P. 1
Edisi 371

Edisi 371

|Views: 1,218|Likes:
Dipublikasikan oleh Hary Buana

More info:

Published by: Hary Buana on May 30, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

text

original

Simak Halaman Khusus

Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang

PURWASUKA
Halaman 5

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

Media Komunikasi Masyarakat Transparan Kom omunikasi Masyarakat ansparan araka

Tepat & Perlu

HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim

Wali Kota Tak Izinkan Pendirian FO di Dago
Selengkapnya baca Halaman 3

Rakyat Ketar-ketir

Nyilep Dana Bansos, Anggota DPRD Sumedang Dituntut 18 Bulan

Pemerintah Cabut Subsidi BBM
Pemerintah merencanakan menghapus subsidi BBM bidang tertentu di sektor transportasi. Ironinya, penghapusan subsidi BBM ini dikenakan pada kendaraan roda dua, yang mayoritas pengguna kendaraan roda dua adalah masyarakat menengah ke bawah. Munculnya kebijakan pemerintah ini, kontan membuat ketar-ketir masyarakat. Dikhawatirkan, kebijakan ini makin membuat rakyat tidak berdaya di tengahtengah perekonomian yang mendera.
Sebagian juga menilai, bila kebijakan pemerintah menghapus subsidi ini benar dilaksanakan, dikhawatirkan akan terjadi pasar gelap untuk transaksi jual beli BBM. Karena, subsidi untuk kendaraan roda empat, pengguna premium justru tidak dihapus. Dari sisi penyelenggaraan pemerintah, berbagai pihak juga bisa memahami subsidi BBM dari tahun ke tahun makin memberatkan APBN. Diperkirakan, tahun ini saja, pemerintah terpaksa memenuhi subsidi BBM mencapai 4 juta kilo liter. Padahal, kuota subsidi BBM dalam APBN hanya sekitar 3,5 juta kilo liter. Kontribusi penyedot subsidi BBM untuk sepeda motor diperkirakan menguras sekitar 5,8 juta kilo liter setiap tahunnya. Menanggapi rencana pemerintah menghapus subsidi BBM bidang transportasi khususnya kendaraan roda dua, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo yang dihubungi Medikom mengemukakan, rencana kebijakan pemerintah yang hendak menghapus

Uang Transport Petugas Sensus Disunat
MAJALENGKA, Medikom– Pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2010 (SP 2010) berakhir sudah pada tanggal 31 Mei 2010. Namun, berakhirnya kerja keras para petugas sensus sebagai petugas pencaca lapangan (PCL) khususnya di Kabupaten Majalengka, menyisakan ganjalan yang tidak mengenakkan. Sebab, mereka diduga menjadi sapi perahan para oknum. Seperti diungkapkan salah seorang PCL, mewakili temantemannya kepada Medikom, ketika pekerjaan akan berakhir mereka akan mendapatkan honor sebesar Rp2,3 juta. Di dalamnya termasuk pajak penghasilan dan biaya-biaya lainnya seperti yang tercantum dalam perjanjian kontrak kerja mereka dengan Kantor BPS Majalengka. Tambahan honor lainnya berupa honor ongkos pengganti biaya transport sebesar Rp300.000 serta honor latihan sensus penduduk sebesar Rp280.000. Menurut PCL yang enggan disebutkan nama serta wilayah kecamatan tempat mereka bertugas dengan alasan keamanan ini, alangkah terkejutnya mereka ketika uang pengganti transport yang harusnya diterima sebesar Rp300.000 seperti yang mereka tanda tangani pada daftar penerimaan uang transport, kenyataan yang diberikan oleh koordinator sensus kecamatan (KSK) dan koordinator lapangan (korlap) hanya sebesar Rp200.000. Sementara yang Rp100.000 tidak diberikan tanpa alasan jelas. Rumornya, uang tersebut akan diberikan kepada unsur muspika (kecamatan, koramil dan polsek). Yang lebih mengherankan, menurut informasi yang berkembang, dari uang honor pun harus ada lagi setoran sebesar Rp100.000. “Kami ingin masalah potongan uang transport ini segera diusut tuntas karena sudah merupakan tindakan pungli dan oknum yang melakukannya harus dihukum biar menjadi efek jera bagi yang lainnya. Apalagi jika dihitung dengan banyaknya PCL yang bertugas di Kabupaten Majalengka menjadi 2.772 orang, maka jumlah pungli tersebut akan mencapai nilai sebesar Rp297.200.000,” kata sumber. Dugaan terjadinya pemotongan uang pengganti transport para PCL dibenarkan oleh Camat Jatiwangi Swasono Pramono DJ SSos MM. Saat dikonfirmasi Medikom di selasela acara sosialisasi pajak bumi dan bangunan di Kantor DPKAD Majalengka, Rabu (26/5), Swasono mengaku mendapatkan laporan dari para PCL yang bertugas di

Akibat Banjir Bandang Kerugian Capai Rp3 Miliaran
SUBANG, Medikom–Pascabanjir longsor dan banjir bandang yang menimpa Kampung Cikondang, Desa Nagrak, Kecamatan Ciater, Subang Jawa Barat yang terjadi pada 21 Mei lalu, pihak Pemerintah Kabupaten Subang telah berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri, Satpol PP dan Tim Tagana untuk melakukan evakuasi korban dan berusaha melakukan rehabilitasi kawasan-kawasan yang rusak oleh bencana. Dari analisa awal, akibat bencana ini disebabkan oleh kerusakan lingkungan. Untuk itu akan dilakukan upaya solusi untuk menyelesaikan supaya Ojang Sohandi tidak terjadi hal serupa di masa yang akan datang. Terutama menghindari menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Ciater dan objek wisata lainnya. Wakil Bupati Subang Ojang Sohandi menyampaikan bahwa data yang diperoleh dari Pemerintah Kecamatan Ciater menyebutkan nilai kerugian mencapai tiga miliar rupiah, meliputi 15 rumah, sebagian besar rumah yang biasa disewakan atau vilavila, 1 tempat ibadah, 17 unit sepeda motor– 2 unit di antaranya tidak berhasil ditemukan– dan 2 kendaraan roda empat alias mobil yang sedang diparkir. Mengenai korban jiwa meninggal dunia tidak ada. Dikatakan Ojang, bencana ini tidak berdampak pada kunjungan wisatawan baik domestik maupun wisatwan asing atau mancanagara. Karena wilayah bencana jauh dari kawasan wisata. “Bagi masyarakat Subang atau luar Subang jika ingin berkunjung ke kawasan Ciater tidak terganggu,” ujar Wakil Bupati. Untuk menangani atau rehabilitasi pascabencana, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempertahankan kawasan lindung yang masih baik untuk tetap dijaga. Kemudian akan merehab saluran air di kawasan pemukinan supaya layak dialiri air dalam volume yang besar. “Kami analisa di lapangan ternyata saluran air di kawasan pemukiman hanya 1 meteran, sehingga ketika terjadi luapan air dari atas dalam jumlah besar saluran tidak bisa menampungnya,” jelas Wakil Bupati. Karenanya, rehab akan memperbesar saluran air supaya bisa menampung lebih banyak volume air pada saat luapan melonjak. (Loy)

Menurut PCL yang enggan disebutkan nama serta wilayah kecamatan tempat mereka bertugas dengan alasan keamanan ini, alangkah terkejutnya mereka ketika uang pengganti transport yang harusnya diterima sebesar Rp300.000 seperti yang mereka tanda tangani pada daftar penerimaan uang transport, kenyataan yang diberikan oleh koordinator sensus kecamatan (KSK) dan koordinator lapangan (korlap) hanya sebesar Rp200.000. Sementara yang Rp100.000 tidak diberikan tanpa alasan jelas. Rumornya, uang tersebut akan diberikan kepada unsur muspika (kecamatan, koramil dan polsek).
Kecamatan Jatiwangi bahwa uang pengganti transport mereka telah dipotong oleh korlap Kecamatan Jatiwangi sebesar Rp100.000. “Sebagai tindak lanjut kami sudah memanggil dan menginstruksikan kepada KSK dan korlap untuk segera mengembalikannya kepada para PCL secepatnya, dibarengi dengan bukti pengembalian,” ujar Swasono. Kepala Badan Pusat Statistik Majalengka R Deni Lesmana SKom, di kantornya, Senin (24/5) menyatakan, sangat berterima kasih atas informasi yang disampaikan wartawan terkait adanya dugaan pemotongan uang pengganti transport para PCL. Ia berjanji akan akan menelusuri

di hal 4

13 Warga Indramayu Tewas Akibat HIV/AIDS
INDRAMAYU, Medikom–Sedikitnya 100 orang dinyatakan positif mengidap penyakit AIDS. Sebanyak 13 orang penderita meninggal dunia, serta sisanya masih dalam pengawasan tim medis. Data pengindap AIDS tersebut tercatat pada Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Indramayu. Para penderita AIDS terbanyak berasal dari Kecamatan Bongas sebanyak 7 orang, Kecamatan Kandanghaur 7 orang, Kecamatan Indramayu 6 orang, dan Kecamatan Losarang 6 orang serta selebihnya hampir menyebar di 20 kecamatan. Anggota KPAD Indramayu dan juga Ketua LSM Pelita Ilmu, Kristien menjelaskan, HIV (Human Immunodeficiency Virus ) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. Hingga kini mekanisme kerja HIV di dalam tubuh manusia masih terus diteliti. Namun secara umum telah diketahui bahwa HIV menyerang sel-sel darah putih sistem kekebalan tubuh yang bertugas menangkal infeksi. Dijelaskan Kristien, seorang pengidap HIV akan mulai menampakkan gejala-gejala AIDS, dan kondisinya akan terus memburuk hingga ajal menjemputnya. Krtistien menambahkan, seseorang yang mengidap HIV kelihatan biasa seperti halnya orang lain. Ini berarti seseorang yang terinfeksi HIV tidak menunjukkan sesuatu gejala klinis. Dengan kata lain, dia merasa dan tampak sehat selama bertahun-tahun sebelum AIDS mulai muncul. HIV tambah Kristien, dapat menular kepada siapapun melalui cara tertentu, tanpa peduli kebangsaan, ras, jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, kelas ekonomi maupun orientasi seksualnya. Penularan HIV/AIDS lanjut Kristien dapat melalui berbagai cara melalui hubungan seksual dengan seorang pengidap HIV tanpa memakai kondom, melalui darah yang sudah terinfeksi HIV, lewat tranfusi darah atau alat-alat yang sudah tercemar HIV, dan melalui ibu yang mengidap HIV kepada janin di kandungannya selama kehamilan. “Pengidap penyakit yang mematikan ini kebanyakan menimpa usia produktif yakni 25 sampai 35 tahun merupakan usia rawan,” jelas Kristien. (H YF)

subsidi BBM kendaraan roda dua telah mendapatkan penolakan luas dari berbagai kelompok masyarakat. Walaupun akhirnya kebijakan itu diralat. Hal ini menunjukkan pemerintah tidak memiliki kebijakan strategis yang jelas untuk kepentingan rakyat. Apalagi, alasan pemerintah yang hendak membatasi penggunaan subsidi BBM premium diganti atau dialihkan pembatasan, sehingga kendaraan bermotor harus menggunakan pertamax. “Ini kebijakan coba-coba. Hampir sama dengan program konversi minyak tanah menjadi elpiji. Semestinya pemerintah melibatkan peran YLKI dan partisipasi masyarakat dalam melahirkan kebijakan,” kata Sudaryatmo. Ia juga menilai, terkait

pencanangan beban subsidi itu terbaca jelas bahwa pemerintah akan melahirkan kebijakan menaikkan harga sejumlah komoditas lainnya seperti harga elpiji, tarif tol, dan tarif listrik. “Ini menunjukkan ketidakberpihakannya kebijakan pemerintah terhadap beban ekonomi masyarakat. Padahal kondisi saat ini masyarakat dalam posisi yang sangat sulit,” tandasnya. Ada kecenderungan, tambahnya, pemerintah tidak matang dalam mengeluarkan kebijakan. Semestinya, pemerintah memperbaiki daya beli masyarakat secara luas terlebih dahulu barulah berbicara tentang penghapusan subsidi. Sementara itu, dari Gedung DPR RI rencana pemerintah menghapus subsidi BBM ini mendapat reaksi

keras. Seperti yang dikemukakan Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung, DPR RI secara persis belum mengetahui rencana pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk penghapusan subsidi BBM untuk kendaraan bermotor ini. Oleh karena itu, katanya, melalui Komisi VII DPR RI rencana pemerintah ini akan segera diklarifikasi. “Apakah akan betul-betul diprogramkan atau hanya wacana saja?” katanya setengah bertanya. Tapi Pramono juga melihat, wacana itu masih sebatas wacana belum menjadi kebijakan ESDM. Walaupun Pramono sepakat, kebijakan

Ke Halaman 11

Ke Halaman 11

Ogah Cabut SK Neneng Hasanah Yasin

Yance Berniat Mundur dari Ketua Golkar Jabar
BEKASI, Medikom–Kecenderungan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Irianto MS Syafiuddin ogah melantik Darip Mulyana, dan sekaligus mencabut Surat Keputusan (SK) Nomor: KEP-26/ Golkar/II/2010, tanggal 24 Februari 2010 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, masa bakti 2009-2015, karena termakan ucapannya sendiri. Masalahnya, Yance–panggilan akrab Irianto MS Syafiuddin– pernah melontarkan ucapan bernada ‘ancaman’ yang mengagetkan banyak orang. Yance, berniat mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, kalau Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memenangkan Darip Mulyana. Oleh karena itu, dipastikan Yance tidak akan menarik ucapannya yang disampaikan pada acara silaturahmi dengan para Ketua DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Jawa Barat, 20 Maret 2010 lalu, di Hotel Yasmin Puncak, Cipanas, Cianjur.Ketika itu, Yance menganggap bahwa persoalan DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi sudah selesai, sehingga tidak perlu dipersoalkan, apalagi dibahas dalam forum silaturahmi tersebut. “Saya minta para ketua DPD Partai Golkar untuk tidak membahas persoalan DPD Golkar Kabupaten Bekasi, karena masalahnya sudah selesai. Kalau kelak DPP memenangkan Darip Mulyana, saya akan mundur sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat,” kata Yance, seperti dilansir Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Muhtada Sobirin kepada Medikom, Jumat pekan lalu. Wacana mundurnya Yance dari kursi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, juga dikemukakan Wakil Sekretaris Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi versi Neneng Hasanah Yasin, Supriyadi. Menurutnya, DPD Partai Golkar Jawa Barat tidak akan mencabut Surat Keputusan (SK) Nomor: KEP-26/Golkar/II/2010, tanggal 24 Februari 2010 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, masa bakti 2009-2015. ”Bahkan, saya mendengar Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Irianto MS Syafiuddin, pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Ciamis, beberapa waktu lalu, mengancam akan mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar, apabila SK Nomor: KEP-26/ Golkar/II/2010 dicabut,” Supriyadi, menegaskan. Kewibawaan lembaga Bak gayung bersambut. Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Jawa Barat, Tonny Aprilani membenarkan Yance mengancam mengundurkan diri, apabila DPP memenangkan Darip Mulyana.”Pak Yance memang pernah berucap seperti itu, ketika silaturahmi dengan para Ketua DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Jawa Barat di Hotel Yasmin Puncak, Cipanas, Cianjur. Saya kira, Muhtada (Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, red) juga tahu. Karena dia hadir dalam acara tersebut,” kata Tonny Aprilani, yang dihubungi Medikom, di Bandung, Jumat. Tonny sendiri mengaku tidak hadir dalam acara tersebut. Namun, ia menyatakan keprihatinannya atas ancaman Yance yang berniat mundur dari Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, lantaran DPP memenangkan Darip Mulyana dan ogah mencabut SK Nomor: KEP-26/ Golkar/II/2010. ”Terus terang saya prihatin, mestinya Pak Yance bersikap legowo menerima keputusan DPP. Masalahnya, ini menyangkut kewibawaan lembaga. Karena itu, seyogianya Pak Yance melantik Darip Mulyana, sekaligus mengukuhkan komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Daerah Golongan Karya Kabupaten Bekasi, masa bakti 2010-2015,” pinta Tonny Aprilani. Kalau kewibawaan lembaga sudah dicampakkan, lanjut Tonny, siapa yang akan diikuti. Apalagi, menurut informasi yang dia terima, surat DPP Partai Golkar Nomor: B459/Golkar/IV/2010, tanggal 30 April 2010 tentang DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, yang dikirim ke Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu sudah final dan DPP memenangkan Darip Mulyana. ”Saya sendiri hingga kini belum dapat surat DPP tersebut. Soalnya, kita tidak pernah diajak bicara. Kabarnya, surat itu dikirim langsung oleh DPP ke Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat, Irianto MS Syafiuddin dan Dedi Mulyadi,” kata Tonny Aprilani. Mantan anggota Komisi X DPR RI ini menilai gagal konsolidasi organisasi yang dilakukan DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi versi Neneng Hasanah Yasin. Terbukti, sejak Neneng mengantongi SK, baru menggelar musyawarah kecamatan (muscam) di tiga kecamatan. Itu pun, menurut Tonny, tidak dilakukan di kecamatan setempat, melainkan di kecamatan lain. ”Walau sudah melakukan muscam, Neneng ternyata tak mampu melakukan konsolidasi organisasi dengan baik. Buktinya, baru tiga kecamatan dilakukan muscam dan digelar di kecamatan lain,” tandasnya. (Dudun/Ahmad Taufik)

Irianto MS Syafiuddin

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

Sisi Lain
Cimahi Selatan Ikuti Penilaian Sinergi Kinerja Kecamatan
CIMAHI, Medikom–Kecamatan Cimahi Selatan mewakili Kota Cimahi dalam penilaian sinergi kinerja kecamatan (lomba kecamatan) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2010. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk menunjang akselerasi pencapaian target indeks pembangunan manusia (IPM) 2013 tingkat Jabar. Menurut Ketua Tim Penilai Dedi Haryadi, penilaian yang dilakukan setiap dua tahun sekali, difokuskan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Ia mengatakan, penilaian tersebut dilakukan dalam waktu sepuluh hari, yakni 17-27 Mei 2010. “Penilaian ini diharapkan dapat mengembangkan pola kerja yang efektif dan terkoordinasi dalam mendorong pembangunan kinerja serta pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi,” ujarnya di Cimahi, Kamis (20/5). Sekretaris Daerah Kota Cimahi Drs H Encep Saepulloh mengungkapkan rasa optimistisnya, Cimahi selatan akan mampu mewakili Cimahi menjadi yang terbaik di Jawa Barat. (Fredy HS)

2

Jawa Barat
koordinasi yang menyarankan bahwa Oktober 2009 program KB telah mendapat payung hukum baru, yaitu UU No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. UU tersebut buah dari Amandemen UU No 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan K e p e n d u d u k a n d a n Pembangunan Keluarga Sejahtera. Kemakmuran suatu negara diukur dengan menggunakan GNP (LPE-JML penduduk), sedangkan untuk mengukur kualitas penduduk digunakan IPM. Saat ini IPM Indonesia menempati urutan ke-117 dari 176 negara. Untuk mengendalikan jumlah penduduk tersebut, maka sejak tahun 1970 diluncurkanlah program KB Nasional. Pada saat itu program KB mengemban dua misi pokok, yaitu secara demografis KB harus mampu menurunkan TFR 50% pada tahun 2000, dan secara filosofis KB harus mampu meningkatkan keluarga kecil bahagia sejahtera. “Alhamdulillah misi program KB yang pertama telah berhasil. Artinya selama hampir 40 tahun KB telah mampu menurunkan rata-rata kelahiran lebih dari 50%. Sedangkan untuk misi KB yang kedua memang masih diperlukan kerja yang sangat keras karena menyangkut kesejahteraan keluarga. Sedangkan upaya untuk peningkatan kesejahteraan keluarga diperlukan pendekatan yang komprehensif semua sektor, di antaranya yang menyangkut sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, agama dan sosial budaya,” terang Rukman Heryana. Adapun program KB saat ini dan ke depan dihadapkan oleh berbagai tantangan. Di antaranya, populasi remaja 20% dari total penduduk, keluarga miskin yang telah mencapai 45%, kecenderungan keluarga menggunakan pola kontrasepsi yang tidak rasional, kelembagaan, ketenagaan, dan pembiyaan KB yang masih belum optimal, dan menurut kajian IPKB Jabar, dukungan pembiayaan KB dalam satu keluarga rata-rata sebesar Rp6.000. Padahal di lain pihak, sebuah penelitian menunjukkan bahwa daerah-daerah yang pencapaian peserta KB-nya tinggi, memiliki kecenderungan tingkat kemiskinannya menurun. “Berdasarkan pemikiran di atas, kami selaku BKKBN Provinsi Jawa Barat melalui Harlah Muslimat NU yang ke-64 mengharapkan jajaran Muslimat NU Jabar untuk memperkuat kembali semangat program KB yang dulu jaya. Begitu pun terhadap para kader Muslimat NU yang tersebar di RT dan RW, desa/kelurahan dan kota, untuk mengajak keluargakeluarga, PUS, remaja untuk ikut KB. Karena KB bukan program yang hanya mengurusi kontrasepsi saja, akan tetapi KB juga adalah program pendidikan keluarga untuk mencapai keluarga sejahtera, melalui PUP, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga dan pemberdayaan ekonomi keluarga,” tambahnya. (Iwan)

Sangat Besar Peran Serta Muslimat Indramayu pada Program KB
JAWA BARAT, Medikom-Kepala BKKBN Provinsi Jabar Drs H Rukman Heryana MSi dalam sambutannya pada acara Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang Ke-64 di Kabupaten Indramayu menegaskan bahwa peranan para muslimat dalam membangun bangsa ini sangat penting, terutama terhadap keluarga, agar menjadi keluarga sejahtera. Peran serta para ibu terhadap program Keluarga Berencana sama halnya dengan membangun keluarga terarah dan bahagia. “Melalui Harlah Muslimat yang Ke64 ini, diharapkan dapat terus terjalin kesatuan dan persatuan, sehingga hidup ini sehat tanpa berbuat maksiat sehingga selamat dunia akhirat,” ungkapnya. Kurang lebih 300 orang muslimat berkumpul di aula NU, di belakang Asrama Haji Kabupaten Indramayu, mendengarkan pidato dari Ketua PBNU Kabupaten Indramayu dan Ketua Umum Muslimat Jabar sekaligus anggota DPD Pusat Dra Hj Ella M Nur MSi. Selain memperingati harlah, di aula tersebut juga dilakukan pelayanan KB berupa KB Pil, dan Suntik. Walaupun ada sedikit kendala, para tim medis yang datang dari Kabupaten Indramayu terlambat tiba, namun semuanya dapat teratasi sehingga para akseptor pun dapat terlayani. Muslimat NU mendukung Program KB untuk tercapainya keluarga sejahtera, sebagaimana telah dirapatkan dalam rapat

KPU Indramayu Verifikasi Tiga Bakal Calon Independen
INDRAMAYU, Medikom–KPU Kabupaten Indramayu masih melakukan verifikasi terhadap tiga calon yang melalui jalur independen (perseorangan) yang menyerahkan berkas dukungan pada Selasa pekan kemarin. Ketiga bakal calon yang melalui jalur independen yakni Toto Sucartono berpasangan dengan Khasan Basari, Mulyono Martono dengan Handaru Wijayakusuma, serta Api Karpi berpasangan dengan Rawita. Dokumen dukungan yang dibawa ketiga pasangan tersebut, diserahkan dalam tiga dokumen yaitu satu dokumen berupa fotokcopi diserahkan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS), dokumen kedua berisi identitas dukungan dalam bentuk perangkat lunak (software) dan dokumen ketiga berupa perangkat keras (hardware) diserahkan ke KPU Indramayu. Ketua KPU Kabupaten Indramayu Ahmad Khotibul Umam mengatakan, identitas dukungan yang diserahkan balon bupati dan wakilnya itu akan dilakukan verifikasi faktual dan administrasi selama 14 hari dari 19 Mei hingga 1 Juni 2010. Setelah itu, baru dilakukan rekapitulasi di tingkat PPK yang waktunya selama empat hari dan di KPU Indramayu waktunya tiga hari. Setelah rekapitulasi kata Khotibul, kemudian tanggal 9 sampai 14 Juni 2010 KPU Indramayu mulai membuka pendaftaran Calon Bupati dan Wakilnya, baik dari jalur independen maupun dari jalur parpol. “Sedangkan pengumpulan dokumen dukungan KTP minimal 52.300 buah sesuai syarat tiga persen dari jumlah penduduk,” ujar Khotib. (H YF)

Walikota Cimahi, Ir.HM.Itoc Tochija,MM berjabat tangan dengan Sekretaris Utama BPPT Dr. Ir. Jumain Appe usai melaksanakan nota kesepahaman di Jakarta.

Pemkot Cimahi Tandatangani Nota Kesepahaman dengan BPPT
JAKARTA, Medikom–Pemerintah Kota Cimahi melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Wali Kota Cimahi Ir HM Itoc Tochija MM dengan Sekretaris Utama BPPT Dr Ir Jumain Appe, di auditorium BPPT, Jln MH Thamrin No 8 Jakarta, Rabu (19/5). Pemkot Cimahi telah menjalin persetujuan dengan BPPT dalam bidang pengkajian dan pemasyarakatan teknologi untuk mendukung pembangunan Kota Cimahi. Wali Kota berharap, penandatanganan persetujuan tersebut dapat menjadi momentum bagi seluruh stakeholder Kota Cimahi untuk bisa mengakselerasi proses pembangunannya ke arah yang lebih cepat dan pesat, terutama pembangunan dalam bidang pemasyarakatan teknologi. “Pelaksanaan pembangunan di masa sekarang ini tidak bisa lepas dari pengaruh teknologi” ujarnya. (Fredy HS)

Ketua Komite III DPD KH Sofyan Yahya:

Gagal Tanam Akibat Petani Tidak Penuhi Pola Tanam
CIAMIS, Medikom-Kasus gagal tanam padi di wilayah Kecamatan Kalipucang, Padaherang dan sekitarnya, karena banyak petani yang tidak mengindahkan pola tanam. Petani yang sudah mendapatkan bantuan benih padi, namun mengalami gagal tanam, diusahakan untuk kembali mendapatkan bantuan. Demikian dikatakan Bupati Ciamis Engkon Komara, usai mengikuti Rapat Paripurna Prolegnas, Senin (24/5). Diakuinya, petani sudah diberi pengarahan mengenai pola tanam, tetapi masih banyak yang berdasarkan pada harapan. “Banyak petani yang masih mengutamakan harapan, siapa tahu saat ini tanam tidak kena banjir. Nah, ternyata harapan tersebut sirna karena datang banjir yang menyebabkan tanaman yang baru ditanam jadi puso atau gagal tanam,” ujarnya. Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, dia berharap agar petani mengikuti petunjuk yang disampaikan oleh petugas, seperti dinas pertanian, penyuluh lapangan. Engkon juga berharap, baik petani maupun penyuluh, tidak bosan menerima informasi terkait dengan pola tanam. “Dengan menaati imbauan petugas, saya kira akan dapat meminimalisir kerugian. Sekarang gagal tanam, maka hanya rugi benih, biaya pengolahan tanah dan waktu. Coba kalau padi sedang berbuah kemudian puso, kerugian akan lebih besar,” terangnya. Dampak lainnya, jelas Engkon, banjir juga dapat menjadikan harga gabah menjadi turun. Hal tersebut disebabkan kualitas gabah yang tidak memenuhi standar. (Herz/Ipan)

Penggabungan Wilayah Susukecir ke Kota Sukabumi Wajar
SUKABUMI, Medikom-Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), KH Sofyan Yahya menilai, keinginan masyarakat di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes dan Cireunghas (Susukecir) yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, untuk bergabung ke Kota Sukabumi sangat wajar. Hal itu dilihat dari aspek geografis dan pelayanan terhadap masyarakat. Demikian ungkapan yang disampaikannya ketika melakukan kunjungan kerja di Balaikota Sukabumi, Selasa (25/ 6). Menurutnya, keinginan masyarakat Susukecir tersebut juga rasional, mengingat jarak tempuh warga yang ada di empat kecamatan itu sangat jauh ke Ibu Kota Kabupaten Sukabumi yang ada di Pelabuhanratu. Sementara ke Kota Sukabumi hanya membutuhkan waktu yang tidak lama. Jadi, wilayah yang berada di sebelah timur Kota Sukabumi tersebut sangat wajar dan rasional ketika meminta untuk bergabung ke Kota Sukabumi. Dan jika penentu kebijakan melihat dari aspek kesejahteraan, tidak ada alasan untuk menghambat keinginan tersebut. Sebab, tujuan pembangunan adalah untuk kesejahteraan rakyatnya. Sehingga harus utamakan pelayananan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dikatakannya, sebenarnya untuk menentukan penggabungan tersebut berada di Pemerintah Provinsi Jabar, sebab kewenangan penggabungan suatu wilayah di kota atau kabupaten, ada di pemerintah provinsi. Sedangkan Mendagri hanya sebatas memberi rekomendasi saja. Dan untuk menindaklanjuti keinginan masyarakat yang berada di empat kecamatan tersebut, Yahya menjelaskan, DPD RI akan melakukan pertemuan, baik dengan Bupati dan DPRD Kabupaten Sukabumi maupun dengan masyarakat yang ada di Susukecir. Tujuannya untuk memfasilitasi keinginan masyarakat dengan Pemkab Sukabumi. “Rencananya, bulan Juni akan melakukan pertemuan serta melakukan kunjungan ke empat kecamatan tersebut. Dikarenakan Kabupaten Sukabumi sekarang lagi pilkada, tentunya agenda kami dengan Bupati Sukabumi yang baru,” terangnya. Sementara, berkaitan dengan kunjungan kerja Komite III DPD RI di Kota Sukabumi pada saat itu, ialah untuk menampung aspirasi berkaitan dengan penggodogan sejumlah rancangan undangundang, di antaranya rancangan jaminan sosial masyarakat dan rancangan undang-undang tentang perlindungan pembantu rumah tangga. Rombongan yang berjumlah 10 orang langsung diterima oleh Wakil Wali Kota Sukabumi HM Mulyono MM beserta unsur Muspida. Dalam kesempatan tersebut, Mulyono mempresentasikan berbagai sektor pembangunan dan geografis Kota Sukabumi. (Arya)

Pengemudi Kendaraan sebagai Wisatawan Khusus
BANDUNG, Medikom-Perlombaan dan pengujian ketangkasan khusus bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat, memiliki peran dalam pembangunan dunia pariwisata. Mengemban tanggung jawab menjadi salah satu landasan Disparbud Jabar menyelenggarakan West Java Adventure Off Road (WJAOR), yaitu untuk kepentingan pengembangan kepariwisataan secara berkesinambungan. Pernyataan ini dikemukakan Kadisparbud Jabar Ir H Herdiwan, Kamis (27/5), kepada para peserta, sebanyak 45 tim yang keseluruhannya melibatkan 135 kendaran dan 270 orang peserta. Kadisparbud Jabar yang mendampingi Sekda Jabar, dalam kesempatan itu menjelaskan rute yang telah dipersiapkan, yaitu dimulai dari halaman Gedung Sate Bandung dengan tujuan akhir atau finish di Cipanas Cianjur, dengan jarak tempuh sekitar 180 km. “Rute peserta yang dilalui mencapai jarak 180 km dan akan berakhir di Aquilla Pacet Cianjur. Di sana akan ditampilkan pula uji keterampilan mengemudikan kendaraan 4x4 atau trail stage (TS),” tuturnya. Dalam event dengan tiga rute ini akan dilakukan pula uji keterampilan memperebutkan tropi bergilir Gubernur Jawa Barat, yang rencananya bukan saja dihadiri peserta dari Jabar, tetapi hingga dunia internasional. Semangat uji keterampilan ini ditampilkan dengan mendorong peningkatan peran aktif masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan dan promo wisata, sekaligus bertujuan untuk menjaring peminat petualangan melakukan wisata minat khusus, yaitu dengan wisata olah raga otomotif. Lebih jauh diharapkan seluruh peserta yang ikut mempersiapkan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan menjadi off roader. “Pemeriksaan kelayakan seluruh kendaraan yang ikut serta sangat penting. Ini juga untuk mengembangkan wisata minat khusus atau petulangan melalui wisata olah raga otomotif,” tegas Ir H Herdiwan. Secara terpisah, Kabid Keparawisataan Disparbud Jabar Drs H Dani Herdiana, dalam keterangan persnya, mengatakan, dalam penyelenggaraan kegiatan ini Disparbud mengadakan kerja sama dengan Paguyuban Jeep Bandung (PJB) untuk kelancaran penyelenggaraan kegiatan. Untuk keamanan dalam penyelenggaraan dengan 45 tim, 135 kendaraan, dengan berat hati para peserta dibatasi jumlahnya. Event reguler ini bertujuan untuk memfasilitasi adanya hiburan yang mengedepankan proses keamanan dalam perjalanan, dengan mengedepankan adventure atau country road sebagai wisata khusus. “Saya khawatir sebagai fasilitator, bersama panitia, tidak bisa mengantisipasi proses keamanan dalam perjalanan, bagi seluruh peserta, termasuk kendaraan panitia,” tandasnya. Dalam rangka menumbuhkembangkan minat wisatawan, khususnya dalam bidang off road, maka senantiasa mencari objek wisata baru. “Karena itu para peserta yang mengikuti event ini dianggap sebagai duta wisata di daerahnya. Para peserta sebanyak b45 tim dan 135 kendaraan diharapkan berperan sebagai duta wisata,” tegas Dani. (Zaz)

