P. 1
Akuntansi I

Akuntansi I

5.0

|Views: 3,051|Likes:
Dipublikasikan oleh triiswati

More info:

Published by: triiswati on Jun 07, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

BAB I SEJARAH, PENGERTIAN, PEMAKAI DAN MACAM AKUNTANSI A.

SEJARAH AKUNTANSI Seorang siswa pada akhir bulan menghitung jumlah uangnya berdasarkan buku hariannya. Pengeluaran yang ada antara lain : untuk pembayaran SPP, transport, membeli alat tulis, jajan, dan kebutuhan lainnya. Setelah di jumlahkan uang pemberian dari orang tuanya siswa, sisanya tinggal sedikit. Hal itu dilaporkan kepada orang tua untuk mendapatkan tambahan dana pada bulan berikutnya. Mengapa siswa itu perlu membuat catatan untuk pengeluran dan pemasukan ? Karena mereka akan dapat melihat, menilai dan memutuskan untuk tindakan berikutnya, apakah mereka akan tetap jajan sehingga tidak mempunyai simpanan, dan lain-lain. Bagi orang tua dia akan menentukan perlu atau tidaknya diberikan tambahan dana, atau hanya akan diberikan tiap hari sesuai dengan kepentingannya. Jika diperhatikan masalah diatas, sebenarnya setiap orang membutuhkan catatan, begitu pula dengan para pedagang dari Genoa, untuk menghitung berapa keuntungan/kerugian dalam berdagang, mereka akan membendingkan jumlah harta pada waktu berangkat dengan jumlah harta pada waktu pulang. Itulah awal mula perkembangan timbulnya akuntansi, yang prosesnya bersamaan dengan perkembangan bisnis. Pada tahun 1494 lahirlah buku pertama “SUMMA DE ARITHMETICA GEOMETRICA, PROPORTIONI ET PROPORTIONALITE” yang salah satu babnya memuat akuntansi, dibuat oleh Lucas Pacioli yang kemudian dikenal sebagai bapak akuntansi. Pada abad ke 15 romawi jatuh, pusat perdagangan pindah kebelanda, sehingga perkembangan akuntansi memakai system kontinental. Setelah belanda meninggalkan Indonesia, maka pada zaman jepang terdapat kekosongan tenaga akuntansi. Oleh sebab itu kursus akuntansi mulai ditingkatkan, dan disinilah awal mulanya keberadaan akuntan di Indonesia. Pada zaman kemerdekaan dimulai pengiriman akuntan dari Indonesia keluar negri (AS), dan sejak itu pula system akuntansi bergeser dari system kontinental ke system Anglo Saxon (AS). Perguruan tinggi mulai berlomba-lomba membuka jurusan akuntansi, dan berawal tahun 1952. seiring dengan perkembangan akuntansi, maka pada tahun 1953 berdirilah Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan lembaga pengembangan akuntansi di Indonesia.

PENGERTIAN DAN KEGUNAAN 1. Pengertian Akuntansi Istilah akuntansi yang merupakan terjemahan bebas dari Accountancy, mempunyai pengertian yang menurut ahli yang satu dengan yang lain tidak sama. Walaupun demikian pada prinsipnya mempunyai pengertian yang sejenis. Menurut American Accounting Association, yaitu lembaga yang bertugas memberikan gelar Akuntan di AS, mendefinisikan sebagai berikut : Proses pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas, bagi pihak pemakai informasi. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa : a. Akuntansi merupakan proses identifikasi/pengenalan, pengkuran dan pelaporan ekonomi. b. Informasi yang di hasilakan oleh akuntansi diharapkan berguna untuk penilaian dan pengambilan keputusan bagi pihak yang memerlukannya. 2. Kegunaan Akuntansi Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu lembaga/badan usaha kepada pihak yang berkepentinagn, baik yang di dalam perusahaan itu sendiri maupun pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan keuangan yang bersifat kuantitatif yang berupa angka-angka suatu uang yang dituangkan dalam bentuk laporan keuangan, yang berguna untuk : a. Perencanaan Melalui informasi ekonomi yang tepat, maka manajemen perusahaan dapat menyusun rencana, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. b. Pengendalian Melalui informasi ekonomi yang akurat, maka manajeman perusahaan dapat mengontrol, menilai terhadap jalannya perusahaan. c. Pertanggung jawaban Walaupun laporan keunagan bersifat kuantitatif, tetapi juga dapat dipergunakan untuk menelusuri data kuantitatif (misal jumlah karyawan), sehingga dapat digunakan utuk bahan pertanggungjawaban manajemen, yang akan dapat digunakan untuk mengambil keputusan pada masa-masa yang kan datang. C. PEMAKAI AKUNTANSI Tujuan akuntansi adalah memberikan informasi keuanagn kepada pemakai/pihakpihak lain yang memerlukan : Pihak-pihak yang memerlukan akuntansi antara lain :

1.

Pihak intern

Manajemen berkepentingan langsung dan sangan membutuhkan informasi keuangan untuk tujuan pengendalian/controlling, pengkoordinasian/coordinating dan perencanaan/planning suatu perusahaan. 2. Pihak extern

a. Pemilik/investor dan calon pemilik Pemilik memerlukan akuntansi untuk memenuhi posisi maju/mundurnya perusahaan, sehingga ia dapat menentukan apakah akan mempertahankan perusahaannya, menjual atau menanam modalnya di perusahaan lain. Calon pemilik dapat menentukan apakah dia akan menanamkan modalnya pada perusahaan itu. b. Kreditor dan calon kreditor Informasi akuntansi berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjaman, sehingga dapat dijadikan pedoman apakah akan di tambah pinjamannya atau justru akan ditarik pinjaman yang telah diberikan. Bagi calon kreditor berguna untuk menilai resiko yang akan terjadi sebelum pinjaman diputuskan ataru diberikan. c. Pemerintah Informasi akuntansi bai pemerintah sangan berguna untuk tujuan pajak dan pengaturannya, pemeriksaan terhadap kebenaran jumlah pajak yang dilaporkan, dan sebagai lat penilai apakah perusahaan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, serta pemantauan perkembangan perusahaan melalui Biro Pusat Statistik. d. Karyawan Informasi ekonomi bagi karyawan akan berguna untuk mengetahui kelangsungan hidupnya, maju mundurnya perusahaan yang berguna untuk kemantapan kerja, pertimbangan naik turunnya gaji dan jaminan social. e. Pelanggan Informasi ekonomi berguna untuk mengevaluasi hubungan usaha hubungan usaha dengan perusahaan, dan menentukan kelanjutan hubungan di masa mendatang.

D. MACAM-MACAM AKUNTANSI 1. Akuntansi Keuangan Adalah akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi keuangan. Hasil akhir akuntansi keuangan adalah Laporan Laba/rugi, Laporan perubahan modal, neraca, Laporan perubahan posisi keuangan, catatan atas laporan keuangan. Dalam

penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan prisip akuntansi yang berterima umum. 2. Akuntansi manajemen Adalah akuntansi yang memberikan informasi baik keuanagn (kuantitatif) maupun bukan keuanagan(kualitatif), untuk kepentinagn manajemen perusahaan. Bidang ini bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengendalian operasi perusahaan. Macam-macam akuntansi yang lain : a. Akuntansi Biaya b. Akuntansi Pemerintah c. Akuntansi Sosial d. Akuntansi Internasional e. Akuntansi Pemeriksaan f. Akuntansi Perpajakan g. Akuntansi Peranggaran Profesi di bidang akuntansi di sebut akuntan. Macam-macam akuntan dan tugasnya, menurut UU No.34 th. 1945 : a. Akuntan Privat/Intern/Manajemen Adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan/ organisasi tertentu, bertugas menjalankan fungsi akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen. b. Akuntan Publik (Extern) Adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas (indepeden) terhadap laporan keuangan perusahaan dan organisasi lain. Hasil laporan keuangan dinyatakan dalam laporan akuntansi yang berisi pendapat tentang kewajaran atau kelayakan laporan keuangan yang diperiksanya. Tugas selain pemeriksaan adalah : Konsultasi perencanaan dan pelaporan pajak Penyusunan anggaran Penyusunan system akuntansi Penyusunan system akuntansi Penyususnan laporan keuangan

c. Akuntan Pemerintah Adalah akuntan yang bekerja di lembaga pemerintahan, misalnya : di BPK, Dirjen pajak, BPKP, Departemen keuangan dan lain-lain. Tugasnya adalah mengawasi keuangan dan kekayaan negara sampai pengelolaan keuangan dan kekayaayn negara. d. Akuntan Pendidik Akuntan yang bekerja di lembaga pendidikan untuk mengajarkan, melakukan riset dan mengembangakan pengetahuan akuntansi.

SOAL-SOAL Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini ! i. Siapakah tokoh yang mendapatkan julukan Bapak Akuntansi ? ii. Akuntansi sering disebut juga bahasa dunia usaha, jelaskan ! iii. Sebutkan pihak-pihak yang tergolong ekstern perusahaan ! iv. Sebutkan 5 contoh perusahaan jasa ! v. Jelaskan perkembangan akuntansi di Indonesia ! vi. Bagaimana pengertian akuntansi menurut American Accounting Association ? vii. Sebutkan pihak-pihak pemakai informasi akuntansi ! viii. Jelaskan kegunaan akuntansi bagi : a. Manager b. Pemilik c. Pemerintah ix. Sebutkan 2 macam akuntansi ! x. Bedakan tujuan antara Akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen ! xi. Sebutkan 4 macam akuntan menurut profesinya ! xii. Apakah perbedaan antara Akuntansi Publik dengan Akuntansi Intern/Manajemen ? xiii. Apakah yang dimaksud dengan akuntansi Negara ? xiv. Apakah yang dimaksud dengan akuntansi Pendidik ? xv. Sebutkan tugas akuntan Publik ! xvi. Sebutkan Undang-undang yang mengatur tentang gelar akuntan di Indonesia !

BAB II TAHAP –TAHAP AKUNTANSI A. PENDAHULUAN

Pencatatan transaksi secara langsung dari transaksi ke laporan keuangan akan menimbulkan kesalahan besar yang berakibat fatal. Apa bila pencatatan terjadi kesalahan sulit untuk menemukan kembali. Oleh karena itu pencatatan transaksi dilakukan secara bertahap. Prosedur pencatatan bertahap mulai dari pencatatan transaksi sampai menjadi laporan keuangan disebut peoses akuntansi atau tahap-tahap akuntansi atau siklus akuntansi. B. PENCATATAN

Siklus akuntansi dimulai dari adanya suatu transaksi dan kejadian yang harus dicatat. Transaksi (transaction) adalah tindakan yang mengakibatkan perubahan harta, utang dan modal yang berhubungan dengan pihak luar misalnya setoran modal keperusahaan, pembelian barang, pembayaran utang. Kejadian (Event) adalah tindakan yang terjadi di dalam perusahaan, misalnya: penyusutan aktiva, pemakaian perlengkaan kantor. Sebelum transaksi dicatat harus dibuatkan bukti transaksi yang disebut dokumen sumber atau bukti transaksi. Bukti pembukuan terdiri dari bukti transaksi dan bukti pencatatan (bukti jurnal). Dokumen sumber atau bukti transaksi baik yang diterima dari pihak luar (kwitansi, nota, faktur) maupun pihak intern (bukti kas masuk atau keluar) harus diteliti lebih dahulu keabsahannya. Setelah bukti transaksi dicatat maka langkah berikutnya dicatat dalam jurnal, secara kronologis atau urutan waktu. Langkah berikutnya adalah memindahkan jurnal ke buku besar. Tahap pencatatan dapat dilihat dibawah ini: Bukti pembukuan Pengidentifikasian Dan Pengukuran Jurnal Pencatatan Buku Besar Penggolongan

Tahap Pencatatan

PENGIKHTISARAN Dari tahap pencatatan (bukti pembukuan-jurnal-buku besar) maka prosedur berikutnya adalah tahap pengikhtisaran yang terdiri dari: a. Neraca saldo Adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari rekening buku besar. b. Kertas kerja atau neraca lajur Neraca saldo adalah merupakan bahan utama penyusunan laporan keuangan tetapi ternyata tidak semuanya rekening yang ada di neraca saldo langsung dapat digunakan, namun masih ada yang belum menunjukkan posisi atau keadaan yang sebenarnya. Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan karena adanya hal-hal di atas maka perlu dibuat kertas kerja atau neraca lajur. Kertas kerja adalah daftar yang berlajur-lajur yang dipergunakan untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan. c. Laporan keuangan Berdasarkan kertas kerja atau neraca lajur lajur di atas maka dapat dibuat laporan keuangan. d. Jurnal Penutup Untuk menutup rekening sementara atau rekening nominal maka beban dan Pendapatan dipindahkan ke rekening laba/rugi melalui jurnal penutup yang dibuat di jurnal umum. Secara formal jurnal penyesuaian dn jurnal penutup dipindahkan ke buku besar untuk menutup rekening sementara. e. Neraca saldo penutupan Setelah buku besar ditutup maka dapat dihitung saldo dalam buku besar dan dapat disusun neraca saldo setelah penutupan, sekaligus berfungsi untuk mengontrol kebenaran jumlah debet dan kredit. f. Jurnal Pembalik Ayat pembalik merupakan alternatif. Artinya boleh dibuat boleh tidak, tergantung ayat penyesuaian sebelumnya. Jika ayat sebelumnya misalnya: mendebit rekening biaya dan mengkredit aktiva, maka sesuai dengan azas konsistensi maka perlu dibuat jurnal pembalik setelah buku besar ditutup, tetapi jika sebaliknya maka tidak perlu dibuat jurnal pembalik.

C.

Tahap pengikhtisaran dapat dilihat sebagai berikut:

Neraca Saldo

Jurnal Penyusuaian

Jurnal Penutup

Neraca Saldo Penutupan

Kertas Kerja Tahap Pengikhtisaran

D.

PELAPORAN

Sebagai hasil akhir dan tujuan akutansi adalah menghasilkan informas ekonomi, untuk mengambil keputusan bagi pihak yang memerlukannya. Agar hasil akhir mudah dimengerti dan mudah memberikan gambaran yang jelas maka data perusahan perlu diproses melalui tahap-tahap dalam siklus akutansi, berdasarkan suatu prinsip yang berterima umum. Laporan keuangan dibuat pada akhir periode kutansi misalsetiap 3 bulan, persemester atau setahun sekali dan sebagainya. Laporan keuangan terdiri dari: 1. Neraca 2. Laporan rugi/laba 3. Laporan perubahan modal 4. Laporan perubahan posisi keuangan. 5. Catatan atas laporan keuangan 6. Laporan atau informasi lain sebagai pelengkap Didalam buku ini hanya akan dibahas naraca, laporan rugi/laba dan laporan perubahan modal. Ad. 1. Neraca adalah daftar yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu, meliputi harta, utang dan modal. Ad. 2. Laporan rugi/laba adalah laporan yang menggambarkan hasil usaha suatu perusahaan pada periode tertentu. Dalam laporan rugi/laba disajikan semua penghasilan dan beban. Ad. 3. Laporan perubahan modal

adalah laporan yangmenunjukan perubahan modal selama satu periode. Dalam perubahan laporan modal disajikan modal awal, rugi/laba, prive dan modal akhir. Proses lengkap siklus akutansi dapat digambarkan sebagai berikut:
Tahap Pengikhtiaran

Bukti Pembukuan

Jurnal

Buku Besar

Neraca Saldo

Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penutup

Neraca Saldo Penutupan

Identifikasi & Pengukuran

Pencatatan

Penggolongan

Kertas Kerja

Tahap Pencatatan

Laporan Keuangan

SOAL-SOAL Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. 2. 3. 4. Sebutkan tahap-tahap akutansi! Jelaskan yang dimaksud dngan tahap pencatatan! Jelaskan yang dimaksud dengan pengikhtisaran! Jelaskan yang dimaksud dengan tahap pelaporan! 5. Buatkan bagan siklus akutansi secara lengkap!

BAB III REKENING NERACA RUGI / LABA A. PENDAHULUAN Laporan keuangankan hasil akhir dari siklus akuntansi. Laporan keuangan yang utama adalah neraca laporan rugilaba yang dimulai dari pengidentifikasian dan pengukuran data sumber/bukti transaksi yang selanjutnya dicatat dalam jurnal kemudian dipindahkan kedalam buku besar. Untuk selanjutnya dilakukan proses peringkasan kedalam neraca saldo. Jika rekening yang menunjukan saldo yang sebenarnya sudah disesuaikan, maka dengan alat kertas kerja/ neraca lajur akan dapat dibuat laporan keuangan. Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Neraca terdari dari 2 bagian yaitu: 1. Aktiva berisi daftar keuangan yang dimiliki suatu perusahaan. 2. Passiva menunjukan sumber atau asal aktiva yang terdiri dari utang dan modal. Laporan rugi/laba adalah laporan yang menunjukan pendapatan dan beban perusahaan untuk jangka waktu tertentu. B. REKENING NERACA

Rekening neraca terdiri dari 3 bagian yaitu: 1. Harta/aktiva 2. Utang 3. Modal ad. 1. Harta/aktiva Adalah daftar kekayaan yang dimiliki perusahaan bik yang berwujud maupun yang tida berwujud dan mempunya nilai uang. Harta dapat dibagi menjadi: a. Harta lancar Adalah kekayaan perusahaan yang berupa Kas/Bank dan kekayaan lain yang dapat diharapkan dicairkn menjadi kas Bank, dijuaal atau dipakai habis dlam satu tahun atau daalaam siklus kegiatan normal perusahaaan, jika melampaui satu tahun. Termasuk dalam harta laancar antara lain : a.1. Kas/Bank

Alat pembayaran/rekening giro perusahaaan yang siap bebas digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan

a.2. Surat Berharga Adalah saham/obligasi dan sejenisnya yang dicairkan/diuangkan baik di Bank maupun di bursa

dapat

segera

untuk

a.3. Piutang wesel Adalah surat janji yang diterima dari debitur. Promes adalah piutang yang tertulis untuk membayar sejumlah uang tanggal yang telah ditetapkan. a.4. Piutang usaha Adalah tagihan kepada pihak lain tanpa disertaibukti tertulis piutang ini timbul karena penjualan barang/jasa secara kredit a.5. Persediaan Dalam perusahaaan dagang barang-barang yang dibeli untuk dijual kembali, sedang dalam perusahaan industri , barang dalam proses, persediaan bahan pembantu dan persediaan barang jadi. a.6. Beban dibayar di muka Adalah beban yang telah dilakukan pembayarannya untuk digunakan dalam aktifitas perusahaaan dimana yang akan tiba a.7. Perlengkapan/Bahan habis pakai (supplies) Adalah barang atau bahan yang sengaja diperoleh dan disediakan dalam rangka operasi umum perusahaan. b. Investasi jangka panjang Adalah investasi /penyertaan /penaanaman modal yang dilakukan untuk jangka panjang dengan tujuan untuk mengontrol perusahaan dan untuk mendapatkan pendapatan tetap. Termasuk di dalamnya antara lain : - Inventasi dalam saaham dan obligasi - Dana yang dicadangkan untuk pelunasan utang jangka panjang - Aktiva lain-lain untuk dimanfaatkan dimasa yang akan datang c. Aktiva tetap Adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalm bentuk siap pakai atau lebih dahulu, digunakan untuk operasi perusahaan dan tak dijual sertai mempunyai manfaat lebih dari satu tahun, antara lain : Peralatan, mesin mesin,kendaraan, gedung, tanah. d. Aktiva tidak berwujud

