Anda di halaman 1dari 33

BAB II

PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH

A. Identifikasi Gambar Kerja

Identifikasi gambar kerja merupakan proses memahami konsep desain

yang dikehendaki oleh perancang alat/mesin. Oleh karena itu, dalam gambar

kerja selain harus memiliki kejelasan informasi mengenai bentuk atau desain

serta ukuran dari komponen-komponen yang akan dibuat juga harus memiliki

kejelasan informasi mengenai tanda-tanda pengerjaannya

1. Identifikasi Ukuran

Landasan pemotong dan penutup transmisi daya yang telah dibuat,

secara garis besar memiliki ukuran sebagai berikut :

a. Landasan pemotong

Landasan pemotong secara garis besar terdiri dari beberapa

komponen, yaitu landasan pemotong bagian atas, landasan pemotong

bagian bawah. Adapun ukuran dari komponen tersebut adalah :

1) Landasan pemotong bagian atas memiliki ukuran 250x250x25,6

(satuan dalam millimeter). (lihat lampiran).

9
10

Gambar 1. Landasan pemotong bagian atas

2) Landasan pemotong bagian bawah memiliki ukuran 250x250x12

(satuan dalam millimeter). Bentuk dan ukuran panjang serta lebar

benda kerja, sama dengan landasan pemotong bagian atas, yang

membedakan adalah tebalnya yaitu 12 mm.

Gambar 2. Landasan pemotong bagian bawah

a. Penutup transmisi daya

Penutup transmisi daya terdiri dari dua bagian, yaitu belt cover

dalam dan belt cover luar. Dengan ukuran masing-masing bagian

sebagai berikut :

1) Belt cover dalam mempunyai ukuran 572x341x1 (satuan dalam

millimeter), yaitu tinggi totalnya adalah 572 mm, lebar total 341

mm, dan tebal bahan yang digunakan adalah 1 mm (lihat lampiran).


9

Gambar 3. Belt cover dalam

2) Belt cover luar

Belt cover luar terdiri dari belt cover luar bagian atas dan belt cover

luar bagian bawah. Belt cover luar bagian atas berukuran

220x150x1 (satuan dalam millimeter). Sedangkan belt cover luar

bagian bawah berukuran 662x600x1 (satuan dalam millimeter).

Ukuran belt cover luar secara keseluruhan dapat dibaca pada

lampiran.
9

Gambar 4. Belt cover luar

1. Identifikasi Bahan

Identifikasi bahan perlu dilakukan guna mempermudah dalam

menentukan hal-hal yang berhubungan dengan bahan yang digunakan,

salah satunya adalah untuk menentukan perlakuan pengerjaan yang

berkaitan langsung dengan penggunaan alat dan mesin.

Dalam pembuatan landasan pemotong dan penutup transmisi daya

juga harus tepat pemilihan bahan yang akan dipakai. Selain untuk

menentukan perlakuan pengerjaan, pemilihan bahan yang tepat akan


10

sangat berpengaruh terhadap kekuatan komponen dan nilai ekonomis dari

alat tersebut. Bahan yang digunakan dalam pembuatan landasan

pemotong dan penutup transmisi daya adalah sebagai berikut :

a. Landasan pemotong

1) Landasan pemotong bagian atas terbuat dari karet keras dengan

ketebalan 25,5 mm, yang bertujuan untuk menjaga ketajaman dari

mata pisau pemotong bola. Karena bila bantalan pemotong terbuat

dari besi maka keausan dan terjadinya tumpul pada mata pisau akan

sangat mudah terjadi. Selain itu, pengerjaan bahan karet keras akan

lebih mudah bila dibandingkan dengan bahan dari besi.

2) Landasan pemotong bagian bawah yang berfungsi sebagai landasan

terletak di bawah landasan pemotong bagian atas yang pada

dasarnya akan menerima beban kejut akibat gerak naik turun pisau

pemotong, maka diperlukan bahan yang tahan akan beban tersebut.

