Anda di halaman 1dari 45
Serial Manhaj Tarbawi ALAL-ALAL--QUR-QURQUR’QUR’’AN’ANANAN MATERIMATERIMATERIMATERI

Serial Manhaj Tarbawi

ALAL-ALAL--QUR-QURQUR’QUR’’AN’ANANAN

MATERIMATERIMATERIMATERI TARBIYAHTARBIYAHTARBIYAHTARBIYAH

Al-Qur’an

Tarbawi ALAL-ALAL--QUR-QURQUR’QUR’’AN’ANANAN MATERIMATERIMATERIMATERI TARBIYAHTARBIYAHTARBIYAHTARBIYAH Al-Qur’an
DAFTAR ISI TaTa’TaTa’’riful’rifulrifulriful QurQur’QurQur’’an’ananan (Mengenal(Mengenal(Mengenal(Mengenal

DAFTAR ISI

TaTa’TaTa’’riful’rifulrifulriful QurQur’QurQur’’an’ananan (Mengenal(Mengenal(Mengenal(Mengenal AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an)’an)an)an)DAFTAR ISI AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan MendahuluiMendahuluiMendahuluiMendahului SainsSainsSainsSains

AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan MendahuluiMendahuluiMendahuluiMendahului SainsSainsSainsSainsAlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an)’an)an)an) TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Qari-QariQari’Qari’’ah’ahahahSainsSainsSainsSains TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Zalzalah-ZalzalahZalzalahZalzalahAlAl-AlAl--Qari-QariQari’Qari’’ah’ahahah TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--‘-‘‘Alaq‘AlaqAlaqAlaqAlAl-AlAl--Zalzalah-ZalzalahZalzalahZalzalah TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Kafirun-KafirunKafirunKafirunAlAl-AlAl--‘-‘‘Alaq‘AlaqAlaqAlaq TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AAnAAnn-n--Nashr-NashrNashrNashrAlAl-AlAl--Kafirun-KafirunKafirunKafirun TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Lahab-LahabLahabLahabSuratSuratSuratSurat AAnAAnn-n--Nashr-NashrNashrNashr TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Ma-MaMa’Ma’’un’unununSuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Lahab-LahabLahabLahab TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--‘-‘‘Ashr‘AshrAshrAshrAlAl-AlAl--Ma-MaMa’Ma’’un’ununun TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Ikhlash-IkhlashIkhlashIkhlashAlAl-AlAl--‘-‘‘Ashr‘AshrAshrAshr TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Falaq-FalaqFalaqFalaqAlAl-AlAl--Ikhlash-IkhlashIkhlashIkhlash TafsirTafsirTafsirTafsir

TafsirTafsirTafsirTafsir AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Naas-NaasNaasNaasAlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Falaq-FalaqFalaqFalaq Al-Qur’an

Al-Qur’an

AlAl-AlAl--Qur-QurQur’Qur’’an’ananan SuratSuratSuratSurat AlAl-AlAl--Naas-NaasNaasNaas Al-Qur’an
TA’RIFUL QUR’AN (MENGENAL AL-QUR’AN) Ketika manusia mencoba mengupas keagungan Al-Qur’an Al-Karim, maka ketika itu

TA’RIFUL QUR’AN (MENGENAL AL-QUR’AN)

TA’RIFUL QUR’AN (MENGENAL AL-QUR’AN) Ketika manusia mencoba mengupas keagungan Al-Qur’an Al-Karim, maka ketika itu

Ketika manusia mencoba mengupas keagungan Al-Qur’an Al-Karim, maka ketika itu pulalah manusia harus tunduk mengakui keagungaan dan kebesaran Allah swt. Karena dalam Al-Qur’an terdapat lautan makna yang tiada batas, lautan keindahan bahasa yang tiada dapat dilukiskan oleh kata-kata, lautan keilmuan yang belum terpikirkan dalam jiwa manusia, dan berbagai lautan lainnya yang tidak terbayangkan oleh indra kita.

Oleh karenanya, mereka-mereka yang telah dapat berinteraksi dengan Al-Qur’an sepenuh hati, dapat merasakan ‘getaran keagungan’ yang tiada bandingannya. Mereka dapat merasakan sebuah keindahan yang tidak terhingga, yang dapat menjadikan orientasi dunia sebagai sesuatu yang teramat kecil dan sangat kecil sekali. Sayid Qutub, di dalam muqadimah Fi Dzilalil Qur’annya mengungkapkan, “Hidup di bawah naungan Al-Qur’am merupakan suatu kenikmatan. Kenikmatan yang tiada dapat dirasakan, kecuali hanya oleh mereka yang benar-benar telah merasakannya. Suatu kenikmatan yang mengangkat jiwa, memberikan keberkahan dan mensucikannya.”

Cukuplah menjadi bukti keindahan bahasa Al-Qur’an seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari Imam Zuhri (Abu Syahbah, 1996 : I/312), “Bahwa suatu ketika Abu Jahal, Abu Lahab, dan Akhnas bin Syariq secara sembunyi-sembunyi mendatangi rumah Rasulullah saw. pada malam hari untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat Al- Qur’an yang dibaca Rasulullah saw. dalam shalatnya. Mereka bertiga memiliki posisi

lantunan ayat-ayat Al- Qur’an yang dibaca Rasulullah saw. dalam shalatnya. Mereka bertiga memiliki posisi Al-Qur’an

Al-Qur’an

yang tersendiri, yang tidak diketahui oleh yang lainnya. Hingga ketika Rasulullah saw. usai melaksanakan shalat,

yang tersendiri, yang tidak diketahui oleh yang lainnya. Hingga ketika Rasulullah saw. usai melaksanakan shalat, mereka bertiga memergoki satu sama lainnya di jalan. Mereka bertiga saling mencela dan membuat kesepakatan untuk tidak kembali mendatangi rumah Rasulullah saw.

Namun pada malam berikutnya, ternyata mereka bertiga tidak kuasa menahan gejolak jiwanya untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka bertiga mengira bahwa yang lainnya tidak akan datang ke rumah Rasulullah saw., dan mereka pun menempati posisi mereka masing-masing. Ketika Rasulullah saw. usai melaksanakan shalat, mereka pun memergoki yang lainnya di jalan. Dan terjadilah saling celaan sebagaimana yang kemarin mereka ucapkan.

Kemudian pada malam berikutnya, gejolak jiwa mereka benar-benar tidak dapat dibendung lagi untuk mendengarkan Al-Qur’an, dan merekapun menempati posisi sebagaimana hari sebelumnya. Dan manakala Rasulullah saw. usai melaksanakan shalat, mereka bertiga kembali memergoki yang lainnya. Akhirnya mereka bertiga membuat mu’ahadah (perjanjian) untuk sama-sama tidak kembali ke rumah Rasulullah saw. guna mendengarkan Al-Qur’an.

Masing-masing mereka mengakui keindahan Al-Qur’an, namun hawa nafsu mereka memungkiri kenabian Muhammad saw. Selain contoh di atas terdapat juga ayat yang mengungkapkan keindahan Al-Qur’an. Allah mengatakan,

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.” (Al-Hasyr: 21)

Definisi Al-Qur’an

Dari segi bahasa, Al-Qur’an berasal dari qara’a, yang berarti menghimpun dan menyatukan. Sedangkan Qira’ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata yang satu dengan yang lainnya dengan susunan yang rapih (Al-Qattan, 1995: 20). Mengenai hal ini, Allah berfirman,

Al-Qur’an

satu dengan yang lainnya dengan susunan yang rapih (Al-Qattan, 1995: 20). Mengenai hal ini, Allah berfirman,
, ”Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami

,

”Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.” (Al-Qiyamah: 17-18)

Al-Qur’an juga dapat berarti bacaan, sebagai masdar dari kata qara’a. Dalam arti seperti ini, Allah swt. mengatakan,

“Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui.” (Fushshilat: 3)

Adapun dari segi istilahnya, Al-Qur’an adalah Kalamullah yang merupakan mu’jizat yang ditunjukan kepada Nabi Muhammad saw., yang disampaikan kepada kita secara mutawatir dan dijadikan membacanya sebagai ibadah.

Keterangan dari definisi itu adalah sebagai berikut:

1. (م آ ا ) Kalam Allah

Bahwa Al-Qur’an merupakan firman Allah yang Allah ucapkan kepada Rasulullah saw. melalui perantaraan Malaikat Jibril as. Firman Allah merupakan kalam (perkataan), yang tentu saja tetap berbeda dengan kalam manusia, kalam hewan ataupun kalam para malaikat. Allah berfirman,

“Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” Najm: 4)

(An-

2. ( ِ ْ ُ ْ اَ) Mu’jizat

Kemu’jizaan Al-Qur’an merupakan suatu hal yang sudah terbukti dari semejak zaman Rasulullah saw. hingga zaman kita dan hingga akhir zaman kelak. Dari segi susunan

terbukti dari semejak zaman Rasulullah saw. hingga zaman kita dan hingga akhir zaman kelak. Dari segi

Al-Qur’an

bahasanya, sejak dahulu hingga kini, Al-Qur’an dijadikan rujukan oleh para pakar-pakar bahasa. Dari segi isi

bahasanya, sejak dahulu hingga kini, Al-Qur’an dijadikan rujukan oleh para pakar-pakar bahasa. Dari segi isi kandungannya, Al-Qur’an juga sudah menunjukkan mu’jizat, mencakup bidang ilmu alam, matematika, astronomi bahkan juga ‘prediksi’ (sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-Rum mengenai bangsa Romawi yang mendapatkan kemenangan setelah kekalahan), dan sebagainya.

