Anda di halaman 1dari 15

1

PENINGKATAN PEMAHAMAN NOTASI BALOK DENGAN SOFWARE FINALE 2006


DAN METODE INDUKTIF YANG DIAPLIKASIKAN PADA INSTRUMEN MUSIK
MELODIS DI KELAS III B SD YPPI I SURABAYA

I . PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

( Data Awal dalam Mengidentifikasi Masalah )


Dalam memainkan instrumen musik melodis kita harus berpedoman pada
buku yang berisi lambang-lambang dan tanda-tanda yang menjadi petunjuk pemain
untuk menyajikannya dalam permainan musik.Lambang-lambang itulah yang disebut
notasi musik.Notasi musik ada dua macam yaitu notasi angka digunakan untuk vokal
dan notasi balok yang digunakan untuk memainkan instrumen musik.Berdasarkan
pada kenyataan seperti di atas maka adalah suatu hal yang bermanfaat bila
siswa memiliki pemahaman yang baik tentang notasi balok, karena dengan
menguasai kemampuan tersebut maka di masa depan mereka dapat
mengimplementasikan kemampuan yang dimiliki dalam memainkan instrumen
musik

Dalam pembelajaran seni musik di kelas III SD YPPI I Surabaya salah satu hal
penting yang harus dikuasai dan dimiliki siswa adalah pemahaman tentang notasi
balok,Dengan memiliki pemahaman yang cukup tetang notasi balok ,mereka akan
dapat mengaplikasikan kemampuan yang telah dimiliki untuk belajar instrumen musik
melodis sederhana,misalnya : recorder ( seruling )

Begitu pentingnya kemampuan untuk memahami konsep-konsep dalam notasi


balok pada siswa kelas III B SD YPPI I Surabaya,maka pada tanggal 12 Mei
2010,guru memberikan tes untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa
mengenai notasi balok sehingga dapat diaplikasikan dalam memainkan instrumen
musik melodis.Dalam tes ini siswa diminta untuk menuliskan banyak ketukan dan
harga dari masing-masing not dan tanda diam ( Gambar 1.1 )

(A) (B) (C) (D)

.
(E) (F) (G) (H)
2

Dari hasil tes yang dilaksanakan pada siswa kelas III B SD YPPI I Surabaya yang
berjumlah 25 orang hasilnya secara berurutan dari A – H yang menjawab benar
adalah
20%, 28%, 72 %, 88%, 60%, 80%, 20%, 40%,tetapi dari hasil tersebut tidak ada
satupun anak yang dapat menjawab benar kedelapan soal diatas secara
keseluruhan.Tabel 1.1 di bawah ini menggambarkan jumlah siswa yang menjawab
benar sesuai soal yang diberikan

Jumlah siswa yang


No Gambar Prosentase
jawabannya benar
1 A 5 20%
2 B 7 28%
3 C 18 72%
4 D 22 88%
5 E 15 60%
6 F 20 80%
7 G 5 20%
8 H 10 40%

Tabel 1.1 Hasil tes Nilai Not Balok

 ( Analis Masalah )

Berdasarkan hasil pengamatan guru ternyata sebagian besar siswa tidak


memiliki keterampilan yang memadai dalam memahami nilai dan banyak ketukan
dari suatu lambang not balok

Bertitik tolak pada kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak memiliki
keterampilan yang memadai dalam memahami notasi balok,maka guru melakukan
refleksi dan introspeksi,mengidentifikasi kelemahan-kelemahan dalam pembelajaran
yang dilakukan sebelumnya,Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain :

 Pada pembelajaran sebelumnya guru menggunakan metode yang kurang


bervariasi sehingga pemahaman siswa tentang dasar-dasar penulisan not balok
yang berhubungan dengan bentuk,nama dan nilai not balok kurang maksimal

 Pada aplikasi pembelajaran sebelumnya guru menerapkan pembelajaran


dengan konsep letak do yang berubah-ubah sesuai dengan nada dasar yang
digunakannya.Pembelajaran dengan konsep seperti ini menimbulkan
kebingungan pada diri siswa pada saat mengaplikasikan nada-nada yang
dimaksud dengan menggunakan instrumen musik melodis