Pada landasan pemotong bagian atas ini dipilih bahan yang terbuat

dari besi yaitu berupa plat dengan ketebalan 12 mm. Dengan bahan

tersebut diharapkan mampu menahan beban kejut, sehingga akan

memperlancar proses produksi.

a. Penutup transmisi daya

Penutup transmisi daya memiliki dua bagian, yaitu belt cover

dalam dan belt cover luar. Fungsi dari penutup transmisi daya adalah

untuk melindungi operator dari putaran transmisi pada mesin dan juga

melindungi kinerja mesin dari gangguan-gangguan benda asing yang

nantinya akan menghambat kinerja mesin itu sendiri.


10

Bahan yang digunakan untuk membuat komponen ini adalah plat

eyser tebal 1 mm. Perancang memilih bahan ini karena masih

memungkinkan sebagai fungsinya dan mudah dikerjakan dengan alat

atau mesin. Terlepas dari itu semua, plat eyser tebal 1 mm sangat

mudah ditemui dan didapatkan. Sehingga akan lebih mempermudah

dalam proses pembuatan maupun perawatannya.

A. Identifikasi Alat dan Mesin yang Digunakan

Dalam pembuatan landasan pemotong dan penutup transmisi daya

memerlukan peralatan dan mesin yang memadai sebagai penunjang untuk

mendapatkan hasil pengerjaan yang maksimal. Oleh karena itu ketersediaan

alat dan mesin yang memadai harus benar-benar diperhatikan. Secara

keseluruhan peralatan dan mesin yang digunakan adalah :

1. Peralatan

a. Mistar baja

Mistar baja dibuat dari baja tahan karat atau baja perkakas.

Skala yang dicantumkan adalah dalam satuan inchi dan metrik.

Mistar baja dapat diperoleh dalam berbagai ukuran panjang, dan

pada umumnya jenis yang banyak dipakai berukuran 150 mm

hingga 300 mm. Secara garis besar mistar baja berfungsi sebagai

pengukur jarak panjang pada suatu benda. Selain itu mistar baja

juga sering digunakan sebagai pengarah penggores ketika

menggores pada benda kerja.


9

Gambar 5. Mistar baja

b. Meteran gulung

Meteran gulung memiliki fungsi sama dengan mistar baja,

yang membedakan adalah bentuknya. Meteran gulung terbuat dari

plat elastis dan relatif panjang dibanding mistar baja. Dalam

pemakaiannya, meteran gulung sering digunakan untuk mengukur

benda yang relatif panjang dan tidak terlalu membutuhkan

ketelitian yang lebih.

Gambar 6. Mistar gulung

c. Penyiku (siku mati/ solid square)

Alat ini terdiri dari daun dan blok yang terbuat dari baja.

Bloknya lebih tebal dan lebih pendek daripada daunnya. Daun

dipasang dengan sudut 900dengan blok, dengan cara dikelilingi

atau dirivet. Siku mati ada yang diberi skala ukuran dengan
10

ketelitian 1 mm dan 1/32'', dan ada yang tanpa skala ukuran.

Untuk yang menggunakan skala ukuran, pengukuran yang

dilakukan hanya digunakan untuk mengindikasikan panjang atau

ketinggian, tetapi bukan untuk pemeriksaan atau pengukuran yang

teliti.

Fungsi utama penyiku adalah untuk memeriksa ketegak-

lurusan atau kesikuan suatu benda, memeriksa kesejajaran garis,

dan alat bantu dalam membuat garis pada benda kerja.

Gambar 7. Penyiku/ siku mati

d. Penitik

Suatu alat yang terbuat dari besi baja yang dikeraskan dan pada

ujungnya berbentuk runcing. Terdapat dua jenis penitik, yaitu

penitik pusat (centre punch), dan penitik garis (prick punch). Yang

membedakan kedua jenis penitik ini adalah besar dan sudut pada

ujung yang diruncingkan.

1) Penitik pusat (centre punch)


10

Penitik pusat digunakan untuk menandai titik pusat lubang

yang akan dibor. Pusat lubang yang dititik harus tepat

kedudukannya dengan mata bor yang akan digunakan untuk

melubang. Oleh karena itu, pemukulan penitik harus keras dan

tepat untuk memperoleh dudukan mata bor yang mantap.

Sudut mata penitik pusat dibuat 900.

2) Penitik garis (prick punch)

Penitik garis bentuknya sama dengan penitik pusat, yang

membedakan hanya sudutnya penitiknya sebesar 300- 600.

