Anda di halaman 1dari 14

Kimia karbon

Penjelasan

I. Kekhasan atom karbon

Unsur karbon memiliki beberapa sifat khusus yang menyebabkan unsur ini mampu membentuk senyawa
dengan variasi yang sangat banyak.

Karbon memiliki valensi empat, sehingga unsur ini sulit untuk dimasukan kedalam unsur
nonlogam tapi sudah pasti bukan logam juga. Unsur ini memiliki kecenderungan yang sama untu
menerima atau melepaskan electron.
Karbon mampu membentuk empat ikatan kovalen dengan banyak atom lainnya.
Karbon mampu membentuk rantai yang sangat panjang, baik lurus, bercabang atau melingkar.

II. Oksida karbon

Karbon monoksida

senyawa ini terbentuk dari pembakaran tidak sempurna dari senyawa hidrokarbon atau grafit dalam
kondisi kekurangan jumlah oksigen. Senyawa bersifat beracun bagi manusia atau makhluk hidup karena
dapat mengikat haemoglobin lebih kuat dibandingkan oksigen, sehingga seseorang yang terlalu banyak
menghirup karbon monoksida dapat mengalami sesak nafas atau bahkan mati lemas.

CxHy + O2  CO + H2O

C + O2  CO

Dalam industry, karbon monoksida dapat digunakan untuk mereduksi bijih besi menjadi besi murni

Fe2O3(s) + 3 CO(g)  2 Fe(s) + 3 CO2(g)

Karbon dioksida

Senyawa ini merupakan oksida paling banyak dialam, karbon dioksida merupakan produk akhir
pembakaran senyawa hidrokarbon atau grafit secara sempurna. Senyawa ini juga dihasilkan dari proses
pemanasan senyawa karbonat.

CxHy + O2  CO2 + H2O

C + O2  CO2

MCO3  MO + CO2
Saat karbon dioksida dilarutkan atau bercampur dengan air akan membentuk larutan asam disebut
karbon dioksida, asam ini hanya terdisosiasi sebagian sehingga membentuk asam lemah

H2O + CO2  H2CO3 = 2H+ + CO32-

III. Organik dan Anorganik

Senyawa karbon organic Senyawa karbon anorganik


Berasal dari makhluk hidup Berasal dari bedan tak hidup
Titik didih dan titik leleh rendah (< 300 OC) Titik didih dan titik leleh sangat tinggi (> 300 OC)
Tidak tahan terhadap pemanasan Tahan terhadap pemanasan
Tidak menghantarkan panas atau listrik Sebagian besar mampu menghantarkan panas atau
listrik
Dapat membentuk rantai karbon Tidak membentuk rantai
Umumnya tidak larut dalam air tapi larut dalam Umumnya larut dalam air walau ada beberapa
pelarut organik memiliki kelarutan yang rendah

IV. Rantai hidrokarbon


Senyawa hidrokabon terbentuk dari unsur karbon dan hidrogen yang saling berikatan
kovalen.
i. Rantai lurus

Pada senyawa karbon rantai lurus, satu atom karbon maksimal hanya mengikat dua
atom karbon lainnya. Sehingga membentuk struktur seperti rantai lurus biasa.
ii. Rantai bercabang

Pada senyawa karbon bercabang, satu karbon dapat membentuk ikatan dengan tiga
atau empat atom karbon lainnya, sehingga jika dilihat dari urutan rantai karbon,
senyawa ini membentuk percabangan.

iii. Rantai melingkar atau siklik

Pada senyawa karbon melingkar, satu atom karbon maksimal mengikat dua atom
karbon lainnya. Hanya saja, kedua ujung rantai bergabung menjadi satu membentuk
cincin.

V. Alkana, Alkena dan Alkuna


Penggolongan senyawa hidrokarbon didasarkan pada adanya ikatan rangkat atau tidak dalam
senyawa tersebut, sehingga dapat mengalami reaksi adisi (penambahan).
i. Alkana

a. Rumus molekul dan penamaan

Alkana, termasuk kedalam hidrokarbon jenuh. Semua ikatan dalam alkana adalah ikatan
tunggal dengan rumus molekul

CnH2n+2

Penamaan alkana, didasarkan pada jumlah karbon ditambahkan dengan akhiran


______ana.

Nama penomoran untuk jumlah karbon

1 = met__ / Meth___ (English) 6 = heks___ / hex___ (English)

2 = et__ / eth____ (English) 7 = hept___

3 = prop__ 8 = okt____ / oct____ (English)

4 = but___ /buth___ (English) 9 = non___ / non____ (english)

5 = pent__ 10 = dek___ / dec____ (English)

Contoh

CH4 => jumlah karbon adalah 1  namanya adalah Metana

C3H8 => jumlah karbon adalah 3  namana adalah propana

Penamaan alkana becabang dilakukan mengikuti aturan


Dalam senyawa hidrokarbon becabang, dikenal istilah gugus samping yang biasa disebut
sebagai gugus alkil. Gugus ini mirip dengan gugus alkana yang kehilangan satu atom
hidrogennya. Penamaan gugus ini sama halnya dengan alkana, hanya saja akhiran
_____ana (______ane) english diganti dengan _____il (______yl english). Berikut contoh
– contoh gugus alkil
Selain gugus alkil juga dikenal pembagian jenis karbon kedalam karbon primer,
sekunder, tersier dan kuarterner.

