P. 1
Majalah Wibawa Mukti Edisi 1 Tahun 2010

Majalah Wibawa Mukti Edisi 1 Tahun 2010

|Views: 1,484|Likes:
Dipublikasikan oleh LookData

More info:

Published by: LookData on May 25, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

2

Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010

Salam Redaksi

Piala Citra Bhakti Abdi Negara
WIBA WIBAWA MUKTI
Diterbitkan oleh: Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi Dinas Komunikasi dan Informatika Dewan Pengasuh: Bupati Bekasi Wakil Bupati Bekasi Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Pemimpin Umum/Penanggungjawab: Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemimpin Redaksi/ Penanggungjawab: Drs Farid Setiawan, MSi Wakil Pemimpin Redaksi: Drs Suherga Redaktur Pelaksana: Drs Edy Effendie, MM Dewan Redaksi: Drs H Akhmad Kosasih, Drs Farid Setiawan, MSi, Drs MA Supratman MSi Drs Suherga, Drs Edy Effendie, MM Drs Ahadi Yuliasmono Staf Redaksi: Isnaning Triastuti, Yani Suryani, Yana Suryana Lay Out/Pra Cetak: Dery Yanto Fotografer: Acep Suherman (Kordinator) Agus Yanto, Warisman, Koesri Wahjoedi Keuangan: Shintia Rose Marini, Sri Rusmiati Sirkulasi dan Distribusi: Sukardi, SE, Hendra S.S.Kom Alamat Redaksi : Dinas Komunikasi dan Informatika Kompleks Perkatoran Pemda Kabupaten Bekasi Desa Sukamahi. Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi - Jawa Barat - Indonesia Telp (62)-(021) 89970128 Fax (62)-(021) 89970064 Website: www.bekasi.go.id E-mail: diskominfo@bekasikab.go.id
Isi di luar tanggung jawab percetakan

Layanan Publik Harus Lebih Baik Lagi
Assalamu’alaikum Wr. Wb… Syukur Alhamdulillah Kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, majalah Wibawa Mukti edisi perdana dapat hadir di hadapan pembaca yang budiman. Shalawat dan salam untuk junjungan Kita Nabi Muhammad SAW beserta para Thabiin dan sahabatnya. Pembaca, seiring dengan penghargaan Piala Citra Bhakti Abdi Negara yang telah diterima Bupati Bekasi, DR H Sa’duddin, MM Kami sebagai bagian dari team work beliau yang ada dalam jajaran Pemkab Bekasi tentu saja dipenuhi oleh rasa syukur, semangat baru, harapan baru, sekaligus tantangan baru untuk terus meningkatkan pengabdian, dedikasi, loyalitas, dan kinerja dengan satu harapan mulia, yaitu memberikan layanan publik secara profesional, transparan, akuntabel, efektif, efisien, cepat dan murah dengan berbasis pada kompetensi atau keahlian, teknologi informasi, kearifan budaya lokal, dan wawasan internasional. Mengapa Kita memerlukan teknologi informasi, kearifan budaya lokal, dan wawasan internasional? Karena tidak mungkin selamanya Kita menganut falsafah “katak dalam tempurung,” bersifat lokal, dan terbelenggu dalam pemikiran dan wawasan yang sempit. Kita harus mampu bangun, bangkit, dan think globally, act locally. Dengan demikian, layanan publik yang Kita berikan kepada masyarakat adalah layanan kelas dunia, yang tidak akan banyak menimbulkan high cost economy. Biaya yang tinggi, ribet atau bertela-tele, yang ujung-ujungnya berbuntut pada keluhan masyarakat atau bahkan demonstrasi massa. Namun demikian, memberikan layanan publik yang ideal dan memuaskan semua pihak seprti yang Kita citrakan di atas bukanlah perkara mudah. Karena kegiatan layanan publik memerlukan kebijakan, arah-

an, keteladanan, kesejahteraan, serta waktu, dan proses yang cepat dan tepat. Misalnya, dengan mengimplementasikan prinsip menajememen yang populer, yaitu “the rightman on the right place.” Menyadari hal tersebut Dinas Komunikasi dan Informastika sebagai bagian dari team work Pemkab Bekasi, akan terus belajar, melakukan kordinasi dan meminta arahan pimpinan dalam setiap proses kegiatan layanan publik. Karena secara garis besar Dikominfo memiliki dan harus menjalankan empat fungsi layanan, yatitu: layanan kepada pimpinan, layanan kepaa masyarakat umum, layanan kepada media atau pers, dan layanan kepada tamu baik anggota masyarakat maupun pejabat dari pemda lainnya yang berkunjung dan melakukan kordinasi dengan Kantor Pemkab Bekasi. Salah satu wujud konkrit layanan publik oleh Diskominfo di bidang kehumasan adalah penyebarluasan informasi kegiatan pembangunan melalui website: www.bekasikab.go.id. Selain itu Kami menerbitkan Majalah Wibawa Mukti yang kini tengah Anda baca. Dan Kami juga terus menjalin kemitraan yang positif dengan media. Di bidang Pos dan Telekomunikasi Diskominfo juga telah, sedang, dan akan melakukan pembenahan dan pendataan potensi usaha di bidang pos dan telekomunikasi, di antaranya, standarisasi postel, yang akan ditindaklanjuti dengan kegiatan monitoring dan pembinaan penyelenggaraan jasa titipan dan telekomunikasi, termasuk menara BTS (Base Transceiver Station). Akhirnya, selamat membaca Majalah Wibawa Mukti edisi ke-1 tahun 2010 ini. Kritik dan saran Anda senantiasa Kami nantikan. Terima kasih. Pemimpin Redaksi/Kepala Dinas Kominfo Drs Farid Setiawan, MSi
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 3

Contents
16
Laporan Utama

Bupati dan Sekda Kunjungi Korban Banjir
Wibawa MuktiKendati hari libur, dengan menggunakan sepeda motor, Bupati Bekasi Sa’duddin menyempatkan diri untuk menengok warganya yang terkena banjir di wilayah Kecamatan Muaragembong.

25

BKD Gunakan Absen Sidik Jari

26

4 Kecamatan Jadi Kawasan Minapolitan

27

3 Jalan Diusulkan Jadi Jalan Provinsi

31

Bupati Berharap Dapat Mengemban

Amanah Masyarakat

32

Raperda Pelabuhan Disyahkan

33

Pembangunan Irigasi Dengan Dana PNPM

43

180 Warga Dapat Konpensasi

44

Serang Baru Dibantu Depsos

47

Penggusuran di Kalimalang

58
4 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

60

22

Laporan Utama

Bupati Bekasi Lantik 444 PNS
Wibawa MuktiBelum lama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melantik 444 Pegawai Negeri Sipil (PNS), terdiri dari 219 orang tenaga guru, 141 orang tenaga kesehatan dan 85 orang tenaga teknis.

28

Tapem Akan Tertibkan TKD

29

Pemkab Bekasi Bidik Kecamatan

30

Penyelarasan Pembangunan Kabupaten Bekasi 2010

38

Giri Bakery Butuh Tambahan Modal

39

Festival Bandeng Muaragembong

42

50 Persen Gas Dibeli Pemda

48

Istri Bupati dan Wakil Kunjungi Korban Banjir

49

182 Kades Dapat Mobil Dinas

56

Festival Kreativitas Murid SDN Berprestasi

65

66
Wibawa Mukti

71
Edisi 0I - 2010 5

Laporan Utama

Kabupaten Bekasi

Terima Penghargaan dari Presiden RI

Wibawa MuktiEmpat pemimpin daerah di antaranya, Wali Kota Cimahi, HM Itoe Tochija, Wali Kota Bogor, Diani Budiarti, Buapti Sukabumi, Sukmawijaya dan Bupati Bekasi, Sa’duddin meraih penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara, yang diserahkan langsung Presiden Ri, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negera, Kamis (11/02).
6 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

KEEMPAT pemimpin daerah itu merupakan bagian dari 42 bupati dan wali kota sebagai pemerintah daerah yang memiliki komitmen kuat dalam mengimplementasikan kebijakan publik. Pada kesempatan itu, Presiden Ri, Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan terima kasih atas pelayanan publik yang telah dilakukan pemerintah daerah masing-masing. Dan mengajak bupati wali kota mengubah iklim kolusi yang subur pada masa lalu menjadi hubungan kemitraan yang sehat. “Alhamdulillah birokrasi kita makin baik, meski belum semuanya baik. Ciri-ciri birokrasi yang baik ya responsif, transparan dalam pembangunannya, akuntabel segala sesuatu bisa dipertanggungjawabkan, kafabel di daerahnya masing-masing,” kata presiden. Penyerahan Piala Citra Bhakti Abdi Negara itu dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi, EE Mangindaan yang

mengatakan,pemberian penghargaan dilakukan dua tahhun sekali dan telah dimulai sejak 2006. Tujuan pemberian penghargaan katanya, sebagai bagian dari upaya pembinaan aparatur negara dalam mendorong reformasi birokrasi menuju terciptanya pelayanan publik yang benar-benar diharapkan masyarakat. Di hadapan presiden, Mangndaan menjelaskan penentuan pemberian penghargaan dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama setiap pemerintah provinsi mengusulkan Kabupaten /Kota yang dinilai mempunyai komitmen kuat serta memberikan upaya nyata dalam peningkatan pelayanan publik. Tahap kedua, penilaian terhadap Kabupaten/Kota diusulkan oleh tim yang terdiri atas unsusr pemerintah, LSM, media massa dan perguruan tinggi dengan menggunakan instrumen yang telah teruji. Tahap ketiga katanya, penilaian dan masukan masyarakat itu diolah tim pengarah yang dipimpin Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi. Adapun ko-

mponen yang dinilai katanya, menyangkut kebijakan deregulasi dan debirokratisasi pelayanan publik, kebijakan pemberian penghargaan dan penegakan disiplin, serta kebijakan korporatisasi unit pelayanan publik. Komponen lainnya adalah pengembangan manajemen pelayanan, kebijakan peningkatan profesionlaisme di bidang pelayanan publik, penghargaan di bidang peningkatan kualitas pelayana publik, kebijakan pembangunan kemasyarakatan dan kesejahteraan, kebijakan dalam mendorong e-government dan ketersediaan sarana fisik pelayanan publik. Di tempat yang sama, sebanyak tiga gubernur dua wali kota dan dua bupati mendapat penghargaan Kepeloporan dan Inovasi atas kepemimpinan daerahnya masing-masing. Para pemimpin daerah yang mendapat penghargaan dari presiden di antaranya, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang, Bupati Agam, Aristo Munandar, Wali Kota Saurakarta, Joko Widodo, Wali

Kota Pare-pare, HM Zain Katoe dan Bupati Merauke, Gluba Gebze. Presiden juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Jawa Tengah dan DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Batanghari, Pemerintah Kota Sukabumi, Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Kota Dumai dan Pemerintah Kabupaten Pacitan. Penghargaan ini diberikan atas penilaian terbaik dari laporan akuntabilitas kinerja penyelenggara pemerintahan di tingkat daerah. Selain itu presiden juga minta agar dilakukan penilaian terhadap pemerintah daerah yang mampu memberikan pelayanan bagi penyandang cacat berat dan lanjut usia (Lansia) mulai 2011. “Pada 2011 kita semua ingin meningkatkan pelayanan kepada para penyandang cacat berat dan lansia. Saya mau para menteri melakukan reformasi birokrasi untuk memberikan tanda penghargaan terhadap bupati wali kota dan para gubernur yang memberikan prestasi pelayanan cacat berat dan lansia,” katanya. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 7

Laporan Utama

Kita Jangan Terlena
Wibawa MuktiPemkab Bekasi, Kamis (11/02) menerima Piala Citra Bhakti Abdi Negara, sebuah penghargaan yang sangat membahagiakan. Dengan piala itu, jelas Pemkab Bekasi membuktikan telah melaksanakan pelayan publik dengan baik.
PIALA Citra Bhakti Abdi Negara itu diberikan langsung Presiden RI, DR H Susilo Bambang Yudhoyono kepada Bupati Kabupaten Bekasi, DR H Sa’duddin di Istana Negara. Sekretaris Kabupaten Bekasi, H Dadang Mulyadi yang dihubungi, Jumat (12/02), mengatakan, pengharagaan yang diberikan Presiden RI ini merupakan penghargaan yang sangat tinggi dan menjadi kebanggaan Pemkab Bekasi. Sebab katanya, dengan diterimanya penghargaan itu, Pemkab Bekasi telah menunjukkan kepada masyarakat telah memberikan pelayanan yang sangat baik. Sehingga, dengan demikian hendaknya dijadikan pendorong semangat untuk lebih meningkatkan kembali pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat selama ini. “Ini harus dijadikan sebuah pendorong untuk kita agar lebih bersemangat lagi memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Dadang. Lebih lanjut dikatakannya, dengan telah diterima Piala banggan di bidang pelayanan itu, tidak harus membuat pemerintah puas, kendati saat ini kehadiran piala itu telah membuat rasa
8 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Sekda:

Setelah Mendapat Penghargaan
bahagia dan bangga, yang pada akhirnya terlena. “Rasa bahagia dan bangga kira rasakan saat ini karena telah menerima penghargaan itu, tapi jangan membuat kita terlena,” katanya. Selain itu Dadang mengatakan, sebagai Sekda dirinya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada seluruh aparatur/pegawai Pekab Bekasi dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten dan jajaran legislative/anggota dewan, pers dan LSM yang telah banyak memberikan saran/masukan termasuk kritik membangun, sehingga Pemkab Bekasi dapat meningkatkan pelayanan seperti saat ini. “Saya sangat berterima kasih pada seluruh pihak yang telah memberikan saran dan kritik membangun, sehingga Pemkab Bekasi lebih dapat menunjukkan kinerjanya dengan lebih baik seperti saat ini,” kata Dadang. Menyinggung kaitannya dengan disiplin yang ditegakkan di lingkungan Pemkab Bekasi, Dadang mengatakan, kedisiplinan itu ditegakkan salah satunya untuk lebih meningkatkan kinerja, sehingga tercipta pelayanan yang lebih baik. Dengan demikian, apa yang diharapkan Pemkab selama ini dapat tecapai. Karena katanya, kunci sukses sebuah rencana adalah dengan disiplin. Seperti halnya penerimaan penghargaan yang diberikan Presiden RI lahir dari kedisiplinan dengan memberikan pelayanan yang cukup baik kepada masyarakat. “Ini sebuah kenyataan, kinerja aparat pemerintah dituntut untuk lebih baik lagi dengan telah diterimanya piala penghargaan bidang pelayanan masyarakat ini. Jangan terlena karena telah menerima penghargaan itu,” kilah Dadang penuh harap. (***)

12 Titik Pantau Adipura di Kabupaten Bekasi
Wibawa MuktiPemkab Bekasi dan Kota Bekasi, terus giat melakukan berbagai upaya pembenahan lingkungan, pusat perkotaan dan wilayah menyongsong penilaian Adipura 2010.
KEPALA Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Bekasi, Daryanto mengatakan, kini pihaknya tengah berupaya melakukan pembenahan dengan instansi pemerintah lainnya untuk menciptakan Kabupaten Bekasi bersih, teduh dan asri. Menurutnya, untuk mendapatkan predikat bersih saja, Kabupaten Bekasi harus terus berupaya maksimal. Apalagi jika ingin meraih nilai tertinggi sampai mendapatkan predikat terbersih, dibutuhkan kebersamaan antara instansi pemerintah, masyarakat dan swasta. Untuk kategori kota kecil tambahnya, ada 12 titik pantau yang harus dilakukan penataan, seperti TPA (tempat pembuangan akhir) sampah Burangkeng, ruang terbuka hijau, Terminal Bis Cikarang, Pasar Baru, lima sekolah (SMK 2 Cikarang barat, SMP 3 Cikarang Utara, SMU 2 Cikarang Utara, SMP 1 Cikarang Utara dan SDN 01 Karang Asih). Puskesmas (Puskesmas Telaga Murni, Puskesmas Mekar Mukti, BKKM Pasir Gombong dan BKKM Cikarang Utara). Selain itu Stasiun Cikarang dan Lemah Abang. Begitu pun jalan di antaranya, Jalan Industri, Jalan RE Martadinata, Yos Sudarso, Gatot Subroto dan Jalan Ki Hajar Dewantara. Menurutnya, keterlibatn swasta pun harus maksimal melakukan upaya Pemkab Bekasi menyongsong Adipura, terutama pihak swasta properti, karena penilaian juga akan dilakukan di Perumahan Telaga Murni, Telaga Sakinah dan Jababeka. Begitu pun pusat pertokoan seperti Gedung Kuning dan Perkantoran Arcade. “Untuk lingkungan pemerintahan itu sudah pasti, makanya kini upaya pembenahan juga terus dilakukan dengan menambah penghijauan yang ada,” kata Daryanto, yang ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini. Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran, Piping Supriyatna mengatakan, pihaknya kini tengan berrkonsentrasi pada penataan penghijauan terhadap 50 hektar tanam kota dan taman di lingkungan Pemkab Bekasi. “Kami akan berekerja maksimal menyongsong Adipura itu, terutama melakukan pembenahan penghijauan di taman kota dan lingkungan Pemkab Bekasi,” kata Piping. Menurutnya, pembenahan taman kota terutama di KM 54 (depan pool bis Mayasari Bhakti) merupakan taman yang akan dijadikan titik pantau tim penilai Adipura. Sehingga kondisi tamannya harus lebih baik. Guna memperoleh Piala bergengsi di bidang kebersihan itu, berbagai upaya lain pun terus digalakkan dengan membentuk satuan tugas, seperti yang dilakukan di Pemkab Bekasi. Begitu pun di Kota Bekasi, kini telah terbentuk satuan tugas dengan nama Gemar (Gerakan Masyarakat) Adipura. Mereka yang ditunjuk sebagai anggota Gemar Adipura Kota Bekasi mulai dari tingkat kelurahan sampai tingkat Rukun Warga (RW). Masyarakat yang tergabung dalam Gemar Adipura bertugas secara bersama-sama dengan pemerintah Kota Bekasi, melakukan pembersihan lingkungan yang menjadi titik pantau tim penilai Adipura. “Kita harus dapat berbuat untuk kepentingan pemeintah dalam rangka menyongsong Adipura,” kata Ketua Gemar Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, H Lasimantoro saat pengukuhan kelompok Gemar Adipura tingkat RW di kediamannya, Jumat (12/02) malam. (***)

Bupati Bentuk OPD Baru
Wibawa MuktiSidang paripurna DPRD Kabupaten Bekasi 25 November 2009 menyetujui pembentukan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Bekasi yang baru, melalui Surat Nomor 12/Kep/ 172.2-DPRD /2009 Pemerintahan Kabupaten Bekasi dengan persetujuan serta dukungan DPRD menggantikan OPD lama yang dibentuk melalui Perda No 7/2008. Dengan tekad meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), Bupati Bekasi Dr.H. Sa’duddin MM. melantik lebih dari 1.000 pejabat eselon II,III,dan IV dilingkungan pemerintahan Kabupaten Bekasi, Rabu(13/1) di Gedung Wibawa Mukti Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi. Dalam OPD baru ada beberapa Dinas, Badan, dan Kantor yang dihilangkan atau dimarger. Ada pula bagian atau bidang dari suatu dinas menjadi kantor sendiri. Salah satunya dinas yang baru adalah Dinas Komunikasi dan Informatika yang secara khusus akan menangani bidang komunikasi dan teknologi informatika, termasuk mengelola website Kabupaten Bekasi serta menangani Perizinan frekuensi televisi dan Radio. Dalam sambutannya Sa’duddin berharap kepada pejabat yang mendapat promosi agar mengemban amanah sebaik mungkin sesuai tugas pokok dan fungsinya, bertanggung jawab pada dirinya, agama yang dianut berdasarkan sumpah yang diucapkan di hadapan Allah SWT. Dan bagi yang belum mendapat kesempatan agar bisa memahami dan Tawakal, semua kembalikan kepada Allah SWT. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 9

Laporan Utama

Sekda Tegakkan Budaya Anti Rokok

di Lingkungan Pemkab
Wibawa MuktiPemkab Bekasi, kini mulai gencar memberantas pejabat yang kedapatan merokok sembarangan di lingkungan perkantoran. Penegakan disiplin dilakukan berkaitan dengan kampanye anti rokok. Sehingga baik pejabat maupun tamu yang terbiasa merokok harus menggunakan ruang bebas merokok yang sudah ditentukan.
PENGAMATAN di lapangan, beberapa ruang untuk para perokok telah disipkan Pemkab Bekasi. Ruang bagi pecandu rokok ini dibuat guna memberikan kenyamanan dan kesehatan pegawai lainnya. Adalah Sekda Kabupaten Bekasi, H Dadang Mulyadi yang begitu gencar melakukan pemberantasan bagi pegawai yang merokok di tempat umum. Bahkan, sudah beberapa pegawai mendapat teguran akibat ketidakpatuhannya terhadap larangan merokok di lingkungan Pemkab Bekasi. Ketika dihubungi, Dadang mengatakan, untuk menjaga kewibawaan Pemkab Bekasi yang membuat larangan merokok di lingkungan pemeritahan, harus dimulai dari kedisiplinan pegawainya, sehingga memberikan contoh bagi tamu yang datang berkunjung ke Pemkab Bekasi. “Kedisiplinan ini harus ditegakkan, aturan dibuat untuk dipatuhi, bukan hanya sebagai slogan saja,” katanya. Menurutnya ketegasan yang digunakan untuk mendisiplinkan pegawai di lingkungannya, dalam membudayakan anti rokok, bukan persoalan arogansi atau kesewenang-wenangan dirinya, kendati anggapan seperti itu dilayangkan padanya. Sebab katanya, jika tidak tegas, apa yang diharapkan tidak dapat berjalan dengan baik. Dampak ketegasan Dadang pada penerapan anti rokok di lingkungan pemerintahan, kini nampak berjalan dengan baik. Hampir sebagian besar pegawai di sana kini harus berhati-hati dan menggunakan ruangan bebas merokok yang telah disediakan bagi tamu atau pegawai yang merokok. Dikatakan Dadang, dirinya tidak akan berhenti menegakkan kedisiplinan di kalangan pegawai. Apalagi katanya, sosialisasi anti rokok itu sudah dilakukan beberapa waktu lalu. “Tidak ada kata tidak, kedisiplinan harus ditegakkan,” katanya, sambil menambahkan, kalau perlu kebiasaan merokok itu dapat dikurangi sedikit demi sedikit bahkan kalau bisa berhenti. Karena, merokok sembarangan apalagi di ruangan kerja dapat mengganggu kesehatan yang lain. “Kita juga harus menjaga kesehatan orang lain, karena dampak perokok pasif akibatnya lebih buruk dari perokok aktif,” tambahnya lagi. Bahkan, kedisiplinan itu diterapkan juga oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Petugas ini juga begitu ketat mengawasi bagi tamu dan pegawai yang merokok di lingkungan pusat perkantoran bupati. Bagi mereka yang kedapatan merokok baik itu tamu maupun pegawai, Satpol PP pun tidak segan menegur dan meminta agar merokok di ruangan yang telah ditentukan. Karena menurut beberapa petugas Satpol PP mereka harus menegakkan aturan yang telah dibuat. (***)

10 Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010

Lebih Sejuk
Wibawa MuktiSetelah ditegakkan disiplin di lingkungan Pemkab Bekasi, terutama soal tidak diperbolehkannya merokok sembarangan terhadap PNS oleh Sekda Kabupaten Bekasi, H Dadang Mulyadi, kondisi lingkungan kerja di Pemkab Bekasi kini nampak nyaman.

Lingkungan Kerja Pemkab

H

AMPIR di seluruh ruangan kerja tidak terlihat lagi polusi udara akibat asap rokok. Suasana kerja pun nampak nyaman, karena pegawai yang tidak merokok terutama kaum perempuan merasa tidak terganggu lagi. Udara sejuk kini mulai terasa di setiap ruang kerja di lingkungan Pemkab Bekasi. Pegawai yang biasa merokok, kini sudah mulai mendisiplinkan diri dengan merokok di ruangan yang telah disediakan (smoking area) di setiap lantai kantor Pemkab Bekasi. "Sekarang sudah terasa agak segar udara di lingkungan kerja Pemkab Bekasi," kata seorang tamu yang kebetulan mengunjungi kantor pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi, saat bertemu HaBe di salah satu dinas. Menurutnya, budaya anti rokok ini harus terus ditegakkan, karena disiplin yang ditegakkan Sekda itu bukan upaya mengkebiri hobi orang untuk merokok. Tapi, Sekda berkeinginan agar lingkungan kerja terbebas asap rokok untuk menjaga kesehatan pegawai lainnya.

Karena katanya, Sekda tidak melarang bawahannya berhenti merokok. Sekda hanya berkeinginan agar pegawainya merokok pada tempat yang telah disediakan dengan tidak merokok sembarangan. "Sepengetahuan saya Sekda tidak melarang merokok bawahannya, hanya meminta merokok tidak sembarangan, karena sudah disiapkan tempatnya," kata Suprayitno yang juga bertamu di Pemkab Bekasi. Penerapan disiplin kerja oleh Sekda ini menurut Suprayitno, bukanlah kepentingan pribadi Sekda. Lebih dari itu Sekda hanya berkeinginan agar suasana nampak lebih baik. Karena hanya dengan disiplin itulah peningkatan kinerja pegawai dapat terlihat. Beberapa kepala dinas yang bertemu pun sama mengatakan, saat ini di lingkungan kerja Pemkab Bekasi, nampak lebih baik. Terutama soal rokok, kini tidak terlihat lagi polusi di ruangan kerja. "Coba saja rasakan,

kini udara di setiap ruang kerja nampak lebih sejuk, karena tidak adanya asap rokok," kata pejabat yang minta namanya tidak disebutkan itu. Namun Supri mengharap pada Sekda agar di ruang tunggu tamu yang mengunjungi Pemkab Bekasi dibuatkan juga smoking area. Karena, sebagian tamu yang datang ada juga yang merokok. Karena, ruang tunggu yang ada cukup besar untuk dibuatkan smoking area. "Ini sih hanya harapan, kalo bisa ya dibuatkan smoking area di ruang tunggu, agar tamu yang datang juga merasa nyaman," kata Suprayitno.(***)

Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010 11

Laporan Utama

Disporabudpar

Akan Ajukan Raperda Tempat Hiburan
Wibawa MuktiBelum jelasnya persoalan pemberian izin tempat hiburan di Kabupaten Bekasi, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Psriwisata (Disporabudpar) Kabupaten Bekasi, kini tengah mengajukan Raperda tempat hiburan.
SAMPAI saat ini dalam Perda No 7/2007 yang dimiliki Pemkab Bekasi tidak memberikan izin bagi tempat hiburan. Akibat itu, banyak tempat hiburan di Kabupaten Bekasi, sampai saat ini tidak dilengkapi izin yang sah. Ironisnya, kendati Pemkab Bekasi tidak mengeluarkan izin, tidak ada tindakan yang dapat dilakukan menghentikan bermunculannya tempat hiburan di Kabupaten Bekasi. Ironisnya lagi, kendati tidak dilengkapi perizinan pemilik tempat hiburan merasa dikenakan pungutan. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Edi Rochyadi mengatakan, berkaitan dengan persoalan itu pihaknya kini mengajukan raperda tempat hiburan sebagai penunjang kepariwisataan di Kabupaten Bekasi. Raperda yang diajukan itu menurutnya sekaligus menyangkut pungutan, sehingga bagi pemilik tempat hiburan memiliki kepastian dan sekaligus sebagai upaya penertiban terhadap tempat hiburan yang ada di Kabupaten Bekasi. “Kami akan ajukan raperda untuk disahkan menjadi Perda dalam waktu dekat ini,” kata Edi yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/02). Menurut Edi, selama ini pemilik tempat hiburan tidak memiliki kepastian dalam soal izin yang mereka kehendaki. Sehingga katanya, pihaknya telah melakukan pengkajian bahkan studi banding ke beberapa daerah seperti Bandung, Cianjur berkaitan kepariwisataan daerah. Dari hasil studi banding itulah pihaknya harus mengajukan Raperda tempat hiburan sebagai penunjang kepariwisataan. Karena, kepariwisataan itu tidak terlepas dengan tempat hiburan, namun demikian ada batasanbatasan yang harus dibatasi bagi pemilik tempat hiburan dalam menjalankan usahanya, sehingga tidak menimbulkan image yang kurang baik. “Selama tempat hiburan mematuhi segala aturan yang dibuat, kenapa tidak, apalagi banyak yang diperoleh dari tempat hihuran itu terutama pngutan sebagai pendapatan asli daerah,” katanya. Menurutnya, sebelum draft Raperda itu dibuat pihaknya telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan ianstansi lain, terutama Bagian Hukum Pemkab Bekasi, merumuskan penyusunan draft Raperda tempat hiburan. (***)

System Outsourcing akan Dihapus
Wibawa MuktiPemberlakukan system out sourcing yang selama ini diterapkan oleh perusahaanperusahaan dirasakan sangat merugikan bagi para buruh. Out sourcing menurut Wakil Bupati Darip Mulyana harus dihapuskan di Kabupaten Bekasi. Penegasan tersebut disampaikan Darip Mulyana saat menghadiri acara peringatan
12 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

ulang tahun pada salah satu perusahaan yang berada dikawasan industrial Ejip Cikarang Selatan (1/2). Menurut Darip, system out sourcing telah membuat resah para kaum buruh. Oleh karenannya, Darip berjanji akan segera mencabut pemberlakuan system seperti itu yang sesuai dengan Undangundang ketenagakerjaan No.13 tahun 2005. “Kami saat ini sedang membuat

konsep pengajuannya untuk Perda tersebut. Sebab masalah out sourcing selama ini hanya memberikan keuntungan sepihak saja sedangkan para pekerjalah yang dirugikan,” katanya. Akibat pemberlakuan system out sourcing tersebut para hanya mampu bertahan paling lama satu tahun diperusahaan karena statusnya kontrak. Dengan seenaknya perusahaan bahkan tidak memberikan pesangon.(**).

