INDAHNYA SURGA (1

)*

،‫ت َأْعَماِلَنا‬
ِ ‫سَنا َوِمْن َسّيَئا‬
ِ ‫ َوَنُعْوُذ ِبلّلِه مِْن ُشُرْوِر َأْنُف‬،‫سَتْغِفُرُه‬
ْ ‫سَتِعْيُنُه َوَن‬
ْ ‫حَمُدُه َوَن‬
ْ ‫حْمَد ل َن‬
َ ‫ِإّن اْل‬
‫ك‬
َ ‫ل َوْحَدُه َل َشِرْي‬
ُ ‫ َأشَْهُد َأْن َل ِإَلَه ِإّل ا‬،‫ي َلُه‬
َ ‫ل َهاِد‬
َ ‫ضِلْل َف‬
ْ ‫ضّل َلُه َوَمْن ُي‬
ِ ‫ل ُم‬
َ ‫ل َف‬
ُ ‫َمْن َيْهِدِه ا‬
.‫حّمًدا َعْبُدُه َوَرُسْوُلُه‬
َ ‫ َوَأْشَهُد َأّن ُم‬،‫َلُه‬
‫سِلُموَن‬
ْ ‫ل َحّق ُتَقاِتِه َوَل َتُموُتّن ِإّل َوَأنُتْم ّم‬
َ ‫َياَأّيهَا اّلِذيَن َءاَمُنوا اّتُقوا ا‬
‫ث ِمْنُهَممما‬
ّ ‫س َواِحَدٍة َوَخَلَق ِمْنَها َزْوَجَها َوَبمم‬
ٍ ‫س اّتُقوا َرّبُكُم اّلِذي َخَلَقُكْم ّمْن َنْف‬
ُ ‫َياَأّيَها الّنا‬
‫ل َكاَن َعَلْيُكْم َرِقيًبا‬
َ ‫سآَءُلوَن ِبِه َوْاَلْرَحاَم ِإّن ا‬
َ ‫ل اّلِذي َت‬
َ ‫سآًء َواّتُقوا ا‬
َ ‫ِرَجالً َكِثًيا َوِن‬
‫صِلْح َلُكْم َأْعَماَلُكْم َوَيْغِفْر َلُكْم ُذُنمموَبُكْم‬
ْ ‫ ُي‬.‫ل َوُقوُلوا َقْوًل َسِديًدا‬
َ ‫َياَأّيَها اّلِذيَن َءاَمُنوا اّتُقوا ا‬
‫ل َوَرُسوَلُه َفَقْد َفاَز َفْوًزا َعِظيًما‬
َ ‫َوَمن ُيِطِع ا‬
ِ‫ َوَشمّر ْاُلُممْور‬‫مد‬
‫حّمم‬
َ ‫ي ُم‬
ُ ‫ي َهمْد‬
ِ ‫ل َوَخْيَر اْلَهْد‬
ُ ‫با‬
ُ ‫ث ِكَتا‬
ِ ‫حِدْي‬
َ ‫ق اْل‬
َ ‫صَد‬
ْ ‫ َفِإّن َأ‬:‫َأّما َبْعُد‬
‫صّل َعَلممى‬
َ ‫ الّلُهّم‬.‫ضَلاَلٍة ِفي الّناِر‬
َ ‫ َوُكّل‬،‫ضَلاَلٌة‬
َ ‫ َوُكّل ِبْدَعٍة‬،‫حَدَثٍة ِبْدَعٌة‬
ْ ‫ َوُكّل ُم‬،‫حَدَثاُتَها‬
ْ ‫ُم‬
.‫حِبِه َوَسَلْم‬
ْ‫ص‬
َ ‫ َوَعَلى آِلِه َو‬،‫حمٍّد‬
َ ‫ُم‬
Hadirin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah , atas nikmat iman dan takwa dengan syukur
yang sesungguhnya, sehingga Allah  benar-benar berkenan menambahkan anugerah nikmat
teragung itu, berupa keteguhan iman dan ketinggian takwa sebagai balasan bagi hambahambaNya yang pandai bersyukur. Amin...
Termasuk dalam anugerah keimanan yang agung yang harus senantiasa kita syukuri adalah
keimanan dan keyakinan yang diberikan oleh Allah  ke dalam hati sanubari kita sekalian,
berupa percaya akan wujudnya jannah atau surga dengan segala kenikmatannya dan percaya
adanya naar atau neraka dengan segala penderitaan yang paling pedih dan memilukan.
Dengan keimanan pada nikmat-nikmat surga, kita akan menjadi semakin terdorong untuk
beramal shalih, dan mempertebal ketakwaan kita. Begitu pun dengan rasa takut pada ancaman
siksaan neraka, akan semakin menambah rasa takut kita dari berbuat maksiat yang dapat
melunturkan busana takwa dari diri kita. Fana'udzubillah.
Hadirin Rahimakumullah wa A'azzakumullah,
Sesungguhnya Allah  menjanjikan surga dengan segala puncak kenikmatannya demi
kebahagiaan kita yang hadir saat ini dan juga segenap orang-orang Mukmin di dunia dan di
akhirat. Sejak di dunia orang-orang beriman mendapatkan kebahagiaan, karena selalu beramal
shalih demi cita-cita yang mulia di akhirat. Dari iman dan amal shalih yang mereka laksanakan,
Allah  membalas kebaikan mereka di dunia sebelum nanti di akhirat juga akan diberi balasan
kebaikan,