Karbon primer (1O) = karbon yang hanya mengikat 1 atom karbon lain
Karbon sekunder (2O) = karbon yang mengikat 2 atom karbon lain
Karbon tersier (3O) = karbon yang mengikat 3 atom karbon lain, atom karbon ini
biasa dibentuk pada percabangan.
Karbon kuarterner (4O) = karbon yang mengikat 4 atom karbon lain, atom karbon ini
biasa dibantuk pada percabangan

langkah langkah berikut

Tentukan parent atau rantai utamanya ( rantai dengan jumlah karbon terbanyak /
terpanjang)

Beripenomoran pada rantai utama, dengan penomoran prefix / rantai samping


paling kecil .

Tentukan apa saja yang menjadi rantai samping


Penamaan gugus samping sama seperti penamaan alkana biasa, hanya saja akhiran
ana diganti dengan _______il /(yl (English))
Satukan setiap potongan menjadi Saturday

b. Sifat fisik dan kimia


Sukar larut dalam air
Termasuk kedalam molekul / senyawa nonpolar
Memiliki titik didih dan titik leleh yang rendah
Peningkatan titik didih dikarenakan adanya gaya van der Walls
Mengalami reaksi halogenasi dengan unsur halogen, dengan bantuan cahaya

Mengalami reaksi pembakaran dengan okigen membentuk CO2 dan H2O\


C3H8 + 5 O2  3 CO2 + 4 H2O
C9H20 + 14 O2  9 CO2 + 10 H2O
c. Isomer alkana
Definisi dari isomer adalah dua atau lebih senyawa yang memiliki rumus molekul
yang sama tapi memiliki bentuk atau rumus struktur atau rumus bangun yang
berbeda. Setiap rumus molekul akan memiliki jumlah isomer yang berbeda-beda
bergantung jumlah karbon yang dimilikinya.
Contoh : isomer rumus molekul C5H12

ii. Alkena dan alkuna


a. Rumus molekul dan penamaan

Alkena dan alkuna, termasuk kedalam hidrokarbon tidak jenuh. Alkena mengandung
ikatan rangkat dua dan alkuna mengandung ikatan rangkap tiga.

CnH2n CnH2n-2
alkena alkuna

Keduanya senyawa ini baru akan muncul dengan jumlah karbon paling sedikit dua.

Penamaan alkena dan alkuna, sama seperti alkana didasarkan pada jumlah karbon
ditambahkan dengan akhiran ______ena untuk alkena dan _____una untuk alkuna.

Alkena :

C2H4 => jumlah karbon adalah 2  namanya adalah Etena


C3H6 => jumlah karbon adalah 3  namana adalah propena

Alkuna :

C2H2 => jumlah karbon adalah 2  namanya adalah Etuna

C3H4 => jumlah karbon adalah 3  namana adalah propuna

Penamaan alkena dan alkuna becabang juga dilakukan mengikuti aturan

langkah langkah berikut

Tentukan parent atau rantai utamanya ( rantai dengan jumlah karbon terbanyak /
terpanjang) yang mengandung ikatan ganda

Beripenomoran pada rantai utama, dengan ikatan rangkap memiliki nomor sekecil
mungkin .

Berikan nama pada senyawa tersebut, jika terdapat lebih dari satu ikatan rangkap,
berikan tambahan akhiran dien (2 ikatan rangkap), trien (3 ikatan rangkap) dan
seterusnya.
b. Sifat fisik dan kimia
Sukar larut dalam air
Termasuk kedalam molekul / senyawa nonpolar
Memiliki titik didih dan titik leleh yang rendah
Peningkatan titik didih dikarenakan adanya gaya van der Walls
Mengalami reaksi adisi dengan unsur halogen, dengan bantuan cahaya

Mengalami reaksi adisi dengan asam halogen, mengikuti aturan markovnikov.


Halogen akan berikatan dengan karbon yang mengikat karbon lain yang lebih
banyak.

Mengalami reaksi adisi dengan air membentuk alkohol. Reaksi ini dibantu dengan
katalisis asam.
Problems

Mendatar

3. senyawa asam hasil reaksi antara air dengan karbon dioksida


5. memiliki rumus molekul CnH2n+2
8. nama dari gugus samping
9. jenis senyawa karbon yang berasal dari makhluk hidup
10. nama untuk gugus samping C3H7

Menurun
1. hasil pembakaran sempurna hidrokarbon
2. oksida karbon yang berbahaya bagi manusia karena lebih kuat mengikat haemoglobin dibanding
oksigen
4. nama untuk senyawa dengan rumus molekul C4H10
6. hidrokarbon tak jenuh, mengandung ikatan rangkap 2
7. memiliki rumus molekul yang sama tapi struktur berbeda
Hidro karbon dan isomernya

Gambar gambar struktur untuk senyawa ini yang benar


1. metana 2. propana 3. okatana

4. 2-metil pentana 5. 3-etil heksana 6. 2,3-dimetil butana

7. sikloheksana 8. Metil siklopentana 9. 1,3-dimetil siklopentana

10. 1 – etil – 3 – metil heptana 11. etena 12. propena

13. 2-metil-1-butena 14. etuna 15. 1-propuna

16. 3-etil-2heksena 17. 1,3-butadiena 18. 1,2-pentediena

19. 2-m3til-1,3-butadiena 20. sikloheksena


Gambarkan isomer dari masing – masing rumus molekul berikut kemudian beri nama pada masing –
masing struktur
21. C4H10 (2 isomer)

22. C5H12 (3 isomer)

23. C4H6 (2 isomer)

24. Gambar dan beri nama dua isomer geomteri dari 2-butena.

30. mengapa butena memiliki isomer geometri?

Beri nama pada senyawa – senyawa berikut

45. 46.

CH3
|
CH2 C=C
|
CH3–CH2—CH—CH2—CH3

47. 48.

CH2CH3 CH3
| |
CH3CH2CH2—C—CH2—CH—CH3 CH2=C—CH=CH3
| |
CH2CH3 CH3

49. 50.