PJT 2 dan Adhy Karya

Tidak Punya Tanggungjawab
Wibawa MuktiSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi, mempertanyakan keseriusan PJT 2 (Proyek Jasa Tirta 2) dan PT Adhy Karya, yang sampai saat ini tidak mengamankan lokasi eks bongkaran yang dilakukan Satpol PP.
“SEHARUSNYA, setelah dilakukan bongkaran oleh pihak kami, keduanya melakukan upaya pengamanan lahan yang sudah kami tertibkan, tidak membiarkannya seperti saat ini, mana tanggungjawab keduanya,” kata Kasatpol PP Kabupaten Bekasi, Roni Harjanto, ketika dihubungi di ruang kerjanya, Jumat (19/02). Menurutnya, pihaknya yang diminta melakukan pembongkran sudah bekerja maksimal, tapi, setelah pembongkaran PJT 2 dan Adhy Karya tidak mau mengamankan lokasi yang sudah dibersihkan dari bangunan, akibatnya, bukan tidak mungkin daerah yang sudah dibersihkan itu akan muncul lagi bangunan baru. Dikatakannya, dengan sikap PJT 2 dan Adhy Karya, pihaknya merasa diadu-domba dengan amsyarakat. Sebab, masyarakat yang terkena pembongkaran kerap menyalahkan Satpol PP yang hanya bertugas melakukan penertiban. “Jangan kami diadu dengan masyarakat, setelah penertiban tidak ada upaya penyelamatan lebih lanjut,” kata Roni dengan nada sedikit tinggi. Menurut Roni, apa pun upaya telah dilakukan ketika pihaknya diminta melakukan penertiban bangunan liar di tanah negara, tapi harus ada upaya lanjutan, sehingga tidak menimbulkan masalah baru dengan menjamurnya kembali bangunan di atas lahan yang telah dibersihkan. Selain melakukan penertiban/ pembongkaran bangunan liar di atas tanah negara, menjawab pertanyaan, pihaknya akan terus pula menertibkan bangunan yang dijadikan tempat prostitusi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Seperti yang belum lama dilakukannya di Tegal Danas. Seluruh bangunan liar yang dijadikan tempat prostitusi itu dibongkar. Pembongkaran ini sebagai upaya memberangus prostitusi yang ada di Kabupaten Bekasi. “Pembongkaran terhadap lokasi prostitusi ini sebagai upaya kembali menegakkan visi misi pemerintah Kabupaten Bekasi. Karena, apa pun persoalannya, Kabupaten Bekasi harus terbebas dari prostitusi liar ini,” tegas Roni. Dikatakan Roni, pemberantasan prostitusi ini sebagai upaya antisipasi dampak masa depan generasi muda. Dengan terhapusnya lokasi protitusi diharapkan membawa dampak yang positif bagi generasi muda. Menurut Roni, pihaknya sudah menginventarisir lokasi prostitusi liar yang ada di Kabupaten Bekasi, terutama yang berdiri di atas tanah negara, seperti di Pulo Nyamuk, Tanah Merah, juga bangunan lokasi prostitusi yang berdiri di atas tanah milik tidak akan terlepas dari rencana kerjanya. “Yang namanya prostitusi, di mana pun akan kami tertibkan,” katanya. Untuk prostitusi yang ada di rumah milik pihaknya akan melakukan razia kupu-kupu malamnya dan akan mengirim mereka yang tertangkap ke panti rehabilitasi, jika perlu dilakukan pemulangan mereka yang tertangkap ke tanah kelahiran mereka, sehingga Kabupaten Bekasi benar-benar terbebas dari prostitusi. Menyinggung ramainya pengguna internet, terutama generasi muda yang masih sekolah saat ini. Roni menjelaskan pihaknya juga akan melakukan razia ke tempat rental internet. Razia ini untuk pelajar yang berada di tempat penyewaan internet pada jam sekolah. “Razia di tempat penyewaan internet ini akan kami lakukan, sebagai upaya penertiban pelajar,” katanya. Menyinggung persoalan pengemis yang hampir ada di setiap lajur jalan di Kabupaten Bekasi, Roni mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pembersihan terhadap gepeng ini. Sebab katanya, keberadaan Gepeng di Kabupaten Bekasi kebanyakan dari luar kota dan dikordinir oleh kelompok tertentu. “Kami akan bersihkan keberadaan Gepeng ini, sehingga nantinya tidak ada lagi pengemis di perempatan lampu merah dan jalan di Kabupaten Bekasi. Hanya saja katanya, untuk keseluruhan kegiatan itu pihaknya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sehingga, memasuki ABT (anggaran biaya tambahan) nanti pihaknya akan mengajukan anggaran kebutuhan untuk melakukan seluruh kegiatan itu. “Insya Allah, anggaran yang akan kami ajukan nanti mendapat respon yang baik,” kata Roni. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 13

Laporan Utama

2013 Stadion Bekasi

Diharapkan Rampung Space Foto Stadion
Wibawa MuktiPembangunan Stadion Bekasi di Jababeka akan memasuki tahap II dengan lanjutan pembangunan pada 2010 ini diharapkan pada 2013 Stadion Bekasi rampung dibangun. Karena diharapkan pada 2014 Stadion Bekasi dapat dijadikan Porda Jabar XIV.
“SAYA mengharapkan pada 2013 pembangunan Stadion Bekasi sudah selesai. Karena 2014 kita mengharapkan Kabupaten Bekasi jadi tuan rumah Porda Jabar XIV dan stadion bisa digunakan,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata, Kabupaten Bekasi, Edi Rochyadi, ketika dihubungi di ruang kerjanya, Jumat (12/02). Karena katanya, jika Stadion
14 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Bekasi selsai 2013, maka peresmiannya sekaligus dengan acara pembukaan Porda Jabar XIV. “Saya berharap seperti itu, ketika selesai peresmiannya bersamaan pelaksanaan Porda Jabar,” tambahnya. Menurutnya pada 2009 lalu pembangunan tahap awal (pengurugan) stadion sudah selesai menelan biaya sekitar Rp6 miliar dan pada 2010 ini digulirkan lagi anggaran sebesar Rp10 miliar. Tapi, anggaran itu katanya akan ditinjau ulang penggunaannya. Karena, katanya, semula pihaknya berharap jika kucuran dana mencapai Rp15 miliar akan menyelesaikan pembangunan lantai I Tribun Barat. Namun, karena anggaran itu hanya Rp10 miliar, pihaknya akan melakukan pengitungan ulang. “Kami akan itung ulang anggaran itu, sehingga rencana

pembangunan tahap II berjalan sesuai rencana,” katanya. Nantinya katanya, keberadaan Stadion Bekasi ini dapat menampung sebanyak 31 cabang olahraga dan dapat dijadikan masyarakat Kabupaten Bekasi sebagai tempat wisata. Karena pada bagian depan stadion akan didesain sebagai taman masyarakat, baik untuk santai maupun untuk berolahraga ketika libur, dan penjualan souvenir. Bahkan kata Edi, Stadion Bekasi itu akan dilengkapi dengan GOR (gelanggang olahraga), kolam renang dan sebagainya. Sehingga Stadion Bekasi katanya, dapat dijadikan tempat pertandingan jika ada event-event pertandingan secara nasional. Dengan begitu keberadaan Stadion Bekasi menjadi pusat kegiatan olahraga yang dapat dibanggakan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. Menyinggung anggaran keseluruhan pembangunan Stadion Bekasi seluas 20 hektar itu, Edi mengatakan, sampai rampung pembangunan Stadion Bekasi membutuhkan dana sekitar Rp350 miliar. Untuk itulah pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan pada pemerintah pusat maupun provinsi dalam rangka mencari bantuan pendanaan. “Kalau hanya mengandalkan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) cukup berat,” kata Edi Saat ini katanya, pihaknya tengah membuat draft untuk mencari bantuan, karena ada informasi provinsi Jabar akan membantu pendanaan pembangunan Stadion Bekasi senilai Rp15 miliar begitu pun pada pemerintah pusat dalam hal ini Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Peringati Maulid

Bersama H Rhoma Irama
Pada kesempatan tersebut Bupati Bekasi menyampaikan, atas nama Pemkab Bekasi pada tahun anggaran 2010 mengalokasikan bantuan kepada imam masjid dan marbot di wilayah Kabupaten Bekasi sebesar Rp.1,6 miliar, bantuan operasional pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rp.362 juta, serta pembangunan Islamic Centre Rp.35 miliar. Selain itu bantuan kepada setiap kecamatan di Kabupaten Bekasi guna menunjang sektor pembangunan, bantuan guru madrasah, bantuan Jaminan Kesahatan Masyarakat (Jamkesmas) dan bantuan dana kematian bagi masyarakat miskin, seluruhnya berjumlah Rp.9 miliar dfan diharapkan agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar, sehingga mengena pada sasaran. Panitia peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Hamzah mengatakan, acara yang dilakukannya sematamata bertujuan untuk samasama mengingat masa kelahiran seorang pemimpin umat terbesar di dunia. Yang membawa dan mengajarkan umat Islam kepada jalan kebaikan dan kebenaran. (**)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 15

Wibawa Mukti- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi beberapa waktu lalu memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, di halaman Kantor Pemkab Bekasi Delta Mas Cikarang.
ACARA tersebut dimeriahkan sejumlah artis terkenal ibu kota, diantaranya Cici Paramida, Siti KDI dan H. Roma Irama sebagai penceramah inti hikmah peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Dalam sambutannya Bupati Bekasi DR.H.Sa’duddin, MM mengatakan, kita sebagai umat muslim harus selalu ingat dan tahu makna serta arti di balik dari memperingati Maulid. Sebab dengan memahaminya akan lebih mengetahui tentang prilaku dan ahlak Nabi Besar Muhammad SAW.

Laporan Utama

Bupati dan Sekda
Wibawa MuktiKendati hari libur, dengan menggunakan sepeda motor, Bupati Bekasi Sa’duddin menyempatkan diri untuk menengok warganya yang terkena banjir di wilayah Kecamatan Muaragembong diantaranya, Desa Pantai Bakti, Desa Pantai Mekar, Desa Pantai Bahagia dan Desa Pantai Sederhana serta SMAN 1 Muara Gembong.
SELAIN itu, Bupati Bekasi juga memberikan bantuan berupa mie instan 300 dus, air mineral 600 dus, beras 100 ton dan dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sebesar Rp 15 miliar dari biaya tak terduga APBD Kabupaten Bekasi yang diperuntukkan untuk perbaikan jalan, sawah seluas 726 hektar
16 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Kunjungi Korban Banjir
dan tambak 37,90 hektar. Dikatakan Sa’duddin, bagi siswa-siswi yang mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) akan dipindahkan ketempat yang lebih aman dan tinggi yakni, SMPN 2 Muaragembong yang terletak di Desa Jaya Sakti Kecamatan Muaragembong. “Sedangkan bagi warga yang terkena banjir akan dievakuasi ketempat yang lebih aman. Kami sudah mempersiapkan peralatan untuk evakuasi,” jelas Bupati. Sementara Sekda Kabupaten Bekasi, Dadang Mulyadi, ditempat terpisah mengunjungi warga yang terkena korban banjir akibat dibukanya pintu bendungan Jati Luhur. Dengan didampingi Camat Kedung Waringin, H. Carwinda beserta unsur Muspika, Kepala Desa Bojong Sari, Sekda meninjau langsung kondisi warga dan sekolah yang tergenang air setinggi 1 meter . Kardi warga RT.04/02 Kampung Bojong Sari, kepada Sekda mengatakan, kalau dirinya sudah tidak aneh lagi dengan banjir yang melanda di wilayahnya dan sudah terbiasa banjir. “Kalau kami dan warga disini sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini pak, kami berharap untuk diberikan bantuan obat-obatan dan makanan,” ujar Kardi. Dari pernyataan yang disampaikan Kardi, akhirnya Sekda berjanji akan mengirim langsung obatobatan dan meminta kepada Kepala Puskesmas Kedung Waringin H. Asep Rukhiyat S.KM. segera mengirim obat-obatan. “Obat-obatan akan kami segera kirim melalui Kepala Puskesmas Kedung Waringin, dan bukan hanya obat saja, tapi makanan berupa mie instan maupun air mineral akan kami perintahkan untuk segera mengirimnya,” jelas Dadang. (**)

Wabub:

Korban Banjir Butuh Air Bersih
Wibawa MuktiWakil Bupati Bekasi, Drs Darip Mulyana, minta kepada PDAM Bekasi mendistribusikan air bersih kepada korban banjir di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur dan Desa Bojongsari, Kecamatan Kedu8ngwaringin, Kabupaten Bekasi.
WABUB juga minta kepada Dirut PDAM, Wahyu Prihantono segera mendistribusikan air bersih ke Cikarang Tiur dan Muaragembong. Sebab katanya, setelah melakukan kunjungan ke daerah rawan banjir di Muaragembong dan Cikarang Timur, dirinya menyaksikan masyarakat korban banjir sangat membutuhkan air bersih. “Kita akui kendati bantuan air mineral sudah didapat masyarakat korban banjir, namun kebutuhan air bersih sangat mendesak untuk didistribusikan, karena masyarakat korban banjir juga butuh air bersih untuk bebrabagi keperluan lainnya,” kata darip. Bahkan kata darip, pihaknya juga sudah menghubungi Dirut PDAM melalui telepon selulernya, setelah menyaksikan masyarakat sangat membutuhkan air bersih. “Saya sudah hubungi Dirut PDAM setelah saya melihat kebutuhan masyarakat akan air bersih,” katanya. Dikatakan Darip, dirinya sangat prihatin dengan kondisi masyarakat Muaragembong dan Cikarang Timur yang menjadi korban banjir. Selain air bersih masyarakat juga membutuhkan bantuan lainnya, seperti pakaian dan perobatan bahkan buku untuk anak-anak sekolah, yang ketika terkena banjir, tidak sempat menyelamatkan peralatan sekolahnya. Sementara itu Dirut PDAM Bekasi, Wahyu Prihantono mengatakan, pihaknya langsung melakukan distribusi air bersih pada masyarakat Muaragembong dan Cikarang Timur. “Saya memang dihubungi Wakil Bupati lewat SMS, dan langsung melakukan distribusi lewat unit Sukatani,” katanya. Hanya saja tambah Wahyu, untuk wilayah Muaragembong, setelah melakukan kontak dengan camat setempatb diperoleh

Kita akui kendati bantuan air mineral sudah didapat masyarakat korban banjir, namun kebutuhan air bersih sangat mendesak untuk didistribusikan

informasi, masyarakat di sana tidak membutuhkan air bersih, karena menurut camatnya, masyarakat hanya membutuhkan makanan. “Saya sudah hubungi camat Muaragembong, tapi menurut camat masyarakat tidak membutuhkan air melainkan hanya butuh makanan,” kilahnya. (***)

Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010 17

Laporan Utama

Sekda Obati Keresahan Warga
Wibawa MuktiMasyarakat di dua kecamatan, Kampung Pangkalan RT 02,03/01 Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi dan Kampung Turi RT 05,06 Desa Sriamur Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, resah. Karena kedua kampungnya sering terendam banjir, sampai ketinggian satu meter.
KERESAHAN warga terobati ketika kedatangan Sekda Kabupaten Bekasi, Drs H dadang Mulyadi, MM memantau derah rawan banjir di wilayah Kabupaten Bekasi. Warga berharap kedatangan Sekda ke daerah itu akan mendatangkan perubahan dengan segera dilaksanakannya perbaikan lingkungan. Kepala Desa Sriamur, M Idris yang didampingi Ketua BPD, Rangkuti mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan Sekda Kabupaten Bekasi, yang tuyrun langsung melihat kondisi di lapangan. Menurutnya, datangnya air kiriman membuat wilayah itu terendam banjir hingga ketinggian air mencapai 60 hingga 80 centimeter. Areal sawah yang terendam mencapai 15 hektar siap panen dan 120 rumah warga, karena jebolnya tanggul sepanjang 17 meter. Ketua BPD, Rangkuti mengatakan, belum lama ini sudah ada perbaikan atu penurapan anggaran APBD, namun tanggul tetap saja jebol. Ini katanya akibat pekerjaan pihak ketiga tidak mementingkan mutu pembangunan. Camat Tambun Utara, Junaedi Rakhmat yang diwakili Sekcamnya, mengatakan kedatangan Sekda Kabupaten Bekasi ke lokasi banjir di wilayahnya sangat memberikan harapan bagi masyarakat, karena dengan melihat secara langsung, Sekda dapat mempercepatprioritas perbaikan turap kali yang jebol.(***)

18 Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010

Istri Gubernur

Bantu Siswa Korban Banjir
Space Foto Kunjungan Istri Gubernur

Wibawa MuktiSiswa SMA 1 Muaragembong yang menjadi korban banjir dan mengungsi ke SMP 2 Muaragembong saat melaksanakan UN (Ujian Nasional), dikunjungi Istri Gubernur Jawa barat, Netty Prasetyani Heryawan didampingi istri Bupati Bekasi, Cucu Sugiarti Sa’duddin.
SUASANA kunjungan menjadi hujan tangis. Karena, ketika Netty melihat kondisi siswa yang mengungsi langsung menitikkan air mata, begitu pun Cucu Sugiarti. Keduanya tak tahan melihat sebanyak 136 siswa juga harus menginap di sekolahan agar dapat mengikuti UN. Netti dan Cucu yang kala itu didampingi Panitia UN Jawa Barat, Nandang Junaedi, sangat bangga dengan siswa SMA 1 Muaragembong yang dengan penuh semangat mengikuti UN kendati harus mengungsi ke SMP 2 Muaragembong dan bermalam di ruang sekolah. Dalam kesempatan itu, Netty memberikan sumbangan berupa alas LJK (Lembar Jawaban Komputer) dan pensil 2B dan sejumlah uang tunai yang dapat digunakan untuk menutupi kebutuhan masyarakat Muaragembong. “Mereka semua ini juga anakanak saya, makanya apa yang saya berikan pada mereka jenisnya sama dengan yang digunakan anak-anak saya di rumah, tidak ada perbedaan,” kata Netty. Saat itu juga Netty langsung meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, agar melakukan kontrol terhadap kesehatan siswa di SMP 2 Muaragembong. Ini dimaksudkan Netty karena kondisi siswa Muaragembong tidak sama dengan kondisi siswa lainnya. Atas permintaan Netty, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten

Bekasi, Muharmasyah Boestari yang saat itu ikut dalam kunjungan, tidak menunda waktu, pihaknya langsung mengontak Kepala Puskesmas Muaragembong, dan meminta agar segera mengirim vitamin untuk seleuruh siswa Muaragembong itu. Dikatakan Muharman, akibat kondisi tidur yang tidak baik, memungkinkan daya tahan tubuh siswa menurun, sehingga pihaknya harus memberikan vitamin ke seluruh siswa agar kondisi fisik siswa kembali pulih dan dapat melaksanakan UN dengan baik. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Drs H Dadang Mulyadi, ketika dihubungi mengatakan, Pemkab Bekasi menanggung selurub kebutuhan Siswa Muaragembong yang sedang

mengikuti UN di pengungsian sampai selesai UN, mulai dari makan, kesehatan, alas tidur dan kebutuhan lainnya. Selain itu katanya, jika UN SMP pada 29 Maret kondisi Kali Citarum masih mengkhawatirkan, seluruh kebutuhan siswa SMP pun menjadi tanggungjawab Pemkab Bekasi. Bahkan, seluruh biaya hidup itu akan ditanggung sampi kondisi Kali Citarum surut dan normal,” kata Dadang. Menurut Dadang, kondisi yang dialami masyarakat dan siswa Muaragembong sudah menjadi tanggungjawab Pemkab Bekasi untuk memperhatikannya. Apalagi bagi siswa yang sedang melaksanakan UN, harus mendapat perhatian serius untuk diberikan bantuan sepenuhnya. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 19

Laporan Utama

Rapat Kordinasi Pembangunan Wilayah
Wibawa MuktiBupati Bekasi H. Sa’duddin dan Sekda Kabupaten Bekasi H Dadang Mulyadi, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Babelan (19/02). Kunjungan itu dalam rangka rapat kordinasi tentang program pembangunan di wilayah Kabupaten Bekasi.
wilayah Kecamatan Taruma Jaya sudah banyak perusahaan besar. Kesempatan kedua perwakilan dari Kecamatan Tambelang, Yon Junaedi BPD Desa Sukarahayu, dan Kades Sukarahayu Nasro, S.Pd

Space Foto Rapat Kordinasi Di Babelan

DALAM acara itu dihadiri hampir semua Camat di Kabupaten Bekasi dan para Kades, Kapolsek, Koramil, Dinas Kesehatan, UPTD dan Dinas Sosial lainnya. H. Sa’duddin, dalam kesempatan rapat kordinasi kali ini, mengatakan tentang program pembangunan, seperti yang sudah lama direncanakan masalah pembangunan Islamic Centre dan BLK di Kecamatan Tambun Utara dan di Kecamatan Taruma Jaya akan dibangun pelabuhan, juga jalan tembus antara Taruma Jaya-Karawang. Di tengah acara tersebut, Sa’duddin, memberi kesempatan untuk beberapa perwakilan wilayah
20 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

memberikan usulan tentang pembangunan di masing-masing wilayahnya. Untuk kesempatan pertama, perwakilan dari Kecamatan Taruma Jaya, Ibnu Hajar, MS, Kades Segera Makmur, mengusulkan pembangunan di wilayahnya yang sangat tertinggal. Usulan itu mulai dari jalan lingkungan, saluran air dan sarana pendidikan juga sarana ibadah, masih banyak yang sangat kritis, dan Kapolsek Taruma Jaya sempat mengusulkan agar di wilayah Taruma Jaya diadakan pelatihan kerja, karena demi masa depan generasi di wilayah tersebut, karena

mengusulkan tentang saluran irigasi, mulai dari DB 5 sampai DB 15, minta diperbaiki. Karena petani di wilayah Kecamatan Tambelang sumber airnya dari saluran tersebut, selanjutnya tentang jalan Kabupaten, mulai dari Kampung Tambelang sampai Balong Prapatan masih banyak yang belum dicor, terutama di depan kantor Desa Sukarapih, dan jalan yang rusak kirakira 3,5 kilometer lagi. Selain itu juga minta Kali Goban dinormalisasi lagi, karena saat ini kali tanahnya dangkal, selanjutnya mengenai Puskesmas Tambelang, karena di Tambelang jauh dari rumah

sakit berharap Puskesmas Tambelang ada rawat inap atau buka 24 jam. Kesempatan ketiga perwakilan dari Tambun Utara, Kades Srijaya Drahim Sada, mengusulkan pemerataan pembangunan, terutama mengenai pengairan, karena tanggul pengairan di wilayahnya sudah banyak yang dangkal. Pasalnya hampir 250 hektar persawahan di wilayahnya, mata airnya dari saluran irigasi tersebut dan juga jalan yang ada di wilayah Jalen sangat kritis pada saat ini dan sering terjadi kecelakaan karena jalan

tersebut, pasalnya rusak berat dan juga mengenai (Pustu) Puskesmas Pembantu agar diadakan juga di Jalen. Dan untuk tuan rumah dari Kecamatan Babelan, diwakili Dr Kristina, UPTD Puskesmas Babelan II, karena masyarakat sudah banyak yang percaya dengan pelayanan di puskesmas pada saat ini pihaknya meminta tambahan tenaga medis, karena saat ini kekurangan tentaga medis di Puskesmas Babelan II. Selain itu Pustu minta dijadikan puskesmas dan juga usulan berikutnya dari Kepsek SDN 05

Babelan, Inayyah minta agar sekolah tersebut ditambah lokal, karena yang ada sekarang belum bisa menampung siswa, dan kegiatan belajar mengajar sekarang harus di pararel sampai 4 sip, karena letak sekolah tersebut di pertengahan kompleks perumahan Pondok Ungu Permai. Dari sejumlah usulan itu, pada kesempatan itu dijawab Sa’duddin akan diprioritaskan, dengan cara bertahap, karena menurutnya, di wilayah kecamatan lain pun masih banyak yang membutuhkan pembangunan.(***).

Soal Adipura Pemkab Bekasi

Targetkan Tiga Besar
Wibawa MuktiKepala Dinas Kebersihan, Pemakaman dan PJU Kabupaten Bekasi, Jamaludin berharap Pemkab Bekasi pada penilaian Adipura 2010 ini mendapat nilai lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
MENURUT Jamaludin pada 2009 lalu Kabupaten Bekasi hanya mendapat nilai 67, pada tahun ini menurutnya paling tidak angka itu berubah menjadi 73, artinya dengan angka itu diharapkan sertifikat Adipura dapat diraih Kabupaten Bekasi. Untuk meluluskan keinginan itu katanya, pihaknya berusaha gencar melakukan penataan di berbagai lokasi yang menjadi titik pantai tim penilai Adipura. “Ini harus menjadi target, sehingga kita dapat menyandang predikat yang lebih baik dari tahun sebelumnya, paling tidak Kabupaten Bekasi masuk periungkat tiga besar,” kata Jamaludin yang ditemui HaBe di ruang kerjanya, Jumat (05/02). Menurut Jamaludin, selain penataan titik pantau tim penilai Adipura, pihaknya juga menyarankan agar penghijauan guna menunjang keindahan dan keasrian wilayah Kabupaten Bekasi dilaksanakan dinas terkait. Untuk itu pihaknya kini terus melakukan kunjungan ke beberapa tempat yang dimungkinkan untuk dilakukan penataan, seperti pasar tradisional, terminal, stasiun kereta api, taman dan lokasi pembuangan sampah. Menyinggung tempat pembuangan sampah di Burangkeng yang kondisinya sudah over load, Jamaludin mengakuinya, karena kondisi tempat pembuangan sampah di Burangkeng memang tidak begitu luas, sehingga lokasi lain di Bojongmangu diupayakan secepatnya dioperasionalkan. “Saya berharap lokasi tempat pembuangan sampah yang ada di Bojongmangu dapat secepatnya dioperasikan guna lebih menampung sampah buangan yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata Jamaludin. Sejauh ini katany, kondisi lokasi titik pantau tim penilai Adipura akan dapat ditata lebih baik lagi. Namun demikian katanya, untuk menciptakan itu dibutuhkan kerjasama lintas dinas dan keterlibatan camat dan kepala desa bahkan masyarakat guna pencapaian Kabupaten Bekasi mendapat penghargaan Adipura. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 21

Laporan Utama

Bupati Bekasi Lantik 444 PNS
Wibawa MuktiBelum lama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melantik 444 Pegawai Negeri Sipil (PNS), terdiri dari 219 orang tenaga guru, 141 orang tenaga kesehatan dan 85 orang tenaga teknis.
22 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

KEPALA Dinas Kesehatan, Muharmansyah Bostari, mengatakan, khusus tenaga kesehatan, pihaknya akan langsung mendistribusikannya ke seluruh Puskesmas. “Untuk mempercepat proses kerja, PNS yang baru dilantik ini segera di sebar dan ditempatkan di Puskesmas se-Kabupaten Bekasi. Ada juga yang di RSD Kabupaten Bekasi. Ini untuk mengantisipasi bencana demam berdarah,” ujar dokter Ari, dengan sapaan akrabnya.

