Anda di halaman 1dari 32

1

BAB I.PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


Kopi memegang peranan penting dalam perekomian nasional. Apabila
kitaperolehan komoditas kebun ini cukup menunjang perekonomian nasional Indonesia.
Kopi sebagai comoditas kebun telah menunjang perolehan devisa dan mampu
menyerang tenaga verja yang cukup banyak. Hal ini berarti membuka lapangan pekerjaan
bagi penduduk Indonesia (Nazarudin,1993).
Kopi Indonesia dewasa ini dihasilkan dari kebun rakyat, yakni sekitar 94%
produksi nasional. Selain itu kopi merupakan salah satu komoditas andalan Sub Sektor
Kebun karena peranannya yang cukup menonjol sebagai sumber pendapatan masyarakat,
kesempatan kerja dan perolehan devisa. Bagaimanapun pendapat orang tentang minum
kopi yang dikaitkan dengan masalah kesehatan, rasa dan aroma yang khas dari kopi
membuat banyak orang kecanduan. Masalah yang dihadapi kopi Indonesia saat ini di
pasaran Internasional adalah rendahnya mutu kopi yang umumnya dihasilkan oleh kebun
rakyat. Untuk itu perlu perbaikan dibidang produksi berupa masa pra panen maupun
pasca panen. Perlu lebih di tingkatkan penyuluhan dan bimbingan kepada petani
produsen dalam menggunakan bibit, perawatan tanaman, melakukan panen dalam waktu
yang tepat serta pengolahan hasil yang lebih baik sehingga menghasilkan kopi yang
bermutu tinggi.
Saat ini, kopi merupakan salah satu komoditas perdagangan terbesar di dunia
yang kedua setelah minyak. Perdagangan kopi. bernilai lebih dari $12 miliar dolar setiap
tahun, terutama antara negara-negara berkembang tempat di mana kopi. tersebut
diproduksi dan dengan negara-negara industri, tempat di mana kopi. tersebut
dikonsumsi. Harga terus berfluktuasi tajam. Sebagai komoditas pertanian, kopi.
mengalami variasi dalam pengadaannya yang disebabkan oleh adanya kondisi lingkungan
yang berubah. Sebagian besar hasil panen kopi di dunia diproduksi di Amerika bagian
selatan dan tengah, Asia serta Afrika.

Kopi merupakan minuman ke-2 yang dikonsumsi di seluruh dunia, setelah air.
Amerika Serikat adalah pengimpor terbesar kopi yang mengkonsumsi sebanyak satu per
2

enam kali hasil panen setiap tahunnya di dunia. Namun demikian, Finlandia merupakan
negara yang konsumsi per kapita paling tinggi, dengan rata-rata konsumsi per orang
sekitar 1400 cangkir setiap tahunnya(www.google.com/kopi_arabika)

Sekarang ini di seluruh dunia, dipenuhi dengan saat-saat menikmati kopi. kopi.
membuat kita terjaga, bahagia serta memberikan ketenangan. kopi. membuat kita
semangat dan siap untuk menghadapi segala pekerjaan. kopi. dapat menemani kita
istirahat, sehingga memberikan kesempatan untuk rileks dan merefleksikan diri, ataupun
dapat menemani kita berbagi cerita.

Kopi adalah salah satu produk kebun yang banyak dibudidyakan secara luas. Hal
tersebut dikarenakan kopi memiliki nilai ekonomis yang tinggi dibanting tanaman pangan
laiinya. Salah satu wilayah yang membudidayakan tanaman kopi adalah Kalisat/Jampit.
Jenis Kopi yang dibudidyakan adalah Jenis kopi Arabika.
Alasan mengapa kopi Arabica dikembangkan diwilayah Kalisat/Jampit karena
Kopi arabica memiliki syarat-syarat tumbuh supaya dapat memproduksi optimal. Syarat –
syarat tersebut antara lain, ketinggian tempat 700-1500 dpl, adanya batas iklim yang
tegas antara musim kering dan musim penghujan dengan curah hujan 1000-3000
mm/tahun dengan 3-5 musim kering, tumbuh dengan baik pada tekstur tanah geluh
pasiran dan kaya akan bahan organik, sifat kimia tanah umumnya menghendaki pH agak
masam yaitu 3,5-6,5.
Pengusahaan kopi diwilayah Kalisat/Jampit sudah dilakukan sejak Zaman
Belanda. Pengetahuan akan letak geografis, sejarah dan luas wialayah secara keseluruhan
pada kebun Kalisat/Jampit diperlukan guna memngetahui keberhasilan dalam budidaya
kopi Arabica diwilayah Kalisat/Jampit.

1.2.Tujuan Kuliah Magang Profesi:


Dunia kerja adalah dunia yang syarat dengan persaingan dan ketrampilan.
Realita yang terjadi pada saat ini membuktikan bahwa siapa yang tidak kuat bersaing
dalam dunia kerja maka akan tersingkir. Ibarat sepak bola maka yang kalah akan
terdegradasi. Degradasi dalam dunia kerja biasanya disebabkan oleh faktor eksternal
3

dan internal. Faktor internal diantaranya adalah kemampuan atau ketrampilan yang
tidak memadai untuk mengikuti arus perkembangan dunia kerja yang pesat,
ketidakdisiplinan dan ketidakjujuran diri akan mempengaruhi prestasi kita dalam
bekerja. Faktor eksternal antara lain adalah munculnya pesaing – pesaing baru yang
mempunyai kualitas dan kualifikasi di atas rata-rata sehingga dapat beradaptasi dalam
dunia kerja dengan mudah, perkembangan perekonomian negara yang secara tidak
langsung dapat mempengaruhi perkembangan dunia kerja.
Dalam mengantisipasi segala sesuatu yang telah dipaparkan di atas, maka
beberapa universitas diadakan Kuliah Kerja Magang (KKM). Kuliah kerja magang ini
biasanya dilaksanakan melalui prosedur kampus dan masuk ke dalam kurikulum
perkuliahan. Namun ada juga yang dilaksanakan mandiri di bawah naungan
universitas. Sebagai contoh adalah Universitas Jember yang membuka kedua program
tersebut.
Kegiatan dari Kuliah Kerja Magang (KKM) adalah mengikuti kerja magang di
instansi atau perusahaan tertentu. Dengan adanya kegiatan magang ini maka
diharapkan mahasiswa dapat mengetahui secara konkrit gambaran dunia kerja yang
sebenarnya. Kegiatan ini juga diharapkan untuk menambah pengalaman dan
ketrampilan bagi mahasiswa sebelum mereka banar-benar terjun dan bersaing di
dunia kerja. Dengan demikian, maka akan terbentuk secara dini etos kerja, keuletan
dan kejujuran dalam diri mahasiswa sebelum mereka benar-benar bekerja.

1.3. Metodologi :
Pelaksanaan Magang Profesi dilaksanakan sepenuhnya dilakukan pada perusahaan
PTP NUSANTARA XII (Persero) Desa Kalisat Jampit. Dengan metode sebagai berikut:

1. Praktek kerja, yaitu melakukan pekerjaan di kebun seuai dengan waktu yang
dijadwalkan.
2. Diskusi dengan pembimbing lapangan mengenai tekhnik-tekhnik budidaya kopi
3. Studi pustaka dengan mengkomparasikan antara teoristis dan praktis lapangan.
4

1.4. Waktu Pelaksanaan dan Tempat Magang


Lokasi pelaksanaan magang profesi dilaksanakan dari tanggal 15 September 2008
sampai dengan tanggal 9 Nopember 2008 yang bertempat di PTP NUSANTARA XII
(Persero) kebun kopi Desa Kalisat Jampit Kecamatan sempol Kabupaten Bondowoso.