Adalah hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh pendaapatan. Aktiva tidak berujud antara lain :

d.1. Hak Paten Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah melalui Direkorat Paten Kepada perseorangan /badan usaha untuk menggunakan penemuan baru. d.2. Hak Cipta Adalah hak yang diberikan oleh pemerintahh kepada badan usaha/perseorangan untuk memperbanyak/memperjuallkan barang-barang hasil karya seni/tulisan. d..3. Merk Dagang Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah kepada baddan usaha untuk menggunkan nama, cap atau lambang baggi usahanya.. d.4. Franchese Adalah hak istimewa yang diperoleh perusahaan/perseorangan dari pihak lain untuk mengkomersilkann produk, tehhnik atau formula. d.5. Good Will Adalah keistimewaan yang diimiliki perusahaan karena letak strategis, nama baik perusahaan, personalia yang baik, sehingga memperoleh pendapatan yang lebih besar dibanding dengan perusahaan yang sejenis. d.6. Hak Sewa (Leasing) Adalah hak untuk menggunakan aktiva tetap dari pihak lain. e. Aktifa lain-lain Adalah aktifa yang tidak dapat secara layak dterhadap keempat aktifa di atas Misalnya : Mesin yang tidak dipakai Biaya pendirian Biaya emisi saham Ad.2. Utang/Kewajiban Kewajiban merupakan pengorbanan ekonomi yang wajib dilakukan oleh perusahaan dimasa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva atau pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan atau transaksi sebelumnya. berdasarkan jangka waktu pelunasannya maka kewaajiban dapat dibagi menjadi : a. Kewajiban lancar adalah kewajiban yang harus dilunasi tidak lebih dari satu tahun atau satu siklus normal operasi perusahaan. Termasuk kewajiban lancar : Utang Usaha Utang Wesel Utang biaya/biaya yang masih harus dibayar Utang bunga Utang pendapatann/pendapatan yang diterima di muka

b. Kewajiban jangka panjang Adalah kewajibann yang harus dilunassi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun/satu siklus normal operassi perusahaan.. termasuk dalam utang jangka panjang : Utang hipotik Adalah pinjaman jangka panjang dari Bak dengan jaminan aktiva tetap, jika pada saatnya pinjaman tidak dilunasi maka bannk akan menjuall jaminannya dan diperhitungkan dengan jumlah pinjaman. Utang Obligasi Adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan menjual/mengeluarkann surat-surat obligassi. Obligassi merupakan janji tertulis untuk membayar pinjaman pada saat pelunasannya dan memberikan bunga tetapp yang dibayarkan secara berkala. Kredit Investasi Adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan memperoleh pinjaman dari Bank untuk pembayaran atau perluassan perusahan. c. Kewajiban lain-lain Utang ini meliputi semua utang yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar maupun kewajiban jangka panjaang.. Misalnya :Utang kepada direksi Jaminan yang diterima dari langganan d.3. Modal Adalah hak pemmilik atass aktiva perusahaan. Dari segi perusahaan modal adalah utang perusahaan kepadda pemilik. Besarnya modal pemilik sama dengan akktiva dikurangi utang. Modal terdiri dari setoran pemilik dan sisa laba yang belum dibagi. Pemberian nama modal tergantung dari jenis perusahaan. Sebagai contoh : Bentuk perusahaan Nama Modal - Perseroan - Modal Pemilik - Persekutuan - Modal Sekutu - Perseroan Terbatass - Modal Saham - Koperasi - Modal Anggota C. REKENING RUGI LABA

-

-

Elemen atau unsur rekening Rugi Laba antara lain : 1. Pendapatan

Adalah penambahan terhadap moddal sebagai hassil operasi perusahaan. Pendapatan timbul dari penyerahan barang dagangan//jassa atau aktivitass lainnya dalam satu periode. Contoh rekening pendapatan sebagai berikut : - pendapatan jasa angkutan - pendapatan servis - pendapan komisi - pendapan bunga 2. Beban Adalah pengorbanan yang dikeluarkan dalam memperoleh pendapatan. Contoh : - Beban Gaji - Beban Sewa - Beban Bunga

SOAL - SOAL Jawaban pertanyaan-pertanyan di bawah ini ! i. ii. iii. iv. v. vi. vii. viii. ix. x. Apakah yang dimaksud dengan Harta ? Buatlah klasifikasi rekening Harta ! Apakah yang dimakksud dengan Utang ? Buatlah klassifikassi rekening Utang ! Apakah yang diimaksud dengan Modal ? Buatlah baggan Neraca ! Apakah yang dimaksud dengan Beban ? Sebutkan 3 macamm rekening Beban ! Apakah yang diimakksud dengan Pendappatan ? Sebutkan 3 macam rekening Pendapatan !

BAB IV KODE REKENING A. PENDAHULUAN Untuk mempermudah identifikasi dan pengelompokan rekening, mka perlu dibuatkan pedoman akuntansi yang memuatt daftar rekening beserta nomor kodenya. Banyak sedikitnya angka/nomer/digit tergantung dari besar/kecilnya jenis usaha. pemberian nomer kode rekening tergantung pada manajemen perusahaan. B. MACAM-MACAM KODE REKENING 1. Sistem Numeralia Adalah cara pemberian namer kode rekening dengan mengggunakan angka/noomer. Pemberiann nomer sebaiikknya urut, agar mudah dimengerti hubungan yang satu dengan lainnya.. Sistem nomeralia terbaggi atas : a. Kode Kelompok Adalah pemberian nomor kode dengan memberikan angka tertentu pada kelompok, golongan dan jenis rekenning. Jika rekening diberi kode 3 angka, maka angka kesatu menunjukkan kelompok, angka kedua menunjukkan golongan dan angka ketiga menunjukkann jenis rekening. Contoh : Kas dengan nomer 1 1 1 Kelompok Golongan Jenis Contoh nomor kode kelompok : Kelompok Harta Utang Modal Pendapatan Beban Masing-masing kelompok dibagi menjadi beberapa golongan. Contoh : Kelompok Harta dibagi menjadi golongan : Nomer Kode 1 2 3 4 5

Golongan : Harta Lancar Investasi Jangka Panjang Harga Tetap Harta Tak Berwujud Harta Lain – lain

Nomor Kode 11 12 13 14 15

Masing – masing golongan dibagi menjadi beberapa jenis rekening. Contoh pembagian Harta Lancar menjadi rekkening : Jenis Rekening : Nomor Kode : Kas 111 Surat Berharga 112 Piutang Wesel 113 Piutang Dagang 114 Persediaan Barang Dagangan 115 Beban dibayar dimuka 116 b. Kode Blok Adalah cara pemberian nomor rekening dengan cra menyediakan satu blok angka setiap kelompok perkiraan. Contoh Kode Blok : Kelompok : Harta Utang Modal Pendapatan Beban Nomor Kode 100 – 199 200 – 299 300 – 399 400 – 499 500 – 599

Masing – masing kelompok dibagi menjadi beberapa golongan . Contoh : Kelompok harta dibagi menjadi beberapa golongan antara lain sebagai berikut : Golongan : Nomor Kode Harta Lancar 100 – 149 Investasi jangka Panjang 150 – 159 Harta Tetap 160 – 169 Harta tak berwujud 170 – 179 Harta Lain – lain 180 – 189 Masing – masing golongan dibagi menjadi beberapa jenis rekening .Contoh: Golongan harta lancar dibagi menjadi jenis rekening : Jenis Rekening : Nomor Kode : Kas 110 Piutang 120 Persediaan barang dagangan 130 Beban dibayar dimuka 140

2. Sistem Desimal Adalah pemberian nomor kode dengan kode dengan menggunakan dasar angka 10 unit dari 0 sampai 9. Masing – masing angka//digit menunjukkan kelompok, golongan dan jenis. Rekening dibagi dalam 10 rubrik, tiap rubrik dibagi menjadi 10 golongan, dan tiap golongn dibagi menjadi 10 jenis rekening, seperti tampak dibawah ini : Rubrik 0 Rubrik 1 Rubrik 2 Rubrik 3 Rubrik 4 Rubrik 5 Rubrik 6 Rubrik7 Rubrik 8 Rubrik 9 Contoh ; 5 50 501 5011 Beban Beban Penjualan Gaji Salesmen Gaji Salesmen Produk A :Rekening harta tetap dan modal : Rekening keuangan : Rekening Netral : Rekening persediaan bahan baku, bahan pembantu, dan bahan yang habis dipakai : Rekening Jenis – jenis biaya/beban : Rekening Temppat – tempat Biaya/beban : Rekening Fabrikasi/pemikul beban : Rekening Persediaan barang jadi : Rekening Pendapatan : Rekening Rugi/Laba Umum

3. Sistem Mneumonic Adalah pemberian kode rekening dengan menggunakan singkatan huruf awal dari kelompok rekening yang bersangkutan. Contoh : Nama Rekening Aktiva Aktiva Lancar Kas Aktiva Tetap Peralatan Utang Utang Lancar Utang Dagang Modal Pendapatan Beban Kode A AL AL – K AT AT – P U UL UL – UD M P B

4.

Sistem Kombinasi Angka dan Huruf

Adalah pemberian kode rekening dengan menggunakan kombinasi huruf dan angka. Huruf paling depan sebagai golongan rekening dan nomor perkiraan dengan angka. Contoh : Upah dengan kode “U” Produksi dengan kode “”9” Benang Sutra dengan kode “2” Jadi upah produksi benang sutra dengan kode : “U-9-2”

SOAL – SOAL Jawablah pertanyaan dibawah ini : 1. kode rekening ! 2. rekening ! 3. kode rekening Numeralia ? 4. rekening Numeralia dengan : a. b. 5. Decimal ? 6. 7. 8. 9. dan huruf ! 10. huruf ! Jelaskan yang dimaksud dengan Apakah kegunaan dari kode

Apakah yang dimaksud dengan Apakah 3 macam contoh kode Kode Kelompok Kode Blok dimaksud dengan kode rekening

Apakah

yang

Berilah 2 contoh kode Decimal ! Apakah yang dimaksud dengan kode Mnemonic ? Berikan 5 macam contoh dari kode Mnemonic ! Apakah yang dimaksud dengan kode kombinasi angka Berikan contoh penggunaan kode kombinasi angka dan

BAB V KESEIMBANGAN NERACA A. PENDAHULUAN Setiap perusahaan bertujuan untuk mendapatkan laba. Agar dapat diketahui rugi atau laba suatu perusahaan, maka setiap transaksi atau kejadian harus dicatat secara catat secara cermat dan teliti. Hal ini dimaksudkan agar laporan keuangan yang dibuat dapat dipertanggungjawabkan perusahaan kepada pemiliknya atau pihak lain. Oleh sebab itu laporan keuangan harus disusun berdasarkan konsep – konsep atau prinsip – prinsip akuntansi. Konsep dasar akuntansi yang penting dan berpengaruh terhadap laporan keuangan adalah konsep kesatuan usaha. ( Business Entity Concept ) yang menyatakan bahwa perusahaan dianggap sebagai kesatuan ekonomi yang terpisah –pisah dari pihak – pihak yang berkepentingan dengan sumber – sumber perusahaan. Perusahaan dipandang sebgai unit organisasi yang terpisah daripemiliknya. Dengan konsep kesatuan usaha tersebut akuntansi berkepentingan untuk melaporkan kegiatan perusahaan bukan kefiata pemiliknya, sebab pemilik dianggap sebagai pihak eksternn. B. PERSAMAAN AKUNTANSI 1. Harta = Modal Dengan adanya pandangan konsep kesatuan usaha yang menyatakan bahwa perusahaan itu menyaatakan bahwa perusahaan itu merupakan unit organisasi yang terpisah baik dari pemilik maupun kreditornya, maka segala kekayaan perusahaan diperoleh dari pihak lur perusahaann. Kekayaan atau harta perusahaan yang diperoleh dari pihak luar adalah merupakan kewajiban atau utang. Kekayaan perusahaan yang pertama kali dipperoleh bersumber dari pemilik, maka pada saat itu pula peusahaan mempunyai kewajiban atau utang kepada pemilik yang kemudian disebut sebagai modal pemilik.

Misalnya pada tanggal 16 Maret 1991 Tuan Achmad hendak mendirikan sebuah bengkel motor yang diberi nama Bengkel Kasih Sejati. Pada tanggal tersebut Tuan achmad menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 2.000.000,00 ke dalam bengkel tersebut. Akibat transaksi ini pengaruhnya dapat digambarkan sebagai berikut : BENGKEL KASIH SEJATI Kas Utang Rp. 2.000.000,00 Rp. 2.000.000,00 Pemilik ( Tuan Achmad )

Transaksi tersebut diatas dapat diartikan bahwa Tuan Achmad meminjamkan uang kepada perusahaannya.Peristiwa tersebut sebenarnya dapat digambarkan sebagai berikut : Macamnya Aktiva Kas Rp. 2.000.000,00 Sumber Dananya Utang Tuan Achmad Rp.2.000.000,00

Karena utang kepada pemilik merupakan modal pemilik maka dari persamaan tersebut diatas dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi : Macamnya harta Kas Rp. 2.000.000,00 Sumber Dananya Modal Tuan Achmad Rp. 2.000.000,00

Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa besrnya harta = modal atau H = M 2. Harta = Utang + Modal

Karena dengan kekayaan perusahaan yang bersumber dari pemilik saja masih dirasakan kurang, maka pimpinan perusahaan dapat mencari tambahan kekayaan ( harta) perusahaan yang bersumber bukan dari pemilik misalnya dari kreditor. Sebaggai misal Bengkel Kasih Sejati pada tanggal 25 Maret 1991 meminjam uang kepada Bank Niaga sebesar Rp. 3.000.000,00. Akibat transaksi tersebut maka harta Bengkel Kasih Sejati berupa kas akan bertambah menjadi Rp. 5.000.000,00 yang bersumber dari Modal Tuan Achmad Rp. 2.000.000,00 dan utang Bank sebesar Rp. 3.000.000,00. Akibat transaksi ini dapat digambarkan sebagai berikut : Macamnya Harta Sumber Dananya

Kas

Rp. 5.000.000,00

Utang Bank Rp. 3.000.000,00 Modal Tuan Ahmad Rp. 2.000.000,00

Sehingga dalam persamaan akuntansi hal tersebut diatas dapat digambarkan bahwa Harta = Utang + modal atau dinotasikan H = U + M 3. Pengaruh Transaksi Keuangan Terhadap Persamaan Akuntansi Transaksi keuangan adalah segala kejadian atau pristiwa yang emperngaruhi struktur posisi keuangan perusahaan ( harta, utang dan modal ) yang dapat dinilai dengan uang. Setiap transaksi keuangan suatu perusahaan akan mengakibatkan timbulnya berbagai perubahan dalam ketiga unsur ( harta, utang dan modal ). Perubahan tersebut dapat terjadi antara : a. b. c. d. modal.. Harta dengan harta Harta dengan utang Harta dengan modal Harta dengan utang dan

Untuk menggambarkan pengaruh transaksi keuangan terhadap ketiga unsur tersebut, maka perhatikanlah contoh dibawah ini . TRANSAKSI I Nona Retno Endrawati setelah menyelesaikan kursus salon kecantikan, mendirikan sebuah salon kecantikan diberi nama Retno Beauty Salon, dengan menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 2.500.000,00. Akibat transaksi tersebut maka harta perusahaan berupa kas bertambah sebesar Rp. 2.500.000,00 dan modal perusahaan bertambah sebesar Rp.2.500.000,00 dan modal perusahaan bertambah sebesar Rp. 2.500.000,00. Pembinaan ini dinyatakan dalam perusahaan akuntansi sebagai berikut :
Harta/Aktiva = Modal No 1. Jml Kas 2.500.000,00 2.500.000,00 Modal Nona retno 2.500.000,00 2.500.000,00 ( dalam rupiah ) Keterangan Investasi Modal Awal

TRANSAKSI II Retno Beauty Salon menyewa sebuah ruangan untuk kegiatan tersebut pada bulan pertama sebesar Rp. 50.000,00. Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahan berupa kas berkurang Rp. 50.000,00 untuk membayar beban sewa. Setelah transaksi ini maka persamaan akuntansi akan terlihat sebagai berikut :
Harta/Aktiva = Modal (dalam rupiah)

No Jml. 2. Jml

Kas 2.500.000,00 (50.000,00) 2.450.000,00

Modal Nona retno 2.500.000,00 (50.000,00) 2.450.000,00

Keterangan Beban sewa

TRANSAKSI III Retno Beauty salon membeli peralatan salon sebesar Rp.250.000,00 dan pelengkapan salon sebesar Rp. 50.000,00 secara tunai. Akibat transaksi ini aktiva perusahaan berupa kas berkurang Rp.300.000,00 dan aktiva perusahaan berupa perlengkapan salon dan peralatan salon masing-masing bertambah Rp.50.000,00 dan Rp.250.000,00. Setelah transaksi ini maka persamaan akuntansi akan terlihat sebagai berikut :

Harta/Aktiva = Modal No Jml. 3. Jml Kas 2.450.000,00 (300.000,00) 2.450.000,00 Perlengkapan salon 50.000,00 50.000,00 Peralatan salon 250.000,00 250.000,00 Modal Nona Retno 2.450.000,00 2.450.000,00

(dalam rupiah) Keterangan

TRANSAKSI IV Untuk menambah uang kass perusahaannya maka Retno Beauty Salon meminjam uang dari bank sebesar Rp.500.000,00. Akibat transaksi ini maka aktiva perusahaanberupa kas bertambah sebesar Rp.500.000,00 dan utang perusahaan bertambah sebesar Rp.500.000,00. Setelah transaksi ini perasaan akuntansiinya akan terlihat sebagai berikut :
Harta/Aktiva = Modal No Jml. 4. Jml Kas 2.150.000,00 500.000,00 2.650.000,00 Perlengkapan salon 50.000,00 50.000,00 Peralatan salon 250.000,00 250.000,00 Utang Bank 500.000,00 500.000,00 (dalam rupiah) Modal Nona Retno 2.450.000,00 2.450.000,00 Keterangan

TRANSAKSI V Hasil jasa dari pemotongan rambut, cuci muka dan lain-lain selama satu bulan sebesar Rp.265.000,00. Akibat transaksi ini maka aktiva perusahaan berupa kas bertambah sebesar Rp.265.000,00 dan modal perusahaan sebesar Rp.265.000,00 yang diaibatkan penerimaan pendapatan jasa salon. Setelah transaksi ini maka persamaan akuntansinya terlihat sebagai berikut :

Harta/Aktiva = Modal No Jml. 5. Jml Kas 2.650.000,00 265.000,00 2.915.000,00 Perlengkapan salon 50.000,00 50.000,00 Peralatan salon 250.000,00 250.000,00 Utang Bank 500.000,00 500.000,00 Modal Nona Retno 2.450.000,00 265.000,00 2.715.000,00

(dalam rupiah) Keterangan Pendapatan jasa salon

TRANSAKSI VI Retno Beuty Salon membayar tenaga yang membantu di salon tersebut sebesar Rp. 50.000,00. Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahaan berupa kas berkurang Rp. 50.000,00 dan modal perusahaan berkurang sebesar Rp. 50.000,00 yang mengakibatkan untuk membayar beban upah. Setelah transaksi ini maka persamaan akuntansi terlihat sebagai berikut :
Aktiva/harta = Utang + Modal ( dalam rupiah )

No Jml.6 Jml.

