Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MANDIRI , SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

MAKSI TRISAKTI, KELAS EKSEKUTIF, ANGKATAN 17

CHARLES LEONARDO HENDRA ,NIM : 123091015

Identifikasi hasil pengamatan :

1. Pelanggan yang memerlukan memerlukan produk atau layanan jasa dari instansi anda
Pelanggan yang memerlukan produk / layanan jasa dari perusahaan tempat saya bekerja
yang merupakan perusahaan asuransi jiwa, dapat didentifikasi berdasarkan produk yang
dikeluarkan oleh perusahaan, yaitu :
1. Produk Progressive save, Power Safe, Power Simponi, Stable Safe, Maxi Infest, Stable
link; di peruntukkan kepada calon nasabah yang ingin berinvestasi, menyimpan dananya
sekaligus untuk dikembangkan nilainya yang diharapkan dapat meningkat dan terlindung
dari inflasi, dan diberikan perlindungan jiwa yang dikehendaki.
2. Eka Waktu, diperuntukkan kepada calon nasabah yang membutuhkan proteksi bila terjadi
kematian terhadap diri nasabah, dengan maksud mendapatkan manfaat yang dapat
meningkatkan kekayaan, maupun untuk melindungi keluarganya dari masalah keuangan
akibat meninggalnya nasabah.
3. Pro Life , Dana Sejahtera, Dana Bahagia & Pro Safer, di peruntukkan kepada calon
nasabah yang menginginkan adanya pengelolaan keuangan calon nasabah untuk
membangun kekuatan financial yang dapat menompang hidup calon nasabah di hari
tuanya yang mungkin ia tidak lagi bekerja (Jaminan hari tua)
4. Eka Sehat, di peruntukkan kepada calon nasabah yang menginginkan adanya jaminan
secara financial untuk melindungi kesehatan calon nasabah
5. Eka Sarjana Mandiri & Eka Siswa Emas, diperuntukkan kepada calon nasabah yang
menginginkan adanya jaminan secara financial yang dapat membantu dalam pemenuhan
pendidikan anggota keluarganya maupun dirinya sendiri.
6. Ekalink Family & Ekalink 80, diperuntukkan kepada calon nasabah yang menginginkan
proteksi keuangan keluarga secara terpadu
7. Produk Asuransi Jiwa Syariah, diperuntukkan kepada nasabah yang menginginkan
pengelolaan keuangannya serta proteksi jiwa yang didasarkan kepada prinsip2 Syariah
Islam, dimana variasinya hampir sama dengan produk asuransi konvensional.
1. Siapa saja pesaing yang memiliki kegiatan bisnis sejenis?

Pesaing yang memiliki kegiatan bisnis sejenis adalah tentunya semua perusahaan asuransi
jiwa baik yang didirikan di Indonesia maupun yang berasal dari luar negeri yang beroperasi di
indonesia. Lebih tepatnya lagi para pesaing dari instansi tempat saya bekerja dapat diidentifikasi
berdasarkan kategori penilaian, dan dilihat dari kedekatan peringkatnya :
Identifikasi pesaing berdasarkan kategori Premi Bruto nya, yang dikuatkan ke-valid-an
dengan adanya penilaian dari salah satu instansi pewartaan berita ekonomi di Indonesia, para
pesaing dalam kategori ini yaitu;

1. Asuransi Aig Life

2. Asuransi Adira Dinamika

3. Asuransi Astra Buana

4. Zurich Insurance Indonesia

5. Asuransi Jasaraharja Putera

6. Asuransi Jaya Proteksi

7. Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia

8. Asuransi Wahana Tata

9. Asuransi Central Asia

10. Chartis Insurance Indonesia

11. Asuransi Allianz Utama Indonesia

12. Asuransi Tokio Marine Indonesia

13. Asuransi Ramayana

14. Asuransi Tri Pakarta

15. Asuransi Jasa Indonesia

16. Asuransi Raksa Pra Tikara

17. Tugu Pratama Indonesia

18. Asuransi Dayin Mitra


Untuk Daftar perusahaan asuransi pesaing dalam kategori perusahaan asuransi
umum, yaitu :
1. PT Asuransi Adira Dinamika,
2. PT Asuransi Astra Buana,
3. PT Panin Insurance,
4. PT Asuransi Central Asia,
5. PT Asuransi Kredit Indonesia,
6. PT Asuransi Jasa Indonesia,
7. PT Asuransi Jaya Terproteksi,
8. PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur
9. dan PT Asuransi Himalaya Pelindung.