ْ ‫م‬
ٌ ‫حا مببن ذك بر أْو ُأنثبببى وه بو م بْؤم‬
ً ‫ن فلنْحيين به حيببا‬
ً
‫طِّيب بًة‬
‫ة‬
‫ل‬
‫صا‬
‫ل‬
‫م‬
‫ع‬
‫ن‬
ِ
ِ
ِ
َ
ِ
َ
َ
ٍ َ َ ّ
َ
َ َ
ُ َ ُ َ
َ
َ
َ َ ُ َّ َ ِ ُ َ َ
ْ
ْ ‫ولنْجزينْم أ‬
ْ ‫جرهْ بأ‬
‫كاُنوا يعمُلون‬
‫ما‬
‫ن‬
‫س‬
‫ح‬
َ
َ َ ِ َ ِ ُ َ َ ُ َّ َ ِ َ َ َ
َ َ
َ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan
sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari
apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Sedangkan di akhirat kelak Allah  menyediakan surga bagi mereka dengan segala puncak
kenikmatan-kenikmatan di dalamnya, sebagaimana Allah  telah menjelaskannya di dalam
Firman-Nya di atas.
Di sini khatib mencoba untuk memaparkan sebagian gambaran surga, sebagaimana yang telah
diterangkan oleh Allah  di dalam Al-Qur`an, oleh Rasulullah  di dalam hadits-hadits beliau,
dan beberapa keterangan dari para salafush shalih.
Pertama, Pintu Surga. Pintu-pintu surga ada bermacam-macam; ada pintu shalat, pintu jihad,
sedekah, pintu ar-Rayyan yang dikhususkan bagi ahli puasa dan pintu-pintu yang lainnya.
Rasulullah  pernah menjelaskan bahwa, “Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu dan
menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan:

،‫ل َوَرُسْوُلُه‬
َ ‫حّمًدا َعْبُد ا‬
َ ‫ل َوَأّن ُم‬
ُ ‫َأْشَهدُ َأْن َلا ِإَلَه ِإّلا ا‬
'Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah
hamba Allah dan RasulNya', melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga, dia
(dipersilahkan) masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Muslim)
Hadirin Rahimakumullah,
Kedua, Tingkatan-tingkatan surga. Tingkatan tertinggi adalah surga yang khusus untuk Nabi kita
Muhammad  di tempat yang paling tinggi di Surga Firdaus. Kemudian surga para Nabi, surga
para Mukminin yang ber-iman kepada segenap Rasulullah, kamar-kamar mereka berada tinggi di
atas, mereka menyaksikannya bagaikan menyaksikan bintang yang melintas di atas, jauh di ufuk
langit di sebelah timur atau barat, yang mana antara satu dengan yang lainnya tidak sama.
Tingkatan surga itu lebih dari seratus dan bagi pembaca dan penghafal al-Qur`an dipersilakan
naik ke derajat-derajat berikutnya sesuai jumlah bacaan mereka.
Allah  berfirman,

ٌ
ْ
‫ُهْ درجات ِعنَد اَّلِۗ واَّل بِصي ُۢ ِبما يعمُلون‬
َ َ َ
َ
َ ََ
َُ َ

“(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang
mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran: 163)

Bahkan bagi para syuhada`, mereka mendapatkan surga bertingkat seratus, antara tingkat yang
satu dengan berikutnya setinggi antara langit dan bumi.
Hadirin Rahimakumullah,
Ketiga, Tanah di surga adalah Misk (kasturi). Rasulullah  menceritakan tentang mi'raj yang
beliau lakukan,

ُ ‫س‬
‫ك‬
ْ ‫جّنَة َفِإَذا ِفْيَها َجَناِبُذ الّلْؤُلِؤ َوِإَذا ُتَراُبَها اْلِم‬
َ ‫ت اْل‬
ُ ‫ُأْدِخْل‬
“Saya dimasukkan ke surga, ternyata di dalamnya ada kubah-kubah dari mutiara dan tanahnya
dari misk (kasturi).” (HR. al-Bukhari)
Ibnu Shayyad pernah bertanya kepada Nabi  tentang tanah di surga, maka beliau menjawab,
“Pasir lembut yang putih, misk yang murni,” (HR. Muslim).