Adapun penyerahan surat Keputusan Bupati tentang pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Kabupaten Bekasi diserahkan langsung Bupati Bekasi H Sa’duddin. Untuk tenaga honorer pad Pemkab Bekasi yang diangkat sebanyak 124 orang, namun yang mengikuti poemberkasan hanya 116 orang. Pengangkatan tersebut sesuai dengan surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor K.26-30/V.138/99 tertanggal 28 Juli 2009. (**)

Eksekutif dan Legislatif

Akan Bahas Masalah Aset Pemkab Bekasi
Wibawa MuktiSejauh ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi belum mengetahui secara pasti berapa banyak aset dan kekayaan daerahnya. Seharusnya dari sekian banyak aset dan kekayaan yang ada sudah terdata dengan baik, namun ini sebaliknya.
BELUM lagi aset yang tidak terawat atau rusak, ironisnya lagi ada pula yang sudah dikuasai masyarakat secara tidak sah. H Marjaya Ibrahim Wakil Ketua Pansus V mengatakan, pihaknya akan melakukan kroscek ke lapangan berkenaan dengan kondisi aset milik Pemkab Bekasi di wilayah Kota Bekasi. Seperti tanah pangkalan truk di Rawa Pasung seluas enam hektar di Kelurahan Tanah Baru, Bekasi Barat, tanah bekas Pasar Baru Bekasi seluas 10.356 meter persegi di Kelurahan Duren Jaya Bekasi Timur, tanah eks Tapos seluas enam hektar di Jati Sampurna, tanah dan bangunan rumah potong hewan seluas 8.470 meter persegi di Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Belum lagi tanah Hotel Mustika Pura seluas 10.860 meter persegi di Kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur serta tanah Komplek Karang Kitri seluas 177.720 meter persegi di Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Adapun tujuannya ungkap Marjaya, untuk mencari kejelasan dan kesepakatan antara Pemkab dan Pemkot Bekasi, DPRD Kota dan Kabupaten Bekasi. Setelah jelas dan sudah ada kesepakatan untuk menentukan langkah selanjutnya akan lebih mudah. Kapala Bidang Aset, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset, Oman Rohman mengatakan, ada beberapa lahan dan bangunan yang dimiliki Pemkab Bekasi telah dimanfaatkan Pemkot Bekasi. “Untuk mengetahui dan merencanakan adanya penataan aset harus dilakukan melalui pemanfaatan aset atau dapat dilakukan dengan peralihan aset, sehingga terhadap rencana ini harus dilakukan pembahasan bersama dengan legisl;atif,” ujar Oman Rohman. (***)

Pegawai Depag Terima Penghargaan
Wibawa MuktiBelum lama ini Departemen Agama (Depag) Kabupaten Bekasi memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-64. Peringatan HAB tersebut dijadikan momentum yang sangat berharga bagi Depag Kabupaten Bekasi. H. Jaja Jaelani, KaKandepag Kabupaten Bekasi mengatakan, peringatan HAB yang diadakannya kali ini, bersamaan dengan pemberian penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada para pegawai Depag yang telah memasuki masa bhaktinya 20 hingga 30 tahun. “Penghargaan tersebut merupakan bentuk pemberian jasa, kepada para pegawai yang telah mengabdi selama 20 sampai 30 tahun. Semoga dengan pemberian penghargaan tersebut dapat dijadikan acuan bagi pegawai lainnya untuk lebih giat dalam bekerja,” ujarnya. Dikatakan pula, pemberian penghargaan Satya Lencana Karya Satya diberikan langsung oleh Bupati Bekasi atas nama pemerintah dengan lampiran Keputususan Presiden (Kepres) Republik Indonesia No. 066/ TK/Tahun 2009. (**)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 23

Korpri & Bkd

Kondisi Faktual Organisasi Korpri

Masih Ada Sikap Kurang Peduli

Wibawa MuktiKetua Dewan Pengurus Kabupaten Korpri Bekasi, H dadang Mulyadi mengatakan, kondisi faktual organisasi Korpri sampai saat ini belum memberikan manfaat yang optimal bagi para anggotanya. Hal itu katanya, dapat dilihat masih adanya sikap kurang peduli, baik dari anggota terhadap organisasi maupun sebaliknya peran organisasi terhadap anggotanya

DEMIKIAN dikatakannya, ketika memberikan sambutan pada acara rapat kerja Kabupaten Korpri Bekasi 2010, Selasa (26/01) di Aula KH Noer Alie Lt IV Pemkab Bekasi. Lebih lanjut dikatakannya, kepedulian anggota terhadap organisasi diaktualisasikan dengan melaksanakan kewajibannya termasuk memberikan saran pendapat melalui mekanisme organisasi dan selanjutnya aktivitas seluruh organisasi hendaknya merupakan sarana dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota. Dengan demikian hubungan yang sinergis antara anggota, pengurus dan organisasi adalah merupakan kondisi yang harus diwujudkan dan merupakan syarat mutlak untuk menciptakan organisasi Korpri yang maju dan profesional di masa yang akan datang. Berkaitan dengan pelaksanaan penyelenggaraan hari ulang tahun Korpri ke 38 2009 lalu menurut Dadang,

atas nama pengurus Korpri Kabupaten Bekasi telah menyerukan seluruh pengurus dan anggota Korpri di lingkungan pemerintah Kabupaten Bekasi untuk berpartisipasi aktif menjalin persatuan dan kesatuan sesama anggota Korpri, mampu meningkatkan kemampuan diri, baik secara individu maupun kelembagaan. “Keunggulan organisasi sangat ditentukan kemampuan individu, maka keberhasilan manajemen pemerintah daerah akan semakin baik apabila secara terus menerus dilakukan perbaikan-perbaikan dan inovasi secara struktur,” katanya. Ditambahkannya, struktur organisasi formal yang ditandai dengan diferensiasi hierarki dan jabatan, didasarkan atas keahlian adalah merupakan hal yang paling baik. Karena memiliki dua karakteristik yaitu struktural dan perilaku. Karakteristik perilaku dalam birokra-

24 Wibawa Mukti 24 Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010 Edisi 0I - 2010

si katanya, adalah adanya suatu kontrol dan disiplin yang ketat, karena itu fomalisasi aturan dan semua obyek diatur dalam bentuk perilaku birokratik. erilaku yang cenderung formalistik dan serba aturan kerap kali mengabaikan tujuan yang hendak dicapai suatu organisasi itu sendiri. Akhirnya lanjut Dadang, akhirnya kegatan organisasi hanya diabdikan untuk memenuhi ketentuan sejumlah peraturan, karakteristik struktural dari birokrasi yang ditandai dengan diferensiasi, hierarki dan rekrutmen atas dasar keahlian kerap bertentangan dengan perilaku dari birokrat, kondisi sepeti itulah yang mendorong pentingnya reformasi birokrasi. Sebagai dewan pengurus Dadang mengharapkan seluruh anggota Korpri dapat meningkatkan kompetensi sesuai bidang latar belakang pendidkan, dan dapat mampu menterjemahkan tugas poko dan fungsi, ter-

utama sekali melakukan pelayanan kepada masyarakat, sehingga pada gilirannya antara organisasi Korpri dan pelaksaan tugas di unit-unit kerja (SKPD) dapat bersinergis. Dalam kesempatan itu Dadang mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bekasi sebagai dewan pembina Korpri yang telah memberikan hibah kepada Korpri pada 2008 sebesar Rp250 juta, dana tersebut sudah digunakan untuk pembelian Gedung Dewan Pengurus Korpri di Delta Mas dan pada 2009 telah menerima juga bantuan Rp200 juta. “Dana itu akan kami gunakan untuk kegiatan organisasi,” kata Dadang. Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada Rusdianto dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI dan Soni dari Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, Wakil Bupati Bekasi, HM Darip Mulyana mewakili Bupati Bekasi, Sa’duddin dalam sambutannya mengatakan, Rakerkab Korpri ini merupakan momentum sangat strategis karena organisasi Korpri di ringkat Kabupaten sudah berjalan dengan baik dan secara terus menerus dilakukan evaluasi dan merevitalisasi spirit dan kinerja Korpri sebagai wadah pembinaan dan perjuangan para PNS. Dikatakannya, Rakerkab Korpri ini hendaknya dimanfaatkan sebaikbaiknya dalam rangka meningkatkan motivasi para anggota Korpri sebagai PNS juga dapat mengevaluasi program yang telah dilaksanakan. “Program kerja periode kepengurusan yang sedang berjalan diharapkan organisasi Korpri dapat lebih maju, serta keberadaannya bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat Kabupaten Bekasi,” katanya. (***)

BKD Gunakan Absen Sidik Jari
Wibawa MuktiBadan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bekasi dalam waktu dekat ini berencana akan menggunakan absen sidik jari ( fingerprint), di harapkan pada seluruh karyawan Pemkab Bekasi harus siap menghadapi kebijakan baru yang bakal mendisiplinkan kehadiran.
MENURUT Kepala Bidang ( Kabid) Pengembangan Pegawai BKD, Beni Saputra, mengatakan jumlah mesin absensi pegawai ini, hasil hibah Pemerintah Propinsi Jawa Barat untuk upaya peningkatan kedisiplinan pegawai, “Program ini rencananya mesin absensi ini akan di berikan pada setiap Dinas satu unit mesin absensi. Hal ini, agar pegawai tidak seenaknya datang terlambat maupun pulang lebih awal dari jam kerja,” tegas Beni. Masih Menurutnya, mesin absensi pada pertengahan tahun ini sudah dapat dioperasikan, bagi pegawai yang masih melakukan pelanggaran disiplin, katanya akan ditahukan sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah ( PP ) nomor 30 tentang displin PNS, sanksi yang akan di berikan berupa teguran secara lisan dan tertulis, penundaan kenaikan pangkat hingga pemecatan, hal ini sesuai besar kecilnya pelanggaran yang di lakukan PNS tersebut. Setiap jam masuk kantor dan pulang kerja para PNS wajib absen pada mesin yang di sediakan, jadi setelah penerapan ini sudah berjalan pihaknya sudah tidak lagi menerima hasil absen dari setiap SKPD Dinas, kini kami akan turun langsung kelapangan melakukan pendataan pada setiap kegiatan upacara, sehingga tidak ada lagi istilah titip –menitip absen ke sesama rekan kerja,” ujar Beni Salah satu pegawai Pemkab Bekasi pada Dinas Tenaga Kerja kabupaten Bekasi, Hengky mengaku siap menjalankn kebijakan tersebut. Dia meyakini dengan mesin tersebut, bisa menekan angka pegawai yang mangkir dari pekerjaannya, “ tetapi saya minta sebelum di berlakukannya peraturan diterapkan, mohon dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Sebab mungkin masih banyaknya para pegawai Pemkab yang belum paham cara penggunaannya,” ujarnya. Sama halnya apa yang di katakan Yayan yang bertugas pada Dinas Parawisata, pemuda dan olah raga Pemkab Bekasi, menurutnya, pengadaan mesin sidik jari tersebut merupakan terobosan baru di lingkup Pemkab Bekasi yang patut di coba. “ saya sangat mendukung perogram BKD yang selalu mengembangkan kinerjanya dalam meningkatkan disiplin pegawai,” katanya. (***)
Wibawa Mukti Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 25 Edisi 0I - 2010 25

Pemkab Bekasi Membangun

Empat Kecamatan Dijadikan Kawasan Minapolitan
Wibawa MuktiSekitar 65 hektar lahan di empat kecamatan di Kabupaten Bekasi; Cikarang Timur, Kedung Waringin, Pebayuran dan Cabangbungin siap menjadi kewasan budidaya ikan terpadu atau lebih dikenal dengan sebutan minapolitan dengan produksi rata-rata 232 ton pertahunnya.
DEMIKIAN disampaikan Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Agus Trihono. Sejauh ini, kata Agus, di empat kecamatan tersebut sudah ada sekitar 23 hektar yang sudah memproduksi ikan secara intensif yang rata-rata hasil produksinya 79,8 ton pertahun. “Kita akan jadikan daerah tersebut menjadi daerah terpadu, sehingga bersambung antara kecamatan yang satu dengan kecamatan lain, dengan mengembangkan komunitas berbasis unggul, seperti Ikan Lele, Patin, Gurame, Mas dan Bawal,” Ujar Agus. Saat ini, menurut Agus, kawasan tersebut sangat potensial untuk dijadikan kawasan minapolitan dikarenakan pasokan air yang cukup dari dari Kalimalng serta dekat dengan Kali Citarum. Dan bila didukung dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang jelas dan tidak berubah-ubah, maka wilayah tersebut akan menjadi daerah unggulan budidaya ikan di Jawa Barat. “Untuk persiapan atau pra tengah kita lakukan, karena pada dasarnya dasar perikanan itu sudah menjadi kehidupan masyarakat wilayah tersebut. Untuk itu akan kita angkat potensi lokal menjadi komoditi dengan pangsa pasar yang menjanjikan terutama untuk Kabupaten Bekasi dan Jakarta,” jelasnya. Untuk menjadi kawasan minapolitan Agus mengakui harus didukung dengan beberapa faktor yang menunjang, antara lain pengolahan hasil produksi, pembibitan yang baik, pembesaran. Selain itu wisata kulinernya yang mendukung serta tempat wisata pemancingan dan pasar ikannya. “Kita akan menjadikan jalan sepanjang Cikarang Timur sampai Kedung Waringin yang berbatasan dengan Kabupaten Karawang sebagai kawasan wisata minapolitannya, di sana tersedia berbagai jenis ikan serta makanan dari ikan juga restorannya,” ujarnya. Ditambahkan Agus, pihaknya yengah menunggu penetapan dari Provinsi Jawa Barat sehingga potensi lokal tersebut menjadi produk unggulan Kabupaten Bekasi. “Mudah-mudahan dalam waktu dua sampai tiga tahun mendatang sudah dapat terwujud, apalagi didukung dengan APBD serta Kementrian Kelautan dan Perikanan yang menargetkan Indonesia mulai 2010 – 2015 menjadi peringkat pertama produksi ikan tersebesar di dunia, pungkasnya. (**)

Pemkab Bekasi Bangun Bendungan Karet
Wibawa MuktiArea persawahaan di dekat pesisir pantai Kabupaten Bekasi, rentan tergenang air laut. Khususnya di musim angin timur. Hal itu mengakibatkan petani, terpaksa beralih ke usaha pertanian lainnya. Sebab air laut bisa membuat padi mati. Ketua Komisis D DPRD Kabupaten Bekasi, Warja Miharja, mengatakan petani di daerah pesisir, hanya bisa memanen sawahnya satu kali setahun. Sebab, jika sudah masuk musim an26 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

gin timur, mereka tidak menanam, untuk mengatasi hal tersebut dalam waktu dekat akan dibangun bendungan karet di Desa Pantai Harapan Jaya, selebar 60 m2 itu, berasal dari dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 12 miliar. Hal itu, jelas warja bisa meningkatkan produktifitas petani. Dari yang semula hanya bisa panen padi satu kali setahun, akan bertambah menjadi dua kali. Karena bendungan tersebut bisa berfungsi sebagai iriga-

si sawah dan mengairi sawah di beberapa desa di Kecamatan Babelan, Sukawangi, Cabang Bungin dan Muaragembong. Sementara itu Dinas Perternakan, Perikanan dan Kelautan, Agus Trihono mengatakan untuk mencegah abrasi pantai dan masuknya air laut ke daratan, Pemkab Bekasi telah melakukan gerakan menanam Mangrove di Muara gembong. Direncanakan program serupa akan terus digalakan di sepanjang pesisir. (**)

Tiga Jalan Diusulkan
Wibawa MuktiTiga jalan arteri di Kabupaten Bekasi tengah diusulkan untuk ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi. Rencana tersebut sebagai upaya mengurangi beban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi serta mengoptimalkan bantuan provinsi dan pusat untuk Kabupaten Bekasi.
ANGGOTA DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, Budiyanto mengatakan, alasan ketiga jalan

Jadi Jalan Provinsi
tersebut ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi, karena bersinggungan dengan jalan nasional serta menghubungkan dengan jalan Kabupaten dan Kota lainnya. “Di Kabupaten Bekasi jalan provinsi Cuma hanya ada satu, yaitu Jalan Raya Cikarang-Cibarusah sepanjang 20 kilometer. Tahun ini Jalan Rorortan yang menghubungkan Cabangbungin, Tarumajaya dan Karawang melalui Jembatan Batujaya sudah dalam proses pengajuan untuk menjadi jalan provinsi,” ujar Budiyanto. Apalagi, menurutnya Jalan Rorotan saat ini sedang dalam proses pembebasan lahan. Ditambah Provinsi Jawa Barat telah menganggarkan Rp.19 miliar hanya tinggal menunggu tender yang dilakukan oleh Pemkab Bekasi, untuk menentukan kontraktor mana yang menjadi tenaga pelaksana. Dikatakan pula untuk Jalan Raya Kalimalang (KH Noer Alie) mulai Bekasi Timur sampai dengan Tegal Danas arah Karawang, dan Jalan Raya Setu-Cileungsi sepanjang 25 kilometer baru dalam tahap pengusulan untuk menjadi jalan provinsi. “Adanya peningkatan status jalan menjadi jalan privinsi diharapakan akan mengurangi beban keuangan Pemkab Bekasi, karena secara otomatis akan menjadi tanggung jawab provinsi. Selain itu Pemkab akan lebih kosentrasi kepada pembangunan sektor lainnya,” kata politisi PKS ini berharap. (**)

Peningkatan Pembangunan Wilayah Utara
Wibawa MuktiKecemburuan yang timbul di kalangan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, terutama bagi anggota dewan yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Selatan, dikarekan adanya pengalokasian anggaran pembangunan masuk ke wilayah utara lebih dominan. Menurut wakil rakyat dari Dapil Utara, alokasi pembangunan lebih banyak dilakukan di wilayah utara sudah merupakan suatu hal yang wajar, melihat beberapa agenda besar yang sedang dipersiapkan untuk pembangunan di wilayah utara. Hasan Bisri, dewan dari Dapil V (Kedung Waringin, Sukakarya, Sukatani, Cabangbungin dan Muaragembong) membenarkan adanya pembangunan wilayah utara harus lebih dominan, karena agenda utama di wilayah utara adalah rencana pemekaran wilayah kabupaten Bekasi Utara, jadi menurutnya harus sudah ada persiapan Infrastruktur yang benar-benar memadai. “Jangan sampai pengalaman yang terjadi pada saat, pemekaran Kota Bekasi dari Kabupaten Bekasi terulang kembali. Perkantoran dan fasilitas lainnya berada di Kota, sehingga di Kabupaten Bekasi sendiri tidak ada pusat pemerintahan,” ungkapnya. Ditambahkan Hasan Bisri dari Fraksi PPP, jalan kabupaten mulai dari Pilar sampai dengan Muaragembong akan dijadikan jalan provinsi, apalagi jembatan penghubung Karawang dan Bekasi di Kali Citarum sudah akan selesai taraf pengerjaannya. “Bila jalannya sudah baik, direncanakan Kecamatan Muaragembong akan dijadikan daerah pengembangan wisata, karena memiliki potensi wisata pantai yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkatkan PAD Kabupaten Bekasi,” ujar sekretaris Komici C ini. Untuk itu di tahun 2010, kata Hasan Bisri perbaikan kantor kecamatan dan kantor desa juga menjadi prioritas. Karena masih banyak kantor desa di wilayah utara yang belum mendapat bantuan perbaikan. “Semoga saja di tahun ini, kantor desa yang ada di wilayah utara akan mendapat bantuan perbaikan. Jangan sampai tertinggal dengan wilayah lainnya, apalagi kantor kecamatan dan desa dijadikan sebagai barometernya pelayanan masyarakat dan pembangunan wilayah,” punkas Hasan Bisri. (**)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 27

Jangan sampai pengalaman yang terjadi pada saat, pemekaran Kota Bekasi dari Kabupaten Bekasi terulang kembali. Perkantoran dan fasilitas lainnya berada di Kota, sehingga di Kabupaten Bekasi sendiri tidak ada pusat pemerintahan

Pemkab Bekasi Membangun

Tapem Akan Tertibkan TKD
Wibawa MuktiPemkab Bekasi kini telah melakukan penataan terhadap perangkat desa. Seluruh desa kini Sekretarisnya sudah harus PNS (Pegawai Negeri Sipil). Peningkatan status ini dimaksudkan guna memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat.
KEPALA bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Bekasi, H Juhandi, ketika dihubungi di ruang kerjanya mengatakan, perubahan itu sudah harus dilakukan, sehingga pelayanan di desa lebih maksimal. Selama ini katanya, sebelum Sekdesnya PNS tidak jelas jam kerjanya. Mereka masih bekerja semaunya, sehingga menjadi persoalan di tengah masyarakat. Karena, ketika masyarakat ingin berhubungan dengan aparat desa sering mendapati sudah tidak ada orang. “Kondisi ini sudah harus dirubah, dengan status PNS yang disandang Sekdes, dimaksudkan guna
28 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat,” kata Juhandi. Terlebih katanya, dengan telah diraihnya Piala Citra Bhakti Abdi Negara belum lama ini, perangkat desa harus benar-benar bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik lagi. Bukan malah menurun. Begitu pun dengan jam kerja perangkat desa harus sesuai waktu yang telah ditentukan. “Sekdes juga wajib mengikuti apel di kecamatan di wilayah kerjanya dan selalu tepat waktu saat bekerja, baik kedatangan ke kantor maupun saat pulang kerja,” katanya. Menyinggung persoalan TKD (Tanah Kas Desa) yang terusmenerus menjadi persoalan di tengah masyarakat, Juhandi mengatakan, persoalan TKD itu bagai benang kusut, untuk membenahinya dibutuhkan kebersamaan pejabat yang membidangi di antaranya kecamatan, kelurahan dan pihaknya

(Tata pemerintahan). “Insya Allah kami akan berupaya menertibkan keberadaan TKD yang selama ini selalu jadi persoalan,” kata Juhandi. Menurutnya munculnya persoalan TKD saat ini, karena persoalan penanganan awal yang tidak tuntas. Kaitannya, karena seringnya dilakukan mutasi pada pejabat yang membidanginya. Contohnya katanya, ketika persoalan TKD itu sedang dalam pembahasan dan penanganan untuk penyelesaian, pejabat bersangkutan

harus dimutai ke tempat lain, sehingga persoalannya beralih kepada pejabat yang baru yang tentunya harus memulai dari awal lagi. Namun demikian tambah Juhandi, dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbub) pihaknya akan melakukan penertiban terhadap TKD yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi, kendati diaukinya jumlahnya saat ini sudah menciut dari jumlah sebelumnya, karena jadi fasilitas umum, lokasi pendidikan, bahkan menjadi perkampungan dengan sifat pinjam pakai.

Penertiban itu menurut Juhandi akan lebih awal melakukan musyawarah dengan desa, BPD dan kecamatan setempat untuk mencari solusi persoalan yang muncul terhadap TKD yang ada. “Ini harus dilakukan, karena Tata Pemerintahan bertugas hanya melakukan pencatatan terhadap keberadaan TKD itu. Dengan penertiban yang akan kami lakukan, kami berharap ke depan tidak ada lagi persoalan menyangkut TKD,” kata Juhandi. (***)

Pemkab Bekasi
Wibawa MuktiBupati Bekasi, H Sa’duddin, Sekretaris Daerah, H Dadang Mulyadi dan beberapa Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) ‘membidik’ seluruh wilayah kecamatan Kabupaten Bekasi untuk dikunjungi.
KUNJUNGAN itu dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak juga dalam rangka penyampaian informasi kepada masyarakat terkait penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. “Kunjungan ini sangat penting, sebagai upaya mendapatkan masukan dari berbagai pihak. Selain itu, secara langsung kami dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang rencana kerja pemerintah,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, H Dadang Mulyadi, di sela-sela kunjungan kerja, belum lama ini kepada HaBe. Menurut Dadang, kunjungan kerja yang

‘Bidik’ Kecamatan
dilakukan ini, lebih banyak manfaatnya, karena dapat secara langsung melihat kondisi wilayah dan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Dengan demikian, pemerintah dapat menginventarisir segala persoalan yang dilihat dan disampaikan berbagai pihak ketika bertemu dalam kunjungan itu. Karena, saat itu masyarakat diperkenankan menyampaikan secara langsung permasalahan yang dihadapi. Dikatakan Dadang lebih lanjut, dengan informasi dan masukan yang diperoleh dari berbagai pihak itu akan dijadikan bahan bagi pemerintah Kabupaten Bekasi guna peningkatan kinerja aparat pemerintahan ke depan. “Ini menjadi alat picu bagi pemerintah untuk lebih meningkatkan kinerja ke depan. Sehingga, kita dapat bekerja lebih baik sesuai keinginan masyarakat Kabupaten Bekasi,” kata Dadang lagi. Beberapa pekan ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi, telah mengunjungi beberapa wilayah kecamatan. Kunjungan pertama rombongan ke Kecamatan Babelan. Saat kunjungan pertama ini dihadiri pejabat dari kecamatan lain di antaranya, Kecamatan Tambun Utara, Taruma Jaya dan Tambelang. Pada kunjungan pertama itu, rombongan disambut masyarakat dengan penuh antusias. Karena, kehadiran pejabat pemerintah Kabupaten Bekasi, merupakan sebuah harapan dalam penyampaian aspirasi masyarakat yang diwakili kepala desa maupun tokoh masyarakatnya. Saat itu banyak informasi dan saran dari tokoh masyarakat yang hadir, terutama soal pembangunan dan peningkatan kinerja pemerintah dalam upaya lebih memaksimalkan sebuah perencanaan di wilayah Kabupaten Bekasi. Menurut Sekda, kunjungan kerja ini akan terus dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Karena, kunjungan kerja ke wilayah itu merupakan agenda yang telah ditetapkan guna menyerap aspirasi dari bawah. “Kunjungan ini akan terus kami lakukan sampai ke seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Karena, kami ingin secara langsung mendapatkan informasi dari bawah, tidak hanya mendapat laporan. Selain itu kami juga ingin melihat lebih dekat kondisi wilayah Kabupaten Bekasi,” imbuh Dadang. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 29

Pemkab Bekasi Membangun

Penyelarasan Pembangunan Kabupaten Bekasi 2011
Wibawa MuktiPekan kemarin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Drs H Dadang Mulyadi, MM, membuka acara penyelarasan Pembangunan Kabupaten Bekasi 2011 di Gramatirta Jatiluhur Purwakarta.
HADIR dalam acara Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, SKPD, Camat, Kepala Desa, Lurah se Kabupaten Bekasi dan Peserta Penyelarasan Pembangunan Kabupaten Bekasi 2011. Dalam sambutannya Bupati Bekasi, yang dibacakan Sekda mengatakan, perencanaan pembangunan daerah yang disusun pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing. Dengan memperhatikan kondisi dan potensi yang memiliki serta dinamika perkembangan daerah yang mengacu kepada perencanaan pem30 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

bangunan nasional. Kondisi faktual Kabupaten Bekasi saat ini, dengan luas 127.388 hektar dan jumlah penduduk 2.193.776 jiwa berdampak pada tingginya kebutuhan akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mulai 2010 ada tahapan baru dalam mekanisme penyusunan perencanaan pembangunan Kabupaten Bekasi, dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan 2011, yaitu penyelarasan pembangunan 2011 yang dilaksanakan sebelum penyelenggaraan forum gabungan SKPD. Forum penyelarasan pembangunan 2011, merupakan forum bersama antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan DPRD Kabupaten Bekasi, dalam rangka penyelarasan hasil Musrenbang kecamatan sebagai bahan penyusunan Musrenbang Kabupaten. Berdasarkan RPMJ Kabupaten Bekasi 2007-2012, tema pembanguan pada 2011, adalah “Peningkatan dan

Promisi Investyasi Terpadu di Bidang Industri, Infrastruktur, Agroindustri dan Pariwisata”, dengan denikian arah pembangunan 2011difokuskan penguatan kelembagaan perekonomian masyarakat, pembangunan infrastruktur yang menunjang promosi investasi di Kabyupaten Bekasi. Namun tidak berarti mengabaikan pembangunan sektor lain seperti, pendidikan, kesehatan dan penguatan daya beli masyarakat karena ketiga faktor tersebut merupakan indikator keberhasilan pembangunan manusia di Kabupaten Bekasi. Di akhir sambutannya bupati mengharapkan para peserta agar memberikan saran dan masukan yang positif dalam upaya pembangunan Kabupaten Bekasi, mengingat kemampuan APBD Kabupaten Bekasi yang terbatas, maka diharapkan agar program dan kegiatan yang diusulkan tahun 2011 benar-benar menjadi prioritas. (**)

Bupati Berharap Dapat Mengemban

Amanah Masyarakat
melaksanakan salah satu fungsi pemerintahan, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat merupakan pendukung keberhasilan pemerintah. Dalam hal menyelenggarakan pemerintahan. dalam pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat. Lebih lanjut Bupati menambahkan, dalam rangka melaksanakan UU Nomor 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, Penyelenggaraan Pemerintah Daerah menganut azas Desentralisasi dengan memberikan keluasan kepada daerah dengan prinsip pendekatan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah memiliki kewenangan membuat kebijakan untuk memberikan pelayanan, peningkatan partisipasi, prakarsa dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat. Melalui UU 32/2004, masyarakat di daerah lebih diberdayakan sekaligus diberikan tanggungjawab yang lebih besar untuk mempercepat laju pembangunan daerah. Salah satu perubahan yang sangat esensial yaitu, menyangkut kedudukan, tugas pokok dan fungsi kecamatan yang merupakan perangkat di wilayah dalam kerangka azas Dekonsentrasi menjadi perangkat daerah dalam rangka azas Desentrialisasi. Dalam rakor ini akan terjadi proses komunikasi yaitu penyampaian program kerja, prosedur kerja serta kebijakan yang akan diambil dari para pemangku jabatan di tingkat Kabupaten Bekasi. Di akhir sambutanya Bupati Bekasi, H. Sa’duddin berharap dapat mengemban amanah masyarakat Kabupaten Bekasi dengan baik menuju “Manusia unggul yang agamis berbasis agribisnis dan industri berkelanjutan.” (**)

Wibawa MuktiPekan kemarin di RS Karya Medika 2, Tambun Selatan, Bupati Bekasi H Sa’duddin, MM, memimpin rapat kordinasi tingkat Kabupaten Bekasi dalam rangka penguatan kapasitas pemeritahan kecamatan dalam menunjang pembangunan daerah.
HADIR dalam acara, Sekertaris Daerah Kabupaten Bekasi, H Dadang Mulyadi Kepala SKPD, Kades, Lurah, Ketua BPD seKecamatan Tambun Selatan, Cikarang Barat dan Setu, organisasi masyarakat, organisasi profesi serta undangan lain. Dalam sambutanya Bupati Bekasi mengatakan, strategi dan struktur pemerintah sebagai unsur perangkat daerah yang

Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010 31

Pemkab Bekasi Membangun

Raperda Pelabuhan Laut Internasional

Disyahkan

Wibawa MuktiSebanyak 38 anggota DPRD Kabupaten Bekasi, secara aklamasi mengesahkan Raperda Pelabuhan Laut Internaional yang dibahas lewat Pansus V. Rapat Paripurna soal Pelabuhan Laut Internasional itu sebelumnya sempat diundur.

