Anda di halaman 1dari 64

Tanpa terasa Fatawa telah memasuki bulan yang ketiga; hitungan waktu

yang masih cukup dini untuk suatu penerbitan. Dengan umurnya yang masih
muda ini banyak hal-hal menarik yang redaksi temui dan rasakan. Baik reaksi
yang muncul dari luar maupun dari dalam. Mulai dari ucapan selamat, pujian,
kritik, saran sampai kepada harapan-harapan. Belum lagi dapur redaksi yang
selalu terlihat sibuk. Mulai dari penentuan materi, pengumpulan naskah,
pembagian tugas editing, muraja‘ah sampai kepada berburu waktu untuk dapat
naik cetak. Lebih-lebih jika tanggal di kalender telah berkisar di atas angka dua
puluh -khawatir ditegur para agen-. Maklumlah karena para pengasuh dan tim
redaksi termasuk ‘agen berganda-ganda’, selain mencurahkan perhatian
kepada Fatawa juga harus melaksanakan tanggung jawab lamanya, mengasuh
para santri plus mengisi taklim di luaran. Jadi harap maklum kalau beberapa
edisi awal harus datang dengan tergopoh-gopoh karena terlambat hadir kepada
para pembaca. Kami berharap dengan semakin bertambahnya umur, kami dapat
memberikan yang terbaik untuk Anda demi tegaknya agama seperti yang kita
harapkan.
Kami mohon maaf kepada para pembaca dan para calon agen yang belum
mendapatkan Fatawa volume II disebabkan keterbatasan oplah. Semoga dengan
dukungan dari para pembaca sekalian Allah  memudahkan kami menambah
jumlah oplah yang memang sudah semakin terasa tidak mencukupi. Denga
penambahan tersebut semoga semakin banyak yang akan menikmati majalah
kesayangan kita ini.
Terakhir, tak ada gading yang tak retak, tak ada langkah yang tak tersalah.
Kami berharap pembaca mau meluruskan dan memperbaiki langkah kami.
Kepada Allah kita mohon petunjuk dan keteguhan. Semoga apa yang kita
usahakan mendapatkan pahala dan keridha’annya.

Redaksi

Penerbit: Pustaka At-Turots Al-Islamy Yogyakarta Pemimpin Umum: Abu Nida’ Ch. Shofwan Tim Pengasuh:
Abu Humaid Arif Syarifuddin, Abu Mush’ab, Abu Husam M. Nurhuda, Abu Isa, Abu Nida’ Ch. Shofwan
Pemimpin Redaksi/Usaha: Tri Madiyono Sekretaris: Syafaruddin Staf Redaksi: Abu Athifah, Abu Harun
Husain Sunding, Mubarok Pemasaran & Sirkulasi: Pak Siswanto JH (0812 279 7463) Setting-Layout:
Masrinto Keuangan: Indra Rekening: Rek.Giro: 801.20173001 BNI Syari’ah Cab. Yogyakarta, a.n. Yayasan
Majelis At-Turots Al-Islamy Yogyakarta Alamat Redaksi: Islamic Center Bin Baaz, Jl. Wonosari Km 10,
Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta Telp/Faks: (0274) 522964 Email: fatawa@ngajisalaf.net

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 11
Tauhid Fiqih
 Muslim Tapi Mengerjakan Bab Istinja’ dan Adab-adab
Maksiat ________________ 4 Buang Hajat ____________ 20
 Memohon dan Berdoa Kepada
Selain Allah _____________ 5 Keluarga
 Prahara Rumah Tangga dan
Fatwa Solusinya (Kiat untuk Suami) _ 27
 Hukum Menghujat Pemerintah
dari Atas Podium (Muka Manhaj
Umum) ___________________ 10  As-Salaf Ash-Shalih,
 Persiapan untuk Ibadah Rujukan dalam Mamahami
Haji __________________ 11 Al-Qur’an dan As-Sunnah ___ 31
 Lomba Berhadiah Haji _____ 13
 Haji Tanpa Mahram _______ 14 Aktual
 Bom dan Cadar __________ 38
Tafsir
 Perintah Tadabbur Al Qur’an _ 15 Akhlaq
 Hasad, Kenali dan Jauhilah ! _ 46

Firaq
 Orientalis ______________ 51

Profil
 Imam Malik,
Imam Darul Hijrah ________ 58

2 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
MASUKAN
Assalaamu ‘alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Saya merasa bersyukur dengan terbitnya majalah Fatawa. Meskipun b e n t u k n y a
sederhana, tapi isinya berbobot dan ilmiah. Semoga tetap eksis. Amin. Afwan sebe-
lumnya, kalau boleh ana ingin memberikan beberapa masukan untuk Fatawa. Pada
halaman 45-47 dalam penggunaan simbol tampaknya harus ditambah kejeliannya,
seperti penulisan tertulis  dan dalam penggunaan kaidah tulis juga masih
terjadi beberapa kesalahan. Semoga pada penerbitan selanjutnya Fatawa lebih jeli
lagi sehingga tidak terulang kembali. Terakhir untuk Fatawa Vol. 02/I/Syawwal 1423
H pada rubrik Tauhid tentang “Bumi dan Langit Berlapis Tujuh,” mungkin ana sekedar
menambahkan untuk para pembaca bahwa lapis di sini bukanlah lapisan bumi yang
paling luar tanah dan yang paling dalam inti bumi, akan tetapi lapisan yang memiliki
jarak antara satu dengan yang lain. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat Tafsir Ibnu Katsir
surat Ath-Thalaq ayat 12 atau Al-Bidayah wa An-Nihayah karya Ibnu Katsir Jilid 1 hal
35-40, cetakan I tahun 1415 H oleh Daar al-Kutub al-‘Ilmiyyah Beirut - Lebanon.
Wallahu a‘lam bish shawaab.
Abu Abdillah – Yogyakarta
Red: jazakumullahu khairan atas masukan Antum. Semoga Fatawa dapat tampil
sebagaimana yang Antum harapkan. Kami masih terus menunggu saran dan kritik
membangun dari pembaca sekalian.

RALAT DARI PENULIS


Assalaamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Mengenai tulisan saya yang berjudul Ghuluw pada rubrik Aktual, Fatawa volume 02 hal.42,
maka perlu saya jelaskan bahwa di sana terdapat beberapa kesalahan.

Pada terjemah hadits:


tertulis: “Mereka membinasakan orang-orang Islam dan menyeru menyembah berhala.”
Seharusnya: “Mereka memerangi orang-orang Islam dan membiarkan penyembah berhala.”
Kemudian keterangan di bawah terjemah tersebut tertulis: “Maksudnya, mereka memerangi
orang-orang Islam dan mengajak menyembah berhala.”
Seharusnya: “Maksudnya, mereka memerangi orang-orang Islam dan membiarkan orang-
orang musyrik dan kafir.” Wallahu a‘lam bish shawaab.
Abu Nida

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 23
Tauhid
Rubrik Tauhid yang hadir secara rutin dalam Fatawa ini disajikan dalam format tanya-jawab.
Sebagai rujukan utamanya adalah fatwa-fatwa dari Lajnah Da imah yang merupakan lembaga
majelis ulama-ulama besar Kerajaan Saudi yang didirikan oleh pemerintah Saudi Arabia (SK.
No:1/137 tanggal 8/7/1391H/1993M), dalam rangka memberikan fatwa-fatwa yang berkenaan
dengan perkara-perkara agama seperti aqidah, ibadah dan muamalah. Yang pada mulanya
beranggotakan Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh (Ketua), Syaikh
Abdurrazzaak Afifi Athiyyah (Wakil Ketua), Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al Ghadyan
(Anggota), Syaikh Abdullah bin Sulaiman bin Mani’ (Anggota). Pada akhir tahun 1395H/1997M,
Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh digantikan oleh Syaikh Abdul Aziz bin
Abdullah bin Baaz. Fatwa-fatwa yang dinukilkan adalah fatwa yang dikeluarkan pada masa
mereka; ditambah fatwa para ulama salaf lain yang tidak terangkum kedalam kitab Majmu
Fatawa Lil Lajnah Da imah.

Diasuh oleh: Abu Nida Ch. Shofwan

 Muslim Tapi Mengerjakan kan dengan pergaulan Islam tanpa


Maksiat kecuali, sekalipun sebenarnya dia tidak
ikhlas mengucapkanya. Hal itu karena
Tanya: Jika seorang laki-laki meninggal kita hanya menghukumi apa yang
dunia dengan memiliki lima istri atau tampak. Allah-lah yang mengurusi apa
lebih, apakah dia seorang muslim yang tersembunyi. Jika ada yang
sehingga kami boleh menyalatkannya? mengucapkan kalimat tersebut kemudian
Hal ini berkenaan dengan firman Allah mengerjakan sesuatu yang bertentangan
 yang telah kami ketahui: dengan kandungannya, maka dia kafir.
Seperti orang yang menghalalkan
sesuatu yang sudah diketahui keharaman-
nya menurut agama ini, contohnya
menghalalkan zina atau menikahi
mahramnya. Termasuk pula membatal-
kan syahadat adalah meninggalkan
“Apakah kamu beriman kepada sebagian shalat secara sengaja setelah
dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap disampaikan dan dijelaskan (kewajiban-
sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi nya), menurut pendapat yang terkuat di
orang yang berbuat demikian di antara antara pendapat-pendapat para ulama
kamu, melainkan kenistaan dalam (tentang hal itu). Dan di antaranya juga
kehidupan dunia…” (Q.S. Al-Baqarah:85) menggantung (memakai) rajah-rajah
dan jimat-jimat dari selain Al-Qur’an
Jawab: Tidaklah tertanam keimanan dengan meyakini pengaruhnya. Adapun
pada diri orang yang mengucapkan jika berkeyakinan bahwa benda-benda
kalimat “Lailaha illallah”, kecuali jika dia itu merupakan sebab bagi kesembuhan-
mengucapkannya secara ikhlas dari nya atau dapat menjaganya dari
hatinya. Dan tidaklah berarti ucapannya gangguan jin dan ‘ain1, maka hukumnya
itu di sisi Allah, melainkan dengan cara haram meski tidak membatalkan
seperti itu pula. Adapun di dunia, maka keislaman, tetapi termasuk jenis syirik
orang yang mengucapkannya diperlaku- kecil sebagaimana sabda Nabi :

1
Pandangan mata yang mengakibatkan kerusakan, -Pent.

4 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
keumuman dalil-dalil yang ada, dan juga
untuk menutup peluang menggantung
(jimat) yang selain dari Al-Qur’an. Dan
termasuk pembatal-pembatal keislaman
“Barangsiapa yang menggantung jimat, adalah istighatsah4 kepada orang mati,
maka Allah tidak akan menyempurnakan- berhala, dan benda-benda mati lainnya,
nya, dan barangsiapa yang menggantung atau kepada yang tidak hadir (tidak
wada‘ah2, maka Allah tidak akan bersamanya) –baik jin ataupun manusia-
memberinya ketenangan.”3 , atau ber-istighatsah kepada sesuatu yang
Adapun tentang menggantung tamimah hidup lagi hadir dalam hal-hal yang tidak
(jimat) dari Al-Qur’an, maka ulama ada yang mampu memenuhinya kecuali Allah
berselisih pendapat tentang kebolehan- , dan perbuatan-perbuatan sejenisnya.
nya. Pendapat yang lebih kuat adalah Shalawat atas Nabi, keluarganya dan
yang mengharamkannya berdasarkan sahabat-sahabatnya .5

 Memohon dan Berdoa kepada Selain Allah


Istighatsah kepada selain Allah
Tanya: Apakah istighatsah kepada (orang yang masih hidup) yang tidak hadir (tidak
ada di tempat) atau kepada orang mati tergolong kafir (syirik) besar?
Jawab: Ya, istighatsah kepada orang mati dan yang tidak hadir adalah syirik besar;
dapat mengeluarkan pelakunya dari agama Islam sebagaimana firman Allah :

“Dan barangsiapa yang menyembah sesembahan yang lain di samping menyembah


Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya melakukan hal itu, maka sesungguhnya
perhitungannya di sisi Rabb-nya. Sesungguhgnya orang-orang yang kafir itu tiada
beruntung” (Q.S. Al-Mu’minun:117)
Dan firman-Nya :

2
Jimat yang terbuat dari kerang. -Pent.
3
Shahih Ibnu Hibban (XIII/450).
4
Meminta pertolongan pada saat-saat genting/sulit, -Pent.
5
Fatawa lil Lajnah Ad-Da’imah (I/98). Pertanyaan keenam dari fatwa nomor 5318 (Penyusun:
Syaikh Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul ‘Asimah, Riyad)

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 45
Tauhid
“Yang (berbuat) demikian itulah Allah, bintang, dan selainnya, maka mereka
Rabb-mu. Kepunyaan-Nyalah kerajaan. musyrik syirik besar, keluar dari agama
Dan orang-orang yang kamu seru Islam. Tidak boleh ber-wala’ kepada
(sembah) selain Allah tiada memiliki apa- mereka sebagaimana tidak boleh ber-
apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu wala’ kepada orang kafir. Tidak sah
menyeru mereka, mereka tiada mendengar shalat di belakang mereka dan tidak
seruanmu; dan kalaupun mereka boleh bergaul dengan mereka ataupun
mendengar, mereka tidak dapat tinggal di tengah-tengah mereka, kecuali
mengabulkan permintaanmu. Pada hari bagi orang yang ingin mengajak mereka
kiamat mereka akan mengingkari kepada kebenaran di atas petunjuk dan
kesyirikanmu dan tidak ada yang dapat ada harapan mereka akan menerima
memberikan keterangan kepadamu ajakannya serta dia dapat memperbaiki
sebagaimana yang diberikan oleh Yang keadaan agama mereka. Jika tidak bisa,
Maha Mengetahui.” (Q.S. Fathir:13-14) wajib baginya hijrah dari mereka dan
Shalawat serta salam semoga tercurah mencari jamaah lain yang mau bersama-
kepada Nabi, keluarga, dan sahabat- sama bahu-membahu membangun
sahabatnya.6 pondasi Islam dan cabang-cabangnya,
serta menghidupkan sunnah Rasulullah
Tinggal di Lingkungan Pelaku . Jika dia tidak mendapatkan jamaah
Kesyirikan seperti itu, maka hendaknya dia
Tanya: Seorang laki-laki tinggal di berlepas diri dari jamaah-jamaah yang
lingkungan suatu jamaah yang suka ber- ada walaupun terasa berat. Hal ini
istighatsah kepada selain Allah. Bolehkah berdasarkan hadits yang shahih dari
dia shalat (menjadi makmum) di Hudzaifah , ia berkata, “Orang-orang
belakang mereka. Wajibkah dia hijrah bertanya kepada Rasulullah  tentang
dari mereka? Apakah kesyirikan mereka kebaikan, sedangkan aku bertanya
termasuk syirik besar? Dan apakah ber- kepada beliau tentang keburukan karena
wala7 kepada mereka sama seperti ber- khawatir terjerumus ke dalamnya. Aku
wala’ kepada orang kafir yang berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami dahulu
sesungguhnya? berada dalam kejahiliahan dan
kejelekan, lalu Allah mendatangkan
Jawab: Jika jamaah yang Anda tinggal kebaikan ini (yaitu Islam). Apakah
bersama mereka itu keadaannya sesudah kebaikan ini ada kejelekan?’
memang seperti yang Anda ceritakan, Nabi  menjawab, ‘Ya.’ Aku bertanya
yaitu ber-istighatsah kepada selain Allah, lagi, ‘Apakah sesudah kejelekan itu ada
baik kepada orang-orang yang telah kebaikan?’ Nabi  menjawab, ‘Ya, tetapi
meninggal, orang yang tidak hadir (tidak padanya ada dakhan 8.’ ‘Apa dakhan-
ada bersamanya), pohon, batu, bintang- nya?’ tanyaku. Nabi  menjawab, ‘Suatu

6
Ibid. (I/110). Fatwa nomor 9272.
7
Sikap loyal. -Pent.
8
Kabut/asap. Maksud beliau bahwa kebaikan (Islam) di saat itu tidak lagi murni, melainkan

6 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Tauhid
kaum yang bersunnah bukan dengan bentuk manusia, ular, singa, dan
sunnahku dan mngambil petunjuk bukan sebagainya. Mereka pergi ke pekuburan
dari petunjukku. Kalian mengetahui siapa dan tidur atau bergadang di sana
mereka dan kalian ingkari.’ Aku bertanya (karena mengharap kesembuhan dan
lagi, ‘Apakah setelah kebaikan ini ada lain-lain). Mereka mengatakan bahwa
kejelekan lagi?’ ‘Ya, para dai yang (pada saat seperti itu) wali tersebut
menyeru di atas pintu-pintu Jahannam. berdiri di hadapan mereka dan berkata,
Siapa saja yang mengikuti mereka, akan “Pulanglah karena sesungguhnya kamu
mereka jebloskan ke dalamnya,’ jawab telah sembuh.” Apakah perkatan seperti
Nabi . Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, ini benar atau tidak?
gambarkan keadaan mereka kepada
kami.’ Nabi  berkata, ‘Mereka dari Jawab: Para wali tidaklah memiliki
bangsa kita dan berbicara dengan bahasa pengaturan (apapun) pada diri
kita.’ Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, apa seseorang. Apa yang Allah berikan
yang engkau perintahkan jika kami kepada mereka dari sebab seperti apa
mendapati mereka?’ Nabi  berkata, yang Allah berikan kepada manusia yang
‘Tetaplah bersama jamaah kaum muslimin lain. Mereka tidak memiliki kemampuan
dan imam mereka.’ Aku bertanya, ‘Jika melakukan hal-hal yang luar biasa. Tidak
mereka tidak memiliki jamaah dan juga mungkin mereka bisa berubah wujud
imam?’ Nabi  bersabda, ‘Tinggalkan menjadi selain wujud manusia, baik
jamaah itu semuanya, sekalipun engkau dalam wujud ular, singa, kera, atau
harus menggigit akar pohon, sampai binatang yang lain. Kemampuan seperti
kematian datang kepadamu sedang kamu itu hanya Allah berikan khusus kepada
dalam keadaan seperti itu.’9 malaikat dan jin.
Disyari‘atkan pergi ke pekuburan untuk
Shalawat serta salam semoga tercurah
berziarah dan mendoakan penghuninya
atas Nabi, keluarga, dan sahabat-
semoga mendapat pengampunan dan
sahabatnya.10
rahmat dari Allah. Tidak boleh
Andil Para Wali dalam menziarahi kubur untuk meminta berkah
Pengaturan Alam!? dan kesembuhan dari penghuninya,
memohon kepadanya agar meng-
Tanya: Saya telah mendengar dan hilangkan kesusahan-kesusahan (yang
melihat dengan kedua mata saya orang- dihadapi) dan mengabulkan keinginan-
orang yang mengatakan bahwa para keinginan. Bahkan yang seperti itu
wali memiliki andil di dalam (mengatur) adalah syirik besar, seperti halnya
alam dan diri seseorang. Mereka menyembelih (kurban) untuk selain Allah
mengatakan bahwa para wali memiliki juga syirik besar. Sama saja apakah itu
empat puluh wajah; bisa dilihat dalam dilakukan di kubur para wali ataupun

sudah bercampur dengan kerusakan/kejelekan. –Pent.


9
H.R. Bukhari (VIII/92), Muslim -Syarah Nawawi (XII/236), Abu Dawud (IV/445 & 447).
10
Fatawa lil Lajnah Ad-Da’imah (I/102-103). Fatwa nomor 2787.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 67
Tauhid
bukan. Apa yang Anda ceritakan tentang Ibnu Taimiyah dan Syaikh Muhammad
mereka itu bertentangan dengan syariat, bin Abdul Wahab, semoga Allah
bahkan termasuk bid‘ah yang mungkar merahmati keduanya.
dan keyakinan syirik.
Jawab: Ber-istighatsah kepada orang-
Shalawat serta salam semoga tercurah
orang yang telah meninggal, berdoa
atas Nabi, keluarga, dan sahabat-
kepada mereka saja tanpa berdoa
sahabatnya.11
kepada Allah atau juga berdoa kepada
Bermakmum di belakang Allah, adalah syirik besar yang
Pelaku Kesyirikan mengeluarkan pelakunya dari agama
Islam. Sama saja baik yang diminta itu
Tanya: Seorang khatib masjid di salah
nabi ataupun bukan nabi. Begitu pula,
satu desa di daerah kami tinggal adalah
berdoa kepada (orang yang masih hidup
seorang sufi dari Tarekat Sadziliyah –
tetapi) tidak hadir (tidak di tempat) adalah
begitu mereka menyebut kelompok
syirik besar, mengeluarkan pelakunya dari
mereka-. Orang ini mengajak dan
Islam –kita berlindung kepada Allah
mengajar masyarakat untuk bertawassul
darinya-. Tidak sah shalat di belakang
dengan mahluk Allah, seperti para nabi
mereka disebabkan kesyirikan mereka.
dan para wali. Dia mengajak orang-orang
Adapun orang yang ber-istighatsah
untuk menziarahi pekuburan (cungkup12,
hanya kepada Allah saja dengan cara
Jawa). Dia membolehkan bersumpah
bertawassul menggunakan kedudukan
dengan nama nabi dan wali, dan ada
orang-orang yang telah meninggal itu,
kafarah (denda) jika melanggarnya.
atau berkeliling di kubur mereka dengan
Kami, sebuah jamaah dari jamaah kaum
tidak meyakini bahwa mereka dapat
muslimin, telah mengajaknya berdiskusi
memberi pengaruh, tetapi hanya
tentang kesalahan yang dikerjakan dan
berharap kalau kedudukan mereka di sisi
diajarkannya. Namun, ia selalu berkilah
Allah akan menjadi sebab dikabulkannya
dan berdalil dengan hadits-hadist dha‘if
doa, maka dia adalah seorang mubtadi‘
(lemah) dan maudhu‘ (palsu). Bolehkah
(pelaku bid‘ah). Dia berdosa karena
kami bermakmum di belakang orang ini
menggunakan wasilah atau cara yang
berhubung kami belum merampungkan
syirik. Dikhawatirkan cara itu dapat
pembangunan masjid kami? Kami telah
menggiringnya kepada syirik besar. Kami
berusaha mengumpulkan infaq dan
memohon kepada Allah agar menolong
shadaqah, tetapi sampai sekarang belum
kalian untuk dapat menyebarkan tauhid
selesai juga. Kami mengharap fatwa
ini dan membela kebenaran serta
Anda atas pertanyaan kami ini. Semoga
memerangi para pelaku bid‘ah.
Allah  memberi kita semua taufik -Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah
Selain itu, mereka juga mengkafirkan
atas Nabi, keluarga, dan sahabat-
para masayikh, seperti Syaikhul-Islam
sahabatnya.13

11
Ibid. (I/104). Pertanyaan kedua dari fatwa nomor 3716.
12.
Bangunan di atas kubur seseorang yang dikeramatkan. -Pent.
13
Fatawa lil Lajnah Ad-Daimah (I/105-106). Fatwa nomor 4154.