 Guru tidak mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran,sehingga


menimbulkan kebosanan pada diri anak,media pembelajaran yang kurang
3

bervariasi atau bahkan penggunaan media belajar yang tidak tepat justru
menjadi penyebab kegagalan guru mencapai tujuan pembelajaran

 ( Pentingnya Masalah diselesaikan)

Apabila sebagian besar siswa tidak memahami materi dasar tentang notasi balok maka
akan berakibar buruk pada saat pengaplikasian dengan memainkan instrumen musik
melodis,maka hal ini sedikit banyak akan berpengaruh dengan prestasi hasil belajar
pada materi-materi pelajaran selanjutnya.Oleh sebab itu masalah ini penting sekali
untuk segera diselesaikan

 Rencana pemecahan masalah dalam kasus diatas,yang dapat dilakukan oleh guru
antara lain adalah :

 Untuk memecahkan masalah yang pertama,yang harus dilakukan guru adalah


mengulang kembali pelajaran dengan penekanan pada dasar-dasar not balok
mengenai bentuk,nama,dan nilai not,yang dilakukan dengan mengunakan
multi metode yang merangsang anak terlibat dalam suasana kelas yang aktif
dengan lebih banyak terjadi multi interaksi sehingga hasil belajar menjadi
lebih optimal dan efektif

 Untuk mengatasi kelemahan yang kedua, yaitu kebingungana siswa dalam


memahami not balok bila nada dasarnya diubah selain C = do,maka yang
dapat dilakukan guru adalah dengan menggunakan konsep do tetap

 Untuk mengatasi kelemahan yang ketiga,dapat dilakukan dengan


menggunakan media belajar sofware Finale 2006 yang lebih bervariasi dan
lengkap agar dapat mengakomodasi bermacam-macam gaya belajar siswa.

B. RUMUSAN MASALAH

 Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah: Bagaimana meningkatkan pemahaman konsep dasar notasi balok pada siswa
kelas III B SD YPPI I Surabaya dengan menggunakan metode induktif dan media
pembelajaran Finale 2006 ?

C. TUJUAN PENELITIAN
4

 Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah : meningkatkan pemahaman
konsep dasar notasi balok pada siswa kelas III B SD YPPI I Surabaya dengan
menggunakan metode induktif dan media pembelajaran Finale 2006 ?

 D. MANFAAT PENELITIAN

 Siswa kelas III SD YPPI I Surabaya dapat memahami konsep notasi balok termasuk
juga perubahannya melodinya melalui nada dasar yang berbeda dan mengaplikasikan
pemahaman itu melalui kegiatan memainkan instrumen musik melodis ( recorder )

 Menambah pengetahuan guru tentang metode-metode yang membuat pembelajaran


menjadi lebih menarik dan efektif serta pengajaran dengan bantuan komputer

II. KAJIAN PUSTAKA

A. Pemahaman Notasi Musik

Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik.Dalam notasi musik nada
dilambangkan dengan not.Notasi musik standar saat ini adalah notasi balok.Penulisan notasi
balok dituliskan pada garis paranada dengan lambang untuk tiap nada yang berupa not yang
juga berfungsi untuk menunjukkan durasi,ritme,dan ketinggian nada ( wikipedia.com,2010 )
Bagian-bagian penting yang dibahas dalam penelitian ini adalah bentuk,nama,dan nilai not
yang menjadi dasar pembelajaran notasi balok.
Untuk mempermudah menggambarkan konsep notasi balok,yang meliputi
bentuk,nama,dan nilai not, maka Wei Tsin Fu ( 2004 : 7 – 9 ) menghubungkan pemahaman
notasi balok dengan kenyataan peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar
anak,sebagai contoh Wei Tsin Fu menghubungkan pemahaman notasi balok dengan peristiwa
ulang tahun,yang diramu sedemikian rupa sehingga lambang nada yaitu not diberi
nama/sebutan sesuai bagian-bagian yang ada dalam kue ulang tahun yang sekaligus berfungsi
menyatakan durasi not.Dalam kegiatan ini terjadi suatu proses mengubah hal yang abstrak
yaitu nada menjadi hal yang nyata dalam bentuk not melalui penggambaran yang
dihubungkan dengan peristiwa yang ada di sekitar kita. Hal ini dapat kita lihat dari
penggambaran berikut ini :
5

a) b) c)

d)

e) f)

g) h)