ْ ْ
ْ
ْ ْ ْ ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
‫لنببار‬
‫خلكم جنات تجري من تحتا ا‬
‫كم ذ ُُنوب‬
ِ ‫كم َوي ُد‬
َ‫َيغِفر ل‬
ُ
ُ
ُ َ َ َ ِ َ ِ ِ َ ٍ َّ َ ُ
َ
ْ ْ ْ
ْ
‫ظي‬
‫ع‬
‫ل‬
‫ا‬
‫ز‬
‫و‬
‫ف‬
‫ل‬
‫ا‬
‫ك‬
‫ل‬
‫ذ‬
ۚ
‫ن‬
‫د‬
‫طِّيبًة ِف‬
‫ك‬
ِ ‫ج ّ َنا‬
ِ َ ُ َ َ ِ َ ٍ ‫ت َع‬
ِ ‫َوَمسا‬
َ ‫ن‬
َ
َ
َ
َ
ُ
Keempat, Istana-istana megah dan indah. Allah  berfirman,

“Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke istana-istana yang baik di
surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Ash-Shaff: 12)
Rasulullah  mengisahkan,

‫ َفَممما‬.‫ش‬
ٍ ‫ ِلَرُجٍل ِمْن ُقَرْيمم‬:‫ ِلَمْن هذا؟ َفَقاُلْوا‬:‫ت‬
ُ ‫ َفُقْل‬،‫ب‬
ٍ ‫صٍر ِمْن َذَه‬
ْ ‫جّنَة َفِإَذا َأَنا ِبَق‬
َ ‫َدَخْلتُ اْل‬
‫ك َأَغاُر َيا َرُسْوَل ال؟‬
َ ‫ َوَعَلْي‬:‫ َقاَل‬.‫ك‬
َ ‫ب ِإّلا َما َأْعَلُم ِمْن َغْيَرِت‬
ِ ‫خّطا‬
َ ‫َمَنَعِنْي َأْن َأْدُخَلُه َيا اْبَن اْل‬
Saya pernah masuk surga, tiba-tiba saya berada dalam sebuah istana emas, saya bertanya, “Milik
siapa istana ini?” Mereka menjawab, “Milik seseorang dari Quraisy (Umar bin al-Khaththab).”
“Tidak ada yang menghalangiku untuk memasukinya wahai Ibnu al-Khaththab, kecuali karena
apa yang saya ketahui dari kecemburuanmu.” Umar mengatakan, “Apakah kepadamu aku
cemburu wahai Rasulullah?” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Sebuah contoh lain yang menceritakan kondisi istana di surga; malaikat Jibril  pernah
mendatangi Nabi  dan berkata kepada beliau, “Khadijah akan datang kepadamu membawa
bejana berisi lauk pauk, makanan, dan minuman. Apabila dia datang, maka sampaikanlah salam
dari Rabbnya dan dariku, lalu berilah kabar gembira kepada-nya dengan sebuah istana di surga
dari mutiara berongga, tiada hiruk pikuk maupun keletihan di dalamnya.” (HR. al-Bukhari dan
Muslim)

ٌ
ْ
ْ ٌ
ْ ‫لين اتقْوا ربْم لهْ غٌف من ف‬
َ ِ ‫ك‬
‫غف ّ َمْبنِّيَبة َتجبِري ِمببن َتحِتببا‬
‫ها‬
‫ق‬
‫و‬
ِ ٰ‫َلب‬
َُ
َ ِ َ ِّ َ ُ ُ َ ُ َ ّ َ َ َ ّ َ ِ ّ ‫ن ا‬
َ
ْ
ْ
ْ ْ
ْ
‫ف اَّل الِميعاد‬
‫النارۖ وعد ال ۖ ل يخل‬
ُ ُ ِ ُ َ ِ َّ َ َ ُ َ َ
َ َ
Kelima, Kamar-kamar di surga. Allah  berfirman,

“Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya mereka mendapat kamar-kamar (di surga),
di atasnya dibangun pula kamar-kamar yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah
berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janjiNya.” (QS. Az-Zumar: 20)

Rasulullah  bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga ada kamar-kamar, luarnya terlihat dari
dalamnya, ruang dalamnya tampak dari luarnya.” Seorang badui bertanya, “Untuk siapa itu?”
Beliau  menjawab, “Untuk orang yang indah tutur katanya, suka memberi makan, selalu berpuasa, serta melaksanakan shalat malam di saat orang-orang sedang tidur.” (HR. at-Titmidzi)

Hadirin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Keenam, Kemah-kemah di surga. Allah ,

ْ

ْ ٌ
ٌ
‫حور ّ َمقصورات ِف الِخياِم‬
ُ
َ
َ ُ

“Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam kemah-kemah.” (QS. Ar-Rahman: 72)
Dan Nabi kita  bersabda,

َ‫ ِلْلُمْؤِمنِ ِفْيَها َأْهُلْون‬،‫ ُطْوُلَها ِسّتْوَن ِمْيًلا‬،‫جّوَفٍة‬
َ ‫خْيَمًة ِمْن ُلْؤُلَؤٍة َواِحَدٍة ُم‬
َ ‫جّنِة َل‬
َ ‫ِإّن ِللُْمْؤِمِن ِفي اْل‬
‫ضا‬
ً ‫ضُهْم َبْع‬
ُ ‫ َفَلا َيَرى َبْع‬،‫ف َعَلْيِهُم اْلُمْؤِمُن‬
ُ ‫َيُطْو‬
“Sesungguhnya orang Mukmin di surga memiliki sebuah tenda dari mutiara berongga,
panjangnya enam puluh mil. Di dalamnya dia memiliki istri-istri yang dia gilir, sebagian mereka
tidak melihat sebagian yang lain.” (HR. Muslim)
Ketujuh, Peraduan di dalam surga. Para penghuni surga berada di atas peraduan-peraduan yang
indah lagi nyaman, Allah  berfirman,

ْ
ْ ‫متكئي عل سرر م‬
‫ي‬
‫ع‬
‫ر‬
‫حو‬
‫ب‬
‫ه‬
‫نا‬
‫ج‬
‫و‬
‫ز‬
‫و‬
‫ة‬
‫ف‬
‫فو‬
‫ص‬
ِ
ٍ
ٍ ُ ِ ُ َ َّ َ َ َ ُ َّ ٍ ُ َ َ َ ِ ِ َّ ُ
ٍ
ُ

“Mereka bertelekan di atas peraduan-peraduan yang berderetan dan Kami kawinkan mereka
dengan bidadari-bidadari yang cantik ber-mata jeli.” (QS. Ath-Thur: 20)

.‫سَنُه‬
َ ‫سَتِمُعْوَن اْلَقْوَل َفَيّتِبُعْوَن َأْح‬
ْ ‫ل ِمَن اّلِذْيَن َي‬
ُ ‫َباَرَك ال ِلْي َوَلُكْم ِفي اْلُقْرآِن اْلَكِرْيِم َوَجَعَلَنا ا‬
‫َأُقوُْل َقْوِلْي هذا َوَأْسَتْغِفمُر ال ِلْي َوَلُكْم‬.
Khutbah Kedua

َ‫حمّق ِلُيْظِهَرُه َعَلى الّدْيِن ُكّلِه َوَلممْو َكممِره‬
َ ‫ي َأْرَسَل َرُسْوَلُه ِباْلُهَدى َوِدْيِن اْل‬
ْ ‫حمُْد ل اّلِذ‬
َ ‫َاْل‬
،‫حّمًدا َعْبُدُه َوَرُسْوُلُه‬
َ ‫ َأْشَهُد َأْن َل إلَه ِإّل ال َوَأْشَهُد َأّن ُم‬،‫شِرُكْوَن‬
ْ ‫اْلُم‬
‫سِلُموَن‬
ْ ‫ َياَأّيهَا اّلِذيَن َءاَمُنوا اّتُقوا ال َحّق ُتَقاِتِه وََل َتُموُتّن ِإّل َوَأنُتم ّم‬:‫َقاَل ال َتَعاَلى‬
،‫ َأّما َبْعُد‬.‫حاِبِه َأْجَمِعْيَن‬
َ‫ص‬
ْ ‫حّمٍد َوَعَلى آِلِه َوَأ‬
َ ‫صّل َعَلى ُم‬
َ ‫اللهم‬
Hadirin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Itulah sebagian gambaran surga yang sangat indah nan mempesona, yang tidak pernah terlihat
oleh mata, tidak terdengar oleh telinga, tidak teraba oleh indra kita yang lemah ini dan tidak pula
pernah terbetik di hati seorang hamba sekalipun. Masih banyak sekali keindahan-keindahan surga
yang tidak dapat disampaikan oleh khatib pada kesempatan ini, yang insya Allah akan bisa
disampaikan pada khutbah-khutbah selanjutnya. Semoga saja dengan gambaran-gambaran yang
telah disampaikan tadi dapat memberikan motifasi kepada kita semua untuk selalu berlombalomba mendapatkannya.
Akhirnya, marilah kita memohon kepada Allah , semoga kita sekalian, bersama anggota
keluarga kita, masyarakat Muslimin dan para pemimpin kaum Mukminin dicatat oleh Allah 

