Anda di halaman 1dari 21

[2008]

Dosen Pengajar: Ir. R. Prijadi Stadion Tokyo


Dome

Architecture '06
[GiTa NuR IsTiqoMaH]
060212073
Aplikasi struktur membran pada bangunan yang dibahas dalam paper ini adalah system membran
pada stadion “Tokyo Dome “

Gbr. 3 Tampak atas Tokyo Dome yang memperlihatkan S istem Membran


yang diaplikasikan pada atap stadion

2
Deskripsi Objek :
Nama bangunan : TOKYO DOME

Lokasi : Tokyo, Jepang


Desain : Nikken Sekkei Ltd, Takenaka
Corporation
Total luas lantai : 115.221 m2
Jumlah Lantai : 6 Lt ( 2 lantai basement )
Tahun : 1988 ( selesai dibangun ) Gbr. 3 Tampak depan Tokyo Dome
Sistem Struktur : Campuran antara system struktur
membran pada atap stadion dan system
struktur rangka takenaka pada atap
bagian depan ( hall ) stadion.
Material : Khusus material atap stadion
menggunakan material membran
fiberglass yang diperkuat dengan kabel
baja pra tegang. Untuk atap hall

3
digunakan system struktur takenaka membentuk rangka ruang yang tetrahedral
dengan penutup atap dari material kaca.

4
TOKYO DOME – STADION BASE BALL BERATAP PERTAMA di JEPANG
Tokyo Dome merupakan jawaban atas harapan agar tetap dapat menonton pertandingan base ball , meskipun dalam keadaan hujan.
Takenaka corporation berperan penting untuk merealisasikan “ The big egg “ sebagai bangunan bentang lebar struktur membran yang pertama
kali dibangun di Jepang. Terobosan teknologi sangat diperlukan untuk mensukseskan proyek ini. Teknologi tersebut meliputi system struktur,
material-material baru, pencegahan gempa, perlawanan terhadap beban angin, penghawaan buatan, pencahayaan, akustik, salju yang mencair
dan pemeliharan. Terdapat dua tipe struktur membran yaitu
1. air-support type : membran dibuat membengkak ( menggelembung ) dengan meningkatkan tekanan udara di dalam
ruangan ( indoor ) lebih 0,3 % terhadap tekanan udara di luar ruang.
2. Suspension membrane type : dimana penguatan/penegangan dimasukan ke dalam membran, yang prinsipnya menyerupai payung.

Gbr. 5 Suspension membrane type Gbr. 6 Membran yang dipertegang

5
Keistimewaan

1. Ruang terbuka tanpa kolom memiliki aplikasinya terhadap ruang latihan yang luas, termasuk fasilitas-fasilitas olahraga
seperti stadion olah raga dan senam

2. Struktur membran yang diaplikasikan pada “ Tokyo Dome “ terbukti mengurangi biaya dari struktur atap bentang lebar yang
dikatakan dua kali lipat proporsi bangunan berbentang sejenis

3. Struktur membran ini memiliki keuntungan ekonomis karena pencahayaan buatan tidak diperlukan di siang hari.

Gbr. 7 Pencahayaan langsung dari atap membran yang tidak


menimbulkan bayang

6
Material-material Membran
Material-material membran melindungi bangunan dari sinar yang menyilaukan mata, namun memungkinkan cahaya menyinari ruang
terbuka yang dapat dicapai tanpa bayang-bayang.
Permukaan material membran dilapisi dengan teflon yang membuatnya bertahan terhadap kotoran, memungkinkan penampilannya
menarik untuk diutamakan

Gambar 8 Material membrane yang mampu melindungi bangunan


dari silau dan dilapisi Teflon sebagai penahan kotor.

7
PermukaanAtap

Kabel – kabel dari kawat baja terpasang pada permukaan atap dengan dua arah yang tegak lurus satu dengan yang lain, dan teflon pelapis
material membran fiberglass diletakkan/dibubuhi terbentang diantara kabel-kabel.

Gambar 9. Kabel yang terpasang tegak lurus dan membentang pada


permukaan atap

8
Tekanan udara

Udara dipompakan ke sisi dalam kubah, untuk meningkatkan tekanan udara dalam menjadi 0,003 atm lebih besar terhadap sisi luar dan
membuat membran membengkak di bagian luar. Perbedaan tekanan ini berbanding lurus dengan perbedaan antara permukaan tanah dengan
lantai 4 bangunan.