Kas 2.915.000,00 ( 50.000,00 ) 2.865.000,00

Perlengkapan Salon 50.000,00 50.000,00 Jumlah aktiva

Peralatan Salon 250.000,00 250.000,00

Utang Bank 500.000,00

Modal Nona Retno 2.715.000,00

Keterangan Beban Upah

500.000,00 2.665.000,00 = Jumlah utang + Modal

TRANSAKSI VII Dibayar sebagian utang Bank sebsar Rp. 300.000,00. Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahaan juga berkurang Rp. 300.000,00 dan utang perusahaan juga berkurang Rp. 300.000,00. Setelahtransaksi ini maka persamaan akuntansinya terlihat sebagai berikut :
Aktiva/harta = Utang + Modal ( dalam rupiah )

No Jml. 7 Jml

Perlengkaan Salon 2.865.000,00 50.000,00 ( 300.000,00 ) 2.565.000,00 50.000,00 Jumlah aktiva

Kas

Peralatan Utang Modal Nona salon Bank Retno 250.000,00 500.000,00 2.665.000,00 500.000,00 250.000,00 200.000,00 2.665.000,00 = Jumlah utang + Modal

Keterangan

TRANSAKSI VIII Nona Retno Endrawati mengambil uang di salonnya untuk keperluan priibadi sebesar Rp. 25.000,00. Akibat transaksi ini maka aktiva perusahaan berupa kas berupa Rp. 25.000,00 dan modal perusahaan juga berkurang Rpp. 25.000,00 yang diakibatkan adanya pengambilan pribadi pemilik. Setelah transaksi tersebut maka persamaan akuntansi terlihat sebagai berikut :

Aktiva/harta = Utang + Modal

( dalam rupiah )

No Jml. 8 Jml

Kas 2.565.000,00 ( 25.000,00 ) 2.565.000,00

Perlengkaan Salon 50.000,00 50.000,00 Jumlah aktiva

Peralatan salon 250.000,00 250.000,00

Modal Nona Retno 2.665.000,00 (25.000,00) 200.000,00 2.640.000,00 = Jumlah utang + Modal

Utang Bank 200.000,00

Keterangan

TRANSAKSI IX Pada akhir bulan dinyatakan perlengkapan salon yang sudah terpakai sebesar Rp. 20.000,00 Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahan berupa perlengkapan salon berkurang Rp. 20.000,00 dan modal perusahaan juga berkurang Rp. 20.000,00 yang diakibatkan adanya beban perlengkapan salon. Setelah transaksi ini maka persamaan akuntansi terlihat sebagai berikut :
Aktiva/harta = Utang + Modal ( dalam rupiah )

No Jml. 9 Jml

Kas 2.540.000,00 2.540.000,00

Perlengkaan Salon 50.000,00 (20.000,00) 30.000,00 Jumlah aktiva

Peralatan salon 250.000,00 250.000,00

Modal Nona Retno 2.665.000,00 (20.000,00) 200.000,00 2.620.000,00 = Jumlah utang + Modal

Utang Bank 200.000,00

Keterangan Beban Perl. Salon

TRANSAKSI X Pada akhir bulan dinyatakan peraltan salon disussutkan sebesar Rp. 25.000,00. Transaksi ini mengakibatkan aktiva prusahaan berupa peralatan salon berkurang nilainya sebesar Rp. 25.000,00 dan modal perusahaan berkurang sebsar rp. 25.000,00 yang diakibatkan adanya beban penyusutan peralatan salon Dalam hal ini penguragan nilai peralatan salon tidak langsung dilakukan pada peraltan salon, namun sebaiknya dibuatkan rekening atau kolom tersendiri dengan nama akumusi penyusutan peralatan salonsebagai kotra rekening ( rekening tandingan ) daripada rekening peralatan salon. Rekening akumulasi penyusutan peralata salon kedudukannya mengurangi rekening peralatan salon. Transaksi ini tidak langsung dikurangkan pada peralatan salon alasannya agar nilai perolehan peralatan salon dapat segera diketahui pada setiap saat. Setelah transaksi ini maka prsamaan akuntansi terlihat secara keseluruhan sebagai berikut
Aktiva/harta = Utang + Modal
No 1. 2. 3. Kas 2.500.000,00 (500.000,00) 2.450.000,00 (300.000,0) 2.150.000,00 Perlengkaan Salon 50.000,00 50.000,00 Ak. Peny. Peralatan salon 250.000,00 250.000,00 Peralatan salon Utang Bank -

( dalam rupiah )
Modal Nona Retno 2.500.000,00 (50.000,00) 2.450.000,00 2.450.000,00 Keterangan Investasi modal awal Beban awal

4. 5. 6. 7. 8.. 9. 10.

500.000,00 2.650.000,00 265.000,00 2.915.000,00 (50.000,00) 2.865.000,00 (25..000,00) 2.565.000,00 (25.000,00) 2.540.000,00 2.540.000,,00 2.540.000,00

50.000,00 50.000,00 50.000,00 50.000,00 50.000,00 (20.000,00) 30.000,00 30.000,00

250.000,00 250.000,00 250.000,00 250.000,00 250.000,00 250.000,00 250.000,00

(25.000,00) (25.000,00)

500.000,00 500.000,00 500.000,00 500.000,00 (300.000,00) 200.000,00 200.000,00 200.000,00 200.000,00

2.450.000,00 265.000,00 2.715.000,00 (50.000,00) 2.665.000,00 2.665.000,00 (25.000,00) 2.640.000,00 (20.000,00) 2.620.000,00 (25.000,00) 2.595.000,00

Pendapatan jasa salon Beban upah

Prive Retno Beban Per. Salon B. Peny.peralatan salon

Jumlah aktiva –

Akumulasi penyusutan peralatan salon

= Jumlah Utang + Modal

Jika kita perhatikan transaksi – transaksi yang dapat mempengaruhi modal dapat disimpulkan sebagai berikut ; 1. Transaksi yang mengakibatkan bertambahnya modal yaitu : - penerimaan pendapatan - adanya transaksi setoran modal 2. Transaksi yang mengakibatkan berkurangnya modal yaitu : - pembayaran beban - pengambilan untuk keperluan pribadi 4. Akuntansi Pengembangan Persamaan

Pada awal periode akuntansi posisi keuangan suatu prusahaan jika digambarkan dalam notasi persamaan akuntansi aka terlihat sebagai berikut : H = U + M. Setelah terjadi transaksi selama periode akuntansi maka ketiga unsur tersebut akan mengalami perubahan. Sehingga pad aakhir periode akuntansi keadaan posisi keuangannya dapat digambarkan dalam notasi persamaan akuntansi sebagai berikut : H’ = U’ + M’. Tanda aksen tersebut menunjukkan bahwa ketiga unsur telah mengalami perubahan – perubahan yang diakibatkan adanya transaksi selama satu periode akuntansi. Meskipun tiga unsur tersebut mengalami perubahan namun komposisi jumlah aktifa selalu sama dengan jumlah utang ditambah modal. Pada kenyataannya bahwa peru8bahan modal itu akan diketahui pada akhir periode akuntansi, bukan setiap saaat terjadinya transaksi. Oleh karena itu selama periode terjadinya transaksi elemem – elemen yang terdapat dalam M’(M aksen) dapat di pisahkan menjadi unsur-unsur: a. b. mengakibatkan bertambahnya modal awal (M). c. mengakibatkan berkurangnya modal awal (M). Modal awal(M). Pendapatan(P) Beban (B) yang yang

d. Setoran atau investasi tambahan (S) yang mengakibatkan bertambahnya modal awal (M). e. Pengambilan pribadi (K) yang mengakibatkan berkurangnya modal awal (M). Karena M” (M aksen) itu terdiri dari unsur-unsur atau elemen-elemen M, P,B, S dan K maka posisi keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi dapat digambarkan dalam persamaan akuntansi sebagai berikut: H’ = U’ + M + P- B + S-K. Untuk lebih jel;asnya pada contoh Retno Beauty Salon jika kita hendak memisahkan elemen – elemen yang mempengaruhi M’ (M aksen) maka dapat digambarkan sebagai berikut:

AKTIVA
Kas 2.540.000.00 Perlengkapan Salon 30.000,00

= UTANG
Utang 2.00.000,00

+

MODAL
Modal 2.500.000,00

+ PENDAPATAN - BEBAN
Pendapatan 265.000,00 Beban Sewa 50.000,00 Beban Upah 50.000,00 B. Perleng. Salon 20.000,00 B. Peny. Per. Salon 25.000,00

+ SETORAN
Setoran -

- PRIVE
Prive 25.000,00

Peralatan Salon 250.000,00 Ak. Peny. Salon (25..000,00)

Dalam gambar tersebut diatas jumlah aktifa (H’) adalah Rp.2.795.000,00 yang terdiri dari kas Rp.2.540.000,00 perlengkapan salon Rp.30.000,00 dan peralatan salon Rp.225.000,00 (Rp.250.000,00)- Rp.25.000,00). Sedangkan jumlah U’ Rp.200.000,00 M (modal awal) Rp.2.500.000,00 P= Rp 265.000,00 B = Rp.145.000,00 yang terdiri dari (Beban sewa Rp.50.000,00 Beban upah Rp.50.000,00 Beban perlengkapan salon Rp.20.000,00 dan Beban penyusutan peralatan salon Rp.25.000,00).Untuk setoran S = Rp.0,00 dan K = Rp.25.000,00. Jadi H’ = U’ + M + P – B + S – K dapat dibuktikan

sebagai berikut: Rp.2.795.000,00 = Rp.200.000,00 + Rp. 2.500.000,00 + Rp.265.000,00 – Rp.145.000,00 + Rp.0,00 – Rp.25.000,00. SOAL – SOAL A. SOAL TEORI 1 2 3 4 5 6 7 Jelaskan yang dimaksud denagn konsep kesatuan usaha ! Siapa sajakah yang menjadi pihak luar ( ekstern ) menurut sudut pandang konsp kesatuan usaha ? Sebutkan unsur – unsur persamaan akuntansi ! Berilah contoh trasaksi keuangna yang mempengaruhi perubahan harta dengan harta ! Berilah contoh transaksi keuangan yang mempngaruhi perubahan harta dengan utang Berilah contoh transaksi keuangan ynag mempenggaruhi keuangan harta dengan modal ! Berilah contoh transaksi keuangna ynag mempengaruhi perubahan modal !

B. SOAL LATIHAN 1 Tuan Budi setelah menyelesaikan gelar akuntan mendirikan sebuah perusahaan akuntan publik yang diberi nama Kantor Akuntan Budi. Transaksi yang terjadi selama bulan pertama adalah sebagai berikut : a. Tuan Budi menyerahkan uang tunai pribadinya sebesar Rp. 5.000.000,00 ke dalam kas perusahaan. b. Dibayar sewa ruangan bulan pertama untuk melakukan kegiatan sebesar Rp. 150.000,00 . c. Dibeli peraltan kantor dengan kredit dari Toko Murah seharga Rp. 800.000,00 d. Dibeli perlengkapan kantor seharga Rp.100.000,00 e. Dibayar biaya pemuatan iklan pada harian Media Indonesia sebesar Rp. 50.000,00 f. Diterima uang jasa pemeriksaan ( audit ) dari PT. Merpati sebesar Rp. 950.000,00 g. Dibayar biaya listrik pada bulan pertama Rp. 15.000,00 h. Tuan Budi menyerahkan mesin tik untuk keperluan dikantornya, nilai mesin tik tersebut Rp. 250.000,00 i. Dibayar gaji para karyawan Rp. 250.000,00 j. Tuan Budi mengambil uang perusahaan untuk keperlun pribadi sebsar Rp. 50.000,00

Diminta : Susunlah persamaan akuntansi dengan perincian sebagai berikut : Harta : Kas, Perlengkapan kantor, Peralatan kantor. Utang : Utang usaha Modal : Modal Tuan Budi 2. M. Yusuf serang penjahit amatir yang sudah lama melakukan kegiatan menjahit merasa perlu melakukan pembukuan. Mulai tanggal 1 Januari 1991 diadakan pendataan yang hasilnya sebagai berikut : Peralatan jahoit dan obras dinilai seharga Rp. 450.000,00 , perlengkapan jahit senilai Rp. 50.000,00. Adapun transaksi yang terjadi selama bulan Januari 1991 adalah sebagai berikut : Januari 2 : M. Yusuf mengambil tabungannya di Bri sebesar Rp.200.000,00 untuk menambah modalnya. 3 : Dibayar sewa ruangan yang digunakan kegiatan tersebut untuk bulan Januari 1991 sebesarRp. 75.000,00 5 : Diterima ongkos obras sebesar Rp. 15.000,00 7 : Diterima ongkos jahit sebesar Rp. 50.000,00 10 : Dibeli mesin jahit merk Singer secara kredit dari Toko Swira dengan harga Rp. 350.000,00. 20 : Dibayar upah tenaga yang membantunya sebsar Rp. 50.000,00 21 : Diterima dari langganan upah jahit sebesar Rp. 125.000,00 25 : Diserahkan hasil jahitan seragam sekolah kepada SMU Sadam sebesar Rp. 250.000,00 28 : Dibayar hutang kepada Toko Swira Rp. 150.000,00 29 : Diterima tagihan dari SMU Sadam sebesar Rp. 150.000,00 30 : Dibayar upah tenaga yang membantu sebesar Rp. 75.000,00 31 ; M. Ysuf mengambil uang perusahaan sebesar Rp. 50.000,00 unutk keperluan pribadi . 31 : Perlengkapan jahit tinggal seharga Rp. 10.000,00 31 : peralatan jahit dan obras disusutkan sebesar 10 % dari harga perolehan. Diminta : Susunlah persamaan akuntansi dan transaksi – transaksi tersebut diatas dengan perincian sebagai berikut : Harta : Kas, Piutang usaha, Perlengkapan jahit, Peralatan jahit dan Obras, dan akumulasi penyusutan pralatan jahit dan obras. Utang : Utang Usaha Modal : Modal M. Yusuf

3. Perusahaan reparasi sepeda motor “MAJU JAYA” , kepunyaan Jayadi memulai operasinya pada tanggal 1 Sepetember 1990 dan melakukan transaksi – transaksi berikut ini selama bulan September itu : 1. Jayadi menginfestasikan Rp. 7.500.000,00 dari uang pibadinya kedalam perusaan. 2. Dibeli peralatan reparasi sepeda motor dengan harga Rp. 4.500.000,00. Dari jumlah tersebut dibayar tunai Rp. 2.500.000,00 sedangkan sisanya diberi waktu 30 hari. 3. Dibeli perlengkapan perkas seharga Rp. 450.000,00 4. Jayadi menerima Rp. 750.000,00 dari para langganannya untuk servis danreparasi yang dilaksanakan. 5. Dibayar sewa gedung unutk bulan September 1990 Rp. 250.000,00 6. Dibeli perlengkapan secara kredir seharga Rp. 650.000,00. 7. Diambil untuk keperluan pribadi uang sebanyak Rp. 150.000,00 8. Dibayar sebanyak Rp. 450.000,00 dari harga perlengkapan yang dibeli menurut butir 6 diatas. 9. Dibayar upah tenaga kerja Rp. 125.000,00 . 10. Sisa perlengkapan yang masih ada pada akhir bulan September 1990 sebanyak Rp. 975.000,00 Diminta : Susunlah persamaan akuntansi berdasarkan transaksi – transaksi tersebut diatas, dengan judul –judul Aktiva, Utang dan Modal pemilik sebagai berikut : AKTIVA UTANG MODAL PEMILIK : Kas, Perlengkapan, Peralatan : Utang Usaha : Modal Jayadi

4. Transaksi – transaksi yang dilaksanakan oleh prusahaan “ BINATU BERSIH “, selama bulan Mei 1991 adalah sebagai berikut : 1 Mei Syahril memulai usahanya dengan menginvestasikan sebagai berikut modal pertama berupa : Uang tunai…………………………………………Rp. 4..500.000,00 Peralatan binatu……………………………………Rp. 600.000,00 Dibeli tunai perlengkapan binatu dengan harga Rp. 150.000,00 Telah diselesaikan pekerjaan binatu dengan atas suatu instansi dengan biaya Rp. 525.000,00

3 Mei 6 Mei

9 Mei 11 Mei 13 Mei 15 Mei 17 Mei

19 Mei 21 Mei

24 Mei 26 Mei 28 Mei 30 Mei 31 Mei

dibeli dengan kredit dari Toko sakura jakarta : Perlengkapan binatu Diterima tunai pendapatan dari pekerjaaan binatu sebesar Rp. 450.000,00 Dibayara iklan sebesar Rp. 150.000,00 Syahril mengambil uang tunai unutk keperluan pribadinya sebesar Rp. 175.000,00 Dibeli dari Toko Abadi Jakarta : Perlengkapan binatu………………………………..Rp. 50.000,00 Peralatan binatu…………………………………….Rp. 575.000,00 Dari jjumlah tersebut dibayar tunai Rp. 300.000,00 dan sisanya akan dibayar 30 hari lagi. Dibayar angsuran utang Toko Sakura sebesar Rp. 350.000,00 Syahril mengadakan investasi tambahan kepada perusahaan binatunya dengan menyetor : Uang tunai………………………………………….Rp. 750.000,00 Peralatan binatu…………………………………….Rp. 300.000,00 Diterima angsuran pembayaran langganan atas pekerjaan binatu yang telah diselesaikan tanggal 6 Mei yang lalu sebesar Rp. 275.000,00 Diterima uang tunai pendapatan atas pekerjaan binatu yang telah diselesaikan sebesar Rp. 275.000,00 Dibeli perlengkapan dari Toko Karya dengan harga Rp. 275.000,00. Dibayar tunai sisanya akan dibayar kemudian. Dibayar upah karyawan Rp. 150.000,00 Nilai perlengkapan binatu yang masih ada sebanyak Rp. 350.000,00

Diminta : Susunlah transaksi diatas dalam persamaan dasar akuntansi dengan perkiraan – perkiraan sebagai berikut : AKTIVA : Kas, Piutang, Usaha, Perlengkapan binatu, Peralatan binatu UTANG : Utang usaha MODAL PEMILIK : Modal Syahril 5. Susunlah transaksi – transaksi dibawah ini dalam persamaan akuntansi dengan bentuk mendatar, seperti berikut :
Tanggal Aktiva Kas Kewajiban Utang Usaha Modal Modal Agus

Piutang Usaha

Perlengk. Kantor

Peralatan Kantor

Transaksi selama bulan januari 1991 adalah sebagai berikut :

3 Januari

5 Januari 8 Januari 10 Januari 15 Januari 18 Januari 20 Januari 25 Januari 28 Januari 31 Januari 31 Januari

Agus memulai usaha dengan menginvestasikan sebagai modal pertama : Uang tunai Rp. 2.500.000,00 Peralatan Kantor Rp. 500.000,00 Dibeli tunai perlengkapan kantor Rp. 200.000,00 Dibeli dengan kredit dari Toko Harapan peralatan kantor seharga Rp. 300.000,00 Diselesaikan pekerjaan atas langganan . Biaya mengerjakan diperhitungkan Rp. 450.000,00 jumlah tersebut terlah difakturkan untuk di tagih. Diterima hasil usaha sebesar Rp. 500.000,00 Dibayar rupa-rupa beban usaha sebesar Rp. 60.000,00 Agus mengambil uang tunai untuk keperluan pribadinya sebesar Rp. ` 150.000,00 Dibayar sebagian utang pembelian peralatan kantor sebesar Rp. 100.000,00 Diterima pembayaran sebagiuan tagihan atas langganan (l8hat 10 Januari ) sebesar Rp. 250.000,00 Dibayar gajih pegawai bulan Januari Rp. 120.000,00 Setelah diadakan iventarisasi ternyata persediaan perlenglapan kantor yang masih ada sebesar Rp. 50.000,00

BAB VI LAPORAN KEUANGAN A. PENDAHULUAN Laporan keuangan adalah laporan yang di rancang untuk para pembuat keputusan baik di dalam maupun diluar perusahaan mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan. Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) tahun 1984 yang di keluarkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyebutkan bahwa laporan keuangan meliputi neraca , perhitungan rugi/laba dan catatan atas laporan keuangan . Untuk lebih dapat menggambarkan cara jelas sifat dan perkembangan perubahan yang di alami perusahaan dari waktu ke waktu, sangat dianjurkan agar perusahaan menyusunlaporan keuangan komparatif, setidaknya untuk duaa tahun terakhir.

