Anda di halaman 1dari 37

Page |

DISUSUN OLEH
Ahmad Romadhon
MAN 6 JAKARTA
04-045

KATA PENGANTAR

Pertama – tama penulis panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT . atas berkah

dan rahmatnya , penulis dapat menyusun makalah ini dengan judul :

Makalah LDSB Saka Bhayangkara Kramat Jati Jakarta Timur

Yang disusun berdasarkan pelantikan Saka Bhayangkara . Makalah ini disusun

dengan maksud untuk memenuhi persyaratan pengambilan bad Saka bhayangkara .


Ucapan terima kasih kepada Kakak pembina dan kakak penegak Saka

Bhayangkara yang telah menguji fisik dan mental penulis yang dilaksanakan bersamaan

dengan “ PERKEMAHAN PERJUSAMI “ yang dilaksanakan di bumi perkemahan Cibubur

,jakarta Timur .

Akhirnya penulis berharap , semoga dengan makalah ini dapat membantu

Anggota Pramuka pada umumnya dan penegak Saka Bhayangkara pada khususnya .

Sangat disadari makalah ini , baik isi maupun teknik penulisannya masih banyak

kekurangan , oleh karena penulis masih dalam taraf belajar .

Page |
2
Jakarta,6 Februari 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN 4

1.1.Latar Belakang 4
BAB II

1.1.Gerakan Pramuka 5

1.2.Kelompok umur dan tingkatan 7

1.3.Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan 7

1.4 Kode Kehormatan 8

BAB III

1.1 Saka Bhayangkara 13


Page |
DAFTAR PUSTAKA 36 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saka merupakan wadah pendidikan kepramukaan guna menyalurkan minat,


mengembangkan bakat, dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan,
dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai kejuruan bidang, serta meningkatkan
motivasinya untuk kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberikan bekal
bagi kehidupan dan penghidupan, serta bekal pengabdiannya kepada masyarakat,
bangsa, dan negara sesuai aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan
pembangunan nasional.

Saka Bhayangkara atau Satuan Karya Pramuka Bhayangkara adalah satuan karya
pramuka yang merupakan wadah kegiatan kebhayangkaraan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kamtibmas, guna
menumbuhkan kesadaran berperan serta dalam pembangunan nasional.
Bhayangkara berarti penjaga, pengawal, pengaman, atau pelindung keselamatan
bangsa dan negara.

Kebhayangkaraan adalah kegiatan yang berkaitan dengan pertahanan dan


keamanan negara dalam rangka menjamin tetap tegaknya negara kesatuan Republik
Indonesia tahun 1945 dan melindunginya terhadap setiap ancaman baik dari luar
maupun dari dalam negeri.

Saka Bhayangkara terbentuk berdasarkan :

1. UU no.13/1961 : Ketentuan - ketentuan pokok POLRI;


2. Kepres RI no.238/1961 : Gerakan Pramuka;
3. Keputusan bersama Kepala Kepolisisan RI dengan Kwarnas no. Pol. Kep/08/V/1980,
no. 050 tahun1980 tentang : Kerjasama dalam dan pengembangan pendidikan
Kebhayangkaraan dan kepramukaan; Page |
4. Keputusan Kwarnas no. 32/1989 : Petunjuk penyelenggaraan Saka Pramuka; 4
5. Keputusan Kwarnas no 020/1991 : Petunjuk penyelenggaraan Saka Bhayangkara;
6. Keputusan Kwarnas no.57/1988 : AD Gerakan Pramuka;
7. Keputusan Kwarnas no. 103/1989 : ART Gerakan Pramuka;

BAB II
1.1 Gerakan Pramuka Indonesia
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal
yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata
"Pramuka" merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda
yang suka berkarya.

"Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi;


Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka,
Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Sedangkan yang dimaksud "kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar


lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik,
menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan
Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya
pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem
pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan
perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Sifat
Lambang Pramuka Indonesia yaitu tunas kelapa yang dijahitkan di kerah kiri baju
pramuka (untuk wanita). Lambang Pramuka Internasional yang dijahitkan di kerah kanan
baju pramuka (untuk wanita). Bagi pria, tunas kelapa berada di kantung sebelah kiri,
sedangkan Lambang Pramuka Internasional dijahitkan pada sebelah kanan kemeja.
Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dijahitkan di lengan
kanan baju Pramuka.

Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen,


Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :

1. Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di


suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan,
kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
2. Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di
dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan
persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan
kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
3. Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja
untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan Page |
pendidikannya selalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan. 5

Fungsi
Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai
berikut:

1. Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda

Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan


mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan
permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat
kita sebut saja kegiatan menarik.

2. Pengabdian bagi orang dewasa

Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang
memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai
kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian
tujuan organisasi.

3. Alat bagi masyarakat dan organisasi

Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan


masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan
organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam
satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.

Tujuan
Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan
prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan
dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia
dengan tujuan agar;

1. anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi
mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
2. anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
3. anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya.
4. anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa
Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga
menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu
menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.

Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan
yang dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada
pencapaian tujuan tersebut.

Tugas Pokok
Page |
Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan
kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka, 6
sehingga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan
sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan
negara. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka
selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.

Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan


Pramuka disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa
Indonesia ini tercantum dalam Garis Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan
MPR. Gerakan Pramuka dalam ikut membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu
mengikuti kebijakan Pemerintah dan segala peraturan perundang-undangannya.

Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha


membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya
Gerakan Pramuka harus memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan
masyarakat, termasuk orang tua anggota Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka
terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa
yang diharapkan orang tua anggotanya dan masyarakat di lingkungannya.

1.2 Kelompok umur dan tingkatan


Kelompok umur adalah sebuah tingkatan dalam
kepramukaan yang ditentukan oleh umur anggotanya.

Kelompok dibagi menjadi 4 :

1. Kelompok umur 7-10 tahun disebut dengan


Pramuka Siaga
2. Kelompok umur 11-15 tahun disebut dengan
Pramuka Penggalang
3. Kelompok umur 16-20 tahun disebut dengan Pramuka Penegak
4. Kelompok umur 21 - 25 tahun disebut dengan Pramuka Pandega

Ada juga Kelompok Khusus, yaitu Kelompok yang ditujukan untuk orang yang
memiliki kedudukan dalam kepramukaan. Misalnya Pramuka Pembina, adalah sebutan
untuk orang dewasa yang memimpin Pramuka. Dan Pramuka Andalan, adalah anggota
Pramuka yang mengambil bagian dalam keanggotaan Kwartir dalam Pramuka. Contoh
lainnya adalah Pelatih, Pamong Saka, Staff Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Tingkatan
Tingkatan dalam kepramukaan adalah sebuah tingkatan yang ditentukan oleh
kemampuan anggotanya, kemampuan itu disebut dengan Syarat-syarat Kecakapan
Umum atau SKU. Untuk Pramuka siaga dan penggalang, masing-masing Kelompok umur
memiliki tiga Tingkatan. Untuk Penegak memiliki dua tingkatan. Sedangkan Pramuka
Pandega hanya satu tingkatan.

1. Tingkatan Pramuka Siaga : Siaga Mula, Siaga Bantu, Siaga Tata.


2. Tingkatan Pramuka Penggalang : Penggalang Ramu, Penggalang Rakit,
Penggalang Terap
Page |
3. Tingkatan Pramuka Penegak : Penegak Bantara, Penegak Laksana
7
Ada juga sebuah tingkatan khusus yang disebut dengan Pramuka Garuda, yaitu
tingkatan tertinggi dalam setiap kelompok umur dalam kepramukaan.

1.3 Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan


Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan merupakan prinsip yang digunakan dalam
pendidikan kepramukaan, yang membedakannya dengan gerakan pendidikan lainnya.

[[Baden-Powell]] sebagai penemu sistem pendidikan kepramukaan telah


menyusun prinsip-prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, lalu menggunakannya untuk
membina generasi muda melalui pendidikan kepramukaan. Beberapa prinsip itu
didasarkan pada kegiatan anak atau remaja sehari-hari. Prinsip Dasar dan Metode
Kepramukaan itu harus diterapkan secara menyeluruh. Bila sebagian dari prinsip itu
dihilangkan, maka organisasi itu bukan lagi gerakan pendidikan kepramukaan.

Dalam ''Anggaran dasar Gerakan Pramuka'' dinyatakan bahwa Prinsip


Dasar dan Metode Kepramukaan bertumpu pada:

1. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;


2. Kepedulian terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
seisinya;
3. Kepedulian terhadap diri pribadinya;
4. Ketaatan kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Prinsip dasar
Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma sosial hidup seorang anggota Gerakan
Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan
untuk diri pribadinya dengan dibantu oleh pembina, sehingga pelaksanaan dan
pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggung
jawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

Metode Kepramukaan
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar [[progresif]] melalui :

1. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;


2. Belajar sambil melakukan;
3. Sistem berkelompok;

Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai
dengan

Perkembangan rohani dan jasmani pesertadidik :

1. Kegiatan di alam terbuka; Page |


2. Sistem tanda kecakapan;
8
3. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
4. Sistem among.

Metode Kepramukaan pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar
Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. Metode
Kepramukaan juga digunakan sebagai sebagai suatu sistem yang terdiri atas unsur-
unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai
fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya
tujuan.

1.4 Kode Kehormatan


Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan
Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan
dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.

Satya
Satya adalah :

1. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan
Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;
2. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan
mengamalkan janji;
3. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi,
intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota
masyarakat lingkungannya.

Satya dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwisatya
dan Trisatya"
Dwisatya

“ Dwisatya Pramuka Siaga

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik


Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga.