Jadwal Kegiatan:
No. Jenis Kegiatan Waktu pelaksanaan Keterangan
September Oktober / Nopember
1 Pembuatan proposal x x
2 Pembimbingan x xxxxx
3 Orientasi Lokasi x
4 Bimbingan Magang x x
5 Jurnal kegiatan x x x x x x x
6 Melaksakan Magang x x x x x x x
8 Peakhiran magang x
9 Pengesahan magang
10 Konsultasi Laporan x
11 Pembuatan laporan x x
12 Ujian akhir laporan *

1.5 Rumusan Masalah:


1.Kendala yang ditemui di kebun?
2.Proses pembudidayaan kopi dan SDM?
3.Penanganan Hama Penyakit?
4.Pengelolaan pasca panen?

II .TINJAUAN PUSTAKA

BOTANI SYARAT TUMBUH TANAMAN KOPI


5

2.1 Klasifikasi Tanaman Kopi

Kopi termasuk genus yang merupakan genus terpenting dalam famili Rubiceae .
klasifikasi tanaman kopi adalah sebagai berikut:

Kingdom : Phyta
Devisio : Spermatophyta
Sub Devisio : Angiospermae
Kelas : Dikotiledone
Ordo : Rubiales
Familia : Rubiceae
Genus : Coffea
Species : Coffea arabica (Kopi Arabika)
Coffea canepora (Kopi Robusta)
Coffea liberica(Kopi Liberika)
2.2 Biologi Tanaman:
Secara umum tanaman kopi dapat dibedakan beberapa bagian yaitu akar,batang,
dan cabang, daun, tunas, serta bunga dan buah. Adapun perinciannya adalah sebagai
berikut.

2.2.1 Akar.
Tanaman kopi berakar tunggang, lurus ke bawah pendek dan kuat, dengan
panjang 45-50cm. Pada akar tunggang tersebut terdapat 4-8 akar samping ,yang masing-
masing akarnya memiliki panjang horizontal 0,5-1cm. Akar tersebut berada di kedalaman
30cm. ( PTPN XII, 1997 ).

2.2.2. Batang dan Cabang


Batang yang tumbuh dari biji disebut batang pokok dan beruas-ruas. Pada tiap
ruas terdapat sepasang daun yang behadapan, yang pada masing-masing ruasnya tumbuh
dua macam cabang yaitu:
6

a.Cabang autotroph, yaitu cabang yang tumbuh tegak lurus, apabila batang patah
dapat memperbaiki diri dengan sendirinya.
b.Cabang Plagiotroph yaitu cabang yang tumbuh menyamping. ( PTPN XII, 1997 ).
2.2.3. DAUN
Daun Kopi berbentuk bulat telur, ujungnya agak meruncing sampai bulat.
Daun tumbuh pada batang, cabang dan ranting yang tersusun secara
berpasangan. Pada batang yang tumbuh tegak lurus, susunan pasangan daun
berselang-seling pada ruas-ruas berikutnya. Daun yang tumbuh pada ranting
dan cabang yang mendatar,berpasangan daun terletak pada bidang yang sama.
Permukaan daun berbeda-beda, ada yang datar ada pula yang berbentuk
tulang. Daun dewasa berwarna hijau tua, sedangkan yang muda berwarna
hijau muda atau perunggu, dengan ukuran panjang 10-20cm, lebar1,5-7,5cm.
( PTPN XII, 1997 ).

2.2.4. TUNAS
Terdapat 2 macam tunas pada kopi yaitu tunas seri dan tunas legitim.
a..Tunas seri:
Tunas seri disebut juga tunas reproduksi. Pada setiap ketiak daun terdapat 4-5
tunas seri. Dalam pertumbuhannya tunas memproduksi cabang seperti tempat
asalnya.Kedudukannya sama dengan tempat asal tumbuh tunas tersebut. ( PTPN XII,
1997 ).

b..Tunas Legitim:
Tunas legitim pada setiap ketiak daun, beberapa millimeter di atas tunas
reproduksi atau tunas seri. Tunas ini dapat tumbuh menjadi batang primer dari batang
utama. Dari cabang primer batang akan tumbuh cabang sekunder.
7

( PTPN XII, 1997 ).

2.2.5.BUNGA DAN BUAH


a..Bunga:
Bunga tumbuhan pada cabang primer atau cabang sekunder, tersusun
berkelompok-kelompok. Tiap kelompok terdri atas 5-6 kuntum bunga yang
bertangkai pendek. Pada ketiak daun dapat tumbuh 4-5 kelompok bunga. Dari bunga
sampai menjadi buah masak akan berlangsung 7-9 bulan. ( PTPN XII, 1997 ).

b..Buah
Sebagian besar buah terdapat pada cabang primer dan sekunder sebagaimana
halnya bunga. Buah kopi muda berwarna hijau, kuning setelah tua dan merah setelah
masak. Besar buah 1,5x1 cm dan bertangkai pendek. Pada umumnya mempunyai 2
keping biji ( PTPN XII, 1997 ). Buah terdiri dari:
• . Kulit buah terdiri dari luar disebut ”exocarp”, daging buah yang disebut
“meroscarp” ,dan kulit tanduk yang disebut “endocarp”,
• . Biji terdiri dari 2 bagian yaitu:
- Kulit biji yang merupakan selaput tipis disebut kulit ari.
- Putting lembaga (endosperm). Terdapat lembaga (embrio) dengan sepasang
calon daun tipis yang berwarna putih. ( PTPN XII, 1997 ).

2.3 Syarat Tumbuh


2.3.1. Iklim.

Garis lintang 6-9o LU sampai 24o LS.

Curah Hujan :1000-3000mm/th

Type Iklim : B-C-D (Schmidt Ferguson)

Bulan Kering : 3-5 bulan


8

Ketinggian tempat :850-1000 dpl

Suhu rata-rata :18-23 derajat celcius

Defisit air :120 mm selama 3 bulan

2.3.2. Tanah.
Syarat tanah yang dikehendaki adalah sebagai berikut:
Sifat Fisika:
1 .Tekstur geluh(loam)-geluh lempungan(clayloam)
2 .Struktur remah ,derajat struktur kuat
3. Tidak berbatu.
Sifat Kimia:
1.Keasaman (pH) tanah : 5,5 - 6,5
2.Kadar N total : >0,20%
3.BO(bahan Organik) : >35 %
4.Fosfor : >30 ppm
5.Kalsium : >35%

III.BUDIDAYA KOPI ARABIKA

3.1. Sejarah Perkembangan Kopi .

Kopi adalah produk dari suatu jenis tanaman yang dapat tumbuh didaerah tropis,
dan tidak dapat tumbuh baik pada tempat yang terlalu tinggi atau temperatur yang sangat
rendah. Kopi ditemukan pertama kali adalah di Arabia (pertengahan abad XV) dan pada
tahun 1510 -1550 menyebar luas di negara Kairo dan turkey-Timur Tengah,. dan pada
tahun 1616 kopi ini mulai masuk di Eropa.
9

Pada mulanya Kultivar kopi yang terpenting ialah (Coffea arabica = kopi Arabika)
yang menghasilkan 90% dari kopi dunia pada waktu sebelum Robusta (J.E. Purseglove);
Coffea Canephora 9% dan Coffea liberica kurang dari 1%.dalam pengembangan dan
produksi kopi.

