Anda di halaman 1dari 14

PENGARUH PERIKLANAN TERHADAP PENJUALAN

(Studi Kasus pada Yayasan Persahabatan Indonesia Amerika (YPIA) Cabang


Malang)
Abstrak

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan kursus bahasa
inggris Yayasan Persahabatan Indonesia Amerika (YPIA), cabang malang dituntut mampu untuk
tetap hidup dan berkembang dalam berbagai situasi iklim perkonomian. Yayasan yang telah
berdiri selama kurang lebih sembilan tahun terbukti mampu terus bertahan dan mampu untuk
berkembang, hal ini tidak terlepas dari periklanan yang digunakan oleh yayasan untuk membantu
meningkatkan penjualannya. Keberhasilan periklanan yang telah mereka lakukan tersebut dapat
dlihat dari perkembangan perusahaan yang makin baik dengan dibukanya tempat operasional
baru di jalan Letjen Sutoyo 22 Malang.

Periklanan diyakini sebagai salah satu faktor yang penting dalam penyampaian informasi
perusahaan, sehingga periklanan yang telah dilakukan oleh yayasan tentu mempunyai pengaruh
yang besar dalam membangun yayasan ini sehingga menjadi sedemikian rupa.

Berdasarkan fenomena tersebut, pengukuran-pengukuran yang dilakukan terhadap


variabel-variabel periklanan dalam penelitian ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar
hubungan dan pengaruh periklanan terhadap penjualan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian
deskriptif dan menggunakan data biaya periklanan dan penjualan pertiga bulan selama empat
tahun yaitu sejak tahun 2000-2003. Sedangkan instrumen dari penelitian ini adalah dengan
menggunakan pedoman wawancara berupa daftar pertanyaan, observasi dan dokumentasi.

Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah korelasi linier berganda,
regresi linier berganda, korelasi parsial, dan regresi partial dan hasil korelasi sebesar 0,783. Dari
hasil analisis tersebut dapat diketahui bshwa variabel bebas (X1, X2 dan X3) mempunyai
hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap variabel (y) dengan sumbangan 61,3%.
Sedangkan 38,7% sisa yang lainnya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti.
Dalam penelitian ini variabel media luar ruang (X2) merupakan variabel yang mempunyai
pengaruh dominan terhadap penjualan (y) dan t hitungnya sebesar 4,358 serta dengan koefisien
regresi partial sebesar 0,783. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel media luar ruang (X2)
dalam periklanan menjadi variabel yang lebih mempunyai kontribusi dalam meningkatkan
penjualan daripada variabel yang lainnya yaitu variabel media cetak dan variabel media
elektronik dalam penelitian ini.

Perkembangan pemasaran modern yang semakin hari semakin semarak menyebabkan


iklim persaingan yang harus dihadapi oleh perusahaan dalam memasarkan produknya semakin
ketat. Persaingan ini akan menyebabkan perusahaan-perusahaan tersebut dituntut untuk mampu
bertahan dan semakin memacu mereka untuk mampu berkembang ke depan menghadapi
tantangan global. Maka perusahaan diharapkan mampu mengidentifikasi peluang usaha dengan
mengetahui ancaman yang ada atau sedang terjadi dalam perkembangn pemasaran modern.

Kegiatan pemasaran dilakukan dan diarakan agar dapat mencapai sasaran perusahaan
berupa target penjualan yang diharapkan mampu meningkatkan laba yang diperoleh.slah satu
strategi pemasaran yang digunakan perusahaan dalam usaha mengkomunikasikan produk-
produknya, harga dan informasi lain yang dimilikinya kepada pihak-pihak yang membutuhkan
adalah bauran pemasaran. Periklanan sebagai salah satu bagian bauran promosi merupakan alat
promosi yang paling umum digunakan oleh perusahaan.

Adapun fungsi periklanan menurut Swastha (2004:246) adalah memberikan informasi,


membujuk atau mempengaruhi, menciptakan kesan, memuaskan keinginan, dan sebagai alat
komunikasi.