Salah satu bukti bahwa Al-Qur’an itu merupakan mu’jizat adalah bahwa Al-Qur’an sejak diturunkan senantiasa memberikan tantangan kepada umat manusia untuk membuat semisal ‘Al-Qur’an tandingan’, jika mereka memiliki keraguan bahwa Al- Qur’an merupakan kalamullah. Allah swt. berfirman,

,

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al-Baqarah: 23-24)

Bahkan dalam ayat lainnya, Allah menantang mereka-mereka yang ingkar terhadap Al- Qur’an untuk membuat semisal Al-Qur’an, meskipun mereka mengumpulkan seluruh umat manusia dan seluruh bangsa jin sekaligus,

“Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan

untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan

Al-Qur’an

dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (Al-Isra’: 88) 3. ( لُ

dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (Al-Isra’:

88)

3.

(لُ ـَ ُ ْ اَ َ َ

ِ ْ َ ٍ َ ﻡُ

َ

ُ ا ِ ْ َ َ َ َ وَ ) Diturunkan kepada

Nabi Muhammad SAW

Bahwa Al-Qur’an ini diturunkan oleh Allah swt. langsung kepada Rasulullah saw. melalui perantaraan Malaikat Jibril a.s. Allah swt. menjelaskan dalam Al-Qur’an,

,

,

“Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (Asy-Syu’ara: 192-195)

,

4. (لُْ ُْ َ ْ اَ ِ ُاَ ِ) Diriwayatkan secara mutawatir

Setelah Rasulullah saw. mendapatkan wahyu dari Allah swt., beliau langsung menyampaikan wahyu tersebut kepada para sahabatnya. Di antara mereka terdapat beberapa orang sahabat yang secara khusus mendapatkan tugas dari Rasulullah saw. untuk menuliskan wahyu. Terkadang Al-Qur’an ditulis di pelepah korma, di tulang- tulang, kulit hewan, dan sebagainya. Di antara yang terkenal sebagai penulis Al-Qur’an adalah Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah, Ubai ibn Ka’b, dan Zaid bin Tsabit. Demikianlah, para sahabat yang lain pun banyak yang menulis Al-Qur’an meskipun tidak mendapatkan instruksi secara langsung dari Rasulullah saw. Namun pada masa Rasulullah saw. ini, Al-Qur’an belum terkumpulkan dalam satu mushaf sebagaimana yang ada pada saat ini.

Pengumpulan Al-Qur’an pertama kali dilakukan pada masa Khalifah Abu Bakar Al- Shidiq, atas usulan Umar bin Khatab yang khawatir akan hilangnya Al-Qur’an, karena banyak para sahabat dan qari’ yang gugur dalam Peperangan Yamamah. Tercatat dalam peperangan ini, terdapat tiga puluh sahabat yang syahid. Mulanya Abu Bakar menolak, namun setelah mendapat penjelasan dari Umar, beliaupun mau melaksanakannya. Mereka berdua menunjuk Zaid bin Tsabit, karena Zaid merupakan orang terakhir kali membacakan Al-Qur’an di hadapan Rasulullah saw. sebelum beliau wafat.

Al-Qur’an

Zaid merupakan orang terakhir kali membacakan Al-Qur’an di hadapan Rasulullah saw. sebelum beliau wafat. Al-Qur’an
Pada mulanya pun Zaid menolak, namun setelah mendapatkan penjelasan dari Abu Bakar dan Umar, Allah

Pada mulanya pun Zaid menolak, namun setelah mendapatkan penjelasan dari Abu Bakar dan Umar, Allah pun membukakan pintu hatinya. Setelah ditulis, Mushaf ini dipegang oleh Abu Bakar, kemudian pindah ke Umar, lalu pindah lagi ke tangan Hafshah binti Umar. Kemudian pada masa Utsman bin Affan ra, beliau memintanya dari tangan Hafsah. (Al-Qatthan, 1995: 125 – 126).

Kemudian pada masa Utsman bin Affan, para sahabat banyak yang berselisih pendapat mengenai bacaan (baca; qiraat) dalam Al-Qur’an. Apalagi pada masa beliau kekuasan kaum muslimin telah menyebar sedemikian luasnya. Sementara para sahabat terpencar- pencar di berbagai daerah, yang masing-masing memiliki bacaan/ qiraat yang berbeda dengan qiraat sahabat lainnya (Qiraat sab’ah). Kondisi seperti ini membuat suasana kehidupan kaum muslimin menjadi sarat dengan perselisihan, yang dikhawatirkan mengarah pada perpecahan.

Pada saat itulah, Hudzaifah bin al-Yaman melaporkan ke Utsman bin Affan, dan disepakati oleh para sahabat untuk menyalin mushaf Abu Bakar dengan bacaan/qiraat yang tetap pada satu huruf.

Utsman memerintahkan (1) Zaid bin Tsabit, (2) Abdullah bin Zubair, (3) Sa’d bin ‘Ash, (4) Abdul Rahman bin Harits bin Hisyam untuk menyalin dan memperbanyak mushaf. Dan jika terjadi perbedaan di antara mereka, maka hendaknya Al-Qur’an ditulis dengan logat Quraisy. Karena dengan logat Quraisylah Al-Qur’an diturunkan.

Setelah usai penulisan Al-Qur’an dalam beberapa mushaf, Utsman mengirimkan ke setiap daerah satu mushaf, serta beliau memerintahkan untuk membakar mushaf atau lembaran yang lain. Sedangkan satu mushaf tetap disimpan di Madinah, yang akhirnya dikenal dengan sebutan mushaf imam. Kemudian mushaf asli yang diminta dari Hafsah, dikembalikan pada beliau. Sehingga jadilah Al-Qur’an dituliskan pada masa Utsman dengan satu huruf, yang sampai pada tangan kita. (Al-Qatthan, 1995 : 128 – 131)

Demikianlah sejarah singkat periwayatan Al-Qur’an sampai kepada kita secara mutawatir. Selain dihafal oleh ratusan sahabat, penulisan Al-Qur’an juga terjamin keotentikannya serta dijamin pertanggungjawaban ilmiahnya. Tidak ada satu kitab suci pun dari agama selain Islam yang memiliki jaminan keotentikan seperti itu. Ini sekaligus bukti nyata dari firman Allah SWT :

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar- benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9)

Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar- benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9) Al-Qur’an

Al-Qur’an

5 . ( ِ ُ َ َ ُ ْ اَِ ِوََ ِ ) Membacanya sebagai

5. ( ِ ُ َ َ ُ ْ اَِ ِوََ ِ) Membacanya sebagai ibadah

Dalam setiap huruf Al-Qur’an yang kita baca, memiliki nilai ibadah yang tiada terhingga besarnya. Dan inilah keistimewaan Al-Qur’an, yang tidak dimiliki oleh apapun yang ada di muka bumi ini. Allah berfirman,

,

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Fathir: 29 – 30)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. juga pernah mengatakan,

”Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur’an), maka ia akan mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim sebagai satu haruf. Namun Alif merupakan satu huruf, Lam satu huruf dan Mim juga satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Wallaahu a’lam bish shawab.

Sumber: dakwatuna.com

Al-Qur’an

---oo0oo---

dan Mim juga satu huruf.” (HR. Tirmidzi) Wallaahu a’lam bish shawab. Sumber: dakwatuna.com Al-Qur’an ---oo0oo---
AL-QUR’AN MENDAHULUI SAINS “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi

AL-QUR’AN MENDAHULUI SAINS

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushilat (41): 53).

A. Al-Qur’an Kitab Hidayah

Tanya: Untuk apa Allah swt menurunkan Al-Qur’an?

Jawab: Allah swt menurunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Al- Qur’an adalah kitab petunjuk, bukan kitab kedokteran atau teknik, bukan kitab astronomi atau kimia yang menghimpun berbagai informasi ilmiah ilmu-ilmu tersebut. Sekali lagi ia hanya kitab hidayah ilahi bagi perilaku manusia.

B. Al-Qur’an Turun dengan Ilmu Allah swt

Tanya: Kalau begitu apa maksud ungkapan “Al-Qur’an mendahului sains modern?”

Jawab: Artinya, ketika Al-Qur’an berbicara tentang manusia, tumbuhan, atau makhluk lain, ia pasti berbicara tentang hakikatnya. Manusia baru mengetahuinya setelah sains dan peralatan-peralatan canggih digunakan untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah. Itulah makna Al-Qur’an mendahului sains modern sekaligus sebagai bukti baru mukjizat Al-Qur’an di masa kemajuan teknologi yang semakin menegaskan bahwa ia adalah kalamullah yang tidak sedikitpun mengandung kesalahan.

C. Sesaknya Dada

Tanya: Apa contoh masalah ini?

Jawab: Contoh-contoh cukup banyak, di antaranya penemuan para pilot tentang semakin sesaknya dada mereka setiap kali mereka menambah ketinggian di udara sampai-sampai mereka merasa tercekik karena tak mampu bernafas akibat semakin berkurangnya kadar oksigen. Realita ini belum diketahui sebelumnya, orang menganggap bahwa udara tersedia sampai ke planet-planet dan bintang-bintang yang

diketahui sebelumnya, orang menganggap bahwa udara tersedia sampai ke planet-planet dan bintang-bintang yang Al-Qur’an

Al-Qur’an

ada di langit. Sedangkan Al-Qur’an telah mengungkap hakikat ini sejak empat belas abad lebih. Allah

ada di langit. Sedangkan Al-Qur’an telah mengungkap hakikat ini sejak empat belas abad lebih. Allah swt. berfirman:

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (Al-An’am (6): 125).