. Tanaman kopi dibawa ke pulau Jawa pada tahun 1696 oleh orang belanda . karena
tanaman tersebut dapat berkembang dan berproduksi baik. Bibit kopi Indonesia
didatangkan dari Yaman. Pada waktu itu jenis yang didatangkan adalah kopi Arabika.

Dewasa ini Tanaman Kopi merupakan tanaman yang sangat familiar di lahan
penduduk pedesaan di Indonesia. Komoditas Kopi mempunyai potensi dan Nilai
ekonomi tinggi yang dapat diandal dalam usaha Agribisnis dan untuk budidaya tanaman
tersebut adalah tidak sulit dan merupakan komoditas ekspor yang dapat memenuhi
kebutuhan domistik dan Nasional di sektor kebun.

3.2. Varietas Kopi dan Sifatnya

Berdasarkan Pengelompokan /jenis tanaman kopi secara garis besarnya dibedakan


tiga jenis besar, yaitu: kopi Arabika, kopi Canephora, dan kopi Liberika, Kopi
Ekselsa.dan yang disebutkan berikut ini jenis kopi arabika

3.3. Kopi Arabika (Coffea arabica)

Baik perkembangan kopi dunia maupun di Indonesia pada khususnya, kopi Arabika
inilah yang paling banyak dan paling dahulu dikembangkan. Tetapi karena jenis ini
sangat tidak tahan terhadap penyakit Hemileia vastatrix, kemudian jenis tersebut banyak
digantikan dengan jenis lain yang tahan Hemileia vastatrix, kecuali yang terdapat di
dataran tinggi yang lebih 1.000 m dari permukaan laut. Jenis Arabika mempunyai ciri-ciri
dan sifat-sifat sebagai berikut:

• Daun kecil, halus dan mengkilat, panjang daun 12 sampai 15 cm, dan lebar 6
cm.
10

• Biji buah lebih besar, berbau harum dan rasanya lebih enak.
• Bila batang tak dipangkas, tinggi pohon bisa mencapai lebih dari 5 m dengan
bentuk pohon yang ramping.
• Bila jenis ini ditanam pada dataran tinggi yang beriklim kering sekitar 1.350 -
1.850 m dpl, produksinya bagus. Di Indonesia, kopi Arabika ini dapat
berproduksi baik pada ketinggian 1.000 - 1.750 m dpl.
• Jenis ini tidak menghendaki suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah,
karena bila suhu terlalu tinggi pertumbuhan tanaman akan terlalu cepat, begitu
pula masa berbunganya menjadi terlalu awal. Akibatnya tanaman lekas mati,
dan sangat mudah diserang Hemileia vastatrix. Bila suhu terlalu rendah
pertumbuhannya lambat, banyak tumbuh cabang-cabang sekunder dan tersier,
yang sangat menganggu pembentukan bunga.
• Curah hujan yang optimal sekitar 1.500 - 2.250 mm tiap tahun, tetapi harus
ada musim kering yang tegas 2 - 3 bulan untuk perkembangan bunga.
• Tidak menghendaki angin kencang, tetapi diperlukan angin yang tenang.
• Jenis-jenis kopi Arabika berdasarkan hasil pemuliaan yang dianggap unggul
pada saat ini (sumber: Dirjen Perkenunan Departemen Pertanian) yang
dikembangkan pada PTP Nusantara XII Kebun kopi arabika Kali jampit
adalah : jenis tipika, kartika I dan II, (tanaman lama ) dan dikembangkan jenis
USDA, LINI S dan HDT dan BP dan salah satu karakteristik kopi USDA
adalah
• Tipe pertumbuhan tinggi agak melebar, percabangan teratur.
• Diameter tajuk + 1,90 m (batang tunggal).
• Cabang primer mendatar, teratur, agak lentur, ruas batang 4-9 cm, ruas cabang
4-6 cm.
• Warna daun hijau tua kecoklatan, pupus daun hijau muda.
• Bentuk daun lonjong melebar, pangkal daun tumpul, ujung meruncing, helaian
berlekuk tegas.
• Umur ekonomis 25 tahun.
• Jumlah buah 7-11 dompol/cabang, 12-24 buah/dompol.
11

• Buah muda hijau kusam, ujung meruncing, pangkal tumpul, diskus sempit,
berjenggot, buah masak serempak berwarna merah cerah.
• Bentuk biji membulat seragam, berat 100 butir + 14,7 g.
• Produktivitas 8-14 kwintal/ha untuk populasi 1.600 pohon/ha.
• Mutu fisik biji baik, mutu seduhan cukup baik.
• Tahan serangan penggerek bubuk buah, rentan serangan nematoda parasit.
• Agak tahan serangan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix B).
• Saran penanaman : mulai ketinggian 1.000 m dpl., tanah subur dan penaung
cukup.

3.4.Pembibitan dan Persemaian Kopi

3.4.1. Bahan tanam

Perbanyakan Bibit yang akan ditanam dapat berasal dari :

Cara dari benih/ biji (seedling), pembiakan secara genertaif.

Cara Sambungan (grafting )atau stek( Cutting) disebut pembiakan secara vegetatif.

3.4.2. Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Kopi

3.4.2.1. Persiapan Lahan

Dalam menyiapkan lahan tanaman kopi pada tanah pegunungan/miring buat teras.
Dan jika sudah terdapat pohon pelindung diatur/ Kurangi/tambah pohon pelindung yang
cepat tumbuh kira-kira 1:4 hingga 1: 8 dari jumlah tanaman kopi. Dan selanjutnya
menyiiapkan pupuk kandang matang sebanyak 25-50 kg, diamkan satu minggu dan buat
lobang tanam 60 x 60, atau 75 x 75 cm dengan jarak tanam 2,5x2,5 hingga 2,75 x 2,75 m
minimal 2 bulan sebelum tanam
Setelah jalan sarana transpoirt dan lalulintas pekerja beserta saluran
drainase.selanjutnya membuatan teras-teras pada lahan yang memiliki kemiringan lebih
12

dari 15%. Dan dilanjutkan mengajir dan menanam tanaman penaung sementara dan
penaung tetap

Ajir lubang tanam, jarak tanaman kopi arabika kate (Kartika 1 & Kartika 2) 1,25 m
X 2 m atau 1,5 m X 2 m. Jarak tanam kopi jagur (AB 3, USDA 762 dan S 795) adalah 2
m X 2,5 m atau m X 2,5 m

. Pembuatan lobang tanam. Ukuran lobang tergantung tekstur tanah. Makin berat
tanah ukuran lubang makin besar. Ukuran lubang yang lazim adalah 60 X 60 X 60 cm.
Lubang dibuat 6 bulan sebelum tanam. Untuk tanaman yang kurang subur dan kadar
bahan organiknya rendah, ditambahkan pupuk hijau dan pupuk kandang.
Penutupan lubang tanam dilakukan setelah 1 bulan - 2 bulan sebelum ditanam kopi
dan dujaga agar batu-batu, cadas dan sisa-sisa akar tidak masuk kedalam lubang tanam

3.4.2.2. Areal Kebun Tanaman

Sebelum tanam melakukan Pemberian tanda tanaman-tanaman yang dipilih sebagai


penaung kopi. Dipilih jenis yang bernilai ekonomis, tajuknya mudah diatur (tahan
pangkas) dan lebih baik meneruskan cahaya diffuse. Jarak antar tanaman ± 10 m X 10
m tergantung pada besarnya ukuran tajuk (habitus) tanaman, pada lahan baru
( pengemnangan lahan kebun ) yaitu dilakukan :

- Memotong perdu dan semua tanaman yang tidak dipilih.


