Anda di halaman 1dari 13

Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662

Vol 10. , No.1, Januari 2007, hal 13-23

ANALISIS FENOMENA ELEKTROHIDRODINAMIK PADA


PERMUKAAN MINYAK SILIKON MENGGUNAKAN
PLASMA LUCUTAN PIJAR KORONA POSITIF

Sri Rahayu, Much Azam, Panji Triadyaksa, Muhamad Nur


Jurusan Fisika FMIPA UNDIP, Semarang

Abstract
The aim of this research is analysis electrohydrodynamic phenomenon deformation of oil silicon
surface by technology of positive corona glow discharge plasma which generated by plasma generator
system with point-to-plane electrodes geometry configuration. Variation of voltage and distance
between electrodes had been treated to surface of silicon oil. Electrohydrodynamic phenomenon
deformation in this research is caused by polarization and ion wind. Ionic wind would be happened if
applied voltage over the corona threshold that was 2.6 kV. Graph current of saturation corona
unipolar for variation voltage, being formed semi-parabolic equation while the variation of distance
between electrodes, being formed linear equation. The hole diameter at variation voltage was
influenced by electrics field intensity and momen dipole strength. The hole diameter at variation of
distance between electrode was influenced by parabolic angle of electrics line field. The oil velocity
for back to initial position is different. Velocity would be go down if the voltage progressively go up
and velocity would be go up if the distance between electrode progressively go up.

Intisari
Telah dilakukan analisis fenomena Elektrohidrodinamik dengan menggunakan plasma lucutan pijar
korona positif yang dibangkitkan oleh sistem pembangkit plasma berkonfigurasi elektroda titik–
bidang pada minyak silikon. Perlakuan yang diberikan pada permukaan minyak silikon dilakukan
dengan membuat variasi tegangan dan jarak antar elektroda. Fenomena EHD disebabkan karena
adanya polarisasi dan angin ion. Angin ion terjadi apabila tegangan ambang korona telah dicapai
yaitu setelah tegangan awal dinaikkan menjadi 2.6 kV. Grafik arus saturasi unipolar korona dari
variasi tegangan menghasilkan persamaan setengah parabola sedangkan dari variasi jarak antar
elektroda menghasilkan persamaan linier. Pada variasi tegangan, perubahan diameter lubang
disebabkan oleh kuat medan listrik dan kuat momen dipol induksi sedangkan pada variasi jarak antar
elektroda, perubahan diameter lubang disebabkan oleh perubahan sudut parabola dari garis-garis
medan. Pada saat medan diputus, untuk tegangan yang semakin besar, kecepatan menutupnya lubang
akan semakin lambat sedangkan untuk jarak antar elektroda yang semakin tinggi, kecepatan menutup
lubang semakin cepat.

PENDAHULUAN diantara elektroda tersebut ikut bergerak.


Elektrohidrodinamik Sebelum diaplikasikan ke dunia industri,
Elektrohidrodinamik (EHD) dengan peneliti pertama Stuetzen pada tahun
menggunakan lucutan gas merupakan 1959 melakukan teori dan eksperimen
bidang yang telah menarik perhatian banyak yang menjelaskan konduksi ion pada
peneliti. Bidang EHD dapat diaplikasikan kutub tunggal (unipolar) sehingga
untuk pembuatan pompa dan kipas tanpa menghasilkan tekanan. Tekanan tersebut
memerlukan penggerak apapun seperti berasal dari angin ion yang timbul pada
pendorong, hembusan atau klep namun kutub tunggal. Pickard (1963) melakukan
pergerakan tersebut disebabkan karena peninjauan pada pompa dengan
adanya pergerakan muatan listrik dari menggunakan prinsip pergerakan ion
elektroda yang mengikuti arah medan listrik yang dilakukan secara teoritis dan
yang terbentuk sehingga fluida yang ada eksperimental [1].

