Anda di halaman 1dari 16

BENCHMARKING:

Petunjuk Menuju
Keunggulan
Mohammad Ridha, S.Sos, M.Si
Pengertian Benchmarking
 Dalam Bahasa Indonesianya disebut juga PATOK
DUGA, yang dalam pengertian umumnya
adalah suatu metode perbandingan di dalam
maupun luar perusahaan yang bertujuan
untuk:
 1. Peningkatan efisiensi strategi dan operasi,
yakni kegiatan nyata dari suatu kerja organisasi.
 2. Mengarah pada suatu reorientasi budaya
menuju pembelajaran (learning), perbaikan
ketrampilan dan efisiensi, yang selanjutnya akan
mengarah ke suatu proses pengembangan
keunggulan.
 Menurut The MIT Commission on Industrial
Productivity, perusahaan-perusahaan yang
mempunyai kinerja terbaik di Amerika Utara,
tanpa memandang ukuran adalah perusahaan2
yang menerapkan benchmarking pada produk-
produknya, fungsi-fungsi dan praktek-praktek,
mengacu pada perusahaan yang maju (leading
companies) dalam bidangnya .
 Penerapan benchmarking eksternal secara efektif
merupakan salah satu kriteria untuk mendapatkan
“Malcolm Balridge National Quality Award”
 Di Eropa, The Swedish Institute for Quality
Development menekankan “Belajar dari pihak
lain” dan mempromosikan benchmarking pada
tahun 1993.
Efisiensi: Definisi dan
Dinamika
 Suatu perusahaan dapat mengukur
efisiensinya secara keseluruhan dari
rekening laba rugi, nilai keseluruhan
tersebut dapat menyembunyikan banyak hal
yang dapat ditingkatkan dalam setiap
subfungsi organisasi.
 Tujuan dari seluruh aktivitas organisasi
adalah:
 MENCIPTAKAN NILAI YANG LEBIH BESAR
DARIPADA BIAYA YANG DIKELUARKAN UNTUK
MENCIPTAKANNYA.
Komponen Efisiensi
 1. Kualitas (manfaat)
 2. Harga
 3. Volume produksi
 4. Biaya
 Nilai adalah hasil bagi antara kualitas dengan harga.
Nilai yang menentukan berapa unit yang terjual di
suatu perekonomian pasar bebas. Pelanggan
memiliki kebebasan memilih apa yang akan
dibelinya.
 Hasil bagi antara volume produksi dengan biaya
disebut produktivitas. Motif yang mendoronguntuk
efisiensi dalam suatu ekonomi pasar adalah nilai
yang diberikan di mana pelanggan mau
membayarnya, dan harus lebih tinggi dari biaya
untuk memproduksi satu unit produk atau jasa
yang memberikan nilai tersebut.
 Jadi efisiensi adalah fungsi nilai dan
produktivitas.
 Contoh sederhana dari pernyataan-pernyataan
diatas adalah: Mobil Jaguar… dulu pelanggan
rela membayar mahal untuk prestige Jaguar
yang sekitar Rp. 3 milyard. Karena
produktivitas yang rendah, maka perusahaan
tersebut tidak lagi efisien, sehingga biaya
untuk mendesain, membuat dan
mendistribusikan mobil-mobil tersebut lebih
tinggi daripada harga yang rela dibayarkan
oleh pasar.
Orientasi kinerja dan
benchmarking
 Selama ratusan tahun, manusia mempunyai
kecenderungan memperluas wilayah
kekuasannya, contohnya Adolf Hitler pada PD II
merebut tanah di Timur dan memperbudak
penduduk setempat, sehingga ia dapat
mengamankan jalan ke minyak Laut Hitam dan
tanah yang subur, dan mendapatkan Ruang Hidup
(Lebensraum).
 Situasinya sedikit banyak sama dengan Kaisar
Hirohito di Jepang. Penaklukan Manchuria dan
ekspansi ke Asia Tenggara sebelum dan selama
Perang Dunia II didorong oleh keinginan untuk
mengontrol sumber daya alam dan memenangkan
ruang dan keberhasilan bagi bangsa Jepang.
 Dalam kedua kasus ini strategi menaklukkan
gagal, seperti juga yang sering terjadi di
perusahaan-perusahaan korporasi yang hanya
mencari keberhasilan melalui pergeseran
struktural seperti ambil alih (take overs) dan
penggabungan (mergers). Setelah itu, mereka
menyadari bahwa melalui inovasi dan imitasi
(peniruan), mereka behasil menunjukkan
kemampuan yang mengagumkan untuk
tumbuh secara terorganisasi. Jepang,
khususnya, telah dengan susah payah belajar
dari negara lain untuk membangun
keberhasilan dengan dasar baru bagi perilaku
yang sukses.
 Jepang dan Jerman akhirnya menyadari bahwa
bekerja keras untuk tumbuh alami dengan
orientasi kinerja sebagai suatu strategi jangka
panjang, lebih unggul daripada menggunakan
pasukan atau kekuatan uang.
 Jepang, khususnya, telah mendapatkan
keberhasilan yang luar biasa sejak PD II
dengan mempelajari produk, proses, dan
standar mutu bangsa lain, dan kemudian
memperbaiki kinerjanya. Jepang hampir tidak
mempunyai sumber daya alam, namun
berhasil mencapai standar hidup tertinggi di
dunia.
 Sebaliknya Rusia penuh dengan sumber daya
alam, minyak, berlian, emas, uranium, hutan
dan tanah yang subur, namun mereka dalam
kesulitan, tidak mampu mencukupi kebutuhan
penduduknya.
 Jerman Barat juga merupakan salah satu
bangsa yang paling berhasil di dunia.
Dengan mengkonsentrasikan diri pada
pertumbuhan terencana (organic growth),
dan penciptaan (creation) dinsmika
nasional, Jerman telah memperoleh
keberhasilan yang mencolok.
 Orang-orang yang berorientasi kinerja
adalah mereka yang mendahulukan
kepentingan usaha terlebih dahulu dan
mengukur keberhasilan pribadi dengan
ukuran kepentingan usaha tersebut.
Benchmarking dan Perubahan
Budaya
 Menurut David Mac Lelland ada tiga sistem motif
sosial:
 1. Orientasi kekuasaan (power orientation).
 2. Orientasi hubungan (relation orientation).
 3. Orientasi kinerja (performance orientation)

