Anda di halaman 1dari 10

AKTIVA DAN PENGUKURANNYA

1. Pengertian Aktiva

Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan


sebagai akibat dari peritiwa masa lalu, dan dimasa depan
manfaat ekonomi dari sumber daya tersebut diharapkan akan
diperoleh oleh perusahaan.

Berdasarkan PSAK No. 9 Paragraf 8:

Aset adalah sumber daya yang dikendalikan oleh perusahaan


sebagai akibat peristiwa masa lampau dan bagi perusahaan
diharapkan akan menghasilkan manfaat ekonomis dimasa depan.

Kas adalah alat pertukaran atau pembayaran yang diakui oleh


masyarakat dan oleh sebab itu merupakan dasar landasan yang
kuat untuk dipakai sebagai alat pengukur terhadap semua
kegiatan ekonomi didalammm perusahaan.

Piutang adalah piutan g yang meliputi semua klaim atau hak


untuk menuntut pembayaran kepada pihak lain yang pada
umumnya akan berakibat adanya penerimaan kas dimasa yang
akan datang.

Persediaan adalah meliputi semua barang yang dimiliki


dengan tujuan untuk dijual kembali atau dikonsumsi dalam
operasi normal perusahaan.

2. Penggolongan

Aktiva Lancar

1. Pengolongan kas

Kriteria penggolongan kas yaitu:

• Harus ditrima oleh masyarakat bisnis sebagai alat


pembayaran dan diterima

Oleh bank sebagai simpanan sebesar nilai nominalnya


• Harus dapat digolongkan sebagai alat pembayaran
untuk kegiatan normal perusahaan.

Penggolongan kas: pengolongan kas meliputi uang tunai


9( kertas dan logam ), cek, wesel cek, giro bilyet yang ada
dalam perusahaan (cash on hand) maupun uang yang
disimpan di bank dalam bentuk kas dan tabungan (cash in
bank) yang tidak dibatasi jumlah da waktu pengambilannya.

2. Penggolongan Piutang

Tagihan atau piutang dapat digolongkan menurut:

• Ada dan tidak adanya dokumen tertulis yang menyatakan


tentang kesanggupan untuk membayar sebagai bukti
pendukung tagihan tersebut.

• Tujuan penyajiannya didalam laporan keuangan, neraca


pada khususnya

• Sumber atau asal mula timbulnya piutangdari segi ada dan


tidak adanya doumen tertulis yang menyatakan kesediaan
untuk membayar.

3. Pengolongan Persediaan

Didalam akuntansi pengolongan persediaan sangat


dipengaruhi oleh sifat dan jenis usaha perusahaan yang
bersangkutan. Bagi perusahaan dagang yang didalam
usahanya adalah membeli dan menjual kembali barang pada
umumnya persediaan yang dimiliki diklasifikasikan sbb:

1. Persediaan barang dagangan

2. Lain-lain persediaan (misalnya alat-alat pembungkus


dan supplies kantor/toko)

Sementara itu, nuntuk perusahaan manufaktur yang didalam


usahanya adalah mngubah bentuk menjadi produk jadi
klasififikasinya yaitu sbb:
1. Persediaan bahan baku

2. Persediaan produk dalam proses

3. Persediaan produk jadi

4. Persediaan bahan penolong

5. Lain-lain persediaan ( misalnya suku cadang, sulpies kantor,


dan alt-alat pembungkus)

Aktiva Tetap Berwujud

Adalah setiap barang yang dimiliki atau dikuasai oleh


perusahaan, yang dipakai atau digunakan secara aktif dalam
operasi normal da mempunyai umur atau masa kegunaan yang
relatif permanen.

Penggolongan aktiva tetap berwujud yaitu:

1. Aktiva tetap berwujud yang masa kegunaannya tidak


terbatas (misalnya tanah yang dipakai sebagai tempat
kedudukan bangunan pabrik, bangunan gudang, dan
bangunan kantor)

2. Aktiva tetap berwujud yang umur dan masa kegunaannya


terbatas dan dapat diganti dengan aktiva sejenis apabila
masa kegunaannya telah berakhir (misalnya bangunan,
mesin, alat pabrik, mebel, perlengkapan kantor, kendaraan
dan alat transport)

3. Aktiva tetap berwujud yang umur atau masa kegunaannya


terbatas dan tidak dapat diganti dengan aktiva sejenis
apabila masa kegunaanya sudah habis (misalnya sumber
alam seperti tambang dan hutan)