- Membersihkan gulma secara manual atau kimiawi.
- Ajir lubang tanam kopi, pembuatan lubang, isi lubang dan tutup lubang

- Ajir penaung di dalam lorong, jarak antar ajir 2-2,5 m.


- Tanam pohon penaung.
- Ajir lubang tanam kopi di dalam lorong, jarak 1,25 m untuk kopi kate, dan 2 m untuk
kopi jagur. /hasbistus lebat.
- Pembuatan lubang tanam ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Lubang dibuat 6 (enam) bulan
13

sebelum tanam.
- Lubang diisi pupuk hijau dari hasil tebasan gulma.
- Tutup lubang tanam, 1-3 bulan sebelum tanam bibit kopi.
- Selama persiapan lahan tersebut di dalam lorong dapat diusahakan beberapa jenis
tanaman semusim, jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan petani, peluang pasar dan
iklim mikro yang ada

3.4.3.Penaung dan jenis penaung tanaman kopi

Penaung ditanam minimal satu tahun sebelum penanaman kopi.


Syarat-syarat Pohon Penaung
- Memiliki perakaran yang dalam.
- Memiliki percabangan yang mudah diatur.
- Ukuran daun relatif kecil tidak mudah rontok dan memberikan cahaya diffusi.
- Termasuk leguminosa dan berumur panjang dan berumur panjang.
- Menghasilkan banyak bahan organik.
- Tidak menjadi inang hama-penyakit kopi.

3.4.3.1 Penaung Sementara

- Jenis tanaman penaung sementara yang banyak dipakai adalah Moghania macrophylla
(Flemingia congesta), Crotalaria spp, Tephrosia spp

- Moghania cocok untuk tinggi tempat 700 m dpl ke bawah


14

- Untuk daerah 1.000 m dpl ke atas sebaiknya dipakai Tephrosia atau Crotalaria.
- Untuk komplek-komplek nematoda dipakai Crotalaria

- Naungan sementara ditanam dalam barisan dengan selang jarak 2-4 m atau
mengikuti kontur.

3.4.3.2. Penaung Tetap

- Pohon penaung tetap yang banyak dipakai di Indonesia adalah lamtoro (Leucaena spp),
sengon (Albizia sp), dadap (Erythrina sp), Gliricidia dan cemara (Casuarina).
- Lamtoro tidak berbiji dapat diperbanyak dengan cangkokan atau okulasi, ditanam
dengan jarak 2 m x 2,5 m, setelah besar secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 4 m
x 5 m.
- Sengon digunakan pada daerah kering dan tinggi (1.000-1.500 m dpl), seperti banyak
dijumpai di Timor-Timur. Ditanam dengan jarak 2 m x 2,5 m kemudian setelah besar
secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 10 m x 10 m.
- Cemara banyak digunakan di Irian Jaya dan Timor-Timur untuk daerah tinggi di atas
1.500 m dpl.

.4. Penanaman
Penanaman pada lahan kebun kopi banyak dilakukan pada tanaman sulaman,
tanaman mati kekeringan atau terserang haman penyakit, lahan konservasi, tanaman
tidak produktif dll, yaitu dengan jalan :

- Masukkan pupuk kandang dengan campuran tanah bagian atas saat penanaman bibit.
- Usahakan saat tanam sudah memasuki musim hujan. Dan tanah siap ditanami
15

- Lakukan penyiraman tanah setelah tanam jika saat itu tanah terlihat agak kering
- Hindarkan resiko kematian tanaman baru dari gangguan ternak.

3.4.1.Penyulaman tanaman

Dalam proses penanaman lakukan pengamatan tumbuh tanaman, jika ada yang mati
lakukan penyulaman segera jika tanaman mati atau gejala pertumbuhannya tidak normal.
Dan sebaiknya Penyulaman dilakukan awal musim hujan

3.4.2.Pemupukan
- Pemupukan NPK diberikan dua kali setahun, yaitu awal dan akhir musim hujan.
- Setelah pemupukan sebaiknya disiram. Atau keadaan air tanah cukup lembab
Jenis dan Dosis Pupuk Makro sesuai table.

gr/pohon/tahun
Tahun
Urea SP-36 KCl
1 2 x 25 2 x 25 2 x 20
2 2 x 50 2 x 50 2 x 40
3 2 x 75 2 x 70 2 x 40
4 2 x 100 2 x 90 2 x 40
5 - 10 2 x 150 2 x 130 2 x 60
> 10 2 x 200 2 x 175 2 x 80

Catatan : Jenis dan Dosis pupuk sesuai dengan jenis tanah atau rekomendasi dinas
pertaniam setempat, Cara pemupukan dibuat lubang kecil mengelilingi tanaman sejauh ¾
lebar tajuk, pupuk dimasukan dan ditutup tanah

3.4.3. Pemangkasan

Pemangkasan lepas panen harus dilakukan secara rutin yaitu setelah berakhirnya
masa panen (pangkas bentuk) untuk mengatur bentuk pertumbuhan, mengurangi cabang
tunas air (wiwilan), mengurangi penguapan dan bertujuan agar terbentuk bunga, serta
perbaikan bagian tanaman yang rusak.. Pemangkasan pada awal atau akhir musim hujan
setelah pemupukan
16

3.5. Pengendalian Hama Penyakit Kopi

3.5.1.Hama

Nematoda Parasit

Pratylenchus coffeae dan Radopholus similis merupakan nematoda endoparasit yang


berpindah-pindah. Daur hidup P.coffeae sekitar 45 hari dan R.similis sekitar 1 bulan.

Gejala: Tanaman kopi yang terserang kelihatan kerdil, daun menguning dan gugur.
Pertumbuhan cabang-cabang primer terhambat sehingga hanya menghasilkan sedikit
bunga, bunga premature dan banyak yang kosong. Bagian akar akar serabut membusuk,
berwarna coklat atau hitam. Pada serangan berat tanaman akhirnya mati.

Pengendalian di pembibitan: Disarankan menggunakan cara kimiawi yaitu dengan


fumigasi media bibit menggunakan fumigan pra tanam, misalnya Basamid G dan Vapam
L. Untuk nematisida sistemik dan kontak a.l.: Curaterr 3G, Vydate 100 AS, Rhocap 10G
dan Rugby 10G.Vydate diaplikasikan dengan cara disiramkan pada bibit dengan
konsentrasi 1,0% dan dengan dosis 250 ml/bibit.