Wabup Buka Sosialisasi HIV/AIDS dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
TASIKMALAYA, Medikom–Wakil Bupati Tasikmalaya H E Hidayat SH MH membuka secara resmi Sosialisasi HIV/ AIDS dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba pada kegiatan Pelaksanaan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Konseling dan Kampanye Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Selasa (11/5) di Aula GDI Desa Mandalahayu, Kecamatan Salopa.
siswa/siswi pelajar, serta stakeholder terkait. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengatakan, sebagai bagian dari pembangun peradaban, pemelihara peradaban, dan penjaga peradaban, umat manusia mempunyai tanggung jawab yang sama sebagai bagian dari komunitas manusia, warga bangsa dan warga Tasikmalaya, harus mampu mencegah setiap perilaku yang membahayakan kelestarian peradaban yang sehat, yaitu peradaban yang tidak menyimpang dari kaidah-kaidah norma agama dan kaidah-kaidah norma begara. Bahkan tidak menyimpang dari kaidah-kaidah norma adat/ kebiasaan baik sebagai pribadi ataupun sebagai suatu komunitas. Di dalam Alquran jelas Wabup, diperintahkan untuk menjaga diri dan keluarga dari peradaban yang menyimpang. “Perintah Allah SWT, “Hendaklah ada di antara kalian segolongan umatun yang mengajak berislam, mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatanperbuatan yang munkar/ menyimpang dari peradaban itu.” “Peradaban yang menyimpang antara lain membiarkan anak kecil merokok atau dengan pepatah ‘ulah nyaah dulang’, semua keinginannya dipenuhi tanpa diarahkan yang mengakibatkan anak-anak terlibat pada penggunaan narkoba, HIV/ AIDS, vandalisme, dan kriminal,” tutur Wabup. Ia juga mengajak kepada para agnia, untuk membantu penyalahgunaan narkoba dengan pola seperti orang Italia dan Thailan (Golden Triangle) yaitu mengubah ladang opium menjadi perkebunan teh, kopi dan bunga atas stimulasi dari masyarakat. “Mari kita kerja sama untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba secara bersama-sama sesuai dengan kutipan buku Anang Iskandar yang berbunyi ‘Kecurigaan hanya menimbulkan kebencian, persenjataan hanya menimbulkan perlawanan, dan hati ternyata harus diperhatikan dengan hati’, karena pembinaan generasi penerus kita diawali dari dalam keluarga kita sendiri,” ungkapnya. Kasi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kependudukan dan Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya Sri Yulia SSos MM mengatakan, maksud dan tujuan Pelaksanaan KIE Konseling dan Kampanye Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), adalah meningkatkan wawasan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/ AIDS dan narkoba. Selain itu, meningkatkan keterpaduan penanganan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat serta memfasilitasi dan mendorong secara aktif upaya penanganan yang telah dilakukan oleh berbagai organisasi masyarakat dalam penanganan HIV/AIDS dan narkoba. Pelaksanaan KIE Konseling dan Kampanye Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini, jelasnya, melibatkan perwakilan dari 10 kecamatan di antaranya Kecamatan Salopa, Pancatengah, Gunungtanjung, Cikatomas, Jatiwaras, Cineam, Manonjaya, Karangjaya, Sukaraja, dan Cibalong. (A Cucu)

Musim Penghujan Diperkirakan Hingga Akhir Juni
MAJALENGKA, Medikom–Musim penghujan di wilayah Majalengka diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Juni mendatang, sedangkan curah hujan sedang, namun turun dengan waktu cukup lama. Menurut Kepala BMG Jatiwangi Eko Sunaryo, Jumat (28/5), awalnya diprediksi pada bulan ini sudah mulai memasuki musim kemarau, namun ternyata ada tekanan rendah di wilayah Samudra Pasifik sehingga banyak menimbulkan awan yang kemudian bergerak dari wilayah barat ke timur. “Kapan musim kemarau mulai berlangsung, itu masih diteliti lagi. Hanya saja, prediksi sementara ini curah hujan sedang namun lama, dan diperkirakan musim kemarau baru berlangsung mulai akhir Juni mendatang,” ungkap Eko seraya menyebutkan suhu udara untuk wilayah Majalengka dan Jatiwangi sekitar 32 hingga 35 derajat celcius. Menyikapi adanya ramalan cuaca yang menyebutkan masih tingginya curah hujan di wilayah Majalengka, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka H Idi Tjahidi tetap meminta para petani untuk mewaspadainya dan menghindari jangan sampai areal pertanian terkena musibah kekeringan. Sehingga usai MT II petani disarankan untuk mengubah pola tanam, mengganti dengan palawija, walaupun areal sawah terebut mendapat pengairan dari saluran irigasi. Karena saluran irigasi pada musim kemarau tidak bisa diandalkan sehubungan air biasanya menyusut tajam. Apalagi belakangan ini banyak pintu irigasi yang tidak berfungsi karena rusak akibat becnana banjir, rusak terlalu tua atau hilang. Sehingga pasokan air ke areal sawah tidak maksimal. “Kalau saja benar musim kemarau mulai berlangsung pada akhir Juni, maka di Majalengka tidak akan ada areal sawah yang kekeringan. Karena usia padi sampai saat ini kebanyakan sudah berumur dua bulan atau satu setengah bulan,” ungkap H Idi yang menyarankan petani untuk beralih ke palawija, selain tidak butuh air yang berlebihan juga tanah tidak jenuh. (Jur)

IPM Kabupaten Tasikmalaya Selalu Naik
TASIKMALAYA, Medikom– Kegiatan Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan Dalam Menunjang Akselerasi Pencapaian Target IPM Jawa Barat Tahun 2015 dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya, Senin (17/5). Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tasikmalaya HE Hidayat SH MH, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengatakan, paradigma pembangunan manusia memandang pembangunan bukan sebagai suatu tujuan, tetapi sebagai sarana memperluas peluang peningkatan kapisitas dasar dan daya beli penduduk. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai alat ukur dapat digunakan untuk melihat kinerja pembangunan manusia di suatu wilayah yang dalam bahasa pemerintah berarti menilai kinerja dan peranan birokrasi dalam pencapaian menuju hidup layak. Wabup menambahkan, tujuan utama dari IPM pada dasarnya adalah untuk memperlihatkan apakah pembangunan di suatu wilayah sudah mengakomodasi partisipasi seluruh penduduk dalam setiap tahapan pembangunan, sehingga penduduk tidak lagi dipandang sebagai objek atau sasaran pembangunan tetapi dilibatkan dalam proses pembangunan sebagai subyek yang ikut mengambil keputusan. IPM Kabupaten Tasikmalaya sejak tahun 2001 sampai dengan 2009, jelas Wabup, selalu mengalami kenaikan. Pada tahun 2001 IPM Kabupaten Tasikmalaya sebesar 58,73 dan pada tahun 2009 telah mencapai 71,67. Ia juga menjelaskan, IPM bidang pendidikan pada tahun 2009 sudah mencapai 81,94, indeks kesehatan sebesar 71,54, dan indeks daya beli sebesar 61,55. Untuk saat ini yang menjadi tantangan terbesar adalah meningkatkan indeks daya beli yang lebih rendah dari dua komponen lain pendukung IPM. Di akhir sambutannya Wakil Bupati mengajak kepada semua pihak agar momen penilaian ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak terkait, khususnya bagi Kecamatan Sukaresik maupun para camat se-Kabupaten Tasikmalaya. Ia berharap, penilaian lebih merupakan salah satu kegiatan pembinaan untuk mengetahui sejauh mana keterpaduan dan sinergitas perangkat di tingkat kecamatan juga partisipasi aktif masyarakat dalam melaksanakan berbagai program untuk akselerasi pencapaian target IPM Jawa Barat tahun 2015. Ketua Tim Penilai Sinergitas Kinerja Kecamatan Drs Dedi Suhardi mengatakan, penilaian sinergitas kecamatan diselenggarakan dalam dua tahun sekali, dimulai pada tahun 2006 dan tahun ini telah memasuki pada penilaian tahun yang ke-3. Dedi menambahkan, seluruh peserta penilaian di tingkat Provinsi Jawa Barat merupakan kecamatan terbaik di masing-masing kabupaten ataupun kota dalam mengembangkan pola kerja yang efektif dan terkoordinasi dalam mendorong pembangunan, kinerja serta pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kerjanya. Mekanisme penilaian sinergitas kinerja kecamatan berbasis IPM, Dedi yakin akan semakin mendorong semangat kreativitas dan daya inovasi para perangkat kabupaten maupun kota di kecamatannya masing-masing sekaligus menjadi ajang kompetisi secara sehat untuk meraih predikat terbaik dalam memberikan kontribusi bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan potensi perekonomian yang menopang daya beli masyarakat. (A Cucu)

Hadir pada kesempatan tersebut, unsur Muspida, camat dan unsur Muspika Kecamatan Salopa, Kepala UPTD Pendidikan, TKSM, pengurus PKK, pengurus BKMM, para kepala SMP/sederajat, kepala SMA/ sederajat, pengurus OSIS SMA, perwakilan organisasi mahasiswa, alim ulama, tokoh masyarakat, para

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

3

Lintas Kota
Pemkot Cimahi Gelar Forum Diskusi Pemberdayaan Masyarakat
CIMAHI, Medikom–Pemerintah Kota Cimahi menggelar forum diskusi interaktif multistakeholder tentang pemberdayaan masyarakat, di aula kompleks perkantoran Pemkot Cimahi, Selasa (18/5). Forum diskusi ini dibuka oleh Wali Kota Cimahi Ir HM Itoc Tochija MM. Tujuan diselenggarakannya forum diskusi untuk membangun pemahaman bersama tentang hakikat dan konsep pemberdayaan masyarakat berdasarkan pengalaman lapangan dan kajian ilmiah. Peserta yang hadir dalam forum diskusi ini terdiri atas unsur pemerintah, legislatif, organisasi mitra kerja pemerintah, organisasi masyarakat, organisasi profesi, organisasi sosial, dan komponen masyarakat lainnya. (Fredy HS)

Wali Kota Tak Izinkan Pendirian FO di Dago
BANDUNG, Medikom-Wali Kota Bandung Dada Rosada menegaskan, Pemerintah Kota Bandung tidak akan memberikan lagi izin pendirian factory outlet (FO) baru di sepanjang Jln Ir H Djuanda (Dago). Pasalnya kawasan tersebut akan dikembalikan pada fungsi awalnya sebagai kawasan permukiman dan perkantoran. Dada menyatakan, selama dirinya menjadi Wali Kota hingga 2013 mendatang, pihaknya tidak akan pernah memberikan izin untuk pembangunan FO baru di Jln Ir H Djuanda. Pemkot sendiri sudah meminta pengusaha FO agar berpindah tempat ke Jln Cihampelas dan Braga. Ia menambahkan, sudah ada kesepakatan dan kesediaan dari pihak pengusaha untuk pindah dari Jln Ir H Djuanda. Dada mengambil contoh salah satu pengusaha FO yang sudah bersedia pindah dan membuka FO di Jln Braga. “Seperti Pak Ferry, ia sudah beli empat lokasi di Braga,” katanya. Saat ini, di Jln Ir H Djuanda diduga akan dijadikan FO baru. Sementara iyu, Dada mengaku belum mengetahuinya. Namun demikian, ia tidak akan memberikan izin pendirian FO. “Pokoknya sama, FO baru tidak akan saya izinkan berdiri di sana (Jln Ir H Djuanda, red),” tegasnya. FO baru tengah dibangun di Jln Ir H Djuanda depan SPBU Petronas. Bagian pagar ditutupi sehingga tidak terlihat ada aktivitas pekerjaan di bagian dalam. Padahal sejumlah pekerja tampak tengah melakukan berbagai aktivitas, mulai dari membuat tembok, memasang besi hingga mengubah tampak depan bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai restoran makanan Jepang itu. Sebelumnya di lokasi tersebut sempat mencuat rencana pembangunan SPBU. Kepala Distarcip Kota Bandung Juniarso Ridwan membenarkan, perizinan untuk bangunan itu belum ada. Ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Juniarso menyatakan, bangunan tersebut tidak akan dijadikan FO melainkan galeri. Namun demikian ia tidak menyebutkan secara rinci galeri apa yang dibangun tersebut. (Dudi)

Telkom Perkenalkan IP Video Phone dalam Pekan Informasi Nasional 2010
Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, didampingi Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung H Dandan Riza Wardhana, dan kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Timbul Butarbutar memeriksa catatan hasil pengujian emisi sebuah kendaraan dinas di Balaikota Bandung, Jln Wastukancana Bandung, Kamis (27/5). BANDUNG, Medikom–Telkom ikut serta dalam Pekan Informasi Nasional 2010 yang diselenggarakan Pemerintah Pusat melalui Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) baru-baru ini. Berbagai kegiatan digelar antara lain Pameran dan Seminar Informasi, Lomba Blog dan Animasi, Penerbitan Perangko Hari Pertama PIN 2010, Pagelaran Wayang Kulit, Peresmian 70 Desa Informasi Provinsi Riau serta peresmian pelayanan informasi masyarakat lainnya. Tujuan utama pelaksanaan PIN 2010 adalah untuk meningkatkan pelayanan informasi dan menyosialisasikan keterbukaan informasi publik sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik yang baru saja disahkan pada 30 April 2010. Pada kegiatan yang digelar di Bandar Seni Raja Ali Haji atau Gedung Purna MTQ Pekanbaru tersebut, Telkom ambil bagian sebagai penyelenggara Lomba Blog dan Animasi, Penyedia TV Up-link sebagai saranan siaran langsung acara pembukaan, menampilkan berbagai produk dan layanan dalam pameran serta ikut serta dalam Teleconference Sarana Informasi Desa Berdering. PIN 2010 dibuka secara resmi oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring pada tanggal 25 Mei. Tifatul dalam sambutannya mengatakan, UU Keterbukaan Informasi Publik akan dimanfaatkan untuk mengatur distribusi informasi, mana yang harus dibuka kepada masayarakat dan mana yang tidak. Distribusi informasi sangat diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan terutama di daerah-daerah supaya Indonesia mampu mengejar ketertinggalannya dari negara lain dalam hal teknologi informasi. Usai pembukaan Pekan Informasi Nasional di Gedung Purna MTQ Pekanbaru, Menkominfo Tifatul Sembiring didampingi oleh Chief Operating Officer (COO) Telkom Ermady Dahlan dan Executive General Manager Divisi Consumer Service Barat Mas’ud Khamid mengunjungi stan Telkom. Menkominfo mencoba akses melalui koneksi Speedy ke Portal e-Commerce Telkom yang baru diluncurkan yaitu Plasa.com, sekaligus mengkases website Telkom www.telkom.co.id. Setelah itu Ermady menjelaskan mengenai layanan IP Video Phone yang dikembangkan oleh Divisi Infrastruktur Telekomunikasi Telkom. Menkominfo berkesempatan melakukan panggilan Video Phone ke Kantor Telkom di Bandung dan berlangsung dengan lancar. Bahkan Menkominfo langsung melakukan order pemasangan video phone di ruangan kantornya di Jakarta. Selanjutnya, Menkominfo meninjau lomba pembuatan blog dan animasi yang diadakan oleh Telkom di Area Pameran PIN 2010. Lomba tersebut diikuti oleh 100 orang pelajar sekolah menengah di Pekanbaru. Pelajar yang berniat mendaftar lomba pembuatan blog dan animasi sebelumnya sempat membludak sehingga panitia lomba terpaksa membatasi peserta. (IthinK)

Perda Pajak Hiburan Disahkan
BANDUNG, Medikom-Setelah melalui proses pembahasan selama berbulan-bulan, akhirnya Perda Pajak Hiburan disahkan bersamaan dengan Perda RT/RW, Perda Retribusi Parkir, dan Perda Bangunan. Pengesahan keempat perda tersebut dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kota Bandung, pekan lalu. Namun, khusus untuk Perda Pajak Hiburan, sempat mendapat penolakan dari Fraksi PKS. Dalam pandangannya, Fraksi PKS menilai Panitia Khusus Perda Pajak Hiburan seharusnya bisa memanfaatkan kebijakan yang didasarkan pada Undang-Undang (UU) No. 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang memungkinkan kenaikan pajak hiburan hingga 75%. Menurut anggota Fraksi PKS, Budi Haryana, momentum yang mengizinkan pemerintah daerah bisa memungut pajak hiburan hingga 75% seharusnya bisa dimanfaatkan. Selain bisa digunakan sebagai regulasi, retribusi pajak hingga 75% bagi jenis hiburan tertentu yaitu diskotek, klub malam, dan pub bisa dijadikan sumber pendapatan asli daerah (PAD). “Yang bertanggung jawab membayar pajak kan pengunjung, bukan pengusaha. Alasan yang menyebutkan pengusaha merasa keberatan, itu tidak relevan,” katanya. Ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Bandung Yossi Irianto menjelaskan, pembuatan Perda Pajak Hiburan pada dasarnya memiliki fungsi budgeting dan regulasi. Budgeting berkaitan dengan input bagi PAD, sedangkan regulasi sebagai bentuk pengaturan. Jika ditanya masalah besaran, kata Yossi, Pemkot Bandung sepakat dengan pandangan yang disampaikan Fraksi PKS. Namun, tambahnya, penyusunan perda harus melibatkan banyak pihak. Yossi menambahkan, kenaikan pajak hiburan bukan serta-merta upaya untuk menaikkan PAD. Pajak hiburan bukan satu-satunya input bagi kas daerah. Justru dengan fungsi regulasi yang lebih dikedepankan, bisa mendorong kemajuan jenis hiburan yang berdasarkan budaya lokal. (Dudi)

Balaikota Bandung dan Jalan Wastukancana Kawasan Udara Bersih
BANDUNG, Medikom-Pemerintah Kota Bandung, mulai 7 Juni akan menjadikan kawasan Balaikota Bandung dan Jalan Wastukancana sebagai kawasan udara bersih. Kendaraan khususnya mobil dinas dan pribadi, tidak bisa bebas masuk dan parkir kecuali berstiker lulus uji emisi. “Kebijakan ini adalah apresiasi bagi kendaraan yang emisi gas buangnya bagus. Direncanakan berlanjut dan diperluas ke berbagai tempat pusat layanan umum lain, kawasan kegiatan pemerintahan, pusat perbelanjaan, mal dan kawasan pendidikan,” ujara Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung H Dandan Riza Wardhana di sela-sela kegiatan uji emisi mobil dinas dan pribadi pegawai Pemkot Bandung, Kamis (26/5). Pencemaran udara, tutur Dandan, adalah masuknya zat pencemar berbentuk gas-gas (CO, Nox, SOx, H2S, hidrokarbon), partkel kecil atau (aerosol, debu, timah hitam) dan energi (suhu, kebisingan) ke dalam udara. Sumbernya secara zat kimia berasal dari transpotasi, industri dan persampahan. Kota Bandung dikatakannya termasuk masih dalam kondisi ratarata sedang. Artinya masih berada pada ambang batas, belum terlalu berpengaruh buruk pada kesehatan manusia dan hewan kecuali pada sejumlah tanaman spesifik. Namun diakuinya ada kecenderungan penurunan kualitas. Pencemaran terparah ada di kawasan terminal sementara pada kawasan jalan lebih pada kebisingan. Untuk penertiban pencemaran suara keras knalpot, menurutnya ini adalah domainnya kepolisian. Kepolisian diyakininya akan melakukan hal yang sama, apalagi kepolisian sudah sangat komit terhadap lingkungan. “Mereka juga ikut berinisiatif, seperti dalam program car free day dengan sejuta kawannya. Upaya yang bisa kita lakukan adalah, menanam pohon sebanyakbanyaknya. Tapi ini pun belum bisa mengatasi secara maksimal, perlu terobosan lain antara lain wajib uji emisi,” ujarnya. Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda berharap, di 2010 kualitas udara Kota Bandung harus lebih meningkat. Udara Kota Bandung harus lebih bersih dan lebih sejuk. Dirinya berharap semua warga Kota Bandung melakukan uji emisi gas buang. Gerakan wajib uji emisi, diawali dari Pemkot Bandung beserta seluruh jajarannya. “Mulai 7 Juni nanti, kendaraan tidak lulus uji emisi gas buang, tidak bertanda sticker lulus uji emisi tidak boleh masuk dan parkir di Balaikota. Jadi kalau aparat pemkot ada kegiatan di balaikota, kendaraanya tidak boleh masuk dan tidak bisa ikut kegiatan, itu adalah sanksi,” kata Ayi. Melalui uji emisi, imbuhnya, pemilik kendaraan akan mengetahui berapa tinggi zat kimia emisi gas buang kendaraannya, baik CO, HC, CO2 maupun O2 juga ketepatan campuran udara dan bensin. Dicontohkan, baku mutu kendaraan ber-BBM bensin di bawah tahun 2007, dikatakan memenuhi baku mutu emisi jika CO % 4,5 dan HC 12.000. Sedangkan yang di atas 2007, CO % 1,5 dan HC 200. “Masyarakat yang ingin melakukan uji emisi, Kota Bandung kini sudah ada 44 bengkel yang ditunjuk,” tegasnya. (Dudi)

Percepatan Pembangunan Sanitasi Harus Ditingkatkan
BANDUNG, Medikom-Percepatan pembangunan sanitasi harus diprioritaskan, karena saat ini kondisi sanitasi lingkungan Kota Bandung masih di angka 15%. Secara bertahap Pemkot Bandung akan meningkatkannya minimal menjadi 25% pada tahun 2010. Capaian itu diharapkan bisa terwujud dengan alokasi anggaran di APBD sebesar Rp51 miliar ditambah dengan bantuan program pengembangan infrastruktur dari Infrastructure Enchancement Grant (IEG) AusAID Australia. “Bantuan berbentuk konsultasi. Bahkan katanya akan membantu pembiayaan beberapa lokasi dalam bentuk proyek. Lokasinya akan kita tentukan,” ujar Wali Kota Bandung Dada Rosada pada lokakarya “Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi Kota Bandung”, di Balai Kota Bandung, Jln Wastukancana, belum lama ini. Menurut Dada, persoalan terberat mengenai sanitasi adalah sampah, limbah rumah tangga, limbah dari rumah sakit dan industri. “Kendala lain juga banyak sekali. Kepadatan penduduk juga bisa mengakibatkan orang membangun rumah jadi tidak sehat,” imbuhnya. Percepatan pembangunan sanitasi di Kota Bandung, lanjutnya, merupakan kebutuhan mendesak yang pelaksanaannya harus dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Pasalnya, sanitasi yang kurang memadai sering menjadi isu lingkungan yang berpotensi menimbulkan penyakit, meningkatkan biaya perawatan kesehatan dan kebutuhan air bersih. “Hal ini harus dilaksanakan secara komprehensif, multisektoral, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar maksimal dirasakan masyarakat. Artinya, perlu juga dukungan perubahan perilaku masyarakat secara melembaga dalam pola hidup bersih dan sehat, dimulai dari sanitasi pribadi,” ujarnya. Kepala Bappeda Kota Bandung H Taufik Rachman menuturkan, terkait percepatan pembangunan sanitasi di Kota Bandung, Pemkot Bandung belum lama ini telah menambah jaringan induk layanan air kotor di sepanjang Jln Soekarno-Hatta arah ke IPAL Bojongsoang yang dibiayai bantuan pemerintah pusat sebesar Rp62 miliar. IPAL seluas 85 hektare dan terbesar di Asia Tenggara ini masih ideal karena pemanfaatannya baru sekitar 48%. “Tugas Pemkot Bandung sekarang yaitu bagaimana saluran buangan air kotor dari rumah-rumah tangga bisa tersambung ke saluran itu. Jika ini bisa dimaksimalkan, insya Allah bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya. (Dudi)

Wali Kota Cimahi Tinjau Lokasi Banjir
CIMAHI, Medikom–Wali Kota Cimahi Ir HM Itoc Tochija MM meninjau lokasi bencana banjir yang menimpa warga penduduk RW 7, RW 11, dan RW 13 di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Jumat (21/5). Bencana banjir terjadi akibat meluapnya air Kali Cihujung, malam sekitar pukul 20.00 WIB. Pemerintah kota telah melakukan upaya tanggap darurat di lokasi-lokasi kejadian bencana, yaitu melakukan penanggulangan bencana sementara. Wali Kota Cimahi Itoc Tochija yang mengunjungi lokasi kejadian mengatakan, meluapnya air Kali Cihujung antara lain akibat tersumbatnya saluran di beberapa titik yang dilakukan industri di daerah tersebut. Saat itu juga, wali kota menunjuk tim yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Drs Bambang Arie MM untuk melakukan pengecekan ke lapangan. “Kami akan meminta pemilik pabrik agar peduli kepada lingkungan sekitar. Mereka harus memperhatikan penggunaan fasilitas yang menyangkut sarana dan prasarana umum, dalam hal ini adalah saluran air,” katanya. Jika berdasarkan hasil pengecekan ternyata benar ada penutupan saluran air, akan dilaksanakan pembongkaran. Menurut wali kota, yang menjadi fokus saat ini adalah upaya menormalisasi fungsi saluran tersebut. Jangan sampai disalahgunakan, sehingga bisa menimbulkan bahaya bagi warga dan lingkungan di sekitarnya. (Fredy HS)

Disparbud Fasilitasi Tenaga Perawatan Ekstra Wisatawan
CIREBON, Medikom-Kenyamanan dan kepuasan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (winus) dalam mengunjungi destinasi atau kawasan wisata, menjadi kebijakan strategis Pemprov Jabar. Hal ini diimplementasikan Disparbud Jabar dengan melakukan peningkatan standarisasi pelayanan dengan melakukan pelatihan bagi pelaku penyelenggara jasa kepariwisataan. Pernyataan ini dikemukakan Kadisparbud Jabar Ir H Herdiwan, Selasa (18/5), dalam sambutan resmi pembukaan acara Pembinaan Tenaga Spa di Hotel Grage Cirebon yang berlangsung hingga Kamis (20/5). “Tenaga spa yang professional dapat tampil prima, sehat dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan, sehingga wisatawan mempunyai kenangan dan diharapkan akan kembali lagi dengan mengulangi perjalanan wisatanya ke Jabar,” tutur Herdiwan kepada para peserta yang berjumlah 45 orang yang berasal dari wilayah Cirebon. Peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator mengarahkan dan membina dunia usaha spa dan tenaga pelayanannya sesuai dengan makna sejarah kelahirannya di negara Eropa, yakni Belgia. “Diharapkan nantinya keberadaan dunia usaha spa dan

Walikota Cimahi meninjau lokasi bencana banjir didampingi Asisten II dan Kadis PU Bina Marga Kota Cimahi

Peringatan Harkitnas Tingkat Kota Cimahi
CIMAHI, Medikom–Pemerintah Kota Cimahi mengadakan upacara peringatan 102 tahun Hari Kebangkitan Nasional, di lapangan apel kompleks perkantoran Pemkot Cimahi, Kamis (20/ 5). Bertindak selaku inspektur upacara, Wali Kota Cimahi Ir HM Itoc Tochija MM dan pemimpin upacara Drs Dani Bastiani dari Disdukcapilsosnaker. Hadir dalam upacara, Ketua DPRD Kota Cimahi, Wakil Wali Kota Cimahi, unsur Muspida Kota Cimahi, para pejabat dan PNS di lingkungan Pemkot Cimahi, ormas dan organisasi kepemudaan. Wali Kota Cimahi Itoc Tochija dalam sambutannya mengatakan, ketahanan bangsa sangat ditentukan oleh kekuatan karakter kebangsaan masyarakatnya. Namun dari kondisi yang berkembang saat ini, khususnya dari aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, kenyataannya perlu disikapi secara bijak oleh seluruh komponen kekuatan bangsa. “Ketahanan sosial bangsa kita saat ini tengah diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang kalau tidak dikelola dengan baik bisa jadi pada gilirannya akan berakibat munculnya gejala-gejala yang dapat melemahkan karakter kebangsaan kita.” ujarnya. Menurut Wali Kota, pembangunan karakter bangsa setidaknya harus mencakup empat lingkup besar, yaitu lingkup keluarga, lingkup pendidikan, lingkup masyarakat, dan lingkup pemerintahan. Pada lingkup keluarga, wahana pembelajaran dan pembiasaan harus dilakukan oleh orang tua terhadap anak sebagai anggota keluarga. Pada lingkup pendidikan adalah wahana pendidikan dan pengembangan karakter yang dilakukan secara terintegrasi oleh para guru. Pada lingkup masyarakat, wahana pembinaan dan pengembangan karakter melalui keteladanan para tokoh masyarakat, dan pada lingkup pemerintahan wahana pembangunan karakter bangsa melalui keteladanan aparat penyelenggara negara dan tokohtokoh elit bangsa. Pada akhir sambutannya, Wali Kota menyampaikan, “Semoga kita semua bisa meneladani semangat pergerakan yang lahir pada 102 tahun lalu yang tertampung dalam wadah Boedi Oetomo di mana sejarah mencatatnya sebagai embrio bagi perjuangan kemerdekaan nasional Indonesia di kemudian hari.” (Fredy HS)

tenaga pelayanannya sesuai dengan makna sebenarnya ketika pertama kali dikenalkan di negeri Belgia. Sehingga perkembangan dunia usaha spa di Jabar yang pertumbuhannya begitu cepat itu bisa mendukung sektor pariwisata sebagai lokomotif perekonomian,” tegasnya. Pertama kali spa itu diperkenalkan oleh para bangsawan di Eropa (Belgia) yang memanfaatkan sumber air panas untuk merawat kecantikan dan kesehatan. “Wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata yang dimiliki Jabar, rata-rata atau pasti membutuhkan perawatan ekstra, demi kepentingan terjaminnya kesehatan dan

perawatan kesehatan. Sehingga perawatan ekstra ini menjadi peluang bisnis bagi seluruh penyelenggaran pariwisata dan masyarakat,” tegasnya. Sementara itu Kepala Balai Pengembangan Kemitraan, Pelatihan Tenaga Kepariwisataan dan Kebudayaan (BPKTKK) Drs H Moch Kahfi MSi, sebagai penanggung jawab kegiatan, dalam kesempatan itu mengatakan, sesungguhnya berharap pembinaan atau pelatihan yang diikuti 45 peserta ini meningkatkan daya tarik destinasi atau kawasan wisata. (Zaz)

“Ketahanan sosial bangsa kita saat ini tengah diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang kalau tidak dikelola dengan baik bisa jadi pada gilirannya akan berakibat munculnya gejala-gejala yang dapat melemahkan karakter kebangsaan kita.”

