Anda di halaman 1dari 27

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

PENGERTIAN
PAJAK
PERTAMBAHAN
NILAI
PAJAK YANG
DIPUNGUT ATAS
PENYERAHAN

BARANG KENA
JASA KENA
PAJAK
PAJAK
PAJAK MASUKAN & PAJAK KELUARAN

PAJAK PAJAK YANG


MASUKAN DIBAYAR

PADA SAAT
PEMBELIAN

PAJAK DIPUNGUT DARI


KELUARAN PEMBELI

PADA SAAT
PENJUALAN
ILUSTRASI PM DN PK

PT. KRISTA JAYA PT. KRISTA JAYA


MEMBELI BAHAN MENJUAL PRODUKNYA
BAKU Rp 150.000.000 SENILAI Rp 200.0000000
(PPN Rp 15.000.000) (PPN Rp 20.000.000

PAJAK MASUKAN
PAJAK KELUARAN Rp
Rp 15.000.000
20.000.000
OBYEK PPN

• IMPOR BARANG KENA PAJAK


• PENYERAHAN BARANG KENA PAJAK DI DALAM
DAERAH PABEAN OLEH PENGUSAHA
• PEMANFAATAN BKP/JKP DARI LUAR DAERAH PABEAN
KE DALAM DAERAH PABEAN
• EKSPOR BARANG OLEH PKP
• KEGIATAN MEMBANGUN SENDIRI
• PENYERAHAN AKTIVA YANG SEMULA TIDAK
DIPERJUALBELIKAN
IMPOR BARANG KENA PAJAK

PENYERAHAN KENA
PAJAK
BARANG YANG DIKECUALIKAN DARI PPN

DIATUR DALAM PP NOMOR 144 TAHUN


2000

1. BARANG HASIL PERTAMBANGAN ATAU HASIL PENGEBORAN


YANG DIAMBIL LANGSUNG DARI SUMBERNYA
2. BARANG-BARANG KEBUTUHAN POKOK YANG SANGAT
DIBUTUHKAN RAKYAT BANYAK
3. MAKANAN DAN MINUMAN YANG DISAJIKAN DI HOTEL DAN
RESTORAN BAIK YANG DIKONSUMSI DI TEMPAT DAN YANG
DI BAWA PULANG
4. UANG, EMAS BATANGAN, DAN SURAT-SURAT BERHARGA
JASA YANG TIDAK DIKENAKAN PPN

DIATUR DALAM PP NOMOR 144 TAHUN 2000

• JASA DI BIDANG PELAYANAN MEDIS


• JASA PELAYANAN SOSIAL
• JASA PENGIRIMAN SURAT DENGAN PERANGKO
• JASA DI BIDANG PERBANKAN, ASURANSI, DAN SEWA
GUNA USAHA DENGAN HAK OPSI
• JASA DI BIDANG KEAGAMAAN
• JASA DI BIDANG PENDIDIKAN
• JASA DI BIDANG KESENIAN DAN HIBURAN YANG TELAH
BERSIFAT NON KOMERSIL ATAU YANG TELAH
DIKENAKAN PAJAK TONTONAN
SUBYEK PPN

• PENGUSAHA KENA PAJAK


• PENGUSAHA KECIL YANG MEMILIH MENJADI PKP
• ORANG PRIBADI ATAU BADAN YANG MELAKUKAN
PEMBANGUNAN RUMAHNYA SENDIRI
• ORANG PRIBADI ATAU BADAN YANG MEMANFAATKAN
BKP/JKP DARI LUAR DAERAH PABEAN KE DALAM
DAERAH PABEAN
• PEMUNGUT PAJAK YANG DITUNJUK
• BADAN - BADAN TERTENTU CONTOH PERTAMINA,
KONTRAKTOR BAGI HASIL DAN KONTRAK KARYA DI
BIDANG MINYAK DAN GAS BUMI
PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK

• WP DATANG KE KPP SETEMPAT


• MENGISI FORMULIR DAN MENANDATANGANI
1. KP.PDIP.4.1 (WP OP)
2. KP.PDIP.4.2 (WP BADAN)
3. KP.PDIP.4.3 (BENDAHARAWAN)
• MELAMPIRKAN:
1. FC KTP DAN KK BAGI PEMOHON (PENGURUS)
2. FC IZIN TEMPAT USAHA
3. FC AKTE PENDIRIAN
4. FC NPWP
5. FC AKTE NIKAH
6. FC PENUNJUKAN SEBAGAI BENDAHARAWAN
PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK

WAJIB PENGUSAHA

YANG PEREDARAN BRUTONYA


LEBIH DARI Rp
600.000.000

SELAMBAT-LAMBATNYA 30 HARI
SETELAH USAHA BERDIRI ATAU
SETELAH MENCAPAI Rp 600.000.000
SANKSI UNTUK YANG SEHARUSNYA PKP

SUDAH WAJIB PKP

TAPI TIDAK DIKUKUHKAN


SEBAGAI PKP

DIKENAKAN SANSI:
1. PENJARA SELAMA-LAMANYA 6 TAHUN
2. DENDA SETINGGI-TINGGINYA 4 KALI
JUMLAH PAJAK YANG TERHUTANG
TARIF PPN
DIKENAKAN ATAS SEMUA JENIS
BARANG DAN JASA

