Anda di halaman 1dari 15

Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.

com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Judul Buku : Akuntansi Itu Mudah


Penulis : Uziek
Penerbit : Uziek Publishing
Cetakan Pertama : Oktober 2007

MEMPERBANYAK, MEMAMERKAN, MENGEDARKAN, MENGUMUMKAN, DAN


MENYERAHKAN E-BOOK INI DALAM BENTUK APAPUN KEPADA KHALAYAK UMUM
TIDAK MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN
GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN

copyright@2007 by Uziek

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Mukaddimah

Buku ini terinspirasi dari pengalaman pribadi ketika penulis bertemu dengan para klien
dan harus menjelaskan tentang Pengertian Dasar Akuntansi, cara membaca Laporan
Keuangan, dan cara bagaimana seorang akuntan memproses data keuangan sehingga
menjadi Laporan Keuangan yang utuh, cepat, akurat, dan dapat dijadikan dasar
pengambilan keputusan.

Akuntansi dirancang untuk memudahkan seseorang menganalisa untuk kemudian


mengambil keputusan berdasarkan Laporan Keuangan yang disajikan oleh seorang akuntan.

Pada awalnya akuntansi diciptakan hanya untuk mencatat kegiatan yang berhubungan dengan uang.
Namun dalam perkembangannya akuntansi tak hanya sekedar seni pencatatan, tapi sudah menjadi
sebuah alat evaluasi kinerja, dasar perencanaan, dasar penghitungan pajak, pengendalian aset dan biaya,
dan bahkan sebagai alat pembuktian kasus korupsi.

Bahkan dalam Alqur’an, akuntansi dibahas secara gamblang dan panjang dalam surat Al-Baqarah ayat
282. Ayat ini mengulas tentang pentingnya pencatatan transaksi keuangan hingga bisa dijadikan
informasi keuangan, atau akuntansi. Secara tegas dalam ayat itu dinyatakan Dosa hukumnya jika sebuah
mu’amalah (transaksi) jika tidak dicatat. Sekedar informasi, ayat ini merupakan ayat terpanjang di dalam
Alqur’an.

Buku ini ditulis dengan cara yang sangat sederhana, bahkan terkesan amatir. Justru cara inilah yang
dipilih untuk lebih mendekatkan akuntansi dengan seorang yang awam sekalipun. Dengan gaya bahasa
yang amatir, cara penyampaian yang amatir, dan ditulis oleh seorang yang amatir pula.

Penulis berkeyakinan bahwa segala macam ilmu hanya milik Tuhan, dan harus disebarluaskan agar bisa
bermanfaat bagi manusia lain. Dalam semangatnya untuk berbagi, buku ini bisa anda dapatkan secara
gratis dengan cara mendownload dari http://uziek.multiply.com Blog ini juga melayani konsultasi
akuntansi dan keuangan secara gratis. Andapun dapat berpartisipasi secara aktif di dalamnya.

Penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam penyusunan tulisan ini. Untuk itu mohon dengan
sangat kritik saran dan sumbangsihnya untuk perbaikan buku ini melalui email fauzi_ghaz@yahoo.com
atau http://uziek.multiply.com

Semoga bermanfaat.

Malang, Oktober 2007

Penulis

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Surat Al-Baqarah ayat 282 :

“ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah[179] tidak secara tunai untuk waktu yang
ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya
dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka
hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan
hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya.
Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu
mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang
saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua
orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang
mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan
janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang
demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak
(menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang
kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan
persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu
lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah
kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

[179]. Bermuamalah ialah seperti berjualbeli, hutang piutang, atau sewa menyewa dan sebagainya
(bertransaksi).

