Anda di halaman 1dari 14

Teori Evolusi Sebelum dan Sesudah

Darwin

PERKEMBANGAN TEORI EVOLUSI

Pada tahun 1859, Charles Darwin menerbitkan buku “On


The Oringin of Species by Means of Natural Selection”.
Buku ini sempat mengguncangkan dunia ilmu pengetahuan
karena isinya yang cukup kontroversial untuk masa itu.
Kontroversial muncul karena adanya kesalahan penafsiran
atas pernyataan yang dikeluarkannya. Sebenarnya, apakah isi
buku tersebut menimbulkan kontroversi. Dalam buku tersebut,
Darwin menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang ada
di bumi ini merupakan hasil dari moyang yang sama, yang
mengalami modifikasi. Dengan kata lain, teori ini menyatakan
bahwa spesies bukanlah merupakan sesuatu yang kekal atau
tidak mengalami perubahan, melainkan berevolusi melalui
proses perubahan bertahap dari berbagai spesies yang telah
ada.

Teori yang dikeluarkan Darwin merupakan hasil analisis


data yang didapat dari proses observasinya selama
keikutsertaannya dalam ekspedisi-ekspedisi yang diikutinya.
Namun, ekspedisi paling penting yang pernah diikutinya adalah
perjalanan dengan kapal HMS Beagle. Meskipun Darwin
membuat konsep evolusi yang dapat diterima, tetapi pemikiran
mengenai evolusi ini sudah sangat tua dan bertahun-tahun lebih
tua dari Darwin. Berikut uraian singkat tentang pendapat dari
berbagai ahli yang masih berkaitan dengan konsep dasar evolusi.

1. Plato (428-348 sebelum masehi)

Ia membayangkan seorang pencipta yang menciptakan

Nor Setyowati, Biologi, 08640015


dunia dari kehancuran dan kemudian menciptakan dewa-dewa
yang lalu membuat manusia laki-laki. Wanita dan hewan timbul
dari reinkarnasi jiwa laki-laki. Makin cacad jiwa itu makin rendah
reinkarnasinya.

2. Aristoteles (384-322 sebelum masehi)

Adalah seorang pengamat alam yang teliti dan melihat


banyak bukti mengenai desain dan tujuan. Dia mengatur semua
organisme di dalam suatu ”skala alam” yang meliputi dari yang
sederhana sampai yang kompleks. Organisme yang ada
dianggap tidak sempurna tetapi bergerak kearah keadaan yang
lebih baik. Hal ini kadang-kadang diartikan sebagai pemikiran
evolusi, tetapi Aristoteles sangat samar-samar mengenai sifat
gerakan tersebut. Mungkin gerakan itu merupakan pendekatan
yang makin cocok dengan idealis penciptaan tiap spesies
tertentu, yang pasti Aristoteles tidak merinci suatu pemikiran
mengenai transmutasi spesies.

Seorang bangsa Prancis, Pierre-Louis de Maupertius


pada tahun 1745 mengemukakan bahwa beberapa bangsa
mungkin mulai timbul karena menyimpang secara kebetulan dari
desain alami. pemikiran mengenai evolusi yang cermat
kemudian dikemukakan oleh Denis Diderot (1746), george
Louis LeClere, Comte de Buffon (1779), Erasmus Darwin
(1794).

3. Anaximander (600-546 sebelum masehi)

Beliau dapat dipandang sebagai pelopor dari ajaran


desendensi (ajaran penurunan) oleh karena ia mengajarkan
Teori Evolusi Sebelum dan Sesudah
Darwin

bahwa kosmos itu mungkin terbentuk dari kekacaun (chaos),


kehidupan itu timbul dari zat mati, sedangkan makluk yang
tinggi tingkatannya timbul dari makluk yang rendah
tingkatannya. Akan tetapi teori ini sama sekali tidak mempunyai
pengaruh apa-apa terhadap alam pemikiran para sarjana di
zaman itu dan di zaman berikutnya. Baru setelah teori-teori
evolusi ini berkembang dengan pesat, maka dalam tulisan-
tulisan sarjana itu dapat menemukan kembali petunjuk-petunjuk
tentang adanya pendapat-pendapat semacam itu.