13
Sri Rahayu dkk Analisis Fenomena Elektrohidrodinamik…

Penelitian yang mendukung teori Plasma


EHD dengan menggunakan lucutan gas Konsep tentang plasma pertama
dilakukan oleh beberapa peneliti antara lain, kali dikemukakan oleh Langmuir dan
Lee dkk (1996) melakukan eksperimen pada Tonks pada tahun 1928. Mereka
beberapa polimer cair yang dipengaruhi oleh mendefinisikan plasma sebagai gas yang
plasma lucutan pijar korona dengan terionisasi dalam lucutan listrik [5].
geometri elektroda berkonfigurasi titik Lucutan pijar korona merupakan
bidang [2]. Ohyama tahun 2003 melakukan suatu fenomena kelistrikan yang terjadi
eksperimental pokok dengan membuat pada medium gas karena pengaruh medan
visualisasi aliran dari suatu cairan (liquid) listrik yang cukup tinggi. Plasma lucutan
yang dipengaruhi oleh lucutan pijar korona pijar korona dapat dihasilkan dengan
dengan geometri elektroda berkonfigurasi menggunakan sepasang elektroda titik-
titik bidang. Kawamoto dan Umezu (2005) bidang yang diberi tegangan tinggi
juga melakukan eksperimen tentang (dalam orde kV).
fenomena EHD pada air menggunakan Lucutan korona dibangkitkan
plasma lucutan pijar korona dengan menggunakan pasangan elektroda tak
geometri elektroda berkonfigurasi titik simetris yang akan membangkitkan
bidang [1]. Berdasar pada penelitian yang lucutan di dalam daerah dengan medan
telah dilakukan oleh beberapa peneliti, listrik tinggi di sekitar elektroda yang
penelitian dengan sistem pembangkit plasma memiliki bentuk geometri lebih runcing
yang sama dilakukan dengan menggunakan dibanding elektroda lainnya [6].
minyak silikon. Penelitian ini difokuskan Elektroda dimana disekitarnya terjadi
pada penyebab terjadinya pergerakan proses ionisasi disebut elektroda aktif [7].
minyak silikon dan pengaruh pemutusan
medan terhadap minyak silikon, sehingga
penelitian yang dilakukan dapat bermanfaat
serta mampu melengkapi kajian dan analisis
fenomena EHD dengan menggunakan
sistem pembangkit plasma lucutan pijar
korona (positif).

DASAR TEORI
Elektrohidrodinamik
Elektrohidrodinamik biasa disingkat
dengan EHD merupakan studi fenomena
medan listrik dan hubungannya terhadap Gambar 1. Proses pembangkitan plasma lucutan
media dielektrik, sehingga terbentuk dipol pijar korona pada ruang antar elektroda [8].
listrik, dan medium yang mengandung
muatan listrik ini bergerak seperti gerak Pada gambar 2.8 ditunjukkkan
fluida[3]. Elektrohidrodinamik berhubungan daerah dalam lucutan pijar korona antara
dengan gerakan fluida yang dipengaruhi dua elektroda dengan konfigurasi
oleh medan listrik. Dasar fisis dari geometri hyperboloid-bidang yang
Elektrohidrodinamik yaitu adanya merupakan pendekatan terhadap geometri
perubahan bentuk atau deformasi dari suatu titik-bidang
permukaan cairan (liquid surface) yang
dipengaruhi oleh medan listrik [4]

14
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol 10. , No.1, Januari 2007, hal 13-23
Bidang (plane) (-) udara yang berada diantara pada ruang
antara dua elektroda tersebut, sehingga
partikel-partikel udara mengalami proses
Garis alir ion
Tegangan, V ionisasi.
Jarak, d
dan medan Ionisasi
Ionisasi didefinisikan sebagai
Daerah ionisasi proses terlepasnya elektron suatu atom
Daerah aliran muatan
atau molekul dari ikatannya. Energi yang
dibutuhkan untuk melepas satu atau lebih
elektron dari orbitnya pada sebuah atom
Titik (point) (+)
atau molekul dapat didefinisikan sebagai
energi ionisasi Ei. Besarnya energi
ionisasi dinyatakan dalam satuan
Gambar 2. Ilustrasi daerah antara dua elektroda pada elektron-volt (eV) (Krane,1992).
lucutan korona titik bidang [9] Dalam keadaan stabil ionisasi
dapat terjadi apabila energi elektron yang
Menurut Sigmond (1982), ion-ion yang menumbuk lebih besar atau sama dengan
mengalir melalui daerah aliran muatan (drift energi ionisasi atom atau molekul
region) akan menghasilkan arus yang tertumbuk, dapat ditulis dalam persamaan
dinamakan arus saturasi unipolar korona. [11]
Persamaan arus saturasi unipolar korona
titik-bidang 1
2 µε 0V 2 me ve2 ≥ eV i (3)
Is ≈ (1) 2
h
(2.20) (2
dengan Is menyatakan arus saturasi unipolar dengan me menyatakan massa elekton,
korona, V menyatakan tegangan korona, µ ve menyatakan kecepatan electron, e
menyatakan mobilitas ion unipolar, ε0
menyatakan muatan elektron, V i
menyatakan permitivitas ruang hampa, h
menyatakan potensial ionisasi atom atau
menyatakan jarak antar elektroda.
molekul
Distribusi medan listrik yang
Dipol Listrik
dihasilkan memiliki bentuk [10]
Dipol listrik dapat diartikan
2V
E= (2) sebagai sistem dua titik muatan yang
x2 2h sama banyaknya tetapi berlawanan
(r + 2 x − ) ln(1 + )
h r tandanya, yang satu positif dan yang
satunya lagi negatif.
dengan V, x, r dan h masing-masing Molekul Nonpolar
menyatakan beda tegangan, jarak dari ujung Pada molekul nonpolar adanya
elektroda titik, jejari ujung elektroda titik medan listrik luar, pusat muatan positif
dan jarak antara kedua elektroda. tidak berimpit dengan pusat muatan
Bila suatu tegangan korona negatifnya. Medan listrik melakukan
diterapkan pada pasangan elektroda jarum- suatu gaya pada inti yang bermuatan
bidang untuk menghasilkan korona positif, positif yang arahnya searah medan dan
elektron-elektron pada elektroda bidang gaya pada awan elektron yang bermuatan
akan mengalir menuju elektroda titik negatif pada arah yang berlawanan.
melewati ruang di antara kedua elektroda Muatan positif dan negatif akan terpisah
tersebut. Pada lintasannya, elektron-elektron sehingga gaya tarik menarik muatan akan
tersebut akan menumbuk partikel-partikel mengimbangi gaya luar pada masing-