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Persepsi sebagian besar orang pada profesi


Akunting ( Accountant )

Kalo kita dengar istilah akuntansi, biasanya orang langsung berpikir tentang
keuangan, yang ‘njlimet’, memusingkan, dan bikin stress. Padahal gak serumit itu.
Malah kalo menurut saya lebih mudah dari ilmu fisika, kimia, atau ilmu eksak lainnya.
Yang dibutuhkan untuk mengerti akuntansi hanya logika, dan operasi dasar
matematika (+, -, /, x ) . Rumus kalkulus, integral, dan hal semacamnya gak diperlukan
dalam akuntansi.

Pengertian singkat akuntansi adalah informasi keuangan. Dengan mengetahui


informasi keuangan, maka langkah strategis apa yang akan dilakukan menjadi lebih
mudah untuk diputuskan. Inilah pentingnya akuntansi, memberikan informasi
keuangan.

Banyak persepsi orang tentang profesi akuntan. Ada yang beranggapan posisi
akunting di sebuah perusahaan sebagai posisi “basah” karena berhubungan dengan
uang. Seorang akunting idealnya sama sekali tidak memegang uang. Kenapa? Yah, dia
hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan informasi keuangan hingga bisa
dibaca oleh pihak yang berkepentingan. Kalau dia juga memegang uang, sementara dia
juga yang mengelola informasi keuangan, korupsi bukanlah hal yang sulit untuk
dilakukan. Makanya divisi keuangan dan divisi akunting dipisah, tujuannya untuk
pengendalian.

Pernah suatu kali ketika saya bekerja di sebuah peruhaan sebagai akunting. Sang
owner selalu marah-marah karena melihat staf saya hanya terlihat duduk manis di
depan komputer untuk input data transaksi. Dalam persepsinya, kalo hanya untuk
input data, anak lulusan SMA saja bisa, gak perlu yang sarjana… Benar!!! Kalo hanya
input data memang kita tidak memerlukan seorang karyawan yang setara sarjana.
Seorang akunting tidak hanya input data, tapi mengolahnya hingga menjadi output
laporan yang bisa dibaca oleh penggunanya.

Masih dalam persepsinya, bahwa seorang akunting harus tahu segalanya dalam
bidang usahanya. (Tempat saya bekerja adalah perusahaan konstruksi dan developer).
Oke, saya sependapat dalam hal ini, tapi sebatas informasi keuangan. Seorang akunting
harus tahu segala detil informasi keuangan.. selain sisi keuangan, akunting tidak punya

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

dasar kemampuan untuk itu. Makanya akunting harus bekerjasama dengan divisi lain.
Akhirnya saya sadar bahwa perlu waktu lama untuk merubah persepsi seseorang.

Tugas utama seorang akunting adalah mengolah data keuangan hingga menjadi
informasi keuangan yang sangat berguna bagi pihak yang berkepentingan. Pengolahan
data ini meliputi input data, proses data, dan outputnya berupa informasi keuangan
yang berupa Neraca, Laporan Laba-Rugi, Arus Kas, Perubahan Modal/ekuitas dan
informasi lain sesuai kebutuhan pihak yang membutuhkan.

Karena tugasnya ini, seorang akunting seringkali juga menjadi seorang ‘sastrawan’
dalam dunianya untuk membela kepentingan perusahaan dari pihak-pihak di luar
perusahaan. Karena dia menjadi sastrawan, tentunya apa yang dihasilkan harus indah,
puitis, penuh romansa hingga yang membaca informasi keuangan terlena oleh
keindahan hasil karya sastrawan akuntansi ini. Tentu saja hasilnya sedikit atau banyak
berbeda dengan realitas yang ada.

Informasi yang tidak aktual dan jauh dari realitas akan menjerumuskan si pengguna
informasi. Dan jika si pengguna tahu telah dibohongi, unsur kepercayaan akan hilang.
Padahal sebuah bisnis bisa terjalin karena unsur kepercayaan ini. Disinilah peran
pentingnya seorang akunting. Jika dia salah menginformasikan keuangan – entah
sengaja atau tidak – pihak pengguna informasi akan salah mengambil keputusan
strategisnya.