2. setiap hari berbuat kebajikan. ”


Dwisatya adalah satya yang digunakan khusus untuk Pramuka Siaga.
selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

• Trisatya

Trisatya merupakan janji dan tiga kode moral yang digunakan dalam Gerakan
Pramuka. Disebut trisatya karena mengandung tiga butir utama yang menjadi panutan
setiap Pramuka.
Page |
Setiap kali Pramuka akan dilantik menuju tingkatan yang lebih tinggi atau dilantik 9
untuk acara lainnya, diwajibkan melaksanakan upacara ucap ulang janji yang berupa
pembacaan trisatya di depan sang saka merah putih. Kode Moral Trisatya digunakan
oleh pramuka golongan penggalang, penegak dan pandega.

Trisatya dibagi dua, Trisatya untuk Penggalang dan Trisatya untuk Penegak, Pandega,
dan anggota dewasa.

• Trisatya untuk penggalang selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

“ Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik


Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2. menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat

3. menepati Dasadharma. ”

• Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa selengkapnya berbunyi


sebagai berikut :

“ Trisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik


Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2. menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat

3. menepati Dasadarma. ”
• Dharma

Dharma adalah :

1. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti
luhur.
2. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong pesertadidik menemukan,
menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan
menjadi anggota.
3. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui
kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan
masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa
kebersamaan dan gotong royong;
4. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral
disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban
anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.

Dharma dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu
Dwidharma dan Dasadharma"

Dwidharma Page |
10
Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

“ Dwidarma Pramuka Siaga

• Siaga berbakti kepada ayah


bundanya.

• Siaga berani dan tidak putus asa. ”

Dasadharma

Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

“ Dasadharma ”

Pramuka itu:

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


2. Cinta alam dan kasih sayang sesama
manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil, dan gembira.
7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
8. Disiplin, berani, dan setia.
9. Bertanggungjawab dan dapat
dipercaya.

10.Suci dalam pikiran, perkataan dan


perbuatan.

Kegiatan
Kegiatan pembinaan peserta didik dalam Gerakan Pramuka harus menggunakan
semua Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan tersebut.

Pelaksanaan penggunaannya harus disesuaikan dengan keadaan, kepentingan


dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar dapat dijamin bahwa
pendidikan itu akan menghasilkan manusia, warga negara dan anggota masyarakat yang
sesuai dan memenuhi keadaan dan kebutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia.

Usaha Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuannya itu harus mengarah pada
pengembangan dan pembinaan watak, mental, jasmani dan rohani, bakat, pengetahuan,
pengalaman dan kecakapan pramuka, melalui kegiatan yang dilakukan dengan praktek
secara praktis, dengan menggunakan Sistem Among dan Prinsip Dasar dan Metode Page |
Kepramukaan. 11

Tanda Pengenal

Macam-macam Tanda Pengenal

Tanda Umum

Dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang sudah
dilantik, baik putra maupun putri.

Macamnya: - Tanda tutup kepala, - setangan / pita leher, - tanda


pelantikan, - tanda harian, - tanda WOSM.

Tanda Satuan
Menunjukkan Satuan / Kwartir tertentu, tempat seorang anggota Gerakan
Pramuka bergabung.

Macamnya: - Tanda barung / regu / sangga, - gugus depan, - kwartir, - Mabi, -


krida, - saka, - Lencana daerah, - satuan dan lain-lain.

Tanda Jabatan
Menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang anggota Gerakan Pramuka
dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka.

Macamnya: - Tanda pemimpin / wakil pemimpin barung / regu / sangga, - sulung,


pratama, pradana, - pemimpin / wakil krida / saka, - Dewan Kerja, Pembina, Pembantu
Pembina, Pelatih, Andalan, Pembimbing, Pamong Saka, Dewan Saka dan lain-lain.

Tanda Kecakapan
Menunjukkan kecakapan, ketrampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap, tingkat
usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai golongan usianya.

Macamnya: - Tanda kecakapan umum / khusus, - pramuka garuda dan tanda


keahlian lain bagi orang dewasa.

Tanda Kehormatan
Menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang atas jasa,
darma baktinya dan lain-lain yang cukup bermutu dan bermanfaat bagi Gerakan
Pramuka, kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara dan umat manusia.

Macamnya: - Peserta didik: Tiska, tigor, bintang tahunan, bintang wiratama,


bintang teladan. - Orang dewasa: Pancawarsa, Darma Bakti, Wiratama, Melati, Tunas
Kencana.

Tanda Jasa
Sistem Among
Page |
Sistem among adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan dengan cara 12
memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak
dengan leluasa dengan sejauh mungkin menghindari unsur-unsur perintah, keharusan,
paksaan, sepanjang tidak merugikan, baik bagi diri peserta didik maupun bagi
masyarakat sekitarnya, dengan maksud untuk menumbuhkan dan mengembangkan
rasa percaya diri sendiri, kreativitas dan oto-aktivitas sesuai dengan aspirasi peserta
didik.

Sistem Tanda Kecakapan


Tanda kecakapan adalah salah satu alat bagi Gerakan Pramuka untuk
mewujudkan tujuan yang ingin dicapai oleh Gerakan Pramuka.

Sistem tanda kecakapan merupakan suatu cara yang ditata dan suatu cara
menggunakan tanda-tanda untuk menandai dan mengakui kecakapan-kecakapan, baik
yang bersifat teknis (praktis) maupun yang bersifat mental/spirituil, yang dimiliki oleh
anggota yang memakai tanda-tanda itu.
BAB III

1.1 Saka Bhayangkara

Satuan Karya Pramuka Bhayangkara adalah wadah kegiatan kebhayangkaraan


untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang keamanan
dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), guna menumbuhkan kesadaran berperan serta Page |
dalam pembangunan nasional.Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang 13
kebhayangkaraan.

Saka Bhayangkara ialah Satuan Karya terbesar dan paling berkembang di


Indonesia.Saka Bhayangkara dapat dibentuk di hampir seluruh wilayah Kwartir di
Indonesia, tidak terbatas pada suatu sumber daya atau kondisi alam.Dalam pelatihan
Saka Bhayangkara, umumnya Gerakan Pramuka bekerjasama dengan pihak Kepolisian
Republik Indonesia dan terkadang memperbantukan pihak Dinas Pemadam Kebakaran.
Biasanya Saka Bhayangkara berada dibawah pembinaan POLRI.

Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka


disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan
pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan
nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan
dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan
keperluannya.

Tujuan Dibentuknya Saka Bhayangkara

Saka Bhayangkara bertujuan untuk mewujudkan kader-kader muda yang siap


mengamalkan kamtibmas melalui pendidikan kebhayangkaraan.

Sasaran dibentuknya Saka Bhayangkara adalah supaya anggota bhayangkara :

1. Memiliki pengalaman, pengetahuan, kecakapan, kemampuan, dan keterampilan


dalam bidang kebhayangkaraan.
2. Memiliki sikap hidup yang tertib serta disiplin juga taat terhadap peraturan hukum
dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.
3. Memiliki sikap, kebiasaan, dan perilaku yang tangguh sehingga mampu
mencegah, menangkal serta menanggulangi timbulnya setiap gangguan
kamtibmas.
4. Memiliki kepekaan dan kewasdaan serta daya tanggap dan penyesuaian terhadap
setiap perubahan dan dinamika sosial dilingkungannya.
5. Mampu memberikan latihan tentang pengetahuan Kamtibmas kepada para
anggota Pramuka di gugus depannya.
6. Mampu menyelenggarakan pengamanan lingkungan secara swakarsa, swadaya,
dan swasembada, serta secara nyata yang berguna bagi dirinya dan bagi
masyarakat dilingkungannya.
7. Mampu melakukan tindakan pertama terhadap kasus kejahatan yang terjadi di
lingkungannya untuk kemudian segera menyerahkannya kepada POLRI.
8. Mampu membantu POLRI dalam pengamanan TKP dan melaporkan kejadian
tersebut serta bersedia menjadi saksi.
9. Mampu membantu merehabilitasi ketentraman masyarakat yang terganggu akibat
konflik sosial, kecelakaan, dan bencana alam yang terjadi di lingkungannya.

Anggota Saka Bhayangkara terdiri atas :


1. Peserta didik :

a. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega


b. Pramuka Penggalang yang berminat di bidang Kebhayangkaraan dan
memenuhi syarat tertentu.

2. Anggota dewasa :
Page |
a. Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka
14
b. Instruktur Saka Bhayangkara
c. Pimpinan Saka Bhayangkara

3. Pemuda yang berusia 14-25 tahun bukan anggota Gerakan Pramuka dapat
menjadi calon Saka

Bhayangkara, dengan ketentuan satu bulan setelah terdaftar sebagai calon


anggota Saka Bhayangkara, telah menjadi anggota salah satu Gugusdepan
terdekat.

Syarat menjadi Anggota Saka Bhayangkara :


1. Menyatakan keinginan untuk menjadi anggota Saka Bhayangkara, secara sukarela
dan tertulis.
2. Bagi pemuda calon anggota Gerakan Pramuka, telah mendapat ijin dari orang
tuanya/walinya, dan bersedia menjadi anggota gugusdepan Pramuka
setempat/terdekat.
3. Bagi Pramuka Penegak, Pandega, dan Penggalang diharapkan menyerahkan izin
tertulis dari pembina satuan dan pembina gugusdepannya, dan tetap menjadi
anggota gugusdepan asalnya.
4. Bagi Pramuka Penggalang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat
Penggalang terap.
5. Bagi Pamong Saka Bhayangkara sedikitnya telah mengikuti Kursus Pembina Mahir
Tingkat Dasar.
6. Bagi instruktur Saka Bhayangkara bersedia secara sukarela memberikan
pengetahuan, keterampilan dan kecakapan dibidang kebhayangkaraan kepada
anggota Saka Bhayangkara.
7. Sehat jasmani dan rohani serta dengan sukarela sanggup mentaati segala
ketentuan yang berlaku.