Maksudnya: Barangsiapa berhak disesatkan Allah swt karena amal-amalnya yang buruk dan permusuhannya terhadap Islam, maka Allah swt. menjadikan dadanya sempit bila mendengar mauizhah (nasihat) yang mengingatkannya tentang kebenaran Islam seperti sempitnya dada orang yang naik ke langit. Hal ini tidak diketahui manusia yang tidak beriman sebelum mereka menggunakan pesawat terbang. Lalu apakah Nabi Muhammad saw. memiliki pesawat khusus untuk menyampaikan informasi ini? Atau apakah yang disampaikan semata wahyu yang berasal dari ilmu Allah swt?!

D. Informasi tentang Pusat Perasa di Kulit

Tanya: Adakah contoh yang lain?

Jawab: Ya, kita ambil contoh dari susunan tubuh manusia. Dulu orang percaya bahwa saraf perasa terdapat di seluruh tubuh dengan kepekaan yang sama. Namun ilmu pengetahuan modern mengungkap kekeliruan ini, ternyata pusat kepekaan terhadap rasa sakit dan lainnya terletak pada kulit di mana jarum suntik hanya terasa sakit pada kulit. Al-Qur’an menyebutkan hakikat ini sebelum penemuan para ahli.

Al-Qur’an

jarum suntik hanya terasa sakit pada kulit. Al-Qur’an menyebutkan hakikat ini sebelum penemuan para ahli. Al-Qur’an
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa (4): 56).

Maksudnya: Perasaan sakit menerima azab terpusat pada kulit mereka dan apabila kulit itu telah hangus matang mereka tidak merasakan azab lagi. Oleh karenanya, Allah swt. Yang Maha Mengetahui ciptaan-Nya menggantinya dengan kulit yang baru agar mereka tetap merasakan azab.

Apakah Muhammad saw memiliki alat-alat bedah khusus untuk mengetahui informasi ini? Atau apakah ini hanyalah bukti bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan dengan ilmu-Nya? Maha Benar Allah swt. yang telah berfirman:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushilat (41): 53).

Kesimpulan

Al-Qur’an mengandung informasi yang baru terungkap kebenarannya setelah berabad- abad lamanya seiring kemajuan ilmu pengetahuan.

Di antaranya informasi Al-Qur’an tentang sesaknya dada orang yang menjelajah langit, dan pusat rasa yang ada di kulit. Ilmu pengetahuan abad dua puluh kemudian membenarkan informasi Al-Qur’an ini.

Kebenaran ini sebagai bukti bahwa Al-Qur’an semata-mata wahyu Allah swt. kepada Rasul-Nya Muhammad saw. Allahu a’lam

Sumber: dakwatuna.com

Al-Qur’an

---oo0oo---

semata-mata wahyu Allah swt. kepada Rasul-Nya Muhammad saw. Allahu a’lam Sumber: dakwatuna.com Al-Qur’an ---oo0oo---
SURAT AL-QORI'AH Surat ini Makkiyyah dan terdiri dari 11 ayat. Di surat ini digambarkan pemandangan

SURAT AL-QORI'AH

Surat ini Makkiyyah dan terdiri dari 11 ayat. Di surat ini digambarkan pemandangan hari Kiamat.

ا ا ا

Terjemahan Qur'an Ayat Hari Kiamat, 1 apakah hari Kiamat itu? 2 Tahukah kamu apakah hari
Terjemahan
Qur'an
Ayat
Hari Kiamat,
1
apakah hari Kiamat itu?
2
Tahukah
kamu
apakah
hari
Kiamat
3
itu?
Pada hari itu manusia seperti anai-anai
yang bertebaran,
4
dan gunung-gunung seperti bulu yang
dihambur-hamburkan.
5
Dan adapun orang-orang yang berat
timbangan (kebaikan) nya,
6
maka
dia
berada
dalam
kehidupan
7
yang memuaskan.
Dan adapun orang-orang yang ringan
timbangan (kebaikan) nya,
8
maka
tempat
kembalinya
adalah
9
neraka Hawiyah.
Dan
tahukah
kamu
apakah
neraka
10
Hawiyah itu?
(Yaitu) api yang sangat panas.
11
Al-Qur’an
Makna Mufradat:   Arti   Mufradat Al-Qara' artinya pukulan keras. Kejadian yang agung tersebut

Makna Mufradat:

 

Arti

 

Mufradat

Al-Qara' artinya pukulan keras. Kejadian yang agung tersebut dinamakan Qari'ah karena memukul orang- orang dan memekakkan telinga. Maksudnya adalah hari Kiamat di mana manusia terpukul oleh dahsyatnya dan kengeriannya.

.1

Binatang kecil dan bodoh yang mengerumuni api.

 

.2

Terpencar.

 

.3

Bulu yang berwarna-warni.

 

.4

Yang ditebar.

 

.5

Yang

menaung

mereka

sebagaimana

seorang

ibu

.6

menaungi anaknya.

 

Neraka Jahannam.

 

.7

Yang menyala-nyala.

 

.8

Syarah:

Al-Qari'ah yang mengucang manusia karena dahsyatnya serta memekakkan telinga mereka dengan suaranya yang menggelegar adalah hari Kiamat. Hari di mana ketakutan besar terjadi dan benda-binda yang diatas bercambur dengan benda-benda di bawah. Musuh-musuh Allah dibuat takut oleh siksaan Allah dan kehinaan. Itulah Al-Qari'ah Al- Kubra. Tahukah kamu apa itu Al-Qari'ah? Pertanyaan ini untuk mendramatisir kondisi. Tahukah kamu? Apa itu Al-Qari'ah? Ya, siapa memberitahumu tentangnya dan diberitahu hakikatnya? Tidak ada yang dapat memberitahumu selain yang menciptakannya, Dialah Allah. Anda tidak akan tahu selain apa yang diceritakan kepadamu oleh Tuhannya.

Pada hari itu manusia berada dalam kebingungan bagai laron yang berpencaran mengerumuni api. Buruknya, yang berterbangan itu adalah gunung-gunung nan kokoh

bagai laron yang berpencaran mengerumuni api. Buruknya, yang berterbangan itu adalah gunung-gunung nan kokoh Al-Qur’an

Al-Qur’an

kuat, yang selama ini menjadi simbul kekokohan, ia bagai bulu yang diterbangkan. Subhanallah! Adapun kondisi

kuat, yang selama ini menjadi simbul kekokohan, ia bagai bulu yang diterbangkan. Subhanallah! Adapun kondisi manusia pada saat itu; siapa yang berat timbangan kebaikannya dan banyak keikhlasannya, pada hari itu ia berada dalam kehidupan penuh ridha. Ia berada dalam ketenangan dan kedamaian jiwa karena mendapat keridhaan- Nya.

Sedangkan orang yang ringan timbangan amal kebaikannya dan senantiasa mengikuti kebatilan serta jauh dari kebenaran, maka tempat singgahnya adalah Hawiyah. Alangkah menakutkannya perubahan ini. Yang menaunginya api yang menyala. Api yang menjerumuskan penghuninya. Tahukah kamu api itu? Kamu sama sekali tidak tahu hakikatnya. Ia adalah api yang menyala-nyala dan menyertika muka dan memanggang kulit. Mudah-mudahan Allah memelihar akita dari dahsyatnya api itu.

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

Allah memelihar akita dari dahsyatnya api itu. ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an
SURAT AL-ZALZALAH Surat ini Madaniyyah dan terdiri dari 8 ayat. Di dalamnya Allah menegaskan bahwa

SURAT AL-ZALZALAH

Surat ini Madaniyyah dan terdiri dari 8 ayat. Di dalamnya Allah menegaskan bahwa kebaikan, apapun adanya, Allah akan membalas pelakunya. Dan kejahatan, apapun adanya, pelakunya juga akan dibalas. Semua itu terjadi pada hari Kiamat.

ا ا ا

 

Terjemahan

 

Qur'an

Ayat

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat),

1

dan bumi telah mengeluarkan beban- beban berat (yang dikandung) nya,

2

dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?",

3

pada

hari

itu

bumi

menceritakan

4

beritanya,

 

karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

5

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.

6

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.

7

Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.

8

Al-Qur’an

yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. 8 Al-Qur’an
Makna Mufradat: Arti Mufradat Kegoncangan yang sangat kuat. .1 Jamak dari Tsiqal yang makna dasarnya

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

Kegoncangan yang sangat kuat.

.1

Jamak dari Tsiqal yang makna dasarnya perhiasan rumah. Yang dimaksudkan di sini adalah semua yang di alam kubur.

.2

Maksudnya, keluar dari kubur mereka.

.3

Berpisah. Sekelompok di surga dan kelompok lain di Sa'ir.

.4

Sesuatu yang terlihat melalui cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela.