Pengendalian di pertanaman: Penggunaan jenis kopi tahan nematoda parasit.


Digunakan sebagai batang bawah misalnya kopi ekselsa (Coffeae exelsa), klon Bgn
17

121.09 dan kopi robusta klon BP 961. Cara kultur teknis: pembukaan lubang tanam,
rotasi tanaman dan pembuatan parit barier.

Pengendalian hayati: Untuk menekan populasi nematoda menggunakan musuh alami


berupa bakteri, jamur dan nematoda predator

. Pengendalian kimiawi: Beberapa nematisida sistemik maupun kontak yang disarankan


a.l. karbofuran (Curaterr 3G–35 g / tanaman), oksamil (Vydate 100 AS 1,0% 1 – 2.5 l /
tanaman) dan etoprofos (Rhocap 10G - 25 g / tanaman). Aplikasi diulang tiap tiga bulan.

3.5.2.Hama Penggerek Buah Kopi

Serangga dewasa penggerek buah kopi atau bubuk buah kopi (BBK),
Hypothenemus hampei (Coleoptera, Scolytidae) berwarna hitam kecoklatan, panjang
yang betina sekitar 2 mm dan yang jantan 1,3 mm. Telur diletakkan dalam buah kopi
yang bijinya mulai mengeras, umur stadium telur 5 – 9 hari. Lama stadium larva 10 – 26
hari, prapupa 2 hari dan stadium pupa 4 – 9 hari. Masa perkembangan dari telur sampai
dewasa 25 – 35 hari. Lama hidup serangga betina rata-rata 156 hari dan serangga jantan
maksimum 103 hari.

Gejala:Serangga BBK masuk ke dalam buah kopi dengan cara membuat lubang di
sekitar diskus. Serangan pada buah muda menyebabkan gugur buah, serangan pada buah
yang cukup tua menyebabkan biji kopi cacat berlubang-lubang dan bermutu rendah.

Pengendalian:

Pengendalian secara kultur teknis: Memutus daur hidup BBK, meliputi tindakan :
Petik bubuk, yaitu mengawali panen dengan memetik semua buak masak yang terserang
bubuk 15 –30 hari menjelang panen besar.
Lelesan, yaitu pemungutan buah kopi yang jatuh di tanah baik terhadap buah
terserang maupun buah tidak terserang, selanjutnya buah juga direndam dalam air panas.
Racutan / rampasan, yaitu memetik seluruh buah yang ada di pohon pada akhir panen.
18

Semua buah hasil petik bubuk, lelesan dan racutan direndam air panas 5 menit.
Pengaturan naungan untuk menghindari kondisi pertanaman terlalu gelap yang sesuai
bagi perkembangan BBK.

Pengendalian secara biologi: Menggunakan parasitoid Cephalonomia stephanoderis


dan jamur patogen (Beauveria bassiana). Aplikasi B.bassiana dianjurkan dengan dosis 2,5
kg biakan padat per hektar selama tiga kali aplikasi per musim panen. Penggunaan
tanaman yang masak serentak : Varietas USDA 230731 dan USDA 230762.

3.5.3. Penyakit

Penyakit Karat Daun pada Tanaman Kopi

Penyakit karat daun yang disebabkan oleh patogen Hemileia vastatrix B. et. Br.
merupakan penyakit utama pada tanaman kopi arabika, dan pada perkebuna Kalisat
Jampit sampai sekarang tanaman tahan terhadap penyakit tersebut, sehingga masih tetap
eksis dan dapat sebagai primadona Kopi arabika di Indonesia.

Tanaman sakit ditandai oleh adanya bercak-bercak berwarna kuning muda pada
sisi bawah daunnya, kemudian berubah menjadi kuning tua. Di bagian ini terbentuk
tepung berwarna jingga cerah (oranye) dan tepung dan ini adalah uredospora jamur H.
vastatrix Bercak yang sudah tua berwarna coklat tua sampai hitam, dan kering. Daun-
daun yang terserang parah kemudian gugur dan tanaman menjadi gundul. Tanaman yang
demikian menjadi kehabisan cadangan saripati dalam akar-akar dan rantingrantingnya,
akhirnya tanaman mati.

Dalam pembiakan dan penyebarannya, H vastatrix menggunakan uredospora


yang mula-mula berbentuk bulat, kemudian berubah menjadi memanjang dan bentuknya
mirip dengan juring buah jeruk. Uredospora yang telah masak berwarna jingga, pada sisi
luarnya dibagian yang cembung mempunyai duri-duri. Penyebaran oredospora dari pohon
ke pohon terjadi karena benturan bantuan percikan air menyebabkan uredospora sampai
pada sisi bawah daun.
19

Infeksi jamur terjadi lewat mulut-mulut daun yang terdapat pada sisis bawah daun.
Dalam proses infeksinya uredospora mula-mula membentuk buluh kecambah, kemudian
membentuk apresorium di depan mulut kulit, selanjutnya jamur mengadakan penetrasi
kedalam jaringan jamur. Disamping bantuan air, beberapa agensia lain yang berpotensi
membantu menyebarkan uredosspora adalah angin, spesies trips tertentu, burung dan
manusia.

Pada kopi robusta, penyakit ini tidak menjadi masalah, sedangkan pada kopi arabika
penyakit ini menjadi masalah utama. Cara pengendalian penyakit sementara ini dilakukan
dengan dua cara, yaitu menanam jenis-jenis kopi arabika yang tahan sepertio S 333, S
288 dan S 795, dan pengendalian dengan Fungisida Dithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter
air.

Penyakit Bercak Daun Cercospora

Penyebab penyakit ini adalah jamur Cercospora coffeicola B.et Cke. C.coffeicola
mempunyai konidium berbentuk gada, ukurannya ada yang pendek dan ada juga yang
panjang. Konidia dibentuk pad permukaan bercak, berbentuk seperti tepung berwarna
abu-abu.

Gejala:

Serangan dapat terjadi pada daun maupun pada buah. Pada daun yang sakit timbul
bercak, mula-mula berwarna kuning tapi bercak dikelilingi halo berwarna kuning. Pada
buah yang terserang timbul bercak berwarna coklat, biasanya pada sisi yang lebih banyak
menerima cahaya matahari. Pembusukan pada bagian yang berbecak dapat sampai ke biji
sehingga dapat menurunkan kualitas.

Pengendalian:

Secara kultur teknis, dengan memberi naungan yang cukup, pemupukan berimbang dan
pengurangan kelembaban kebun melalui pemangkasan dan pengendalian gulma. Secara
20

kimiawi, melalui penyemprotan dengan Bavistin 50 WP 0,2%, Cupravit OB 21 0,35%,


Dithane M 45 80 WP 0,2%, Delsene MX 200 0,2% formulasi.

Penyakit Jamur Upas

Penyakit jamur upas disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor B.et Br.
C.salmonicolor mempunyai basidium yang tersusun parallel pada stadium kortisium.
Basidium berbentuk gada pada ujungnya terbentuk empat sterigmata yang mendukung
basidiospora.

