P. 1
ASUHAN KEBIDANAN4

ASUHAN KEBIDANAN4

|Views: 2,193|Likes:
Dipublikasikan oleh Rendra Dewa Dewita

More info:

Published by: Rendra Dewa Dewita on May 26, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN

PADA NY “S” GIIP10001 UK 24 MINGGU DENGAN MOLA HIDATIDOSA DI RUANG GINEKOLOGI IRD LANTAI 2 RSU Dr. ……………..

OLEH : BLA BLA BLA BLA BLA NIM : P 27824103006

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN …………………. PRODI KEBIDANAN ……………… ………………………….. 2006

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan studi kasus di Ruang Ginekologi IRD Lantai 2 RSU Dr. Soetomo Surabaya tanggal 20 Mei s/d 2 Juni 2006 disusun oleh : Nama : Domas Prita Kusumaningtyas NIM : P27824103006

Disyahkan dan disetujui pada : Hari Tanggal : Kamis : 1 Juni 2006

Mengetahui Penanggung jawab Ruang Ginekologi IRD Lantai II RSU Dr. Soetomo Surabaya Pembimbing Ruang Ginekologi IRD Lantai II RSU Dr. Soetomo Surabaya

Sunariyah, Amd. Keb

Choiriyah, Amd. keb

Pembimbing Akademik Prodi Kebidanan Sutomo Surabaya

Mamik, SKM., M.Kes NIP.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan klinik di Ruangan Ginekologi IRD Lantai 2 RSU Dr. Soetomo Surabaya dengan judul “Asuhan Kebidanan Pada Ny.S dengan Mola Hidatidosa”. Pada kesempatan ini tak lupa penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada : 1. Dr. Slamet Riyadi Juwono, DTMH, MARS selaku Direktur RSU Dr. Soetomo Surabaya 2. Ibu Sitti Aras, SST, S.Pd. M.Pd selaku Kepala Prodi Kebidanan Sutomo Surabaya 3. Ibu Sunariyah, Amd. Keb selaku Penanggung Jawab Ruang Ginekologi IRD Lantai 2 RSU Dr. Soetomo Surabaya 4. Ibu Choiriyah, Amd. Keb selaku Pembimbing Ruangan Ginekologi IRD Lantai 2 RSU Dr. Soetomo Surabaya 5. Ibu Sani sebagai pasien dalam laporan klinik di Ruangan Ginekologi IRD Lantai 2 RSU Dr. Soetomo Surabaya 6. Orang tua, saudara serta rekan-rekan yang telah membantu terselesaikannya laporan klinik ini. Saran dan kritik sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan laporan klinik ini dan semoga dapat dipergunakan sebagai pertanggungjawaban atas praktik kilnik di Ruangan Ginekologi IRD Lantai 2 RSU Dr. Soetomo Surabaya serta bermanfaat bagi penyusun dan pembaca pada umumnya.

………………., Mei 2006

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Di Indonesia masalah ibu dan anak merupakan sasaran prioritas dalam pembangunan bidang kesehatan. Angka kematian ibu merupakan salah satu indikasi yang menentukan derajat kesehatan suatu bangsa, oleh sebab itu hal ini merupakan prioritas dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat yang utama di Negara kita. Upaya kesehatan reproduksi salah satunya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu hamil dan bersalin. Adapun penyebab langsung dari kematian ibu di Indonesia adalah trias klasik yaitu perdarahan, infeksi, toksemia gravidarum. (Depkes RI, 1999:27) Salah satu penyebab perdarahan saat kehamilan adalah mola hidatidosa. Mola hidatidosa merupakan penyakit wanita pada masa reproduksi (usia 15-45 tahun) dan pada multipara. Jadi dengan meningkatnya paritas kemungkinan menderita mola hidatidosa dan lebih besar. Dan mola hidatidosa adalah salah satu penyakit trofoblas yang jinak (Manuaba, 1998:424) Prevalensi mola hidatidosa lebih tinggi di Asia, afrika, dan amerika latin dibandingkan dengan negara-negara barat. Di Negara-negara barat dilaporkan 1:200 atau 2000 kehamilan. Di negara-negara berkembang 1:100 atau 600 kehamilan Soejoenoes dkk. (1967) melaporkan 1:85 kehamilan: RSCM Jakarta 1:31 persalinan dan 1:49 kehamilan: Luat A Siregar (Medan) tahun 1982: 11-16 per 1000 kehamilan: Soetomo (Surabaya): 1-80 persalinan; Djamhoer Martaadisoebrata (Bandung): 9-21 per 1000 kehamilan. Biasanya dijumpai lebih sering pada umur reproduktif (15-45 tahun); dan pada multipara. Jadi dengan meningkatnya paritas kemungkinan akan menderita mola akan lebih besar. (Mochtar,1998)

