Anda di halaman 1dari 20

PALAPA-RING

...towards Indonesia-connected

Menteri Komunikasi dan Informatika

Jakarta, 22 November 2007


Membangun Masyarakat Berbasis Informasi:
Information Accessability Sebagai kata Kunci

 Information Infrastructure Availability:


Palapa Ring sebagai Jalan Tol Informasi
Penyambungan ke Seluruh Desa melalui
proyek USO ( Universal Service Obligation)
sebagai Jalan Arteri
Integrasi Existing Infrastructure

2
Membangun Masyarakat Berbasis Informasi:
Information Accessability Sebagai kata Kunci

 Information Affordability:
Penambahan Sambungan Langsung
Internasional (SLI)
Kebijakan Tarif
Menumbuhkan Iklim Kompetisi Yang Sehat
Resource Sharing

3
Membangun Masyarakat Berbasis Informasi:
Information Accessability Sebagai kata Kunci

 Socio e-Readiness
Desakralisasi
ICT
Penumbuhan kesadaran akan pentingnya
informasi
Gerakan peningkatan e-literacy, terutama
melalui sekolah

4
Proyek Palapa Ring
 adalah proyek pembangunan jaringan backbone serat

optik nasional, berkualitas handal dan berkapasitas besar yang akan


menjangkau 33 propinsi dan 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia
 Akan menjadi tumpuan semua penyelenggara telekomunikasi dan
pengguna jasa telekomunikasi
 Akan terintegrasi dengan jaringan yang telah ada milik penyelenggara
telekomunikasi
 Pada tahap awal, dilakukan pembangunan jaringan oleh konsorsium
nasional untuk wilayah Indonesia Bagian Timur yang meliputi ring Nusa
Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.
 Perkiraan nilai proyek adalah USD 255.1 mio atau Rp. 2.346 T.

5
Manfaat Proyek

 Ketersediaan layanan telekomunikasi dari voice hingga


broadband sampai seluruh kota/kabupaten
 Akan terjadi efisiensi investasi yang akan mendorong tarif
layanan telekomunikasi semakin murah.
 Terjadi percepatan pembangunan dalam sektor
telekomunikasi khususnya di Indonesia Bagian Timur, dan
akan mendorong bertumbuhnya varian penyelenggaraan jasa
telekomunikasi dan aplikasinya.
 Keberadaan aplikasi seperti e-education, e-health, e-govt dan
aplikasi lainnya, dapat diimplementasikan hingga mencapai
kota/kabupaten
 Percepatan pengembangan potensi ekonomi di wilayah.
6
Infrastruktur Existing
to Asia Pacific
to India

Sabang to Thailand

Banda Aceh
Kalimantan Sulawesi
Meulabohо
Tapaktuan о Medan Tarakan
о Tobelo
о Singkawang о
Toli-toli
Sibolga о ManadTernate o
Gorontal
Batam о o о o
o о Manokwa
Padang о о
о Samarinda Parigi ri
Natal Pontianak о Palu Biak
о о Balikpapan о Sarmi
о о Sorong o
Bengkulu Palembang
о о Palopo
oo Jayapura
о о o Fakfak
Belitung o Kendari
о Sampit o
Banjarmasin о Timik
Jakarta Ambo
Makassar Kolaka a
Cirebon Bulukumb n
Kalianda о Semarang oo o
о Surabaya a o
о
о о Rab End Maumer
o oo
a e e oo
оо о о о о
о о Saumlaki Merauke
Kalabahi
Sumatera Ketapang
Mataram o
Waingap о Atambua
u Kupan

Jawa Sumbawa
g
Maluku - Papua
Nusa Tenggara
to Perth, Australia 7
Peran Pemerintah
 Sebagai fasilitator pembentukan konsorsium
 Menjamin competition safeguard dalam model bisnis konsorsium
 Menjadi fasilitator jika terjadi deadlock
 Menjadi fasilitator dengan instansi lain/Pemda
 Menjamin keberlangsungan proyek Palapa Ring, dimulai dari Indonesia
Bagian Timur
 Menjamin interkoneksi antara Ring “Timur” dan “Barat” (existing)
 Seiring dengan pembangunan di “Timur”, memetakan ulang jaringan di
“Barat”, sehingga lebih terstruktur (desain ring)
 Menyiapkan konsep jaringan “extension ke Kabupaten”, sehingga Palapa
Ring dapat menjangkau ke seluruh kota/kabupaten
 Mengintegrasikan dengan program USO (di tingkat akses) dan Palapa
Ring (di tingkat backbone)
8
Konfigurasi Jaringan Palapa Ring Timur

9
Palapa-Ring (Timur)
Spesifikasi Teknis
 Panjang jaringan 11.202 km
 Sub marine cable 9.345 km
 Land cable 1.857 km
 Jumlah Landing point : 32
 Kota/Kabupaten yang dilalui : 30
Untuk menjangkau wilayah lainnya, pada tahap selanjutnya
direncanakan dibangun extension network hingga ke seluruh
kabupaten/kota.
 Kapasitas 100 GB, upgradable ke 160 GB
 Konsep ring, 2 pair (repeatered) dan 12 pair (unrepeatered)
 kehandalan jaringan
10
Wilayah yang terlalui...