Saka Bhayangkara meliputi 4 (empat) krida, yaitu :


1. Krida Ketertiban Masyarakat (TIBMAS)
2. Krida Lalu Lintas

3. Krida Pencegahan dan Penaggulangan Bencana

4. Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP)

a) Krida Ketertiban Masyarakat, terdiri atas 4 SKK, yaitu :

1. SKK Pengamanan Lingkungan Pemukiman


2. SKK Pengamanan Lingkungan Kerja
3. SKK Pengamanan Lingkungan Sekolah
4. SKK Pengamanan Hukum

b) Krida Lalu Lintas, terdiri atas 3 SKK :

1. SKK Pengetahuan Perundang-undangan/Peraturan Lalu Lintas


2. SKK Pengaturan Lalu Lintas
3. SKK Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas
Page |
c) Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, mempunyai 7 15
SKK :

1. SKK Pencegahan Kebakaran


2. SKK Pemadam Kebakaran
3. SKK Rehabilitasi Korban Kebakaran
4. SKK Pengenalan Kerawanan Kebakaran
5. SKK Pncurian
6. SKK Penyelamatan
7. SKK Pengenalan Satwa

Pada krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana terdapat 4 sub


krida :

1. Subkrida PASKUD (Pasukan Berkuda)


2. Subkrida PASKAN (Pasukan Anjing Pelacak)
3. Subkrida DAMKAR (Pemada Kebakaran)
4. Subkrida SAR (Search And Rescue)
d) Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP),
mempunyai 5 SKK :

1. SKK Pengenalan Sidik Jari


2. SKK Tulisan Tangan dan Tanda Tangan
3. SKK Narkotika dan Obat-Obatan Page |
16
4. SKK Uang Palsu
5. SKK Pengamanan Tempat Kejadian Perkara

TANDA KRIDA SAKA BHAYANGKARA

KRIDA TIBMAS ( Ketertiban Masyarakat )

1. SISKAMPLING

Siskampling adalah suatu cara pengendalian keamanan yang berada di lingkungan


pedesaan atau perkotaan yang bertujuan untuk mengendalikan gangguan-
gangauan Kamtibmas yang berasal dari oknum manusia maupun dari alam.

Dasar-dasar :
1. UUD 1945 Pasal 30 ayat 1
2. UU no. 02 Th.2002 tentang ketentuan-ketentuan pokok Kepoliian RI.
3. TAP MPR no. TAP/MPR/II/1983 →GBHN
4. Instruksi Gubernur no. 300 Th. 1983
5. Instruksi Camat Batang no. 300 / 434

10 kemampuan yang diberikan POLRI untuk petugas siskampling :

1. Dapat membunyikan tanda bahaya


2. Mampu melaksanakan tugas Patroli atau ronda
3. Mampu menanggulangi bahaya kebakaran
4. Memberikan pengamanan
5. Mewmberikan pertolongan dan menyelamatkan korban
6. Mendatangi, menjaga, membatasi, mengamankan TKP ( TPTKP )
7. Melaporkan dan bertanggung jawab terhadap sauatu kejadian
8. Menangkap orang yang melakukan kejahatan / tertangkap basah
9. Mengisi buku mutasi kejadian / jurnal
10. Mampu memelihara tempat siskampling
Page |
Manfaat siskampling : 17

1. Dapat memberikan rasa aman


2. Memberikan rasa perlindungan
3. Menjalin atau memupuk rasa ke gotong-royongan
4. Mencegah gangguan Kamtibmas
5. Wujud Manunggal ABRI dan rakyat
6. Memupuk rasa percaya diri
7. Memupuk rasa kekeluargaan

Alat-alat pengenal siskampling :

1. Kentongan
2. Senter / oncor / alat penerangan
3. Ember / karung goni / kadut / pasir
4. Tambang
5. Ban lengan kampling
6. Borgol
7. Pentungan
8. Jas hujan / mantel / paying

Tanda pengenal kampling :

Rujukan II R Kapolda Jateng Nopol T/712/86 tertanggal 15 April 1986 tentang


pendisnamisiran kegiatan siskampling swakarsa bagi masyarakat yang sedang
melaksanakan tugas kampling agar menggunakan tanda pengenal Ban Kampling lengan
sebelah kiri.

Ketentuan ban kampling :

1. Warna dasar hitam


2. Huruf berwarna kuning
3. Tulisan
PETUGAS KAMPLING

Ukuran : P = 10 cm ; L = 12 cm

Tinggi huruf 3 cm ; tebal 0,5 cm

Ban kampling ditempeli RT/RW, bila perlu ditempeli POLRI / POLSEK dengan
pertimbangan security atau keamanan.

Penunjuk / pedoman pelaksanaan siskampling

Persiapan

15 menit sebelum waktu jaga ronda semua petugas harus sudah berada di pos
kampling / RW atau sub POS kampling / RT.Personil pos atau sub pos sedikitnya 4 orang
dengan pembagian tugas sebagai berikut :

1. Pwrsonil dibagi menjadi 2 kelompok Page |


2. Sedikitnya 2 orang melaksanakan jaga di pos / sub pos 18
3. Salah seorang ditunjuk sebagai ketua ronda

Tujuan dibentuk siskampling :

1. Untuk mengamankan linmgkungan, meliputi pengamanan masyarakat dan


pengamanan Negara.
2. Untuk mencegah hal-hal atau tindakan yang menyangkut kriminal.

2. BIMASTRAL

Bimastral dalah suatu kemampuan untuk menguasai wilayah sekitar tempat


tinggal kita dengan cara mendatakan, mengidentifikasin memahami seluruh aspek
kehidupan yang ada.

Jarak Penguasaan Bimastral :

Wilayah perkotaan 50 m

Wilayah pedesaan 100 m

3. TIPIRING ( TINDAK PIDANA RINGAN )

Tipiring adalah suatu tindak pidana / pelanggaran hukum yang diancam


hukuman maximal :

1. Kurungan / penjara 3,5 bulan


2. Denda Rp. 7500 ( ukuran tahun 1948 ) sekitar Rp. 500.000

Macam-macam Triping :

1. Mabuk di tempat umum


2. Mengamen
3. Menggelandang
4. Membuat keributan di sidang pengadilan
5. Membuat keributan ditempat orang yang sedang melakukan
peribadatan
6. Wanita tuna susila dan gigolo
7. Menaruh pasir di pinggir jalan umum
8. Penghinaan ringan
9. Pencirian ringan
10. Penganiayaan ringan
11.Penipuan ringan
12.Penggelapan ringan

Pengetahuan Dasar Lalu Lintas (LANTAS)


Gerakan memberikan isyarat pengatur lalu lintas bertujuan :
1. Mengarahkan agar lalu lintas berjalan dengan aman, tertib, lancar dan
selamat.
2. Mengatasi kepadatan arus lalu lintas Page |
3. Mengurangi terjadinya kecelakan lalu lintas
19
4. Mencegah kerusakan - keerusakan jalan / infrastruktur
5. Melindungi harta benda / jiwa orang lain di jalan
6. Mengurangi pelanggaran di jalan

A. Pengetahuan rambu - rambu / marka jalan.

1. Rambu - rambu yang menunjukan peringatan suatu bahaya ( dasar kuning


petunjuk hitam )
2. Rambu - rambu yang menunjukan larangan dan awas perintah ( dasar putih
petunjuk merah )
3. Rambu - rambu yang memberikan petunjuk ( dasar biru petunjuk putih )
4. Rambu petunjuk arah / awas ( rambu tambahan )

B. Pengetahuan dasar pengaturan lalu lintas

1. Berhenti untuk semua jurusan


2. Berhenti untuk satu arah tertentu ( satu jurusan tertentu )
3. Berhenti dari arah depan Petugas
4. Berhenti dari arah belakang Petugas
5. Berhenti dari arah depan dan belakang Petugas
6. Jalan dari arah kanan Petugas
7. Jalan dari arah kiri Petugas
8. Jalan dari arah kanan dan kiri Petugas
9. Percepat dari arah kanan Petugas
10.Percepat dari arah kiri Petugas
11.Perlambat dari arah depan Petugas
12.Perlambat dari arah belakang Petugas

C. Pengetahuan penggunaan tanda bunyi pluit

1. Tanda peringatan berhenti / perhatian


2. Tanda berkumpul
3. Tanda bahaya
4. Tanda berhenti
5. Tanda maju
6. Tanda menunggu

Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana

1. Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

1. Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi


2. Aktivitas sesar di permukaan bumi
3. Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah
4. Aktivitas gunung api
5. Ledakan nuklir

Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan


keseluruh bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut dapat menyebabkan
kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Getaran
gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor,runtuhan batuan, dan kerusakan
tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan
bencana ikutan berupa kebakaran,kecelakaan industri dan transportasi serta banjir
akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya. Page |
20
Gejala dan Peringatan Dini

1. Kejadian mendadak/secara tiba-tiba


2. Belum ada metode pendugaan secara akurat

Tips Penanganan Jika Terjadi Gempa Bumi

Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat
dijadikan pegangan di manapun anda berada.

a. Di dalam rumah

Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus
mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah kebawah
meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak
memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.
Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah
terjadinya kebakaran.

b. Di sekolah

Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku,
jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang
terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiridekat gedung, tiang dan
pohon.

c. Di luar rumah

Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah


perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca
dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan,
tas atau apapun yang anda bawa.

d. Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall

Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua


petunjuk dari petugas atau satpam.

e. Di dalam lift

Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika
anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah
semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan
mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan
menggunakan interphone jika tersedia.

f. Di kereta api

Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh Page |
seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti 21
penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta
atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

g. Di dalam mobil

Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil
anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah
mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan
berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah
dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

h. Di gunung/pantai

Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke


tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda
merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke
dataran yang tinggi.

i. Beri pertolongan

Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi
gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan
mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan
pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada disekitar anda.

j. Dengarkan informasi

Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya.


Untukmencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan
bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh
informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak
karena informasi orang yang tidak jelas.

Sejarah Pemadam Kebakaran

Pemadam Kebakaran Dibentuk Pada Zaman Romawi . Pada


hakekatnya manusia sangat membutuhkan api dalam kehidupan
sehari-hari. Kebutuhan terhadap api itu tak bisa dihindari, karena
manusia memerlukan penerangan ketika datang kegelapan malam.
Begitu juga api diperlukan manusia sebagai alat untuk
menghangatkan badan dari cuaca dingin, dan alat perlindungan
dari binatang buas. Dan tentunya manusia menghadapi masalah
sebelum mampu menciptakan api. Seolah-olah unsur panas yang
dilihat dan dirasakan manusia pada waktu itu sebagai akibat
letusan gunung berapi atau sambaran petir. Keadaan ini mendorong
manusia untuk berpikir agar dapat mengontrol api, sehingga api
dapat bermanfaat bagi kehidupannya.

Dalam perkembangan selanjutnya, penggunaan api di masa itu memberi Page |


pengaruh dalam mengakhiri masa nomaden. Hal ini juga berdampak terhadap 22
perkembangan sosial dan politik seiring dengan perkembangnya pemukiman penduduk
yang menetap. Akan tetapi, api yang sudah diketahui dapat bermanfaat bagi kehidupan
manusia, tetap dipandang sebagai elemen suci dan hebat. Banyak mitologi yang
menganalogikan api menjadi sifat atau karakter manusia.

Ketika manusia merasakan pengalaman bahwa api juga bersifat sangat merusak,
sejak itu manusia terdorong untuk mengetahui cara mengontrol keganasan api. Ini
terjadi kira-kira 300 tahun sebelum masehi (SM) di Roma. Ketika itu petugas pemadam
kebakaran dan penjaga malam dibentuk dan ditugaskan kepada sekelompok orang yang
diberi nama Familia Publica dan operasional dari kelompok ini diawasi oleh komite
negara.

Dalam buku yang berjudul Principles of Protection karya Arthur Cote, P.E dan
Percy Bugbee dijelaskan, di zaman pemerintahan kaisar Agustus (Gaius Julius Caesar
Octavianus) pada 27 SM sampai 12 Masehi, Roma mengembangkan Departemen
Kebakaran untuk tipe penghunian. Dan departemen ini mengorganisir para budak dan
warga negara dalam wadah yang bernama Satuan Jaga (pelayanan penjagaan).
Selanjutnya, dikeluarkan dekrit yang menyatakan seluruh rakyat wajib menjaga dan
mengontrol api.

Adapun satuan jaga tersebut merupakan organisasi (pemadam kebakaran) yang


pertama. Dibentuknya satuan ini bertujuan untuk melindungi manusia terhadap bahaya
kebakaran. Tugas utama mereka adalah melakukan patroli dan pengawasan pada
malam hari (dilakukan oleh Nocturnes). Dalam perkembangan selanjutnya, setiap
anggota pasukan mempunyai tugas khusus bila terjadi kebakaran. Contohnya, beberapa
anggota (aquarii) membawa air dalam ember ke lokasi kebakaran. Kemudian, dibangun
pipa air (aquaducts) untuk membawa air ke seluruh kota, dan pompa tangan
dikembangkan guna membantu penyemprotan air ke api. Siponarii adalah sebutan bagi
pengawas pompa, dan komandan pemadam kebakaran dinamakan Praefectus Vigilum
yang memikul seluruh tanggung jawab Satuan Siaga.

Sedangkan hukum Romawi mengutus Quarstionarius (sekarang sama dengan


Polisi Kebakaran), yang bertugas mengklarifikasi sebab-sebab terjadinya kebakaran.
Pemerintah Kerajaan Romawi pada masa itu mulai menentukan kebijakan me-ngenai
penggunaan selang kulit bagi kepentingan pemadaman kebakaran. Petugasnya juga
membawa bantal besar ke lokasi kebakaran, sehingga orang yang terjebak di gedung
tinggi dapat meloncat dan mendarat di atas bantal tersebut. Marco Polo mencatat
tentang tata negara belahan timur pada abad 13, yakni pasukan rakyat dari pasukan
pengawas dan pasukan kebakaran yang mempunyai tugas pencegahan kebakaran telah
terbentuk di Hangchow. Mereka dalam melaksanakan tugasnya dapat mengerahkan satu
sampai dua ribu orang untuk memadamkan api. Ribuan pasukan itu dibagi menjadi
kelompok yang terdiri dari 10 orang, 5 orang berjaga pada siang, dan selebihnya berjaga
pada malam hari.

Peraturan Tentang Proteksi Kebakaran Ketika kerjaan Romawi jatuh, sangat sedikit
dan hampir tidak ada usaha untuk membentuk organisasi yang melindungi dan
mengontrol kebakaran. Hal ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Ketika itu
hanya ada peraturan tentang proteksi kebakaran yang bernama Curfew (bahasa
Perancis: mengatasi kebakaran) yang mengharuskan rakyat memadamkan api pada jam
tertentu di malam hari. Selain Curfew, peraturan hampir serupa dibuat di Oxford Inggris
pada tahun 872.

Pada tahun 1189, Wali Kota pertama Inggris membuat peraturan yang
mengharuskan bangunan baru berdinding dan atap batu atau ubin. Sedangkan
penggunaan atap rumah dari ilalang yang sudah cukup tua usianya dilarang. Kemudian,
pada tahun 1566, di Manchester dibuat peraturan tentang penyimpanan tentang
penyimpanan bahan bakar yang aman untuk oven roti. Dan peraturan ini merupakan Page |
Undang-undang per-tama yang dibuat dalam rangka pencegahan kebakaran, yang tidak 23
berhubungan langsung dengan struktur bangunan. Adapun Undang-undang negara yang
pertama kali dibuat adalah Undang-undang Parlemen Inggris (1583), yang menyangkut
ketentuan larangan pembuatan lilin dengan cara mencairkan lemak di dalam bangunan
perumahan. Pada tahun 1647, pembuatan cerobong asap yang terbuat dari kayu
dilarang.

Pada tahun 1666 di London ter-jadi kebakaran. Atas peristiwa ini dibentuk
peraturan tentang bangunan yang komplit. Namun sampai tahun 1774 belum juga
terbentuk komisi yang bertugas menegakkan peratu-ran. Bisa dibayangkan, betapa
mandul nya peraturan maupun Undang-undang tentang pencegahan kebakaran yang
telah dibuat selama kurun waktu lebih satu abad ketika itu. Sampai tahun 1824 komisi
yang dimaksud di atas belum juga terbentuk. Pada tahun itu di Edinburgh, Skotlandia,
dibentuk pasukan keba-karan. Tugas pasukan ini mengembangkan peraturan mengenai
proteksi kebakaran, dan standar operasi yang lebih maju. Yang ditunjuk sebagai
komandan pasukan kebakaran di Edinburgh adalah peneliti yang bernama James
Braidwood. Ia penulis buku pegangan (handbook) ten-tang operasi Departemen
Kebakaran. Buku pegangan karyanya itu lebih maju dibanding teori sebelumnya yang
dibuat oleh James pada 1830. Buku ini berisikan 396 standar dan gambaran tentang
pelayanan terbaik yang harus dilakukan Departemen Kebakaran.

Pengawas kebakaran malam hari dibentuk di kota besar Amerika pada zaman
kolonial. Pada tahun 1654 di Boston, seorang bellman ditugaskan bekerja dari pukul 10
malam hing-ga pukul 5 pagi. Tiga tahun kemudian, terjadi pembaharuan di New York.
Sipir kebakaran dibantu delapan orang sukarelawan, pengawas kebakaran bertugas
malam hari. Sukarelawan ini disebut sebagai pengawas berderak karena setiap jaga
mereka selalu membunyikan alarm yang bunyinya berderak-derak. Pengawas kebakaran
malam, merupakan lembaga masyarakat sebelum terbentuknya kesatuan polisi warga
yang dibentuk di New York pada tahun 1687. Lembaga ini pertama kali dibentuk
mengingat besarnya kerugian harta benda yang diasuransikan, dan dipandang sangat
penting. Lembaga masyarakat ini mempunyai tugas penting, yaitu melakukan patroli
guna membantu lembaga asuransi yang baru terbentuk agar dapat diterima masyarakat.