Gambar 2.1 Bentuk not

Dari penjelasan gambar di atas kita dapat menentukan durasi sebuah nada yang abstrak
melalui penulisan not dan memberi nama not tersebut dengan sebutan yang sesuai dengan
bagian-bagian peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar anak,langkah selanjutnya adalah
mengucapkan not tersebut sambil bertepuk tangan sesuai dengan suku kata dari kata atau
frasa yang menjadi nama sebutan not tersebut,untuk ritme tepukan disesuiakan nilai not
tersebut,melalui proses secara tidak langsung sebenarnya siswa telah memperoleh
pemahaman tentang notasi balok khususnya durasi not,ritme dan nilai suatu not
Dalam notasi musik nada dilambangkan oleh not yang bisa digambarkan
dalam bentuk not angka dan not balok.Tulisan musik disebut partitur.Notasi standar saat ini
adalah notasi balok,yang biasa digunakan untuk menuliskan nada-nada untuk instrumen
musik sedangkan untuk vokal digunakan notasi angka ( Merkx Ewald,2006 : 11 ).Notasi
Gregorian adalah awal notasi balok yang ditemukan oleh Paus Agung Gregori pada tahun
590,adalah awal penulisan musik dengan not balok.Namun notasi Gregorian belum ada
panjang nada ( dinyanyikan sesuai perasaan penyanyi ) dan masih dengan balok not yang 4
baris.
Pemahaman siswa tentang not balok didapat melalui beberapa
tahapan,setidaknya ada dua tahapan agar siswa dapat memahami konsep notasi balok yaitu :
(1) Untuk memahami durasi not dan nilai not siswa memberi nama suatu not sesuai dengan
6

ciri-ciri dan sifat-sifat yang relevan dengan harga/nilai dan durasi suatu not,cara yang
digunakan adalah menggunakan kata atau frasa yang banyak suku katanya sesuai dengan
durasi adan nilai not,misalnya great big whole note untuk not yang durasinya 4 ketukan dan
nilainya utuh atau satu
(2) Untuk memahami tinggi nada dalam paranada, cara yang dilakukan oleh siswa adalah
menentukan garis atau spasi yang dapat dijadikan titik tolak dasar penulisan not lainnya pada
garis paranada yang menggunakan kunci G. Paranada yang menggunakan kunci G
memberitahukan kepada kita bahwa letak nada g adalah pada garis kedua paranada,untuk
lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini :

Gambar 3.1

Gambar 3.2
Siswa dapat dikatakan memahami notasi balok apabila siswa tersebut dapat :
(a) Menentukan durasi,ritme dan nilai suatu not; (b) meletakkan dan menentukan tinggi
rendahnya nada dalam suatu garis paranada; (c) mengaplikasikan kemampuan siswa
membaca not balok melalui permainan instrumen musik melodis dengan lagu sederhana
sampai dengan lima bar/metrum.Apabila para siswa sudah mempunyai kompetensi
melakukan ketiga hal di atas,maka dapat dikatakan bahwa mereka sudah memiliki
kemampuan memahami notasi balok.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tes untuk mengetahui sejauh mana
tingkat pemahaman siswa terhadap notasi balok.Tes tersebut berisi serangkaian pertanyaan-
pertanyaan seperti berikut ini :
7

(1) Dari lambang-lambang/simbol-simbol berikut ( Gambar 1.1 )