Aktiva Tak Berwujud

Karakteristik aktiva tak berwujud

1. Didapat atau dibeli dari pihak lain


2. Memberikan hak-hak istimewa kepada perusahaan sebagai
pemilik

3. Memberikan manfaat dan digunakan dalam kegiatan normal


perusahaan

4. Mempunyai masa kegunaan relative permanen

Penggolongan aktiva tak berwujud

1. Berdasar pada dapat atau tidak dapatnya aktiva itu


diidentifikaskan secara spesifik dengan dengan hak,jenis
atau aktivitas tertentu. Contohnya hak patent dan hak cipta
merupakan aktiva yang mempunyai identifikasi khusus
sedang goodwill adalah salah satu bentuk aktiva tak
berwujud yang tidak dapat diidentifikasi secara spesifik.

2. Berdasar cara perolehannya,ada aktiva tak berwujud yang


cara perolehanya didapat dari pembelian misalnya hak
paten, hak cipta dan ada yang dikembangkan melalui
kegiatan riset didalam perusahaan sendiri seperti misalnya
resep-resep ata formula rahasia

3. Berdasar masa manfaat meliputi terbatas masa


kegunaannya baik menurut undang-undang kontrak atau
pertimbangan-pertimbangan ekonomis seperti hak paten
misalnya da tidak terbatas masa kegunaannya seperti
goodwill

4. Dapat atau tidak dapatnya aktiva itu dipisahkan dar


eksitensi perusahaan. Terdiri dari dapat dipisahkan dan
dijual tersendiri seperti misalnya hak cipta dan tidak dapat
dipisahkan misalnya goodwill.

3. Pengakuan dan pengukuran

• Pengakuan piutang

Pada umumnya piutang dagang timbul dari transaksi


penjualan secara kredit sehinga pengakuan terhadap
piutang dagang senantiasa berkaitan erat dengan
pengakuan pendapatan. Oleh karena menurut SAK pada
umumnya pendapatan harus diakui pada saat keseluruhan
proses untuk memperoleh pendapatan itu diselesaikan, pada
saat pendapatan direalisasikan atau pada saat pendapatan
direalisasikan maka piutang amg timbul dari transaksi
penjualan barang biasanya harus juga diakui pada saat hak
atas barang berpindah kepada pihak pembeli.

Pengakuan Berdasarkan PSAK No. 16

Paragraf 07

Biaya perolehan asset tetap harus diakui sebagai aset jika


dan hanya jika :

A) Besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan


berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas

B) Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal

Paragraf 08

Suku cadang dan peralatan pemeliharaan biasanya dicatat


sebagai persediaan dan diakui dalam laporan laba rugi pada
saat dikonsumsi. Namun demikian, suku cadang utama dan
peralatan siap pakai memenuhi criteria aset tetap ketika entitas
memperkirakan akan menggunakan aset tersebut selama
kurang lebih satu periode. Sama halnya jika suku cadang dan
peralatan pemeliharaan yang hanya bisa digunakan untuk suatu
aset tetap tertentu halini juga dicatat sebagai aset tetap

Paragraf 09

Pernyataan ini tidak menentukan unit ukuran dalam


pengakuan suatu aset tetap. Oleh karena itu, diperlukan
pertimbangan dalam penerapan criteria pengakuan yang sesuai
dengan kondisi tertentu entitas. Pertimbangan tersebut tepat
terhadap agresi unit-unit yang secara individual tidak signifikan
seperti etakan dan perkakas kemudian menerapkan criteria atas
nilai agregat tersebut.

Paragraf 10

Entitas harus mengevaluasi berdasarkan prinsip pengakuan


ini terhadap semua biaya perolehan aset tetap pada saat
terjadinya. Biaya-biaya tersebut termasuk biaya awal untuk
memperoleh atau mengkontruksi aset tetap dan biaya-biaya
selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti, atau
memperbaikinya.

Pengukuran Awal berdasarkan PSAK no.16

Paragraf 15

Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui


sebagai aset pada awalnya harus diujur sebesar biaya
perolehan.

Pengukuran biaya perolehan

Paragraf 23

Biaya perolehan aset tetap adalah setara dengan nilai


tunainya dan diakui paa sat terjadinya jika pembayaran untuk
suatu aset ditangguhkan hingga melampui jangka waktu kredit
normal, perbedaan antara nilai tunai dengan pembayaran total
diakui sebagai beban bunga selama periode kredit kecuali
dikapitalisasi sesuai dengan perlakuan alternative yang
diizinkan dalam PSAK NO. 26 tentang biaya pinjaman.