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Sudahkah Anda Memiliki Laporan Keuangan


Informasi keuangan yang terangkum dalam Laporan Keuangan merupakan
informasi yang sangat bermanfaat bagi pihak managemen, investor, bank, karyawan,
pemilik, bahkan pemerintah. Laporan Keuangan berfungsi sebagai alat Evaluasi kinerja
dan dasar penyusunan rencana yang akan datang. Laporan keuangan seperti sebuah
Rapor atau Kartu Hasil Studi waktu kita dulu menempuh pendidikan. Laporan Keuangan
berisi informasi apa yang telah dicapai suatu perusahaan dengan baik dan apa yang
perlu dibenahi. Inilah pentingnya Laporan keuangan bagi perusahaan ataupun setiap
individu.

Ketika Anda akan mengajukan kredit (entah Rumah, Kendaraan, Modal atau apapun)
ke Bank atau Lembaga Pembiayaan, anda diharuskan mengisi form aplikasi. Form ini
biasanya berisi identitas anda dan informasi keuangan anda. Pihak Bank atau lembaga
pembiayaan tidak ingin kehilangan dana yang mereka pinjamkan, untuk itu mereka
mengorek informasi keuangan anda melalui form yang telah dirancang khusus. Tujuan
utamanya adalah untuk mengetahui kemampuan anda dalam membayar kredit.

Sebagai warga negara, anda juga diharuskan membayar pajak. Pada saat akan
membayar pajak, anda juga diharuskan mengisi form SPT yang telah dirancang khusus
untuk mengorek informasi keuangan anda. Tujuannya adalah untuk mengetahui
besarnya pajak yang harus anda bayar.

Informasi keuangan ini berupa jumlah Aset, Hutang, Pendapatan, dan Biaya yang
anda miliki. Informasi ini adalah satu kesatuan. Tidak bisa sepotong-sepotong, karena
saling berkaitan. Jika anda memiliki informasi keuangan yang utuh, anda bisa
menghitung sendiri kemampuan anda membayar angsuran kredit, besarnya pajak yang
harus dibayar, ataupun rencana investasi yang akan anda lakukan.

Sudahkah anda memiliki Laporan Keuangan ?

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Aset, Hutang, Modal, Pendapatan, & Biaya


( Sebuah ilustrasi Persamaan Dasar Akuntansi )

Permasalahan orang awam yang baru pertama kali mengenal akuntansi adalah
bingung dalam menempatkan posisi Debit atau Kredit ketika akan mencatat transaksi.
Dalam akuntansi ada lima pengelompokan suatu transaksi. Lima hal dalam judul di atas
adalah kelompok utama dari Laporan Keuangan. Kelima hal ini saling berhubungan
satu sama lain. Jika dinyatakan dalam Rumus akan seperti ini :

Aset = Hutang + Modal

Akuntansi yang kita kenal sekarang adalah akuntansi sistem berpasangan, yaitu
setiap kali suatu sisi berubah, maka sisi lain juga berubah sebesar perubahan yang ada
pada sisi lawannya. Rumus di atas adalah rumus awal dan sekaligus rumus utama dalam
akuntansi. Tanda “ = “ adalah pemisah sisi-sisi akuntansi. Sisi kiri disebut Debit, sisi
Kanan disebut Kredit.