a) Carilah dua lambang notasi balok yang mempunyai durasi satu ketukan dan bernilai
seperempat !
b) Carilah dua lambang notasi balok yang mempunyai durasi dua ketukan dan bernilai
setengah !
c) Tentukanlah lambang notasi balok yang mempunyai durasi 4 ketukan dan bernilai
satu ( utuh ) !
(2) Dengan memperhatikan potongan lagu “ Edelweis “ ( Gambar 3.2 )
a) Ubahlah notasi balok tersebut ke dalam notasi angka dari bar pertama sampai bar
yang kelima
Pertanyaan nomor 1 memiliki skor 50 ( skala 0 – 100 ) dengan perincian sebagai berikut :
Pertanyaan 1(a) memiliki skor 20,di mana satu jawaban benar mendapat nilai 10 dan skor
maksimalnya adalah 20.Pertanyaan 2(b) juga memiliki skor 20,di mana satu jawaban benar.
mendapat nilai 10,jadi skor maksimal adalah 20. Pertanyaan 1(c) memiliki skor 10,di mana
satu jawaban benar mendapat nilai 10 jadi skor maksimalnya 10. Pertanyaan nomor 2
memiliki skor 50 ( skala skor 0 – 100 ) dengan perincian satu bar benar mendapat nilai
10.Ada 5 bar yang tersedia pada pertanyaan nomor 2 sehingga skor maksimalnya adalah 50
Pada pembelajaran sebelumnya,seluruh siswa tidak ada yang menjawab
dengan benar kedelapan soal yang diberikan berdasarkan gambar ( Gambar 1.1 ). Hal ini
mengidentifikasikan bahwa sebagian besar siswa belum memahami notasi balok sesuai
dengan harapan guru.Melalui penelitian ini pemahaman siswa dianggap meningkat apabila :
(1) Setiap siswa memiliki skor minimal 70
(2) Rata-rata skor siswa minimal 75
Selain itu peneliti juga ingin mengetahui keberhasilan proses belajar mengajar yang telah
direncanakan sebelumnya.Dalam penelitian ini proses belajar mengajar dikatakan
baik,apabila :
(3) Guru dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dipersiapkan
sebelumnya
(4) Prosentase keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar serta interaksinya dengan
teman dan guru adalah 75 %
(5) Siswa dapat mengaplikasikan 80 % kemampuannya membaca not balok dengan
memainkan potongan lagu sederhana yang terdiri dari lima bar ( Gambar 3.2 )
8

Kelima kriteria yang telah disebutkan di atas merupakan kriteria keberhasilan yang
digunakan guru dalam penelitian ini

B. Media dalam pembelajaran musik

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan


pesan,dapat merangsang pikiran,perasaan,dan kemauan peserta didik sehingga dapat
mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.Media pembelajaran mempunyai
beberapa fungsi di antaranya adalah :

1. Mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik


2. Menyajikan semua obyek kepada peserta didik karena media pembelajaran dapat
melampaui batasan ruang kelas
3. Memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dan lingkungannya
4. Menghasilkan keseragaman pengamatan
5. Menanamkan konsep dasar yang benar,konkrit,dan realistis
6. Membangkitkan keinginan dan minat baru
7. Membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar
8. Memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan
yang abstrak
Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media.Hubbard mengusulkan
sembilan kriteria untuk menilainya ( Hubbard,1993 ) yaitu : biaya,ketersediaan fasilitas
pendukung,kecocokan dengan ukuran kelas,keringkasan,kemampuan untuk dirubah,waktu
dan tenaga penyiapan,pengaruh yang ditimbulkan,kerumitan,dan kegunaan
Terdapat beberapa jenis media belajar diantaranya :

1. Media visual : grafik,diagram,chart,bagan,poster,kartun,komik


2. Media Audial : Radio,tape recorder,dan sejenisnya
3. Projected still media : Slide,over head projector,in focus,dan sejenisnya
4. Projected motion media: film,televisi,video,komputer,dan sejenisnya

Media pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran pemahaman notasi balok adalah
Sofware Komputer Finale 2006 yang merupakan media yang dapat digunakan untuk
9

menuliskan notasi balok di komputer dan menampilkan kepada siswa melalui LCD
Projector.Melalui sofware tersebut, siswa dapat memahami notasi balok yang sebelumnya
abstrak menjadi lebih nyata. Penggambaran dalam sofware ini,membantu siswa untuk dapat
merasakan tinggi rendah,tempo,dinamika,birama melalui bunyi nada tersebut secara
langsung melalui komputer

C. Metode Induktif dalam pembelajaran Seni Musik

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir


dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Sebaliknya metode deduktif adalah metode
yang digunakan untuk menerapkan hal-hal yang bersifat umum terlebih dulu baru kemudian
menuju bagian-bagian yang lebih khusus. Hukum yang disimpulkan difenomena yang
diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.Generalisasi adalah bentuk dari
metode berpikir induktif.Melalui metode induktif siswa dapat mendefinisikan durasi dan nilai
masing-masing not yang dapat digunakan sebagai modal untuk proses penalaran selanjutnya
yaitu meletakkan not pada garis paranada dan membaca serta mengaplikasikan dengan
memainkannya dengan instrumen musik melodis

Model pembelajaran induktif menjadi sangat efektif untuk memicu


keterlibatan yang lebih mendalam dalam hal proses belajar. Model ini secara otomatis bila
digunakan dengan baik oleh guru, juga akan meningkatkan motivasi belajar siswa., dengan
catatan, guru dapat menciptakan kondisi dan situasi belajar yang kondusif dan siswa merasa
aman dan tak malu/takut mengeluarkan pendapatnya.

Model pembelajaran induktif dirancang berlandaskan teori konstruktivisme


dalam belajar. Model ini membutuhkan guru yang terampil dalam bertanya dalam
penerapannya. Melalui pertanyaan-pertanyaan inilah guru akan membimbing siswa
membangun pemahaman terhadap materi pelajaran dengan cara berpikir dan membangun ide.
Tingkat keefektifan model pembelajaran induktif ini, jadinya-sangat tergantung pada
keterampilan guru dalam bertanya dan mengarahkan pembelajaran, dimana guru harus
menjadi pembimbing yang akan untuk membuat siswa berpikir.

D. Pembelajaran Notasi Balok dengan Metode Induktif Menggunakan Media Pembelajaran


Sofware Finale 2006

Berdasarkan teori-teori di atas,peneliti melaksanakan pembelajaran notasi


balok dengan metode induktif menggunakan media pembelajaran sofware finale 2006,dengan
tahap-tahap sebagai berikut :
10

Media Pembelajaran :

1. Mempersiapkan laptop/komputer yang berisi program Finale 2006 yang telah disetup
dengan lambang-lambang/simbol-simbol notasi balok

2. Menata setting LCD Projector dan mengoneksikannya dengan laptop/komputer

1. Tahap Awal ( 5 menit )

a) Guru mengadakan appersepsi dengan menanyakan unsur – unsur musik serta


pengalaman siswa melihat konser musik secara langsung maupun melalui televisi

b) Siswa mendengarkan pemaparan siswa lain mengenai pengalaman menonton


pertunjukkan konser musik serta menyebutkan alat-alat dan perlengkapan yang ada di
sekitar pemain musik

2.Tahap inti ( 50 menit )


a) Guru menginformasikan lambang-lambang not beserta durasinya,melalui media
pembelajaran LCD Projector

b) Guru menginformasikan pada siswa tentang aturan penulisan not balok pada garis
paranada

c) Siswa mengerjakan tugas guru, mengelompokkan notasi musik termasuk di dalamnya


tanda diam sesuai dengan durasi dan nilainya

d) Guru membantu murid-murid memecahkan masalah dari satu kelompok ke kelompok


lainnya

e) Siswa mencoba menterjemahkan notasi balok yang terdiri 5 bar secara kelompok ke
dalam not angka
f) Guru dan siswa melakukan diskusi klasikal membahas hasil penyelesaian soal
sebelumnya

g) Guru dan siswa memainkan lagu sederhana yang terdiri 5 bar dengan recorder
( seruling )
h) Siswa dan guru mengidentifikasi ciri-ciri dan aturan penulisan notasi balok

3.Tahap Akhir ( 15 menit )


a) Siswa menyimpulkan aturan penulisan notasi balok
11

b) Siswa menyelesaikan tes untuk mengukur tingkat pemahaman siswa atas notasi balok
secara individual

III. PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Subjek Penelitian
Berdasarkan latar belakang maka subjek penelitian adalah semua siswa di
kelas III B SD YPPI I Surabaya.Banyak siswa pada kelas tersebut adalah 27 siswa yang
terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 15 perempuan.Lokasi penelitian adalah kelas III B SD
YPPI I Surabaya yang beralamat di Jalan Dharmahusada Indah Barat VI/I Surabaya,telepon
dan faksimile ( 031 ) 5921008
Tujuan penelitian adalah meningkatkan pemahaman konsep dasar notasi balok
pada siswa kelas III B SD YPPI I Surabaya dengan menggunakan metode induktif dan media
pembelajaran Finale 2006. Dengan demikian peneliti yang merupakan guru seni musik akan
melakukan tindakan pada pelajaran Seni Budaya ( seni musik ), pokok bahasan identifikasi
berbagai simbol nada dalam lagu sederhana,sub pokok bahasan notasi balok.Waktu penelitian
dimulai hari Rabu tanggal 26 Mei 2010 pukul 08.10 – 09.20.Tindakan berikutnya dilakukan
sesuai jam pelajaran Seni Budaya yaitu setiap hari Rabu pukul 08.10 – 09.20
Siswa-siswa kelas III B SD YPPI I Surabaya sebgaian besar berasal dari
golongan menengah keatas dimana orang rua mereka sebagian besar berprofesi sebagai
wiraswastawan dan pengusaha.Profesi seperti ini menuntut waktu,tenaga,dan perhatian yang
ekstra,terutama dalam upaya mereka untuk mengembangkan usaha mereka masing-
masing,faktor inilah yang ditengarai menyebabkan perhatian orang tua terhadap
perkembangan belajar anak-anaknya tidak maksimal.Bahkan banyak dari kalangan mereka
12

mengambil jalan pintas,untuk menjalankan fungsi “ keorangtuaan “ mereka maka mereka


mendelegasikan peran ini pada orang lain seperti : guru les,suster,dan pembantu
Di dalam kelas siswa-siswa ini cukup aktif terutama pada pembelajaran yang
menggunakan alat bantu mengajar seperti media pengajaran dan alat peraga.Apabila guru
mengajar dengan cara konvensional,mereka cenderung pasif dan kurang mempunyai inisiatif
untuk bertanya serta mengemukakan pendapat
B. Deskripsi per Siklus
Penelitian ini menggunakan tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yaitu (a) Tahap
perencanaan ( plan ); (b) Tahap pelaksanaan tindakan ( act ); (c) Tahap Pengamatan
( Observe ); (d) Tahap refleksi ( reflect ).Penelitian dimulai dari siklus pertama yang
dilambangkan dengan Siklus I
Siklus I
1. Tahap Rencana
Berdasar masalah yang terjadi di kelas dan penyebabnya yang telah diuraikan pada latar
belakang,peneliti melakukan rencana untuk memperbaiki masalah tersebut.Hal-hal yang
dilakukan peneliti dalam tahap ini adalah sebagai berikut :
a) Peneliti menentukan metode/cara yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah.
Pada latar belakang telah dijelaskan ada tiga hal yang menyebabkan terjadinya
masalah maka untuk menyelesaikan peneliti melaksanakan pembelajaran perbaikan
menggunakan metode induktif dengan media pembelajaran yang didasarkan pada
teori-teori yang telah dijelaskan pada latar belakang

b) Peneliti mengembangkan Rencana Perbaikan Pembelajaran


Berdasarkan tahap-tahap metode induktif yang telah dijelaskan pada Bab II subbab
C,peneliti mengembangkan rancana perbaikan pembelajaran dengan metode induktif
yang dipadukan dengan penggunaan media pembelajaran.Tahap-tahap pembelajaran
yang digunakan dalam RPP dapat dilihat pada Bab II subbab D

c) Peneliti menyiapkan media pembelajaran untuk rencana perbaikan pembelajaran


Media pembelajaran yang digunakan oleh peneliti adalah
Sofware Komputer Finale 2006 yang dapat menampilkan lambang-lambang/simbol-
simbol not balok pada garis paranada sekaligus dengan bunyi masing-masing not
sesuai dengan durasi not dan tinggi rendahnya
13

d) Peneliti mengembangkan tes pemahaman konsep not balok


Peneliti mengembangkan tes pemahaman dasar konsep notasi balok dengan tujuan
untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman mereka terhadap konsep notasi
balok apakah sesuai dengan harapan atau belum. Hal-hal yang diharapka oleh peneliti
dituangkan dalam kriteria keberhasilan.Tes tersebut dapat dilihat pada
Bab II subbab A

e) Peneliti menentukan kriteria keberhasilan


Berdasarkan kriteria ini,peneliti mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan
telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.Apabila sudah sesuai dengan harapan
peneliti maka tindakan perbaikan dihentikan atau dengan kata lain siklus berhenti.Jika
belum,maka peneliti malakukan perbaikan-perbaikan di siklus berikutnya.Kriteria
keberhasilan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
(1) Setiap siswa memiliki skor minimal 70
(2) Rata-rata skor siswa minimal 75
(3) Guru dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah
dipersiapkan sebelumnya
(4) Prosentase keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar serta
interaksinya dengan teman dan guru adalah 75 %
(5) Siswa dapat mengaplikasikan kemampuannya membaca not balok dengan
memainkan potongan lagu sederhana yang terdiri dari lima bar dalam
gambar 3.2
f) Peneliti mengembangkan lembar pengamatan
Peneliti dapat mengetahui keberhasilan kriteria (1) dan (2) berdasarkan hasil tes
tingkat pemahaman dasar konsep notasi balok,sedangkan untuk kriteria (3) peneliti
mengembangkan instrumen penelitian lain yang berupa lembar pengamatan aktivitas
guru,untuk kriteria (4) peneliti menggunakan instrumen lembar pengamatan aktivitas
siswa,sedangkan untuk kriteria (5) peneliti menggunakan lembar pengamatan untuk
tes perbuatan/praktek
14

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan


Setelah mengembangkan hal-hal di atas,peneliti siap melakukan tindakan perbaikan di
kelas.Artinya peneliti melakukan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah
disusun menggunakan media pengajaran sofware komputer Finale 2006.Selama
pembelajaran ini,peneliti dibantu oleh dua orang pengamat yang merupakan guru
Seni Budaya di SD YPPI I Surabaya.Pengamat bertugas mengamati aktivitas guru
dan siswa dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah dipersiapkan
sebelumnya
3. Tahap Pengamatan
Ada tiga data dibutuhkan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah kriteria
keberhasilan sudah tercapai atau belum. Ketiga data tersebut adalah :
a) Hasil tes tingkat pemahaman konsep notasi balok.Data ini diperoleh dengan cara
peneliti melakukan evaluasi menggunakan tes yang dikembangkan pada tahap
rencana dan diselesaikan siswa setelah akhir tindakan.Berdasarkan tes ini peneliti
dapat mengetahui ketercapaian kriteria keberhasilan (1) dan (2)
b) Data aktivitas guru selama pembelajaran perbaikan.Data ini diperoleh dari hasil
pengamatan pengamat menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru.Data ini
digunakan untuk mengetahui ketercapaian kriteria keberhasilan (3)
c) Data aktivitas siswa selama pembelajaran perbaikan.Data ini diperoleh dari hasil
pengamatan pengamat menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa.Data ini
digunakan untuk mengetahui ketercapaian kriteria keberhasilan (4)
d) Data aktivitas siswa selama memainkan instrumen musik melodis.Data ini diperoleh
dari hasil pengamatan guru menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa. Data
ini digunakan untuk mengetahui ketercapaian kriteria keberhasilan (5)
4.Tahap Refleksi
Data-data yang diperoleh pada tahap pengamatan kemudian dibandingkan dengan kriteria
keberhasilan.Bila kelima kriteria tercapai,maka peneliti tidak melakukan tindakan lagi.Bila
belum tercapai,maka peneliti mengidentifikasi kelemahan-kelemahan pada tindakan yang
sudah dilakukan.
Berdasarkan kelemahan-kelemahan itu,peneliti membuat rencana baru untuk
memperbaikinya.Ini berarti peneliti masuk ke siklus berikutnya yaitu siklus 2 ( tahap
perencanaan ) Hal-hal yang perlu diperbaiki dapat berupa metode/cara penyelesaian masalah
atau RPP atau media pembelajaran.Rencana perbaikan tersebut kemudian
15

dilaksanakan ( tahap pelaksanaan tindakan siklus 2 ).Selama melakukan tindakan,peneliti


kembali diamati oleh dua pengamat dan pada akhir tindakan peneliti melaksanakan tindakan
tes tingkat pemahaman ( tahap pengamatan siklus 2 ). Data-data yang diperoleh kemudian
dibandingkan dengan kriteria keberhasilan ( tahap refleksi siklus 2 ). Bila tercapai siklus
berhenti.Bila belum tercapai peneliti mengulang lagi dan masuk ke siklus 3,begitu seterusnya
sampai kriteria keberhasilan tercapai

DAFTAR PUSTAKA

Merkx,Ewald dan Jumiati,Tri.2006. Lagu Untuk Bermain Seruling.Yogyakarta: Penerbit


Kanisius

Tsin Fu,Wei. 2003. Snowman’s Dream A Piano Method.Tubingen : Piano Books,Ltd

Hubbard,Peter et al. 1983. A Training Course For TEFL,Oxford University Press : Oxford

Wikipedia.com@ 2010.www.google.com