Berdasarkan hal-hal di atas yang telah dikemukakan di atas, sangatlah menarik untuk
mengkaji pelaksanaan periklanan khususnya media periklanan yang digunakan oleh YPIA
Cabang Malang, yang mempunyai tantangan tersendiri dalam melakukan promosi produknya.
Era globalisasi membuat prospek dari jenis usaha penyediaan kursus bahasa Inggris semakin
marak. Namun YPIA Cabang Malang telah menjadikan dirinya sebagai yayasan yang patut
diperhitungkan oleh para kompetitornya seperti EF, ILC, LIA, IEC, dan sebagainya. Hal ini
dapat dilihat dari perluasan tempat operasional yang semula hanya di jalan Sriwijaya 1-9 Malang
dan kemudian berkembang dengan penambahan gedung baru di jalan Letjen Sutoyo 22 Malang,
dan faktor penarik YPIA Cabang Malang dalam beriklan antara lain adanya hubungan kerjasama
internasional dan nasional dengan lembaga lain. Hubungan kerjasama ini mengenai hal
penyediaan tenaga kerja professional dan mengorganisir pertukaran pelajar, materi pelajaran
yang berkualitas, image yayasan, dan lokasi yayasan yang srategis sehingga mudah untuk
dijangkau.

Periklanan menurut William G. Nickels yang dikutip oleh Swastha (2002:245) adalah
komunikasi non-individu dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh
perusahaan, non-laba, serta individu-individu. Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan di
atas, maka perusahaan harus menyusun pesan, memilih media dan tujuan dari periklanan serta
anggaran periklanan yang akan dibuat dan diluncurkan oleh perusahaan.

Periklanan melalui media periklanan, membantu YPIA Cabang Malang untuk


menjangkau masyarakat dan pasar potensial dalam menyampaikan informasi tersebut. Jangkauan
periklanan menjadi suatu hal yang sangat penting dalam proses beriklan, dikarenakan apabila
jangkauan dari periklanan yang dilakukan oleh YPIA Cabang Malang tidak dapat mencapai
pasar sasaran yang dituju maka usaha periklanan tersebut akanlah sia-sia karena tidak dapat
mencapai tujuan perusahaan. Frekuensi periklanan juga sangatlah mendukung dalam mencapai
tujuan periklanan, dikarenakan frekuensi periklanan baik itu dilakukan secara berkesinambungan
maupun meletup yang mempunyai tujuan untuk mengingatkan, membujuk, dan mempengaruhi
pasar sasaran. Setelah memutuskan jangkauan dan frekuensi hal yang juga menjadi pertimbangan
adalah biaya periklanan, apakah biaya periklanan yang dikeluarkan telah efisien dan efektif
dalam menunjang pencapaian tujuan perusahaan yaitu peningkatan penjualan.

Setelah menentukan tujuan periklanan, perusahaan kemudian dapat membuat anggaran


periklanan untuk tiap produk. Peran periklanan adalah meningkatkan permintaan atas produk
tersebut. Perusahaan ingin mengeluarkan dan ayang diperlukan untuk mencapai tujuan
penjualan. Dana yang dikeluarkan pun harus diperhitungkan, jika terlalu sedikit apakah akan
menghasilkan iklan yang efektif. Begitu juga jika dana yang dikeluarkan terlalu berlebihan
karena dan tersebut dapat saja lebih bermanfaat jika dialokasikan pada unit yang lain.

Kemudian tahap yang dilalui dalam program periklanan adalah memilih pesan
periklanan. Pada prinsipnya pesan produk (manfaat utama yang ditawarkan produk) diputuskan
sebagai bagian dari pengembangan konsep produk. Pesan yang dibuat harus kreatif untuk
mendorong pangsa pasar sehingga membantu peningkatan penjualan.
Setelah memilih pesan iklan, tugas pengiklanan adalah memilih media periklanan untuk
menyampaikan pesan iklannya. Tahap-tahap yang harus dilewati adalah memutuskan jangkauan,
frekuensi, dan dampak yang diinginkan, memilih diantara berbagai jenis media utama, memilih
sarana media tertentu, memutuskan waktunya, dan memutuskan alokasi media secara geografis.

