Anda di halaman 1dari 13

Pengantar

Siapa yang tak tahu mi instan? Hampir semua orang pernah menyantap lezatnya mi
insatan yang lebih akrab disebut dengan ‘indomie’. Rasanya yang nikmat, harga yang
terjangkau, cara masak yang mudah dan praktis, menjadi daya tarik tersendiri bagi calon
konsumen untuk membeli. Di tengah era yang menuntut kepraktisan, mengonsumsi mi dan
makanan ‘fast food’ lain seolah telah menjadi kebiasaan di masyarakat. Banyak dari mereka
beranggapan, makanan-makanan yang mereka konsumsi itu tak akan membahayakan
kesehatan mereka. Masyarakat bukan tak mengetahui, kalau sepersekian dari makanan yang
mereka konsumsi adalah bahan pengawet, pemanis, pengental dan sebagainya. Yang menjadi
masalah, bahan-bahan yang ditambahkan tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan mereka.
Segala resiko kesehatan bisa konsumen dapatkan dari kelalaian mereka dalam mengatur dan
menyeimbangakan gizi yang mereka santap tiap harinya.
Bahan-bahan tambahan yang lazim disebut dengan zat aditif. Penambahan zat aditif
dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga
dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses
pengolahan.
Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang
selanjutnya disebut zat aditif alami. Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan efek
samping yang membahayakan kesehatan manusia. Akan tetapi, jumlah penduduk bumi yang
makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat aditif alami tidak
mencukupi lagi. Oleh karena itu, industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat
aditif buatan (sintesis). Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang kemudian
direaksikan. Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping
misalnya: gatal-gatal, dan kanker.
Macam-macam Zat Aditif
• Zat Pewarna
Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga
makanan tersebut lebih menarik.
Contoh pewarna alami:
a. Anato (orange)
b. Karamel (cokelat hitam)
c. Beta karoten (kuning)
d. Klorofil (hijau)

Contoh pewarna sintetik:


a. Biru berlian (biru)
b. Coklat HT (coklat)
c. Eritrosit (merah)
d. Hijau FCF (hijau)

• Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa


Zat aditif ini dapat memberikan, menambah, mempertegas rasa dan
aroma makanan.
Contoh:
ISOAMIL ASETAT

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 1


a) Rumus Struktur dan Molekul
Rumus struktur
Rumus molekul: C7H14O2
b) Pembuatan
Isoamil asetat merupakan ester yang dibentuk dari reaksi antara isoamil
alkohol
dan asam asetat dengan katalis asam sulfat. Asam ini dinetralkan, diekstrak,
dan
hasilnya dicuci dan kemudian didistilasi. Reaksi tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:

Penggunaan
_ Isoamil asetat dalam etanol digunakan sebagai perasa buatan.
_ Isoamil asetat juga digunakan dalam test efectivitas dari transpirator
karena
zat ini mempunyai bau yang tajam yang tidak umum eksperiment sebagai
sesuatu yang tidak menyenangkan dapat mendeteksi rendahnya konsentrasi.
_ Isoamil Asetat juga digunakan sebagai campuran dalam pernis dan
nitroselulosa pernis, ada dalam hormon feromon pada lebah madu.
_ Isoamil asetat dapat digunakan untuk menarik sekelompok besar lebah
madu dalam lingkup kecil.

• Penyedap rasa dan aroma (flavour)


Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan
ester.
Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil
butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum)
• Penguat rasa (flavour echancer)
Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak
digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenal
dengan nama vetsin atau micin.

• Zat pemanis buatan


Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya sakarin
(kemanisannya 500x gula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium
siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol (kemanisannya sama
dengan gula).
Contoh:
BUTIL BUTIRAT
a)Rumus molekul: C8H16O2

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 2


b) Pembuatan
Butil butirat merupakan komponen organik yang dibentuk dari kondensasi
asam butirat dan butanol.
c. Penggunaan
Digunakan dalam pemanis buatan untuk membuat rasa manis buah
terutama nanas. Ini juga terdapat dalam berbagai buah-buahan seperti
apel, pisang, dan strawberry.
• Pengawet
Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman
atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh
mikroorganisme.

Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:


a. Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk
minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.
b. Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
c. Natrium nitrit (Na No2), untuk daging olahan, daging awetan dan
kornet kalangan.
d. Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.

• Anti oksidan
Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi.
Contoh:
a. Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium),
digunakan pada daging olahan, kaldu, dan buah kalangan.
b. Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak
makanan
c. Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan,
margarin dan mentega.

• Pengemulsi, pemantap, dan pengental


Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem
dispersi yang homogen pada makanan.
Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab
• Pemutih dan pematang tepung
Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan
tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat
• Pengatur keasaman
Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan
derajat keasaman makanan. Contoh: asam asetat, aluminium amonium
sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, asam
tentrat, dan natrium bikarbonat
• Anti kempal

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 3


Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa
serbuk. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium
silikat (garam meja)
• Pengeras
Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan.
Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium
glukonat (pada buah kalangan)
• Sekuestran
Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan.
Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat
(dalam es krim), kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA
• Penambah gizi
Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin
untuk memperbaiki gizi makanan.
Contohnya: Asam askorbat, feri fosfat, vitamin A, dan vitamin D

Beberapa Contoh Macam-macam Zat


Aditif, Kegunaan, dan Dampak Buruk
yang Ditimbulkan
1. Penyedap : MSG (Monosodium Glutamate)

a. Ciri umum:
– MSG dijual sebagai kristal halus berwarna putih.
Penampakannya mirip gula pasir atau garam dapur.
a. Manfaat:

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 4


– MSG ditambahkan pada makanan, dia memberikan fungsi
yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap
pada makanan.
Secara sederhana MSG dibagi menjadi dua jenis, yakni
alami dan buatan. MSG yang alami sehat untuk dikonsumsi.
Sedangkan yang buatan, dan justru banyak beredar, sangat
berpotensi mendatangkan gangguan kesehatan.
a. Dampak Negatif:
– 12 gram MSG per hari dapat menimbulkan gangguan
lambung, gangguan tidur dan mual-mual.
– alergi berupa gatal, mual dan panas.
– memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan
serta penurunan kecerdasan
Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada
makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes
dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG sendiri terdiri dari air,
sodium dan Glutamate.

1. Pewarna

Pewarna Alami

• KAROTEN, menghasilkan warna jingga sampai merah. Biasanya


digunakan untuk mewarnai produk-produk minyak dan lemak seperti
minyak goreng dan margarin. Dapat diperoleh dari wortel, papaya dan
sebagainya.

• BIKSIN, memberikan warna kuning seperti mentega. Biksin diperoleh


dari biji pohon Bixa orellana yang terdapat di daerah tropis dan sering
digunakan untuk mewarnai mentega, margarin, minyak jagung dan salad
dressing.

• KARAMEL, berwarna coklat gelap dan merupakan hasil dari hidrolisis


(pemecahan) karbohidrat, gula pasir, laktosa dan sirup malt. Karamel
terdiri dari 3 jenis, yaitu karamel tahan asam yang sering digunakan
untuk minuman berkarbonat, karamel cair untuk roti dan biskuit, serta
karamel kering. Gula kelapa yang selain berfungsi sebagai pemanis, juga
memberikan warna merah kecoklatan pada minuman es kelapa ataupun
es cendol

• KLOROFIL, menghasilkan warna hijau, diperoleh dari daun. Banyak


digunakan untuk makanan. Saat ini bahkan mulai digunakan pada
berbagai produk kesehatan. Pigmen klorofil banyak terdapat pada
dedaunan (misal daun suji, pandan, katuk dan sebaginya). Daun suji dan
daun pandan, daun katuk sebagai penghasil warna hijau untuk berbagai
jenis kue jajanan pasar. Selain menghasilkan warna hijau yang cantik,
juga memiliki harum yang khas.

• ANTOSIANIN, penyebab warna merah, oranye, ungu dan biru banyak

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 5


terdapat pada bunga dan buah-buahan seperti bunga mawar, pacar air,
kembang sepatu, bunga tasbih/kana, krisan, pelargonium, aster cina, dan
buah apel,chery, anggur, strawberi, juga terdapat pada buah manggis dan
umbi ubi jalar. Bunga telang, menghasilkan warna biru keunguan. Bunga
belimbing sayur menghasilkan warna merah. Penggunaan zat pewarna
alami, misalnya pigmen antosianin masih terbatas pada beberapa produk
makanan, seperti produk minuman (sari buah, juice dan susu).