.5

Syarah:

Apabila Allah hendak menyudahi dunia ini dan memulai Kiamat, Allah memerintahkan bumi dan ia pun terguncang dengan sangat keras, tidak seperti biasanya. Semua yang tersimpan di dalamnya keluar; api, air, tambang, dan sisa-sisa bangkai. Saat itu, orang yang menyaksikannya berkata, "Apa ini?" Maksudnya, apa yang terjadi dengan bumi ini. Ini tidak seperti biasanya dan tidak diketahui sebabnya. Pada saat itu bumi menceritakan, berbicara dengan kejadian itu dan bukan dengan kata-kata. Sebagaimana yang dikatakan Al-Allamah At-Thabari dalam tafsirnya, "Ia melaksanakan perintah. Apa yang terjadi di muka bumi dan tidak biasa terjadi disebabkan karena Tuhanmu menitahkan kepadanya. Perintah-Nya yang sampai kepada bumi. Perintah semacam itu merupakan perintah kejadian. Semua yang terjadi di alam semesta ini akibat dari perintah kejadian yang datang dari Allah. Hanya saja ada peristiwa yang terjadi tanpa sebab lahiriyah maka ia dinisbatkan kepada perintah kejadian, sedangkan yang terjadi akibat perkara biasa ia tidak dinisbatkan kepadanya, walaupun sejatinya ia juga bersumber dari Allah.

Pada hari itu manusia dikeluarkan dari perut bumi, mereka berbeda-beda, masing- masing sesuai dengan amal perbuatannya untuk melihat akibat perbuatan mereka. Barangsiapa melakukan perbuatan baik sebesar zarrah akan dibalas dan barangsiapa melakukan perbuatan buruk sebesar zarrah pun akan dibalas.

Al-Qur’an

baik sebesar zarrah akan dibalas dan barangsiapa melakukan perbuatan buruk sebesar zarrah pun akan dibalas. Al-Qur’an
Allah berfirman, "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang

Allah berfirman,

"Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) Hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan." (Al-Anbiya': 47).

Surat ini merupakan surat targhib dan tarhib

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

ini merupakan surat targhib dan tarhib ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an
SURAT AL-'ALAQ Dinamakan surat Iqra’ atau surat Al-Qalam, Makkiyah dan terdiri dari 19 ayat. Di

SURAT AL-'ALAQ

Dinamakan surat Iqra’ atau surat Al-Qalam, Makkiyah dan terdiri dari 19 ayat. Di surat ini Nabi diperintahkan untuk membaca disertai adanya penjelasan tentang kekuasaan Allah terhadap manusia dan penjelasan sifat-sifatnya. Juga disebutkan keterangan tentang pembangkangan sebagian menusia dan balasan yang sesuai dengan perbuatan.

ا ا ا

 

Terjemahan

Qur'an

Ayat

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

1

Dia

telah

menciptakan

manusia

dari

2

segumpal darah.

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

3

Yang

mengajar

(manusia)

dengan

4

perantaraan kalam.

 

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

5

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

6

karena dia melihat dirinya serba cukup.

7

Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).

8

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

9

seorang hamba ketika dia mengerjakan salat,

 

10

Al-Qur’an

tentang orang yang melarang, 9 seorang hamba ketika dia mengerjakan salat,   10 Al-Qur’an
bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, 11 atau dia menyuruh

bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,

11

atau

dia

menyuruh

bertakwa

(kepada

12

Allah)?

 

Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

13

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

14

Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,

15

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

16

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

17

kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,

18

sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan),

19

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

Jamak dari 'Alaqah artinya segumpal darah.

.1

Lebih mulia dan yang mulia.

.2

Jamak dari 'Alaqah artinya segumpal darah. . 1 Lebih mulia dan yang mulia. .2 Al-Qur’an

Al-Qur’an

As-Saf'u artinya menarik dengan kasar, sedangkan An- Nashiyah artinya rambut di ubun-ubun. Maksudnya sebagai bentuk

As-Saf'u artinya menarik dengan kasar, sedangkan An- Nashiyah artinya rambut di ubun-ubun. Maksudnya sebagai bentuk penghinaan.

.3

Yang memanggil.

.4

Malaikat yang dituagaskan untuk mengurusi orang-orang kafir di neraka. Di dalamnya mereka dimasukkan secara paksa.

.5

Mendekatlah kepada Tuhanmu melalui ibadah.

.6

Syarah:

Dalam Shahih-nya Bukhari meriwayatkan dari Aisyah ra. yang artinya demikian, “Wahyu pertama yang sampai kepada Rasul adalah mimpi yang benar. Beliau tidak pernah bermimpi kecuali hal itu datang seperti cahaya Shubuh. Setelah itu beliau senang berkhalwat. Beliau datang ke gua Hira dan menyendiri di sana, beribadah selama beberapa malam. Yang untuk itu beliau membawa bekal. Kemudian kembali ke Khadijah dan membawa bekal serupa. Sampai akhirnya dikejutkan oleh datangnya wahyu, saat beliau berada di gua Hira. Malaikat datang kepadanya dan berkata, “Bacalah!” Beliau menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” lalu Rasulullah saw. berkata, “Lalu di merangkulku sampai terasa sesak dan melepaskanku. Ia berkata, ‘Bacalah!’ Aku katakan, ‘ Aku tidak bisa membaca.’ Lalu di merangkulku sampai terasa sesak dan melepaskanku. Ia berkata,

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-Hadits).

Dengan demikian maka awal surat ini menjadi ayat pertama yang turun dalam Al- Qur’an sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia. Wahyu pertama yang sampai kepada Nabi saw. adalah perintah membaca dan pembicaraan tentang pena dan ilmu. Tidakkah kaum Muslimin menjadikan ini sebagai pelajaran lalu menyebarkan ilmu dan mengibarkan panjinya. Sedangkan Nabi yang ummi ini saja perintah pertama yang harus dikerjakan adalah membaca dan menyebarkan ilmu. Sementara ayat berikutnya turun setelah itu. Surat pertama yang turun secara lengkap adalah Al-Fatihah.

Pengertian ringkas ayat-ayat ini adalah: Agar kamu menjadi orang yang bisa membaca, ya Muhammad. Setelah tadinya kamu tidak seperti itu. Kemudian bacalah apa yang

orang yang bisa membaca, ya Muhammad. Setelah tadinya kamu tidak seperti itu. Kemudian bacalah apa yang

Al-Qur’an

diwahyukan kepadamu. Jangan mengira bahwa hal itu tidak mungkin hanya dikarenakan kamu orang ummi ,

diwahyukan kepadamu. Jangan mengira bahwa hal itu tidak mungkin hanya dikarenakan kamu orang ummi, tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis. Allah-lah yang menciptakan alam ini, yang menyempurnakan, menentukan kadarnya, dan memberi petunjuk. Yang menciptakan manusia sebagai makhluk paling mulia dan menguasainya serta membedakannya dari yang lain dengan akal, taklif, dan pandangan jauhnya. Allah swt. menciptakannya dari darah beku yang tidak ada rasa dan gerak. Setelah itu ia mnejadi manusia sempurna dengan bentuk yang paling indah. Allah-lah yang menjadikanmu mampu membaca dan memberi ilmu kepadamu ilmu tentang apa yang tadinya tidak kamu ketahui. Kamu dan kaummu tadinya tidak mengetahui apa-apa. Allah juga yang mampu menurunkan Al-Qur’an kepadamu untuk dibacakan kepada manusia dengan pelahan. Yang tadinya kamu tidak tahu, apa kitab itu dan apa keimanan itu?

Bacalah dengan nama Tuhanmu, maksudnya dengan kekuasaan-Nya. Nama adalah untuk mengenali jenis dan Allah dikenali melalui sifat-sifat-Nya. Yang menciptakan semua makhluk dan menyempurnakan sesuai dengan bentuk yang dikehendaki-Nya. Dan Allah swt. telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, ya Muhammad. Dan Tuhanmu lebih mulia dari setiap yang mulia. Karena Allah swt. yang memberikan kemuliaan dan kedermawanan. Maha Kuasa daripada semua yang ada. Perintah membaca disampaikan berulang-ulang karena orang biasa perlu pengulangan termasuk juga Al-Mushtafa Rasulullah saw. Karena Allah sebagai Dzat yang paling mulia dari semua yang mulia, apa susahnya memberikan kenikmatan membaca dan menghapal Al-Qur’an kepadamu tanpa sebab-sebab normal. Silakan baca firman Allah,

“Sesungguhnya

atas

tanggungan

kamilah

mengumpulkannya

(di

dadamu)

dan

(membuatmu pandai) membacanya.” (Al-Qiyamah: 17).

“Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) Maka kamu tidak akan lupa.” (Al-A’la: 6).

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha Mulia dan mengajarkan manusia untuk saling memahami dengan pena, meski jarak dan masa mereka sangat jauh. Ini merupakan penjelasan tentang salah satu indikasi kekusaan dan ilmu (manusia).

Al-Qur’an

dan masa mereka sangat jauh. Ini merupakan penjelasan tentang salah satu indikasi kekusaan dan ilmu (manusia).
“Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” Allah memberikan insting dan kemampuan berpikir kepada

“Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Allah memberikan insting dan kemampuan berpikir kepada manusia yang menjadikannya mampu mengkaji dan mencerna serta mencoba sampai ia mampu menyibak rahasia alam. Dengan demikian ia dapat menguasai alam dan menundukkannya sesuai dengan yang diinginkannya.

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” (Al-Baqarah:

29).

َ َّ َ وَ مََ د ءَ َ ْ ا َ َّآُ َّ ُ ْ ُ

َ

َ َ َ َ ِ َ

ِ

َ ْﻝا لَ َ َ

ِ ُ ِْ أَ ءِ َ ْ َﺏِ ءِ ُ هَ ْنِإ ْ ُْ آُ َ ِدِ َ

“Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya” (Al- Baqarah: 31).

Nampaknya Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk membaca secara umum dan khususnya membaca Al-Qur’an. Setelah itu Allah menjelaskan bahwa hal itu sangat mungkin bagi Allah yang menciptakan semua makhluk dan menciptakan manusia dari segumpal darah. Dia-lah yang Maha Mulia dan tidak pelit terutama terhadap Rasul-Nya. Dialah yang mengajarkan manusia dengan pena tentang apa yang belum pernah diketahuinya.

,

“Ketahuilah!

Sesungguhnya

manusia

benar-benar

melampaui

batas.

Karena

dia

melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).”

Al-Qur’an

melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).” Al-Qur’an
Sungguh benar, bahwa manusia itu melampaui batas, sombong, dan keterlaluan melakukan dosa. Karena ia menganggap

Sungguh benar, bahwa manusia itu melampaui batas, sombong, dan keterlaluan melakukan dosa. Karena ia menganggap dirinya tidak butuh kepada orang lain akibatnya melimpahnya harta, anak-anak, dan lain-lain. Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti ia akan kembali kepada Allah swt. dan akan diminta pertanggung-jawaban atas semua yang dilakukan.

Mungkin anda bertanya tentang konsiderasi ayat-ayat ini. Saya katakan bahwa ketika Allah swt. menyebutkan indikasi kekuasaan dan ilmu serta kesempurnaan nikmat yang dianugerahkan kepada manusia. Tujuannya adalah agar manusia tidak ingkar nikmat. Namun apa lacur, ternyata manusia benar-benar mengingkari dan melampaui batas. Oleh karena itu Allah swt. ingin menjelaskan sebabnya, bahwa cinta dunia, tertipu olehnya, dan berambisi terhadapnya dapat menyibukkannya dari melihat ayat-ayat Allah yang agung.

Setelah memerintahkan Nabi-Nya untuk membaca wahyu yang ada di dalam kitab-Nya dan menjelaskan penyebab kekafiran manusia, Allah membuat perumpamaan gembong kekafiran, yakni Abu Jahal. Kendatipun pengertian ayat tersebut umum.

Ceritakan kepada-Ku, ya Muhammad, tentang seseorang yang melarang hamba untuk tunduk kepada Allah dan melakukan shalat. Apa urusanya? Orang itu sungguh mengherankan, ia kafir dan bermaksiat kepada Tuhannya. Ia melarang orang lain melakukan kebaikan terutama shalat. Ceritakan kepada-Ku tentang kondisi orang tersebut, kalau memang ia termasuk golongan kanan dan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk setelah itu ia mengajak orang lain kepada ketakwaan dan kebaikan. Kalau orang itu seperti ini keadaannya tentu ia berhak mendapatkan pahala yang besar dan surga sebagai tempat tinggalnya.

Ceritakan kepada-Ku tentang orang yang berdusta serta berpaling dari kebenaran lalu mengerahkan segenap potensinya untuk mengejar apa yang diinginkan. Tidakkah mereka tahu bahwa Allah swt. melihat? Sebenarnya mereka mengakui bahwa Allah swt. mengetahui yang gaib dan yang nyata lalu akan membalas masing-masing orang sesuai dengan amal perbuatannya. Kalau amalnya baik balasannya baik dan kalau amalnya buruk dibalas dengan keburukan. Maka bergegaslah kalian, wahai manusia, menuju Allah, bertaubatlah dan beramallah untuk mendapatkan ridha-Nya.

Kalla, kata penolakan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah. Aku bersumpah, jika orang-orang kafir dan pelaku kemaksiatan itu tidak menyudahi perbuatan mereka, Kami akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih. Kami akan hinakan mereka serendah-rendahnya sesuai dengan tingkat kesombongan mereka di dunia. Dan bagi Allah hal itu tidaklah sulit. Akan Kami tarik ubun-ubun mereka dengan kasar. Ubun- ubun yang sering menyombongkan dirinya karena kekuatan dan keyakinanya bahwa dirinya akan selamat dari murka Allah. Padahal tidak ada yang bisa mengalahkan Allah, baik yang ada di bumi maupun di langit. Tentu saja dugaan tersebut salah karena

Al-Qur’an

yang bisa mengalahkan Allah, baik yang ada di bumi maupun di langit. Tentu saja dugaan tersebut
mereka melampaui batas dan berlaku jahat, khususnya terhadap orang-orang baik dan jujur. Kami akan hinakan

mereka melampaui batas dan berlaku jahat, khususnya terhadap orang-orang baik dan jujur. Kami akan hinakan orang seperti ini, maka biarkan saja malaikat yang memanggil mendorong mereka semua. Bahkan Kami, Allah swt. akan memanggil Zabaniyah. Yakni Allah swt. akan memanggil Zabaniyah, penjaga Jahannam untuk mendorong mereka.

“Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat- kuatnya.”

Pada saat itu mereka tidak memiliki penolong maupun pembantu.

Kalla, tinggalkan orang kafir itu dengan perbuatannya dan jangan sampai mengganggunya, ya Rasulullah. Bersujudlah selalu untuk Allah serta mendekatlah kepada-Nya melalui ibadah, karena ibadah merupakan benteng yang kokoh dan jalan keselamatan. Allahu a’lam.

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

kokoh dan jalan keselamatan. Allahu a’lam. ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an
SURAT AL-KAFIRUN Surat Makkiyah, terdiri dari enam ayat. Surat ini memutus keinginan orang-orang kafir dan

SURAT AL-KAFIRUN

Surat Makkiyah, terdiri dari enam ayat. Surat ini memutus keinginan orang-orang kafir dan menjelaskan perbedaan antara ibadah mereka dan ibadah Nabi saw. yang lebih luas.

ا ا ا

 

Terjemahan

 

Qur'an

Ayat

Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir,

1

aku

tidak

akan

menyembah

apa

yang

2

kamu sembah.

 

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

3

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

4

Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

5

Untukmulah

agamamu

dan

untukkulah

6

agamaku".

Diriwayatkan, setelah berputus asa menghadapi Nabi, para pemimpin Quraisy mendatangi beliau. Mereka melihat adanya kebaikan dalam dakwah beliau namun mereka enggan mengikutinya karena kecintaan mereka bertaqlid buta. Mereka berkata, "Marilah, kami menyembah tuhanmu untuk suatu masa dan kamu menyembah tuhan kami. Dengan demikian ada perdamaian di antara kita dan permusuhan lenyap. Jika pada ibadah kami ada kebenaran anda bisa mengambil sebagian dan jika pada ibadahmu ada kebenaran kami mengambilnya. Maka surat ini turun untuk membantah mereka dan memupus harapan mereka.

Syarah:

Ya Muhammad, katakan kepada orang-orang kafir yang tidak ada kebaikannya sedikit pun pada mereka dan tidak ada harapan untuk beriman. Katakan kepada mereka, aku tidak menyembah apa yang kalian sembah. Sebab kalian menyembah tuhan-tuhan yang kalian jadikan sebagai perantara kepada Allah yang Esa lagi Maha Perkasa. Kalian menyembah tuhan-tuhan yang kalian kira terwujud dalam bentuk patung atau berhala.

lagi Maha Perkasa. Kalian menyembah tuhan-tuhan yang kalian kira terwujud dalam bentuk patung atau berhala. Al-Qur’an

Al-Qur’an

Sedangkan aku menyembah Tuhan yang Esa, Satu, Tunggal, Tempat bergantung yang tidak perlu istri dan

Sedangkan aku menyembah Tuhan yang Esa, Satu, Tunggal, Tempat bergantung yang tidak perlu istri dan anak, tiada yang menyamai dan tiada pesaing. Tidak terwujud dalam fisik atau pribadi seseorang. Tidak membutuhkan perantara dan tidak ada yang mendekati-Nya melalui makhluk. Sarana yang mendekatkan seseorang kepada-Nya hanyalah ibadah. Jadi, antara apa yang aku sembah dan kalian sembah sangat berbeda. Maka aku tidak menyembah apa yang kalian sembah dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah.

Hai orang-orang kafir yang mantap dengan kakafiran. Aku tidak menggunakan cara ibadah kalian dan kalian tidak menggunakan cara ibadahku. Ayat 2 dan 3 menunjukkan perbedaan antar kedua tuhan yang disembah. Nabi menyembah Allah sedangkan mereka menyemmbah patung dan berhala berikut perantara lainnya. Sementara ayat 4 dan 5 menunjukkan perbedaan ungkapan. Ibadah Nabi itu murni dan tidak terkontaminasi oleh kesyirikan serta jauh dari ketidak-tahuan tentang tuhan yang disembah itu. Ibadah kalian penuh dengan kesyirikan juga tawasuul tanpa usaha. Bagaimana mungkin kedua jenis ibadah ini bisa bertemu. Sebagian ulama berkata, menbantah pengulangan pada surat ini. Pengertiannya, aku tidak menyembah apa yang kalian di masa lalu demikian pula kalian, tidak menyembah apa yang aku sembah. Jelas dan akhirnya sama.

Bagi kalian agama kalian termasuk dosanya kalian tanggung sendiri dan bagi kami agama kami, aku bertanggung jawab terhadap memikul bebannya. Kedua ungkapan untuk menguatkan ungkapan sebelumnya.

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

ungkapan untuk menguatkan ungkapan sebelumnya. ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an
SURAT AN-NASHR Madaniyah, terdiri dari tiga ayat, sebagai berita gembira bagi Nabi dan sahabat yang

SURAT AN-NASHR

Madaniyah, terdiri dari tiga ayat, sebagai berita gembira bagi Nabi dan sahabat yang berupa turunnya pertolongan Allah bagi agama mereka. Dibukanya hati manusia untuk menerima agama ini lalu diperintahkannya mereka untuk bertasbih dan mensucikan Allah. Sebab itu semua adalah faktor keberhasilan.