Perencanaan dan pengendalian periklanan yang baik sangat tergantung dari ukuran
efektifitas periklanan. Ukuran efektivitas periklanan umumnya bersifat terapan yang berkaitan
dengan iklan dan kampanye tertentu. Umumnya pengiklan berusaha untuk mengukur pengaruh
komunikasi dari suatu iklan dan pengaruh iklan pada penjualan mereka.

Hal-hal yang telah dikemukakan di atas adlah untuk membuat suatu program periklanan
yang efektif sehingga dapat memberikan dampak positif pada perusahaan yaitu meningkatnya
penjualan.

Pengertian Periklanan

• Nickels dikutip oleh Swastha (2002)

Periklanan adalah Komunikasi non individu dengan sejumlah biaya melalui berbagai media
yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non laba serta individu-individu.

• Kotler (1997)

Periklanan adalah bentuk penyajian non profesional dan promosi ide, barang, atau jasa oleh
suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.

KESIMPULAN : Periklanan merupakan suatu proses komunikasi yang meliputi penyiapan,


perencanaan dan pengawasan penyampaian iklan kepada audiens yang dibayarkan oleh sponsor
atau perusahaan untuk mengkomunikasikan produk atau organisasi

Sifat-sifat Periklanan

Menurut Gitosudarmo (1997 :242), periklanan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

a. Memasyaratkan (Public Presentation)


Iklan yang baik dan tepat dapat menjangkau masyarakat luas dengan cepat. Peran yang
dirancang dalam iklan adalah sama untuk target audiens atau konsumen sebagai motivasi
pembelian konsumen akan dapat diambil.

b. Kemampuan membujuk

Periklanan mempunyai daya bujuk yang tinggi (sangat persuasif), hal ini disebabkan
periklanan dapat dimuat berkali-kali.

c. Ekspresif (expressiveness)

Periklanan mempunyai kemampuan memdramatisir produk sekaligus juga perusahaannya. Hal


ini dikarenakan periklanan menggunakan seni cetak, warna dan formatnya yang menarik

d. Impresonality (tidak terhadap orang tertentu saja)

Periklanan mempunyai bentuk komunikasi yang menolong sehingga tidak dapat tanggapan
atau respon secara langsung dari pembaca iklan.

e. Efisiensi

Periklanan dikatakan efisien karena dapat menjangkau masyarakat luas, terutama secara
geografis. Sehingga biaya persatuan untuk promosi menjadi rendah.

Tujuan Periklanan

Tujuan periklanan menurut Swastha (2002 :252) :

a. Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi lain

b. Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh tenaga penjualan atau salesman dalam
jangka waktu tertentu

c. Mengadakan hubungan dengan para penyalur

d. Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik langganan baru


e. Memperkenalkan produk baru

f. Menambah penjualan industri

g. Mencegah timbulnya barang-barang tiruan

h. Memperbaiki reputasi perusahaan dengan memberikan pelayanan umum melalui periklanan

Fungsi Periklanan

Fungsi periklanan menurut Swastha (2002 :246) adalah :

a. Memberikan Informasi

Periklanan dapat menambah nilai pada suatu barang dengan memberikan informasi kepada
konsumen. Nilai yang diciptakan oleh periklanan tersebut dinamakan faedah informasi yaitu
memberikan informasi lebih banyak daripada lainnya, baik tentang barangnya, harganya,
ataupun informasi lain yang mempunyai kegunaan bagi konsumen.

b. Membujuk atau mempengaruhi

Sering periklanan tidak hanya bersifat memberitahu saja tetapi juga bersifat membujuk
terutama kepada pembeli-pembeli potensial, dengan menyatakan bahwa suatu produk adalah
lebih baik daripada produk yang lain.

c. Menciptakan kesan atau image

Dengan iklan, orang akan mempunyai suatu kesan tertentu tentang apa yang diiklankan.
Dalam hal ini pemasang iklan akan berusaha untuk menciptakan iklan sebaik-baiknya.

d. Memuaskan keinginan
Sebelum memilih dan membeli produk kadang-kadang orang oingi diberitahu terlebih dahulu
dan terkadang orang juga ingin dibujuk untuk melakukan sesutu yang baik bagi mereka dan
masyarakat

e. Periklanan merupakan alat komunikasi

Periklanan adalah alat untuk membuka ko0munikasi dua arah antara penjual dan pembeli,
sehingga keinginan mereka dapat terpenuhi dalam cara yang efisien dan efektif.