1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan umum Agar mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu dengan mola hidatidosa 1.2.2 Tujuan khusus

1.2.2.1 Mahasiswa mampu melakukan pengkajian data pada ibu dengan mola hidatidosa 1.2.2.2 Mahasiswa mampu merumuskan diagnosa masalah serta keluhan ibu dengan mola hidatidosa 1.2.2.3 Mahasiswa mampu membuat rencana tindakan berdasarkan rumusan masalah pada ibu dengan mola hidatidosa 1.2.2.4 Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dengan mola hidatidosa 1.2.2.5 Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil tindakan yang dilaksanakan

1.3 Pelaksanaan Studi kasus ini dilaksanakan di Ruang Ginekologi RSU Dr Soetomo Surabaya pada tanggal 20 Mei s/d 2 Juni 2006

1.4 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: BAB I: Pendahuluan Berisi tentang latar belakang, tujuan umum, tujuan khusus. BAB II: Landasan Teori Konsep dasar mola hidatidosa, konsep dasar kuretase, konsep dasar asuhan kebidanan pada mola hidatidosa. BAB III: Tinjauan Kasus Pengkajian S O A P (plan of action) BAB IV: Simpulan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Mola Hidatidosa 2.1.1 Batasan Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal dengan ciri-ciri stroma villus cotialis langka vaskulatisasi dan odematus, janin biasanya meninggal, akan tetapi villusvillus yang membesar dan odematus itu tumbuh terus, gambaran yang diberikan adalah sebagai segugus anggur. Jaringan trofoblas pada villus kadang-kadang berproliferasi ringan kadang-kadang keras dan mengeluarkan hormon yaitu Human Choriotic Gonadotropin (HCG) dalam jumlah yang lebih besar daripada kehamilan biasa (Hanifa, 1994: 262) Mola hidatidosa adalah jonjot-jonjot korion (chorionic villi) yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai buah anggur, karena itu disebut juga hamil anggur atau mata ikan (Rustam, 1998:238) Mola hidatidosa adalah suatu neoplasma jinak dan sel trofoblas dimana terjadi kegagalan pembentukan plasenta atau fetus dengan terjadinya villi yang menggelembung sehingga menyerupai bentukan seperti buah anggur

2.1.2

Patofisiologi
Dugaan Mola Hidatidosa

Tingkat kecurigaan Ukuran rahim membesar Tidak terdengar DJJ Perdarahan vagina Hiperemesis Hipertiroidisme Hemoptisis, nyeri dada

HCG sub unit beta USG Tes fungsi hati, tiroid CT scan untuk metastase Sifat koagulasi

Perjelas diagnosis dengan USG

Tentukan status resiko

Keadaan resiko tinggi terlihat HCG sebelum evakuasi > 100.000 IU/ml Rahim lebih besar daripada perkiraan Usia kehamilan Kista teka lutein >6 cm Neoplasma mola atau trofoblastic Gestasional sebelumnya Keadaan yang memperberat (komortid) Ditunjukkan adanya metastasis

keadaan resiko rendah sebelumnya

Pertimbangkan tujuan fertilitas Konseling tentang resiko, prognosis dan pilihan yang ada