Alat ini digunakan untuk menandai garis gambar di atas benda

kerja, sehingga batas-batas pengerjaan tetap dapat terlihat,

sebab garis gambar seringkali hilang pada saat pengerjaan.

Cara penggunaan penitik garis ini hampir sama dengan penitik

pusat, hanya beban pada waktu pemukulan tidak sekuat penitik

pusat.

Gambar 8. Penitik

a. Penggores

Penggores terbuat dari baja perkakas. Alat ini digunakan untuk

membuat garis berupa goresan pada benda kerja dengan bantuan


10

mistar baja. Bentuk penggores ada dua macam, yaitu penggores

dengan memiliki satu ujung dan penggores dengan dua ujung yang

biasanya ujung kedua ini dibengkokkan. Cara penggunaan

penggores ini sama dengan menggunakan pensil.

Gambar 9. Penggores

b. Palu

Palu disebut juga martil atau pukul. Palu adalah alat tangan

yang digunakan untuk memukul, dan digolongkan menjadi dua

macam, yaitu pukul besi dan pukul lunak. Ada beberapa jenis palu,

yaitu :

1) Palu besi

Palu besi digunakan sebagai alat pendukung perkakas lainnya,

diantaranya adalah digunakan untuk memukul penggores guna

mendapatkan beban tumbukan pada benda kerja. Palu besi ini

memiliki ukuran dan berat yang berbeda-beda, tergantung daya

tumbuk/ pukulan yang diperlukan. Semakin besar daya tumbuk

yang dibutuhkan, semakin besar pula ukuran palu yang

dipakai.

2) Palu plastik

Palu plastik terbuat dari salah satu jenis bahan plastik dan

biasanya digunakan untuk memukul benda kerja besi lunak dan

tembaga.
9

3) Palu karet

Palu karet biasa juga digunakan untuk memukul besi lunak

maupun benda kerja lain non-logam, dalam hal ini digunakan

untuk memukul besi plat tipis guna membentuk benda kerja

sesuai tujuan. Palu ini terbuat dari karet yang elastis, sehingga

dalam penggunaannya tidak akan merusak benda kerja.

4) Palu terak

Gambar 10. Macam-macam Palu

Palu terak digunakan untuk membersihkan kotoran/ terak pada

benda kerja setelah dilakukannya pengelasan. Pembersihan

kotoran las ini berfungsi sebagai upaya supaya tidak terjadi

kekeroposan pada proses las berikutnya.


10

a. Landasan/ pelana

Gambar 11. Landasan/ pelana

Landasan/ pelana adalah alat yang digunakan sebagai landasan

benda kerja pada waktu dipukul atau pada waktu proses

pembentukan beda kerja. (Gambar 11)

b. Kikir

Kikir adalah alat tangan yang dibuat dari baja karbon tinggi

yang disepuh keras pada seluruh badannya pada suhu 8000C dan

kemudian dinormalkan dengan larutan khusus. Tangkai kikir tidak


10

disepuh agar tetap dalam keadaan lunak hingga tidak getas dan

rapuh. Bagian-bagian dari kikir adalah muka, ujung, sisi, mata, dan

tangkai. Pada bagian muka terdapat gigi pemarut, demikian juga

pada bagian sisi terdapat gigi pemarut dalam posisi sejajar tetapi

ada juga yang dibuat tidak bergigi. Kikir di bagian sisi yang tidak

bergigi disebut key way file. Dari ujung sampai tangkainya disebut

badan kikir, dab panjang badan kikir merupakan ukuran

panjangnya kikir. Kikir dibedakan dalam ukuran panjang, bentuk,

jenis potongan gigi, dan kasar halusnya gigi.

Fungsi dari kikir tersebut adalah untuk mengurangi dimensi

bahan yang tidak terlalu banyak. Dan biasanya digunakan untuk

finishing guna mendapatkan hasil pengerjaan yang lebih halus

serta mengurangi ketajaman ujung atau pinggir benda kerja

sehingga tidak akan membahayakan orang yang memegangnya.

