Anda di halaman 1dari 37

KETUA : HANS JONNI (E21109255)

ANGGOTA :

AINUN AZWARIAH (E21109257)

SRI HASNAENI ASIZ (E21109256)


KONSTITUSI
PENGERTIAN KONSTITUSI
Secara bahasa, berasal dari bahasa
Perancis “Constituer” yang berati
membentuk.
Menurut istilah Belanda “Gronwet”, wet
berarti undang-undang, dan grond
berarti tanah (dasar)
MACAM-MACAM
KONSTITUSI

Konstit
usi Tidak
Tertulis
Tertuli Konven
s si
UUD
KONSTITUSI TERTULIS
Menurut E.C.S Wade mengatakan
bahwa secara umum Undang-
Undang Dasar adalah suatu
naskah yang memaparkan
kerangka dan tugas-tugas pokok
dari badan-badan pemerintahan
suatu negara dan menentukan
cara kerja badan-badan tersebut.
KONSTITUSI TERTULIS

– LEBIH MENJAMIN KEPASTIAN


HUKUM
– BERSIFAT KAKU
– LEBIH TEGAS DAN JELAS
FORMULASINYA
UUD 1945
 PENGERTIAN
Hukum dasar tertulis yang bersifat
mengikat bagi pemerintah,
lembaga Negara, masyarakat, WNI
dimanapun berada dan penduduk
yang berada dalam wilayah RI..
KEDUDUKAN
Sumber hukum setiap produk
hukum yang di bawahnya.
ISI
• Pembukaan 4 alinea
• Batang tubuh terdiri dari 37
pasal, 3 pasal aturan peralihan
dan 2 pasal aturan tambahan.

SIFAT
Supel dan kaku
KONSTITUSI TAK
TERTULIS
KONSTITUSI HUKUM YANG TIMBUL DAN
TERPELIHARA DALAM PRAKTEK
PENYELENGGARA SECARA TIDAK TERTULIS
KONSTITUSI TAK
TERTULIS
– KURANG JELAS DAN TEGAS
FORMULASINYA
– LEBIH LUWES DAN MUDAH
MENYESUAIKAN DIRI DENGAN
KEADAAN
- PRAKTIS, DIDUKUNG DAN
DIANGGAP WAJAR OLEH
MASYARAKAT
LEMBAGA-
LEMBAGA
NEGARA
KEKUASAAN
EKSEKUTIF
Kekuasaan Eksekutif

• Kekuasaan eksekutif didelegasikan kepada


Presiden.
Pasal 4 ayat (1) UUD 1945: “Presiden Republik
Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan
menurut Undang-Undang Dasar.”
• Lembaga Eksekutif terdiri atas Presiden, yang
dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh
seorang wakil presiden dan kabinet. Di tingkat
regional, pemerintahan provinsi dipimpin oleh
seorang gubernur, sedangkan di pemerintahan
kabupaten/kotamadya dipimpin oleh seorang
bupati/walikota.
LEMBAGA NEGARA (EKSEKUTIF)
SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945
PRESIDEN
• Presiden memegang posisi sentral dan
dominan sebagai mandataris MPR, meskipun
kedudukannya tidak “neben” akan tetapi
“untergeordnet”.
• Presiden menjalankan kekuasaan
pemerintahan negara tertinggi (consentration
of power and responsiblity upon the
president).
• Presiden selain memegang kekuasaan
eksekutif (executive power), juga memegang
kekuasaan legislative (legislative power) dan
kekuasaan yudikatif (judicative power).
• Presiden mempunyai hak prerogatif yang
sangat besar.
• Tidak ada aturan mengenai batasan periode
seseorang dapat menjabat sebagai presiden
serta mekanisme pemberhentian presiden
dalam masa jabatannya.
LEMBAGA NEGARA (EKSEKUTIF)
SESUDAH PERUBAHAN UUD 1945
PRESIDEN
• Membatasi beberapa kekuasaan presiden
dengan memperbaiki tata cara pemilihan
dan pemberhentian presiden dalam masa
jabatannya serta memperkuat sistem
pemerintahan presidensial.
• Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan
kepada DPR.
• Membatasi masa jabatan presiden
maksimum menjadi dua periode saja.
• Kewenangan pengangkatan duta dan
menerima duta harus memperhatikan
pertimbangan DPR.
• Kewenangan pemberian grasi, amnesti dan
abolisi harus memperhatikan pertimbangan
DPR.
• Memperbaiki syarat dan mekanisme
pengangkatan calon presiden dan wakil
presiden menjadi dipilih secara langsung
oleh rakyat melui pemilu, juga mengenai
pemberhentian jabatan presiden dalam
masa jabatannya.
KEKUASAAN
LEGISLATIF
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
(DPR)
• Kedudukan DPR sebagai Lembaga Tinggi
Negara yang berfungsi mengawasi
pemerintah.
• Wewenang dan Tugas-Tugas DPR
a.Memberikan persetujuan dalam pembentukan UU.
b.Memberikan persetujuan dalam penetapan APBN.
c.Memberikan pengawasan atas pelaksanaan UU,
pelaksanaan APBN, pengelolaan Keuangan
Nasional dan Kebijakan Pemerintah.
d.Memberikan persetujuan atas pernyataan
perang, membuat perdamaian dan perjanjian
dengan negara lain yang dilakukan oleh
Presiden.
e.Melakukan hal-hal yang ditugaskan oleh Tap
MPR kepada DPR.
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
(DPR)