Px menghendaki mempertahankan kesuburan

Pasien tidak menginginkan mempertahankan kesuburannya

EVAKUASI RAHIM dg SUCTION CURRETAGE

KOMBINASI EVAKUASI dan HISTEREKTOMI

EVAKUASI RAHIM dg SUCTION EVAKUASI

Actinomycin D Profilaksis Follow up ketat dan serial Dengan penekanan HCG Subunit Beta HCG serial tidak turun tentukan patologis contoh lakukan penentuan HCG subunit beta jec serial Ubah dan berikan pengobatan kemoterapi tambahan sesuai keperluan

2.1.3

Etiologi Penyebab mola hidatidosa tidak diketahui, faktor-faktor yang menyebabkan antara lain:

2.1.3.1 Faktor ovum ovum memang sudah patologik sehingga mati, tetapi terlambat dikeluarkan 2.1.3.2 Immunoselektif dari trofoblast yaitu dengan kematian fetus, pembuluh darah pada stroma villi menjadi jarang dan stroma villi menjadi sembab dan akhirnya terjadi hyperplasia sel-sel trofoblast 2.1.3.3 Keadaan sosial ekonomi yang rendah keadaan sosial ekonomi akan berpengaruh terhadap pemenuhan gizi ibu yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembentukan ovum abnormal yang mengarah pada terbentuknya mola hidatidosa 2.1.3.4 Paritas tinggi ibu dengan paritas tinggi, memiliki kemungkinan terjadinya abnormalitas pada kehamilan berikutnya, sehingga ada kemungkinan kehamilan berkembang menjadi mola hidatidosa 2.1.3.5 Kekurangan protein sesuai dengan fungsi protein untuk pembentukan jaringan atau fetus sehingga apabila terjadi kekurangan protein saat hamil menyebabkan gangguan pembentukan fetus secara sempurna yang menimbulkan jonjot-jonjot korion 2.1.3.6 Infeksi virus dan faktor kromosom

2.1.4

Diagnosis dan gejala

2.1.4.1 Anamnesa/ keluhan a. terdapat gejala-gejala hamil muda yang kadang-kadang lebih nyata dari kehamilan biasa b. kadang ada tanda toksemia gravidarum c. terdapat perdarahan yang sedikit atau banyak, tidak teratur, bewarna tengguli tua atau kecoklatan d. pembesaran uterus tidak sesuai dengan tuanya kehamilan seharusnya (lebih besar)

e. keluarnya jaringan mola seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu ada) yang merupakan diagnosa pasti 2.1.4.2 Inspeksi a. muka dan kadang-kadang badan terlihat pucat kekuning-kuningan yang disebut muka mola (mola face) b. kalau gelembung mola keluar dapat dilihat dengan jelas 2.1.4.3 Palpasi a. uterus lebih besar/membesar tidak sesuai dengan tuanya kehamilan, teraba lembek b. tidak teraba bagian-bagian janin dan ballottement juga gerakan janin c. adanya fenomena harmonica: darah dan gelembung mola keluar dan fundus uteri turun, lalu naik lagi karena terkumpulnya darah baru 2.1.4.4 Auskultasi a. tidak terdengar bunyi DJJ b. terdengan bising dan bunyi khas 2.1.4.5 Reaksi kehamilan karena kadar HCG yang tinggi maka uji biologic dan uji imunologik ( galli mainini dan planotest) akan positif setelah pengenceran (titrasi) a. galli mainini 1/3000 (+) maka suspect mola hidatidosa b. galli mainini 1/2000 (+) maka kemungkinan mola atau hamil kembar 2.1.4.6 Pemeriksaan dalam pastikan pembesaran rahim, rahim terasa lembek, tidak ada bagian-bagian janin, terdapat perdarahan dan jaringan dalam kanalis servikalis dan cavum vagina, serta evaluasi keadaan serviks 2.1.4.7 Uji sonde sonde (penduga rahim) dimasukkan pelan-pelan dan hati-hati ke dalam kanalis servikalis dan kavum uteri. Bila tidak ada tahanan sonde diputar setelah ditarik sedikit, bila tetap tidak ada tahanan, kemungkinan mola. 2.1.4.8 Foto rontgen abdomen tidak terlihat tulang-tulang janin (pada kehamilan 3-4 bulan)