Gambar 12. Kikir

c. Mata bor

Mata bor adalah pisau sayat yang digunakan untuk membuat

lubang pada suatu benda. Ukuran dari mata bor ada yang 1

milimeter hingga puluhan millimeter, tergantung besar kecilnya

ukuran lubang yang akan dibuat.

Terdapat berbagai macam mata bor yang digunakan untuk

membuat lubang pada permukaan benda kerja. Bentuk dan


10

bahannya disesuaikan dengan bahan yang dibor, bentuk lubang,

kecepatan pengeboran, dan tujuan pengeboran. Macam-macam bor

tersebut antara lain bor pilin/ pintal, bor alur lurus, bor rata, bor

benam, bor pusat.

Gambar 13. Mata bor

d. Tap

Salah satu cara membuat ulir, khususnya membuat ulir pada

lubang yang kecil, adalah dengan menggunakan tap. Tap terbuat

dari baja potong cepat (HSS = Hingh Speed Steel), tetapi ada juga

yang dibuat dari baja karbon untuk membuat ulir pada bahan

lunak. Sebuah tap mempunyai tiga atau empat alur pemotong di

bagian batang sampai kebagian ujungnya. Alur-alur tersebut

membentuk tepi pemotong (cutting edge) di samping sebagai jalan

keluarnya chips dengan mudah dan untuk dilalui cairan pendingin

atau cutting oil turun ke tepi pemotong. Satu set tap terdiri dari tiga

buah batang tap, yaitu sebagai berikut :

1) Tap nomor 1 (Tap tirus) : ujungnya sangat tirus, digunakan

untuk pengetapan permulaan.

2) Tap nomor 2 (Tap plug) : ketirusan pada ujungnya hanya

sedikit, digunakan setelah tap nomor 1.


9

3) Tap nomo 3 (Tap bottoming) : ujung yang ditiruskan hanya

satu atau dua gigi ulir, atau malah tidak ditiruskan. Dipakai

setelah tap nomor 1 dan nomor 2.

Gambar 14. Gambar tap

a. Gunting plat

Gunting plat digunakan untuk memotong plat tipis. Gunting

plat dipakai karena biasanya digunakan untuk memotong bagian-

bagian plat yang tidak dapat dipotong menggunakan mesin

pemotong plat baik yang manual maupun yang otomatis.


9

Gambar 15. Gunting plat

b. Pahat rata

Pahat rata digunakan untuk meratakan bidang dan untuk

memotong plat logam atau besi plat. Oleh sebab itu, pahat rata

sering juga disebut dengan nama pahat potong dan pahat plat.

Ukuran pahat pada umumnya ialah lebar 25 mm dan panjang 200

mm.

Gambar 16. Pahat rata


9

c. Spray gun

Pistol semprot atau spray gun berfungsi untuk membentuk

cairan cat menjadi butiran-butiran halus dengan pertolongan udara

bertekanan yang selanjutnya disemprotkan ke permukaan benda

kerja secara merata, dengan demikian terjadilah lapisan cat yang

tipis pada benda kerja.

Gambar 17. Spray gun/ pistol semprot

d. Kompresor

Kompresor yang digunakan dalam pengecatan berguna untuk

menekan udara ke dalam tangki tekan yang telah dilengkapi

dengan katup pengaman. Katup pengaman berfungsi untuk

menjaga tekanan udara dalam tangki. Katup akan membuka jika

tekanan udara telah melampaui tekanan kerja yang diperbolehkan.

Kompresor juga dilengkapi dengan manometer untuk mengetahui

tekanan udara di dalam tangki, keran gas, baut untuk mengeluarkan

air, regulator dan selang karet. Untuk keperluan pengecatan

biasanya regulator disetel pada angka 1,5 sampai 2,5 atmosfir.


9

Gambar 18. Kompresor udara

1. Mesin

a. Mesin gerinda

Mesin gerinda adalah sebuah mesin yang digunakan untuk

mengasah atau mengurangi dimensi benda kerja dengan cara

mengauskan permukaan benda kerja pada batu gerinda mesin.