SEBELUMNYA ada dua persoalan yang sempat mengganjal pembahasan Raperda soal Pelabuhan Laut Internasional di Kabupaten Bekasi ini di antaranya, menyangkut status tanah yang masih diperdebatkan antara BPN dan Departemen Kehutanan. Selain itu soal pembangunan jalan arteri menuju pelabuhan yang dibebankan ke Pemkab Bkasi sepanjang delapan kilometer. Kendati sebelumnya alot dan menjadi berdebatan sejumlah fraksi DPRD Kabupaten Bekasi, kini selesai sudah, karena sudah dapat diselesaikan lewat pemeparan dan penyelarasan akhir di Plaza Hotel Cikampek pada 1920 Meret lalu. Ketika dihubungi, Daeng Muhammad, Ketua Fraksi PAN mengatakan, status tanah diserahkan ke investor. Sementara jalan penghubung ke palbuhan yang sebelumnya dibebankan ke Pemkan Bekasi menjadi kewajiban pengembang. Pemkab Bekasi, Pemprov Jabar dan 32 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Pemerintah Pusat berkewajiban membangun jalan arteri jalur Rorotan yang menghubungkan Marunda dan jembatan perbatasan Karawang dan cabangbungin. Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, H Mustakim, membantah soal status tanah peruntukan pelabuhan. Menurutnya, sesuai perjanjian kerjasama merupakan kewenangan investor mengurus izinnya. Dikatakan Mustakim, sesuai penjelasan BPN dan Dephut status tanah tersebut bisa diurus izinnya untuk pembangunan pelabuhan. Bahkan, diberikan waktu setahun untuk mengurus izinnya. “Tidak ada masalah soal tanah itu, karena BPN dan Dephut sudah memberikan penjelasan pada kami, izinnya dapat diurus untuk pelabuhan internasional itu,” kata Mustakim. Proyek Pelabuhan Sebelum Agustus 2010 Mulai Dikerjakan Mega proyek pembangunan

pelabuhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang bekerjasama dengan PT Mega Agung Nusantara dan PT Mega Agung Liong Nusantara, yang menelan dana Rp 7,6 triliyun direncanakan akan dikerjakan tahun ini. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Jamary Tarigan mengatakan, proyek pelabuhan bertaraf internasional sebelum Agustus 2010 mendatang harus sudah dimulai, karena dewan sudah menyetujui. "Sebelum Agustus tahun ini, pembangunan harus sudah dumulai, karena pada bulan itu, Departemen Perhubungan (Dephub) akan meninjau lokasi mega proyek pelabuhan ke lapangan," ujarnya. Untuk memulai tahap awal pembangunannya, saat ini sejumlah peralatan berat sudah dikirim ke lokasi proyek pelabuhan yang akan menjadi pesaing Pelabuhan Tanjung Priuk. Menurut Tarigan, lokasi proyek tersebut ada di Desa Samudra Jaya dan Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya serta Desa Hurip Jaya dan Desa Bunibakti Kecamatan Babelan. "Ada empat desa yang masuk di dua kecamatan yang akan dijadikan pelabuhan, dengan luas sekitar 5 juta meter persegi, dan ini merupakan kali pertama mega proyek di Kabupaten Bekasi," jelas Tarigan. Pelabuhan internasional ini, tambahnya bila sudah beroperasi berbagai kapal akan bisa bersandar, termasuk kapal berukuran besar sekalipun. Selain itu para pengusaha di Kota dan Kabupaten Bekasi atau dari daerah lainnya akan merasa diuntungkan dengan kehadiran pelabuhan internasional tersebut. Karena, Pelabuhan Tanjung Priuk yang biasa dijadikan sebagai pelabuhan ekspor impor barang, kini sudah padat. Pada akhirnya kegiatan ekspor impor dilakukan di pelabuhan di luar Jakarta. (**)

Pembangunan Irigasi
Dengan Dana PNPM
Wibawa MuktiPembangunan irigasi sepanjang 530 meter, dengan lebar satu setengah meter di Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi,Kabupaten Bekasi, rampung sebulan lalu, menghabiskan dana Rp117 dari PNPM (termasuk hasil swadaya masyarakat Desa Sukabudi Rp1.122.500 ). Kini saluran irigasi tersebut sudah dapat mengairi sawah seluas 259 Hektar.

K

ETUA Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Syarif Hidayatuloh dan Sekretarisnya, Warso, ketika mendapat alokasi dana dari PNPM membentuk tim kerja, dibantu tokoh masyarakat setempat, dengan tujuan segera mewujudkan lening irigasi di wilayahnya. Karena selama ini, terlebih saat musim hujan, air yang ada tidak terkendali, sehingga mengakibatkan banjir. Dikatakan Ketua TPK, Syarif Hidayatuloh, air terkadang sampai limpas ke rumah warga, pihaknya juga bersyukur dengan telah selesainya pembangunan saluran itu, sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat. Terutama petani di dusun ll, RT 07/04 Desa Sukabudi. Kepala Desa Sukabudi, Bawani, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, dirinya merasa senang dengan adanya proyek tersebut, karena sudah tiga kali ganti kades, tapi baru kali ini mendapat kucuran dana. “ Kami beserta masyarakat sangat bersyukur dan senang dengan adanya program PNPM, karena kami sangat merasakan manfaatnya,” ujar Bawani tersenyum.

Konsultan, Shaomi Nugroho, ST dan fasilitator teknis, Deden Suyud SE, sangat bangga dan senang atas terwujudnya, dan tersalurknnya dana PNPM ( program nasional pemberdayaan masyarakat) dengan tepat, karena dana tersebut tidak sedikit, dan berharap keberhasilan pembangunan dapat menjadi contoh buat kecamatan lain.

Konsultan, Shaomi Nugroho, ST dan fasilitator teknis, Deden Suyud SE, sangat bangga dan senang atas terwujudnya, dan tersalurknnya dana PNPM ( program nasional pemberdayaan masyarakat) dengan tepat, karena dana tersebut tidak sedikit, dan berharap keberhasilan pembangunan dapat menjadi contoh buat kecamatan lain. Pada Kamis (18/02), lalu juga dilakukan Musyawarah Desa Serah Terima, (MDST), di Desa Sukadaya, dihadiri Camat Sukawangi, Ujang Emit, dan tujuh kepala desa Sukabudi, Sukadaya, Sukawangi, Sukatenang, Sukamekar, Sukaringin, dan Sukakerta. Acara juga dihadiri Muchtar Gojali Bsc, penanggungjawab operasi kegiatan (PJOK), yang intinya menyerahkan prasasti kegiatan dari PNPM dipusatkan di satu titik, Desa Sukadaya, sekaligus meresmikan bangunan jembatan bambu kuning, pemotongan pita dilakukan Kepala Desa Sukadaya,Yarpan. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 33

Informasi Diskominfo

Makhluk Ajaib Apakah itu ?
Pengantar Tulisan Masyarakat informasi berbasis pengetahuan, merupakan masyarakat yang menyadari kegunaan dan manfaat informasi untuk kepentingan umum. Mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengakses dan memanfaatkan informasi sebagai salah satu nilai tambah untuk peningkatan kualitas kehidupannya sesuai dengan perkembangan teknologi modern. Masyarakat informasi seperti ini, hampir dalam seluruh aspek kehidupan mereka menempatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai sumber peradaban baru. Penerapan TIK sebagai sumber peradaban baru, diharapkan bisa memberikan nilai tambah dalam komunitas masyarakat bahkan dalam kehidupan sebuah bangsa dan negara. Dalam aspek pemerintahan, sumbangan TIK diasumsikan dapat meningkatkan nilai tambah dalam perbaikan pelayanan publik. Ini berarti TIK bukan hanya semata mata untuk mendukung kepentingan yang bersifat makro pemerintahan, tetapi juga sangat berguna bagi peningkatan pelayanan yang spesifik di bidang pemerintahan. Realitas penggunaan TIK di lingkungan pemerintahan, yang kemudian memunculkan istilah “eGoverment” (lebih populer dengan e-Gov), yang dalam beberapa kasus dapat memberikan banyak nilai positif yang menggembirakan. Pelayanan menjadi lebih cepat, tepat, mudah dan murah. Aktivitas pemerintahanpun bisa menjadi lebih efektif dan efisien. Tetapi sebaliknya, ketidakberhasilan implementasi e-Gov pada beberapa kasus, sering terjadi karena belum dipahaminya secara komprehensif peranan TIK dalam komunitas tertentu, kurangnya persiapan aparatur pemerintah dan
34 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Dinas Kominfo Kabupaten Bekasi :
belum siapnya pengetahuan masyarakat. E-Gov, seharusnya diartikan sebagai suatu peningkatan layanan pemerintahan kepada masyarakat untuk memperoleh nilai tambah dan pembelajaran. Karena e-literacy, kesiapan aparatur pemerintah dan masyarakat merupakan komponen yang harus dilengkapi dalam konteks pemberian pelayanan e-Gov kepada masyarakat secara universal. Dalam konstelasi dan konstatasi beserta perkembangannya yang sangat cepat mengenai TIK ini, terutama penerapannya dalam eGov, bagaimana khabar Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dalam menyikapinya? 1. Kebijakan dan Kelembagaan Sebenarnya dengan dikeluarkannya Keppres Nomor 30 Tahun 1977 tentang Telematika, Keppres Nomor 6 Tahun 2001 tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika dan Inpres Nomor 3 Tahun 2003 tentang Elektronik Goverment (eGov), yang memperjelas arah implementasi kebijakan dan strategi Nasional pengembangan telematika dan e-Gov di Indonesia. Pemda Kabupaten Bekasi sudah mengantisipasinya dengan membentuk Sub Bagian Infokom pada Bagian Umum Sekretariat Daerah (Tahun 2002), dan kemudian Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) pada tahun 2004. Pada tahun 2009, lembaga yang mengelola TIK adalah Bidang Kominfo pada Dinas Perhubungan dan Kominfo. Namun demikian, baru pada Tahun 2008, kebijakan yang langsung berhubungan dengan TIK dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Keputusan Bupati No.050/kep.295/ KPDE&ARDA/2008 tentang Pola Induk Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pemerintah

Kabupaten Bekasi (SIMPEMKAB) dan Peraturan Bupati Nomor 14A Tahun 2009 tentang Jasa Titipan dan Telekomunikasi. Pedoman lain mengenai pengembangan TIK di Pemerintah Kabupaten Bekasi adalah : “ITPlan, Periode 2007-2009 yang dibuat pada penghujung Tahun 2007, yang merupakan rekomendasi solusi, spesifikasi kebutuhan dan rencana anggaran biaya untuk pengembangan TIK. Namun demikian karena bukan merupakan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi maka IT Master Plan itu hanya berupa petunjuk bagi SKPD yang kebetulan dalam tupoksinya membidangi TIK, tanpa dijadikan acuan oleh seluruh SKPD lain yang berada di Pemerintah Kabupaten Bekasi. Masing-masing SKPD mengembangkan TIK’nya masingmasing sesuai kebutuhan, tanpa dapat terintegrasi ataupun terawasi oleh SKPD yang membidangi TIK. Melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 7 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bekasi, dibentuklah Dinas Komunikasi dan Informasi, setelah hampir 1 tahun TIK dikelola oleh lembaga setingkat bidang yang menempel pada Dinas Perhubungan (bidang Kominfo pada Dinas Perhubungan dan Kominfo), dimana Dinas induknya sudah cukup direpotkan dengan tugas-tugas yang berkaitan dengan perhubungan (terutama perhubungan darat), hal ini menyebabkan pengembangan bidang TIK kurang dapat tertangani secara optimal. Dinas Kominfo yang para pejabatnya dilantik pada 13 Januari 2010, terdiri atas : Kepala Dinas, Sekretariat, yang membawahi 3 Sub Bagian, yaitu : Subag Umum Kepegawaian, Subbag Perencanaan dan Subbag Keuangan. Serta dibantu oleh 4

(empat) bidang, yaitu : - Bidang Hubungan Masyarakat dan Sarana Komunikasi (meliputi 2 seksi, yaitu : Seksi Penyiaran dan Kemitraan Media, dan Seksi Kelembagaan Komunikasi) - Bidang Pos, Telekomunikasi, Monitoring dan Penertiban (meliputi 2 seksi, yaitu : Seksi Pos & Telekomunikasi dan Seksi Monitoring & Penertiban), - Bidang Penyedia dan Pengolahan Data (meliputi 2 seksi, yaitu : Seksi Penyediaaan & Penyajian Data dan Seksi Pengolahan Data), - Bidang Telematika (meliputi 2 seksi, yaitu : Seksi Pengembangan & Standarisasi Telematika dan Seksi Penyerapan & Pengawasan, Pengendalian Telematika). Dengan dibentuknya Dinas Komunikasi & Informasi diharapkan bisa menjadi “leader” dalam pengembangan dan pengawasan TIK di Wilayah Kabupaten Bekasi pada umumnya, dan secara khusus pada Satuan Kerja yang ada pada Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sehingga pengembangan TIK dapat terintegrasi dalam suatu sistem jaringan informasi pemerintahan yang terpadu melalui e-Gov’nya dan juga dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas supporting sistem layanan kepada masyarakat. 2. Infrastruktur Dalam kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi telah terbangun infrastruktur jaringan komputer yang menghubungkan sebagian SKPD yang ada pada Pemerintah Kabupaten Bekasi. Secara garis besar jaringan komputer tersebut terbagi dalam 2 (dua) jenis, yaitu : a. Local Area Network (LAN) LAN telah terpasang di Pusat Pemerintah Kabupaten Bekasi baru dapat menghubungkan tiga gedung, yaitu : gedung Kantor Bupati, gedung Bapeda dan gedung BPPT dengan menggunakan media FO (Fiber Optic). Jumlah keseluruhan SKPD yang dapat terkoneksi dalam LAN kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi baru SKPD yang berkantor pada gedung-gedung

tersebut. Sehingga masih banyak SKPD Pemerintah Kabupaten Bekasi yang belum terkoneksi dengan jaringan komputer Kabupaten , terutama SKPD yang berkantor di luar gedung yang tiga tadi. Memang ada beberapa SKPD yang belum tersambung ke jaringan komputer Kabupaten Bekasi, dengan upayanya sendiri telah membangun jaringan LAN yang menghubungkan antar ruang di SKPD tersebut, baik itu dengan media UTP kabel, maupun dengan media wireless. b. Wide Area Network (WAN) Melalui pengembangan Sistem Informasi Manajemen Administrasi Kependudukan (SIAK) yang sedang dikembangkan dan dikelola oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil , 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi diharapkan dapat terhubung dengan menggunakan media wireless. Sehingga dengan telah terbentuknya Dinas Kominfo, jaringan SIAK yang berbasis wireless ini dapat terintegrasikan pada sistem jaringan yang sedang dan akan dikembangkan. Untuk jaringan internet, SKPD yang telah terhubung ke jaringan komputer Kabupaten Bekasi di Kompleks Pemerintahan telah mempunyai akses internet dengan bandwidth 1Mb (pertengahan 2010 dinaikkan menjadi 2 Mb). Selain itu dibeberapa SKPD telah terpasang hot-spot untuk akses internet tersebut. Direncanakan pada pertengahan tahun 2010 ini, lantai dasar gedung Kantor Bupati akan menjadi area hot-spot yang dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan. Pengembangan infrastruktur jaringan kedepan, Diskominfo merencanakan tetap akan mengembangkan jaringan antar gedung dengan menggunakan media FO (fiber-optic), dengan pertimbangan faktor keamanan dan kestabilan jaringan, karena digunakan juga oleh Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMKEUDA) yang membutuhkan pengamanan ekstra, sehingga meminimalisir para hacker, maupun ketergantungan terhadap cuaca apabila menggunakan media wireless. Disamping media FO, media wireless’pun akan tetap dikembangkan sebagai pelengkap,

misalnya untuk pemasangan layar LCD media informasi. Jika tidak menggunakan media wireless, akan sangat menyulitkan dan tidak praktis. Contohnya untuk memasang layar LCD informasi (media informasi interaktif) yang sekarang terpasang di tangga tengah gedung Kantor Bupati, harus tersambung kabel ke komputer yang berada di ruang kecil dekat WC untuk men-set’nya, dan juga kabel power, bayangkan kalau layar LCD yang kita pasang lebih dari satu, maka centang perentanglah kabel untuk kelengkapan tersebut. Demikian pula, dengan pemasangan CCTV untuk kebutuhan pengamanan misalnya, disetiap kamera CCTV yang terpasang harus tersambung kabel. Dengan teknologi wireless (nirkabel), maka pemasangan perlengkapan seperti itu akan menjadi lebih mudah, karena dengan menggunakan jaringan internet, maka tidak akan ada kabel yang berserakan, dan pengaturannya dapat dilakukan dimanapun, asalkan dapat terkoneksi dengan jaringan internet. Disamping itu area untuk fasilitas hot-spot di sekitar kompleks perkantoran Pemerintah Daerah inipun bisa diperluas. Apalagi jika jaringan wireless kompleks perkantoran ini diintegrasikan dengan jaringan SIAK yang sedang dikembangkan di 23 Kecamatan oleh Dinas Kependudukan & Catatan Sipil, maka dimungkinkan untuk bisa dilakukan tele-conference antara jajaran pimpinan tingkat Kabupaten dengan para Camat di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. 3. Aplikasi Di jajaran SKPD Kabupaten Bekasi telah mengenal banyak aplikasi Sistem Informasi Manajemen, misalnya : Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIMKEUDA), Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG), Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA), Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Publik (SIMP), dan lain-lain. Sistem informasi manajemen ini masih tersebar dan dikembangkan oleh masing-masing SKPD sesuai dengan kebutuhannya dan dengan bahasa
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 35

Informasi Diskominfo
komputer yang berbeda-beda. Dengan adanya Diskominfo ini, diharapkan semua sistem informasi manajemen tersebut dapat diintegrasikan dalam suatu sistem yang sesuai dengan Pola Induk Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pemerintah Kabupaten Bekasi, tanpa Diskominfo mencampuri, ulangi mencampuri kewenangan tupoksi dari masing-masing SKPD yang mengembangkan sistem informasi manajemennya. Kehadiran Diskominfo hanya berupa pendampingan. Diharapkan dengan pendampingan tersebut, tidak akan ada cerita lagi, suatu pengembangan sistem informasi manajemen yang menggunakan Pihak Ketiga misalnya, saat penyerahan hasil tidak memberikan source-code’nya, sehingga apabila ada trouble kecil, harus memanggil dan menunggu pihak Ketiga yang membuat program tersebut, padahal kita bisa memperbaiki sendiri jika mengetahui source-code’nya. Karenanya Diskominfo harus bisa merencanakan IT-MASTER PLAN untuk 2010-2013 yang melindungi kepentingan SKPD Kabupaten Bekasi dari praktekpraktek nakal para programmer, apalagi dengan telah diterbitkannya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang didalamnya mengatur mengenai berbagai sanksi pidana bagi pelanggaran TIK. Demikian juga mengenai pemakaian dan pemanfaatan penggunaan piranti lunak LEGAL di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi sebagai tindak lanjut Deklarasi Program Nasional “Indonesia Go Open Source (IGOS)” , deklarasi ini intinya mewajibkan instansi pemerintah (termasuk Pemerintah Daerah) untuk mengimplementasikan dan memanfaatkan aplikasi perangkat lunak LEGAL. Kewajiban pemakaian dan pemanfaatan penggunaan piranti lunak legal ini tertuang dalam 3 (tiga) Surat Edaran, yaitu : 1. Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika RI
36 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Nomor : 05/SE/M.KOMINFO/ 10/2005, 2. Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara RI Nomor : SE/01/M.PAN/3/ 2009, dan 3. Surat Edaran Menteri Negara Riset dan Teknologi RI Nomor : 030/M/IV/2009. Ke-tiga surat edaran ini, pada intinya berisi petunjuk dari Pemerintah, agar masing-masing Pimpinan Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, Instansi Sipil maupun Militer, melakukan hal-hal sebagai berikut : 1. Melakukan pengecekan penggunaan perangkat lunak di lingkungannya dan menghapus semua perangkat tidak legal dan selanjutnya menggunakan Free Open Source Software (FOSS) yang berlisensi bebas dan legal sebagai pengganti perangkat lunak tidak legal. Hal tersebut perlu dilakukan guna menghindari terganggunya pelayanan publik akibat pelanggaran UU RI Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. (bahkan sekarang telah diundangkan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik), 2. Paling lambat tanggal 31 Desember 2011, seluruh Instansi Pemerintah sudah menerapkan penggunaan perangkat lunak legal, untuk itu diharapkan masing-masing Instansi mengatur agenda pentahapan untuk mencapai target selesai akhir tahun 2011 dimaksud. Mengenai kenapa IT-Master Plan hanya berjangka waktu 3 tahun saja, hal ini juga untuk mengantisipasi kemajuan teknologi yang begitu pesat, sehingga apabila perencanaan pengembangan TIK lebih dari 3 tahun maka perencanaan tersebut akan kadaluarsa, tertinggal oleh kemajuan teknologi. IT-Master Plan harus mencakup agenda pentahapan FOSS, selain berisi rencana penerapan e-Government, yang terbagi menjadi dua bagian yaitu: e-Government Strategi dan IT-Master plan’nya sendiri. IT-Master Plan ini out-put’nya harus berupa kebijakan dari Penerintah Daerah Kabupaten

Bekasi, walaupun tidak berupa Peraturan Daerah. Karena jika tidak, maka nasibnya akan sama dengan IT-Master Plan Tahun 20072009 yang pernah ada, hanya jadi buku pusaka bagi lembaga yang membidangi pengembangan TIK, tetapi tidak akan pernah “digubris” oleh SKPD lain. Dan Diskominfo yang membidangi, sekaligus turut bertanggung jawab mengenai pengembangan TIK (serta pengawasannya) di wilayah Kabupaten Bekasi, tidak bisa melindungi atau bahkan sekedar membantu teman-teman SKPD lain menghadapi akhir 2011. Penutup Tulisan Julukan Makhluk Ajaib, mungkin pantas disandang Diskominfo Kabupaten Bekasi, karena baru berusia 3 (tiga) bulan, lembaga ini harus sudah bisa berlari bahkan mungkin “terbang” untuk bisa mensejajarkan diri dengan kemajuan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat disekitar kita. Sementara dengan adanya Bidang Humas dan Sarana Komunikasi pada Diskominfo, yang walaupun samasama mengelola informasi, tetapi sifat informasinya berbeda. Kehumasan atau di dunia usaha lebih terkenal dengan Public Relation (Purel), mengelola informasi untuk bahan-bahan pencitraan diri (Image Buildings), sedangkan Kominfo lebih mengarah kepada penerapan, pengembangan dan pengawasan teknologi informasinya itu sendiri, melalui e-Gov, agar lebih berguna secara efektif dan efisien dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Hal ini memang masih sangat “debatable”, ada Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang memisahkan kelembagaan kehumasan dengam kominfo, tetapi ada juga yang menggabungkannya seperti hal’nya di Kabupaten Bekasi, dan yang pasti ternyata tugas kehumasan lebih menyita energi Diskominfo pada saat ini, ketimbang tugas pokok 3 tiga bidang lainnya, yaitu penerapan e-Gov, melalui pengembangan teknologi informasi. Quo Vadis Diskominfo Kabupaten Bekasi...?

Opini

Menuju Masyarakat Informasi yang Taat Hukum
(Sebuah Perkenalan dengan UU RI Nomor 11/2008)
Oleh : M.A Supratman
MASIH ingat kasus Prita Mulyasari? yang karena menulis di’wall akun Facebook’nya kemudian berurusan hukum dengan manajemen sebuah Rumah Sakit, atau artis cantik Luna Maya, yang men-tu’it di Twitter’nya kemudian mengakibatkan para pekerja infotainmen berang dan mengadukannya ke ranah hukum?. Hal-hal tersebut diatas barangkali hanya sebagian kecil dari gebyar diberlakukannya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tulisan ini hanya mengantarkan kita kepada perkenalan terhadap tertib hukum dunia maya sebagai konsekuensi yang tidak terelakkan dengan perkembangan teknologi informasi, suatu saat nanti kita akan menggunakan (bahkan mungkin sudah!) Kantaya (Kantor Maya) atau Ghost Office, yang dari awal pembuatan surat, pencatatan dan penomoran, pengiriman, pendistribusian, pendisposisi maupun penandatangan surat melalui jaringan teknologi informasi, atau yang sekarang booming, dunia ‘gaul’ dengan memanfaatkan situs jejaring sosial, semisal Facebook, YM, Twitter, Frendster, Tagged dan masih banyak yang lainnya. Era globalisasi telah menempatkan peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi (kita sebut : TIK), ke dalam posisi yang sangat strategis karena menghadirkan suatu dunia tanpa batas, tanpa jarak, tanpa ruang dan waktu (The Borderless World) serta dapat juga meningkatkan produktivitas serta efisiensi. TIK telah merubah pola Di samping dampak positif, Teknologi Informasi dan Komunikasi juga disadari memberikan peluang untuk terjadinya kejahatan-kejahatan baru (cyber crime). Oleh karena itu TIK telah menjadi pedang bermata dua, karena selain memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sasaran efektif perbuatan melawan hukum. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahin 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843) adlah wujud dari tanggung jawab yang harus diemban oleh negara untuk memberikan perlindungan maksimal pada seluruh aktivitas pemanfaatan TIK dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kepastian hukum yang kuat akan membuat seluruh aktivitas pemanfaatan TIK di dalam negeri terlindungi dengan baik dari potensi kejahatan dan penyalahgunaan teknologi. Sebagai “rezim hukum baru” dalam khasanah peraturan perundang-undangan Republik Indonesia, UU ITE yang terdiri dari 13 Bab dan 54 pasal, menganut “asas yuridiksi extra territorial”, asas kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi, dengan cakupan materi antara lain : pengakuan informasi dan/atau dokumen elektronik sebagai bukti hukum yang sah, pengakuan atas tanda tangan elektronik, penyelenggaraan sertifikasi elektronik dan sistem elektronik; meliputi nama domain, hak kekayaan intelektual dan perlindungan hak pribadi, perbuatan yang dilarang serta ketentuan pidana’nya. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 37

Era globalisasi telah menempatkan peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi (kita sebut : TIK), ke dalam posisi yang sangat strategis karena menghadirkan suatu dunia tanpa batas, tanpa jarak, tanpa ruang dan waktu (The Borderless World) serta dapat juga meningkatkan produktivitas serta efisiensi.

hidup masyarakat secara global. Perkembangan TIK telah pula menyebabkan perubahan sosial, budaya, ekonomi dan juga penegakan hukum yang secara signifikan berlangsung secara cepat. Pemanfaatan TIK dewasa ini sudah memasuki berbagai sektor kehidupan, baik sektor pemerintahan, sektor bisnis dan perbankan, pendidikan, kesehatan maupun kehidupan pribadi.

Ekonomi

Giri Bakery

Butuh Penambahan Modal
selama menjalankan usahanya, “Wah mas, kalau masalah yang rasakan pokoknya dari yang pahit, getir dan manis sudah saya rasakan, yah namanya juga usaha mas,” jelasnya. Dalam seharinya dia sudah bisa memproduksi jenis roti sebanyak kurang lebih 500 buah, mulai dari yang beasar sampai yang kecil, dan itupun tidak sama dalam setiap harinya, tergantung dari permintaan bagian pemasaran dan pemesanan yang langsung datang ke tokonya. Untuk masalah jenis apa saja yang dia produksi, Nasrun mengatakan, ada beberapa jenis, seperti roti buaya, roti isi, roti tawar, brownis dan masih banyak yang lainnya, mulai dari yang kering sampai yang basah. Dan biasanya yang banyak diminati dan banyak produksinya adalah roti isi dan roti tawar. Ketika ditanyakan berapa hasilnya dalam perhari, dengan tersipu malu Nasrun mengatakan itu pariatif tergantung dari banyaknya jumlah yang terjual,”Kalau masalah hasil, saya tidak bisa memastikan dalam sehari, yang jelas hasilnya cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membayar tenaga yang membantu saya setiap hari, yah…kalau dibilang Alhamdulillah lah mas….,” kata Nasrun tersenyum dengan logat Jawa nya. Diakhir bincangnya, Nasrun berharap khususnya kepada Pemerintah kabupaten Bekasi, untuk dapat memberikan perhatian, baik dalam masalah permodalan dan pengembangan tempat usahanya, agar kedepannya lebih baik lagi. “Semoga saja, Pemkab Bekasi akan memberikan penambahan modal untuk pengembangan usaha saya, agar dikemudian hari dapat menjadikan usaha saya menjadi lebih besar, dengan demikian secara otomatis akan bertambah pula tenaga kerja yang saya butuhkan, apalagi itu bagian dari citacita saya untuk dapat membuka lapangan pekerjaan, iya kan mas….,” unkap Nasrun penuh harap. (**)

Wibawa MuktiBerawal dari sebagai pekerja pada sebuah perusahaan roti di bilangan Bintara Jaya Kota Bekasi, Nasrun (38) memiliki keyakinan bahwa dirinya akan dapat membuka usaha perusahaan roti, seperti tempatnya dia bekerja.