Pendapatan dan Biaya adalah komponen yang mempengaruhi Modal. Jika


Pendapatan lebih besar dari Biaya, maka kondisi ini disebut Laba. Jika kondisi
sebaliknya yang terjadi, maka disebut Rugi. Laba atau rugi ini yang akan
mempengaruhi Modal. Jika dinyatakan dalam rumus maka akan seperti ini :

Aset = Hutang + Modal + Laba (Rugi)

Sementara Laba (Rugi) diperoleh dari :

Laba (Rugi) = Pendapatan – Biaya

(Tanda Kurung menunjukkan Negatif)

Jika rumus laba (Rugi) dimasukkan dalam Persamaan Akuntansi, maka akan nampak
seperti ini :

Aset = Hutang + Modal + Pendapatan – Biaya

↔ Aset + Biaya = Hutang + Modal + Pendapatan

Persamaan di atas inilah yang menjadi dasar semua pencatatan dalam ilmu
akuntansi. Persamaan ini memiliki arti sebagai berikut :

- Jika salah satu komponen dalam sisi kiri (Debit) bertambah, maka
kemungkinannya adalah

ada komponen lain dalam sisi kanan (Kredit) juga bertambah, atau

Ada komponen lain dalam sisi kiri (Debit) yang berkurang.

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

- Hal di atas berlaku untuk kondisi sebaliknya.

Seringkali orang yang baru kenal akuntansi bingung ketika harus mencatat biaya di
sisi Debit, dan mencatat pendapatan di sisi Kredit. Ini terjadi karena salah persepsi
tentang sisi debit dan sisi kredit. Sisi debit biasanya selalu dipersepsikan untuk
mencatat penerimaan atau pendapatan dan sisi kredit untuk mencatat
pengeluaran/biaya.

Rumus dan penjelasan di atas semoga bisa menjadi jawabannya.

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Kontroversi Hutang Baik dan Hutang Buruk ala Robert T. Kiyosaki


(Bagian I)

Robert T. Kiyosaki adalah penulis buku best seller serial Rich Dad’s Poor Dad’s. Buku
ini membahas tentang pengelolaan uang dengan segala permasalahan dan alternatif
pemecahannya menurut versi dia. Buku pertamanya mencuat di awal tahun 2000 an,
dan kemudian disusul dengan seri-seri berkutnya.

Tema utamanya sebenarnya diambil dari persamaan dasar akuntansi yang


kemudian dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang menarik dalam bahasa yang
ringan, penuh inspiratif, dan dapat membuka wacana sebagian besar pembacanya. Dia
memaparkan prinsip paling dasar dari akuntansi secara cerdas, lugas, aplikatif, dan
tanpa kesan menggurui melalui cerita dan kisah yang dia alami. Itulah sebabnya
mengapa buku ini booming.

Konsep Robert T. Kiyosaki yang mendapat sorotan dan kontroversial adalah konsep
Aset dan Hutang. Dia membagi kedua hal itu dalam kategori baik dan buruk. Aset Baik,
Aset Buruk, Hutang Baik dan Hutang Buruk. Bahkan tidak semua akuntan menyadari
adanya konsep itu.

Aset

Dari sisi akuntansi, aset diartikan sebagai semua sumberdaya yang kita miliki.
Sumberdaya yang dimaksud adalah segala hal yang bisa kita manfaatkan untuk
menghasilkan dan mendanai kegiatan dalam rangka menghasilkan uang. Aset bisa
berupa uang, tabungan, properti, tanah, kendaraan, mesin, peralatan, sumberdaya
manusia, bahkan keahlian kita juga bisa dikategorikan aset.

Lebih ekstrim lagi pengertian aset dalam setiap buku yang ditulis oleh Robert T.
Kiyosaki adalah segala sumberdaya yang kita miliki yang bisa menghasilkan arus kas
positif. Jadi, menurut Robert jika suatu sumberdaya yang kita miliki hanya bisa
menghasilkan aruskas negatif tidak termasuk dalam kategori aset.

Contohnya adalah rumah yang kita tinggali, jika rumah ini tidak bisa menghasilkan
uang masuk ke kantong kita, maka rumah ini disebut aset buruk. Rumah ini paling tidak
tiap bulan kita harus membayar listrik dan airnya. Tiap tahun kita harus membayar
Pajak bumi dan bangunannya, mengecatnya, renovasi, dan lain sebagainya. Sementara
rumah tersebut tidak menghasilkan pemasukan kas ke kantong kita. Ini yang dimaksud
membebani keuangan kita. Aset yang seperti ini tidak bisa dikategorikan sebagai aset,
atau kalau mau dipaksa disebut aset, rumah tersebut disebut aset buruk.