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

Hukum
Polisi Bekuk Pelaku Pemalsuan Pestisida
SUBANG, Medikom–Jajaran Reskrim Polres Subang baru-baru ini berhasil membekuk dua orang pelaku pemalsuan pestisida palsu berikut barang bukti. Kapolres Subang AKBP Dadang Hartanto SH, saat gelar perkara di Mapolres Subang, Kamis(27/5) mengatakan kedua pelaku yang berhasil ditangkap masing-masing H Usman (60), warga Kampung Sindang RT 15/04, Desa Jati, Kecamatan Cipunagara, Subang dan Nurman, warga Kampung Lampeni RT 17/03, Desa Tanjungsari Timur, Kecamatan Cikaum, Subang. Menurut Kapolres, pelaku adalah pemain lama. Mereka memproduksi barang palsu kemudian berhenti dan kemudian bermain lagi. Dalam hal ini yang jelas-jelas merugikan petani terutama di daerah pantura. Sementara, modus operandi yang dilakukan pelaku yaitu dengan mencampur pestisida merk Scor Jumbo dengan Regent, kemudian dimasukkan ke dalam kemasan merk Prevathon. Tak hanya itu merk lain juga dipalsukan seperti Virtako. Untuk kemasan, pelaku juga memalsukan merk lain mencetak sendiri dengan menggunakan sablon. Dalam aksinya, H Usman (60) bertindak selaku pemasok dana dan pengedar pestisida palsu tersebut. Sedangkan Nurman (44) selaku peracik dan penyedia bahan bakunya dan alat sablon. Dirinya menurut Nurman, bertindak sebagai penyedia bahan baku dan peracik. Dalam satu dus yang berisikan 24 botol, dihargai Rp1,2 juta. Oleh H Usman barang palsu itu dijual per botolnya Rp100.000, sedangkan barang yang asli di pasaran Rp120.000. Kini kedua pelaku terpaksa meringkuk di balik jeruji besi Polres Subang. (Ssp)

4

Nyilep Dana Bansos, Anggota DPRD Sumedang Dituntut 18 Bulan
SUMEDANG, Medikom–Penikmat (baca: koruptor) dana Bantuan Sosial (Bansos-Red) Provinsi tahun anggaran 2008-2009 di wilayah hukum Kabupaten Sumedang, saat ini boleh jadi tidak enak tidur alias ketar-ketir. Pasalnya, satu di antara para penikmat dana Bansos tersebut, Romli Firdauas, anggota DPRD Sumedang dari Fraksi Golkar, Kamis (25/5) lalu, dijatuhi tuntutan selama 18 bulan penjara. Lantas siapa menyususl? Jawabannya ada di laci Kejari Sumedang. Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sutiyono SH, dengan hakim anggota, Susi Saptati SH dan Eti Koerniati SH tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eman Suherman SH dalam tuntutannya mengatakan, Romli Firdaus telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana Bantuan Sosial Provinsi sebesar Rp50.000.000. Untuk itu, Romli Firdaus dikenakan tuntutan 18 bulan penjara dan membayar denda sebesar Rp50.000.000, subsider 3 bulan penjara. Sementara itu, Romli tidak lagi membayar uang pengganti karena sejak awal penyidikan, telah menyerahkan uang sebesar Rp50.000.000 ke pihak Kejaksaan Sumedang. Informasi yang berhasil dihimpun Medikom selama sepekan terakhir mengungkapkan, terkait dana Bansos maupun Banprov tahun 2008-2009 tersebut, di kalangan anggota DPRD Sumedang, termasuk sejumlah lembaga lainnya, disebutsebut masih ada puluhan yang diduga kuat memiliki raport merah seperti Romli. Hanya saja sejumlah pihak sepertinya meragukan keseriusan pihak Kejaksaan Negeri Sumedang, untuk melakukan pengusutan lebih lanjut. Bahkan banyak pihak meyakini, Romli Firdaus hanyalah tumbal penerapan teori tebang pilih. “Kita berharap, Kejaksaan Negeri Sumedang tidak sekadar memenuhi target perkara semata. Yang pasti, Bansos 2008 sebesar Rp11 miliar dengan sasaran 162 lembaga, maupun Banprov 2009 sebesar Rp13,5 miliar dengan sasaran 291 lembaga penerima, yang bermasalah bukan hanya Romli Firdauas. Romli itu hanya kelas teri. Yang lebih besar dari itu masih banyak. Tinggal lagi, Kejaksaan Negeri Sumedang, berani atau tidak. Yang kita cermati selama ini, sepertinya Romli Firdaus sengaja dikorbankan, untuk memudahkan yang lain, masuk ke kotak aman. Artinya, ya markus punya peranan,” ujar sumber Medikom di lingkungan Setda Sumedang yang keberatan disebut identitasnya. Kecurigaan maupun tudingan miring sejumlah pihak tersebut sesungguhnya tidaklah sekadar mengada-ada. Lihat saja misalnya, hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Nomor:11B/LHP/XVIII.BDG/05/ 2009 tertanggal 18 Mei 2009. Dalam laporan hasil pemeriksaan tersebut diuraikan, bahwa Belanja Bantuan Sosial kepada organisasi kemasyarakatan sosial sebesar Rp310.000.000, merugikan keuangan daerah. Pemeriksaan yang ditandatangani Hesti Sunaryono SE MM Ak tersebut dijelaskan, total kerugian keuangan daerah tersebut melibatkan empat lembaga penerima Bansos. Salah satunya, Komunitas Balai Bambu, yang menyeret Romli Firdaus ke balik penjara. Sementara tiga lembaga lainnya, sampai berita ini diturunkan belum diketahui juntrungannya. Di antaranya, bantuan kepada Forum Karya Masyarakat Sumedang (FKMS), dengan SP2D No.5465/BKUD/ SP2D.LS.BANT/VIII/2008, tertanggal 6 Agustus 2008 sebesar Rp140.000.000, bantuan kepada KSMP2S, dengan SP2D No.9257/ BKUD/SP2D.LS.BANT/XI/2008, tertanggal 20 November 2008 sebesar Rp70.000.000, dan bantuan kepada Forum Komunikasi Perempuan Sumedang, dengan SP2D No.7718/ BKUD/SP2D.LS.BANT/IX/2008, tertanggal 26 September 2008 sebesar Rp50.000.000. Anehnya lagi, Forum Perempuan Sumedang ini, untuk tahun anggaran 2009, lagilagi tercatat sebagai penerima bantuan provinsi (banprov) sebesar Rp75.000.000. Atas hasil pemeriksaan BPKRI tersebut, sejumlah pihak kepada Medikom mengatakan, seyogianya pihak Kejaksaan Negeri Sumedang, segera mengusut ketiga lembaga tersebut. “Dari empat lembaga tersebut sesuai hasil pemeriksaan BPKRI, kenapa hanya Romli yang diproses. Saya pikir Kejaksaan tidak ada kesulitan untuk mengusutnya. Soalnya dalam hasil pemeriksaan BPKRI tersebut, sudah jelas siapa penerima bantuan sesuai dengan SP2D. Sederhana, Tim Veripikasi Proposal ketika itu harus diperiksa. Kalau itu dilakukan, semuanya akan terang benderang,” ujar sumber Medikom yang tidak bersedia disebut jatidirinya. Nah, elok ketiga lembaga tersebut maupun yang lainnya, tidak masuk dalam kotak pendingin. (Aidin Sinaga)

Pengacara Bersikukuh Dakwaan Korupsi Prematur
BANDUNG, Medikom-Terdakwa Hard (62) menilai surat dakwaan merugikan dirinya karena tidak memenuhi syarat secara hukum. Oleh karena itu, melalui pengacaranya, Djohari Surbakti SH, H Agam Rizki Monzana SH, Ramsen Marpaung SH, Freddy B Sirait SH, mengajukan nota keberatan/eksepsi atas dakwaan dalam perkara pidana No 497/ Pid.B/2010/PN.Bdg, Selasa (18/ 5), di hadapan majelis hakim yang diketuai Arifin Doloksaribu SH MH. Dikatakan, secara formal terdapat sejumlah kelemahan dalam surat dakwaan. Di antaranya tidak dicantumkannya nama lengkap terdakwa, dan tidak dijelaskan status pekerjaan terdakwa dengan konsisten, sehingga dakwaan menjadi tidak jelas atau obscuur libel. “Secara berulangkali disebutkan tentang status pekerjaan terdakwa Hard selaku tenaga honorer non PNS pada Kementerian Negara Perumahan Rakyat. Padahal tidak ada satu fakta yang beralasan hukum yang menyatakan kedudukan terdakwa sebagaimana tersebut,” tegas advokat Djohari dalam persidangan. Ketidakcermatan berikutnya yaitu dalam menguraikan waktu mengenai perbuatan pidana yang dituduhkan atau didakwakan, terkait berita acara pelaksanaan verifikasi untuk kepentingan fasilitas subsidi perumahan melalui KPRSH bersubsidi pada tahun 2008. “Bagaimana mungkin suatu Peraturan Menteri Perumahan Rakyat yang notabene baru diterbitkan pada tanggal 24 Desember 2008 dapat dijadikan dasar penerbitan berita acara verifikasi 15 Desember 2008. Berita acara itu yang menurut jaksa suatu perbuatan yang merekayasa berkas pengajuan bantuan KPRS/KPRS mikro bersubsidi,” tegas para advokat dari Kantor Hukum “LEGALITEIT” itu di hadapan persidangan. Kemudian, mengenai tuduhan gratifikasi diterima jauh sebelum dilakukan pencairan dana subsidi yang notabene bersumber dari keuangan negara, sangat janggal dinyatakan atas pencairan dana subsidi. Pencairan dan subsidi yang ditransfer ke rekening Koperasi Warga Desa (KWD) Sartika Jiwa Bersama Garut dilakukan pada 24 Desember 2008, dan kepada KUD Nanjung Jaya Sumedang dilakukan pada 12 Desember 2008 dari rekening bendahara umum negara kepada masing-masing rekening KWD itu. “Keganjilan tuduhan menerima gratifikasi pada 3 April 2008 (Rp55 juta dan Rp10 juta), 7 Mei 2008 (Rp10 juta), 19 Mei 2008 (Rp10 juta), 29 Juli 2008 (Rp160 juta), 7 Agustus 2008 (Rp5 juta), 5 September 2008 (Rp10 juta), 26 September 2008 (Rp25 juta), 7 Agutus 2008 (Rp5 juta), 26 September 2008 (Rp25 juta), 4 November 2008 (Rp5 juta), 4 Desember 2008 (Rp5 juta). Padahal pencairan dana subsidi yang dimaksud bersumber keuangan negara itu baru dilakukan pada 12 Desember 2008 dan 24 Desember 2008,” ungkap Djohari seraya berharap dalam putusan sela majelis hakim mengatakan surat dakwaan tidak menguraikan secara lengkap sehingga harus batal demi hukum atau tidak dapat diterima. Menanggapi eksepsi para pengacara ini, jaksa penuntut umum (JPU) Nana Sutisna, Selasa (25/5), di hadapan persidangan mengatakan tidak sependapat. Sebaliknya dengan tegas mengatakan surat dakwaan dalam perkara korupsi ini sudah memenuhi persyaratan formil dan materiil. Di samping itu keberatan lainnya, kata jaksa dari Kejati Bandung ini, sudah memasuki pokok perkara yang harus dibuktikan, sehingga memohon majelis hakim dalam putusan sela sepekan mendatang untuk menolak seluruh eksepsi itu sekaligus melanjutkan pemeriksaan perkara dalam surat dakwaan dengan register perkara: PDS.05/0.2.5/Ft.1/ 03/2010. Dalam surat dakwaan JPU Nana Sutisna SH dkk, dipaparkan perbuatan terdakwa yang berlanjut dan merugikan keuangan negara dengan menerima hadiah uang sebesar Rp575 juta via transfer dan uang tunai melalui Dibyo Pranowo (penuntutan terpisah) terkait bantuan subsidi perumahan itu. Perbuatan itu dimulai dari komunikasi saksi Dibyo dengan terdakwa mengenai Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat 2006-2007 tentang pengadaan perumahan dan pemukiman dengan dukungan fasilitas subsidi perumahan melalui KPR/KPRS Mikro Bersubsidi. Lalu saksi Dibyo berinisiatif menyosialisasikannya kepada saksi Tatang Bobon selaku Ketua Koperasi Warga Desa (KWD) Sartika Jiwa Bersama Garut dan saksi H Atiek Rasmita, selaku Ketua KUD Nanjung Jaya Sumedang, tentang program bantuan dana untuk perbaikan perumahan. Namun, dalam sosialisasi itu ternyata kedua koperasi itu tidak memenuhi syarat. Misalnya KWD tidak memiliki modal koperasi sebesar Rp1 miliar, KUD tidak pernah memberikan kredit/ pinjaman sebesar Rp9 juta untuk setiap anggota, dan persyaratan lainnya. Meski begitu, saksi Dibyo dapat mengakalinya sehingga dana program bantuan itu bisa dicairkan dengan syarat, kedua ketua koperasi itu menyerahkan komisi sebesar 20% dari dana yang cair, dan 8% dana yang diterima Dibyo, menurut jaksa, diserahkan kepada terdakwa. (Zaz)

Mayat Tanpa Identitas Ngambang di Bendung Karet
INDRAMAYU, Medikom–Jasad korban tewas yang diketemukan mengambang pada minggu kemarin di bendungan karet Bangkir, Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener hingga berita ini dirilis, Kamis (27/5) masih terbujur di kamar mayat RSUD Indramayu. Pihak RSUD Indramayu masih menunggu keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Sementara polisi masih kesulitan mengidentifikasi sebab dari tubuh korban tidak ditemukan identitas. Namun dari ciri-ciri yang ada, mayat berjenis kelamin laki-laki ini, berperawakan tegap dengan tinggi 160 cm serta umur diperkirakan 25 hingga 30 tahun. Keterangan yang berhasil dihimpun Medikom di tempat kejadian menyebutkan, mayat pria yang ditemukan warga hingga kini identitasnya masih mesterius. Dari tubuh korban petugas tidak menemukan keterangan. Pasalnya saat ditemukan mayat pria yang diperkirakan berumur 30 tahun itu tidak memakai baju dan celana. Penemuan ini berawal dari seorang warga desa setempat, Supardi yang hendak mencari Ikan. Saat pertama kali melihat, ia tidak yakin jika itu tubuh manusia, namun setelah didekati ternyata benar. Bahkan bangkai manusia yang dilihatnya tersebut, mengambang di Sungai Cimanuk di lokasi bendungan karet dengan posisi tubuh telungkup. Dari temuannya itu, ia lantas melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat. Petugas yang mendapatkan laporan langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah dilakukan evakuasi oleh petugas dibantu warga, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Indramayu. (H YF)

Sebulan untuk Pengusaha Atasi Lalat
BEKASI, Medikom-Aparat Desa Cilangkara kembali mengundang pengusaha ternak ayam potong dan warga bermusyawarah di aula kantor Desa Cilangkara, Kamis (27/5) siang. Hadir warga, tokoh masyarakat, kepala desa, aparat desa dan para pengusaha ternak ayam potong, dengan agenda untuk mendapatkan kesepakatan. Hasil dari musyawarah yang difasilitasi oleh pemerintah desa itu ialah memberi tenggang waktu selama satu bulan kepada pengusaha ternak ayam potong untuk mengatasi penyebaran lalat di perkampungan mereka yang dinilai sangat merugikan masyarakat. “Sebenarnya hal yang seperti inilah yang diinginkan warga. Jadi, di sinilah kesepakatan itu dapat dicapai dan warga sangat puas serta mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan aparatnya yang telah memfasilitasi pertemuan ini,” ujar seorang warga kepada Medikom. H Minan dan pengusaha lainnya telah membentuk suatu wadah atau perkumpulan pengusaha ternak ayam potong bernama “Anugrah” yang terdiri dari 15 anggota, meliputi lima wilayah, yaitu Kecamatan Setu, Cibarusah, Serang Baru, Cikarang Selatan dan Cikarang Pusat. Dengan mengangkat H Minan sebagai ketua dan Sobur wakil ketua, perkumpulan mewadahi semua pengusaha ternak ayam potong di lima wilayah kecamatan tersebut. Tentu saja dengan tujuan untuk menyatukan visi dan misi para pengusaha ternak ayam potong, dan mengatasi permasalahanpermasalahan yang terjadi, seperti perizinan dan dampak terhadap lingkungan, seperti timbulnya bau dan penyebaran lalat, yang berdampak pada kesehatan warga sekitar. H Minan menjelaskan kepada Medikom, baru-baru ini, rencana perkumpulan ini dalam waktu dekat mengadakan penyuluhan kepada para pengusaha ternak ayam potong, dan bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DP3K) Pemkab Bekasi. Camat Serang Baru, Mahrup SIP dan Kasi Trantib Holden beserta rombongan, dalam acara sidak barubaru ini turun langsung ke lokasi peternakan didampingi Kepala Desa Cilangkara Bodin, Sekdes, aparat desa, warga, tokoh masyarakat dan pengusaha ternak ayam potong. Dalam sidak tersebut Camat Mahrup SIP berdialog dengan warga. “Bila warga tidak setuju akan keberadaan peternakan ayam potong di wilayahnya, maka peternakan itu segera ditutup saja,” tegas camat. Pengusaha dan warga Cilangkara yang telah mendapatkan kata mufakat, pada Kamis (27/5) itu dituangkan dalam surat kesepakatan. “Saya minta kesepakatan ini harus dan wajib dilaksanakan,” tegas Bodin saat ditemui Medikom di lokasi peternakan ayam. (Ign/Anur/Stef)

Ketua PN Diminta Membalas Permohonan Secara Tertulis
BANDUNG, Medikom-Tim kuasa hukum Antonius bersama anggotanya masuk ke ruang Ketua PN Bandung. Selain menyampaikan ungkapan protes, juga menyampaikan permohonan tertulis agar ketua mengganti majelis hakim yang menangani perkara terdakwa Antonius yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, yakni melakukan gratifikasi, terhadap PT KAI sebagaimana didakwakan tim jaksa penuntut umum pada persidangan lalu. Dalam pengajuan tim kuasa hukum terdakwa tersebut di antaranya agar Ketua Pengadilan Negeri Bandung melakukan penggantian majelis hakim yang menangani dan menyidangkan perkara terdakwa Antonius. Dan apabila ketua tidak melakukan penggantian terhadap majelis tersebut, tim kuasa hukum terdakwa, yaitu Irma Hattu SH dan rekan, tidak akan melanjutkan persidangan. Alasan pengajuan permohonan tersebut, menurut Irma Hattu SH, karena majelis yang menangani perkara ini tidak obyektif. “Juga telah membatasi pertanyaan kami, dan seolah-olah dalam pemeriksaan para saksi yang dihadirkan di persidangan selalu diputus di tengah jalan, di saat kami tim kuasa hukum terdakwa akan menggali kebenaran dan mencari fakta persidangan ini,” tutur Irma, kepada Ketua PN Bandung Kresna Menon SH MH, di ruangan kerjanya. Namun, berdasarkan fakta yang terjadi, tim kuasa hukum maupun majelis hakim melakukan sidang dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi, dalam hal ini dari sembilan orang saksi, di ruang utama, berakhir pada pukul 20.00 WIB. Menurut salah satu anggota majelis hakim, saat dikonfirmasi Medikom, sejauh ini persidangan berjalan lancar. “Kami akan selalu objektif dalam melihat perkara ini. Kami harapkan jangan ada kecurigaan terhadap kami, karena kami akan berjalan sesuai prosedur hukum yang ada,” terangnya. (Iwan)

Kasus Lahan PLN Gandul Segera Sidang Perdana
DEPOK, Medikom-Selama 4,5 tahun terombang-ambing, upaya Rita Sari (47) menuntut haknya untuk dikembalikan, kini mulai menampakkan hasil. Kasus penyerobotan tanah seluas 200 meter di Jalan Vitara RT 01/RW 19 Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pan Mas, Kota Depok, milik Rita Sari, seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Kampung Poncol Bawah RT 04/ RW 06 Kelurahan Depok, Kecamatan Pan Mas, akan digelar pada Rabu (2/6). Sidang perdana sedianya digelar pada pekan kemarin, namun dibatalkan karena ketidakhadiran Ir Murdial Murad sebagai tergugat I. Dalam kasus ini pihak PLN sebagai tergugat II. Kepada Medikom, Rita di selasela penantian sidang perdananya, Rabu (26/5), mengungkapkan, persoalan ini menyangkut tanahnya yang dijual tergugat Murdial Murad, warga Jalan Pemuda, Kota Depok, secara diam-diam kepada pihak PLN (GITET Gandul) dengan harga sekitar Rp600.000 per meter. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Depok dengan Laporan Polisi (LP) No. STPLP/560/K/II/ 2007 Res. Depok, dengan kasus menjual tanah milik orang lain (Pasal 385 KUHP). Tanah tersebut miliknya sesuai Akta Jual-Beli Tanah (AJB) No. 40/583/2/1999 seluas 200 m2. Rita mengatakan juga kasus tersebut sudah dijelaskan kepada pihak PLN maupun BPN Depok. “Pihak PLN sudah tahu, lahan yang diserobot milik saya. Begitu juga BPN. Tapi, saat itu tidak menggubrisnya. Jadi patut diduga telah terjadi kerjasama untuk saling kongkalikong,” ungkap Rita Sari dengan kesal. Dirinya kecewa berat, pihak aparat kepolisian tidak melanjutkan kasus tersebut karena dianggap wong cilik yang tidak perlu dibela hak-haknya. Pihaknya akan melanjutkan kasus yang diduga keras dilakukan Ir Murdial beserta kroninya dengan cara merekayasa letak gambar lokasi tersebut yang dijual untuk pembangunan Tower SUTET, ke pihak yang lebih tinggi di Jakarta, jika PN Depok mengecewakan pihaknya. Rita juga menunjukkan data-data berupa akta jual-beli tanah yang masih dijaminkan di BRI, begitu juga gambar-gambar lokasi tanah yang telah dirubah oleh Ir Murdial Murad. “Saya heran kenapa pihak PLN masih terus membangun pondasi di Tower IV saat itu. Padahal saya sudah menunjukkan data-data sebagai bukti kepemilikan saya yang sah,” tegas Rita. Dijelaskan pula dirinya akan terus berjuang menuntut haknya untuk dikembalikan. Dia tidak lagi mau disepelekan oleh pihak terkait, seperti PLN, BPN, Ir Murdial, maupun kepolisian. “Di pengadilan saya akan terus berjuang. Selama bertahun-tahun saya sudah cukup sabar menghadapi mereka. Jadi, silahkan mereka ajukan bukti di sidang nanti,” ungkap Rita Sari. (Lucy/FR Ambarita)

Dalam pengajuan tim kuasa hukum terdakwa tersebut di antaranya agar Ketua Pengadilan Negeri Bandung melakukan penggantian majelis hakim yang menangani dan menyidangkan perkara terdakwa Antonius.

Konflik Advokat Diredam Menuju Satu Musyawarah
BANDUNG, MedikomPertikaian dan perpecahan organisasi advokat berakibat buruk terhadap wibawa kehormatan profesi advokat. Implikasinya terjadi penurunan kehormatan advokat, kerugian yang meluas dalam penegakan hukum organisasi advokat. “Hal ini yang menjadi latar belakang lahirnya Forum Peduli Advokat Indonesia (FPAI),” jelas Singap A Panjaitan SH MH, selaku Sekjen didampingi Djoni Aluwi SH selaku Wakil Ketua dan Dr Djamal SH MH selaku Wakil Sekjen, Kamis (27/5), dalam keterangan persnya di Hotel Kedaton, Bandung.
Dijelaskannya, FPAI bukanlah sebagai wadah atau organisasi advokat baru, tetapi sebuah gerakan moral yang dideklarasikan sekitar 59 advokat sekitar sebulan silam di Jakarta dengan visi-misi berjuang mewujudkan “Wadah Tunggal Organisasi Advokat Indonesia”, sebagaimana dijelaskan para deklarator dalam sosialisasinya di Bandung. “Semangat ini mendesak dilakukan, sebab sekitar 5.000 advokat muda dari organisasi KAI (Kongres Advokat Indonesia) dan sekitar 4.000 dari Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) tidak bisa dilantik, akibat perpecahan organisasi advokat tersebut,” tutur para deklator di hadapan para wartawan dan sejumlah advokat. Dalam kedudukan advokat sebagai penegak hukum dan profesi yang mulia (officum nobile) sesuai ketentuan UU/18/2003 tentang Advokat, setelah memenuhi seluruh syarat sebagai advokat, yakni pendidikan (diklat), magang, lulus tes, maka disumpah oleh pengadilan tinggi. Namun, dikarenakan tidak menyatunya organisasi advokat sesuai yang diatur dalam UU/18/2003, maka sesuai surat edaran Mahkamah Agung, maka pengadilan tinggi tidak bersedia melakukan sumpah. “Begitu juga tentang putusan Mahkamah Konstitusi memerintahkan agar dilakukan perdamaian antarorganisasi advokat dengan kesepakatan wadah tunggal organisasi advokat paling lambat pada tahun 2011,” jelas advokat senior Singap. Gerakan moral ini, menurut Singap, menggunakan strategi dengan pendekatan berkomunikasi secara kelembagaan dengan KAI, Peradi, Peradin, organisasi advokat lainnya, pribadi advokat, pemerintah, aparat penegak hukum sekaligus menggugah kesadaran bahwa penyelenggaraan satu musyawarah advokat Indonesia harus dilakukan. Sebab amanat mulia perundanganundangan itu mengharuskan dilakukan satu muswarah yang melibatkan seluruh advokat setelah melewati masa transisi. “Tidak seperti yang terjadi selama ini, baik yang dilakukan Peradi dan KAI, yang belum mengakomodasi musyawarah nasional dengan seluruh advokat,” tegasnya. Dalam kesempatan ini Singap yang secara administrasi masih menjadi anggota Peradi mengingatkan seluruh advokat, baik selaku pribadi maupun organisasi advokat, untuk bersama-sama mendukung gerakan moral ini sekaligus menghentikan atau meredam konflik atau pertikaian, melalui musyawarah nasional yang difasilitasi FPAI. “FPAI bertujuan menghantarkan terbentuknya suatu wadah tunggal organisasi advokat Indonesia, sehingga menggugah kepedulian dan ketulusan seluruh pihak,” tegas Singap yang menyimpulkan solusi utama adalah wadah tunggal bisa saja berbentuk federasi atau tidak, saat menjawab sejumlah pertanyaan dari para advokat yang hadir dan para wartawan, termasuk Medikom, khususunya soal menurunnya kehormatan profesi advokat disebabkan menurunnya standar kompetensi dan moral. Tampak dalam sosialisasi FPAI sejumlah advokat yang hadir secara pribadi, seperti Johnson Siregar SH MH, Hendry Donal SH MH, Alfies L Sihombing SH, Roelly Pangabean SH MH dan advokat dari Sukabumi, yang mengkritisi FPAI sekaligus memberikan masukan dalam acara dialog dengan para deklarator untuk kepentingan terbaik para advokat sebagai penegak hukum yang mengedepankan nilai-nilai luhur dan kehormatan profesi. (Zaz)

Halaman Khusus

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

PURWASUKA
Purwakarta - Subang - Karawang
KARAWANG, Medikom–Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Budha (Dirjen Bimas Budha) Kementerian Agama Republik Indonesia Budi Setiawan meresmikan penggunaan DhamaSala Vihara Manggala di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Minggu pekan lalu. Peresmian ditandai dengan ditandatanganinya prasasti dan pengguntingan pita oleh kedua pejabat tersebut. Tidak hanya warga Budha Karawang yang turut menghadiri prosesi peresmian, melainkan sejumlah masyarakat beragama Budha dari Bekasi dan Jakarta pun turut hadir. Selain beragama muslim, Desa Cemarajaya sendiri merupakan desa yang cukup banyak memiliki penduduk beragama Budha. Namun demikian, kebersamaan dan kerukunan umat beragama dapat terjalin dengan baik dari waktu ke waktu. Bupati Dadang S Muchtar dalam kesempatan tersebut mengatakan, masyarakat di Kabupaten Karawang sangat majemuk. Namun demikian kebersamaan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Karawang, termasuk di Desa Cemarajaya senantiasa terjalin dengan baik. “Kerukunan umat beragama di Kabupaten Karawang tersebut dapat terlihat secara jelas pada acara peresmian ini,” ujarnya. Keberadaan masyarakat Budha di Desa Cemarajaya, jelas Bupati, tidak lepas dari sejarah masa lalu, di mana wilayah tersebut merupakan tempat berlabuhnya perahu-perahu dari negeri China. Mereka selanjutnya berniaga dan menetap di Kabupaten Karawang hingga saat ini. “Oleh karena itu peresmian vihara ini tentunya memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Budha di Kabupaten Karawang,” imbuhnya. Bupati melanjutkan, masyarakat Budha di Karawang pun memiliki kebanggaan lain. Hal ini tidak lain adalah berkat ditemukannya situs Candi Jiwa, yang merupakan situs candi Budha yang berusia lebih tua dari Candi Borobudur. “Bahkan situs candi tersebut telah dijadikan tempat pusat untuk menggelar acara Puja Bhakti Waisak oleh masyarakat Budha di seluruh Jawa Barat, Jakarta dan Banten,” jelasnya. Bupati menambahkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Karawang telah berupaya untuk melakukan pemugaran situs Candi Jiwa. Untuk keperluan tersebut, para ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah didatangkan guna mempelajari kondisi tanah di sekitar situs, agar mengetahui kemungkinan adanya benda purbakala lain di sekitar situs. “Baru-baru ini bahkan telah ditemukan kerangka manusia yang usianya bahkan lebih tua dari Candi Jiwa,” tambahnya. Dirjen Bimas Budha, Budi Setiawan mengatakan, keberadaan vihara tersebut meskipun kecil diharapkan dapat tetap tajam seperti jarum. Hal ini dalam artian keberadaan vihara tersebut dapat semakin meningkatkan aspek moral dan spiritual serta budi pekerti luhur umat Budha di Kabupaten Karawang. “Keberadaan vihara sangat penting dalam upaya menciptakan rasa toleran dengan orang lain yang berbeda,” ujarnya. Menurut Budi, rasa toleran sangat penting dalam upaya menciptakan keseimbangan dalam kehidupan, sehingga dapat tercipta kehidupan yang aman dan damai. Namun demikian rasa toleran tersebut tidak mungkin muncul apabila tidak dilatih terus menerus. “Untuk itu, keberadaan vihara berperan penting dalam upaya untuk menuju kearah tersebut sekaligus membangun moral dan spiritual umat Budha,” imbuhnya. Kepala Vihara, Chandiawinata mengucapkan terima kasih yang setinggi-tinginya kepada semua pihak yang telah membantu terkait proses pembangunan hingga diresmikannya Dhama-Sala Vihara Manggala. “Khususnya kepada Bupati Dadang S Muchtar serta Dirjen Bimas Budha Kementerian Agama atas bantuan materil dan spiritualnya selama ini,” tambahnya. Dhama-Sala Vihara Manggala dibangun di atas tanah seluas 820 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 234 meter persegi. Tanah tersebut merupakan hasil tukar guling tanah dari salah seorang donatur, yaitu Edi Priyanto dengan tanah vihara lama yang lebih kecil. Dana pembangunan vihara dihimpun dari dana kas vihara, bantuan dari Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, serta swadaya umat Buddha dari berbagai wilayah, seperti Cibuaya, Cikampek, Rengasdengklok, Cikarang–Bekasi, dan Jakarta. (Andy Nugroho)

5
Purwasuka diolah oleh wartawan daerah yang dikepalai Endang Kosasih, penanggung jawab Ridwan Abdulah dengan wartawan Lodewyk Butar-Butar, Slamet SP, dan Asep Oloy.

Longsor Daerah Parung, Dua Rumah Terancam Ambruk
Pemerintah Diminta Turunkan Bantuan
SUBANG, Medikom-Akibat diguyur hujan terus-menerus, sekitar 2 hektare tanah di tepi Sungai Ciasem, tepatnya di Kampung Parung Girang RT 28 RW 08 Kelurahan Parung Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, terkena longsor dan menimpa beberapa pesawahan milik warga, dua buah rumah retak-retak dan sudah tidak layak huni. “Karena rumah kami berada beberapa meter di sekitar longsor, sejak kejadian 10 Mei lalu, keadaannya sangat mengkhawatirkan. Tembok pada retak, begitu pula keadaannya sudah miring, sehingga takut runtuh saat dihuni,” kata seorang warga. Melihat kondisi rumahnya yang hancur dan mengkhawatirkan, Nurdin, salah satu pemilik rumah, menginformasikan, dirinya yang hanya memiliki sebidang tanah yang dipakai untuk rumahnya, sejak kejadian langsung mengungsi ke rumah anaknya yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi. Begitu pula Mail, tetangga Nurdin, sejak kejadian langsung pindah. Mereka tidak berani lagi berada di rumah, apalagi hujan terus-menerus mengguyur daerah Parung. Menurut keterangan warga, sejak kejadian pihak pemerintah setempat, baik dari kelurahan, pembina maupun kecamatan, pernah ada yang melakukan survei ke lokasi. Disayangkan, masalah bantuan untuk menghindarkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama yang mengalami kerusakan rumah atau tanah mereka yang telah tertimbun longsor, belum kunjung ada realisasi. Padahal, harapan mereka guna menghindari meluasnya longsor yang ada kemungkinan menyerbu ke tanah yang dimukimi penduduk, ialah agar secepatnya Pemerintah Kabupaten Subang menurunkan dana bantuan, baik untuk melakukan pembentengan atau menurunkan dana langsung, terutama kepada rumah Nurdin yang betulbetul mengkhawartirkan. Nurdin berniat untuk pindah rumah dengan jalan membeli di daerah lain di sekitar Parung, tapi yang aman dan jauh dari lokasi longsor. “Diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp20 juta, termasuk beli tanah baru,” ucapnya pada Medikom. (Asep Nasa)

Bupati dan Dirjen Budha Resmikan Dhama-Sala Vihara Manggala

Bupati: Masyarakat Sudah Tahu Mana Media yang Berimbang dan Tidak
SUBANG, Medikom-Kalau kebenaran tidak bisa ditegakkan maka hak warga negara tidak mungkin dilaksanakan. Masyarakat mulai mengetahui bahwa berita di beberapa koran itu tidak berimbang (tidak benar). Dan itu menyalahi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). “Berita tidak berimbang itu merupakan pengkhianatan kepada Kode Etik Jurnalistik, pengingkaran terhadap Kode Etik Jurnalistik!” tegas Bupati. Dalam KEJ itu, lanjut Bupati, jelas bahwa berita itu harus akurat, berimbang, dan adil, menghormati hak asasi manusia, profesional, melakukan cek dan recek (check and recheck). Apalagi ketika memberitakan orang yang dikaitkan dengan suatu kasus, diharuskan melalui cek dan recek terlebih dahulu. “Wartawan juga (harus) mengungkap fakta dan kebenaran,” tegasnya lagi. Bupati menambahkan, beberapa kalangan menyebutkan bahwa berita tidak berimbang itu merupakan bentuk teror dan premanisme media. Bupati sangat menyesalkan mengenai kabar bahwa dirinya telah membakar koran Kompas dan PR. Beritaberita tidak berimbang itu berbahaya, sama seperti bentuk teror. “Terus terang saja, ketika saya diberitakan tidak seimbang (akurat), saya hampir jatuh sakit dan trauma (karena ini) saya rasakan sebagai bentuk teror terhadap diri saya dan itu bagian dari premanisme,” ujarnya. Ketika ditanyakan untuk menggunakan hak jawab, Bupati menyampaikan bahwa hak jawab jangan diartikan sempit. “(Sebagai) masyarakat (pastinya) mempunyai hak jawab dan hak untuk tidak jawab. Selain itu masyarakat juga mempunyai hak unjuk rasa (menyatakan pendapat) sesuai perundang-undangan. Misalnya, ada berita tidak berimbang, boleh nggak masyarakat untuk berunjuk rasa terhadap media? Itu boleh dan harus dilindungi oleh undangundang dan dikawal oleh aparat kepolisian (saat melakukan unjuk rasa),” jelasnya lagi. “Kalau media koran tidak bisa didemo karena pemberitaan tidak berimbang, ini (namanya) anti demokrasi. Ini merupakan kelanjutan dari upaya-upaya Orde Baru,” lanjutnya. Mengenai upaya sebagian warga masyarakat yang menganjurkan untuk tidak membaca koran-koran tertentu, menurut Bupati, itu merupakan hak masyarakat. “Jika masyarakat menilai ada pemberitaan yang tidak berimbang, maka hak masyarakat untuk memberitahukan adanya berita tidak berimbang supaya tidak membacanya,” jelas Bupati. Hak jawab dan langganan koran Mengenai hak jawab, Bupati menyatakan bahwa yang namanya hak jawab itu adalah hak, bukan “wajib jawab”. Namun dirinya akan menggunakan hak lainnya sebagai warga negara. “Saya tidak terbiasa melakukan hak jawab. Mungkin akan mengadu ke Dewan Pers atau menggunakan hak warga negara lainnya. Hak warga negara untuk melakukan unjuk rasa kepada media. Terutama kepada media harian yang tidak berimbang,” terangnya. Menurut Bupati, pejabat sebaiknya membeli saja langsung di pasaran media cetak besar, karena sudah banyak di pasaran. Tidak usah menggunakan dana APBD. Kalau Pemerintah Kabupaten Subang tidak berlangganan koran yang besar, itu disebabkan banyak koran yang kecil dengan modal kecil. Ini untuk membantu media cetak kecil. “(Contohnya) ada media cetak mingguan nasional yang oplahnya masih kecil,” jelas Bupati. Sudah sewajarnya, lanjut Bupati, pemerintah dan pemerintah daerah membantu mendorong demi tumbuh dan berkembangnya demokrasi. Media watch Sementara itu Bupati menyampaikan bahwa saat ini telah ada rencana pembentukan media watch di tingkat provinsi. Sebagai langkah awal, tugasnya mengawal dan mengawasi media massa besar harian. Media watch diperlukan agar berita-berita yang tidak sesuai dengan kebenaran (di antaranya berita yang menuding Bupati Subang membakar koran), tidak masuk (diberitakan). Sekarang media watch akan mulai bangkit. Keberadaan (kedudukan hukum) media watch itu sesuai dengan UU dan KEJ. (Loy/***)

Bupati Subang Mendapatkan penjelasan Produk Pupuk Organik PT. GGP

Pupuk Organik Produk PT Gemilang Global Pratama Diresmikan
SUBANG, Medikom–Bupati Subang Eep Hidayat, berharap dengan keberadaan Pabrik Pupuk Organik PT Gemilang Global Pratama di Subang bisa mendorong pengembangan penggunaan pupuk organik oleh petani dapat berjalan lebih opotimal. Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) yang dilaksanakan di Subang bisa memberikan manfaat besar pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan peresmian Pabrik Pupuk Organik PT Gemilang Global Pratama (GGP) di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang. Lebih lanjut Bupati berharap, subsidi pupuk yang disalurkan bisa juga digunakan untuk produksi pupuk organik oleh masyarakat. “Saya berharap subsidi pupuk bisa digunakan untuk produksi pupuk organik yang dilakukan oleh masyarakat. Sehingga kebutuhan dan penggunaan pupuk organik di masyrakat bisa lebih memasyarakat,” ujar Bupati. Ditambahkan bahwa dirinya terkesan atas cerita kawannya yang telah berkunjung ke Republik Rakyat Cina (RRC) yang bercerita bahwa pemerintah RRC cukup konsisten dalam pengembangan pupuk organik yang berasal dari potensi lokal. Di antaranya, ialah memberikan imbauan kepada warga untuk tidak buang air di lokasi umum, tetapi harus di rumah. Limbah air seni/ kotoran air besar ditampung untuk dijadikan bahan baku pembuatan pupuk organik. Begitu pula dengan Kabupaten Subang yang menurut Bupati banyak menyimpan potensi bahan baku pupuk organik yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Direktur Direktur PT Gemilang Global Pratama, Chepi Trisna, menyampaikan bahwa pabrik yang dibangun di Desa Padaasih ini berdiri di atas tanah seluas 1,3 hektare dengan bangunan seluas 1.200 meter persegi. Adapun kapasitas produksi 1.500 ton per bulan dengan asumsi hari kerja 25 hari dan produksi 3 ton per jam. Untuk menjalankan produksi industri Pupuk Organik ini mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal sebanyak 100 orang. Namun hingga kini produksi belum bisa dilakukan secara maksimal, sehingga para pekerja yang terdaftar dalam waiting list dilaksanakan pembinaan kemitraan melalui budi daya belut. Untuk memenuhi kebutuhan industri, PT GGP berkoordinasi dengan Paguyuban Masyarakat Subang, di antaranya melakukan rekrutmen tenaga kerja. Sementara, sambutan Direktur PT Petro Kimia Gresik yang diwakili oleh Kepala Pemasaran, Tatang Suryana, menyampaikan hendaknya kepada PT GGP mampu beroperasi secara maksimal dan bisa mengambil pelajaran dari perusahaan sejenis yang dinilai kurang memperhatikan aspek-aspek penting. Di antaranya masalah lingkungan yang berdampak lingkungan sekitar, kurang memberdayakan masyarakat sekitar, kurang memperhatikan pemasaran produk dan kurang menjaga kualitas produk yang dihasilkan. “Hendaknya PT Gemilanng Global Pratama mampu mengambil pelajaran dari kegagalan industri yang sama. Di antaranya kurang memperhatikan aspek kemitraan dengan masyarakat, memikir dampak industri pada masyarakat dan mempertahankan kualitas,” jelas Tatang. Pada kesempatan ini juga diserahkan bantuan permodalam dalam rangka Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dari BUMN senilai Rp1,2 miliar yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur BUMN Sarinah, Jimmy M Rifai Gani, kepada warga yang disaksikan langsung oleh Bupati Subang dan Kapolres Subang AKBP Dadang Hartanto. Pada peresmian Pabrik PT GGP mengambil tema “Tema Melalui Bertani Organik Kita Wujudkan Kualitas dan Kuantitas Produksi Tanaman Pangan di Masa Depan”. Dihadiri oleh Kapolres Subang, AKBP Dadang Hartanto, Camat Cibogo, Nana Mulyana, Danramil Cibogo, Kapten Dayat, dan tokoh masyarakat. (Loy/Ssp)

Pembebasan Lahan Tol Cipali yang Melalui Subang Sudah 96%
SUBANG, Medikom–Pembebasan lahan untuk ruas jalan Tol Cikampek Palimanan (Cipali) yang melalui Kabupaten Subang, sudah mencapai 96%. Namun masih ada yang terganjal oleh kesepakatan harga antara pemilik lahan dan pemerintah. Asisten Daerah Bidang Tata Praja, Sa’ad B Abdulgani kepada Medikom mengatakan, tinggal 4% lagi yang masih belum sepakat mengenai harga karena masih ada beberapa bidang yang menginginkan harga tingi, dan itu sudah dilaporkan ke Gubernur Jawa Barat, untuk menjadi pertimbangan. Menurut Sa’ad, dari 2.600 bidang tanah yang dibebaskan, tinggal 14 bidang lagi. Itu pun hanya tinggal persoalan administrasi, namun ada juga yang menolak tentang harga yang diajukan oleh pihak appraisal (konsultan-red). “Jumlahnya sekitar 7 hingga 11 bidang lagi, yakni di Desa Jabong dan di Desa Cisaga Kecamatan Pagaden, prosesnya saat ini sudah ditindaklanjuti ke Gubernur Jawa Barat,” tambah Sa’ad. Dikatakan, dari jumlah yang belum sepakat tadi ada juga lahan atau bidang yang saat ini tengah digarap oleh PT Pabrik Gula Rajawali, yang luasnya sekitar 16,5 ha. Yang menjadi persoalannya, lanjut Sa’ad belum adanya titik temu tentang penggantian tanaman produksi mereka. “Kalau kita mengacu kepada surat keputusan Bupati, harganya tidak rasional, yakni mencapai Rp66.000 per meter persegi, sementara menurut SK Gubernur, harganya Rp19.000 per meter persegi. Hargaharga tersebut sangat tidak rasional, sebab jika dihitung untuk satu meter persegi, hanya bisa menghasilkan gula sebanyak 1 kilogram, dengan harga Rp9.000. Nah ini yang belum ada kesepakatan,” jelas Sa’ad. Untuk saat ini, dari pihak PT PG Rajawali sudah menyepakati harga yang tertuang dalam SK Gubernur. Tapi, hal itu tidak disepakati oleh pihaknya. Alasannya menurut Sa’ad, dia tidak mau pada akhirnya akan berurusan dengan aparat hukum, akibat tidak rasionalnya harga tersebut. “Saat ini kami sudah meminta kepada dinas kehutanan dan perkebunan untuk melakukan pengkajian tentang hal ini, di antaranya dengan melakukan studi banding ke Cirebon dan ke Majalengka. Sebab, jika melihat surat keputusan di Kabupaten Majalengka, mereka hanya menghitung Rp1.605 per meter persegi,” tambah Sa’ad. Terkait dengan surat keputusan bupati yang menetapkan harga yang demikian tinggi, menurut Sa’ad, dia mendapatkan informasi dari dinas kehutanan dan pekebunan, jika hal tersebut berkaitan dengan adanya kekhawatiran lahan-lahan milik petani yang ditanami tebu, akan dijual. “Jika dilihat dari harga, apabila penggantian kerugian yang dilakukan, menggunakan SK bupati, maka harga yang harus dibayar kepada PT PG Rajawali sebesar Rp10.846.044.000, jika menggunakan SK Gubernur, harga yang harus dibayar sebesar Rp3.251.887.757. Sementara, jika melihat kepada surat keputusan Bupati Majalengka, yang menjadi pertimbangan, maka harga yang harus dibayar hanya mencapai ratusan juta, yakni sebesar Rp263.756.070,” katanya. (Loy)

Tempuran Wakili Karawang dalam Lomba Kecamatan Tingkat Jabar
KARAWANG, Medikom–Kecamatan Tempuran ditunjuk sebagai wakil terbaik Kabupaten Karawang untuk berlaga dalam Lomba Sinergitas Kinerja Kecamatan Tingkat Provinsi Jawa Barat. Terkait penunjukkan tersebut, rombongan tim penilai lomba dari Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja untuk menilai sekaligus melihat secara langsung kondisi Kecamatan Tempuran.
mampu menggerakkan seluruh potensi yang ada di wilayahnya untuk menyejahterakan masyarakat. “Khususnya adalah bagaimana sinergitas program-program yang ada untuk dapat meningkatkan indikator indeks pembangunan manusia atau IPM,” ujarnya. Lebih lanjut Daud mengatakan, IPM dimanfaatkan pada lomba kecamatan ini karena dalam IPM terdapat indikator komposit yang dapat mengukur bentuk kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah, di mana di dalam IPM terdapat tiga indikator utama, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan. “Ini merupakatan penjabaran dari tugas kita sebagai aparatur pemerintah, yaitu bagaimana menggerakkan semua potensi sehingga masyarakat bisa berpendidikan, memiliki derajat kesehatan yang baik, serta mampu menghidupi secara ekonomi seluruh anggota keluarganya,” jelasnya. Menurut Daud, dalam perlombaan ini yang dikejar bukanlah hasil juara semata, melainkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap lomba ini dapat dijadikan sarana untuk memotivasi masing-masing daerah menciptakan program yang sinergis sehingga dapat mengakselerasi proses peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kegiatan ini memiliki arti lebih, dari sekadar upaya untuk menjadi juara dan mendapatkan hadiah saja,” imbuhnya. Daud menambahkan peningkatan IPM di tingkat kecamatan akan memberikan kontribusi pula terhadap peningkatan IPM di kabupaten/kota tempat kecamatan tersebut berada. Demikian pula halnya IPM kabupaten/kota memiliki dampak terhadap capaian IPM di tingkat provinsi. “Oleh karena itu, melalui perlombaan ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dapat semakin memotivasi para camat untuk lebih meningkatkan sinergitas kinerja guna mencapai kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Wakil Bupati Karawang Eli Amalia Priatna berharap Kecamatan Tempuran dapat mengikuti jejak dari Kecamatan Cilamaya Kulon yang berhasil menjadi juara pertama dalam perlombaan yang sama dua tahun silam. “Saya sendiri sangat optimis Kecamatan Tempuran dapat menjadi juara, terlebih Kecamatan Tempuran saat ini dipimpin oleh mantan Sekretaris Kecamatan Cilamaya Kulon yang dulu berhasil meraih juara pertama,” ujarnya. Camat Tempuran Asip Suhendar menjelaskan, dalam perlombaan ini, pihaknya mengusung keberhasilan pembangunan Kecamatan Tempuran yang difokuskan pada tiga sektor prioritas, yaitu pendidikan kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. “Keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai antara lain ditunjukkan dengan keberhasilan penuntasan buta aksara, pembangunan sarana kesehatan yang juga menjadi rujukan bagi penduduk di luar Kecamatan Tempuran, serta potensi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tempuran,” jelasnya. Selain mengikuti penjelasan singkat kondisi Kecamatan Tempuran dari Camat, rombongan tim penilai Provinsi Jawa Barat pun turut mengunjungi lokasi-lokasi pameran pembangunan di Kecamatan Tempuran, Posyandu, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Masyarakat (PKBM), serta meninjau langsung lokasi TPI Ciparage. Di masing-masing lokasi tersebut, anggota tim melakukan wawancara secara langsung kepada warga sekitar lokasi untuk mengetahui lebih jelas program-program yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Tempuran. (Andy Nugroho)

Kualitas Pendidikan dan Lapangan Kerja Masih Menjadi Permasalahan
SUBANG, Medikom–Berbagai permasalahan masih meliputi para lulusan perguruan tinggi terutama masalah kualitas lulusan yang membuat para lulusan harus puas pada level “tukang” tanpa berkeahlian. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Subang membuat kebijakan yang berusaha untuk membuka lapangan pekerjaan. Hal ini terungkap pada sambutan Bupati Subang yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang Drs H Rahmat Solihin, pada Wisuda dan Diesnatalis ke-5 Universitas Subang di Aula Pemkab Subang, Sabtu (29/5). Dukungan tersebut di antaranya kebijakan memberikan kemudahan investor masuk ke Subang. Hal ini diberikan untuk membuka lapangan kerja bagi para lulusan yang setiap tahunnya bertambah, baik dari perguruan tinggi maupun SMA yang jumlahnya tidak kurang dari 5.000 orang. Lebih lanjut, Bupati Subang menyampaikan apresiasinya kepada civitas akademik Unsub yang telah berperan dalam pembangunan Kabupaten Subang melalui pemikiran akademis. Pentingnya pengabdian pascawisuda bagi para alumni perguruan disampaikan oleh Koordinator Kopertis Wilayah IV Prof Dr Ir Abdul Hakim Halim MSc. Menurut Abdul Halim dalam sambutannya, wisuda adalah momen yang memiliki kesan penting bagi mahasiswa yang telah menempuh pendidikan. “Bisa diartikan sebagai titik akhir dari pendidikan tetapi sebenarnya merupakan titik awal perjuangan pengabdian dalam mengamalkan ilmunya,” jelas Abdul Halim. Sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam Alquran Surah AlInsyiroh ayat ke-7: “Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan lainnya). Jika kamu telah selesai dalam suatu urusan maka selesaikan urusan yang lain”. Semangat inilah yang harus menjadi landasan pengabdian setelah menimba ilmu di perguruan tinggi. Paradigma pengelolaan PT telah mengalami perubahan bukan saja pada pemerintah tetapi peranan yayasan dan masyarakat dan keterlibatan alumni dalam pengembangannya. Oleh karena itu selanjutnya disampaikan bahwa para lulusan bisa berperan dalam pengelolaan perguruan tinggi supaya lebih berkualitas. Mengabdikan ilmunya dengan mempersembahkan kualitas kerja terbaik. Hal sama harus pula dilakukan di lapangan kerja lainnya. Tidak asal kerja. Tetapi profesional. Menjalankan etika dalam bekerja, artinya saat bekerja bisa berbagi ilmu dengan yang lain dan bertindak sebagai pendidik juga. Landasan bekerja harus beribadah kepada Allah. Kesan mendalam selama menuntut ilmu di Universitas Subang dari para wisudawan disampaikan oleh Hana Puji Lestari mahasiswi Fakultas Administrasi Jurusan Administrasi Negara. Menurut Hana, Unsub adalah perguruann tinggi yang telah memberikan persiapan pada alumninya untuk memulai pengabdian di masyarakat dengan kualitas karya bermanfaat secara luas. (Hms)

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Kabiro Otonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Daud Ahmad tersebut diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Karawang Eli Amalia Priatna dan Camat Tempuran Asip Suhendar, Senin pekan lalu. Daud Ahmad dalam kesempatan tersebut mengatakan, aspek yang dinilai dalam perlombaan lebih kepada sisi bagaimana seorang camat

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

6

OPINI

Kebijakan Mencederai Rakyat Kecil
Rencana pemerintah mencabut subsidi BBM bidang transportasi khususnya bagi kendaraan mendapat kritik keras dari berbagai kalangan. Karena dianggap kebijakan ini bukanlah sebuah solusi tetapi makin memperparah kondisi ekonomi rakyat kecil. Sebab, bila pengendara kendaraan roda dua diwajibkan mengalihkan konsumsi kebutuhan BBM-nya pada pertamax, bukan saja membuat sebagian rakyat makin berat ekonominya tetapi mobilisasi masyarakat kecil justru makin terhambat. Walaupun diakui alasan pemerintah mencabut subsidi BBM kendaraan roda dua dan mengalihkannya pada konsumsi pertamax dari premium dengan alasan beban APBN. Tetapi kebijakan itu dianggap sebuah kebijakan jalan pintas yang mencederai dan tidak masuk akal. Di tengah perekonomian rakyat yang morat-marit, semestinya pemerintah memfokuskan peningkatan daya beli masyarakat dengan memberikan ruang peningkatan pada sektor-sektor ekonomi mikro. Di tengah berbagai persoalan yang mendera ini, tiba-tiba saja pemerintah mewacanakan kebijakan penghapusan subsidi BBM ini. Dan biasanya pula, bila pemerintah mewacanakan penghapusan subsidi BBM ini akan diikuti kebijakan menaikkan beberapa komoditas lain seperti harga elpiji, tarif tol, dan tarif listrik. Tetapi yang jadi soal, kebijakan pemerintah ini anehnya justru diwacanakan terlebih dahulu dan ingin melihat kontroversi yang ada di masyarakat. Artinya pemerintah tidak memiliki fokus yang jelas dalam mengelola persoalan-persoalan kemasyarakatan. Inilah pemerintah yang di dalam setiap statementya sering kali mengklaim kebijakannnya kebijakan pro rakyat. Marilah kita coba kalkulasi secara sederhana. Bila kebijakan pencabutan subsidi BBM terbatas ini benar-benar dilaksanakan dan pemilik kendaraan roda dua diwajibkan menggunakan pertamax. Selama ini, pemilik kendaraan roda dua dengan Rp10.000 mendapatkan 2,2 liter premium. Dan bila dialihkan ke pertamax hanya akan mendapatkan 1,4 liter. Inilah kalkulasi sederhana betapa persoalan ini menjadi sangat berarti bagi masyarakat kelas bawah. Persoalan lain yang menghadang, bila benar kebijakan ini dilaksanakan, dikhawatirkan akan terjadi black market BBM yang meluas. Yang pada akhirnya kebijakan pemerintah ini melahirkan persoalan baru dan persoalan awal kebijakan itu justru tidak menghasilkan secara optimal. Karenanya, kita mengharapkan pemerintah mengkaji ulang kebijakannya secara serius agar sebuah kebijakan yang dilahirkan dapat diterima secara luas oleh masyarakat tanpa perlu mengorbankan rakyat secara masif. Rakyat telah lelah, janji-janji pemerintah yang sering dikemukakan bahwa kebijakannya pro rakyat. Dari sisi ekonomi, penyelamatan APBN seperti yang dikemukakan bisa dimaklumi. Tetapi kita masih bisa melihat adanya peluang-peluang lain yang bisa dilakukan pemerintah atas tekanan APBN yang berjalan. Kita juga melihat, persoalan efisiensi di pemerintahan belum dilakukan secara maksimal. Dan persoalanpersoalan eksplorasi, sumur-sumur minyak baru juga belum dilakukan. Hal itulah yang membuat kesimpulan kita bahwa kebijakan penghapusan subsidi BBM ini sebuah kebijakan jalan pintas yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi tekanan yang ada. Kreativitas dan inisiatif tampaknya perlu dilakukan oleh pemerintah dalam menangani persoalan kejomplangan di APBN tanpa harus melahirkan kebijakan yang justru membuat ekonomi rakyat kecil yang mayoritas ada di negeri ini makin terhimpit dan terjepit. ***

Tulalit
+ Delapan orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Nagreg, Kabupaten Bandung, akibat diseruduk truk kontainer yang remnya blong Petugas uji kelayakan juga harus bertanggung jawab

+ Kota Bandung macet total selama liburan - Konsekuensi kota jasa

Menjaga Bingkai Sosial Teknologi Informasi
Oleh RA Ridwan
STRIKE while the iron is hot. Itulah salah satu strategi planning yang kita semua mengetahuinya. Siapa sebenarnya paling piawai membaca momentum yang ada, lalu menggunakan strategi tersebut dengan tepat dan segera untuk dapat meraih keuntungan dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan? Bisa jadi mereka adalah para entrepreneur atau pengusaha dan para politisi yang begitu piawai melihat, memaknai dan memanfaatkan peluang dari fenomena-fenomena yang berkembang di masyarakat. Sebenarnyalah positif bagi masyarakat atas peran-peran dua komunitas profesi itu. Tetapi tidak dijamin luput dari dampak negatif yang timbul dan merugikan masyarakat, karena kompetisi dan persaingan antara sesama pengusaha, atau sesama politisi, atau antara pengusaha dengan politisi. Bahkan mungkin kolaborasi pun di antara mereka masih dikhawatirkan dapat merusak tujuan-tujuan bagi kemajuan masyarakat secara hakiki. Sebab masyarakat posisinya lemah dalam menghadapi kekuatan besar dari kepentingan para pengusaha dan para politisi. Malah perseteruan birokrat dan politisi yang sekarang sedang berlangsung merupakan tanda tanya besar bagi masyarakat. Sebenarnya substansi apa dalam momentum ini yang diperebutkan? Pihak mana yang benar-benar piawai melihat peluang dalam membela kepentingan masyarakat, perlu disimak terus. Namun, dari perjalanan panjang bangsa ini tentu setidaknya ada komunitas masyarakat yang mau bercerita mengenai kenangan pada masa-masa manis, dan ada komunitas masyarakat yang justru cenderung tidak bisa melupakan masa-masa pahit dari kehidupan yang lalu. Untuk kepentingan kemajuan masyarakat dan bangsa, tidak harus serta tidak baik mendikotomikan persoalanpersoalan di masa lalu. Hal itu hanya akan melemahkan dan merusak kemampuan bangsa. Let’s gone be by gone, because yesterday was gone! Di depan bangsa ini ada peluang yang amat besar, bahwa bangsa ini telah terpengaruh secara positif oleh kemajuan peradaban dunia dalam dua era terakhir ini, yaitu era informasi dan era ekonomi kreatif. Dapat disimak betapa semaraknya penggunaan teknologi informasi, baik oleh lembaga-lembaga pemerintah dan swasta, maupun perorangan masyarakat, birokrat dan aparat, kemudian sebagai orang tua, dewasa dan anak-anak yang tinggal di perkotaan, pedesaan, pesisir pantai, dan pegunungan dari tanah air kita ini. Didorong oleh kebutuhan dan kegunaan akan teknologi informasi, maka masyarakat dari bangsa ini bersedia mengeluarkan uang dalam penjumlahan per kabupaten, satu hari saja lebih dari Rp10 miliar untuk membayar pulsa. Demikian menurut perkiraan salah seorang bupati di Jawa Barat. Jumlah uang transaksi dan dampak dari fenomena sosial penggunaan teknologi informasi itu benar-benar terbilang amat dahsyat. Apa makna dari fenomena yang sedang berlangsung ini? Bangsa kita sedang menggenggam harapan yang besar untuk menyongsong hari depan yang gemilang. Semisal, bagaimana mempersatukan potensi dan pandangan masyarakat Jawa Barat yang religius ini melalui teknologi informasi? Sekarang melakukan komunikasi dengan menggunakan teknologi informasi, seperti handphone, internet dan lain-lain demikian semarak. Hal ini dalam pandangan masyarakat agama, bahwa silaturahmi dapat dilakukan dengan media teknologi informasi, buktinya mudah dan murah. Silaturahmi memang dianjurkan dalam agama, maka masyarakat tersebut harus membuktikan secara terusmenerus bahwa sesama muslim itu bersaudara. Lalu misi orang-orang Islam adalah bersungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhkan diri dari yang dilarang-Nya. Rasanya silaturahmi-silaturahmi kaum muslimin selama ini masih belum memadai, baik intensitas waktu, luasan komunitas, cakupan materi maupun kualitas implementasi dibandingkan dengan kebutuhan yang dihadapi dalam harapan untuk memajukan bangsa. Diperlukan pola-pola yang produktif dan elegan. Banyak pula hal yang harus direnungkan, umpamanya saja mengenai norma-norma yang salah dimaknai. Seperti, istilah fastabiqul khairat dan ibda’ binafsika, malah menjadikan hubungan antarpribadi atau antarkomunitas muslim menjadi renggang, tidak solid dan terjadi disintegrasi. Belum ada pemberian pemahaman yang mengena dan tuntas mengenai banyak hal untuk mempersatukan umat dan bangsa ini. Padahal sarana untuk menebar dan mentransformasikan pandanganpandangan yang dibutuhkan itu sudah lama didukung oleh minat yang besar dari masyarakat dengan penggunaan teknologi informasi. Bahkan penggunaan teknologi informasi oleh masyarakat biasa berlangsung hampir 24 jam dalam sehari-semalam. Untuk kepentingan bisnis hal tersebut adalah biasa. Namun yang menarik dalam interaksi sosial di masyarakat, juga terjadi bukan saja dalam intensitasnya yang tinggi, tetapi kualitas saling memahami dan peduli, kemudian nilai-nilai kebajikan dan dakwah pun amat kental. Saya ingin mengutip lengkap contoh dari beberapa pandangan yang lalu-lalang antara jam 01.00 sampai dengan 06.00 pagi sebagaimana digambarkan oleh komunitas masyarakat dan saya membacanya seperti di bawah ini. Pertama, begini teksnya: “Kalau pikiran sudah blocking maka kegairahan mengerjakan apapun jadi hilang, hidup membosankan. Blocking pikiran adalah karena jeratan pekerjaan rutin, hasil kerja yang tidak memuaskan, rintanganrintangan kerja yang sulit ditembus, lingkungan dan hubungan kerja yang tidak sehat, atasan dan rekanrekan kerja yang tidak biasa memberi inspirasi, serta aturan kerja yang tidak jelas dan tidak memberi harapan yang bersifat ideal atau jaminan ke masa depan. Kerja jadi asal-asalan dan tidak punya makna sebagai prestasi, serta tidak berharga buat banyak orang. Apa langkah yang harus dilakukan ketika kondisi diri seperti itu? Bangunkan kepekaan perasaan dengan cara membaca Alquran dan sebaiknya artinya juga dipahami serta membayangkan makna yang ada di dalamnya. Bisa pula dengan istirahat yang cukup sambil membaca buku-buku. Coba juga datang dan berbincang-bincang dengan teman-teman dekat. Atau hiduplah sementara dengan orangorang yang miskin tetapi mereka taat beribadat…. pandangilah wajahwajah mereka yang jernih dan pasrah namun istiqomah dan jujur. Semoga ini semua dapat menyirami hati dan membuat tumbuhnya kembali kebugaran tubuh dari jiwa yang menjadi suci.” Pandangan tersebut datang dari seorang aktivis yang peduli terhadap masalah-masalah sosial. Dalam konteks ini seperti ingin meraba suasana batin dari birokrat-birokrat yang tidak termasuk the ruling class. Betapa kegelisahan dan kegamangan yang dirasakan mereka selama ini, dan aktivis di sini ingin memberi solusi yang arif kepada birokrat-birokrat yang tertekan dan malang, tetapi solidaritas yang diberikan tidak dalam bentuk protes atau demo kepada lembaga pemerintahannya. Kedua, saya baca: “Di sepertiga akhir malam bintang-bintang di langit bertasbih mengelukan turunnya tujuh ribu malaikat ke bumi: Subhanallah... masingmasing membawa tujuh ribu lampu kaca yang terang-benderang (sirojanmuniro) yang tiap kacanya memantulkan tujuh ribu kilauan cahaya: Ya RABB, limpahkanlah 343 miliar kilauan cahaya-Mu itu menghiasi ruh saudara kami ini... sehingga terpancar di sekujur tubuhnya, di otak dan jiwanya, di darah dan tulangnya, di kulit dan dagingnya, di jantung dan paruparunya, dan di setiap helaan nafasnya.” Taqobbal Ya Karim. Pandangan mengenai otoritas Allah SWT yang demikian agung itu datang dari seseorang kiai yang mempunyai komunitas luas di Jawa Barat, dan menghargai hubungan persahabatan. Kualitas persahabatan dengan siapapun yang dekat dengan beliau ditingkatkan menjadi persaudaraan. Walau di bagian malam yang biasanya orangorang sedang tersungkur tidur dan terlanjur lelap di atas kasur karena tidak berhasrat meningkatkan kualitas kenikmatan umur, beliau dengan tulus mendoakan agar sahabat-sahabatnya yang telah diikat oleh tali persaudaraan untuk mendapatkan kenikmatan berupa hiasan kilauan cahaya Yang Maha Agung. Hal ini merupakan suatu upaya beliau dalam membangun keutuhan sosial yang fundamental. Ketiga, bunyinya seperti ini: “The spiritual atmosphere wich influence mind conduct and proof in daily activities. Peoples staps as far as their thought.” Pandangan ini datang dari seorang birokrat yang mempunyai kedudukan pada eselon yang tidak rendah, intelektualitasnya menonjol, dan pribadinya familiar. Oleh karena itu, pandangannya sangat normatif dan nilai-nilai yang dikemukakannya bisa mendalili situasi kerja seperti apapun yang dialami oleh birokrat-birokrat atau orang-orang di manapun. Namun, tampaknya birokrat ini mengakui, bahwa suasana batin sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, dan semua orang dalam melakukan apapun sesuai dengan pikirannya. Kalau begitu, birokrat inipun sebenarnya punya rasa memberontak terhadap situasi yang dihadapinya, tetapi untuk menangkap maksudnya harus dengan hati nurani melalui dialog yang bersahabat, maka diperlukan figur birokrat yang benar-benar arif. Memahami faedah dan semaraknya teknologi informasi saat ini, tentulah hal tersebut merupakan momen untuk membangun kekuatan bangsa dalam segala aspek. Jika demikian, apakah yang harus dilakukan masyarakat atau pemilik dan pengguna jasa teknologi informasi? Apakah yang harus dipahami oleh pengusahanya? Apakah yang harus dikaji dan diantisipasi oleh pemerintah dalam pengembangan teknologi informasi ke depan? Inilah yang harus dilakukan di lingkungan masyarakat dan pengguna jasa teknologi informasi. 1) Bagi orang-orang yang masih buta aksara atau belum sungguh-sungguh melek dengan teknologi informasi harus terdorong untuk tertarik belajar membaca dan menulis secara intensif tanpa harus mengalami hambatan-hambatan psikologis. 2) Bagi murid-murid sekolah di semua tingkatan, dengan teknologi informasi harus dapat mempermudah proses dan peningkatan kualitas pembelajaran secara optimal sesuai dengan ketentuan. 3) Bagi mahasiswa, maka teknologi informasi bukan saja harus berguna seperti ketika masih belajar di bangku sekolah sebelumnya, akan tetapi harus dapat menciptakan penemuanpenemuan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kemasyarakatan, serta kemampuan dalam mengaplikasikannya. 4) Bagi masyarakat umum, dengan teknologi informasi harus memungkinkan kemudahan dalam melaksanakan pekerjaan dam memperoleh informasi-informasi yang berguna untuk meningkatkan kualitas hidup. 5) Bagi semua kalangan, baik yang masih dalam proses belajar di sekolah atau perguruan tinggi maupun yang telah tidak lagi menjadi murid dan mahasiswa, dengan teknologi informasi harus memungkinkan dapat mengembangkan gagasan, ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki melalui kegiatan penelitian, penulisan, publikasi dan lain-lain dengan menggunakan teknologi informasi dari yang paling sederhana hingga yang termodern. 6) Bagi lembaga-lambaga pendidikan, lembaga-lembaga usaha dan lembaga-lembaga pemerintah, dengan teknologi informasi harus memungkinkan dapat memfasilitasi, mendorong dan membuat regulasi bagi pengembangan penulisan khususnya, serta kegiatan pendidikan dan kegiatankegiatan yang mengarah kepada terciptanya persatuan dan kesejahteraan bangsa. Memahami kegiatan dalam bidang teknologi informasi di masyarakat, maka dilihat dari sisi pemilik dan pengguna jasa (market) dilakukan dengan menyediakan media pembelajaran (software), serta melakukan komunikasi (global melalui internet) untuk tujuan mengakses informasi (berita dan lain-lain), game online, download database dan informasi, pengembangan

Bantuan Gempa: di Ciamis Menjadi Objek Bancakan dan Benih Persoalan
Oleh Heru Pram/Ipan PS (Wartawan Medikom)
KARUT-MARUTNYA pendataan serta penetapan penerima bantuan pascagempa 2 September 2009 lalu di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis, diduga menjadi penyebab timbulnya masalah dalam penyalurannya. Pasalnya, dari sebelas kecamatan yang saat ini tengah dicairkan dananya ke masing-masing desa melalui pokmas, ternyata sebagian menjadi ajang bancakan sejumlah pihak dan oknum yang kurang bertanggung jawab. Maka timbullah kontroversi dan polemik bak segudang masalah yang tak bisa terselesaikan. Di Ciamis hampir keseluruhan kecamatan menjadi prioritas kabupaten, yakni 11 kecamatan yang mendapatkan bantuan di termin pertama. Sudah 10 kecamatan yang disalurkan dari 11 kecamatan yang menjadi prioritas bantuan gempa, hampir semuanya muncul reaksi keras dari berbagai kalangan di masing-masing desa. Munculnya masalah diduga tak terlepas dari tidak akuratnya proses pendataan awal, validasi, verifikasi hingga ditetapkannya warga penerima bantuan. Karena menurut data penerima yang saat ini didistribusikan, kenyataan di lapangan banyak yang tidak sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya. Ada warga yang rumahnya hancur/ambruk, hanya mendapat kategori sedang. Bahkan lebih parahnya, ada yang tidak mendapatkan sama sekali. Sebaliknya ada yang rumahnya tidak apa-apa, tapi justru mendapatkan bantuan dana segar yang cukup besar, yakni dalam kisaran 10-15 juta rupiah. Seperti Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi. Selain desa tersebut merupakan wilayah yang terparah mendapat dampak gempa ketika itu, kini bisa juga dikatakan terparah dalam hal timbulnya masalah dan polemik. Karena fakta di lapangan, banyak yang seyogianya tidak mendapatkan bantuan, namun kenyataannya mendapatkan. Hal ini terungkap setelah beberapa tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan desa melakukan survei ulang. “Calon penerima dana gempa termin pertama ini, banyak didapati yang tidak seharusnya mendapatkan,” terang beberapa tokoh masyarakat dan anggota BPD, kepada Medikom, pekan lalu. Selain karut-marutnya pendataan, menurut dugaan beberapa anggota tim survei ulang, banyak pula data yang merupakan hasil manipulasi. Tidak akuratnya pendataan ditambah lagi banyaknya data hasil manipulasi, berakibat sebagian warga dirugikan. Namun, warga yang dirugikan tersebut tidak bisa berbuat banyak, mengingat keterbatasan dalam kemampuannya serta tak berdaya melawan kekuasaan seseorang yang memangku jabatan di pemerintahan desa. Persoalan yang cukup pelik ini sampai saat ini belum kunjung terselesaikan sesuai harapan. Tidak berbeda jauh, hampir semua wilayah disinyalir masalah disebabkan adanya kekurangberesan dalam proses pendataan awal hingga penetapan warga penerima bantuan. Dalam catatan Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jumat (21/5), di Kabupaten Ciamis baru 10 kecamatan yang saat ini sudah didistribusikan bantuan bencana. Saat ini sedang berjalan di wilayah Kecamatan Lakbok. Kabid Penanggulangan Bencana Kabupaten Ciamis, Ahmad, ketika ditanyakan perihal kecamatan yang menjadi prioritas menurut tingkat kehancurannya pada gempa 2 September 2009 tersebut, melalui handphonenya, menyatakan, di sepuluh kecamatan sudah didistribusikan bantuan gempa termin pertama, dengan kategori rusak berat dan sedang. Sepuluh dari sebelas kecamatan yang sudah disalurkan adalah wilayah Kecamatan Baregbeg, Cipaku, Panjalu, Ciamis, Cikoneng, Sindangkasih, Cisaga, Mangunjaya, Purwadadi, Cihaurbeuti. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Banjarsari, merupakan yang terakhir dari daerah yang diprioritaskan. “Saat ini tengah menunggu SP2D dari dari Dinas Keuangan Kabupaten Ciamis. Mudah-mudahan bisa minggu depan,” terang Ahmad, ketika itu. Sesuai SK Bupati Ciamis, masingmasing penerima bantuan gempa dengan kategori berat mendapat bantuan sebesar Rp15 juta, untuk kategori rusak sedang sebesar Rp10 juta, belum termasuk lauk-pauk dan pakaian. Namun, bantuan dalam bentuk nominal uang seperti ini seakan kurang pengawasan dari pihak terkait, berakibat terjadi ketimpangan dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Akhirnya uang tersebut hanya sebatas menjadi ajang bancakan sesaat. Menurut seorang warga Kecamatan Purwadadi yang termasuk wilayah penderita kerusakan paling parah, konflik bermula sebelum adanya kepastian informasi tentang warga yang akan mendapatkan bantuan. Ini terjadi jauh hari sebelum pembagian. “Maka dari itulah masyarakat sudah bertanya-tanya,” terang warga tersebut, yang akrab disapa Bujang. Dirinya lebih lanjut mengatakan, penerima bantuan gempa sekarang banyak yang timpang dengan kenyataan di lapangan. Bahkan yang menjadi sorotan ialah ada beberapa perangkat desa di termin pertama ini mendapatkan bantuan dengan kategori rusak sedang. Sementara hasil survei ulang yang dilakukan beberapa tokoh masyarakat dengan melibatkan beberapa unsur pemerintah desa setempat, pada waktu itu, sebelum turunnya bantuan gempa, banyak yang rancu alias sepatutnya tidak layak mendapatkan. Sementara warga yang rumahnya benar-benar ambruk tidak mendapatkan, bahkan tidak masuk data usulan. “Hal ini sangat ironis, sedangkan yang rumahnya tidak apa-apa, bahkan gentingnya tidak satu pun yang bergeser atau terjatuh, kok malah mendapatkan. Ini sangatlah aneh!” terang seorang perangkat desa saat ditemui Medikom, Jumat (21/5). Hal tersebut dibenarkan beberapa anggota BPD serta tokoh masyarakat sekitar yang sempat melakukan survei ulang, terkait banyaknya laporan serta temuan yang masih dipandang perlu dikroscek keberadaannya. Bahkan bisa dikatakan, hampir 70% penerima yang seharusnya tidak, namun kenyataannya mendapatkan bantuan yang bersumber dari dana pemerintah ini. “Sebenarnya selain BPD dan tokoh masyarakat berupaya mengantisipasi supaya tidak terjadi sesuatu hal kelak nanti, pada saat pencairan bantuan disalurkan, yakni dengan cara menyurvei ulang, namun kenyataannya pertimbangan itu seperti diabaikan. Maka wajar jika, khususnya di Desa Kutawaringin, marak dengan segudang persoalan,” tuturnya kepada Medikom. Bahkan sempat memuncak kekesalan warga akibat perangkat desa yang kurang transparan perihal data, maka pada Jumat (7/5), khususnya warga Dusun Buniasih, Desa Kutawaringin, yang rumahnya terkena dampak gempa, beberapa hari menjelang bantuan gempa didistribusikan ke masing-masing penerima sesuai data dari kabupaten, berdemo mendatangi kantor Desa Kutawaringin. Waktu itu pendemo hanya diterima Sekdes, Dede Sonari. Padahal yang diinginkan masyarakat adalah tanggapan langsung dari Kepala Desa Kutawaringin, Kartim. Itu pun setelah beberapa jam warga berdemo baru ditanggapi sekdes, dengan mengatakan kepala desa sedang berhalangan karena ada keluarganya yang sakit. Tampaknya langkah upaya BPD beserta beberapa tokoh masyarakat,di antaranya melalui survei ulang dilakukan pada waktu itu, tidak dijadikan bahan kajian lebih dulu. Buntutnya muncul reaksi ricuh yang memanas dan serius, terutama bagi aparatur pemerintah desa. Menurut sumber dari pihak BPD, di desa tersebut ada kurang-lebih empat perangkat desa yang mendapat bantuan hibah ini, padahal seharusnya tidak layak mendapatkan, dibanding dengan yang lainnya. “Hal ini menjadikan kekurangpercayaan serta simpati warga/masyarakat terhadap kinerja perangkat Desa Kutawaringin,” tegasnya. Lebih jauh diungkap sumber, di Dusun Neglasari RT 05 RW 03 Desa Kutawaringin, ada warga yang rumahnya ambruk dan saat ini sudah diperbaiki, namun belum juga selesai, sudah menghabiskan dana dari hasil menggadaikan sawahnya sekitar Rp30 juta. Sayangnya, warga tersebut, yakni Agus Samal, tidak menerima bantuan. “Padahal, beberapa meter ke arah timurnya, perangkat desa mendapatkan bantuan tersebut,” jelasnya. Merebak bau tak sedap Tidak heran jika kemudian merebak “bau tak sedap” bersumber pada kentalnya persoalan seputar bantuan gempa di Desa Kutawaringin. Tepatnya di Dusun Sukamaju, RT 03, berembus kabar bahwa diduga ada penyunatan yang dilakukan oleh salah satu warga, berinisial Aj. Bagi seorang wartawan, secara naluri akan melakukan berbagai hal untuk memastikan akurat-tidaknya kabar yang berembus tersebut. Di antaranya akan melakukan konfirmasi, cek dan recek. Tak tertutup kemungkinan dia akan mendapat hambatan di lapangan, seperti dalam kasus ini sampai bersitegang dengan kakak dari Aj, yang kebetulan merupakan seorang anggota kepolisian yang bertugas di Kota Banjar. Namun ada hikmahnya, ternyata terungkap modus senada, namun dengan melibatkan angka yang lebih besar. Kakak Aj yang notabene anggota kepolisian dan kebetulan berada di rumah Aj, terlihat berang saat wartawan hendak mengkonfirmasi dugaan adanya pungutan sebesar Rp2.800. 000 per penerima bantuan gempa. Sang kakak segera menelepon kepala desa, sekretaris desa, ketua RT, dan lain-lain, dengan nada yang tidak enak didengar dan beubeuledagan, seakan memaksa orang-orang tersebut secepatnya datang ke rumahnya adiknya, karena menurutnya ada wartawan yang memfitnah. Mereka yang ditelepon pun datang tidak lama kemudian. “Mumpung ada wartawan, hal ini harus bisa diluruskan,” kata sang kakak. Akibat sang kakak tersebut, konfirmasi pun menjadi terkendala, karena selalu saja disela oleh sang kakak. Aj pun dengan lirih dan terlihat lemas mengatakan, dedemi allohan dirinya tidak melakukan seperti yang wartawan pertanyakan. Namun, karena kegigihan wartawan dalam mencari dan memastikan keakuratan berita, dari sumber lain di lapangan terendus kabar tentang maraknya penyunatan atau dengan kata lain pemungutan yang lebih besar lagi, terjadi di Dusun Neglasari. Seorang ketua pokmas berinisial Po, diduga kuat melakukan pungutan sebesar lima jutaan. Beberapa “korbannya” yang ditemui Medikom membenarkan dirinya diminta sampai lima juta rupiah, dengan alasan agar tidak muncul masalah yang tidak diinginkan. Namun, sepintar-pintarnya orang menimbun bangkai, baunya tetap tercium. Namun, hingga saat ini upaya untuk bertemu dengan Po, termasuk kepala desa, belum membuahkan hasil. Beberapa kali wartawan Medikom mendatangi rumah yang bersangkutan, namun selalu saja tidak ada. Sementara dari Dusun Muniasih, masih wilayah Desa Kutawaringin, merebak pula kabar beberapa hari setelah bantuan disalurkan, sempat terjadi pemungutan sebesar lima ratus ribuan per penerima. “Namun keesokan harinya, saat ada wartawan yang mengkroscek, uang pungutan tersebut langsung dikembalikan ke masing-masing penerima,” terang sumber, anggota BPD. Atas banyaknya ketimpangan data itu, Kepala Desa Kutawaringin, Kartim saat dimintai tanggapannya oleh Medikom, tidak banyak berkata. Bahkan dia terlihat bingung, meski menurut beberapa sumber, kepala desa di sini tidak memanfaatkan bantuan gempa tersebut. Namun, karena tanggung jawab tugasnya, karut-marutnya data tersebut, sang kades pun menjadi bulan-bulanan pihak terkait. Hal tersebut diungkapkan tokoh masyarakat kepada Medikom melalui telepon genggamnya. Sungguh aneh, munculnya bibit yang bisa membuat wilayah tidak kondusif seperti ini, masih tidak menjadi tanggapan dari pihak terkait. Padahal, selain timpangnya data penerima, juga ada isyarat terjadinya pelanggaran hukum. Maka dari itu, pinta beberapa tokoh masyarakat sekitar, ini harus bisa ditindaklanjuti serta diproses. Banyaknya kerancuan yang terjadi juga diakui anggota perangkat desa Bagian Kesejahteraan Rakyat, Nana, yang mengaku, jika buka-bukaan, dirinya hanya menerima sebagian kecil uang bantuan. “Dari total sepuluh juta lebih, hanya menerima satu juta enam ratusan,” akunya kepada Medikom. Bukan hanya Nana “korban” selaku kesra. Namun, empat perangkat desa yang mendapatkan bantuan pun tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai Jumat ( 21/5) kemarin, belum melaksanakan pengerjaan rehab. “Apanya yang mau direhab. Orang gak kenapa-napa juga rumahnya,” canda sumber, kepada Medikom.

Ke Halaman 11

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

7

Sudut
Orang Tua Kecewa Sekolah Dianggap Terpuruk
BANDUNG BARAT, Medikom–Para orang tua siswa kecewa dengan kinerja Kepala SMA Negeri 1 Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat Drs Sri Setiono MSi yang dianggap tidak mampu menjadi seorang pemimpin, apalagi sebagai panutan yang patut dicontoh. Tanggapan miring terhadap kepala sekolah ini karena diduga yang bersangkutan mempuyai sifat arogan dalam mengambil kebijakan yang menyangkut siswa. Beberapa hal yang membuat siswa merasa dirugikan di antaranya si kepala sekolah sering mengeluarkan siswa dari kelas, walaupun saat itu sedang berlangsung ujian, dengan alasan si siswa belum melunasi iuran bulanan ataupun dana sumbangan pembangunan (DSP). Sang kepala sekolah pun ditengarai tidak dapat membuka hubungan baik dengan para orang tua siswa, karena dia jarang sekali hadir ketika ada musyawarah. Sutrisno juga dianggap tidak mematuhi hasil musyawarah menyangkut SPP. Hasil musyawarah pihak sekolah dengan orang tua siswa menyepakati SSP sebesar Rp25.000 per bulan, tapi Sutrisno mengubahnya menjadi dua kali lipat, tanpa mempertimbangkan kemampuan orang tua siswa. Hal ini seperti yang diungkapkan orang tua murid Asep B, kepada Medikom belum lama ini dan dibenarkan oleh beberapa siswa kelas dua. Asep menambahkan tindakan kepala sekolah yang sangat otoriter dalam mengambil kebijakan berakibat buruk kepada siswa, nyatanya Ujian Nasional (UN) yang baru lalu menurun derastis tingkat kelulusannya dari 120 siswa peserta UN ada 67 siswa yang tidak lulus. Sekolah ini malah menjadi sekolah yang terpuruk dan jumlah siswanya banyak yang tidak lulus UN. Melihat kondisi seperti ini, orang tua siswa berharap agar segera ada tindakan dari pihak Pemkab Bandung Barat, karena keterpurukan ini akan merugikan para siswa. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Drs Agus Maolana MM ketika diminta tanggapannya menyangkut terpuruknya SMAN 1 Sindangkerta, Rabu (26/5), mengatakan pihaknya belum bisa memberikan tanggapan karena ini baru sepihak. Namun ia berjanji akan melakukan pengecekan ke sekolah. “Disdik akan melakukan pengecekan ke lapangan nanti, baru bisa ada jawaban untuk Medikom,” tegasnya. (K Fauzi R)

6.000 Ruang Kelas Dibangun Pemprov Jabar
MAJALENGKA, Medikom–Pada tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun ruang kelas baru bagi SLTP serta SLTA sebanyak 6.000 ruang kelas sehubungan setiap tahun ratusan ribu jumlah lulusan SMP ataupun SD tidak pernah tertampung karena keterbatasan ruang kelas. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat meresmikan gedung kapus Universitas Majalengka di Majalengka, Rabu (26/5), setelah siangnya mengunjungi Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin dan pembangunan jalan di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding. Menurut Gubernur, tahun ajaran kemarin setidaknya ada sekitar 127.000 murid sekolah dasar yang tidak tertampung di sekolah lanjutan tingkat pertama serta ada sekitar dua ratus dua ribu anak yang tidak tertampung di sekolah lanjutan tingkat atas. Karenanya pembangunan gedung sekolah sangat mendesak untuk dilakukan. “Tahun 2010 ini kita berencana membangun sekitar 6.000 ruang kelas SLTP dan SLTA, tahun depan 8.700 ruang kelas. Pembangunan ruang kelas dan angka partisipasi melanjutkan sekolah perlu dodorong, karena berdasarkan analisa keterpurukan selalu diawali dari pendidikan,” ungkap Ahmad Heryawan seraya menyebutkan tahun 2009 angka partisipasi anak sekolah untuk tingkat SD/MI ternyata hanya 95,4%, artinya masih ada anak yang tidak sekolah di tingkat SD ataupun MI. Untuk tingkat SMP/MTs angka partisipasi sekolah hanya 92,4 % sisanya sebesar 7,6% diharapkan bisa sekolah di tahun ajaran ini. Sedangkan untuk tingkat SLTA ternyata hanya 57%. Ke depan tingkat partisipasi melajutkan sekolah ke tingkat SLTA bisa mencapai 80%. Untuk perguruan tinggi, Jawa Barat hanya 11%, masih di bawah rata-rata tingkat nasional yang mencapai 15%. Dan yang harus didorong saat ini menurut Gubernur adalah kurangnya sekolah-sekolah kejuruan di bidang pertanian, peternakan dan kelautan. Sehingga areal lahan di Jawa Barat yang masih sangat hijau ternyata belum diberdayakan secara maksimal. “Makanya saya mohon perguruan tinggi-perguruan tinggi bisa membuka dan mengembangkan jurusan tersebut. Guna menopang ketahanan pangan Jawa Barat,” ungkap Heryawan yang berencana memberikan bantuan pembangunan kampus UNMA senilai Rp1 miliar pada perubahan anggaran tahun ini atau paling lambat pada APBD murni tahun depan. Sebelumnya Ahmad Heryawan disertai Bupati Majalengka H Sutrisno, Direktur PT Pikiran Rakyat H Syafik Umar serta kepala-kepala SKPD tingkat Provinsi Jawa Barat mengunjungi Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding melihat pembangunan ruas jalan desa, serta memberikan sejumlah bantuan penguatan ekonomi masyarakat setempat, bantuan aspal, serta bantuan untuk pembangunan madrasah dan pesantren senilai Rp50 juta. Direktur Umum PT Pikiran Rakyat H Syafik Umar juga memberikan sumbangan untuk pembangunan madrasah sebanyak 100 zak semen dan buku tulis sebanyak seribu buku. Bantuan tersebut menurutnya berasal dari pembaca Pikiran Rakyat. Bantuan yang diberikan oleh PT Pikiran Rakyat di Majalengka ini bukan untuk pertama kalinya, karena sebelumnya banyak sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan yang telah dibantu. Hal itu adalah sebagai bentuk kepedulian dan rasa sosial yang diberikan PT Pikiran Rakyat terhadap masyarakat Jawa Barat. (Jur)

Ketua TP PKK Deli Serdang Ir Hj Anita Amri Tambunan, menyaksikan anak-anak mengikuti lomba mewarnai dalam rangka menyongsong peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2010, Rabu (26/5) di aula PGRI di Lubuk Pakam.

500 Anak PAUD se-Deli Serdang Ikuti Lomba Kreativitas Anak
LUBUK PAKAM, Medikom– Menyongsong peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2010, di Kabupaten Deli Serdang digelar berbagai lomba kreativitas anak melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Lomba yang diadakan di Aula PGRI Lubuk Pakam, Rabu (26/5) ini dibuka oleh Ketua TP PKK Hj Anita Amri Tambunan. Para undangan yang hadir pada acara ini dihibur oleh Artis Idola Cilik RCTI asal Tanjung Morawa Nova Cyntia Sinaga. Pada acara pembukaan lomba Kreativitas anak PAUD yang berlangsung cukup meriah itu, Ketua TP PKK menyampaikan rasa haru dan bangga atas digelarnya berbagai lomba. Diharapkan ke depan anak-anak usia dini lebih diperhatikan, karena anak sebagai amanah dari Allah Yang Maha Kuasa menjadi kewajiban bagi kita untuk memenuhi hak-haknya sebagi generasi penerus. Peningkatan kualitas anak didik PAUD diharapkan bisa sejajar dengan kemampuan para anakanak yang belajar di Taman Kanakkanak lainnya dan siap untuk memasuki pendidikan ke jenjang sekolah dasar. Karenanya sangat diharapkan dukungan dan dorongan semangat dari semua pihak, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan SDM para tutor PAUD. Begitu juga kepada anak-anak yang putus sekolah, kita harus “sisir” sampai ke pelosok, agar dimasukkan pada sekolah paket A, B maupun paket C sehingga tidak ada lagi anakanak yang tidak mengenyam pendidikan dan buta aksara. Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deli Serdang Drs Sofian Marpaung MPd mengatakan, untuk memperluas akses layanan PAUD, Disdikpora Deli Serdang melakukan pembinaan PAUD yang dilaksanakan melalui jalur Formal/TK dan Non Formal/ TPA, Kelompok bermain dan Satuan PAUD sejenis. Khusus PAUD Non Formal, Pemkab Deli Serdang memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat untuk mendirikan lembaga PAUD, baik kemudahan dalam bentuk perizinan operasional, peningkatan mutu pendidik melalui diklat tutor PAUD, dan sosialisasi PAUD melaui lomba kreativitas yang dilaksanakan setiap tahun. Menurut Panitia pelaksana , Kabid Pendidikan Luar sekolah Drs Surya Jaya SH MPd, lomba kreativitas anak PAUD kali ini mengusung tema “Dengan lomba kreativitas anak usia dini kita kembangkan bakat, minat, potensi dan sportivitas anak” dengan memperlombakan menyanyi, mewarnai, menyusun puzzel, mandiri dan bercerita yang diikuti 500 anak-anak PAUD. Tampak hadir pada acara ini Ketua Dharma Wanita Persatuan Deli Serdang Ny Fauziah Azwar, Ketua GOW Ny Sri Rahmawati Barus, pengurus GOPTKI, Ketua HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Aswan SPd dan Kacabdisdikpora Kecamatan se Kabupaten Deli Serdang. (R David Sagala)

Seminar dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Paling Digemari
TASIKMALAYA, Medikom–Memeriahkan Hari Kelahiran Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya yang ke-32 tahun ini, beberapa kegiatan digelar, di antaranya seminar dan pelatihan karya tulis ilmiah. Dalam seminar itu menghadirkan para narasumber Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Drs H Endang Suherman MPd dan dari Universitas Siliwangi Prof Dr H Dedi Heryadi MPd. Dalam makalahnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Drs H Endang Suherman MPd mengambil judul “Peran Guru dalam Pembelajaran”. Selanjutnya kata Kepala Dinas Pendidikan, guru harus bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras dan kondisi fisik tertentu atau latar belakang keluarga. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika. Terakhir memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Sedangkan pembicara Prof Dr H Dedi Heryadi MPd mengatakan, model penelitian yang sangat penting dilakukan guru adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model penelitian ini sangat berfungsi dalam upaya memperbaiki pembelajaran yang telah dilakukan, manakala hasil pembelajaran yang dicapai masih menggambarkan adanya permasalahan siswa belum mencapai KKM yang telah ditetapkan. Ada lima prosedur PTK yang harus dilakukan, pertama menghadapi permasalahan yang muncul setelah pembelajaran. Kedua mengenali akar permasalahan dan menetapkan tindakan pembelajaran yang rasakan tepat. Ketiganya menyusun rencana tindakan, keempatnya melaksanakan tindakan dan kelimanya mengobservasi, menganalisis dan merepleksi hasil tindakan dengan menetapkan tindak lanjut pada siklus berikutnya manakala ada siswa yang belum mencapai KKM . (A Cucu)

SMKN 1 Kota Sukabumi Gelar Purnawiyata
SUKABUMI, Medikom–Kepala SMK Negeri 1 Kota Sukabumi Wahyuto MT menjelaskan, pada Ujian Sekolah dan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2009-2010, SMK Negeri 1 Kota Sukabumi mengikutsertakan sebanyak 563 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 543 peserta dinyatakan lulus pada UN Utama, dan sebanyak 20 peserta harus mengikuti UN Ulangan. Diharapkannya, ke-20 peserta tersebut, dapat lulus pada UN Ulangan. Pernyataan tersebut diungkapkannya ketika sekolahnya menggelar Purnawiyata dan bursa lulusan tahun pelajaran 2009-2010 di Gedung Auditorium SMK, Sabtu (29/5). Dalam kesempatan tersebut, Wahyuto mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dewan Guru dan pegawai SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, atas berbagai jerih payah dan dedikasinya, khususnya dalam mengabdi dan mendidik para siswa. Ucapan terima kasih dan penghargaan juga disampaikan kepada mitra kerja dari Program Keahlian Konstruksi Batu Beton, Otomotif dan Pemesinan yang pada tahun 2010 ini telah mengantarkan para siswanya meraih 3 emas, dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Jawa Barat, sekaligus mewakili Jawa Barat dalam LKS Tingkat Nasional di Jakarta, khususnya dalam lomba Wall and Floor Tilling, Teknik Otomotif, serta Computer Aided Drafting and Design Pemesinan. Selain itu juga dijelaskan, SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, sejak tahun 2008 telah ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta. Selanjutnya, mulai tahun 2009, SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008, sebagai pengakuan manajemen mutu dalam pengelolaan sekolah. Acara yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi Sanusi Harjadireja MPd, Dewan Guru, sejumlah pimpinan perusahaan, orang tua murid dan para siswa ini, diisi Prosesi Seni Upacara Adat Sunda. Selain itu, juga diisi pementasan seni tradisional dan modern, pengalungan medali dan pemberian cindera mata kepada 17 lulusan terbaik, serta penan-datanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah pimpinan perusahaan industri. (Ne)

259 Siswa SLTA di Kota Bogor Ikuti UN Ulang
BOGOR, Medikom–Sebanyak 259 siswa SLTA di Kota Bogor yang tidak lulus UN mengikuti UN ulang yang digelar di SMA Negeri 7 Bogor pada 10-14 Mei lalu. “Dari 259 siswa yang tidak lulus UN pertama terdiri dari 157 siswa dari SMA, 97 siswa SMK dan 5 siswa MA,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Bogor Aim Halim Permana, Senin (10/5). Ditambahkannya, mata pelajaran yang diujikan kepada siswa hanya mata pelajaran yang tidak lulusnya saja, dan tidak mengulang seluruh mata pelajaran yang dujikan. Misalnya, jika siswa gagal dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, maka mata pelajaran itulah yang diujikan, demikian pula mata-mata pelajaran lainnya. Seperti diketahui, kata Aim, syarat kelulusan UN minimal nilainya 5,5 untuk setiap pelajaran yang diujikan dan nilai yang akan digunakan adalah nilai tertinggi yang didapatkan, baik saat UN yang pertama maupun UN yang diulang. Aim menjelaskan, jika dalam UN pertama nilainya lebih tinggi dengan nilai UN yang kedua, maka yang digunakan nilai UN pertama. Sebaliknya jika nilai UN yang kedua lebih tinggi dibandingkan dengan nilai UN yang pertama, maka, nilai UN yang kedua yang digunakan. Mengenai kelulusan tingkat SMP dan MTs, Kadisdipora Aim Halim Permana mengatakan, dari seluruh siswa SMP berjumlah 13.974 siswa peserta UN yang lulus berjumlah 13.864. “Siswa SMP yang tidak lulus berjumlah 110 siswa,” jelasnya. Sedangkan untuk siswa MTs dari 2.267 siswa yang lulus hanya 2.257 siswa sehingga ada 10 siswa harus mengulang UN. ”Secara keseluruhan prosentase kelulusan siswa SLTP di Kota Bogor mencapai 99,21 persen,” jelas dia. Aim menyebutkan, secara umum pelaksanaan UN SLTP cukup bagus, meski secara kuantitas angka tidak lulus menurun. “Secara kualitas UN SLTP meningkat jika melihat dari rata-rata nilai siswa,” imbuhnya. (Rangga)

Usulan DIPA Diperubahan Anggaran
KUNINGAN, Medikom–MTs Darussalam Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan, setelah statusnya menjadi MTs negeri sejak bulan Desember tahun 2009, mengharapkan secepatnya status tersebut ditunjang dengan ketenagakerjaan yang maksimal. Hal ini agar penataan serta pengelolaan anggaran bisa terarah dan teratur dengan baik.
Sementara berkaitan dengan maasalah kebutuhan bangunan, saat ini sudah terpenuhi kecuali sarana pendukung lainnya. Untuk itu, pihaknya berharap kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan agar secepatnya menindaklanjuti permohonan tersebut, agar pelaksanaan di sekolah bisa berjalan baik tanpa terganjal kendala baik pengelolaan dana maupun yang lainnya. Di tempat terpisah Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kuningan Drs H Abdul Kholik MM sewaktu dihubungi di ruang kerjanya setelah acara pelantikan Kepala MTs Muta’awali Kecamatan Cilimus dan MTs Nurul Iman Cigandamekar menjelaskan, berkaitan dengan usulan beberapa sekolah yang anggarannya akan masuk DIPA ada tiga sekolah. Di antaranya MTs Darussalam Hantara, MI Padamatang dan MI Cipakem. Mengenai kapan pengadaan ketenagakerjaan kata dia, masih menunggu sekolah yang lain bentuk pengajuan tersebut. “Sebetulnya kita sudah mengusulkan ke kakanwil berkaitan dengan ajuan sekolah agar anggarannya masuk pada DIPA. Cuma kapan ajuan itu terealisasi, kita mungkin melihat nanti dalam perubahan anggaran yang akan datang,” tegasnya. Mungkin sekarang ini kata dia, bukan berarti tidak memperhatikan ajuan dan keinginan sekolah agar bisa secepatnya terealisasi. Sebab, saat ini saja kita sedang persiapan menghadapi akreditasi sekolahsekolah yang akan dilaksanakan bulan Agustus mendatang. Jadi kemungkinan akan sedikit terhambat. “Ya kewenangan kita hanya mengusulkan. Sedangkan kebijakan tersebut kewenangan Kanwil Jabar,” terangnya. Kendati demikian pihaknya juga berharap agar Kementerian Agama Kanwil Jabar segera menindaklanjuti keinginan dari sekolah, agar mereka merasa nyaman dan aman dalam rangka pengelolaan anggaran rutin yang dikeloanya. (Yoyo Suhendar)

Sebagian Besar Sekolah di Pangalengan Rusak Berat dan Perlu Bantuan
SOREANG, Medikom–Sebagian besar gedung sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA yang berelokasi di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Beberapa bagian dinding dan langit-langit maupun tiang-tiang di beberapa sekolah sudah rusak. Kerusakan tersebut diduga akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 SR yang mengguncang Jawa Barat September 2009 lalu. Kondisi tersebut, sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Bahkan sebagian sekolah terpaksa melakukan KBM di tempat-tempat yang didirikan darurat dengan material alakadarnya. Para kepala sekolah berharap agar kondisi seperti ini dapat segera diatasi. Mereka berharap agar pemerintah segera mengalokasikan anggaran bantuan. Beberapa sekolah yang saat ini kondisi kerusakannya sangat parah di antaranya SD Dwikarya, SD Sirnasari, SD Mulyasari, SD Tanatara, SD Malabar 1, 3, 4, SD Warnasari, SDN Lamajang 1, 2, SD Cisabuk Kertsari, SMP Sejahtara, SMP N 1 Kertasari, SMK Tribakti, SMPN 1 Banjaran, SMP KP Baros Arjasari bahkan masih banyak sekolah lainnya di Kabupaten Bandung yang ruksak akibat musibah gempa tersebut. Kepada Medikom beberapa kepala sekolah menyampaikan bahwa mereka sangat prihatin melihat siswanya harus belajar di bangunan seadanya atau tenda-tenda darurat. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini, para siswa pasti tidak bisa belajar maksimal. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Drs H Juhana MMPd, pada Medikom dalam acara sosialisasi bantuan gempa di Kabupaten Bandung yang dihadiri para kabid TK SD, SMP, SMA, kepala sekolah, dan komite sekolah mengatakan, hampir 3.600 lebih bangunan sekolah yang rusak di Kabupaten Bandung. “Ini semua akan kita tangani baik dari anggaran Kabupaten Bandung, provinsi, maupun anggran pusat. Hanya mungkin bertahap, disesuaikan dengan anggaran yang ada dan kemampuan pemerintah karana terlalu bnyak sekolah yang rusak akibat bencana tersebut,” ujarnya. Dedi Junaedi SH, Dra Eulis Y, Drs Wawan selaku Kasi Sarana TK/SD, SMP dan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung saat ditemui Medikom beberapa waktu lalu juga mengaku telah mengupayakan permohonan bantuan ke Pemerintah Kabupaten Bandung, provinsi bahkan pusat. “Kami akan tindaklanjuti semua permohonan bantuan dari pihak sekolah. Kita tunggu saja realisasinya,” ujar Dedi. (S Rohmani)

SMK Putra Pangandaran Mampu Menjawab Tantangan Dunia Kerja
CIAMIS, Medikom-Dalam kondisi pertumbuhan ekonomi dunia yang belum stabil, maka pemerintah mendorong peningkatan kualitas sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menghasilkan lulusan siap pakai. SMK diarahkan untuk menghasilkan lulusan siap memasuki dunia industri dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri melalui kompetensi keahlian yang dimiliki. Untuk itu SMK Putra Pangandaran, yang beralamat di Jln Barat Lapang Merdeka, Panagandaran Ciamis berupaya terus agar lulusannya benar-banar mandiri, berkualitas dan mampu menjawab tantangan dunia kerja saat ini. Drs Nadji Heryadi Kepala SMK Putra Pangandaran mengatakan, tujuan didirikannya SMK Putra Pangandaran yakni untuk menyiapkan siswa agar kelak memiliki lapangan kerja serta mampu mengembangkan sikap profesional, menyiapkan siswa agar mampu berkompetensi dan mampu memiliki karier untuk mengembangkan diri, menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha industri dan teknologi pada saat mendatang, menyiapkan tamatan agar menjadi warga Negara yang produktif, adaptif, dan kreatif. Nadji juga menerangkan SMK Putera Pangandaran memiliki 3 Program Studi keahlian yaitu Prodi Akuntasi Keuangan, Prodi Administrasi Perkantoran, dan Prodi Teknik Komputer dan Informatika yang membekali tamatan yang memiliki keterampilan dan sikap mandiri agar dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja dan industri, dapat menyesuaikan diri dalam perkembangan Iptek serta mampu bersaing secara kompetitif dalam era global. SMK Putera Pangandaran menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang produktif, terampil dan mandiri untuk mengisi lapangan kerja dalam upaya mempercepat dan memperkokoh pertumbuhan ekonomi dalam rangka pembangunan nasional. SMK Putra Pangandaran termasuk salah satu sekolah kejuruan pendahulu di Ciamis Selatan, berdiri sejak tahun 1972, yang kini telah banyak meluluskan siswa yang berkualitas, di antaranya Nadji Heryadi sendiri yang kini menjabat sebagai kepala sekolah di SMK Putra ini. Untuk menyambut tahun pelajaran 2010/2011 SMK Putra Pangandaran membuka pendaftaran seluas-luasnya kepada masyarakat, dengan tidak dibatasi nilai NEM. “Berapapun nilai NEMnya akan kami terima, justru itulah tantangan kami, membuat dan mendidik siswa yang tadinya mempunya nilai rendah menjadi mempunyai nilai tinggi. Dan akan menambah keahliannya sesuai dengan jurusannya,” ujar Nadji. Nadji menambahkan, pihaknya pun menyediakan beasiswa bagi siswa yang berprestasi. Bagi siswa baru yang merupakan peringkat 1 s.d. 3 Ujian Nasional di sekolah asal akan mendapatkan beasiswa dari sekolah. Adapun waktu dan tempat pendaftaran setiap jam kerja dari tanggal 21 Juni s.d. 24 Juni 2010 di Kampus SMK Putra atau bisa menghubungi Sekretariat Pendaftaran Siswa Baru SMK Putera Pangandaran Jln Barat Lapang Merdeka No. 323 (0265) 631527 website: smkputera.cz.cc email: smkputera_pnd@yahoo.co.id blog: www.smkputerapangandaran.blogspot.com. Adapun visi SMK Putera Pangandaran, adalah untuk mewujudkan SMK bertaraf internasional pada tahun 2013, menghasilkan tamatan yang memiliki kemampuan dalam Imtak dan Iptek. Mampu mengembangkan keunggulan lokal serta bersaing di pasar global. (Ipan)

Telkom Latih Para Santri Memanfaatkan Internet untuk Syiar Digital
BANDUNG, Medikom – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyelenggarakan pelatihan Internet bagi komunitas pesantren di Pondok Pesantren Kresek, Cibatu, Kabupaten Garut baru-baru inui. Pelatihan yang dikenal dengan sebutan “Santri Indigo” ini dihadiri oleh Bupati Garut Aceng HM Fikri. Pelatihanini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan menggunakan Internet untuk membantu peran komunitas pesantren, termasuk dalam mendukung kegiatan syiar. Menurut Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, Internet ibarat pisau bermata ganda, bisa digunakan untuk hal-hal yang positif, konstruktif, namun juga bisa untuk hal yang negatif. “Kehadiran Internet tidak untuk ditolak dan dijauhi. Kita justru harus mendekati, mempelajari dan memanfaatkan Internet untuk hal-hal positif,” ujarnya. Santri Indigo merupakan program unggulan Telkom yang memfasilitasi para santri dari pondok pesantren melakukan dakwah di dunia maya. Melalui program tersebut Telkom memfasilitasi dan melatih pemahaman serta keterampilan para santri dalam memanfaatkan kemajuan di bidang ICT, termasuk misalnya membuat dan mengelola web blog. Dalam pelatihan ini para santri diberi motivasi dan pengetahuan tentang manfaat Internet untuk berdakwah, belajar cara akses Internet, belajar bagaimana menggunakan Internet, belajar membuat web blog di Internet yang pada target akhir akan digunakan untuk berdakwah di dunia cyber. Para peserta dan alumni kegiatan tersebut diberi sebutan Santri Indigo, yaitu santri yang berkarya dan berbudaya digital, mengedepankan mentalitas positif dalam mencipta dan berkarya, dan membina silaturahim dengan membentuk Indonesia Digital Community (Indigo). Direktur IT & Suplay Telkom, Indra Utoyo sering hadir untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai orang yang mendapat kepercayaan mengembangkan teknologi informasi di Telkom, ia tidak hanya memberi wawasan mengenai teknologi tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif. Acara Pelatihan Santri Indigo juga sering menghadirkan selebriti di bidang kreatif. Mereka di antaranya adalah group musik Debu, Mario “Kahitna”, dan Gilang Ramadhan. Kehadiran para public figure tersebut dimaksudkan untuk menyegarkan suasana, memberikan inspirasi sekaligus wawasan serta motivasi kepada para santri. (IthinK)

Hal itu dikemukakan Kepala MTsN Hantara Sakia SAg kepada Medikom belum lama ini. Dikatakan, dari sejak bulan itu sampai saat ini, pihaknya belum ada kejelasan tentang kapan pengadaan personel yang dibutuhkan itu bisa terealisasi. Terutama berkaitan dengan nanti apabila sudah masuk anggaran tersebut pada DIPA, tentunya harus ada komponen ketenagakerjaan di antaranya KPA, Kaur TU serta Bendahara. “Tenaga yang kami miliki saat ini antara lain PNS sebanyak 3 orang termasuk saya dan 25 orang tenaga honor. Sedangakan jumlah murid sebanyak 159 orang,” terangya.