15
Sri Rahayu dkk Analisis Fenomena Elektrohidrodinamik…

masing muatan akibat medan listrik luar. Elektroda titik Molekul


Ilustrasi molekul nonpolar dipengaruhi oleh Ion
medan listrik luar dapat dilihat pada gambar Elektron
di bawah ini. Distribusi muatan seperti pada
gambar 3 dibawah ini berperilaku sebagai
suatu dipol listrik. Angin Ion

Permukaan Cairan
Gambar 3. Diagram skematis dari distribusi suatu
atom atau molekul nonpolar. (a) jika medan listrik Gambar 5. Angin ion yang mendorong
luar tidak ada (b) Dipengaruhi medan listrik luar [12] permukaan liquid [1]

Momen dipol suatu atom atau Jika tegangan yang diberikan di


molekul nonpolar di dalam medan listrik antara dua elektroda melampaui tegangan
luar disebut momen dipol induksi. Momen ambang korona. Gaya total yang sangat
dipol ini mempunyai arah sama dengan arah besar terjadi pada elektroda titik dan akan
medan listrik. Bila medan listriknya tidak terjadi gaya tolak yang sangat besar pada
homogen, akan ada gaya total yang bekerja permukaan cairan yang disebabkan gaya
pada dipol tersebut. Gambar 4 reaksi oleh angin ion [14].
memperlihatkan suatu molekul nonpolar Minyak Silikon
yang berada didalam medan listrik. Minyak silikon (Silikone atau
"polysiloxan") adalah polimer inorganik
yang terdiri dari tulang belakang silikon-
oksigen (...-Si-O-Si-O-Si-O-...). Beberapa
"side group" organik dapat digunakan
untuk menghubungkan dua atau lebih
tulang belakang -Si-O- ini.Minyak silikon
merupakan salah satu contoh dari minyak
Gambar 4. Molekul nonpolar didalam medan listrik sintetis dan termasuk jenis polimer, nama
tidak homogen dari satu muatan titik positif [12]
kimia dari minyak silikon yaitu
Bahan yang molekul-molekulnya Polydimethylsiloxanes[15]. Struktur
mudah terpolarisasi menjadi dipol-dipol molekul minyak silikon dapat dilihat
listrik demikian dinamakan dielektrikum. pada gambar 6 di bawah ini
Kuat Medan Listrik Sebanding dengan kuat
momen induksi p sesuai dengan persamaan
[13]
p = ε 0 χE (4)

Angin Ion
Angin ion didefinisikan sebagai
suatu arus (stream) yang datang dari fluida
terionisasi yang dihasilkan oleh medan Gambar 6. Struktur molekul minyak silikon yang
listrik tinggi yang arahnya mengikuti arah merupakan isolator (dielektrik) karena tidak
garis medan. Ilustrasi adanya angin ion pada memiliki elektron bebas [16].
EHD diberikan pada gambar 5.

