahukah anda
bahwa sebenarnya para manejer kebanyakan melihat attitude seseorang dalam proses
perekrutan pegawai, bukan gelar, IP atau yang lainnya. Itu karena yang dibutuhkan
untuk menjaga eksistensi organisasi bukan sekedar orang yang ”hebat” tapi lebih
kepada orang yang terpercaya.

Dapat dibuktikan bahwa yang paling penting dari ketiga hal ini adalah
Attitude/sikap mental (bahkan ada ungkapan bahwa ”attitude is everything”), tapi harus
dipahami bahwa 2 hal sebelumnya juga adalah hal yang vital, karena pada dasarnya
attitude yang baik dan kuat terbentuk dari knowledge dan skill yang mantap. Maka
dengan gabungan dari ketiganya organisasi dapat terus hidup menjaga eksistensinya.

KESIMPULAN

Visi adalah sesuatu yang sangat penting dalam organisasi, karena dia adalah
tujuan diadakannya organisasi, sedangkan sesuatu itu bisa dianggap sebagai sebuah
eksistensi kalau dia memilki tujuan. Dalam mencapai visi tersebut para anggota
organisasi harus memiliki knowledge, skill dan attitude.