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

Lintas
Tanggul Jembatan Bangkir Terancam Ambruk
INDRAMAYU, Medikom–Pascabanjir, tebing yang difungsikan sebagai tanggul jembatan Bangkir di Kecamatan Lohbener Indramayu ambrol akibat tergerus arus deras Sungai Cimanuk. Bangunan berupa batu bronjol yang disiapkan untuk menahan tanggul ikut terseret sehingga membentuk rongga sepanjang sekitar 30 meter. Kondisi itu sangat mengkhawatirkan karena mengancam keberadaan jembatan yang menjadi akses utama jalur pantura menuju kota Indramayu. Berdasarkan pantauan Medikom, tebing di bawah jembatan Bangkir telah membentuk lereng akibat gerusan air sungai. Konstruksi batu bronjol yang sebelumnya digunakan untuk menahan patahan tanah di pinggiran jembatan, ikut rontok dan terseret arus. Warga khawatir jika terus dibiarkan gerusan air akan sampai ke patok jembatan dan mengancam ambruknya jembatan bangkir hingga memutuskan jalan penghubung utama menuju kota Indramayu. Sutrisno, penjaga pintu air bangkir mengatakan, soal kondisi tanggul di bawah jembatan yang terancam ambruk pihaknya sudah melaporkan dan akan dibahas di tingkat dinas. Warga Desa Rambatan Kulon yang berhasil ditemui Medikom mengaku masih trauma atas terjadinya musibah banjir beberapa hari lalu. Pasalnya debit air di Sungai Cimanuk sejauh ini belum mengalami surut. Warga juga masih tetap berjaga-jaga untuk mengantisipasi adanya banjir susulan. (H YF)

8

Hj Otjas (140) Luput dari Sensus Penduduk
GARUT, Medikom-Program sensus penduduk yang digelar pemerintah dalam beberapa bulan terakhir ternyata menyisakan cerita-cerita menarik terkait banyaknya penduduk manula yang berusia di atas seratus tahun. Seperti halnya di Garut, tepatnya di Kampung Gandasari RT 01/ RW 06, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, ada Hj Otjas yang kini berusia 140 tahun. Nek Otjas, demikian dia sering dipanggil, adalah seorang wanita yang luar biasa. Di usianya yang sudah renta, Nek Otjas masih tampak segar-bugar. Menurut keterangan keluarganya, dari dua kali pernikahannya, dengan Wangsa Jumena dan H Mughni, Nek Otjas memiliki tiga orang anak, puluhan cucu dan sekian banyak cicit, tidak terhitung lagi. Nek Otjas sendiri sekarang tinggal bersama cucunya Asep Ghazali (42) yang kebetulan menjabat Kades Cibiuk Kaler. “Memang nenek itu orangnya luar biasa, walau pun sudah berusia lanjut, namun masih jagjag waringkas. Bahkan sampai sekarang nenek masih biasa membaca Alquran tanpa menggunakan kaca mata. Pendengarannya pun masih normal. Selain itu, nenek juga seingat saya, belum pernah mengalami sakit parah atau sakit macam-macam layaknya manula. Bahkan reumatik pun tidak pernah. Yaa, kalau sakit ringan mah sering, seperti flu dan sejenisnya. Tapi itu pun jarang, biasa diobati dengan ramuan tradisional atau obat dari warung saja,” ungkap Asep Ghazali Nek Otjas yang saat diwawancarai tengah dikelilingi keluarganya, tampak begitu lancar dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan. “Ah, ema mah teu gaduh reusep nanaon panjang yuswa teh. Ieu mah tos takdir we ti Alloh, mung ema mah tara elat shalat tahajud, tah sateuacana sholat tahajud, ema sok ibak heula ngango cai ti’is. Ari saur sepuh ema mah supados jagjag. Muhun Alhamdulillah, siang na teh sok jagjag,” ungkap Nek Ocas sambil terkekeh. Selain kebiasaannya mandi di tengah malam, menurut Asep Ghazali, cucu Nek Otjas dari anak

Alokasi Anggaran DAD Dipertanyakan
KUNINGAN, Medikom-Baru saja permasalahan dugaan penyimpangan beras raskin di Desa Babakan Reuma, Kecamatan Sindang Agung, Kabupaten Kuningan mereda, kini muncul kembali dugaan penggelapan dana alokasi desa (DAD) kurang lebih Rp41 juta oleh Kepala Desa berinisial Ar. Informasi yang dihimpun di lapangan dari beberapa sumber mengatakan, dugaan penggelapan dana pada tahun 2009 tersebut terkuak saat warga di dalam sebuah rapat mempertanyakan kelebihan dana DAD. Bukan hanya itu, warga juga menilai kepala desa tidak mengemban amanah dengan baik. Contohnya pembangunan desa mengalami kemunduran, dana kegiatan PKK yang dianggarkan tiap tahun kenyataanya tidak ada, bahkan pelayanan kepada masyarakat juga sangat kurang. Kepala Desa Babakan Reuma berinisial Ar, sewaktu dikonfirmasi membenarkan bahwa saat rapat dirinya dipertanyakan warga tentang kelebihan dana DAD sekitar Rp41 juta di tahun 2009. Namun dirinya menyangkal, kalau dana tersebut tidak jelas rimbanya. Menurutnya, dana itu ada disimpan di salah satu kepala dusun di sebuah bank atas nama kepala dusun itu yang kebetulan sebagai bendahara. “Dana itu yang pasti ada,” kilahnya. Disinggung mengenai kegiatan PKK yang tak pernah tampak di masyarakat, begitu juga tentang pembangunan selama kepemimpinannya di desa, dirinya enggan berkomentar banyak. Hanya menurutnya, selama memimpin desa kurang lebih 5 tahun, sudah memperbaiki bale desa dan jalan melalui pola PJBM. Camat Sindang Agung Bagja Gumelar SSos sewaktu ditemui di kantornya sedang tidak ada ditempat. Namun Sekmat, Udin Mulyadi, menyarankan agar Kades dan BPD serta para tokoh masyarakat bersama-sama memecahkan persoalan terkait dengan adanya informasi penggelapan dana DAD. “Kades agar transparan dalam mengemban amanah tersebut agar tidak timbul permasalahan yang berkepanjangan. Kebenaran tersebut perlu dibuktikan, maka alangkah baiknya semua berembug, kemana dana tersebut sebetulnya disalurkan,” pinta dia. Namun, ia menegaskan akan menindaklanjuti dan menyampaikan kepada camat yang merupakan atasan langsung untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Diharapkan, semua berjalan aman, hingga kekisruhan ini tidak berdampak kepada penilaian buruk di wilayah Kecamatan Sindang Agung. (YS)

Pertandingan Taekwondo “Bupati Cup I “ Digelar
TASIKMALAYA, Medikom–Bupati Tasikmalaya Drs H T Farhanul Hakim MPd diwakili oleh Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs H Djedje Suhendi ST MSi membuka secara resmi Kompetisi Taekwondo “Bupati Cup I” tahun 2010 dan melantik Pengurus Cabang Taekwondo Kabupaten Tasikmalaya masa bakti 2008-2013 di GOR Susi Susanti, Dadaha, Jumat (21/5). Hadir pada kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, pengurus Taekwondo Provinsi Jawa Barat, pengurus KONI Kabupaten Tasikmalaya, pengurus Cabang Taekwondo Kabupaten Tasikmalaya, peserta, serta tamu undangan lainnya. Bupati menyambut gembira serta menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan sebagai suatu upaya pengembangan panji olahraga, yakni memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Ia menambahkan, terdapat tiga dimensi yang perlu dimaknai untuk diimplementasikan dalam pembinaan dan pengembangan olahraga taekwondo di Kabupaten Tasikmalaya, yitu Pertama, sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah, yang menempatkan masyarakat dan daerah sebagai pilar utama pembangunan olahraga. Kegiatan olahraga perlu dijadikan sebagai media untuk lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan serta menjaga sinergitas antara pemerintah kabupaten dan masyarakat, khususnya masyarakat olahraga. Kedua, menjadikan olahraga tidak saja merupakan wahana untuk pembudayaan pola hidup sehat sebagai bagian kebutuhan hidup masyarakat yang berkolerasi terhadap peningkatan kebugaran jasmani, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan semangat serta gairah masyarakat dalam berolahraga. Ketiga, sebagai evaluasi terhadap pembinaan dan pengembangan olahraga taekwondo yang saat ini berkembang cukup marak di masyarakat dan dilaksanakan oleh pekumpulan-perkumpulan. Di akhir acara, Bupati mengimbau agar kejuaraan ini dapat memberikan pesan yang positif bagi atlet, official, pelatih dan panitia serta unsur pendukung lainnya. (A Cucu)

Amelia Hasbiadi bersama Nek Otjas paling bungsu, neneknya itu mempunyai kebiasaan religius lainnya, seperti biasa membaca Alquran setelah shalat duha sekitar pukul 8.00 pagi hingga menjelang makan siang sekitar pukul 11.00. Dan keunikan lainnya, Nek Otjas mempunyai anak yang sudah pikun, yakni Hj Ikoh, anak sulungnya yang telah berusia lebih dari 95 tahun. Sementara itu, salah seorang aktivis perempuan yang ditemui di tempat yang sama, Amelia Hasbiadi (42), menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan wanita perkasa seperti Nek Otjas. Menurutnya Nek Otjas adalah contoh seorang ibu yang bisa menjaga kehidupannya dengan aktivitas yang positif. Amelia Hasbiadi adalah salah seorang pengurus P3J (Persatuan, Pemberdayaan dan Pembinaan Janda) yang peduli akan nasib para janda, khususnya yang ada di Kabupaten Garut, termasuk Nek Otjas yang termasuk dalam kategori janda manula yang menjadi perhatiannya. “Sebagai aktivis perempuan, saya sangat kagum dengan keberadaan Nek Otjas. Bagaimana tidak, Nek Otjas adalah seorang wanita tangguh yang telah berhasil membesarkan anak dan cucunya dalam keadaannya yang berstatus janda. Paling tidak, kita bisa mencontoh dari gaya hidup sehat ala Nek Otjas ini. Yang saya dengar dari keluarganya, Nek Otjas sangat menjaga makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Dia selalu mensterilkan makanannya dari bahanbahan yang berbau kimia. Dalam makannya, Nek Otjas selalu memakan yang natural saja. Sungguh luar biasa, memang,” ungkapnya. Terkait luputnya Hj Otjas dari sensus penduduk, Asep Ghazali memaparkan, saat ada sensus penduduk, keluarganya sedang tidak ada di rumah karena ada acara keluarga di luar. “Mungkin bukannya tidak terdeteksi oleh petugas sensus tentang keberadaan nenek, tapi sepertinya petugas sensus lupa balik lagi ke rumah kami,” tandasnya. (Kus)

Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo,

Netralitas Harga Mati Bagi Prajurit TNI
INDRAMAYU, Medikom–Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI supaya bersikap netral dalam menghadapi pemilihan bupati dan wakil bupati pada 18 Agustus 2010 mendatang. Pangdam berjanji akan menindak tegas prajurit yang ikut terlibat dalam politik praktis. Hal ini diungkapkannya saat mengadakan kunjungan kerja di Makodim 0616 Indramayu. Selain Pangdam, hadir Danrem Sunan Gunung Djati Cirebon Kolonel TNI Sigit Juwono serta para Dandim, Danramil dan Anggota Jajaran Dandim 0616 Indramayu. Pangdam III Siliwangi mengatakan, tahun ini di Jawa Barat ada lima kabupaten kota yang akan menggelar pemilukada, yakni Kabupaten Sukabumi, Bandung, Karawang, Kota Depok dan Kabupaten Indramayu. Ia mengatakan netralitas prajurit TNI merupakan harga mati dan tidak boleh dilanggar oleh siapapun. Danrem Sunan Gunung Djati Cirebon Kolonel TNI Sigit Juwono menambahkan, untuk membantu pengamanan jelang pemilukada, pihaknya akan menurunkan satu SSK dari Kodim dan dibantu dari Makorem Sunan Gunung Djati. Mereka akan ditempatkan di PPS maupun TPS untuk ikut mengamankan jalannya pemilihan hingga penghitungan suara. Danrem Sunan Gunung Djati berharap, dalam Pemilukada Indramayu nanti masyarakat menjaga kondusivitas daerahnya masing-masing dan jangan terpancing provokator yang akan mengacaukan jalannya Pemilukada Indramayu. (H YF)

Peringatan Harkitnas Ke-102 Kabupaten Tasikmalaya
TASIKMALAYA, Medikom–Wakil Bupati Tasikmalaya HE Hidayat SH MH bertindak selaku inspektur upacara pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-102 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/5), di halaman kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya. Hadir pada kesempatan tersebut, unsur muspida, para asisten, staf ahli, para kepala OPD, karyawan/karyawati di lingkup Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Upacara terlihat lebih semarak dengan bergabungnya satu kesatuan dari TNI AU, AD, dan Polres, dalam barisan. Sedangkan pengibaran bendera merah putih dilakukan oleh siswasiswi yang tergabung dalam Paskibraka.
Api dan semangat kebangkitan inilah yang terus bergelora di hati para anak bangsa, khususnya para pemuda Indonesia. Maka pada tanggal 28 Oktober 1928 lahirlah Soempah Pemoeda yang menjadi kebulatan tekad para pemudapemudi kita menyatukan visi dan langkah serta pemahaman akan semakin mendesaknya kita memiliki sebuah eksistensi dalam satu nusa, satu bangsa dan satu tanah air, yakni Indonesia raya. Peringatan Hakitnas Ke-102 dengan tema “Dengan Semangat Kebangkitan Nasional Kita Tingkatkan Ketahanan Masyarakat dalam Kerangka NKRI” tahun ini, pembangunan karakter bangsa setidaknya harus mencakup empat lingkup besar, yaitu lingkup keluarga, lingkup pendidikan, lingkup masyarakat dan lingkup pemerintahan. “Mari kita tanamkan dan terapkan nilai-nilai kebangkitan nasional yang sungguh-sungguh dengan hati yang ikhlas, sehingga dapat kita jadikan pondasi yang kuat dalam membangun bangsa ini serta menjadi landasan kita dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa yang akan dihadapi. Membangun Indonesia ke depan mutlak harus dilakukan oleh warga bangsa yang memiliki semangat dan jiwa kebangsaan yang kuat,” kata Wakil Bupati, membacakan sambutan Tifatul Sembiring. Wabup menambahkan, berdasarkan informasi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tasikmalaya, pelaksanaan pemilu Kepala Daerah di Kabupaten Tasikmalaya akan diselenggarakan pada tanggal 9 Januari 2011. “Oleh karena itu, mari kita sambut kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga berbagai tahapan yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar, tertib dan aman, sebagaimana kita harapkan bersama,” katanya. (A Cucu)

Penggusuran di Bantaran Cisadane Harus Ditunda
TANGERANG, Medikom–Pemkot Tangerang bersikeras akan menggusur ratusan rumah masyarakat di bantaran Kali Cisadane Kampong Sewan, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Namun demikian, pemkot tidak akan memberikan ganti rugi atas penertiban tersebut. “Dan kami tidak punya anggaran dan tidak ada aturan yang menyebutkan ganti rugi pergusuran di tanah Negara,” kata Wali Kota Wahidin Halim di depan Komisi II DPR RI yang membidangi masalah Pemerintah Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, dan Agraria di Gedung Nusantara 2 DPR RI Senayan, Rabu (27/5). Menurut Wahidin Halim, pihaknya sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kemendagri melarang Pemkot Tangerang menganti rugi ratusan rumah yang akan digusur, jika menggunakan APBD. “Kalau saya melaksanakan ganti rugi dengan uang APBD, saya akan dijerat tindakan pidana korupsi. Sebab di dalam APBD Kota Tangerang, tidak ada anggaran ganti rugi rumah warga pembangunan relokasi seperti rusunami,” ujar Wahidin. Wali Kota juga menjelaskan, sudah mencoba mengambil solusi terbaik agar warga bantaran Sungai Cisadane bisa mendapat biaya kerohiman. Salah satunya dengan melakukan konsultasi bersama BPKP untuk mempertanyakan masalah biaya kerohiman kepada warga, namun juga mentok karena BPKP tidak memperbolehkan. Alasannya sudah diatur UU. Di sisi lain, ia juga merasa tidak sampai hati menggusur masyarakat bantaran Sungai Cisadane, tapi hal itu harus dilakukan agar daerah bantaran Sunggai Cisadane steril dari berbagai macam bangunan yang merusak lingkungan. “Penertiban juga bermaksud untuk melindungi warga dari ancaman longsor,” imbuhnya. Anggota Komisi II DPR RI Basuki Tjahja Purnama menilai, alasan Wali Kota Tangerang tidak kuat, sebab APBD 2010 bisa digunakan sebagai ganti rugi asal mendapatkan persetujuan dari DPRD. Jika serius mau membayar ganti rugi, Pemkot Tangerang bisa mencari dana bantuan sebagai dana penunjang bagi warga. Ia juga menyatakan, apabila warga yang sudah mendiami selama 30 tahun tidak diberikan ganti rugi merupakan tindakan yang tidak bisa diterima. Sebab, warga membangun dengan hasil jerih payah mereka selama bertahuntahun. Anggota Komisi A DPRD Kota Tangerang Supardi menegaskan pihaknya juga pernah meminta Pemkot Tangerang untuk membangun rusunami sebelum melakukan pengusuran. Ia meminta Pemkot Tangerang menunda penggusuran selama dua atau tiga tahun sambil menunggu rusunami untuk relokasi warga bantaran Sunggai Cisadane selesai dibangun. (AgsS)

Pembinaan Aparatur Kecamatan Diikuti 78 Peserta
TASIKMALAYA, Medikom–Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Drs H Abdul Kodir MPd membuka kegiatan Pembinaan Aparatur Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya di Hotel Pajajaran, Selasa (25/5). Para pesertanya para Kasie Tata Pemerintahan dan Pelaksana Bidang Pertanahan Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 78 orang. Hadir pada kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs H Djedje Suhendi ST MSi, Kepala Bagian Pemerintahan serta Ketua KPU Tasikmalaya. Dalam sambutannya, Abdul Kodir mengatakan, perkembangan yang terjadi dewasa ini baik dalam pelaksanaan di bidang pemerintahan, pembangunan, maupun pelayanan masyarakat, aparatur pemerintah dituntut untuk lebih meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan dedikasi sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan adanya perubahan paradigma, ujar Abdul Kodir, aparatur kecamatan sebagai perangkat daerah tertentu akan membawa perubahan yang mendasar dalam mekanisme dan sistem organisasi kecamatan. Selain itu, kewenangan, tugas pokok, fungsinya bukan hanya sebagai pelaksana setiap kebijakan pemerintah, akan tetapi harus mampu menjabarkan setiap kebijakan bahkan membuat suatu perencanaan program. “Untuk itu, seluruh aparatur kecamatan perlu meningkatkan profesionalisme di antaranya dengan penyelenggaraan pembinaan, sehingga dapat mendukung setiap pelaksanaan kegiatan sesuai dengan bidangnya masing-masing,” tutur Sekda. Dikatakan, penyelenggaraan pembinaan administrasi pertanahan bagi aparatur kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya, bertujuan untuk lebih meningkatkan kemampuan aparatur kecamatan, sehingga tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas operasional di lapangan. Ia berpesan agar para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya supaya memberikan barokah dan manfaat sehingga mampu melaksanakan tupoksinya dengan maksimal dan pada akhirnya meningkatkan kredibilitas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs H Djedje Suhendi ST MSi melaporkan, kegiatan Pembinaan Aparatur Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aparatur kecamatan dalam melaksanakan tugas baik secara intelektual maupun dalam pelaksanaan operasional tugas di lapangan. Selain itu, para peserta dapat menjalin kerja sama dengan penuh rasa kekeluargaan. Kegiatan pembinaan dilaksanakan mulai hari Selasa s.d. Kamis (25-27/5) di Hotel Pajajaran Kota Tasikmalaya. (A Cucu)

Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Ir H Tifatul Sembiring dibacakan Wabup. Antara lain dikatakan, 102 tahun lalu, tepatnya 20 Mei 1908, generasi muda Indonesia yang dipelopori oleh Dr Soetomo dan Dr Wahidin Soedirohoesodo membentuk satu organisasi bernama Boedi Oetomo, yang menancapkan tonggak semangat Kebangkitan Nasional untuk melawan penguasa lokal Belanda pada saat itu. Menguat suatu tekad yang bulat untuk merdeka dan membebaskan bangsa Indonesia dari tangan penjajah.

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

9

sedap rasa

Amuk Api Lalap Pasar Leles Garut
GARUT, Medikom–Garut kembali dilanda bencana kebakaran pasar. Setelah Pasar Pameungpeuk di selatan kota Garut luluh lantak dilalap si jago merah, kini giliran Pasar Leles, Desa/Kecamatan Leles, Kabupaten Garut dilahap kobaran api. Kamis ( 27/5) pukul 14.30, warga Pasar Leles dikejutkan dengan kobaran api di tengah lokasi pasar. Walaupun tidak ada korban jiwa, namun keugian materil ditaksir mencapai miliaran rupiah. Kios yang ludes terbakar diperkirakan mencapai 195 unit ditambah satu musala. Sementara itu, lima unit mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi beberapa saat kemudian. Tim damkar sepat kesulitan menjinakkan api karena padatnya jalan yang dipenuhi warga. Selain itu, jalan protokol yang menghubungkan GarutBandung sempat macet total beberapa jam. Pihak pasar belum bisa menentukan penyebab kebakaran di Pasar Leles, karena masih dalam proses pemeriksaan dan investigasi pihak yang berwenang. Camat Leles Drs Yaya Warya didamping Kepala UPTD Pasar Leles Dra Heryani ditemui Medikom di lokasi kejadin menyatakan, musibah ini belum bisa ditentukan asal muasalnya. “Kami belum bisa menentukan penyebab terjadinya kebakaran ini, karena masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib,” tandasanya. Menurut saksi mata yang ditemui di lokasi kebakaran, H Zaenal (55), titik api berasal dari jongko milik Hj Imas, penjual buah-buahan. “Saya kaget, sebelum terjadinya kebakan besar, titik api yang saya lihat tibatiba muncul dari atap jongko yang ada di tengah pasar, tapi beberapa menit kemudian api cepat menjalar ke jongko yang lainnya,” tutur Zaenal. Seorang pegawai kios, Eneng menyatakan keheranannya, mengapa api bisa timbul di kiosnya Hajah Imas yang penjual buahbuahan. “Padahal di kios Hj Imas tidak ada kompor ataupun bahan yang mudah terbakar,” tuturnya. Sementara, pedagang Pasar Leles, Dani begitu terpukul dengan musibah kebakaran tersebut. Barang dagangan warga Kampung Salamnunggal ini, ludes tak tersisa. Padahal menurut Dani, kiosnya baru saja diisi barang belanjaan sekitar Rp45 juta. Kini Dani hanya bisa meratapi nasibnya, dan berharap bantuan dari pemerintah. Camat Leles menginstruksikan kepada warga ataupun pemilik kios supaya bisa menjaga kiosnya. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kalau bisa dalam mengevakuasi atau membersihkan kios jangan diserahkan kepada orang lain,” tuturnya. (Kus)

Sahabat Medikom di manapun anda berada. Kali ini kami menyuguhkan resep makanan khas Jawa bercitra rasa yang layak anda coba.

Asem-asem Dorokdok
Bahan 1 kg krupuk kulit Bumbu 5 biji cabe hijau 5 bh blimbing wuluh 4 bh bawang merah 3 iris kunyit 1 jari lengkuas 3 helai daun jeruk purut 3 siung bawang putih 10 biji cabe rawit bawang daun secukupnya garam dan penyedap rasa sesuai selera Cara membuat Tumis bawang putih dan bawang merah, kunyit, lengkuas yang telah diiris halus (dihaluskan), sampai harum aromanya. Lalu masukkan krupuk kulit sapi ke dalam tumisan. Masukkan bawang daun yang telah dipotong-potong panjang 1cm. Begitu juga cabe hijau dan cabe rawit yang telah didipotong serong. Jangan lupa masukkan blimbing wuluh, lalu masak hingga matang, angkat dan sajikan.

Keong Mas Serang Hektaran Sawah
MAJALENGKA, Medikom-Beberapa hektare sawah yang baru berumur satu bulan di Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh diserang hama keong mas. Akibatnya padi tidak tumbuh sempurna karena akarnya digerogoti keong. Keong-keong tersebut tumbuh subur, telurnya bertebaran di setiap sudut, baik di pematang ataupun di pepohonan yang berada di sekitar sawah tersebut, termasuk di batang padi. Menurut beberapa petani di Desa Jatitujuh, keong-keong tersebut sangat cepat berkembang biak dan sulit dibasmi akibat terjadi banjir yang terus menerus. “Sudah beberapa hari terjadi banjir, sehingga untuk memunguti keong-keong tersebut sangat sulit, karena selain kondisi banjir, air juga keruh sehingga keong sulit dilihat terkecuali telurnya yang bertebaran di mana-mana,” ungkap H.Yahya yang sawahnya beberapa kali kebanjiran hingga menutupi seluruh batang padi. Kondisi tersebut akan sangat berbeda apabila kondisi air surut, sehingga pembasmian keong mas bisa dilakukan dengan cara dipunguti meski butuh waktu lama atau juga mungkin bisa disemprot dengan persisida. “Kalau kondisinya banjir begini disemprot juga susah, selain itu keong kan memakan akar padi,” ungkap H.Yahya yang memprediksi apabila keong tersebut semakin mengganas maka batang padi akan mati, sehingga pihaknya terpaksa harus menanam ulang areal sawahnya atau berisiko pada terjadinya gagal panen. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka H Idi Tjahidi mengaku belum mendapat laporan baik dari stafnya ataupun dari Penyuluh Lapangan Pertanian menganai serangan keong mas tersebut. “Kita akan segera untuk mengecek serangan hama tersebut, keong itu akan mengerogoti akar, satu-satu jalan harus dimusnahkan karena perkembangbiakannya sangat cepat,” ungkap H Idi yang juga akan segera melaporkan kasus tersebut kepada OPT (Organisme Penggangu Tanaman) di Indramayu sehubungan lembaga tersebut di Majalengka belum ada. Pasca MT I keong mas juga sempat menyerang areal pertanian di wilayah Kecamatan Jatiwangi. Hanya ketika itu, petani di wilayah Jatiwangi secara serempak melakukan pembasmian dengan cara memunguti keong-keong tersebut dari sawah dan membuangnya di tengah jalan, hingga langsung mati. Kalaupun ada yang masih tersisa hanya sedikit dan aman terhadap tanaman. “Kalau untuk Jatitujuh memang sementara ini terus didera banjir, sehingga mungkin saja keong tersebut cepat berkembang biak dan masyarakat sulit membasminya seperti yang dilakukan petani di wilayah Jatiwangi,” ungkap H Idi. (Jur)

Sekda Buka Sosialisasi Aplikasi Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik
KARAWANG, Medikom– Pembukaan Sosialisasi Aplikasi Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik merupakan salah satu upaya meningkatkan kinerja para penyedia barang dan jasa di seluruh wilayah Kabupaten Karawang. Tujuannya, memperbaiki transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
Pengadaan Barang dan Jasa secara Elektronik di Gedung Singaperbangsa Lt. III, Selasa pekan lalu. Sekda Iman Soemantri dalam kesempatan tersebut mengatakan, fungsi dari layanan pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik (LPSE) adalah untuk mengelola sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) dan menyediakan pelatihan kepada PPK. Dikatakan, Pemerintah Pusat memberikan jaminan pelayanan sarana akses internet bagi PPK dan penyedia barang dan jasa, menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK serta untuk melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK penyedia barang dan jasa tertentu. Dengan demikian masyarakat saat ini membutuhkan kualifikasi aparat yang handal, profesional, memiliki etos kerja yang tinggi dan mampu menyusun laporan pertanggungjawaban yang akuntabel serta mampu meningkatkan tertib administrasi. Oleh karena itu, beberapa hal tersebut merupakan langkah konkret dari perintah daerah dalam upaya meningkatkan efektifitas serta efisiensi program pembangunan agar tepat waktu, tepat sasaran dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat sesuai dengan skala proritas pembangunan. Sekda menambahkan, prorioritas pembangunan yaitu pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan yang ditunjang infrastruktur jalan yang memadai dalam mengimplementaskan visi Kabupaten Karawang yaitu: “Terwujudnya masyarakat Karawang yang sejahtera melalui pembangunan di bidang pertanian dan industri yang selaras dan seimbang berdasarkan Iman dan Taqwa”. Menurutnya, hasil dari sosialisasi ini selain bermanfaat bagi mereka, juga sebagai bekal guna melaksanakan tugas penyedia barang dan jasa dengan layanan elektronik juga untuk membina sikap mental pada penyedia barang dan jasa agar tetap dalam koridor aturan dan hukum yang berlaku. LPSE adalah unit kerja yang dibentuk di berbagai instansi dan pemerintah daerah untuk melayani Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Panitia Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik. Seluruh ULP dan Panitia Pengadaan dapat menggunakan fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudukannya. LPSE melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan. LPSE berada di bawah pengawasan LKPP cq Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Sistem Informasi. Kepala Balai LPSE Jawa Barat Ika Mardiah mengatakan, ada daerahdaerah yang sama sekali belum tersentuh sosialisasi maupun pelatihan LPSE, disebabkan tidak ada respons dari kepala daerah masing-masing, terhadap imbauan Gubenur Jabar untuk lelang menggunakan LPSE. Dijelaskan, sampai saat ini baru enam kabupaten/kota yang sudah lelang menggunakan LPSE. Jumlah itu merupakan perkembangan dari tahun 2009, yang hanya tiga kabupaten/kota saja, yaitu Kabupaten Kuningan, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Sukabumi. Tahun 2010, terdapat tiga daerah lagi yang menggunakan LPSE, yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Indramayu. Untuk Kabupaten Karawang sudah siap melakukan sosilisasi seperti sekarang ini. “Kita perlu merasa bangga mempunyai kepala daerah yang konsen terhadap penyelenggaraan pemerintah,” ucapnya. Selanjutnya, nara sumber dari LKPP Deputi Bidang MonitoringEvaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Prof Ir Himawan Adinegoro MSc dalam paparannya mengatakan, tugasnya adalah melaksanakan pemantauan, penilaian, melakukan evaluasi dan memberikan masukan atas pelaksanaan pengadaan barang/ jasa pemerintah tahun sebelumnya untuk menjadi bahan penyusunan proses perencanaan dan angggaran serta pembinaan dan pengembangan sistem informasi pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik (electronic procurement). (Andy Nugroho)