Hasil akhir dari suatu proses akuntansi adalah berupa laporan keuangan. Setiap perusahaan pada periode akhir akuntansi harus menyusun laporan keuangan, baik untuk kepentingan intern maupun ekstern. B. SYARAT – SYARAT LAPORAN KEUANGAN Syarat laporan keuangan laporan yang baik harus memenuhi kriterua sebagai berikut : 1. Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan harus ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan. 2. Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan secara jelas dan mudah difahami oleh para pemakainya. 3. Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansidan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain. 4. Netral artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu. 5. Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus di sajikan tepat pada waktunya . 6. Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan perusahaan lain pada tahun yang sama. 7. Lengkap artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi syarat-syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca. C. LAPORAN RUGI – LABA Laporan rugi-laba adalah suatu laporan yang memberikan informasi keberhasilan yang di capai atau kegagalan yang menimpa suatu perusahaan di dalam menjalankan usahanya dalam jangka waktu (periode) tertentu yang dinilai atau diukur dengan jumlah satuan uang. Rugi atau laba perusahaan dapat dihitung dengan perbandingan antara jumlah pendapatan dan jumlah beban selama satu periode akuntansi. Jika jumlah pendapatan lebih besar dibandingkan jumlah beban maka perusahaan tersebut mendapatkan laba. Sebaiknya jumlah pendapatan lebih kecil dibandingkan jumlah beban maka perusahaan tersebut menderita kerugian.. Dalam menyusun laporan rugi laba perlu diperhatikan judul; laporan, yang memuat nama perusahaan, nama lapopran dan periode laporan tersebut dengan penulisan secara berturut-turut menjadi tiga baris. Contoh:

RETNO BEAUTY SALON LAPORAN RUGI-LABA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIRAN 31 DESEMBAR 1990 Adapun unsur – unsur dari laporan rugi-laba adalah sebagai berikut: 1. Pendapatan Pendapatan perusahaan selama satu periode akuntansi ini harus kita rinci, mana yang termasuk pendapatan yang merupakan usaha pokok (pendapatan operasional) dan mana yang merupakan pendapatan diluar usaha pokok (pendapatan non operasional). 2. Beban Demikian juga beban yang dikeluarkan oleh perusahaan selama satu periode akuntansi harus kita perinci mana yang termasuk beban operasional yaitu beban yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan usaha pokok perusahaan, dan beban non operasional yaitu beban yang di krluarkan untuk membiayai kegiatan diluar usaha pokok perusahan. 3. Saldo rugi-laba Saldo rugi-laba itu kita peroleh dengan jalan membandingkan antara jumlah rincian pendapatan danjumlah rincian tersebut diatas. Bentuk la[oran rugi-laba dapat dibuat dalam dua bentuk yaitu: a. Laporan rugi-laba berbentuk singel step Bentuk ini juga disebut bentuk langsung yaitu bentuk laporan rugi-laba yang menggabungkan semua unsur pendapatan menjadi satu kelompok dan semua beban menjadi satu kelompok. Cara menyusunnya adalah bagian pertama adalah perincian pendapatan baik pendapatan operasional maupun pendapatan non oiperasional. Kemudian bagian kedua merupakan perincian beban baik beban operasional maupun beban non operasional. Setelah itu bagian ketiga adalah saldo rugi-laba yang merupakan selisih antara juml;ah perincian pendapatan dan jumlah perincian beban. b. Laporan rugi-laba berbentuk multiple step Bentuk ini juga disebut bentuk bertahap yaitu bentuk laporan rugi-laba yang unsur pendapatan maupun beban dipisahkan atas dasar operasional dan usaha non operasional dan usaha non operasional. Cara penyusunannya adalah sebagai berikut : Bagian pertama adalah perincian pendapatan operasional, kemudian bagian kedua adalah perincian beban operasional. Bagian keempat untuk memerinci pendpatan maupun beban non oprasoinl, kemudian bagian terakhir untuk mencari saldo rugi – laba bersih. Dalam menyusun laporan rugi – laba sebaiknya unsus beban disusun secara urut dari jumlah terbesar ke jumlah terkecil kecuali unutk beban serba – serbi atau beba lain – lain. Contoh soal : Di bawah ini daftar rekening nomnal sebuah perusahaan Bengkel Mobil Anugerah pada tanggal 31 Desember 1991. Beban gaji Rp. 3.500.000,00

Pendapatan servis Rp. 6.450.000,00 Beban perlengkapan bengkel Rp. 2.330.000,00 Beban administrasi bank Rp. 156.000,00 Pendapatan cat duco Rp. 7.200.000,00 Beban Penyususutan bengkel Rp. 1.500.000,00 Pendapatan bunga Rp. 1.345.000,00 Beban perlengkapan kantor Rp. 845.000,00 Beban penyusutan peralatan kantor Rp. 1.200.000,00 Beban lain-lain Rp. 450.000,00 Dari data tersebut di atas jika dibuat perhitungan rugi-laba dengan menggunakan bentuk singel step maupun multiple step terlihat sebagai berikut: 1. Bentuk single step.
BENGKEL MOBIL ANUGERAH
Perhitungan Rugi – Laba Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991 Pendapatan : - Pendapatan cat duko - Pendapatan servis - Pendapatan bunga Jumlah pendapatan Beban : Beban gaji Beban perlengkapan bengkel Beban penyusutan peralatan kantor Beban penyusutan kantor Beban perlengkapan kantor Beban administrasi Bank Beban lain – lain Rp. 3.500.000,00 Rp. 2.330.000,00 Rp. 1.500.000,00 Rp. 1.200.000,00 Rp. 845.000,00 Rp. 156.000,00 Rp. 450.000,00 + Rp. Rp. 9.981.000,00 _ 5.014.000,00 Rp. 7.200.000,00 Rp. 6.450.000,00 Rp. 1.345.000,00 + Rp. 14.995.000,00

Jumlah beban Laba bersih

2. Bentuk Multiple Step
BENGKEL MOBIL ANUGERAH
Perhitungan Rugi – Laba Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991

Pendapatan operasional : -Pendapatan cat duco -Pendapatan servis Jumlah pendapatran operasional Beban operasional: -Beban gajih -Beban perlengkapan bengkel -Beban penyusutan peralatan bengkel -Beban penyusutan peralatan kantor -Beban peralatan kantor -Beban lain-lain Jumlah beban operasional Laba operasional Pendapatan /beban non operasional: -Pendapatan bunga -Beban administrasi bank Laba non operasional Laba bersih sebelum pajak Rp. 1.345.000,00 Rp. 156.000,00 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 3.500.000,00 2.330.000,00 1.500.000,00 1.200.000,00 845.000,00 450.000,00 +

Rp. 7.200.000,00 Rp. 6.450.000,00 Rp.13.650.000,00

+ +

Rp. 9.825.000,00 Rp. 3.825.000,00

Rp. Rp.

1.189.000,00

+

5.014.000,00

D.

LAPORAN PERUBAHAN MODAL

Laporan perubahan modal adalah suatu laporan atau informasi yang menggambarkan perubahan-peubahan atas modal yang terjadi pada suatu periode akuntansi. Dalam laporan perubahan modal ini akan terlihat adanya perubahan dari modal awal menjadi modal akhir. Adapun yang menjadi unsur-unsur laporan perubahan modal adalah: 1. Modal awal yaitu modal yang di tanamkan pada awal periode akuntansi. 2. Rugi atau laba perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Jika perusahaan mendapat laba, maka besarnya laba akan menambah modal awal. Sebaliknya jika perusahaan menderita rugi, maka besarnya rugi akan mengurangi modal awal. 3. Setoran modal atau tambahan investasi yaitu penambahan investasi modal oleh pemilik selama periode akuntansi berjalan. Setoran modal ini akan akan menambah besarnya modal awal.

4. Pengambilan pribadi pemilik yaitu pengambilan aktiva perusahaan untuk keperluan pribadi pemilik. Pengambilan pribadi ini akan mengurangi besarnya modal awal. Adapun bentuk laporan perusahaan modal adalah sebagai berikut :
BENGKEL MOBIL ANUGERAH Perhitungan Rugi – Laba Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991 Modal……………..per 1 Januari 1991 Setoran/tambahan investasi Rp. Rp. Rp. Rugi/laba Prive……. Penambahan/pengurangan modal Modal…………..per 31 Desember 1991 Rp. Rp. xxxx xxxx +/Rp. Rp. xxxxxxx +/xxxxxxx xxxxxxx xxxxxxx xxxxxxx

Untuk perusahaan yang berbentuk Perseron Terbatas ( PT) dinamakan laporan laba ditahan yang bentuknya sebagai berikut :
PT. ANJANGSANA Laporan Laba Ditahan Periode yang berakhir 31 Desemmber 1991 Laba ditahan, 1 Januari 1991 Laba bersih tahun 1991 Deviden yang dibagikan tahun 1991 Penambahan laba ditahan Laba ditahan, 31 Desember 1991 Rp. Rp. xxxx xxxx Rp. Rp. xxxxxx + xxxxxx Rp. xxxxxx

E. NERACA

Neraca adalah laporan keuangan yang disusun secara sistematis yang menggambarkan posisi keuangan pada suatu saat tertentu yang terdiri aktiva, uatang dan modal. Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk yaitu : 1. rekening/skontro ( Account Form ) Neraca yang berbentuk

Bentuk ini memepunyai dua belah sisi yaiut sisi debit dan sisi kredit. Sisi debit untuk merinci macamnya aktiva sedangkan sisi kredit unutk memerinci macamnya uatang dan modal. Perincian aktiva lancar dalam neraca disusun berdasaekan urutan likuiditas, ari yang paling lancar ke yang kurang lancar, sedangkan untuk aktiva tetap penyusunannya berdasarkan urutan kekekalannya, yaitu dari yang paling kekal ke yang kurang kekal. Perincian utang disusun berdasarkan jangka waktu pembayarannya yaitu dari yang berjangka oendek ke yang berajangka panjang. 2. Neraca berbentuk laporan ( Report Form ) Neraca bentuk ini susunan aktiva , uatng dan modal disusun berturut – turut dari atas ke bawah . Prinsip penyusunan aktiva, utang dan modal sama sepeti bentuk rekening. Contoh soal : Data rekening riil dari Biro Iklan Jaya pada tanggal 31 Desember 1991 terlihat sebagai berikut : Kas Tanah Gedung Kendaraan Piutang usaha Peralatan kantor Perlengkapan kantor Akumulasi penyusutan peralatan kantor Utang usaha Akumulasi penyusutan peralatan kantor Wesel bayar Modal Adi Asuransi dibayar dimuka Utang hipotik Akumulasi penyusutan gedung Rp 540.000,00 Rp. 8.500.000,00 Rp. 9.000.000,00 Rp. 15.000.000,00 Rp. 3.500.000,00 Rp. 2.900.000,00 Rp. 800.000,00 Rp. 3.000.000,00 Rp. 2.500.000,00 Rp. 1.160.000,00 Rp. 1.500.000,00 Rp. 24.310.000,00 Rp. 480.000,00 Rp. 6.000.000,00 Rp. 2.250.000,00

Dari data tersebut di atas jika dibuat neraca dengan bentuk rekening dan bentuk laporan maka terlihat sebagai berikut :

a) Neraca bentuk rekening
BIRO IKLAN JAYA Neraca Per 31 Desember 1991 Utang Jangka Pendek: 540.000,00 Utang Usaha 3.500.000,00 Wesel bayar 800.000,00 480.000,00 + Jumlah utang jangka pendek 5.320.000,00 8.500.000,00 Utang jangka panjang: Utang Hipotik Jumlah utang Modal Adi Rp. Perlt.Ktr. Akumulasi Peny. Peralatan Ktr. Kendaraan Akumulasi Peny. Kendaraan Rp. 2.900.000,00 Rp. 1.160.000,00 Rp. Rp. 15.000.000,00 Rp. 3.000.000,00 Rp. 12.000.000,00 + Jumlah aktiva Rp. 34.310.000,00 Jumlah utang dan modal Rp. 34.310.000,00 1.740.000,00 6.750.000,00

Aktiva Lancar : Kas Piutang Usaha Perlengkapan Kantor Asuransi diibayar dimuka Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap : Tanah Gedung Ak.Peny.Gdg.

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp. 2.500.000,00 Rp. 1.500.000,00 + Rp. 4.000.000,00 Rp. 6.000.000,00 + Rp. 10.000.000,00 Rp. 24.310.000,00

Rp.19.000.000,00 Rp. 2.250.000,00

BIRO IKLAN JAYA Neraca Per 31 Desember 1991 Aktifa Aktifva lancar: - Kas - Piutang usaha - Perlengkapan kantor - Asuransai dibayar dimuka Jumlah aktiva lancar Aktiva Tetap - Tanah - Gedung - Akumulasi peny gedung - Peralatan kantor - Akumulasi peny. perlt. ktr - Kendaraan - Akumulasi peny. kendaraan Jumlah aktiva tetap Jumlah aktiva Utang: Utang jangka pendek : - Utang usaha - Wesel bayar Jumlah utang jangka pendek Utang jangka panjang : - Utang hipotik Jumlah utang Modal : - Modal Adi Jumlah utang dan modal Rp. 6.000.000,00 + Rp. 10.000.000,00 Rp. 24.310.000,00 + Rp. 34.310.000,00 Rp. 8.500.000,00 Rp. 9.000.000,00 Rp. 2.250.000,00 _ Rp. 6.750.000,00 Rp. 2.900..000,00 Rp. 1.160.000,00 _ Rp. 1.740.000,00 Rp.15.000.000,00 Rp. 3.000.000,00 _ Rp.12.000.000,00 + Rp. 28.990.000,00 Rp. 34.310.000,00

Rp.. 540.000,00 Rp. 3.500.000,00 Rp. 800.000,00 Rp. 480.000,00 Rp. 5.320.000,00

Rp. 2.500.000,00 Rp. 1.500.000,00 + Rp. 4.000.000,00

Laporan keuangan yang bahas dalam bab ini adalah laporan keungan yang dibuat berdasarkan persamaan akuntansi. Untuk menggambarkan hubungan ketiga macam laporan keuangan dari conoth persamaan akuntansi Retno Beuty Salon jika kita buat laporan keuangannya yang terdiri dari : Laporan rugi – laba Laporan perubahan modal Neraca

Aktiva = Utang + Modal No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kas 2.500.000,00 (500,000,00) 2.450.000,00 (300.000,00) 2.150.000,00 500.000,00 2.650.000,00 265.000,00 2.915.000,00 (50.000,00) 2.865.000,00 (300.000,00) 2.565.000,00 (25.000,00) 2.540.000,00 2.540.000,00 2.540.000,00 Perl. salon 50.000,00 50..000,00 50.000,00 50.000,00 50.000,00 50.000,00 50.000,00 (20.000,00) 30.000,00 30.000,00 Peralatan salon 250.000,00 250.000,00 250.000,00 250.000,00 250.000,00 250.000,00 250.000,00 250.000,00 250.000,00 Ak. Peny. Peralatan Salon (25.000,00) (25.000,00) Utang Bank 500.000,00 500.000,00 500.000,00 500.000,00 (300.000,00) 200.000,00 200.000,00 200.000,00 200.000,00 Modal Nona Retno 2.500.000,00 (50.000,00) 2.450.000,00 2.450.000,00 2.450.000,00 265.000,00 2.715.000,00 (50.000,00) 2.665.000,00 2.665.000,00 (25.000,00) 2.640.000,00 (20.000,00) 2.620.000,00 (25.000,00) 2.595.000,00

(

dalam

rupiah

)

Keterangan Investasi modal awal Beban sewa

Pendapatan jasa salon Beban pajak

Prive Retno Beban perl. salon B.peny. perlt. salon

Jika akhir periode akuntansi pada Retno Beauty Salon tanggal 31 Desember 1990 maka laporan keuangannya tampak sebagai berikut : a) Laporan Rugi – Laba

RETNO BEAUTY SALON Laporan Rugi – Laba Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 1990 Pendapatan - Pendapatan jasa salon Beban : - Beban sewa - Beban upah - Beban penyusutan peralatan salon - Beban perlengkapan salon Jumlah beban Laba bersih Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 25.000,00 Rp. 20.000,00 + Rp. 145.000,00 _ Rp. 120.000,00 Rp. 265.000,00

b) Laporan Perubahan Modal.
RETNO BEAUTY SALON Laporan Perubahan Modal Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1990 Modal Nona Retno, 1 Desember 1990 Laba bersih Prive Retno Penambahan Modal Modal Nona Retno, 31 Desember 1990 Rp. 120..000,00 Rp. 25.000,00 _ Rp. 95.000,00 + Rp. 2.950.000,00

Rp. 2.595.000,00

c) Neraca
RETNO BEAUTY SALON Neraca Per 31 Desember 1991 Utang : Utang Bank Rp. 2.540.000,00 Rp. 30.000,00 + Modal : Modal Nona Retno Rp. 2.570.000,00 Rp. 250.000,00 Rp. 25.000,00 + Rp. Jumlah aktiva 225.000,00 + Jumlah utang dan modal Rp. 2.795.000,00

Aktiva : Aktiva Lancar Kas Perlengkapan salon Jumlah aktiva lancar Aktiva Tetap ; Peralatan salon Akumulasi peny. Peralatan salon

Rp. 200.000,00 Rp. 2.595.000,00

Rp. 2.795.000,00

SOAL – SOAL A. SOAL TEORI 1. Apakah yang dimaksud laporan keuangan ? 2. Sebutkan syarat – syarat laporan keuangan yang baik ! 3. Sebutkan unsur – unsur laporan rugi laba ! 4. Sebutkan unsur – unsur laporan perubahan modal ! 5. Jelaskan perbedaan laporan rugi – laba yang berbentuk single step dan yang berbentuk multiple step ! 6. Sebutkan unsur – unsur neraca ! 7. Apakah perbedaaan neraca yang berbentuk rekening dan neraca yang berbentuk laporan ?

B. SOAL LATIHAN 1. Persamaan akuntansi perusahaan Gaya Ria Tailor pada tanggal 31 Mei 1991 terlihat sebagai berikut :
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kas 105.000,00 (30.000,00) 75.000,00 25.000,00 100.000,00 150.000,00 250.000,00 (20.000,00) 230.000,00 (40.000,00) 190.000,00 20.000,00 210.000,00 210.000,00 (50.000,00) 160.000,00 (40.000,00) 120.000,00 Perlengkapan Jahit 60.000,00 60.000,00 60.000,00 60.000,00 60.000,00 60.000,00 60.000,00 (30.000,00) 30.000,00 30.000,00 30.000,00 Peralatan jahit dan obras 550.000,00 550.000,00 550.000,00 550.000,00 550.000,00 550.000,00 550.000,00 550.000,00 550.000,00 550.000,00 Utang usaha 50.000,00 (30.000,00) 20.000,00 20.000,00 20.000,00 20.000,00 20..000,00 20.000,00 20.000,00 20.000,00 20.000,00 Modal Ria 665.000,00 690.000,00 150.000,00 690.000,00 150.000,00 840.000,00 (20.000,00) 820.000,00 (40.000,00) 780.000,00 20.000,00 800.000,00 (30.000,00) 770.000,00 (50.000,00) 720.000,00 (40.000,00) 680.000,00 Pendapatan obras Pendapatan jahit Beban listrik Beban gaji Pendapatan obras Beban perlengkapan jahit Prive Ria Beban gaji Keterangan

Pertanyaan : Buatlah laporan keuangannya pada tanggsl 31 Mei 1991 yang terdiri dari : a) Laporan rugi – laba b) Laporan perubahan modal c) Neraca 2. Dokter Gita Handayani mendirikan sebuah klinik bersalin dengan nama Klinik Bersalin Sejahtera. Transaksi – transaksi yang terjadi selama bulan Juni 1991 adalah sebagai berikut : Juni 1 :Dokter Gita Handayani menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 25.000.000,00 sebagai modal 2 : Dibayar sewa sebuah rumah untuk kegiatan praktek sebesar Rp. 1.500.000,00 setahun. 4 : Dibeli peralatanmedis sebesar Rp. 10.000.000,00 dari Agam Medical, dibayar tunai Rp. 2.000.000,00 6 : Dibeli perlengkappan medis dari Kimia Farma sebesar Rp. 4.000.000,00 tunai 7 : Dibayar biaya pemasangan iklan kepada harian Kompas sebesar Rp. 75.000,00 8 : Dibayar rekening listrik sebesar Rp. 135.000,00 10 : Dibayar rekening telepon sebesar Rp. 80.000,00

15 18 23 25 30 30 Pertanyaan

: Penerimaaan jaa medis sampai hari ini dihitung sebesar Rp. 450.000,00 : Dibayar biaya keamanan sebesar Rp. 75.000,00 : Dibayar biaya pemuatan iklan pada harian Pagi sebesar Rp. 50.000,00 : Dipinjam uang dari BRI sebesar Rp. 3.000.000,00 : Penerimaan jasa edis dari taggal 16 s/d 30 Juni sebesar Rp. 100.000,00 : Dibayar gaji para karyawan sebesar Rp. 500.000,00

a) Buatlah persamaan akuntansi dengan perincian sebagai berikut : Harta : Kas, Perlengkapan medis, Sewa, dibayar dimuka, peralatan medis. Utang : Utang Bank, Wesel bayar Modal : Modal dr. Gita Handayani. b) Buatlah laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 1991 yang terdiri dari : Laporan rugi – laba Laporan perubahan modal Neraca 3. Biro Jasa Ekajaya memperlihatkan rekening – rekenig beserta saldonya pada tanggal 31 Maret 1991 sebagai berikut : Kas Bebaqn lain-lain Piutang usaha Beban gajih Sewa di bayar dimuka Beban listrik dan telepon Perlengkapan kantor Beban iklan Peralatan kantor Beban sewa Akumulasi penyusutan peralatan kantor Beban perlengkapan kantor Gedung Pendapatan komisi Akumulasi penyusutan gedung Prive Bambang Tanah Kendaraan Modal Bambang (1Maret 1991) Utang hipotik Akumulasi penyusutan kendaraan Rp. 8.500.000,00 Rp. 500.000,00 Rp. 9.000.000,00 Rp. 5.000.000,00 Rp. 4.500.000,00 Rp. 250.000,00 Rp. 2.500.000,00 Rp. 480.000,00 Rp. 12.000.000,00 Rp. 1.500.000,00 Rp. 1.200.000,00 Rp. 800.000,00 Rp. 25.000.000,00 Rp. 22.500.000,00 Rp. 2.500.000,00 Rp. 2.500.000,00 Rp. 20.000.000,00 Rp. 35.000.000,00 Rp. 77.830.000,00 Rp. 10.000.000,00 Rp. 3.500.000,00

Utang Usaha Wesel bayar Dari data tersebut diatas buatlah: a.Laporan rugi-laba. b.Laporan perubahan modal c.Neraca.

