Anda di halaman 1dari 6

Nama : Pasifica Trita Lestari Jemana

NIM : 123091048

Tugas : Mandiri SIM

Dosen : Mr. Ahmad Zuhdi

1. Konstituen dalam hal ini masyarakat dari masing-masing daerah pemilihan Para
Senator/Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Terdiri dari 33 (tiga puluh tiga provinsi
yang ada di Indonesia) yaitu:

1) Prov. D.I Nagroe Aceh Darusallam

2) Prov. Sumatra Utara

3) Prov. Sumatra Barat

4) Prov. Sumatra Selatan

5) Prov. Bengkulu

6) Prov. Kepulauan Bangka Belitung

7) Prov. Riau

8) Prov. Kepulauan Riau

9) Prov. DKI Jakarta

10) Prov. Banten

11) Prov. D.I Yogyakarta

12) Prov. Jawa Barat

13) Prov. Jawa Tengah

14) Prov. Jawa Timur

15) Prov. Sulawesi Utara

16) Prov. Sulawesi Tenggara

17) Prov. Sulawesi Selatan

18) Prov. Sulawesi Barat

19) Prov. Kalimantan Barat


20) Prov. Kalimantan Timur

21) Prov. Kalimantan Tengah

22) Prov. Maluku

23) Prov. Maluku Utara

24) Prov. Bali

25) Prov. Nusa Tenggara Barat

26) Prov. Nusa Tenggara Timur

27) Prov. Papua

28) Prov. Papua Barat

29) Prov. Jambi

30) Prov. Lampung

31) Prov. Kalimantan selatan

32) Prov. Sulawesi Tengah

33) Prov. Gorontalo.

2. Menurut saya di Instansi/Lembaga di tempat saya mengabdi tidak memiliki kompetitor


karena Jasa yang diterima masyarakat/Kostituen merupakan hak masyarakat dari sector
Pemerintahan. Jasa yang diterima masyarakat di bayar oleh masyarakat dengan
menggunakan dana APBN. Oleh karena itu Masyarakat berhak mendapatkan haknya,
seperti Penindaklanjutan Aspirasi masyarakat yang terjadi ditengah masyarakat baik
indicator Politik, Ekonomi, Sosial, Pendidikan, Keamanan, Budaya dll

3. Karena tidak ada kompotitor maka pertanyaan no. 3 tidak harus saya jawab.

4. VISI Dewan Perwakilan Rakyat Daerah RI

Rumusan visi suatu organisasi atau lembaga pada dasarnya adalah pernyataan cita-cita
yang hendak dicapai atau dituju oleh lembaga atau organisasi yang bersangkutan. Secara
normatif, rumusan visi tersebut menjadi pedoman dasar semua arah kebijakan, keputusan,
dan tindakan yang akan dilakukan. Karena itu, visi juga merupakan pernyataan pikiran
dan kehendak untuk berubah dari keadaan yang ada saat ini (das sein) ke suatu keadaan
yang diinginkan (das sollen).
Lembaga Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) saat ini masih
terbentur pada satu masalah utama, yakni keberadaannya yang nisbi dan ‘serba-tanggung’
sebagai suatu lembaga legislatif. Gagasan dasar pembentukan sebagai suatu lembaga
pengimbang (check and balance) kekuasaan, baik di lingkungan lembaga legislatif
sendiri (DPR dan MPR RI) maupun di lembaga-lembaga eksekutif (pemerintah), belum
sepenuhnya berfungsi secara optimal dan efektif.

Ada beberapa penyebab utama yang dapat diidentifikasi, setidaknya sampai saat ini,
yakni:

1. keberadaannya sebagai suatu lembaga baru belum menemukan format kerja dan
struktur kelembagaan yang memadai;
2. sebagian besar anggotanya adalah orang-orang baru dalam dunia politik yang belum
memiliki pengalaman nyata dalam praktik-praktik sistem politik Indonesia selama ini;
dan
3. batasan fungsi dan kewenangan yang ada belum memiliki kekuatan penuh dalam
proses legislasi.

Berdasarkan masalah pokok dan mendasar itulah, rumusan visi DPD RI yang disepakati
pada Lokakarya Perencanaan Strategis DPD RI, 30 Agustus--1 September 2005 adalah
sebagai berikut:

Terwujudnya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sebagai lembaga
legislatif yang kuat, setaradan efektif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah
menuju masyarakat Indonesia yang bermartabat, sejahtera, dan berkeadilan dalam wadah
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

MISI DPD-RI

Berdasarkan visi tersebut, rumusan misi DPD RI masa bakti 2004--2009, disepakati
sebagai berikut:

1. Memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah untuk mewujudkan pemerataan


pembangunan kesejahteraan rakyat dalam rangka memperkukuh keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia secara berkesinambungan.
2. Mendorong perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat terhadap isu-isu penting
di daerah.
3. Memperjuangkan penguatan status DPD RI sebagai salah satu badan legislatif dengan
fungsi dan kewenangan penuh untuk mengajukan usul, ikut membahas, memberikan
pertimbangan, dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang,
terutama yang menyangkut kepentingan daerah.
4. Meningkatkan fungsi dan wewenang DPD RI untuk memperkuat sistem check and
balance melalui amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945

Mengembangkan pola hubungan dan kerja sama yang sinergis dan strategis dengan
pemilik kepentingan utama di daerah dan di pusat.
Fungsi, Tugas, dan Wewenang DPD RI

Sesuai dengan konstitusi, format representasi DPD-RI dibagi menjadi fungsi legislasi,
pertimbangan dan pengawasan pada bidang-bidang terkait sebagaimana berikut ini.

• Fungsi Legislasi
Tugas dan wewenang:

o Dapat mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada DPR


o Ikut membahas RUU
Bidang Terkait:

o Otonomi daerah
o Hubungan pusat dan daerah
o Pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah
o Pengelolaan sumberdaya alam dan sumberdaya ekonomi lainnya
o Perimbangan keuangan pusat dan daerah
• Fungsi Pertimbangan
Tugas dan wewenang:

o Memberikan pertimbangan kepada DPR


Bidang Terkait:

o RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)


o RUU yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama.
o Pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan
• Fungsi Pengawasan
Tugas dan wewenang:

o Dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil


pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti
o Menerima hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan BPK
Bidang Terkait:

o Otonomi daerah
o Hubungan pusat dan daerah
o Pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan daerah
o Pengelolaan sumberdaya alam serta sumberdaya ekonomi lainnya
o Perimbangan keuangan pusat dan daerah
o Pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)
o Pajak, pendidikan, dan agama

5. Tingkat pemberdayaan system informasi di tempat saya bekerja telah sampai pada
efektivitas dan efisiensi dalam menganalisis, merencanakan system informasi
(hardware,software dan jaringan)merumuskan kebutuhan data dan informasi,
membangun,mengembangkan, memelihara system informasi, pengawasan dan
pengendalian system informasi manajemen, teknologi telematika, penerapan dan
pemberdayaan system di lingkungan pemerintah daerah.

6. Aset Teknologi Informasi yang ada di Lembaga Tempat saya mengabdi :

- Harddisk : Swicth,modem,computer,kabel

- Software : Linux, windos

- Data : Office, Excel, Word, Power poin

- Jaringan Komputer : Printer, Memory, Harddisk

- Jaringan Komunikasi : Fax, Chatting

- Jaringan Akses : Web Browsing

Selesai