Anda di halaman 1dari 14

EMBRIOLOGI HEWAN

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EMBRIO KATAK

Tujuan :
Agar para mahasiswa dapat memperoleh gambaran riil dan mengetahui tahap-tahap
perkembangan embrio katak mulai dari telur sampai dengan tahap penutupan insang
luar, premetamorfosis dan metamorfosis.

Urutan perkembangan embrio katak Rana pipiens dibagi menjadi 25 stadium, yaitu :

Stadium 1 : Telur yang belum dibuahi (umur 0,0 jam, diameter 1,7 mm).

Keadaan ini terjadi segera setelah telur dikeluarkan (oviposisi) dari tubuh induk katak.
Telur terbungkus oleh lapisan gelatin. Bagian telur dapat dibedakan menjadi polus
animalis dan polus vegetativus berdasarkan tingkat pigmentasinya.

Stadium 2 : Telur yang telah dibuahi (umur 1,0 jam, diameter 1,7 mm).

Terbentuk membran pembuahan berbentuk bulan sabit dan berwarna abu-abu (gray
crescent) pada bagian permukaan telur yang menjadi tempat masuk spermatozoon.
Setelah mengalami pembuahan, metabolisme sel telur akan meningkat, sementara
permiabilitas dinding sel telur berkurang.

 Perkembangan Katak
Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 3 : Pembelahan tingkat pertama menjadi 2 sel (umur 3,5 jam, diameter 1,7
mm).

Bidang pembelahan pertama meridional (vertikal), gray crescent terbagi menjadi 2


bagian yang sama besar. Dua buah blastomer yang terbentuk memiliki bagian polus
animalis dan polus vegetativus.

Stadium 4 : Pembelahan menjadi 4 sel (umur 4,5 jam, diameter 1,7 mm).

Bidang pembelahan kedua masih tetap meridional (vertikal). Pada saat ini terjadi
perbedaan pembagian gray crescent. Dua sel memiliki dan dua sel lainnya tidak
memiliki.

 Perkembangan Katak
Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 5 : Pembelahan menjadi 8 sel (umur 5,5 jam, diameter 1,7 mm).

Bidang pembelahan ketiga berpola latitudinal. Pada stadium ini terjadi perbedaan ukuran
blastomer. Mikromer (sel-sel blastomer yang berukuran kecil) berpigment tebal,
sedangkan makromer (yang berukuran lebih besar) berpigment tipis saja. Tampak
adanya inisiasi calon blastocel.

Stadium 6 : Pembelahan menjadi 16 sel (umur 6,5 jam, diameter 1,7 mm).

Dua bidang pembelahan ke-4 meridional (vertikal) terbentuk pada stadium ini, selain
itu terjadi segregasi plasma benih (germ plasm).

 Perkembangan Katak
Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 7 : Pembelahan menjadi 32 sel (morulla, umur 7,5 jam, diameter 1,7 mm).

Dua bidang pembelahan ke-5 latitudinal. Membentuk massa sel yang disebut sebagai
morulla. Blastomer penyusunnya berukuran lebih kecil apabila dibandingkan dengan
stadium sebelumnya, sedangkan blastocel membesar.

Stadium 8 : Pertengahan pembelahan (blastula awal, umur 16 jam, diameter 1,7 mm).

Blastocel terus membesar, pola pembelahan berikutnya yang terjadi tidak memiliki
aturan pasti. Pergerakan embrio secara umum dilakukan dengan bantuan silia sel-sel
blastomer bagian luar. Permukaan embrio masih terlihat sebagai susunan sel-sel yang
tidak rata dan membentuk struktur permukaan multiseluler.

 Perkembangan Katak
Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 9 : Akhir pembelahan (blastula akhir, umur 21 jam, diameter 1,7 mm).

Struktur permukaan yang multiseluler berangsur menghilang dan menjadi lebih halus
atau rata. Terbentuk bangunan yang disebut germ ring, epiblast dan hypoblast. Bagian
dorsal, sesuai dengan peta blastula merupakan calon pembentuk organ.

Stadium 10 : Pembentukan bibir dorsal (gastrula awal, umur 26 jam, diameter 1,7
mm).

Terjadi epiboly germ ring ke arah polus vegetativus, invaginasi dan involusi bibir
dorsal (labium dorsale).

 Perkembangan Katak
Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 11 : Pembentukan bibir lateral (gastrula pertengahan, umur 34 jam, diameter
1,7 mm).

Terjadi pembentukan bibir lateral (labium laterale), invaginasi yang semakin


dalam dan blastocel mulai terdesak oleh adanya gastrocel.

Stadium 12 : Pembentukan bibir ventral (gastrula akhir, umur 42 jam, diameter 1,7
mm).