2.1.4.9 Ultrasonografi Pada mola akan kelihatan bayangan badai salju dan tidak terlihat janin (merupakan diagnosa pasti)

Tabel diagnosis mola hidatidosa Data Klinik perdarahan dalam separo pertama kehamilan nyeri perut bagian bawah toksemia kehamilan hiperemesis gravidarum rahim terlalu besar untuk sebelum 24 minggu Pemeriksaan Diagnostik ultrasonografi foto rontgen

tanggalnya tanda tonus jantung janin dan bagian janin keluarnya vesikel (Hacker/Moore, essensial obstetric dan ginekologi, 2001: 683)

2.1.5

Diagnosis banding Kehamilan ganda, hidramnion, abortus (Rustam, 1998:240)

2.1.6

Komplikasi

2.1.6.1 perdarahan yang hebat sampai syok, kalau tidak dapat ditolong dapat berakibat fatal 2.1.6.2 perdarahan berulang-ulang yang dapat menyebabkan anemia 2.1.6.3 infeksi sekunder 2.1.6.4 perforasi karena keganasan dank arena tindakan menjadi ganas (PTG) pada kirakira 18-20% kasus akan menjadi mola destruens atau korio karsinoma

2.1.7

Penanganan

2.1.7.1 Terapi a. Kalau perdarahan banyak dan keluar jaringan mola, atasi syok dan perbaiki keadaan umum penderita dengan pemberian cairan dan tranfusi darah. Tindakan pertama adalah melakukan manual digital untuk pengeluaran sebanyak mungkin jaringan dan bekuan darah. Barulah dengan tenang evakuasi sisa-sisanya dengan kureksi b. Jika pembukaan kanalis servikalis masih kecil: 1. pasang ganggang laminaria untuk memperbesar pembukaan selama 12 jam 2. setelah itu pasang infus D5% yang berisi 50 satuan oksitosin, cabut laminaria kemudian bisa dilakukan curet oleh dokter c. Bahan jaringan dikirim untuk pemeriksaan hispatologik dalam 2 porsi 1. porsi 1: yang dikeluarkan dengan cunam ovum 2. porsi 2: yang dikeluarkan dengan kuretase d. Berikan obat-obatan: antibiotika, uterotonika, dan perbaikan keadaan umum pasien e. 7-10 hari sesudah kerokan pertama, dilakukan kerokan kedua untuk membersihkan sisa jaringan, dan kirim lagi hasilnya untuk pemeriksaan laboratorium 2.1.7.2 Periksa Ulang (follow up) Ibu dianjurkan jangan hamil dulu dan dianjurkan memakai kontrasepsi pil. Apabila terjadi kehamilan akan menyulitkan observasi. Jadwal periksa ulang selama 2-3 tahun: Setiap 1 minggu pada triwulan pertama Setiap 2 minggu pada triwulan kedua Setiap 2 bulan pada tahun berikutnya dan selanjutnya Setiap 3 bulan. Yang perlu diperhatikan setiap periksa ulang adalah: Gejala klinis, perdarahan, keadaan umum, dll.

Lakukan pemeriksaan dalam dan pemeriksaan inspekulo: Tentang keadaan serviks, uterus cepat bertambah kecil atau tidak, kista lutein bertambah kecil atau tidak. Selain itu juga adanya H, B, E, S H: History, penderita pernah mola B: Bleeding, adanya perdarahan E: Enlargement, pembesaran uterus S: Soft, rahim masih tetap lunak 2.1.7.3 tata laksana penanganan

PENYAKIT TROFOBLAST

Dasar Diagnosis: a. pemeriksaan fisik rahim cepat membesar tanda pasti hamil tidak ada terdapat gelembung perdarahan sampai syok

Gejala Klinis: a. rahim membesar b. perdarahan dan syok c. ekspulsi gelembung mola d. anemis dan gejala sekunder

b. pemeriksaan laborat c. pemeriksaan roentgen USG

Mola Hidatidosa

Korio Karsinoma o mola hidatidosa 75% o abortus 20-25% o persalinan 5-10%

Persiapan Evakuasi a. lab dasar alat evakuasi vakum listrik dan manual b. infuse tranfusi c. profilaksis antibiotika uterotonika

