Anda di halaman 1dari 3

” LEBIH BAIK TEMENAN AJA”

Karya; Muhammad Rum

Pagi hari itu terasa biasa saja. Akupun berangkat ke sekolah seperti

biasa. Namun ketika aku sampai di sekolah suasana berbeda tejadi. Tiba-tiba

seoran cewe yang tak ku kenali mendekat kepadaku dan berkata "ngapain lo

deketdeketin dia...! sok kenal banget sih lo.... disini lo itu anak baru... nggak

usah sokdeh....!". "gue nggak bernah deketin siapa-siapa kok... maksud lo

ngomong gitu apaan... gue tau gue anak baru disini... tapi lo nggak berhak

ngomong gitu ke gue..." kataku untuk membela diri. Lalu cewe itu bilang "alah!

nggak usah belaga bego lo.... elo kan yang deketin Randy....!". "hah, gue deketin

Randy...? siapa bilang.... Dia duluan yang deketin gue....lagian kita cuma

temenan doang" kataku. "udah pokoknya lo nggak boleh deket-deket sama dia

lagi!".kata cewe yang ternyata bernama Clara itu. Tiba-tiba temanku datang dan

berkata "diapain lo Si sama Clara?". Akupun menjawab "enggak diapa-apain

kok...". "ah, boong lo... pasti lo dikira deketin Randy kan?" kata Rena temanku.

"kok elo tau?" kataku penasaran. "ya jelaslah gue tau... tadi pas Clara ngomong

sama lo nggak sengaja gue denger... jadinya gue tau deh..." kata Rena. Bel

masuk telah berbunyi. Kami berdua bergegas masuk ke dalam kelas. "Si, Sisi...!"

teriak Randy memanggilku. "ya kenapa?". " Tadi kamu di labrak Clara ya...?"

kata Randy. Aku kaget mendengar perkataan Randy. Aku bertanya-tanya dalam

hati mengapa Randy bisa mengetahuinya. "Si, kamu nggak papa?" kata Randy

mambangunkan lamunanku. "ya... ya kenapa?". "Kamu ngelamun ya?" tanya


Randy kepadaku. "enggak kok..." kataku. "Jadi tadi kamu di labrak Clara?"

Tanya Randy lagi. aku menjawab "enggak... enggak kok...". "udah nggak usah

boong aku tau semua dari Rena... kata Rena tadi pagi kamu dilabrak Clara..."

kata Randy. "udahlah nggak usah dipikirin lupain aja..."kataku. Randy terlihat

masih penasaran. Randypun memutuskan untuk bertanya kepada Rena apa

yang sebenarnya terjadi. Randy langsung menghampiri Rena dan berkata "Ren,

sebenernya Sisi dilabrak Clara nggak sih...?". "Iya emangnya kenapa? lo udah

tanya sama dia?" kata Rena. "udah... tadi gue udah tanya sama Sisi tapi katanya

enggak... apa dia boong?" kata Randy. "mungkin aja dia boong, dia nggak mau

cerita ke siapa-siapa kali!". "tapi kenapa dia boong?". "mana gue tau tanya aja

sama Sisinya langsung..." kata Rena memberi Saran. "nggak usahlah... ntar dia

malah marah lagi sama gue" Karena penasaran Randy memutuskan bertanya

langsung kepada Clara. Walaupn masih ada sedikit keraguan, tapi ia

memberanikan diri untuk bertanya kepada Clara. "Clara....! gue au ngomong

sebentar sama lo...." kata Randy. Nindy yang sedang mengobrol dengan teman-

temannya pun segera menuju ke tempat Randy. Clara merasa Randy akan

membicarakan sesuatu yan membuat hatinya senang. Randy mengawali

pembicaraan, "gue mau tanya sesuatu sama lo tapi lo jawab jujur ya...". "iya...

kamu mau tanya apa?" kata Clara. " tadi pagi kamu ngelabrak Sisi ya?". "ng...

ng.... nggak kok..." kata Clara terbata-bata. " udah nggak usah bong..." kata

Randy. "i... i... iya... habisnya wku cemburu liat Sisi deketin kamu..." kata Clara.

"Sisi nggak deketin gue... tapi gue yang deketin dia...! kenapa sih setiap ada

cewe yang deket sama gue selalu lo sangka yang enggak-enggak!" bentak
Randy kepada Clara. "Randy...! udah.... Clara nggak salah... dia cuma mau lo

tetep kasih perhatian sama dia... dia ngerasa lo udah nggak merhatiin dia lagi...

iya kan Clar?" kata Sisi. Clara mengangguk. Randy terdiam setelah mendengar

ucapa Sisi. "lebih baik kita temenan aja... nggak usah ada berantem-berantem

kaya gini lagi..." kata Sisi. "maafin aku ya,Si..." kata Randy kepada Sisi. "lo

harusnya minta maaf sama Clara karena lo udah bentak-bentak dia kaya gitu..."

kata Sisi. "gue minta maaf ya, Clar gue nyesel... harusnya gue dengerin

penjelasan lo dulu..." kata Randy. "aku juga minta maaf sama kalian berdua ya,

Ran, Si.... aku udah buruk sangka sama kalian berdua... maaf ya...." kata Clara.

"aku udah maafin kamu kok.... kan kalo gini lebih enak... nggak ada

pertengkaran diantara kita...". Mereka semua tersenyum bahagia.