Rp. 7.500.000,00 Rp. 2.500.000,00

4. Perusahaan reparasi sepeda motor “Jayus” kepunyaan Jayusman memulai operasinya pada tanggal 1 September 1987 dan melakukan transaksi – transaksi yang berikut ini selama bulan September itu: a. Jayusman menginvestasikan Rp. 5.000.000,00 dari uang pribadinya ke dalam perusahaan. b. Dibeli peralatan reparasi sepeda motor dengan harga Rp. 3.000.000,00 untuk sisanya di beri waktu 30 hari. c. Dibeli perlengkapan per kas seharga Rp. 30.000,00 d. Jayusman menerima Rp. 500.000,00 dari langganan untuk servis reparasi yang sudah dilaksanakan. e. Dibayar sewa gedung untuk bulan September Rp. 100.000,00 f. Dibeli perlengkapan denganm kredit seharga Rp. 500.000,00 g. Dibayar sebanyak Rp. 250.000,00 dari harga perlengkapan yang dibeli menurut butir f diatas h. Dibayar upah para tenaga kerja sebanyak Rp. 80.000,00 i. Sisa perlengkapan yang masih ada pada akhir bulan September Rp. 350.000,00 Diminta : a. Susunlah judul- judul aktiva, kewajiban dan modal pemilik dalam sebuah persamaan akuntansi : AKTIVA – Kas, perlengkapan, Peralatan KEWAJIBAN – Utang Usaha, MODAL-Modal Jayusman. Sudah itu diperlihatkan dengan jalan menambahkan dan mengurangkan akibat tiap transaksi atas aktiva, kewajiban dan modal pemilik. Perlihatkan saldo-saldo baru setelah tiap transaksi. b. Susunlah sebuah perhitungan rugi-laba, neraca dan laporan perubahan modal. (Ujian Nasional Akuntansi, Dasaar Satu, Sabtu, 20 Agustus 1988, Tanpa perubahan ). 3. Imanudin memulai sebuah perwakilan real estate pada tanggal 1 januari 1991 dengan menginfestasikan uang tunai sebanyak Rp. 25.000.000,00. Pada tanggal 31 Desember 1991 perusahaan yang diberi nama “Perwakilan real Estate Iman “ memperlihatkan pos – pos berikut :

Beban gaji dan upah Beban iklan Beban penyuutan gedung Beban penyusutan peralatan kantor Beban perlengkkapan kantor Beban rupa – rupa Gaji yang masih harus dibayar Gedung Akumulasi penyusutan gedung Utang Hipotek Peralatan kantor Akumulasi penyusutan peralatan kantor Kas Pendapatan komosi Perlengkapan kantor Piutang usaha Tanah Utang usaha Prive Imanuddin Diminta :

Rp. 12.000.000,00 Rp. 2.000.000,00 Rp. 3.000.000,00 Rp. 750.000,00 Rp. 250.000,00 Rp. 1.500.000,00 Rp. 125.000,00 Rp. 60.000.000,00 Rp. 3.000.000,00 Rp. 50.000.000,00 Rp. 7.500.000,00 Rp. 750.000,00 Rp. 1.000.0000,00 Rp. 58.125.000,00 Rp. 125.000,00 Rp. 2.125.000,00 Rp. 20.000.000,00 Rp. 750.000,00 Rp. 25.000.000,00

Susunlah laporan keuangan yang berikut ini : a. Perhitungan rugi – laba b. Laporan perubahan modal c. Neraca ( bentuk Skontro )

BAB VII JURNAL

A. PENDAHULUAN Jurnal merupakan pencatatan yangt di dasarkan pada bukti pembukuan. Bukti pembukuan terdiri dari bukti transaksi dan bukti pencatatan. Bukti transaksi merupakan dokkumen sumber seperti kwitansi, faktur, nota dan lain-lain. Sedangkan bukti pencatatan merupakan buktri yang sudah di sahkan oleh pihak yang berwenang untuk di catat pada proses selanjutnya. B. BUKTI PEMBUKUAN Setiap transaksi yang terjadi tidak begitu saja dicatat dalam catatan perusahaan, tetapi harus didasarkan bukti pencatatan. Bukti pembukuan terdiri dari bukti transaksi dan bukti pencatatan. 1. Bukti Transaksi Perusahaan akan melakukan pencatatan kalau suatu transaksi benar-benar terjadi dan sah, karena itu bukti pencatatan harus didukung oleh bukti transaksi yang sah pula. Adapun macamnya bukti transaksi antara lain : a. Kwitansi Kwitansi adalah tanda bukti pembayaran sejumlah uang yang dibuat oleh pihak penerima uang dan diberikan kepada pihak yang membayar. Kwitansi harus dibubuhi materai pada jumlah-jumlah tertentu sesuai aturan yang berlaku. Kwitansi ada yang memakai sus ada piula yang tidak memakai sus. Jika kwitansi tersebut tidak memakai sus maka harus dibuat rangkap dua, yang aslinya di serahkan kepada pihak yang membayar dan rangkapnya disimpan pihak yang menerima sebagai bukti transaksi terhadap uang masuk. Bentuk kwitansi adalah sebagai berikut: Edy Tansil membayar sebuah mobil Terios seharga Rp. 151.000.000,00 Type standar, kepada dealer mobil “ Jaya” di jalan Maju Gang Mundur No. 19999 Jakarta, pada tanggal 22 Januari 2007. Pembayaran telah diterima Kasir Nelly dengan nomor 007/CB/07. Dari data di atas buatlah kuitansi

No 007/cb/07 Sudah diterima dari…E...dini Tanpa hasil Banyaknya uang Seratus Lima Puluh Satu Juta Rupiah Untuk Pembayaran sebuah mobil Terios type standar Jakarta, 2007 Rp. 151.000.000,00 Rp.6.000,00 Materai Nenek Lincah Jurnal Umum Penjual: 22 Januari

b. Nota Nota adalah tanda bukti pembelian suatu barang secara tunai yang dibuat pihak penjual dan diberikan kepada pihak pembeli. Nota minimal dibuat rangkap dua, aslinya diserahkan kepada pihak pembeli dan rangkapnya disimpan penjualnya sebagai bukti transaksi penjualan barang secara tunai. Nota bentyuknya adalah sebagai berikut:
Toko RATNA Jl. Mahakam No.2 Jakarta Nota Kontan Jakarta, 20 Maret 1991 Kepada Yth. Tn. Toko

Jumlah 2 buah 2 buah

Nama Barang Mesin ketik merk Olmp. Kalkulator merk ……….

Harga Satuan Rp. 175.000,00 Rp. 25.000,00 Jumlah

Jumlah Harga Rp. 350.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 400.000,00 Stempel

c

Faktur

Faktur adalah perhitungan penjualan secara kredit yang dibuat oleh pihak penjual dan diberikan kepada pihak penjual dan diberikan kepada pihak pembeli . Faktur umumnya dibuat rangkap tiga, yang asli ( lembar pertama ) setelah ditanda tangani oleh pemebeli disimpan oleh penjual yang kelak akan digunakan sebagai bukti penagihan. Lembar kedua diserahkan kepada pihak pembeli dan lembar ketiga tertinggal pada buku faktur yang digunakan sebagai bukti transaksi penjualan secara kredit. Bentuk faktur adalah sebagai berikut :

CV. RATNA Jl. Otista No. 14 Jakarta Timur FAKTUR Jumlah 2 buah Nama Barang Mesin tik merk Olimpia Harga Satuan Rp. 175.000,00 Jumlah

No. Faktur : 103 Kepada Toko Merapi Jl. A. Yani Bogor

Jumlah Barang Rp..1.750.000,00 Rp. 1.750.000,00

Barang tersebut telah kami terima Tgl. 15 – 3 – 1991 Yang menerima

Jakarta, 15 Maret 1991 Bagian Penjualan

Risti Sukma Handayani

Retno Endrawati

d. Bukti Memo Bukti memo yaitu bukti transaksi yang dibuat oleh pimpinan perusahaan untuk bagian pembukuan yang berisikan perintah pencatatan suatu kejadian. Bentuk memo adalah sebagai berikut :
CV. RATNA Jl. Mahakam no. 2 Jakarta Kepada : Bagian Pembukuan Hal. : Penyusutan Harap disusutkan : 1. 2. 3.

Memo antar bagian Dari : Pimpinan Tanggal 31 Desember 1991

Bangunan gedung sebesar 5 % Peralatan kantor sebesar 10 % Peralatan toko sebesar 20 %

2. Bukti Pencatatan Bukti pencatatan ini uga sering disebut bukti jurnal. Bukti – bukti transaksi tidak langsung dicatat kedalam jurnal tetapi terlebih dahulu dicatat dalam bukti pencatatan. Dari bukti pencatatan itulah suatu transaksi dicatat dalam jurnal. Bukti pencatatan memperlihatkan nama – nama rekening yang di debit dan di kredit berikut nomor rekening serta jumlahnya. Dalam bukti pencatatan dicantumkan nama dan tanda tangan yang membuat dan menyetujui, dengn demikian akan terlihat siapa yang bertanggung jawab atas kebenaran pencatatan tersebut. Tanggal yang tercantum dalam bukti pencatatan harus sama dengan tanggal yang terdapat dalam bukti transaksi. Tidak semua perusahaan menggunakan bukti pencatatan atau bukti jurnal sebagai bukti pembukuannya. Bentuk bukti pencatatan adalah sebagai berikut :

CV. RATNA Jl. Mahakam nomor 2 Jakarta BUKTI PENCATATAN No : ………… ( Lampiran bukti transaksi ) Tanggal 13 Febuari 1991 Uraian Pembelian perlengkapan kantor secara tunai Bukti Transaksi Kwitansi

Harap dicatat / digunakan sebagai berikut : Tanggal 13 Febuari 1991 Rekening / Keterangan Perlengkapan kantor Kas Debet Rp. 50.000,00 Kredit Rp. 50.000,00 Diperiksa / disetujui oleh :

Dibuat oleh :

C. KONSEP DEBIT DAN KREDIT Sebelum kita mempelajari jurnal maka terlebih dahulu harus mengetahui tentang koonsep mendebit dan mengkredit suatu rekening. Rekening berarti tempat yang digunakan untuk

mencatat dan menggolongkan transaksi yang sejenis. Bentuk rekening yang paling sederhana adalah rekening bentuk T yang bentuknya sebagai berikut : ( Sisi Debet ) ( Sisi Kredit )

Mendebit rekening adalah mengadakan pencatatan suatu transaksi sebealah kiri ( debet ) pada rekening yang bersangkutan. Mengkredit rekening adalah mngadakan pencatatan suatu transaksi disebelah kanan ( kredit ) pada rekening yang bersangkutan . Dalam neraca rekening ( harta ) berada kedudukan setiap rekening dalam neraca dapat digambarkan sebagai berikut :

Debet Debet + Aktiva Kredit -

Neraca Debit Debet D + D + Prive Beban K K Modal Utang

Kredit Kredit + Kredit + D Pendapatan + K

Penjelasan : 1. Kelompok rekening neraca ( riil ) terdiri dari harta, utang dan modal. Penambahan dan pengurangannya ketiga rekening tersebut berbeda pencatatannya sesuai dengan posisinya dalam neraca. Rekening harta dalam neraca berada disisi debit maka penambahannya juga pda sisi debit sedangkan pengurangannya pada sisi kredit. Rekening utang dan modal dalam neraca berada di sisi kredit maka penambahannya juga pada sisi kredit sdangkan pengurangannya pada sisi debit. 2. Kelompok rekening nominal ( pendapatan dan beban ) dan rekening prive. Rekening beban dan prive jika bertambah dicatat di sisi debit sebab rekening tersebut akan mengurangi modal. Jika berkurang dicatat sebab rekening tersebut akan

mengurangi modal. Jika berkurang dicatat dikredit. Rekening pendapatan jika bertambah dicatat di kredit sebab akan menambah modal, jika berkurang dicatat di debit. Misalnya terdapat transaksi sebagai berikut : Tuan Budi menyetorkan uang tunai ke dalam kas perusahaan sebesar Rp. 200.000,00. Dari transaksi tersebut berarti kita akan mendebit rekenign kas sebesar Rp. 200.000,00 dan mengkredit rekening Modal Tuan Budi sebear Rp. 200.000,00 . Dalam hal ini berarti kita mencatat uang sejumlah Rp. 200.000,00 ke dalam rekening kas sebelah debit dan mencatat uang sejumlah Rp. 200.000,00 kedalam rekening Modal Tuan Budi sebelah kredit. Jika kita gambarkan ke dalam dua rekening tersebut tampak sebagai berikut . Debet Kas Kredit Debet Modal Tuan Budi Kredit

Rp. 200.000,00

Rp. 200.000,00

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut : No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Rekening Aktiva / Harta Utang Modal Prive Pendapatan Beban Penambahan Di debet Di kredit Di kredit Di debet Di kredit Di debet Pengurangan Di kredit Di debet Di debet Di kredit Di debet Di kredit

D. JURNAL Sebenarnya pembukuan dapat dilakukan dari bukti pencatatan langsung ke rekening buku besar. Pencatatan secara langsung memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Untuk menghindari hal itu maka bukti pencatatan dicatat terlebih dahulu kedalam jurnal. 1. Fungsi Jurnal Adapun fungsi jurnal adalah sebagai berikut : a. Fungsi Analisa Fungsi ini berarti bahwa sebelum dicatat transaksi di analisa, dalam rekening apa yang didebet dan rekening apa yang dikredit, beserta jumlah uangnya.

b. Fungsi Historis Fungsi ini berarti bahwa jurnl menggambarkan transaksi – transaksi yang telah terjadi secara kronologis. c. Fungsi Informatik Fungsi ini berarti merupakan perintah untuk memindahkan kedalam rekening buku besar sesuai dengan posisi debet dan kredit dalam jurnal. d. Fungsi mencatat Fungsi ini berarti bahwa setiap transaksi yang ada dalam perusahaan harus dicatat dalam jurnal. e. Instruktif Fungsi ini berarti merupakan perintah untuk memindahkan kedalam rekening buku besar sesuai dengan posisi debet dan kredit dalam jurnal. 2. Bentuk Jurnal Bentuk juranl yang umum digunakan oleh perusahaan – perusahaan adalah sebagai berikut :
Jurnal Tanggal Rekening / Keterangan Ref. Debet Halaman Kredit

Keterangan : a. Kolom tanggal untuk mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi. Tahun dicantumkan paling atas kemudian diikuti bulan, tanggal dicantumkan pada kolom disebelahnya. b. Kolom rekening/keterangan untuk mencatat rekening – rekening yang akan kita debet dan rekening – rekening yang akan kita kredit serta keterangan seperlunya dari taransaksi tersebut. Untuk rekening yang kita kredit penulisannya akan menjorok kedalam. c. Kolom Ref. ( Referensi ) untuk mencatat nomor kode rekening yang bersangkutan jika sudah di vosting ke rekening buku besar.

d. mencatat jumlah uang dari rekening yang kita debet. e. mencatat jumlah uang dari rekening yang kita kredit. CONTOH SOAL :

Kolom Kolom

debet kredit

untuk untuk

Biro Reklame Budi didirikan oleh Tuan Budi pada tanggal 1Febuari 1991 bergerak dalam jasa periklanan. Transaksi – transaksi yang terjadi selama bulan Febuari sebagai berikut : Tuan Budi menyetorkan uang tunai sebesar Rp. 500.000,00 kedalam kas perusahaan. Tgl. 4 Feb. : Perusahaan membayar sewa ruangan untuk kegiatan bulan pertama usahanya sebear Rp. 50.000,00 Tgl. 8 feb. : Dibeli perlengkapan kantor secara kredit seharga Rp. 100.000,00. Tgl. 12 Feb. : Diterima dari langganan jasa pasang iklan sebesar Rp. 75.000,00. Tgl. 18 Feb. : Dibayar rekening listrik untuk bulan Febuari 1991 sebesar Rp. 5.000,00. Tgl. 25 Feb. : Tuan Budi mengambil uang dari perusahaannya untuk keperluan pribadi sebesar Rp. 25.000,00 Tgl. 28. Feb. : Di pinjam dari Bank Rakyat Indonesia untuk memperbesar usahanya sebesar Rp. 500.000,00. Transaksi - transaksi tersebut diatas dicatat dalam jurnal sebagai berikut :
Jurnal Tanggal 1991 Feb. 1. 4. 8. 12. 18. 25. 25. Kas Modal Tuan Budi ( Setoran modal / investasi modal ) Beban Sewa Kas ( Membayar sewa bulan pertama ) Perlengkapan Kantor Utang Usaha ( Pembelian perlengkapan kantor ) Kas Pendapatan Jasa ( Penerimaan Uang Jasa ) Beban Listrik Kas ( Pembayaran beban listrik bln. Feb ) Prive Tuan Budi Kas ( Pengambilan prive ) Kas Utang Bank ( Pinjaman Bank Rakyat Indonesia ) Rekening / Keterangan Ref. Debet 500.000,00 50.000,00 100.000,00 75.000,00 5.000,00 25.000,00 500.000,00 Halaman : 1 Kredit 500.000,00 50.000,00 100.000,00 75.000,00 5.000,00 25.000,00 500.000,00

Tgl. 1 Feb.

:

Jumlah

1.225.000,00

1.225.000,00

SOAL-SOAL A. SOAL TEORI 1. Sebutkan contoh bukti transaksi ! 2. Apakah yang disebut dengan mendebit 3. Apakah yang dimaksud dengan mengkredit 4. Sebutkan nama-nama rekening yang penambahannya di sisi debit ! 5. Sebutkan nama-nama rekening yang pengurangannya disisi debit ! 6. Sebutkan dan jelaskan fungsi jurnal ! 7. Apakah fungsi kolom referensi dalam jurnal ! 8. Kapankah pencatatan dalam jurnal dilaksanakan ! B. SOAL LATIHAN 1. H. Hasbullah pada tanggal 1 Juli 1991 mendirikan sebuah perusahaan yang diberikan nama Biro Jasa Berkah. Transaksi – transaksi yang teradi pada bulan pertama adalah sebagai berikut :

Juli

1 2 4 5 7 8 9 12 15 19 22 28. 31

: H. Hasbullah menyetorkan uang tunai ke perusahaan sebesar Rp. 5.000.000,00 : Disewa sebuah rumah untuk kegiatan usaha sebesar Rpp. 50.000,00 perbulan : Dibeli perlengkapans kantor secara tunai dari Toko Anugerah sebesar Rp. 100.000,00 : Dibeli sebuah mesin tik untuk keperluan kantor seharga Rp. 350.000,00 : Dibayar biaya untuk pemasangan iklan pada harian Kompas Rp. 75.000,00 : Diterima komisi untuk pengurusan surat – surat kendaraan Rp.50.000,00 : Diselesaikan pengurusan surat jual beli sebidang tanah untuk PT. Intra Komisi yang diperhitungakan sebesar Rp. 2.500.000,00 akan diterima bulan berikutnya. : Dibeli sebuah kendaraan sepeda motr untuk memeprlancar urusan usahanya sebesar Rp. 3.200.000,00 dibayar tunai Rp. 1.050.000,00 sisanya dibayar diangsur bulanan. : Diterima uang komisi untuk pengurusan surat – surat kendaraan bermotor sebesar Rp. 75.000,00. : Dibayar rekening telepon dan listrik sebesar Rp. 100.000,00 : Dibayar upah yang membantu sebesar Rp. 125.000,00 : Diterima uang komisi untuk kepengurusan perpanjangan SIM sebesar Rp. 30.000,00. : Dibayar gaji pegawai kantor sebesar Rp. 150.000,0

Rekening yang digunakan oleh Biro Jasa Berkah adalah sebagai berikut : 101. Kas 102. Piutang Usaha 103. Perlengkapan Kantor 111. Peralatan kantor 112. Kendaraan 201. Utang Usaha Pertanyaan : Buatlah jurnal umum dari transaksi – transaksi tersebut diatas ! 2. Ir. Baskara membuka sebuah kantor yang bergerak dalam bidang arsitek pada tanggal 1 Agustus 1991 yang diberi nama Biro Arsitek Baskara. Transaksi – transalsi yang terjadi selama bulan pertam adalah sebagai berikut : Agustus 1 : Ir. Baskara membuka sebuah rekening pada BNI ’46 atas nama Biro Arsitek Baskara dan menyetor uang sebesar Rp. 10.000.000,00 sebagai modal. 301. Modal H. Hasbullah 401. Pendapatan Komisi 501. Beban Sewa 502. Beban upah dan gaji 503. Beban Iklan 504. Beban Telepon dan Listrik

2 3 4 5 9 10 16 18 23 28 30 31

: : : : : : : : : : : :

Dibayar dengan cek sewa sebuah rumah untuk kegiatan usahanya sebesar Rp. 100.000,00 sebulan Dibeli peralatan gambar dari Toko Merbabu sebesar Rp. 5.000.000,00 dibayar dengan cek sebesar Rp. 3.000.000,00 dan sisanya bulan depan. Diambil dari Bank untuk mengisi kas perusahaan sebesar Rp. 1.000.000,00 Dibeli perkas perlengkapan gambar sebesar Rp. 300.000,00 Diserahkan kepada kontraktor PT. Bangun Indah satu set rencana bangunan seharga Rp. 1.000.000,00 diterima tunai. Dibeli dengan kredit perlengkapan gambar dari CV. Abadi seharga Rp. 200.000,00 Telah diseleaikan dan diserahkan seperangkat gambar rencana bangunan kepada kontraktor PT. Bangun Indah seharga Rp. 2.500.000,00 pembayaran kemudian. Dibayar tunai gaji para juru gambar sebear Rp. 600.000,00 Diterima tunai dari PT. Bangun Indah sebesar Rp. 1.500.000,00 atas penyerahan gambar pada tanggal 16 Agustus yang lalu. Ir. baskara mengambil uang tunai untuk keperluan pribadi Rp. 100.000,00 Dibayar bermacam – macam biaya sebesar Rp. 100.000,00 Dibayar dengan cek gaji juru gambar sebesar Rp. 400.000,00

Rekening buku besar yang digunakan oleh Biro Arsitek baskara adalah sebagai berikut : 101. Kas ditangan 102. Kas Gudang 103. Piutang Usaha 104. Perlengkapan Gambar 111. Peralatan Gambar 201. Utang Usaha Pertanyaan : Buatlah Jurnal Umum dari transaksi – transaksi tersebut diatas ! 3. Tirta Atmaja membuka kedua kolam renang “ Taman Tirta “. Selama bulan Agustus 1991 ia melakukan transaksi – transaksi berikut ini untuk perusahaan itu . 301. Modal Ir. Baskara 302. Prive Ir. Baskara 301. Pendapatan Jasa Arsitektur 501. Beban Gaji 502. Beban Sewa 503. Beban Serba – serbi

Agustus

1 2. 3

: : :

5 7 15 16 20 30 31

: : : : : : :

Di investasikan Rp. 30.000.000,00 ke dalam perusahaan . Dibayar sewa Agustus 1991 Rp. 500.000,00 Di beli meja , kursi dan peralatan lain dengan harga Rp. 9.000.000,00. Dari jumlah tersebut dibayar tunai Rp. 5.000.000,00 dan untuk sisanya dibayar waktu 30 hari. Di bayar Rp. 200.000,00 untuk iklan. Di beli dengan kredit perlengkapan dengan harga Rp. 750.000,00 dan tambahan peralataan Rp. 2.500.000,00. Di catat pendapataan tunai yang di peroleh selama setengah bulan pertama dari bulan Agustus 1991 sebesar Rp. 1.500.000,00. Di bayar upah Rp. 450..000,00. Di ambil Rp. 400.000,00 dari perusahaan untuk keperluan pribadi. Di catat pendapataan tunai yang di peroleh selama setengah bulan kedua dari bulan Agustus 1991 Rp. 1.750.000,00. Di bayar upah Rp. 450.000,00.

Rekening – rekening di dalam buku besar perusahaan itu adalah: 101 Kas 302 Prive R. Tirta atmaja 102 Perlengkapan 401 Pendapatan usaha 111 Peralatan 401 Pendapatan usaha 201 Utang usaha 502 Beban iklan 301 Modal R. Tirta atmaja 503 Beban upah Diminta: Buatlah ayat-ayat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi bulan Agustus tersebut di atas! 4. bernomor halaman 1. Maret 1 Catatlah transaksi dibawah ini dalam Jurnal Umum yang

: Ramli mulai perusahaannya dengan menginvestasikan sebagai modal pertama Rp. 7.500.000,00 5 : Dibayar sewa atas ruangan usaha sebesar Rp. 750.000,00 8 : Dibeli tunai dari Toko Sinar perlengkapan kantor seharga Rp. 150.000,00 dan peralatan kantor seharga Rp. 650.000,00 10 : Dibeli dengan kredit tambahan peralatan kantor dari Toko Mulia Jakarta seharga Rp. 900.000,00. 14 : Ramli mengambil uang tunai dari prusahaan untuk keperluan pribandinya sebesar Rp. 350.000,00

17 : Dibayar gaji karyawan sebesar Rp. 275.000,00 19 : Telah diselesaikan pekerjaan atas langganan dengan biaya penyelesaian sebesar Rp. 750.000,00 jumlah tersebut difakturkan untuk ditagih. 21 : Dibayar beban serba – serbi usaha sebesar Rp. 150.000,00 23 : Diterima pendapatan usaha sebesar Rp. 300.000,00 25 : Diterima angsuran utang sebesar Rp. 300.000,00 kepada Toko Mulia Jaya jakarta. 28 : Diterima angsuran pembayaran langganan atas pekerjaan yang telah selesai tanggal 19 Maret yang lalu sebesar Rp. 400.000,00. 30 : Dibayar beban serba – serbi uasaha sebesar Rp. 125.000,00 Perkiraan – perkiraan yang digunakan : 111 112 113 121 211 311 Kas Piutang Perlengkapan Kantor Peralatan Kantor Utang Modal Ramli 312 411 511 512 513 Prive Ramli Pendapatan Jasa Beban Sewa Beban Gaji Beban serba – serbi

Ujian Nasional Akuntansi , Dasar Satu Sabtu, 1 September 1990

5. Berikut ini transaksi – transaksi yag dilakukan oleh Bioskop Madya selama bula Juli tahun berjalan. Juli 1 : Diterima dan setor ke rekening bank Rp. 80.000.000,00 uang yang diterima dari Persero ( stock holder) untuk modal saham ( capital stock ). 1 : Dibeli bioskop Top Rp. 125.000.000,00 yang dibebankan sebagai berikut : peralatan Rp. 50.000.000,00 , gedung Rp. 45.000.000,00 , tanah Rp. 30.000.000,00 . Dibayar dengan cash Rp. 50.000.000,00 dan diberikan mortgage note ( hipotik ) untuk sisanya. 5 : Dibayar premi asuransi harta kekayaan dan kecelakaan Rp. 3.500.000,00 6 : Dibeli dengan kredit perlengkapan Rp. 975.000,00 dan peralatan Rp. 2.500.000,00 6 : Dibayar poster dan iklan surat kabar bulan Juli Rp. 915.000,00 9 : Diterima per kas penjualan karcis masuk dalam minggu ini Rp. 3.750.000,00 11 : Dibayar beban lain – lain Rp. 125.000,00

15 16 18 21 23

: : : : :

24 : 25 : 28 : 29 : 31 : 31 :

Diterima gaji setengah bulanan Rp. 2.850.000,00 Diterima kas penjualan karcis masuk minggu ini Rp. 5.500.000,00 Dibayar beban lain – lain Rp. 45.000,00 Dibayar per kas kepada kreditur Rp. 2.400.000,00 Diterima per kas dari penjualan karcis masuk minggu ini Rp. 6.200.000,00 Dibayar perlengkapan dengan tunai Rp. 76.000,00 Dibayar untuk pamflet iklan bulan Juli Rp. 135.000,00 Dibukukan faktur sebesar Rp. 6.100.000,00 untuk sewa film bulan Juli. Pembayarna jatuh tempoo tanggal 6 Agustus. Dibayar langganan listrik dan air sebesar Rp. 4.500.000,00 Dibayar gaji//upah setengah bulanan Rp. 4.500.000,00 Diterima tunai dari penjualan karcis untuk sisa bulan ini Rp. 8.750.000,00.

Diminta : Bukukanlah transaksi – transaksi tersebut di atas ke dalam Jurnal Umum. Rekening – rekenign buku besar yang dipergunakan : 101 103 104 111 113 115 201 212 Kas Asuransi dibayar dimuka Perlengkapan Peralatan Gedung Tanah Utang Usaha Utang Hipotik 301 401 501 502 503 504 505 Modal Saham Pendapatan film Beban gaji dan upah Beban sewa film Beban iklan Beban listrik dan air Beban lain –lain

Ujian Nasional Akuntansi , Dasar Satu Sabtu , 1 September 1990 dengan perubahan

BAB VIII BUKU BESAR DAN NERACA SALDO A. PENDAHULUAN

Bukti pencatatan pertama – tama akan dicatat dalam sebuah buku yang dinamakan jurnal. Catatan dalam jurnal tersebut secara kronologis dipindahkkan ke rekening buku besar. Setelah akhir periode akuntansi maka saldo rekening – rekening buku besar tersebut disusun ke dalam suatu daftar yang dinamakan neraca saldo. Neraca saldo disini berfungsi sebagai alat pengontrol catatan dalam rekening buku besar. B. BUKU BESAR

1. Pengertian Buku Besar Setiap bukti transaksi yang sudah dibuatkan bukti pencatatannya ( bukti jurrnal ) akan dicatat dalam jurnal , selanjutnya secara kronologis dibukukan kedalam rekening. Kumpulan dari rekening tersebut dinamakan buku besar. Pencatatan dari jurnal ke rekening buku besar dinamakan posting. 2. Bentuk Rekening Ada beberapa bentuk rekening diantaranya : a. Rekening berbentuk T (T account ) Bentuk ini berbentuk bentuk yang paling sederhana yang menyerupai huruf T. Bentuk ini mempunyai dua sisi yaitu sisi debit dan sisi kredit. Bentuknya adalah seagai berikut :
Nama ( Sisi debet ) ( Sisi kredit ) No

b. Rekening bentuk T disempurnakan ( bentuk dua kolom ) Bentuk ini adalah merupakan penyempurnaan dari rekening bentuk T , dimana sisi debit maupun sisi kredit masing – masing dibagi menjadi kkolom tanggal, keterangan, ref ( referensi ) dan jumlah. Bentuknya adalah sebagai berikut :
Nama : Tanggal Keterangan Ref Jumlah Tanggal Keterangan Ref No : Jumlah

c. Rekening berbentuk tiga kolom Bentuknya adalah sebagai berikut :
Nama : Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit D/K Saldo No :

Keterangan : Kolom tanggal unutk mencatat tanggal terjadinya transaksi.

Kolom keterangan untuk mencatat keterangan/uraian yang terdapat dalam jurnal. Kolom ref ( referensi) untuk mencatat nomor halamn jurnal. Kolom debit untuk mencatat jumlah uang yang kita debit. Kolom kredit untuk mencatat jumllah uang yang kita kredit. Kolom D / K untuk mencatat macamnya saldo dari rekening yang bersangkutan. Jika rekening tersebut bersaldo debit maka ditulis D dan sebaliknya jika rekening tersebut bersaldo kredit ditulis K. Kolom saldo untuk mencatat jumlah saldodari rekening tersebut. d. Rekening berbentuk empat kolom Bentuknya hampir sama dengan rekening berbentuk tiga kolom hanya bedanya dalam kolom saldo terbagi dua yaitu kolom debit dan kolom kredit. Bentuknya adalah sebagai berikut :
Nama Tanggal : Saldo Keterangan Ref Debet Kredit Debet Kredit No :

Keterangan : Kolom tanggal untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi. Kolom keterangan utnuk mencatat keterangan /uraian yang terdapat dalam jurnal.. Kolom ref ( referensi) untuk mencatat nomor halaman jurnal. Kolom debit untuk mencatat jumlah uang yang kita debit. Kolom kredit untuk mencatat jumlah uang yang kita kredit.Kolom saldo untuk mencatat saldo dari rekening tersebut. Jika bersaldo debit dicatat pada kolom debit dan sebaliknya jika bersaldo kerdit dicatat pada kolom kredit. Pada umumnya perusahaan menggunakan rekenign yang berbentuk tiga kolom maupun empat kolom, karena kedua bentuk tersebut setiap saat dapat diketahui saldonya sehingga mempermudah pemeriksaan. 3. Pencatatan Dalam Rekening Buku Besar. Langkah – langkah pencatatan dalam rekening besar adalah sebagai berikut : a. Mencatat saldo awal dari data neraca awal. Rekening yang ada di isi debit neraca dicatat sebagai saldo debit dan rekening yang ada diisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit.

b. Mencatat tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan. c. Mencatat keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dalam jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan. d. Mencatat jumlah debit dalam jurnal ke kolom debit rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit yang bersangkutan. e. Mencatat nomor halaman jurnal ke kolom referensi (ref) rekening buku besar yang bersangkutan. f. Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar maka di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan. g. Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom maka carilah saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debit akan menambah saldo debit atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi debit atau menambah saldo kredit.

Agar lebih jelasnya pencatatan dari jurnal ke rekening buku besar maka perhatikanlah bagan di bawah ini.

Jurnal

: Rekening/keterangan Kas Modal Tuan Budi ( setoran modal ) Ref 101 301 Debet Rp. 500.000,00 -

Hal : 1 Kredit Rp. 500.000,00

Tanggal 1991 Feb. 1

Nama

: Kas Keterangan Ref Debet Kredit Debet Saldo

No : 101

Tanggal 1991 Feb.

Kredit -

1

Satuan modal

1

Rp. 500.000,00

-

Rp.500.000,00

Nama

: Modal Tuan Budi Keterangan Ref Debet Kredit Debet

No : 301 Saldo Kredit Rp.500.000,00

Tanggal 1991 Feb.

1

Satuan modal

1

-

Rp. 500.000,00

-

CONTOH SOAL Perusahaan Angkutan Pinggir Kota yang bergerak dalam bidang jasa angkutan menunjukkan neraca per 1 Januari 1991 sebagai berikut:
Perusahaan Angkutan Pinggir Kota Neraca Per 1 Januari 1991

Kas Piutang usaha Perlengkapan Kendaraan

Rp. 10.000.000,00 Rp. 15.000.000,00 Rp. 2.500.000,00 Rp. 50.000.000,00

Utang usaha Modal budi

Rp. 15.000.000,00 Rp 62.500.000,00

Jumlah aktiva

Rp. 77.500.000,00

Jumlah pasivva

Rp. 77.500.00,00

Data Jurnal selama bulan Januari 1991 adalah berikut:
Jurnal umum Halaman 4

Tanggal 1991 Jan “ “ 5 10 15

Rekening/keterangan Perlengkapan Kas (pembelian perlengkapan) Uang Usaha Kas (pembayaran utang) Kas

Ref. 103 101 201 101 101

Debet 2.000.000,00 5.000.000,00 10.000.000,00

Kredit 2.000.000,00 5.000.000,00 -

25

Piutang usaha (penerimaan piutang) Kendaraan Utang usaha (Pembelian kendaraan kredit)

102 111 201

5.000.000,00 -

10.000.000,00 5.000.000,00

22.000.000,00

22.000.000,00

Dari data neraca dan jurnal tersebut diatas setelah di bukukan ke rekening buku besar terlihat sebagai berikut:
Nama : Kas Saldo Tanggal 1991 Jan. “ “ “ Keterangan Ref Debet Kredit Debet Kredit No : 101

1 5 10 15

Saldo Pembayaran Perlengkapan Pembayaran Utang Penerimaaan Piutang

V 4 4 4

10.000.000,00

2.000.000,00 5.000.000,00 -

10.000.000,00 8.000.000,00 3.000.000,00 13.000.000,00

-

Nama : Piutang Usaha Saldo Tanggal 1991 Jan. “ Keterangan Ref Debet Kredit Debet

No : 102

Kredit

1 5

Saldo Penerimaan Piutang

V 4

-

10.000.000,00

15.000.000,00 5.000.000,00

-

Nama : Perlengkapan Saldo Tanggal 1991 Jan. “ Keterangan Ref Debet Kredit Debet

No : 103

Kredit

1 5

Saldo Pembelian Perlengkapan

V 4

2.000.000,00

-

2.500.000,00 4.500.000,00

-

Nama : Kendaraan

No : 103

Saldo Tanggal 1991 Jan. “ Keterangan Ref Debet Kredit Debet Kredit

1 25

Saldo Pembelian Kendaraan

V 4

5.000.000,00

-

50.000.000,00 55.000.000,00

Nama : Utang Usaha Saldo Tanggal 1991 Jan. “ “ Keterangan Ref Debet Kredit Debet

No : 201

Kredit 15.000.000,00 10.000.000,00 15.000.000,00

1 10 25

Saldo Pembayaran Utang Pembelian Kendaraan

V 4 4

5.000.000,00 -

5.000.000,00

-

Nama : Modal Budi Saldo Tanggal 1991 Jan. Keterangan Ref Debet Kredit Debet

No : 301

Kredit

1

Saldo

-

-

-

-

62.000.000,00

C. NERACA SALDO Keseimbangan antara jumlah debit dan jumlah kredit dalam rekenig buku besar harus diperiksa. Pemerikasaan keseimbangan sebaiknya dilakukan tiap – tiap akhir bulan. Alat yang digunakan untuk memeriksa atau mengontrol adalah neraca saldo. Neraca saldo dapat diartikan suatu data yang memuat daftar – daftar nomor, nama dan saldo dari masing – masing rekening buku besar. Sumber pencatatan neraca saldo diambilkan dari saldo – saldo rekening buku bear yang ada dalam perusahaan tersebut. Jika perusahaan menggunakan bentuk rekening tiga kolom atau empat kolom maka penyusunan neraca saldo tinggal mencatat jumlah saldo dari masing – masing rekening yang terlihat dalam neraca saldo. Rekening yang bersaldo debit maka kita catat saldo tersebut pada kolom debit dan sebaliknya rekening yang bersaldo kredit kita catat

saldo tersebut pada kolom kredit. Tapi bila perusahaan menggunakan bentuk rekening T ( T account ) atau rekening T account yang disempurnakan ( dua kolom ) maka penyusunan neraca saldo terlebih dahulu harus menghitung dari masing – masing rekening yang ada dalam perusahaan. Cara mencari saldonya dengan jalan menjumlahkan sisi debit dan menjumlahkan sisi kredit dari setiap rekening. Kemudian kita bandingkan antara jumlah debit dan jumlah kredit, jika jumlah debit lebih besar dari jumllah kredit maka selisihnya merupakan saldo debit. Sebaliknya jika jumlah kerdit lebih besar dari umlah debit maka selisihnya merupakan saldo kredit. Dalam neraca saldo jumlah debit akan sama besarnya dengan jumlah kredit. Bentuk neraca saldo adalah sebagai berikut :

No

Nama Rekening

Debet

Kredit

Keterangan : 1. Kolom nomor untuk mencatat nomor kode rekening yang bersangkutan. 2. Kolom nama rekening untuk mencatat nama – nama rekening yang ada dalam perusahaan tersebut. 3. Kolom debit untuk mencatat jumlah saldo uang dari rekening yang besaldo debit. 4. Kolom kredit untuk mencatat jumlah saldo uang dari rekening yang bersaldo kredit.