16
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol 10. , No.1, Januari 2007, hal 13-23
METODE PENELITIAN berupa satu buah jarum yang terbuat dari
Diagram Alat bahan stainless steel dengan ujung
3 runcing berdiameter 0,36 mm yang
(-) 6 diletakkan ditengah bidang pada jarak
(+) tertentu terhadap elektroda bidang.
7 Elektroda bidang berupa plat logam dari
ground (+) (-) bahan tembaga dengan ukuran diameter
1 50 cm dan tinggi pinggiran plat 2 cm.
Posisi kedua elektroda tersebut dijaga
Elektroda Bidang
5 agar selalu tegak lurus. Dalam penelitian
4 Multi
ini elektroda titik berperan sebagai anoda
meter
2 dan elektroda bidang sebagai katoda.
Prosedur penelitian ini dimulai dengan
mempersiapkan sistem pembangkit
Gambar 7. Sistem pembangkit plasma berkonfigurasi plasma lucutan pijar korona dengan
elektroda titik-bidang (1)Tegangan tinggi DC (0 kV- geometri elektroda berkonfigurasi titik-
10 kV), (2) Multimeter, (3) Osiloskop, (4) Elektroda
Bidang, (5) Elektroda Titik, (6) Saklar, (7) Probe
bidang. Setelah sistem pembangkit ini
tegangan tinggi disiapkan maka pada elektroda bidang di-
berikan lapisan minyak silikon dengan
Prosedur Penelitian volume 100 ml dan diganti setiap 3 kali
pengambilan data. Setelah sistem
Persiapan reaktor pembangkit plasma
pembangkit plasma dan minyak
disiapkan maka penyedia tegangan tinggi
Persiapan minyak silikon
dihidupkan kemudian dilakukan
pengamatan fisis fenomena EHD dan
Variasi
teganganan
Variasi jarak
antar elektroda
pengambilan data berupa arus saturasi
unipolar korona dan diameter lubang
yang berasal dari dua perlakuan yaitu
Pengamatan fenomena fisis EHD, variasi tegangan dimulai dari 2,4-5,8 kV
pengukuran arus saturasi unipolar korona
dan pengukuran diameter lubang yang dengan skala variasi 0,2 kV dan variasi
terbentuk ditengah permukaan minyak Diulangi setiap
kenaikan tegangan
jarak antar elektroda mulai dari 1-4 cm
Pemutusan medan listrik
dan jarak antar dengan skala variasi 0,2 cm. Setelah arus
elektroda
saturasi unipolar korona dan diameter
Pengukuran waktu menutupnya lubang diketahui kemudian dilakukan
lubang
pemutusan medan listrik dengan
Pengolahan data menggeser saklar ke posisi off sehingga
diperoleh waktu menutupnya lubang.
Analisa Hasil Langkah kerja pada penelitian dapat
dilihat pada gambar 8.
Kesimpulan

HASIL DAN PEMBAHASAN


Gambar 8. Skema prosedur penelitian Analisa Terjadinya Fenomena
Elektrohidrodinamik
Deskripsi Pengamatan dan Pengambilan Proses yang dialami permukaan
data minyak silikon setelah dikenai medan
Sistem pembangkit plasma yang listrik dengan intensitas tinggi diawali
digunakan berkonfigurasi elektroda titik– dengan terjadinya polarisasi pada
bidang (point-to-plane geometry) seperti permukaan minyak silikon seperti yang
tampak pada gambar 7. Elektroda titik ditunjukkan pada gambar 9 (a). Polarisasi