• Keanggotaan DPR, terdiri atas:


a.Golongan Politik (Organisasi Peserta
Pemilu)
b.Golongan Karya fungsional yang
diangkat oleh Presiden dan terdiri dari
ABRI (sekian persen dari seluruh
anggota DPR/diangkat) dan non-ABRI.
Setiap anggota wajib menjadi salah
satu Fraksi, yaitu, fraksi TNI, Karya
Pembangunan, PDI, P.3, dan Fraksi
Utusan Daerah.
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
(DPR)
• Susunan DPR ditetapkan dengan UU
a.DPR bersidang sedikitnya sekali
setahun.
b.DPR bersama Presiden membuat UU
dan menetapkan APBN.
c.DPR berhak mengajukan Rancangan UU.
d.DPR meminta hasil pemeriksaan BPK
tentang Keuangan Negara.
e.DPR mengawasi tindakan Presiden
dalam pelaksanaan Haluan Negara.
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
(DPR)
• Hak-Hak DPR
a. Hak budget
b. Hak amandemen
c. Hak interpelasi
d. Hak angket
e. Hak inisiatif
• Alat Kelengkapan DPR
a. Pimpinan (seorang ketua dan 4 orang Wakil Ketua)
b. Badan Musyawarah
c. Komisi-Komisi
d. Badan Urusan Rumah Tangga
e. Badan Kerjasama antar Parlemen
f. Panitia
KEKUASAAN
YUDIKATIF
MAHKAMAH
AGUNG (MA)
• Salah satu lembaga negara yang
menyelenggarakan peradilan
untuk menegakkan hukum dan
keadilan.
KOMISI YUDISIAL (KY)
• Suatu badan kehakiman yang
merdeka yang berada dalam
lingkungan kekuasaan
kehakiman tapi tidak
menyelenggarakan peradilan.
MAHKAMAH KONSTITUSI
• Lembaga negara yang bertujuan
untuk menjaga kemurnian
konstitusi.
• Tindakan yang bertentangan
dengan konstitusi dapat diuji
dan diluruskan oleh MK melalui
proses peradilan yang
diselenggarakan oleh MK.
LEMBAGA PENGAWASAN
KEUANGAN
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
(BPK)
• Kedudukan BPK dalam Lembaga Tinggi
Negara yang bertugas memeriksa tanggung
jawab tentang Keuangan Negara.
• Tugas Pokok BPK
a.Memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang
keuangan dan kekayaan Negara.
b.Memeriksa tanggung jawab semua pelaksanaan
APBN, APBD, anggaran BUMN dan anggaran
BUMD berdasarkan atas ketentuan UU.
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
(BPK)
• Kewajiban dan Wewenang BPK
a.Untuk memberitahukan hasil
pemeriksaannya kepada DPR dan
Pemerintah serta perbuatan yang
merugikan Keuangan Negara kepada
Pemerintah dan khusus persoalan Pidana
kepada Kepolisian/Kejaksaan.
b.Wewenang BPK meminta keterangan yang
wajib diberikan oleh setiap orang,
Badan/Instansi Pemerintah dan Swasta.
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
(BPK)
• Fungsi-Fungsi BPK
a. Fungsi Operatif
b. Fungsi Rekomendasi
c. Fungsi Yudikatif
• Bentuk Keanggotaan BPK
a. BPK berbentuk Dewan yang kemudian
disebut Badan.
b. Terdiri dari Ketua, Wakil Ketua dan 5
orang anggota yang diangkat Presiden
untuk masa jabatan 5 tahun.
c. Sekjen BPK adalah alat kelengkapan BPK
dan merupakan Lembaga Kesekretarian
Lembaga Tinggi Negara.
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
(BPK)
• Masalah yang diahadapi BPK
a.Tidak diterangkannya definisi
keuangan negara yang tidak
secara eksplisit dicantumkan.
b.Adanya pembatasan fungsi BPK
oleh UU.
c.Bentuk laporan hasil pemeriksaan
dan tata cara pemberitahuannya
kepada DPR dan kurangnya
independensi BPK.
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
(BPK)
• Usaha dalam meningkatkan efisien audit BPK
a. BPK dapat menggunakan laporan aparat
pemerintahan intern pemerintah (seperti BPKP,
Insperktorat, SPI dan lainnya).
b. Dilakukan berbagai perbaikan hubungan DPR
dengan BPK dan peningkatan kualitas audit dan
laporannya oleh BPK.
• Pemeriksaan yang telah dilakukan BPK sejak
tahun 2005
a. Pemeriksaan mengenai korupsi.
b. Subsidi BBM.
Thank
You