 1. Orientasi kekuasaan, melatih dan mempengaruhi
orang disekitarnya melalui hadiah dan tekanan.
 2. Orientasi hubungan, mempunyai hubungan yang
baik dengan orang-orang disekitarnya, disukai dan
memenuhi permintaan orang lain.
 3. Orientasi kinerja bertujuan untuk menjadi yang
terbaik, mendapatkan hasil dan memperoleh
keberhasilan melalui efisiensi.
 Saat ini seluruh dunia bergerak ke arah
orientasi kinerja.
 Contoh perusahaan yang berorientasi
kekuasaan untuk memperoleh keberhasilan
jangka panjang adalah General Motor. Ross
Perot sebagai pimpinan tahun 80’an
mengambil alih Hughes Aerospace, namun
kehilangan pangsa pasar dalam bisnis
utamanya, yaitu mobil.
 Di akhir tahun 1992, John Smale ex Direktur
Procter & Gamble, telah menggantikan
pimpinan puncak dan memulai revolusi dalam
General Motor.
Aspek dan Kategori
Benchmarking
 Benchmarking sangat tergantung kepada :
Kualitas, Produktivitas, dan Waktu.
 Kualitas adalah salah satu komponen dari nilai
yang dirasakan konsumen, termasuk juga
harga atau pengorbanan sumber daya
pelanggan yang harus dibayar untuk
memperoleh barang atau jasa.
 Produktivitas adalah kemampuan memproduksi
sejumlah volume tertentu dengan masukan
sumber daya yang minimum.
 Waktu, merupakan suatu unit yang sangat
penting dalam menyatakan produktivitas dan
kualitas sebagai faktor pengukur.
Kategori Benchmarking
 Tiga kategori Benchmarking:
 1. Benchmarking intern, berhubungan dengan
perbandingan yang dibuat dalam organisasi
yang sama, misalnya dantara anak
perusahaan, cabang-cabang, kelompok
wirausaha dan lain-lain.
 2. Benchmarking ekstern, membuat
perbandingan dengan kegiatan yang sama di
tempat lain, seperti dengan pesaing dan rekan
di daerah lain.
 3.Benchmarking fungsional, merupakan kategori
yang paling menarik. Perbandingan antara
fungsi dengan industri yang berlainan. Idenya
adalah mencari keunggulan dimanapun dapat
dijumpai.
Kriteria Dasar Kualitas
 1. Orientasi Pelanggan, memuaskan pelanggan
intern maupun ekstern.
 2.Kepemimpinan, pribadi aktif, mempunyai
komitmennyata, menciptakan budaya yang
mengutamakan pelanggan dulu.
 3. Partisipasi Kesatuan, mensyaratkan
partisipasi dari setiap karyawan.
 4. Ketrampilan, agar maju, ketrampilan setiap
anggota harus dikembangkan searah.
 5. Pandangan jangka panjang, profitabilitas
lebih terjamin jika sasaran perusahaan jangka
panjang.
 6. Tanggung jawab sosial, tunduk pada aturan
dan hukum yang berlaku dab berusaha terus
menerus untuk bekerja lebih baik.
Kriteria Dasar Kualitas
 7. Orientasi proses, kegiatan organisasi dibagi lagi
menjadi subproses, harus diidentifikasikan dan
memebentuk dasar tanggung jawab dan otoritas.
 8. Langkah preventif, metode pencegahan.
 9. Peningkatan terus menerus, untuk menjaga
profitabilitas maksimum.
 10. Belajar dari pihak lain, membandingkan diri dengan
organisasi lain tanpa peduli dalam industri apa
organisasi tersebut berada.
 11. Reaksi yang lebih cepat
 12. Kebijakan berdasarkan Fakta, setiap anggota harus
diyakinkan oleh kesempatan untuk melangkah dan
menganalisa fakta-fakta yang mempengaruhi kepuasan
pelanggan dan produktivitas.
 13. Kerjasama, merupakan masalah kunci dalam
keberhasilan organisasi, yang melibatkan pelanggan,
pekerja, pemasok, pemilik perusahaan dan
masyarakat.