17
Sri Rahayu dkk Analisis Fenomena Elektrohidrodinamik…

yang terjadi pada permukaan minyak silikon Pengaruh Angin Ion Pada Minyak
menyebabkan permukaan minyak yang Silikon yang Terpolarisasi
berada pada zona medan listrik tinggi Gumpalan-gumpalan minyak
berubah menjadi gumpalan-gumpalan yang bermuatan bergerak menjauhi pusat
minyak. Pada penelitian ini kuat medan lubang sampai seluruh gumpalan minyak
yang mampu menyebabkan minyak silikon terpinggir ke tepi lubang.
terpolarisasi dihasilkan oleh tegangan 2,4 Pergerakan gumpalan-gumpalan minyak
kV dan jarak antar elektroda 1 cm. dapat dilihat pada gambar 10.
Selanjutnya tegangan dinaikkan
sehingga gumpalan-gumpalan minyak
silikon bergerak menjauhi pusat lubang.
Pergerakan gumpalan-gumpalan minyak
silikon disebabkan oleh angin ion yang
mendorong gumpalan-gumpalan minyak
sehingga terbentuk lubang pada zona medan
listrik tinggi seperti yang terlihat pada
gambar 9(b). Pada penelitian ini tegangan Gambar 10. Pergerakan gumpalan-gumpalan
yang mampu menghasilkan kuat medan minyak silikon ke tepi lubang
tertentu sehingga menghasilkan plasma
lucutan pijar korona yaitu sebesar 2,6 kV Pergerakan yang terlihat pada
pada jarak antar elektroda 1 cm. Jarak gambar 10 disebabkan karena adanya
tersebut merupakan jarak antar elektroda gaya tolak dari angin ion. Kuat medan
terendah pada penelitian ini. pada elektroda titik lebih besar daripada
Intensitas kuat medan akan melemah kuat medan pada elektroda bidang
jika semakin menjauh dari pusat lubang. menyebabkan gas pada udara di sekitar
Kuat medan yang besar menyebabkan kuat elektroda titik terionisai. Potensial positif
momen dipol semakin besar sesuai dengan yang diberikan pada elektroda titik
persamaan(4) yang menjelaskan bahwa E ∝ menyebabkan muatan-muatan negatif
p. seperti ion negatif dan elektron tertarik
menuju elektroda titik dan menolak
Dipol-dipol minyak silikon muatan-muatan positif seperti ion positif.
melakukan interaksi dengan kedua Tertolaknya ion positif dari elektroda titik
elektroda. Muatan positif dipol akan tertarik yang memiliki potensial positif
oleh elektroda bidang dan arahnya menciptakan suatu gejala elektris berupa
mengikuti arah garis medan, sedangkan “angin” yang berasal dari elektroda titik
muatan negatif dipol tertarik ke arah tersebut. Pada penelitian ini angin ion
elektroda titik dan arahnya berlawanan akan muncul jika tegangan yang
dengan arah garis medan. diberikan melebihi tegangan ambang
korona.
Karakterisasi Arus Saturasi Unipolar
Korona dari Variasi Tegangan
Proses ionisasi yang terjadi
diantara elektroda titik dan bidang
berpotensi besar menghasilkan ion
(a) (b) positif. Ion–ion ini akan mengalir atau
Gambar 9. Fenomena Elektohidrodinamik (a) bergerak menuju katoda (elektroda pasif)
Pembentukan dipol listrik (b) Terbentuk lubang melalui daerah aliran (drift region).
ditengah permukaan minyak silikon Aliran ion–ion ini akan menimbulkan

18
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol 10. , No.1, Januari 2007, hal 13-23
arus ion yang disebut arus saturasi unipolar Karakterisasi Arus Saturasi Unipolar
korona. Korona dari Variasi Jarak Antar
Grafik sebagai fungsi arus saturasi Elektroda
unipolar korona dari variasi tegangan pada Arus saturasi unipolar korona
peristiwa elektrohidrodinamik ditunjukkan juga dipengaruhi oleh jarak antar
pada gambar 11 elektroda. Sesuai dengan persamaan (1)
yang menyatakan bahwa jarak antar
18.0 elektroda berbanding terbalik dengan
Arus (mikroampere)

16.0
14.0
12.0
arus saturasi korona yang dihasilkan atau
10.0
8.0
6.0
h=1cm
h=1.5cm
sebanding dengan satu per jarak antar
h=2cm
4.0
2.0 elektroda. Karakterisasi jarak antar
0.0
2.0 2.5 3.0 3.5 4.0 4.5
Tegangan (kV)
5.0 5.5 6.0
elektroda terhadap arus saturasi unipolar
korona pada peristiwa
Gambar 11. Karakteristik V-I pada sistem elektrohidrodinamik dapat dilihat pada
pembangkit plasma dengan geometri elektroda gambar 12
berkonfigurasi titik-bidang
12.00

Dari grafik, arus bertambah sejalan 10.00

Arus (mikroampere)
8.00
dengan bertambahnya tegangan. 6.00

Pertambahan arus untuk ketiga variasi jarak 4.00

2.00
antar elektroda (h) adalah konstan dan 0.00
1
h 0.60
membentuk grafik setengah parabola. Grafik 0.00 0.20 0.40