Kampung Radug Sentra Perajin Lapis Legit
GARUT, Medikom-Jika kita mengingat makanan khas kota Garut, tentu ingatan kita akan terbayang manis dan kenyalnya dodol garut. Bagaimana tidak, sejak dahulu kala kota Garut memang selalu diidentikkan dengan oleh-oleh yang berbahan dasar gula merah ini. Bahkan sejak lama dodol sudah menjadi trade mark untuk kota Garut. Sebetulnya jika kita mengeksplorasi bisnis kuliner atau oleh-oleh kota Garut, kita akan banyak menemukan jenis makanan atau cemilan yang berbahan dasar gula merah dan sejenisnya. Bukan hanya dodol, di Garut banyak tersebar sentra home industry yang memproduksi makanan khas yang manis rasanya, semisal wajit, angleng, hingga ladu yang terbuat dari beras ketan. Kurang lebih sepuluh kilometer dari pusat kota Garut, tepatnya di daerah Kampung Radug, Desa Sukasenang, Kecamatan Bayongbong, terdapat warga yang hampir delapan RT banyaknya, menekuni bisnis rumahan dengan produk kue basah lapis legit. Usaha yang ditekuni warga Kampung Radug ini telah berlangsung sejak tahun 70-an, dan merupakan usaha indusri rumahan yang turuntemurun. Terkait sentra industri lapis legit yang ada di Kampung Radug, Asep Darmawan yang merupakan Kepala Desa Sukasenang, menyampaikan apresiasinya. “Ya, memang. Sudah sejak lama bisnis lapis legit yang ditekuni warga Kampung Radug ini sudah menjadi trade mark Desa Sukasenang. Dan bisnis ini merupakan sebuah usaha yang sangat potensial bagi tumbuhkembangnya ekonomi kerakyatan,” katanya. Bagaimana tidak, menurut catatan, bisnis lapis legit ini adalah sebuah usaha yang menjanjikan. Dalam satu minggu saja, untuk usaha berskala industri rumahan ini para perajin bisa menghabiskan terigu hingga satu ton dan gulanya dua ton, dengan perputaran uangnya diperkirakan bisa mencapai hingga Rp350 juta, dan bisnis ini pun bisa memberdayakan masyarakat setempat. “Seandainya bisnis ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan dinas terkait, Insya Allah bisnis lapis legit ini akan berkembang dan menjadi aset Garut yang luar biasa,” ungkapnya. Salah seorang warga Kampung Radug, Saefullah Umam (33) yang biasa disapa Pa Uloh, telah menekuni bisnis lapis legit sejak tahun 1993. Pa Uloh yang mempekerjakan karyawan 13 orang mampu memproduksi lapis legit dengan menghabiskan bahan baku terigu dalam seharinya kurang lebih satu kuintal dan gula dua kuintal. Pemasarannya pun sudah merambah hingga ke luar kota Garut, seperti Karawang, Purwakarta hingga ke daerah Subang. Sebetulnya, kata dia, selain memproduksi lapis legit, dulu dia pernah memproduksi bolu ketan dan roti. Namun, karena harga gula terus melonjak naik, terpaksa dirinya mengurangi produksi. Bahkan sekarang tidak lagi memproduksi bolu ketan dan roti. Untuk memenuhi permintaan pasar, kini pihaknya hanya bisa memenuhi produk lapis legit. “Seandainya pemerintah atau pihak dinas perindustrian bisa membantu dalam hal permodalan atau pinjaman lunak, misalnya, sepertinya kami bisa mengembangkannya lagi. Hanya saja, sampai saat ini belum ada. Memang dari pemerintah sering mengunjungi kami, namun hanya sebatas kunjungan saja. Mudah-mudahan ke depannya kami yang bergerak dalam industri rumahan ini bisa mendapatkan dukungan yang maksimal dari pemerintahan,” tuturnya. (Yudi)

Dijajaki Kerja Sama Pengelolaan Sampah
GARUT, Medikom-Bertempat di ruang rapat Setda Kabupaten Garut, digelar ekspos pembangunan Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka, dipimpin oleh Wakil Bupati Garut, Rd Diky Candra dan Sekretaris Daerah, H Hilma Faridz SE MSi, Senin (24/05). Ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung, Wali Kota Cimahi, Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat, Bupati Sumedang dan Bupati Garut, tentang Kerja Sama Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional di Wilayah Metropolitan Bandung, pada tahun 2009 lalu. Menurut Kepala Balai Balai Pengelolaan Sampah Regional (BPSR) Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Setyo Gunadi, kesepakatan bersama tersebut, di antaranya mencakup tempat penge-lolaan dan pemrosesan akhir sam-pah regional dan cakupan daerah pelayanannya, metode pengelolaan dan pemrosesan akhir, lembaga pengelola, dan pembiayaannya. Kesepakatan bersama tersebut menghasilkan pula keputusan bersama, yakni penunjukan tempat pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah (TPPAS) regional. (1) Untuk Metropolitan Bandung (Bandung Raya): TPPAS Legok Nangka Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, dan TPPAS Leuwigajah, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. (2) Untuk Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok: TPPAS Nambo di Desa Nambo dan Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Kerja sama tersebut dimaksudkan untuk: menyelenggarakan pelayanan pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah lintas kabupaten/ kota di tempat pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah regional wilayah Metropolitan Bandung; menciptakan keterpaduan pembangunan antarkawasan dan mewujudkan efisiensi, efektivitas, dan sinergisme penyediaan pelayanan umum, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan dan menjadikan sampah sebagai sumber daya sebagaimana dimaksud dalam UU No 18 Tahun 2008 tentang Sampah. Terselenggaranya pelayanan pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah (TPPAS) regional bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan pengelolaan sampah di wilayah pelayanan kabupaten/kota, meningkatkan kualitas sistem pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah ramah lingkungan, dan meningkatkan kualitas lingkungan dan sosial

Dilaksanakannya sosialisasi ini karena daya kritis masyarakat yang semakin tinggi serta pengaruh desentralisasi, tuntutan kepada pemerintah untuk menerapkan good governance, pemberian pelayanan publik yang baik oleh pemerintah yang efisien, efektif, non diskriminatif serta memiliki akuntabilitas tinggi di mana penyedia jasa dapat berkompetisi dalam pengadaan barang dan jasa. Demikin dikatakan Bupati dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Ir H Iman Sumantri saat membuka Sosialisasi Aplikasi

ekonomi masyarakat sekitar lokasi TPPAS. Wakil Bupati Garut berharap, dengan adanya ekspos ini dapat menjadi salah satu solusi dan keseriusan pemerintah daerah dalam penanggulangan sampah, khususnya di Kabupaten Garut, yang kini setiap harinya memiliki tanggungan sampah mencapai 170 ton. Sementara itu Sekda Kabupaten Garut menyoroti kerjasama antara lembaga eksekutif dan legislatif dalam penanggulangan sampah.

“Antara eksekutif dan legislatif harus dapat duduk bersama agar permasalahan sampah dapat dilaksanakan dan dapat mewujudkan Kabupaten Garut yang bersih dan nyaman,” harapnya. Pihak DPRD Garut, seperti diutarakan Ketua Komisi B, Ade, menyambut baik dan mendukung upaya positif ini, meski dari segi penganggaran mesti ada keseriusan, agar tidak menimbulkan masalah baru dalam pengelolaan sampah di daerah ini. (Kus/***)

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

sorot
Bupati DS Tinjau Pelaksanaan Gotong Royong
DELI SERDANG, Medikom–Bupati Deliserdang Drs H.Amri Tambunan meninjau pelaksanaan Gotong Royong massal dan penanaman Pohon di Desa Saentis, Dusun XVIII dan Desa Tanjung Rejo, serta peresmian Kantor Kepala Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Minggu (23/5). Usai melaksanakan gotong royong, Bupati mengucapkan terimakasih kepada masyarakat serta berharap agar kebersamaan dan kekompakan dalam hal bergotong royong tetap dipelihara sebagai warisan budaya nenek moyang sejak dahulu kala. Dikatakan, kegiatan gotong royong dan penanaman pohon merupakan pengembangan daya dukung alam yang kalau tidak segera diantisipasi akan berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Kepala Desa Saentis Racitno atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang telah merespons kegiatan masyarakat dalam bergotong royong. Hal itu, bisa menjadi pemicu bagi warga untuk tetap konsisten dalam mendukung program GDSM yang telah dicanangkan Pemkab Deliserdang. Bupati beserta rombongan ketika melakukan peninjauan gotong royong ke Desa Tanjung Rejo disambut antusias oleh warga. Pada kesempatan tersebut, Bupati berkenan melakukan pengecoran planing jalan yang dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat. Peninjauan Gotong Royong diawali di Pasar X Dusun XVIII, Desa Saentis, Desa Tanjung Rejo, serta dilanjutkan peresmian Kantor Kepala Desa Tanjung Selamat Kecamatan Percut Sei Tuan. Saat itu, Bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan didampingi Asisten I Drs M Iqbal Nasution, Kadis Cipta Karya Ir Donal L Tobing, Kadis Kehutanan Ir Arli, Kaban PMD Drs Agus Ginting MSi, Kadis PKD Dra Agus Sumantri, Kabag Umum Yudi Hilmawan, Kabag Kesra Hj Saadah, Anggota DPRD DS Rakhmadsyah SH dan Suprantiardi S Pangat, Ketua DPD Partai Golkar Deliserdang Drs H T Achmad Tala’a, Ketua PMI DS H Ismayadi SH, serta Camat Percut Sei Tuan H Syafrullah SSos, bersama Muspika dan seluruh kepala desa/ lurah se Kecamatan Percut Sei Tuan. (R David Sagala)

10

Ir Farel Silalahi:

Seharusnya Anggota Dewan Tidak Boleh Main Proyek
JAKARTA, Medikom-Beberapa kepala dinas (kadis), kepala suku dinas (kasudin), dan sekretaris dinas (sekdin), mengeluh terhadap tingkah laku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta yang baru beberapa bulan menjabat. Mengeluhnya beberapa kadis, kasudin, sekdin di Provinsi DKI Jakarta, karena ternyata satu dinas bisa didatangi banyak anggota Dewan yang meminta proyek. Ironisnya lagi, bila tidak mendapatkan proyek maka anggarannya akan dicoret. Itulah pengakuan/keluhan dari beberapa kadis, kasudin, dan sekdin di Provinsi DKI Jakarta. Kasudin Pendidikan Dasar, Jakarta Pusat, Drs Zainal Soleman mengatakan, pihaknya berusaha berbuat jujur, dan transparan. “Ada beberapa anggota dewan yang datang ke kita, dan kita tolak. Kalau mau ikut lelang/tender harus ikuti prosedur yang ada. Sudah banyak contoh, yang korban masuk penjara itu eksekutif. Kalau legislatif bisa berlindung di hak budgeting,” singkat Drs Zainal Soleman di ruang kerja H Alex Ismail. Menyikapi hal ini, salah satu anggota Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Partai Damai Sejahtera (PDS), Ir Farel Silalahi menyarankan kepada seluruh anggota Dewan, agar tidak main proyek terkait dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Seharusnya anggota Dewan tidak boleh main proyek yang terkait dengan anggaran atau menggunakan APBD,” tegas Ir Farel Silalahi saat menyikapi banyaknya anggota Dewan DKI Jakarta dalam tahun ini gentayangan ke setiap dinas dan suku dinas (sudin). Ir Farel Silalahi dengan sangat tegas mengatakan, Dewan itu hanya mengawasi kinerja seluruh dinas dan sudin. “Mengawasi masalah penggunaan anggaran yang telah disetujui Dewan, apabila tidak sesuai atau menyimpang, maka Dewan berhak menegur dinas dan sudin tersebut,” kata Ir Farel Silalahi saat keluar dari lift lantai dua Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, barubaru ini. Menurut Ir Farel Silalahi, sangat tidak patut bila anggota Dewan menjalankan suatu proyek yang anggarannya telah menggunakan APBD, karena anggaran tersebut disusun oleh anggota Dewan itu sendiri. “Hari gini, kalau ada anggota

Ir Farel Silalahi
Dewan yang ikut atau terlibat main proyek, berarti anggota Dewan tersebut berbadan dua. Artinya, sudah ada contoh anggota Dewan dan pengusaha yang ikut atau terlibat main proyek anggarannya berasal dari APBD, pada ketangkap dan masuk penjara,” katanya. (slamet supriyadi)

Hari ke-10 Unjuk Rasa

Bupati Deliserdang Terima Kunjungan Tim Verifikasi LPPD Tingkat Nasional
LUBUK PAKAM, Medikom–Bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan, Rabu (26/5) menerima kunjungan Tim Verifikasi Nasional dalam rangka verifikasi penilaian total indeks prestasi kinerja penyelenggara pemerintah daerah tahun 2010 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2008, di Aula Cendana kantor bupati di Lubuk Pakam. Kunjungan Tim Verivikasi LPPD ini dipimpin Ramses Hutagalung, Kasubdis Wilayah I Dirjen Otonomi Daerah bersama anggota tim dari lembaga independen, tim teknis nasional yang terdiri dari unsur Mendagri, Menpan, Bappenas dan Menkeu. Bupati Drs H Amri Tambunan saat menerima tim Verifikasi didampingi unsur Muspida, Wakil Ketua DPRD Ruben Tarigan SE, Sekdakab Drs H Azwar S MSi, Asisten I Drs H M Iqbal Nasution, Ka Bappeda Ir Irman DJ Oemar Msi, para SKPD dan camat se-jajaran Pemkab Deliserdang serta diikuti beberapa lembaga independen, perguruan tinggi dan LSM. Bupati Deliserdang dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim verifikasi ke daerah ini guna peningkatan pelaksanaan otonomi daerah ke depan yang lebih baik. Bupati memaparkan, Kabupaten Deli Serdang setelah dimekarkan dengan lahirnya Kabupaten Serdang Bedagai, luas wilayah menjadi 2497,72 Km2, jumlah penduduk 1.738.431 jiwa yang tersebar di 22 kecamatan, 380 desa dan 14 kelurahan. Dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan selama ini di Deli Serdang, meski mengalami kendala-kendala akibat keterbatasan dana dan SDM, tetapi sedikit demi sedikit sudah semakin membaik melalui gebrakan-gebrakan dengan mengikutsertakan tiga pilar kekuatan yaitu pemerintah bersinergi dengan masayarakat dan dukungan pihak swasta. Menurut Bupati, yang menjadi prioritas pembangunan di daerah yang dipimpinnya adalah bidang pendidikan dan kesehatan, tanpa mengabaikan infrastruktur lainnya. Inovasi terus dilakukan dengan berbagai pola seperti program Konsep Cerdas dengan merehabilitasi seluruh gedung-gedung sekolah sehingga menjadi layak untuk proses belajar dan mengajar.(R David Sagala)

Kajari Diminta Periksa Sekda Kota Depok Ety Suryahati
DEPOK, Medikom-Maraknya aksi unjuk rasa terus mewarnai Kota Depok. Bukan hanya Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok yang mengerahkan ribuan massanya di Balai Kota, Senin (24/5), meminta kepala dinas kesehatan dipecat atau Nur Mahmudi mundur. Di depan kantor kejaksaan negeri dan kawasan Kota Kembang pun tidak pernah sepi dari demo yang dilakukan LSM. Pihak kejaksaan seakan tidak menggubris. Namun, Rabu (26/ 5), demo dari para LSM sudah menginjak hari yang ke-10. Para pendemo yang terdiri dari GRN, Bocor, Repdem, Aksara, Permad, Wahdi Center, maupun Himpunan Pemuda Tani, terus menuntut dituntaskannya kasus Bansosgate 87 miliar yang melibatkan dinas pertanian, dinas pendidikan, dan dinas kesehatan. Pekan sebelumnya demo mengandalkan aksi bungkam dan mogok makan, menyampaikan pesan melalui tulisan-tulisan untuk segera menjemput paksa Wali Kota Nur Mahmudi yang dianggap paling bertanggung jawab terhadap dana Bansos Rp87 miliar. Namun, menginjak hari ke-10, terpampang tulisan “Turut Bela Sungkawa Tragedi 87 Milyar Bansos Gate, Bongkar dan Tuntaskan” disertai gambar nisan kuburan. Dikatakan oleh Ahmad Buhari (Greg) dari LSM GRN, ketika berunjuk rasa, Selasa (25/5), para pendemo dikejutkan oleh kedatangan staf dinas pendidikan Kota Depok bernama Lili yang notebene panitia lelang ke kantor kejaksaan. Usai kunjungan tersebut para pendemo menanyakan maksud kunjungan tersebut. Namun, entah karena grogi atau tidak bisa menjawab, Lili mengatakan terkait masalah renovasi gedung kejaksaan lama di Jalan Tole Iskandar senilai Rp800 juta. “Yang jadi pertanyaan kami, bukankah gedung kejaksaan tersebut hanya mengontrak. Makanya tiga tahun lalu dari Dephumkam dibuat di Kota Kembang yang sekarang ditempati ini,” ujar Greg yang menambahkan bahwa dinas pendidikan hanya mengurusi masalah bangunanbangunan sekolah, tidak terkait dengan yang bukan dinasnya. “Jadi kami menduga keras Bapak Lili diutus menyelesaikan kasus bansos pendidikan oleh Sekda Ety Surhayati yang dulu menjabat kadis pendidikan,” tegasnya. Dalam orasi tersebut mereka meminta pihak kejaksaan memeriksa Sekda Ety Surhayati untuk bertangung jawab atas bansos pendidikan yang disalahgunakan. “Kami juga minta pihak kejaksaan segera menyidang dua tersangka yang mendekam di penjara Paledang. Jangan kasus bansos dibuat tenggelam oleh isu pilkada dan lain-lain,” ujar Rahman Tiro dari Barisan Oposisi Corong Rakyat (Bocor) Depok. “Sudah terbukti salah satu tersangka merupakan keponakan wali kota. Jadi, KKN sangat kental di pemerintahan Nur Mahmudi,’’ tegasnya. Sementara itu Wawan Kurniawan dari Perhimpunan Mahasiswa Depok menyatakan, pihaknya memberi semangat kepada kajari baru untuk menuntaskan kasus bansos Rp87 miliar yang tidak berhasil diselesaikan Kajari Triyono. “Kajari lama telah bermain mata. Jadi, kami masih memberi dukungan kepada kajari yang baru upaya kelanjutan menjari terangbenderang,’’ ujar Wawan dalam orasinya. (Lucy/FR Ambarita)

Komisi B DPRD DKI, H Maman Firmansyah

Copot Ir Soetrisno dan Coret Anggaran UPT-PKPP dan PPI
JAKARTA, Medikom-Kejengkelan dan gregetan salah satu anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H Maman Firmansyah sudah dapat dianggap atau dibilang wajar, karena tidak berpihak kepada orang miskin. Pasalnya, program Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Kawasan Pelabuhan Perikanan (PKPP) dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke, Jakarta Utara, Ir Soetrisno, dianggap tidak jelas dan tidak berpihak kepada masyarakat nelayan DKI Jakarta. H Maman Firmansyah dengan sangat tegas mengatakan, akan mengusulkan ke fraksinya (PPP) DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk mencoret anggaran Dinas Kelautan dan Pertanian, khususnya UPTPKPP dan PPI Muara Angke, Jakarta Utara. “Karena sudah tiga tahun berturut-turut, dari tahun 20072010 coolstorage/pendingin ikan itu dianggarkan, sudah belasan miliar rupiah, tapi sampai saat ini tidak berfungsi. Itu kan, namanya mubazir,” kata Maman dengan nada emosi. Menurut Maman, program coolstorage itu tidak benar, karena sekian tahun seakan-akan dibiarkan saja dan dijadikan obyek. “Saya khawatir sebelum difungsikan coolstorage tersebut akan menimbulkan karat. Sedangkan coolstorage itu dibeli melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), yang notebene masyarakat Provinsi DKI Jakarta pembayar pajaknya. Kalau seperti itu masyarakat nelayan DKI Jakarta sangat kecewa,” papar Maman, anggota lembaga legislatif asal Kotamadya Jakarta Utara. “Coba Anda-Anda ini sebagai wartawan datang pada malam hari ke UPT-PKPP dan PPI Muara Angke, Jakarta Utara. Kalau malam itu, ikan-ikan tersebut pada masuk ke coolstorage, ini kan, namanya terselubung. Itu saya melihat dengan mata telanjang. Tahun 2010 DPRD Provinsi DKI Jakarta menggodok sebanyak 22 peraturan daerah (perda), dan itu tidak termasuk Perda Coolstorage. Bahkan saya juga akan mengusulkan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta, melalui Fraksi PPP untuk mencopot Kepala UPTPKPP dan PPI Muara Angke, Jakarta Utara, Ir Soetrisno,” tegas Maman, Kamis (27/5). Yang menjadi pertanyaan tim Medikom, Kepala UPT-PKPP dan PPI Muara Angke, Jakarta Utara, Ir Soetrisno setiap akan dikonfirmasi, selalu saja tidak ada di kantor. “Bapak sedang keluar kantor. Kalau tidak salah, ada rapat di Puncak,” kata stafnya. (Tim)

Oknum Pegawai RS BMC Bogor Diskriminatif
BOGOR, Medikom-Media cetak merupakan salah satu sarana bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya untuk mendapatkan informasi. Bahan bakunya diperoleh para wartawannya dari “lapangan”. Kemudian diramu menjadi produk berupa tulisan dan gambar yang informatif dan mendidik. Para wartawan tersebut akan bekerja sekeras mungkin untuk mendapatkan bahan informasi terbaik dipersembahkan kepada para pembacanya. Apalagi jika menyangkut kepentingan publik, mereka tidak akan mengenal kata menyerah dalam bekerja. Para wartawan bekerja dilindungi oleh undang-undang. Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Jadi Kota Bogor serta HUT Rumah Sakit BMC Bogor yang ke-6 tahun, dilakukanlah berbagai kegiatan seremonial. Di antaranya jalan sehat keluarga besar karyawan-karyawati RS BMC Bogor yang dilepas secara resmi oleh Wali Kota Bogor Drs H Diani Budiarto didampingi Kepala Dinas Kesehatan Dr Triwandha Elan. Acara tersebut tergolong meriah, sebab melibatkan orang “nomor satu” dan pejabatpejabat lainnya di Kota Bogor. Akan tetapi, sangat disayangkan, ada kekecewaan di balik kemeriahan tersebut. Beberapa wartawan media cetak mingguan, di antaranya dari Suara Publik (Suwandi), Media Interpol (Heri M), Media Transaksi (Ansori), Detak Jakarta, dan beberapa media lainnya, dikecewakan oleh pihak panitia, sesaat setelah pelepasan jalan sehat di depan RS BMC Bogor. “Kami hanya mengundang media lokal saja, yaitu Radar Bogor dan Jurnal Bogor,” ketus salah seorang panitia, saat akan ditanyai perihal kegiatan yang berlangsung. Si panitia tersebut seakan tidak menyadari telah bersikap diskriminatif terhadap pekerja media. Seakan tidak menyadari pula bahwa pembaca dari media tersebut bisa saja merupakan pasien dari RS BMC Bogor, keluarga maupun handaitaulan dari pasien dan pegawai RS BMC Bogor. Atau bisa juga keluarga maupun handai-taulan dari wali kota maupun pejabat lainnya di Kota Bogor, yang saat itu diundang untuk membuka acara. Maka sikap terhadap pekerja media tersebut tak ubahnya merupakan sikap diskriminatif terhadap masyarakat juga. Mudah-mudahan sikap diskriminatif dan arogan yang diperlihatkan oleh sang panitia tersebut bukan merupakan sikap dari RS BMC Bogor. Sebab undang-undang tidak memperbolehkan rumah sakit untuk diskriminatif. Semua pasien, baik kaya maupun miskin, baik pejabat maupun rakyat jelata, baik yang berpenghasilan besar maupun kecil, baik yang berpenghasilan bulanan maupun harian, semuanya harus mendapatkan pelayanan baik. Menurut para wartawan tersebut, boleh saja mereka tidak diundang, tapi seharusnya tetap mendapatkan hak untuk memperoleh bahan berita. Apalagi acara tersebut melibatkan wali kota dan kepala dinas yang notabene merupakan pelayan publik yang aktivitasnya berhak masyarakat untuk mengetahuinya. “Kami berharap Wali Kota Bogor Drs H Diani Budiarto serta Kepala Dinas Kesehatan Dr Triwandha Elan kiranya dapat mengetahui kejadian ini dan kiranya memberikan teguran serta penerangan kepada pihak RS BMC,” kata para wartawan tersebut. “Kami sangat kecewa, UU Pers No 40/1999 dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sama sekali tidak dihiraukan oleh pihak RS BMC,” sesalnya. (rangga)

Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Budihardjo, Irene, Marullah Matali

Kadis Sosial DKI, Budihardjo:

Telkom dan Korea Sepakat Mendirikan Perusahaan Patungan
BANDUNG, Medikom–PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan SK Telecom (Korea) menandatangani kerja sama pendirian perusahaan patungan yang bergerak dalam penyediaan konten digital serta penandatangan nota kesepahaman (MoU) Peningkatan Produktivitas Industri (IPE, Industry Productivity Enhancement), di Seoul, Korea Selatan baru-baru ini. Kerja sama ini memiliki arti penting bagi Telkom yang sedang mengembangkan bisnis TIME (Telecommunication, Information, Multimedia dan Edutainment). Seperti tertuang dalam perjanjian kerja sama tersebut, SK Telecom dan Telkom, sepakat mendirikan perusahaan patungan (joint venture company) yang bergerak dalam bidang Digital Content Exchange Hub (DCEH) di Indonesia. SK Telecom menguasai 49% saham dari total investasi senilai tidak kurang Rp100 miliar. Sedangkan Telkom melalui anak perusahaannya METRA akan menguasai 51% saham dan akan mengambil peran dalam pemasaran lokal, penjualan, jaringan, penagihan dan bundling product. DCEH adalah jenis baru hub untuk mendistribusikan konten digital, seperti file musik, permainan dan klip video yang nantinya dapat diakses tidak hanya oleh konsumen tetapi juga toko musik online dan operator telepon baik yang berbasis kabel maupun selular. DCEH diharapkan dapat menetapkan tren baru dalam mengonsumsi konten di kalangan pengguna Indonesia, karena menggunakan teknologi canggih dan fitur yang mudah digunakan pengguna. SK Telecom selain menyediakan keahlian manajemen yang solid dalam membangun platform bisnis DCEH juga akan menyediakan konten digital. Sementara Telkom akan memanfaatkan posisinya sebagai pemain utama industrti telekomunikasi untuk menguasai pasar konten digital. Selain itu, melalui nota kesepahaman yang ditandatangani bersamaan dengan kerja sama tersebut disepakati untuk melanjutkan kerja sama bilateral dalam mewujudukan inisiatif bisnis IPE di Indonesia, yakni mengkaji beberapa layanan/solusi untuk enterprises dan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia. Kedua perusahaan, melalui nota kesepahaman akan terus melakukan kerja sama bisnis secara menyeluruh dengan mengembangkannya ke area bisnis lainnya. Kerja sama operasi ini diharapkan dapat memberikan nilai lebih bagi kedua perusahaan sebagai mitra bisnis yang berkualitas. Melalui kerjasama IPE diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, sesuai dengan portofolio bisnis baru Telkom yang berbasis TIME. Dong-Seob Jee, Executive Vice President of SK Telecom’s IPE Business Division mengatakan, kerja sama dengan Telkom adalah prestasi luar negeri pertama bagi SK Telecom yang diharapkan dapat menjadi landasan untuk lebih mengembangkan bisnis global IPE SK Telecom. Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan, kontrak DCEH untuk mendirikan bisnis baru

DCEH adalah jenis baru hub untuk mendistribusikan konten digital, seperti file musik, permainan dan klip video yang nantinya dapat diakses tidak hanya oleh konsumen tetapi juga toko musik online dan operator telepon baik yang berbasis kabel maupun selular. DCEH diharapkan dapat menetapkan tren baru dalam mengonsumsi konten di kalangan pengguna Indonesia, karena menggunakan teknologi canggih dan fitur yang mudah digunakan pengguna.
dengan SK Telecom dan penandatanganan MOU IPE adalah langkah pertama menuju kerja sama yang lebih luas antara kedua perusahaan. “Saya berharap Telkom dan SK Telecom, menjadikan DCEH sebagai momentum awal untuk membuka kerja sama dalam bentuk lain. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga seluruh wilayah Asia,” ujarnya seraya menambahkan, perjanjian yang ditandatangani hari ini akan menciptakan sinergi dengan strategi TIME untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan. (IthinK)

Meningkatkan Harkat, Martabat serta Kualitas Hidup Manusia
JAKARTA, Medikom-Dalam meningkatkan harkat, martabat serta kulitas manusia, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta berusaha keras mengembangkan prakarsa serta peran aktif masyarakat dalam pembangunan. Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Budihardjo, mengatakan hal tersebut usai rapat antara Dinas Sosial dengan Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (27/5). Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Budihardjo mengatakan, kita mencegah dan mengendalikan serta mengatasi masalah sosial dan meningkatkan ketahanan dan pemberdayaan sosial masyarakat, serta meningkatkan ketahanan pelayanan dan rehabilitasi sosial, mengembangkan sistem perlindungan dan jaminan sosial, dan mengembangkan sistem dan sarana serta prasarana usaha kesejahteraan sosial (UKS). “Semua itu sesuai dengan Misi Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta,” kata Budihardjo. Tugas Dinas Sosial, kata Budihardjo, yang lainnya ialah melaksanakan urusan sosial, seperti penyusunan, pelaksanaan rencana kerja dan anggaran Dinas Sosial, perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan sosial, pelaksanan UKS, pencegahan timbulnya penyandang masalah sosial, pembinaan pengembangan dan pengawasan UKS dan partisipasi masyarakat di bidang kesejahteraan sosial, pembinaan dan pengembangan tenaga fungsional di bidang kesejahteraan sosial, pelayanan pembinaan dan pengendalian rekomendasi, standarisasi dan/atau perizinan lembaga dan usaha di bidang kesejahteraan sosial. “Pelayanan pembinaan dan pengendalian perizinan pengasuhan anak serta rekomendasi pengangkatan anak, penyelenggaraan rehabilitasi, resosialisasi, pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial, pelayanan dan perlindungan korban tindak kekerasan, orang terlantar, korban bencana, dan musibah sosial lainnya. Pelayanan kepada Perintis, Pahlawan Kemerdekaan dan keluarganya, serta pelestarian dan pengembangan nilai kepatriotan, penegakan peraturan perundang-undangan di bidang sosial,” ucap Budihardjo. Selain itu dalam penyediaan, penatausahaan, penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan prasarana dan sarana kerja kesejahteraan sosial, pemberian dukungan teknis kepada masyarakat dan perangkat daerah, pengelolaan kepegawaian, keuangan, barang, dan ketatausahaan Dinas Sosial, dan pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi. (Slamet S)

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

11

Dinas Pertanian Adakan Pelatihan Teknis Bagi SLPTT-PL III
MAJALENGKA, Medikom–Baru-baru ini di Kabupaten Majalengka telah dilaksanakan kegiatan pelatihan teknis bagi pemandu lapangan III SLPTT tanaman padi, jagung dan kedelai. Kegiatan yang dilakukan di gedung Serbaguna Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Majalengka tersebut merupakan implementasi Program Peningkatan Ketahanan Pangan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu (SLPTT). Pelatihan yang diikuti 90 orang peserta dari seluruh kecamatan, baik yang sudah PNS maupun yang masih THL ini bertujuan agar semua bisa menerapkan teknologi pertanian secara benar dan bisa meningkatkan penghasilan para petani setempat dan menambah ilmu di bidang pertanian. Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Majalengka, malalui Kasi Tanaman Padi Nana Supriayana BSc, kegiatan pelatihan untuk tahun ini dibagi dua tahap. Untuk SL padi dilaksanakan mulai tgl 24-31 Mei dengan jumlah PL 30 orang, sedangkan untuk PL jagung dan kedelai akan dilaksanakan mulai tgl 1-7 Juni masing-masing 30 pemandu lapangan sekaligis dua kelas disatukan. Tanaman padi dari progam SLPTT tahun ini akan menanam padi non hibrida seluas 7.000 ha dan padi hibrida 1.000 ha di 26 kecamatan. Uutuk tanaman kedelai dialokasikan di 17 kecamatan seluas 776 ha, sementara tanaman jagung dengan jenis benih bishi dan asia akan ditanam 900 ha. Untuk kebutuhan benih dari masing-masing jenis padi non hibrida 25 kg/ha, padi hibrida 15 kg/ha, untuk jagung 15 kg/ha, untuk kedelai 40kg/ha. Benih yang sudah tersalurkan baru padi dan kedelai, itu pun baru sebagian. Untuk jagung akan turun bulan Juni nanti. “Yang memberikan materi dalam kegiatan ini adalah PPL, POPT, BPTP Lembang, PL2 dari Dinas dan BP4 K KabupatenMajalengka,” ungkap Nana. Ia juga menanbahkan, bersatunya kegiatan antara Dinas Pertanian dan BP4K diharapkan dalam pelaksanaan program nanti bisa lebih baik dan berhasil optimal sesuai dengan yang diharapan oleh semua pihak. (Tatang/Jur)

Komunitas Sepeda Miliki Website Sendiri
Untuk menyosialisasikan gerakan kembali ke sepeda, Yayasan Bhakti Persada bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat meluncurkan website back2bike.com. Dengan fasilitas website tersendiri, diharapkan akan semakin menggugah kesadaran masyarakat sekaligus menjadi sarana efektif untuk mengajak masyarakat menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi ramah lingkungan. "Ini merupakan gerakan moral agar masyarakat kembali bersepeda. Dengan udara bersih kita semua akan sehat fisik, sehat jiwa, serta pola pikir kita juga akan sehat," ujar Sylviana Murni, Walikota Jakarta Pusat di sela-sela penandatanganan deklarasi dan peluncuran website back2bike.com di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (30/5). Dalam acara yang juga dihadiri Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dan tokoh nasional Jimly Assidiqie, Sylvi berharap gerakan bersepeda kian memasyarakat, sehingga secara perlahan kualitas kebersihan udara kota Jakarta juga akan semakin meningkat pula. Untuk mendukung gerakan ini, pihaknya juga telah menyediakan jalur sepeda di kawasan Jl Thamrin dan Sudirman. Di samping juga menggelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) tiap dua bulan sekali. "Dengan adanya jalur bersepeda dan HBKB diharapkan makin banyak masyarakat yang menggunakan sepeda," tukasnya di hadapan 44 komunitas bersepeda di antaranya Masyarakat Bersepeda Kebonkosong (MasdaKeong),

Menjaga Bingkai Sosial Teknologi Informasi ............................................................Hal 6
pendidikan dan pembangunan, kemudian memenuhi tujuan-tujuan sebagaimana yang dapat diperoleh dengan facebook, twitter dan lainlain. Sedangkan dilihat dari segi pengusaha, yaitu sebagai penyedia hardware dan software sangat berurusan dengan teknologi, kualitas dan harga yang terjadi di tataran global, nasional dan regional, juga tergantung dari entrepreneurship pengusaha itu sendiri. Khusus mengenai usaha internet dapat dituturkan, bahwa pada tahap awal memang sangat menarik karena menghasilkan dengan segera (quick yielding) dan dapat mencapai titik impas (BEP) dalam waktu relatif pendek. Keuntungan bersih bisa mencapai 30% per bulan dari total investasi di luar tanah dan bangunan, berarti 360% per tahun. Ini bisnis yang menggiurkan, karena itu usaha internet seperti jamur di musim hujan, perkembangannya sangat dahsyat. Apakah nanti perkembangan usaha dan ketenagakerjaan di daerah atau di negeri ini akan sedahsyat perkembangan usaha warnet? Entahlah, maka pemerintah dari sekarang perlu mengkaji dan mengantisipasi perkembangan usaha masyarakat tersebut. Saya mendoakan, bahwa dengan campur tangan pemerintah maka usaha masyarakat seperti itu akan terus berkembang maju melalui kebijakan-kebijakan pemerintah yang inovatif dan adil. Namun saya ingin menyampaikan rambu-rambu, yaitu bagaimana agar life circle usaha tersebut tidak terbatas, tidak cepat sampai titik jenuh yang disebabkan oleh kemampuan individu-individu masyarakat untuk memiliki komputer atau internet sendiri dan bisnis warnet akan punah seperti nasib bisnis wartel, ataupun nasib bisnis bioskop dengan sebab yang hampir sama, yaitu sarana yang dibutuhkan telah banyak dimiliki masyarakat. Sedangkan untuk melakukan alih usaha oleh masyarakat atau pengusaha yang bersangkutan tidaklah mudah, maka puingpuing fisik dan konsekuensikonsekuensi sosial yang terjadi dari bangkrutnya bisnis tersebut tidak bisa ditutup-tutupi. Dengan “permainan pimpinan” bisa saja memilih strategi planning dengan resiko tanggung jawab yang kecil (artinya dapat mengelak), umpamanya memilih sowing seeds on fertile ground, yaitu salah satu strategi planning yang lainnya. Namun tidak akan lama setelah persaingan terjadi, maka mayat-mayat usaha masyarakat yang ada bergelimpangan dan aroma tidak sedap akan menyebar ke manamana, berupa kegelisahan sosial yang layaknya penyakit menular. Mudah-mudahan dengan teknologi informasi tidak ada pemimpin yang salah memilih atau menentukan strategi dalam planning yang dibuatnya. Amin. RA Ridwan Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur

Persatuan Bersepeda Sumurbatu (Pordasumba) dan Masyarakat Bersepeda Menteng (Masteng).