Jenis-jenis Periklanan

Jenis Periklanan menurut Swastha dan Irawan (2002 :370)

a. Pull Demand Advertising

Adalah periklanan yang ditujukan kepada pembeli akhir agar permintaan produk yang
bersangkutan meningkat. Pull Demand Advertising juga disebut konsumen advertising.

b. Push Demand Advertising

Adalah periklanan yang ditujukan kepada penyalur. Maksudnya agar penyalur bersedia
meningkatkan permintaan produk bersangkutan dengan menjual sebanyak-banyaknya
kepada pembeli atau pengecer. Push Demand Advertising disebut juga Trade Advertising

Anggaran Perklanan

Anggaran Periklanan menurut Swastha dan Irawan (2002 :377), mengemukakan metode-
metode :

a. Pendekatan Subyektif

Metode ini dapat dipakai untuk menyusun anggaran berdasarkan pendapatan dan
pengalaman dari seseorang atau manajer

b. Pendekatan pedoman tetap


Pendekatan ini menyangkut penentuan anggaran periklanan dalam bentuk presentase dari
penjualan, jumlah tetap per unit, atau seperti yang ditentukan oleh perusahaan saingan.

c. Pendekatan tugas

Pendekatan ini menyangkut tujuan kemudian memnentukan pelaksanaan untuk mencapai


tujuan tersebut. Pendekatan ini dipakai oleh perusahaan mulai dengan menentukan tujuan
untuk periklanannya.

d. Pendekatan Normatif

Pendekatan ini menyangkut penentuan anggaran, periklanan yang optimal untuk


mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendekatan ini menggunakan dasar penjualan
karena penjualan ini dapat memaksimumkan laba.

Cara Penyajian Iklan

Untuk menghsailkan iklan yang baik, maka harus menggunakan elemen-elemen yang dikenal
sebagai AIDCA yang dikemukakan oleh Kasali (1992:83), yaitu:

a. Attention (Perhatian)

b. Interest (Minat)

c. Desire (Kebutuhan/keinginan)

d. Conviction (Rasa Percaya)

e. Action (tindakan)

Sistem Informasi Pemasaran

Informasi pemasaran adalah suatu struktur yang berlanjut dan saling terkait dari orang,
peralatan dan prosedur untuk mengumpulkan, memilih, menganalisa, mengevaluasi, dan
mendistribusikan informasi yang dibutuhkan, tepat waktu dan akurat bagi para pengambil
keputusan pemasaran. Informasi pemasaran ini merupakan elemen kritis dalam pemasaran yang
efektif. Hal ini disebabkan kecenderungan yang semakin meningkat dari pemasaran lokal ke
skala nasional dan bahkan ke skala internasional. Hal ini juga disebabkan oleh transisi dari
kebutuhan pembeli ke keinginan pembeli dan transisi dari persaingan harga ke persaingan non
harga. Memang semua perusahaan memiliki sistem informasi pemasaran yang menghubungkan
dunia luar dengan para eksekutif di dalam perusahaan, namun berbagai sistem itu berbeda
dalam hal kerumitan dan kompleksnya. Dalam banyak hal, informasi sering tidak tersedia, atau
datang terlambat atau tidak bisa dipercaya kebenarannya. Dan semakin banyak saja
perusahaan yang tidak berusaha menyempurnakan sistem informasi pemasarannya. Pada gambar
di bawah ini ditunjukkan mengenai sistem informasi tersebut.