Pada tahun 1631, di Boston terjadi bencana kebakaran. Setelah peristiwa itu,
untuk pertama kalinya di Amerika dibentuk Undang-undang Kebakaran. Isinya mencakup
larangan penggunaan ilalang untuk atap rumah, penggunaan cerobong asap dari kayu.
Dan ketentuan tersebut dijalankan oleh pemerintahan Boston yang terpilih. Padan tahun
1647 Amsterdam Baru (sekarang kota New York) menunjuk para tenaga survei bangunan
untuk mengontrol bahaya kebakaran yang melanda bangunan. Beberapa tahun
kemudian, tenaga survei itu dinamakan pengawas kebakaran hunian lima, yang
mempunyai tanggung jawab pencegahan kebakaran umum. Kronologis tersebut
dipandang sebagai cikal bakal lahirnya Departemen Kebakaran di Amerika Utara.

Pada tanggal 14 Januari 1653, pemerintah Boston memberikan perintah untuk


membeli mobil pompa. Dalam hal ini, tidak ada catatan dari mana asal mobil pompa dan
kapan diadakan perawatan. Pada saat itu, Undang-undang tambahan tentang proteksi
kebakaran juga dibentuk. Undang-undang pada tahun 1653 ini mengharuskan seluruh
rumah menyimpan kain pel sepanjang 12 kaki. Ini digunakan bagi keperluan
memadamkan kebakaran atap, dan setiap bangunan rumah harus memiliki tangga yang
mampu menjangkau tepi atap. Pada saat yang sama, kota juga menyediakan tangga,
kaitan, dan rantai guna merobohkan rumah di luar jalur penyebaran api. Senapan serbuk
kadang dipakai dalam operasi ini. Dan rumah yang dirobohkan demi kepentingan
mencegah kebakaran tidak menjalar, pemiliknya tidak menerima ganti rugi. Ketentuan
ini memang sudah didekritkan.

Pengetahuan Dasar DAMKAR

Sebelum kita dapat melakukan usaha penanggulangan Page |


kebakaran, adalah wajar apabila kita perlu untuk mengetahui dan 24
mengenal terlebih dahulu apa dan bagaimanakah kebakaran itu.
Setelah itu maka kita akan menyadari bahwa peristiwa/masalah
kebakaran sesungguhnya merupakan masalah yang menjadi
ancaman bagi semua orang, baik disadari ataupun tidak.

Untuk itu tulisan ini dibuat tanpa maksud menggurui mengajak semua pihak untuk lebih
mengenal tentang Kebakaran khususnya api dengan lebih baik.

KIMIA API

Kita semua tahu bahwa untuk dapat menghadapi dan mengalahkan musuh, kita
harus tahu segala hal tentang musuh kita kekuatan, kelemahan, strategi perang, dan
lainnya. Memiliki gambaran tentang kemungkinan aksi yang akan dilakukan oleh musuh,
membuat kita dapat membuat rencana untuk menga-tasi aksi tersebut, dan lebih baik
lagi melakukan pencegahan agar aksi tersebut tidak dapat berjalan. Demikian juga
apabila kita mengahadapi masalah kebakaran, kita harus tahu tentang bagaimanakah
api dapat terjadi, bagaimana api dapat menyebar, apa yang dapat menimbulkan api,
bagaimana mencegah api timbul, dan banyak lagi, sehingga kita siap menghadapi
musuh kita semua, yaitu kebakaran.

PEMBAKARAN

Pembakaran dan api adalah dua kata yang akan selalu berhubungan dan dalam
ilmu kebakaran dua kata tersebut sudah menjadi tak terpisahkan.Pembakaran/api adalah
peristiwa proses reaksi oksidasi cepat yang biasanya menghasilkan panas dan cahaya
(energi panas dan energi cahaya).

Selanjutnya apakah reaksi oksidasi itu?; Dalam konteks masalah kebakaran dapat
dikatakan bahwa reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan unsur oksigen oleh
reduktor/pereduksi (bahan bakar). Sedang dalam konteks lebih luas, dalam ilmu kimia,
reaksi oksidasi didefinisikan sebagai reaksi pemberian elektron oleh
oksidator/pengoksidasi kepada reduktor/pereduksi.
Di atas telah disebutkan bahwa pembakaran/api adalah peristiwa oksidasi cepat,
berarti ada reaksi oksidasi lambat. Untuk rekasi oksidasi lambat sebagai contohnya
adalah peristiwa perkaratan besi.

Satu hal yang perlu di pahami adalah bahwa hanya gas yang dapat terbakar. Jadi
bahan bakar dengan bentuk fisik padatan dan cairan sebelum ia dapat terbakar ia harus
dirubah dahulu ke bentuk fisik gas. Untuk bahan bakar padat harus mengalami pyrolysis,
sehingga ter-bentuk gas-gas yang lebih seder-hana yang akan terbakar. Sedang untuk
bahan bakar bentuk cairan oleh panas akan diuapkan, lalu uap bahan bakar tadi yang
akan terbakar.

Kembali ke masalah kebakaran ada peristiwa yang sering terjadi seiring dengan
kebakaran, yaitu ledakan/explosion. Ledakan/explosion adalah peristiwa oksidasi yang
sangat cepat.

NYALA API

Selama ini api, umumnya, selalu identik dengan nyala api, sesungguhnya ini
adalah salah satu dari bentuk api. Nyala api sesung-guhnya adalah gas hasil reaksi
dengan panas dan cahaya yang ditimbulkannya. Warna dari nyala api ditentukan oleh
bahan-bahan yang bereaksi (terbakar). Warna yang dihasilkan oleh gas hidrokarbon, Page |
yang bereaksi sempurna dengan udara (oksigen) adalah biru terang. Nyala api akan 25
lebih mudah terlihat ketika karbon dan padatan lainnya atau liquid produk antara
dihasilkan oleh pembakaran tidak sempurna naik dan berpijar akibat temperatur dengan
warna merah, jingga, kuning, atau putih, tergantung dari tem-peraturnya.

BARA API

Bara api memiliki cirri khas yaitu tidak terlihatnya nyala api, akan tetapi adanya
bahan-bahan yang sangat panas pada permukaan dimana pembakaran terjadi. Contoh
yang baik untuk bara api adalah batu bara. Warna dari bara api pada permukaan benda
berhubungan dengan temperaturnya. Beberapa warna yang terlihat dan tempe-raturnya
ditampilkan seperti di tabel 1.

SEGITIGA API

Dari bahasan sebelumnya kita telah tahu bahwa pembakaran/api adalah suatu
reaksi oksidasi, jadi harus ada oksidator/pengoksidasi dan reduktor/ pereduksi/bahan
yang dioksidasi. Dari sini kita telah men-dapatkan dua komponen peristiwa/reaksi
pembakaran/api, yaitu oksidator yaitu oksigen dan reduktor di sini adalah bahan bakar.
Lalu selain itu apa lagi? Dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui bahwa suatu
benda yang dapat terbakar (bahan bakar) dalam kondisi normal tidaklah terbakar, baru
apabila kita panaskan untuk beerapa lama dia akan dapat terbakar. Ini juga berarti kita
telah mendapatkan satu lagi komponen pembakaran/api, dari apa yang sudah umum
kita ketahui.

Dalam ilmu kebakaran ketiga komponen tersebut dikenal dengan segitiga api,
yaitu sebuah bangun dua dimensi berbentuk segitiga sama sisi. Dimana masing-masing
sisi mewakili satu komponen kebakaran/api, yaitu: Oksigen, Panas dan Bahan bakar.

Lalu mengapa segitiga sama sisi? Jawabannya adalah bahwa suatu


peristiwa/reaksi pembakaran akan dapat terjadi apabila ketiga komponen tersebut
berada dalam keadaan keseimbangannya. Kese-imbangan dimaksud di sini bukanlah
sama dalam jumlah atau banyaknya, akan tetapi suatu bahan akan dapat terbakar
apabila kondisi di mana terjadi/akan terjadi pembakaran/api memiliki perbandingan
tertentu antara bahan dimaksud dengan oksigen yang harus tersedia. Selain itu kondisi
temperatur bahan dan atau lingkungan reaksi memiliki tem-peratur (yang
menggambarkan tingkat kepanasan suatu benda) tertentu juga.

OKSIGEN

Pada sisi pertama dari segitiga adalah oksigen. Oksigen adalah gas yang tidak
dapat terbakar (nonflam-meable gas) dan juga merupakan satu kebutuhan untuk
kehidupan yang sangat mendasar. Di atas permukaan laut, atmosfir kita me-miliki
oksigen dengan konsentrasi sekitar 21%. Sedang untuk ter-jadinya pembakaran/api
oksigen dibutuhkan minimal 16%. Kembali lagi, oksigen itu sendiri tidak terbakar, ia
hanya mendukung proses pembakaran.

PANAS

Sisi kedua adalah panas. Panas adalah suatu bentuk energi yang dibutuhkan
untuk meningkatkan temperatur suatu benda/ bahan bakar sampai ketitik dimana jumlah
uap bahan bakar tersebut tersedia dalam jumlah cukup untuk dapat terjadi penyalaan.

1. Sumber-sumber Panas
Page |
Sumber-sumber panas/energi panas sangatlah beragam, dapat
26
disebutkan disini adalah:

Arus listrik

Panas akibat arus listrik dapat terjadi akibat adanya hambatan


terhadap aliran arus, kelebihan beban muatan, hubungan pendek,
dan lain-lain;

Kerja mekanik

Panas yang dihasilkan oleh kerja mekanik biasanya dari


gesekan dua benda atau gas yang diberi tekanan tinggi;

Reaksi kimia

Pada reaksi kimia, hubungan dengan panas, terdapat dua


macam reaksi yaitu reaksi endotermis dan eksotermis. Reaksi
endotermis adalah reaksi yang mem-butuhkan panas untuk dapat
berjalan, sedang rekasi eksotermis adalah kebalikannya yaitu
menghasilkan panas dan reaksi inilah yang merupakan sumber
panas. Reaksi kimia disini tidak hanya terbatas pada reaksi
perubahan atau pembentukan senyawa baru, akan tetapi dapat juga
dalam bentuk proses pencampuran dan atau pelarutan;

Reaksi nuklir

Reaksi nuklir yang menghasilkan panas dapat berupa fusi atau


fisi.