Metastase hati, vagina, paru otak, tulang

Non Metastase

Sitostatika - Methotraxate - Actynimycin D - Evaluasi faal - Hati, ginjal - darah

Pemeriksaan lanjutan Trias acosta sison Periksa laborat

Histerektomi - Dasar : Umur/paritas hormonal

(Ida Bagus Manuaba, 1998 : 426)

2.2 Konsep Dasar Kuretase 2.2.1 Pengertian Kuretase adalah cara membersihkan hasil konsepsi memakai alat kuretase (sendok kerokan) Kuretase adalah serangkaian proses pelepasan jaringan yang melekat pada dinding kavum uteri dengan melakukan invasi dan memanipulasi instrument (sendok kuret) ke dalam kavum uteri 2.2.2 Langkah

2.2.2.1 Konseling pra tindakan: a. memberi informed consent b. menjelaskan pada klien tentang penyakit yang diderita c. menerangkan kepada pasien tentang tindakan kuretase yang akan dilakukan:

garis besar prosedur tindakan tujuan dan manfaat tindakan d. memeriksa keadaan umum pasien, bila memungkinkan pasien dipuasakan 2.2.2.2 Persiapan tindakan a. menyiapkan pasien 1. mengosongkan kandung kemih 2. membersihkan genetalia eksterna 3. membantu pasien naik ke meja ginek b. persiapan petugas 1. mencuci tangan dengan sabun antiseptik 2. memakai sarung tangan steril/DTT c. persiapan alat dan obat 1. curettage set 2. curettage suction set 3. uterotonika 4. petidine dan diazepam 5. spul injeksi 2.2.2.3 Tindakan kuretase 2.2.2.4 Tindakan pasca kuretase 1. menyiapkan bahan untuk pemeriksaan hispatologi 2. melakukan dekontaminasi alat dan bahan bekas operasi 3. melakukan observasi keadaan umum pasien hingga kesadaran pulih 2.2.2.5 Konseling pasca tindakan 1. menerangkan kepada pasien akan tanda-tanda kemungkinan terjadinya komplikasi, perdarahan, atau infeksi 2. minta pada pasien agar segera dating ke klinik bila ada keluhan/ komplikasi 3. minta pada pasien untuk dating control (1 minggu kemudian) 4. memberi penjelasan tentang obat yang harus diminum sesuai resep

2.3 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan pada ibu dengan Mola Hidatidosa 2.3.1 Pengkajian

2.3.1.1 Data subyektif 1. Identitas Berisi tentang biodata klien dan suaminya yang mencakup : nama, umur, suku/bangsa, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat. 2. Anamnesa Terdiri dari : a. Keluhan utama Keluar perdarahan dari kemaluan, nyeri pada perut bagian bawah, dismenorhea, darah keluar banyak b. Riwayat penyakit ini Berisi keluhan ketidaknyamanan dalam siklus menstruasi, hipomenorrhoe, amenorrhoe, pengeluaran sekret vagina yang abnormal, perdarahan setelah koitus atau aktivitas berat, timbulnya nyeri dari lumbal ke ekstremitas c. Riwayat kesehatan masa lalu Adakah riwayat kanker atau penyakit yang berhubungan dengan alat kandungan juga penggunaan estrogen > 3 tahun d. Riwayat kesehatan keluarga Adakah anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama e. Riwayat tumbuh kembang reproduksi Menarche pada umur berapa, siklus, lama, banyaknya, haid terakhir, dismenorrhea, fluor albus, (bau, fluxus) usia pertama menikah, keluhan pada koitus, keluar darah diluar haid. f. Riwayat obstetri dan KB g. Perilaku kesehatan Mencakup riwayat kehamilan, persalinan, nifas, kelahiran anak, KB yang lalu h. Pola hidup sehari-hari • • • Pola nutrisi Pola eliminasi Pola istirahat ● ● ● Pola aktivitas Pola spiritual Pola hubungan seksual

