Anda di halaman 1dari 6

EVALUASI KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR

MATAKULIAH PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN


2009/2010

A. DATA UMUM
- Jumlah kehadiran dosen selama 14 kali pertemuan

14
12
10 13
8
6
4
1
2 0
0
DM CP NY

Pada perkuliahan PSP semester ini, Neneng Yani (NY) tidak dapat masuk kelas karena
sedang menempuh sekolah lanjut di S3 Ilmu Politik Universitas Indonesia Jakarta dan jadwal
perkuliahannya penuh. Sementara Prof. Dede Mariana (DM) pada semester ini jadwal
perkuliahannya berbarengan dengan jadwal perkuliahan di Program Pascasarjana FISIP
Unpad di Dago, sehingga hanya dapat masuk kelas 1 kali untuk PSP di S1.

B. INDEKS KEPUASAN MAHASISWA


Nilai Rata-rata per Kriteria
No. Kriteria Penilaan
Prof. Dede Mariana Caroline Paskarina
1. Dosen selalu hadir sesuai dengan jadwal 2,86 4,46
yang disepakati dalam team teaching
2. Dosen memberitahukan silabus perkuliahan 3,46 4,50
pada kuliah perdana
3. Bahan kuliah sesuai dengan silabus 3,57 4,41
4. Sumber literatur relevan dengan topik 3,33 3,99
kuliah
5. Dosen memberikan kemudahan 3,16 4,04
memperoleh literatur
6. Beban belajar (tugas) sesuai dengan beban 3,39 4,03
studi (SKS)
7. Dosen mempersiapkan diri untuk memberi 3,50 4,34
kuliah
8. Bahasa dalam penyajian kuliah mudah 3,74 4,29
dimengerti
9. Ada dialog/tanya jawab dalam perkuliahan 3,66 4,04
10. Metode penyampaian materi kuliah sesuai 3,36 3,97
harapan mahasiswa
11. Dosen berpakaian rapi sewaktu mengajar 4,13 4,41

1
Nilai Rata-rata per Kriteria
No. Kriteria Penilaan
Prof. Dede Mariana Caroline Paskarina
12. Peralatan kuliah (LCD, spidol, OHP, 3,29 4,33
wireless) digunakan maksimal
13. Ruang kuliah nyaman 2,71 2,94
14. Mahasiswa memperoleh materi yang baru 3,80 4,34
dan bermanfaat
15. Kuliah menarik dan merangsang daya pikir 3,70 3,70
16. Soal ujian sesuai dengan bahan kuliah 3,49 3,49
INDEKS KEPUASAN MAHASISWA (per dosen) 68,36 80,95
RATA-RATA IKM (matakuliah) 74,66

Klasifikasi capaian Indeks Kepuasan Mahasiswa:

Nilai Nilai Interval Nilai Interval Mutu Kinerja Unit


Persepsi IKM Konversi IKM Pelayanan Pelayanan
1 1,00 – 1,80 20 – 36 E Tidak Baik
2 1,81 – 2,61 37 – 53 D Kurang Baik
3 2,62 - 3,42 54 – 70 C Cukup
4 3,43 - 4,23 71 – 87 B Baik
5 4,24 - 5,00 88 - 100 A Sangat Baik

Berdasarkan klasifikasi tersebut, maka Indeks Kepuasan Mahasiswa untuk kinerja


penyampaian materi kuliah oleh Prof. Dede Mariana sebesar 68,36 termasuk kategori
‘cukup’, sedangkan kinerja Caroline Paskarina sebesar 80,95 termasuk kategori ‘baik’. Secara
keseluruhan, bila dirata-ratakan, kinerja kedua dosen pada matakuliah ini adalah sebesar
74,66 termasuk kategori ‘baik’. Perbedaan penilaian di antara kedua pengajar lebih
disebabkan oleh jumlah kehadiran CP yang lebih banyak dibandingkan DM, sehingga kesan
mahasiswa kepada yang bersangkutan berbeda.

C. SARAN
Sejalan dengan penilaian di atas, saran-saran yang disampaikan mahasiswa untuk perbaikan
kinerja dosen secara khusus dan peningkatan kualitas proses belajar-mengajar pada umumnya
adalah sebagai berikut:

No. Pihak yang Dituju Saran


1 Tim Pengampu - Pertahankan kualitas proses pembelajaran
Matakuliah - Dalam memberikan penilaian terhadap hasil ujian, diharapkan
standarnya tidak terlalu tinggi
- Soal ujian sebaiknya sesuai dengan bahan kuliah dan bersifat
analisis
- Datangkan dosen tamu dari luar negeri (universitas tingkat
dunia)
- Kehadiran tim lebih berimbang
- Metode perkuliahan agar lebih kondusif dan variatif agar tidak
membosankan karena SKS-nya cukup panjang
- Sebaiknya mendatangkan narasumber dari luar, misalnya duta
besar
2
- Absensi menjadi salahsatu komponen penilaian
- Tambahan literatur
- Ada praktikum ke luar negeri
- Ada pertukaran mahasiswa dengan mahasiswa dari luar negeri
2 Prof. Dede Mariana - Humor ketika mengajar ditambah agar suasana kuliah lebih
segar
3 Caroline Paskarina - Harus lebih galak (disiplin dan tegas) dalam menegur
mahasiswa yang ribut karena sering terganggu dengan
mahasiswa-mahasiswa yang duduk di bagian belakang ruang
kuliah
- Jangan semua bahan perkuliahan diberikan melalui blog karena
kalau tidak menulis terkadang mengantuk
- Beban tugas lebih sesuai dengan SKS
- Jangan hanya menyampaikan materi yang sudah ada di slide,
agar mahasiswa lebih terangsang untuk lebih tahu terhadap
materi
- Metode penyampaian materi lebih menarik
- Lebih banyak diskusi dan interaksi dengan mahasiswa di kelas
4 Lembaga (Fakultas - Kondisi ruangan kurang nyaman (penuh/berdesakan), AC
dan/atau Jurusan) kurang berfungsi
- Sebaiknya dibagi jadi 2 kelas bila jumlah mahasiswa banyak
agar tidak berisik
- Peralatan kuliah (infocus, kabel rol, pengeras suara) kurang
berfungsi
- Jadwal perkuliahan sebaiknya pagi hari karena materi kuliah
cukup berat, sehingga jika siang hari kurang kondusif

- Beberapa di antara saran tersebut sebenarnya telah dicoba untuk direalisasikan pada semester ini,
tapi belum berhasil. Misalnya, terkait dengan saran untuk mengundang dosen tamu dari luar
negeri, sebenarnya sudah dicoba menghubungi Prof. Michael Tharakan (Guru Besar
Desentralisasi dan Governance) dari Institute for Social and Economic Change (ISEC) Kerala,
India untuk menyampaikan kuliah tamu melalui media webcam untuk topik pembangunan desa
dan demokratisasi dari level grass root, pengalaman Kerala India. Tapi, karena kesibukan beliau
sebagai Rektor, maka beliau belum dapat menyanggupi permintaan tersebut (e-mail terlampir).
Meskipun demikian, untuk perkuliahan mendatang, baik untuk PSP maupun matakuliah lain yang
kami bina akan diupayakan untuk mendatangkan dosen tamu yang relevan dengan topik
perkuliahan.

- Sejumlah saran lain yang menarik untuk ditindaklanjuti adalah soal menghadirkan mahasiswa
tamu dari luar negeri. Kunjungan dari beberapa mahasiswa Universitas Malaya (Malaysia) pada
kuliah terakhir lalu, cukup berkesan karena mahasiswa dapat langsung berdialog dengan
narasumber dari negara yang bersangkutan. Ini dapat memperkaya wawasan dan membantu
mahasiswa (dan dosen) untuk mengklarifikasi atau mengkonfirmasi sejumlah informasi dan data
yang diperoleh dari literatur. Tim pengampu matakuliah berterima kasih pada Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik yang telah memfasilitasi kehadiran para mahasiswa UM tersebut. Mudah-
mudahan hal seperti ini dapat berulang pada perkuliahan-perkuliahan berikutnya. Tim pengampu
juga akan mencoba menindaklanjuti usulan tersebut dengan mengundang mahasiswa
mancanegara yang sedang berkuliah di Unpad sebagai narasumber, sehingga ada variasi dalam
metode perkuliahan.

- Mengenai usulan untuk praktikum matakuliah PSP, hal ini akan dibahas terlebih dahulu pada
rapat kurikulum Jurusan mengingat adanya kebutuhan dana yang cukup besar bila melakukan
studi banding ke luar negeri. Strategi lain yang dapat dipakai adalah dengan mengundang

3
perwakilan negara asing dari kedutaan besar negara yang bersangkutan di Indonesia sebagai
narasumber, sehingga dapat mengefisienkan pembiayaan.

E-mail permintaan dosen tamu untuk Prof. Michael Tharakan:

- Usulan mengenai proporsi kehadiran dosen agar lebih berimbang akan ditindaklanjuti karena pada
perkuliahan periode sebelumnya tidak ada hambatan soal pembagian jadwal masuk kelas ini. Pada
semester sekarang, kendalanya terletak pada kewajiban Bu Neneng untuk mengikuti perkuliahan
S3 di UI dan Prof. Dede harus mengajar di Pascasarjana FISIP Unpad, sehingga yang tersisa
untuk memberikan materi kuliah di Jatinangor hanya CP. Jadi, bukan karena CP sangat berambisi
untuk terus masuk kelas, tapi membiarkan kelas kosong sementara yang bersangkutan ada di