(cm ) −1
0.80 1.00 1.20

yang dihasilkan sesuai dengan persamaan


Gambar 12. Karakteristik 1/h-I pada sistem
(1). Menurut persamaan (1) untuk jarak pembangkit plasma dengan geometri elektroda
antar elektroda (h) yang tetap, nilai I s berkonfigurasi titik-bidang pada V=3kV
sebanding dengan kuadrat nilai V ( I s ∝ V2)
Dari grafik di atas dapat dilihat
Tegangan awal yang terjadi pada bahwa arus akan naik jika besar 1/h
h=1cm yaitu 2,4 kV namun arus saturasi semakin tinggi. Kuat medan listrik akan
unipolar korona belum terbentuk. Arus pada semakin lemah jika jarak antar elektroda
tegangan 2,4 kV sangat kecil sehingga semakin jauh sehingga arus semakin
belum dapat terbaca oleh alat ukur. Begitu kecil. Gambar 12 merupakan grafik yang
juga pada h=1,5cm, tegangan awal linier sesuai dengan persamaan (1). Pada
terjadinya polarisasi sebesar 2,6 kV, pada
V yang tetap, nilai I s ∝ 1/h atau 1/jarak
h=2cm, tegangan awal terjadinya polarisasi
sebesar 3,2 kV. Setelah tegangan awal antar elektroda.
tersebut dinaikkan maka angin ion telah Pengaruh Tegangan Terhadap Lebar
terjadi dan menyebabkan gumpalan minyak Jari-jari Lubang
bermuatan bergerak ke tepi lubang. Plasma lucutan pijar korona akan
Tegangan pada kondisi gumpalan-gumpalan timbul setelah tegangan yang diberikan
minyak bergerak disebut tegangan ambang melebihi tegangan ambang korona, pada
korona karena produksi ion positif yang penelitian ini tegangan yang digunakan
menimbulkan gejala elektris berupa angin untuk membangkitkan plasma lucutan
ion telah terjadi. Setelah tegangan ambang pijar korona pada jarak antar elektroda
korona dilalui maka arus saturasi unipolar 1,5cm yaitu 2,8 kV. Pada tegangan 2,8
korona semakin naik dari arus pada kV ion positif yang berasal dari elektroda
tegangan awal. Tegangan ambang korona titik menuju elektroda bidang
pada h=1cm yaitu 2,6 kV, pada h=1,5cm menimbulkan gejala elektris berupa angin
yaitu 2,8 kV dan pada h=2cm yaitu 3,4 kV. ion yang menolak gumpalan-gumpalan
minyak sehingga terbentuk lubang pada
permukaan minyak silikon. Pergerakan

19
Sri Rahayu dkk Analisis Fenomena Elektrohidrodinamik…

gumpalan-gumpalan minyak yang Perubahan jarak antar elektroda terhadap


disebabkan oleh angin ion dapat dilihat pada jari-jari lubang dapat dilihat pada grafik
gambar 10. Pengaruh tegangan terhadap 14.
jari-jari lubang dapat dilihat pada gambar 13 1.40
1.20

jari-jari lubang (cm)


1.00
0.80
1.20
0.60
1.00
jari-jari lubang (cm)

0.40
0.80
0.20
0.60 0.00
0.80 1.30 1.80 2.30 2.80 3.30
0.40
jarak antar elektroda (cm)
0.20

0.00
2.50 3.00 3.50 4.00 4.50 5.00
Tegangan (kV)
Gambar 14. Pengaruh jarak antar elektroda (h)
terhadap perubahan jari-jari lubang (r) yang
Gambar 13. Pengaruh Tegangan terhadap perubahan terjadi pada permukaan minyak silikon pada
jari-jari lubang (r) yang terjadi pada permukaan V=3kV
minyak silikon pada h=1,5cm Dari gambar 14, semakin jauh
Pada gambar 13, jarak antar jarak antar elektroda titik dengan
elektroda dikondisikan tetap. Dari grafik, elektroda bidang maka lubang yang
besarnya tegangan sebanding dengan terbentuk juga semakin besar. Pada
perubahan lebar jari-jari lubang. Bila persamaan (1), kuat medan listrik
tegangan diperbesar maka jari-jari lubang berbanding terbalik terhadap jarak antar
yang terbentuk juga semakin lebar. elektroda. Jika jarak antar elektroda besar
Perubahan lebar lubang disebabkan oleh maka kuat medan listrik akan semakin
intensitas kuat medan listrik. Jika tegangan kecil. Dari Grafik ini telah diketahui
diperbesar maka medan listrik menjadi kuat bahwa lebar lubang tidak hanya
sesuai dengan persamaan (2) yaitu E ∝ V. . tergantung dari nilai kuat medan namun
Pada kondisi E yang semakin meningkat juga dipengaruhi oleh sudut parabola dari
Dipol yang terbentuk pada minyak silikon garis medan yang terbentuk. Untuk jarak
dalam zona medan tinggi juga semakin antar elektroda yang tetap dengan
banyak sesuai dengan persamaan (4) tegangan yang semakin naik, sudut
yaitu E ∝ p . Tingkat ionisasi gas di udara parabola garis medan tetap dan yang
mempengaruhi lebar lubang yaitu kuat
pada besar E yang semakin meningkat juga
medan listrik yang sebanding dengan
lebih cepat terjadi sehingga ionisasi atom
potensial yang diberikan. Untuk jarak
dan molekul gas pada udara semakin
antar elektroda yang semakin naik
banyak. Proses ionisasi tersebut
dengan tegangan yang tetap, sudut
menghasilkan elektron dengan energi
parabola dari garis medan akan semakin
kinetik yang tinggi. Hal ini sesuai dengan
besar namun kuat medan akan semakin
persamaan (3) yaitu jika energi elektron
kecil. Semakin besar sudut parabola dari
yang menumbuk lebih besar dari energi
garis medan maka lubang yang dihasilkan
ionisasi atom atau molekul tertumbuk,
juga semakin besar.
sehingga produksi angin ion lebih besar dan
Pengaruh Pemutusan Medan Pada
memberikan gaya tolak yang besar pada
Minyak Silikon di tinjau dari Lebar
gumpalan-gumpalan minyak silikon
Jari-jari Lubang
bermuatan. Angin ion bergerak searah
Medan yang dikenakan pada
dengan arah garis medan. Akhirnya
permukaan minyak silikon menyebabkan
terbentuklah lubang yang semakin melebar.
permukaan minyak silikon terpolarisasi.
Pengaruh Jarak Antar Elektroda
Jika medan diputus maka lubang akan
Terhadap Lebar Jari-jari Lubang
menutup dan kembali ke posisi semula
Jari-jari lubang akan berubah jika
(permukaan minyak menjadi datar). Dari
jarak antar kedua elektroda berubah.
eksperimen terdapat gejala yang berbeda