2.3.1.2 Data Obyektif Adakah data yang didapat dari hasil pemeriksaan pada klien disertai hasil lab dan tes diagnostik lainnya. 1. Pemeriksaan umum Keadaan umum, gizi, bentuk badan, kesadaran Tanda-tanda vital tensi, nadi, suhu, RR

2. Pemeriksaan fisik a. Inspeksi Apakah ibu tampak pucat, mata : sklera putih atau tidak, konjungtiva merah muda atau tidak b. Leher Vena jugularis, kelenjar gondok, kelenjar limfe c. Dada (payudara) Adakah massa d. Abdomen Adakah pembesaran pada salah satu sisi, adakah sakit pada saat palpasi pada bagian adneksa e. Genetalia Vulva dan vagina Kebersihannya, adakah sekret yang keluar (fluor albus), kondilomata Porsio Bagaimana keadaannya, utuh atau ruptur, ataukah kemerahan, pada kasus ini porsio ibu dalam keadaan baik, tidak ada nyeri pada porsio f. Ekstremitas Tidak ada oedem pada ekstremitas atas atau bawah g. Palpasi Tidak ada pembesaran pada salah satu sisi 3. Pemeriksaan khusus a. Pada pemeriksaan dalam Tidak didapatkan kelainan pada porsio

b. Laboratorium Mungkin terjadi kelainan hematologik 4. Assesment / Diagnosa Ibu dengan mola hidatidosa 5. Diagnosa potensial 6. Tindakan segera Curetage 7. Rencana tindakan 1) Menjalin komunikasi terapeutik R/ pendekatan mencerminkan kepedulian dan perhatian 2) Menyiapkan informed consent R/ dengan informed concent klien adanya persetujuan tindakan medik 3) Mengkaji tanda-tanda vital R/ pemantauan terhadap kondisi ibu 4) Menyiapkan posisi litotomi di meja ginekologi R/ pelaksanaan kuretase lebih mudah karena daerah genitalia lebih tereksplor 5) Mengambil darah 2 cc untuk pemeriksaan laboratorium R/ hasil laboratorium memberi gambaran system hematology klien 6) Memasang infus RL 20 tetes/menit R/ penggantian cairan yang hilang 7) Memasang O2 R/ agar pernafasan ibu baik 8) Memasukkan clavamox (antibiotik) 1 gr IV R/ antibiotik melindungi tubuh terhadap pencegahan infeksi 9) Memasukkan valium 2 ml IV R/ anestesi membuat klien tenang saat dilakukan kuretase 10) Memasukkan methergin 1 amp IV R/ mencegah perdarahan lanjut 11) Melakukan observasi 2 jam setelah tindakan R/ mencegah perdarahan lanjut 12) Menganjurkan klien untuk kunjungan ulang ke poli kandungan R/ memantau keadaan ibu

BAB 3 TINJAUAN KASUS

3.1 Pengkajian Subyektif 3.1.1 Identitas Nama ibu Umur Agama Pemdidikan Pekerjaan : Ny. S : 24 th : Islam : SMP : ibu rumah tangga Nama suami Umur Agama Pendidikan Pekerjaan : Tn. M : 28 th : Islam : SMA : swasta

Suku / bangsa : Jawa / Indonesia Alamat No. Reg No. Telp : Sidotopo lor 68 : 10605188 :-

Suku / bangsa : Jawa / Indonesia Alamat : Sidotopo lor 68

3.1.2

Anamnesa Tanggal 22 Mei 2006 Jam 10.00 Oleh : Prita

3.1.2.1 Keluhan utama Ibu mengatakan keluar perdarahan dari kemaluan, nyeri pada perut bagian bawah, dismenorhea, darah keluar banyak. Pindahan dari ruang Kandungan dengan mola hidatidosa pro kuret ke II 3.1.2.2 Riwayat menstruasi Menarche Siklus Lamanya Banyaknya Sifat darah Teratur/tidak Dismenorhea Fluor albus HPHT : 12 tahun : 28 hari : 6-7 hari : banyak + 3 pembalut saat banyak : merah segar, encer : teratur : ya (sebelum haid) :: 5 April 2006