ا ا ا

 

Terjemahan

 

Qur'an

Ayat

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.

1

Dan

agama

bondong,

kamu

Allah

lihat

manusia

masuk

berbondong-

dengan

2

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.

3

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

Pertolongan-Nya.

.1

Artinya penakhlukkan sebuah negeri atau keputusan untuk sebuah persengketaan antara kalian dan musuh Islam.

ﻝاو .2

Jamak dari fauj, artinya berkelompok-kelompok.

.3

Tasbih berarti pensucian dan hamdun berarti pujian untuk Allah yang memang layak mendapat pujian itu

.4

Al-Qur’an

Tasbih berarti pensucian dan hamdun berarti pujian untuk Allah yang memang layak mendapat pujian itu .4
Syarah: Nabi sangat berambisi agar semua manusia beriman, terutama Quraisy dan bangsa Arab. Sebagai manasia,

Syarah:

Nabi sangat berambisi agar semua manusia beriman, terutama Quraisy dan bangsa Arab. Sebagai manasia, Nabi juga tidak mengetahui yang gaib. Oleh karena itu terkadang ia terguncang dan gusar kalau ada yang menimpa dakwah. Maka surat ini menjadi berita gembira untuk beliau dan mengingatkan beliau, sebaiknya engkau tidak bersikap demikian. Ini konteksnya, kebaikan orang-orang baik adalah kejahatan orang- orang dekat. Boleh jadi sesuatu menjadi kebaikan bagimu namun bagi orang lain dosa kecil yang tidak perlu minta ampun.

Jika pertolongan Allah datang dan memang harus datang. Lalu datang pula kunci untuk negeri yang tadinya tertutup dan hati yang yang terkatup. Anda melihat manusia masuk ke dalam agama Allah berbondong-bondong dan berkelompok-kelompok. Untuk menyambut kemenangan ini, wajib bersyukur dan memuji Allah karena Dia yang layak mendapat pujian. Jika itu semua terjadi, kamu juga wajib bertasbih mensucikan Tuhanmu seperti yang seharusnya. Bertasbihlah untuk-Nya dengan memuji-Nya atas perbuatan indah-Nya, menyebut sifat-sifat-Nya yang laik dan nama-nama-Nya yang bagus. Juga beristighfarlah untuk dosamu dan mintalah ampunan atas apa yang pernah kamu lakukan dan tidak layak bagimu selaku penutup para dan rasul. Beristighfarlah kepada Allah karena Dia Maha menerima taubat hamba-Nya serta memaafkan kesalahannya. Dia Maha Mengetahui apa yang engkau lakukan. Yang menjadi objek bicara surat ini adalah Nabi dan siapa saja pantas.

Diriwayatkan bahwa surat ini merupakan belasungkawa untuk Nabi, karena Muhammad saw telah menunaikan risalahnya secara sempurna. Jika telah menunaikan tugas, beliau akan segera bertemu dengan Pertemanan Tertinggi, Allah Azza wa Jalla. Sebagian sahabat memahami esensi surat ini lalu menangisi Rasulullah.

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

esensi surat ini lalu menangisi Rasulullah. ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an
SURAT AL-LAHAB Surat Makkiyah, 5 ayat, berisi cacian untuk Abu Lahab dan istrinya, si pembawa

SURAT AL-LAHAB

Surat Makkiyah, 5 ayat, berisi cacian untuk Abu Lahab dan istrinya, si pembawa kayu bakar.

ا ا ا

Terjemahan

Qur'an

Ayat

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

1

Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

2

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

3

Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

4

Yang di lehernya ada tali dari sabut.

5

Makna Mufradat:

Arti Mufradat At-Tabab artinya hancur dan merugi. Maksud ayat ini adalah Abu Lahab merugi dan
Arti
Mufradat
At-Tabab artinya hancur dan merugi. Maksud ayat ini
adalah Abu Lahab merugi dan binasa.
.1
Ia akan mendapati panasnya dan akan merasakannya.
.2
Apakah kayu bakar yang dimaksudkan di sini? Memang
Arwa binti Harb bin Umayyah, saudar perempuan Abu
Sufyan dan istri Abu Lahab itu memang benar-benar
membawa kayu bakar. Atau apakah yang dimaksudkan
karena dia seorang wanita yang berbuat onar dan
kerusakan. Ungkapan pada ayat ini merupakan kiasan
untuk perbuatannya ini.
.3
Tali untuk mengikat.
.4
Al-Qur’an
Syarah: Diriwayatkan bahwa ketika Nabi saw. diperintahkan untuk berdakwah secara terang- terangan kepada manusia, terutama

Syarah:

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi saw. diperintahkan untuk berdakwah secara terang- terangan kepada manusia, terutama kerabat dekat dan keluarga beliau. Beliau berdiri di atas bukit seraya memanggil, "Wahai sahabat!" Orang-orang Quraisy pun berkumpul. Beliau melanjutkan, "Bagaimana menurut kalian jika aku bercerita kepada kalian bahwa musuh akan menyerang kalian pagi atau sore hari? Apakah kalian percaya kepadaku?" Mereka menjawab, "Kami percaya." Beliau berkata, "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan tentang siksaan yang pedih." Abu Lahab berkata, "Celakahlah kamu, apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami!" Allah segera menurunkan surat ini.

Abu Lahab celaka dan mengelami kerugian yang besar. Ini doa buruk baginya. Terbukti ia telah celaka dan merugi. Buktinya firman Allah,

Tidak ada gunanya harta benda Abu Lahab. Usaha dan perkerjaannya juga tidak menolongnya. Semua itu tidak ada gunanya tidak dapat menggagalkan doa Nabi saw. Padahal Abu Lahab itu paman beliau sendiri. Namanya Abdul Uzza. Dia merupakan musuh yang paling keras. Ia sering berjalan di belakang Nabi. Setiap kali beliau mengatakan sesuatu dia mendustakannya. Oleh karena itu Allah menyebutkan balasan atas perbuatannya itu. Ia akan memasuki neraka yang panasnya dan dahsyatnya tidak ada yang tahu selain Penciptanya. Neraka yang menjilat-jilat. Ia dan istrinya, si Pembawa kayu bakar akan merasakan api itu.

Diriwayatkan pula bahwa wanita itu biasa meletakkan duri di jalan yang akan dilalui Rasulullah saw. setelah dikumpulkannya untuk menghalangi dakwah beliau. Ada pula yang mengatakan wanita itu berupaya mengobarkan permusuhan antara Nabi dan orang- orang. Ia membawa kayu bakar fitnah dan menyalakan permusuhan di antara mereka. Allah manambah gambaran buruk wanita ini dengan ungkapan,

"Yang di lehernya ada tali dari sabut."

ungkapan, "Yang di lehernya ada tali dari sabut." Ia pernah mempunyai kalung dan bersumpah untuk dibelanjakan

Ia pernah mempunyai kalung dan bersumpah untuk dibelanjakan dalam rangka melawan

Al-Qur’an

Rasulullah. Oleh karena itu Allah menggantinya dengan tali di lehernya yang kuat melilit di lehernya.

Rasulullah. Oleh karena itu Allah menggantinya dengan tali di lehernya yang kuat melilit di lehernya. Kala itu ia berada di neraka Jahannam. Ada yang mengatakan, ini bentuk penghinaan kepadanya digambarkan sebagai tukang kayu bakar untuk meredahkannya karena kesombongannya dan suaminya.

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

karena kesombongannya dan suaminya. ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an
SURAT AL-MA’UN Surat ini Makkiyah, terdiri dari 7 ayat. Di sini Allah menjelaskan orang-orang yang

SURAT AL-MA’UN

Surat ini Makkiyah, terdiri dari 7 ayat. Di sini Allah menjelaskan orang-orang yang mendustakan agama berikut sifat-sifatnya.

ا ا ا

Terjemahan

 

Qur'an

Ayat

Tahukah

kamu

(orang)

yang

1

mendustakan agama?

Itulah orang yang menghardik anak yatim,

2

dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

3

Maka kecelakaanlah bagi orang- orang yang salat,

4

(yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,

5

orang-orang yang berbuat ria.

 

6

dan

enggan

(menolong

dengan)

7

barang berguna.

Makna Mufradat:

Arti Mufradat Balasan, ada yang mengartikannya Islam. .1 Menghardik dan membentak dengan .2 keras. Al-Qur’an
Arti
Mufradat
Balasan, ada yang mengartikannya Islam.
.1
Menghardik
dan
membentak
dengan
.2
keras.
Al-Qur’an
Tidak menasihati orang lain untuk itu. .3 Kebinasaan. .4 Lalai terhadapnya. .5 Semua yang

Tidak menasihati orang lain untuk itu.

.3

Kebinasaan.

.4

Lalai terhadapnya.

.5

Semua yang berguna dan bermanfaat.

.6

Syarah:

Tahukah kamu siapa yang mendustakan agama? Katakan kepadaku, siapakah dia? Wajib bagi orang yang beragama untuk tahu hakikat ini agar dia menjauhi hal ini berikut sifat-sifatnya. Kata tanya di sini dimaksudnya untuk membuat audiens penasaran terhadap berita lanjutannya. Juga sebagai pertanda bahwa masalah ini sangat misteri. Sebab setiap orang mengklaim dirinya membenarkan agama. Apakah kamu tahu siapa yang sesungguhnya mendustakan agama itu? Kalau tidak tahu, itulah sebenarnya yang mendustakan agama itu; yang menghardik dan memperlakukan anak yatim secara kasar serta merampas haknya jika ia mempunyai harta benda, atau haknya untuk mendapatkan sedekah jika anak itu fakir. Dia juga tidak menasihati orang lain untuk memberi makan kepada fakir miskin. Jika menasihati saja tidak, tentu dia sendiri tidak memberi makan kepada mereka.