1. Kab. Jayapura 11. Kab. Sumbawa 21. Kab. Mimika


2. Kab. Sarmi 12. Kab. Bima 22. Kab. Merauke
3. Kab. Biak Numfor 13. Kab. Sumba Timur 23. Kota Kendari
4. Kab. Manokwari 14. Kab. Ende 24. Kota Mataram
5. Kab. Sorong 15. Kab. Kupang 25. Kota Ambon
6. Kab. Halmahera Tengah 16. Kab. Sikka 26. Kota Ternate
7. Kab. Gorontalo 17. Kab. Bone 27. Kota Bitung
8. Kab. Parigi 18. Kab. Kolaka 28. Kota Manado
9. Kab. Poso 19. Kab. Fakfak 29. Kota Palu
10. Kab. Bulukumba 20. Kab. Sorong Selatan 30. Kota Makassar

11
Integrasi Existing & Palapa Ring (Timur)
to Asia Pacific
to India

Sabang to Thailand
Kalimantan Sulawesi
Banda Aceh = New Network
Meulabohо
Tapaktuan о Medan Tarakan = Existing Network
Tobelo
о о
Singkawang о = Landing Point
Toli-toli
Sibolga о ManadTernate o
Gorontal
Batam о o о o
o о Manokwa
Padang о о
о Samarinda Parigi ri
Natal Pontianak о Palu Biak
о о Balikpapan о Sarmi
о о Sorong o
Bengkulu Palembang
о о Palopo
oo Jayapura
о о o Fakfak
Belitung o Kendari
о Sampit o
Banjarmasin о Timik
Jakarta Ambo
Makassar о Kolaka a
Cirebon Bulukumb n
Kalianda о Semarang oo o
о Surabaya a o
о
о о Rab End Maumer
o oo
a e e oo
оо о о о о
о о Saumlaki Merauke
Kalabahi
Sumatera Ketapang Matara
m
o
Waingap о Atambua
u Kupan

Jawa Sumbawa
g
Maluku - Papua
Nusa Tenggara
to Perth, Australia 12
Anggota Konsorsium Palapa Ring
 6 Anggota konsorsium terdiri dari

 PT. Bakrie Telecom, Tbk


 PT. Excelcomindo Pratama, Tbk
 PT. Indosat, Tbk
 PT. Infokom Elektrindo
 PT. Powertek Utama Internusa
 PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk

 Penandatanganan Perjanjian Konsorsium di Surabaya, 10 November


2007
 Pendanaan proyek berasal dari investasi masing-masing anggota,
dengan skema bisnis yang ditentukan oleh konsorsium.

13
Milestone Proyek
 MoU Konsorsium : 25 Mei 2007
 Kick-off Komite Konsosrsium : 14 Juni 2007
 Rencana kapasitas (trafik) : 27 Juli 2007
 Rencana skema bisnis : 16 Agustus 2007
 Rencana konfigurasi, rute, lokasi terminal : 31 Agustus 2007
 Perjanjian Konsorsium Palapa Ring : 10 Nopember 2007
 Dokumen Pengadaan & Pelaksanaan Tender : Desember 2007
 Pemenang Tender / Kontrak Pengadaan : Jan/Februari 2008
 Pembangunan : Triwulan I 2008
 Ready for Service : Triwulan I 2009

14
Permohonan dari Konsorsium
 Fasilitas kepabeanan dan perpajakan untuk perangkat proyek Palapa
Ring berupa pembebasan bea masuk dan pajak-pajak (PPN, PPn BM,
PPh) dalam rangka impor
 Fasilitas pemberian izin penyelenggaraan bagi anggota konsorsium
yang belum memiliki izin penyelenggaraan
 jaringan tetap tertutup,
 jasa interkoneksi internet,
 jasa akses internet,
 jasa internet teleponi untuk keperluan publik, dan
 jasa komunikasi data
 Fasilitas perizinan dengan Pemda terkait

 Pemerintah perlu memberikan kebijakan yang bersifat stimulus untuk


pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Indonesia
Bagian Timur
15
USO AREA (11 Region) 2007 – 2008: 38,471 villages

Universal Service Obligation


(USO)
PROYEK USO: TAHAPAN PENYEDIAAN JASA
AKSES TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

TAHAPAN TAHUN

2007 2008 2009 2010 2011 2012

PERIODE 38,471
FISIK

PERIODE 18,000 38,471 38,471 38,471 38,471


LAYANAN
USO AREA (11 Region) 2007 – 2008: 38,471 villages
PROGRES PROSES TENDER KPU/USO
No TAHAPAN TANGGAL KETERANGAN
1 Pengumuman 21 Sept 2007 Peserta mendaftar 45 perusahaan

2. Pendaftaran 03-10-2007 Peserta yang memasukkan dokumen PQ sebanyak 27


Prakualifikasi perusahaan
3. Evaluasi Prakualifikasi 17 Nov 2007 Peserta yang lulus sebanyak 24 perusahaan

4 Proses administrasi dan 21 Nov 2007 Peserta yang memasukkan dokumen sebanyak 11
teknis perusahaan

5. Pengumuman 27 Nov 2007 Sesuai Jadual dalam Dokumen Tender


Administrasi dan Teknis

6. Pengumuman 28 Nov 2007 Sesuai Jadual dalam Dokumen Tender


Penawaran Harga

7. Penandatanganan 19 Des 2007 Sesuai Jadual dalam Dokumen Tender


Kontrak
TERIMA KASIH

www.depkominfo.go.id