Anda di halaman 1dari 16

pH,

Karbondioksida
& Oksigen
pH
pH (potential of Hydrogen) merupakan
Indeks Ion Hidrogen yang mempunyai
skala Indek antara 1 s/d 14. Air Murni
mempunyai Indek Ion Hidrogen (pH) = 7.
Air Murni mengandung 0,0000001 gram Ion
Hidrogen/liter.
1
pH = log = log 10.000.000 = 7
0,0000001
Karbondioksida
 Karbondioksida (CO2) merupakan Gas yang tidak
berwarna, tidak berbau dan bersifat asam.
 Karbondioksida mempunyai Berat 1,988 gram/l
pada suhu 0 C, tekanan 860 mm Hg.
 Pada suhu 15 C tekanan 860 mm Hg, 1 liter air
murni terlarut 1 liter gas CO2.
 Karbondioksida dalam air berasal dari hasil
respirasi organisme perairan serta difusi
langsung dari udara.
 Karbondioksida merupakan materi dasar dari
proses fotosintesis organisme produsen.
Oksigen
 Oksigen (O2) merupakan Gas yang tidak berwarna,
tidak berbau dan tidak berasa.
 Gas Oksigen mempunyai Berat, 1,429 gram/l pada suhu
0 C, tekanan 860 mm Hg.
 Pada suhu 0 C tekanan 860 mm Hg, 1 liter air murni
terlarut sebanyak 14,602 mg gas oksigen.
 Oksigen dalam air berasal dari hasil fotosintesis
organisme perairan serta difusi langsung dari udara.
 Oksigen berperan sangat penting dalam proses /reaksi
Geobiofisik-kimiawi yang terjadi dalam suatu ekosistim
terestrial maupun perairan.
Persentase Gas
Karbondioksida & Gas Oksigen
Di Udara

N2 (89 %)

O2 (21 %) ± 300 mg/l

CO2 ± 0,6 mg/l

(0,03 %)
Kelarutan Karbondioksida
Dalam Ekosistim Perairan
Difusi & Respirasi

CO2 + H2O H2CO3 HCO3 + H


(Asam Karbonat) (Bikarbonat)
2- +
CO3 + 2H
(Karbonat)

1
pH = log
+
[ H ]
CO2-bebas & Alkalinitas
H2CO3 + CaCO3 Ca (HCO3)2 CaCO3 + H2O
Asam Kalsium
Karbonat Karbonat (larut) (mengendap)

(Alkalinitas)
H2O + CO2

(CO2- pengimbang atau CO2-bebas)

(Uptake oleh Produsen Primer/ fotosintesis)


Dinamika Nilai pH Dalam
Ekosistim Perairan/Danau
Most Lake

CO2

H2CO3 -
HCO3 2-
CO3

4 6 8 10 12 14
pH
Berdasarkan nilai pH & Alkalinitas hasil
pengukuran, maka Total CO2 adalah :

44 - pH
Total CO2 = + 10 x Alkalinitas
-8
(mg/l) 3,82 x 10

- 44 = Berat molekul CO2


- pH air diukur dengan alat pH-meter
- Alkalinitas (meq/l CaCO3) dianalisis dg cara
titrasi Asidimetrik
- CO2-bebas/ pengimbang (mg/l) dianalisis
dengan cara titrasi Alkalimetrik.
Karakteristik Kelarutan
Oksigen Dalam Perairan
Fotosintesis Difusi Udara

O2 O2

Dissolved Oxygen ( DO )

Suhu Air ( C ) Tekanan (mm


Hg)
Kelarutan Oksigen Dalam Air (100 % Saturasi)
Pada Suhu (t), Salinitas (ppt) dan Tekanan (760
mm Hg).
Suhu Salinitas ( ppt )
(o C) 0 5 10 15 20 25 30 35

0 14,60 14,11 13,64 13,18 12,74 12,31 11,90 11,50


5 12,76 12,34 11,94 11,56 11,18 10,82 10,47 10,13
10 11,23 10,92 10,58 10,25 9,93 9,62 9,32 9,03
15 10,07 9,77 9,47 9,19 8,91 8,64 8,38 8,13
20 9,08 8,81 8,56 8,31 8,06 7,83 7,60 7,38
25 8,24 8,01 7,79 7,57 7,36 7,15 6,95 6,75
30 7,54 7,33 7,14 6,94 6,75 6,57 6,39 6,22
32 7,29 7,09 6,90 6,72 6,54 6,36 6,19 6,03
Dissolved Oxygen
Correction
BP
DOc = DOt x
760

 DOc = Kelarutan Oksigen terukur (mg/l) Yang Dikoreksi.


 DOt = Kelarutan Oksigen (mg/l) Pada Suhu air ( t )
dan tekanan 1 atmosfir ( 760 mm Hg ). Tabel

 BP = Barometric Pressure (mm Hg) yang terukur di


lokasi penelitian/pengukuran oksigen.
Barometric Pressure
10 H (dpl)
Log BP = 2,880814 –
19748,2
Ket : H = Ketinggian Lokasi (dpl)

Hydrostatic Pressure
HP = Z x δ HP : Hydrostatic Pressure
TP : Total Pressure
TP = HP + BP δ : Specific Weight (73,4)
Z : Kedalaman ( m )
REDOX POTENTIAL
• Redox Potential (Eh) : Perubahan Tingkat
Oksidasi Daripada Ion Logam maupun Unsur
Hara Dalam Perairan.
• Pada pH Netral, Suhu 25 C, Jenuh Oksigen
(Oxygenated), Eh ± sebesar + 500 mV
(millivolts). Pada Kondisi demikian ion
logam/unsur hara umumnya stabil pada bentuk
Oksidasi. Jika Turun Reduksi
• Contoh : Eh antara ; + 450 s/d + 300 mV = NO3
NH4.Dan antara ; + 300 s/d 200 mV
= Fe3+ Fe2+
Distribusi Nilai pH, CO2 dan O2
Pada Danau Produktif Saat Musim
Panas.
0 5 10 15 20

CO2-bebas pH Epilimnion
DO
Metalimnion
Z
(m)
Hipolimnion

Sediment
Kurva Distribusi Vertikal
Oksigen Terlarut Pada Kolom
Air Danau
 Orthograde : DO meningkat sejalan dengan
kedalaman (Danau Oligotrofik)
 Clinograde : DO menurun sejalan dengan
kedalaman (Danau Eutrofik)
 Heterograde : Distribusi tidak teratur
terutama di lapisan Metalimnion karena
penyebaran organisme/bahan yang tidak
merata (Danau Oligo-Meso)
 Anomalous : kurva anomali akibat hal lain,
misalnya : aliran air/drainase