Anda di halaman 1dari 7

OKSIDASI / AUTOOKSIDASI

• Melibatkan oksigen
• Pemutusan dan pengikatannya melalui molekul radikal, yaitu antara molekul oksigen
dan molekul organik
• Reaksi paling banyak kedua

Rute degradasi :
1. Hidrolisis
2. Oksidasi
3. Fotolisis
4. Lain-lain

Autooksidasi  adanya cemaran dalam jumlah kecil yang berlaku sebagai katalisator 
cemaran sulit dihilangkan  FOTOOKSIDASI

RH + O2  ROOH  produk oksidasi

Molekul yang mudah mengalami oksidasi :


1. fenol, katekol, resorcinol, hidroquinon, asam galat

2. keton dan aldehid


3. R – SH atau R – SR (tiol, eter tiol)
4. senyawa tidak jenuh, ex: ikatan rangkap

OH mudah didegradasi dengan oksidasi karena OH akan mudah diambil hidrogennya


membentuk O radikal
Reaksi oksidasi ada 3 tahap :
1. Inisiasi  waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya radikal bebas
2. Propagasi  membuat peroksida yang reaktif membentuk radikal lebih banyak
lagi
3. Terminasi  radikal bebas saling bereaksi menjadi produk molekul yang stabil

Inisiasi

Banyaknya
obat yang Propagasi
masih ada

Terminasi

waktu
INISIATOR / KATALISATOR
 menimbulkan reaksi oksidasi
Ex : sinar, panas, logam, lingkungan basa, ion logam

1. Ion logam
Ex : asam askorbat (turunan karbohidrat asam)  berguna untuk memperpanjang
telomer (sampai 60%)

Adanya logam Fe3+ dan Cu2+ dapat mengambil radikal bebas dari O
ROOH + Mn+  O – O ikatannya lemah (energi = 40 kcal)  elektron mudah
diambil logam  radikal bebas.

2. Sinar UV
hc
E= =h υ
λ
c : kecepatan cahaya (3.1010 cms-1)
h : konstanta planck (6,625.10-27 erg-s)
λ : panjang gelombang cahaya

Sinar UV ada 3 macam, yaitu : UV A, UV B, UV C


Sinar memiliki energi yang berbeda- beda
a. Sinar UV (λ 200 – 400) energinya 140 – 70 kcal/mol  dapat merusak
ikatan kovalen antar atom
b. Sinar tampak (λ 400 – 700) energinya 70 – 40 kcal.mol  tidak cukup
untuk merusak ikatan kovalen antar atom

Energi yang diabsorbsi oleh molekul = h υ

Tetrasiklin pada lingkungan basa dan terpapar sinar  pemutusan C – N 


perpanjangan ikatan rangkap  warna lebih gelap.

3. Suhu
Untuk yang punya ikatan relatif rendah  ikatan yang mempunyai O – O (peroksida)
 energinya = 40 kcal/mol  ikatan kovalen yang lemah
Biasanya ikatan kovalen antar atom energinya = 180 kcal/mol
ROOH  RO• + HO•

Molekul dengan gugus azo (– C – N = N – C –) mudah membentuk radikal bebas


dengan sinar atau sedikit panas karena terbentuknya gas N2  timbul radikal bebas
pada R-nya.

HYDROGEN ATOM TRANSFER REACTION


Ikatan O – H  atom H relatif mudah terabstraksi (terambil)
H primer : 1 – 2 x 10-5 M-1s-1
H sekunder : 5 – 90 x 10-5 M-1s-1
H tersier : 65 – 900 x 10-5 M-1s-1

1. Kolesterol dapat mengalami abstraksi H dari molekul dengan ikatan yang lemah

oksidasi atau

Kolesterol 7 – ketokolesterol 7 – hidroksikolesterol.