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Hutang

Hutang adalah asal dari sumberdaya yang kita miliki yang sumbernya dari pihak
lain. Jika sumberdaya yang kita miliki berasal dari diri kita sendiri, disebut modal.
Karena asalnya dari pihak lain, maka suatu saat harus dikembalikan. Pengembalian ini
bisa langsung atau bertahap. Tentunya pihak pemberi sumberdaya ini menghitung nilai
yang diberikan dengan tingkat bunga yang berlaku. Hutang ini sangat berpotensi
untuk mengeluarkan uang dari kantong kita dan akan menjadi beban yang harus kita
tanggung.

Hutang ini dibagi menjadi dua berdasarkan jangka pengembaliannya. Hutang


jangka pendek dan hutang jangka panjang. Dalam akuntansi, jika hutang harus
dikembalikan tidak lebih dari satu tahun, bisa dikategorkan sebagai hutang jangka
pendek. Demikian sebaliknya, jika waktu pengembaliannya lebih dari satu tahun
dikategorikan sebagai hutang jangka panjang.

Robert T. Kiyosaki membagi jenis hutang ini dalam dua bagian, yaitu hutang baik
dan hutang buruk. Prinsipnya sama, jika hutang tersebut bisa menghasilkan arus kas
positif disebut hutang baik. Lebih sederhananya jika biaya yang ditimbulkan oleh
hutang lebih kecil dari pendapatan yang kita terima akibat adanya hutang, maka
hutang jenis ini disebut hutang baik. Demikian sebaliknya, jika biaya yang ditimbulkan
hutang lebih besar dari pendapatannya, maka disebut hutang buruk.

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Kontroversi Hutang Baik dan Hutang Buruk ala Robert T. Kiyosaki


(Bagian II)

Sebuah Ilustrasi Aset dan Hutang

Misalkan kita menerima pinjaman uang 15 juta dari Si A dengan syarat harus
dikembalikan setiap bulan sebesar 1,5 juta selama satu tahun, maka saat itu kita
mempunyai aset 15 juta dalam bentuk uang tunai 15 juta. Di sisi lain kita mempunyai
hutang sebesar 15 Juta pada Si A. Uang ini adalah sumberdaya (Aset) yang kita miliki.
Asal sumberdaya ini dari pinjaman si A yang disebut Hutang. Bagaimana aset ini bisa
disebut aset dan hutang yang timbul bisa disebut hutang baik atau buruk? Tergantung
cara kita mengelolanya.

Scenario 1 :

Uang 15 Juta yang berasal dari pinjaman ini akan digunakan untuk membeli sebuah
sepeda motor seharga 13 juta. Sisa uang 2 juta. Maka posisi aset dan hutang kita akan
seperti ini :

Aset Nilai Hutang Nilai

Uang Tunai 2.000.000,- Pinjaman dari A 15.000.000,-

Sepeda Motor 13.000.000,-

Total 15.000.000,- Total Hutang 15.000.000,-

Coba perhatikan, sisi kiri berjumlah total 15 Juta, dan sisi kanan berjumlah total 15 juta juga. Inilah prinsip dasar dari akuntansi,
keseimbangan sisi kiri dan sisi kanan. Sisi kiri disebut debit dan sisi kanan disebut kredit.

Dalam scenario 1, Sepeda motor yang kita beli akan kita gunakan untuk keperluan
sehari-hari, misalnya untuk ke kantor, ke pasar, mengantar anak-anak sekolah, dan lain
sebagainya. Motor yang kita pakai memerlukan bensin, service rutin, ganti oli dan lain-
lain. Dalam sebulan motor tersebut memerlukan beberapa komponen pengeluaran
sebagai berikut :

• bensin kira-kira 60 liter (60x4.500=270.000),


• Service 1x (30.000), dan
• ganti oli 1x (25.000).
• membayar pajak kendaraan sebesar Rp. 200.000,- atau setara 17.000,- per
bulan.