Mesin gerinda sering juga digunakan untuk menghaluskan benda

kerja sebagai langkah akhir atau finishing. Dalam proses

pembuatan landasan pemotong terutama pada bagian tepi landasan

pemotong bagian bawah bekas pemotongan menggunakan mesin

gerinda tangan, karena lebih mudah dan efektif dibanding dengan

mesin gerinda yang lain. Terdapat beberapa jenis mesin gerinda

diantaranya adalah :

1) Mesin gerinda lantai (standar)

Mesin gerinda lantai mempunyai dua buah batu gerinda, yang

sebuah halus dan yang sebuah lagi kasar. Kegunaan mesin


10

gerinda ini adalah untuk menggerinda alat-alat dan benda kerja

yang besar dan berat.

Gambar 19. Mesin gerinda lantai

2) Mesin gerinda potong

Mesin gerinda potong mesin asah yang digunakan untuk

memotong benda-benda yang relative tipis dan kecil, misalnya

plat eyser, besi siku, dan sebagainya. Batu gerinda yang

terpasang pada mesin gerinda potong adalah berupa piringan

tipis dengan ketebalan yang bervariasi tergantung jenis dan

tebal benda kerja yang akan dipotong.


9

Gambar 20. Mesin gerinda potong

3) Mesin gerinda tangan

Mesin gerinda tangan berbentuk lebih kecil dibandingkan

dengan jenis mesin gerinda lainnya, hal ini disesuaikan dengan

fungsinya yaitu supaya pas ditangan dan mudah dalam

pengoperasiaannya. Gerinda tangan biasa digunakan unuk

menghaluskan permukaan atau tepi suatu benda kerja sebagai

proses akhir pengerjaan finishing.

Gambar 21. Mesin gerinda tangan

a. Mesin bor

Fungsi utama mesin bor adalah untuk membuat lubang pada

benda kerja dengan bor sebagai alatnya. Di samping itu juga dapat

digunakan untuk pekerjaan lain yang berhubungan dangan lubang,


11

seperti mengetap, meluas, dan lain-lain, dengan memasangkan

alatnya pada spindle mata bor. Ada beberapa jenis mesin bor,

antara lain :

1) Mesin bor instrument

Mesin bor instrument digunakan untuk pengeboran benda kerja

keci-kecil dan bor yang dipakai berukuran kecil pula. Mesin ini

disebut juga mesin bor sensitive, sebab pemakaiannya hanya

dapat dilakukan dengan tangan dan tidak dapat otomatis,

sehingga pemakaiannya memerlukan perasaan tangan. Mesin

bor instrument ada dua macam, yaitu mesin bor jenis meja dan

mesin bor jenis lantai.

a) Mesin bor meja

Mesin bor ini mempunyai tiang yang pendek dan

dipasang di atas meja. Karena ukurannya kecil, maka

mesin bor ini digunakan untuk pengerjaan benda kerja

kecil.
9

Roda tingkat
& sabuk
Penutup pemutar
Motor

Tuas
penekan
Tiang

Meja
Landasan
pada meja

Gambar 22. Mesin bor meja

b) Mesin bor lantai

Mesin bor lantai mempunyai tiang yang panjang dan

dipasang pada lantai. Mesin ini mempunyai landasan

yang besar dan berat sehingga kedudukannya stabil.

Motor

Tuas penekan

Meja Tiang

Landasan
pada lantai

Gambar 23. Mesin bor lantai

1) Mesin bor standar


11

Mesin bor standar dapat digunakan untuk mengebor benda

yang lebih besar dibandingkan dengan mesin bor instrument.

Kapasitas jepit bor di atas 13 mm, bagian alasnya diikat

dengan baut-baut pengikat yang di tanam dilantai, sehingga

kedudukan mesin stabil dan tidak goyang karena getaran

sewaktu mengebor.

2) Mesin bor radial

Mesin bor radial sesuai digunakan untuk mengebor lubang

pada benda kerja yang besar, karena mesin ini dilengkapi

dengan sistim kerja yang lebih lengkap, misalnya spindel dapat

bergerak keluar atau kedalam di atas lengan mesin (lengan

radial) yang dipasang pada tiang dan dapat bergerak naik turun

serta berputar pada tiangnya.