DENGAN bermodalkan keterampilan dan pengalamannya bekerja selama dua belas tahun lebih, Nasrun asal Banjar Negara Jawa Tengah ini, memberanikan diri untuk membuka usaha pembuatan roti basah dan kering di daerah Bekasi, tepatnya sejak tahun 2003. Meski diakui, bahwa untuk memulai usaha yang digelutinya memerlukan banyak modal, akan tetapi dengan keyakinan dan tekad yang besar, niatnya pun terkabul walau hanya dengan alat yang masih sederhana, akan tetapi dengan ketekunan dan kerja keras usahanya dapat terus maju, hingga kini memiliki tempat usaha sendiri, serta dilengkapi dengan alat produksi yang cukup handal. Dari satu tempat ketempat lainnya, dikunjungi dengan harapan dapat lebih membesarkan usaha yang dijalanin38 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

ya, baik dalam segi pemasaran dan lainnya, dengan harapan dapat menunjang kemajuan usahanya. Diakuinya semua itu tidak terlepas dukungan serta doa sang istri tercinta, serta lima orang tenaga pemasaran dan empat orang bagian produksinya. Kini Nasrun telah memiliki tempat usaha tetap di wilayah Tri Daya jalan Simpang Lima, Tambun Selatan dengan diberi nama Giri Bakery. Dalam hasil usahanya kini Nasrun sudah mampu mempekerjakan lima belas orang tenaga yang membantu dalam usahanya, dengan penghasilan yang cukup memadai. Dengan polos dan penuh keluguan, Nasrun bapa beranak dua ini menceriterakan dari permulaan tentang usaha yang ditekuninya, dari yang pahit, getir, sampai manis yang dirasakan

Bandeng Muaragembong
Wibawa MuktiDalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan sekaligus selamatan hari ke 40 wapatnya Gus Dur, Yapinuh Muaragembong, Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Sabtu (13/2) mengadakan Festival Bandeng Rakyat dan Bazar hasil tambak yang diikuti petani tambak.
ACARA tersebut dihadiri Wakil Bupati Bekasi, Darip Mulyana, KH Munir Abas Ketua NU Kabupaten Bekasi dan tamu undangan yang ikut memeriahkan jalannya acara tersebut Drs Komarudin, MM, Kordinator Festival Bandeng dan Bazar hasil tambak, Jumat (13/2) mengatakan, Festival Ikan Bandeng dimaksudkaan karena selama ini Kecamatan Muaragembong pemasok terbesar Ikan Bandeng ke wilayah Jakarta baik Bandeng mentah maupun Bandeng Presto. Sementara konsumen tidak mengetahui secara pasti jika bandeng dari petani Muaragembong termasuk bandeng yang mempunyai kualitas terbaik dengan diadakan Festival Bandeng ini terselenggara berkat kerjasama antara Yapinuh dengan Coca Cola, Bimolo dan Xl. Festival Bandeng diikuti petani tambak dengan katagori Bandeng yang mempunyai berat di atas 2 kilogram, untuk petani yang bisa membawa Bandeng hasil tambak dari Kecamatan Muaragembong bisa lebih dari 2 kilogram per ekornya diberi hadiah oleh panitia berupa TV berwarna 17 inc.. Dalam Festival Bandeng Rakyat yang mendapat juara 1, Halimah dengan berat Bandeng mencapai 2,75 kilogram dari Desa Pantai Mekar, Juara II Ahmad Ashabul Khapi berat bandengnya 2,45 kilogram dari Desa Pantai Sederhana sedangkan Juara ke III diraih Nosan yang mempunyai berat Bandeng 2,3 kilogram dari Desa Pantai Mekar. “Dengan Festival Bandeng dan Agrobisnis maupun Agro Wisata banyak pengunjung yang hadir bisa melihat langsung panorama Pantai Muaragembong yang sangat indah bisa dilirik investor agar bisa menanam modal untuk mengembangkan Agro Wisata laut,” tutur Komarudin. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 39

Festival

40 Wibawa Mukti

Bidik Lensa

Edisi 0I - 2010

KETERANGAN GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010 41

KETERANGAN GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

Ekonomi

50 Persen Gas Hasil Eksplorasi Pertamina

Dibeli Pemkab Bekasi
Wibawa MuktiPemerintah Kabupaten Bekasi, dan Pertamina akan menandatangani perjanjian kerjasama.
PERTAMINA akan menjual gas yang dieksplorasi di Kabupaten Bekasi, sebanyak 50 persen kepada Pemkab Bekasi. Perjanjian itu saat ini sudah disetujui kedua belah pihak. Tinggal tunggu pengesahannya. Menurut Kabag Hukum Pemkab Bekasi, Deddy Rohendi mengatakan, ini bukan bagi hasil, pihaknya minta kepada Pertamina agar menjual 50 persen gas yang diproduksinya kepada Pemkab Bekasi, sesuai harga pasar yang kemudian diolah menjadi elpiji untuk dijual kepada masyarakat kabupaten Bekasi. “Wajar dong, gas diambil dari sini masak Pemkab Bekasi tidak boleh membeli,” katanya. Penjualan gas dilakukan oleh anak

poerusahaan Pertamina yaitu, Pertagas kepada BUMD yang dimiliki Pemkab Bekasi. Dedy optimis perjanjian kerjasama itu akan bisa tercapai. “Kami tinggal menunggu persetujuan dewan. Sebab sesuai aturan, perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga yang membebani uang rakyat atau APBD harus dengan persetujuan dewan,” katanya kala itu. Perjanjian itu katanya, merupakan perjanjian induk lantaran setelah disepakati akan ada perjanjian turunan. Disinggung siapa yang akan megelola gas, apakah PT BBWM Deddy tidak banyak berkomentar, menurutnya itu wewenang bupati. Tapi, ia berkeinginan persoalan itu ditangani oleh BUMD yang baru khusus menangani gas. (***)

42 Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010

180 Warga Jaya Bakti
Wibawa MuktiAksi blokir terhadap truk pengangkut tanah milik PT Darmawan Putra Pratama (DPP) yang dilakukan warga Kampung Utan Mada dan Kampung Utan Asem, Desa Jaya Bakti, Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu mendapat tanggapan PT DPP.
SEBELUMNYA, warga memperotes lalu lintas truk bertonase besar di wilayahnya hingga mengakibatkan kerusakan rumah warga. Aksi dilakukan warga terkait tidak adanya kejelasan dari pihak PT DPP atas pengajuan proposal warga. Aksi warga akhirnya mendapat tanggapan dari PT DPP dengan memberikan dana kompensasi bagi warga. Udin, warga Kampung Utan Mada mengaku sangat senang dengan pembagian kompensasi. “Kalau kami tidak melakukan aksi belum tentu akan cepat cair. Aksi penghentian truk kami lakukan agar pihak perusahaan cepat merealisasikan proposal permohonan yang kami aju-

Dapat Konpensasi Pertamina

kan. Perusahaan sudah selayaknya memberikan kompensasi bagi kami banyak rumah warga yang rusak akibat lalu lalang kendaraan pengangkut tanah untuk proyek perliasan sumur migas milik Pertamina,” ujarnya. Hasil pengecekan pihak perusahaan, ada sekitar 180 rumah yang berhak mendapat dana kompensasi. Jumlah tersebut lebih banyak dari ajuan warga melalui proposal, yakni 103 rumah. Kompensasi diberikan bagi warga yang rumahnya berada pada radius 100 meter dari badan jalan dan terbagi tiga kategori. Berdasarkan jarak rumah dengan badan jalan, kategori pertama masing-mas-

ing mendapat Rp 50.000, kedua mendapat Rp 35.000, dan ketiga mendapat Rp 20.000. Menurut Ahmad, koordinator pembagian dana kompensasi, bukan karena adanya aksi dari warga, namun kompensasi diberikan berdasarkan pengajuan proposal warga. Bahkan hasil pengecekan pihaknya, ada 180 warga yang berhak dan pencarian sudah dilakukan terhadap warga yang berhak. “Bila mengacu pada pengajuan proposal hanya 103 warga, namun kami melakukan pengecekan ulang dan mendapat data ada 180 warga yang berhak mendapat dana kompensasi,” ujarnya. (***)

Tim Monitoring Pertamina Dibentuk
Wibawa MuktiDalam rangka melakukan monitoring aktivitas Pertamina, Pemkab Bekasi bakal membentuk tim terpadu yang terdiri dari unsur Muspida Kabupaten Bekasi. Tim terpadu tersebut nantinya akan memantau sekaligus mengantisipasi dini aktivitas Pertamina yang bakal bersinggungan dengan masyarakat. Menurut Kabag Humum Pemkab Bekasi, Deddy Rohendi, dasar pemikiran dibentuknya tim terpadu merupakan hasil pertemuan Muspida saat membicarakan aktivitas Pertamina dan masyarakat yang selama ini sering terjadi gesekan. Pihaknya katanya justru membantu Pertamina supaya tidak diganggu masyarakat, di sisi lain kepentingan masyarakat juga tidak dirugikan. Sehingga pihaknya mencoba memfasilitasi kepentingan Pertamina dengan masyarakat. Anggota tim terpadu katanya adalah jajaran Muspida dari unsur kepolisian, kejaksaaan dan Kodim. Sementara dari Pemkab Bekasi Bagian Kerjasama, Hukum dan Bappeda. Tim akan diketuai Sekda Kabupaten Bekasi, sementara DPRD tidak dilibatkan dalam tim. “Mereka bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing, seperti polisi memonitoring masalah keamanannya, Pemkab Bekasi masalah lingkungan dan perizinan, kejaksaan tugasnya menyelesaikan persoalan jika ada tindak pidana. Kepala Bagian Administrasi Kerjasama, Arman Mohammad Ishak mengaku Pemkab Bekasi masih menerima saran dan masukan terkait pembentukan tim terpadu monitoring tersebut. Hasil pertemuan katanya, masih belum final, para pimpinan Muspida akan memberikan laporan kepada stafnya. Ke depan akan ada rapat lanjutan, sehingga untuk tugas dan fungsinya masih bisa bertambah bukan hanya melakukan monitoring. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 43

Ekonomi

Kecamatan Serang Baru
Wibawa Mukti“Saya berharap bantuan Modal Kewirausahaan seperti ini, tidak hanya dilakukan dari Depsos tetapi juga dapat dilakukan dinas terkait di Pemkab Bekasi. ” ujar Titi Nuironiah kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Perempuan Depsos Jakarta.
DI SISI yang sama, menurytnya tidak hanya keuangan saja yang bergulir juga sebagai pemikatnya, tetapi harus tetap bersinergi dan dapat memberikan kekuatan kepada para kaum ibu yang selama ini terasa telah disingkirkan. Padahal mereka juga mampu berwirausaha antar sesamanya guna membantu perekonomian keluarganya. Depsos juga memberikan binaan serta arahan langsung kepada para ibu-ibu yang tergabung dalam beberapa kelompok kewirausahaan yang telah dikelolanya dari sejak mendapat modal bantuan usaha. Menurut Titi, pemberian bantuan modal ini merupakan program uji

Dibantu Depsos
coba yang dilakukan pihaknya. Untuk itu ia berharap agar bagi kelompok yang sudah menerima bantuan modal usaha tersebut kirannya agar lebih dikembangkan lagi. Sementara itu Camat Serang Baru, Maaruf mengaku sangat berterima kasih atas kepedulian dari pihak Departemen Sosial RI khususnya jajaran direktoratnya dalam bidang pemberdayaan perempuan yang selama ini sudah memberikan bantuan permodalan usaha bagi masyarakat Serang Baru. “Dengan adanya bantuan tersebut, saya sangat mengharapkan agar tentunya usaha-usaha yang selama ini sudah berjalan itu, kedepan untuk lebih ditingkatkan serta dikembangkan lagi dan juga bisa mampu bersaing secara sehat dengan yang lainnya. Sebab dengan begitu kesejahtraan perekonomian mereka akan lebih baik nantinya. Selain itu, saya akan selalu memberikan dukungan dan support terhadap masyarakat yang berada diwilayah Serang Baru ini disetiap sektor kewirausahaan baik bagi mereka yang selam ini sudah menjalaninnya, maupun yang akan memulainya,” kata Maaruf. Salah satu ketua dari kelompok usaha, Dahlia Rumengan mengatakan bahwa sebelumnya ia telah mendapat kucuran bantuan dari permodalan sebesar Rp30 juta rupiah, kemudian dari nilai modal Rp30 juta rupiah dibagi menjadi tiga kelompok usaha yang masing –masing per-kelompok mendapatkan 10 juta. Selanjutnya, dari nilai sepuluh juta tersebut diberikan modal yaitu secara bervariasi antara lain dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta per-orangnya. “Saat ini, barang –barang dari hasil usaha tersebut untuk pemasarannya telah merambah kebeberapa mini market yang berada diwilayah Serang Baru. Contohnya seperti Tas. Sedangkan untuk perdagangan makanan, kami sudah mengelola jenis makanan catering untuk untuk disuplai kebeberapa perusahaan-perusahaan di Cikarang, modal tersebut harus benarbenar kami manfaatkan untuk usaha dan pengembangannya selam batas kurun waktu 3 tahun dari sejak diberikannya.” Papar Rumengan. (**).

Tujuh PPAT Kecamatan Diberikan Penyuluhan
Wibawa MuktiSebanyak tujuh pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, baru-baru ini dialihtugaskan menjadi camat. Dalam waktu dekat ke tujuh pejabat tersebut akan dilantik Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi, Drs H Purwosasmito, Msi, sebagai PPAT.Saat ini ketujuh camat itu tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pelantikan dari Kepala Kantor Perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Barat. Pengalihan tersebut berdasarkan SK Bupati Bekasi No 821.2/18-BKD/ Kep/2010 - 11 Januari 20010, tentang alih jabatan struktural III di lingkungan Pemkab Bekasi. Dan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 24/1997, Bab III Pasal 7 tentang, Pejabat Pem44 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

buat Akta Tanah (PPAT) diangkat dan diberhentikan oleh menteri terkait. Untuk kelanjutan serta kelancaran tugas PPAT dan menjalin kerjasama yang baik, ke tujuh PPAT Camat tersebut, perlu mengikuti Diklat dan pelantikan di Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi LIPPO Cikarang, sesuai Surat Edaran No 800/142-BKD/2010, tanggal 29 Januari 2010, yang ditandatangani Sekda Kabupaten Bekasi Drs H Dadang Mulyadi, MM. Adapun materi yang disampaikan berkenaan dengan ke PPAT-an oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi, H Purwosasmito dan Kasi HT-PT, Markus Mado Masan, beserta pejabat terkait lainnya, di ruang rapat Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi LIPPO Cikarang. PPAT Camat yang sudah men-

dapat pembinaan, antara lain, Camat Muara Gembong, Raden Herman Susilo, Camat Cabangbungin, H Suhup, Camat Babelan, Hasan Basri dan Camat Bojongmangu, Endin Samsudin. Sedangkan Camat Pebayuran, Karnadi, Camat Cikarang Pusat, H Iyan Priyatna, MSi dan Camat Cikarang Baru, Mahrup, tinggal menunggu pelantikan PPAT, karena ketiganya semula menjabat sudah menjabat camat di tiga wilayah di antaranya, Kecamatan Serang Baru, Bojongmangu dan Cabangbungin. Di tempat terpisah. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasimengatakan, diklat yang diselenggaran tersebut merupakan salah satu bagian terpenting dalam pemahaman tentang PPAT. (***)

La-Tanza Accesories

Harapkan Solusi Menghadapi Persaingan Pasar Bebas
terus bisa bersaing apalagi, sampai mengalahkan produk hasil dari luar, kayanya agak mengalami kesulitan, bagaimana tidak, di kita bahan bakunya saja belum ada, tapi diluar sana sudah ada, bahkan di pasar bebas sudah diperjual belikan, ini yang membuat kendala bagi kita,” ujar Hj. Omai. Ketika ditanya, berapa banyak pengahasilan dan jumlah produksinya dalam sebulan, Ia mengatakan, semuanya tergantung dari permintaan dan pemesanan, apalagi bila semuanya lancar tidak ada hambatan dalam pemasaran dan penagihan, hasilnya bisa menutupi biaya produksi, membayar tenaga kerja serta biaya hidupnya Meskipun demikian, semua yang di dapat dan di hasilkan, selalu diterimanya dengan penuh ucap syukur kepada sang pencipta. Hanya saja dirinya berharap, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan pemerintah pusat umumnya, untuk lebih memperhatikan para pengusaha pengrajin, dan dapat memberikan solusinya dalam menghadapi persaingan pasar bebas. “Semoga saja kedepan, Pemkab Bekasi dan pemerintah pusat, dalam hal ini tentunya dinas dan bagian yang terkait, untuk lebih memperhatikan para pengusaha kecil, serta dapat membantu memberikan solusi yang terbaik dalam menghadapi persaingan pasar bebas, adapun cara dan tekhnisnya, kita serahkan saja kepada yang lebih ahli dalam bidangnya,” Kata Hj. Omai penuh harap. (***)

Wibawa Mukti Meski persaingan pasar bebas yang kian marak dan menjamur belakangan ini membuat sebagian para pengusaha kecil dan pengrajin yang ada menghadapi suatu masalah yang cukup besar. Ironisnya bukan hanya untuk satu daerah saja, akan tetapi hampir seluruh daerah terkena dampaknya.
SALAH satunya, pemilik kerajinan La-Tanza Accessories, Hj. Omai Komariah yang beralamat di Kampung Serang RT.003/05, Taman Rahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi. Dengan bersusah payah berupaya untuk mempertahankan usahanya, yang juga ikut terkena dampak adanya pasar bebas. Menurut Hj. Omai ibu empat anak, semenjak adanya pasar bebas, produksi dan penghasilannya mengalami penurunan. Bahkan untuk mempertahankan usaha yang sudah ada saja, dirinya harus bekerja keras dalam menjaring pangasa pasar yang berminat membeli serta mesarkan hasil produksinya. Padahal sebelum adanya pasar bebas diakui, bahwa produksinya terus mengalami peningkatan. Apalagi usaha yang digelutinya sudah sejak tiga belas tahun yang lalu , dengan wilayah pemasaran yang cukup luas sampai hingga sampai kebeberapa kota besar di pulau Jawa dan sekitarnya. “Waduh, sekarang untuk

Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010 45

Lintas Wilayah

Warga di Alur Sungai Citarum Gelisah
Wibawa MuktiBanjir kiriman dari Bandung melalui sungai Citarum dan Sungai Cipamingkis yang menjadi satu muara di Sungai Citarum di Desa Laban Sari Kecamatan Kedung Waringin, membuat warga was-was terutama yang berada di sepanjang alur Sungai Citarum, mulai dari Desa Cipayung, Kedung Waringin, Pebayuran, Cabang Bungin dan Muaragembong.
KEPALA Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong mengatakan, sebagian warga sudah mulai mengungsi, karena Kantor Polsek dan kantor Kecamatan Muaragembong sudah mulai tergenang air setinggi 30 Cm sedangkan debit air Sungai Ciarum semakin meninggi . Beberapa titik rawan di Kampung Beting Desa Pantai Bahagia sudah mulai merendam puluhan rumah penduduk, masyarakatpun sudah melakukan pengamanan dengan membuat tanggul dari karung yang diisi tanah. Sementara itu Camat Pebayuran Drs. Karnadi mengatakan, dengan meluapnya Sungai Citarum membuat warga yang berada dialur sungai Citarum mulai waswas karena derasnya air kiriman dari Bandung maupun Sukabumi membuat kekawatiran takut beberapa tanggul Citarum yang kritis akan jebol. Setiap tahunnya dimusim penghujan warga di lima Kecamatan yang berada disepanjang alur sungai Citarum selalu resah karena derasnya kiriman air dari Bandung maupun Sukabumi. Untuk itu Karnadi meminta kepada Dinas PU Pusat segera melakukan normalisasi sungai Citarum. “Saya berharap kepada Dinas PU untuk melakukan normalisasi, sebab bila tidak, setiap tahunnya warga akan terus resah apalagi disaat musim penghujan,” ujar Karnadi. Karena, tambah Karnadi selama ini setiap tanggul yang kritis dan rentan jebol hanya dikerjakan oleh masyarakat dengan mengunakan karung yang diisi tanah, bila lalu dilihat kekuatannya hanya tahan beberapa bulan dan karung sudah habis karena terkikis air. (**)

46 Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010

Penggusuran di Bantaran Kalimalang
Wibawa MuktiPekan kemarin Pemerintah Kabupaten Bekasi, melakukan penggusuran lanjutan di sepanjang bantaran Kalimalang. Kegiatan tersebut merupaka kali ketiga setelah diedarkannya surat pemberitahuan yang dilakukan pihak Satpol PP Kabupaten Bekasi, dan meminta kepada masyarakat untuk mengosongkan lahan tersebut. Pihak Satpol PP terpaksa melakukan pembongkaran secara paksa terhadap bangunan yang tidak memiliki IMB, serta tidak mengindahkan adanya surat edaran pemberitahuan yang sudah disampaikan sebelumnya. Pembongkaran di sepanjang bantaran Kalimalang masuk kedalam wilayah Desa Cibatu dan Jaya Mukti Kecamatan Cikarang Selatan. Dari hasil pantauan HaBe di lokasi penggusuran, yang di lakukan pihak Pemkab Bekasi dalam hal ini Satpol PP dengan dibantu dari aparat kepolisin dan TNI, ikut mengamankan jalannya pembongkaran agar tidak terjadi hal yang di inginkan, yang dapat membuat suasana menjadi kuang kondusif. Kasat Pol PP, H Roni Harjanto, saat ditemui HaBe di ruang kerjanya mengatakan, bahwa Kami dari pihak Kepolisian hanya mengamankankan saja, karena jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, yang berujung pada tindakan anarkis, akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab pembongkaran yang dilakukan pihaknya, merupakan suatun keputuasan yang sulit untuk ditolah, apalagi hal tersebut merupakan keputusan Pemkab. Bekasi “Pembongkaran itu sendiri sudah di lakukan setelah Pemkab Bekasi memberikan toleransi sebelumnya pada penghuni yang ada di bantaran Kalimalang untuk melakukan pembongkaran sendiri, meski pada kenyataannya masih banyak yang bangunan yang berdiri, pada akhirnya terpaksa Kmi melakukan pembongkaran,” ujar Roni. Warga Kampung Bangkuang, Toto yang bangunannya ikut dibongkar mengatakan, “Saya tidak keberatan adanya pembongkaran tetapi itu harus adil dong, jangan pandang bulu dan pilih kasih. Bila semuanya dibongkar kami terima dengan lapang, apalagi saya hanya sebagai warga biasa,” tegasnya. Ditempat terpisah, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kabupaten Sudirman L,WP mengatakan, “Kami dari pihak Kepolisian hanya mengamankankan saja, karena jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, yang berujung pada tindakan anarkis, akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 47

Lintas Wilayah

Kunjungi Korban Banjir
Wibawa MuktiDalam kunjungan kerjanya, Istri Bupati Bekasi, Cucu Sugiarti didampingi istri Wakil Bupati, Hj Ranta Darip Mulyana beserta istri Sekda dan istri Camat Muaragembong, Hj Reny Heryani terjun langsung ke lokasi musibah banjir yang diakibatkan meluapnya Kali Citarum beberapa waktu lalu.
48 Wibawa Mukti

Istri Bupati dan Wakil

LOKASI yang didatangi para istri pejabat Kabupaten Bekasi diantaranya Kampung Belukbuk RT 005-006-007 dan 008 di RW 001 Desa Pantai Bahagia dengan jumlah yang terkena banjir mencapai 400 rumah, akibat meluapnya air sepanjang jalan menuju kantor Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong. Kunjungan para istri pejabat ke lokasi warga yang rumahnya terendam air disambut antusias para ibu-ibu di sekitar Kampung Belukbuk, warga pun mendapatkan satu paket sembako dari istri pejabat itu. Saodah, seorang warga

Kampung Balukbuk mengatakan, ia sangat bersyukur dan berterima kasih pada ibu-ibu pejabat dan ibu lurah yang selalu berperan aktif. Lain dengan Reny Heryani, istri Camat Muaragembong mengatakan, ia sangat terharu pada masyarakat Kampung Balukbuk, Desa Pantai Bahagia kendati dengan kondisi seperti saat ini mereka tegar menghadapi musibah yang menimpanya. Reny berharap agar Pemerintah Kabupaten Bekasi mengagendakan serta memprioritaskan pembangunan tanggul di sepanjang Kali Citarum, agar saat musim hujan banjir dapat terhalang merendam wilayah mereka. (**)

Edisi 0I - 2010

Kunjungi BKR Mekar Mandiri
Wibawa MuktiKelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) Mekar Mandiri, Kampung Pangkalan RT 004-005 RW 002, Kadus I, Desa Suka Mekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Selasa (23/2) kedatangan Rina Dadang Mulyadi, istri Sekda Kabupaten Bekasi bersama rombongan penggerak PKK tingkat Kabupaten Bekasi, dalam rangka Riceking kelompok BKR Mekar Mandiri.
KEDATANGANNYA disambut Siti Ujang Emid, istri Camat Sukawangi, Kepala Desa Suka Mekar Agus Subur, dan Ketua BKR Mekar Mandiri, Herlina Widia Ningrum, dan sekitar 250 kaum ibu anggota BKR bertempat di Majelis Taklim Masjid Jami Nurul Iman. Ketua BKR Bina Mandiri, Herlina Widia Ningrum, yang selalu aktif dan tak pernah bosan di setiap acara BKR menggembleng anggotanya agar selalu waspada atas pergaulan putra dan putrinya yang memasuki masa produktif, dan dibantu dengan guru pembimbing Ust. Enin Hermawan, LH. Kepala Desa Suka Mekar, Agus Subur saat dijumpai HaBe mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada istri Sekda beserta rombongan tim penggerak PKK Kabupaten, yang sudah menyisihkan waktunya datang ke wilayahnya dalam rangka Riceking kelompok BKR di wilayah Desa Suka Mekar. Selain itu Agus Subur menambahkan pihaknya juga bersyukur dan mendukung program kelompok BKR. “Mudah-mudahan dengan adanya program tersebut, kaum ibu yang mempunyai anak remaja dapat mengerti bagaimana mendidik anaknya di zaman sekarang ini, sehingga dapat terhindar dari budaya luar” ujarnya. Kalau melihat pergaulan di zaman modern ini, banyak sekali hal-hal yang harus diwaspadi, karena hampir 75 persen anak pelajar memiliki handphone, sehingga di luar pengetahuan orangtua, aktifitas anak tak dapat diperhatikan. “Untuk itu harus hatihati dan waspada jangan sampai kecanggihan di zaman sekarang akhirnya “merenggut masa depan putra dan putri kita,” katanya. (***).

Istri Sekda

Wibawa MuktiBulan lalu Pemerintahan Kabupaten Bekasi memutasi 1.122 PNS, salah satunya Kepala UPTD Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi. Kini Kepala UPTD Pasar Induk Cibitung yang baru, Suryana Supriadi MM, bergiat membenahi lingkungan kerjanya. Tugas lain yang telah menunggu, Suryana akan menertibakan pedagang kaki lima, sehingga kondisi Pasar Induk Cibitung nampak lebih rapih, dengan begitu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun diharapkan di tangan-

Kepala UPTD Pasar Induk Cibitung Berbenah
nya dapat lebih meningkat. Diakui Suryana sebagai Kepala UPTD Pasar Induk Cibitung, meski baru seminggu namun dirinya sudah dapat melakukan pembenahan-pembenahan di internalnya. “Semuanya kami lakukan, agar terjalin kerjasama yang baik antar sesama pegawai di Pasar Induk Cibitung, sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan dapat membangkitkan kinerja yang lebih baik,” ujar Suryana. Sebagai Kepala UPTD tambahnya, dirinya siap menjalankan tugas

dan kewajibannya dengan sebaikbaiknya, dan apabila terdapat kesalahan di dalam menjalankan tughas dikemudian hari, dirinya pun siap untuk diberikan teguran ataupun sangsi sesuai dengan aturan di dalam undang-undang kepegawaian. Ditempat terpisah, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pasar Kabupaten Bekasi, Drs Adang Sukmana mengatakan, kepemimpinan di UPTD Pasar Induk Cibitung diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat menjaga kondisi pasar lebih baik lagi. (**)

182 Kades Dapat Mobil Dinas
Wibawa MuktiSebanyak 182 Kepla Desa di Kabupaten Bekasi mendapat mobil dinas untuk operasional. Dana pengadaan tersebut memakai sisa anggaran 2007 senilai Rp 27 miliar. Bupati Bekasi H Sa’duddin mengatakan, pemberian mobil dinas adalah untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi kepala desa atau untuk kepentingan keluarga. Adapun keperuntukkannya, Bupati memberikan contoh yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, seperti mengantar orang sakit atau ibu hamil ke rumah sakit, atau membeli dan mengantar obatobatan masyarakat yang membutuhkan. Menyinggung jenis mobil dinas yang diberikan untuk kepala desa, adalah mobil Daihatsu Xenia, dengan memakai plat merah, dan menurut rencana pembelian mobil tersebut akan dilaksanakan tahun ini. (**)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 49

Lintas Wilayah

Tanggul Citarum Longsor

Wibawa MuktiBelum lama ini Kades Pantai Bakti, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, bersama warga mengadakan gotong royong membuat penahan Tanggul Kali Citarum di beberapa wilayah yang longsor akibat air hujan dan meluapnya Sungai Citarum, menggunakan bambu dan karung berisi tanah. Panjang tanggul yang longsor mencapai 400 meter dari lebar 15 meter di beberapa titik.
KEPALA Desa Pantai Bakti, Supriyatna HS yang mengetahui longsornya tanggul Kali Citarum langsung turun ke lokasi dan melakukan kerja bakti membuat tanggul agar masyarakat sekitar Sungai Citarum
50 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

terhindar dari longsoran susulan. Wilayah Desa Pantai Bakti, merupakan wilayah yang paling kritis, selain rendah dan sangat mudah longsor apabila musim penghujan datang. Ditambah lagi dengan datangnya air kiriman dari Jati Luhur, membuat tanggul di sekitarnya longsor. Sama, pegawai Desa Pantai Bakti selaku kepala dusun III mengatakan, sangat prihatin dengan kondisi tanggul Sungai Citarum yang kini sangat kritis, namun dirinya salut kepada kepala desanya yang begitu gigih mengatasi tanggul yang longsor, kendati harus mengeluarkanm kocek sendiri. Kepala Desa Pantai Bakti, Supriyatna HS, saat dikonfirmasi HaBe di sela-sela kesibukan gotong royong mengatakan, dengan kejadian longsornya tanggul kali di wilayahnya, pihaknya sudah melaporkan ke Kecamatan Muaragembong serta ke pi-

hak Bina Marga dan Pengairan. Pihaknya mengharapkan, Pemkab Bekasi secepatnya mengambil langkah memperbaiki kondisi tanggul yang sangat memprihatinkan. Jika terlambat bukan tidak mungkin longsoran itu akan semakin parah, dampaknya sangat merugikan masyarakat sekitar tanggul Camat Muaragembong, Raden Herman Susilo walau baru beberapa hari menjadi camat sangat antusias bahkan belum lama ini dengan datangnya banjir di Desa Pantai Harapan Jaya terjun langsung ke lokasi. Herman mengatakan, kejadian di wilayah Desa Pantai Bakti khususnya dan umumnya Muaragembong, pihaknya akan mengambil langkah terbaik untuk masyarakat Muaragembong. Terutama mereka yang tinggal di sekitar lokasi tanggul yang longsor. (***)

Kunjungan Kerja Bupati ke Wilayah
Wibawa MuktiBupati Bekasi, DR H Sa’duddin MM, mengunjungi Kecamatan Kedung Waringin, Pebayuran dan Cikarang Timur. Kunjungan yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Kedung Waringin itu bupati didampingi Sekda Kabupaten Bekasi, Drs H Dadang Mulyadi, MM, Asisten daerah (Asda) I, Drs H Ahmad Kosasih, MM beserta Kepala SKPD seKabupaten Bekasi.
KUNJUNGAN kerja tersebut merupakan agenda kerja rutin bupati dalam menerima masukan serta aspirasi masyarakat di setiap wilayah. Hadir dalam acara itu, Camat Kedung Waringin, Drs H Carwinda MSi, Camat Pebayuran, Karnadi S.Sos, Camat Cikarang Timur, Drs Dikdik Jasmedi, kepala UPTD TK/SD, kepala desa, anggota BPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Dalam kunjungan kerja itu bupati banyak menerima saran, terutama dari Camat Kedung Waringin, Drs H Carwinda, MSI, yang disampaikan lewat sambutannya. Menurut Carwinda pihaknya mewakili masyarakat sangat berharap dengan adanya persiapan Desa Kedung Waringin menjadi kelurahan tak lepas dari pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi ukuran masyarakat. Sehingga selain persoalan itu katanya, hendaknya perbaikan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan juga mendapat perhatian, seperti pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang belum efektif, begitu terhadap keberadaan Puskesmas Kedung Waringin yang belum memenuhi standar pelayanan perawatan terhadap pasien rawat inap, karena peralatan medis masih terbatas. Bupati dalam menanggapi usulan itu mengatakan, usulan yang diajukan merupakan usulan yang sama dengan usulan kecamatan lain. “Tidak jauh beda, keinginan itu merupakan bagian dari doa,” katanya, sambil menambahkan, ada doa yang dikabulkan secara langsung, atau kalau tidak diganti dengan yang lain atau diberikan lain waktu. Dikatakan bupati, Piala Citra Bhakti Abdi Negara tingkat nasional yang telah diraihnya dari presiden RI beberapa waktu lalu, merupakan keberhasilan kolektif kerjasama antara masyarakat dan stake holder. Diharapkan bupati, hendaknya kepercayaan yang telah diberikan itu dijaga bersama, baik di tingkat kecamatan, desa maupun jajaran SKPD di Kabupaten Bekasi dan apa yang telah diraih itu patut disyukuri masyarakat Kabupaten Bekasi. (***)

Musrembang di Kecamatan Babelan
Wibawa MuktiTujuan penyelenggaraan Musrenbang di kecamatan adalah untuk membahas dan menyepakati hasil musyawarah tentang pembangunan di pedesaan yang pada saat ini masih banyak yang belum terakomodir. Musrenbang Kecamatan Babelan digelar beberapa waktu lalu. Utusan Pemkab Kabupaten Bekasi dari Bappeda, Ferry Jatnika, saat memimpin rapat menjelaskan mengenai klasifikasi atas prioritas kegiatan pembangunan, sesuai dengan fungsi organisasi perangkat daerah (OPD). “Diadakannya forum musrenbang ini untuk membuat kesepakatan yang menjadi prioritas untuk didahulukan, mengingat usulan jumlahnya cukup banyak sehingga melebihi kafasitas anggaran yang disiapkan,” ujarnya. Penyusunan prioritas pembangunan ini katanya, diharapkan memperhatikan, rencana pembangunan jangka menengah ke bawah (RPJMK) Kabupaten Bekasi pada 2007 – 20012. Musrenbang keempat kali ini bertema “peningkatan dan promosi Diadakannya forum musrenbang ini untuk membuat kesepakatan yang menjadi prioritas untuk didahulukan, mengingat usulan jumlahnya cukup banyak sehingga melebihi kafasitas anggaran yang disiapkan Investasi terpadu dibidang industri inprastruktur, agro industri, dan pariwisata”. Menurutnya, tema pembangunan ini menekankan agar semua organisasi perangkat desa (OPD), memiliki program dan kegiatan yang sinergis dan mendukung untuk tercapainya promosi investasi dalam mendukung pekembangan sektor industri, infrastruktur agro industri, dan pariwisata di Kabupaten Bekasi, Untuk itu tambahnya, dalam rangka mendukung promosi investasi seperti yang tertuang dalam prioritas pembangunan 2011, maka seluruh sektor hendaknya berperan aktif, dan senantiasa berkordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menyusun setrategi untuk meningkatkan promosi investasi. Camat Babelan, Hasan Basri berharap, dengan kegiatan musrenbang di Kecamatan Babelan dapat menghasilkan perioritas program pembangunan yang sesuai dengan harapan masyarakat dan usulan masyarakat Kecamatan Babelan dapat di perioritaskan pada 2011. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 51

Lintas Wilayah

Punya Gedung Balai Rakyat Termegah
Wibawa MuktiAkhirnya impian warga terwujud, pembangunan gedung balai rakyat Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi yang menyerap dana dari APBD 2009 melalui aspirasi dewan sebesar Rp250 juta rampung.
PROYEK yang pada awalnya untuk rehab aula desa, namun karena kebutuhan dan keinginan warga akhirnya dana itu digunakan untuk pembangunan gedung balai rakyat. Perubahan kegiatan itu sendiri melalui musyawarah kkepala desa, BPD dan tokoh masyarakat yang sepakat untuk membangun gedung balai rakyat yang diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp400 juta. Hal itu dinyatakan Kepala Desa Sukaraya, Subarjo didampingi ketua BPD, Harun Alrasyid dan tokoh masyarakat. Menurut Subarjo, kekurangan dana pembangunan gedung itu hasil swadaya masyarakat.
52 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Desa Sukaraya

Gedung dengan 276 meter persegi itu rencananya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Seperti untuk keperluan hajatan dan untuk oleh raga. "Warga akan mengadakan hajatan atau keperluan lain dapat menggunakan gedung itu. Selain itu warga juga dapat memanfaatkan untuk olahraga bulutangkis," jelas Subarjo. Di Kecamatan Karang Bahagia Desa Sukaraya yang mempunyai gedung balai rakyat yang kontruksi bangunannya menggunakan cakar ayam dengan rangka atap dari baja. "Cuma di Desa Sukaraya yang mempunyai balai rakyat yang kokoh dan megah," katanya lagi. Subarjio menambahkan, terwu-

judnya harapan masyarakat tidak lepas dari kerjasama yang baik dengan BPD dan tokoh masyarakat. Untuk pelaksanaan pembangunan balai rakyat itu dipercayakan kepada Ketua BPD, Harun Alrasyid dan tokoh masyarakat, Bahtiar Effendi. Sementara panitia pembangunan, Bahtiar didampingi Ketua BPD mengatakan, keberhasilan pembangunan balai rakyat tersebut berkat kerjasama dan kerja keras semua elemen di Desa Sukaraya. Beberapa warga, lanjut Bahtiar, agak pesimis pembangunan balai rakyat itu rampung. Namun dengan tekad yang kuat, akhirnya pembangunan gedung balai rakyat

rampung juga. Terpisah, Camat Karang bahgia, Affandi mengaku bangga dengan usaha, kerja kerazs dan semangat semua elemen yang membantu pembangunan balai rakyat itu. "Tidak ada yang tidak bisa dilakukan jika kita bersatu dan bertekad. Buktinya pembangunan balai rakyat itu selesai," akatanya. (***)

Pengeboran Sumur Gas Resahkan Warga
Wibawa MuktiWarga Desa Jaya Bakti, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi megeluhkan pengelolaan sumur gas baru milik Pertamina. Pasalnya, pengeboran sumur gas itu hanya berbatas pagar dengan ratusan hektar sawah milik warga. Menurut seorang petani, Muhlis, pengeboran itu sudah mulai mengakibatkan tanaman padi tumbuh secara tidak normal. Selain itu suara semburan dan hentakan mesin pengboran juga sangat mengganggu warga. Apalagi lokasi pengeboran hanya berjarak beberapa meter dengan areal persawahan milik warga. Hal senada juga dikatakan seorang warga lainnya, Akbar (35), ia mengaku dampak buruk lain dari eksplorasi minyak dan gas tersebut kurang adanya jaminan keamanan terhadap teknologi pengelolaan. Padahal katanya, pada 2005 lalu penah terjadi ledakan dari salah satu sumur migas Pertamina yang berdiri di perbatasan Desa Buni Baru dan Buni Bakti, Kecamatan Cabangbugin. Akibatnya, hewan ternak dan tanaman mati. Proses pembakaran gas bumi melalui ‘flare’ (pembuangan gas Kecamatan Muaragembong. Akbar mengatakan, kondisi tersebut telah menimbulkan keresahan petani, karena sawahnya didatangi hama serangga pada malam hari akibat penerangan ‘flare’. Sementara tidak adanya pengendalian terhadap areal pengeboran, mengakibatkan suhu udara di sekitar menjadi meningkat. Secara terpisah Ketua Paguyuban Desa Penghasil Migas (KPDPM) Ibnu Hazar menilai, hak dan tanggungjawab sejumlah pengusaha industry tambang di wilayah setempat sudah sesuai. Industri migas katanya, memiliki sejumlah program pemberdayaan masyarakat, melalui kepedulian lingkungan, pembagian sembako secara rutin, pengobatan, pembangunan sarana ibadah dan sumbangan kepada warga.(***)
Edisi 0I - 2010 53

Pengeboran itu sudah mulai mengakibatkan tanaman padi tumbuh secara tidak normal.
mentah yang keluar api), kata Akbar mengakibatkan adanya kenaikan suhu udara dan meusak tanaman. Lokasi produksi migas, katanya, dibangun di tengahtengah areal persawahan dan tambak milik warga, seperti yang saat ini terjadi di Desa Pantai Harapan jaya dan Pantai Mekar

Wibawa Mukti

Sejarah

Bekasi Tempo Doeloe
Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara (358669). Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu.
MENURUT para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (15671579 M) Raja Kerajaan Sunda (disebut pula Kerajaan Pajajaran) yang terakhir. Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi infirmasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya empat prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan (piteket) dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jayadewa 1482-1521 M) yang ditulis dalam lima lembar lempeng tembaga. Sejak abad ke 5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara abad kea 8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke 14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta). Sejarah Sebelum Tahun 1949 Kota Bekasi ternyata mempunyai sejarah yang sangat
54 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Space Foto Gedung Juang 45
panjang dan penuh dinamika. Ini dapat dibuktikan perkembangannya dari jaman ke jaman, sejak jaman Hindia Belanda, pundudukan militer Jepang, perang kemerdekaan dan jaman Republik Indonesia. Di jaman Hindia Belanda, Bekasi masih merupakan Kewedanaan (District), termasuk Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu kehidupan masyarakatnya masih di kuasai oleh para tuan tanah keturunan Cina. Kondisi ini terus berlanjut sampai pendudukan militer Jepang. Pendudukan militer Jepang turut merubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Nama Batavia diganti dengan nama Jakarta. Regenschap Meester Cornelis menjadi KEN Jatinegara yang wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran dan Gun Matraman. Setelah proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah, nama Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi

Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa/ Kelurahan. Saat itu Ibu Kota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah, mula-mula di Tambun, lalu ke Cikarang, kemudian ke Bojong (Kedung Gede). Pada waktu itu Bupati

Staatsblad Van Nederlandsch Indie 1948 No. 178 Negara Pasundan. Sejarah Tahun 1949 sampai Terbentuknya Kota Bekasi Sejarah setelah tahun 1949, ditandai dengan aksi unjuk rasa sekitar 40.000 rakyat Bekasi pada tanggal 17 Februari 1950 di alum-

Kabupaten Jatinegara adalah Bapak Rubaya Suryanaatamirharja. Tidak lama setelah pendudukan Belanda, Kabupaten Jatinegara dihapus, kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis menjadi Kewedanaan. Kewedanaan Bekasi masuk kedalam wilayah Batavia En Omelanden. Batas Bulak Kapal ke Timur termasuk wilayah negara Pasundan di bawah Kabupaten Kerawang, sedangkan sebelah Barat Bulak Kapal termasuk wilayah negara Federal sesuai

alun Bekasi. Hadir pada acara tersebut Bapak Mu’min sebagai Residen Militer Daerah V. Inti dari unjuk rasa tersebut adalah penyampaian pernyataan sikap sebagai berikut : Rakyat bekasi mengajukan usul kepada Pemerintah Pusat agar kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950 terbentuklah Kabupaten

Bekasi, dengan wilayah terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Kecamatan Cibarusah) dan 95 desa. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto “SWATANTRA WIBAWA MUKTI”. Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke kota Bekasi (jl. H Juanda). Kemudian pada tahun 1982, saat Bupati dijabat oleh Bapak H. Abdul Fatah Gedung Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Jl. A. Yani No.1 Bekasi. Pasalnya perkembangan Kecamatan Bekasi menuntut dimekarkannya Kecamatan Bekasi menjadi Kota Administratif Bekasi yang terdiri atas 4 kecamatan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1981, yaitu Kecamatan Bekasi Timur, bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara, yang seluruhnya menjadi 18 kelurahan dan 8 desa. Peresmian Kota Administratif Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dengan walikota pertama dijabat oleh Bapak H. Soedjono (1982 – 1988). Tahun 1988 Walikota Bekasi dijabat oleh Bapak Drs. Andi Sukardi hingga tahun 1991 (1988 – 1991, kemudian diganti oleh Bapak Drs. H. Khailani AR hingga tahun (1991 – 1997) Pada Perkembangannya Kota Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan roda perekonomian yang semakin bergairah. Sehingga status Kotif. Bekasi pun kembali di tingkatkan menjadi Kotamadya (sekarang “Kota”) melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 1996 Menjabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi saat itu adalah Bapak Drs. H. Khailani AR, selama satu tahun (1997-1998). Selanjutnya berdasarkan hasil pemilihan terhitung mulai tanggal 23 Pebruari 1998 Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi definitif dijabat oleh Bapak Drs. H Nonon Sonthanie (1998-2003). Setelah pemilihan umum berlangsung terpilihlah Walikota dan Wakil Walikota Bekasi yaitu : Akhmad Zurfaih dan Mochtar Mohamad (perode 2003 – 2008). (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 55

Tokoh

KH.NOER ALI

Tokoh Ulama dan Pejuang Bekasi
“Singa Bekasi” julukan tersebut memang layak diberikan kepada KH Noer Ali, seorang Ulama besar yang terlahir dari keluarga Petani.
SEMANGAT Nasionalisme yang membara dalam dadanya mampu mengobarkan semangat Perjuangan kepada masyarakat untuk melawan penjajah Belanda yang sejak lama menjajah tanah air Beliau memimpin lasykar Rakyat Bekasi melawan Belanda, pernah bergabung dan menjadi Komandan Batalyon III Barisan Hizbulloh . KH Noer Ali namanya sangat dikenal oleh rakyat dan ditakuti Belanda karena keberanian dan jiwa patriotnya. Beliau lahir di Desa Ujung Malang Bekasi tanggal 15 juli 1914 ayah beliu seorang petani bernama Anwar bin Layu dan ibunya bernama Maimunah. Cita cita yang
56 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

dimilki oleh KH Noer Ali sejak masa kanak-kanak adalah “membangan dan menciptakan perkampungan Surga”, sungguh suatu cita-cita yang sangat mulia yang terucap dari KH Noer Ali kecil , beliau belajar dari mengaji alquran pada ayahnya dan kakaknya, usia lima tahun sudah mampu menghapul surat-surat pendek Alquran. Menginjak usia 7 tahun KH Noer Ali mengaji kepada Guru Maksum bekasi dan Guru Mughni, banyak sekali ilmu yang didapat dari kedua gurunya tersebut yang mendasari jiwanya dengan ruh-ruh keislaman , beranjak remaja KH Noer Ali belajar kepada ulama

besar di Betawi bernama Guru Marzuki disamping mempelajari ilmu-ilmu agama Guru Marzuki juga mengajari ilmu-ilmu beladiri , Hingga Beliau terkenal sakti dan tidak mempan ditembus peluru , bahkan Penjajah belandapun kesulitan menangkap KH Noer Ali , sering menghilang dan tidak dapat dilihat oleh mata awam hingga masyarakatpun memberi gelar KH Noer Ali sebagai” belut Putih” yang sangan licin. Dengan semangat belajar yang tinggi KH Noer Ali dengan Berat Hati Mengutarakan keinginannanya kepada ayahnya bahwa dirinya akan Menuntut Ilmu di Mekkah, KH Noer Ali

menyadari betul siapa ayahnnya yang hanya seorang Petani dan tidak mungkin memilki banyak uang untuk belajar Di Mekkah. Karena didorong rasa semangat belajar anaknya yag tinggi, ayahnya pun tak ingin mematahkan semangatnya , maka Ayahnyapun berusaha keras untuk mendapatkan Uang agar anaknya dapat belajar di

Setelah enam tahun belajar di Mekkah KH Noer Ali mendirikan Pondok pesantren Attaqwa di Ujung Harapan Bekasi, disamping mengajar di pesantren KH Noer Ali juga mengajak umat untuk angkat senjata melawan Penjajah Belanda, walaupun dengan senjata yang sangat sederhana namun banyak dari rakyat yang begabung dengan KH Noer Ali untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Himpunan Pelajar Indonesia karena jiwa Nasionalisme dan prihatin melihat Bangsa Indonesia masih di jajah oleh Belanda. Bersama dengan rekan-rekannya KH Noer Ali aktif melakukan pertemuan-pertemuan untuk mencari solusi dan dukungan bagaimana mengusir penjajah Belanda dari Bumi Indonesia. Setelah enam tahun belajar di Mekkah KH Noer Ali mendirikan Pondok pesantren Attaqwa di Ujung Harapan Bekasi, disamping mengajar di pesantren KH Noer Ali juga mengajak umat untuk angkat senjata melawan Penjajah Belanda, walaupun dengan senjata yang sangat sederhana namun banyak dari rakyat yang begabung dengan KH Noer Ali untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda.

jatuhlah mental -mental tentara belanda dalam menghadapi Lasykar-lasykar yang dipimpin KH Noer Ali. Dan suatu ketika KH Noer Ali dan para lasykarnya bergerilya kedalam hutan, para lasykar terlihat sangat kelaparan karena berperang Gerilya dengan Pasukan Belanda, Saat itu KH Noer Ali sholat selesai sholat minta kepada Allah agar di berikan para lasykar tersebut makanan. Maka dengan mengulum dan merlemparkan secarik kertas ketanah tiba-tiba terbentang di hadapannya Nasi dan lauk pauknya, Subhanallah….. Dan Ketika masa perjuangan dengan Penjajah berakhir KH Noer Ali kembali berjuang dibidang Dakwah dan pendidikan di Pondok Pesantren At Taqwa yang

Mekkah walaupun harus meminjam dan dibayar dengan di cicil selama bertahun-tahun. Dengan harapan kelak anaknya dapat menjadi orang yang berguna di masyarakat. Tahun 1934 KH Noer Ali akhirnya melanjutkan belajar Di Mekkah di madrash Darul u’lum, guru-guru beliau antara lain Syeck Ali al Maliki, Syech Umar Turki, Syeck umar Hamdan Syech Ahmad Fathani dll. Di Mekkah beliau bertemu dengan pelajar asal Indonesia seperti KH Masturo, KH Sybro Malisi, KH Hasbulloh dan masih banyak lagi. Hingga beliau memperakarsai membentuk himpunan Pelajar Betawi dan

Apalagi nama KH Noer Ali sudah sangat terkenal dengan kesaktiaannya. Suatu Ketika beliau ditangkap Belanda hanya pasrah saja dan tidak melakukan perlawanan, KH Noer Ali digring masuk ke dalam Truk Tentara Belanda. Ditengah jalan KH Noer Ali memohon kepada Allah minta perlindungan, Bukan main kagetnya tentara Belanda yang mengawal KH Noer Ali di dalam Truk, KH Noer Ali menghilang begitu saja dalam pandangan mata tentara Belanda. Membuat Nyali Tentara Belanda semakin Ciut “Pimpinannya saja sakti gimana dengan tentara KH Noer Alinya????kata tentara Belanda.

ia bangun di Bekasi. walaupun beliau Seorang Ulama besar beliau masih saja haus akan ilmu, dan beliau mengaji kepada Habib Ali Al habsyi Kwitang jakarta untuk bertabaruk. Tanggal 3 Mei 1992 KH Noer Ali wafat dalam usia 78 tahun. Masyarakat dan para ulama merasa sangat kehilangan sosok ulama dan pejuang yang telah banyak berjasa bagi negara. Maka tahun 2006 Pemerintah memberikan gelar pahlawan Nasional Kepada KH Noer Ali dan Namanya pun di abadikan menjadi nama jalan KH Noer Ali di kalimalang bekasi. Kini Pondok pesantrennyapun berkembang dengan Pesat .
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 57

Pendidikan

Festival Kreativitas
Wibawa MuktiKelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sukawangi, Sabtu (20/2) menggelar kebolehan dari masing-masing SDN se-Kecamatan Sukawangi, kegiatan diadakan di SDN 01 Sukabudi, terbagi delapan tempat. Kegatan dipimpin Ketua (K3S) Sukawangi, Marjuki Lahimsyah, S.Pd, untuk juri langsung dari staf UPTD PAUD/SD Sukawangi.

Murid SDN Berprestasi dan Olimpiade MIPA
Sukabudi 02, Juara VI Harapan III SDN Sukakerta 02. Lomba Seni Lukis Juara I SDN Sukatenang 01, Juara II SDN Sukamekar 01, Juara III SDN Sukamekar 02, Juara IV Harapan I SDN Sukadaya 01, Juara V Harapan II SDN Sukatenang 04 Juara IV Harapan III SDN Sukatenang 02. Lomba Baca Tulis Alquran Juara I SDN Sukakerta 02, Juara II SDN Sukatenang 03, Juara III SDN Sukatenag 04, Juara IV Harapan I SDN Sukatenang 02, Juara V Harapan II SDN Sukatenang 01, Juara VI Harapan III SDN Sukawangi 01. Lomba Bahasa Inggris Juara I Sukamekar 02, Juara II SDN Sukatenang 04, Juara III SDN Sukatenang 02 Juara IV Harapan I SDN Sukamekar 01, Juara V Harapan II SDN Sukatenang 01, Juara V Harapan III SDN Sukakerta 02. Lomba Siswa Berprestasi Juara I SDN Sukamekar 01, Juara II SDN Sukabudi 02, Juara III SDN Sukadaya 01, Juara IV Harapan I SDN Sukamekar 03, Juara V Harapan II SDN Sukamekar 02, Juara V Harapan III SDN Sukatenang 04. Lomba MIPA Juara I SDN Sukatenang 04, Juara II SDN Sukakerta 03, Juara III SDN Sukatenang 03, Juara IV Harapan I SDN Sukamekar 01, Juara V Harapan II SDN Sukabudi 01, Juara VI Harapan III SDN Sukakerta 02. Lomba Bahasa Indonesia/Cipta Baca Puisi Juara I SDN Sukadaya 02, Juara II SDN Sukaringin 01, Juara III SDN Sukatenang 03, Juara IV Harapan I SDN Sukabudi 02, Juaran V Harapan II SDN Sukatenang 02, Juara VI Harapan III SDN Sukamekar 01. Ketua Panitia, Marjuki Lahimsyah, S.Pd berharap hasil yang sudah menjadi keputusan juri dan panitia dapat diterima masing-masing perwakilan sekolah, dan masing-masing sekolah dasar agar dapat meningkatkan prestasi dan mutu pendidikan, untuk pelaksanaan tahun depan. (***)

MARJUKI Lahimsyah, ketika dijumpai HaBe di tempat kegiatan, menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun, diikuti seluruh SDN yang ada yaitu sebanyak 17 SDN dengan menunjukkan kebolehan masing-masing. Tujuan lomba kata Marjuki, agar semua guru dari masing-masing sekolah, dapat meningkat kegiatan belajar mengajar, (KBM), agar murid dari masing-masing sekolah lebih giat lagi belajar. “Intinya kita meningkatkan prestasi dan mutu pendidikan”, kata Marjuki. Kepala UPTD PAUD/SD Kecamatan Sukawangi, Rosadi, S.Pd, MM, saat dijumpai di ruang kerjanya mengatakan, kegiatan lomba ini
58 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

diperuntukkan murid berprestasi dan olimpiade MIPA. “Kami hanya mengetahui saja, dan semua itu adalah acara (K3S)”, katanya. Pemenang lomba Masing-masing SDN yang mendapat juara dari berbagai macam kegiatan di antaranya; Menyanyi Solo Juara I SDN Sukatenang 02, Juara II SDN Sukamekar 01, Juara III SDN Sukadaya 02, Juara IV Harapan I SDN Sukakerta 03, Juara V Harapan II SDN Sukwangi 02, Juara VI Harapan III SDN Sukatenang 04. Lomba Keterampilan Juara I SDN Sukamekar 01, Juara II SDN Sukatenang 04, Juara III SDN Sukatenang 01, Juara IV Harapan I SDN Sukatenang 03, Juara V Harapan II SDN

Pembinaaan Kepala SDN Se-Kabupaten Bekasi
Wibawa MuktiUntuk meningkatkatkan pengetahuan tentang alokasi dana pendidikan kepada Kepala Sekolah Dasar Negeri se Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengadakan pembinaan di Asrama Haji Kota Bekasi.
HADIR dalam acara, Bupati Bekasi DR. H.Sa’duddin, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bekasi, Kepala UPTD PAUD/SD, kepala SD serta undangan lainnya. Dalam sambutannya Bupati Bekasi, DR.H.Sa’duddin, mengatakan untuk menjalankan undang-undang yang telah diamanatkan pada alokasi dana pendidikan APBD 2009. Kabupaten Bekasi telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 28 persen atau lebi dari 615 miliar rupiah, dengan berbagai kegiatan unggulan. Adapun kegiatan unggulan tersebut, diantaranya, pengadaan meubelair untuk 332 lokal dengan nilai 11,7 miliar rupiah, perbaikan kontruksi prasarana pendidikan 105 sekolah dengan alokasi dana 61 miliar rupiah dan pembangunan konstruksi melaui Dana Alokasi Khusus (Dak) dan Role Sharing untuk 454 lokal dengan nilai 28 miliar rupiah. Selain itu bukan hanya sekolah negeri saja yang mendapatkan kucuran bantuan (subsidi-red), tapi sebanyak 231 sekolah swasta pun mendapatkannya dengan jumlah dana sebesar 7,8 miliar rupiah. Sertya pemberian tunjangan kesejahteraan pembayaran guru non PNS sebanyak 4.603 orang dengan jumlah dana 5 miliar rupiah. Pada 2010 dana pendidikan direncanakan dialokasikan sebesar 35,9 persen atau lebih dari 650 miliar rupiah. Adapun prioritas kegiatannya adalah peningkatan kualitas pendidikan dengan tidak melupakan pemerataan pendidikan yang berkualitas, sehingga kegiatankegiatan pendidikan yang akan dilaksanakan pada 2010 adalah kegiatan-kegiatan yang inovatif. Adapun jenis kegiatan-kegiatan yang inovatif diantaranya adalah, pengadaan meubelai dengan jumlah dana 4 miliar rupiah, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan untuk 52 sekolah dengan jumlah dana hampir 39 miliar rupiah. Disamping itu, pembangunan pendidikan melalui DAK dengan jumlah dana sekitar 53 miliar rupiah, bantuan lanjutan pendidikan untuk guru ke jenjang sarjana dengan jumlah dana 351 juta rupiah, penambahan 1 TK Negeri Pembina di Kecamatan Pebayuran. Pelimpahan sebagian kewenangan penyusunan anggaran kepada sekolah untuk menentukan kebutuhan sekolah masing-masing dengan jumlah dana 50 miliar rupiah lebih, pengembangan sarana/prasarana dan peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah Standar Nasional (SSN) serta Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Lebih lanjut Bupati Bekasi mengatakan, sebagai kepal sekolah tidak untuk dijabat selamanya, akan tetapi dibatasi selama dua periode, dalam satu periode adalah empat tahun atau selama-lamanya mendapat tugas tambahan kepala sekolah adalah delapan tahun. Apabila sudah selesai menjabat tugas tambahan selama dua periode, maka guru yang bersangkutan kembali bertugas sebagaimana layaknya guru, kecuali apabila yang bersangkutan ditugaskan di jabatan lain yang telah memenuhi persyaratan. Di akhir sambutannya DR.H. Sa’duddin menyampaikan., pada prinsipnya guru adalah pengemban amanah yang dipercayakan kepada kita untuk mendidik anak-anak kita, untuk menjadi anak-anak yang bermanfaat. Dan semoga saja semua itu akan dapat mempercepat pencapaian Visi dan Misis Kabupaten Bekasi, ”Manusia Unggul Yang Agamis Berbasis Agribisnis dan Industri Berkelanjutan.” (**)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 59

Di akhir sambutannya DR.H. Sa’duddin menyampaikan., pada prinsipnya guru adalah pengemban amanah yang dipercayakan kepada kita untuk mendidik anakanak kita, untuk menjadi anakanak yang bermanfaat

Pendidikan

Hadapi Pasar Bebas
Perlu Kecerdasan Spiritual
Wibawa MuktiBupati Bekasi, Sa’duddin mengatakan, dalam menghadapi pasar bebas, setiap sekolah harus meningkatkan kualitas pengajar dan anak didiknya dengan kecerdasan spiritual.
SEMENTARA Kepala Dinas Pendidikan DR Rusdi Biomed, mita agar sekolah memfasilitasi siswanya dengan ekstrakulikuler bahasa asing. Hal itu dikatakan bupati dan kepala dinas saat peresmian gedung baru Sekolah Islam Terpadu Thariq bin Ziyad di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/02) “Banyak orang yang pandai, tapi, tidak memiliki kecerdasan spiritual. Akibatnya, kepandaiannya tidak dimanfaatkan dalam kerangka kemaslahatan manusia lainnya,” kata Sa’duddin. Menurutnya, sekolah harus mampu menggabungkan kecerdasan intelektual dan spiritual, agar para lulusan dapat menerapkan kecerdasannya bukan untuk menipu orang lain. Sementara itu, Kepal Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rusdi Bi-

moed mengatakan, pihaknya mengharapkan setiap sekolah mulai tahun ajaran baru, khususnya sekolah dengan predikat RSBI (rintisan sekolah berstandar internasional) harus memiliki ekstrakurikuler bahasa asing. “Setiap sekolah, paling tidak di ekskulnya ada ekskul bahasa, selama ini yang didengungkan adalah pembinaan OSN (olimpiade sains), ke depan kalau bisa bahasa itu menjadi

alternatif,” katanya. Dengan era pasar bebas katanya, kebutuhan bahasa sangat penting, minimalharus menguasai bahasa Inggris. Karena Bahasa Inggris itu merupakan bahasa sains. “Ketika saya ke luar negeri, banyak mahasiswa mendapat beasiswa ke luar negeri karena menguasai dan belajar bahasa ketiak di SMP dan SMA,” kata Rusdi. (***)

2012 Kabupaten Bekasi Siap Jadi Tuan Rumah MTQ
Wibawa MuktiMenjelang pelaksanaan MTQ (mushabaqah tilawatil quran) ke 31 di Kota Depok April mendatang, Qori dan Qoriah Pemkab Bekasi mulaiu memasuki masa pembinaan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Lemah Abang, Selasa (15/02). Pemkab Bekasi berharap dalam ajang tersebut bisa meraih juara. Bahkan, Pemkab Bekasi sedang merencanakan menjadi tuan rumah MTQ 2012 mendatang. Kesubag Bina Mental Kesra, Abdul Mazid di sela-sela acara pembukaan pembinaan Qori dan
60 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Qoriah mengatakan, ada 42 peserta yang ikut pembinaan tersebut didampingi 19 pembina dari kabupaten Bekasi serta Provensi Jawa Barat. “Dengan pemusatan ini diharapkan mereka mampu meningkatkan kemampuan dalam trik-trik untuk menjadi juara,” katanya. Sekda Kabupaten Bekasi, Drs H Dadang Mulyadi juga berharap, MTQ ke 31 nanti Kabupaten Bekasi bisa meraih predikat terbaik. “Terakhir diKMota Bekasi kita mampu meraih predikat lima, tahun ini kita harus lebih baik. Syukur-syukur meraih juara umum,” katanya.