Labium ventrale dan yolg plug mulai terbentuk. Terjadi kontriksi labia, sedangkan ukuran
gastrocel menjadi lebih besar. Blastocel menghilang dan diikuti oleh terbentuknya
blastoporus.

 Perkembangan Katak
Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 13 : Pembentukan lamina neuralis (neurula awal, umur 50 jam, panjang
embrio 1,8 mm).

Blastoporus mengecil seiring dengan adanya pembentukan stria primitiva. Bentuk


embrio tidak lagi bundar melainkan agak lonjong. Lamina neuralis juga mulai tampak.

Stadium 14 : Pembentukan torus medullaris (neurula tengah, umur 62 jam, panjang


embrio 2,0 mm).

Torus medullaris terbentuk, axis (sumbu panjang tubuh) embrio semakin jelas.
Terjadi penebalan neuroectoderm sebagai calon otak di bagian anterior.

 Perkembangan Katak
Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 15 : Terjadi peristiwa rotasi sumbu tubuh dan peleburan torus medullaris
(umur 67 jam, panjang embrio 2,5 mm).

Torus medullaris mengalami peleburan menjadi satu dan membentuk crista neuralis.
Bagian enteron membentuk bangunan yang memanjang dan diikuti oleh adanya rotasi
sumbu tubuh embrio.

Stadium 16 : Pembentukan canalis neuralis (neurula akhir) (umur 72 jam, panjang


embrio 3,0 mm).

Masih terdapat neuroporus pada bagian anterior dan posterior. Embrio dapat
dibedakan menjadi bagian kepala, leher dan badan. Bagian dorsal embrio berbentuk
cembung.

 Perkembangan Katak
Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 17 : Pembentukan kuntum ekor ( umur 84 jam, panjang embrio 3,5 mm).

Blastoporus mulai menghilang dan muncul canalis mesoentericus. Neuroporus menutup,


badan memanjang, bagian dorsal cekung, somit-somit terbentuk. Calon-calon organ juga
terbentuk, seperti mesenchym jantung, arches visceralis, blok mesoderm, pronephros,
hypochorda, sense plate, gill plate, vesicula optica, placoda auditoria dan placoda
olfactoria.

Stadium 18 : Mulai terjadi reaksi otot (gerak otot tubuh secara aktif) (umur 96 jam,
panjang embrio 4,0 mm).

Mulai terjadi gerakan pertama dengan bantuan otot tubuh embrio. Bagian calon otak
primer dan infundibulum masih terpisah dari calon hipofise. Linea lateralis mulai
muncul. Sementara itu placoda auditoria mulai terpisah dari ectoderm kepala, placoda
lensa mata terbentuk dan radix ventralis terpisah dari medulla spinalis. Hypochodra juga
mulai terpisah dari enteron. Chorda dorsalis pada stadium ini telah mencapai puncak
perkembangannya. Sumbat esofagus terbentuk dan mulai timbul aorta dorsalis maupun
vena vitellina.

 Perkembangan Katak
Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 19 : Jantung mulai berdenyut (umur 118 jam, panjang embrio 5,0 mm).

Epifise mulai terbentuk diikuti oleh adanya perubahan posisi infundibulum dan
hypofise pada lokasi yang tetap. Thyroid mengalami evaginasi, nervus trigeminus dan
placoda-nya mulai muncul. Nervus facialis dan auditorius terbentuk pada crista
cranialis II. Sementara itu lensa mata terpisah dari ectoderm. Somit yang terbentuk
meliputi 13 buah pada bagian badan dan 32 buah pada ekor. Serabut-serabut otot mulai
berfungsi diikuti dengan semakin sempurnanya diferensiasi sclerotome jantung. Gejala
yang tampak adalah adanya aktivitas kontraksi otot-otot jantung (ada denyutan).

Stadium 20 : Tahap penetasan (sirkulasi insang luar mulai tampak, umur 140 jam,
panjang embrio 6,0 mm).

Lapisan gelatin sebagai pelindung terhadap dunia luar mulai pecah dan larut dalam air.
Pada tahap ini dianggap bahwa telur telah menetas. Sucker pada bagian ventral calon
mulut mulai terbentuk lengkap. Sistem peredaran mulai tampak ditandai adanya
pembentukan lapisan dinding jantung secara lengkap dan penyempurnaan vena
pulmonaris. Sirkulasi insang luar dan pembuluh-pembuluh darah terbentuk sempurna.
Vena cardinalis posterior bercabang ke mesonephros. Placoda olfactorius (cekungan
hidung) sudah tumbuh. Sementara itu sistem syaraf mulai mengalami penyempurnaan
dengan terbentuknya massa ganglion cranialis (nervus opticus) dan sistem syaraf
simpatik.

 Perkembangan Katak


Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 21 : Mulut mulai membuka (umur 162 jam, panjang embrio 7,0 mm). Kornea
mata mulai tampak transparan.

Bentuk embrio mengalami perubahan mencolok dari larva ke berudu. Mulut tampak
terbuka, kornea transparan dan calon cerebrum mulai terbentuk. Vesicula otica
mengalami diferensiasi lanjut. Ductus endo lymphaticus terbuka ke arah permukaan
diikuti dengan adanya inversi total pada jantung. Radix dorsalis, ganglion spinale dan
auricula di sebelah kanan dan kiri torus genitalis mulai terbentuk sempurna.

Stadium 22 : Tahap sirkulasi ekor (umur 192 jam, panjang embrio 8,0 mm).

Bagian jantung telah lengkap diikuti dengan mulai berfungsinya sistem sirkulasi bagian
ekor secara sempurna. Mulai timbul kuntum calon paru-paru, sementara itu hypochorda
mulai menghilang. Mesonephros juga tampak mulai terbentuk.

 Perkembangan Katak


Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 23 : Tahap pembentukan operculum dan gigi tanduk (umur 216 jam, panjang
embrio 9,0 mm).

Tahap ini ditandai dengan menutupnya insang yang dimulai dengan terbentuknya
operculum bagian kiri. Gigi tanduk mulai muncul bersamaan dengan itu tampak pula
calon lidah. Kelenjar carotid mulai terbentuk diikuti dengan hilangnya sumbat
esofagus. Calon pankreas, arteri pharyngealis dan lamina precordalis sebagai
pembentuk dasar plexus choroidicus mulai timbul. Disusul kemudian dengan timbulnya
lobus opticus cerrebellum dan nervus cranialis.

Stadium 24 : Tahap penutupan insang kanan (umur 240 jam, panjang embrio 10,0 mm).

Kelenjar mukus mengalami atropi, mulut mulai melebar dengan susunan gigi
tanduknya. Berudu mulai makan tumbuh-tumbuhan. Intestinum cukup panjang dan
tampak sebagai lingkaran-lingkaran. Operculum kanan mulai terbentuk dan menutupi
insang bagian ini. Kelenjar tiroid mulai berfungsi disertai dengan mulai terbentuknya
calon lien. Celah branchial mulai tembus sebagai terusan. Mesonephros berkembang
diikuti dengan terpisahnya utricula dengan saccula. Canalis semicircularis, lobus
opticus, vena cardinalis medianus dan vena cava mulai terbentuk.

 Perkembangan Katak


Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium 25 : Tahap penutupan insang sempurna (umur 284 jam, panjang embrio 11,0
mm).

Silia menghilang, kecuali pada bagian ekor. Spiraculum mulai terbentuk. Gigi parut
mulai tampak pada bagian bibir berudu. Sementara itu diferensiasi esofagus dan
ventriculus mulai terjadi. Kuntum paru-paru mulai memanjang diikuti dengan
perkembangan pronephros yang mencapai puncaknya. Retina mengalami diferensiasi
lebih lanjut. Choanae interna mulai terbuka dan dilanjutkan dengan pembentukan
nervus olfactorius serta nervus abducent.

Stadium selanjutnya adalah premetamorfosis.

Pada saat panjang embrio telah mencapai 12 mm, mulai terbentuk hidung. Organ
thymus terbentuk pada posisi terakhirnya. Panjang badan embrio mencapai 15 mm,
kartilago sekeliling chorda dorsalis dan segmentasi vertebrae mulai terbentuk. Saccula
mulai berkembang dan membentuk lagena. Rongga basilaris, sistem lateralis
mencapai puncak perkembangannya. Tubulus mesonephridicus mulai berasosiasi
dengan vena cardinalis. Pronephros mencapai puncak perkembangannya dan pada saat
panjang embrio mencapai 20 mm, terjadi degenerasi. Cortex adrenalis menjadi lebih jelas
dan primordia gonade terbentuk.

 Perkembangan Katak


Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008
Stadium metamorfosis.

Pada umur 70 - 90 hari, gigi tanduk mulai tanggal, mulut menjadi lebih lebar, intestinum
memendek yang diikuti dengan perubahan histologis dinding penyusunnya. Sementara
itu ekor mengalami degenerasi sampai sejumlah 32 pasang somit. Dua pasang kaki
berkembang pesat, linea lateralis menghilang, lidah berkembang dan kelenjar
endokrin mulai aktif. Selanjutnya diikuti oleh semakin sempurnanya perkembangan
gonade sebagai calon testis atau ovarium.

 Perkembangan Katak


Oleh : Ir. Ciptono,M.Si., FMIPA UNY - 2008