20
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol 10. , No.1, Januari 2007, hal 13-23
dari kecepatan menutupnya lubang antara Pada grafik 15 (a) semakin besar
variasi tegangan dengan variasi jarak antar tegangan yang diberikan menyebabkan
elektroda. Perbedaan tersebut di kuat medan semakin besar, bila kuat
interpretasikan melalui grafik hubungan medan semakin besar menyebabkan kuat
antara kecepatan menutupnya lubang (v) momen dipol induksi pada dipol-dipol
terhadap jari-jari lubang (r). Perbedaan minyak silikon juga semakin besar. Jika
kedua grafik dapat dilihat pada gambar 15. dilakukan pemutusan medan kecepatan
menutupnya lubang akan semakin
0.08
menurun karena gaya tarik-menarik antar
kecepatan menutupnya lubang

0.07
0.06
dipol masih ada dan berangsur-angsur
0.05
hilang.
(cm/s)

0.04
0.03
0.02
Pada grafik 15 (b) dengan
0.01
0.00
melakukan variasi jarak antar elektroda,
0.40 0.60 0.80
jari-jari lubang (cm)
1.00 1.20
semakin jauh jarak antar elektroda maka
jari-jari lubang semakin lebar, namun
(a) lebarnya jari-jari lubang disebabkan
0.024 karena sudut parabola dari garis medan
K e c e p a ta n m e n u tu p n y a lu b a n g

0.022

0.020
yang besar sedangkan kuat medan listrik
semakin kecil sehingga kuat momen
(c m /s )

0.018

0.016 dipol induksi dipol juga semakin kecil.


0.014

0.012
Oleh karena kuat momen dipol induksi
0.500 1.000 1.500
Jari-jari lubang (cm)
2.000 2.500
kecil maka terbentuknya dipol pada
permukaan minyak silikon juga sedikit
(b) sehingga jika medan diputus kecepatan
Gambar 15. Grafik kecepatan menutupnya lubang menutupnya lubang akan semakin cepat.
terhadap jari-jari lubang, (a) Variasi V dengan h= 1,5
cm (b) Variasi h dengan V= 3 kV
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil
Dari gambar 15 (a) terlihat bahwa
dari hasil penelitian ini adalah :
kecepatan menutupnya lubang akan semakin
1. Fenomena EHD pada cairan dielektrik
lambat untuk jari-jari lubang yang semakin
(minyak silikon) menggunakan sistem
lebar sedangkan pada gambar 15 (b)
pembangkit plasma lucutan pijar
kecepatan menutupnya lubang akan semakin
korona dengan geometri elektroda
cepat untuk jari-jari lubang yang juga
berupa titik-bidang disebabkan oleh
semakin lebar.
dua hal yakni:
Perbedaan kecepatan menutupnya
a. Polarisasi
lubang disebabkan adanya perbedaan kuat
b. Angin ion
momen dipol induksi. Semakin
2. Grafik karakterisasi arus saturasi
terpolarisasinya gumpalan minyak maka
unipolar korona dari variasi tegangan
dipol yang terbentuk semakin banyak. Jika
merupakan grafik setengah parabola
dipol semakin banyak maka nilai momen
dipol induksi pada dipol semakin besar. Bila ( I s ∝ V2). Pada h=1cm, h=1,5 dan
medan diputus maka momen dipol induksi h=2cm gumpalan minyak masing-
pada molekul minyak silikon lama- masing terjadi pada V=2,4kV,
kelamaan akan melemah. Pelemahan V=2,6kV dan V=3,2kV. Tegangan
momen dipol induksi tersebut terjadi seiring ambang korona pada h=1cm, h=1.5cm
dengan menutupnya lubang dan akhirnya dan h=2cm masing-masing terjadi
molekul minyak silikon menjadi netral pada tegangan 2,6 kV, 2,8 kV dan 3,4
kembali. kV.

