Anda di halaman 1dari 16

Pengertian Perbankan menurut pasal 1 butir 1

UU no,7 tahun 1992 adalah :

Badan usaha yang me3nghimpun dana dari


masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkan kepada masyarakat untuk
meningkatkatkan taraf hidup masyarakat
BANK UMUM, Yaitu bank yang dapat
memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran
BANK PERKREDITAN RAKYAT yaitu
bank yang menerima simpanan
hanya dalam bentuk deposito
berjangka, tabungan dan atau bentuk
lain yang dipersamakan
Menurut UU no 19 tahun 1998
Pengertian Perbankan adalah :
Bank adalah badan usaha yang
menghimpun dana masyarakat
dalam
Bentuk simpanan dan
menyalurkan kepada
masyarakat dalam bentuk kredit
Dalam rangka meningkatkan
taraf hidup rakyat banyak
Landasan Hukum Bank
Syariah

I.Undang-undang nomor 7 tahun 1992


tentang perbankan disempurnakan dengan
Undang-undang nomor 10 tahun

II.1998 tentang Perubahan Undang-undang


nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan.
Dengan dikeluarkannya Undang-
undang no. 10 tahun 1998, maka
Peraturan Pemerintah no
72 tahun 1992 dan Peraturan
Pemerintah nomor 30 tahun 1998
sebagai
tindak lanjut dari Undang-undang
no. 10 tahun 1998.
FUNGSI BANK
•Manajer Investasi
SYARIAH
Salah satu fungsi bank syariah yang sangat
penting
adalah sebagai manajer investasi, maksudnya
adalah bahwa bank syariah tersebut merupakan
manajer
investasi dari pemilik dana yang dihimpun,
karena besar-kecilnya pendapatan (bagi hasil)
yang
diterima oleh pemilik dana yang dihimpun sangat
tergantung pada keahlian,kehati-hatian, dan
profesionalisme dari bank syariah.
•Investor
Bank-bank Islam menginventasikan
dana yang disimpan pada bank tersebut
(dana pemilik bank maupun dana
rekening investasi) dengan jenis dan pola
investasi yang sesuai dengan syariah.
Investasi yang sesuai dengan syariah
tersebut meliputi akad Murabahah, sewa
menyewa, musyarakah, akad
Mudharabah.
•Jasa Keuangan

Dalam menjalankan fungsi ini, bank syariah tidak


jauh berbeda dengan bank non syariah, sepert
misalnya memberikan layanan kliring, transfer
inkaso, pembayaran gaji dan sebagainya, hanya
saja yang sangat diperhatikan adalah prinsip-
prinsip syariah yang tidak boleh dilanggar.Bank-
bank Islam juga menawarkan berbagai jasa-jasa
keuangan lainnya untuk memperoleh imbalan atas
dasar agency contract atau sewa. Contohnya
meliputi Letter of Guarantee, wire transfer, Letter
of Credits, dll
•Fungsi Sosial

Konsep perbankan Islam mengharuskan


bank-bank Islam memberikan pelayanan
social melalui dana Qard (pinjaman
kebajikan) atau Zakat dan dana
sumbangan sesuai dengan prinsip-prinsip
Islam
Dalam penghimpunan dana bank syariah
mempergunakan 2 prinsip yaitu :

1.Prinsip Wadi’ah yad dhamanah yang


diaplikasikan pada giro wadi’ah dan
tabungan wadi’ah

2.Prinsip Mudharabah mutlaqah yang


diaplikasikan pada produk deposito
mudharabah
dan tabungan mudharabah
Secara garis besar penyaluran bank
syariah dilakukan dengan tiga (3) pola
penyaluran yaitu :
1.Prinsip jual beli yang meliputi :
Murabahah, Salam dan Salam parallel,
Istishna dan Istishna parallel
2.Prinsip bagi hasil yang meliputi
pembiayaan mudharabah dan
pembiayaan musyarakah
3.Prinsip Ujroh yaitu Ijarah dan Ijarah
Muntahiyah bitamilk
pendapatan, dalam prinsip jual beli disebut dengan
Margin (keuntungan)
Dalam prinsip bagi hasil akan menghasilkan bagi hasil
usaha
Dalam prinsip ujroh akan memperoleh upah (sewa)

Pendapatan dari penyaluran dana ini disebut dengan


pendapatan operasional utama, merupakan
pendapatan
akan dibagi hasilkan.
Pendapatan yang merupakan unsur pembagian hasil
usaha,
disamping itu bank Syariah memperoleh pendapatan
operasi
lainnya yang berasal dari pendapatan jasa perbankan
yang
akan dibagi hasilkan antara pemilik dana dan
pengelola dana.’..
Ada pendapatan yang lain yang
menjadi hak sepenuhnya bank
Syariah, tidak dibagi hasilkan
antara pemilik dan pengelola
dana, misalnya : fee kliring, fee
transfer, fee inkaso.
Kegiatan Usaha Bank
Syariah

Diatur dalam peraturan Bank Indonesia


no. 6/24/PBI/04 tertanggal 14 Oktober
2004.tentang Bank Umum yang
melaksanakan kegiatan usaha
berdasarkan prinsip Syariah
Pasal yang mengatur kegiatan usaha syariah
yaitu :
•Pasal 36
Kegiatan usaha Syariah meliputi :
1.Melakukan penghimpunan dana dari
masyarakat
dalam bentuk simpanan dan
investasi, antara lain :
•Giro berdasarkan prinsip wadiah
•Tabungan berdasarkan prinsip wadiah dan
mudharabah
•Deposito berjangka berdasarkan prinisp
mudharabah