Anda di halaman 1dari 13

PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

PEDOMAN Unit Warta-


Thomas
KERJA
MEDIA
KOMUNIKA
SI CETAK
Untuk mencapai kesuksesan, kita jangan hanya bertindak,
tapi juga perlu bermimpi, jangan hanya berencana, tapi juga
perlu untuk percaya.To accomplish great things, we must not
only act, but also dream; not only plan, but also believe.~
Anatole France

draft1
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

1. PENDAHULUAN
a. LATAR BELAKANG
i. Adanya kebutuhan mendesak untuk segera membentuk tim
kerja beserta panduannya,
ii.Program Kerja Sie. Komsos, tahun 2010

b. ISTILAH DAN PENGERTIAN (lihat LAMPIRAN-A)


c. Visi dan Misi Paroki (lihat LAMPIRAN1)
d. Kebijakan Pastoral (lihat LAMPIRAN2)
e. Pokok Perhatian (lihat LAMPIRAN3)
f. Visi dan Misi sie. Komsos Paroki
i. Visi : Menjadi Pusat Informasi-Dokumentasi-Publikasi yang
mengedepankan transparansi dan kejujuran disegala aspek.
ii.Misi: dengan kinerja tim yang terpadu akan menghasil-kan :
1. Produk yang bermanfaat dan memberi solusi.
2. Pengumpulan,pegolahan dan pen-distribusi-an informasi
secara efisien dan sistematis.
3. Ikatan-kerja yang harmonis sebagai Rekan-Kerja dan
dapat bekerja sama dengan Seksi
lainnya/Organisasi/Paroki-Stasi/Kepanitiaan.

2. VISI DAN MISI


a. VISI: Menjadi salah satu produk pewartaan yang diminati umat
b. MISI: Menghadirkan Kerajaan Allah dengan lebih nyata dan memovitasi
umat dalam pelayanan dan panggilan hidup kristianinya.

3. BAGAN ORGANSISASI

TIM
KOORDINATOR
TIM
TIMDUPLIKASI
CURRENT-EVENT
TOPIK/RUBRIK
MATERI
TEKNIS
TIM DESAIN/TATA-
DAN DISTRIBUSI
LETAK/LAYOUT

draft2
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

4. SUSUNAN PENGURUS
a. PENGERTIAN
i. Susunan pengurus dibuat tidak untuk menunjukkan
“kekuasaan” (yang biasa-nya erat berkaitan dengan :
kedudukan dan jabatan), tetapi untuk mempermudah koordinasi
dan alur komunikasi antar pengurus,
ii.Jiwa dan Roh yang ingin diwujudkan dalam kerja adalah
kerjasama-dalam-satu- jaringan-koordinasi,
iii.Struktur/susunan tidak untuk menggambarkan kekuasaan
dengan jalur komando, melainkan untuk memperlihatkan suatu
skema kerja bersifat koordinatif-kemitraan.

b. NAMA BAGIAN
i. Koordinator ; mempunyai tugas pokok untuk meng-
koordinasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan tata-
kerja seluruh tim.
ii.Tim Materi :
1. Tim Curren-Event; adalah tim yang beranggotakan 6-12
orang, mempunyai tugas pokok untuk mengumpulkan
materi/bahan berdasarkan liputan kejadian terkini yang
terjadi dalam paroki dan stasi.
2. Tim Topik/Rubrik; adalah tim yang beranggotakan 2-5
orang yang tugas pokoknya membuat materi berupa
topik/rubrik bersambung berdasarkan hasil liputan dari
Tim Current-Event atau situasi perkembangan di paroki
dan stasi.
iii.Tim Teknis :
1. Tim Desain/Tata-Letak/Layout; adalah tim yang
beranggotakan lebih dari 2 orang yang tugas pokoknya
mengatur tata-letak materi/bahan kedalam software-
desain-publikasi.
2. Tim Duplikasi dan Distribusi; adalah tim yang
beranggotan lebih dari 2 orang yang tugas pokoknya
mengadakan penggadaan (fotokopi) dokumen-cetak hasil
dari Tim Desain/Tata-Letak/Layout.

5. DETIL TUGAS DAN TANGGUNG-JAWAB


(akan diatur dalam LAMPIRAN-B)

6. SUASANA KERJA
a. Suasana kerja menampakan wajah paguyuban,
b. Semangat paguyuban yang dimaksud, tidak berarti menghilangkan
cara kerja profesional. Dengan kata lain profesionalisme kerja harus
dijiwai semangat paguyuban yang terbuka, bersahabat, mengasihi

draft3
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

secara tulus, dan mengutamakan yang kecil, lemah, miskin, dan


tersingkir.

7. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
a. Musyawarah untuk penegasan bersama: Di dalam musyawarah untuk
penegasan bersama terbuka kemungkinan pengambilan keputusan
lewat pemungutan suara,
b. Mementingkan kepentingan bersama: Kepentingan bersama harus
berada diatas kepentingan Pribadi dan ke-”ego”-an (yang berlebihan)

8. TEMPAT dan FREKUENSI RAPAT


a. TEMPAT RAPAT
i. untuk meng-akrab-kan hubungan kerja yang harmonis, tempat
atau lokasi rapat dapat menggunakan tempat selain gedung
gereja.
b. FREKUENSI RAPAT
i. RAPAT-KERJA (RAKER), minimal satu tahun sekali,
ii.RAPAT-REDAKSI, setiap sebelum Warta Thomas terbit/cetak,

9. FERENSI
a. Buku Pedoman Pelaksanaan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo
Thomas, tahun 2006
b. Draft Pedoman Kerja Mudika
c. Visi dan Misi KWI
d. Dokumen PANDUAN RAPAT KERJA TAHUNAN DAN PENYUSUNAN
RENCANA KERJA DPP, STASI, WILAYAH DAN LINGKUNGAN, tahun 2006
e. Dokumen POKOK BAHASAN RAPAT KOORDINASI BIDANG PEWARTAAN
DAN KESAKSIAN.

10.LAMPIRAN

draft4
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

LAMPIRAN-A

draft5
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

LAMPIRAN-B

Detil Tugas:

– Koordinator, a.l :
○ Memimpin Rapat Redaksi,

– Tim Materi, a.l:


○ Mengatur tim yang ada dalam koordinasi-nya,
○ Memimpin rapat internal tim,

– Tim Current-Event, a.l:


○ Meliput acara-acara paroki dan stasi,
○ Mencari informasi acara/kegiatan seputar paroki dan stasi,
○ Membut dokumentasi acara; berupa tulisan, foto, rekaman, dll,

– Tim Topik/Rubrik, a.l:


○ Menulis rubrik yang menarik dan diminati umat,
○ Menulis tema tentang gembala,
○ Menulis tema tentang devosi,
○ Menulis tema tentang Liturgi,
○ Menulis tema tentang kitab-suci,

– Tim Teknis, a.l:


○ Mengatur tim yang ada dalam koordinasi-nya,
○ Memimpin rapat internal tim,

– Tim Desain/Tata-Letak/Layout, a.l:


○ Mengatur tata-letak materi ke MS-Publisher ; sehingga terlihat
menarik dan mudah dibaca,

– Tim Duplikasi dan Distribusi, a.l:


○ Memfotokopi master-cetak warta,
○ Mengatur distribusi /pembagian ke umat (contoh: dibuat paket
per-misa; tujuannya agar misa terakhir ada jatah wartanya juga)

draft6
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

LAMPIRAN1:
VISI DAN MISI PAROKI
Visi Paroki Santo Thomas yang mengacu pada Visi Keuskupan Bogor adalah :

Paroki Santo Thomas Kelapa Dua menjadi ‘communio’ dari aneka komunitas
basis yang beriman mendalam, solider dan dialogal, memasyarakat dan
misioner.

Makna dari Visi tersebut adalah :

Communio
Yaitu suatu persekutuan, paguyuban dan persaudaraan yang :
a. Memelihara hubungan kesatuan dengan Allah melalui Yesus Kristus
dalam Roh Kudus;
b. Memelihara hubungan kesatuan dengan Gereja Universal, Gereja
Partikular dan antar umat sendiri;
c. Memelihara hubungan kesatuan dengan orang-orang lain, dengan
kebudayaan dan agama-agama lain.

Komunitas Basis
Yaitu satuan umat yang :
a. Relatif kecil dan mudah berkumpul secara berkala untuk
mendengarkan Sabda Tuhan;
b. Berbagi pengalaman dan masalah hidup sehari-hari dan mencari
pemecahan-nya dalam terang Kitab Suci;
c. Berusaha mengambil bagian dan mewujudkan misi Yesus Kristus.

Beriman mendalam
Umat Paroki Santo Thomas Kelapa Dua yang beriman mendalam adalah :
a. Umat yang mempunyai hubungan akrab dengan Allah;
b. Hidupnya selalu meneladan hidup Yesus dan dijiwai oleh Roh Kudus;
c. Iman yang merasuk dalam hati dan budi, mendarah daging dalam diri
pribadi serta nampak dalam sikap dan perilaku.

Solider
Umat Paroki Santo Thomas Kelapa Dua berusaha :
a. Memiliki kepekaan dan melibatkan diri dalam keprihatinan masyarakat,
terutama terhadap kaum yang lemah dan tersisih dalam perjuangan
mencapai kehidupan yang lebih baik;
b. Memiliki kepedulian terhadap kelestarian dan keutuhan lingkungan
hidup;
c. Turut merasakan ‘kegembiraan dan kecemasan’ sesama.

draft7
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

Dialogal
Umat Paroki Santo Thomas Kelapa Dua menyadari bahwa :
a. Gereja bagaikan sakramen keselamatan yang diutus untuk
membangun relasi dengan sesama yang berbeda budaya, suku, asal,
dan agama/keyakinan dalam usaha menciptakan kerukunan dan
persaudaraan yang sejati;
b. Gereja bersama seluruh anggota masyarakat berusaha membangun
tatanan masyarakat yang lebih bersatu dan bersaudara, serta melihat
orang lain sebagai teman seperjalanan menuju dunia yang lebih baik.

Memasyarakat
Umat Paroki Santo Thomas Kelapa Dua yang memasyarakat adalah :
a. Umat yang hadir, melibatkan diri, dan berperan aktif dalam
membangun masyarakat;
b. Umat yang imannya bertumbuh dan berakar dalam budaya setempat;
c. Umat yang kehadirannya tidak menjadi orang asing bagi masyarakat
di sekelilingnya;
d. Umat yang mampu menjadi garam, ragi dan terang dunia, menjadi
saksi Kristus di tengah masyarakat, diterima dan disenangi orang lain
karena sifatnya yang baik dan terpuji.

Misisioner
Umat Paroki Santo Thomas Kelapa Dua yang misioner adalah :
a. Umat yang siap sedia diutus mewartakan Kabar Gembira dan
membagikan cinta kasih,
b. Umat yang juga ikut bertanggungjawab secara nyata terhadap
perkembangan Gereja di daerah Cimanggis-Depok, Keuskupan Bogor,
Gereja di Indonesia dan seluruh dunia.

Misi Paroki Santo Thomas yang mengacu pada Visi Keuskupan Bogor adalah :
Paroki Santo Thomas Kelapa Dua mengadirkan Kerajaan Allah dengan
mengabdikan diri secara aktif, meningkatkan relasi dan mutu keimanan,
meningkatkan martabat manusia, melalui penataan mekanisme dan
organisasi serta pemberdayaan potensi umat basis

Makna dari Misi tersebut adalah :

Paroki Santo Thomas Kelapa Dua


Paroki adalah persekutuan umat beriman kristiani yang dibentuk secara tetap
dalam Gereja Partikular dan yang reksa pastoralnya, di bawah Uskup
diocesan, dipercayakan kepada Pastor Paroki sebagai gembalanya sendiri.
Oleh Pastor Paroki yang dipanggil mengambil bagian dalam pelayanan
Kristus, untuk menjalankan tugas mengajar, menguduskan dan memimpin

draft8
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

jemaat bekerjasama dengan imam-imam lainnya dibantu kaum beriman


kristiani awam menurut norma tertentu. Semua itu disatukan dalam Roh
Kudus melalui Sabda dan Perayaan Ekaristi, sehingga terbentuk Gereja Paroki
yang didalamnya Gereja Kristus yang satu, kudus, katolik dan apostolik
sungguh-sungguh hadir dan berkarya. (bdk.KHK 1985, Kan 515; 519)

Menghadirkan Kerajaan Allah


Paroki Santo Thomas Kelapa Dua berusaha untuk menjadikan nilai-nilai
kristiani sungguh-sungguh terwujud, dan secara nyata dihayati sebagai
dasar, pedoman, dan tujuan dalam hidup dan karya sehari-hari oleh Gereja
itu sendiri dan masyarakat sekitarnya.

Mengabdikan diri secara aktif


Paroki santo Thomas Kelapa Dua berusaha menjadikan hidup dan karya
sebagai pelayanan bagi orang lain dalam mengembangkan hidup, iman, dan
penghayatannya.
Pelayanan tersebut dilaksanakan bukan dengan menunggu adanya
permintaan, anjuran atau paksaan, tetapi proaktif-atas inisiatif sendiri,
bersifat mendatangi dan menawarkan, serta terdorong oleh gerakan hati
yang tulus. Prinsipnya hanya dengan melayani dan memberikan diri kepada
sesama, dirinya semakin berkembang kearah kepenuhannya.

Meningkatkan relasi dan mutu keimanan


Paroki Santo Thomas Kelapa Dua berusaha untuk menghidupkan kembali
relasi iman yang solider dan dialogal diantara sesama saudara seiman. Selain
itu juga berupaya meningkatkan mutu iman kekristenannya sehingga
komunitas basis kristiani menjadi lebih baik dan dapat diandalkan sebagai
dasar membangun komunitas basis manusiawi.

Meningkatkan martabat manusia


Paroki Santo Thomas Kelapa Dua akan memusatkan perhatiannya pada
manusia, perkembangan pribadi dan imannya. Hak dan kewajiban asasi
bukan hanya diperhatikan dan dibela dari berbagai tantangan yang
menghambat atau merusaknya, melainkan didukung dan dipromosikan
dengan menciptakan atau mengadakan apa yang perlu untuk
perkembangannya.

Penataan mekanisme dan organisasi


Paroki Santo Thomas Kelapa Dua berusaha :
a. Membenahi tata organisasi Dewan Pastoral Paroki;
b. Membenahi mekanisme kerja organisasi Dewan Pastoral Paroki;
c. Menepati keputusan-keputusan yang diambil oleh Dewan Pastoral
Paroki;

draft9
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

d. Melaksanakan keputusan-keputusan atas dasar komitmen moral untuk


pelayanan pastoral yang terpadu.

e. Bekerja sama dalam kebersamaan untuk mewujudkan komunitas basis


gereja yang merasul.

Pemberdayaan Potensi Umat Basis


Umat basis itu bukan hanya obyek pelayanan, tetapi juga subyek pelayanan.
Karena di dalam umat basis ini tersimpan sumber daya yang kaya akan
potensi, talenta, dan karunia. Oleh karena itu, umat basis ini hendaknya
dijaga, dirawat dan diatur agar sumber daya itu tidak segera habis,
melainkan tetap ada dan menghasilkan. Diupayakan juga agar sumber daya
itu semakin meningkat dalam jumlah dan mutunya. Belajar terus menerus
dan sikap kreatif harus terus diupayakan agar sumber daya sungguh-
sungguh relevan, mendukung dan berdaya guna bagi hidup, kelangsungan,
serta perkembangan pribadi dan iman manusia yang semakin lama semakin
banyak jumlahnya.

draft1
0
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

LAMPIRAN2:
KEBIJAKAN PASTORAL
Visi dan Misi Paroki yang telah dirumuskan diatas akan diwujudkan dengan
meneladan Jemaat Gereja Perdana. Mereka menyadari bahwa mereka diutus
menjadi Saksi Yesus Kristus untuk mewartakan Kerajaan Allah sampai
keujung bumi. Mereka hidup bersatu dalam persekutuan, persaudaraan,
kebersamaan, saling melayani dalam kasih, tekun dalam doa bersama dan
beribadat dan melaksanakan tugas dengan setia, sehingga mereka disukai
semua orang (bdk.Kis.2:41-47, 4:32-37).

Untuk mewujudkan visi dan misi yang sesuai dengan teladan Gereja Perdana
tersebut, Paroki Santo Thomas Kelapa Dua memusatkan perhatiannya pada
tiga segi, yaitu : segi kerohanian, segi non-kerohanian serta harta benda dan
keuangan.

Berdasarkan ketiga segi perhatian tersebut, maka tersusulah Kebijakan


Pastoral Paroki Santo Thomas Kelapa Dua, sebagai berikut :
1. Meningkatkan relasi pengurus dengan basisinya (dewan pastoral paroki
dengan seksi-seksinya, stasi, wilayah, lingkungan, organisasi serta
umat);
2. Meningkatkan mutu para pelaku (key actors) (imam,
biarawan/biarawati dan awam) dengan meningkatkan kualitas
imannya;
3. Penataan mekanisme dan organisasi (menata kembali organisasi dan
penerapan pelayanan pastoral);
4. Pendayagunaan sarana dan prasarana untuk berpastoral
(membentuk tim pastoral, membuat pedoman kerja seksi-seksi,
menyediakan alat-alat yang mendukung karya pastoral).

draft1
1
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

LAMPIRAN3:
1.4. POKOK PERHATIAN
Paroki Santo Thomas Kelapa Dua akan memberikan perhatian khusus dengan
prioritas pada bidang-bidang sebagai berikut :
1. Perhatian kepada kaum muda
a. Pendampingan kaum muda diperlukan karena, kaum muda ini
memainkan peranan penting untuk membangun masyarakat dan
gereja masa depan;
b. Paroki hendaknya menciptakan hidup gerejawi dan kemasyarakatan
yang menjunjung tinggi nilai-nilai dasar manusiawi tempat kaum muda
menemukan identitasnya;
c. Paroki hendaknya memperhatikan pendampingan kaum muda dengan
menggalakkan pertemuan-pertemuan, pelatihan-pelatihan, kaderisasi,
peningkatan pengetahuan tentang iman dan kebangsaan yang
mengandung unsur pembentukan sikap batin dan mental yang solider
dengan sesamanya;
d. Paroki hendaknya menyediakan tempat, waktu, tenaga dan
kemudahan lain serta hati yang lapang bagi kaum muda dan memberi
mereka kepercayaan untuk terlibat langsung dalam pelbagai kegiatan
Gereja dan kemasyarakatan.

2. Perhatian kepada Kehidupan Keluarga :


a. Penyelesaian masalah keluarga, pertama-tama merupakan tanggung-
jawab keluarga itu sendiri, sedangkan lembaga di luarnya hanyalah
unsur penunjang saja;
b. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak
mereka. Pendidikan itu meliputi pendidikan fisik, kepribadian,
pengetahuan, sosial, iman dan moral;
c. Kehidupan beragama dan teladan hidup yang baik dari orang
tua dalam keluarga merupakan warisan yang paling berharga bagi
anak-anak. Dari keluarga inilah diharapkan benih-benih panggilan yang
tangguh;
d. Pendampingan terhadap pasangan keluarga muda secara teratur;
e. Pendampingan khusus dan terus menerus terhadap pasangan
yang hidup dalam perkawinan campur.

f. Pendampingan kepada orang tua lanjut usia (lansia).

3. Perhatian khusus kepada orang-orang yang lemah, miskin, tak berdaya


dan tertindas, baik dikalangan umat katolik sendiri maupun saudara-
saudara yang lain (option for to the poor). Untuk itu :

draft1
2
PEDOMAN KERJA MEDIA KOMUNIKASI CETAK : UNIT WARTA THOMAS

a. Paroki harus memberikan perhatian, tempat dan kemudahan bagi yang


miskin dan papa dalam pelayanan sosial, kesehatan, dan pendidikan;

b. Paroki harus memberdayakan umat khususnya kaum buruh dan yang


kurang mampu lainnya melalui pelatihan dan pendampingan
berwirausaha, berkoperasi, dan meningkatkan ekonomi rumah tangga;
c. Paroki harus meningkatkan solidaritas antar umat agar yang kaya
membantu yang miskin seraya mengembangkan spiritualitas sosial,
yaitu bahwa ‘Tuhan telah menitipkan saudara-saudara yang miskin
kepada kita’.

4. Perhatian terhadap kehidupan sosial politik


a. Paroki hendaknya menyadari bahwa sebagai Gereja yang hidup di
dalam masyarakat pluralis baik dalam religi, kultur maupun ras.
b. Paroki wajib ikut serta dengan jujur dan tanpa pamrih
memperjuangkan kesejahteraan umum, kebenaran dan keadilan,
menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa serta secara khusus
membanun solidaritas dengan warga masyarakat;
c. Untuk meningkatkan peran aktif umat Katolik dalam kehidupan sosial-
politik, maka Paroki Santo Thomas Kelapa Dua berusaha :
1) Mendorong dan memajukan martabat serta tanggungjawab kaum
awam dalam menggereja dan memasyarakat;
2) Mendampingi kaum awam agar dapat menjalankan panggilan mereka
mencari dan menghadirkan Kerajaan Allah dengan mengurus hal-hal
duniawi dan mengaturnya menurut kehendak Allah serta mempersiap-
kan diri untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial politik;
3) Menanamkan dan memperkuat penghayatan yang terpadu antara
iman kristiani dan wawasan kebangsaan sebagai motivasi dasar;
4) Menghimpun dan mendayagunakan profesi kaum awam dalam bidang
sosial politik dan menjalin kerjasama yang baik untuk menghadapi
tantangan dan permasalahan yang dihadapi dari waktu ke waktu;
5) Mendampingi tokoh-tokoh awam yang aktif dalam lembaga-lembaga
politik dan menjalin kerjasama yang baik untuk dapat mengenali dan
mengerti situasi serta kondisi masyarakat secara tepat.

draft1
3