Bagi mereka yang berprestasi menurut Dadang, pihaknya menjanjikan hadiah. Hadiah yang pasti juara 1 adalah naik haji. “Saya kira itu hadiah yang terbaik buat mereka yang meraih prestasi terbaik,” katanya. Selain itu dikatakan dadang, secara pribadi dirinya berharap pada 2012 Kabupaten Bekasi bisa menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat. “Insya Allah 2011 Islamic Centre kita sudah selesai, tahun ini kita anggarkan Rp35 miliar, mudahmudahan bisa terwujud dan harapan saya bisa mengajukan sebagai tuan rumah MTQ,” katanya. (***)

Berprestasi
SMAN 2 Tambun Selatan
SUJADI, Kepala SMAN 2 Tambun Selatan sangat bangga terhadap siswa-siswi yang barubaru ini prestasinya sangat membanggakan dan membawa nama sekolah ke tingkat Kabupaten maupun Provinsi dan juga beberapa siswa-siswinya menjadi dua besar untuk mengikuti tes di perguruan tinggi di ITB . Marlina, siswi SMAN 2 Tambun Selatan kelas XI A barubaru ini menjadi juara lomba olimpiade fisika tingkat Kabupaten dari SMAN dan Swasta seKabupaten Bekasi, sehingga membawa SMAN 2 Tambun Selatan menjadi juara pertama. Di bidang pramuka belum lama ini menjadi juara tingkat Provinsi Jawa barat, Banten dan DKI pada saat Mandala Galang Buana Cakrawala yang diadakan markas besar TNI Angkatan Laut di SMK Cikarang Barat, mendapat prestasi terbaik lomba 2 DE FREE / 2 DIMENSI, prestasi tertinggi juara 1 lomba miniatur kapal laut, juara lomba PBB , dan juara lomba daton terbaik. “Akhirnya pramuka Ambarawa Prabu siliwangi dan

Wibawa MuktiBelum lama ini beberapa prestasi siswasiswi SMAN 2 Tambun Selatan berhasil membawa piala tingkat Kabupaten maupun tingkat Provinsi dalam lomba Olimpiade Fisika, kegiatan pramuka maupun kegiatan olahraga.

Nyi Subang Larang nama pramuka SMAN 2 Tambun Selatan menjadi juara umum,” begitu dikatakan Pembina Kesiswaan, Iyan Alfian . SMAN 2 Tambun Selatan menjadi juara futsal se-Jabodetabek memperebutkan piala bergilir Universitas Trisakti. “Ini yang sangat membanggakan sehingga dengan prestasi SMAN 2 Tambun Selatan dapat diperhitungkan di olahraga futsal oleh sekolahsekolah yang ada di Jabodetabek khususnya di Kabupaten Bekasi,” demikian dikatakan Rijal, pembina olahraga .( ***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 61

Pendidikan

Workshop Jurnalistik
di Cikarang Meriah

Wibawa MuktiSebanyak 82 siswa dari 41 SMA dan sederajat di Kabupaten Bekasi ikut serta dalam acara “Workshop Jurnalistik dan Mading di SMAN 1 Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (22/2).
DALAM acara itu terlihat tingginya minat siswa untuk belajar menulis dan memublikasikannya. Maraknya situs web jejaringan sosial serta perkembangan internet membuat banyak orang, khususnya pelajar, lebih terpicu untuk belajar menulis. Kegiatan yang bekerja sama dengan harian umum pikiran rakyat itu memberikan pelatihan jurnalistik majalah dinding (Mading) untuk belajar. Tak hanya belajar menulis tetapi juga untuk memberikan tentang bagaima62 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

na siswa dapat mengembangkan jiwa wirausaha hanya melalui tulisan. Terdapat tiga sesi pelatihan yang digelar, yaitu jurnalistik dasar, jurnalistik mading bersama suplemen Belia, serta berwirausaha dengan kemampuan menulis. Tingginya minat untuk menulis di mading itu terlihat dari respon para siswa. Kebanyakan peserta merupakan praktisi mading. Baik dalam bentuk konvensional yang ditempel di papan sekolah maupun mading online dalam internet. Acara tersebut diikuti sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Bekasi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Dr. Rusdi mengatakan, pelatihan jurnalistik tersebut akan sangat memberikan manfaat bagi siswa. Menurut dia, saat ini kebanyakan masyarakat Indonesia masih menganut perilaku menonton. “ Kita harus mengubah perilaku menonton menjadi pembaca, lebih jauh lagi menjadi budaya menulis dan budaya be-

lajar. Mudah-mudahan Bekasi menjadi masyarakat yang selalu belajar,” kata Rusdi. Manager marketing dan komunikasi, “ Windu Djajadiredja mengaku bangga dengan aktifnya para siswa dalam membahas sejumlah topik yang dibahas setiap hari,” katanya. Ia juga mengapresiasi tingginya minat membaca koran di setiap kelas di SMAN 1 Cikarang Pusat. Setiap bulan, siswa di tiap kelas di sekolah tersebut selalu membahas topik-topik hangat yang dimuat Pikiran Rakyat. Bahkan para siswa di tiap kelas urunan untuk berlangganan koran.. Pada kesempatan yang sama, jiga diresmikan papan baca di SMAN 1 Cikarang Pusat. Kepala SMAN 1 Cikarang Pusat Dadan Hendarman menyambut baik pelatihan jurnalistik yang digelar. Ia berharap pelatihan jurnalistik dan papan baca yang dipasang di sekolahnya dapat lebih memancing minat membaca dan menulis serta membuka wawasan para siswa. (**)

Pemkab Bekasi

MTQ Tingkat Jabar
Wibawa MuktiPemkab Bekasi berharap juara umum dalam pergelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada April mendatang di Kota Depok Jawa Barat.
HARAPAN itu disampaikan Kepala Seksi Penamas Kantor Departemen Agama Kabupaten Bekasi, H Sobirin sesuai keinginan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, H Dadang Mulyadi. “Saat saya melakukan kordinasi, Sekda sangat mengharapkan Kabupaten Bekasi bisa memperoleh predikat juara umum pada MTQ mendatang,” kata Sobirin, saat dihubungi di ruang kerjanya, belum lama ini. Menurut Sobirin, harapan Sekda itu, merupakan hal yang wajar, karena predikat juara umum dalam setiap event bagi pemerintah daerah merupakan sesuatu yang sangat

Targetkan Juara Umum
membanggakan. Karena peringkat tahun lalu sebagai acuan untuk dapat lebih baik. Paling tidak katanya, jika tidak juara umum masuk pada peringkat tiga atau dua. Guna meluluskan keinginan pemerintah daerah itu, menurut Sobirin pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan terhadap Qori dan Qoriah yang akan diterjunkan dalam lmba MTQ tingkat Jawa Barat itu. Menjawab pertanyaan, Sobirin mengatakan pada awal Februari ini akan melakukan pembinaan terhadap 42 Qori/ Qoriah seluruh cabang. Pembinaan ini merupakan pembinaan tahap dua di Baplkes, sebelumnya pembinaan dilaksanakan pada Desember lalu di Hotel Citra Kota Bekasi. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari. “Pembinaan ini akan terus kami giatkan, guna memenuhi harapan pemerintah daerah untuk merebut peringkat juara umum,” katanya. Dikatakan Sobirin, ke 42 Qori/Qoriah itu nantinya akan mengikuti sembilan cabang lomba di antaranya, tilawah, murotal, tahfid, MFQ, MSQ, Kaligrafi dan M2KQ. Dengan pembinaan itu diharapkan seluruh peserta dapat lebih menguasai ilmu yang dimiliki sehingga dapat bersaing dan meraih juara. “Insya Allah, apa yang kita harapkan membuahkan kenyataan,” kata Sobirin penuh harap. (***)

Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010 63

Pendidikan

2010 Dana Pendidikan Kabupaten Bekasi
Wibawa MuktiDana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2010 dari Departemen Pendidikan untuk Kabupaten Bekasi sebasar Rp 53 miliar. Bila ditambah dengan alokasi pendidikan APBD 2010 Rp 5,6 miliar, maka dana pendidikan 2010 Kabupaten Bekasi mencapai Rp 58,6 miliar. Jumlah tersebut berbeda dengan jumlah tahun 2009.
KEPALA Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rusdi mengatakan DAK akan dialokasikan untuk pengadaan mebeler, perpustakaan, buku serta komputer untuk Sekolah Dasar (SD). Rehab ruang kelas, membangun ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratorium untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Menurut Rusdi, penentu kebijakan prioritas bantuan DAK adalah pusat, sehingga DAK pada tiap tahunnya berubah, secara kebetulan tahun 2010 bantuan DAK senilai Rp 93 miliar untuk seluruh Indonesia dialokasikan untuk perpustakaan dan rehab ruang kelas. Hal tersebut menjadi prioritas nasional yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Ada tiga hal yang dialokasikan

Mencapai Rp 58,6 Miliar
dalam DAK, tambah Rusdi, diantaranya, peningkatan akses, peningkatan mutu, peningkatan tata kelola dan pencitraan publik. Untuk pengawasan pelaksanaannya, ujar Rusdi akan dilakukan langsung oleh Kejaksaan Negeri (Kejari). Sedangkan Disdik sendiri sudah membuat SK untuk monitoring itu perwilayah, dari bidang sarana prasarana juga ada. Karena keterbatasan waktu Disdik tidak bisa melakukan secara terus menerus, tapi hanya bersifat insidentil. Tahun 2010 Provinsi Jawa Barat tidak ada alokasi bantuan rhole sharing. Disdik hanya mendapat bantuan Rp 14 miliar untuk 30 ruang kelas baru dan Rp 5 miliar untuk pengadaan alat laboratorium untuk SD, SMP, SMA dan SMK. (**)

Siswa SMKN 1 Tambelang Belajar di Bengkel
Wibawa MuktiSMKN 1 Tambelang yang berdiri sejak 2002 dengan bidang kejuruan, listrik, auto video, teknik komputer dan jaringannya, pada saat ini masih kekurangan sarana dan prasarana. Siswa di sekolah itu sekitar 788 orang terbagi 22 kelas untuk kelas X (8 kelas), kelas XI (7 kelas) dan kelas XII (7 kelas), ruang kelas yang ada untuk kegiatan belajar mengajar, pada saat ini baru ada 17 ruang artinya masih kurang 5 ruang. Menurut pantauan HaBe di lokasi pada saat ini siswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar menggunakan ruang bengkel, dan ada juga yang melakukan belajarnya di masjid milik sekolah. Kondisi ini dirasakan sangat mengganggu kegiatan belajar dan mengajar. Kepala SMKN 1 Tambekang, Manito Puji Haryanto yang belum
64 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

lama menjadi kepsek di sekolah tersebut, sangat mengkhawatirkan siswanya apalagi pada saat ini sudah mendekati masa pelaksanaan ujian nasional (UN). Di tengah kesempatan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang di adakan di Kecamatan Tambelang belum lama ini, Manito sempat mengusulkan masalah kekurangan lokal di sekolahnya kepada Pemkab Bekasi dan juga minta difasilitasi pemagaran lingkar sekolah, lapangan olah raga, ruangan perpustakaan dan ruangan bengkel, agar dapat diperioritaskan. Hal senada juga disampaikan H Nanang Bardosono, Kasubag Tata Usaha (TU) SMKN 1 Tambelang saat dihubungi HaBe di ruang kerjanya mengatakan, sekolahnya masih banyak kekurangan ruangan

belajar, sekitar lima ruang lagi untuk mencukupi sarana rombongan belajar (Rombel) yang pada saat ini mencapai 22 kelas, dan ruangan saat ini baru 17 ruangan. Selain itu katanya, lapangan olahraga pun belum layak pakai, pasalnya lapangan tersebut mudah dimasuki air rembesan dari sawah, karena lapangan tersebut masih rendah dan tanahnya lembab. “Saya berharap Pemkab Bekasi dapat memperioritaskan semua kekurangan di sekolah ini, seperti lima ruang kelas, lapangan olahraga, yang bisa dijadikan tempat pelatihan pramuka dan paskibra, dan jalan pagar lingkar di sekolah ini agar siswa disiplin, sehingga dapat menciptakan hasil yang sempurna,” kata H Nanang. (***)

Sekda Kunjungi Siswa Peserta UN
Wibawa MuktiSekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Drs H Dadang Mulyadi, didampingi Asisten Tata Praja dan Kepala Dinas Pendidikan, Senin (22/03) memantau pelaksanaan UN (Ujian Nasional) di beberapa sekolah lanjutan atas.
DARI pantauan di SMA 1 Cikarang Pusat, SMA 1 Cikarang Utara dan SMK 1 Cikarang Barat, Sekda menyatakan pelaksanaan UN di Kabupaten Bekasi berjalan lancar. “Seluruh siswa bisa mengikuti ujian dengan baik, kita berharap UN tahun ini seluruh siswa dapat lulus seratus persen,” katanya. Menurut Dadang prosentase kelulusan siswa tahun ini menjadikan ukuran pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan, sejauhmana mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi. Rombongan Sekda saat itu selain memantau pelaksanaan UN juga memantau fasilitas sekolah. Menurut Dadang seluruh sekolah

Space Foto Sekda Kunjungi Siswa Peserta UN
yang dikunjunginya sudah memiliki fasilitas yang mamadai. Dikatakan Dadang, tahun ini sekitar 17 ribu siswa tingkat SMA/ SMK yang mengikuti UN di Kabupaten Bekasi, dengan demikian pihaknya memohon doa dan dukungan agar seluruh siswa dapat lulus seratus persen. Asep Saepullah, Kepala SMA 1 Cikarang Utara mengatakan, di sekolahnya ada sekitar 475 peserta UN dan keseluruhannya memgikuti UN. Namun katanya, ada juga dari SMA Islam Karang Bahagia sebanyak 18 siswa dan 23 siswa dari SMA Cendekia Dewantara yang mengikuti UN di sekolahnya. Sementara itu, di SMA 1 Cikarang Pusat terdapat 256 siswa yang mengikuti UN, namun seorang siswa menurut Kepala SMA 1 Cikarang Pusat, Ddan Hendarman tidak dapat mengikuti UN disebabkan sakit. (***)

SDN 01 Srimahi Butuh Tambahan Meubeler
Harapan saya Pemkab Bekasi segera memberikan bantuan meubeler yang masih kami butuhkan sat ini

Wibawa MuktiSDN 01 Srimahi di Kampung Alas Malang/Pulau Dadap, Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada saat ini kekurangan meubeler sehingga mengganggu kegiatan belajar dan mengajar. Pantauan di lokasi, di setiap ruangan kelas meubeler yang ada tidak lebih dari 20 paket, padahal hampir setiap kelas mulai dari kelas 1 sampai kelas VI kira-kira 42 siswa artinya 1 kursi harus diduduki 2 murid. Kepala SDN 01 Srimahi H. Cece Siswandi, Spd saat dihubungi HaBe di ruang kerjanya mengatakan, masalah gedung sekolah yang baru pihaknya tidak tahu, masalahnya dirinya

menjadi kepsek di sekolah ini baru empat pekan. H. Cece menambahkan, saat ini sekolahnya sangat mebutuhkan meubeler, apalagi sekarang sudah mendekati masa ujian nasional (UN). “Saya sangat khawatir dengna keadaan seperti ini akan mempengaruhi kegiatan belajar,” katanya. Menyinggung persoalan lapangan olahraga Cece mengatakan, lapangan yang ada di depan sekolah, keadaannya sangat kritis, selain becek dan berlumpur, juga ditumbuhi ilalang, sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan ekstra kurikuler. “Harapan saya Pemkab Bekasi segera memberikan bantuan meubeler yang masih kami butuhkan sat ini,” kata Cece. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 65

Info Kesehatan

Pemkab Bekasi

Tanggung Biaya Perawatan Gia
SEKDA Kabupaten Bekasi, H Dadang Mulyadi mengatakan pihaknya tetap konsisten memberikan bantuan pada warga miskin yang kesulitan untuk berobat. “Kita butuh data otentik dan informasi yang lengkap untuk memenuhi unsur bantuan tersebut,” kata Dadang. Menurutnya, pengobatan akan ditanggung penuh Pemkab Bekasi melalui Jamkesda termasuk bantuan dari sejumlah pengusaha. “Saat ini jamkesda Pemkab Bekasi Rp8 miliar yang akan disalurkan untuk beberapa pasien warga miskin, di antaranya, Gia, Ibu Nasum dan tiga anak tanpa anus di Babelan. Untuk Gia akan terus kita dampingi dari mulai pengobatan, perawatan sampai rehabilitasi mental dan saraf,” kilah Dadang. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Muharmansyah Boestari menyatakan kalau Gia akan ditangani dokter profesional di bidangnya masingmasing. “Misalnya untuk jantung, ada spesialis jantung, untuk saraf otak, ada dokter saraf otak dan untuk terapi lainnya ada juga yang membimbingnya,” kata Muharmansyah. Sebelumnya, Bupati Bekasi, Sa’duddin juga menyempatkan diri menjenguk Gia ke RSUD Kabupaten Bekasi. Sa’duddin berpesan pada ayah Gia, Bahtiar Angoktasan kala itu, menikah lagi agar Gia ada yang menjaga. “Sudahlah, bapak tidak usah memikirkan biaya pengobatan Gia, semua akan ditanggung Pemkab Bekasi,” kata Sa’duddin saat itu. (***)

Wibawa MuktiPemkab Bekasi menanggung biaya perobatan Gia. Hal itu terungkap dalam acara jumpa pers Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi di RSUD Kabupaten Bekasi, Rabu (24/02).

Dadang Mulyadi

66 Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010

Pemkab Bekasi

Bantu Biaya Operasi Bayi Daimanto
Wibawa MuktiDitemui di rumahnya di Telaga Murni Blok AI No 23 RT 001/16 Desa Telaga Murni, kecamatan Cikarang Barat, Daimanto terlihat begitu sibuk.
SUDAH dua hari dia kurang tidur, karena terus mencari biaya untuk anak keduanya yang tengah terbaring di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Daimanto kebingungan karena penyakit anaknya (Meningocel pastrior) ini perlu dioperasi dan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Buruh Pabrik Baja, PT Gunung Garuda ini kemudian mengeluarkan foto lusuh dari kantung belakang celanannya. “Saya bingung mas….,” singkatnya mengawali perbincangan. Daimanto menunjukkan foto anak keduanya yang belum diberi nama itu. Di atas kepala bocah berusia sekitar 44 hari ada benjolan yang nyaris sebesar kepalanya sendiri. “ dokter bilang kepala anak saya kelebihan cairan dan harus menjalani operasi besar dengan biayay Rp 37 juta,” katanya sambil menunjukan surat dari RSCM. Hari Daimanto berencana mendatangi Dinkes Kabupaten Bekasi untuk memastikan janji kepala dinkes kabupaten bekasi, Muharmansyah Boestari untuk membantu anak malangnya. “saya akan datang ke dinas kesehatan menemui dr. Rita dan minta tolong supaya biaya anak saya bisa dipenuhi semuanya. Karena saya gak punya biaya,”tuturnya. Anak kedua Daimanto ini masuk ke RSCM sejak 26/01 lalu. Karena tak memiliki biaya yang dibutuhkan, terpaksa harus menginap diRSCM Bersama ibunya, menunggu bantuan. Sementara pihak rumah sakit RSCM menargetkan operasi akan dilakukan Selasa (02/02). Kepala Dinkes Kabupaten Bekasi, yang akrab disapa Ari ini, mengaku siap membantu. “Pada dasarnya kita siap membantu bayi Daimanto yang sedang di RSCM itu, hanya saja kalau angkanya sebesar Rp37 juta, saya harus menghadap Bupati agar memberikan izin megeluarkan peraturan bupatinya. Dengan Perbup itulah Dinas Kesehatan bisa membantu sepenuhnya biaya pengobatan bayi tersebut,” ungkapnya. (**)

Pemkab Bekasi Masuk 5 Besar Population Award
Wibawa MuktiPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam hal Kependudukan dan Keluarga Berencana masuk nominator lima besar se Jawa Barat, penilaian tersebut diberikan Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan (IFPPD) Jawa Barat beranggotakan para anggota DPRD Jawa Barat, yang concern terhadap kependudukan. IFPPD selanjutnya melakukan penilaian untuk Population Award, menentukan juara terbaik, penilaiannya terfokus pada isu kependudukan. Aspek yang dinilai adalah anggaran, aturan, sarana dan prasarana untuk program kependudukan. Lima besar terbaik se Jawa Barat antara lain, Kota Banjar, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Ciamis, Kota Cimahi dan Kabupaten Indramayu. TIM juri yang melakukan penilaian terdiri dari Pusat Peneliti Kependudukan dan Pengembangan SDM, Universitas Pajajaran (Suroso Dasar). Pimpinan Redaksi Bandung TV (Us Tiarsa), Pemerhati Program Kependudukan (Saut Munthe), didampingi utusan dari UNFPA, Ikatan Penulis dan Pemerhati Keluarga Berencana, Koalisi milik dan IFPPD Jawa Barat. Untuk mendorong Kabupaten Bekasi menjadi yang terbaik, Keluarga Berencana lebih memfokuskan kinerjanya dengan mengadakan penyuluhan Kader KB se Kabupaten Bekasi di kantor Kecamatan Cikarang Utara, beberapa waktu lalu. Kabid KB Kabupaten Bekasi, Mumuh Mulyana mengatakan, sebelumnya jumlah Kader KB ada 187 orang sesuai jumlah desa dan kelurahan yang ada. Mengingat lajunya perkembangan penduduk ditingkatkan menjadi 192 orang, terutama untuk Kecamatan Tambun Utara dan Selatan. “Kader KB ditambah menjadi dua orang per desa, yang nantinya para kader akan memberi penyuluhan kepada masyarakat, bagaimana hidup sehat dengan melakukan penundaan kelahiran bayi, sehingga menjadikan keluarga mereka menjadi keluarga sehat dan sejahtera,” ujar Mumuh. Lebih lanjut dikatakan Mumuh, Kabupaten Bekasi pasti meraih juara terbaik se Jawa Barat, karena Bupati Bekasi.Drs.H Sa‘duddin MM, amat serius menyikapi tentang kependudukan dan KB, bahkan menurutnya Bupati tak segan turun ke pelosok Desa,mendata perkembangan penduduk dan para pengguna akseptor KB. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 67

Info Kesehatan

Pemkab Bekasi

Siapkan Rp8 Miliar untuk Jamkesda
Wibawa MuktiPemerintah Kabupaten Bekasi pada 2010 meningkatkatkan anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) hampir mencapai 100 persen, dari anggaran sebelumnya Rp4,6 miliar menjadi Rp8 miliar. Peningkatan itu untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin.
miskin, khususnya masyarakat Kabupaten Bekasi. “Kami berharap dengan Jamkesda masyarakat miskin yang membutuhkannya, dapat merasakan manfaat dan kegunaannya. Untuk mendapatkan Jamkesda tentu melalui prosedur yang telah ditentukan,” ujar Dadang. Menyinggung proses pengurusan Jamkesda, Dadang mengatakan, masyarakat akan diberikan kemudahan-kemudahan, dan ditekankan khususnya kepada pihak terkait yang berhubungan dengan pengurusan Jamkesda tidak mempersulit masyarakat dalam pengurusannya. “Kami tekankan kepada pihakpihak yang terkait dalam pengurusan Jamkesda, agar tidak mempersulit masyarakat, mulai dari pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sampai dengan surat-surat kelengkapan lainnya, kalau mayarakat layak menerima kenapa tidak,” jelasnya Karena menurutnya, anggaran Jamkesda yang ada, harus benarbenar dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkannya, jangan sampai Jamkesda yang ada dipergunakan bagi masyarakat yang sudah mampu, dengan kata lain, akhirnya tidak tepat pada sasaran. “Semoga saja apa yang telah menjadi harapan kami, semua dapat berjalan dengan baik dan mengena pada sasarannya, karena semuanya diperuntukkan kesejahteraan masyarakat yang benar-benar membutuhkannya. Apalagi semua itu harus dipertanggungjawabkan kelak,” imbuh Dadang. (***)

HAL itu dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, H Dadang Mulyadi usai melakukan kunjungan kerja di RSUD Kabupaten Bekasi, sekaligus melihat secara langsung perkembangan kondisi kesehatan Dea, pada pekan kemarin. Dikatakan Dadang, ditambahnya anggaran Jamkesda Kabupaten Bekasi 2010, adalah salah satu upaya Pemkab Bekasi memberikan peningkatan bantuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
68 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Kami tekankan kepada pihakpihak yang terkait dalam pengurusan Jamkesda, agar tidak mempersulit masyarakat, mulai dari pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sampai dengan surat-surat kelengkapan lainnya, kalau mayarakat layak menerima kenapa tidak

Pelayanan KB
Wibawa MuktiPelayanan KB yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB), Kabupaten Bekasi, di Sucofindo, Cibitung, Cikarang Barat, menuai hasil yang menggembirakan.

Terus Meningkat
12 dokter yang diterjunkan kelokasi pelayanan di ketua dr Frits SpoG. Dengan sigap melakukan thubektomi, sehingga kegiatan cukup sukses terlaksana. Menurut dr Frits juga sebagai perwira tinggi di angkatan udara itu menjelaskan, persaratan untuk melakukan thubektomi harus sudah memiliki anak dua atau lebih, tidak mempunyai penyakit jantung, darah tinggi, serta harus ada surat persetujuan suami – istri. Lebih jelas dikatakan perwira tinggi itu, thubektomi itu adalah tindakan medis untuk menutup tuba uterine dengan maksut untuk tidak terjadi kehamilan, atau tidak mendapat keturunan sementara, dengan jangka waktu panjang sesuai keinginan nya. Apa bila kelak dia menginginkan keturunan kembali, hal tersebut dapat dikembalikan seperti semula. “Kabupaten Bekasi total fertility rete (tfr) nya mencapai 2,6 persen, sementara tingkat jawa barat angka kelahiran nya rata mencapai 2,3 persen”. Kata doter manado ini. Oleh sebap itu katanya, pemerintah kabupaten bekasi lebih serius lagi memperhatikan program KB di wilayah nya. Sehingga angka populasi jumlah penduduk nya dapat tertekan. Jelas nya. Sementara itu Ketua IPKB Kabupaten Bekasi. Achmad Syafariel kepada HaBe menjelaskan, bahwa pelaksanaan pelayanan MOW, sangat memuaskan, perawatan lanjut kepada akseptor yang telah melakukan MOW, cukup dimanjakan, karena kondisi mereka paska operasi sangat lemah., sehingga kaum perempuan tersebut dimanjakan, dengan menolong memberi kan udara segar pada mereka. Bahkan katanya cukup puas dengan kesigapan petugas KB, yang begitu kompak. Serta jumlah akseptor yang cukup memuaskan.”semoga hal ini dapat menjadikan Kabupaten Bekasi daerah yang dapat menekan liar nya laju penduduk nya, serta kehidupan ekonomi masyarakatnya dapat terdongkrak lebih baik” Katanya pula.(***)

PULUHAN kaum Perempuan dari berbagai desa dan kelurahan, mendatangi lokasi pelayanan, dengan diantar petugas KB, yang bertugas di 23 Kecamatan, seKabupaten Bekasi. Pelayanan yang di adakan tersebut adalah Medis Opertif Wanita (MOW), atau yang dikenal dengan istilah thubektomi, bekerjasama dengan tim dokter dari rumah sakit angkatan udara, halim perdana kusuma, Jakarta timur.