Pada contoh rekeing buku besar Perusahaan Angkutan Pinggir Kota tersebut di atas jika dibuat neraca saldonya terlihat sebagai berikut :

Perusahaan Angkutan Pinggir Kota Neraca Saldo Per 31 Januari 1991 No Nama Rekening Debet Kredit

101 102 103 111 201 301

Kas Pitang Usaha Perlengkapan Kendaraan Utang Usaha Modal Budi

Rp. 13.000.000,00 Rp. 5.000.000,00 Rp. 4.500.000,00 Rp. 55.000.000,00 Rp. 77.500.000,00

Rp. 15.000.000,00 Rp. 62.500.000,00 Rp. 77.500.000,00

Dari contoh di atas terdapat beberapa rekening yang bersaldo debit dan ada beberapa rekening yang bersaldo kredit. Rekening kas tidak akan mungkin bersaldo kredit, oleh sebab itu rekening kas dikatakan bersaldo normal debit. Saldo normal setiap rekening sama dengan sisi penambahan dari rekening yang bersangkutan. Agar jelasnya di bawah ini adalah tabel saldo normal dari setiap rekening :
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama Rekening Harta Utang Modal Prive Pendapatan Beban Saldo Normal Debet Kredit Kredit Debet Kredit Debet

SOAL – SOAL A. SOAL TEORI 1. Apakah yang dimaksud dengan buku besar ? 2. Sebutkan bentuk – bentuk rekening buku besar ! 3. Sebutkan kelemahan – kelemahannya jika kita menggunakan rekening buku besar yang berbentuk T account ! 4. Sebutkan langkah – langkah dalam posting ! 5. Di sisi manakah saldo normal rekening harta, utang, modal, pendapatan dan beban ! 6. Apakah yang dimaksud dengan neraca saldo ? 7. Dari manakah sumber pencatatan neraca saldo ?

B. SOAL LATIHAN 1. Perusahaan Binatu Merah yang didirikan oleh Kasman pada tangggal 1 Febuari 1991 menunjukkan data jurnal sebagai berikut :
Jurnal Umum ( dalam rupiah ) Halaman : 001

Tanggal 1991 Feb. ” “ “ “

Rekening/keterangan 1 2 3 4 5 Kas Modal Kasman Beban Sewa Kas Perlengkapan Kantor Utang Usaha Perlengkapan cuci Kas Peralatan kantor Peralatan cuci Utang Uasaha Kas Piutang Usaha Pendapatan jasa cuci Peralatan binatu Perlengkapan binatu Kas Kendaraan Kas Beban Iklan Kas Kas Pendapatan jasa binatu Utang Usaha Kas Tanah Kas Prive Kasman Kas Kas Pendapatan jasa cuci Beban gaji Kas Perlengkapan kantor Wesel bayar Kas Piutang Usaha Beban lain –lain Kas Kas Piutang Usaha Pendapatan jasa binatu Beban listrik Kas Beban gaji Kas Beban Telepon Kas

Ref

Debet 6.000.000,00 50.000,00 50.000,00 150.000,00 400.000,00 100.000,00 150.000,00 100.000,00 25.000,00 2.500.000,00 60.000,00 250.000,00 150.000,00 2.000.000,00 50.000,00 300.000,00 75.000,00 50.000,00 150.000,00 25.000,00 200.000,00 300.000,00 50.000,00 75.000,00 30.000,00 13.590.000,00

Kredit 6.000.000,00 50.000,00 50.000,00 150.000,00 200.000,00 300.000,00 150.000,00 125.000,00 2.500.000,00 60.000,00 250.000,00 150.000,00 2.000.000,00 50.000,00 300.000,00 75.000,00 50.000,00 150.000,00 25.000,00 500.000,00 50.000,00 75.000,00 30.000,00 13.590.000,00

‘’ “ “ “ “ “ “ “ “ “ “ “ “ “ “ “ “

7 8 9 10 11 13 14 15 17 18 20 22 23 26 27 28 28

Dafttar rekening buku besar yang disediakan oleh perusahaan Binatu Murah adalah sebagai berikut: 101. Kas 202. Wesel bayar 102. Piutang usaha 301. Modal Kasman 103 Perlengkapan cuci 302. Prive Kasman 104. Perlengkapan binatu 401. Pendapatan jasa cuci

105. 111. 112. 113. 114. 115. 201.

Perlengkapan kantor Tanah Peralatan kantor Peralatan binatu Peralatan cuci Kendaraan Utang usaha

402. 501. 502. 503. 504. 505. 506.

Pendapatan jasa binatu Beban sewa Beban gajih Beban iklan Beban listrik Beban telepon Beban lain-lain

Dari data jurnal tersebut di atas maka: 1. Bukukanlah (posting) ke dalam buku besar. 2. Susunlah neraca saldonya pada tangggal 28 Februari 1991. 2. Data Perusahaan Ekspedisi Lancar memperlihatkan rekening-rekening beserta saldonya pada tanggal 1 Maret 1991 sebagai berikut: 101. Kas Rp. 2.650.000,00 102. Piutang usaha Rp. 3.840.000,00 103. Perlengkapan kantor Rp. 900.000,00 111. Tanah Rp. 10.000.000,00 112. Gedung Rp. 6.500.000,00 113. Akumulasi penyusutan gedung Rp. 1.625.000,00 114. Peralatan kantor Rp. 5.000.000,00 115. Akumulasi penyusutan peralatan kantor Rp. 1.000.000,00 116. Kendaraan Rp.140.000.000,00 117. Akumulasi penyusutan kendaraan Rp. 28.000.000,00 201. Utang usaha Rp. 6.300.000,00 301. Modal Risti Rp. 94.190.000,00 302. Prive Risti Rp. 500.000,00 401. Pendapatan ekspidisi Rp. 43.450.000,00 501. Beban gajih Rp. 4.500.000,00 502. Beban sewa Rp. 450.000,00 503. Beban perlengkapan kantor Rp. 504. Beban penyusutan gedung Rp. 505. Beban penyusutan peralatan kantor Rp. 506. Beban penyusutan kendaraan Rp. 507. Beban servis kendaraan Rp.. 508. Beban lain-lain Rp. 225.000,00

Selama bulan Maret 1991 terjadi transakllsi-transaksi sebagai berikut: Maret 1 3 : : Di beli perlengkapan kantor dari toko Merdeka sebesar Rp. 250.000,00 di bayar tunai Rp. 200.000,00 sisanya bulan depan. Di terima tagihan dari PT. Mega Jaya sebesar Rp. 150.000,00.

6 7 9 10 12 15 16 18 20 23 24 26 28 30

: : : : : : : : : : : : : :

Di bayar iuran keamanan lingkungan untuk bulan Maret 1991 sebesar Rp. 50.000,00 Di bayar biaya servis kendaraan pada bengkel Agung Jaya Rp. 875.000,00. Dibayar sewa parkir kendaraan untuk bulan Maret 1991 sebesar Rp. 225.000,00 Di beli seperangkat komputer untuk keperluan kantor dari PT. IBM dengan kredit seharga Rp. 3.000.000,00. Di bayar utang kepada toko Cempaka Motor sebesar Rp. 500.000,00 Di terima uang jasa mengangkut barang dari langganan sebesar Rp. 2.745.000,00. Risti mengambil uang tunai dari perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp. 250.000,00. Di bayar uang makan sopir untuk pertengahan bulan pertama Rp. 180.000,00. Di bayar gajih karyawan untuk pertengahan bulan pertama Rp. 500.000,00. Di terima uang jasa anggkutan sebesar Rp. 1.500.000,00. Di selesaikan pekerjaan angkut untuk PT. Melati seharga Rp. 4.500.000,00. Di beli sebidang tanah untuk perluasan kantor seharga Rp. 5.000.000,00 di bayar tunai Rp. 2.000.000,00 sisanya di angsur lima kali. Di bayar uang makan sopir untuk akhir bulan sebesar Rp. 180.000,00. Di bayar gaji karyawan sebesar Rp. 500.000,00.

Pertanyaan: a. Buatlah jurnal umum untuk transaksi-transaksi yang tejadi selama bulan Maret 1991. b. Bukukanlah jurnal tersebut ke dalam rekening buku beesar. c. Susunlah neraca saldonya pada tanggal 31 Maret 1991. 3. Berdasarkan neraca dan jurnal berikut ini, susunlah: a. b.

Buku besar Neraca saldo

Neraca Per 1 Januari 1991

101 Kas 102 Piutang usaha 121 Peralatan kantor

Rp. 1.525.000,00 Rp. 750.000,00 Rp. 1.000.000,00

201 Utang usaha 301 Modal Yasin

Rp. Rp.

800.000,00 2.475.000,00

Rp. 3.275.000,00

Rp. 3.275.000,00

Jurnal Tanggal Jan. 1. 4. 8. 10. 15. 19. 22. 25. 30. Keterangan Utang Usaha Kas Perlengkapan kantor Kas Peralatan Kantor Kas Utang Usaha Kas Piutang Usaha Kas Pendapatan Jasa Uatang Usaha Kas Piutang Usaha Pendapatan Jasa Prive Yasin Kas Beban Gaji Kas Jumlah Ref Debet 500.000,00 300.000,00 1.150.000,00 500.000,00 900.000,00 800.000,00 600.000,00 200.000,00 350.000,00 5..3000.000,00

Halaman : 03 Kredit 500.000,00 300.000,00 150.000,00 1.000.000,00 500.000,00 900.000,00 800.000,00 600.000,00 200.000,00 350.000,00 5..300.000,00

4. Servis dan TV “ CERIA “ mempunyai daftar rekening dan saldonya pada tanggal 1 Juli 1991 sebagai berikut :

101 102 103 121 122 201 301 302 401 402 501 502 503

Kas Piutang Usaha Perlengkapan Peralatan servis Akumulasi penyusutan Utang Usaha Modal Marjuki Prive Marjuki Pendapatan Jasa Pendapatan Komisi Beban Gaji Beban Sewa Beban Iklan

Rp. 2.545.000,00 Rp. 800.000,00 Rp. 225.000,00 Rp. 600.000,00 Rp. 240.000,00 Rp. 500.000,00 Rp. 2.660.000,00 Rp. 150.000,00 Rp. 1.950.000,00 Rp. – Rp. 750.000,00 Rp. – Rp. 250.000,00

Selama bulan Juli 1991 terjadi transaksi – transaksi berikut ini : 2 Juli 5 Juli 9 Juli 12 Juli 15 Juli 18 Juli 20 Juli 25 Juli 27 Juli 28 Juli 30 Juli Diminta : a. transaksi – transaksi tersebut b. c. tanggal 31 Juli 1991. Buatlah jurnal umum untuk Susunlah buku besar Susunlah Neraca Saldo pada Diterima pendapatan jasa Rp. 450.000,00 Dibeli perlengkapan Rp. 400.000,00 secara kredit Dibayar utang kepada Toko Aneka Rp. 300.000,00 Dibeli peralatan servis Rp. 700.000,00 di antaranya Rp. 100.00,00 dibayar tunai sisanya kredit Marjuki mengambil uang tunai Rp. 200.000,00 untuk keperluan rumah tangga Dibayar iklan pada harian Media Rp. 150.000,00 Diterima pelunasan tagihan dari M. Yakub Rp. 600.000,00 Diterima komisi atas penjualan TV Rp. 50.000,00 Dibayar sewa ruangan Rp. 500.000,00 Diterima pendapatan jasa Rp. 650.000,00 Dibayar Gaji karyawan untuk bulan Juli Rp. 300.000,00

BAB IX

JURNAL PENYESUAIAN A. PENDAHULUAN Neraca saldomerupakan bahan pokok untuk menyususn laporan keuangan Rekening yang sudah menunjukkan keadaan yang sebenarnya digunakan untuk menyusun laporan keuangan, sedangkan yang belum menunjukkan keadaaan sebenarnya harus disesuaikan lebih dahulu. B. REKENING YANG PERLU DISESUAIKAN Rekening yang biasanya memerlukan penyesuaian antara lain : 1. Perlengkapan / Bahan habis pakai ( Supplies ) 2. Beban dibayar di muka ( Prepaid Expense ) 3. Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue ) 4. Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense ) 5. Pendapatan yang masih harus diterima//piutang pendapatan ( Accrued Income ) 6. Penyusutan aktiva tetap ( Depreciation ) Contoh data penyesuaian dan jurnalnya. 1. Perlengkapan ( Supplies ) Perlengkapan di neraca saldo memeprlihatkan jumlah Rp. 600.000,00 . Setelah dihitung secara phisik persediaan perlengkapan pada tanggal 31 Desember Rp. 200.000,00. Ini berarti perlengkapan yang telah dipakai untuk kegiatan persahaan berjumlah Rp. 200.000,00. Ini berarti perlengkapan yn telah dipakai untuk kegiatan perusahaan berjumlah Rp. 400.000,00. Jurnal Penyesuaian : Beban Perlengkapan Perlengkapan 2. Expense ) Rp. 4000.000,00 Rp. 400.000,00 Beban dibayar dimuka ( Prepaid

Ada dua cara pencatatan pada waktu melakukan pembayaran beban ( biaya ) : a. Pendekatan Neraca, pembayaran beban dicatat dalam rekening “ Beban dibayar di muka “

yaitu

b. Pendekatan Rugi Laba, yaitu pembayaran beban dicatat dalam rekening “ Beban….” Contoh : Pada Tanggal 1 April 1990 membayar premi asuransi untuk satu tahun Rp. 240.000,00. a. tersebut dicatat dalam rekening : Asuransi dibayar dimuka ( Debet ) Kas ( Kredit ) Jika menggunakan pendekatan neraca, transaksi Rp. 240.000,00 Rp. 240.000,00

Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening asuransi dibayar di muka di neraca saldo 31 Desember 1990. Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut sebenarnya asuransi yang sudah dimanfaatkan adalah 9 bulan ( 1 April 1990 – 31 Desember 1990 ). Ini berarti sejumlah Rp. 180.000,00 ( 9/12 x Rp. 240.000,00 ) sudah menjadi beban tahun 1990. Maka jumlah tersebut harus dipindahkan dari rekening “ Asuransi dibayar dimuka “ ke rekening “ Beban Asuransi “ dengan jurnal penyesuaian : Beban Asuransi Asuransi dibayar di muka Rp. 180.000,00 Rp. 180.000,00

b. Jika menggunakan Pendekatan Rugi Laba , transaksi pada contoh di atas pada tanggal 1 April 1990, dicatat dalam rekening : Biaya Asuransi ( debet ) Kas ( Kredit ) Rp. 240.000,00 Rp. 240.000,00

Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 sebenarnya yang sudah menjadi beban baru 9 bulan ( Rp. 180.000,00 ). Sedangkan sisanya ( Rp. 60.000,00 ) bukan merupakan beban tahun 1990. Maka jumlah yang eblum merupakan beban tersebut harus di pindahkan dari rekening ” Biaya Asuransi “ ke rekening “Asuransi dibayar di muka “ , dengan jurnal penyesuaian : Asuransi dibayar di muka Beban Asuransi Rp. 60.000,00 Rp. 60.000,00

Untuk lebih jelasnya, perhitungan mana yang sudah, dan mana yang belum menjadi beban dapat dilukiskan dalam gambar ( garis waktu ) berikut ini :
¼ - 90 31/12 – 90 ¼ -91

9

Bulan

3 bulan Belum menjadi beban

Sudah menjadi beban

Dari contoh dan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa : a. Jika pada saat pembayaran belum dicatat dalam rekening asuransi dibayar di muka, maka penyesuaiannya : Rekening Asuransi dibayar di muka di kredit sebesar yang sudah menjadi beban, dan rekening Beban asuransi di debet sejumlah itu . b. Jika pada saat pembayaran dicatat dalam rekening beban Asuransi, maka penyesuaiannya : Rekening Beban asuransi dikredit sebesar yang belum menjadi beban, dan rekening Asuransi dibayar dimuka di debet sejumlah itu. 3. Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue ) Pada waktu menerima pendapatn pada umumnya dicatat dalam rekening pendapatan ( Pendekatan Rugi – Laba ), tetapi kadang – kadang pendapatan yang diterima untuk lebih dari satu periode dicatat dalam rekening Pendapatan diterima di muka ( Pendekatan neraca ). Contoh : Pada tanggal 1 Juli 1990 diterima sewa untuk 2 tahun Rp. 2.000.000,00. a. Jika pendekatan neraca transaksi tersebut di catat dalam rekening : Kas ( debit ) Sewa diterima di muka ( kredit ) Rp. 2.000.000,00 Rp. 2.000.000,00 mengunakan

Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening sewa diterima di muka di neraca saldo 31 Desember 1990. Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut, sebenarnya yang sudah merupakan pendapatan tahun 1990, adalah 6 bulan ( 1 Jli 1990 – 31 Desember 1990) = 6/24 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00 ) belum merupakan pendapatan tahun 1990. Karena pada saat penerimaan sewa dicatat dalam rekening sewa diterima di muka maka untuk jumlah yang sudah merupakan pendapatan tahun 1990 harus dipindahkan ke rekening Pendapatan Sewa dengan jurnal Penyesuaian sebagai berikut : Sewa diterima di muka Pendapatan sewa Rp. 500.000,00 Rp. 500.000,00

b. Jika menggunakan pendekatan Rugi – Laba, transaksi di atas dicatat dalam rekening :

Kas ( debit ) Pendapatan sewa ( kredit )

Rp. 2.000.000,00 Rp. 2.000.000,00

Sampai dengan tanggal 31 Desemmber 1990, sebenarnya yang sudahmerupakan pendapatan tahun 1990 adalah Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00 ) belum merupakan pendapatan. Jumlah ini harus dipindahkan ke rekening Pendapatan Sewa diterima di muka dengan jurnal penyesuaian : Pendapatan sewa Sewa diterima di muka Rp. 1.500.000,00 Rp. 1.500.000,00

Untuk lebih jelasnya perhitungan mana yang sudah dan mana yang belum merupakan pendapatan , dapat dilakukan dalam gambar ( garis waktu ) berikut ini :

4. Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense ) Perusahaan membayar gaji pegawai mingguan tiap hari sabtu. Tarif gaji Rp. 40.000,00 per hari. Pembayaran gaji terakhir tanggal 27 Desember dengan demikian gaji karyawan tanggal 29, 30, dan 31 Desember belum di bayar karena baru akan di bayar pada hari Sabtu tanggal 3 Januari tahun berikutnya. Ini berarti sampai akhir periode akuntansi terdapat gaji yang beluum di bayar 3 hari @ Rp. 40.000,00 = Rp. 120.000,00. Jurnal penyesuaiannya: Beban gaji Utang gaji Rp. 120.000,00 Rp. 120.000,00

5. Pendapatan yang harus di terima/piutang pendapatan (Accrued Income) Suatu perusahaan menyimpan uang di Bank Pasifik, Rp. 1.000,000,00 pada tangggal 1 September 1990. Suku bunga 18%, bunga di terima 6 bulan sekali (tiap 1 Maret – 1 September). Ini berarti bunga 6 bulan pertama baru akan di terima tanggal 1 Maret 1991 sehingga sampai akhir periode akuntansi, terdapat bunga yang di tunda penerimaannya selama 4 bulan (1 September – 31 Desember) yaitu 4/12 x 18% x Rp. 1.000.000,00 = Rp. 60.000,00. Jurnal penyesuaiannya:

Piutang bunga Pendapatan bunga

Rp. 60.000,00 Rp. 60.000,00

6. Penyusutan Aktiva Tetap (depreciation) Dineraca saldo rekening peralatan kantor memperlihatkan jumlah Rp. 1.000.000,00 di putuskan untuk mengadakan penyusutan 10% per tahun. Ini berarti penyusutan tiap tahun = 10% x Rp 1.000.000,00 = Rp. 100.000,00. Jurnal pnyesuaiannya: Beban pnyusutan peralatan Akumulasi pnyusutan peralatan Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00

CONTOH SOAL Neraca saldo Perusahaan Angkutan “Nyaman”. Pada tanggal 31 Desembar 1990 adalah sebagai berikut:

No. 101 102 103 104 121 122 201 301 302 401 501 502 503 509

Nama Rekening Kas Piutang usaha Perlengkapan Sewa di bayar dimuka Kendaraan Akumul;asi penyusutan Kendaraan Utang usaha Modal H. Ahmad Prive H. Ahmad Pendapatan angkutan Beban gaji Beban bunga Beban asuransi Beban lain-lain

Debet Rp. 1.800.000,00 Rp. 1.500.000,00 Rp. 500.000,00 Rp. 2.000.000,00 Rp. 100.000.000,00 Rp. 600.000,00 Rp. 16.000.000,00 Rp. 700.000,00 Rp. 1.800.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 125.000.000,00

Kredit 40.000.000,00 5.000.000,00 50.000.000,00 30.000.000,00 125.000.000,00

Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp.