Gbr. 10 Perbedaan tekanan udara dalam dan luar kubah yang data
menggelembungkan kubah.

9
Gbr. 11 Simulasi pergerakan membran pada Tokyo Dome

10
Pencairan Salju
Pada saat salju mencair, sebuah mesin unit pencair salju beroperasi, memompa udara hangat diantara dua membran, kemudian
mencairkan salju.

Gbr. 12 salju yang jatuh di atas atap, dibuat mencair dengan cara
memompakan udara yang lebih hangat oleh sebuah unit operasi
pencair salju.

11
Management Sistem
Sistem kontrol tekanan udara dan sistem pencair salju beroperasi sesuai dengan perubahan kondisi udara seperti angin yang kuat dan
permukaan salju. Keseluruhan sistem ini dikendalikan oleh sistem manajemen operasi komputer.

Gambar 13 sistem operasi komputer yang mengendalikan sistem


tekanan udara dan sistem pencair salju.

12
ANALISA SISTEM STRUKTUR dan utilitas PADA STADION TOKYO DOME

PENYALURAN BEBAN
Untuk menyesuaikan dengan tuntutan fungsi ruang stadion dimana tidak memungkinkan menempatkan kolom pada tengah-tengah
bangunan maka sistim struktur yang dapat diplikasikan adalah sistem struktur membran. Permasalahan teknis yang dimiliki oleh bentang lebar
adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara beban-beban yang dipikul dengan berat sendiri struktur tersebut.
Pada struktur ini, bidang menerima beban, membentuk ruang dan sekaligus memikul beban. Kekuatan utamanya terletak pada bebasnya
arah gaya-gaya yang bekerja padanya. Namun arah penyaluran gaya pada bangunan Tokyo Dome disesuaikan dengan geometri ruang yang
dinaunginya. Hal ini mempengaruhi penempatan arah labran yang yang berfungsi sebagai penyalur beban ke dua kolom penumpu utama, yang
menuju ke pondasi rakitan. Penggunaan pondasi rakit merupakan pilihan yang lebih ekonomis daripada penggunaan pondasi tiang pancang.

Gbr. 14 PotonganTokyo Dome yang memperlihatkan hubungan


antara labran, kolom dan pondasi

13
Untuk memikul berat beban sendiri dimanfaatkan
tekanan udara panas yang ekivalen dengan berat membran itu
sendiri, sehingga mampu menopang membran dan tidak
memerlukan kolom di tengah stadion. Tekanan udara panas juga
mampu mengelembungkan permukaan membran sehingga tampilan
menjadi lebih atraktif.

Gbr. 16 Tekanan gaya-gaya meridian pada kubah


membran

Gbr. 15 Skema korelasi antara berat sendiri Gbr. 16 Tekanan gaya-gaya meridian pada kubah
dan tekanan udara membran

14
DETAIL STRUKTUR

Gbr. 17 Detail Struktur pada fasade Tokyo Dome

Gbr. 18 Hubungan labran dengan bangunan

15
Sistem akustik

Gbr. 19 Skema Akustik dan peletakkan pengeras suara

16
Sistem Sirkulasi

Gbr. 20 Skema jumlah lantai dan peletakkan gerbang

17
18
Lay Out dan Besaran Kapasitas Lapangan

Gbr. 21 Denah dan uji kapasitas pada lapangan Tokyo Dome

19
Gbr. 22 Gambaran situasi di dalam stadion

20
PENUTUP

Bangunan Tokyo Dome merupakan stadion pertama yang beratap di Jepang. Pemilihan sistem struktur sangat sesuai dengan kondisi
iklim dan tuntutan fungsionalnya dimana udara panas yang dikompresikan ke dalam membrane, selain sebagai elemen pemikul berat beban
sendiri juga dapat dimanfaatkan unrtuk mencairkan salju.
Sifat dasar membrane yang hanya tahan terhadap gaya tarik, disempurnakan dengan cara penambahan elemen labrang prategang yang
berfungsi sebagai titik-titk tangkap gaya dan penyalur beban sehingga system strukturnya dapat memenuhi tuntutan bangunan bentang lebar.
Ketepatan pemilihan system struktur dan penggunaan material yang sesuai adalah hal yang paling esensial dalam desain suatu bangunan.
Dan bangunan Tokyo Dome sebagai bengunan bentang lebar yang berfungsi untuk mewadahi kegiatan olah raga baseball dapat terakomodir
dengan baik secara sturktural.

21