Sistem Sistem Sistem


Databa Sistem
Riset Databa
se Inteleje
pemasar se
Internal n
an Ekstern

Perangkat keras dan Perangkat lunak


Komputer

Informasi untuk Pengambilan


Keputusan Pemasaran

Sistem informasi pemasaran yang direncanakan dengan matang akan terdiri dari
beberapa elemen. Elemen pertama ialah sistem database internal yang menyediakan data terakhir
mengenai penjualan, biaya, persediaan, arus kas dan hutang-piutang serta data dari bagian riset
dan pengembangan. Selama ini, sudah banyak perusahaan yang mengembangkan sistem
pelaporan intern yang mapan dengan dukungan komputer, sehingga informasi yang lebih cepat
dan lebih terpadu bisa diperoleh. Dari data riset internal dengan mengolaborasikan data eksternal
dapat menghasilkan ide produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Elemen kedua yaitu sistem intelijen pemasaran. Kotler mendefinisikan sistem intelijen
pemasaran sebagai seperangkat prosedur dan sumber yang digunakan oleh para manajer untuk
mendapatkan informasi sehari-hari tentang perkembangan-perkembangan yang berkaitan dengan
lingkungan pemasaran. Sistem intelijen pemasaran merupakan bagian dari sistem informasi
pemasaran serta sangat erat kaitannya dengan sistem catatan intern perusahaan dan riset
pemasaran. Informasi tersebut dapat berasal dari dalam perusahaan sendiri, konsultan riset
pemasaran, biro periklanan, pemasok, pelanggan, bahkan pesaing. Dalam subsistem ini, tenaga
penjual yang terlatih dan petugas intelijen khusus, membeli data dari sumber-sumber
profesional, dan suatu pusat intelijen akan mampu meningkatkan daya intelijen pemasaran bagi
keperluan analisis para eksekutif perusahaan.
Elemen ketiga yaitu sistem riset pemasaran. Menurut Kotler adalah suatu pendekatan
yang ditempuh secara sistematis dan objektif untuk mendapatkan data atau informasi yang akan
digunakan untuk proses pengambilan keputusan bidang pemasaran. yang mencakup kegiatan
menghimpun informasi yang relevan bagi masalah pemasaran tertentu yang sedang dihadapi
oleh perusahaan. Ada lima langkah dalam proses riset pemasaran, yaitu menetapkan masalah
dan tujuan riset; mengembangkan perencanaan riset; mengumpulkan informasi, menganalisis
informasi dan kemudian menyajikan penemuan. Proses riset pemasaran mempunyai empat ( 4 )
langkah :

1. Menetapkan Permasalahan dan tujuan riset.

a. Riset Eksploratoris, riset pemasaran untuk mengumpulkan informasi awal yang akan
membantu mendefinisikan permasalahan dan menawarkan hipotesis.

b. Riset Deskriptif, riset pemasaran yang bertujuan secara lebih baik mendeskripsikan
masalah, situasi pemasaran, akan pasar, seperti potensi pasar suatu produk atau
demografi dan perilaku konsumen mereka.

c. Riset kausal, riset pemasaran untuk menguji hipotesis hubunhan sebab akibat.
2. Mengembangkan rencana riset untuk mengumpulkan informasi.
a. Menentukan kebutuhan informasi spesifik.
b. Mengumpulkan informasi sekunder.
c. Perencanaan Pengumpulan data primer.
- Riset observasi, pengumpulan data primer dedngan mengobservasi orang, tindakan
dan situasi yang relevan.
- Riset Survey, aktivitas pengumpulan data dengan cara menanyakan pertanyaan
kepada orang mengenai pengetahuan,sikap, preferensi dan perilaku pembelian
mereka.
- Wawancara Kelompok focus, wawancara pribadi yang melibatkan enam sampai
sepuluh orang selama beberapa jam untuk membicarakan produk, jasa atau
organisasi.
- Mempresentasikan perencanaan riset, pada tahap ini periset pemasaran seharusnya
merangkum perencanaannya dalam sebuah proposal tertulis.
3. Mengimplementasikan rencana riset.
Proses ini mencakup pemgumpulan, pemrosesan dan penganalisaan informasi.
Pengumpulan data dapat dilakukan oleh staf riset pemasaran atau perusahaan lain.

4. Mengimplementasikan dan melaporkan penemuan.

Peneliti kemudian mengimplementasikan temuan-temuannya, menarik kesimpulan dan


melaporkannya kepada manajemen.