3.1.2.3 Riwayat Obstetri
Anak ke 1 2 Kehamilan Suami 1 hamil ini UK 9 bl Penyul Penol bidan Persalinan Nifas Jenis Spt Penyul baik Jenis Kelamin ♂ Anak KB B/P 3200/49 Hidup 3th Mati Ket

3.1.2.4 Riwayat kesehatan klien Jantung DM TBC Hipertensi : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada Ginjal Asma Hepatitis : tidak ada : tidak ada : tidak ada

3.1.2.5 Riwayat kesehatan keluarga Jantung DM TBC Hipertensi : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada Ginjal Asma Hepatitis : tidak ada : tidak ada : tidak ada

3.1.2.6 Pola aktivitas sehari-hari 1. Pola nutrisi Ibu mengatakan selalu makan teratur, nafsu makan baik, menu makanannya sederhana, terdiri dari nasi, sayur kadang-kadang, tahu/ tempe, sambal, tidak pernah minum susu, sehari makan 2-3 kali. 2. Pola eliminasi Ibu mengatakan BAB setiap hari, BAK lancar setiap hari + 4-5 kali 3. Pola istirahat Ibu mengatakan tidak pernah tidur di siang hari, tidur malam ( 5-6 jam ), kurang nyenyak karena perut nyeri dan mengeluarkan darah 4. Pola aktivitas Ibu mengatakan bekerja sebagai ibu rumah tangga 5. Pola spiritual Ibu mengatakan beragama Islam, dan berdoa memohon kesembuhan pada Allah SWT

6. Pola hubungan seksual Ibu mengatakan sudah tidak melakukan hubungan seksual sejak keluar perdarahan,biasanya 2-3 kali/minggu

3.2 Data Obyektif 3.2.1 3.2.2 3.2.3 Keadaan umum : baik Kesadaran : composmentis Tanda-tanda vital : TD : 110/70 3.2.4 Pemeriksaan fisik N : 80 x/mnt S : 366 C RR : 20 x/mnt

3.2.4.1 Kepala dan muka Rambut bersih dan tidak rontok, muka tidak pucat, tidak odem 3.2.4.2 Mata Sklera putih, konjungtiva merah muda, ikterus tidak ada 3.2.4.3 Telinga Telinga bersih, tidak ada sekret, tidak ada gangguan pendengaran 3.2.4.4 Leher Tidak ada pembesaran vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid 3.2.4.5 Dada Bentuk dada simetris 3.2.4.6 Abdomen Ada pembesaran pada salah satu sisi, adakah sakit pada saat palpasi pada bagian adneksa 3.2.4.7 Genetalia 3.2.5 Vulva dan vagina Kebersihannya cukup baik, ada sekret yang keluar (fluor albus), tidak ada kondiloma Porsio : Utuh, porsio dalam keadaan baik, tidak ada nyeri pada porsio 3.2.5.1 Anus Tidak ada hemorrhoid

3.2.5.2 Ekstremitas atas Ekstremitas bawah 3.2.6 Pemeriksaan dalam

: tidak ada oedem : tidak ada oedem dan varises

Tidak didapatkan kelainan pada portio Laboratorium : Hb : 11,3 g%

Trombosit : 265 /L Leukosit : 10,3 x 10³ /L

3.3 Assesment 3.3.1 Diagnosa Tanggal 22 Mei 2006 jam 10.00 Ibu dengan mola hidatidosa pro kuret ke-II 3.3.2 Masalah 3.3.3 Diagnosa potensial

3.3.4

Tindakan segera -

3.4 Planning 1. Menjalin komunikasi terapeutik R/ pendekatan mencerminkan kepedulian dan perhatian Kriteria hasil : ibu dapat terbuka dengan petugas 2. Menyiapkan informed consent R/ dengan informed concent klien adanya persetujuan tindakan medik Kriteria hasil : sebagai bukti tanggung jawab dan tanggung gugat 3. Mengkaji tanda-tanda vital R/ pemantauan terhadap kondisi ibu Kriteria hasil : kondisi umum ibu dan tanda-tanda vital dalam kondisi normal 4. Menyiapkan posisi litotomi di meja ginekologi R/ pelaksanaan kuretase lebih mudah karena daerah genitalia lebih tereksplor Kriteria hasil : dengan posisi litotomi pelaksanaan kuretase menjadi mudah