Radiasi matahari

Sinar matahari dapat menjadi sumber panas yang dapat


menye-babkan kebakaran apabila intensitasnya cukup besar, atau di
ter/difokuskan oleh suatu alat optik.
2. Cara-cara Perpindahan Panas

Panas dapat berpindah dan dalam suatu kejadian kebakaran


perpindahan panas ini harus mendapat perhatian yang besar, karena
apabila perpindahan panas tidak terkontrol akan dapat
mengakibatkan kebakaran meluas dan atau mengakibatkan
kebakaran lain.

Perpindahan panas ini dapat terjadi dengan berbagai cara,


yaitu: konduksi, konveksi dan radiasi; dan khusus dalam masalah
kebakaran ada juga yang disnyulutan langsung.

Konduksi

Konduksi adalah perpindahan panas yang terjadi secara molekuler, jadi panas
berpindah di dalam suatu bahan penghantar (konduktor) dari satu titik ketitik lain yang
memiliki temperatur lebih rendah. Sebagai gambaran adalah apabila kita memanaskan
salah satu ujung sebuah tongkat besi maka lambat laun panas akan berpindah keujung
lainnya, sedangkan tongkat tersebut tidak berubah bentuk.
Page |
Konveksi
27
Konveksi adalah perpindahan panas yang berhubungan dengan bahan fluida atau
bahan yang dapat mengalir dalam bentuk gas atau cairan. Pada konveksi panas
berpindah dengan berpindahnya bahan penghantar, atau lebih tepat bahan pembawa
panas tersebut. Sebagai gambaran adalah apabila terjadi kebakaran di lantai bawah
sebuah bangunan bertingkat, maka panas akan dibawa oleh asap atau gas hasil
pembakaran yang panas ke lantai di atasnya.

Radiasi

Perpindahan panas dengan cara radiasi tidak membutuhkan suatu bahan


penghantar seperti pada dua perpindahan panas sebe-lumnya. Pada radiasi panas
berpindah secara memancar, jadi panas dipancarkan segala arah dari suatu sumber
panas. Sebagai contohnya adalah radiasi sinar matahari, yang kita semua tahu bahwa
dari jarak yang jutaan kilometer melalui ruang kosong di antariksa panas matahari dapat
sampai ke bumi.

BAHAN BAKAR

Sisi yang lain (ke-tiga) adalah bahan bakar. Berbeda dengan apa yang umum
disebut sebagai bahan bakar oleh setiap orang, bahan bakar dalam hubungannya
dengan ilmu kebakaran adalah setiap benda, bahan atau material yang dapat terbakar
dianggap sebagai bahan bakar. Apabila kita perhatikan, maka akan kita dapati bahwa
hidup kita selalu dikelilingi oleh bahan bakar. Oleh karena itu adalah sesuatu yang wajib
bagi kita untuk selalu siap siaga menghadapi ancaman bahaya kebakaran.

Ada beberapa istilah yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan bahan bakar,
yaitu:

Flash point: temperatur terendah pada saat dimana suatu bahan bakar cair
menghasilkan uap dalam jumlah yang cukup untuk menghasilkan nyala sesaat dari
campuran bahan bakar dan udara (oksigen).

Fire point : temperatur (akibat pemanasan) dimana suatu bahan bakar cair dapat
memproduksi uap dengan cukup cepat sehingga memungkinkan terjadinya pembakaran
yang kontinyu/terus menerus.
TETRAHEDRON API

Pada perkembangan selanjutnya,ditemukan bahwa selain ketiga komponen


seperti yang dimaksud dalam segitiga api ada lagi komponen keempat dalam proses
pembakaran yang dibutuhkan oleh proses pembakaran untuk mendukung
kesinambungannya dan juga untuk bertambah besar, yaitu rantai reaksi kimia antara
bahan bakar dengan bahan pengoksidasi/oksidator. Seiring dengan menyalanya api,
molekul bahan bakar juga berkurang berubah menjadi molekul yang lebih sederhana.
Dengan berlanjutnya proses pembakaran, naiknya temperatur menyebabkan oksigen
tambahan terserap ke area nyala api. Lebih banyak molekul bahan bakar akan terpecah,
bergabung ke rantai reaksi, mencapai titik nyalanya, mulai menyala, menyebabkan
naiknya temperatur, menyeap oksigen tambahan, dan melanjutkan rantai reaksi. Proses
rantai reaksi ini akan berlanjut sampai seluruh substansi/bahan yang terkait mencapai
area yang lebih dingin dinyala api. Selama tersedia bahan bakar dan oksigen dalam
jumlah yang cukup, dan selama temperatur mendukung,reaksi rantai akan
meningkatkan reaksi pembakaran. Sehingga dengan demikian segitiga api tadi dengan
adanya faktor rantai reaksi kimia, yang juga termasuk komponen pembakaran, berubah Page |
menjadi satu bangun tiga dimensi segitiga piramida (tetrahedron). 28

GAS BERACUN HASIL PEMBAKARAN

Selain bahaya panas tinggi ternyata ada satu bahaya yang menjadi penyebab
utama kematian dalam peristiwa kebakaran, yaitu asap. Mengapa asap menjadi
penyebab utama? Hal ini dikarenakan asap mengandung bermacam-macam gas beracun
yang dihasilkan oleh peristiwa pembakaran.

Beberapa gas beracun yang paling banyak dan selalu ada pada peristiwa kebakaran
dapat dilihat dibawah ini.

Karbon monoksida (Carbon monoxide)

Karbon monoksida (CO) adalah pembunuh terbesar dalam peristiwa kebakaran


karena tingkat kehadirannya yang sangat tinggi dan juga cepatnya ia mencapai
konsentrasi mematikan pada peristiwa kebakaran. Karbon monoksida adalah hasil
produksi dari pembakaran tidak sempurna yang dihasilkan dari pembakaran senyawa-
senyawa organic dan berbagai bentuk karbon. Sering juga kematian akibat karbon
monoksida terjadi akibat masuknya asap knalpot ke kabin mobil.

Karbon monoksida berbahaya karena ia adalah gas yang tidak berbau, tidak
berwarna, dan tidak terlihat. Gas ini mematikan pada konsentrasi 1,28 persen volume
dalam udara dalam 1 sampai 3 menit; 0,64 persen mematikan dalam 10 sampai 15
menit; 0,32 persen mematikan dalam 30 sampai 60 menit, dan 0,16 persen mematikan
dalam waktu 2 jam. Pada konsentrasi 0,05 persen gas ini tetap menyimpan bahaya.

Karbon dioksida (Carbon dioxide)

Karbon dioksida (Carbon dioxide) adalah hasil dari pembakaran sempurna


senyawa organic atau senyawa karbon. Bertambahnya konsentrasi karbon dioksida akan
mengakibatkan meningkatnya kecepatan pernafasan; sampai di mana tubuh tidak
mampu lagi. Kegagalan pernafasan akhirnya akan terjadi. Karbon dioksida dalam jumlah
yang sangat banyak dapat mengakibatkan sesak nafas karena kekurangan oksigen
dalam darah, selain itu juga dapat berfungsi sebagai bahan pemadam api. Konsentrasi
lebih dari 5 persen di lingkungan dapat merupakan tanda bahaya,bukan karena
keberadaannya akan tetapi karena kondisi tersebut adalah kondisi yang jauh dari kondisi
normal.

Hidrogen sianida (Hydrogen cyanide)

Walau Hidrogen sianida (HCN) jauh lebih beracun dari Karbon monoksida tetapi
dalam kebakaran,biasanya, jumlahnya sangat kecil. Pada konsentrasi 100 ppm dapat
menyebabkan kematian dalam waktu 30 sampai 60 menit. Hidrogen sianida dihasikan
dari pembakaran senyawan hirokarbon terklorinasi di udara, plastik, kulit karet, sutra,
wool, atau juga kayu. Seperti halnya karbon monoksida hydrogen sianida lebih ringan
dari udara sehingga tingkat bahayanya lebih tinggi pada kebakaran dalam ruangan,
dibanding kebakaran luar ruangan.

Phosgene (COCl2)

Phosgene juga dihasilkan pada dekomposisi atau pembakaran senyawa


hidrokarbon terklorinasi, seperti karbon tetraklorida, Freon, atau etilene diklorida.
Phosgene beracun dan berbahaya pada konsentrasi yang sangat kecil sekalipun.
Konsntrasi 25 ppm dapat mematikan dalam waktu 30 sampai 60 menit.
Page |
Hidrogen klorida (Hydrogen Chloride)
29
Hidrogen klorida (HCl) dihasilkan oleh pembakaran bahan-bahan yang
mengandung klorin. Walau tidak beracun seperti hydrogen sianida ataupun phosgene,
HCl berbahaya apabila kita berada dalam waktu yang cukup lama di lingkungan yang
terdapat gas ini.

TAHAPAN KEBAKARAN DALAM RUANGAN

Pada umumnya kebakaran dalam ruangan dengan terbagi dalam tiga tahapan.
Masing-masing tahapan memiliki ciri-ciri karaktersitik dan efeknya berhubungan dengan
bahan yang terbakar yang berbeda-beda. Lama dari masing-masing tahapan bervariasi
tergantung keadaan dari penyulutan, bahan bakar, dan ventilasi, akan tetapi secara
keseluruhan tahapannya adalah kebakaran awal kebakaran bebas kebakaran menyurut.