8 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Tauhid
Tanya : Ber-istighatsah serta
bertawassul kepada para nabi, para wali,
dan orang-orang saleh, baik pada saat
mereka masih hidup maupun setelah
wafat, untuk menghilangkan keburukan
(yang menimpa), mendatangkan “Maka orang yang dari golongannya itu
kebaikan, dan mengabulkan keinginan- meminta tolong kepadanya agar
keinginan serta hajat, apakah mengalahkan orang yang dari golongan
diperbolehkan atau tidak? musuhnya.” (Q.S. Al-Qashash:15).
Jawab : Tidak boleh ber-istighatsah Adapun bertawassul kepada nabi atau
kepada para nabi dan selain mereka selainnya, baik ketika masih hidup
yang telah wafat. Bahkan perbuatan maupun setelah wafat, dengan
tersebut termasuk syirik besar. Adapun menyebutkan zat, kedudukan, dan hak
ber-istighatsah kepada orang-orang yang mereka, juga tidak boleh. Bahkan itu
masih hidup yang ada di tempat dengan termasuk bid’ah dan wasilah syirik.
permohonan untuk hal-hal yang
memang mereka mampu bantu, maka Shalawat serta salam semoga tercurah
tidak apa-apa sebagaimana firman Allah atas Nabi, keluarganya, dan sahabat-
 dalam kisah Musa: sahabatnya.14

Beribadah Tetapi Juga Ber-istighatsah kepada Selain Allah


Tanya: Seseorang melakukan shalat, berpuasa, dan malah menjadi-jadi melakukan hal tersebut sampai
mengerjakan seluruh rukun Islam, tetapi juga berdoa meninggal, maka dia musyrik syirik besar yang
kepada selain Allah dengan cara bertawassul dengan mengeluarkannya dari agama Islam. Jenazahnya tidak
para wali, mengharap kemenangan lewat pertolongan dimandikan, tidak dishalatkan, dan tidak dikuburkan di
mereka, serta meyakini bahwa mereka mampu pekuburan muslimin, serta tidak dimintakan
mendatangkan manfaat dan mencegah bahaya. Berilah pengampunan untuknya. Anak-anak, ibu-bapak, dan
kami fatwa (tentang hal ini), semoga Allah membalas saudara-saudaranya yang bertauhid, serta orang-orang
kebaikan Anda. Selain iru, apakah anak-anaknya yang muslim selain mereka tidaklah mewarisi hartanya karena
bertauhid tidak berbuat syirik mewarisi hartanya? telah berbeda agama sebagaimana sabda Nabi :
Dihukumi apa anak-anaknya tersebut?
Jawab: Barangsiapa yang melakukan shalat, berpuasa, “Tidaklah seorang muslim mewarisi orang kafir dan tidak
dan mengerjakan seluruh rukun Islam, tetapi bersamaan pula orang kafir mewarisi seorang muslim.” 15
dengan itu pula ia ber-istighatsah kepada orang yang
telah meninggal, yang tidak hadir, para malaikat, atau Shalawat serta salam semoga tercurah atas Nabi,
yang lainnya, maka dia seorang musyrik. Kemudian keluarga, dan sahabat-sahabatnya. 16
jika setelah dinasehati dia tetap tidak mau menerima, Wallahu a‘lam bish shawwab

14
Ibid. (I/106-107). Pertanyaan kelima dari fatwa nomor 5553.
15
H.R. Bukhari (no. 4032) dan Muslim (no. 1614).
16
Fatawa lil Lajnah Ad-Da’imah (I/107-108). Fatwa nomor 6972.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 89
Fatwa
Fatwa

Diasuh oleh: Abu Humaid Arif Syarifuddin


 Hukum Menghujat Pemerintah dari Atas Podium
(Muka Umum) 1
Syaikh Bin Baz pernah ditanya, tersebut dan memperingatkan
“Apakah menghujat pemerintah dari atas (masyarakat) darinya. Tidak perlu
podium (di muka umum) termasuk menyebutkan bahwa si fulan telah
manhaj para Salaf ? Bagaimana melakukan perbuatan maksiat ini dan itu.
sesungguhnya manhaj (cara) para Salaf Baik yang menyampaikan itu seorang
dalam menasehati pemerintah?” pemimpin maupun yang lainnya.
Jawab: Bukan termasuk manhaj Ketika terjadi fitnah pada masa
salaf menyebarkan keburukan dan aib Khalifah Utsman , sejumlah orang
pemerintah dari atas podium (di muka menemui Usamah bin Zaid  dan
umum) karena cara semacam itu hanya berkata, “Mengapa engkau tidak
akan menimbulkan kekacauan dan mengingkari (tindakan) Utsman?”
keguncangan (di tengah masyarakat) Usamah menjawab, “Aku tidak mau
dan menjadikan rakyat yang dipimpin mengingkari (tindakan)nya di muka
enggan untuk menaati pemerintahnya umum. Aku akan menasehati dia secara
sekalipun dalam perkara yang baik. Di ‘empat mata’, dan tidak membuka pintu
samping itu, karena cara seperti itu kejelekan dan kerusakan di tengah-
mengakibatkan keadaan yang mendatang- tengah manusia.”
kan mudharat lagi tidak bermanfaat. Ketika ternyata kemudian masyarakat
Cara yang ditempuh Salaf adalah membuka pintu keburukan tersebut dan
menasehati pemerintah secara ‘empat mengingkari (pemerintahan) Utsman
mata’, atau lewat surat, atau secara terang-terangan, maka
menghubungi ulama yang dikenal dekat berkecamuklah api fitnah2. Pertumpahan
dengan pemerintah agar menasehati darah dan kerusakan pun terjadi di
mereka ke arah kebaikan. mana-mana. Dan cara-cara seperti itu
Mengingkari suatu kemungkaran masih terus berjalan hingga kini.
hendaknya dilakukan dengan tidak Demikian pula sengketa yang terjadi
menyebutkan pelakunya. Jadi, antara Ali dengan Mu‘awiyah, serta
mengingkari tindak perzinaan, miras, terbunuhnya Utsman lalu Ali. Kedua peristiwa
riba dan sebagainya tidak perlu dengan tersebut terjadi sebagai akibat dilakukannya
menyebutkan siapa pelakunya, cukup cara-cara buruk semacam itu.
dengan mengingkari perbuatan (maksiat)

1
Huquq Ar-Ra’i wa Ar-Ra’iyah hal.27-28 karya Syaikh Bin Baz.
2
Fitnah di sini maksudnya bukan pemberitaan bohong. Yang dimaksud adalah suatu kondisi di
mana terjadi kekacauan dan ketidakteraturan masyarakat. -Pent.

10 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Fatwa
Demikian pula kasus terbunuhnya marah kepada pemimpin mereka, yang
sejumlah besar sahabat. Hal itu ujung-ujungnya pemerintah pun balik
diakibatkan karena orasi terang-terangan membunuhi mereka. Kita memohon
dan pembeberan aib pemerintah di muka keselamatan kepada Allah  dari hal
umum. Akhirnya rakyat membenci dan semacam itu.

Fatwa Seputar Haji dan Umrah


Menyambut bulan haji, kami ketengahkan fatwa-fatwa seputar ibadah
haji dan umrah. Semoga hal ini dapat menambah pengetahuan Anda.
Bagi Anda yang telah berkesempatan melaksanakan ibadah haji di
tahun ini kami doakan semoga Anda mendapatkan predikat haji mabrur.

 Persiapan untuk Ibadah Haji 3 ditekankan menjelang musim-musim


ibadah yang agung, seperti haji, puasa
Soal: Apa yang harus dilakukan oleh
Ramadan, dan musim-musim ibadah
seseorang yang telah berniat
lainnya.
melaksanakan ibadah haji dan umrah?
Jawab: Tidak diragukan lagi bahwa Bagi yang hendak menunaikan haji
haji dan umrah termasuk ibadah yang dan umrah, hendaknya juga
utama. Haji adalah salah satu rukun mengikhlaskan niat hanya untuk Allah
Islam yang wajib dilaksanakan oleh semata dalam haji dan umrahnya
orang yang mampu satu kali seumur tersebut karena Allah  telah berfirman,
hidup; selebihnya hanya sunnah
hukumnya dan merupakan amalan “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah
sunnah yang utama. karena Allah.” (Q.S. Al-Baqarah:196)
Bagi yang telah bertekad untuk Ayat di atas mengandung perintah
menunaikan haji dan umrah hendaknya untuk menyempurnakan haji dan umrah
bertaubat dahulu dengan tulus atas sesuai dengan tuntunan syariat murni
segala dosa dan kesalahan yang telah hanya untuk Allah semata; tidak disertai
diperbuatnya. Hal itu dimaksudkan agar dengan sikap riya’, sum‘ah4 maupun
dirinya bisa menunaikan ibadah hajinya tujuan-tujuan keduniaan. Dan juga
dalam kondisi yang sebaik mungkin. berdasarkan sabda Nabi :
Meskipun sebenarnya wajib bagi setiap
muslim untuk senantiasa bertaubat
kepada Allah  dalam segala urusan dan
kondisi. Akan tetapi, taubat ini lebih

3
Kitab Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan (III/165).
4
Riya’berarti menginginkan amalannya dilihat dan dipuji oleh manusia, yaitu dengan membagus-
baguskan amalan yang sedang atau yang akan dilakukannya di hadapan mereka. Sum’ah berarti
menginginkan amalannya didengar dan dipuji oleh manusia, yaitu dengan menceritakan amalan
yang telah dilakukannya kepada mereka. -Pent.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 111
0
Fatwa
“Hanyasanya segala amalan itu “Wahai orang-orang beriman, makanlah
bergantung pada niat; dan tiap-tiap rezeki yang baik-baik yang Kami berikan
orang akan memperoleh balasan sesuai kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah,
dengan apa yang telah diniatkannya.”5 jika benar-benar kalian hanya menyembah
Kemudian, hendaknya dia kepada-Nya.” (Q.S. Al-Baqarah:172)
menggunakan harta yang baik (halal) Kemudian Nabi  menceritakan, “Ada
untuk membiayai haji dan umrahnya seseorang yang bepergian jauh,
tersebut karena seorang muslim dituntut rambutnya kusut berdebu, lalu dia
untuk menjauhi perkara-perkara yang mengangkat kedua tangannya ke langit
diharamkan, baik makanan maupun seraya berdoa, ‘Wahai Tuhanku! Wahai
minuman, serta dituntut pula menjauhi Tuhanku!’ Akan tetapi, makanan yang
mata pencaharian yang jelek (haram). dimakannya haram, minuman yang
Allah  berfirman, diminumnya pun haram, pakaian yang
dipakainya didapatkan dari cara yang
haram, dan dirinya dipenuhi dengan
perkara yang haram, maka bagaimana
doanya terkabulkan?”6
“Wahai orang-orang beriman, makanlah Dan hal semacam itu berlaku untuk
rizki yang baik-baik yang Kami berikan semua jenis bepergian; apalagi
kepadamu; dan bersyukurlah kepada Allah bepergian untuk haji dan umrah, tentu
jika benar-benar kalian hanya menyembah lebih-lebih lagi, harus terbebas dari hasil
kepada-Nya.” (Q.S. Al-Baqarah:172) usaha yang haram. Manakala seseorang
Nabi  juga bersabda, “Sesungguh- melaksanakan haji dan umrahnya
nya Allah memerintahkan kaum mukminin dengan harta yang haram, maka doanya
seperti apa yang Dia perintahkan kepada tidak akan dikabulkan dan ibadah haji
para rasul. Allah  berfirman, dan umrahnya pun tidak sah. Seorang
penyair mengatakan:

“Wahai rasul-rasul, makanlah dari


makanan, dan kerjakanlah amal yang saleh.
Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Mu’minun:51)
Allah  juga berfirman,

Bila engkau berhaji dengan harta yang


haram,

5
H.R. Bukhari (hadits no.1; juga no. 54, 2529, 3898, 5070, 6689, 6953) dan Muslim (hadits no.
1907) dari Umar bin Al-Khaththab  dengan lafazh yang berbeda-beda. -Pent.
6
H.R. Muslim (hadits no. 1015) dari Abu Hurairah . -Pent.

12 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Fatwa
Hakekatnya engkau tidak berhaji, tetapi Hendaknya seseorang yang hendak
hanya kafilah yang berhaji. berhaji memilih teman-teman
Tidaklah Allah menerima melainkan rombongannya yang saleh-saleh, yang
sesuatu yang baik. senantiasa memelihara ketaatan
(kepada Allah), agar dia dapat
Tidaklah setiap yang berhaji ke
mengambil manfaat dan teladan dari
Baitullah itu diterima (hajinya).
mereka. Hendaknya dia menjauhi
Sudah seharusnya seorang yang teman-teman rombongannya yang jelek-
hendak berhaji mengetahui hal itu. jelek yang dapat memberi pengaruh
Sudah seharusnya dia memperhatikan negatif terhadap dirinya selama
hak-hak (orang lain) yang wajib perjalanan hajinya.
ditunaikannya. Jika memiliki utang,
Hendaknya dia juga mempelajari dan
hendaknya dia prioritaskan untuk dilunasi
memahami tata cara haji dan umrah
terlebih dahulu. Tidak boleh dia
dengan baik, sehingga bisa menunaikan
menunaikan haji dalam keadaan memiliki
haji dan umrahnya sesuai syariat. Dia
utang karena melunasi utang lebih wajib
perlu membaca buku-buku tata cara haji
daripada menunaikan haji dan umrah.
sebelum dia menunaikan haji dan umrah
Bahkan, dia tidak berkewajiban sama
sampai betul-betul memiliki gambaran
sekali untuk menunaikan haji dan umrah
yang jelas tentang haji dan umrah,
dalam keadaan memiliki utang-utang
sehingga bisa menunaikannya sesuai
yang tidak bisa dilunasinya karena
tuntunan syariat.
terhitung tidak memiliki harta yang cukup
untuk keperluan haji. Jadi, dia harus Dan jika tidak dapat membaca, maka
terlebih dahulu membayar utang- hendaknya dia bertanya kepada orang
utangnya, lalu menunaikan ibadah yang berilmu mengenai hal-hal yang
hajinya dengan kelebihan harta setelah belum diketahuinya, agar dia betul-betul
digunakan untuk membayar utang. tahu (bagaimana menunaikan haji dan
umrahnya). Semoga Allah memberi
Seseorang yang hendak berhaji juga
taufik.
wajib memenuhi nafkah orang-orang
yang menjadi tanggungannya (selama
menunaikan haji). Dan terpenuhinya  Lomba Berhadiah Haji & Umrah
nafkah tersebut juga harus didahulukan
Soal: Perlombaan-perlombaan yang
daripada biaya untuk haji. Karena
berhadiah haji dan umrah itu hukumnya
memberi nafkah kepada orang-orang
halal ataukah haram?7
yang memang menjadi tanggungannya
itu lebih utama. Tidak wajib bagi dia Jawab: Jika perlombaan-
menunaikan haji dan umrah jika tidak perlombaan tersebut dibolehkan syariat,
bisa memenuhi nafkah orang-orang yang seperti perlombaan (ketangkasan)
ditanggungnya sampai dia kembali dari melempar atau perlombaan dalam
hajinya. masalah-masalah agama, maka tidak

7
Kitab Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan (III/189).

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 113
2
Fatwa
mengapa haji atau umrah dijadikan  Haji Tanpa Mahram
sebagai hadiahnya, yaitu pemenangnya Soal: Ibuku telah melakukan ibadah
akan diberangkatkan untuk ibadah haji haji tetapi tanpa mahram. Ketika itu usia
atau umrah. ibuku 60 tahun. Apakah hajinya itu sah?
Adapun bila asal perlombaan Kalau tidak sah, bolehkah saya
tersebut haram, yaitu yang tidak melaksanakan haji untuknya? Sekarang
diperbolehkan oleh syariat, maka ibuku sudah wafat. Semoga Allah
hadiahnya pun diharamkan karena merahmatinya.
perlombaan semacam itu termasuk judi Jawab: Seorang wanita yang
yang telah diharamkan berbarengan menunaikan haji tanpa mahram, berarti
dengan diharamkannya (berkurban melakukan kemaksiatan dan perbuatan
untuk) berhala dan mengundi nasib dosa. Karena Nabi  telah melarang
dengan panah. Perbuatan-perbuatan wanita bepergian tanpa disertai
tersebut merupakan perbuatan keji lagi mahram, baik bepergian untuk ibadah
termasuk perbuatan setan. Jelas, kita haji maupun lainnya. Adapun haji yang
diperintahkan untuk menjauhinya. Dan telah dilakukannya itu sendiri hukumnya
seseorang akan mendapatkan sah insya Allah, tetapi dia berdosa
keberuntungan bila mau meninggalkan (karena pergi tanpa disertai mahram). Kita
perbuatan-perbuatan tersebut. Allah  berharap semoga Allah memaafkannya.
berfirman,
Soal: Apakah hukumnya begitu,
meskipun ibuku (waktu itu) berusia 60
tahun?
Jawab: Meskipun begitu karena
haditsnya bersifat umum. Nabi 
melarang wanita bepergian kecuali
“Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya
bersama mahram. Hal ini berlaku umum
(meminum) khamar (arak), berjudi,
baik bagi wanita yang tua maupun yang
(berkurban untuk) berhala, mengundi nasib
muda, baik bepergian untuk haji maupun
dengan panah adalah termasuk perbuatan keji
untuk lainnya. Jadi, dia tetap dianggap
dan perbuatan syaitan. Jauhilah perbuatan-
telah bersalah dan melakukan maksiat,
perbutan tersebut agar kamu mendapat
serta mengerjakan perbuatan dosa.
keberuntungan.” (Q.S. Al-Maidah:90)
Adapun hajinya itu sendiri sah jika dia
Nabi  bersabda, telah dia tunaikan sesuai dengan tata
cara yang digariskan syariat, yaitu
melaksanakan rukun-rukun, kewajiban-
“Tidak ada lomba kecuali (lomba) memanah kewajiban serta apa saja yang
(atau melempar tombak dan semisalnya), disyariatkan dalam haji.
pacuan unta, atau pacuan kuda (atau
keledai)”8 Wallahu a’lam bish showwab.
8
H.R. Ahmad (II/474), Abu Dawud (hadits no. 2574), Tirmidzi (hadits no. 1700), Nasa’i (hadits no.
3585), dan lainnya. Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.” -Pent.

14 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Tafsir

Oleh: Abu Abdurrahim Syamsuri

Makna kata di dalamnya terdapat banyak kebaikan,


ilmu yang berlimpah. Di dalamnya
Para mufasirin menafsirkannya
terdapat segala petunjuk untuk berbagai
dengan ( ) yang berarti ‘ini macam kesesatan, terdapat obat
adalah kitab’, yakni Al-Qur’an. penawar sakit, dan terdapat cahaya yang
Imam Al-Baghawy menafsirkannya menerangi segala kegelapan. Di
dengan ( ) yang berarti dalamnya dimuat berbagai macam
hukum yang dibutuhkan oleh manusia,
‘banyak kebaikan dan manfaat di
dan di dalamnya terkandung bukti-bukti
dalamnya’.
yang kokoh dan mapan bagi segala
Para ahli tafsir dan ahli bahasa tuntutan. Setelah Al-Qur’an diturunkan,
mengartikannya dengan ( ) tidak ada satu kitab pun di muka bumi
yang berarti ‘memikirkan’. Namun, ini yang lebih agung darinya.”
ada pula yang mengartikannya
dengan ( ) yang berarti
‘memperhatikan’. Syaikh As-Sa‘di berkata, “Hikmah
diturunkannya Al-Qur’an adalah agar
Tafsir Ayat umat manusia mau tadabbur 1 ayat-
ayatnya. Dengan cara seperti itu, mereka
akan dapat mengambil berbagai ilmu
Syaikh Abdurrahman As-Sa‘di di yang ada di dalam Al-Qur’an dan
dalam kitab tafsir beliau, Taisir Al-Karim merenungi rahasia-rahasia serta
ar-Rahman, berkata, “Maksudnya bahwa hikmah-hikmah yang terkandung di

1
Tadabbur ialah memperhatikan, memikirkan, dan memahami. Pen.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 115
4
Tafsir
dalamnya. Dengan cara tadabbur ayat- tadabbur ayat-ayat Al-Qur’an dan
ayatnya itulah kebaikan dan berkah dari memahaminya, serta melarang kita
Al-Qur’an akan bisa digapai.” berpaling darinya.”
Ayat ini memberikan anjuran kepada Beliau menafsirkan ayat:
kita untuk tadabbur ayat-ayat Al-Qur’an.
Juga menunjukkan bahwa tadabbur Al-
Qur’an merupakan seutama-utama
amalan. Dan membaca Al-Qur’an yang dengan mengatakan, “Maka berkatalah
disertai dengan tadabbur, walau sedikit, seorang pemuda yang berasal dari
jauh lebih utama daripada sekadar Yaman, ‘Bahkan di atas hati manusia itu
membaca Al-Qur’an banyak-banyak terdapat kunci-kunci sampai Allah
dengan cepat yang tidak akan sampai membuka atau melepaskannya.’ Setelah
kepada maksud tadabbur. itu, pemuda tersebut senantiasa diingat
oleh Umar , sampai-sampai ketika
menjadi khalifah, beliau selalu meminta
bantuan kepadanya.”
Syaikh As-Sa‘di berkata, “Yakni, agar
2. Firman Allah :
orang-orang yang mempunyai akal sehat
bisa mengambil pelajaran terhadap
semua ilmu dan tuntunan yang
terkandung di dalam Al-Qur’an setelah
mereka tadabbur ayat-ayatnya.”
Dari sini terkandung dalil bahwa “Maka, apakah mereka tidak mau
setiap orang yang mau tadabbur ayat- tadabbur Al-Qur’an? Kalau kiranya Al
ayat Al-Qur’an pasti akan mendapatkan Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah
pelajaran dan manfaat sesuai dengan mereka akan menemukan banyak
kemampuan akal masing-masing. pertentangan di dalamnya.” (Q.S. An-
Nisa’:82)
Ayat-Ayat Lain yang Semakna
Syaikh As-Sa‘di di dalam kitab
dengan Ayat Di Atas
tafsirnya berkata, “Allah memerintahkan
1. Firman Allah : kita untuk tadabbur kitab-Nya,
maksudnya adalah memahami dan
memikirkan ayat-ayatnya dengan penuh
keseriusan, awal maupun akhirnya, serta
memikirkan bagaimana pengamalan
ayat tersebut. Sesungguhnya tadabbur
“Maka apakah mereka tidak mau Al-Qur’an merupakan kunci untuk
tadabbur Al-Qur’an ataukah hati mereka memahami berbagai macam ilmu
terkunci?” (Q.S. Muhammad:24) pengetahuan. Dengan tadabbur, akan
Imam Ibnu Katsir berkata, “Dalam bisa didapatkan semua kebaikan dan
ayat ini Allah  memerintahkan kita agar segala macam ilmu. Dengan tadabbur,