1. Jelaskan Keunggulan Para pesaing dibanding Perusahaan / Istansi anda ?

Keunggulan para pesaing yang dapat saya identifikasi diantaranya adalah :


1. Brand
Para pesaing dalam kategori penilaian kinerja yang sama telah memiliki brand yang
unggul
2. Pengalaman
Pengalaman adalah hal penting dalam pengembangan bisnis, itulah juga yang
mempengaruhi dalam bisnis ini, hal ini diatasi dengan menghire para professional dan
melakukan benchmarking dengan para pesaing
3. Jaringan
Jaringan pemasaran dan pengelolaan keuangan pesaing-pesaing besar juga menjadi
pertimbangan perusahaan dalam bertahan di dalam bisnis asuransi
1. Aset sistem Informasi dan sistem yang lebih canggih dan global, memudahkan pesaing-
pesaing memeperoleh informasi yang signifikan.
2. Apakah Visi, Misi dan Tujuan Organisasi ?

Visi Organisasi : “Menjadi yang utama dalam penyedia jasa perencanaan & perlindungan
keuangan di Indonesia”
Misi dan Tujuan Organisasi:
1. “Memberikan pelayanan prima dan menyediakan produk yang berfokus pada
kebutuhan nasabah melalui berbagai jalur distribusi”
2. “ Memastikan profitabilitas jangka panjang, meningkatkan nilai bagi pemegang
saham dan kepercayaan pemegang saham, memberikan peluang kerja dan
membangun sinergi melalui kerjasama yang saling menguntungkan sesuai dengan
nilai filosofi perusahaan”

1. Jelaskan sejauh mana perusahaan anda telah memberdayakan sistem informasi untuk
keunggulan bisnis dan produk/ layanan yang dihasilkan.

Pada intinya untuk keadaan sekarang, perusahaan telah memberdayakan secara maksimal
sistem informasi yang dimiliki, baik untuk kepentingan intern perusahaan maupun dalam
pelayanan kepada nasabah dan calon nasabah. Dampak positif dari penggunaan Sitem Informasi
yang ada sekarang adalah segala permasalahan dapat di respon dengan cepat oleh para staff
karyawan. Dalam hal penginformasian bisa dibilang cukup baik karena mendapat respond dan
tindakan yang tidak terlalu lama.
Pelayanan nasabah dengan bantuan sistem informasi yang dimiliki perusahaan sudah bisa
dikatakan cukup memenuhi kebutuhan sekarang, baik dalam proses pengetahuan produk,
maupun pemberian informasi pengelolaan dana nasabah ke nasabah yagn bersangkutan
Kekurangan yang dapat diidentifikasi dari Aset Teknologi Informasi yang dimiliki
perusahaan :
1. untuk mengakomodasi laporan yang diinginkan oleh atasan (dalam divisi akunting) tidak
dapat langsung diproses di dalam sistem informasi yang dimiliki perusahaan, harus diolah
secara manual dahulu, atau menunggu respon dari bagian IT yang juga terbatas, pada saat
ini hal ini diatasi dengan kebijakan manajemen yaitu adanya sistem indicator penilaian
kinerja yang sudah cukup baik. Dimana manajemen dapat mengetahui sejauh mana
kinerja para karyawan dari target yang telah ditetapkan, termasuk bagian IT dan
Akunting agar menyediakan laporan data dan informasi yang diinginkan sesuai targetnya
2. Dalam divisi finance dan akunting, Kesalahan transaksi kepada nasabah yang terjadi
kadang diidentifikasi secara manual, kesalahan atau loss dengan jumlah yang lumayan
besar tidak menutup kemungkinan bisa terjadi.
3. Antar unit bisnis atau mitra perusahaan Sistem informasi belum terintegrasi dengan baik,
sehingga pekerjaan untuk merekonsiliasi informasi (terutama keuangan) secara manual
antara perusahaan dengan mitra2 bisnis masih merupakan bagian utama dalam pekerjaan,
oleh karena itu laporan rekonsiliasi tersebut sebagian masih belum realtime yang jelas
menghambat dalam pengambilan keputusan yang tepat dan relevan.

