Anda di halaman 1dari 6

JURUSAN P.

IPS PROGRAM STUDI EKONOMI BKK AKUNTANSI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA

MINI PROPOSAL

I. IDENTIFIKASI DIRI
Nama : Wulan Widayati
NIM : K 7406163
Tahun Basis : 2006

II. JUDUL SKRIPSI


“Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction Untuk Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran Akuntansi Kelas X SMK N 6 Surakarta”

III. BIDANG ILMU


Skripsi ini termasuk dalam bidang disiplin ilmu Pendidikan.

IV. LATAR BELAKANG


Pendidikan memegang peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Tujuan utama pendidikan adalah memberi kemampuan pada
manusia untuk hidup di masyarakat. Kemampuan ini berupa pengetahuan
dan/atau keterampilan, serta perilaku yang diterima masyarakat. Kemampuaan
seseorang akan dapat berkembang secara optimal apabila memperoleh
pengalaman belajar yang tepat. Untuk itu lembaga pendidikan dalam hal ini
sekolah harus memberi pengalaman belajar yang sesuai dengan potensi dan
minat peserta didik.
Peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara terus menerus
dan berkesinambungan. Faktor yang menentukan kualitas pendidikan antara lain
kualitas pembelajaran dan karakter peserta didik yang meliputi bakat, minat, dan
kemampuan. Kualitas pembelajaran dilihat pada interaksi peserta didik dengan
sumber belajar, termasuk pendidik. Interaksi yang berkualitas adalah yang
menyenangkan dan menantang. Menyenangkan berarti peserta didik belajar
dengan rasa senang, sedangkan menantang berarti ada pengetahuan atau
keterampilan yang harus dikuasai untuk mencapai kompetensi.
Mata pelajaran Akuntansi merupakan salah satu mata pelajaran yang
dikatakan gampang-gampang susah. Dalam melakukan pembelajaran Akuntansi,
guru harus pandai dalam menanamkan konsep awal pada siswa. Siswa pun
dituntut untuk memiliki pemahaman yang cukup disertai keterampilan yang
menunjang pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Maka tidak jarang
siswa tidak begitu tertarik pada mata pelajaran ini karena jika tidak memahami
di awal dan tidak menyimak secara seksama penjelasan prosedural dari guru,
akan merasa tertinggal. Tugas guru adalah memberikan situasi pembelajaran
yang hidup untuk memacu motivasi siswa pada saat belajar komputer akuntansi.
Proses pembelajaran dengan paradigma lama harus diubah dengan
paradigma baru yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam berpikir, arah
pembelajaran yang lebih kompleks tidak hanya satu arah sehingga proses belajar
mengajar akan dapat meningkatkan kerjasama diantara siswa dengan guru, siswa
dengan siswa serta dengan metode yang tidak lagi dengan patokan metode
konvensional tapi dengan inovasi baru agar siswa lebih memahami materi yang
disampaikan.
Berdasarkan pandangan di atas, maka permasalahan yang muncul adalah
bagaimana guru dapat menciptakan suatu proses pengajaran yang hidup dan
mampu meningkatkan kualitas belajar siswa dalam pelajaran komputer
akuntansi dengan model pembelajaran yang tepat. Perubahan dalam dunia
pendidikan memang merupakan tantangan tersendiri bagi semua pihak yang
terkait. Selain sistem pendidikan yang perlu diperbaharui lagi, proses
pembelajaran yang lebih inovatif perlu dikembangkan untuk mencapai
kompetensi peserta didik. Proses pembelajaran yang berkualitas adalah proses
yang memberikan makna bagi kehidupan siswa sehari-hari. Proses yang
menjadikan siswa memiliki ‘sesuatu’, yang memberi bekal pengetahuan untuk
menghadapi dunia kerja dan masyarakat. Karena proses ini begitu penting, maka
harus ada motivasi dan minat dari dalam diri siswa terhadap pembelajaran itu.
Proses pembelajaran perlu dibuat semenarik mungkin, agar siswa dapat
menikmati masa pendidikan mereka dengan penuh semangat. Semangat inilah
yang nantinya akan mendorong siswa lebih mudah memahami apa yang
diajarkan kepada mereka di sekolah. Dewasa ini, model pembelajaran lebih
inovatif mulai dipraktekkan dan dikembangkan oleh beberapa tenaga pendidik.
Pembelajaran kontekstual, cooperative learning, dan masih banyak lagi yang
lainnya.
Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas
siswa adalah model pembelajaran direct instruction. Merupakan model
pembelajaran secara langsung yang menitikberatkan pada suatu bentuk
pembelajaran untuk membantu siswa mempelajari kemampuan dasar dan
perolehan informasi yang diajarkan dalam bentuk tahap demi tahap.
Joice, Weil, Calhaun (2000:339) menjelaskan bahwa metode
pembelajaran langsung telah digunakan untuk menjelaskan suatu konsep atau
kemampuan baru kepada kelompok besar siswa, memberikan ujian pemahaman
materi dengan berlatih di bawah bimbingan guru (latihan terbimbing/ terkontrol)
dan mendorong merekan melanjutkan latihan di bawah pengawasan guru
(latihan terbimbing).
Model pembelajaran dengan sistem pengajaran langsung cukup baik
untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan siswa serta pengetahuan
siswa khususnya dalam mata pelajaran komputer akuntansi. Oleh karena itu,
penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : “Penerapan Model
Pembelajaran Direct Instruction Untuk Meningkatkan Kualitas
Pembelajaran Akuntansi Kelas X SMK N 6 Surakarta”

V. PERUMUSAN MASALAH
Masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penerapan model
pembelajaran direct instruction dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
Akuntansi Kelas X SMK N 6 Surakarta

VI. TUJUAN PENELITIAN


Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Model
Pembelajaran Direct Instruction dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran
akuntansi kelas X SMK N 6 Surakarta

VII. MANFAAT PENELITIAN


Dari hasil penelitian ini diharapkan :
1. Bagi Guru
Sebagai alternatif pembelajaran dengan menerapkan pendekatan
kontekstual dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa tidak
hanya nilai tetapi juga ketrampilan dalam menerapkan materi Akuntansi
Keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Bagi Siswa
Mendapatkan kemudahan dalam menemukan pengetahuan dan
mengimplementasikan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.

VIII. METODOLOGI PENELITIAN


Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
tindakan kelas (Classroom Action Research). Secara ringkas, penelitian tindakan
kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi
praktek pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri.
Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran
mereka, dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu (Prof. Dr. Rochiati W,2005).
DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Rochiati Wiriaatmaja .2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas : untuk
meningkatkan kinerja guru dan dosen. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
http://bandono.web.id/cv/ diakses pada tanggal 6 November 2009 pukul 06:33.
http://one.indoskripsi.com// diakses pada tanggal 6 November 2009 pukul 06:45.
HALAMAN PENGESAHAN

Surakarta, 5 Januari 2010

Mahasiswa

Wulan Widayati
NIM. K7406163

Mengetahui,

Ketua Program Studi

Pendidikan Ekonomi BKK Akuntansi Pembimbing Akademik

Drs. Wahyu Adi, MPd Dra. Sri Witurachmi, MM


NIP. 19630520 198903 1 005 NIP. 19540614 198103 2 001

Pembimbing I …………………………………… (…………………..)


Pembimbing II …………………………………… (…………………..)