Para ahli ilmu hewan dari abad 17 dan 18 setuju sekali akan
pendapat-pendapat dari kitab suci injil yang tertulis dalam buku
genesis yang disebut dengan ”teori Penciptaan”. Salah satu
ahli yang sejalan dengan pikiran tadi adalah Carolus Linnaeus.

4. Carolus Linnaeus (1707-1778)

Carolus Linnaeus dilahirkan tanggal 23 Mei 1707 disebuah


desa kecil di Swedia, sebagai anak seorang pendeta. Dia mula-
mula juga bekerja untuk menjadi pendeta, kemudian belajar
untuk menjadi tabib, tetapi kemudian dia lebih tertarik pada
tumbuh-tumbuhan dan binatang. Pada umur 24 tahun ia sudah
memberi kulaih-kuliah dan demonstrasi pada Universitas di
Uppsala. Setelah mengadakan perjalanan penyelidikan di
Laplandia maka dia menikah setelah itu pergi ke Belanda. Pada
tahun 1735 ia telah lulus dari Universitas Harderwijk yang
dibubarkan dalam abad 19. Kemudian ia pergi ke Leiden dan
mencetak buku ”Systema Naturae”. Dalam buku ini
pembagian sistematiknya sudah dibentangkan secara skematis.
Karangan-karangannya yang terkenal adalah : Fundamenia
Botanica, Classae Plantarum, Philosophia Botanica dan

Nor Setyowati, Biologi, 08640015


Genera Plantarum, Systema Naturae, Spesies Plantarum
dan lain-lainya. Setelah mengunjungi Paris, Linnaeus kembali ke
Swedia untuk menjadi mahaguru di Uppsala. Disinilah ia menjadi
salah satu dari mahaguru-mahaguru yang terkenal di zaman itu,
sehingga Raja Swedia mengangkat dia menjadi seorang
bangsawan.

Pada tahun 1778 dia meninggal dunia dan mewariskan


perpustakaannya. Selain itu juga mewariskan kumpulan 19.000
tanaman kering, lebih dari 3000 ekor serangga, 1500 kulit-kulit
berbagai kerang dan kulit-kulit binatang, 1500 ekor ikan,
beberapa ekor burung dan 2500 mineral. Kumpulan-kumpulan itu
masih dapat dilihat digedung ”Linnean Society” di London,
sebuah perkumpulan peneliti pengetahuan alam yang memakai
nama Linnaeus.

Linnaeus menyampaikan bahwa :

1. Semua tanaman dan binatang yang hidup sekarang ini dahulu


dengan serentak diciptakan diatas bumi oleh satu ciptaan saja.

2. Mereka diciptakan dalam bentuk seperti yang tampak


sekarang ini.

3. Tidak pernah ada tanaman-tanaman dan binatang-binatang


yang lain di bumi ini kecuali tanaman-tanaman dan binatang-
binatang yang hidup sampai sekarang.

Pembagian sistematika hewan menurut Linnaeus adalah


sebagai berikut :

1. Binatang-binatang menyusui.

2. Burung-burung.

3. Ampibi-ampibi.

4. Cacing-cacing.
Teori Evolusi Sebelum dan Sesudah
Darwin

5. Serangga-serangga.

Binatang-binatang menyusui ini dibagi lagi menjadi 8 golongan.


Binatang yang termasuk salah satu dari 8 golongan ini
diantaranya ialah (1) Gajah ; (2) Sapi Laut; (3) Macan
Loreng; (4) Pemakan Semut; (5) Trenggiling. Pembagian ini
jelas tidak didasarkan atas persamaan-persamaan cara hidup
dari binatang-binatang itu dan ia tetap tidak menyangsikan
kebenaran teori penciptaan.

5. Cuvier (1769-1832)

Cuvier adalah anak dari seorang bangsa Prancis yang telah


melarikan diri ke negeri Jerman, ia akhirnya belajar di negeri ini.
Pada tahun 1795 ia kembali ke Paris. Disana ia menjadi seorang
sarjana yang terkenal. Mula-mula ia sebagai mahaguru pada
Jardin des Plantes, kemudian sebagai sekretaris dari Akedemi
Pengetahuan di Paris. pada tahun 1831 ia diangkat menjadi
bangsawan yang tertinggi dari Prancis.

Ia menyampaikan bahwa sisa-sisa hewan yang telah


membatu itu adalah dari sisa hewan yang telah mati di zaman
dulu. Mammouth yang dikeluarkan dari timbunan es di Rusia
dengan utuh itupun telah diketahui oleh Cuvier.