16 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Tafsir
Setiap kali bertambah pemahaman
Dengan tadabbur,
seseorang akan ayat Al-Qur’an, maka
seseorang bisa mengetahui akan bertambah pula ilmu, amal dan
jalan yang mengantarkan bashirah 2-nya. Oleh karena itulah, Allah
dirinya kepada Allah  dan  memerintahkan kita untuk tadabbur
ayat-ayat Al-Qur’an dan mengabarkan
sifat orang-orang yang
bahwa maksud diturunkannya Al-Qur’an
berada di jalan tersebut, adalah untuk di-tadabbur.
serta mengetahui apa yang
akan mereka dapatkan Riwayat dari Rasulullah  dan Para
setelah mereka sampai Salaf tentang Tadabbur.
kepada Allah . Hudzaifah  berkata, “Suatu malam
aku shalat di belakang Rasulullah .
akan semakin bertambah kokoh pohon Dalam shalat tersebut beliau membaca
keimanan di dalam hati karena dengan surat Al-Baqarah; kemudian surat An-
tadabbur seseorang akan mampu Nisa’; kemudian surat Ali Imran. Beliau
mengetahui siapa Rabb-nya yang harus membaca surat-surat tersebut dengan
disembah; bisa mengetahui sifat-sifat pelan. Apabila melewati ayat-ayat yang
kesempurnaan Rabb-nya yang harus dia mengandung permintaan, beliau pun
tetapkan, dan sifat-sifat kekurangan yang menyampaikan permintaan kepada
tidak boleh sedikit pun dinisbatkan Allah, dan apabila melewati ayat-ayat
kepada-Nya. Dengan tadabbur, yang berisi permohonan perlindungan,
seseorang bisa mengetahui jalan yang beliau pun memohon perlindungan
mengantarkan dirinya kepada Allah  kepada Allah.” 3
dan sifat orang-orang yang berada di
jalan tersebut, serta mengetahui apa Abu Dzar  berkata, “Pernah
yang akan mereka dapatkan setelah Rasulullah  berdiri shalat membaca
mereka sampai kepada Allah. Dengan suatu ayat. Beliau mengulang-ulang ayat
tadabbur, seseorang bisa mengetahui tersebut sampai masuk waktu subuh.
musuh yang sebenarnya. Dengan Ayat yang dimaksud adalah:
tadabbur, seseorang bisa mengetahui
jalan-jalan yang menyebabkan turunnya
azab Allah  dan sifat orang-orang yang “Jika Engkau hendak mengazab mereka,
akan mendapatkan azab tersebut, serta sesungguhnya mereka itu adalah hamba-
bentuk-bentuk azab yang akan mereka hamba-Mu juga.” (Q.S. Al-Maidah:118) 4
terima.

2
Bashirah ialah kejelian dan ketajaman dalam memandang suatu masalah, atau ilmu yang disertai
dengan hikmah. Pen.
3
H.R. Imam Muslim. Abu Dawud dan Nasa’i meriwayatkan hadits serupa dari ‘Auf .
4
Hadits ini diriwayatkan oleh Nasa’i dan Ibnu Majah

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 117
6
Tafsir

‘Apabila ditiup sangkakala, maka waktu


itu adalah waktu (datangnya) hari yang
sulit,’ (Q.S. Al-Muddatstsir:8-9)
Tiba-tiba beliau tersungkur lalu
meninggal. Aku termasuk orang yang
memikul jenazahnya.”
Ibrahim Al-Khawwas berkata,
“Obat hati itu ada lima macam: pertama
adalah membaca Al-Qur’an disertai
dengan tadabbur, lalu shalat malam,
mengosongkan perut, berteman dengan
orang saleh, dan menundukkan diri di
Ubadah bin Hamzah berkata, “Aku hadapan Allah di waktu sahur.”
pernah masuk ke rumah Asma’ -
radhiyallahu’anha- pada saat beliau Imam An-Nawawi berkata,
sedang shalat membaca ayat: “Seseorang yang ingin membaca Al-
Qur’an, hendaknya membaca dengan
sikap khusyu‘ dan disertai tadabbur. Dalil-
dalil tentang masalah ini sangatlah
‘Maka Allah memberikan karunia kepada banyak, jelas lagi masyhur. Dibaca
kami dan memelihara kami dari adzab dengan tadabbur merupakan tujuan
neraka.’ (Q.S. Ath-Thur:27) diturunkannya Al-Qur’an. Tadabbur Al-
Qur’an akan menjadikan dada lapang
Aku pun berusaha menunggu, tetapi ia dan hati bersinar.”
terus-menerus mengulang-ulang ayat itu
Imam Ibnu Al-Jazari berkata,
sambil berdoa. Karena merasa terlalu
“Cara membaca Al-Qur’an yang benar
lama menunggu, aku pun pergi ke pasar.
adalah sebagaimana yang dipegangi oleh
Setelah menyelesaikan keperluanku di
sebagian besar ulama, salaf maupun
pasar, aku kembali ke rumahnya.
khalaf, yaitu membacanya dengan tartil6
Ternyata Asma’ masih membaca ayat
dan disertai tadabbur. Cara membaca
tersebut sambil berdoa kepada Allah .”5
semacam itu jauh lebih utama,
Bahz bin Hakim berkata, “Zurarah walaupun sedikit, dibandingkan
bin Aufa (seorang tabi‘in) menjadi imam membaca dengan cepat sekalipun
shalat shubuh. Beliau pun membaca Al- banyak. Hal itu karena maksud
Qur’an sampai pada ayat: diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk
5
Diriwayatkan pula kisah yang serupa dari Ummul Mukminin Aisyah -radhiyallahu’anha-
6
Perlahan-lahan dan memperhatikan aturan membacanya. Pen.

18 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Tafsir
dipahami dan diamalkan isinya. Adapun 3. Tadabbur Al-Qur’an akan
membaca dan menghafalkan hanyalah mendatangkan manfaat dan
merupakan sarana untuk memahami kebaikan yang sangat banyak di dunia
makna-makna yang terkandung di dan di akhirat.
dalamnya.” Sebagai orang yang beriman, sesibuk
apapun seharusnya berusaha dengan
sungguh-sungguh untuk bisa membaca
Penutup dan Kesimpulan
dan tadabbur Al-Qur’an.
Dari pembahasan di atas kita bisa
Mudah-mudahan Allah 
menarik kesimpulan sebagai berikut.
memberikan taufiq kepada kita untuk
1. Tujuan diturunkannya Al-Qur’an di senantiasa tadabbur Al-Qur’an. Amin.
muka bumi ini adalah agar dipahami
dan diresapi isinya, kemudian Referensi:
diamalkan dalam kehidupan sehari- 1 . Tafsir Ibnu Katsir
2 . Tafsir Taisir Al-Karim ar-Rahman karya
hari. Membaca dan menghafalkan
Syaikh Abdurrahman As-Sa‘di
hanyalah merupakan sarana untuk 3 . Tafsir Jalalain
memahami makna-makna yang 4 . Al-Qur’an dan Terjemahnya terbitan
terkandung di dalamnya. Depag RI
2. Tadabbur Al-Qur’an diperintahkan 5 . At-Tibyan karya Imam Nawawi
6 . Al Itqan Fi ‘Ulum Al-Qur’an karya Imam as-
oleh Allah  dan Rasul-Nya  .
Suyuthi
Sesuatu yang diperintahkan oleh 7. Haqqu at-Tilawah karya Husni Syaikh
Allah  dan Rasul-Nya  hukumnya Utsman
wajib. 8 . Tafsir Al-Baghawi

Ralat Volume 01/Ramadhan 1423


Hal Tertulis Seharusnya Keterangan
38 kol 1 kesalahan harakat

39 kol 2 kesalahan harakat

43 kol 1 Fiqrah Fikrah -


Sampul blk dlm Muqoddimah

Ralat Volume 02/I/Syawwal 1423


Hal Tertulis Seharusnya Keterangan
38 kol 2 belum diartikan dan kalau kami tidak mendapatkan kalimat tersebut bukanlah bagian
hal tersebut dalam Al-Qur’an maka dari hadits akan tetapi merupakan
kami tidak melaksanakan perintah kalimat tambahan
atau menjauhi larangan dari
Rasulullah  tersebut.”
42 4. Keras terhadap sesama 4. Keras terhadap sesama tambahan kalimat sesudahnya
kaum muslimin, apalagi kaum muslimin. dianggap tidak ada, merupakan
terhadap yang lain. kesalahan editor

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 119
8
Fiqih

Oleh: Abu Mus’ab

Soal:
Apa yang dimaksud dengan istinja’?
Bagaimana hukumnya serta apa
dalilnya?
“Adalah Rasulullah  masuk ke tempat
Jawab: buang hajat lalu saya dan seorang
Istinja’ adalah membersihkan apa-apa pemuda sebaya saya membawakan satu
yang telah keluar dari satu jalan (di bejana dari air dan satu tombak kecil lalu
antara dua jalan: qubul atau dubur) beliau beristinja’ (bersuci) dengan air
dengan menggunakan air2 atau dengan itu.” (Muttafaq ‘Alaih)5
batu atau yang sejenisnya (benda yang
Soal:
bersih dan suci)3. Adapun hukumnya
adalah wajib berdasarkan sebuah hadits Apa yang dimaksud dengan adab-
dari ‘Aisyah -radhiyallahu ‘anha- adab buang hajat, dan doa apa
bahwasanya Rasulullah  bersabda, yang disunnahkan dibaca ketika
akan masuk WC?
Jawab:
Maksud dari adab buang hajat adalah
apa-apa yang sepatutnya dilakukan
“Apabila salah seorang di antara kamu ketika buang hajat, ketika akan masuk
pergi ke tempat buang hajat besar, maka WC, dan ketika keluar dari WC. Dan
bersihkanlah dengan menggunakan tiga disunnahkan membaca doa ketika akan
batu karena sesungguhnya dengan tiga masuk WC sebagaimana yang
batu itu bisa membersihkannya.” (H.R. disebutkan dalam sebuah hadits riwayat
Ahmad, Nasa’i dan Abu Dawud)4 Anas  bahwa Nabi  apabila akan
Dari Anas , dia berkata, masuk WC membaca doa:

1
Kata (istinja’) digunakan secara umum baik untuk ‘cebok’ yang menggunakan air atau
dengan batu dan semisalnya. Dan bila digandengkan dengan kata (istijmar), maka
maksudnya adalah ‘cebok’ dengan air dan istijmar adalah khusus untuk cebok dengan
menggunakan batu atau yang semisalnya dengan syarat harus suci, mubah, dapat
membersihkan, bukan tulang atau kotoran, dan bukan sesuatu yang mulia atau terhormat
(seperti makanan atau kertas yang bertuliskan sesuatu yang mulia). -Red.
2
Dan itu asalnya serta lebih sempurna dalam menghilangkan najis. -Red.
3
Yang secara hukum dianggap cukup bisa menghilangkan bekas najis.
4
Ahmad (VI/108), Abu Dawud (no. 40), dan Nasa’i (44). Dan asal perintah menggunakan tiga
batu ada dalam riwayat Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud  (hadits no. 155).
5
Bukhari (no. 151) dan Muslim (no. 271).

20 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Fiqih
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung ‘anha-, dia berkata, “Adalah Rasulullah
kepada-Mu dari syetan laki-laki dan  apabila telah keluar dari WC beliau
syetan perempuan.” (Muttafaq ‘Alaih)6 membaca doa:
Abu Umamah  telah meriwayatkan
sebuah hadits bahwa Rasulullah  “Aku mohon ampun kepada-Mu.”. (H.R.
bersabda,“Jangan lemah salah seorang Lima kecuali Nasa’i)9
di antara kamu apabila masuk WC dari
Begitu pula riwayat dari Anas , dia
membaca doa:
berkata, “Adalah Rasulullah  apabila
telah keluar dari WC beliau membaca
doa:

“Ya Allah, aku mohon perlindungan-Mu


“Segala puji bagi Allah yang telah
dari kotoran najis syetan yang terkutuk.”
menghilangkan gangguan (kotoran)
(H.R. Ibnu Majah)7
dariku dan telah menjadikan diriku dalam
Dan dari Zaid bin Arqom  berkata, keadaan sehat.” (H.R. Ibnu Majah)10
“Rasulullah  bersabda,‘Sesungguhnya
Dan dalam Mushannaf Abdurrazzaq11
WC ini telah didiami (oleh syetan), maka
diriwayatkan bahwa Nuh ketika keluar
apabila salah seorang di antara kamu
(dari buang hajat), ia berkata:
akan ke WC hendaklah membaca doa:

‘Aku mohon perlindungan kepada Allah


dari syetan laki-laki dan syetan perempuan.’” “Segala puji bagi Allah yang telah
(H.R. Ibnu Majah)8 memberiku kelezatannya, menyisakan
kemanfatannya, dan menghilangkan
Soal: gangguan kotorannya.”
Doa apa yang disunnahkan dibaca Soal:
ketika keluar WC?
Terangkan bagaimana tata cara
Jawab: masuk WC, keluar dari WC, dan
Disunnahkan membaca doa duduk ketika buang hajat. Mohon
sebagaimana yang disebutkan dalam sebutkan dalil serta jelaskan dari
riwayat dari ‘Aisyah –radhiyallahu apa yang Anda ucapkan!

6
Bukhari (no. 142 dan 5963) dan Muslim (no. 375).
7
Hadits no. 299.
8
Hadits no. 296.
9
Ahmad (VI/155), Abu Dawud (no. 30), Tirmidzi (no. 7), dan Ibnu Majah (no. 300).
10
Hadits no. 301.
11
Kami tidak menemukannya dalam Mushannaf Abdurrazzaq, melainkan dalam Mushannaf Ibnu
Abi Syaibah (I/12, hadits no. 9).

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 221
0
Fiqih
Jawab:
Ketika masuk WC mendahulukan kaki kiri
dan ketika keluar mendahulukan kaki
kanan, berlawanan dengan ketika masuk
atau keluar masjid dan ketika memakai
atau melepas sandal. Ketika duduk
hendaklah mengangkat kainnya sedikit
saja, bersandar di atas kaki kirinya, dan
tidak berdiam (tinggal di WC) kecuali
seperlunya saja. Adapun alasan
mengapa kaki kiri yang didahulukan
ketika masuk dan kaki kanan ketika
keluar adalah karena kiri itu untuk yang
kotor dan kanan untuk yang lainnya. “Rasulullah  telah memerintahkan kami
Begitu pula, karena kaki kanan itu lebih supaya bersandar di atas kaki kiri dan
berhak untuk didahulukan untuk menuju menegakkan kaki kanan.” (H.R. Thabrani
tempat-tempat yang baik dan lebih dan Baihaqi)13
berhak untuk diakhirkan apabila menuju Dan dengan posisi ini kotoran lebih
tempat-tempat yang kotor. Adapun mudah keluar. Adapun tidak boleh
mengangkat kainnya sedikit demi sedikit berdiam di WC kecuali seperlunya saja
itu berdasarkan riwayat Ibnu ‘Umar : karena adanya pendapat dari para
dokter yang menyatakan berdiam di WC
tanpa seperlunya itu membahayakan
ö
yaitu bisa menyebabkan sakit liver dan
wasir. Wallahu a‘lam, wa shallallahu ‘ala
“Bahwasanya Nabi saw bila ingin buang
Muhammad.
hajat tidak mengangkat kainnya kecuali
setelah dekat dengan tanah (tempat Soal:
duduknya).” 12 Bagaimana hukum berbicara ketika
Adapun posisi duduknya bersandar di dalam kondisi buang hajat dan apa
atas kaki kiri adalah berdasarkan hadits dalilnya?
Suraqah bin Malik , beliau berkata, Jawab:
Hukumnya adalah sangat makruh
(dibenci) kalau tidak terpaksa atau tidak
ada keperluan. Adapun dalilnya adalah
riwayat dari Ibnu ‘Umar , dia berkata,

12
H.R. Abu Dawud (no. 14), Tirmidzi (no. 14), dan yang lain secara mursal. Abu Dawud
berkata, “Hadits ini dha‘if.”
13
Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir (VII/136). Kami belum menemukan dalam Sunan Al-
Baihaqi. Al-Haitsami berkata, “Di dalam sanadnya terdapat perawi yang tidak disebut namanya
(mubham).”

22 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Fiqih

“Adalah Rasulullah  apabila akan


“Bahwasanya ada seorang laki-laki
masuk WC beliau melepas cincinnya.”
lewat ketika Rasulullah  sedang buang
(H.R. Lima kecuali Ahmad dan telah
hajat kecil, lalu laki-laki itu memberi
dishahihkan oleh Tirmidzi).16
salam kepada Rasulullah  tetapi beliau
Dan telah shahih bahwa pada cincin
tidak menjawab salam tersebut.” (H.R.
beliau  terpahat kalimat .
Jama‘ah kecuali Bukhari)14
Dan riwayat dari Abu Sa‘id Al-Khudri  Soal:
berkata, “Aku pernah mendengar Bagaimana hukumnya memegang
Rasulullah  bersabda, kemaluan dengan tangan kanan dan
sebutkan dalilnya?
Jawab:
Hukumnya makruh kecuali terpaksa atau
karena suatu hajat. Dalilnya adalah hadits
marfu‘ dari Abu Qatadah :
“Tidaklah dua orang laki-laki keluar
bersama untuk buang hajat lalu mereka
membuka aurat mereka dan bercakap-
cakap, maka sungguh Allah murka atas
hal itu.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan “Janganlah salah seorang dari kamu
Ibnu Majah)15 memegang kemaluannya dengan tangan
kanannya ketika kencing dan janganlah
Soal: cebok dengan tangan kanannya.”
Bagaimana hukum masuk WC (Muttafaq ‘Alaih)17
dengan membawa sesuatu yang Dan Muslim meriwayatkan dari Salman
padanya tertulis nama Allah dan 18, beliau berkata,
apa dalilnya?
Jawab:
Hukumnya adalah makruh kecuali
karena ada hajat. Adapun mush-haf (Al-
Qur’an) adalah haram kecuali dalam
keadaan terpaksa berdasarkan hadits
riwayat dari Anas , beliau berkata,
14
Muslim (370), Abu Dawud (16), Tirmidzi (2720), Nasa’i (37), dan Ibnu Majah (353).
15
Ahmad (II/36), Abu Dawud (15), dan kami belum menemukannya di Sunan Ibnu Majah.
16
Tirmidzi (1746), Nasa’i (5213), Abu Dawud (19), dan Ibnu Majah (303).
17
Bukhari (152) dan Muslim (267).
18
Hadits no. 262.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 223
2
Fiqih
(berlindung) ketika buang hajat adalah
(di balik) bukit/gundukan tanah yang
“Sesungguhnya Rasulullah  telah tinggi dan pelepah korma.” (H.R. Ahmad,
melarang kita menghadap kiblat ketika Muslim, dan Ibnu Majah)20
buang hajat besar atau buang hajat kecil,
beristinja’ (cebok) dengan tangan kanan, Soal:
beristinja’ (peper) dengan batu yang Bagaimana hukum buang hajat kecil
kurang dari tiga, atau beristinja’ dengan atau buang hajat besar di jalan
kotoran binatang (walaupun sudah kering umum (manusia) atau di
dan bisa meresap) atau tulang.” perteduhan (seperti di bawah
pohon atau di halte bus) dan apa
Soal: dalilnya? Jelaskan dan sertakan dalil
Jelaskan hukum bertabir (berlindung) tentang hal itu! Dan apakah boleh
dan menjauh ke tempat yang sunyi dilakukan dalam kondisi tertentu?
bagi orang yang hendak buang Jawab:
hajat dan sertakan dalilnya! Hukumnya adalah haram berdasarkan
Jawab: hadits dari Abu Hurairah , dia berkata,
Hukumnya adalah mustahab (sunnah), “Rasulullah  bersabda,
sedang dalilnya adalah hadits dari Jabir
, dia berkata,

“Jahuilah dua (perbuatan) yang


menyebabkan laknat, yaitu buang hajat
“Kami keluar dalam satu safar bersama (besar/kecil) di jalan umum atau di
Rasulullah . Beliau tidak buang hajat perteduhan mereka.” (H.R. Muslim)21
kecuali bersembuyi dan tidak terlihat.”
Dan dari Abu Sa‘id Al-Himyari dari Mu‘adz
(H.R. Ibnu Majah)19
bin Jabal , dia berkata, “Rasulullah 
Dan dari Abdullah bin Ja‘far  berkata, bersabda,

“Sesuatu yang paling disukai oleh “Jahuilah tiga tempat peyebab laknat:
Rasulullah  untuk dipakai bertabir buang hajat besar di saluran-saluran air,

19
Hadits no. 335.
20
Muslim (342), Ahmad (I/204), dan Ibnu Majah (340).
21
Hadits no. 269.

24 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Fiqih
Hukumnya makruh. Dalilnya adalah
hadits dari Qatadah  dari Abdullah Bin
Sarjas , dia berkata,

“Rasulullah  telah melarang seseorang


kencing di suatu lubang.” Mereka
bertanya kepada Qatadah, “Apa yang
menyebabkan dilarang kencing di
lobang?” Beliau berkata, “Dikatakan
sesungguhnya lobang itu merupakan
tempat tinggal jin.” (H.R. Ahmad, Nasa’i,
di jalan jalan umum, dan di perteduhan.” dan Abu Dawud)24
(H.R. Abu Dawud dan Ibnu Majah)22.
Adapun dalil tentang makruhnya kencing
Ibnu Majah berkata, “Hadits ini mursal23
di air yang tidak mengalir dan di tempat
dan tidak diharamkan buang hajat (besar
mandi adalah hadits riwayat dari Jabir
atau kecil) di tempat berkumpulnya
 dari Nabi  bahwa beliau telah
manusia untuk perkara-perkara yang
melarang seseorang itu kencing di air
haram seperti tempat ghibah, judi,
yang tenang. (H.R. Ahmad, Muslim,
minum minuman keras, tempat
Nasa’i dan Ibnu Majah)25.
mendengarkan alat-alat musik dan
tempat-tempat maksiat yang lainnya.” Dan dari Abdullah bin Mughaffal , dia
berkata, “Rasulullah  bersabda,
Soal:
Jelaskan tentang hukum kencing di
lubang, di air yang mengalir, di
tanah yang merekah, di air yang
“Janganlah salah seorang di antara kamu
tenang, dan di tempat mandi , dan
kencing di tempat mandinya kemudian
sebutkan dalilnya!
mandi atau wudhu di tempat tersebut
Jawab: karena sesungguhnya umumnya

22
Abu Dawud (26), dan Ibnu Majah (328).
23
Apabila seorang tabi‘in, yang tentunya tidak bertemu Nabi , berkata, “Nabi  bersabda,‘…’”
maka yang ia riwayatkan itu dinamakan hadits mursal, yaitu yang dilangsungkan kepada
Nabi  dengan tidak memakai perantara shahabat.
24
Ahmad (V/82), Abu Dawud (29), dan Nasa’i (34).
25
Ahmad (II/288 dan 532; III/341 dan350), Muslim (281), Nasa’i (35, 221, dan 339), dan Ibnu
Majah (343 dan 344).