Pewarna sintesis:

Rhodamin B adalah salah satu pewarna


sintetik yang tidak boleh dipergunaan untuk makanan, selain itu pewarna
lainnya yang dilarang adalah Metanil Yellow Rhodamin B memiliki rumus
molekul C28H31N2O3Cl.
a. Ciri umum:
– Berbentuk kristal hijau atau serbuk-unggu kemerah-merahan
– Sangat mudah larut dalam air yang akan menghasilkan warna
merah kebiru-biruan.
– Berflourensi kuat.
a. Manfaat:
– Pewarnaan kertas
– Pereaksi untuk identifikasi Pb, Bi, Co, Au, Mg, dan Th.
– Mewarnai berbagai jenis makanan dan minuman (terutama untuk
golongan ekonomi lemah), seperti kue-kue basah, saus, sirup,
kerupuk dan tahu (khususnya Metanil Yellow), dan lain-lain.
Menurut Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, ciri-ciri makanan yang
diberi Rhodamin B adalah warna makanan merah terang mencolok.
a. Dampak buruk rhodamin B:
1. Jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan.
2. Jika terkena kulit dapat menimbulkan iritasi pada kulit.
3. Jika terkena mata dapat menimbulkan iritasi pada mata, mata
kemerahan, udem pada kelopak mata.
4. Jika tertelan dapat menimbulkan gejala keracunan dan air seni
berwarna merah atau merah muda.
5. kerusakan pada organ hati.

Info Singkat Menurut studi yang dilakukan oleh Universitas


Hokoriku, Kanazawa, Jepang. Efek Rhodamine B pada kosmetik adalah
pada proliferasi dari fibroblas yang diamati pada kultur sistem.
Rhodamine B pada takaran 25 mikrogram/ml dan diatasnya secara
signifikan menyebabkan pengurangan sel setelah 72 jam dalam kultur.
Studi ini menghasilkan bahwa 50 mikrogram/ml dalam rhodamine B

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 6


menyebabkan berkurangnya jumlah sel setelah 48 jam dan lebih. Studi ini
juga menyarankan bahwa zat warna rhodamine B menghambat proliferasi
tanpa mengurangi penggabungan sel. Gabungan [3H] timidine dan [14C]
leusin dalam fraksi asam tidak terlarut dari membran sel secara signifikan
dihambat oleh 50 mikrogram/ml Rhodamine B. Rhodamine 6G
menyebabkan kerusakan sel yang parah dan rhodamine B secara
signifikan mengurangi jumlah sel. Rhodamine 123 tidak memiliki efek
yang berarti, sedangkan lebih jauh lagi, rhodamine B mengurangi jumlah
sel vaskuler endothelial pada pembuluh darah sapi dan sel otot polos
pada pembuluh darah hewan berkulit duri setelah 72 jam dalam kultur.
Sehingga tidak berlebihan jika studi ini menyimpulkan bahwa rhodamine
B menghambat proses proliferasi lipo fibroblast pada manusia.

1. Pengawet :
A. Formalin

Formalin masuk ke dalam tubuh manusia melalui dua jalan, yaitu


mulut dan pernapasan. Sebetulnya, sehari-hari kita menghirup formalin
dari lingkungan sekitar. Polusi yang dihasilkan oleh asap knalpot dan
pabrik, mengandung formalin yang mau tidak mau kita hirup, kemudian
masuk ke dalam tubuh. Asap rokok atau air hujan yang jatuh ke bumi pun
sebetulnya juga mengandung formalin.
Menurut IPCS (International Programme on Chemical Safety), secara
umum ambang batas aman di dalam tubuh adalah 1 miligram per liter.

b. Dampak buruk:
- Gangguan pada organ dan system tubuh manusia.