Faktor Gizi dan Kesehatan Pengaruhi Pertumbuhan Anak
Wibawa MuktiPara orang tua mesti menyadari betapa pentingnya pendidikan anak usia dini bagi putra-putrinya. Berdasarkan penelitian di dunia kedokteran otak manusia pada saat dilahirkan kurang lebih sama, tapi yang membedakannya, semakin banyak jaringan otak terbentuk dan sebaliknya jika otak jarang dipergunakan, maka semakin kurang jaringan otak tersebut. Kepala UPTD PAUD SD Serang baru Kabupaten Bekasi Mahpudin SPd, mengatakan sejak di dalam kandungan otak anak harus dirangsang melalui pendidikan prenatal yang dilakukan secara religious atau budaya. Selain itu factor gizi dan kesehatan sangat menentukan berhasil tidaknya pendidikan anak. Sebab factor gizi, kesehatan dan stimulasi intelektual secara sinergis berpengaruh pertumbuhan dan perkembangan anak. “Stimulasi pada tahun-tahun pertama kehidupan anak sangat mempengaruhi struktur fisik otak anak. Hal tersebut sulit diperbaiki pada masa kehidupan selanjutnya,” ujar Mahpudin. Jadi, tambah Mahpudin, rangsangan otak menuntut adannya pengintegrasian aspek pendidikan, gizi dan kesehatan sebagai factor yang saling terkait satu sama lain secara berkesinambungan dalam proses tumbuh kembang anak. Karenanya, para orang tua harus memahami bahwa berfungsinya otak adalah hasil interaksi dari cetak biru genetis dan lingkungan. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 69

Tips Kesehatan

Buah Pisang
Buah kesukaan si amang, ini ternyata memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Semua orang tahu bahwa buah pisang memiliki banyak manfaat
JANGAN menyepelekan khasiat buah pisang. Buah panjang yang tidak mengenyangkan ini disukai banyak orang, termasuk Perdana Menteri Inggris Gordon Brown. Setiap hari sang isteri, Sarah Brown mencekokinya dengan sembilan buah pisang. Dan itu kunci segar bugarnya sang perdana menteri. Pisang yang biasa menjadi makanan cuci mulut ini mengandung 9 kandungan gizi dan mengembalikan energi. Dibanding buah lain, pisang memang cenderung mudah dinikmati karena tidak perlu lagi diolah. Buah ini tak hanya mudah di cerna, min C dan 72 gr air. Pisang memang padat energi dan kaya khasiat karena secara umum, kandungan gizi buah pisang sangat banyak, terdiri dari mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak, dan lain-lain, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya. Buah pisang mengandung mineral yang kaya seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral dalam pisang, khususnya besi, hampir 100 persen atau seluruhnya dapat diserap tubuh. Kandungan vitamin yang sangat tinggi pada pisang adalah provitamin A, yakni betakaroten, sejumlah 45 mg per 100 gram berat kering. Sedangkan pada apel hanya mengandung 15 mg. Selain itu, pisang juga mengandung metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas seharihari. Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Oleh sebab itu, tentu akan lebih baik jika sehabis makan pagi atau makan siang, Anda menikmati pisang. Terutama di pagi hari sebelum memulai pekerjaan, Anda sudah menyimpan kandungan energi bagi otak Anda dengan pisang. Selain itu, pisang memiliki serat yang baik untuk pencernaan. Namun untuk mendapatkan manfaatnya, Anda perlu cermat memilih. Pasalnya hanya pisang yang matang saja yang dapat mengubah gula darah menjadi glukosa alami, serta cepat diabsorsi ke dalam peredaran darah. Ciri-ciri pisang yang matang, adalah pisang yang kulitnya berwarna hijau kekuning-kuningan dengan bercak cokelat atau kuning. Semua kandungan dalam pisang matang tersebut, akan memberikan beberapa manfaat kesehatan. Dalam riset di sebuah sekolah Inggris membuktikan bahwa kandungan potasium pada pisang membuat para pelajar jadi lebih aktif dalam proses belajar. 200 responden sekolah tersebut mampu menyelesaikan ujian akhir hanya dengan sarapan pisang.

Manfaat

sebuah pisang yang matang mengandung 99 gram (gr) kalori, 1,2 gr protein, 0,2 gr lemak, 25,8 miligram (mg) karbohidrat, 0,7 gr serat, 8 mg kalsium, 28 mg fosfor, 0,5 mg besi, 44 RE vitamin A, 0,08 mg vitamin B, 3 mg vita70 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin). Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan

Mereka juga kerap mengkonsumsi pisang saat jam istirahat serta makan siang, sebab pisang mampu meningkatkan kekuatan otak. Di sisi lain, pisang juga bermanfaat bagi kecantikan. Sebagaimana buah-buah lain, seperti alpukat, bengkuang dan mentimun, pisang juga kerap dijadikan sebagai masker wajah, atau untuk mengatasi rambut rusak dan menghaluskan tangan. Pisang juga punya peranan dalam menurunkan atau menaikkan berat badan. Sebuah penelitian telah membuktikan, bahwa seseorang mampu menurunkan berat badannya dengan hanya memakan pisang. Bila ingin menghilangkan berat badan, caranya gampang. Setiap hari konsumsilah empat buah pisang dan empat gelas susu non fat atau susu cair dalam sehari. Lakukan selama tiga hari dalam seminggu. Dari pisang dan susu tersebut, Anda mendapatkan 1,250 kalori. Menu ini cukup menyehatkan bagi tubuh Anda. Selain menurunkan berat badan, diet pisang juga membantu kulit wajah menjadi lebih bersih dan tidak berminyak. Sedangkan yang ingin menambah bobot tubuh,

konsumsilah satu gelas banana shake yang dicampur madu, kacang dan mangga, sesudah makan. Menu ini bila dikonsumsi setiap hari, akan membantu menaikkan berat badan. Belum banyak yang tahu, bahwa pisang ternyata juga mampu membantu perokok mengatasi kecanduan nikotin. Kandungan vitamin B6 dan B12 yang terdapat di pisang, dapat menetralisir pengaruh nikotin dalam tubuh. Bahkan enzim bromelain yang terkandung di pisang pun, terbukti dapat meningkatkan libido pria. Dalam Medicinal Uses of Bananas (www.banana.com, 2002) menyebutkan, bahwa pisang mempunyai manfaat dalam penyembuhan anemia, menurunkan tekanan darah, tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu diet, kulit pisang dapat digunakan sebagai cream antinyamuk, membantu sistem syaraf, dapat mengurangi stres, mencegah stroke,

mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman lambung, dan sebagainya. Bahkan bagi para penikmat clubbing. Buah pisang dapat mengurangi rasa pening akibat kebanyakan minum beralkohol, karena zat magnesium dalam pisang membuat kepala tidak pening setelah mengkonsumsi alkohol berlebih. Jadi makanlah pisang. Selain harganya yang murah, buah si Amang ini banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. (***)

Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010 71

Kuliner
Teri Karamel

Soto Ayam Ambengan

Bahan : Ikan teri kering 300 gram, bersihkan Serai irisan halus 2 sendok makan, goreng matang Air asam 1 sendok makan Garam secukupnya Gula pasir 50 gram Air 30 ml Bumbu Dihaluskan : Bawang putih 5 siung Bawang merah 6 buah Cabai merah 3 buah Cara Membuat : 1. Rebus gula dengan air hingga gula leleh. Jangan sampai gosong, sisihkan. 2. Goreng ikan teri hingga matang, sisihkan. 3. Tumis bumbu yang dihaluskan dengan irisan serai aduk - aduk hingga harum. Masukkan air gula dan air asam aduk - aduk hingga air meresap ke bumbu. 4. Masukkan teri aduk hingga rata. 5. Sajikan.
72 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Bahan : 1 ekor ayam 2 batang serai, memarkan 4 lembar daun jeruk purut 1/2 liter air 2 sdt garam 50 gram udang, goreng, haluskan 2 siung bawang merah, haluskan Bumbu dihaluskan : 6 siung bawang putih 2 cm kunyit 1/2 sdt merica bubuk 5 butir kemiri sangrai Pelengkap : 200 gr soun, seduh air mendidih, tiriskan 3 batang daun bawang 3 batang daun seledri 5 butir telur, rebus, potong - potong membujur Bawang goreng Jeruk nipis Sambel cabe rawit Kecap manis sesuai selera Poyah Sambal (haluskan) : 15 cabe rawit, rebus Garam secukupnya Bumbu penyedap rasa secukupnya Cara Membuat : 1. Ayam direbus bersama dengan serai daun jeruk dan garam hingga lunak. 2. Tiriskan ayam, digoreng hingga kecoklatan lalu suwir - suwir. 3. Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan ke dalam kaldu. 4. Tumis bawang merah halus sebentar lalu campur dengan udang sampai harum, masukkan ke dalam kuah. 5. Sajikan soto dengan cara : taruh daging ayam, soun, daun daunan, telur, ke dalam mangkuk. Siram dengan kuah. Beri perasan jeruk nipis. Taburi dengan bawang goreng dan poyah. Cara Membuat Poyah : * Krupuk udang dicampur dengan bawang putih goreng, lalu dihaluskan dan ditambah dengan sedikit garam dan gula serta bumbu penyedap secukupnya.

Dadar Gulung

Jus Pepaya Nanas
Bahan: 400 gr Pepaya 200 gr Nanas 200 ml air matang 1 sdm gula pasir Cara membuatnya: · Masukkan semua bahan dalam blender, proses hingga halus. · Tuang kedalam gelas saji, garnish dengan potongan Nanas dan Cherry merah. · Sajikan bersama ice cube bila suka

Kopyor Fantasi

Bahan kulit: 2 btr telur 250 gr tepung terigu 500 ml santan ½ sdt garam 2 tetes pewarna hijau minyak goreng untuk polesan. Bahan isi : ½ btr kelapa parut 150 gr gula jawa sisir halus 2 lbr daun pandan 100 ml air Cara membuat: Dadar : · Taruh tepung dalam wadah, beri telur dan garam, aduk sambil tuangi santan sedikit demi sedikit hingga santan habis dan menjadi adonan encer. Beri pewarna hijau, aduk rata. · Siapkan wajan dadar.olesi dgn minyak.tuang lk. 2sdm adonan,bentuk dadar tipis, angkat,sisihkan. · Ambil selembar kulit. letakkan 1sdm adonan isi.lipat dan gulung.seperti amplop. Isi : Campur semua bahan dalam wajan biasa, masak dengan api kecil hingga menjadi adonan unti.

Es Rawon

Bahan : Cincau hitam 150 gram, potong dadu kecil Sari kelapa 100 gram Es batu secukupnya Sirup : Gula pasir 75 gram Gula merah 100 gram, sisir halus Daun pandan 1 lembar Air 400 ml Esens frambozen 1/4 sendok teh Cara Membuat : 1. Sirup : campur semua bahan kecuali esens frambozen, masak hingga mendidih, angkat dan saring. Tambahkan esens frambozen, aduk rata. 2. Letakkan cincau dan sari kelapa dalam gelas saji, lalu tambahkan sirup dan es batu. Hias sesuai selera. 3. Sajikan.

Puding Serut : Agar - agar bubuk warna merah 1 bungkus Air 600 ml Gula pasir 80 gram Essen frambozen secukupnya Kopyor : Agar - agar bubuk warna putih 1 bungkus Santan cair 600 gram Gula pasir 60 gram Daun pandan 2 helai Sirup : Gula pasir 200 gram Air 200 ml Essen vanili 1/2 sendok teh Cara Membuat : Bahan : Campur agar - agar, air dan gula pasir aduk hingga mendidih. Masukkan essen frambozen aduk rata, siapkan loyang yang sudah dibasahi dengan air matang dinginkan. Serut dengan serutan bulat - bulat besar, sisihkan. Kopyor : Campur santan, agar - agar, gula pasir dan daun pandan hingga mendidih. Siapkan mangkuk yang berisi es batu dan air es, tuang agar - agar sedikit-sedikit diatas es batu lakukan hingga agar agar habis. Sirup : Campur semua bahan aduk hingga rata dan mendidih, dinginkan. · Sajikan kopyor bersama dengan agar - agar serut dan sirup.
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 73

Infotainment

Imbau Artis Tak Lupa Kampung Halaman
Walau tengah sibuk menjalani profesi baru sebagai seorang Wakil Gubernur Jawa Barat, artis Dede Yusuf menyempatkan diri menghadiri acara Karya Panggung Musik GaSS yang dihelat di Kampung GaSS, Lapangan Gazibu, Bandung.
KESEMPATAN itu digunakannya untuk memberikan himbauan pada seluruh warga Bandung pada khususnya, agar bisa memberikan sumbangsih dalam membangun kota yang berjulukan Paris Van Java itu. "Di sini kita berkumpul untuk memberi sumbangsih dan mengabdi kepada kota asal kita, karena selama ini kan kita selalu berada di pusat. Setelah selama ini kita udah dapet prestasi, rejeki dan berbagai kemudahan, tentunya pengen kembali mengabdi untuk kampung halaman," kata Dede, Rabu (10/3). "Ini merupakan satu rangkaian dalam rangka memperingati hari ulang tahun kota Bandung. Tentunya akan banyak kegiatan, kita juga bikin RBT (Ring Back Tone, Red) untuk kota Bandung dan Persib. Saya berharap sih acara seperti ini gak cuma diadakan di Bandung saja nantinya, tapi bisa di seluruh Jawa Barat merata," sambungnya. Selanjutnya, putra dari artis senior Rahayu Effendi ini berharap agar Pemerintah bisa lebih memberikan apresiasi terhadap para seniman dan artis di Indonesia. Dirinya selaku wakil dari lembaga pemerintahan juga memberikan apresiasi dengan mendukung suksesnya acara ini. Karena tak bisa dipungkiri, menurutnya, para artis sebagai pelaku dunia hiburan telah memberikan kontribusi pajak yang lumayan besar terhadap pemerintah. Lalu bagaimana dengan karirnya kini? Apakah dirinya telah meninggalkan dunia keartisan untuk selanjutnya total berkecimpung di kancah politik nasional? "Kalau itu belum tahu, yang penting di sini saya merasakan rasa persaudaraan sebagai sesama artis yang berasal dari Jawa Barat. Dan tentunya saya juga yakin kalau temen-temen artis juga punya banyak potensi dari sekedar berkecimpung di dunia entertain. Jadi peluang selanjutnya ya masih sangat luas. Mereka bisa jadi seperti saya, yang terjun ke politik dan mengembangkan potensi satu daerah," pungkasnya. (***)

Dede Yusuf

74 74 Wibawa Mukti

Edisi 0I - 2010

Prihatin Sinetron Agamis Tak Diminati
Artis sinetron Astri Ivo di Bekasi, menyatakan kegalauan hati melihat tayangan sinetron yang menawarkan alur cerita seputar kelicikan, dendam, mistis, iri hati dan percintaan secara vulgar yang justru banyak digemari pemirsa.
"Harusnya kalau menonton sinetron ada nilai positif atau pun pesan moral yang bisa diambil. Tapi anehnya sinetron dengan rating tinggi justru yang menawarkan sesuatu yang sifatnya instan dan bahkan tidak pantas ditiru," ujar Astri, artis yang seangkatan dengan Rano Karno itu. Astri coba menawarkan alternatif sinetron yang lebih mendidik dan bernuansa agamis melalui sekuel Hamba-Hamba Allah, ternyata kurang diminati dan ratingnya kurang bagus, hingga serialnya tidak diperpanjang. Akibatnya, para produser pun akhirnya enggan membuat sinetron-sinetron semacam itu. Ia menilai masyarakat Indonesia banyak yang belum menjadi manusia cerdas setidaknya dalam memilih tontonan yang tidak memberikan tuntutan tapi hanya kesenangan serta kesewenang-wenangan. "Tuhan tidak akan memaksa seseorang untuk memilih apa yang baik bagi dirinya. Manusialah yang menentukan apa yang terbaik sesuai tuntunan agama," ujar Astri yang kini sibuk menjadi pengisi seminar. Pengalamannya sebagai seorang ibu dalam mendidik anak dan kemampuannya mengeksplorasi ide kini dikembangkan dengan seringkali menjadi pembicara di majelis-majelis taklim ibu-ibu termasuk mendorong si ibu dalam memilih sinetron Islami dan mengawasi anakanaknya menonton sinetron. (***)

Astri Ivo

Cut Keke

Takut Kiamat Dekati Anak
FILM 2012 yang mengisahkan akhir dunia ternyata cukup mempengaruhi pikiran masyarakat Indonesia belakangan ini. Salah satunya adalah Cut Keke. Perempuan cantik itu mengaku takut dengan hari akan datang tersebut jika benar-benar terjadi tiga tahun mendatang. Bahkan seperti parno bila mengingat rentetan kejadian di film itu. “Sangat pengaruh sekali pada saya. Apalagi kalau ingat. Saya kan masih punya anak yang masih kecil, jadinya saya selalu berusaha dekat dengan dia,” ujarnya di sela pembukaan Toy Watch di Plaza Indonesia. Dilanjutkan kendati film tersebut hanya ramalan dari kalender suka Maya, Arizona, Amerika Latin, tetapi Keke tetap yakin hari itu bakal tiba dan semua makhluk hidup mati. “Itu kemungkinan bisa saja namanya juga ramalan. Namun kalau namanya kiamat nggak ada yang bisa selamat. Sedang di film masih ada yang selamat dengan menaiki perahu super besar,” jelasnya. Lantas adakah rencana Keke jika tahun itu benar kiamat? Ibu satu anak ini tertawa. “Kita akan kumpulkan uang untuk beli pesawat supaya aman,” pungkasnya. (***)
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 75

Sosialisasi

Penyusunan Enam Rancangan Peraturan Bupati
Mengenai Desa Bagian Administrasi Tata Pemerintahan TA 2010
Pendahuluan Kabupaten Bekasi pada tahun 2008 telah berhasil membuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pemerintah Desa yang di dalamnya mengatur semua aspek yang diamanatkan oleh UU No 32/2004 dan PP No 72/2005. Akan tetapi aturan pelaksana dari Perda tersebut belum jelas. Untuk itu melalui Kegiatan Penyusunan Peraturan Bupati mengenai Desa yang dibiayai dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2010. Bagian Administrasi Tata Pemerintahn berinisiatif menyusun 6 rancangan Peraturan Bupati sebagai pedoman untuk memberikan rambu-rambu dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksana pembangunan dan pelayanan masyarakat pada tingkat pemerintahan desa serta untuk memenuhi kewajiban konstitusional, utamanya dalam hal pelaksanaan program legistasi daerah. Tujuan 1. Memberikan dasar hukum dan pedoman bagi pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan desa. 2. Mendorong pelaksanaan good governance dengan menerapkan prinsip transparansi,
76 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

akuntabiltas publik dan peran serta masyarakat. 3. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya tugas pemerintahan dan pembangunan serta terwujudnya kepemerintahan yang baik. Enam Rancangan Peraturan Bupati 1. Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa di Kabupaten Bekasi 2. Kedudukan Keuangan Kepala Desa dan Perangkat Desa 3. Pedoman Pelaporan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 4. Pedoman Pembentukan Rukun Tetanmgga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kabupaten Bekasi 5. Pedoman Teknis Pengelolaan Tanah Kas Desa di Kabupaten Bekasi 6. Pedomana Pembentukan dan Mekanisme Penyususnan Peraturan Desa Gambaran Singkat: 1. Perbup Pedoman Penyususnan Anggaran

Pendapatan Belanja Desa di Kabupaten Bekasi 1. Bahwa dalam mengelola Keuangfan Desa khususnya dana yang berasal dari bantuan Pemerintah Daerah, perlu adanya perencanaan dalam penggunaannya, sehingga efektif, efisien dan tepat sasaran. 2. Merupakan penjabaran dari Pasal 91 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2008 tentang pemerintahan Desa. 2. Raperbup Kedudukan Keuangan Kepala Desa dan Perangkat Desa 1. Bahwa Kepala Desa dan Perangkat Desa diberikan penghasilan tetap setiap bulannya dan/atau tunjangan lainnya sesuai dengan kemampuan keuangan desa yang ditetapkan setiap tahun dalam APBD Desa paling sedikit sama dengan upah Minimal Kabupaten kecuali Kepala Desa dan Sekretaris Desa yang berstatus sebagai PNS tidak mendapatkan penghasilan tetap. Sedangkan untuk pemberian tunjangan dapat diberikan sepanjang kemampuan keuangan desa mencukupi. 2. Merupakan penjabaran ketentuan Pasal 86 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Desa. 3. Raperbup Pedoman Pelaporan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 1. Bahwa dalam rangka terciptanya tertib administrasi dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan transparansi penyelenggaraan sebagaimana yang diamanatkan peraturan perundang-undangan 2. Merupakan penjabaran dan ketentuan Pasal 62 ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Desa 4. Raperbup Pedoman Pemebentukan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kabupaten Bekasi 1. Bahwa dengan pesatnya perkembangan pembangunan di Kabupaten Bekasi terutama pembangunan Perumahan dan terjadinya perkembangan jumlah penduduk dan migrasi baik bersifat sementara maupun permanen,

sehingga perlu adanya pengawasan khusus sehingga perlu pengaturan lebih lanjut terhadap pembentukan RT dan RW 2. Merupakan penjabaran dari Pasal 2 Pereturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) dan penjabaran Pasal 135 Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Desa 5. Raperbup Pedoman Teknis Pengelolaan Tanah Kas Desa di Kabupaten Bekasi 1. Bahwa Tanah Kas Desa merupakan salah satu sumber pendapatan desa. Oleh karena itu perlu dikelola secara tertib, agar dapat dimanfaatkan secara optimal demi mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah pada umumnya dan desa pada khususnya 2. Merupakan penjabaran Peraruran Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa dan Permendagri Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa serta Pasal 107 ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Desa 6. Raperbup Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa 1. Dalam rangka menciptakan tertib pembentukan peraturan perundsangundangan dan memberikan pedoman bagi pemerintah desa dalam menyusun dan menetapkan Peraturan Desa, Peraturan Kepala Desa dan Keputusan Kepala Desa untuk membentuk peraturan perundang-undangan yang baik, diperlukan berbagai persyaratan yang berkaitan dengan sistem, asas, tata cara penyiapan dan pembahasan maupun pemberlakuannya 2. Sebagai tindak lanjut ketentuan Pasal 108 Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Desa, maka pelaksanaannya perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa Mekanisme Pembahasan 1. Teknis Penyusunan dan Penulisan 2. Latar belakang penyusunan tiap-tiap Perbup yang tercantum dalam Diktum menimbang 3. Pembahasan pasal perpasal untuk menghindari multi tafsir
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 77

Sosialisasi

Pelayanan Perizinan BPPT Kabupaten Bekasi
Dasar Hukum Penyelenggaraan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi 1. 2. 3. 4. 5. Perda Kabupaten Bekasi Nomor 7 Tahun 2008 Tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bekasi. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2006 Tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perizinan Terpadu. Peraturan Bupati Bekasi Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi. Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pelimpahan Sebagian Kewenangan Untuk menangani Sebagian Urusan Otonomi Daerah di Kabupaten Bekasi. sejauh mana pelaksanaan pelayanan perizinan dilaksanakan dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan perizinan sehingga diketahui dimana terdapat kendala atau permasalahan, serta mencari solusi pemecahannya. 6. Penanganan pengaduan Masyarakat terkait Dengan Perizinan. 7. Pelaksanaan Tugas Penunjang/Ketatausahaan. 8. Pelaksanaan Tugas Lain sesuai Dengan Kewenangan. Perizinan Dan Non Perizinan Yang Menjadi Kewenangan BPPT 1. Izin lokasi 2. Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT) 3. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) umum dan bangunan negara. 4. Izin pemasangan reklame 5. Persetujuan Prinsip Lokasi (PPL) 6. Izin Usaha Jasa Kontruksi (SIUJK) 7. Izin undang-undang gangguan (HO) 8. Surat Izin Tampat Usaha (SITU) 9. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 10. Izin Pembuangan Limbah cair (IPLC) 11. Izin mempekerjakan tenaga kerja warga negara asing 12. Izin Kerja Malam Bagi Tenaga Kerja Wanita (IKMW) 13. Surat Izin Usaha Kepariwisataan (SIUK) 14. Izin Praktek Dokter Hewan 15. Izin Pendirian Sekolah 16. Izin Peternakan, Perikanan dan Kelautan 17. Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri 18. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 19. Master plan / advice planning 20. Blok plan / site plan bangunan umum, perumahan dan bangunan negara 21. Rekomendasi Pemsangan Lampu PJU 22. Pemakaian Kekayaan Daerah (Fasos Perumahan) 23. Izin Peruntukan Bangunan (IPB) 24. Izin Layak Huni dan Persewaan Perumahan 25. Izin Pengelola Balai latihan Kerja (BLK) baik milik Pemerintah maupun milik Perusahaan. 26. Izin Penimbunan Bahan Bakar Cair 27. Izin Pemanfaatan Limbah non B3 ayangt bernilai Ekonomis 28. Izin Usaha Bengekl Alat dan Mesin Pertanian 29. Perkebunan dan Kehutanan 30. Izin Usaha Obat Hewan ditingkat depo, toko, kios dan pengecer 31. Izin Pengadaan dan Peredaran Alat dan Mesin Peternakan, Perikanan dan Kelautan 32. Izin Rumah Potong Hewan 33. Izin Tempat Pelelangan Ikan 34. Tanda daftar Petunjuk Penggunaan Kartu Jaminan/ Garansi

MISI 1. Menyelenggarakan pelayanan perizinan sebagaimana dijelaskan dan motto dari BPPT Kabupaten Bekasi, yaitu “Pasti CERMAT (Cepat, Ramah, Mudah, Akuntabel dan Transparan)” 2. Melaksanakan pelayanan publik yang efektif, efisien dan berorientasi pada kepuasan konsumen (Customer Oriented) TUGAS POKOK Membantu Bupati dalam menyelenggarakan pelayanan perizinan dan non perizinan serta melaksanakan urusan lain sesuai dengan kewenangan yang diterima FUNGSI 1. Perencanaan, Yaitu melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan dibidang layanan perizinan (terutama mekanisme, prosedur dan persyaratan, serta pemberian izin), sehingga pemohon akan terlayani secara baik, transparan, dan tepat waktu. 2. Pengkoordinasian, Yaitu melakukan kegiatan koordinasi dengan SKPD terkait dalam pelaksanaan pemberian izin kepada masyarakat. 3. Pelayanan, Yaitu memberikan pelayanan perizinan yang dilaksanakan di BPPT. 4. Pengendalian, Yaitu mengendalikan kegiatan-kegiatan pelayanan perizinan sehingga sesuai dengan mekanisme, prosedur, dan persyaratan yang telah ditentukan. 5. Monitoring dan Evaluasi, Yaitu melakukan kegiatan onitoring utnuk melihat
78 Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010

Space Foto Pelayanan BPPT

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60.

Izin Usaha Kawasan Industri Tanda Daftar Gudang Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba Izin Usaha Pasar Modern dengan Luas > dari 2000 M2 Izin Perparkiran di luar badan jalan Rekomendasi Angka Pengenal Import Izin Kerja/Praktek Tenaga Kesehatan Izin Sarana Kesehatan Izin Kefarmasian/Sertfikasi (IRTP) Izin Pendidikan dan Latihan Luar Sekolah Izin Kegiatan Kebudayaan Izin Pengelolaan air Kotor dan Lumpur tinja Izin Usaha Jasa Boga (Catering) Izin Lembaga Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Swasta (LPPKS) Izin Pemakaian Pesawat Uap Izin Pemakaian Bejana Tekanan Izin Pemakaian Pesawat Angkut Izin Pemakaian Motor Diesel Izin Instalansi Listrik dan Penyaluran petir Izin Penyimpangan waktu Kerja Izin Usaha Angkutan Izin Bongkar Muat/Izin Angkutan Barang Izin Eksplorasi Air Bawah Tanah Izin Pengeboran (SIP) Izin Pengendalian Air Bawah Tanah (SIPA) Izin Penurapan (SIP) dan Pengembalian Mata Air (SIPMA)

61. Izin Juru Bor (SIJB) 62. Izin Perusahaan Pengeboran Air Bawah Tanah (SIPPAT) Pintu Gerbang Utama Bagi Investor Mampu Menempatkan BPPT sebagai satu-satunya Instansi/lem,baga Pemerintahan Kabupaten Bekasi terkait pelayanan perizinan bagi investor yang akan menanamkan investasi/modal usahanya sehingga mampu memangkas prosedur, waktu, biaya dan dokumen yang diperlukan. PROFESIONAL Pelayanan administrasi perizinan dilaksanakan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki komitmen dan berkompeten sesuai dengan bidang keahlian yang dimilikinya. TRANSPARAN Bahwa dalam memberikan pelayanan perizinan dilaksanakan dengan mengunakan atas keterbukaan dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. AKUNTABILITAS Pelaksanaan pelayanan perizinan dapat dipertanggung jawabkan mulai dari penerimaan, pemprosesan sampai dengan penerbitan izin yang berada dibawah kewenangan.
Wibawa Mukti Edisi 0I - 2010 79

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->