Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

ILMU TAFSIR

MENGENAL ALLAH SWT


DOSEN PEMBIMBING;Fahrurraji,M.Pd

Disusun Oleh: kelompok II

1.Eko harianto 2.Fatimah 3.Feryadi

4.Hamdani 5.Hanif syazali 6.Hamsinah

7.Haspul anwar 8.halisah paulina

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)

KUALA KAPUAS
2010

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyanyang serta segala puji dan syukur kepada-Nya yang telah
memberikan rahmat,taupik, dan hidayah-Nya, Tak lupa pula shalawat serta
salam kami ucapkan kepada nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga
,sahabat-sahabat,dan para pengikut beliau hingga akhir zaman. Sehingga
kami dapat menyelesaikan sebuah makalah yang yang berjudul” Mengenal
Allah” .

Kami sebagai penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini


masih terdapat kekurangan dan kesalahan dalam menulis, menyampaikan
kepustakaan yang sekiranya perlu perbaikan dari pembaca. Oleh karena itu
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempunaan makalah ini mendatang baik dari penbaca maupun dosen
pembimbing.

Demikian kata pengantar dari kami penulis, semoga makalah ini


bermanfaat dan dapat digunakan sebagai mana mestinya,semoga kita semua
mendapatkan faedah dan diterangi hati dalam setiap menuntut ilmu yang
bermanfaat untuk dunia dan akherat, terima kasih banyak atas perhatian
pembaca sekalian yang budiman.

Kuala kapuas, maret 2010


i

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………....………………………………………………….…i

Daftar Isi……………………………………………………………………………...ii
BAB I Pendahuluan
A. A.Latar Belakang...............................................................................................1
1) Tujuan penulisan.......................................................................................1
2) Batasan masalah.......................................................................................2
BAB II Pembahasan
B. Eksistensi Allah SWT....................................................................................... 3
Surat Al-Hasyr, ayat 22-24........................................................................... 4-5

C. Fitrah mengenal Allah….………………………………………………..........6


D. Allah Mengenalkan Diri-Nya........................................................................ ..7

1. Mengetahui Nama (sifat) Allah....................................................................... 7

2. Diantara tanda-tanda Kekuasaan-Nya.......................................................... 8

BAB III Penutup……………………………………….................………………..…9


.
Kesimpulan................................................................................................... 10

Daftar Pustaka…..…………………………………………………............11
ii

MENGENAL ALLAH SWT

BAB I . PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG .

Al Quran adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW

secara bertahap melalui perantara malaikat jibril, didalamnya berisi tentang berbagai

macam ilmu-ilmu ketauhidan, syariat, aqidah, muamalah dan ilmu-imu yang lain, Al

Quran merupakan kitab penyempurna dari tiga kitab yang diturunkan Allah SWT kepada

nabi-nabi sebelumnya yaitu Taurat, Injil dan Zabur, ciri bahasa Al Quran adalah global

atau masih bersifat umum, oleh karenanya dalam memahami Al Quran dibutuhkan

penafsiran secara mendalam. Penafsiran Al Quran yang pertama kali dilakukan oleh Nabi

Muhammad SAW kemudian berlanjut pada masa sahabat-sahabat nabi diteruskan oleh

tabiin, didalam Al-Quran akan banyak dijumpai ayat-ayat yang menyebutkan tentang

keEsaan Allah SWT, bagaimana eksistensi Allah dalam segala hal serta janji-janji Allah

dan fitrah mengenal Allah

Dalam makalah ini kami akan mencoba menyampaikan beberapa ayat yang menyajikan

tentang eksistensi keberadaan Allah SWT dan Fitrah mengenal Allah SWT sesuai yang

terdapat dalam Al-Quran serta dengan didukung literatur-literatur yang telah kami

dapatkan.
1

1.1.Tujuan penulisan

Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mencari tahu tentang
keberadaan dan mengenal Allah melalui tafsir Al-Qur’an,untuk menambah keimanan dan
ketakwaan kita kepada-Nya, dan juga sebagai bahan materi memperluas wawasan
pengetahuan kita dalam studi agama islam baik bagi penulis maupun pembaca.