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 225
4
Fiqih
gangguan (was-was) itu dari situ.” (H.R.
Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i26. Akan
tetapi Tirmidzi dan Nasa’i tidak “Apabila salah seorang di antara kamu
menyebutkan lafal: “Kemudian mandi kencing, maka hendaknya dia
atau wudhu di tempat tersebut.”) menghindari air kencingnya.” (H.R.
Ahmad dan Abu Dawud)28
Soal:
Bagaimana hukum mempersiapkan Dan dari Abu Hurairah  dari Nabi ,
batu untuk ber-istinja’ (peper) dan beliau bersabda,
mencari tempat yang lunak untuk
kencing?
Jawab:
Hukumnya adalah sunnah berdasarkan
hadits dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-
bahwa Rasulullah  bersabda,

“Barangsiapa yang hendak buang hajat


maka hendaklah berlindung (bertabir).
“Apabila salah seorang di antara kalian Kalau dia tidak mendapatkan tabir
pergi buang hajat maka hendaklah dia (tutup) kecuali dengan cara
bersuci (peperlah) dengan tiga batu mengumpulkan pasir (untuk dijadikan
karena sesungguhnya (peper dengan tiga tabir), maka hendaknya (dia melakukan
batu itu) sudah bersih.” (H.R. Ahmad, itu dan) membelakanginya, karena
Nasa’i, Abu Dawud, dan Daruquthni27. sesungguhnya syaitan akan main-main
Daruquthni berkata, “Sanadnya hasan dengan tempat duduk Bani Adam.
shahih.”) Barangsiapa yang melakukan hal itu,
Dan dari Abu Musa  berkata, “Pada maka itulah yang utama. Sedang
suatu hari kami bersama Nabi  barangsiapa yang tidak melakukan hal
kemudian beliau hendak buang hajat itu, maka tidak mengapa.” (H.R. Ahmad,
maka beliau pun menuju asas (fondasi) Abu Dawud dan Ibnu Majah)29
dinding lalu kencing (di situ). Setelah itu
beliau bersabda, Wallahu a’lamu bish showwab.

26
Abu Daud (27), Tirmidzi (21), dan Nasa’i (36).
27
Ahmad (VI/108), Abu Dawud (no. 40), Nasa’i (44), dan Daruquthni (I/54). Dan asal perintah
menggunakan tiga batu ada dalam riwayat Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud  (hadits no.
155).
28
Ahmad (IV/396, 399, dan 414), dan Abu Dawud (3).
29
Ahmad (II/371), Abu Dawud (35), Ibnu Majah (337).

26 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Keluarga

Bagian Pertama
Kiat untuk Suami
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Oleh: Abu Husam M. Nurhuda

Islam sendiri telah mendorong setiap pasangan


suami-istri untuk segera berusaha menyelesaikan
dan menuntaskan persoalan di antara mereka;
sekaligus memberikan sejumlah cara penyelesaian
yang tepat kepada suami dan istri dalam
menghadapi pasangannya. Allah .berfirman,

Jarang kita dapati


sebuah keluarga
yang tidak “… Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuz-
nya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah
berselisih dan mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.
tidak menghadapi …” (Q.S. An-Nisa’:34)

permasalahan yang
mengusik
keharmonisan “Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau
sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa
rumah tangganya. bagi keduanya mengadakan perdamaian yang
Hanya saja bentuk sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik
(bagi mereka)…” (Q.S. An-Nisa’:128)
dan besar kecilnya
Metode yang telah digariskan oleh Islam tidaklah
perselisihan menunggu sampai masing-masing pihak berbuat
nusyuz1, menampakkan kedurhakaan, menjatuhkan
tersebut berbeda
kewibawaan, sehingga mengakibatkan rumah
antara satu tangga terbagi menjadi dua kubu yang berseteru.
Kalau perkaranya sudah sampai kepada kondisi
keluarga dengan
seperti itu, solusi apapun yang diambil akan banyak
keluarga yang lain. menemukan kesia-siaan. Oleh sebab itu, suami istri
haruslah segera menyelesaikan persoalan mereka
sejak awal sehingga tidak membesar. Karena kalau
1
Yaitu meninggalkan kewajiban suami istri.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 227
6
Keluarga
persoalannya sudah membesar, jika mereka mentaatimu, maka janganlah
hubungan di antara keduanya akan kamu mencari-cari jalan untuk
rusak, ketenangan dan ketentraman menyusahkannya. Sesungguhnya Allah
dalam rumah tangga akan hilang, dan Mahatinggi lagi Mahabesar.”
anak-anak tidak akan mendapatkan Kalimat:
pendidikan yang layak, yang bisa jadi
berujung kepada perceraian. Jika Hal ini
sampai terjadi maka akan mengakibat- ‘maka nasehatilah mereka.’
kan anak-anak tidak terurus, tumbuh dan Memberi nasehat merupakan
berkembang dalam kondisi pengaruh langkah pertama. Dan ini pulalah
negatif yang merusak masa depan
kewajiban pertama bagi seorang suami
mereka.
dalam rangka pembersihan jiwa. Karena
Walhasil, perkara ini pengaruhnya yang diharapkan darinya pada setiap
sangatlah mengkhawatirkan sehingga kondisi adalah:
tidak bisa tidak harus segera dicarikan
solusinya sejak awal kemunculan tanda-
tandanya.
Dalam tulisan ini akan disampaikan
bagaimana kiat-kiat memperbaiki sikap “Hai orang-orang yang beriman,
tidak bertanggung jawab yang dilakukan peliharalah dirimu dan keluargamu dari
suami atau istri dalam menunaikan hak api neraka yang bahan bakarnya adalah
dan kewajiban masing-masing didalam manusia dan batu. …” (Q.S. At-Tahrim:6)
rumah tangga. Kami akan membaginya Pada langkah pertama ini suami
dalam dua bagian. Bagian pertama harus mempunyai arah dan tujuan yang
tentang solusi suami dalam menghadapi tepat agar penyimpangan yang dilakukan
istri yang meninggalkan kewajiban oleh sang istri tidak membesar dan
sebagai ibu rumah tangga. Dan bagian meluas. Hendaknya suami
kedua berkaitan dengan solusi istri mengingatkan pasangannya mengenai
menghadapi penyimpangan suami. tanggung jawab sebagai seorang istri
Allah  berfirman, dan ibu bagi anak-anaknya. Demikian
juga kewajibannya untuk taat kepada
suami, serta menyampaikan balasan-
balasan apa saja yang akan Allah 
berikan bagi istri-istri yang taat kepada
suami dan masih banyak lagi dari
perkara-perkara rumah tangga yang bisa
disampaikan oleh suami.
Hanya saja terkadang nasehat tidak
“…Wanita-wanita yang kamu khawatirkan berguna karena istri sudah dikuasai oleh
nusyuz-nya, maka nasehatilah mereka dan hawa nafsu, merasa mempunyai
pisahkanlah mereka di tempat tidur kelebihan baik berupa kecantikan, harta
atau kedudukan keluarganya, sehingga
mereka, dan pukullah mereka. Kemudian

28 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Keluarga
lupa bahwa dia adalah seorang partner porandanya sebuah rumah tangga
suami dalam rumah tangga, bukan karena kedurhakaan istri. Cara tersebut
lawan tanding dalam memperebutkan adalah:
posisi utama dalam keluarga. Dalam
keadaan yang seperti ini, datang langkah
kedua, yaitu: ‘dan pukullah mereka’.
Langkah ini dilakukan haruslah
setelah disertai dengan adab-adab yang
‘dan pisahkanlah mereka di tempat tidur telah disebutkan di atas, kemudian
mereka’. ditambah adab-adab berikut.
Tempat tidur merupakan salah satu  Pukulan tersebut bukanlah penyiksaan
senjata yang digunakan oleh seorang untuk membalas dendam.
wanita untuk menampakkan kekuasaan-  Bukan pula merupakan penghinaan
nya dengan kecantikan yang memikat. ataupun pelecehan terhadap istri.
Jika seorang laki-laki mampu
 Bukan juga pemaksaan kepada istri
mengalahkan dan menekan bujukan ini,
agar menjalani suatu kehidupan yang
maka akan terjatuhlah dari tangan
tidak dia sukai.
wanita tersebut senjatanya.
 Dan pukulan tersebut hendaknya
Dalam menjalankan kiat ini ada adab
sebagaimana pukulan seorang ayah
yang harus diperhatikan, yaitu kiat
kepada anaknya dalam memberikan
tersebut tidak dilakukan kecuali di dalam
pelajaran atau seorang pendidik
kamar pribadi mereka saja. Jadi, tidak
memberi pelajaran (teguran)
dilakukan di hadapan anak-anak. Karena
kepada muridnya.
jika hal ini terjadi akan memberi
pengaruh buruk kepada jiwa mereka. Syariat membenarkan suami menja-
Begitu pula hal ini tidak boleh dilakukan lankan langkah ini untuk menyelesaikan
di hadapan orang asing, karena akan masalah dalam lingkup rumah
menyebabkan istri merasa terhina atau tangganya sehingga tidak membesar.
bangkit kemarahannya sehingga Akan tetapi, di sana juga terdapat
semakin menambah ketidakpatuhannya. sejumlah peringatan dari Rasulullah 
Tujuan dari langkah ini adalah agar supaya tidak berlebih-lebihan
menyelesaikan persoalan bukan dalam menggunakan cara ini,
merendahkan istri atau merusak anak- sebagaimana dalam hadits berikut:
anak, dan inilah maksud dari langkah ini.
Akan tetapi, ada kemungkinan cara
ini juga kurang berhasil dalam
menyelesaikan masalah. Lalu apakah
rumah tangga akan dibiarkan
berantakan begitu saja? Tentu tidak.
Masih ada satu cara lagi, walaupun agak
keras, tetapi lebih ringan dan lebih kecil
resikonya dibandingkan dengan porak-

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 229
8
Keluarga
“Rasulullah  pernah ditanya, ‘Apakah suami) yang seperti itu bukanlah orang-
hak istri kami atas kami?’ Rasulullah  orang baik di antara kalian.”3
menjawab, ‘Engkau memberinya makan Dan juga sabda beliau :
jika engkau makan, engkau memberinya
baju jika engkau memakai baju, dan
jangan memukul wajah, jangan
menghinanya, dan jangan pula
memisahkannya kecuali di rumah.’”2 “Seseorang di antara kalian memukul
Demikian juga, hadits Iyas bin istrinya seakan-akan memukul budak,
Abdullah bin Abu Dzibab, dia berkata, kemudian menggaulinya di akhir siang.”4
“Rasulullah  bersabda, Dan dalam kondisi apapun, Islam
telah menetapkan batasan dalam
menjalankan metode ini. Setiap langkah
ada batasannya. Kapan terealisasi
maksud dan tujuan pada setiap langkah,
maka tidak melangkah pada tahapan
berikutnya, tetapi berhenti sampai di situ
saja sebagaimana firman Allah :

“Kemudian jika mereka mentaatimu, maka


janganlah kamu mencari-cari jalan untuk
menyusahkannya.”
“Janganlah kalian memukul wanita- Maka, jika tujuan sudah tercapai,
wanita hamba Allah,” Maka datanglah yaitu istri sudah kembali taat kepada
Umar  kepada Rasulullah  dan berkata, suami, penggunaan cara tersebut
“Para wanita durhaka kepada suami haruslah dihentikan. Dan itulah yang
mereka.” Maka Rasulullah  dikehendaki syariat yaitu kembali taat
memperbolehkan untuk memukul dengan penuh kesadaran tanpa
mereka. Setelah itu banyak sekali kaum paksaan. Karena inilah yang diharapkan,
wanita datang kepada istri-istri Nabi yang dapat menegakkan kembali rumah
mengadukan tentang suami-suami tangga yang harmonis, penuh
mereka. maka Rasulullah bersabda, ketenangan dan kedamaian yang
“Sungguh telah datang banyak sekali merupakan dambaan kita bersama.
wanita kepada istri-istri Muhammad Semoga.
mengadukan suami mereka. Mereka (para (Bersambung insya Allah).

2
Hadits shahih riwayat Abu Dawud (VI/180/2128) dan Ibnu Majah (I/593/1850)
3
Hadits hasan shahih. Lihat kitab Shahih Ibni Majah, hadist no. 1615.
4
Hadits muttafaqun ‘alaihi: Bukhari (VIII/705/4942) dan Muslim (IV/2091/2855).

30 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Manhaj
diikuti, yaitu tiga generasi pertama yang
telah dipersaksikan keutamaannya oleh
Rasulullah  dalam sabdanya:

Pengertian ‘Salaf’ “Sebaik-baik umat adalah generasiku,


Secara bahasa, salaf berarti orang-orang kemudian generasi sesudahnya, kemudian
yang mendahului kita, baik dari segi sesudahnya lagi.”3
keilmuan, keimanan, keutamaan, maupun Namun, makna ‘salaf’ menurut
kebaikannya. tinjauan waktu ini masih belum cukup,
Ibnul Manzhur berkata, “Salaf juga karena kita melihat kemunculan firqah-
berarti orang-orang yang mendahului-mu, firqah sesat dan bid‘ah-bid‘ah pada
baik orang tua maupun karib kerabatmu masa-masa tersebut, sehingga orang
yang lebih tua dan utama darimu.” 0 yang hidup pada masa tersebut tidak
Termasuk dalam pengertian ini apa yang cukup dikatakan bahwa dia berada di
telah dikatakan oleh Rasulullah  kepada atas manhaj Salaf sampai diketahui
putrinya Fatimah az-Zahra’, bahwa dia sejalan dengan para sahabat
dalam memahami Al-Qur’an dan As-
Sunnah. Oleh karena itu, para ulama
“Sesunguhnya sebaik-baik salaf bagimu menambahkan dengan istilah ‘As-Salaf
adalah aku”1 Ash-Shalih’ (generasi Salaf yang saleh).
Adapun yang dimaksud ‘salaf’ menurut Pada perkembangan selanjutnya istilah
salaf dinisbatkan kepada ‘orang-orang
istilah para ulama pada asalnya adalah
yang senantiasa menjaga aqidah dan
para sahabat Nabi , kemudian disertakan
kepada mereka -dalam istilah tersebut- manhaj hidupnya agar sesuai dengan
generasi sesudah mereka yang mengikuti tuntunan Rasulullah  dan para
jejak mereka.2 sahabatnya  sebelum terjadi perpecahan
dan perselisihan’, yaitu dengan
Sedangkan menurut tinjauan waktu,
munculnya beberapa macam firqah
maka ‘salaf’ maksudnya adalah generasi-
(kelompok Islam sempalan).4
generasi terbaik yang patut diteladani dan

0
Lisanul Arab 9/159.
1
H.R. Muslim (no. 1450).
2
Kitab Limadza Ikhtartu Madzhab Salaf hal. 30
3
Akan datang takhrijnya sebentar lagi.
4
Ibid hal. 30-33.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 331
0
Manhaj
Kewajiban Merujuk kepada
Pemahaman Salaf
Sebagai seorang muslim kita dituntut
untuk menjadikan Al-Qur’an dan As-
Sunnah sebagai pedoman hidup. Kesela- “Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-
matan hidup kita, dunia dan akhirat, tama (masuk Islam) di antara orang-orang
hanya akan diperoleh dengan cara kita Muhajirin dan Anshar serta orang-orang
tunduk dan patuh kepada keduanya yang mengikuti mereka (dalam melaksana-
(baca kembali Fatawa edisi ke-2). Namun kan) kebaikan, Allah ridha kepada mereka;
kenyataan di lapangan menunjukan dan Allah menyediakan bagi mereka surga-
bahwa kaum muslimin terpecah-belah surga yang di dalamnya terdapat sungai-
dalam berbagai pemahaman. Semua sungai yang mengalir. Mereka kekal di
mengklaim dirinyalah yang berpegang dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenang-
kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. an yang besar.” (Q.S. At-Taubah:100)
Masing-masing mengaku paling benar Dalam ayat di atas Allah  memuji
dan menyalahkan orang lain yang generasi Salaf dan orang-orang yang
menyelisihinya. Pertanyaan kita adalah mengikuti mereka. Maka, dari sini dapat
siapakah yang paling benar dan paling
diketahui bahwa bila Salaf mengemuka-
tepat dalam memahami Al-Qur’an dan
kan suatu pendapat kemudian diikuti oleh
As-Sunnah sehingga kita tidak boleh
orang-orang pada generasi berikutnya,
meyelisihi mereka? Jawabannya adalah
para sahabat Nabi . Para sahabat itulah maka mereka menjadi orang-orang yang
orang-orang yang paling paham tentang terpuji dan berhak mendapatkan
Al-Qur’an dan As-Sunnah karena mereka keridhaan dari Allah sebagaimana yang
hidup di zaman turunnya kedua wahyu didapatkan oleh generasi Salaf. Kalaulah
tersebut kepada Nabi . Maka wajib bagi mengikuti jejak Salaf tidak berbeda
kita mengikuti petunjuk dan bimbingan dengan mengikuti jejak selainnya,
mereka. niscaya mereka tidak pantas untuk dipuji
dan diridhai; dan hal seperti itu jelas
Dalil-Dalil Bahwa Pemahaman bertentangan dengan ayat di atas.
Salaf Wajib Menjadi Rujukan5 Dengan demikian, berdasarkan ayat di
Beberapa dalil di bawah ini atas telah jelas bahwa pemahaman
menunjukkan bahwa pemahaman salaf Salaf menjadi rujukan bagi generasi
wajib menjadi rujukan umat Islam dalam berikutnya.
memahami agamanya.
2. Allah  berfirman,
1. Allah  berfirman:

5
Lihat Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafi hal. 86-98.

32 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Manhaj
“Kalian adalah umat terbaik yang “Sebaik–baik manusia adalah generasiku;
dilahirkan untuk manusia; menyuruh kemudian generasi sesudahnya; kemudian
kepada yang ma‘ruf, mencegah dari yang generasi sesudahnya lagi. Selanjutnya akan
mungkar, dan beriman kepada Allah. datang suatu kaum yang persaksian salah
Sekiranya Ahli kitab beriman, tentulah itu seorang di antara mereka mendahului
lebih baik bagi mereka. Namun, di antara sumpahnya dan sumpahnya mendahului
mereka ternyata ada yang beriman dan persaksiannya.”6
kebanyakan mereka adalah orang-orang Apakah yang menjadi ukuran
yang fasik.” (Q.S. Ali Imran:110) kebaikan pada diri mereka (tiga generasi
Dalam ayat ini Allah menetapkan Salaf) dalam hadits Rasulullah 
adanya keutamaan generasi Salaf tersebut adalah warna kulit, bentuk
dibanding keseluruhan umat karena tubuh, harta, atau yang sejenisnya? Jelas
pernyataan dalam ayat tersebut tertuju bukan! Dan tidak diragukan lagi bahwa
kepada kaum muslimin, yang waktu itu ukuran kebaikan yang dimaksud tidak lain
tiada lain adalah para sahabat, generasi adalah ketakwaan hati dan amal saleh.
salaf pertama yang mendulang ilmu Mengenai hal ini Allah  berfirman,
langsung dari Rasulullah  tanpa
perantara. Adanya pemberian gelar
kepada mereka sebagai umat terbaik
menunjukkan bahwa mereka itu
senantiasa istiqamah dalam segala hal, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di
sehingga tidak akan menyimpang dari antara kalian menurut pandangan Allah
kebenaran. Allah juga menjelaskan sifat adalah yang paling bertaqwa. Sesungguh-
mereka sebagai bukti kelurusan jalan nya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
hidup mereka, yaitu bahwa mereka Mengenal.” (Q.S. Al-Hujurat:13)
selalu memerintahkan kepada yang Rasulullah  bersabda,
ma‘ruf dan melarang seluruh yang
mungkar. Berdasarkan ayat di atas, juga
jelas bahwa pemahaman Salaf menjadi
hujjah dan rujukan bagi generasi
sesudah mereka sampai Hari Kiamat. “Sesungguhnya Allah tidak akan melihat
3. Rasulullah  bersabda, rupa dan harta kekayaan kalian. Allah
hanya akan melihat kepada hati dan amal
kalian.”7
Salah seorang sahabat Nabi , Ibnu
Mas‘ud , menceritakan bahwa Allah 
telah menjelaskan kepada umat ini

6
Hadits mutawatir, di antaranya dengan lafal di atas yang diriwayatkan oleh Bukhari (no. 2509,
3451, dan 6065), Muslim (no. 1533), dan lainnya.
7
H.R. Muslim (no. 2564).