3) Mesin bor gang

Mesin bor gang mempunyai dua sampai delapan kepala mesin

yang disatukan, tetapi masing-masing dapat bekerja sendiri-

sendiri. Mesin ini dilengkapi dengan satu meja yang dapat

dinaik turunkan, dengan satu alas yang ditanam pada lantai

dengan baut tanam. Kecepatan putar dan pemakanan serta

gerakan naik turunnya spindel dapat dilakukan masing kepala

dengan bebas. Dengan demikian, mesin bor ini dapat

digunakan untuk pengerjaan berantai, dengan jalan

menyiapkan bor dengan ukuran yang diinginkan pada tiap-tiap


11

spindel dan pengeboran dilaksanakan secara berturut-turut

dengan menggeserkan meja ke kanan atau ke kiri.

4) Mesin bor besumbu majemuk

Mesin bor ini mempunyai beberapa buah poros mesin (spindel)

yang dapat bergerak bersama-sama apabila batang pemakanan

(handle penekan) diturunkan atau dinaikkan, dimana batang

penekan itu sendiri hanya sebuah. Mesin bor bersumbu

majemuk biasanya digunakan untuk pengerjaan pembuatan

lubang paku keeling pada plat baja untuk ketel uap, dinding

kapal, dan sebagainya.

Gambar 24. Mesin bor bersumbu majemuk

5) Mesin bor horizontal

Mesin ini digunakan untuk keperluan benda kerja yang besar,

yang tidak mungkin diselesaikan dengan mesin bor tegak.

Misalnya benda kerja yang bila diberdirikan menjadi

terlampau tinggi untuk ukuran mesin bor tegak. Kapasitas jepit


11

mesin bor horizontal (diameter spindel) adalah 50 mm sampai

320 mm.

Pemilihan mata bor disesuaikan dengan jenis bahan dari benda

kerja yang akan dibor harus memperhatikan diameter mata bor dan

kecepatan dari putaran mesin bor. Hal tersebut agar mata bor tidak

cepat aus dan patah. Mesin bor yang sering digunakan di bengkel pada

umumnya adalah mesin bor tangan dan mesin bor lantai.

Tabel 1. Diagram hubungan diameter bor dan kecepatan sayat

(Terheijden, 1981 : 83)

Tabel 1. Kecepatan potong untuk mata bor jenis HSS (Sumantri, 1989 : 262)
10

No Bahan Meter/menit Feet/menit


1 Baja karbon rendah (0.05- 24,4-33,5 80-100
0.30 % C)

2 Baja karbon menengah 21,4-24,4 70-80


(0,30-0,60 % C)

3 Baja karbon tinggi (0,60- 15,2-18,3 50-60


1,70 % C)

4 Baja tempa 15,3-18,3 50-60

5 Baja campuran 15,2-21,4 50-70

6 Setainless Steel 9,1-12,2 30-40

7 Besi tuang lunak 30,5-45,7 100-150

8 Besi tuang keras 20,5-21,4 70-100

9 Besi tuang dapat tempa 24,4-27,4 80-90

10 Kuningan dan Bronze 61,0-91,4 200-300

11 Bronze dengan tegangan 21,4-45,7 70-150


tarik tinggi

12 Logam monel 12,2-15,2 40-50

13 Aluminium dan 61,0-91,4 200-300


Aluminium paduan

14 Magnesium dan 79,2-122,0 250-400


Magnesium paduan

15 Marmer dan batu 4,6-7,6 15-25

16 Bakelit dan sejenisnya 91,4-122,0 300-400

a. Mesin pemotong plat (Guillotine)


10

Mesin pemotong plat digunakan unntuk memotong plat yang

berukuran tipis, dengan ketebalan dibawah 2 mm. jenis mesin

pemotong plat ini ada dua, yaitu yang bekerja dengan sistim

otomatis dan bekerja dengan cara manual. Mesin pemotong plat

otomatis biasanya menggunakan tenaga utama hidrolik, sedangkan

mesin pemotong plat manual menggunakan tekanan/ hentakan kaki

dari operator.
Gambar 25.Mesin Guillotine

b. Mesin penekuk plat/ mesin bending

Mesin penekuk plat berfungsi untuk mengubah bentuk benda

dalam hal ini adalah menekuk plat. Terdapat juga dua jenis mesin

penekuk plat, yaitu yang dioperasikan dengan manual dan mesin

penekuk plat yang dioperasikan dengan otomatis. Mesin penekuk

plat yang dioperasikan secara manual biasanya digunakan untuk

menekuk plat yang relatif tipis, sedangkan yang otomatis

digunakan untuk menekuk plat yang tebal. Akan tetapi terdapat

juga mesin penekuk plat otomatis yang dirancang khusus untuk

menekuk plat yang tipis.