Ilmu geologi yaitu ilmu yang mempelajari perubahan-


perubahan bentuk dari kulit bumi. Lapisan-lapisan tanah (yang
merupakan kulit bumi) itu menandakan berbagai periode dalam
sejarah bumi. Dari hewan-hewan yang telah mati itupun dapat
ditemukan jenis-jenisnya yang merupakan petunjuk dari berbagai
periode tersebut. Berdasarkan pertimbangan ini, Cuvier
kemudian menyusun teori yang terkenal dengan Teori
Catalysma. Ia beranggapan bahwa tiap-tiap periode dalam

Nor Setyowati, Biologi, 08640015


sejarah bumi itu mungkin selalu diakhiri dengan suatu bencana
yaitu semacam kiamat. air bah yang diceritakan dalam Kitab Injil,
yang memusnahkan ataupun hampir melenyapkan semua
makluk hidup. Sesudah itu oleh Tuhan mungkin menciptakan lagi
suatu tumbuhan dan hewan baru. Jadi teori Civiert ini pada
hakekatnya adalah sama saja dengan teori Linnaeus, akan
tetapi penciptaan yang dimaksudnya terjadi berulang-ulang.

Cuvier menambahkan bahwa mungkin sekali lenyapnya


hewan-hewan itu bukannya dimana-mana, dengan demikian ada
kemungkinan juga bahwa hewan-hewan yang diciptakan dalam
periode yang sudah lampau dari suatu daerah tertentu,
kemudian pindah menempati daerah lain yang baru di bumi ini.
Hal ini berkaitan dengan sebaran hewan atau geografi hewan.
Pendapat lain dari Cuvier yang penting adalah bahwa semua
hewan dapat dianggap sebagai suku-suku dari suatu deret yang
mulai dari hewan bersel satu yang sederhana sampai tingkat
manusia. Hal ini dikenal dengan Tangga Dari Alam.

6. Lammarck (1744-1829)

Sebelum Lammarck, ahli lain yang sejalan dengan


pemikiran Lammarck adalah Buffon (1707-1788) dan Erasmus
Darwin (kakek dari Charles Darwin, 1731-1802) menulis syair
yang dianggap sebagai karangan berpengetahuan yang berjudul
”Zoonomia” ia berpendapat bahwa hewan-hewan mungkin juga
timbul dari hewan-hewan lain.

Nama lengkap Lammarck adalah Jean Baptist Pierre


Antoine De Monet, Chavalier De Lammarck. Sewaktu masih
muda ia belajar untuk menjadi pendeta, kemudian ia menjadi
tentara sampai ia dalam pertempuran mendapat pujian karena
Teori Evolusi Sebelum dan Sesudah
Darwin

keberaniannya. Ia meninggalkan angkatan perang, untuk belajar


ilmu ketabiban di Paris, akan tetapi kemudian ia malah lebih
tertarik akan ilmu tumbuh-tumbuhan. Sesudah bekerja keras
selama 9 tahun, ia menerbitkan sebuah buku yang besar
mengenai tumbuh-tumbuhan yang hidup ditanah airnya.
Bukunya itu menarik perhatian para sarjana, sehingga ia
mendapat tawaran untuk bekerja di Jardin du Roi. Setelah
revolusi dai diangkat menjadi mahaguru pada Jardin du Roi itu
juga, yang kemudian berganti nama menjadi Jardin des
Plantes (semacam kebun raya). Ia menjadi mahaguru di bidang
Evertebrata. Ia menyusun buku yang berjudul ”Philosophie
Zoologioque”. Ia menjadi buta dihari tuanya dan terpaksa
hidup miskin dan sengsara sekali. Oleh rekan-rekannya di zaman
itu tidak ada yang mengerti jasa-jasanya sebagaimana mestinya.

Setelah ia meninggal, maka berkat kegiatan Darwin, ia


dijungjung tinggi lagi dan sampai sekarang pun ia masih
dipandang sebagai salah satu seorang sarjana besar di zaman
itu. Sayang sekali teori-teorinya tidak dilengkapi dengan bukti-
bukti dan kenyataan-kenyataan.