4
Jatinangor tentu akan menyalahi kesepakatan pada saat pembahasan kontrak perkuliahan di
pertemuan awal.

- Untuk komponen penilaian, unsur absensi akan dipertimbangkan untuk dihitung pula selama
disepakati bersama oleh seluruh mahasiswa peserta kuliah dan dosen pengampu.
Absensi/kehadiran di kelas esensinya merupakan hak setiap mahasiswa, sehingga dalam model
pembelajaran orang dewasa, sebenarnya tidak perlu ada paksaan untuk selalu hadir di kelas
semata untuk menandatangani absensi. Kehadiran di kelas seharusnya didasari oleh kesadaran
atau keinginan untuk belajar, sehingga ketika ada di kelas, seharusnya menjadi lebih aktif,
partisipatif, dan tidak mengganggu dengan mengobrol atau mengantuk. Tapi, bila dirasakan
bahwa absensi perlu dihitung sebagai salahsatu komponen penilaian karena kehadiran tersebut
dimaknai sebagai bentuk kedisiplinan dalam proses belajar atau sebagai bentuk perjuangan
mahasiswa untuk selalu dapat hadir di kelas, maka absensi dapat menjadi kompensasi/imbal-balik
bagi pengorbanan tersebut.

- Standar penilaian yang digunakan sebenarnya berbasis pada rata-rata kelas, bukan pada rata-rata
nilai yang digunakan Unpad (lihat Buku Panduan Perkuliahan Unpad). Penggunaan rata-rata kelas
tersebut dimaksudkan agar lebih sesuai dengan kondisi umum mahasiswa peserta kuliah, karena
bila menggunakan standar Unpad, justru capaian huruf mutu seringkali berada di level menengah-
bawah (C, D, dan E). Jadi, agar ada proporsi yang lebih fair sesuai dengan upaya yang diberikan
mahasiswa, maka kami pakai standar rata-rata kelas, agar tetap ada yang memperoleh nilai A dan
B, meski sebenarnya nilainya tidak memenuhi standar Unpad.

- Penempatan materi kuliah pada blog atau facebook dimaksudkan untuk memudahkan akses
mahasiswa dalam memperoleh materi tersebut agar dapat diunduh kapan saja dan di mana saja.
Selain itu, dengan mengunggahnya di internet, mahasiswa dapat membaca lebih dulu materi yang
akan disampaikan, sekaligus mencari literatur yang dicantumkan, sehingga ketika perkuliahan
tatap muka dapat menanyakan hal-hal yang belum jelas. Dengan demikian, interaksi dan dialog
antara dosen dengan mahasiswa dapat berlangsung lebih banyak.

- Saran-saran yang ditujukan untuk lembaga, mengenai kondisi ruangan dan peralatan akan
disampaikan kepada Fakultas dan/atau Jurusan untuk ditindaklanjuti. Demikian pula mengenai
jadwal perkuliahan dan pembagian kelas yang secara administratif merupakan kewenangan
Fakultas akan disampaikan untuk ditindaklanjuti.

- Secara khusus, saya sangat berterima kasih atas saran yang ditujukan spesifik kepada saya,
mengenai metode penyampaian materi kuliah dan ketegasan dalam bersikap. Saya akan
memperbaiki lagi metode yang sekarang digunakan agar lebih sesuai dengan kebutuhan para
mahasiswa peserta kuliah, termasuk soal variasi dalam penyampaian materi sehingga tidak
terpaku pada slide. Semula, dengan membuat slide, membantu saya untuk lebih fokus dalam
menyampaikan materi, agar tidak meluas membahas hal-hal yang irelevan. Tapi, nanti saya akan
berimprovisasi lagi agar lebih interaktif dengan mahasiswa. Demikian pula dengan ketegasan
sikap akan saya terapkan agar tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Mudah-mudahan
dalam ketegasan tersebut, saya tidak perlu menjadi galak (seperti yang disarankan oleh
salahseorang mahasiswa), karena galak tidak bagus efeknya bagi kesehatan dan mahasiswa di
semester atas sudah cukup dewasa, tidak cocok lagi dengan pendekatan marah-marah.

D. PENUTUP
Demikian hasil pengolahan data kuesioner Evaluasi Kegiatan Belajar-Mengajar untuk matakuliah
Perbandingan Sistem Pemerintahan. Penilaian dan saran yang disampaikan mahasiswa kepada
kami sangat berharga sebagai bahan masukan untuk memperbaiki kinerja kami sebagai dosen.
Terimakasih atas kerjasamanya selama perkuliahan PSP berlangsung. Mudah-mudahan materi
5
yang disampaikan dapat bermanfaat, minimal secara praktis, bermanfaat untuk meningkatkan
nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Mohon maaf atas segala kekurangan kami sebagai tim
dosen. Sampai bertemu lagi di matakuliah yang berbeda.

Bandung, Mei 2010

Dosen Matakuliah PSP,

Caroline Paskarina, S.IP., M.Si.


NIP. 19770326 200604 2 001