Kebakaran Tahap Awal Ini adalah tahapan awal dari suatu kebakaran
setelah terjadi penyulutan.

Nyala api masih terbatas dan pembakaran dengan lidah api terlihat. Konsntrasi
Oksigen dalam ruangan masih dalam kondisi normal (21%) dan temperatur dalam
ruangan secara keseluruhan belum meningkat. Gas panas hasil pembakaran dalam
betuk kepulan bergerak naik dari titik nyala. Dalam kepulan gas panas terkandung
bermacam-macam material seperti deposit karbon (jelaga) ataupun padatan lain, uap
air, H2S, CO2, CO, dan gas beracun lainnya,semuanya tergantung dari jenis bahan bakar
atau bahan yang terbakar. Panas akan dihantar secara konveksi oleh material-material
tadi ke atas ruangan dan mendorong oksigen kebawah yang berarti ke titik nyala untuk
mendukung pembakaran selanjutnya.

Tahap Penyalaan-bebas

Kebakaran akan menghebat sejalan dengan bertambahnya bahan yang terbakar.


Konveksi, konduksi, dan kontak langsung memperluas perambatan api dan keluar dari
bahan bahakar awal sampai bahan didekatnya mencapai temperatur penyalaannya dan
mulai terbakar. Radiasi panas dari nyala api mulai menyebabkan bahan bahan lain
mencapai titik nyalanya, memperluas kebakaran kesamping. Kecepatan perluasan
kebakaran kesamping tergantung dari berapa dekat bahan di dekatnya dan juga
susunan bahannya. Gas panas yang dihasilkan pembakaran berkumpul di langit-
langit ruangan membentuklapisan asap. Temperatur dari lapisan asp ini meningkat.
Lapisan yang lebih tinggi di ruangan tersebut memiliki konsentrasi oksigen paling
rendah; temperatur tinggi; dan jelaga, asap, dan produk pirolisis yang belum terbakar
sempurna pada saat itu sangatlah berbeda dengan kondisi di dekat lantai ruangan. Pada
daerah dekat lantai lapisan udaranya masih relatif dingin dan mengandung udara segar
(konsentrasi oksigen mendekati normal) yang bercampur dengan hasil pembakaran.
Kemungkinan untuk hidup masih cukup di dalam ruangan apabila seseorang bertahan
pada posisi merendah pada lapisan dingin dan tidak menghirup gas di bagian atas.
Ketika lapisan panas mencapai titik kritisnya pada + 600oC (1100oF), ini sudah cukup
untuk menghasilkan radiasi panas yang menyebabkan bahan bakar lainnya (seperti
karpet dan furnitur) di dalam ruang mencapai titik nyalanya. Pada saat ini seisi ruangan
akan menyala secara serentak, dan ruangan dikatakan mengalami flashover. Saat ini
terjadi, temperatur seluruh ruangan mencapai titik maksimalnya dan kemungkinan hidup
dalam berada di dalam ruangan ini untuk lebih dari beberapa detik sangat tidak
mungkin. Flashover oleh ahli ilmu kebakaran didefinisikan sebagai proses
pengembangan, radiasi, dan pembakaran lengkap dari semua bahan bakar dalam suatu
ruangan.

Api/kebakaran adalah suatu aksi kesetimbangan kimia antara bahan bakar, udara,
dan temperatur (bahan bakar oksigen - panas). Apabila ventilasi terbatas, pertumbuhan Page |
api akan lambat, peningkatan temperatur akan lebih bertahap, asap akan dihasilkan 30
lebih banyak, dan penyalaan gas panas akan tertunda sampai didapat tambahan udara
(oksigen) yang cukup.

Tahap Api Mengecil

Akhirnya, bahan bakar habis dan nyala api secara bertahap akan berkurang dan
berkurang. Apabila konsentrasi oksigen dibawah 16%, nyala api dari pembakaran akan
berhenti meskipun masih terdapat bahan bakar yang belum terbakar. Pembakaran yang
terjadi adalah pembakaran tanpa nyala api. Temperatur masih tinggi di dalam ruangan,
tergantung dari bahan penyekat dan ventilasi dari ruangan tersebut. Beberapa bahan
masih mengalami pirolisis atau terbakar tidak sempurna menghasilkan gas karbon
monoksida dan gas bahan bakar lain, jelaga, dan bahan bakar lain yang terkandung
dalam asap. Apabila ruangan tidak memiliki ventilasi yang cukup, maka akan terbentuk
campuran gas yang dapat terbakar. Maka apabila ada sumber penyalaan yang baru,
akan dapat terjadi kebakaran kedua diruangan tersebut, sering disebut backdraft atau
ledakan asap.

Klasifikasi Jenis Kebakaran

Kebakaran di Indonesia dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:

1. Kelas 1

Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas,


kayu, plastik, karet, busa dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk
kelas ini berupa: air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam
Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering.

2. Kelas 2
Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa
cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lainnya.
Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: pasir dan Alat Pemadam
Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Dilarang memakai air untuk
jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan di atas
sehingga bila kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana-mana

3. Kelas 3

Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran


untuk kelas ini berupa: Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung
kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan
kebakaran

Page |
Prinsip Pemadaman Kebakaran
31
Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak
kita hendaki, merugikan dan pada umumnya sukar dikendalikan. Api terjadi karena
persenyawaan dari:

1. Sumber panas, seperti energi elektron (listrik statis atau dinamis), sinar matahari,
reaksi kimia dan perubahan kimia.
2. Benda mudah terbakar, seperti bahan-bahan kimia, bahan bakar, kayu, plastik dan
sebagainya.
3. Oksigen (tersedia di udara)

Apabila ketiganya bersenyawa maka akan terjadi api. Dalam pencegahan


terjadinya kebakaran kita harus bisa mengontrol Sumber panas dan Benda mudah
terbakar, misalnya Dilarang Merokok ketika Sedang Melakukan Pengisian Bahan Bakar,
Pemasangan Tanda-Tanda Peringatan, dan sebagainya.

Apabila sudah terjadi kebakaran maka langkah kita adalah menghilangkan adanya
Oksigen dalam kebakaran tersebut. Contoh mudahnya seperti ketika kita menghidupkan
lilin, lalu coba kita tutup dengan gelas maka api pada lilin tersebut akan mati karena
oksigen yang berada di luar gelas tidak dapat masuk dan oksigen yang berada dalam
gelas berubah menjadi Karbon Dioksida (CO2) yang mematikan api. Ketika kita
memadamkan kebakaran dengan mengunakan APAR, karung goni yang basah dan pasir
yang terjadi adalah kita mengisolasi adanya oksigen dalam api tersebut asal semua
permukaan api tertutupi oleh ketiga media pemadaman tersebut dan api akan mati
seperti lilin yang kita tutup memakai gelas tadi. Bila kita menggunakan air sebagai
media pemadaman maka terjadi reaksi pendinginan panas dan isolasi oksigen dari
kebakaran tersebut.

Peralatan Pencegahan Kebakaran

1. APAR / Fire Extinguishers / Racun Api


Peralatan ini merupakan peralatan reaksi cepat yang multi guna karena
dapat dipakai untuk jenis kebakaran A,B dan C. Peralatan ini mempunyai berbagai
ukuran beratnya, sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar-kecilnya
resiko kebakaran yang mungkin timbul dari daerah tersebut, misalnya tempat
penimbunan bahan bakar terasa tidak rasional bila di situ kita tempatkan racun
api dengan ukuran 1,2 Kg dengan jumlah satu tabung. Bahan yang ada dalam
tabung pemadam api tersebut ada yang dari bahan kinia kering, foam / busa dan
CO2, untuk Halon tidak diperkenankan dipakai di Indonesia.

2. Hydran

Ada 3 jenis hydran, yaitu hydran gedung, hydran halaman dan hydran kota,
sesuai namanya hydran gedung ditempatkan dalam gedung, untuk hydran
halaman ditempatkan di halaman, sedangkan hydran kota biasanya ditempatkan
pada beberapa titik yang memungkinkan Unit Pemadam Kebakaran suatu kota
mengambil cadangan air.

3. Detektor Asap / Smoke Detector

Peralatan yang memungkinkan secara otomatis akan memberitahukan


kepada setiap orang apabila ada asap pada suatu daerah maka alat ini akan Page |
berbunyi, khusus untuk pemakaian dalam gedung. 32

4. Fire Alarm

Peralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada setiap orang


akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat

5. Sprinkler

Peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan


memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada suatu suhu
tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut

Pencegahan Kebakaran

Setelah kita mengetahui pengklasifikasian, prinsip pemadaman dan perlengkapan


pemadaman suatu kebakaran maka kita harus bisa mengelola kesemuanya itu menjadi
suatu sistem manajemen /pengelolaan pencegahan bahaya kebakaran.

Kita mengambil contoh dari pengelolaan pencegahan kebakaran pada


bangunan tinggi.

1. Identifikasi bahaya yang dapat mengakibatkan kebakaran pada gedung


itu.
oBahan Mudah Terbakar, seperti karpet, kertas, karet, dan lain-lain
oSumber Panas, seperti Listrik, Listrik statis, nyala api rokok dan lain-lain
2. Penilaian Resiko

Resiko tinggi karena merupakan bangunan tinggi yang banyak orang

3. Monitoring
Inspeksi Listrik, Inspeksi Bangunan, Inspeksi Peralatan Pemadam
Kebakaran, Training, Fire Drill / Latihan Kebakaran dan lain-lain

4. Recovery / Pemulihan

Emergency Response Plan / Rencana Tindakan Tanggap Darurat, P3K,


Prosedur-Prosedur, dan lain-lain.

