Anda di halaman 1dari 3

BUPATI GROBOGAN

JL. GATOT SUBROTO NO. 6 PURWODADI-GROBOGAN KODE POS ( 58111 )


JAWA TENGAH, No. Telp. (0292) 421040, Fax. (0292) 421060

Purwodadi, 22 Juni 2009

Nomor : 141/2782/II Kepada :


Lampiran : - Yth. CAMAT SE-KABUPATEN
Perihal : Petunjuk Teknis Penyusunan GROBOGAN
SOTK Pemerintah Desa.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 11 Tahun


2006 tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan
Desa serta Peraturan Bupati Grobogan Nomor 11 Tahun 2009 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 11 Tahun 2006
tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa,
maka dalam rangka kelancaran, ketertiban dan Penyusunan Struktur Organisasi
dan Tata Kerja Pemerintah Desa di Kabupaten Grobogan, dengan ini perlu kami
sampaikan petunjuk teknis penyusunan struktur Organisasi dimaksud.
Selanjutnya diminta bantuan Saudara untuk menyampaikan kepada Desa-desa
diwilayah Saudara.
Adapun petunjuk teknis dimaksud adalah sebagai berikut :
A. Persiapan
1. Kepala Desa membentuk tim penyusun Peraturan Desa tentang Struktur
Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa ditetapkan dengan
Keputusan Kepala Desa dengan susunan sebagai berikut :
a. Kepala Desa sebagai Penanggung Jawab
b. Sekretaris Desa Sebagai Ketua
c. Sekretaris
d. Anggota
Sekretaris dan Anggota tim adalah dari Perangkat Desa lainnya sesuai
kondisi di desa masing-masing.
2. Tim melaksanakanan verivikasi dan validasi data terakhir mengenai luas
wilayah, jumlah penduduk dan kemampuan keuangan desa guna
penentuan pola minimal atau maksimal.
B. Penentuan Pola Minimal atau Pola Maksimal
Penentuan Pola Minaimal atau Pola Maksimal oleh tim ditentukan dengan
didasarkan pada :
1. Jumlah Penduduk yaitu :
a. Jumlah Penduduk < 2.500 jiwa diberikan bobot nilai 15
b. Jumlah Penduduk 2.501 s/d 7.500 jiwa diberikan bobot nilai 20
c. Jumlah Penduduk 7.501 s/d 12.500 jiwa diberikan bobot nilai 25
d. Jumlah Penduduk > 12.500 jiwa diberikan bobot nilai 30
2. Luas Wilayah Desa yaitu :
a. Luas wilayah < 3 KM2 diberikan bobot nilai 15
b. Luas wilayah 3,1 s/d 15 KM2 diberikan bobot nilai 20
c. Luas wilayah 15,1 s/d 27 KM2 diberikan bobot nilai 25
d. Luas wilayah > 27 KM2 diberikan bobot nilai 30
3. Kekayaan Desa yang menjadi Pendapatan Asli Desa yaitu ditentukan
sebagai berikut:
a. Pendapatan Asli Desa < Rp. 50.000.000,- diberikan bobot nilai 15
b. Pendapatan Asli Desa Rp. 50.000.001,- s/d Rp. 100.000.000,-
diberikan bobot nilai 20
c. Pendapatan Asli Desa Rp. 100.000.001,- s/d Rp. 150.000.000,-
diberikan bobot nilai 25
d. Pendapatan Asli Desa > Rp. 150.000.000,-diberikan bobot nilai 30
4. Jumlah bobot nilai dari ketiga indikator tersebut dijadikan dasar
penetuan pola minimal atau pola maksimal yaitu sebagai berikut :
a. dalam hal jumlah bobot nilai dari ketiga indikator sebagaimana
dimaksud pada angka 1 s/d 3 < 50, maka struktur organisasi
pemerintah desa adalah dengan pola minimal dengan 3 jabatan
Kaur di bawah Sekretaris Desa.
b. dalam hal jumlah bobot nilai dari ketiga indikator sebagaimana
dimaksud pada angka 1 s/d 3 > 50, maka struktur organisasi
pemerintah desa dapat ditetapkan dengan pola maksimal dengan 5
jabatan kaur di bawah Sekretaris Desa. Penetapan pola pada
struktur organisasi pemerintah desa ini mempertimbangkan
kebutuhan desa yang memperhatikan kebutuhan organisasi Desa
dalam rangka pelayanan masyarakat yang efektif dan efisien.
Contoh :
- Jumlah penduduk Desa X = 2.500 jiwa, diberi bobot nilai 15.
- Luas wilayah Desa X = 15 Km2, diberi bobot nilai 20.
- Hasil lelang tanah kas desa X = Rp. 5.400.000,- , akan diberi bobot
nilai 15.
- Jumlah bobot nilai Desa X = 15+20+15 = 50. Oleh karena jumlah
bobot nilai adalah 50 maka struktur organisasi pemerintah desa
ditetapkan dengan pola minimal.
C. Penyusunan Peraturan Desa
1. Tim penyusun Struktur Organisasi dan Tata kerja Pemerintah Desa
menyusun Peraturan Desa tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Pemerintah Desa.
2. Rancangan Peraturan Desa sebagaimana dimaksud pada huruf C angka
1 diajukan oleh Pemerintah desa kepada BPD.
D. Pembahasan dan Penetapan Peraturan Desa
1. Pembahasan dan penetapan peraturan desa dilaksanakan sesuai
mekanisme yang telah ditetapkan dalam tata tertib BPD.
2. Paling lambat 7 (tujuh) hari setelah ditetapkan Peraturan Desa tentang
Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa, tembusan Perdes
dimaksud agar dikirimkan Kepada Bupati melalui Camat.

Demikian untuk menjadikan perhatian dan agar digunakan sebagai


pedoman.

BUPATI GROBOGAN,

H. BAMBANG PUDJIONO, SH.

TEMBUSAN, disampaikan kepada Yth. :


1. Ka. Inspektorat Kab. Grobogan;
2. Ka. Sub Bag. Kesekretariatan dan SANTEL Setda Kab. Grobogan;
3. Arsip.

Anda mungkin juga menyukai