Anda di halaman 1dari 3

Judul : Reaksi Pengendapan

Tujuan : Mempelajari reaksi pengendapan beberapa zat

Dasar Teori : Banyak reaksi kimia yang digunakan dalam analisis anorganik kualitatif
melibatkan pembentukan endapan. Endapan adalah zat yang memisahkan
diri sebagai suatu fase padat keluar dari larutan. Kelarutan (s)
didefinisikan sebagai konsentrasi molar dari larutan-larutan jenuhnya.
Kelarutan dipengaruhi oleh suhu dan ion-ion sejenis dalam larutan.

Larutan jenuh suatu garam yang juga mengandung garam tersebut yang
tidak terlarut , denga berlebihan, merupakan suatu sistem kesetimbangan
terhadap mana hukum kegiatan massa dapat diberlakukan. Misalnya jika
endapan perak klorida ada dalam kesetimbangan dengan larutan jenuhnya,
maka kesetimbangan yang berikut terjadi :
AgCl   Ag+ + Cl-
Untuk mengetahui apakah keadaan suatu larutan belum jenuh atau terjadi
pengendapan dapat ditentukan dengan memeriksa nilai Qc nya dengan
ketentuan :
Jika Qc < Ksp larutan belum jenuh
Jika Qc = Ksp larutan tepat jenuh
Jika Qc > Ksp terjadi pengendapan

Alat dan Bahan : -Tabung reaksi -Larutan BaCl2 0.05 M


-Gelas ukur -Larutan Pb(NO3)2 0.05 M
-Pipet tetes -Larutan AgNO3 0.05 M
-Larutan NaOH 0.05 M
-Larutan Na2CO3 0.05 M
-Larutan Na2SO4 0.05 M
-Larutan K2CrO4 0.05 M
Cara Kerja :
1. Berdasarkan Ksp, ramalkan pembentukan endapan dari senyawa logam
Ba, Pb, dan Ag yang direaksikan dengan suatu pereaksi sesuai dengan
tabel pengamatan.
2. Ambil 3 tabung reksi. Kemudian masukkan 3 mL larutan BaCl2 0.05 M
ke dalam tabung reaksi I, 3 mL larutan Pb(NO 3)2 0.05 M ke dalam
tabung reaksi II, dan 3 mL larutan AgNO3 0.05 M ke dalam tabung
reaksi III.
3. Tambahkan ke dalam tiap tabung reaksi itu 3mL larutan NaOH 0.05 M.
Catatlah pengamatan pada tabel pengamatan. Berilah tanda (+) jika
terbentuk endapan dan tanda (-) jika tidak terbentuk endapan.
4. Ulangilah cara kerja 1 dan 2 dengan menggantikan NaOH dengan
larutan Na2CO3, Na2SO4, dan K2CrO4
Hasil Pengamatan :
Ion Logam 0.05 M Ion Pereaksi 0.05 Ksp Ramalan Hasil Pengujian
M
Ba2+ 5x10-3 - +++
Pb2- OH- 1.2x10-15 + +
Ag- 2.0x10-8 + ++
Ba2+ 5.1x10-9 + +++
Pb2- CO32- 7.4x10-14 + +
Ag- 8.1x10-12 + ++
Ba2+ 1.1x10-10 + ++
Pb2- SO42- 1.6x10-8 + +++
Ag 1.4x10-5 - -
Ba2+ 1.2x10-10 + +
Pb2- CrO42- 2.8x10-13 + +
Ag 1.1x10-12 + +

Pertanyaan :
1. Larutan manakah yang menghasilkan endapan?
 Larutan Ba(OH)2
 Larutan Pb(OH)2
 Larutan AgOH
 Larutan BaCO3
 Larutan PbCO3
 Larutan Ag2CO3
 Larutan BaSO4
 Larutan PbSO4
 Larutan BaCrO4
 Larutan PbCrO4
 Larutan Ag2CrO4
2. Sesuaikah ramalan anda dengan hasil percobaan? Adakah yang tidak sesuai? Jika
ada, jelaskan mengapa demikian.
Ba(OH)2  Ba2+ + 2OH-
0.05M 0.05M 2x0.05M
Ksp (Qc) = [0.05].[2x0.05]2
= 0.05 . 0.01
= 0.0005
= 5x10-4
Ksp = 5x10-3
Qc < Ksp larutan belum jenuh

3. Apa kesimpulan dari percobaan yang dilakukan?


(Ada pada kesimpulan)

Kesimpulan : Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa endapan
adalah zat yang memisahkan diri sebagai suatu fase padat keluar dari
larutan dan untuk mengetahui apakah keadaan suatu larutan belum jenuh
atau terjadi pengendapan dapat ditentukan dengan memeriksa nilai Qc nya
dengan ketentuan jika Qc < Ksp larutan belum jenuh
Jika Qc = Ksp larutan tepat jenuh
Jika Qc > Ksp terjadi pengendapan
Daftar Pustaka :
Purba, Michael. 2006. KIMIA UNTUK SMA KELAS XI SEMESTER 2. Jakarta: Penerbit
Erlangga
www.google.com