TARIF 10%
DENGAN PP DAPAT DIRUBAH :
PALING RENDAH 5%
PALING TINGGI 15%

TARIF 0%
ATAS EKSPOR BARANG
KENA PAJAK
DASAR PENGENAAN PAJAK
1. HARGA JUAL
2. NILAI PENGGANTIAN
3. NILAI IMPOR
4. NILAI EKSPOR
5. NILAI LAIN :
• UNTUK PEMAKAIAN SENDIRI ADALAH HARGA JUAL DIKURANGI LABA
KOTOR
• UNTUK PENYERAHAN MEDIA REKAMAN ADALAH HARGA JUAL RATA-RATA
• UNTUK PERSEDIAAN SAAT PEMBUBARAN ADALAH HARGA PASAR WAJAR
• UNTUK AKTIVA YANG UNTUK TUJUAN SEMULA TIDAK DIPERJUAL
BELIKAN ADALAH NILAI PASAR WAJAR
• UNTUK KENDARAAN BERMOTOR BEKAS ADALAH 10% DARI HARGA JUAL
• UNTUK JASA BIRO PWRIWISATA ADLAH 10% DARI JUMLAH TAGIHAN
• UNTUK PENGIRIMAN PAKET ADALAH 10% DARI JUMLAH TAGIHAN
• UNTUK PENYERAHAN ATAS PEDAGANG PERANTARA ATAU JURU LELANG
ADALAH NILAI LELANG
PERHITUNGAN PPN

RUMUS:

PPN = TARIF PAJAK X DASAR PENGENAAN PAJAK

CONTOH:
HARGA JUAL Rp 15.000.000
PPN = TARIF PAJAK X DPP
= 10% X Rp 15.000.000
= Rp 1.500.000
CONTOH .1

PT. BULAN DAN BINTANG MENYERAHKAN JASA


KENA PAJAK KEPADA PT GERHANA DENGAN NILAI
PENGGANTIAN SEBESAR Rp 50.000.000, BERAPA PPN
YANG TERHUTANG?

NILAI PENGGANTIAN Rp 50.000.000


PPN = TARIF X DPP
= 10% X Rp 50.000.000
= Rp 5.000.000
CONTOH.2

PT. GARUDA TOY’S MELAKUKAN IMPOR BKP DENGAN


NILAI IMPOR SENILAI Rp 65.000.000, HITUNGLAH
BERAPA PPN YANG TERHUTANG?

NILAI IMPOR = Rp 65.000.000


PPN = TARIF X DASAR PENGENAAN
= 10% X Rp 65.000.000
= Rp 6.500.000
CONTOH.3
PT. LADY ROSE ADALAH PERUSAHAAN MI INSTAN YANG TELAH
DIKUKUHKAN SEBAGAI PENGUSAHA KENA PAJAK. SELAMA
BULAN JUNI MENYUMBANGKAN KEPADA YAYASAN YATIM
PIATU SEBANYAK 1000 DOS MI INSTAN. HARGA JUAL MI INSTAN
TIAP DOSNYA ADLAH Rp 10.000 TERMASUK LABA KOTOR
SEBESAR Rp 25%. HITUNGLAH BERAPA PPN YANG HARUS
DIBAYAR ATAS HAL INI?

HARGA JUAL/ DOS Rp 10.000


(-) LABA KOTOR Rp 2.000 (25/125 X Rp 10.000)
DASAR PENGENAAN Rp 8.000
PPN = 10% X Rp 8.000
= Rp 800
JUMLAH PPN = Rp 800 X 1.000
= Rp 800.000
MEKANISME PENGKREDITAN PPN
SYARAT DALAM
PENGKREDITAN

1. ADANYA FAKTUR PAJAK


2. DILAKUKAN DALAM MASA PAJAK YANG SAMA
3. JIKA BELUM ADA PK NAMUN SUDAH ADA PM, PM
TERSEBUT MASIH DAPAT DIKREDITKAN
4. PENGKREDITAN PAJAK MASUKAN SELAMBAT-
LAMBATNYA 3 BULAN DENGAN SYARAT BELUM
DIBEBANKAN SEBAGAI BIAYA DAN BELUM
DIADAKAN PEMERIKSAAN
MEKANISME PENGKREDITAN PPN

PERHITUNGAN PENGKREDITAN PPN:


PAJAK KELUARAN
(TARIF X HARGA JUAL) Rp A
PAJAK MASUKAN
(TARIF X HARGA BELI) Rp B

PAJAK LEBIH/KURANG BAYAR Rp C


MEKANISME PENGKREDITAN PPN

LEBIH BAYAR, JIKA:

PAJAK KELUARAN < PAJAK MASUKAN


DAPAT MINTA KEMBALI ATAU
DIKOMPENSASIKAN PADA MASA
PAJAK BERIKUTNYA

KURANG BAYAR, JIKA:

