Anda di halaman 1dari 8

Lomba Guru Model Bahasa Inggris 2008

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS SISWA

MELALUI MODEL GRAMMAR CHANT

Oleh Tri Kusnandi,S.Pd

PENDAHULUAN

Disadari sepenuhnya bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting bagi
pembangunan bangsa ini. Hanya dengan ilmu pengetahuan bangsa kita dapat berperan aktif
baik dalam lingkup nasional, regional ataupun internasional. Sudah barang tentu bahasalah
yang merupakan unsur utama dalam menjembatani proses kemajuan tersebut sehingga bahasa
Inggris secara pasif dan aktif menjadi kebutuhan pokok.

Saat ini sejumlah pembaruan sedang dijalankan dalam rangka peningkatan mutu
pendidikan. Fokus pembaruan pendidikan nasional diletakkan pada tingkat sekolah karena
disadari bahwa sekolah merupakan gardan terdepan dalam peningkatan mutu pendidikan.
Kaitannya dengan pembelajaran Bahasa Inggris, dengan mulai diterapkan kurikulum 2004,
dalam mata pelajaran bahasa Inggris siswa diharapkan mempunyai kompetensi dalam
mengunakan bahasa Inggris yang optimal karena pembelajaran bahasa Inggris di SMP/MTs
ditargetkan agar peserta didik dapat mencapai tingkat functional yakni berkomunikasi secara
lisan dan tulisan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Standar kompetensi yang ditargetkan adalah siswa mampu berkomunikasi baik lisan
maupun tulisan secara lancar dan akurat sesuai dengan konteks sosialnya. Namun kondisi
dilapangan masih jauh dari kompetensi yang diharapkan. Sebagian besar siswa menemui
kesulitan dalam memahami bahasa inggris baik dalam menyerap ilmu yang diberikan
terlebih-lebih dalam melakukan interaksi dan memberi respon yang semestinya ketika siswa
melakukan percakapan. Kesulitan ini disebabkan oleh berbagai factor antara lain oleh
kurangnya kompetensi siswa dalam mengunakan tata bahasa dan faktor guru di kelas yang
kurang optimal dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Ketika seorang guru
menjelaskan pelajaran di depan kelas, maka pada saat itu terjadi kegiatan mengajar, tetapi
dalam kegiatan tersebut tak ada jaminan telah terjadi kegiatan belajar pada setiap siswa yang
diajar. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dikatakan efektif hanya apabila dapat
mengakibatkan atau menghasilkan kegiatan belajar pada diri siswa.

1
Lomba Guru Model Bahasa Inggris 2008

Sebagaimana kita ketahui bersama minat siswa SMP Negeri 2 Magelang kelas 7
terhadap pelajaran bahasa Inggris sangatlah kurang terlihat jika mereka diminta untuk
berbicara secara aktif. Padahal SMP Negeri 2 sudah ditetapkan sebagai Sekolah Rintisan
Bertaraf Internasional(RSBI) sehingga ini merupakan tantangan bagi guru bahasa Inggris.
Namun jika kita secara tidak sengaja lewat disekitar mereka, terdengar mereka menyanyikan
lagu-lagu yang berlirik Inggris yang terkadang panjang dan kompleks. Herannya mereka
dapat menyanyikan lagu tersebut dengan baik. Mereka terlihat senang dan menikmatinya
seakan-akan lagu tersebut yang berlirik bahasa Indonesia.Tetapi jika kita bandingkan ketika
mereka belajar bahasa Inggris terlihat mereka terasa sulit memahami apa yang kita
sampaikan.

Kita ketahui bersama bahwa teori pendidikan menyatakan otak akan bekerja optimal
apabila kedua belahan otak dipergunakan secara bersama-sama. Otak kanan memiliki
spesifikasi berpikir dan mengolah data seputar perasaan,emosi,seni dan musik. Pengunaan
otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif dan holistik, ia mewakili cara berfikir non
verbal. Sementara otak kiri berfungsi mengolah data seputar sains, bisnis, dan pendidikan.
Pengunaan otak kiri merupakan spesifikasi cara berfikir yang logis, sequensial, linear dan
rasional.

Bisa kita banyangkan, terutama guru bahasa Inggris, jika mereka bisa mengabungkan
sistem kerja kedua otak itu akan menghasilkan siswa yang senang mempelajari dan
mengunakan bahasa Inggris secara alami. Dengan syarat guru bahasa Inggris tersebut ketika
mengajarkan berbagai macam teori tata bahasa Inggris, mereka mengemasnya dengan
berbagai nada atau irama yang akan membuat siswa belajar dalam suasana menyenangkan
tanpa merasa jenuh dan seluruh kelas dapat beriteraksi satu sama yang lain. Nada atau irama
tersebut dapat bahasa Inggris dapat dikembangkan dengan istilah song, rhyme, beat atau
chant .