Teori Lammarck ialah :

Bahwa di bumi ini mula-mula timbul makluk hidup yang


sederhana, yang mungkin berasal dari benda-benda mati
(dengan jalan Generatio Spontanea), akan tetapi dari makluk
yang sederhana ini kemudian dalam tempo yang panjang sekali
timbulah jenis-jenis makluk yang hidup sampai sekarang, tanpa
ada penghentian jalannya kehidupan seperti yang dimaksudkan
dalam cerita kiamat dari kitab Injil ataupun teori bencana
menurut Cuvier. Teori evolusi menganggap bahwa hewan bersela
satu sebagai permulaan evolusi dan menganggap manusia
sebagai akhir evolusi.

Nor Setyowati, Biologi, 08640015


Diantara sebab-sebab yang menyelenggarakan perubahan-
perubahan dan penyempurnaan tubuh makluk hidup, Lammarck
mengemukakan bahwa pentingnya mempergunakan dan tidak
mempergunakan alat tubuh tertentu. Kalau sebuah alat tubuh
sering digunakan maka ia akan tumbuh sempurna dan bila ia
jarang digunakan ataupun tidak digunakan sama sekali maka ia
akan terbelakang tumbuhnya, sedang tiap-tiap perubahan yang
dialami oleh individu itu selama masa hidupnya kelak akan
diturunkan kepada keturunanya, sehingga kelak sifat itu tampak
sempurna pada keterunannya.

Lammarck memberi contoh Ular adalah binatang yang


mempunyai kebiasaan untuk merangkak/merayap dengan cepat
masuk ke dalam tanah, kalau mereka mau bersembunyi. Kaki-
kaki yang panjang malah merugikan untuk merangkak dan
bersembunyi di dalam tanah dan keberadaan kaki tersebut justru
merintangi gerakan. Jadi kebiasaan bergerak dari binatang itu
menyebabkan lenyapnya kaki-kaki pada tubuhnya sendiri.

Sedangkan jerapah memiliki leher yang panjang karena


mereka mempunyai kebiasaan hidup untuk mengambil daun-
daunan dari pohon-pohon yang tinggi. Dan sebaliknya hewan
yang hidup di gua-gua gelap akan mempunyai mata yang
mundur ketajamannya. Hewan itu mempunyai kemampuan
untuk selalu mempertahankan sifat yang telah mereka miliki
dalam usaha menyempurnakan organisasi alat-alat tubuhnya,
tetap dipertahankan terus hingga dengan demikian kelak pada
suatu ketika berturut-turut terjadilah makluk hidup dari berbagai
kelas dan bangsa, yang disebabkan oleh karena keadaan
lingkungan hidupnya yang bermacam-macam.
Teori Evolusi Sebelum dan Sesudah
Darwin

7. Etienne Geoffroy ST. Hilaire (1722-1844)

Disamping Cuvier dan Lammarck, pada waktu itu di Paris


hidup pula seorang ahli ilmu hewan bernama Etienne Geoffroy
ST. Hilaire yang mempunyai anggapan yang sama dengan
Lammarck dan Goethe. Ia berpendapat bahwa ada suatu
hubungan antara hewan-hewan yang mempunyai bentuk
dasar dari tubuhnya.

8. Charles Lyell (1797-1875)

Lyell dilahirkan di Skotlandia. Ia mula-mula belajar hukum


di Oxford, kemudian ia menjadi pengacara di London. Akan tetapi
ia tertarik sekali akan ilmu geologi, sehingga dengan segera ia
menjadi penulis dari perkumpulan geologi. Pada tahun 1831 ia
menjadi mahaguru dalam ilmu geologi. Ia diangkat menjadi
seorang bangsawan dan setelah meninggal dimakamkan dengan
penghormatan besar di Westminister abbey di London. Sebagai
seorang sarjana besar.

Isi teori yang disampaikan oleh Lyell dalam bukunya ”An


Enquiry How Far The Former Changes of The Earth’s
Surface are Referable to Causes Now in Operatiaon”
(Suatu Penyelidikan Sampai Kemanakah Perubahan-Perubahan
yang terjadi Zaman Dahulu Dari Permukaan Bumi Ini Dapat Kita
Hubungkan Dengan Sebab Musabab Alam Yang Sampai Sekarang
Masih Terjadi Terus). Lyell membuktikan dengan contoh-contoh
dari penyelidikan geologis bahwa untuk dapat menerangkan
struktur dari kulit bumi serta lapisan tanah dibawahnya, tidak

Nor Setyowati, Biologi, 08640015


perlu beranggapan bahwa di zaman purba dulu terjadi kiamat
berturut-turut. Tenaga-tenaga geologi yang sampai sekarang
masih bekerja terus, tentu sudah cukup untuk menerapkan
struktur bumi tadi. Tenaga geologi itu misalnya daya erosi air,
gerakan kulit bumi, daya gunung berapi dan lain-lainnya.