Gejala:

Cabang atau ranting yang terserang layu mendadak. Serangan dapat terjadi pada
cabang yang di bawah, tengah maupun di ujung pohon, bahkan dapat terjadi pada batang.
Stadium sarang laba-laba, berupa lapisan hifa tipis, berbentuk seperti jala berwarna putih
perak. Stadium bongkol berupa gambaran hifa berwarna putih biasanya dibentuk pada
lentisel atau pada celah-celah. Stadium kortisium berupa lapisan kerak berwarna merah
jambu, terdiri atas lapisan himenium, biasanya dibentuk pad sisi bawah cabang atau sisi
cabang yang agak ternaung. Stadium nekator berupa bintil-bintil kecil berwarna orange
kemerahan merupakan sporodokhia jamur upas. Stadium nekator terdapat pad cabang
yang tidak terlindung.

Pengendalian:

Batang atau cabang sakit yang ukurannya masih kecil (diameter < 1 cm) dipotong
10 cm di bawah pangkal di bagian yang sakit. Potongan-potongan batang dan cabang
yang sakit dikumpulkan kemudian dibakar. Batang atau cabang sakit yang ukurannya
sudah cukup besar, apabila serangannya masih awal, bagian yang sakit cukup diolesi
dengan fungisida Calixin RM atau Copper Sandoz 0,4% formulasi. Apabila serangannya
sudah lanjut, batang atau cabang yang sakit dipotong, sisa cabang atau batang yang
dipotong dan cabang-cabang di sekitarnya diolesi dengan fungisida Calixin RM atau
Copper Sandoz.
21

3.6. Panen Kopi

Pemanenan buah kopi dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang
telah masak. Ukuran kematangan buah ditandai oleh perubahan warna kulit buah. Kulit
buah berwarna hijau tua ketika masih muda, berwarna kuning ketika setengah masak dan
berwarna merah saat masak penuh dan menjadi kehitam-hitaman setelah masak penuh
terlampaui (over ripe).

Kematangan buah kopi juga dapat dilihat dari kekerasan dan komponen senyawa
gula di dalam daging buah. Buah kopi yang masak mempunyai daging buah lunak dan
berlendir serta mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis.
Sebaliknya daging buah muda sedikit keras, tidak berlendir dan rasanya tidak manis
karena senyawa gula masih belum terbentuk maksimal. Sedangkan kandungan lendir
pada buah yang terlalu masak cenderung berkurang karena sebagian senyawa gula dan
pektin sudah terurai secara alami akibat proses respirasi.

Tanaman kopi tidak berbunga serentak dalam setahun, karena itu ada beberapa cara
pemetikan

1) Pemetikan selektif dilakukan terhadap buah masak.


2) Pemetikan setengah selektif dilakukan terhadap dompolan buah masak.
3) Secara lelesan dilakukan terhadap buah kopi yang gugur karena terlambat pemetikan.
4) Secara racutan/rampasan merupakan pemetikan terhadap semua buah kopi yang masih
hijau, biasanya pada pemanenan akhir.

Kopi Arabika mulai berbuah pada umur 3 -4 tahun.dan Petikan buah kopi
dilakukan pada buah yang sudah masak dengan warna merah, tua agar menghasilkan
kopi yang berkualitas dan Pada waktu panen (pemetikan) agar berhati-hati supaya tidak
ada bagian pohon/cabang/ranting) yang rusak.

3.6.1Pengelolaan lepas panen dan Pengolahan Hasil


22

Setelah buah kopi masak optimum sebaiknya secepatnya dipanen Agar buah tidak
jatuh ketanah dan menyiapkan tempat penjemuran, pengupasan kulit dan juga
penyimpanan hasil panen agar tidak rusak akibat hama pasca panen. Buah panenan harus
segera diproses maksimal 20- 36 jam jam setelah petik untuk mendapatkan hasil yang
baik. ( mempetahankan mutu terbaik)

Sebab-sebab terjadinya Kerusakan Kopi anatara lain :


• Biji keriput : asal buah dipetik masih muda atau berwarna hijau
• 2. Biji berlubang :kopi terserang hama bubuk, baik saat penyimpanan atau
sebelum dipanen .
• Biji kemerahan : Kurang bersih mencucinya
• Biji pecah : mesin pengupas kurang sempurna, berasal dari buah yang terserang
bubuk, pada saat pengupasan dengan mesin kopi terlalu kering
• .5. Biji pecah diikuti oleh perubahan warna: mesin penguap dan pemisah kulit
dengan biji kurang sempurna, fermentasi pada pengolahan basah kurang
sempurna.
• Biji belang : pengeringan tidak sempurna, terlalu lama disimpan , suhu
penyimpanan terlalu lembab
• Biji Pucat : terlalu lama disimpan di tempat lembab
• Biji berkulit ari : Pengeringan tidak sempurna atau terlalu lama, pada pengeringan
buatan suhu awal terlalu rendah
• Biji berwarna kelabu hitam : pada pengeringan buatan suhunya terlalu tinggi.
• Noda-noda cokelat hitam : pada pengeringan buatan, kopi kurang sering
diaduk./dibalik

IV. PENGOLAHAN HASIL


23

4.1 Pengolahan Hasil


Pengolahan buah kopi menjadi biji beras (kopi pasar) pada prisnsipnya adalah
memisahkan biji dari daging buah (mesocarp), kulit tanduk (endocarp) dan kulit ari
(testa) serta untuk mendapatkan biji dengan kadar air tertentu agar biji kopi tersebut dapat
di pasarkan.
Kopi glondongan dari kebun kalisat/jampit diolah di pabrik pengolahan kebun
kalisat/jampit dengan dua cara yaitu :
1. Cara pengolahan basah/wet process untuk kopi glondungan masak/merah.
2. Cara pengolahan kering/dry process untuk kopi glondongan hijau, kopi kering dan
terserang hama penyakit.
Skema pengolahan secara basah dan cara kering dapat dilihat pada gambar 16.
Buah kopi yang telah dipetik harus segera diolah agar tidak terjadi kerusakan
bahan yaitu kerusakan strink akibat penimbunan terlalu lama ( buah busuk dan
warna hitam)

4.1.1 Pengolahan Kopi Secara Kering


Pengolahan cara kering diperuntukan pada kopi hijau, kopi hitam/kering dan kopi
terserang hama penyakit. Tahap pengolahan cara kering adalah pengeringan,
penggerbusan dan sortasi.
Pengeringan dilakukan setelah kopi hijau atau kopi hitam di pecah kulit buahnya
dengan alat knitzer. Kopi dikeringkan melalui penjemuran dengan sumber panas matahari
selama 10-15 hari atau penggunaan vis dryer/mason dryer untuk mendapatkan kadar air
10-11%.
Penggerbusan kopi yang sudah kering dilakukan pada huller untuk mengupas
kulit ari, tanduk dan kopi gelondongan kering yang terbawa. Kopi keluar dari huller
kemudian langsung diadakan sortasi untuk memisahkan biji berlubang, biji pecah, biji
bulat, kotoran yang masih terbawa dan cacat biji lainnya menurut standar mutu kopi.
Tahap terakhir adalah pengemasan menggunakan karung goni berisi 60Kg kopi biji yang
siap di ekspor.
SKEMA PENGOLAHAN KOPI ARABIKA
Penerimaan di Afdeling

24

Penimbangan di Pabrik

Buah Merah/Bancut Buah Hijau/Hitam

Conestank Knitzer

Rambangan Buah Segar

Pengupasan Buah Pengupasan Buah


Anglia Pulper Vis Pulper

Fermentasi

Pencucian

Penutasan

Sun Drying
Jemuran
Cup Taste
Mechanica Drying
Mason/Vis Dryer
Cup Taste
Gudang HS Kering

Huiler/Gerbus/Ayakan
Cup Taste
Gudang Kopi Pasar Siap sortir

Sortasi
Cup Taste
Gudang kopi pasar selesai sortir

Blending + Pengemasan
Cup Taste
Pengiriman

Gambar .Skema Pengolahan kopi Arabika

4.2.2 Pengolahan Kopi Secara Basah


Pengolahan kopi secara basah di kebun Kalisat/Jampit dilakukan melalui proses
fermentasi untuk mempermudah penghilangan lender dalam pencucian dengan air
nantinya.
Tahap-tahap pengolahan kopi secara basah di pabrik kebun Kalisat/Jampit,
meliputi :
25

a. Bak Penampungan (Conestank)


b. Sortasi basah (rambangan)
c. Pulping
d. Fermentasi
e. Pencucian
f. Pengeringan
g. Penggerbusan (Hulling)
h. Sortasi kering
i. Pengepakan dan penyimpanan

A. Bak Penampung (Conestank)


Kopi merah dari kebun ditampung di bak penampungan yang berlantai miring.
Sebelumnya diadakan penimbangan untuk memcocokan hasil pelaporan tiap afdeling.
Semua kopi ditampung dalam bak tersebut hingga mencapai kapasitas maksimum. Di
dalam bak ini buah direndam dengan air mengalir untuk selanjutnya di sortasi basah.

B. Sortasi Basah
Sortasi basah ini menggunakan alat berupa bak siphon yang sekaligus bak
penampungan hasil. Sortasi basah ini ditunjukan untuk memisahkan antara kopi
glondongan yang bernas dnegan buah yang hampa dan kotoran-kotoran yang terikut
sewaktu di petik. Buah yang bernas akan tenggelam dan buah yang hampa akan
mengapung. Buah yang bernas akan masuk pipa yang berhubungan langsung dengan vis
pulper. Bila krannya dibuka maka buah bernas beserta air akan mengalir ke vis pulper
untuk proses pengupasan buah. Sedangkan kopi yang mengapung akan mengalir
langsung kesaluran anglia pulper untuk pengupasan buah juga. Kotoran-kotoran akan
keluar ke pintu pengeluaran yang terdapat didasarkan bak syphon

C. Pulping
Pulping merupakan proses yang bertjuan memisahkan biji kopi dari pulp yang
terdiri dari daging buah dan kulit buah dimana hasilnya berupa kopi berkulit ari dan
disebut kopi HS basah.
26

Pulping di kebun Kalisat/jampit menggunakan alat vis pulper dan anglia pulper
dengan prinsip kerja yang sama, yaitu buah ditekan didalam celah antara dinding mental
dengan dinding silinder yang berputar sehingga biji keluar terpisah dari kulitnya.

D. Fermentasi
Fermentasi merupakan suatu peruses untuk mempermudahkan penghilangan
lender pada biji kopi secara an aerob (mengubah glukosa menjadi asam susu). Biji kopi
hasil pulper di tamping pada bak fermentasi ini berlangsung selama 36 jam dengan suhu
antara 18-20° C, kemudian biji dicuci dengan mesin cuci.

E. Pencucian
Pencucian kopi HS dari bak fermentasi dilakukan di aqua pulpa untuk melepaskan
lender dan kulit buah yang masih melekat bersama dengan biji kopi. Cara kerja aqua
pulpa, yaitu biji digosok di dalam celah yang cukup sempit biji akan terjadi saling
menggosok disamping adanya gosokan antara biji dengan diding logam. Biji kopi yang
diperoleh akan kasat dan langsung di tempatkan pada lantai penutasan agar air menetes/
berkurang.

F. Pengeringan
Tujuan dari pengeringan adalah untuk menurunkan kandungan air kopi HS
menjadi 10-11% serta untuk mendapatkan warna kopi yang dikehendaki. Pengeringan
biji dapat dilakukan dengan cara penjemuran, menggunakan alat pengering mekanis atau
kombinasi dari kedua cara tersebut.
Penjemuran dilakukan di lantai jemur yang terbuat dari semen dengan tebal
tumpukan ± 10cm. selama penjemuran dilakukan pembalikan untuk memperbaiki mutu.
Waktu penjemuran selama 105jam atau 10-15 hari dengan kadar air biji 11% dengan
memeriksa ka/berat/blek setiap hari.
27

Pengeringan mekanis dilakukan untuk mengatasi masalah cuaca yung sering


diproses mekanis harus mempunyai kada air ± 30%/9 kg/blek. Tipe pengering yang
digunakan di pabrik kebun kalisat/jampit adalah VIS dryer dan mason Dryer.
Vis dryer berbentuk rumah dengan lantai berlubang-lubang, kopi dihamparkan
pada lantai dengan tebal 15cm, suhu biji maksimal 42°C, lama pengeringan 30-36 jam
dan memperoleh udara panas dari pipa-pipa udara yang dipanaskan. Selama pengeringan
kopi harus dibalik-balik. Mason dryer berbentuk silinder berputar dengan kecepatan 1-4
putaran permenit dan berdinding berlubang-lubang. Udara dipanaskan dan disebarkan ke
dalam pipa pada sumbu silinder. Silinder yang berputar mengaduk kopi, sehingga
pengeringan merata

G. Penggerbusan
Tujuan penggerbusan adalah untuk memisahkan kulit-kulit tanduk dan ari biji
kopi HS kering sehingga didapatkan kopi beras. Penggerbusan di pabrik kebun
kalisat/jampit menggunakan mesin huller. Alat tersebut dilengkapi dengan glender
(ayakan besi) untuk memisahkan kopi berdasarkan ukuran. Jumlah ayakan terdiri dari 3
buah, yaitu ukuran 7,5 mm (besar), 6,5mm (sedang) dan 5,5mm (kecil).

H. Sortir Kering
Sortasi kering bertujuan untuk memisahkan kopi pasar berdasarkan nilai cacatnya
dan grading/ukuran. Untuk memisahkan berdasarkan ukurannya digunakan alat glender
(ayakan), sedangkan untuk memisahkan berdasarkan nilai cacatnta digunakan tenaga
manusia (sortasi tangan/meja). Sortasi meja ini merupakan sortasi terakhir untuk
menentukan mutu kopi beras dengan syarat mutu ditentukan oleh direksi.
Cara sortasi ini dilakukan diatas meja dimana setiap meja terdapat 4 orang tenaga
sortasi wanita yang masing-masing bertanggung jawab atas mutu yang
dihasilkannya, antara lain : Mutu I (warna merata, Tidak cacat, tidak ada bubuk
dan kotoran), PE (pecah polyembrio), local khusus (Biji muda, biji
coklat/terbakar, biji tutul, biji lubang 1, biji lubang >1), local biasa (biji hitam, biji
hitam sebagian, biji hitam pecah) dan NS (non specialty)
28