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 333
2
Manhaj
bahwa hati para sahabat adalah sebaik-
baik hati setelah hati Nabi Muhammad
 . Allah menganugerahkan kepada
mereka pemahaman yang tidak akan
pernah dicapai oleh generasi berikutnya. “Dan sembahan-sembahan selain Allah
Sehingga, apa-apa yang mereka nilai yang mereka sembah itu tidak dapat memberi
baik, maka akan baik menurut Allah dan pembelaan. (Orang yang dapat memberi
apa-apa yang mereka nilai buruk, juga pembelaan adalah) tidak lain orang yang
menjadi buruk menurut Allah8. Jadi bersaksi dengan benar (yaitu orang yang
jelaslah, pemahaman Salaf menjadi bertauhid) dan meyakini(nya).” (Q.S. Az-
rujukan bagi generasi sesudahnya Zukhruf:86)
sampai Hari Akhir nanti.
Jika persaksian mereka diterima di
4. Allah  berfirman, hadapan Allah, tentu tidak diragukan lagi
bahwa pemahaman mereka menjadi
rujukan bagi generasi sesudahnya.
Memang umat Islam telah bersepakat
bahwa tidak ada generasi yang
berpredikat adil secara mutlak kecuali
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan
para sahabat. Sehingga, berita mereka
kalian umat yang adil dan pilihan agar kamu
pasti diterima dan tidak perlu diteliti lagi
menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan
kebenarannya. Dari situ jelaslah, bahwa
agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas
pemahaman mereka menjadi rujukan
(perbuatan) kalian.” (Q.S. Al-Baqarah:143)
bagi yang lainnya dalam memahami nas-
Kata wasath pada ayat di atas artinya nas Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita
adil dan pilihan. Sebagaimana halnya diperintahkan untuk mengikuti jejak dan
kandungan ayat pada poin dua, jalan hidup mereka.
walaupun sifat yang terkandung dalam
5. Allah  berfirman,
ayat di atas adalah kaum muslimin
secara umum, namun generasi Salaf
masuk dalam barisan pertama yang
“… dan ikutilah jalan orang yang kembali
mendapatkan gelaran sifat tersebut.
kepada-Ku” (Q.S. Luqman:15)
Mereka adalah manusia yang paling adil
dan pilihan. Mereka adalah generasi Para sahabat  adalah orang-orang
utama dalam umat ini. Mereka paling adil yang senantiasa kembali kepada Allah,
dalam berbuat, dalam berkata-kata, dan sehingga Allah memberikan bimbingan
dalam berkehendak. Memang sangat kepada mereka bagaimana berkata dan
pantaslah mereka dijadikan saksi atas beramal yang baik. Mengenai hal ini
seluruh umat. Persaksian mereka akan Allah  berfirman,
diterima di hadapan Allah karena
persaksian mereka berdasarkan ilmu
dan kejujuran. Mengenai hal ini Allah
berfirman,
8
Lihat Musnad Ahmad (I/379).

34 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Manhaj

“Dan orang-orang yang menjauhi thaghut 9 “Barangsiapa menentang Rasul sesudah


(yaitu) tidak menyembahnya dan mau jelas kebenaran baginya dan tidak
kembali kepada Allah, mereka mengikuti jalan orang-orang beriman,
mendapatkan kabar gembira; oleh sebab itu, maka Kami biarkan dia dikuasai oleh
sampaikanlah kabar tersebut kepada kesesatan dan akan Kami masukkan ke
hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan dalam neraka Jahannam. Padahal neraka
perkataan-perkataan lalu mengikuti mana Jahannam adalah seburuk-buruk tempat
yang paling baik di antara perkataan kembali.” (Q.S. An-Nisa’:115)
tersebut. Mereka itulah orang-orang yang
telah diberi Allah petunjuk dan mereka Dalam ayat tersebut, Allah
itulah orang- orang yang mempunyai akal.” mengancam orang yang tidak mengikuti
(Q.S. Az-Zummar:17-18)
jalan orang-orang beriman. Yaitu, jalan
Orang yang menelaah perjalanan para sahabat  -sebagai generasi
hidup para sahabat pasti akan pertama yang dimaksudkan dalam ayat
mengetahui bahwa seluruh sifat yang tersebut- dan generasi sesudahnya. Ini
disebutkan dalam ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa mengikuti jalan
dimiliki oleh mereka. Jadi, memang mereka dalam memahami syariat Allah
sudah seharusnyalah kita mengikuti jejak
adalah wajib. Barangsiapa berpaling dari
mereka dalam memahami agama Allah
jalan mereka, maka dia akan menuai
ini, baik dalam memahami Kitab-Nya
kesesatan dan diancam dengan neraka
maupun Sunnah Nabi-Nya . Allah 
Jahanam. Tidak ada jalan lain yang harus
mengancam orang yang tidak mau
mengikuti jalan mereka dengan api kita tempuh selain jalan kaum mukminin,
neraka, sebagaimana tersebut dalam sebagaimana tersebut dalam firman
firman-Nya: Allah:

9
Taghut: setiap yang disembah selain Allah dan ia ridha dengan penyembahan itu.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 335
4
Manhaj
“Wajib bagi kalian untuk berpegang teguh
kepada perikehidipanku dan perikehidupan
Khulafa’ Rasyidin sepeninggalku.”
Beliau menyatakan bahwa dari sekian
“Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah, banyak kelompok Islam hanya ada satu
Rabb kamu yang sebenarnya. Tidak ada yang yang selamat dan menjadi ahli surga,
lain setelah kebenaran itu, kecuali kesesatan. yaitu mereka yang menempuh
Maka, mengapa kamu mau dipalingkan (dari perikehidupan sesuai dengan bimbingan
kebenaran).” (Q.S. Yunus:32) Rasulullah  dan para sahabatnya .
Hal ini beliau tegaskan dalam sabdanya:
Siapapun yang tidak mengikuti jalan
orang-orang beriman pasti dia mengikuti
jalan orang-orang yang tidak beriman.
Siapa saja yang mau mengikuti jalan
orang-orang beriman -jalannya para
“Semuanya masuk neraka kecuali satu
sahabat - jelas akan mendapatkan
golongan saja yaitu golongan yang pada
keselamatan. Jelaslah, pemahaman
saat itu mengikuti peri kehidupanku dan
para sahabat  -sebagai generasi salaf
peri kehidupan para sahabatku.”
pertama- dalam memahami agama
adalah menjadi rujukan bagi kita Berdasarkan riwayat-riwayat di atas
semuanya. Barangsiapa berpaling kita mengetahui bahwa perikehidupan
darinya, maka sesungguhnya dia telah seluruh sahabat  adalah perikehidupan
memilih kebengkokan dan kesempitan. Khulafa’ Rasyidin dan perikehidupan
Cukuplah neraka Jahannam sebagai Rasulullah . Jadi jelaslah, pemahaman
balasan baginya; padahal Jahannam itu sahabat  -sebagai generasi salaf
sejelek-jelek tempat kembali dan tempat pertama- menjadi rujukan bagi generasi
tinggal -kita berlindung kepada Allah berikutnya.
darinya-.
Manhaj Salafi adalah Manhaj
6. Rasulullah  pernah bersabda Rasulullah  dan Para
dalam hadits yang menyebut- Sahabatnya 
kan tentang perpecahan umat. Berdasarkan dalil-dalil di atas jelaslah
Dalam hadits tersebut beliau bahwa satu-satunya jalan keluar hanya
memerintahkan kepada kita agar terdapat pada manhaj salaf. Lalu,
memegang teguh sunnah beliau dan siapakah di antara sekian banyak
sunnah Khulafa’ Rasyidin. Beliau  kelompok Islam itu yang benar-benar
bersabda, berpegang teguh kepada manhaj
Sahabat  ? Jawabannya tidak lain
adalah manhaj salafi.
Jawaban tersebut disimpulkan dari
dua hal berikut.

36 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Manhaj
Pertama, paham-paham sesat
seperti Khawarij, Rafidhah (Syi‘ah),
Murji‘ah, Jahmiyah, Qadariyah, Mu‘tazilah,
dan lain-lain muncul setelah masa
kenabian dan masa Khulafa’ Rasyidin.
Jadi, tidak mungkin menisbatkan bahwa
jalan sahabat sama dengan jalan
mereka, karena yang datang lebih
dahulu tidak dinisbatkan kepada yang
muncul belakangan, justru sebaliknya
yang datang belakanganlah yang
dinisbatkan kepada yang lebih awal.
Dengan begitu, Islam itu adalah yang
tidak seperti kelompok-kelompok sesat Halaman Cover (warna)
di atas. - Depan dalam Rp. 1.000.000,-
Kedua, mereka yang masih sesuai
- Belakang dalam Rp. 700.000,-
asal mulanya yaitu sesuai manhaj
sahabat secara kentara kita dapatkan. - Belakang luar Rp. 700.000,-
Tidak kita temukan satupun dari
kelompok-kelompok Islam yang ada
yang bermanhaj sahabat, kecuali Ahlus Halaman Dalam (hitam putih)
Sunnah dari pengikut Salafus Shalih
- 1 halaman Rp. 500.000,-
Ahlul Hadits. Adapun selain mereka,
maka tidak terbukti. Kelompok- - 1/2 halaman Rp. 300.000,-
kelompok tersebut sebagiannya
meragukan keadilan sahabat, sebagian
lagi mengkafirkan mereka, sebagian
mengembalikan kepada akal masing-
masing, bahkan sebagian
c o u nt
meninggalkan Al-Kitab dan As-Sunnah
sama sekali. Maka bagaimana d i s
mungkin kelompok-kelompok tersebut
dikatakan bermanhaj sahabat padahal
jalan hidup mereka meninggalkan
sahabat ? 10
Hubungi:
Bagian Pemasaran
Wallahu a‘lam bish shawab. Pak Siswanto JH
(08122797463)
Islamic Center Bin Baaz
Jl. Wonosari km 10
10
Lihat Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafi
hal. 16-98.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 337
6
Aktual

Oleh: Abu Mush’ab

Segala puji bagi Allah yang telah kami dalam keadaan tidak ada seekor
menyempurnakan agama ini sehingga burung pun yang mengepakkan kedua
tidak lagi membutuhkan penambahan sayapnya di udara melainkan beliau telah
atau pengurangan, tidak lagi menyebutkan kepada kami ilmu
membutuhkan nabi atau rasul lagi tentangnya.” Ia berkata, “Rasulullah 
setelah Muhammad , sampai akhir bersabda,
zaman nanti sebagaimana firman Allah
:

‘Tidak tersisa sesuatu pun yang dapat


mendekatkan kepada surga dan men-
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan jauhkan dari api neraka, melainkan telah
untuk kamu agamamu, dan telah Aku dijelaskan kepada kalian.’”1
cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Hadits ini dengan jelas menyatakan
Aku ridhai Islam itu sebagai agama bahwa segala sesuatu yang bisa
bagimu.” (Q.S. Al-Maidah:3) mendekatkan kita kepada surga telah
Shalawat dan salam kita haturkan dijelaskan oleh Rasulullah , dan segala
kepada penutup para nabi, Nabi kita sesuatu yang bisa menjauhkan kita dari
Muhammad , yang telah meninggalkan api neraka telah dijelaskan juga oleh
agama ini dalam kondisi terang beliau .
benderang; malamnya seperti siang. Peristiwa peledakan bom di Legian,
Tidak ada satu perkara pun yang bisa Bali, pada tanggal 12 Oktober 2002,
mendekatkan kepada surga, melainkan sampai hari ini masih hangat dibicarakan
telah dijelaskan olehnya. Demikian juga, di mana-mana. Terlebih ketika
tidak ada satu perkara pun yang bisa diberitakan bahwa istri-istri dari sebagian
menjauhkan dari api neraka, melainkan pelaku peledakan tersebut mengenakan
telah beliau jelaskan sekaligus cadar. Akhirnya memunculkan berbagai
memperingatkan umat untuk macam komentar miring, di antaranya
menjauhinya. Imam Thabarani telah adalah komentar sebagian orang bahwa
meriwayatkan perkataan Abu Dzar Al- antara bom dan cadar itu terdapat
Ghifari , “Rasulullah  meninggalkan hubungan yang sangat erat ibarat
1
Al-Mu’jam Al-Kabir (II/155, hadits no. 1647). Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad (V/162),
Al-Bazzar (IX/341, hadits no. 3897), dan Ibnu Hibban (I/267, hadits no. 65), dengan lafal
semakna dan tanpa tambahan sabda Rasulullah  di akhirnya.

38 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Aktual
eratnya hubungan antara suami dan istri. Ingat, tolok ukur kebenaran
Bahkan ada yang sampai (kebaikan) itu bukan akal atau
menyamaratakan (gebyah uyah) pendapat, bukan juga hawa nafsu,
bahwa semua wanita yang tetapi syariat atau wahyu. Memang
bercadar, suaminya adalah teroris! kalau berdasarkan akal atau perasaan
Belum lagi kalau kita lihat dari sikap saja komentar-komentar di atas seolah-
kebanyakan orang bila melihat wanita olah pas, seperti komentar bahwa
yang bercadar. Semua mata akan tertuju antara bom dan cadar hubungannya erat
kepadanya seolah-olah mereka berkata, sekali ibarat hubungan suami dan istri
“Inilah pendukung teroris!” Lalu, karena memang sebagian istri para
bagaimana sikap kita? Apakah kita akan pelaku pengeboman itu bercadar. Akan
ikut berkomentar sebagaimana orang tetapi, mari kita lihat dengan tolok ukur
berkomentar? Yaitu tanpa didasari syariat sebagaimana ucapan Ali bin Abu
dengan ilmu dan semata-mata hanya Thalib : “Seandainya agama itu dengan
berdasarkan analisa-analisa akal atau pendapat (akal atau ra‘yu) niscaya
ra‘yu (pendapat)!!! Semestinya kita bagian bawah khuf (sepatu atau kaos
sebagai seorang muslim setiap kaki) itu lebih berhak diusap daripada
mengucapkan suatu ucapan dan bagian atasnya. Dan sungguh saya
melakukan suatu perbuatan, apalagi melihat Rasulullah  mengusap bagian
dalam bersikap, haruslah berdasarkan punggung (atas) kedua khufnya.”3
ilmu sebagaimana yang dikatakan Imam Begitu pula ucapan Umar bin Al-
Bukhari -rahimahullah ta‘ala-, “Bab Khaththab  ketika mencium Hajar
Ilmu Didahulukan Sebelum Ucapan Aswad, “Sesungguhnya saya mengetahui
dan Perbuatan dengan dalil firman bahwa kamu hanyalah batu yang tidak
Allah : bisa mendatangkan mudharat dan juga
tidak bisa mendatangkan manfaat.
Seandainya saya tidak melihat Rasulullah
“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya
 menciummu niscaya saya pun tidak akan
tiada sembahan yang haq kecuali Allah
menciummu.”4
dan mohonlah ampun atas dosamu.”
(Q.S. Muhammad:19) Dua riwayat generasi salaf dari
kalangan shahabat –generasi yang telah
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan
Allah  ridhai- di atas menjelaskan
berilmu (berpengetahuan) terlebih
kepada kita bagaimana cara yang benar
dahulu sebelum ucapan dan perbuatan.”2

2
Shahih Bukhari Kitab Al-‘Ilm Bab X.
3
H.R. Abu Dawud (162), Al-Baihaqi (I/292), Ad-Daruquthni (I/75), Ad-Darimi (I/181), Al-Baghawi
(239), dan Ahmad (943 dan 970) dari berbagai jalan dan dinyatakan shahih oleh Al-Hafidz
Ibnu Hajar dalam At-Talkhish Al-Khabir (I/160). (Hadits ini tentang berwudhu sambil
mengenakan alas kaki berupa kaus kaki, sepatu, dan semisalnya).
4
H.R. Bukhari (1610) dan Muslim (1270).

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 339
8
Aktual
dalam menerima syariat. Tidak Silsilah Al-Fatawa Asy-Syar‘iyah 7 ,
menjadikan akal sebagai tolok ukur sebagai berikut.
kebaikan atau keburukan karena tolok Tanya: Kami mendapati beberapa orang
ukur kebaikan atau keburukan adalah yang mengaku aktifis Islam melakukan
dalil-dalil syar‘i5. Sebab, tidak dinyatakan tindak penculikan sejumlah tokoh atau
baik melainkan apa yang diyatakan baik melakukan peledakan terhadap gedung-
oleh syariat, dan tidak dinyatakan buruk gedung perkantoran dan pertokoan.
melainkan apa yang dinyatakan buruk Apabila ditegur, mereka membantah
oleh syariat. Oleh karena itu, akal tidak dengan berkata, “Perbuatan seperti ini
boleh dijadikan tolok ukur kebaikan atau telah dilakukan oleh para sahabat dengan
keburukan. Sesungguhnya orang-orang seizin Rasulullah , yaitu pada peristiwa
yang mengatakan kebaikan dan terbunuhnya Ka‘ab bin Al-Asyraf,
keburukan berdasarkan akal atau ra‘yu seorang thaghut Yahudi.” Apakah
adalah orang-orang yang sesat.6 perbuatan seperti itu benar dan tepat
Untuk itu, sekali lagi mari kita lihat sesuai dengan metode Ahlus Sunnah Wal
permasalahan ini dengan tolok ukur Al- Jamaah? Dan apakah cara yang seperti
Qur’an dan As-Sunnah menurut itu dapat menolong agama Islam?
pemahaman Salaful Ummah. Kalau kita Kemudian apa nasehat Anda kepada
tidak mampu melihat langsung dengan mereka?
tolok ukur tersebut, maka hendaknya kita Jawab: Alhamdulillah, semua orang
bertanya kepada ulama yang memahami sudah mengetahui sikap Ahlus Sunnah
Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut Wal Jamaah terhadap masalah ini.
pemahaman Salaful Ummah dalam Terutama orang-orang yang telah
rangka mengamalkan perintah Allah: mengenal dakwah Ahlus Sunnah Wal
Jamaah, baik melalui buku-buku, kaset-
kaset dakwah, atau yang lainnya.
“… maka bertanyalah kamu sekalian
Barangsiapa yang mau berhenti sejenak
kepada orang-orang yang berilmu apabila
untuk merenungkan hal itu, maka akan
kamu tidak mengetahui.” (Q.S. An-Nahl:43)
tampak jelas baginya bahwa cara-cara
Mari kita simak keterangan- seperti itu adalah fitnah (menimbulkan
keterangan para ulama tentang hukum malapetaka) dan dapat menghalangi
bom dan cadar. orang untuk beragama Islam. Bahayanya
Pertama, mari kita simak fatwa lebih besar daripada manfaatnya.
Syaikh Abul Hasan Musthafa bin Ismail Walaupun pelakunya melakukan hal itu
As-Sulaimani Al-Misri tentang dengan niat ikhlas semata-mata untuk
(peledakan) bom dalam kitabnya, membela agama, namun keadaan

5
Al-Qur’an dan As-Sunnah.
6
Fatawa Asy-Syatibi hal.181. Lihat Al-I’tisham (I/111 & 144). Dalam hal ini terdapat perincian
lain yang panjang dalam Madarij As-Salikin. (I/230-257) oleh Al-‘Allamah Ibnul Qayyim dan
An-Nubuwwat (hal. 104) oleh Syaihul Islam Ibnu Taimiyyah. Lihat juga Ilmu Ushul Al-Bida’
(hal. 119-120) oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari.
7
Edisi Ke-2 Bulan Jumadil Ula 1418 H, fatwa nomor 39 hal. 49-52.