Lebih lanjut Charles Lyell pada awal abad 19


mengembangkan pandangan hutton yang lebih dahulu kedalam
prinsip geologi mengenai ”uniformitarianisme” yang
diterbitkan dalam bukunya Principles of geology (1830-1833).
Lyell mengemukakan bahwa gunung dan lembah dan ciri-ciri fisik
permukaan bumi tidak diciptakan seperti bentuknya sekarang
atau tidak dibentuk oleh bencana yang berturut-berturut, tetapi
terbentuk oleh berlanjutnya proses vulkanis, pergolakan, erosi,
glasiasi dan sebagainya dalam jangka waktu yang sangat lama
dan masih berlangsung sampai sekarang. Uniformitarianisme
sangat penting bagi perkembangan lebih lanjut dari pengertian
mengenai evolusi organik. Pertama, evolusi organik pada satu
pihak merupakan penerapan prinsip uniformitarianisme pada
dunia organik. Proses yang pada waktu ini berlangsung dan
berlanjut selama periode waktu yang lama dapat menjelaskan
mengenai asal-usul spesies. Kedua, dari pemikiran Lyell dapat
ditarik kesimpulan bahwa bumi ini jauh lebih tua dari perkiraan
Uskup Ussher, yang dibuat dalam tahun 1650 dengan
menjumlahkan geneologi dalam buku Kejadian, sehingga ia
mendapatkan bahwa bumi ini diciptakan 4000 tahun sebelum
masehi. Untuk perubahan organik yang lambat yang terlibat
dalam seleksi alam tersedia cukup banyak waktu.

9. Wilhelm Hofmeister (1824-1877)


Teori Evolusi Sebelum dan Sesudah
Darwin

Dalam bukunya yang terkenal mengenai sejarah


perkembangan Kryptogamen (paku-pakuan dan lumut) telah
menulis : Perubahan dari Jungermanniaceae (suku dari Lumut
Hati) yang tak berdaun ke Jungermanniaceae yang berdaun
adalah lambat sekali dan perubahan itu terjadi dengan jalan
suatu deret bentuk antara yang sedikit-sedikit bedanya, yang tak
ada putus-putusnya.

Pernyataan itu adalah sangat berprinsip, yang boleh


dikatakan benar-benar Darwinistis. Akan tetapi aneh sekali
pernyataan itu hanya ditulis sambil lalu saja.

10. Leopold Von Buch

Leopold Von Buch pada abad 19 telah menarik kesimpulan


dari penyebaran tanaman-tanaman di Kepulauan Canari,
bahwa oleh karena proses evolusi, maka di dalam jurang-jurang
yang dalam, disitu terjadilah jenis-jenis tanaman yang baru dari
jenis tertentu.

11. Robert Chambers (1802-1871)

Ia adalah seorang penerbit dan ahli filsafat alam


bangsa Scot. Pada tahun 1844 terbit sebuah buku tak
berpenulis yang berjudul ”Vertiges of The Natural history
of Creation” (Jejak Sejarah Kehidupan Makluk Hidup), yang
sangat laku dijual. Chambers-lah yang menerbitkannya. Oleh
karenanya ia berpendapat bahwa pikiran-pikiran yang dimuat
dalam buku itu niscaya akan menjatuhkan mana baik dari
perusahannya. Dan memang ada protes-protes dan cemooh
yang hebat mengenai isi buku itu. Kelak Chambers mengaku
bahwa ialah yang menulisnya. Di Eropa pun buku itu sangat
laku dan diterjemahkan kedalam berbagai bahasa. Terjemahan

Nor Setyowati, Biologi, 08640015


dalam Bahasa Belanda berjudul tambahan ”Penciptaan dan
Kemajuan perkembangan dari tumbuh-tumbuhan dan Binatang-
Binatang yang Dipengaruhi dan Dikuasai oleh hukum-Hukum
Alam.