Aburizal Bakrie berharap, gerakan ini bisa menciptakan lingkungan lebih baik karena mampu

mengurangi polusi udara kota Jakarta. "Karena gerakan memperbaiki linkungan tidak hanya

dengan menanam pohon, tapi ada banyak cara, salah satunya dengan bersepeda," tandasnya.

Uang Transport Petugas Sensus Disunat ....................................................Hal 1
siapa pelakunya, karena sampai saat ini belum ada yang mengadu dan melaporkan kejadian tersebut. Kalau memang terjadi pemotongan uang pengganti transport para PCL, jelas Deni, hal itu diluar kewenangan pihak BPS Kabupaten Majalengka. Mereka yang melakukan pemotongan uang pengganti transport adalah “oknum”. Pihak BPS Kabupaten Majalengka tidak pernah menginstruksikan dan tidak menghendaki adanya jenis pungutan apapun yang terkait kegiatan sensus penduduk tahun 2010. “Menjelang akhir kegiatan sensus penduduk di Majalengka yang melibatkan tenaga petugas sensus sebanyak 2.772 orang, ada beberapa kendala dan kejadian yang perlu mendapat perhatian serius seperti terjadinya kecelakaan lalu lintas petugas sensus di Kecamatan Kadipaten, meninggalnya petugas sensus di Kecamatan Bantarujeg, serta bagaimana membagikan uang kehormatan untuk para RT yang nilainya sebesar Rp200.000 untuk 6.441 orang RT yang ada di Majalengka. Dengan terjadinya dugaan pemotongan uang pengganti transport tersebut, maka pembagian uang kehormatan pun tentu harus lebih hati-hati,” imbuh Deni. Koordinator Sensus Kecamatan (KSK) Sukahaji, Uli saat dihubungi Medikom via ponselnya dengan tegas membantah melakukan pemotongan uang pengganti transport para PCL di wilayah kerjanya. Dia menegaskan, tidak tahu apa-apa tentang pembagian uang pengganti transport, karena yang menyerahkan korlapnya yaitu Dedi. “Saya hanya menerima laporan bahwa semuanya sudah selesai. Dan terkait uang yang Rp100.000, katanya sebagai ucapan terima kasih untuk KSK. Jika ingin jelas silakan langsung berbicara dengan korlapnya yang sekarang sedang bersama saya,” kata Uli. Korlap Sensus Penduduk Kecamatan Sukahaji, Dedi kepada Medikom via ponsel membenarkan bahwa dirinya menerima uang dari setiap PCL sebesar Rp100.000. Namun itu bukanlah potongan, tapi sebagai ucapan terima kasih para PCL untuk KSK Sukahaji. “Nanti saya akan konfirmasi para koordinator tim (kortim) supaya jelas,” kata Dedi. Anehnya, menurut beberapa petugas sensus di Kecamatan Sukahaji, yang memotong uang transport mereka adalah KSK-nya, karena uang diberikan oleh KSK serta tidak ada yang namanya Dedi selaku korlap. Sebab, KSK Sukahaji juga merangkap sebagai koordinator lapangan. (Jur)

Pemerintah Cabut Subsidi BBM .................................................................Hal 1
subsidi BBM dialokasikan kepada masyarakat yang layak mendapatkanya. Namun, semua itu harus didasari data yang akurat, karena ada indikasi selama ini masyarakat yang mendapat subsidi BBM termasuk golongan yang mampu. Yang perlu diperhatikan lagi, kata politisi dari PDIP ini, kondisi riil masyarakat secara keseluruhan daya belinya masih sangat rendah. Dan penghasilan yang diterima masih sangat minim. “Hal inilah yang menjadi alasan Fraksi PDIP menolak keras rencana penghapusan subsidi BBM khususnya bagi pengguna kendaraan bermotor,” katanya. Ia juga melihat, skenario pemerintah agar penggunaan kendaraan bermotor roda dua mengalihkan penggunaan premium menjadi pertemax akan berimplikasi negatif dengan munculnya pasar gelap BBM premium. Yang akhirnya menimbulkan permasalahan baru yang tidak akan menyelesaikan masalah. Pada kesempatan lain, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Evita H Legowo mengemukakan, wacana penerapan pembatasan BBM bersubsidi dilandasi adanya kepentingan efisiensi. Diperkirakan, pembatasan pembelian BBM bersubsidi bisa menghemat uang negara hingga 40 persen. “Setelah dilaksanakan dua sampai tiga tahun, (subsidi) bisa turun sampai 40 persen,” ungkap Evita kepada wartawan. Berdasarkan roadmap pengalihan BBM bersubsidi, pembatasan pembelian BBM bersubsidi atau distribusi tertutup akan mulai dilakukan pada 2011. Ada beberapa opsi yang berkembang saat ini, antara lain berdasarkan tahun pembuatan, besaran cc, dan jenis kendaraan. Namun, hingga saat ini belum diputuskan opsi mana yang akan dipilih. “Kami sudah mulai berdiskusi di dalam (internal). Nanti akan kami bicarakan dengan Gaikindo, Pertamina, dan asosiasi. Jika akan diterapkan ke masyarakat nantinya, pemerintah akan mengomunikasikannya lebih dulu dengan DPR,” kata Evita. Pembatasan pembelian BBM bersubsidi rencananya akan menggunakan sarana yang sederhana, yaitu stiker. Jika menggunakan smart card seperti usulan semua, diperlukan biaya yang cukup besar. Dus, pada tahun 2014 hanya kendaraan berpelat kuning yang diperbolehkan membeli BBM bersubsidi. Khusus mengenai opsi pembatasan pembelian BBM bersubsidi berdasarkan tahun pembuatan kendaraan, diusulkan agar kendaraan yang dibuat tahun 2000 ke atas tidak boleh membeli BBM bersubsidi. Perhitungannya, selain pemiliknya merupakan masyarakat berkemampuan, juga karena mesin kendaraan tersebut telah dirancang menggunakan BBM beroktan 92 ke atas. Sedangkan kendaraan yang dibuat di bawah tahun 2000 ke bawah, mesinnya menggunakan oktan 88 atau sesuai dengan spesifikasi BBM bersubsidi. “Yang ditemui di lapangan, banyak pemilik mobil yang tidak membaca aturan dari mobil yang dimilikinya, seperti harus menggunakan BBM dengan oktan 92 ke atas. Masih banyak mobil bagus yang menggunakan BBM bersubsidi yang memiliki oktan 88. Kebijakan ini juga untuk pencerahan para pemilik mobil,” kata Evita. Rencana pemerintah dalam hal ini Kementerian Negara ESDM melarang pengendara sepeda motor untuk membeli premium dan beralih ke Pertamax mengundang kritikan ekonom Econit Rizal Ramli. Menurutnya, subsidi itu tidak haram bila untuk masyarakat kecil dan menaikkan produktivitas. “Janganlah.... Indonesia sudah susah, orang mencari murah dengan membawa sepeda motor, malah dipersulit. Rakyat ini sudah serba susah,” kata Rizal kepada wartawan baru-baru ini. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian pada era Gus Dur ini menyarankan pemerintah harus kreatif mencari terobosan. Jangan mengambil gampang dengan mencabut subsidi. “Carilah cara lain yang lebih kreatif. Misalnya, harus dibatasi bagaimana golongan menengah ini saat bepergian naik kandaraan umum. Kalau golongan menengah naik kendaraan umum merasa tidak nyaman, maka akan banyak orang memaki kendaraan umum. Barulah setelah itu akan ada perubahan,” ujarnya. Pendiri Komite Indonesia Bangkit ini juga meminta pemerintah berkaca pada model ekonomi Asia Timur seperti China, Jepang dan Korea Selatan. Jangan hanya berpatokan pada model ekonomi Anglo Saxon. Menurut Rizal salah satu kritikan untuk teori ekonomi Anglo Saxon adalah sangat bergantung pada liberalisasi ekonomi. Dalam kasus ini financial sector dominated financial sector. Sehingga ekonomi itu menjadi sangat rentan terhadap masyarakat dunia karena nilai tukar diserahkan pada pasar. “Tetapi model Asia Timur memperlihatkan modernisasi yang bertahap. Mulai dari riil sektor, dan kemudian masuk ke financial sektor,” ujarnya. China, kata Rizal, memilih untuk membesarkan bank lokal mereka dengan kredit domestik. Dan sekarang, Bank China menjadi bank nomor dua di dunia. “Ini pendekatan yang berbeda. Nilai tukarnya dikelola, dan kalau perlu diperlemah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di China. Jadi, model ekonomi Anglo Saxon dan Asia Timur ini memang berbeda,” kata Rizal. ***

Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks 022 7233856 Email : skmmedikom@yahoo.com Perusahaan : Jl. Peta No.149 A (Lingkar Selatan) Bandung Telp/Faks. 022 - 6001506
Diterbitkan : CV WIYATA PURNAKARYA. Berdasarkan UU No. 40/1999. Terdaftar pada Direktorat Merk Ditjen Hak & Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM RI No. 556756/22 Desember 2003 Penasehat : Yodi Setiawan EDD, EDS Pendiri : LH Rahardja Pemimpin Perusahaan : HA Damini Wakil Pemimpin Perusahaan : Teddy Subarsyah SH SSos CN Dewan Redaksi : Yahya Siregar - HA Damini - Edie Nirwan S - HA Soleh Hidayat - H Rochadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Yahya Siregar Wakil Pemimpin Umum : Edie Nirwan S Wakil Pemimpin Redaksi : HA Soleh Hidayat Konsultan Hukum : Iwan Suwandhito SH - David Roesyidi Konsultan Kesehatan : dr Henry S Ibrahim - dr Isnindiary Sandra Dungga Manajer Keuangan : D Muliaman SE MBA Manajer Produksi : H Rochadi Manajer Iklan & Sirkulasi : Rudy Janto Soelaiman Litbang: Teddy Subarsyah SH SSos CN - Drs Heriyadi TS Redaktur Eksekutif : Dadan Supardan Redaktur Pelaksana : Hiskia Milala Redaktur Hukum : Sastrianta Sembiring Redaktur Politik: Drs A Basa MSc Redaktur Khusus : Bambang Wisono Staf Redaksi : Taryana SSos - Hary Buana - Nina Nurlinawati - Slamet Raharjo - Dudun Hamidullah - Desi Kurnia - Zulkifli SDP Lubis - Dudi Hendayat - Drs Eka Wirawan - Endang Kosasih - Kaka Suminta Koordinator Liputan/Wartawan : Kgs Dedi Iskandar Marketing : Edy Herwansyah Sekretaris Redaksi : Sulastiyah Desain Grafis : Hary Buana Sirkulasi : Sandi Lesmana Jaya - Angga Agus Junarsa - Nanang Johansyah Alamat Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks: 022 7233856 Perwakilan Jakarta : Jl Dr Muwardi I/37 Grogol Jakarta Barat Marketing Iklan : Jl Blitar No 13 Antapani Bandung 40291 Telp/Fax: (022) 7207988 Bank BNI 46 Cabang Kantor Unpad Bandung No Rek 6404937-3 a.n. Bpk Amin Damini H. Percetakan : CV WIYATA PURNAKARYA - Isi diluar tanggung jawab percetakan

Medikom Hadir di: Jl BKR depan Alifa, Jl BKR Depan PT INTI, Jl Peta Depan Tegalega, Jl Peta Depan RS Imanuel, Jl Peta Perempatan Jl Kopo, Jl Kopo Samping RS Imanuel, Jl Kopo Depan Alfamart, Jl Kopo Depan Bank BCA, Jl Astanaanyar, Jl Pasteur depan RSHS, Jl Pasteur Depan Yogya, Jl Pasteur samping Universitas PASIM, Jl Garuda Deket Lampu Merah, Jl Garuda, Jl Cihampelas Depan SDN Cihampelas 1,2, Jl Cihampelas Depan Pom Bensin,Jl Cihampelas Depan SMU Pasundan, Depan Alunalun, Jl Rajawali, Depan RS Rajawali, Terminal lewipanjang (dalam), Jl Terminal Leuwipanjang ( luar), Jl Tegalega Depan Museum Sri Baduga, Jl Buah Batu, Jl Buah Batu, Jl Gatot Subroto, Jl Gatot Subroto, Jl Kiaracondong, Jl Kiaracondong, Jl Soekarno Hatta, Jl Soekarno Hatta /Pasar Gede Bage, Jl Cipadung, Jl Raya Ujung Berung, Jl Raya Sumedang. Jl Padjadjaran (Depan Toko HWK), Jl Cihampelas (Depan STHB Bandung), Jl Cipaganti (Simpang Jl Dr Curie), Depan Jl Cipaganti No.37, Jl Sampurna (Depan Primajasatour), Jl Cipaganti (Depan Rumah-Praktek Prof Dr.Julianto W dan Dr Imelda A Widjojo SpPD), Jl Cipaganti (Depan Kantor Pos Cipaganti), Jl Cipaganti (Yayasan Bakti Sosial Santoso PSAA Santoso Cipaganti), Jl Setiabudhi (Depan Pizza Hut), Jl Ciumbuleuit (Depan Apotek Waringkas), Jl Ciumbuleuit (Depan Alfamart Ciumbuleuit), Jl Ciumbuleuit (Depan RSAU dr Salamun), Jl Siliwangi (Depan Siliwangi Billiards), Jl Ir H Juanda (Depan Dago Tea House), Jl Ir H Juanda Depan ITSB (Institute Tekhnologi dan Sains Bandung), Simpang Dago (Depan RM Pondok Kapau). WARTAWAN BANDUNG Kota : Mbayak Ginting - Iwan Herdiawan - Yusuf Suryaman - Laures - Eva - Akbar Kab Bandung : Suhendar R Kab Bandung Barat : K fauzi R CIMAHI : Zaenal Abidin - Fredy HS DKI Jakarta : Slamet Supriyadi - Ahmad Taufik Nawawi TASIKMALAYA : Agus Cucu SB - Anwar SB, Lukman Nurhakim CIAMIS : Heru Pramono (Kabiro) - Ipan Panuju Supriadi BANJAR : Handri Martandangi CIREBON Kota : Yuyun W Kurnia BBA SE - Rudi Mulyana - Indra Sunawar Kab : M Suratman - KUNINGAN : Yoyo Suhendar SUKABUMI : Anne Mustikasari - Ilham Septian B.W - Ariya Gumelar PURWAKARTA: - CIANJUR : Asep Kurnia - Rizal BOGOR : M Yusuf - Eka Wirawan - A Gani DJ - Rangga Anggoro TR Putra - Edison Nizar Jt DEPOK: FR. Ambarita - Lucia S. Andreeni Perwakilan KARAWANG : Andi Nugroho BEKASI : Iwan Gunawan- Rosyd - Dedi Sukandi - Stefanus Lung, Agus Nuryadin MAJALENGKA: Isa Ansori P - Juremi SUMEDANG : Aidin Sinaga INDRAMAYU : H. Yonif Fatkhurony SUBANG : Loy - Slamet Supuwijara - Lodewyk Butar-butar - Asep Nasa PANTURA : Ridwan Abdullah GARUT : Engkus K - Yudi K - NIK NIK - AGUS TEGAL : Dodi Yahya PANDEGLANG : - KABUPATEN LEBAK : - TANGERANG: Agus Salim - H. Bainul Amin - H. Syaiful Perwakilan JAWA TIMUR : Drs Albert PS JL Jaga Raga No 18 Surabaya (Tlp: 031 3557655/08165430289) Perwakilan YOGYAKARTA : - Perwakilan LAMPUNG BARAT : Suhardin (Kabiro) - Joniyawan Sumatera Utara : (Ka Perwakilan)-Jonpery Sinulingga Medan : Syamsul - Maradona Deli Serdang : R David Sagala - Paulus Butar Butar, HILDE TIURMA TAMPUBOLON Simanlungun/Siantar: Sailan Tarigan Langkat/Kota Binje : Sagin, Hendra Sinaga, Rusmajam Kabupaten DAIRI : Amin Sitanggang

Edisi 371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010

12

Tips Kesehatan

Cara Melangsikan Tubuh
Ada banyak cara menurunkan berat badan, mulai dari bermacam metode diet, olahraga, operasi sedot lemak, tusuk jarum, sampai minum obat pelangsing. Manakah yang aman dan efektif ? Merujuk pada badan kesehatan dunia, WHO, disebutkan bahwa penurunan berat badan yang baik tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi merupakan terapi jangka panjang. Yang dibutuhkan untuk mengurangi berat badan bukan sekadar mengurangi porsi makan, tetapi juga diperlukan bimbingan dari ahli gizi sebelum melakukan perubahan pola makan, disertai aktivitas fisik serta terapi perilaku. Untuk mencari tahu cara pelangsingan mana yang sehat, aman, sekaligus efektif, bacalah uraian berikut sampai tuntas.
Sedot lemak Cara membuang lemak yang kini sedang tren adalah operasi liposuction dan tummy-tuck. Operasi ini banyak dipilih karena berat badan bisa turun secara drastis tanpa perlu capek berolahraga dan melakukan diet, hal itu dibuktikan oleh kesaksian seorang artis ternama. Tapi mengapa ya meski lemaknya sudah dibuang, badannya masih juga melar ? Pada dasarnya liposuction adalah operasi untuk mengeluarkan lemak di bawah kulit, dan dilakukan untuk mencapai keserasian bentuk tubuh, bukan untuk menurunkan berat badan. Sedangkan tummy-tuck adalah proses pembuangan jaringan lemak yang berlebih dan kulit di atasnya untuk membentuk tubuh lebih estetis. Lemak yang dikurangi pun tak boleh lebih dari 3-5 kg sekali operasi Menurut dokter spesialis gizi, dr.Johanes Chandrawinata, MND,SpGK, kedua jenis operasi tersebut biasa dilakukan dokter terhadap pasien yang memiliki tubuh bergelambir setelah berat badan tubuhnya susut. Jadi, menurunkan berat dulu baru dioperasi, bukan operasi untuk menurunkan berat karena setelah 3 bulan tubuh akan gemuk kembali. Gastric binding & gastric by-pass Tindakan ini dipilih jika dengan metode pelangsingan apa pun tidak berhasil. Gastric binding adalah pemasangan alat "pengikat lambung" yang menyebabkan kantung lambung lebih kecil sehingga kita tidak akan makan terlalu banyak karena tubuh lebih cepat merasa kenyang. Melalui tindakan ini berat badan dapat berkurang 35-60 persen dalam 12 bulan. Berbeda dengan gastric binding yang bersifat sementara, gastric by-pass bersifat permanen, dokter akan membuat ’jalan’ penghubung antara pangkal lambung dengan usus halus sehingga makanan tidak melalui lambung namun langsung ke usus halus. Dengan gastric by-pass, berat badan dapat dikurangi sampai 80 persen. Untuk melakukan kedua jenis tindakan tersebut, pasien harus berusia di atas 35 tahun. Akunpuntur Sampai saat ini metode akunpuntur belum dapat dibuktikan secara ilmiah dapat menurunkan berat badan. Umumnya para pasien pun berhenti di tengah jalan karena tak kunjung mendapatkan berat ideal yang diharapkan. Obat dan suplemen pelangsing Sebelum percaya oleh iming-iming iklan, sebaiknya teliti lebih dahulu kandungan obatobatan dan suplemen tersebut. Badan pengawasan obat dan makanan AS (FDA) bahkan melarang konsumsi suplemen pelangsing yang mengandung

kandungan akftif E.sinica atau efedrin karena memiliki efek samping gejala psikiatrik, mengganggu saluran cerna serta membuat jantung berdebardebar. Meski menyebutkan mampu menurunkan kadar lemak, tak sedikit obat pelangsing yang hanya mampu mengurangi berat tubuh 1,2 kg selama 614 minggu, setara dengan diet redah kalori sebesar 1250/hari pada kurun waktu 0.5 minggu tanpa obat apa pun. Diet popular Diet popular sering disebut sebagai "Fad Diets", memiliki karateristik antara lain ; menjanjikan penurunan badan yang cepat, dapat menyembuhkan berbagai penyakit, menganjurkan penggunaan suplemen, makan berdasarkan waktu tertentu, membatasi atau melarang makanan tertentu dan hanya untuk jangka pandang. Yang dapat digolongkan ke dalam fad diets misalnya diet rendah karbohidrat, food combining, diet berdasar golongan darah, mayo clinic diet. Karena banyaknya larangan untuk memakan jenis makanan tertentu, biasanya kebutuhan tubuh akan gizi tidak terpenuhi karena kekurangan vitamin, zat besi, serta serat. Dari segi ilmu gizi, setiap waktu makan (pagi, siang dan malam) dianjurkan memakan makanan yang bervariasi dalam jumlah seimbang, karena tubuh membutuhkan berbagai macam zat gizi sekaligus. Menurunkan berat badan secara sehat Meskipun belum ada jawaban pasti diet mana yang paling tepat untuk menurunkan berat badan, namun dr. Johanes merekomendasikan pola diet yang dilakukan oleh National Weight Control Registry (NWCR) di AS. NWCR adalah kumpulan data orang (ada 4000 orang) yang telah berhasil menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan tetap bertahan selama lebih dari 5 tahun. Karateristik pola makannya adalah rendah lemak (24 persen asupan kalori), asupan karbohidrat cukup tinggi, rendah kalori (1300-1500 kcal/hari). Karena kita tidak mungkin mengetahui berapa kalori yang dikandung dalam makanan, dr.Johanes menyarankan untuk mengurangi asupan lebih kecil dari porsi biasa. "Untuk mengurangi 500 kalori setiap hari mudah kok, misalnya jika makan gado-gado, kurangi bumbu kacang dan kerupuknya, lebih memilih nasi putih daripada nasi goreng, dan sebagainya", saran dokter yang yang berpraktek di RS. St.Boromeus, Bandung ini. Dijelaskan oleh dr.Johanes, mayoritas anggota yang terdaftar dalam NWCR melakukan makan pagi secara rutin, memantau berat badan sendiri secara berkala serta melakukan olahraga. Dengan pola makan rendah lemak rendah kalori seperti ini telah terbukti mampu menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan bisa dipertahankan lebih dari 5 tahun.

Tanpa perbedaan seorang warga Kecamatan Sindang dengan menggendong buah hatinya tampak mesra diapit Bupati DR H Yance dan Ketua TP PKK Hj Anna Sophana pada acara Bakti Sosial Solusi Desa. (Foto: H Yonif Fatkhurony)

TP PKK, IDI, Dinkes, K3S, dan Cinde FM Gelar Bakti Sosial “Solusi Desa”
INDRAMAYU, Medikom–Bertempat di Desa Terusan Kecamatan Sindang Indramayu belum lama ini digelar pengobatan gratis. Kegiatan yang bertajuk Gelar Bakti Sosial Solusi Desa itu, dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Indramayu, Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Indramayu, Dinas Kesehatan, K3S, dan Radio Cinde FM bareng kopi ABC. Hadir pada momen tersebut Bupati DR H Irianto MS Syafiuddin, Ketua TP PKK Hj Anna Sophana, Ketua IDI Dr H Dedi Rohendi SMARS, Kepala Dinas Kesehatan Dr H Suwardi SMARS, Camat Sindang Drs Bastomi MSi, Direktur Cinde FM H Adjie Rasa, serta para kader Posyandu, BKB Kemas, Kuwu dan Kader PKK. Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu yang juga calon Bupati Indramayu Hj Anna Sophana Syafiuddin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para kader Posyandu, BKB Kemas maupun anggota PKK. Menurutnya sekalipun tanpa diberi honor tetap, namun mereka dengan ikhlas telah berjuang sungguh-sungguh untuk kemajuan PKK. Dijelaskan Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan DR H Yance sesungguhnya ingin sekali memberikan honor terhadap para kader PKK tersebut, hanya saja karena jumlahnya cukup banyak yakni mencapai 13.132 orang, maka secara jujur Pemkab Indramayu belum mampu untuk memenuhi harapan tersebut. “Namun demikian, Pemkab Indramayu tidak lantas diam begitu saja, sebagai gantinya di setiap kecamatan akan diberi modal untuk membuat koperasi sebesar Rp50 juta,” ujarnya seraya menegaskan agar modal tersebut dikelola dengan baik karena nantinya akan diadakan lomba kader. Mereka yang baik dalam mengelola koperasinya, maka akan diberikan dana pinjaman tambahan. Bupati Indramayu DR H Irianto MS Syafiuddin mengajak masyarakat untuk tetap menjaga perilaku hidup sehat di lingkungannya masing-masing. Menurutnya Pemerintah Kabupaten Indramayu sejak tiga tahun terakhir ini telah menggratiskan untuk berobat di seluruh puskesmas yang ada. Bukan hanya itu, Pemkab juga telah menggratiskan biaya sekolah. “Jadi kalau berobat di puskesmas dan sekolah masih dipungut biaya, tolong laporkan ke saya,” pinta Bupati. Kegiatan yang sama sebelumnya dilakukan di Desa Bulak Kecamatan Jatibarang, Desa Wirakanan Kecamatan Anjatan, Desa Benda Kecamatan Karangampel, Desa Terusan Kecamatan Sindang, sedangkan tanggal 26 Mei mendatang di Desa Teluk Agung Kecamatan Indramayu. (H Yonif)

Hari Kebangkitan Nasional Tidak Diperingati di Pangandaran
CIAMIS, Medikom-Sudah satu abad Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) kita peringati sebagai momen bersejarah bangsa Indonesia. Paham nasionalisme mulai masuk Indonesia pada paruh awal abad 19, tepatnya tanggal 20 Mei 1908. Maka tanggal 20 Mei sangat bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia, di mana kongres pemuda pertama dilaksanakan pada 20 Mei 1908. Spirit dasarnya digagas oleh Budi Utomo yang dilatarbelakangi oleh semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam konteks mempertahankan keutuhan bangsa. Menurut Usep Saeful Kamal, Koordinator Divisi Penelitian dan Pengembangan “el-fat-h Education Centre”, dalam tulisannya di sebuah media, maju-mundurnya sebuah bangsa akan sangat ditentukan oleh seberapa besar semangat nasionalisme yang dimiliki rakyatnya. Keterpurukan yang menimpa bangsa kita hari ini, sangat ditentukan oleh kesadaran bersama untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa ini. Kesadaran ini penting untuk mewujudkan harapan dan impian bernama “kebangkitan nasional”. Dalam sejarah terbukti, lahirnya kesadaran para pemuda tentang betapa pentingnya semangat persatuan dan kesatuan, selang beberapa tahun kemudian, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia yang dipelopori oleh Ir Soekarno berhasil memproklamirkan Indonesia pada seluruh dunia, sebagai sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Usep Saeful Kamal memaparkan, dalam perjalanan bangsa Indonesia selama lebih dari 64 tahun pascakemerdekaan, ternyata masih dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Memang bangsa ini sudah terbebas dari penjajahan fisik oleh negara kolonial. Namun, yang paling berat dan susah untuk dilepaskan ialah dari cengkeraman penjajahan sistemik yang bernama “kapitalisme global”. Siapa pun pasti tidak akan rela melihat bangsa ini terus berada dalam keterpurukan. Seperti sekarang ini, walaupun kita semua sadar bahwa multikrisis (krisis ekonomi, politik, nilai dan budaya) sedang melanda bangsa ini, tidak mungkin pula dapat kita rubah dalam seketika. Maka upaya perubahan tersebut, tegas Usep, mau tidak mau harus dilakukan mulai dari sekarang. Karena membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk melahirkan manusia-manusia yang mempunyai kualitas dan spirit nasionalisme. Namun sangat disayangkan, di Pangandaran, upacara peringatan hari besar nasional tersebut ternyata tidak dilaksanakan. Hal ini mengundang banyak kontroversi dan pertanyaan dari banyak tokoh dan elemen masyarakat di Pangandaran. “Mengapa hari yang sangat bersejarah di negeri ini tidak diperingati. Padahal hari itu adalah hari di mana kita mengingat perjuangan-perjuangan para pahlawan yang sudah mengorbankan segalanya demi bangsa ini,” kata seorang tokoh. Menurut para tokoh tersebut, peringatan Hari Kebangkitan Nasional dimaksudkan untuk terus menanamkan nilai-nilai nasionalisme bagi masyarakat

Khasiat Bawang Putih
Dr. Yongxiang Zhang dari University of Tokyo, Jepang menyatakan bahwa kemampuan bawang putih menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan pada hewan percobaan sangat mengesankan. Hal itu memang tidak berarti bahwa bawang putih mampu memulihkan masa muda atau sama sekali menghambat proses penuaan. Tetapi setidaknya manfaat bawang putih membantu menghambat proses penuaan. Di samping itu, menurut penelitian Memorial Sloan Kettering Cancer Center, bahan kimia SAMC yang terdapat pada bawang putih dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dengan mengkonsumsi bawang putih, resiko terkena kanker dapat dikurangi. Kadar kolesterol yang tinggi biasanya menjadi pertanda proses penuaan. Bawang putih yang dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Zat anti-kolesterol dalam bawang putih yang bernama ajoene menolong mencegah penggumpalan darah. Dr. Gilles Fillion dari Institute Pasteur di Perancis menduga, bawang putih dapat membantu meredakan stress, kecemasan, dan depresi. Tentunya dengan efek yang lebih lembut. Ia menemukan bahwa bawang putih bermanfaat untuk membantu melepaskan serotonin, yakni bahan kimia yang terlibat dalam pengaturan serangkaian luas suasana hati dan tingkah laku termasuk kecemasan, murung, rasa sakit, agresi, stress, kurang tidur dan ingatan. Kadar serotonin yang tinggi dalam otak cenderung berfungsi sebagai obat penenang yang menentramkan Anda, memudahkan tidur, dan meringankan kemurungan. Bawang putih menolong menormalkan sistem serotonin tersebut.

maupun pelajar/siswa sekolah yang mengikutinya. “Seharusnya, sesibuk apa pun, peringatan hari besar nasional tersebut harus disempatkan dan dilaksanakan. Tidak hanya Harkitnas, tapi juga Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional). Kami juga tidak melihat acara tersebut dilaksanakan,” ungkap beberapa tokoh masyarakat yang ditemui Medikom. Salah satu kepala sekolah, ketika ditanyakan perihal tersebut, mengatakan, waktu itu pihaknya tidak ada menerima undangan untuk acara tersebut. “Makanya kami dan seluruh anak didik tidak mengikutinya,” katanya. Dia pun kemudian meninjau lapangan yang biasa digunakan untuk upacara hari besar nasional tersebut. “Namun di sana kami tidak melihat kegiatan tersebut, malah di lapangan tersebut banyak pedagang, karena digunakan pasar malam,”

terangnya. Ketua PHBN (Panitia Hari Besar Nasional) yang juga Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pangandaran, Drs Indik, dihubungi Medikom melalui telepon genggamnya, mengatakan, pada saat itu dirinya sedang tidak di tempat, karena kebetulan banyak sekali acara dan kegiatan. “Salah satunya ujian sekolah untuk siswa sekolah dasar. Jadi kami tidak ingin menggangu konsentrasi belajar mereka. Dan saya juga sudah menugaskan Sekretaris PHBN dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” katanya. Sementara, menurut Drs Trisno, Sekretaris PHBN yang juga Sekmat Kecamatan Pangandaran, kepada Medikom mengatakan, sebenarnya peringatan Harkitnas di Pangandaran sudah dilaksanakan pada 17 Mei 2010, disatukan dengan upacara rutin yang digelar tanggal

17 setiap bulannya di depan kantor Kecamatan Pangandaran, walau pun dengan peserta seadanya. “Kenapa kami melakukan acara tersebut sebelum waktunya? Mengingat banyak kegiatan dan nanti pada waktunya kami takut kegiatan tersebut tidak terlaksana. Dan benar, pada waktunya baru kami menerima surat sambutan dari pihak kabupaten, pada pukul 09.00 tepat pada hari H-nya. Makanya kami tidak melaksanakan pada waktunya,” ungkap Drs Trisno. Dia juga mengakui kalau saat ini PHBN Kecamatan Pangandaran dinilai belum bekerja maksimal. Untuk itu dirinya akan selalu berusaha untuk lebih baik ke depannya. “PHBN Kecamatan Pangandaran akan berusaha bekerja semaksimal mungkin, demi tercapainya nilai-nilai nasionalisme di masyarakat,” tekad Trisno. (IPAN)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->