Anda di halaman 1dari 3

Ramalan demand yang didapatkan dari jawaban soal no.

1c adalah :

Periode Ramalan
1 1020
2 1111
3 1203
4 1294
5 1386
6 1477

Sehingga data yang diperoleh adalah :

Periode Ramalan Hari Kerja


1 1020 22
1 jam-orang/unit
2 1111 20
Waktu Baku 3 1203 21
TK awal 10 4orang 1294 21
Ongkos Normal Rp.5 2000/unit1386 20
Ongkos Lembur Rp.6 3500/unit1477 20
Ongkos SK Rp. 10000/unit
Inventori Awal 50 unit
Safety Stock 100 unit
Ongkos Hiring Rp. 50000/orang
Ongkos Layoff Rp. 100000/orang
Ongkos Simpan Rp. 500 unit/bulan
Jam Kerja Normal 8 jam
Jam Kerja Lembur 25 % jam kerja normal

Maka untuk menghitung rencana produksi 4 bulan pertama dengan tenaga kerja
tetap/kapasitas produksi konstan, maka kita lihat ramalan demand untuk 4 bulan.

Periode Ramalan HK
1 1020 22
2 1111 20
3 1203 21
4 1294 21

Σ Demand untuk 4 bulan


= Σ Ramalan (1-4) – (Inventory Awal) + Safety Stock
= 4.631 – 50 + 100
= 4.681 unit
Tenaga Kerja Diperlukan

=
Waktu Baku x ∑demand =
1 jam - orang/unit x 4681 unit
= 6,97 ≈ 7 orang
∑Hari Kerja x Jam Kerja 84 hari x 8 jam/hari

Kecepatan Produksi
Jumlah TK x Jam Kerja 7 orang x 8 jam/hari
= = 1 jam orang/unit = 56 unit/hari
Waktu Baku

Sehingga :

Produksi untuk periode 1


= Kecepatan Produksi x Hari Kerja ( periode 1) = 56 unit/hari x 22 hari = 1.232 unit
Produksi untuk periode 2
= Kecepatan Produksi x Hari Kerja ( periode 2) = 56 unit/hari x 20 hari = 1.120 unit, dst

Inventori Akhir untuk periode 1

= Produksi ( periode 1) − Ramalan Demand ( periode 1) + Inventori Awal (= Inventori (periode 0) )


= 1232 – 1020 + 50 = 262 unit

Inventori Akhir untuk periode 2

= Produksi ( periode 2 ) − Ramalan Demand ( periode 2) + Inventori Awal (= Inventori )


(periode 1)

= 1120 – 1111 + 262 = 271 unit, dst.

Tabel akhir rencana produksi untuk 4 bulan pertama adalah :

Periode Ramalan HK Prod. Normal Inv Inv. Akhir


1 1.020 22 1.232 262 262
2 1.111 20 1.120 9 271
3 1.203 21 1.176 -27 244
4 1.297 21 1.176 -121 123

Total ongkos
= (10-7) Ongkos Layoff + (4704) Ongkos Normal + (900) Ongkos Simpan.
= (3 x Rp. 100000) + (4.704 x Rp. 2000) + (900 x Rp. 500)
= Rp. 10.158.000

Untuk 2 periode selanjutnya, maka ramalan demand yang diperoleh adalah :

Periode Ramalan Hari Kerja


5 1386 20
6 1477 20
Data lain yang diperoleh :

Inventori Awal 123 unit


Safety Stock 100 unit

Karena dihitung dengan strategi tenaga kerja berubah maka,

Σ Demand untuk periode 5


= Ramalan (5) – (Inventory Awal) + Safety Stock
= 1386 – 123 + 100
= 1.363 unit

Tenaga Kerja Diperlukan


Waktu Baku x Demand ( 5 ) 1 jam - orang/unit x 1363 unit
= = = 8,51 ≈ 9 orang
∑ Hari Kerja ( 5 ) x Jam Kerja 20 hari x 8 jam/hari

Kecepatan Produksi
Jumlah TK x Jam Kerja 9 orang x 8 jam/hari
= = 1 jam orang/unit = 72 unit/hari
Waktu Baku

Sehingga :
Produksi untuk periode 5
= Kecepatan Produksi x Hari Kerja ( periode 5 ) = 72 unit/hari x 20 hari = 1.440 unit

Inventori Akhir untuk periode 5


= Produksi ( periode 5 ) − Demand ( periode 5 )
= 1440 – 1363 = 77 unit

Karena Safety Stock = 100 unit, maka terjadi kekurangan 33 unit.


Maks lembur = 9 x 2 x 20 = 360 unit. Sehingga cukup.

Σ Demand untuk periode 6


= Ramalan (6) – (Inventory Awal) + Safety Stock
= 1477 – 100 + 100
= 1.477 unit

Tenaga Kerja Diperlukan


Waktu Baku x Demand ( 6 ) 1 jam - orang/unit x 1477 unit
= = = 9,23 ≈ 10 orang
∑ Hari Kerja ( 6 ) x Jam Kerja 20 hari x 8 jam/hari

Kecepatan Produksi
Jumlah TK x Jam Kerja 10 orang x 8 jam/hari
= = 1 jam orang/unit = 80 unit/hari
Waktu Baku

Sehingga :

Produksi untuk periode 6


= Kecepatan Produksi x Hari Kerja ( periode 6) = 80 unit/hari x 20 hari = 1.600 unit

Inventori Akhir untuk periode 6


= Produksi ( periode 6 ) − Demand ( periode 6 )
= 1600 – 1477 = 123 unit

Periode Demand HK TK Prod Normal Inv Lembur Inv Kum


5 1363 20 9 1440 77 23 100
6 1477 20 10 1600 123 0 123

Total ongkos
= (9-7) Ongkos Hiring + (10-9) Ongkos Hiring + (3.040) Ongkos Normal + (23)
Ongkos Lembur + (223) Ongkos Simpan.
= (3 x Rp. 50.000) + (3.040 x Rp. 2000) + (23 x Rp. 3.500) + (223 x Rp. 500)
= Rp. 6.422.000