Dalam buku ini Generatio Spontanae dibicarakan dengan


mendalam sekali, misalnya diceritakan tentang terjadinya kutu
dengan pertolongan aliran listrik didalam larutan garam yang
jenuh. Disamping itu Chambers juga menyetujui pendapat Lyell
yang menyatakan bahwa perubahan kulit bumi yang
berlangsung secara perlahan-lahan karena pengaruh tenaga-
tenaga alam itu adalah sesuai dengan kemauan Tuhan. akan
tetapi tenaga-tenaga alam itu pun bertanggungjawab atas segala
perubahan da pembentukan dari makluk hidup yang
berkembang serasi dan bersama-sama dengan perkembangan
bumi ini.

Perubahan dari jenis-jenis makluk hidup dan penciptaan


jenis baru yang terus menerus yang berasal dari jenis yang
rendah tingkatannya bagi Chambers sudah pasti, seperti
anggapan Lammarck, St. Hilaire dan pengikut-pengikutnya. Akan
tetapi Chambers tidak percaya bahwa perubahan-perubahan
jenis binatang itu disebabkan karena seringnya pemakaian dan
tidak seringnya pemakaian dari alat-alat tubuh, ataupun karena
pengaruh yang berlangsung dari keadaan lingkungan hidupnya.
Dia berpendapat bahwa keinginan yang sewajarnya dari
makluk-makluk itu sendirilah yang menjadi sebab. Ia
mengemukakan ”Theory of Organic Development” (Teori
Perkembangan Organik).

Hal yang berkaitan dengan manusia, juga disinggung oleh


Chambers dengan menyatakan bahwa terjadinya manusia itu
tidak lain ialah dari jenis-jenis binatang-binatang yang
Teori Evolusi Sebelum dan Sesudah
Darwin

lain.

12. Weismann

Weismann, seorang ahli biologi berkebangsaan Jerman


yang hidup pada tahun 1834-1912, menyatakan bahwa evolusi
terjadi karena adanya seleksi alam terhadap faktor genetis.
Variasi yang diwariskan dari induk kepada anaknya bukan
diperoleh dari lingkungannya tetapi dengan perubahan diatur
oleh faktor genetik atau gen. Weismann memotong ekor
tikus sampai 20 generasi, tetapi anaknya tidak ada yang tidak
berekor dan percobaan ini menyanggah teori evolusi
Lamarck.

13. Charles Darwin

Dalam bukunya “On The Origin of Spesies by Means of


Natural Selection”, Darwin mengeluarkan teori evolusi yang
intinya dapat dibagi menjadi beberapa pokok berikut ini:

1. Variasi pada tumbuhan dan hewan merupakan suatu variasi


karateristik yang muncul dalam penampakan fenotip organisasi
tersebut.

2. Rasio pertambahan terjadi secara geometrik, yaitu jumlah


setiap spesies relatif tetap. Hal ini terjadi karena banyak individu
yang tersingkir oleh predator, perubahan iklink dan proses
persaingan.

3. Struggle for existance (usaha yang keras untuk bertahan )


merupakan suatu usaha individu organisme untuk bertahan
hidup. Individu dengan variasi yang tidak sesuai untuk kondisi-
kondisi yang umum di alam,akan tersingkir. Adapun individu-

Nor Setyowati, Biologi, 08640015


individu dengan variasi menguntungkan dapat melanjutkan
kehidupannya dan memperbanyak diri dengan berproduksi.

4. Menghasilkan the survival of fittest kelestarian didapat dari


organisasi yang memiliki kualitas paling sesuai dengan
lingkungan. Individu-individu yang dapat hidup akan mewariskan
variasi-variasi tersebut kepada generasi berikutnya.

Menurut Dawin terjadi evolusi karena adanya seleksi alam


(faktor alam yang mampu menyeksi makhluk hidup. Adaptasi
merupakan penyebab terjadinya seleksi alam (mekanisme
seleksi alam). Jerapah yang berleher panjang berasal dari yang
berleher panjang pula, sedangkan yang berleher pendek
musnah. Faktor yang menyebabkan evolusi (mekanisme evolusi)
adalah seleksi alam.

REFERENSI

http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/27/perkembangan-teori-
evolusi/