Anda di halaman 1dari 2

PLASTIK KRESEK KITA ...

Tiap hari, kehidupan kita tidak pernah terlepas melihat segala macam plastik. Plastik-

plastik ini bermacam-macam jenisnya, mulai dari tas kresek, botol plastik, bungkus permen,

tempat es jeruk kita, sedotan, dll. Namun tahukah teman-teman tentang bahaya yang ada dalam

sebuah plastik kresek yang kita gunakan untuk membeli berbagai macam kebutuhan kita di

warung?

Plastik merupakan salah satu bahan ciptaan manusia yang merusak bumi. Umum bagi kita

untuk memakai plastik dan membuangnya ke tempat sampah. Namun, plastik adalah bahan yang

sangat susah untuk didaur ulang. Bumi sendiri memerlukan waktu sekitar 200 – 400 tahun untuk

menguraikannya. Bayangkan berapa banyak plastik yang digunakan oleh manusia selama ini dan

berapa waktu bagi bumi untuk mengurainya.

Selain berbahaya bagi lingkungan, plastik juga berbahaya bagi diri kita. Membakar sampah

plastik sama saja menambahkan racun yang sangat berbahaya pada udara yang setiap saat kita

hirup, karena asap hasil pembakaran tersebut mengandung racun kimia yang bisa menyebabkan

penyakit seperti gangguan pada saluran pernafasan, kanker paru-paru, dll. Plastik kresek yang

kita pakai untuk membungkus makanan kita yang masih panas/hangat, juga dapat membuat

makanan kita terkontaminasi oleh zat-zat yang dikeluarkan oleh plastik dan menjadi salah satu

faktor dari penyakit kanker.

Nampaknya di era yang modern ini, mendorong manusia menjadi lebih praktis, instan, dan

nyaman dengan apa yang dilakukan olehnya tanpa peduli lingkungan alam (bumi), pun diri sendiri.

Kepraktisan akan penggunaan plastik yang murah dan efisien membuat manusia lupa akan bahaya

yang ditimbulkannya di kemudian hari. Sampah plastik yang menggunung di tempat pembuangan

akhir seolah-olah menjadi jawaban atas sampah selama ini, padahal tidak. Kita bisa menghitung

berapa sampah yang dibuat oleh seorang anak manusia setiap harinya. Sekarang mungkin kita bisa

tetap acuh terhadap sampah-sampah yang menggunung di tempat pembuangan akhir, namun apa

jadinya sampah-sampah ini beberapa dekade mendatang? Apakah nantinya akan lebih banyak

jumlah sampah di bumi daripada jumlah manusia yang hidup di dalamnya?

Beberapa usaha telah dilakukan untuk menekan penggunaan plastik di seluruh dunia. Salah

satu usaha yang paling terkenal adalah BYOB (bring your own bag ). Paling tidak kita sudah dapat

mengurangi sampah plastik dengan memakai kembali plastik kresek yang telah kita pakai. Sering

kita belanja di toko ataupun supermarket di sekitar kita, yang selalu memberikan secara cuma-

cuma plastik berlogo supermarket itu. Kita sering menentengnya dengan bangga, kemudian kita

buang begitu saja. Hal ini berbeda dengan beberapa supermarket di negara-negara maju.
Supermarket di Eropa seperti ALDI atau Albertson memberikan diskon jika tidak menggunakan

kantong plastik mereka. Supermarket IKEA di Amerika malah akan memaksa pelanggan untuk

membayar kantong plastik. Di Singapura mulai menetapkan hari-hari tertentu sebagai “Bring Your

Own Bag Day“ dimana pelanggan diharuskan membawa kantong mereka sendiri dan yang tidak

membawa diharuskan membayar 30 sen yang akan digunakan untuk kegiatan lingkungan. Kantong

belanja yang dapat digunakan kembali sekarang laku keras di Singapura.

Bagaimana dengan kita di Indonesia? Apakah kita harus malu untuk membawa tas kresek

kita sendiri? Takut dilihat atau ditertawakan orang? Malah seharusnya kita harus menertawakan

mereka yang tidak mengerti pentingnya lingkungan dan kurangnya kesadaran untuk mengurangi

sampah.

Oleh : Andhika Arief KAPS 304 FN