Jadi total pengeluaran untuk Operasional sepeda motor kita adalah Rp. 342.000,-
per bulan.
Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Selain pengeluaran operasional, kita juga harus membayar hutang pada si A setiap
bulan karena sumber aset kita berasal dari Pinjaman/hutang. Dalam pembayaran
hutang ini ada unsur bunga didalamnya. Besarnya bunga dapat kita hitung sebagai
berikut :

Jumlah Pinjaman : 15.000.000


Masa Angsuran : 12 bulan (satu tahun)
Angsuran : 1.500.000,- /bulan
Bunga : 1.500.000,- - (15.000.000/12)
: 250.000,- /bulan

Total pengeluaran untuk sepeda motor kita adalah : Rp. 342.000,- + Rp.
250.000,-
: Rp. 592.000,-
Jika kita analisa, dalam 1 bulan penerimaan dan pengeluaran kita akibat adanya
hutang dan pemanfaatan hutang ini adalah (Penerimaan dan pengeluaran lain yang
tidak berhubungan dengan hutang dan motor ini diabaikan – Penulis) :
Penerimaan/Pendapatan : 0
Pengeluaran :
Pembayaran Hutang Pokok : Rp. 1.250.000,-
Biaya Operasional : Rp. 342.000,-
Biaya Bunga : Rp. 250.000,-
Maka Total Pengeluaran : Rp. 1.842.000,-

Uang tunai (Kas) tersisa = Rp. 2.000.000,- - Rp. 1.842.000,- = Rp. 158.000,-

Laba/Rugi = 0 – Rp. 592.000,-


= Rp. 592.000,- Rugi

Hutang berkurang = Rp. 15.000.000,- - Rp. 1.250.000,- = Rp. 13.750.000,-

Jika kita susun Laporan Keuangan kita akan seperti ini :

Aset Nilai Hutang Nilai

Uang Tunai 158.000,- Pinjaman dari A 13.750.000,-

Sepeda Motor 13.000.000,- Laba (Rugi) - 592.000,-


Operasional

Total Aset 13.158.000,- Total Hutang 13.158.000,-

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Dari Scenario 1, dapat kita lihat bahwa dalam 1 bulan aset kita telah berkurang
nilainya sebesar Rp. 1.842.000,- sementara Hutang hanya berkurang sebesar Rp.
1.250.000,- selisih penurunan aset lebih besar Rp. 592.000,- dibanding dengan
penurunan nilai hutang.

Dari hasil analisa di atas, dapat disimpulkan bahwa :

• Sepeda motor yang kita gunakan menghasilkan : arus kas negatif Rp.
592.000,-
• Jika suatu aset menghasilkan arus kas negatif, tidak bisa dikategorikan sebagai
aset.
• Hutang yang timbul dari aset ini dikategorikan sebagai hutang buruk karena
menghasilkan arus kas negatif.

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Scenario 2 :

Uang 15 Juta yang berasal dari pinjaman ini akan digunakan untuk membeli sebuah
sepeda motor seharga 13 juta. Sisa uang 2 juta. Maka posisi aset dan hutang kita akan
seperti ini :

Aset Nilai Hutang Nilai

Uang Tunai 2.000.000,- Pinjaman dari A 15.000.000,-

Sepeda Motor 13.000.000,-

Total 15.000.000,- Total Hutang 15.000.000,-

Coba perhatikan, sisi kiri berjumlah total 15 Juta, dan sisi kanan berjumlah total 15 juta juga. Inilah prinsip dasar dari akuntansi,
keseimbangan sisi kiri dan sisi kanan. Sisi kiri disebut debit dan sisi kanan disebut kredit.