Lihatlah tanda-tanda orang yang mendustakan agama sebagaimana yang disebutkan Al- Qur'an ini; merampas hak, menyakiti orang lemah, sangat pelit terhadap orang-orang yang memang punya hak. Jika kamu tahu hal itu, sungguh celaka orang-orang yang shalat, mereka yang lalai terhadap shalatnya, yang mengerjakan shalat tanpa khusyu', tidak menghadirkan hati untuk merenungi keagungan Allah, dan tanpa mentadaburi makna yang dibacanya. Shalat yang dilaksanakan seseorang namun ia tidak merasa berada di hadapan Penciptanya. Anda melihatnya bertasbih dengan otaknya dan menggerak-gerakkan ujung jemarinya namun ia tidak sadar sudah berapa rakaah yang dikerjakannya.

Itulah shalat sebagian orang yang mendustakan agama. Shalat semacam ini tentu saja tidak mencegah perbuatan keji dan mungkar. Karena orang yang mengerjakannya lalai dari zikir kepada Allah. Lebih dari itu ia juga mengharap agar dilihat manusia disebut- sebut. Mereka lakukan hal itu bukan untuk Allah. Karena terlalu pelitnya, mereka menolak memberi kepada orang yang membutuhkan.

Al-Qur’an

hal itu bukan untuk Allah. Karena terlalu pelitnya, mereka menolak memberi kepada orang yang membutuhkan. Al-Qur’an
Tahukah kamu siapa orang yang mendustakan agama? Dialah yang berperilaku kasara terhadap anak yatim dan

Tahukah kamu siapa orang yang mendustakan agama? Dialah yang berperilaku kasara terhadap anak yatim dan tidak memberikan hak-hak fakir miskin. Di samping itu ia juga lalai terhadap shalatnya, memperlihatkan amalnya kepada manusia, dan menahan pemberiannya kepada orang lain. Celaka dan celakalah orang seperti itu. Kandatipun mereka puasa dan shalat.

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

itu. Kandatipun mereka puasa dan shalat. ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an
SURAT AL-‘ASHR Surat ini Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat. Di dalamnya terdapat sumpah bahwa

SURAT AL-‘ASHR

Surat ini Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat. Di dalamnya terdapat sumpah bahwa manusia berada dalam kerugian dan kesesatan. Kecuali orang yang dipelihara Allah, mereka adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

ا ا ا

Terjemahan

Qur'an

Ayat

Demi masa.

 

1

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,

2

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

3

 

Makna Mufradat:

Arti Mufradat Apakah yang dimaksud di sini adalah seluruh masa atau masa tertentu yang ada
Arti
Mufradat
Apakah yang dimaksud di sini adalah seluruh masa atau masa
tertentu yang ada di ujung siang.
.1
Kesesatan dan kerusakan.
.2
Masing-masing menasihati yang lain.
.3
Ketuguhan. Maksudnya kebenaran.
.4
Sabar adalah kekuatan jiwa untuk menghadapi kesulitan.
.5
Al-Qur’an
Syarah: Allah bersumpah dengan masa karen ada banyak pelajaran di dalamnya. Padanya ada hal-hal yang

Syarah:

Allah bersumpah dengan masa karen ada banyak pelajaran di dalamnya. Padanya ada hal-hal yang saling berlawanan dan ini menunjukkan bahwa dunia dan masa tersebut mempunyai tuhan yang mengendalikan dan menguasainya. Tidakkah kamu melihat malam dan siang yang saling susul menyusul. Kamu juga melihat tanda-tanda malam dan tanda-tanda siang. Tidakkah kamu melihat di sana ada kesenangan dan ada kesusahan, ada kebahagiaan dan ada kesedihan, ada sehat dan ada sakit, ada rasa takut dan rasa aman. Ada orang meninggal karena lapar dan ada yang binasa karena kekenyangan. Ada yang meninggal karena tenggelam dan ada yang mati karena terbakar. Ini semua terjadi bukan karena campur tangan masa. Ini menunjukkan bahwa alam semesta mempunyai ilah yang menciptakannya dan mengaturnya. Dialah yang paling berhak untuk ditiju dan disembah, tiada yang lain.

Manusia dalam kerugian dan kesesatan, kekufuran dan kebinasaan, karena ia terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kekufuran serta dosa-dosa yang dipilihnya sendiri. Subhanallah, manusia bagai tenggelam dalam kerugian yang mengelilinya dari berbagai penjuru. Sebab itu telah melakukan dosa terhadap hak-hak Allah yang memelihara dan memberinya berbagai nikmat dan kebaikan.

Manusia, semuanya, berada dalam dosa yang membinasakan kecuali yang dipelihara Allah dan ditunjukkan kepada kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah, malaikat-Nya, dan rasul-rasul-Nya dengan keimanan yang tulus. Selain itu mereka juga mengerjakan amal shalih yang berguna dan diridhai Allah dan Rasul- Nya serta orang-orang beriman. Lalu apakah cukup itu saja. Tidak, perlu sifat ketiga, yaitu agar masing-masing menasihati yang lain tentang kebenaran dan keteguhan yang didukung oleh dalil yang kuat dan syairah yang tepat. Masing-masing menasihati yang lain untuk bersabar menghadapi hal-hal yang tidak disukai dan berbagai kesulitan.

Sebab, tidak cukup bagi anda hanya melakukan kebaikan saja. Setelah memperbaiki diri, anda mesti mengajak orang lain menuju kebenaran dan menempuh jalan yang lurus. Untuk itu anda pasti akan menemui kesulitan, maka bersabarlah dan ajak orang lain untuk bersabar. Sabar adalah setengah keimanan dan Allah yang membimbing menuju kebaikan.

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

dan Allah yang membimbing menuju kebaikan. ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an
SURAT AL-IKHLASH Makkiyah, terdiri dari 4 ayat, surat tauhid dan pensucian nama Allah Ta'ala. Ia

SURAT AL-IKHLASH

Makkiyah, terdiri dari 4 ayat, surat tauhid dan pensucian nama Allah Ta'ala. Ia merupakan prinsip pertama dan pilar tama Islam. Oleh karena itu pahala membaca surat ini disejajarkan dengan sepertiga Al-Qur'an. Karena ada tiga prinsip umum: tauhid, penerapan hudud dan perbuatan hamba, serta disebutkan dahsyatnya hari Kiamat. Ini tidaklah mengherankan bagi orang yang diberi karunia untuk membacanya dengan tadabbur dan pemahaman, hingga pahalanya disamakan dengan orang membaca sepertiga Al-Qur'an.

ا ا ا

 

Terjemahan

 

Qur'an

Ayat

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

1

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

2

Dia

tiada

beranak

dan

tiada

pula

3

diperanakkan,

 

dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".

4

Makna Mufradat:

 

Arti

 

Mufradat

Satu Dzat-Nya, sifat-Nya, dan perbuatan-Nya.

 

.1

Dapat mencukupi semua kebutuhan sendirian.

 

.2

Sepadan, sama, dan tandingan.

   

.3

Syarah:

Inilah

prinsip

pertama

dan

tugas

utama

yang

diemban

Nabi

saw.

Beliau

pun

menyingsingkan

lengan

baju

dan

mulai

mengajak

manusia

kepada

tahuhid

dan

Al-Qur’an

 
lengan baju dan mulai mengajak manusia kepada tahuhid dan Al-Qur’an  
beribadah kepada Allah yang Esa. Oleh karena itu di dalam surat ini Allah memerintahkan beliau

beribadah kepada Allah yang Esa. Oleh karena itu di dalam surat ini Allah memerintahkan beliau agar mengatakan, "Katakan, 'Dialah Allah yang Esa." Katakan kepada mereka, ya Muhammad, "Berita ini benar karena didukung oleh kejujuran dan bukti yang jelas. Dialah Allah yang Esa. Dzat Allah satu dan tiada berbilang. Sifat-Nya satu dan selain-Nya tidak memiliki sifat yang sama dengan sifat-Nya. Satu perbuatan dan selain-Nya tidak memiliki perbuatan seperti perbuatan-Nya.

Barangkali pengertian kata ganti 'dia' pada awal ayat adalah penegasan di awal tentang beratnya ungkapan berikutnya dan penjelasan tentang suatu bahaya yang membuatmu harus mencari dan menoleh kepadanya. Sebab kata ganti tersebut memaksamu untuk memperhatikan ungkapan berikutnya. Jika kemudian ada tafsir dan penjelasannya jiwa pun merasa tenang. Barangkali anda bertanya, tidakkah sebaiknya dikatakan, "Allah yang Esa" sebagai pengganti dari kata, "Allah itu Esa." Jawabannya, bahwa ungkapan seperti ini adalah untuk mengukuhkan bahwa Allah itu Esa dan tiada berbilang Dzat- Nya.

Kalau dikatakan, "Allah yang Maha Esa," tentu inplikasinya mereka akan meyakini keesaan-Nya namun meragukan eksistensi keesaan itu. Padahal maksudnya adalah meniadakan pembilangan sebagaimana yang mereka yakini. Oleh karena itu Allah berfirman,

,

"Dia-lah Allah, Dia itu Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu."