40 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Aktual
mereka sama seperti yang dilantunkan 1. Ka‘ab bin Al-Asyraf -semoga Allah
dalam sebuah syair: melaknatnya- sudah jelas
Sa‘ad menggiring onta-ontanya sambil kekafirannya. Adapun pemuda-
berselimut. pemuda tersebut memvonis kafir
(Maka dia pun ditegur), Wahai Sa‘ad, (orang lain) dengan pemahaman
bukan begitu cara menggiring onta! yang rusak (salah). Walaupun
Para tokoh ulama Ahlus Sunnah Wal sebagian mereka ada yang ikhlas,
Jamaah abad ini telah memberi namun keikhlasan itu tidaklah
peringatan akan bahaya cara-cara mencukupi hingga terpenuhi syarat
seperti itu. Di antara mereka adalah yang kedua, yaitu sesuai dengan
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Sunnah. Di antara mereka pula ada
Abdullah bin Baz –rahimahullah-, yang memvonis kafir dengan hawa
muhadits abad ini Syaikh Muhammad nafsu, atau untuk mengejar
Nashiruddin Al-Albani -rahimahullah-, keuntungan materi dunia. Boleh jadi
dan ahli fiqih dan ushul Syaikh orang yang dibunuh tersebut seorang
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin – Yahudi atau Nasrani, namun untuk
rahimahullah-, serta ulama lain yang membunuh mereka juga harus
sejalan dengan mereka. Akan tetapi, di dipenuhi syarat-syarat tertentu yang
lain pihak, banyak -pemuda belia yang sudah dimaklumi oleh para ulama.
dangkal ilmunya dan kurang Namun, pemuda-pemuda tersebut
pengalamannya tidak peduli dengan tidak mau menengok apalagi
keterangan para ulama tersebut. mempelajarinya.
Akibatnya, fitnah dan kerusakan tersebar 2. Pembunuhan atas diri Ka‘ab bin Al-
di segala penjuru bumi. Sungguh sangat Asyraf adalah atas anjuran dari
memilukan. Rasulullah . Beliau berkata kepada
Betapa banyak orang-orang yang tak para sahabat,
bersalah ikut terbunuh! Betapa banyak
umat Islam yang menjadi korban
kezaliman karena telah dianggap kafir.
Semua itu dilakukan tanpa ada rasa takut “Siapakah yang bersedia membunuh
ataupun segan sama sekali. Betapa Ka‘ab bin Al-Asyraf karena dia
banyak anak-anak dan wanita yang tidak sungguh telah menyakiti Allah dan
tahu menahu ikut menjadi korban akibat Rasul-Nya.”
ucapan-ucapan yang tidak bertanggung Rasulullah  tentunya tidak akan
jawab lagi tidak dikenal Ahlus Sunnah Wal berucap dengan hawa nafsu, begitu
Jamaah dalam memahami dalil. pula para pewaris beliau, yaitu para
Perlu diketahui, kisah tewasnya Ka‘ab ulama. Berbeda dengan para
bin Al-Asyraf tidak dapat dijadikan pemuda tadi. Mereka bukan ulama
sebagai dalil tindakan mereka, dengan dan tidak pula merujuk kepada
alasan sebagai berikut. ulama.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 441
0
Aktual
3. Tewasnya Ka‘ab bin Al-Asyraf adalah orang lain yang ditangkap lalu disiksa
kehinaan bagi Yahudi dan kemuliaan dengan cambukan hingga kulitnya
bagi kaum muslimin. Berbeda mengelupas, atau dihajar sampai
dengan tindakan para pemuda tadi. babak belur, dan sebagainya. Tepat
Kenyataannya, tindakan itu justru sekali ucapan seorang penyair,
menghalangi orang untuk Orang lain yang berbuat jahat namun
menjalankan agama Allah, dan aku yang kena getahnya.
memecah belah persatuan kaum
Maka nasibku tidak lain seperti nasib
muslimin, serta membuka peluang
jari telunjuk yang menyesali diri
bagi musuh untuk menjajah
negeri-negeri kaum muslimin 5. Para sahabat hanya membunuh
dengan alasan ‘memberantas Ka‘ab bin Al-Asyraf saja sebab hanya
terorisme’. Perbuatan mereka itulah dia yang Rasulullah  izinkan untuk
yang mengakibatkan penjara-penjara dibunuh bukan yang lain. Berbeda
penuh dengan orang-orang lemah dengan aksi-aksi peledakan terhadap
lagi tidak bersalah, dan berujung gedung-gedung perkantoran yang di
kepada penghinaan kaum muslimin. dalamnya terdapat ratusan bahkan
Wallahul musta‘an (Allah sajalah ribuan orang yang beraneka ragam,
tempat kita memohon pertolongan). ada yang jahat ada yang baik. Apakah
Sungguh amat memilukan! sama seratus mereka dengan Ka‘ab
Betapa banyak pemuda Islam yang bin Al-Asyraf?
dahulu wajahnya bersinar ketika Allah  telah menunda proses
menuju masjid untuk menghadiri penaklukan kota Makkah karena
majelis-majelis ilmu seperti ilmu Al- adanya sejumlah orang mukmin yang
Qur’an, aqidah, dan lain-lain. Namun, belum diketahui dengan pasti. Allah
ketika mereka ditangkapi karena  berfirman,
akibat perbuatan orang lain, akhirnya
mereka pun berbalik menjadi aktivis
tempat-tempat hiburan dan perusak
sendi-sendi agama dan syi‘ar-
syi‘arnya.
4. Ka‘ab bin Al-Asyraf dibunuh oleh para
sahabat, kemudian mereka
berkumpul di hadapan Rasulullah 
lalu mengumandangkan takbir
karena gembira atas terbunuhnya
Ka‘ab bin Al-Asyraf. “Dan kalau tidaklah karena laki-laki
Adapun pemuda-pemuda tadi, yang mukmin dan perempuan-perempuan
setelah melakukan perbuatan yang yang mukminah yang tidak kamu ketahui
menyimpang tersebut, biasanya bahwa kamu akan membunuh mereka
mereka terus bersembunyi kemudian yang menyebabkan kamu ditimpa

42 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Aktual
kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentu apabila tidak merujuk kepada ulama.
Allah tidak akan menahan tanganmu dari Tepatlah ucapan seorang penyair:
membinasakan mereka). Supaya Allah Wahai segenap kaum, apakah mereka
memasukkan siapa yang dikehendaki- memiliki pendukung dari seorang ahli
Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya fiqih atau seorang imam yang diikuti
mereka tidak bercampur baur, tentulah atas kebid‘ahan yang mereka lakukan?
Kami akan mengazab orang-orang kafir
di antara mereka dengan azab yang Seperti Sufyan Ats-Tsauri yang telah
pedih.” (Q.S. Al-Fath:25) mengajarkan pada manusia hakikat
wara’ (sikap hati-hati)
Padahal penaklukan kota Makkah
adalah kemenangan besar bagi kaum Atau seperti Sulaiman At-Tamimi yang
muslimin, sebagaimana telah meninggalkan tidur (untuk shalat
disebutkan Allah  . Namun, malam) karena rasa takutnya kepada
penaklukan tersebut ditunda agar Zat Yang Maha Melihat
jiwa kaum muslimin yang berada di Atau pahlawan Islam, yaitu Imam
sana dapat diselamatkan, begitu pula Ahmad, imam yang selalu dielu-elukan
jiwa beberapa orang yang tidak boleh para pembaca (penuntut ilmu)
dibunuh.
Imam yang tidak takut terhadap
6. Ka‘ab bin Al-Asyraf dibunuh tanpa cambukan dan kilatan pedang yang
adanya pengkhianatan. Pembaca menakutkan bagi setiap orang
bisa melihat keterangan Al-Qadhi
Ada sebagian orang berdalil dengan
‘Iyadh tentang masalah ini yang
fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
dinukil oleh Imam Nawawi di dalam
dalam Majmu’ Fatawa (XXVIII:546-547).
Syarh Shahih Muslim (XII:371).
Ketika tentara musyrikin menjadikan
Adapun yang dilakukan pemuda-
tawanannya dari kaum muslimin sebagai
pemuda tadi, pada umumnya
tameng (menghadapi pasukan
dilakukan dengan berbagai macam
muslimin), beliau membolehkan pasukan
kecurangan, bukan sekadar
muslimin untuk membunuh mereka
kamuflase atau siasat. Sebabnya
semua, kemudian semuanya nanti akan
(pun berbeda), pada waktu itu kaum
dibangkitkan berdasarkan niat masing-
muslimin memiliki kekuatan, adapun
masing. Tetapi hal itu dibolehkan apabila
sekarang hanya kepada Allah saja
kejahatan orang-orang musyrik tersebut
kita mengadu akan asingnya
sudah mengganas dan tidak dapat
kebenaran dan pengikutnya.
dicegah kecuali dengan cara seperti itu.
7. Terbunuhnya Ka‘ab bin Al-Asyraf Dan hal ini termasuk dalam kaidah,
membawa maslahat yang jelas. “memilih mudharat yang paling ringan.”
Berbeda dengan apa yang dilakukan Adapun perbuatan pemuda-pemuda tadi
para pemuda tadi yang nyata-nyata adalah sebaliknya, yaitu memilih
membawa kerusakan. Kenyataan mudharat yang paling berat. Bagaikan
yang ada menjadi bukti atas semua seorang pemburu yang berburu dengan
itu. Merupakan musibah besar ketapel. Ia tidak bisa melumpuhkan

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 443
2
Aktual
buruan dan tidak dapat menewaskan mereka selalu berkonsultasi kepada para
musuh, tetapi hanya meretakkan gigi ulama dengan penuh kejujuran dan
atau mencederai mata seperti yang semata-mata untuk mencari kebenaran
disebutkan dalam hadits Abdullah bin di dalam semua masalah yang ada,
Mughoffal dalam Shahihain. Penjelasan sehingga mereka menjadi penuntut ilmu
lengkap masalah ini tidak dapat dimuat dengan sebenarnya dan menjadi rahmat
dalam fatwa yang sederhana ini. bagi seluruh umat manusia. Dan
Keterangan lebih lanjut dapat pembaca hendaklah mereka menghidupkan
temukan di tempat lain, insyaallah. kembali majelis-majelis ilmu syar‘i.
Nasehat kami kepada kaum muslimin Janganlah mereka tertipu dengan
adalah agar mereka senantiasa berada ucapan, “Kita sekarang berada pada
di bawah bimbingan ulama. Rasulullah zaman teknologi, bukan zaman Fathul
 bersabda, Bari.” Maka ingatlah bahwa ‘semua
kebaikan ada dalam mengikuti Salaf
(sahabat, tabi‘in, dan atba‘ tabi‘in),
“Keberkahan itu bersama para sesepuh sedang semua kejelekan ada dalam
ulama kamu.” 8 mengikuti kebid’ahan Khalaf (ahli
Dan hendaknya mereka senantiasa bid ‘ah)’.
menekuni dakwah Ahlus Sunnah Wal Telah sampai berita gembira
Jamaah yang ditegakkan di atas landasan kepada kami bahwa sekelompok besar
ilmu dan proses belajar mengajar, dari mereka mulai menyadari besarnya
ditegakkan dengan ketenangan dan bahaya dan kerusakan akibat perbuatan
penyebaran nasehat serta kesabaran. mereka dan mereka rujuk meninggalkan
Dan agar mereka lari meninggalkan kekeliruan mereka. Semoga Allah
pemikiran-pemikiran tersebut sebagai- membalas mereka dengan kebaikan.
mana larinya (seseorang) dari terkaman Demikianlah dugaan baik kami kepada
harimau. Kemudian nasehat kami orang-orang yang ikhlas, yaitu segera
kepada pemuda-pemuda tersebut agar bertaubat kepada Allah dari kesalahan
mereka bertakwa kepada Allah  dalam dan segera menjauhi tindakan-tindakan
menghadapi umat ini dan dalam yang dinyatakan sesat oleh ulama.
berdakwah kepada agama Allah. Semoga Allah menambah pengetahuan
Hendaklah mereka mengevaluasi diri. dan keistiqamahan kita di dalam
Sungguh di antara mereka ada yang menjalani agama ini.
benar-benar ikhlas, jujur dan tulus Kami memohon kepada Allah
membela agama. Di antara mereka ada semoga memudahkan kita untuk
yang ahli ibadah, zuhud, dan bahkan melaksanakan ketaatan dan semoga
ibadah kita kalah dengan ibadah mereka. menjadikan kita sebagai pembimbing
Semoga kami bukanlah berlebih-lebihan kepada hidayah, bukan sebagai orang
dalam memuji mereka! Hendaklah yang sesat dan menyesatkan. Dan

8
Hadits shahih riwayat Abu Ya‘la di dalam Musnad-nya dan Al-Albani mencantumkannya dalam
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (no. 1778).

44 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Aktual
semoga Allah mematikan kita dalam masyarakat apriori. Sesungguhnya
keadaan selamat, tidak terfitnah dan pakaian itu bukanlah suatu
tidak pula sebagai juru fitnah. masalah di tengah-tengah
Sesungguhnya Dia-lah satu-satunya masyarakat. Mungkin ada, tetapi
penolong dan Yang Mahakuasa atas itupun pada awal-awalnya saja.
segalanya. Salawat dan salam kita Asal yang memakai pakaian
sampaikan kepada Nabi kita Muhammad tersebut bisa menempatkan diri di
, keluarga serta para sahabat.” tengah masyarakat -yang
Kedua, tentang cadar. Di sini kami tentunya sebatas bermasyarakat
akan sampaikan hukum cadar secara yang jelas-jelas tidak melanggar
ringkas. Cadar bukanlah pakaian adat syariat, seperti ikut bergabung dalam
bangsa Arab sebagaimana yang telah kegiatan-kegiatan sosial. Kalau tahu
dituduhkan oleh sebagian orang awam; (mendengar) tetangganya sakit, segera
dan juga bukan pakaian istri para teroris. menengok. Kalau tetangganya ada yang
Akan tetapi, cadar adalah pakaian yang meninggal, hendaknya secepatnya
berlandaskan syariat. Ada dua pendapat bertakziah ikut bela sungkawa. Syukur-
tentang hukum memakai cadar yang syukur ikut memandikan, mengkafani,
tentunya berdasarkan Al-Qur’an dan As- dan menyalati sambil mengajari mereka
Sunnah menurut pemahaman Salaful bagaimana cara yang benar yang sesuai
Ummah. Pendapat pertama mengatakan dengan apa yang telah dicontohkan oleh
wajib, di antaranya adalah pendapat Nabi kita, Muhammad . Kalau ada
Imam Syafi‘i dan Imam Ahmad. 9 tetangga yang melahirkan, hendaknya
Sedangkan pendapat kedua cepat-cepat menengok, syukur-syukur
berpendapat bahwa meskipun cadar itu sambil membawa hadiah sebagai
disyariatkan namun tidak sampai ungkapan rasa kegembiraan. Dengan
kepada derajat wajib, yang begitu, Insya Allah yang tadinya dicurigai
berpendapat seperti ini diantaranya menjadi dikagumi, yang tadinya
Imam Abu Hanifah dan Imam Malik.10 masyarakat apriori menjadi simpati.
Yang jelas masing-masing pendapat
memiliki dalil yang kuat dan ada ulama Semoga Allah  selalu memberikan
yang menyatakannya. bimbingan hidayah kepada kita semua,
Adapun yang menjadi permasalahan untuk meniti jalan yang lurus, jalan
sekarang ini adalah banyak di antara yang telah di tempuh oleh para Nabi,
wanita yang bercadar kurang bisa shiddiqin, syuhada’, dan shalihin.
menempatkan diri di tengah masyarakat Amin, ya rabbal ‘alamin, wa shalallahu
bahkan terkesan menutup diri, akhirnya ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
menjadi sorotan dan membuat wa sallam.

9
Adapun ulama abad ini seperti Syaikh Bin Baz dan Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahumallah.
Baca Risalatul Hijab karya Syaikh Ibnu Utsaimin.
10
Adapun ulama abad ini seperti Syaikh Nashiruddin Al-Albani. Baca kitab beliau “Jilbab Al-
Mar’ah Al-Muslimah”.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 445
4
Akhlaq

Oleh : Abu Husam M. Nurhuda

Ketahuilah bahwa hasad (dengki) merupakan sebuah penyakit yang


timbul di hati dan pengaruhnya akan tampak pada anggota tubuh yang
lain. Sedikit sekali orang yang bisa selamat darinya, sampai-sampai
dikatakan bahwa tidak ada jasad yang luput dari hasad. Akan tetapi,
orang yang mulia akan berusaha menutupi dan menyembunyikannya.

Berbeda dengan orang yang buruk “Janganlah kalian saling mendengki.”


perangainya yang malah menampakkan- Diharamkannya hasad adalah karena
nya, karena memang sudah merupakan hasad merupakan bentuk penentangan
tabiat manusia merasa tidak senang terhadap takdir Allah dan ketidakrelaan
kalau ada orang yang lebih baik darinya, atas takdir itu. Jadi, seakan-akan
baik dalam hal kedudukan, harta seorang yang berhasad berkata, “Ya
kekayaan, keilmuan, ataupun hal lain, Rabb, bagaimana bisa Engkau anugerah-
membenci dan merasa sesak dadanya kan kenikmatan itu kepada si fulan
atas kelebihan orang tersebut, dan sedang kepadaku tidak?” Benarlah apa
merasa senang kalau kelebihan tersebut yang dikatakan oleh seorang penyair:
hilang dari orang itu dan berpindah Mengapa engkau selalu dengki
kepadanya. Oleh karena itu, seyogianya kepadaku?
seorang muslim berusaha membersih-
Tidakkah engkau tahu kepada siapakah
kan jiwanya dari penyakit yang buruk ini.
engkau berburuk adab?
Makna hasad sebagaimana yang
disampaikan oleh ahlul-ilmi adalah Engkau berburuk adab kepada Allah di
berharap sirnanya suatu kenikmat- dalam ketetapan-Nya
an dari diri orang lain.1 Misalnya, karena engkau tidak ridha dengan apa
seseorang melihat saudaranya memiliki yang Dia berikan kepadaku.
keutamaan berupa kedudukan atau Maka Allah menghinakanmu dengan
harta, maka dia berharap semua itu menambahkan kenikmatan-Nya
hilang dari saudaranya dan berpindah kepadaku dan menutupnya darimu.
kepadanya. Hasad atau dengki
Imam Qurtuby berkata, “Karena
diharamkan sebagaimana sabda Nabi :
hakekat hasad adalah merendahkan
ketetapan Allah, dan menyatakan bahwa
1
Bahkan sudah cukup dikatakan hasad ketika seseorang merasa tidak senang (benci) dengan
nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Hal ini sebagaimana yang didefinisikan oleh Syaikh
Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu Fatawa (X/111) bahwa hasad adalah “seseorang tidak
senang terhadap apa yang telah Allah berikan kepada orang lain”.

46 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Akhlaq
Allah telah memberikan karunia-Nya 4. Sebagian orang, jika mendapatkan
kepada orang yang tidak berhak perasaan hasad pada dirinya,
menerima.”2 berusaha menghapusnya dengan
sekuat tenaga, dengan menampak-
Macam-Macam Hasad kan kebaikan dan keutamaan orang
1. Termasuk hasad adalah jika yang dihasadinya dan mendoakan
seseorang berusaha menghilangkan baginya tanpa sepengetahuannya, ini
kenikmatan yang ada pada orang adalah perbuatan yang terpuji, dan
yang dihasadinya dengan berbuat menunjukkan keimanannya.
zalim kepadanya, baik dengan
ucapan ataupun perbuatan, kemu- Hasad Merupakan Akhlak
dian berusaha memindahkan Ahli Kitab
kenikmatan itu kepada dirinya. Allah  berfirman,
2. Termasuk hasad juga adalah jika
seseorang berharap hilangnya suatu
kenikmatan dari orang lain, dan untuk
mencapainya dia telah berusaha
dengan perbuatan ataupun ucapan.
Hanya saja dia tidak berusaha
memindahkan kenikmatan itu kepada
“Sebahagian besar Ahli Kitab
dirinya.
menginginkan agar mereka dapat
3. Dan termasuk hasad juga, jika
mengembalikan kamu kepada kekafiran
seseorang berniat hasad kepada
setelah kamu beriman karena hasad
saudaranya, tetapi tidak merealisasi-
(kedengkian) yang (timbul) dari diri
kan niat itu, baik lewat ucapan
mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka
ataupun perbuatan. Dan hasad
kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah:109)
seperti ini mempunyai dua keadaan:
Orang-orang ahli kitab, baik Yahudi
a. Orang yang dikuasai penyakit hasad,
ataupun Nashrani, mengharapkan kita
namun berusaha menekannya.
(kaum muslimin) murtad atau keluar dari
Maka, orang seperti ini tidak berdosa.
agama Islam padahal mereka menge-
b. Seseorang timbul rasa dengki
tahui bahwa agama Islam adalah agama
pada dirinya, lalu merasa senang
yang benar, dan menyebarkan syubhat-
dengan hal itu dan tidak berusaha
syubhat yang lemah untuk menghalangi
mencela atau meng-hisab
manusia masuk ke dalam agama Allah
dirinya. Dalam hal ini, para ulama
ini dan mendorong para penguasa di
berselisih pendapat apakah dia
seluruh permukaan bumi untuk meng-
berdosa atau tidak. Sebagian
halangi dai-dai Islam untuk menyampai-
ulama ada yang mengatakan dia
kan Islam yang haq. Semua itu disebab-
berdosa, sebagian yang lain
kan oleh perasaan hasad dan dengki
berpendapat tidak berdosa
yang bergolak dalam hati mereka yang
karena dia belum berbuat apa-
hitam kelam dan dipenuhi dengan
apa, hanya sekadar niat saja.

2
Tafsir Al-Qurtuby (V/251).

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 447
6
Akhlaq
penyakit hasad. Allah berfirman dalam  Sombong dan takabbur. Misalnya,
Al-Qur’an: seseorang melihat saudaranya
mendapat harta atau kekuasaan,
maka dia khawatir saudaranya itu
akan melebihi dirinya. Dia tidak
mampu menahan diri ketika tahu
“Ataukah mereka dengki kepada manusia bahwa ada orang yang melebihi
(Muhammad) lantaran karunia yang Allah dirinya. Hal itu disebabkan oleh
telah berikan kepadanya?”(Q.S. An-Nisa’:54) kesombongan yang ada pada dirinya,
Yang dimaksud Allah dengan ‘mereka’ seperti halnya rasa dengki orang-
adalah orang-orang Yahudi yang dengki orang kafir Quraisy terhadap
kepada Rasulullah  atas karunia Allah Rasulullah  . Allah berfirman
kepadanya dengan diturunkannya tentang keadaan mereka,
kenabian kepada beliau. Demikian juga
kedengkian mereka kepada para saha-
bat karena keimanan mereka kepada
Nabi . Ibnu Abbas, Mujahid, dan yang
lain berpendapat bahwa mereka “Dan mereka berkata, ‘Mengapa Al-
melontarkan kedengkian mereka kepada Qur’an ini tidak diturunkan kepada
Nabi disebabkan oleh kenabian beliau seorang besar dari salah satu dua
dan keimanan Sahabat kepada beliau.3 negeri (Mekah dan Thaif) ini?”.(Q.S.
Orang-orang Yahudi dan para Az-Zukhruf:31)
pengikutnya selalu berusaha meng-  Gila kekuasaan. Jika seseorang
halangi manusia menuju jalan Allah, baik mempunyai sifat gila kekuasaan, dia
dengan perkataan ataupun perbuatan, tidak ingin ada orang lain yang
dan sebabnya adalah rasa dengki yang menyamai kekuasaannya. Kalau dia
menghitamkan hati mereka dan membuta- mendengar di sana ada orang lain
kannya dari menerima kebenaran. yang setara kekuasaannya, dia
Sebab-Sebab Timbulnya merasa tidak senang, dan suka kalau
Hasad kekuasaan orang itu hilang. Semua
itu tidak lain karena adanya rasa
 Permusuhan dan kebencian.
dengki pada dirinya.
Seseorang, jika disakiti oleh orang
 Busuknya Hati dan Sifat Kikir.
lain, akan muncul rasa benci dan
Terkadang kita temui seseorang yang
dengki dalam hatinya, lalu berusaha-
berhati busuk dan bakhil terhadap
lah dia untuk membalasnya. Kalau
orang lain. Kalau diceritakan
orang yang dibencinya itu mendapat-
kepadanya keutamaan seseorang
kan kesusahan, dia merasa senang
berupa karunia Allah kepadanya,
dan gembira, sebaliknya jika mendapat-
timbul rasa tidak senangnya dan
kan keberuntungan, baik berupa
terasa sesak dadanya. Sebaliknya
harta, kedudukan, ataupun yang lain,
jika mendengar saudaranya tertimpa
bertambahlah rasa benci dan dengki
musibah atau kesempitan meng-
dalam hatinya.
3
Tafsir Al-Qurthuby (V/251).