Dalam pelaksanaan dikelas memakai chant atau rhyme lebih efektif karena tidak
membutuhkan waktu yang lama untuk menghafalkanya dibanding memakai song (lagu),
namun dengan kemasan yang inovatif dan atraktif pemakaian chant dapat lebih efektif dan
dapat membangkitkan semangat siswa untuk belajar dan bermain. Tanpa disadari mereka
sudah melafalkan dan mempraktekan secara otomatis ujaran-ujaran tersebut.

2
Lomba Guru Model Bahasa Inggris 2008

A. LATAR BELAKANG

Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis.
Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan
mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan berkomunikasi
dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami
dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan
berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan
inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan
bermasyarakat. Oleh karena itu, mata pelajaran Bahasa Inggris diarahkan untuk
mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan
berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu.(Depdiknas 2004)

Pembelajaran bahasa Inggris di SMP/MTs ditargetkan agar peserta didik dapat


mencapai tingkat functional yakni berkomunikasi secara lisan dan tulis untuk menyelesaikan
masalah sehari-hari, sedangkan untuk SMA/MA diharapkan dapat mencapai tingkat
informational karena mereka disiapkan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan
tinggi. Tingkat literasi epistemic dianggap terlalu tinggi untuk dapat dicapai oleh peserta
didik SMA/MA karena bahasa Inggris di Indonesia berfungsi sebagai bahasa asing.

Dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi tersebut dibutuhkan kempuan


siswa dalam menguasai Grammar atau tata bahasa inggris sehingga siswa dapat membuat
kalimat atau ujaran yang tersusun secara gramatikal, dan mengandung makna yang utuh.

Yang dimaksud gramatikal ialah menurut peraturan tata bahasa Inggris, misalnya,
setiap kalimat harus mengandung kata kerja finite(hidup), yaitu kata kerja yang berubah
bentuknya bila subjektnya diubah dari bentuk singular ke plural dan sebaliknya atau bila
tense ( keterangan waktu) di ubah.

Grammar atau Tata bahasa adalah unsur yang penting dalam ujaran bahasa Inggris
yang berfungsi untuk membuat rangkaian suatu kalimat yand dapat dipahami dalam konteks
interpersonal ataupun transaksional. Dengan adanya banyak hal dalam tata bahasa tersebut
terkadang membuat para guru merasa jenuh mengajarnya, kebanyakan guru hanya
mengajarkan grammar tradisional tanpa makna yang memungkinkan siswa terlibat dalam
proses pembelajaran tersebut. Saat ini pembelajaran yang terpusat pada siswa (student center)
merupakan perhatian utama. Sehingga jika siswa tidak terlibat, mereka akan jenuh

3
Lomba Guru Model Bahasa Inggris 2008

mempelajari dan sulit bagi siwa untuk mengembangkanya dalam percakapan, sebagian besar
siswa hanya memiliki kemampuan ranah kognitif saja.

Teknik Grammar Chants merupakan teknik mempraktekkan teori-teori tata bahasa


Inggris dengan irama dan nada-nada pendek yang mudah ditiru siswa. Kenneth Beare, an ESL
Guide, (2008) menjelaskan bahwa Grammar Chants merupakan tehnik pembelajaran bahasa
Inggris yang mengunakan perulangan untuk membangkitkan otak bagian kanan yang
berhubungan dengan seni terutama yang berkaitan dengan musik untuk memotivasi anak
untuk belajar bahasa Inggris. Pengunaan berbagai macam kecerdasan tersebut dapat
membantu siswa belajar kemampuan berbicara mereka “automatically” secara langsung.
Dalam penerapannya, kita bisa menyisipkan berbagai nada yang diminati oleh siswa kita,
seperti lagu pop yang populer atau musik Jazz. Hal ini berkaitan dengan pengunaan teknik
Jazz chants. Graham (1978) menyebutkan bahwa Jazz Chants adalah ungkapan ritmik dalam
bahasa Inggris standar Amerika yang dikemas dalam konteks situasi. Ungkapan ritmik
direkam sebagai model yang ditirukan siswa dalam tempo dan beat dalam irama Jazz pendek.

Contoh Grammar Chant:

Busy Lizzy
Cleaning on Monday
Washing on Tuesday
Ironing on Wednesday
Mending on Thursday
Tidying on Friday
Shopping on Saturday
Cooking on Sunday
Poor old Lizzy
The whole day week busy
She ends up dizzy
But not next week
Because she’s going …
…on strike!!!!