PAJAK KELUARAN > PAJAK MASUKAN


ATAS KEKURANGANNYA
DIBAYAR SEBELUM
MENYAMPAIKAN SPT
CONTOH
PT. SRIKANDI SUDAH PKP SELAMA BULAN JUNI TRANSAKSINYA
ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
PAJAK YANG TELAH DIBAYAR (PM) Rp 6.000.000
PAJAK KELUARAN YANG DIPUNGUT Rp 5.500.000
PAJAK LEBIH BAYAR Rp 500.000

PT. SRIKANDI SUDAH PKP SELAMA BULAN JULI TRANSAKSINYA


ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
PAJAK YANG TELAH DIBAYAR (PM) Rp 4.000.000
PAJAK KELUARAN YANG DIPUNGUT Rp 6.000.000
PAJAK LEBIH BAYAR Rp 2.000.000
PENGKREDITAN PM DALAM MASA PAJAK TIDAK SAMA

CONTOH :
FAKTUR PAJAK MASUKAN BULAN JULI 2005

DAPAT DIKREDITKAN
SELAMBAT-LAMBATNYA
BULAN OKTOBER 2005
PM YANG TDK BOLEH DIKREDITKAN

1. PEROLEHAN BKP/JKP DARI NON PKP


2. PEROLEHAN BKP/JKP YANGB TIDAK MEMILIKI
HUBUNGAN USAHA
3. PEROLEHAN DAN PEMELIHARAAN ATAS SEDAN,
STATION WAGON, COMBI, VAN, JEEP KECUALI
JIKA BARANG TERSEBUT MERUPAKAN BARANG
DAGANGAN
4. PEROLEHAN BKP/JKP YANG BUKTI PUNGUTANNYA
BERUPA FAKTUR PAJAK SEDERHANA/FAKTUR
STANDART YANG CACAT
5. PAJAK MASUKAN YANG TIDAK DIKREDITKAN DAN
DIKETEMUKAN PADA SAAT PEMERIKSAAN
PENGKREDITAN PM BAGI PENGHASILAN YANG
DIHITUNG DENGAN MENGGUNAKAN NORMA

DIATUR DALAM KMK NOMOR 253/KMK.03/2002 :

1. PAJAK KELUARAN DIHITUNG: PEREDARAN BRUTO X TARIF


2. UNTUK PERHITUNGAN PAJAK MASUKAN BAGI:
• UNTUK PENYERAHAN BKP PEDAGANG ECERAN
PM = 80% X PAJAK KELUARAN
• UNTUK PENYERAHAN BKP SELAIN PEDAGANG ECERAN
PM = 70% X PAJAK KELUARAN
• UNTUK PENYERAHAN JKP
PM = 40% X PAJAK KELUARAN
CONTOH.1

RIZKA ANDREAN (PKP) SEBAGAI PKP PEDAGANG ECERAN SEJAK


19 NOPEMBER 2002 DAN TELAH DIPERKENANKAN UNTUK
MENGGUNAKAN NORMA PERHITUNGAN PENGHASILAN NETTO
DALAM MENGHITUNG PAJAK PENGHASILANNYA. RIZKA
BERDAGANG BAHAN-BAHAN DASAR PEMBUATAN ROTI. SELAMA
BULAN JULI 2004 PEREDARAN USAHANYA ADALAH SEBESAR Rp
40.000.000. PAJAK MASUKAN YANG TELAH DIBAYARKAN
KEPADA PKP ADALAH Rp 2.800.000. HITUNGLAH PAJAK YANG
MASIH HARUS DIBAYAR OLEH RIZKA!

PAJAK KELUARAN : 10% X Rp 40.000.000 = Rp 4.000.000


PAJAK MASUKAN : 80% X Rp 4.000.000 = Rp 3.200.000
PAJAK YANG MASIH HARUS DIBAYAR = Rp 800.000
CONTOH.2:

LAMBORDA TELAH DIKUKUHKAN SEBAGAI PKP SEJAK TANGGAL


20 DESEMBER 2004 DAN TELAH DIPERKENANKAN UNTUK
MENGHITUNG PAJAK PENGHASILAN DENGAN MENGGUNAKAN
NORMA PERHITUNGAN NETO. LAMBORDA BERGERAK DI BIDANG
PEMBUATAN SEPATU DAN TAS. PEREDARAN USAHA SELAMA
BULAN MARET 2005 ADALAH SEBESAR Rp 55.000.000.PPN
MASUKAN YANG TELAH DIBAYARKAN KEPADA PKP ADALAH Rp
2.000.000, HITUNGLAH BERAPAP PAJAK YANG MASIH HARUS
DIBAYAR?

PAJAK KELUARAN : 10% X Rp 55.000.000 = Rp 5.000.000


PAJAK MASUKAN : 70% X Rp 5.000.000 = Rp 3.500.000
PAJAK YANG MASIH HARUS DIBAYAR Rp 1.500.000