1.2.Batasan Masalah

Kami penulis membatasi masalah materi pembahasan makalah ini hanya pada” tujuan
mengenal Allah SWT”beserta ruang lingkupnya yang berkaitan dengan hal tersebut agar
sekiranya dalam penyajian makalah ini tepat dan tidak menyimpang dari judul tersebut.

2
BAB II

PEMBAHASAN

B.Eksistensi Allah SWT


Surat Al-Hasyr, ayat 22-24
22)‫حيُم‬
ِ ‫حَمُنالّر‬
ْ ‫شَهاَدِة ُهَو الّر‬
ّ ‫ب َوال‬
ِ ‫عاِلُم اْلَغْي‬
َ ‫ل اّلِذي لِإَلَه ِإل ُهَو‬
ُّ ‫ُهَو ا‬

22.Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang
nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Tafsir :

Ayat ini berbicara tentang sifat-sifat Allah yang dibuktikan dengan penyebutan
kata-kata Allah secara berulang-ulang. Kata Huwa dalam ayat ini merujuk kepada
Allah, sehingga kata huwa lebih mendahului kata Ar-Rahman, Ar-Rahim yang
berfungsi untuk mengkhususkan kedua sifat tersebut dalam pengertian yang maha
sempurna yang hanya dimiliki oleh Allah SWT.

ِّ‫ن ال‬
َ ‫حا‬
َ ‫جّباُر اْلُمَتَكّبُر سُْب‬
َ ‫ن اْلُمَهْيِمُناْلَعِزيُز اْل‬
ُ ‫سلُم اْلُمْؤِم‬
ّ ‫س ال‬
ُ ‫ك اْلُقّدو‬
ُ ‫ل اّلِذي لِإَلَه ِإل ُهَو اْلَمِل‬
ُّ ‫ُهَو ا‬
23‫ن‬ َ ‫شِرُكو‬ْ ‫عّماُي‬
َ

23.Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha suci, yang Maha
Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha
Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah
dari apa yang mereka persekutukan.

Tafsir :

Ayat ini menyebutkan beberapa sifat Allah yang mampu menggugah ketaatan
bagi hamba-hambanya yang selalu mengingat Allah untuk lebih mendekatkan diri
kepada-Nya.

3
Sifat-sifat Allah yang disebut dalam ayat ini adalah Al-Malik (yang maha memiliki/raja),
Al-Quddus (maha suci dari segala kekurangan dan segala yang tidak pantas), As-Salam
(maha damai dan sejahtera), Al-Mu’min (maha memberi keamanan), Al-Muhaimin (maha
memelihara dan maha mengawasi), Al-Aziz (maha agung), Al-Jabbar (maha perkasa), Al-
Mutakabbir (maha tinggi).

Menurut Thahir Ibn Asyur penyebutan sifat-sifat Allah dalam ayat ini dapat dibagi
menjadi tiga bagian sesuai konteks uraian surat. Bagian pertama sesuai dan berkaitan
dengan sikap kaum musyrikin, orang-orang Yahudi dan orang-orang munafikin yang
bekerja sama untuk memusuhi serta memerangi nabi dan kaum muslimin hal ini terdapat
dalam kata-kata La ilha illa Allah, Al-Malik, Al-Aziz, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir.

Bagian kedua yang sesuai dan berkaitan dengan kaum muslimin terdapat dalam kata-
kata As-Salam, Al-Mu’min Ar-Rahman, Ar-Rahim. Serta bagian ketiga ialah yang
berkaitan dengan kedua kelompok yang terdahulu yakni kaum beriman dan kaum
pembangkang hal ini terdapat dalam kata-kata Al-Quddus,Al-Muhaimin, Al-Khaliq, Al-
Bari’, Al-Mushawwir
.
24)‫حِكيُم‬
َ ‫ض َوُهَو اْلَعِزيُز اْل‬
ِ ‫ت َوالْر‬
ِ ‫سَماَوا‬
ّ ‫ح َلُه َما ِفيال‬
ُ ‫سّب‬
َ ‫سَنى ُي‬
ْ‫ح‬ُ ‫سَماُء اْل‬
ْ ‫صّوُر َلُه ال‬
َ ‫ئ اْلُم‬
ُ ‫خاِلُقاْلَباِر‬
َ ‫ل اْل‬
ُّ ‫)ُهَو ا‬

24.Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang
mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah
yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir :

Ayat penutup dari surat Al-Hasyr ini juga menyebutkan tentang sifat-sifat yang dimiliki
oleh Allah SWT, dalam ayat ini terdapat tiga sifat Allah, ketiga sifat tersebut ialah Al-
Khaliq (sang pencipta), Al-Bari’ (maha memisahkan sesuatu dari sesuatu), Al-
Mushawwir (maha memberi rupa, cara dan subtansi bagi sesuatu) serta yang memiliki
segala sifat dalam asmaul husna dan yang terakhir adalah Al-Hakim (mahaperkasa lagi
maha bijaksana).

4
Dia Pencipta seluruh makhluk-Nya, Yang mengadakan seluruh makhluk dari tiada ada
kepada ada, Yang membentuk makhluk sesuai dengan tugas den sifatnya masing-masing.
Dia mempunyai sifat-sifat yang indah, nama yang agung yang tidak dipunyai oleh orang
yang lain, selain dari Dia. Kepada Nya bertasbih dan memuji segala yang ada di langit
dan di bumi.

Diriwayatkan oleh Barra bin Azib, Ali bin Abi Talib berkata:
“Hai Barra’ jika engkau berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang
Agung maka bacalah sepuluh ayat permulaan surah Al Hadid dan akhir surah Al
Hasyr. Kemudian mohonkanlah kepada-Nya apa yang engkau kehendaki.”

Sebenarnya yang penting dalam berdoa itu ialah keikhlasan hati, kekhusukan
dan ketundukan kepada Allah, maka dengan membaca ayat-ayat itu diharapkan
timbul ikhlas, khusyuk dan tunduk itu, sehingga doa itu diterima Allah.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dari


:Nabi.SAW,bersabda

‫إن ل تسعة وتسعين اسما مائة إل واحدا من أحصاها دخل الجنة وهووتر يحب الوت‬

Artinya:

Sesungguhnya Allah Taala mempunyai 99 nama yang agung, barangsiapa yang


membuat statistiknya (menghafal menghayati dan meresapkannya dalam jiwanya)
niscaya akan masuk surga. Tuhan itu ganjil menyukai yang ganjil. (H.R. Bukhari
Muslim)

Yang dimaksud dengan menghayati dan meresapkannya di sini ialah memahami


benar-benar sifat-sifat Allah itu, merasakan keagungan, kebesaran dan kekuasaan-Nya
atas seluruh makhluk, kasih sayang-Nya, sehingga menimbulkan ketundukan, kepatuhan
dan kekhusyukan pada setiap orang yang melakukan ibadat kepada-Nya.[3]

Perurutan penyebutan sifat-sifat Allah dalam ayat-ayat ini berfungsi untuk menampik
kesan negatif yang mungkin dapat timbul dalam pikiran makhluk. Ketika mendengar sifat
yang disebutkan sebelumnya sekaligus sebagai penyempurna dari penjelasan ayat-ayat
sebelumnya. [4]

5
C.FITRAH MENGENAL ALLAH

I. AYAT-AYAT YANG TERKAIT


A Surat Ar-Rum 22-25

  


  
  
    
    
  
 
  
      
  
  
  
  
  
    
   
  
    
 
22.Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan
berlainan - lainan bahasamu dan warna kulitmu.sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

23. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang
hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk
(menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu
menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

25. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan
iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika
itu (juga) kamu keluar (dari kubur).

6
D. Allah Mengenalkan Diri-Nya
1. Mengetahui Nama (sifat) Allah
Berdasarkan hadits Rasulullah SAW bahwa “Allah mempunyai sembilan puluh
sembilan nama. Barang siapa yang menghafalnya, ia masuk surga. Sesungguhnya Allah
itu Maha Gasal (tidak genap) dan cinta kepada hal yang gasal” (HR. Ibnu Majah)
Menghafal nama-nama Allah yang baik ialah mengingat-Nya, menghadirkan maknanya
dalam hati serta merasakan bekasnya dalam jiwa. Imam Tirmidzi menyebutkan 99.
Al-Biqa’i berkomentar tentang kata (‫ )هو‬huwa pada Qs. Al-Hasr ayat 22 bahwa Dia yang
wujud-Nya dari Dzat-Nya sendiri sehingga Dia sama sekali tidak disentuh oleh Adam
(ketiadaan) dalam bentuk apapun, dan dengan demikian tidak ada wujud yang pantas
disifati dengan kata tersebut selain-Nya, karena Dialah yang selalu wujud sejak dahulu
hingga kemudian yang tidak terhingga.
Menurut Imam Ghazali, Al-Malik yang merupakan salah satu nama Allah yang Maha
Mulia adalah Dia “Yang Dzat dan sifat-Nya tidak membutuhkan segala yang wujud,
bahkan segala yang wujud butuh kepada-Nya dalam segala sesuatu dan menyangkut
segala sesuatu. Segala sesuatu selain-Nya menjadi milik-Nya.
Dalam penjelasan beberapa kamus bahasa Arab antara lain karya al-Fairuzabadi
ditemukan bahwa Quddus adalah Ath-Thahr. Auw Al-Mubarak/ yang suci murni atau
yang penuh keberatan.
Agaknya atas dasar inilah ada ulama’ yang mengartikan kata tersebut sebagai yang
menghimpun semua makna-makna yang baik atau yang terpuji dengan segala macam
kebijakan.
Menurut Imam Al-Ghazali, Allah A-Quddus adalah Dia Yang Maha Suci dari segala sifat
yang dapat dijangkau oleh Indra, dikhayalkan oleh imajinasi, diduga oleh waham, atau
yang terlintas dalam nurani dan pikiran.

Dalam surat Al-Hasyr : 24


Menurut Imam Ghazali menjelaskan tiga hal (‫ )الخالﻖ المصور البر‬melalui satu ilustrasi,
yaitu seperti halnya bangunan, dia membutuhkan seorang yang mengukur apa dan
beberapa banyak yang dibutuhkan dari kayu, bata, luas tanah, jumlah bangunan serta
panjang dan lebarnya. Ini dilakukan oleh insiyur yang kemudian membuat gambar dari
bangunan yang dimaksud. Setelah itu dibutuhkan buruh-buruh bangunan yang
mengerjakannya sehingga tercipta bangunan yang diukur tadi. Selanjutnya masih
dibutuhkan lagi orang-orang yang memperhalus, memperindah bangunan itu, yang
ditangani oleh orang lain yang bukan buruh bangunan itu. Inilah yang biasa terjadi dalam
membangun satu bangunan Allah SWT dalam menciptakan sesuatu, melakukan
ketiganya, karena itu Dia, adalah al-Khaliq, al-Bari’, dan al-Musawwir
7
2. Diantara tanda-tanda Kekuasaan-Nya
a. Penciptaan Langit dan Bumi
Yakni penciptaan langit dalam hal ketinggian, keluasan serta berbagai bentuk makhluk
yang terdapat di dalamnya
b. Perbedaan Bahasa
Yakni bahasa manusia baik bahasa Arab, asing maupun bahasa lainnya.
c. Perbedaan Warna Kulit
Yakni tanda-tanda khusus pada setiap manusia. tanda ini berbeda dari tanda yang dimiliki
oleh manusia yang lain. Tidak ada manusia yang serupa dengan yang lain yang ada
adalah kemiripan tanda, perilaku, bahasa
d. Malam dan Siang
Karakteristik malam yang digunakan untuk beristirahat dan diam, dan menjadikan siang
sebagai ajang untuk menyebar berusaha mencari penghidupan, dan berpergian
e. Adanya Kilat
Kadang-kadang untuk takut dengan gelegarnya dan kadang-kadang untuk mengharapkan
hujan karenanya
f. Dengan diturunkannya hujan maka bumi menjadi hidup kembali setelah sebelumnya
bumi itu kering kerontang dan tandus, setelah turun hujan maka bumipun menjadi sumber
dan gembur, dan menumbuhkan pepohonan sehingga, menjadi rimbun
g. Berdirinya langit dan bumi dengan iradat Nya
Yaitu pada saat bumi berganti dengan bumi lain dan orang-orang mati keluar dari kubur
dengan keadaan hidup dengan iradat dan seruannya kepada mereka
h. Apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, sekita itu juga untuk keluar
(dari bumi)
Sesungguhnya pada yang demikian itu merupakan tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang
yang mengetahui yang mendengarkan dan yang mempergunakan akalnya dengan baik.