4
Lomba Guru Model Bahasa Inggris 2008

Sebagaimana kita ketahui bahwa proses pembelajaran merupakan fenomena yang


kompleks melibatkan banyak komponen dan kompetensi, termasuk kata, pikiran dan tindakan
kita. Melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan (PAIKEM)
dalam mengajarkan Grammar atau tata bahasa mengunakan teknik grammar chant
diharapkan dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar bahasa Inggris. Karena alunan
musik atau irama yang digunakan dalam proses belajar mengajar bahasa inggris mempunyai
berbagai macam keunggulan:

1. Irama memberikan rangsangan terhadap jalinan antara neuron.


2. Irama merangsang pikiran.
3. Irama memperbaiki konsentrasi dan ingatan .
4. Irama membuat siswa lebih pintar.
5. Irama meningkatkat aspek kognitif.
6. Irama meningkatkan kecerdasan emosional.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah Apakah kemampuan bahasa Inggris siswa dapat ditingkatkan melalui teknik
grammar chant?

C. PEMECAHAN MASALAH

Dalam mencapai hasil belajar yang optimal, proses belajar dan mengajar yang
ditunjukan oleh perilaku guru dan perilaku siswa yang dinamis, aktif, inovatif merupakan inti
dari pembelajaran. Perilaku guru, seperti kejelasan mengajar, pengunaan strategi-metode-
teknik mengajar yang variatif dan mengunakan media belajar yang variatif mulai dari abstrak

5
Lomba Guru Model Bahasa Inggris 2008

hingga konkret merupakan faktor penting untuk mengajarkan grammar atau tata bahasa
Inggris yang selama ini dianggap hal sulit dan menjemukan.

Mengajar bahasa Inggris mengunakan teknik grammar chant merupakan salah satu
tehnik untuk mengajarkan grammar atau tata bahsa Inggris yang menyenangkan dan efektif
karena siswa ketika belajar dapat sambil diajak bermain sehinnga siswa merasa rileks,
gembira dan tidak menyadari bahwa mereka sedang belajar dan mempunyai kesempatan
mempraktekan bahasa yang telah mereka pelajari secara otomatis.

D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

1. Tujuan Penelitian

a. Meningkatkan komitmen guru agar dapat mencurahkan waktu dan


tenaga untuk mengembangkan sikap profesionalismenya.
b. Meningkatkan kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah
dalam pembelajaran bahasa Inggris agar menjadi pembelajaran yang PAIKEM.
c. Memotivasi guru dalam meningkatkan kinerjanya lebih optimal.

2. Manfaat Penelitian

a. Sekolah, mengefektifkan pengeloaan pembelajaran bahasa Inggris yang


berdampak pada peningkatan mutu sekolah bertaraf internasional.
b. Guru bahasa Inggris, meningkatkan wawasan professional guru
sehingga termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya dalam PBM.
c. Siswa, mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa dalam mata
pelajaran bahasa Inggris secara optimal sehingga dapat meningkatkan hasil
belajarnya dan dapat pula sebagai life skill siswa di masa depan.

6
Lomba Guru Model Bahasa Inggris 2008

DAFTAR PUSTAKA

Diknas. 2004. Landasan Filosofis Teoretis Pendidikan Bahasa Inggris. Jakarta:

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan


Pertama.

Diknas. 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris Sekolah

Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Departemen Pendidikan


Nasional.

Diknas. 2003. Pedoman Teknis Pelaksanaan Classroom Action Research. (CAR).

Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan


Lanjutan Pertama.

De Porter, Bobbi at all, 1999. Quantum Teaching. Terjemahan Anry Nilandari. Bandung:
Kaifa.

Gerot, Linda dan Wignel, Peter. 1995. Making Sense of Funtional Grammar. Sidney: Gerd
Stabler Antipodean Educational Enterprises (AEE).

Pelangi, Buletin. 2001. Pedoman Teknis Pelaksanaan Classroom Action Research (CAR).
Jakarta: Proyek Perluasan dan Peningkatan Mutu SLTP, Direktorat Sekolah Lanjutan
Tingkat Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen
Pendidikan Nasional.

Arsyad, Azhar. (2005). Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo

Hargett,G(1998), Assessment in ESL and Bilingual Education. Portland. OR: Northwest


Regional Education Laboratory. Comprehensive Center. Region X.

7
Lomba Guru Model Bahasa Inggris 2008

Graham,C. 1978. Jazz Chants, Rhythm of American English for Students of English as a
Second Language. New York: Oxford University Press.

Walker Books.1996.The Walker Treasury of First Rhymes. London: Walker Books Ltd.

Ur, Penny and Wright, Andrew .1992. Five-minute activities: a resource book of short
activities.Great Britain: Cambridge University Press.

Doff,Adrian. 1983. Meanings into Words. Great Britain: Cambridge University Press.

http://www.onestopenglish.com/

http://www.esl.about.com/