Artinya tiada sesuatu pun di atas-Nya dan Dia tidak butuh kepada sesuatu pun. Bahkan selain-Nya butuh kepada-Nya. Semua makhluk perlu berlindung kepada-Nya di saat sulit dan krisis mendera. Maha Agung Allah dan penuh berkah semua nikmat-Nya.

"Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan"

Ini merupakan pensucian Allah dari mempunyai anak laki-laki, anak perempuan, ayah, atau ibu. Allah tidak mempunyai anak adalah bantahan terhadap orang-oran musyrik yang mengatakan bahwa malaikat itu anak-anak perempuan Allah, terhadap orang- orang Nashrani dan Yahudi yang mengatakan 'Uzair dan Isa anak Allah. Dia juga bukan anak sebagaimana orang-orang Nashrani mengatakan Al-Masih itu anak Allah lalu mereka menyembahnya sebagaimana menyembah ayahnya. Ketidak-mungkinan Allah

Al-Qur’an

Al-Masih itu anak Allah lalu mereka menyembahnya sebagaimana menyembah ayahnya. Ketidak-mungkinan Allah Al-Qur’an
mempunyai anak karena seorang anak biasanya bagian yang terpisah dari ayahnya. Tentu ini menuntut adanya

mempunyai anak karena seorang anak biasanya bagian yang terpisah dari ayahnya. Tentu ini menuntut adanya pembilangan dan munculnya sesuatu yang baru serta serupa dengan makhluk. Allah tidak membutuhkan anak karena Dialah yang menciptakan alam semesta, menciptakan langit dan bumi serta mewarisinya. Sedangkan ketidak- mungkinan Allah sebagai anak, karena sebuah aksioma bahwa anak membutuhkan ayah dan ibu, membutuhkan susu dan yang menyusuinya. Maha Tinggi Allah dari semua itu setinggi-tingginya.

"Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

Ya. Selama satu Dzat-Nya dan tidak berbilang, bukan ayah seseorang dan bukan anaknya, maka Dia tidak menyerupai makhuk-Nya. Tiada yang menyerupai-Nya atau sekutu-Nya. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.

Meskipun ringkas, surat ini membantah orang-orang musyrik Arab, Nashrani, dan Yahudi. Menggagalkan pemahaman Manaisme (Al-Manawiyah) yang mempercayai tuhan cahaya dan kegelapan, juga terhadap Nashrani yang berpaham trinitas, terhadap agama Shabi'ah yang menyembah bintang-bintang dan galaksi, terhadap orang-orang musyrik Arab yang mengira selain-Nya dapat diandalkan di saat membutuhkan, atau bahwa Allah mempunyai sekutu. Maha Tinggi Allah dari semua itu.

Surat ini dinamakan Al-Ikhlas, karena ia mengukuhkan keesaan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia sendiri yang dituju untuk memenuhi semua kebutuhan, yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, tiada yang menyerupai dan tandingan-Nya. Konsekuensi dari semua itu adalah ikhlas beribadah kepada Allah dan ikhlas menghadap kepada-Nya saja.

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

Allah dan ikhlas menghadap kepada-Nya saja. ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an
SURAT AL-FALAQ Makkiyah, ada yang mengatakan Madaniyyah, terdiri dari 5 ayat, dan salah satu dari

SURAT AL-FALAQ

Makkiyah, ada yang mengatakan Madaniyyah, terdiri dari 5 ayat, dan salah satu dari dua ayat perlindungan

ا ا ا

Terjemahan

Qur'an

Ayat

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

1

dari kejahatan makhluk-Nya,

2

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

3

dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul- buhul,

4

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki".

5

Makna Mufradat:

Arti Mufradat Asalnya terbelahnya sesuatu dan jelasnya sesuatu dari yang lain. Maksudnya pada surat ini
Arti
Mufradat
Asalnya terbelahnya sesuatu dan jelasnya sesuatu dari yang lain.
Maksudnya pada surat ini adalah semua yang dibelah Allah baik
berupa bumi untuk tumbuhan, gunung untuk mata air, gunung
untuk hujan, dan rahim untuk jabang bayi.
.1
Malam yang sangat gelap gulita.
.2
Masuk
ke
dalam
apa
saja
dan
menutupi
apa
saja.
.3
Nafatsah maksudnya hembusan yang keluar dari mulut.
.4
Jamak dari 'uqdah, apakah maksudnya buhul tali atau yang
dimaksud ikatan cinta dan hubungan antar manusia.
.5
Al-Qur’an
Syarah: Diriwayatkan bahwa ada orang Yahudi mensihir Nabi saw. Hingga beliau sakit sampai tiga hari.

Syarah:

Diriwayatkan bahwa ada orang Yahudi mensihir Nabi saw. Hingga beliau sakit sampai tiga hari. Sakit beliau sangat parah sampai-sampai tidak sadar terhadap apa yang dilakukan. Kemudian Jibril datang dna memberitahu tentang bagian yang terkena sihir. Setelah itu beliau dibacakan surat An-Nas dan Al-Falaq akhirnya kembali sadar seperti semula.

Menurutku riwayat ini tidak benar sebagaimana pendapat para ulama. Ia hanya celoteh orang-orang Yahudi dengan tujuan agar manusia ragu terhadap Nabi saw. Dan menganggap beliau terkena sihir. Padahal Allah berfirman,

”Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Al-Ma’idah: 67)

"Sesungguhnya

kami

memelihara

kamu

daripada

memperolok-olokkan (kamu)." (Al-Hijr: 95).

(kejahatan)

orang-orang

yang

Katakan kepada mereka, ya Muhammad, "Aku berlindung kepada Tuhan seluruh alam yang dapat membelah tanah dan langit, aku berlabuh kepada-Nya dari semua kejahatan yang menimpaku, keluargaku, dakwahku, dan sahabatku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam jika telah menjadi gelap gulita dan menutupi seluruh alam. Karena kegelapan malam bisa menjadi tabir bagi setiap orang yang melampaui batas dan pendosa. Aku juga berlindung kepada-Mu dari para wanita peniup buhul tali yang mereka ikat." Sebagaimana yang dijelaskan tadi. Namun maksud yang sebenarnya adalah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatn para pengadu domba yang memutuskan hubungan cinta kasih. Dengan demikian ta' pada kata,

Al-Qur’an

dari kejahatn para pengadu domba yang memutuskan hubungan cinta kasih. Dengan demikian ta' pada kata, Al-Qur’an
Bermakna hiperbol dan tidak menujukkan ta'nits (feminim). Yakni orang yang berusaha mengadu domba, mengerahkan

Bermakna hiperbol dan tidak menujukkan ta'nits (feminim). Yakni orang yang berusaha mengadu domba, mengerahkan segenap upayanya untuk menyakiti orang yang dipuji. Tidak ada jalan untuk mendaptkan keridhaan orang semacam ini. Maka tidak ada cara lain menghadapi orang tersebut selain menhadap kepada Allah agar berkenan memelihara kita dari kejahatannya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an
SURAT AL-NAAS Surat An-Nas ini Makkiyah menurut pendapat paling benar, terdiri dari 6 ayat. Ini

SURAT AL-NAAS

Surat An-Nas ini Makkiyah menurut pendapat paling benar, terdiri dari 6 ayat. Ini merupakan ayat perlindungan yang kedua

ا ا ا

Terjemahan

 

Qur'an

Ayat

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

 

1

Raja manusia.

 

2

Sembahan manusia.

 

3

dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,

4

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.

5

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.

5

dari (golongan) jin dan manusia.

 

6

Al-Qur’an

(kejahatan) ke dalam dada manusia. 5 dari (golongan) jin dan manusia.   6 Al-Qur’an
Makna Mufradat: Arti Mufradat Yang membisikkkan kata-kata jahat di dada manusia. .1 Bentuk hiperbola dari

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

Yang membisikkkan kata-kata jahat di dada manusia.

.1

Bentuk hiperbola dari kata Al-Khunus yang berarti kembali atau terlambat. Karena kalau ia diusir ia mundur dan kembali.

.2

Makhluk tersembunyi, tidak ada yang mengetahuinya selain Penciptanya.

.3

Syarah:

Katakan kepada mereka, "Aku berlindung kepada Allah agar menjagaku dari kejahatan makhluk yang berbisik kepadaku. Aku berlindung kepada Tuhan menusia yang mendidik dan mengambil sumpah kepada mereka di kala mereka kecil atau lemah. Allah telah menguasai urusan mereka dan Dialah Pemilik Manusia. Dia ilah mereka dan mereka budak-Nya. Dia yang layak disembah, ditunduki, dan dituju. Sebab Dialah Allah Ta'ala yang menciptakan manusia, menumbuh-kembangkan mereka, serta menguasai urusan mereka. Karena Dialah tempat berlindung dan meminta pertolongan. Bernaung kepada-Nya dari kejahatan bisikan di dalam hati yang biasa menghiasi kejahatan dan menampakkan keburukan dengan bentuk kabaikan. Itulah bisikan yang kebanyakan mengajak kepada larangan, baik dari bangsa jin, makhluk yang tersembunyi, yang mereka itu anak-anak dan tentara Iblis atau dari bangsa manusia seperti halnya teman-teman buruk. Mudah-mudahan kita dipelihara Allah dari kejahatan syetan jin dan syetan manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan. Dia juga Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah sendiri telah mengajarkan kita bagaimana berlindung diri dari kejahatan lahir maupun batin. Wallahu A'lam.

---oo0oo---

Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi

Al-Qur’an

lahir maupun batin. Wallahu A'lam. ---oo0oo--- Sumber: At-Tafsir Al-Wadhih, Dr. Muhammad Al-Hijazi Al-Qur’an