48 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Akhlaq
himpitnya, dia merasa senang dan Kiat Menghilangkan Rasa
bergembira. Dia kikir terhadap nikmat Dengki
Allah kepada hamba-hamba-Nya Untuk menghilangkan rasa dengki,
seakan-akan mereka telah mengam- terkadang dengan merasa ridha dengan
bil nikmat itu dari perbendaharaan ketentuan Allah, terkadang dengan
hartanya. menjalani hidup sederhana di dunia
Inilah sebagian sebab di antara (zuhud), dan juga dengan membanding-
sebab-sebab munculnya rasa dengki kan antara kenikmatan di dunia dengan
pada diri seseorang. kenikmatan di akhirat yang tiada taranya
Hasad yang Terpuji dengan begitu dia merasa terhibur dan
Hasad yang terpuji adalah jika berusaha untuk tidak mewujudkan apa
seorang muslim berharap mendapatkan yang ada di dalam hatinya. Kalau dia
juga anugerah yang Allah berikan kepada berbuat demikian maka akan terlepaslah
saudaranya tanpa mengharapkan dia dari rasa dengki.
kenikmatan tersebut hilang dari
saudaranya itu. Hasad seperti ini biasa Keutamaan Orang yang
dikenal dengan istilah ghibthah yang Membersihkan Jiwanya
masuk dalam kategori ‘berlomba-lomba dari Rasa Dengki
dalam kebaikan’ sebagaimana firman Diriwayatkan dari Anas bin Malik ,
Allah: beliau berkata, “Kami sedang duduk-
duduk bersama Rasulullah  ketika
beliau bersabda,
“… dan untuk yang demikian itu
hendaknya orang berlomba-lomba.”
(Q.S. Al-Muthaffifin:26) “Akan datang kepada kalian sekarang
seorang laki-laki penghuni surga.”
Inilah jenis hasad yang terpuji
Lalu muncullah seorang laki-laki dari
sebagaimana sabda Nabi : kaum Anshar sementara dari jenggotnya
masih menetes sisa-sisa air wudhu dan
tangan kirinya memegang sandal.
Keesokan harinya Nabi  bersabda
seperti sabdanya kemarin, lalu datanglah
laki-laki tersebut persis seperti
kedatangannya yang pertama. Pada hari
“Tidak boleh berhasad (iri) kecuali kepada ketiga ketika Nabi  mengulangi kembali
dua perkara, yaitu kepada (1) seseorang sabdanya itu, datanglah orang tersebut
yang dianugerahi oleh Allah Al-Quran lalu persis seperti itu pula. Setelah Rasulullah
dia membacanya sepanjang siang dan  berdiri dan pergi, maka Abdullah bin
malam, dan (2) kepada seseorang yang Amr bin Ash membuntuti orang tersebut
dikaruniai oleh Allah harta kekayaan lalu (sampai ke rumahnya) dan berkata, ‘Aku
dia membelanjakannya dengan baik pada telah bertengkar dengan bapakku, lalu
waktu malam dan juga pada waktu siang.”4 aku bersumpah untuk tidak kembali
4
H.R. Bukhari, Kitab-Tauhid (VII/209).

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 449
8
Akhlaq
kepadanya selama tiga hari. Kalau kepada seorang pun dari mereka atas
engkau membolehkan, aku ingin kebaikan yang telah Allah  berikan
menumpang di rumahmu sampai tiga kepadanya.” Maka Abdullah bin Amr berkata,
hari itu.’ Orang itu menjawab, ‘Ya, ‘Inilah amalan yang telah membuatmu
boleh.’” sampai pada derajat tinggi, dan inilah yang
Selanjut Anas  berkata, “Abdullah tidak mampu kami lakukan.’”5
menceritakan bahwa selama tiga malam Dalam hadist di atas diuraikan
bersama orang itu, dia tidak melihatnya tentang keutamaan orang yang
menunaikan shalat malam sama sekali. membersihkan hatinya dari hasad bahwa
Hanya saja, setiap kali terjaga dan bersihnya hati dari hasad merupakan
menggeliat di atas tempat tidurnya, dia sebab sehingga Rasulullah 
selalu membaca dzikir dan takbir hingga menyampaikan kabar-gembira berupa
dia bangun untuk menunaikan shalat surga kepada sahabat tersebut.
shubuh. Selain itu, kata Abdullah, ‘Aku Demikian penjelasan tentang hasad
tidak pernah mendengarnya berbicara dandan hal-hal yang berkaitan
kecuali yang baik-baik. Setelah tiga dengannya. Semoga Allah
malam berlalu dan hampir saja aku membersihkan hati kita semua dari
meremehkan amalannya, aku berkata penyakit tersebut. Wallahu a‘lam bish
kepadanya, ‘Wahai hamba Allah, shawab.
sesungguhnya tidak pernah terjadi
pertengkaran antara aku dan bapakku.
Sebenarnya aku hanya mendengar
Rasulullah bersabda tentang dirimu
sampai tiga kali bahwa akan datang
kepada kami seorang laki-laki penghuni
surga, dan ternyata tiga kali itu engkaulah “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan
yang datang. Karena itu aku jadi ingin saudara-saudara kami yang telah beriman
tinggal bersamamu untuk melihat lebih dahulu dari kami. Janganlah Engkau
amalanmu yang nantinya aku tiru. Tetapi membiarkan adanya kedengkian dalam
ternyata aku tidak melihat engkau banyak hati kami terhadap orang-orang yang
beramal. Lalu apakah sebenarnya yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya
menyebabkan sehingga engkau Engkau Maha Penyantun lagi Maha
mencapai apa yang dikabarkan oleh Penyayang.” (Q.S. Al-Hasyr:10)
Rasulullah  itu?’ Dia menjawab, ‘Tidak
ada kecuali apa yang telah engkau lihat.’ Referensi
Tatkala aku berbalik hendak pergi, dia 1. Qawaid wa Fawaid min Al-Arbaina An-Nawawiiyah, karya
memanggilku lalu berkata, ‘Benar, Nazhim Muhammad Shulthan; cet. ke-2 th. 1410 H; Dar Al-
Hijrah, Riyadh, KSA.
amalanku hanya seperti apa yang kau 2. Mukhtashar Minhaj Al-Qashidin; karya Imam Ibnu
lihat sendiri. Hanya saja aku tidak pernah Qudamah Al-Maqdisy; Maktabah Dar Al-Bayaan; Damsyiq,
mendapatkan pada diriku rasa sifat Suria.
3. Al-Hats-tsu ‘ala Salamatis Shadr; karya Aly bin Muhammad
curang terhadap seorang pun dari kaum bin Sulaiman; cet. ke-2 th. 1416 H; Dar Al-Wathan, Riyadh,
muslimin. Aku juga tidak pernah hasad KSA.

5
H.R. Ahmad (III/166), dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albany dalam Kitab At-Targhib.

50 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Firaq

oleh: Abu Nida


Ta’rif Viena tahun 1312 M dengan
Orientalisme adalah gelombang memasukkan materi bahasa Arab ke
pemikiran yang mencerminkan berbagai universitas di Eropa.
berbagai studi tentang Dunia Timur Orientalisme muncul di Eropa baru
(Islam). Yang dijadikan objek studi pada penghujung abad 18 M. Pertama
mencakup peradaban, agama, sastra, kali muncul di Inggris tahun 1779 M,
bahasa, dan kebudayaannya. di Perancis tahun 1799 M dan
Gelombang pemikiran ini telah dimasukkan ke dalam kamus Akademi
memberikan andil besar dalam Perancis pada tahun 1838 M.
membentuk persepsi Barat tehadap Tahun 1130 M, Kepala Uskup
Islam dan Dunia Islam. Caranya ialah Toledo menerjemahkan beberapa
dengan mengungkapkan kemunduran buku ilmiah Arab. Kemudian jejak ini
pola fikir Dunia Islam dalam rangka diikuti oleh Gerard de Cremona
pertarungan peradaban antara Timur (1114-1187 M) dari Italia. Ia pergi ke
(Islam) dengan Barat. Toledo dan menerjemahkan buku
tidak kurang dari 87 judul di bidang
Sejarah Berdirinya dan filsafat, kedokteran, astronomi, dan
Tokoh-Tokohnya geologi.
Di Perancis muncul Pierre le
1. Awal Kemunculannya Venerable (1094-1156), seorang
Sungguh sulit menentukan secara pendeta Venezia dan Kepala Biarawan
pasti awal tumbuh orientalisme. Cluny, membentuk kelompok
Sebagian sejarawan bekecenderungan penerjemah. Tujuannya agar
bahwa orientalisme bermula dari zaman mendapat pengetahuan objektif
Daulah Islamiyah di Andalusia terntang Islam. Ia sendiri adalah orang
(Spanyol). Sedangkan sebagian ahli lain yang berada di belakang terbitnya
mengatakan ketika terjadi Perang Salib. terjemah pertama Al-Qur’an dalam
bahasa Latin yang dilakukan oleh
Khusus tentang Orientalisme
Robert of Ketton dari Inggris.
Ketuhanan (Lahuti), keberadaannya
sudah tampak secara resmi sejak Juan de Sevilla, seorang yahudi
dikeluarkannya keputusan Konsili Gereja yang masuk Kristen, muncul pada

1
Gerakan Keagamaan dan Pemikiran: Akar Ideologis dan Penyebarannya Jilid I, WAMY
terbitan Al-Islahy Press, Jakarta. Buku ini merupakan terjemah dari kitab Al-Mausu‘ah Al-
Muyassarah fi Al-Adyan wa Al-Mazahib Al-Mu‘asharah.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 551
0
Firaq
pertengahan abad ke-12 dan menaruh Arab. Salah seorang yang pernah
perhatian pada bidang astronomi. Ia berhubungan dengan beliau adalah
telah menyadur 4 buah buku Syaikh Rifa’ah At-Thahthawi.
berbahasa Arab karya Abu Ma‘syar Al- Z. Honkh, buku-bukunya dinilai
Balkhi (1133 M). Tugas objektif karena menampilkan pengaruh
penerjemahannya dibantu oleh Adler peradaban Arab terhadap Barat. Di
of Bath. antara bukunya yang termasyhur ialah
Roger Bacon (1214-1294 M), dari Matahari Arab Bersinar di Barat.
Inggris. Menuntut ilmu di Oxford dan
Paris dan meraih gelar doktor di bidang 3. Orientalis_Orientalis yang Fanatik
teologi. Ia menerjemahkan buku
berbahasa Arab Mir’at al-Kimia tahun Goldizher (1850-1920 M), orientalis
1521 M. berdarah Yahudi, penulis buku Sejarah
Aliran-Aliran Tafsir dalam Islam, adalah
tokoh Islamic Studies di Eropa.
2. Orientalis-Orientalis yang Objektif J. Maynard, orientalis Amerika yang
Hardrian Roland (meninggal tahun sangat fanatik, termasuk salah seorang
1718 M), adalah professor bahasa- anggota dewan redaksi majalah Islamic
bahasa Timur di Universitas Utrecht, Studies.
Belanda. Ia menulis buku Muhammadanism S.M. Zwemer, orientalis dan
dua jilid dalam bahasa Latin (1705 M), zending Kristen, adalah pendiri majalah
tetapi gereja-gereja di Eropa Amerika Islamic World. Bukunya yang
memasukkan buku tersebut ke dalam bernada fitnah antara lain Islam
daftar buku-buku terlarang. Memasung Aqidah yang terbit tahun
Johan J. Reiske (1716-1774 M), 1908 M dan Al-Islam yang merupakan
seorang orientalis Jerman pertama kumpulan makalah yang disampaikan
yang patut diinggat. Ia dituduh zindik pada Muktamar Kristenisasi II tahun
(atheis) karena sikapnya yang positif 1911 M di Lucknow, India.
terhadap Islam. Ia hidup menderita dan G. Von Grunbaum, yahudi
mati karena sakit paru-paru. Ia sangat berkebangsaan Jerman ini belajar di
berjasa dalam mengembangkan dan universitas-universitas Amerika.
menampilkan Arabic Studies di Tulisannya antara lain Upacara-
Jerman. Upacara Agama Muhammad, terbit
Silvestre de Sacy (meninggal 1838 tahun 1951 M, dan Beberapa Studi
M), seorang orientalis yang menekuni Tentang Sejarah Kebudayaan Islam,
sastra dan nahwu. Ia menghindari terbit tahun 1854 M.
terlibat pengkajian Islam. Ia juga Di samping itu masih ada A.J.
sangat berjasa dalam menjadikan Wensinck, K. Cragg dari Amerika, dan
Paris sebagai Pusat Pengkajian Bahasa lain-lain yang sangat memusuhi Islam.

52 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Firaq

Pemikiran dan Doktrin- peneliti dalam rangka mengenal lebih


Doktrinnya jauh tentang kondisi negara-negara
Pertama: Motif-Motif Orientalisme Islam melalui laporan lengkap mereka.
Penelitian tersebut sangat digalakkan
1. Motif Agama terutama pada masa sebelum
Motif inilah yang melatarbelakangi penjajahan Barat terhadap negara-
pertumbuhan orientalisme yang negara Islam padaabad 19 dan 20 M.
berlangsung begitu lama. Sasarannya
3. Motif Politik
antara lain:
a. Menumbuhkan keragu-raguan atas a. Melemahkan semangat ukhuwah
kerasulan Muhammad  dan islamiyah dan memecah belah umat
menganggap hadits Nabi sebagai agar mudah dikuasai.
perbuatan umat Islam selama tiga b. Menghidupkan bahasa Arab
abad pertama. ‘amiyyah (pasaran) dan mengkaji
b. Menumbuhkan keraguan terhadap adat istiadat yang berlaku.
kebenaran Al-Qur’an dan c. Mengarahkan para pegawai di
mencelanya. negara-negara jajahan untuk
c. Memperkecil nilai fiqih Islam dan mempelajari bahasa asing agar
menganggapnya sebagai adopsi dari memahami seni dan agama
hukum Romawi. penjajah. Tujuannya agar mereka
mudah dipengaruhi dan dikuasai
d. Memojokkan bahasa Arab dan
menjauhkannya dari pengetahuan
yang semakin berkembang. 4. Motif Keilmuan

e. Mengupayakan agar umat Islam Sebagian orientalis ada yang


beralih kepada sumber-sumber mengarahkan penelitian dan
Yahudi dan Nashrani. analisanya semata-mata untuk
pengetahuan.
f. Mengkristenkan umat Islam.
Sebagian mereka ada yang sampai
g. Mengangkat hadits-hadist dha’if
kepada esensi Islam, seperti Thomas
(lemah) dan maudhu’ (palsu) untuk
Arnold yang telah mempunyai andil
mendukung pendapatnya dan
dalam menyadarkan kaum muslimin
membangun teorinya.
lewat bukunya The Preaching in Islam.
2. Motif Ekonomi dan Penjajahan Begitu pula, Reine yang telah masuk
Lembaga-lembaga keuangan, Islam dan tinggal di Aljazair. Ia menulis
perusahaan-perusahaan raksasa, dan buku Sinar Khusus Cahaya Islam. Ia
pihak pemerintah sendiri telah meninggal di Perancis dan dikubur di
mengeluarkan biaya banyak untuk para Aljazair.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 553
2
Firaq

Kedua: Karya Tulis Orientalis yang Musnad Ahmad bin Hambal. Mu’jam
Penting ini terdiri atas tujuh jilid dan
1. Sejarah Kesusastraan Arab karya beredar sejak 1936 M sampai
Karl Brocklman (wafat 1956 M). sekarang.

2. Ensiklopedia Islam, cetakan Ketiga: Muktamar dan Organisasi


pertamanya terbit dalam bahasa Pada tahun 1873 di Paris
Inggris, Perancis, dan Jerman diselenggarakan Muktamar Orientalis
antara tahun 1913 sampai tahun I. Dalam muktamar-muktamar
1938 M. Sedangkan cetakan semacam itu hadir ratusan ilmuwan
berikutnya diterbitkan dalam orientalis. Dalam Muktamar Oxford,
bahasa Inggris dan Perancis saja misalnya, hadir tidak kurang dari 900
antara tahun 1945 sampai tahun ilmuwan dari 25 negara, 80
1977 M. universitas, dan 69 lembaga ilmiah.
3. Mu‘jam Mufahras lil Alfazh Al- Kegiatannya ditunjang oleh
Hadits, sebuah kamus untuk lembaga-lembaga orientalis, seperti
mencari lafaz-lafaz hadits. Mu‘jam Lembaga Asiatik di Perancis yang
ini mencakup Al-Kutub Al-Sittah, didirikan tahun 1822 M, Lembaga
kumpulan hadits yang terhimpun Orientalis Amerika yang didirikan tahun
dalam kitab enam, ditambah 1842 M, dan Lembaga Orientalis
dengan Musnad Darimi, Jerman yang didirikan tahun 1845 M.
Muwaththa’ Imam Malik, dan Keempat: Majalah-Majalah Orientalis
Mereka memiliki majalah dan
penerbitan dalam jumlah besar. Lebih
dari 300 majalah dalam bentuknya
yang beraneka ragam dalam berbagai
bahasa, antara lain The Muslim world,
Mir Islama, Sumber Air Timur’ Islam, dan
Islamic World Der Islam. Sebagiannya
masih eksis dan sebagian lain sudah
tidak terbit.
Kelima: Bukti-Bukti bahwa Orientalisme
Mengabdi Kepada Penjajah
Karl Heinrich Beeker (meninggal
tahun 1933 M) adalah pendiri majalah
Islam di Jerman. Ia melakukan kajian
tentang Timur untuk kepentingan
penjajahan di Afrika.

54 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Firaq
Barthold (meninggal tahun 1930 M), sedikit. Selain gaya bahasanya yang
pendiri majalah The Muslim World tidak menarik, kalimat-kalimatnya
Rusia, melakukan penelitian untuk terlalu panjang dan membosankan.
kepentingan Rusia di Asia Tengah. Menteri Urusan Koloni Inggris di
Snouck Horgronje dari Belanda dalam salah satu isi laporannya yang
(1857-1936 M) pernah datang ke disampaikan kepada Kepala
Makkah tahun 1884 dengan nama Pemerintah pada tanggal 9 Januari
Abdulghaffar. Ia tinggal di Makkah 1938 menyatakan, “Perang telah
selama kurang lebih setengah tahun. mengajarkan kepada kita bahwa
Kemudian kembali dengan sejumlah persatuan Islam sangatlah berbahaya.
laporan untuk kepentingan penjajahan sehingga Kerajaan Inggris harus
di dunia Islam bagian Timur. Sebelum memeranginya. Bukan hanya pihak
itu ia pernah tinggal di Indonesia Kerajaan saja yang merasakan seperti
selama 17 tahun. itu, tetapi juga Perancis. Kita sangat
bahagia karena Khilafah Islamiyah telah
Lembaga bahasa-bahasa Timur di
hilang dari peredaran. Saya berharap
Paris, yang didirikan tahun 1885 M,
semoga tidak akan muncul kembali.”
bertugas sebagai pengumpul data dan
infomasi tentang negara-negara Timur Saledon Amous berkata, “Ajaran
dan Timur Jauh untuk memudahkan Muhammad hanyalah merupakan
penjajah menancapkan kukunya di perundang-undangan Romawi bagi
kawasan-kawasan tersebut. sebuah kerajaan Timur, terutama
dalam soal politik dan peraturan hak
Keenam: Ide-Ide Orientalisme yang
milik.” Ia berkata lebih lanjut,
Sangat Berbahaya
“Perundang-undangan Muhammad
G. Sale dalam pengantar terjemah tidak lain hanyalah perundang-
Al-Qur’annya (1736 M) berkata, “Al- undangan Justinianus yang berbaju
Qur’an hanyalah merupakan produk Arab.”
dan karangan Muhammad belaka. Dan
Sedangkan Louis Massignon, tokoh
itu tidak bisa dibantah.”
perusak ini, menganjurkan agar
Richard Bell menganggap bahwa bahasa Arab ditulis dengan huruf Latin
Muhammad dalam menyusun Al-Qur’an dan menggunakan bahasa ‘Amiyyah.
telah mengambil dari sumber-sumber
Yahudi, khususnya Perjanjian Lama, Catatan
dan sumber-sumber Nashrani. Sekalipun ada karya sebagian
Doisy (meninggal tahun 1883 M) orientalis yang bermanfaat bagi umat
menganggap bahwa Al-Qur’an Islam, tetapi umat Islam harus tetap
mengandung selera sangat buruk. Di berhati-hati karena Allah secara jelas
dalamnya tidak ada yang baru, kecuali menyatakan bahwa:

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 555
4
Firaq
panjang tersebut, Rasulullah
mengatakan bahwa pada akhir zaman
nanti akan muncul dai-dai yang
menyeru kepada pintu Jahanam. Siapa
saja yang menyambut seruan itu, akan
mereka jebloskan ke dalam neraka
Jahannam. Ketika Hudzaifah menyakan
siapa dai-dai itu, Rasulullah menjawab,
“Mereka dari bangsa kita dan berbicara
dengan bahasa kita.”2
Ayat dan hadits di atas secara jelas
menunjukkan bahwa kita harus tetap
berhati-hati terhadap mereka.
Camkanlah bahwa orientalis dan
orang-orangnya biasa menulis makalah
atau buku-buku yang secara
lahiriahnya kelihatan baik dan benar,
tetapi sebenarnya di bagian akhir atau
di sela-selanya mereka sisipi kata-kata
yang menyimpang dari ajaran Islam.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak Sepertinya yang mereka tulis adalah
akan senang kepada kamu hingga kamu suatu yang biasa, tetapi hakikatnya
mengikuti agama mereka.” (Q.S. Al- sebenarnya sudah menyimpang. Jadi,
Baqarah:120) kita harus tetap berhati-hati dengan
buku-buku mereka.
Berdasarkan ayat di atas diketahui
bahwa mereka (Yahudi dan Nasrani) Seperti disebutkan di atas bahwa
tidak akan rela sampai umat Islam kemunculan orientalis ini
mengikuti langkah-langkah mereka. dilatarbelakangi di antaranya oleh motif
Oleh karena memurtadkan umat Islam agama dan politik, yaitu untuk
secara langsung menemui banyak kepentingan kristenisasi dan
kesulitan, maka mereka menggunakan penjajahan. Pada awalnya seperti itu,
cara lain yang lebih mudah yaitu tetapi akhir-akhir ini gerakan tersebut
menghancurkan Islam dari dalam dimanfaatkan oleh kaum Yahudi dan
melalui orang-orang Islam sendiri. Zionisme demi kepentingan mereka
Dalam hal ini perlu diingat hadits melumpuhkan Timur dan Islam
Hudzaifah bin Al-Yaman  ketika dengan tujuan menguasainya.
bertanya kepada Rasulullah tentang Dan sarana terakhir yang paling
keburukan. Dalam hadits yang cukup efektif di samping penyebaran buku-