9

Gambar 26.Mesin Bending

c. Mesin las oxy-acetylene (OAW)

Pengelasan dengan oxi-asetylene adalah proses pengelasan

secara manual dengan pemanasan permukaan logam yang akan

dilas atau disambung sampai mencair oleh nyala gas asetilin

melalui pembakaran gas asetilin (C2H2) dengan oksigen (O2)

dengan atau tanpa logam pengisi. Nyala api yang ada pada las oxi-

asetylene adalah :

1) Nyala asetilen lebih (nyala karburasi) : Nyala api ini terjadi

bila asetilin yang digunakan lebih banyak bila dibandingkan

untuk mendapatkan nyala api netral.


9

Gambar 27. Nyala api karburasi

2) Nyala netral : Nyala api ini terjadi bila perbandingan antara

oksigen dan asetilin adalah sekitar satu (Harsono

Wiryosumarto dan Toshie Okumura,1991:34).

Gambar 28. Nyala api netral

3) Nyala oksigen lebih (nyala oksidasi) : Nyala oksidasi adalah

nyala kelebihan oksigen, nyala ini terdiri dari 2 bagian, yaitu

nyala inti dan nyala luar, nyala ini berbentuk runcing dan

berwarna biru terang/cerah. Bila nyala api netral jumlah

oksigen dilebihkan maka oksigen yang berlebihan pada reaksi

1 akan menimbulkan reaksi 2 pada nyala api inti, yang

mengakibatkan api tidak stabil dan bersifat oksidasi.


9

Gambar 29. Nyala api oksidasi

Las asetylene dapat juga digunakan untuk memotong plat yang

tebal. Alat bantu las asetylene untuk memotong plat adalah brander

potong, yang mana brander potong ini di desain khusus untuk

memotong plat atau besi.

Gambar 30. Brander potong

a. Mesin las spot

Prinsip kerjanya adalah mengalirkan lisrik dengan arus kuat

melalui kedua elektroda yang menjepit kedua benda kerja ( dalam

hal ini plat logam tipis ) sehingga kedua plat logam terpanaskan

pada suatu titik / daerah dan diberi pula tekanan yang kuat agar

kedua logam dapat tersambung. Jadi pengelasan titik ini

memanfaatkan panas dan tekanan untuk menyambung kedua plat.

(Lihat gambar 31)


9

Gambar 31. Mesin spot welding

A. Gambaran Teknologi

1. Mesin pemotong bahan baku bola (lihat gambar 32)


6

5
8

4
9

10 3

11 2

1
11

Gambar 32. Mesin pemotong bahan baku bola

Keterangan :

1) Rangka bawah

2) Motor listrik

3) Meja

4) Pisau pemotong

5) Penutup transmisi daya

6) Poros eksentrik

7) Rumah/ Penutup bearing

8) Rangka utama mesin

9) Per poros pemotong

10) Poros pemotong

11) Landasan pemotong

1. Cara kerja alat

Setelah saklar (switch) dalam posisi on, maka motor listrik akan

berputar, kemudian putaran motor listrik akan menggerakkan pulley

melalui mekanisme reducer (pengubah putaran) dan sabuk (belt).

Reducer mengurangi jumlah putaran pada mesin ini digunakan

perbandingan putaran 1:50. Pulley yang terhubung dengan dengan poros

eksentrik akan menggerakkan (menekan) poros pisau pemotong (gerakan

putar diubah menjadi gerakan naik turun). Pisau yang ada pada poros

akan menekan (memotong) bahan kulit (vinyl) lembaran pada saat pisau

bergerak turun dan mencapai batas bawah. Seelah pisau mencapai batas

bawah, maka secara otomatis pisau akan bergerak kembali ke atas melalui
10

bantuan pegas. Proses ini terjadi terus menerus selama mesin masih dalam

posisi on.