Sebuah riset pemasaran dapat dikatakan baik apabila melibatkan metode ilmiah,
kreativitas, berbagai metodologi, penyusunan model dan pengukuran nilai informasi dari segi
biaya dan manfaatnya.
Elemen keempat adalah sistem database eksternal yang terdiri dari sejumlah besar
informasi yang dapat digunakan dalam membuat keputusan pemasaran yang tersedia dalam
bentuk database eksternal. Perusahaan membutuhkan database dari berbagai sumber eksternal,
misalnya database pemerintah, database dari perusahaan lain yang menawarkan data pelanggan
dan database lainnya.

Sistem Pendukung Keputusan Pemasaran


Semakin banyak organisasi yang menggunakan sistem pendukung keputusan pemasaran
(marketing decision support-MDDS) untuk membantu para manajer pemasaran membuat
keputusan yang lebih baik. MDDS didefinisikan sebagai proses pengumpulan data, sistem,
peralatan, dan teknik yang terkoordinasi dan yang didukung oleh perangkat lunak dan perangkat
keras, yang dimanfaatkan suatu organisasi untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan
informasi relevan yang diperoleh dari bisnis dan lingkungan serta mengubahnya menjadi dasar
bagi tindakan pemasaran.
Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah
bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan
(manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data
menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat digambarkan sebagai
sistem yang berkemampuan mendukung analisis data dan pemodelan keputusan, berorientasi
keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Tahapan SPK : Definisi masalah Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan,
pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase). Tujuan dari SPK adalah
membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur, mendukung manajer dalam mengambil
keputusan, meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan dalam
pemrosesannya.

Ramalan dan Pengukuran Permintaan

Dalam mengemban tugas dan kewajibannya, setiap manajer pemasaran membutuhkan


berbagai perkiraan atau ramalan mengenai permintaan saat ini atau yang akan datang. Cara
penghitungan kuantitatif sangat berperan penting dalam analisis tentang peluang pasar,
perencanaan program pemasaran dan pengendalian kegiatan pemasarannya. Perusahaan dapat
menyiapkan beberapa ramalan permintaan dari segi jumlah kesatuan produk, dimensi waktu
dan dimensi tempat.
Suatu pasar merupakan kumpulan konsumen baik yang sesungguhnya maupun yang
potensial atas suatu tawaran produk atau jasa tertentu. Besarnya suatu pasar akan tergantung
pada beberapa jumlah orang yang berminat, memiliki pendapatan dan akses atau kemampuan
mengambil rawaran tersebut. Dari segi pemasar sendiri, mereka harus memahami metode-
metode yang membedakan antara pasar potensial, pasar yang sudah dilayani dan pasar yang
diterobos.
Satu tugas pokok seorang pemasar adalah memperkirakan dan menghitung jumlah
permintaan yang ada pada saat ini. Jumlah seluruh permintaan dapat dihitung dengan metode
rasio berantai yang dilakukan dengan mengalikan suatu angka dasar dengan banyak angka
persentase sebagai penyesuai. Potensi pasar wilayah dapat diramalkan dengan menggunakan
metode pembinaan pasar dan atau metode indeks faktor ganda.
Sedangkan untuk meramalkan jumlah penjualan yang sesungguhnya, diperlukan lebih
dahulu identifikasi mengenai siapa dan berapa jumlah pesaing, serta berapa tingkat penjualan
mereka. Yang terakhir perusahaan perlu juga menghitung berapa pangsa pasar para pesaingnya,
agar dengan demikian dapat diketahui prestasi relatif mereka.
Dalam proses meramal permintaan masa depan, perusahaan dapat menggunakan enam
metode peramalan utama yaitu, survei mengenai pamrih dan tujuan pembeli, gabungan armada
tenaga penjualan, pendapat para pakar, pengujian pasar, analisis deret berkala dan analisis
permintaan statis. Semua metode akan memadai dalam suatu keadaan tertentu dan kurang
memadai untuk digunakan dalam situasi yang lain lagi. Hal ini tergantung pada tujuan ramalan,
jenis produk dan apakah data dapat tersedia dan dapat diandalkan.

DAFTAR PUSTAKA

Fauzi, Afri Feder. 2004. Pengaruh Periklanan Terhadap Penjualan. Malang: Universitas
Brawijaya