‫‪sebagai calon penghuni surga, yang merupakan cita-cita akhir tempat kembali kita. Amin, ya‬‬
‫‪Rabbal Alamin. kenikmatan puncak yang tiada terbayangkan.‬‬

‫سِليًما‬
‫صّلوا َعَلْيِه َوَسّلُموا َت ْ‬
‫صّلوَن َعَلى الّنِبّي َيآَأّيَها اّلِذيَن َءاَمُنوا َ‬
‫لِئَكَتُه ُي َ‬
‫ِإّن الَ َوَم َ‬
‫ت َعَلى ِإْبَراِهيَم َو َعَلى آِل ِإْبَراِهْيَم ِإّن َ‬
‫ك‬
‫صَلْي َ‬
‫حّمٍد َكَما َ‬
‫حّمٍد َو َعَلى آِل ُم َ‬
‫صّل َعَلى ُم َ‬
‫الّلُهّم َ‬
‫ت َعَلى ِإْبَراِهيَم َو َعَلى آِل‬
‫حّمٍد َكَما َبَرْك َ‬
‫حّمٍد َو َعَلى آِل ُم َ‬
‫جيٌد‪ ،‬الّلُهّم َبِرْك َعَلى ُم َ‬
‫َحِميٌد َم ِ‬
‫جيٌد‪.‬‬
‫ك َحِميٌد َم ِ‬
‫ِإْبَراِهْيَم ِإّن َ‬
‫سَنا َوِإْن َلْم َتْغمِفمْر َلَنا َوَتْرحَْمَنا‬
‫ت‪َ ،‬رّبَنا َظَلْمَنا َأْنفُ َ‬
‫سِلَما ِ‬
‫سِلِمْيَن َواْلُم ْ‬
‫الّلُهّم اْغمِفمْر ِلْلُم ْ‬
‫خاِسِرْيَن‬
‫َلَنُكوَنّن ِمَن اْل َ‬
‫ف َو اْلِغَنى‬
‫ك اْلُهَدى َو الّتَقى َو اْلَعَفا َ‬
‫سَأُل َ‬
‫الّلُهّم ِإّنا َن ْ‬
‫ت اْلَوّهاب‬
‫ك َأْن َ‬
‫ك َرْحَمًة ِإّن َ‬
‫ب َلَنا ِمْن َلُدْن َ‬
‫غ ُقُلوَبَنا َبْعَد ِإْذَهَدْيَتَنا َو َه ْ‬
‫الّلُهّم َل ُتِز ْ‬
‫حِكيُم‬
‫ت اْلَعِزيُز اْل َ‬
‫ك َأْن َ‬
‫جَعْلَنا ِفْتَنًة ّلّلِذيَن َكَفُروا َواْغِفْر َلَنا َرّبَنا ِإّن َ‬
‫َرّبَنا َل َت ْ‬
‫ي‪.‬‬
‫ب اْلَعاَلِم َ‬
‫ل َر ِ‬
‫حْمُد ِ‬
‫ب الّناِر‪َ ،‬و اْل َ‬
‫سَنًة َو ِقَنا َعَذا َ‬
‫سَنًة َو ِفى ْاَلِخَرِة َح َ‬
‫َرّبَنآ َءاِتَنا ِفى الّدْنَي َح َ‬

* (Dikutip dari buku: Kumpulan Khutbah Jum'at Pilihan Setahun Edisi Kedua, Darul Haq, Jakarta. Diposting oleh
Wandy Hazar Z di http://www.alsofwah.or.id/, dengan beberapa pemotongan serta penambahan dan pengurangan)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful