P. 1
dormansi benih

dormansi benih

|Views: 3,172|Likes:
Dipublikasikan oleh Aulia Rahma Kautsari
dormansi pada benih
dormansi pada benih

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Aulia Rahma Kautsari on Jun 01, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2015

pdf

text

original

TEKNOLOGI BENIH

DORMANSI BENIH
Candra Ayu Budi S H0808014 Carrine Irawan H0808015 Faradilla Diwitami H0808022

Benih merupakan komponen teknologi kimiawibiologis pada setiap musim tanam untuk komoditas tanaman pangan. Benih dari segi tehnologi diartikan sebagai organisme mini hidup yang dalam keadaan “istirahat” atau dorman yang  tersimpan dalam wahana tertentu yang digunakan sebagai penerus generasi.

• Dormansi dapat dipandang sebagai salah satu keuntungan biologis dari benih dalam mengadaptasikan siklus pertumbuhan tanaman terhadap keadaan lingkungannya, baik musim maupun variasi-variasi yang kebetulan terjadi. • Dormansi adalah suatu keadaan dimana pertumbuhan tidak terjadi walaupun kondisi lingkungan mendukung untuk terjadinya perkecambahan.

Benih yang mengalami dormansi ditandai oleh: • • • • Rendahnya/tidak adanya proses imbibisi air Proses respirasi tertekan/terhambat Rendahnya proses mobilisasi cadangan makanan Rendahnya proses metabolisme cadangan makanan

Klasifikasi Dormansi Biji
a. Berdasarkan faktor penyebab dormansi • Imposed dormancy (quiscence): terhalangnya pertumbuhan aktif karena keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan • Imnate dormancy (rest): dormancy yang disebabkan oleh keadaan atau kondisi di dalam organ-organ biji itu sendiri

b. Berdasarkan mekanisme dormansi di dalam biji • Mekanisme fisik Merupakan dormansi yang mekanisme penghambatannya disebabkan oleh organ biji itu sendiri. terbagi menjadi : mekanis, fisik, dan kimia • Mekanisme fisiologis Merupakan dormansi yang disebabkan oleh terjadinya hambatan dalam proses fisiologis; terbagi menjadi: photodormancy, immature embryo, thermodormancy

c. Berdasarkan bentuk dormansi : • Kulit biji impermeabel terhadap air/O2 • Biji membutuhkan suhu rendah • Biji bersifat light sensitive Cahaya mempengaruhi perkecambahan dengan tiga cara, yaitu dengan intensitas (kuantitas) cahaya, kualitas cahaya (panjang gelombang) dan fotoperiodisitas (panjang hari).

Teknik Pematahan Dormansi Biji
Tipe dormansi : Immature embryo Karakteristik : Benih secara fisiologis belum mampu berkecambah, karena embryo belum masak walaupun biji sudah masak Contoh spesies : Fraxinus excelcior, Ginkgo biloba, Gnetum gnemon Metode pematahan dormansi Alami: Pematangan secara alami setelah biji disebarkan Metode pematahan dormansi Buatan : Melanjutkan proses fisiologis pemasakan embryo setelah biji mencapai masa lewatmasak (after-ripening)

Tipe dormansi : Dormansi mekanis Karakteristik : Perkembangan embryo secara fisis terhambat karena adanya kulit biji/buah yang keras Contoh spesies : Pterocarpus, Terminalia spp, Melia volkensii Metode pematahan dormansi Alami: Dekomposisi bertahap pada struktur yang keras Metode pematahan dormansi Buatan : Peretakan mekanis

Tipe dormansi : Dormansi fisis Karakteristik : Imbibisi/penyerapan air terhalang oleh lapisan kulit biji/buah yang impermeabel Contoh spesies : Beberapa Legum & Myrtaceae Metode pematahan dormansi Alami: Fluktuasi suhu Metode pematahan dormansi Buatan : Skarifikasi mekanis, pemberian air panas atau bahan kimia

Tipe dormansi : Dormansi chemis Karakteristik : Buah atau biji mengandung zat penghambat (chemical inhibitory compound) yang menghambat perkecambahan Contoh spesies : Buah fleshy (berdaging) Metode pematahan dormansi Alami: Pencucian (leaching) oleh air, dekomposisi bertahap pada jaringan buah Metode pematahan dormansi Buatan : Menghilangkan jaringan buah dan mencuci bijinya dengan air

Tipe dormansi : Foto Dormansi Karakteristik Biji gagal berkecambah tanpa adanya pencahayaan yang cukup. Dipengaruhi oleh mekanisme biokimia fitokrom Contoh spesies : Sebagian besar spesies temperate, tumbuhan pioneer tropika humida seperti eucalyptus dan Spathodea Metode pematahan dormansi Alami: Pencahayaan Metode pematahan dormansi Buatan : Pencahayaan

Tipe dormansi : Thermo Dormansi Karakteristik : Perkecambahan rendah tanpa adanya perlakuan dengan suhu tertentu Contoh spesies : Sebagian besar spesies temperate, tumbuhan pioneer daerah tropis-subtropis kering, tumbuhan pioneer tropika humida Metode pematahan dormansi Alami: Penempatan pada suhu rendah di musim dingin, Pembakaran, Pemberian suhu yang berfluktuasi Metode pematahan dormansi Buatan : Stratifikasi atau pemberian perlakuan suhu rendah, Pemberian suhu tinggi, Pemberian suhu berfluktuasi

Terima Kasih atas Perhatiannya

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->