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 7


- Bersin, radang tonsil, radang tenggorokan, sakit dada, yang
berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual, diare dan
muntah.
- Bila terhirup formalin mengakibatkan iritasi pada hidung dan
tenggorokan, gangguan pernafasan, rasa terbakar pada hidung
dan tenggorokan.
- Kerusakan jaringan sistem saluran pernafasan pneumonia atau
edema paru.
- Bila terkena kulit dapat menimbulkan perubahan warna, kulit
menjadi merah,
mengeras, mati rasa dan ada rasa terbakar.
-Apabila terkena mata dapat menimbulkan iritasi mata sehingga
mata memerah, rasanya sakit, gata-gatal, penglihatan kabur dan
mengeluarkan air mata.
- Apabila tertelan maka mulut, tenggorokan dan perut terasa
terbakar, sakit menelan, mual, muntah dan diare, kemungkinan
terjadi pendarahan , sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi
(tekanan darah rendah), kejang, tidak sadar hingga koma.
- kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan
syaraf pusat dan ginjal.
B. Asam Sitrat

a. Ciri umum:
- Ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-
jerukan).
- sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk
mengendalikan pH larutan.
- Dapat mengikat ion-ion logam dengan pengkelatan, sehingga
digunakan sebagai pengawet dan penghilang kesadahan air.
- Pada temperatur kamar, asam sitrat berbentuk serbuk kristal
berwarna putih.

b. Manfaat:
- Zat pemberi cita rasa dan pengawet makanan dan minuman,
terutama minuman ringan.

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 8


- Dalam industri bioteknologi dan obat-obatan untuk melapisi
(passivate) pipa mesin.
- Ditambahkan pada es krim untuk menjaga terpisahnya gelembung
lemak.

c. Dampak Buruk
- Paparan terhadap asam sitrat kering ataupun larutan asam sitrat
pekat dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata.
Info Singkat
BAHAN PENGAWET YANG DIIZINKAN NAMUN KURANG AMAN
Kalsium Benzoat
Bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil
toksin (racun), bakteri spora dan bakteri bukan pembusuk. Senyawa ini
dapat mempengaruhi rasa. Bahan makanan atau minuman yang diberi
benzoat dapat memberikan kesan aroma fenol, yaitu seperti aroma obat
cair. Asam benzoat digunakan untuk mengawetkan minuman ringan,
minuman anggur, saus sari buah, sirup, dan ikan asin. Bahan ini bisa
menyebabkan dampak negatif pada penderita asma dan bagi orang yang
peka terhadap aspirin. Kalsium Benzoat bisa memicu terjadinya serangan
asma.
Sulfur Dioksida (SO2)
Bahan pengawet ini juga banyak ditambahkan pada sari buah, buah
kering, kacang kering, sirup dan acar. Meski bermanfaat, penambahan
bahan pengawet tersebut berisiko menyebabkan perlukaan lambung,
mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.
Kalium nitrit
Kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam
air. Bahan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan
ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada daging yang telah
dilayukan untuk mempertahankan warna merah agar tampak selalu
segar, semisal daging kornet.
Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1% atau 1 gram/kg bahan
yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2% atau 2 gram/kg bahan. Bila lebih dari
jumlah tersebut bisa menyebabkan keracunan, selain dapat
mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai
organ tubuh, menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia,
radang ginjal, dan muntah-muntah.

Kalsium Propionat/Natrium Propionat


Keduanya yang termasuk dalam golongan asam propionat sering
digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Bahan
pengawet ini biasanya digunakan untuk produk roti dan tepung. Untuk
bahan tepung terigu, dosis maksimum yang disarankan adalah 0,32%
atau 3,2 gram/kg bahan. Sedangkan untuk makanan berbahan keju, dosis