2
Baca hadits ini secara lengkap beserta takhrijnya dalam rubrik Tauhid, hal. 6-7.

56 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Firaq
buku dan majalah adalah pemberian Kerancuan yang telah ditanamkan
beasiswa kepada mahasiswa- guru-guru mereka (para orientalis
mahasiswa Islam yang cerdas untuk sekuler) ketika belajar Islam di Barat.
belajar Islam ke Barat (Amerika,
Belanda, dan lain-lain). Dan lembaga
pendidikan yang menjadi sasaran Saran Kami
empuk untuk maksud tersebut adalah Kalau Anda mau belajar Islam,
perguruan tinggi Islam IAIN, terutama maka janganlah ke Barat yang
Jakarta dan Yogyakarta. Sebagai orientalis itu, tapi datanglah ke
kadernya adalah para sarjana. Mereka sumbernya di Timur Tengah (seperti
berusaha memasukkan ke dalam Saudi, Yordan, Yaman, Pakistan). Kami
kurikulum-pelajaran-agama buku-buku maksudkan di negara-negara tersebut
yang membingungkan, seperti buku- karena ulama-ulama salaf ada di sana.
buku Harun Nasution dan Nurcholish Bukan berarti di negara-negara lain
Madjid. Kalau kita lihat sebenarnya tidak ada. Mereka ada, hanya saja
sejak masa Menteri Agama Mukti Ali terbatas person-personnya. Di samping
gerakan ini sudah mulai menjalar dan itu, lingkungan di negara selain yang
menjadi lebih gencar lagi pada masa kami sebutkan itu kurang mendukung.
Munawwir Sjadzali.
Dan ingatlah, ilmu yang bermanfaat
Anak-anak didik para orientalis itu adalah yang dipahami benar-benar
tersebut kemudian banyak kemudian diamalkan dan diajarkan.
melontarkan ke tengah-tengah Jangan mencari ilmu untuk ilmu
masyarakat pendapat-pendapat baru (sekadar menjadi wacana) atau untuk
yang ganjil dan tidak berdasar yang mencari titel atau kedudukan, nanti
sebenarnya hanyalah tiruan dari guru- menjadi syirik. Hati-hati, ingat hadits
guru mereka. Harun Nasution, Hudzaifah di atas dan ayat berikut:
misalnya, melontarkan pemikiran
nyeleneh bahwa rukun iman itu hanya
lima bukan enam karena qadar itu
sesuatu yang tidak harus diimani. Lalu, “Amat besar kebencian di sisi Allah
Munawwir Syadzali berupaya bahwa kamu mengatakan apa-apa yang
mengganti hukum waris Islam karena
tiada kamu kerjakan.” (Q.S. Ash-
menurutnya hukum tersebut tidak adil.
Shaaf:3)
Nurcholish Madjid memunculkan
terjemahan ganjil Laa Ilaha Illallah Demikian semoga bermanfaat bagi
menjadi tidak ada tuhan (t kecil) kecuali Islam dan kaum muslimin.
Tuhan (t besar).
Salawat dan salam atas Rasulullah
Apa yang mereka lontarkan itu keluarganya, sahabat-sahabatnya dan
hanyalah sebagian kecil dari begitu yang mengikuti mereka dengan cara
banyak kerancuan yang mereka tebar. yang baik sampai hari kiamat.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 557
6
Profil

Islam adalah agama yang Allah


 ridhai. Di antara bentuk
keridhaan-Nya adalah menjaga
agama Islam ini dari
kepunahan dan kerusakan.
Satu di antara bentuk
penjagaan itu ialah dengan
memunculkan para ulama
sebagai penerus dan pewaris
Nabi  dalam rangka
menyampaikan risalah suci
kepada manusia, membela dan
mempertahankannya dari
gangguan ‘tangan-tangan’
musuh Islam dan muslimin,
yang tidak senang dengan
langgengnya kemurnian Islam.
Baik dari orang-orang kafir,
kaum munafik, ahli bid‘ah atau
siapa saja yang serupa dan
mengikuti jejak mereka.
Banyak sekali ulama Islam
yang muncul setelah masa
kenabian, dan salah satunya
adalah yang ingin kami
hadirkan ke hadapan para
pembaca guna mengambil
pelajaran dan ibrah dari
perjalanan hidupnya. Dia
adalah salah satu dari empat
imam dari generasi ketiga yang
tentu tidak asing lagi di telinga
Diasuh oleh: Abu Humaid Arif Syarifuddin kita.

58 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Profil
Nasab dan Pertumbuhan Thawil, Rabi’ah Ar-Ra’y, Zaid bin
Aslam, Salamah bin Dinar, Shalih bin
Ia adalah Malik bin Anas bin Malik bin
Kaisan, Abu Zinad Abdullah bin
Abu Amir Al-Ashbahi1 Al-Himyari2 Al-
Dzakwan, ‘Atha’ Al-Khurasani,
Madani3. Ibunya bernama ‘Aliyah binti
Hisyam bin Urwah, Yahya bin Sa’id
Syuraik Al-Azdiyah.
Al-Anshari dan masih banyak lagi
Imam Darul Hijrah adalah gelar yang yang lainnya dari generasi tabi’in.
disandangnya, dengan kun-yah Abu Begitu pula ia mengambil ilmu dari
Abdillah. teman-teman seangkatannya dari
para atba’ tabi’in yang sama-sama
Ia terlahir di kota Madinah pada
menuntut ilmu. Sehingga bila
tahun 93H4. Tahun itu kaum muslimin
dihitung jumlah semua orang yang
berkabung karena wafatnya Anas bin
pernah ia ambil ilmunya adalah
Malik An-Najjari Al-Anshari .
sekitar 1.400 orang.
Tanda-tanda keluarbiasaannya telah
tampak sejak ia berada dalam Begitu banyak guru yang
kandungan, karena tak seperti bayi mengajarnya, sehingga tidaklah
yang lain, ia berada dalam mengherankan bila kemudian ia
kandungan ibunya selama tiga menjadi sosok seorang alim sejati
tahun.5 yang pada usia dua puluh satu tahun
sudah bisa berfatwa. Usia yang
Pada masa pertumbuhannya, Malik masih relatif muda untuk ukuran
bin Anas hidup dalam lingkungan seorang alim pada zamannya.
yang terjaga, penuh suasana Bahkan ia menjadi seorang imam
bahagia dan keindahan. Ia mulai dalam bidang hadits di kota
menuntut ilmu pada usianya yang kelahirannya, Madinah, kota Nabi ;
belia. Ketika masih berusia belasan kota tempat kaum muslimin berhijrah
tahun, beliau sudah menimba ilmu pada awal perjuangan Islam. Karena
dari ulama generasi tabi’in yang itulah ia digelari dengan Imam Darul
masih ada saat itu6 seperti Nafi’ Hijrah . Selain sebagai seorang ahli
maula Ibnu Umar, Sa’id Al-Maqburi, dalam bidang hadits, ia juga adalah
‘Amir bin Abdullah bin Az-Zubair bin seorang yang fakih di masanya.
al-‘Awwam, Muhammad bin Al- Ijtihad dan pendapat-pendapatnya
Munkadir, Az-Zuhri, Abdullah bin kemudian dijadikan pegangan oleh
Dinar, Ayub As-Sikhtiyani, Ja’far bin banyak kaum muslimin dan dijadikan
Muhammad Ash-Shadiq, Humaid Ath-

1
Anak keturunan Dzu Ashbah yang bernama asli Al-Harits bin ‘Auf.
2
Nisbat kepada Himyar Al-Ashghar yang nama aslinya adalah Zur‘ah.
3
Nisbat kepada kota Madinah, tempat lahir dan tinggalnya.
4
Ada pula yang mengatakan tahun 94 H.
5
Seperti diberitakan oleh Yan‘aqid, Al-Waqidi, dan Muhammad bin Adh-Dhahhak.
6
Tepatnya setelah wafatnya dua anak Abdullah bin Umar , yaitu Al-Qasim dan Salim.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 559
8
Profil
sebagai suatu mazhab yang dianut
sampai saat ini. Imam An-Nasa’i berkata,
Ilmu Imam Malik “Aku tidak punya orang
setelah generasi tabi‘in yang
Karena keluasan ilmu hadits dan fikih lebih pandai, mulia, tsiqah,
yang dimilikinya, banyak orang yang
duduk mengambil faedah dan
dan terpercaya dalam hadits,
berguru kepadanya. Bahkan di antara selain Malik.”
mereka yang turut menimba ilmu
darinya adalah guru-gurunya sendiri
seperti pamannya sendiri Abu Suhail, Pujian Para Ulama
Yahya bin Abi Katsir, Az-Zuhri, Yahya Terhadapnya
bin Sa‘id Al-Anshari, Yazid bin Al-
Pujian demi pujian terlayangkan
Had, Zaid bin Abi Unaisah, Umar bin
kepadanya, baik dari para ulama
Muhammad bin Zaid, dan lainnya.
sezamannya maupun yang datang
Banyak pula teman-teman sebayanya setelahnya. Di antara pujian tesebut
yang menimba ilmu darinya seperti adalah apa yang dikatakan oleh Ibnu
Ma‘mar, Ibnu Juraij, Abu Hanifah, Al- ‘Uyainah tatkala menafsirkan sabda
Auza‘i, Syu‘bah, Sufyan Ats-Tsauri, Rasulullah  yang diriwayatkan oleh
Al-Laits bin Sa‘ad, Hammad bin Zaid, Abu Hurairah  yang berbunyi,
dan yang lainnya. “Nanti, akan keluar orang-orang dari
arah timur dan barat demi menuntut
Belum lagi murid-murid yang
ilmu, lalu mereka tidak menjumpai
tingkatannya di bawah beliau seperti
seorang pun yang lebih alim daripada
Sufyan bin Uyainah, Abdullah bin Al-
alimnya kota Madinah.”
Mubarak, Ad-Darawardi, Ibnu
Ulayyah, Muhammad bin Al-Hasan Ibnu Uyainah berkata, “Dahulu aku
Al-Faqih7, Abdurrahman bin Mahdi, katakan yang dimaksud (dengan
Abdullah bin Wahb, Waqi‘, Yahya al- ‘alimnya kota Madinah’) dalam hadits
Qaththan, Abu Hudzafah8, dan salah tersebut adalah Sa’id bin Al-
satunya adalah imam yang masyhur Musayyib, tetapi bukankah di
di antara imam yang empat, yaitu zamannya masih ada Sulaiman bin
Imam As-Syafi‘i –rahimahullah,- Yassar, Salim bin Abdullah, dan yang
serta masih banyak lagi yang lain lainnya? Maka sekarang saya katakan
yang datang dari berbagai penjuru bahwa yang dimaksud hadits
negeri di masa khalifah Abu Ja‘far Al- tersebut adalah Malik bin Anas,
Manshur, terlebih lagi pada masa karena tidak ada alim lain yang
khalifah Harun Ar-Rasyid. menandinginya (saat itu).”

7
Juga menjadi murid Imam Abu Hanifah.
8
Perawi Al-Muwaththa’ yang merupakan muridnya yang terakhir wafat.

60 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Profil
Di lain waktu Ibnu Uyainah juga Meskipun banyak pujian yang terarah
berkata, “Malik adalah alimnya kepada beliau dari para ulama di
penduduk Hijaz, dan ia adalah hujjah zamannya, beliau tetap menunjukkan
di zamannya.” Imam Asy-Syafi‘i sikap tawadhu‘ (rendah hati) dan
menyambungnya seraya berkata, tidak ingin dilebih-lebihkan
“Hal itu benar, dan bila ulama sebagaimana ungkapan beliau,
disebut-sebut, maka Malik-lah “Tidaklah aku ini melainkan seorang
bintangnya.” Dalam riwayat yang lain manusia yang bisa salah dan bisa
beliau mengatakan, “Bila hadits benar. Karena itu, lihatlah
disebut-sebut maka Malik-lah pendapatku, apa saja yang sesuai
bintangnya.” dengan Sunnah, maka ambillah.”
Imam An-Nasa’i berkata, “Aku tidak Pada suatu saat datanglah masa
punya orang setelah generasi tabi‘in ujian dan cobaan bagi Imam Malik.
yang lebih pandai, mulia, tsiqah, dan Begini ceritanya. Abu Ja‘far Al-
terpercaya dalam hadits, selain Manshur pernah melarang Malik
Malik.” Ibnu Hibban berkata, “Malik menyampaikan hadits: “Seorang
adalah orang pertama yang yang dipaksa (mentalak isterinya),
memilah-milah para perawi dari tidak jatuh talaknya” dan berfatwa
kalangan fuqaha di Madinah.” tentangnya. Kemudian ada
seseorang yang ingin ‘memancing di
Yahya bin Sa‘id Al-Anshari, ketika
air keruh’ bertanya kepada Imam
ditunjuk oleh Amirul mukminin Abu
Malik perihal hadits tersebut. Sang
Ja‘far Al-Manshur untuk menjadi
Imam pun akhirnya menyampaikannya
qadhi, pernah meminta kepada Malik
di hadapan khalayak, yang
agar menuliskan untuknya seratus
menunjukkan beliau tidak
hadits ketika ia hendak pergi ke Irak.
membenarkan talak dari orang yang
Dan Abu Ja‘far sendiri sering dipaksa. Mendengar hal itu Abu Ja‘far
bertanya kepadanya tentang halal marah, lalu ia pun memerintahkan
dan haram, sampai suatu saat ia Ja‘far bin Sulaiman, Gubernur
berkata kepada Malik, “Demi Allah, Madinah saat itu, untuk mencambuk
engkau adalah orang yang paling Malik. Maka, dicambuklah beliau
pandai dan alim.” Malik menjawab, sebanyak 70 kali hingga lumpuh
“Demi Allah, tidak demikian, wahai separuh kedua tangannya. Namun
Amirul Mukminin”. Abu Ja‘far begitu Imam Malik tetap teguh dan
berkata, “Betul! Hanya saja engkau bersabar. Beliau mengusap darah di
menyembunyikannya.” Lalu kata Abu punggungnya lalu masuk ke dalam
Ja‘far lagi, “Demi Allah, sungguh masjid dan shalat. Setelah itu dia
saya akan menulis perkataanmu berkata, “Seperti inilah yang
sebagaimana ditulisnya mushaf- dilakukan oleh Sa‘id bin Al-Musayyib
mushaf (Al-Qur’an) demi kebaikan ketika dahulu dicambuk.”
kita dan disebar ke berbagai pelosok Demikianlah, ujian dan cobaan tidak
negeri.” dapat terlepas dari kehidupan setiap

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 661
0
Profil
mukmin, apalagi seorang alim yang kepada orang yang ragu sepertimu,”
berjalan mengikuti jejak para nabi lalu beliau pun membantah mereka.
dan rasul.
Imam Malik pernah ditanya, “Apa
Keteguhannya di atas pendapatmu tentang orang yang
Sunnah dan Aqidah mengatakan Al-Qur’an itu makhluk?”
Beliau menjawab, “Dia itu seorang
Banyak kalimat dan atsar dari beliau zindiq (kafir), maka bunuhlah.”
yang menunjukkan beliau adalah
seorang imam pembela aqidah dan Di lain waktu beliau mengatakan, “Al-
Sunnah, serta memerangi bid‘ah dan Qur’an itu kalamullah. Kalamullah
para pelakunya. Di antaranya, beliau adalah bagian dari (dzat dan sifat)
pernah berkata, “Rasulullah  dan Allah, dan tidak ada satu pun dari
para pemimpin setelahnya (Khulafa’ (sifat dan dzat) Allah yang dikatakan
Rasyidun) telah menetapkan sunnah- makhluk.”
sunnah. Menjalankannya berarti Beliau juga pernah ditanya tentang
mengikuti Kitabullah yang merupakan kelompok Qadariyah, jawab beliau,
bentuk ketaatan sempurna kepada “Saya berpendapat bahwa mereka
Allah dan keteguhan di atas agama- harus diminta bertaubat. Jika mereka
Nya. Siapa saja yang mengambilnya bertaubat, (maka diterima
sebagai petunjuk, maka akan diberi taubatnya), sedang jika tidak, maka
petunjuk, dan siapa pun yang dibunuh.”
mencari pertolongan dengannya,
niscaya dia akan ditolong. Pernah ada seseorang datang
Sebaliknya, barangsiapa yang kepada Imam Malik membaca firman
meninggalkan jalan kaum mukminin Allah :
(yakni para sahabat Nabi ), maka
Allah akan memalingkannya ke arah
mana dia berpaling, lalu “Allah beristiwa’9 di atas ‘Arsy.” (Q.S.
memasukkannya ke dalam neraka Thaha:5)
Jahannam, dan Jahannam itu adalah
sejelek-jelek tempat kembali –wal Kemudian orang itu bertanya,
‘iyadzu billah-.” “Bagaimana istiwa’ Allah itu?” Imam
Malik marah sampai berkeringat dan
Asy-Syafi‘i menceritakan bahwa mengetuk-ngetuk tongkatnya ke
Imam Malik pernah didatangi oleh tanah seraya berkata, “Istiwa’ itu
sebagian ahli bid‘ah lalu beliau sama diketahui maknanya (dalam
berkata, “Adapun aku, maka sungguh bahasa Arab). Adapun hakekatnya,
aku berada di atas petunjuk tidaklah diketahui. Mengimaninya
agamaku, adapun kamu pergilah wajib, dan bertanya ‘bagaimananya’

9
Istiwa’ artinya tinggi diatas, sebagaimana dinukil oleh Bukhari dalam Shahihnya dari
sebagian tabi‘in di antaranya Abu Al-‘Aliyah.

62 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M
Profil

adalah bid‘ah. Dan saya kira kamu ini Aqdhiyah, Juz’ fit Tafsir, Kitab as-Sir,
seorang ahli bid‘ah.” Beliau lalu dan lainnya Belum lagi fatwa-fatwa
meminta agar orang itu dikeluarkan dan jawaban-jawaban beliau
dari majelisnya. terhadap berbagai permasalahan
agama yang termuat dalam kitab Al-
Dalam riwayat lain beliau menjawab,
Mudawwanah Al-Kubra yang beliau
“Allah ber-istiwa’ sebagaimana yang
susun sendiri, dan fatwa-fatwa
Ia sifati sendiri untuk diri-Nya, tidak
beliau dalam kitab At-Tamhid yang
boleh ditanya bagaimananya.”
disusun oleh Ibnu Abdil Bar.
Beliau juga mengatakan, “Allah itu di
Sebelum wafat, beliau sempat
atas langit, dan ilmunya ada di
membaca potongan ayat ke-4 dalam
segala tempat. Tiada satu pun yang
surat Ar-Rum:
terluput dari pengetahuan-Nya.”
Demikianlah kalimat-kalimatnya yang
tegas dalam memegang Sunnah dan “Bagi Allah-lah segala urusan sebelum
aqidah yang lurus, serta memerangi dan sesudah (terjadinya).”
bid‘ah dan para pelakunya.
Itu menunjukkan keridhaan beliau
dengan takdir Allah, karena ajal
Wafatnya adalah bagian dari takdir-Nya.
Beliau wafat pada bulan Rabi’ul
Rahimahullahu rahmatan wasi‘ah wa
Awwal tahun 179 H di Madinah
jazahu ‘anil Islam wal muslimin
dalam usia 86 tahun. Jenasahnya
khairal jaza’.
dishalati oleh Gubernur Madinah saat
itu, Abdullah bin Muhammad al- -Wallahu a‘lam-
Abbasi al-Hasyimi, lalu dimakamkan
di pemakaman Baqi’.

Karya-Karyanya
Imam Malik meninggalkan karya- Referensi:
karya yang sangat berharga dan
1. Siyar A‘lam An-Nubala’ karya Adz-
tinggi nilainya bagi kaum muslimin, di
Dzahabi.
antaranya yang paling terkenal dan
menjadi salah satu kitab induk dalam 2. Tahdzib At-Tahdzib karya Ibnu Hajar.
merujuk hadits-hadits Nabi  yaitu 3. Ats-Tsiqat karya Ibnu Hibban.
kitab Al-Muwaththa’. Di samping itu,
karya-karya beliau yang lain seperti 4. Kitab-kitab lain tentang rijal dan
Risalah fil Qadar, Risalah fil biografi para ulama.

Fatawa Vol.Vol.
Fatawa 01/03/I/Dzulqa’dah
I / Ramadhan 1423
1423HH -- 2002
2003 M 663
2
Dana Peduli
Dakwah Salafiyah
Islamic Center Bin Baaz  Pondok Pesantren Jamilurrahman  Balai Pengobatan dan Rumah Sakit
Bersalin  Pembinaan Dakwah di Kampus , Masjid-Masjid, Daerah Terpencil, dan lain-lain
Dana dapat Anda disalurkan ke:
Rek. Giro. No. 801.20173001
a.n. Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy Yogyakarta

Daftar Penyumbang s/d Desember 2002


1. Saldo s/d 1 Syawwal 1423 H Rp 4.048.000,-
2. Infaq rutin muhsinin Jogjakarta Rp 1.695.000,-
3. Kotak Infaq (22 buah) Rp 906.300,-

Jumlah Rp 6.649.300,-

Atas amal jariyahnya, kami doakan


Administratur
Dana Peduli Dakwah Salafiyah

Ir. Tri Madiyono.

PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL-QUR’AN IMAM SYAFI’I


PURING - KEBUMEN - JAWA TENGAH

Menerima Pendaftaran Santri Baru


Syarat-syarat pendaftaran:
1. Laki-laki usia SMP - SMU (bisa sekolah di Madrasah luar dengan biaya sendiri).
2. Mengisi formulir pendaftaran.
3. Membayar uang pendaftaran Rp.5000,-
4. Membawa fotocopy ijazah terakhir.
5. Membayar uang bulanan Rp.50.000,-
Fasilitas:
Masjid, Asrama, Kamar Mandi, WC, Masak di masakkan.
Tempat Pendaftaran:
Pon.Pes. Tahfidz Al-Qur’an Imam Syafi’i, Tambakmulyo - Puring - Kebumen - Jateng.
Pendaftaran dapat dilakukan setiap saat, dibuka mulai 3 Syawwal 1423

64 Fatawa Vol. 03/I/Dzulqa’dah


01/ I / Ramadhan1423
1423
H -H2003
- 2002
M M