Anda di halaman 1dari 4

BAB II

PEMBAHASAN TENTANG
KONSEP DASAR PERWILAYAHAN

2.1. Pengertian Wilayah

Wilayah dapat dilihat sebagai suatu ruang pada permukaan bumi,


pengertian permukaan bumi menunjuk pada suatu tempat atau lokasi yang
dilihat secara horizontal dan vertikal. Wilayah sering dibedakan artinya dengan
kata daerah atau kawasan. Wilayah dapat diartikan sebagai satu kesatuan ruang
yang mempunyai tempat tertentu tanpa terlalu memperhatikan soal batas dan
kondisinya. Atau juga wilayah dapat diartikan, suatu areal yang memiliki
karakteristik arela bisa sangat kecil maupun sangat besar, suatu wilayah
diklasifikasikan berdasarkan satu atau beberapa karekteristik, misalnya
berdasarkan iklim, relief dipebatuan, pola pertanian, tumbuhan alami, kegiatan
ekonomi dan sebagainya.
1. Purnomo Sidi (1981) mengatakan bahwa wilayah adalah sebutan untuk
lingkungan permukaan bumi yang jelas batasannya.
2. Imanuel Kaant (1982) mengatakan wilayah adalah sesuatu ruang di
permukaan bumi yang mempunyai spesifik dan dalam aspek tertentu
berbeda antara dua titik dalam garis lurus.

2.2. Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional

Glasson (1974), Budi Harsono (1996), dan Huesmen (1986) mengatakan


bahwa wilayah dapat dibedakan menjadi 2, yaitu wilayah formal (formal region
atau mogenous regoins) dan wilayah fungsional (Functional region atau nodul
region).

a) Wilayah formal adalah wilayah yang dipandang dari satu aspek tertentu
yang mempunyai sifat-sifat dan ciri-ciri yang relatif sama. Kriteria pokok
yang digunakan antar wilayah dapat berbeda tergantung dasar atau tujuan
pengelompokannya. Kriteria tersebut dapat berupa aspek fisik seperti

1
ketinggian, bentuk lahan, dan curah hujan, kegiatan ekonomi (daerah
pertanian), peternakan, industri dan sebagainya. Jadi pada wilayah seragam
terdapat keseragaman atau kesamaan dalam kriteria tertentu.

b) Wilayah fungsional adalah suatu wilayah yang mempunyai ketergantungan


antara daerah pusat dengan daerah belakangnya atau suatu wilayah yang
dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling
dihubungkan dengan garis melingkar (daerah belakangnya). Oleh karena itu,
pada wilayah gundul terdapat pengertian tentang kaitan fungsional antara
pusat kegiatan. Wilayah seperti ini disebut wilayah fungsional. Contohnya
wilayah kota dengan wilayah belakangnya. Lokasi produksi dengan wilayah
pemasarannya, susunan orde perkotaan dan jalur transportasi.

2.3. Perwilayahan secara Formal dan Fungsional

Perwilayahan ialah suatu proses dilineasi atau pembatasan suatu


wilayah. Apabila kriteria yang dijasikan dasar mendelineasi sederhana misalnya
kepadatan penduduk, maka pendelineasian akan mudah. Jika kriteria yang
digunakan berpariasi, perwilayahan menjadi agak rumit. Perwilayahan dibagi
menjadi dua :

1. Perwilayahan secara formal


Tujuan perwilayahan formal adalah untuk mengetahui wilayah mana yang
homogen atau seragam. Teknik yang bisa digunakan pendelineasian wilayah
formal adalah metode nilai bobot indeks. Metode ini digunakan untuk
mendelineasi wilayah berdasarkan lebih dari satu kriteria

2. Perwilayah secara fungsional


Pembatas suatu wilayah secara fungsional menyangkut pengelompokan
beberapa unit wilayah yang memiliki tingkat kepentingan hubungan.
Dengan demikian wilayah fungsionallebih menekankan pada arus hubungan
dengan titik pusat. Pendekatan untuk perwilayah fungsional dilakukan
dengan analisis aliran barang atau orang. Pada analisis ini wilayah
fungsional berdasar pada arah dan intensitas aliran barang atau orang antara
titik pusat dan wilayah sekitarnya. Pada umumnya aliran lebih intensif untuk

2
wilayah yang jauh dari pusat. Luas daerah pengaruh pusat adalah sampai
pada tempat arus aliran. Aliran itu bisa dalam beberapa bentuk. Dalam
bidang ekonomi bisa berupa barang, penumpang atau jalan. Dalam bidang
sosial seperti arus siswa atau pasien di rumah sakit. Bidang politik terutama
arus belanja negara. Bidang informasi seperti surat telegram, surat kabar,
telepon dan lain-lain. Variasi dari analisis aliran barang atau orang adalah
teori grafik. Pendekatan ini masih sederhana tapi merupakan cara yang lebih
berstruktur dan sistematis untuk identifikasi wilayah fungsional atau
wilayah modal.

2.4. Contoh Menidentifikasi Wilayah Formal dan Fungsional

a. Contoh mengidentifikasi wilayah formal

Sesuai dengan pengertian di atas, wilayah formal adalah wilayah yang


dipandang dari suatu aspek tertentu mempunyai sifat-sifat dan ciri-ciri yang
relatif sama. Kriteria pokok yang digunakan antar wilayah dapat berbeda
bisa berupa spek fisik, iklim dan ekonomi, untuk membuat perwilayahan
diperlukan data atau atlas dengan data tertentu dari wilayah tersebut. Hal ini
desibebkan peta tanpa disertai suatu data tidak akan dapat untuk membuat
peta tematik perwilayahan. Misalnya untuk dapat membuat peta ekonomi
wilayah diperlukan data kegiatan ekonomi. Demikian pula untuk membuat
peta topografi wilayah diperlukan data kantor.

b. Contoh mengidentifikasi wilayah fungsional

Wilayah fungsional adalah suatu wilayah yang memopunyai ketergantungan


antara daerah pusat dengan daerah belakangnya. Dengan kata lain, suatu
wilayah fungsional dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan
yang saling dihubungkan dengan garis melingkar. Contohnya wilayah kota
dengan wilayah belakangnya, lokasi produksi dengan wilayah
pemasarannya dan sebagainya.

3
2.5. Perwilayahan Berdasarkan Penomena Geografis di Lingkungan Setempat
Perwilayahan berdasarkan penomena geografis dapat dilihat dari
beberapa aspek :
a. Berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan di Indonesia dikenal
pembagian wilayah kekuasaan pemerintahan, seperti propinsi, kabupaten,
kecamatan, desa dan dusun.
b. Berdasarkan kesamaan kondisi di sini yang paling umum adalah kesamaan
kondisi fisik. Contohnya Jawa Tengah di bagian atas pantai timur
pegunungan dan pantai barat.
c. Berdasarkan ruang limgkup pengaruh ekonomi perlu ditetapkan terlebih
dahulu beberapa pusat pertumbuhan yang ciri-ciri sama besarnya dan
rankingnya. Kemudian ditetapkan batas-batas pengaruh dari setiap pusat
pertumbuhan. Contohnya batas pengaruh satu kota dengan kota lainnya
hanya dapat dilakukan untuk kota yang sama rankingnya.
d. Berdasarkan wilayah perencanaan atau program dalam pembagian ini
ditetapkan batas-batas wilayah ataupun daerah-daerah yang terkena suatu
program atau proyek. Contohnya DAS Bengawan Solo, DAS Berantas dan
DAS Serayu.

Anda mungkin juga menyukai