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 9


maksimumnya adalah 0,3% atau 3 gram/kg bahan. Penggunaaan melebihi
angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migrain, kelelahan, dan
kesulitan tidur.
Natrium Metasulfat
Sama dengan Kalsium dan Natrium Propionat, Natrium Metasulfat juga
sering digunakan pada produk roti dan tepung. Bahan pengawet ini
diduga bisa menyebabkan alergi pada kulit.
Asam Sorbat
Beberapa produk beraroma jeruk, berbahan keju, salad, buah dan produk
minuman kerap ditambahkan asam sorbat. Meskipun aman dalam
konsentrasi tinggi, asam ini bisa membuat perlukaan di kulit. Batas
maksimum penggunaan asam sorbat (mg/l) dalam makanan berturut-
turut adalah sari buah 400; sari buah pekat 2100; squash 800; sirup 800;
minuman bersoda 400.
1. Pemanis
a. beberapa contoh pemanis sintetis:
* Sukrosa dan glukosa
Komponen utama permen adalah gula yang dalam bahasa
ilmiahnya disebut sukrosa. Sebagian besar permen rasanya manis
lantaran mengandung sukrosa atau gula pasir. Itulah mengapa permen
juga disebut gula-gula. Sementara glukosa umumnya juga terkandung di
dalam permen untuk memperbaiki tekstur permen agar terasa lembut
saat dinikmati.
* Sakarin atau siklamat
Sakarin Merupakan gula buatan yang menghasilkan rasa manis
yang amat sangat. Gula buatan ini biasanya menimbulkan rasa pahit/getir
di lidah konsumen. Sakarin sekarang jarang digunakan lagi.
* Asam malat atau asam sitrat
Merupakan asam organik yang ditambahkan pada permen hingga
memberi rasa asam atau segar seperti jeruk, stroberi atau rasa buah
lainnya. Ketika makan permen seolah-olah kita mengonsumsi buah-buah
tersebut.

Aspartam

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 10


a. Ciri umum:
– Merupakan pemanis sintetis non-karbohidrat
– Dalam berbagai bentuk, seperti cair, granular, enkapsulasi dan juga
tepung.
– Kemanisan 200 kali kemanisan gula (sukrosa).
– Punya energi yang sangat rendah, mempunyai cita rasa manis mirip
gula, tanpa rasa pahit, tidak merusak gigi.
a. Manfaat:
– Aman digunakan baik untuk penderita kencing manis, wanita hamil,
wanita menyusui bahkan anak-anak.
– Menguatkan cita rasa buah-buahan pada makanan dan minuman.
– Pemanis pada makanan atau minuman pada penderita diabetes.
a. Dampak Buruk:
– Dapat menyebabkan pengerasan otak atau sumsum tulang
belakang dan lupus.

JUNK FOOD dan ZAT ADITIF


* Termasuk golongan junk food
Pada dasarnya kandungan kalori dalam satu butir permen cukup
rendah. Sekitar 20-30 kalori. Selain kalori, permen sebetulnya sama sekali
tak memiliki kandungan gizi. Padahal kelebihan kalori yang dikonsumsi

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 11


akan ditumpuk dalam bentuk cadangan lemak yang menyebabkan anak
kelebihan berat badan. Sudah menjadi rahasia umum pula bila
kegemukan berkaitan erat dengan penyakit kencing manis dan gangguan
jantung. Jadi, kalau boleh jujur sebetulnya permen termasuk golongan
junk food alias “makanan sampah” yang miskin akan zat gizi.

* Merusak gigi
Sebenarnya pengaruh permen pada kerusakan gigi sangat
tergantung pada kedisiplinan/kebiasaan anak menjaga kebersihan
mulutnya. Terutama menggosok gigi maupun caranya membersihkan gigi
serta seberapa banyak dan seberapa sering ia makan permen. Ada anak
yang hobi makan permen tapi karena rajin menggosok gigi, ya tidak jadi
masalah. Lain cerita kalau sisa-sisa permen yang menempel di gigi tidak
dibersihkan sesegera mungkin, Inilah yang kemudian akan menyebabkan
terjadinya lubang gigi (karies). Kalau gigi sudah terkena karies pasti akan
terasa sakit. Akibatnya, anak akan rewel selain tak mau makan. Ujung-
ujungnya orangtua sendiri yang akan kewalahan menghadapinya. Apa
pun, mencegah jauh lebih baik daripada telanjur terkena karies.
* Mengurangi nafsu makan
Jika permen dikonsumsi saat senggang setelah anak sarapan atau
makan siang tentu tidak jadi masalah karena kebutuhan zat gizinya telah
terpenuhi saat makan tadi. Sayangnya, permen sering dikonsumsi
mendekati waktu makan hingga akan mengganggu selera makan anak.
Gula yang terkandung dalam permen akan memberi efek kenyang
sehingga mengurangi selera makan anak.

Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 12


Macam, kegunaan serta dampak buruk dari zat aditif Page 13