5. Mengambil darah 2 cc untuk pemeriksaan laboratorium R/ hasil laboratorium memberi gambaran system hematology klien Kriteria hasil : sample darah dapat diambil untuk pemeriksaan laboratorium 6. Memasang infus RL 20 tetes/menit R/ penggantian cairan yang hilang Kriteria hasil : pemasangan infus sebagai pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit 7. Memasang O2 R/ agar pernafasan ibu baik Kriteria hasil : Pernafasan ibu teratur dan normal 8. Memasukkan clavamox (antibiotik) 1 gr IV R/ Antibiotik melindungi tubuh terhadap pencegahan infeksi Kriteria hasil : ibu terlindungi dari infeksi 9. Memasukkan valium 2 ml IV R/ anestesi membuat klien tenang saat dilakukan kuretase Kriteria hasil : ibu tidak merasa kesakitan 10. Memasukkan methergin 1 amp IV R/ mencegah perdarahan lanjut Kriteria hasil : perdarahan berhenti 11. Melakukan observasi 2 jam setelah tindakan R/ mencegah perdarahan lanjut Kriteria hasil : perdarahan berhenti 12. Menganjurkan klien untuk kunjungan ulang ke poli kandungan R/ memantau keadaan ibu Kriteria hasil : menjadwalkan kunjungan ulang pada 25 Mei 2006

3.5 Implementasi No 1 Hari/Tgl 22-5-06 10.00 Kegiatan Menjalin komunikasi terapeutik dengan klien Menyiapkan informed consent Mengkaji tanda-tanda vital TTD

No

Hari/Tgl

Kegiatan TD : 110/70 mmHg N : 88 x/mnt S : 363 C Fluxus aktif : negatif

TTD

2

22-5-06 10.10

-

Menyiapkan posisi litotomi di meja ginekologi

-

Mengambil darah 2 cc untuk pemeriksaan laboratorium

3 22-5-06 10.10 -

Memasang infus RL 20 tetes /menit Memasukkan clavamox 1 gr IV Memasukkan provecom 2 kapsul supposutoria

4 22-5-06 10.15 -

Memasukkan valium 2 ml IV Dokter melaksanakan kuretase Memasukkan transamin 1 amp IV Mengkaji tanda-tanda vital TD : 110/70 mmHg N : 80 x/mnt S : 365 C Fluxus : negative

3.6 Evaluasi Tanggal 22 Mei 2006 pukul 12.30 WIB S : klien mengerti tentang terapi yang harus dilakukan untuk kesembuhannya dan masih keluar sedikit darah O : KU : baik Kesadaran : composmentis TD : 110/70 mmHg N : 80 x/mnt S : 365 C

RR : 20 x/mnt Fluxus aktif : negatif A : ibu dengan mola hidatidosa post kuretase P : anjurkan ibu untuk kontrol 3 hari lagi tanggal 25 Mei 2006 di Poli Kandungan HE tentang : 1. personal hygene 2. istirahat yang cukup 3. tidak melakukan pekerjaan yang berat

DAFTAR PUSTAKA

Hanifa Wignjosastro. 1999. Ilmu Kandungan. Jakarta. YBP-SP Hanifa Wignjosastro. 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarta. YBP-SP Hecker/Moore. 2001. Essensial Obstetri dan Ginekologi. Jakarta. Hipocrates Lynda Jual Carpenito. 1998. Diagnosa Keperawatan. Jakarta. EGC Bagian Obsgyn. FK UNPAD. 1984. Obstetri Patologi. Bandung. Elstar Offset Mochtar Rustam. 1990. Sinopsis Obstetri jilid I. Jakarta. EGC Mochtar Rustam. 1990. Sinopsis Obstetri jilid II. Jakarta. EGC Friedman Acker Sachs. 1998. Seri skema diagnosis dan penatalaksanaann obstetric edisi II. Jakarta. Binarupai Aksara

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->