Sortasi 1 Sortasi 2 Sortasi 3 Sortasi 4 Karung

Kotak 1 Kotak 2 Kotak 3 Kotak 4 Kotak 5 non


Kotoran Local biasa Local khusus Pecah embiro specialty

Gambar alur Sortasi meja

I. Pengepakan dan Penyimpanan


Tujuan pengepakan adalah untuk mempertahankan kulaitas kopi pasar/kopi beras
yang dihasilkan tidak mengalami perubahan-perubahan selama penyimpanan.
Pengepakan di pabrik kalisat/jampit menggunakan karung goni (pasar eksport)
dan karung plastic (pasar local), masing-masing beratnya 60 kg dan ditulis no karung, no
kavling, logo kebun dan nama Negara (Indonesia).
Penyimpanan dilakukan berdasarkan mutu yang dihasilkan. Cara penyimpanan
yaitu menempatkan karung pada kavling tertentu dan setiap kavling berisi 3ton (50karung
@ 60kg). kondisi godang sesuai dengan kontruksi tempat penyimpanan yaitu berlantai
semen, dinding tembok, atap seng, ventilasi baik dan alas papan kayu bersekat, tinggi 15-
20cm.

4.1.3 Uji Cita Rasa (Cup Taste)


Cup taste merupakan penilaian mutu kopi dengan menggunakan indra manusia
yang peka dan terlatih dengan cara mencicipi dan membau untuk mencari kelainan cita
rasa serta menggolongkan sesuai dengan standar rasa.
Selain itu apabila terjadi perubahan cita rasa yang disebabkan oleh kekeliruan
cara pengolahan yang tidak dapat dilihat dengan penilaian system nilai cacat, melalui uji
cita rasa hal ini akan dapat segera diketahui dan segera diatasi.
Cup taste ini dilakukan pada akhir setiap proses mulai dari penjemuran sampai
akan dikirim agar selalu terjaga dan terjamin mutunya. Tata cara uji cita rasa untuk
penentuan mutu kopi sebagai berikut :
29

1. Contoh kopi yang diuji merupakan bagian dari 300gram contoh yang diperlukan
untuk penilaian mutu berdasarkan system nilai cacat. 100 gram contoh ini
dsangrai selama kurang lebih 10 menit.
2. Biji yang sudah disangrai apabila suhunya sudah mencapai suhu kamar kemudian
digiling kasar. 10 gram kopi giling ini dimasukkan kedalam mangkuk porselin
volume 150cc.
3. Tuangkan air mendidih kedalamnya sampai penuh. Setelah 5 menit ketika bagian-
bagian kopi yang mengambang sudah terbasahi semuanya dan lainya tenggelam,
kopi ini diaduk pelan-pelan dengan sendok porselin dan hiruplah baunya.
4. Untuk menentukan cita rasanya seruputlah seduhan kopi tersebut dari sendok
porselin kuat-kuat sehingga terdengan bunyi seperti bunyi yang sedang berkumur.
Setelah citarasanya diketahui seduhan kopi dari mulut dibuang ke dalam
tempolong dan cucilah mulut dengan berkumur air suam-suam kuku.

5.1.4 Pemasaran
Pemasaran hasil kopi dari PTPN XII (persero) kebun kalisat/jampit ditangani
langsung oleh piha direksi, sehingga pihak kebun hanya mengolah saja sedangkan
masalah pemasaranya seperti penentuan harga jual dan pembeli yang dituju,
pengirimannya ditangani langsung oleh pihak direksi. Pihak kebun hanya diberi kontrak
bulanan dan tahunan yang berisi tonase tiap-tiap pembeli dan menyediakan kopi pasar
sesuai permintaan tersebut.

Bab.V.
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.Kesimpulan:
30

Dari berbagai kegiatan dalam program kuliah magang profesi, Program Beasiswa
unggulan, Jurusan budidaya pertanian, Program Studi agronomi, Konsentrasi
Agroindustri kopi dan kakao Fakultas Pertanian Universitas Jember, saya selaku
peserta dapat menarik kesimpulan bahwa:

• Peserta magang, dalam hal ini Mahasiswa Program Beasiswa unggulan, Jurusan
budidaya pertanian, Program Studi agronomi, Konsentrasi Agroindustri kopi dan
kakao Fakultas Pertanian Universitas Jember, dapat memahami akan pentingnya
proses pengolahan dan mempelajari secara langsung proses pengolahan pasca
panen.

• Mahasiswa sebagai peserta magang, dapat mengkomparasikan antara teori yang


didapatkan selama perkuliahan dengan prosedur yang digunakan di kebun kopi,
khususnya kopi arabika di kebun kalisat/jampit.

• Mahasiwa mendapatkan pengalaman langsung, dalam hal ini pengusahaan kopi


arabika. Khususnya proses pasca panen, sehingga mahasiswa dapat menjelaskan
mengenai pentingnya proses pasca panen, utamanya pada komoditas kopi arabika.

• Proses pasca panen merupakan salah satu factor penentu utama kualitas pada kopi
arabika, untuk itu diperlukan ketelitian dan pengawasan ekstra dalam setiap
tahapan proses pasca panen.

• Kedisiplinan pekerja, ketelitian dan kecermatan sangat mempengaruhi hasil.

• Proses penyortian, pengepakan hingga pengiriman biji kopi haruslah mendapat


perhatian ekstra, karena kesalahan sekecil apapun dapat berpengaruh sangat besar
terhadap kualitaas biji kopi.
4.2 Saran:
31

• Untuk menjaga kualitas biji kopi, dan hendaknya perlu ditingkatkan


pengawasan, dan pengecekan ulang pada setiap proses pasca panen,
hingga biji kopi siap disimpan atau dikirim.
• Untuk meningkatkan daya saing komoditas kopi arabika, hendaknya
dilakukan sharing, terhadap masyarakat penikmat kopi pada khususnya
mengenai kekhasan dan berbagai kelebihan kopi arabika, di bandingkan
dengan komoditas kopi yang lain.
• Inovasi dalam proses pasca panen harus dilakukan seiring dengan
perkembangan zaman, dan tuntutan pasar.

• Peningkatan daya saing komoditas dan nilai ekonomis, tidaklah harus


mengandalkan konsumen dari suatu pasar saja, peningkatan dapat di
usahakan dari masyarakat konsumen secara langsung.

DAFTAR PUSTAKA
Nazarudin.1993. Kopi Arabika Ekspor Pertama: Tanaman Kebun, Rempah dan Obat.
Jakarta: Penebar Swadaya.
32

PT. Kebun Nusantara XII (Persero).1997.Pedoman Pengelolaan Kopi Arabika.Surabaya.

AAK. 2006. Budidaya Tanaman Kopi. Yogyakarta: Kanisius.

Girisonta. 2006. Kopi. Yogyakarta: Kanisius.

Najiyati, S. dan Danarti. 2006. Kopi, Budidaya dan Penanganan Pascapanen. Jakarta:
Swadaya.

PT Perkebunan Nusantara XII (Persero). 1997. Pedoman Pengelolaan Budidaya Kopi


Arabika. Surabaya: Tidak Dipublikasikan.

Yahmadi, M. 2007. Rangkaian Perkembangan dan Permasalahan Budidaya dan


Pengolahan Kopi di Indonesia. Surabaya: PT Bina Ilmu Offset.