TP-TKP PENGERTIAN NARKOTIKA


PENGERTIAN NARKOTIKA

Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis
maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi
penggunanyaPengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan
semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan
bagi pemakainya.

Page |
33

Macam-macam Narkotika

1. Opioid.

Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga
opium.Opium disaripatikan dari opium poppy (papaver
somniferum) & disuling untuk membuat morfin, kodein & heroin
(1847).Opium digunakan selama berabad-abad sebagai
penghilang rasa sakit dan untuk kenikmatan (mencegah
batuk,diare, dsb.)

Termasuk dalam golongan Opioid adalah :

• Heroin.

Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat


seseorang kecanduan karna efeknya sangat kuat. Obat ini bisa di
temukan dalam bentuk pil, bubuk, dan juga dalam cairan. Heroin
memberikan efek yang sangat cepat terhadap si pengguna, dan
itu bisa secara fisik maupun mental. Dan jika orang itu berhenti
mengkonsumsi heroin, dia akan mengalami rasa sakit yang
berkesinambungan/sakaw/ gejala putus obat.Heroin mempunyai kekuatan yang
dua kali lebih kuat dari morfin(sering digunakan untuk medikasi) dan merupakan
jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir
ini.Cara penggunaan heroin yang disuntikkan dapat memicu terjadinya penularan
HIV/AIDS dan hepatitis C. Biasanya disebabkan oleh penggunaan jarum suntik dan
peralatan lainnya secara bersamaan.
• Codein.

Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu.


Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya
untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual
dalam bentuk pil atau cairan jernih.Codein sering juga
digunakan sebagai obat batuk untuk batuk yang kronis.
Pembeliannya pun harus dengan resep dokter.

• Domerol

Nama lainnya adro Domerol adalah pethidina. Demerol


dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna. Demerol
sering juga digunakan untuk pengobatan.

Page |
34

2. Kokain.

Kokain adalah salah satu zat adiktif yang sering


disalahgunakan. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari
tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika
Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-
kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek
stimulan, seperti untuk meningkatkan daya tahan, stamina, mengurangi kelelahan,
rasa lapar dan untuk memberikan efek eforia.

Dampak jangka pendek lain penggunaan kokain adalah


depresi, paranoid, serangan jantung, kejang, stroke dan psikosis

3. Cannabis/ganja/cimenk.

Semua bagian dari tanaman ini mengandung kanabinoid


psikoaktif. Tanaman ganja biasanya dipotong, dikeringkan,
dipotong kecil - kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints (di
Indonesia disebut pocong). Akan mengikat pikiran dan dapat
membuatmu menjadi ketagihan.Bentuk yang paling poten berasal
dari sari tanaman ganja yang dikeringkan dan berwarna coklat-hitam yang disebut
hashish atau hash.

Ganja dikenal dapat memicu psikosis, terutama bagi mereka yang memiliki latar
belakang (gen) schizophrenia. Ganja juga bisa memicu dan
mencampuradukkan antara kecemasan dan depresi.Asap ganja
mengandung tar 3 kali lebih banyak dan karbonmonoksida 5 kali
lebih banyak daripada rokok biasa.THC(delta-9-
tetrahydrocannabinol) disimpan di dalam lemak pada tubuh dan dapat dideteksi
sampai enam minggu setelah memakai.

PENGERTIAN PSIKOTROPIKA

Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf
pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, kadang-kadang disertai dengan timbulnya
halusinasi (gangguan persepsi visual dan pendengaran), ilusi, gangguan cara berpikir,
perubahan alam perasaan.

Page |
Jenis-jenis yang termasuk psikotropika
35
1. Ecstasy/Ineks

Ecstasy (methylen dioxy methamphetamine)/MDMA adalah


salah satu jenis narkoba yang di buat secara ilegal di sebuah
laboratorium dalam bentuk tablet.Ekstasi akan mendorong tubuh
untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari
kekuatan tubuh itu sendiri. Kekurangan cairan tubuh dapat terjadi
sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama, yang sering
menyebabkan kematian. Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam tablet
atau kapsul ecstasy. Zat-zat ini justru seringkali lebih berbahaya dibandingkan
kandungan ecstasy yang ada. Ecstasy ini mempengaruhi reseptor dopamin di otak
sehingga bila efek zat ini habis dapat menimbulkan depresi dan paranoid.

1. Shabu-shabu

Nama kimianya adalah methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau


bumbu penyedap masakan. Obat ini berbentuk kristal maupun
tablet, tidak mempunyai warna maupun bau

1. Obat ini mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf diantaranya :


2. Merasa nikmat, eforia, waspada, enerjik, sosial & percaya diri (bila
digunakan lebih dari biasanya).
3. Agitasi(mengamuk), agresi(menyerang), cemas, panik.
4. Mual, berkeringat, geraham lengket, gigi terus mengunyah.
5. Meningkatkan perilaku berisiko.
6. Kehilangan nafsu makan.
7. Susah tidur.
8. Gangguan jiwa berat.
9. Paranoid dan depresi.
FAKTOR PENDORONG PENGGUNAAN NARKOBA

Beberapa faktor yang mendorong seseorang untuk mencoba menggunakan


narkoba yang pada akhirnya menyebabkan ketergantungan.

1 Faktor Kepribadian.

• Kurangnya pengendalian diri.

Orang yang mencoba-coba menggunakan narkoba biasanya memiliki sedikit


pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkan serta aturan hukum yang
melarang penggunaan Narkoba.

• Konflik Individu.

Orang yang kerap mengalami konflik akan mengalami frustasi. Bagi individu
yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung untuk
menggunakan narkoba, Kecemasan yang ditimbulkan oleh konflik individu
tersebut dapat menguranginya dengan mengkonsumsi narkoba.
Page |
• Terbiasa hidup senang/mewah. 36

Orang yang terbiasa hidup dalam kesenangan kerap berupaya menghindari


permasalahan yang lebih rumit, biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian
masalah secara instan, praktis atau membutuhkan waktu yang singkat. Mereka
tidak terbiasa bersikap sabar, telaten, ulet atau berpikir konstruktif akan memilih
cara-cara yang simple yang dapat memberikan kesenangan, narkoba memberikan
rasa euphoria secara berlebihan.

2. Faktor Lingkungan

• Masyarakat yang indvidualis.

Lingkungan yang individualistik seperti yang terdapat dalam kehidupan


kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain, sehingga setiap orang
hanya memikirkan permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya,
biasanya orang-orang seperti ini selalu beranggapan bahwa yang penting bukan
dirinya, saudara atau familinya tidak terlibat narkoba maka ia tidak mau ambil
pusing karenanya. Akibatnya banyak individu dalam masyarakat kurang peduli
dengan penyalahangunaan narkoba ini yang semakin meluas pada remaja dan
pada anak-anak.

• Pengaruh teman sebaya.

Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap


penggunaan narkoba, hal ini disebabkan sebagai syarat kemudahan untuk dapat
diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau genk mempunyai kebiasaan
perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan
berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi
narkoba bersama pula.

• Hukuman yang terlalu ringan

Hukuman sanksi yang diberikan kepada pengguna dan pengedar narkoba


yang terlalu ringan juga mempengaruhi penggunaan narkoba secara meluas.
Hukuman yang berat akan memberi efek jera pada pemakai atau pengedar dan
juga mempengaruhi secara psikologis bagi masyarakat untuk menggunakan
narkoba.

3. Faktor Keluarga

• Kurangnya kontrol keluarga.

Orang tua yang terlalu sibuk jarang mempunyai waktu mengontrol anggota
keluarga. Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung mencari
perhatian dari luar, biasanya mereka juga mencari "kesibukan" bersama teman-
temannya

• Kurangnya penerapan disiplin dan tanggung jawab

Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimulai


dari keluarga yang broken home, semua anak mempunyai potensi yang sama
untuk terlibat dalam penyalahangunaan narkoba. Pengenalan anak terhadap
disiplin dan tanggung jawab akan mengurang resiko anak terjebak didalamnya.
Anak mempunyai tanggungjawab terhadap dirinya dan orangtua dan juga
masyarakat akan mempertimbangkan beberapa hal untuk mencoba-coba Page |
menggunakan narkoba.
37
4. Faktor Pendidikan

• Kampanye kurang.

Kampanye sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi akan bahayanya


menggunakan narkoba. Pemerintah dan instansi terkait seharusnya berperan
proaktif terhadap pencegahan penggunaan narkoba dikalangan generasi muda
sebagai penerus bangsa karena dampaknya kesehatan akan mempengaruhi
generasi muda di masa mendatang. Poster-poster anti narkoba seharusnya juga
tidak menggambarkan dampak kematian, melainkan juga harus bersifat informatif
yang berkenaan dampak dalam waktu singkat terhadap penggunaan narkoba.

• Pendidikan di sekolah

Pendidkan akan bahayanya narkoba di sekolah-sekolah juga merupakan


salah satu bentuk kampanye, kurangnyaa pengetahuan yang dimiliki oleh siswa
akan bahayanya narkoba juga dapat memberikan andil terhadap meluasnya
pengguna narkoba dikalangan pelajar.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://id.wikipedia.org
2. http://sakabhayangkaragombong.blogspot.com
3. http://zabhara.blogspot.com/2009/03/krida-tibmas.html