Pengukuran setelah pengakuan awal berdasarkan PSAK no. 16

Model biaya

Paragraph 30

Setelah diakui sebagai aset, setelah aset tetap dicatat


sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai aset.
Model revaluasi

Paragraf 31

Setelah diakui sebagai aset, suatu aset tetap yang nilai


wajarnya dapat diukur secara andal harus dicatat pada jumlah
revaluasian yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang
terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi harus dilakukan
dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan
bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari
jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada
tanggal neraca.

Pengakuan dan pengukuran berdasarkan PSAK no. 19

Pengakuan dan pengukuran awal aset tidak berwujud

Paragraf 19

Dalam mengakui suatu pos sebagai aset tidak berwujud,


perusahaan perlu menunjukan bahwa pos tersebut memenuhi:

A) Definisi aset tidak berwujud

B) kriteria pengakuan sebagaimana diatur dalam pernyataan ini

paragraf 20

aset tidak berwujud diakui jika dan hanya jika:

a) Kemungkinan besar perusahaan akan memperoleh manfaat


ekonomis masa depan dari aset tersebut

b) Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal

Paragraf 23

Suatu aset tidak berwujud pada awalnya harus diakui


sebesar biaya perolehan.
Pengukuran Nilai yang dapat diperoleh kembali berdasarkan
PSAK No. 48

Paragraf 13

Untuk menentukan nilai yang dapat diperoleh kembali,


perusahaan tidak selalu harus lebih dahulu menentukan harga
jual neto atau nilai pakai aset. Misalnya jika salah satu dari
jumlah ini melebihi nilai tercatat aset maka aset tidak turun
nilainya dan tidak perlu menaksir nilai lain.

Pengakuan dan PEngukuran kerugian penurunan niali aset

Paragraf 41

Jika nilai yang dapat diperoleh kembali dari suatu aset lebih
kecil dari nilai tercatatnya nilai tercatat aset harus diturunkan
menjadi sebesar nilai dapat diperoleh kembali. Penurunan
tersebut merupakan rugi penurunan nilai aset dan harus segera
diakui sebagai beban pada laporan laba rugi.

4. Penyajian

5. Pengungkapan

Berdasarkan PSAK No. 16

Paragraf 75

Laporan keuangan mengungkapkan, untuk setiap kelompok


aset tetap:

a) Dasar pengukuran yang digunakan dalam menentukan jumlah


tercatat bruto

b) Metode penyusutan yang digunakan

c) Umur manfaat atau tariff penyusutan yang digunakan


d) Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan (dijumlahkan
dengan akumulaisi rugi penurunan nilai)pada awal dan akhir
periode

e) Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang


menunjukan

i) Penambahan

ii) Aset yang diklasifikasi sebagai tersedia untuk dijual atau


termasuk dalam

keompok yang akan dilepaskan yang diklasifikasikan


sebagai tersedia

untuk dijual sesuai dengan paragraf 45 atau pelepasan


lainnya

iii) Akuisisi melalui penggabungan usaha

iv) Peningkatan atau penurunan akibat dari revaluasi sesuai


paragraph 31, 39, dan 40 serta dari rugi penurunan nilai
yang diakui atau dijurnal balik secara langsung pada
ekuitas sesuai PSAK no. 48

v) Rugi penurunan nilai yang diakui dalam laporan laba rugi


sesuai PSAK NO. 48

vi) Rugi penurunan nilai yang dijurnal balik dalam laporan laba
rugi sesuai PSAK no. 48

vii) Penyusutan

viii) Selisih nilai tukar neto yang timbul dalam penjabaran


laporan keuangan dari mata uang fungsional menjadi mata
uang palaporan yang berbeda termasuk penjabaran dari
kegiatan usaha luar negeri menjadi mata uang pelaporan
dari entitas pelapor

ix) Perubahan lain


Paragraf 76

a) Keberadaan dan jumlah restriksi atas hak milik dan aset


tetap yang dijaminkan untuk utang

b) Jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat


aset tetap yang sedang dalam pembangunan

c) Jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan aset tetap


dabn

d) Jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk aset tetap


yang mengalamipenurunan nilai, hilang, atau dihentikan
yang dimasukkan dalam laporan laba rugi, jika tidak
dingkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi.

Pengungkapan berdasarkan PSAK No. 19

Umum

Paragraf 84

Laporan keungan harus mengungkapkan hal-hal berikut


untuk setiap golongan aset tidak berwujud dengan
membedakan antara aset tidak berwujud yang dihasilkan
secara internal dan aset tidak berwujud lainnya