Dalam scenario 1, Sepeda motor yang kita beli akan kita pakai untuk keperluan
sehari-hari hingga sore. Pada sore harinya Sepeda Motor ini akan kita sewakan kepada
tukang ojek dengan setoran setiap hari Rp. 30.000,- untuk jam operasional sore hingga
pagi.

Pola pengeluaran untuk sepeda motor akan tampak seperti ini :

• bensin kira-kira 60 liter (60x4.500=270.000),


• Service 2 x (30.000), dan
• ganti oli 2x (25.000).
• membayar pajak kendaraan sebesar Rp. 200.000,- atau setara 17.000,- per
bulan.

Jadi total pengeluaran untuk Operasional sepeda motor kita adalah Rp. 397.000,-
per bulan.

Selain pengeluaran operasional, kita juga harus membayar hutang pada si A setiap
bulan karena sumber aset kita berasal dari Pinjaman/hutang. Dalam pembayaran
hutang ini ada unsur bunga didalamnya. Besarnya bunga dapat kita hitung sebagai
berikut :

Jumlah Pinjaman : 15.000.000


Masa Angsuran : 12 bulan (satu tahun)
Angsuran : 1.500.000,- /bulan
Bunga : 1.500.000,- - (15.000.000/12)
: 250.000,- /bulan

Total pengeluaran untuk sepeda motor kita adalah : Rp. 397.000,- + Rp.
250.000,- = Rp. 647.000,- / bulan

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi
Akuntansi itu Mudah http://uziek.multiply.com

Oleh
Oleh :: Uziek
Uziek

Jika kita analisa, dalam 1 bulan penerimaan dan pengeluaran kita akibat adanya
hutang dan pemanfaatan hutang ini adalah (Penerimaan dan pengeluaran lain yang
tidak berhubungan dengan hutang dan motor ini diabaikan – Penulis) :

Penerimaan/Pendapatan : 900.000,- (30 hari x Rp. 30.000,-)


Pengeluaran :
Pembayaran Hutang Pokok : Rp. 1.250.000,-
Biaya Operasional : Rp. 397.000,-
Biaya Bunga : Rp. 250.000,-
Maka Total Pengeluaran : Rp. 1.897.000,-

Uang tunai (Kas) tersisa = Rp. 2.000.000,- + Rp. 900.000 - Rp. 1.897.000,-
= Rp. 1.003.000,-

Laba (Rugi) = Rp. 900.000, - - Rp. 647.000,-


= Rp. 253.000,- Laba

Hutang berkurang = Rp. 15.000.000,- - Rp. 1.250.000,- = Rp. 13.750.000,-

Jika kita susun Laporan Keuangan kita akan seperti ini :

Aset Nilai Hutang Nilai

Uang Tunai 1.003.000,- Pinjaman dari A 13.750.000,-

Sepeda Motor 13.000.000,- Laba (Rugi) 253.000,-


Operasional

Total Aset 14.003.000,- Total Hutang 14.003.000,-

Dari Scenario 2, dapat kita lihat bahwa dalam 1 bulan aset kita telah berkurang
nilainya sebesar Rp. 997.000,- sementara Hutang berkurang sebesar Rp. 1.250.000,-
selisih penurunan aset lebih kecil Rp. 253.000,- dibanding dengan penurunan nilai
hutang.

Dari hasil analisa di atas, dapat disimpulkan bahwa :

• Sepeda motor yang kita gunakan menghasilkan : arus kas positif Rp.
253.000,-
• Jika suatu aset menghasilkan arus kas positif, bisa dikategorikan sebagai aset.
• Hutang yang timbul dari aset ini dikategorikan sebagai hutang baik karena
menghasilkan arus kas positf.

Didedikasikan untuk Ryan dan Arum, dan semua orang yang peduli pada indahnya saling berbagi