1. Identifikasi aset teknologi informasi (hardware, software, data dan jaringan


computer/telekomunikasi) yang dimiliki oleh perusahaan anda. Apakah asset tersebut
telah dimanfaatkan secara baik (optimal) untuk membantu pencapaian tujuan
perusahaan/organisasi

Aset teknologi informasi yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat diidentifikasi
diantaranya adalah, untuk hardware baik input maupun output:
1. Personal Computer Desktop
Monitor Flat; prosesor Intel Pentium : 4 dan core2duo, AMD ; Ram : 1Gb
2. Laptop, Notebook: Thosiba, Compaq, HP, Acer
3. Printer
4. Telepon
5. Mesin faks
6. USB
7. Server : Sistem Skala Menengah
8. Finger Print
9. Modem
10. Scanner
11. Power supply

Aset teknologi Informasi berupa software :


1. Sistem operasi untuk desktop dan notebook : Windows XP
2. Software untuk program pelayanan HRD untuk para karyawan (E-HRD) yang dibangun
berbasis JAVA, dgn berbagai macam fitur seperti : permohonan izin dan cuti, absensi,
yang bisa langsung disubmit ke atasan untuk proses persetujuan yang selanjutnya
diproses di bagian HRD, di sistem ini setiap karyawan sesuai dgn batasan otoritas yang
diberikan dapat melihat data pribadi masing-masing karyawan beserta track record
absensi dan masalah kepegawaian.
3. Software untuk pemrosesan akunting yang disebut juga GL, yang digunakan oleh
departemen Finance dan Akunting untuk melihat maupun mendownload data dan
informasi keuangan.
4. Software untuk penginputan data transaksi akunting ke dalam database perusahaan
(LIONS), digunakan oleh bagian akunting untuk proses pembukuan.
5. Software yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian kinerja para individu
maupun divisi-divisi didalam perusahaan, sehingga manajemen bisa menilai,
memberikan apresiasi yang tepat, dan mengetahui sejauh mana perusahaan telah
melakukan pekerjaan sesuai arah yang diinginkan

Jaringan yang digunakan :


1. Jaringan komunikasi yang dibentuk didalam perusahaan / gedung tentu dengan
mengimplementasikan intranet, baik untuk mengirim laporan ke atasan, distribusi file,
pengumuman/ pemberitahuan antar divisi maupun didalam divisi masing-masing, untuk
berkomunikasi antar personal didalam perusahaan, baik para karyawan maupun
nasabah/clien,
2. Diantara cabang-cabang perusahaan sebagai jaringan intranet dihubungkan melalui
internet (ekstranet), sekaligus menghubungkan nasabah dan calon nasabah yang ingin
mengakses informasi maupun bertransaksi melalui internet.

Aset-aset teknologi informasi yang dimiliki perusahaan, bisa dikatakan telah


dimanfaatkna secara maksimal dengan mempertimbangkan prioritas dan sudah tentu
prioritas utama adalah nasabah dan manajemen, karena kedua entitas itulah yang
berpengaruh besar menggerakkan perusahaan.
Dengan didukung tenaga ahli dan sistem management professional yang
diimplementasikan secara sungguh-sungguh, maka segala kekurangan dari sisi asset
teknologi informasi setidaknya bisa diimbangi dalam menjalankan denyut kehidupan
perusahaan, sudah tentu management tetap mempertimbangkan untuk mengembangkan
sistem informasi perusahaan yang lebih baik walaupun terbentur dengan pertimbangan
biaya pengembangan atau pembelian yang lumayan mahal.