7 – hidroksikolesterol ada di dalam kulit  bereaksi dengan sinar matahari


menghasilkan vitamin D

2. Olefin
Vitamin A  antioksidan di mata.
- mudah mengalami oksidasi pada atom C yang dekat dengan ikatan
rangkap menjadi keton
- mengalami reaksi dengan peroksida  pemutusan ikatan rangkap menjadi
cincin 3 atom (epoksida)
- merupakan kelompok carotenoid. Carotenoid yang dapat menjadi vitamin
A adalah β – carotenoid.

INHIBISI AUTOOKSIDASI
1. Antioksidan
 dapat menangkap radikal bebas
Contoh :

1. butilated hidroksi toluene (BHT)


Antioksidan Fenolik  Antioksidan Primer / Sejati (True Antioxidant)
 dapat memutus rantai dari radikal dengan mengambil radikal hidroksi ke atom
O dari fenol sehingga menjadi tidak reaktif lagi karena:
a. efek sterik butil  radikal O jadi tersembunyi
b. radikal dapat disebar sepanjang cincin benzen
BHT

2. butilated hidroksi anisole (BHA)

3. tocoferol (vitamin E)
BHA
TBHQ

4. propil gallate
THBP

Penggunaan antioksidan yang perlu dipikirkan :


 tergantung media yang akan kita gunakan untuk sediaan obat
Ex : vitamin E  untuk sediaan yang larut lemak
BHA / BHT  diberikan bersamaan untuk efek energi
Mengapa persentase antioksidan yang digunakan berbeda:
 karena kemampuan antioksidan yang berbeda

2. Reducing Agent
 lebih mereduksi / reaktif dibanding obat yang dilindungi
Contoh :
a. Natrium sulfit
b. Adanya gugus tiol
c. Bahan pereduksi yang mengkonsumi oksigen (Oxygen Scavenger)
 O2 dimakan  stress terhadap oksidasi
Ex : SO32- + O2  SO42-

3. Chelating Agent
 untuk mengikat ion logam / kation logam yang merupakan inisiator timbulnya
radikal
Contoh : EDTA
 Amitriptilin + EDTA
 larut dalam air dan alkohol
 dapat menyebabkan iritasi kulit
 menjadi aktif jika lingkungannya basa karena EDTA memiliki COOH (dari asam
asetat) yang pKa-nya 4,76  maka EDTA akan berfungsi baik jika gugus COOH
berbentuk ion COO- . Jika dalam bentuk COOH kemampuan mengikat logam rendah.
 pH 1 – 2  EDTA sedikit yang mengalami ionisasi

4. Removal of Oxygen
Sediaan obat mengapa menggunakan air bukan alkohol ?
 karena air kompatibel dengan tubuh manusia
Bagaimana cara menghilangkan O2 dari air ?
4oC9,14 ml/L
25oC 5,75 ml/L
100oC 0 ml/L
 kelarutan oksigen meningkat jika suhu menurun  maka untuk menghilangkan
air dapat dengan memanaskan air sampai suhu 100oC kemudian ditutup

Menghambat oksidasi dengan meyimpan obat (terutama dalam bentuk larutan) pada
suhu rendah tidak mengurangi oksidasi karena pada suhu rendah oksigen lebih
banyak yang terlarut.

Pada suhu 37oC kelarutan oksigen < 5,75 ml/L. Mengapa kita harus bernafas berkali-
kali?
 karena pada suhu 37oC oksigen yang terlarut dalam tubuh sedikit maka kebutuhan
oksigen untuk tubuh tidak cukup
 oksigen tidak disimpan seperti nutrisi karena O2 lebih radikal
5. Removal of Peroxides
 bahan tambahan untuk membuat obat yang mempunyai gugus metilen oksid
(polietilenglikol, surfaktan tween – span) menangkap oksigen jadi peroksida 
memicu timbulnya radikal

6. Suhu diturunkan

7. pH adjusmeent
Degradasi banyak terjadi pada lingkungan alkali  obat asam jadi bentuk anion 
mudah menjadi radikal  oksidasi
Untuk mengindari oksidasi  pH dikecilkan (lingkungan asam)

8. Perlindungan dari sinar


 dibuat wadah yang menghambat sinar untuk masuk.