21
Sri Rahayu dkk Analisis Fenomena Elektrohidrodinamik…

3. Grafik karakterisasi arus saturasi unipolar [4] Raizer, Y.P., 1991, “Gas Discharge
korona dari variasi jarak antar elektroda Physics”, Springer-Verlag, Berlin
1 [5] Veldhuizen, E.M. van, dan Rutgers,
merupakan grafik linier ( I s ∝ ). W.R., 2002, “Corona Discharges :
h
4. Perubahan lebar jari-jari lubang pada Fundamental and Diagnostics”,
tegangan yang semakin besar Journal Physics D: Appl. Phys., Vol
menyebabkan kuat medan semakin besar, 35, pp 2169-2175
kuat momen dipol induksi pada dipol- [6] Spyrout, N., Peruos, R., and Hield, B.,
dipol minyak silikon semakin besar 1994, “New Result on a Point–to-
sehingga jari-jari lubang semakin lebar Plane DC Plasma Reactor in Low-
sedangkan sudut parabola garis medan Pressure Dried Air”, Journal Phys. D:
tetap. Appl. Phys., Vol. 27, pp 2329-2339
5. Perubahan lebar jari-jari lubang pada [7] Tseng, C.H., 1999, “The application
jarak antar elektroda yang semakin tinggi of Pulsed Corona Discharge
menyebabkan sudut parabola garis medan Technology in Flue Gas
semakin besar sedangkan kuat medan Desulfurization and Denitrification”,
semakin lemah sehingga kuat momen The Air & Waste Management
dipol induksi pada dipol-dipol minyak association’s 92nd Annual Meeting &
silikon juga semakin lemah. Exhibition, St. Louis, Missouri, USA ,
6. Pengaruh pemutusan medan pada http: //.chaoheng.i-
molekul minyak silikon yang p.com/Awma99Poster.pdf
terpolarisasi, [8] Sigmond, R.S., 1982, “Simple
a. Jika tegangan semakin dinaikkan Approximation Treatment of Unipolar
maka kecepatan menutupnya lubang Space-charge-dominated Coronas :
akan semakin lambat. The Warburg Law and The Saturation
b. b. Jika jarak antar elektroda Current”, J. Appl. Phys., Vol 53(2),
dinaikkan maka kecepatan menutup pp 891-898
lubang akan semakin cepat. [9] Bamji, S. S., Bulinski, A. T., and
Prasad, K. M., 1993, “Electrical Field
DAFTAR PUSTAKA Calculation With The Boundary
[1] Kawamoto, H., and Umezu, S., Element Methode”, IEEE Transaction
“Electrohydrodynamic Deformation Of on Electrical Insulation Vol. 28 No. 3,
Water Surface in a Metal Pin to Water June, 420 – 424.
Plate Corona Discharge System”, J. [10] Valyi, L., 1977, “Atom and Ion
Appl. Phys., Vol. 38, pp 887-894 Source”, Central of Research Institute
[2] Lee, T.S., Phan, T., Fok, B., Malraison, for Physics of the Hungarian
B., and Atten, P., 1996, “Imploding and Academy of Science, John Willey and
Exploding Circular EHD Solitary Waves Sons, London
Propagating onto an Insulating Dielectric [11] Tippler, P. A., 2001, “Fisika untuk
Liquid Layer”, Proccedings Conference Sains dan Teknik”, Edisi Ketiga,
Record of the ICDL 12th International Erlangga, Jakarta.
Conference on Conduction and [12] Soedojo, P., 2004, “Fisika Dasar”,
Breakdown in Dielectric Liquids, Roma, Edisi Kedua, Andi Offset,
Itali Yogyakarta.
[3] Brown, J., 1997, “Electrohydrodynamic: [13] Anonim, 2006, “Ion-Wind”,
Supplement A”, Electrokinetic Inc, http://www.ap.stmarys.ca/demos/cont
Soteria, ent/e_and_m/
http://www.juniper@brown.soteria.com [14] ion_wind/ion_wind.html, 29 juni
2006, 06.42.

22
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol 10. , No.1, Januari 2007, hal 13-23
[15] Anonim, 2005, “Silikone”, [16] Vlack, L.H., 1992, “Ilmu dan
http://id.wikipedia.org/wiki/Silikone, 1 Teknologi Bahan: Ilmu Logam dan
juli 2006, 17.44 Bukan Logam”, Edisi ke lima,
Erlangga, Jakarta

23
Sri Rahayu dkk Analisis Fenomena Elektrohidrodinamik…

24
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol 10. , No.1, Januari 2007, hal 13-23

25