C. IMPLIKASI PENDIDIKAN
Uraian mengenai keimanan kepada Allah yang memiliki hubungan yang erat dengan
pendidikan Islam :

1. Dilihat dari segi kedudukannya, keimanan kepada Allah dengan segala uraian yang
berkaitan dengannya selain menjadi materi utama pendidikan Islam, juga dapat menjadi
bagi perumusan tujuan pendidikan, dasar penyususunan kurikulum aspek-aspek
pendidikan lainnya. Tujuan pendidikan dalam Islam juga harus berkaitan dengan
keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
2. Dilihat dari segi fungsinya, keimanan kepada Allah berfungsi mendorong bagi upaya
meningkatkan dibidang pengembangan ilmu pengetahuan. Hal ini dapat dipahami dari
keharusan orang-orang yang beriman agar memperkuat keimanannya dengan dalil-dalil
baik yang bersifat (al-Qur’an dan al-Hadits), maupun dalil akli yang dibangun dari
argumentasi rasioanal.
8
III. KESIMPULAN
Dengan demikian jelaslah bahwa keimanan kepada Allah memiliki hubungan subtansial
dan fungsional dalam kerangka perumusan konsep pendidikan Islam pada umumnya dan
pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban pada umumnya.

IV. PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami sampaikan tentunya ini semua jauh dari kesempurnaan ,
kritik dan saran yang konstruktif kami harapkan demi perbaikan makalah agar lebih baik.
Dan akhirnya , semoga semua apa yang kitapelajari bisa bermanfaat bagi orang lain dan
khususnya bagi diri kita dan terutama bagi perkuliahan psikologi islam supaya kita bisa
menambah khasanah ilmu dan menambah pengetahuan, amin.

9
BAB III

PENUTUP

Ayat-ayat yang disebutkan dalam makalah ini tidak lain hanya untuk
menunjukkan keEsaan Allah dan bagaimana eksistensi Allah disebutkan dalam Al-
Qur’an yang merupakan kalam Allah. Makhluk tidak akan mampu untuk melihat
Allah namun dengan mengetahui sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah maka makhluk
akan dapat mengerti bahwa Allah merupakan dzat yang paling agung.

Konsep keimanan dalam islam sendiri ialah konsep yang harus diyakini tanpa
terlalu mengeksploitasi akal untuk memikirkannya, karena akal manusia sendiri
sangat terbatas untuk dapat menjangkaunya, justru akal manusia diperintahkan oleh
Allah untuk dapat membaca ayat-ayat Allah yang ada dalam alam semesta, hal ini
juga sesuai dengan yang terdapat dalam surat Ali Imron ayat 190

ِ ‫ت لوِليالْلَبا‬
‫ب‬ ٍ ‫ل َوالّنَهاِر لَيا‬
ِ ‫ف الّلْي‬
ِ ‫خِتل‬
ْ ‫ض َوا‬
ِ ‫ت َوالْر‬
ِ ‫سَماَوا‬
ّ ‫خْلِقال‬
َ ‫ن ِفي‬
ّ ‫ِإ‬

190.Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya


malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
berakal.

Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah


terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, pemakalah sangat mengharapkan kritik
dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki
setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah.
Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta
terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah.

10
DAFTAR PUSTAKA

M. Quraish Shihab, 2000 Tafsir Al-Mishbah Volume ,1,414 Ciputat ,Lentera


Hati,

Departemen Agama, diakses tanggal 5 September 2008,

Tafsir Al-Quran, www.tafsir al-quran depag.com,

Eramuslim, diakses tanggal 9 September 2008, Terjemahan Tafsir Ibn


Katsir, www.eramuslim.com

Eramuslim, diakses tanggal 9 September 2008, Tafsir Al-Azhar,


www.eramuslim.com

Qamaruddin shaleh, HAA. Dahlan dan MD. Dahlan, 1986, Asbabun Nuzul,
Bandung, CV. Diponegoro

[1] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah Volume 1, (Ciputat : Lentera Hati,


2000), hlm 511-514

[2] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah Volume 4 (Ciputat : Lentera Hati,


2000), hlm 209-213

[3] Departemen Agama, Tafsir Al-Quran, www.tafsir al-quran depag.com,


diakses tanggal 5 September 2008

11