Data Penyesuaian:

a. Persediaan perlengkapaan paadaa tanggal 31 Desember Rp. 200.000,00. b. Sewa di bayar tanggal 1 April 1990 untuk 1 tahun. c. Kendaraan di susutkan 20% setahun. d. Pendapatan angkutan yang masih harus diterima Rp. 1.500.000,00. e. Gaji karyawan yaang maasih harus di bayar Rp. 300.000,00. f. Bunga yang masih harus di bayar Rp. 50.000,00. g. Asuransi dibayr tangggal 1 September 1990 untuk 1 tahun. Berdasarkan Neraca saldo dan data penyesuaian di atas, buatlah jurnal Penyesuaian! Jawab:
Tanggal 1990 Des. Uraian 31 31 31 31 31 31 31 Beban Perlengkapan Perlengkapan Beban Sewa Sewa dibayar di muka Beban Penyusutan Kendaraan Akumulasi Penyusutan Kendaraan Piutang Pendapatan Angkutan Pendapatan Angkutan Beban Gaji Utang Gaji Beban Bunga Utang Bunga Asuransi dibayar di muka Beban Asuransi Ref. Debet 300.000,00 1.500.000,00 20.000.000,00 1.500.000,00 300.000,00 50.000,00 1.200.000,00 24.850.000,00 Kredit 3 00.000,00 1.500.000,00 20.000.000,00 1.500.000,00 300.000,00 50.000,00 1.200.000,00 24..850.000,,00

Penjelsan : a. Perlengkapam yang sudah di pakai = Rp. 500.000,00 – Rp. 200.000,00 = Rp. 300.000,00. b. Sewa yang sudah menjadi beban tahun 1990 9 bulan ( 1 April – 31 April Desember 1990 = 9/12 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 1.500.000,00. c. Penyusutan kendaraan 1 tahun = 20 % x Rp. 100.000.000,00 = Rp. 20.000.000,00. d. Pendapatan Angkutan yang masih harus diterima sudah merupakan pendapatan tetapi belum diterima pembayarannya. e. Gaji yang masih harus dibayar merupakan utang perusahaan kepada karyawan yang sebenarnya sudah menjadi beban tahun 1990.

f. Bunga yang masih harus dibayar merupakan bunga yang sudahh menjadi beban tahun 1990 tetapi masih ditangguhkan pembayarannya. g. Asuransi yang sudah menjadi beban tahun 1990 adalah 4 bulan ( 1 September – 31 Desember 1990 ) = 4/12 x Rp. 1.800.000,00 = Rp. 600.000,00. Sisa ( Rp. 1.200.000,00 ) belum merupakan tehun 1990, maka harus dipindahkan ke rekening Asuransi di bayar di muka.

SOAL – SOAL A. SOAL TEORI 2. Jawablah pertanyaan di bawah ini !\ a. Apakah fungsi jurnal penyesuaian ? b. Apakah yang dimaksud beban dibayar di muka ? c. Apakah yang dimaksud uatng beban ? d. Apakah yang dimaksud pendapatan diterima di muka ? e. Apakah yang dimaksud piutang pendapatan ? f. Pada tanggal 1 Maret 1991 dibayar sewa kantor untuk 1 tahun Rp. 1.500.000,00. Berapakah yang sudah menjadi beban tahun 1991 dan berapa yang bukan beban tahun 1991 ? g. Paa tanggal 1 Juli 1991 dibayar sewa kantor untuk 2 tahun Rp. 2.000.000,00 dicatat dalam rekening beban sewa . Berapakah yang sudah menjadi beban tahun 1991 ? h. Sebutkan 3 rekening neraca yang perlu disesuaikan ? B. SOAL LATIHAN 1. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 1991 dari data berikut ini : a. Pembelian perlengkapan selama tahun 1991 Rp. 750.000,00. Pada tanggal 31 Desember 1991 perlengkapan yang tersisa Rp. 150.000,00.

b. Pada tanggal 1 April 1991 membayar premi asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp. 600.000,00 dicatat dalam rekening assuransi dibayar dimuka. c. Pada tanggal 1 April 1991 membayar sewa kantor untuk satu tahun sebesar Rp. 1.200.000,00 dicatat dalam rekenig beban sewa.. d. Pada tanggal 1 Agustus 1991 dibayar iklan Rp. 1.000.000,00 untuk 10 kali penerbitan dan dicatat dalam rekening iklan dibayar di muka.. e. Pinjaman di bank Rp. 2.000.000,00 dengan bunga 18 % setahun, dibayar dielakang tiap tanggal 1/3 – 1/9. f. Suatu perusahaan membayar upah karyawan seminggu sekali setiap hari Sabtu sebesar Rp. 1.500.000,00, akhir periode akuntansi jatuh hari Kamis. g. Sebuah mesin dengan harga Rp. 800.000,00 tiap tahuanan disusutkan 20 %. h. Sebuah kendaraan dibeli pada awal bulan oktober 1991 dengan harga Rp. 18.000.000,00 umur ekonomis kendaraan tersebut ditaksir 6 tahun, dengan nilai sisa pada akhir tahun ke enam Rp. 3.000.000,00 i. Pada bulan Desember mencatat pendapatan diterima di muak Rp. 5.000.000,00 untuk pengangkutan 100 ton barang dagang dari pelabuhan ke gudang. Sampai dengan akhir bulan Desember sudah 40 ton yang diangkut.

3. “ Rita Salon “ pada tanggal 31 Desember 1991 mempunyai data berupa Neraca Saldo dan data Penyesuaian sebagai berikut : a.
No. 11 12 13 14 16 21 31 41 51 52 Nama Rekening Kas Piutang usaha Perlengkapan ( supplies ) Sewa di bayar dimuka Peralatan salon Utang usaha Modal Ny. Rita Pendapatan jasa Beban iklan Beban gaji Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Neraca Saldo
Debet 600.000,00 700.000,00 300.000,00 1.000.000,00 800.000,00 200.000,00 900.000,00 Kredit 600.000,00 2.000.000,00 1.900.000,00 -

Rp. Rp. Rp.

Rp. Rp.

Rp. 4.500.000,00

Rp.

4.500.000,00

b.Data Penyesuaian 1. 100.000,00 2. Rp. 250.000,00 3. 4. kali dari 10 kali penerbitan. 5. dibayar Rp. 50.000,00. Buatlah jurnal penyesuaian ! Persediaan perlengkapan Rp.

Sewa yang telah kadarluwarsa Peralatan disusutkan 10 % Iklan yang sudah diterbitkan 6 Gaji bulan Desember yang belum

4. Neraca saldo “ Konsulen Pajak Bina Usaha “ pad atanggal 31 Desember 1991 sebagai berikut :
No. 101 102 103 104 105 121 122 201 301 302 401 501 Nama Rekening Kas Piutang usaha Bahan habis pakai ( supplies ) Asuransi dibayar di muka Sewa di bayar di muka Peralatan kantor Akumulasi penyusutan peralatan Utang Usaha Modal M Daud Prive M. Daud Pendapatan jasa Beban iklan Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Debet 1.800.000,00 500.000,00 600.000,00 300.000,00 1.200.000,00 2.000.000,00 200.000,00 300.000,00 Kredit 600.000,00 700.000,00 4.000.000,00 3.250.000,00 -

Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp. Rp

502 503

Beban Bunga Beban gaji

Rp. Rp.

150.000,00 1.500.000,00 Rp.

8.550.000,00

Rp. 8.550.000,00

Data Penyesuaian : a.Persediaan bahan habis pakai Rp. 400.000,00 b.Premi asuransi dibayar tanggal 1 Maret 1991 untuk 1 tahun c.Sewa dibayar tanggal 1 Juli 1991 untuk 2 tahun d.Peralatan kantor disusutkan 10 % e.Pendapatan jasa yang masih harus diterima Rp. 150.000,00 f.Bunga yang masih harus dibayar Rp. 25.000,00 g.Gaji bulan Januari1992 yang sudah dibayar Rp. 100.000,00 Buatlah jurnal penyesuaian !

BAB X KERTAS KERJA A. PENDAHULUAN Tahap akhir siklus Akuntansi adalah menyususn laporan Keuangan yang dibuat sebagai Laporan Pertanggungjawaban pimpinan Perusahaan kepada pemilik, dan juga disajikan kepada piha luar yang memerlukan. Untuk itu diprlukan alat bantu yang dapat mempermudah penyusunan Laporan Keuangan. Alat bantu tersebut adalah Kertas Kerja ( Work Sheet ) yang disebut juga Neraca Lajur.

B. BENTUK KERTAS KERJA Sesuai dengan sifatnya sengaia kertas kerja yaitu konsep untuk menyusun Laporan Keuangan, maka belum ada keseragaman dalam pemakaian bentuk. Pada umumnya Kertas Kerja berbentuk 10 kolom , tetapi dapat juga dibuat dengan 8 kolom , 12 kolom , sesuai dengan kebutuhannya. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini .
Kertas Kerja 10 Kolom No Rekening Neraca Saldo D K Penyesuaian D K Ns. Disesuaikan D K Rugi/Laba D K Neraca D K

Kertas Kerja 8 Kolom No Rekening Neraca Saldo D K Penyesuaian D K Rugi/Laba D K Neraca D K

Kertas Kerja 12 Kolom No Rekening Neraca Saldo D K Penyesuaian D K Ns. Disesuaikan D K Rugi/Laba D K Modal D K Neraca D K

C. PENYUSUNAN KERTAS KERJA Langkah – langkah penyusunan Kertas Kerja 10 Kolom : 1. Menyiapkan Kertas Kerja dan mengisi kolom neraca saldo berdasarkan neraca salso yang telah disiapkan atau dari saldo yang ada di Buku Besar. 2. Memindahkan jurnal penyesuaian kedalam kolom penyesuaian. Apabila nama rekening yang harus disesuaikan belum ada di neraca saldo, maka rekening tersebut dicantumkan di bawahnya.

3. Mengisi kolom neraca saldo disesuaikan dengan jumlah – jumlah yang diperoleh dari penggabungan neraca saldo dengan jurnal penyesuaian untuk masing – masing rekening : a. Jika letaknya sama dijumlahkan kemudian dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan pada sisi yang sama. b. Jika letaknya berlawanan diselisihkan, hasilnya dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan, pada sisi yang lebih besar. 4. Memindahkan jumlah – jumlah yang ada pada neraca saldo disesuaikan ke dalam kolom Rugi laba atau neraca, pada sisi yang sama dengan cara : a. Untuk rening Riil, yaitu Harta , Utang, dan Modal ( termasuk rekening Prive ) dipindahkan ke kolom neraca. b. Untuk rekening Nominal, yaitu Pendapatan dan Beba dipindahkan ke koom Rugi – Laba. 5. Menjumlahkan angka – angka dalam koom Rugi Laba, kemudian menuliskan selisih antara umlah debet dan kredit disisi jumlah yang lebih kecil, sehingga jumlah debet dan kredit sama. 6. Menuliskan kata “ Laba Bersih “ atau “Rugi Bersih “ dalam kolom rekening dengan ketentuan : a. Jika jumlah debet lebih besar dari jumlah krediit ( kolom Rugi Laba ) , sehingga selisihnya ditulis di Kredit, berarti “ Rugi Bersih “. b. Jika jumlah kredit lebih besar dari jumlah debet ( koom Rugi Laba ), sehingga selisihnya ditulis di debet berarti “ Laba Bersih “. 7. Memindahkan laba Rugi bersih ke kolom neraca pada sisi yang berlawanan. 8. Menjumlah kolom neraca sehingga jumlah debet dan kredit menjadi sama, kemudian seluruh jumlah yang ada di Kertas Kerja di garis dua.

Contoh : Bengkel mobil Perkasa pada tanggal 31 Desember 1990 mempunyai data Akuntansi sebagai berikut :

No.

Nama Rekening

Debet

Kredit

101 102 103 104 105 121 122 201 301 302 401 402 501 502 503

Kas Piutang usaha Perlengkapan / Supplies Asuransi dibayar di muka Sewa di bayar di muka Peralatan Servis Akumulasi penyusutan peralatan Utang Usaha Modal H. Ali Prive H. Ali Pendapatan Servis Pendapatan Komisi Beban Gaji Beban Iklan Beban Bunga

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp. Rp. Rp. Rp.

1.400.000,00 700.000,00 500.000,00 600.000,00 1.200.000,00 2.000.000,00 300.000,00 3.700.000,00 750.000,00 150.000,00

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

600.000,00 500.000,00 3.000.000,00 6.800.000,00 400.0000,00 11..3000.000,00

Rp. 11.300.000,00

Rp.

Data untuk penyesuaian : a. Desember 1990 sebesar Rp. 200.000,00 b. 400.000,00 c. 1 tahun d. e. diterima Rp 350.000,00 f. 150.000,00 g. h. 100.000,00 Persediaan perlengkapan tanggal 31

Asuransi yang telah kadarluwarsa Rp. Sewa dibayar tanggal 1 Agustus 1990 untuk Penyusutan peralatan 10 % 1 tahun Pendapatan servis yang masih harus

Persekot gaji untuk bulan Januari 1991 Rp. Iklan yang telah diterbitkan Rp. 500.000,00 Bunga yang masih harus dibayar Rp.

Rekening baru yang harus dibuka : 504 Beban perlengkapan, 505 Beban asuransi , 506 beban sewa, 507 Beban penyusutan peralatan, 106 Piutang pendapatan, 107 Gaji dibayar dimuka, 108 Iklan dibayar dimuka, 202 Utang bunga. Berdasarkan data akuntansi di atas, susunlah kertas kerja dan jurnal penyesuaian. Jawab :

a.

Jurnal Penyesuaian :

Tanggal 1990 Des.

Uraian 31 31 31 31 31 31 31 Beban Perlengkapan Perlengkapan Beban Asuransi Asuransi dibayar di muka Beban Sewa Sewa dibayar di muka Beban Penyusutan Peralatan Akumulasi Penyusutan Peralatan Piutang Pendapatan Pendapatan Servia Gaji dibayar di muka Beban Gaji Iklan dibayar di muka Beban Iklan Beban Bunga Utang Bunga

Ref.

Debet 300.000,00 400.000,00 500.000,00 200.000,00 350.000,00 150.000,00 250.000,00 100.000,00 2.250.000,00

Kredit 3 00.000,00 400.000,00 500.000,00 200.000,00 350.000,00 150.000,00 250.000,00 100.000,00 2..250.000,,00

Penjelasan : a. Perlengkapan yang terdapat dalam neraca saldo Rp. 500.000,00. Pda tanggal 31 Desember 1991 persediaan perlengkapan yang ada Rp. 200.000,00 berarti yang telah di pakai seharga Rp. 300.000,00. Jumlah tersebut dipindahkan sebagai beban tahun 1990, dengan cara mendebet rekening beban perlengkapan dan mengkredit rekening perlengkapan. b. Asuransi tersebut yang kadarluwarsa Rp. 400.000,00 berarti sudah menjaddi beban tahun 1990, maka harus dipindahkan dari rekening asuransi dibayar di muka ke rekening beban asuransi dengan cara mendebet rekening Beban asuransi dan mengkredit rekening Asuransi dibayar di muka. c. Sewa Rp. 1.200.000,00 untuk 1 tahun dibayar tanggal 1 agustus 1990, berarti yang telah menjadi beban tahun 1990 dalam 5 bulan ( 1/8 – 31/21 1990 ) = 5/12 x Rp. 1.200.000,00 = Rp. 500.000,00. Jumlah ini harus di pindahkan dari rekening Sewa dibayar di muka ke rekeing Beban sewa dengan cara mendebet rekening beban sewa dan mengkredit rekening sewa dibayr di muka. d. Penyusutan peralatan Rp. 200.000,00 ( 10 % dari Rp. 2.000.000,00 ) dicatat dengan cara mendebet rekening Beban penyusutan Peralatan dan mengkredit rekning Akumulasi Penyusutan peralatan. e. Pendapatan servis yang masih harus diterima Rp. 350.000,00 merupakan piutang , maka harus dicatat dengan

cara mendebet rekening. Piutang pendapatan dan mengkredit rekening Pendapatn Servis. f. Beban gaji Rp. 3.700.000,00 termasuk gaji untuk bulan Januari 1991 Rp. 150.000,00. Jumlah ini sebenarnya bukan merupakan beban tahun 1990, maka harus di pindahkan dari rekening beban gaji ke rekening gaji di bayar di muka, dengan cara mendebet rekening gaji dibayar di muak dan megkredit rekening Beban gaji. g. Iklan yang telah diterbitkan Rp. 500.000,00 berarti jumlah tersebut yang sebenarnya sudah menjadi beban tahun 1990, selebihnya sebenarnya Rp. 250.000,00 ( Rp. 750.000,00 – Rp. 500.000,00 ) harus dipindahkan dari rekening beban Iklan ke rekening iklan dibayar dimuka dengan cara mendebet rekening ikalan di bayar di muka dan mengkredit rekening Beban Iklan. h. Bunga yang masih harus dibayar Rp. 100.000,00 sebenarnya sudah menjadi beban tahun 1990, tetapi belum dibayar maka harus dicatat sebagai beban dengan cara mendebet rekening Beban bunga dan mengkredit Utang bunga.

SOAL –SOAL A. SOAL TEORI 1. Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini ! a. kerja ! b. Kertas Kerja ! Sebutkan fungsi kertas Sebutkan urutan Lajur

c. Rekening perlengkapan di Neraca Saldo Rp. 500.000,00. Persediaan padaa tanggal 31 Desember 1990 sebesar Rp. 200.000,00. Bagimanakah penyelesaian rekening perlengkapan pada kertas kerja ! d. Rekening sewa dibayar di muka di neraca saldo Rp. 1.500.000,00. Sewa tersebut di bayar tanggal 1Mei 1991 untuk satu tahun. Dengan jumlah berapa rekening sewa di bayar di muka di pindahkan di kolom Neraca dan untuk sewa yang telah dijalani, berapa jumlahnya dan dicatat dalam rekening apa serta dipindahkan ke kolom apa ? e. Biaya Iklan di Neraca Saldo Rp. 400.000,00. Jumlah tersebut dibayar untuk 5 kali penerbitan. Sampai tanggal 31 Desember 1991 sudah 3 kali terbit. Bagaimanakah penyelesaian dalam kertas kerja untuk iklan yang sudah menjadi beban tahun 1991 dan yang belum menjadi beban tahun 1991 ? f. Di Neraca Saldo terdapat rekening Gedung Kantor Rp. 10.00.000,00 dan akumulasi penyusutan Rp. 2.000.000,00. Pada akhir periode, Gedung disusutkan 5 %. Bagaimanakah penyelesaian rekening – rekening gedung, akumulasi penyusutan gedung, dan biaya penyusutan Gedung di kertas kerja ? g. Rugi – Laba Rp. 15.000.000,00 dan sisi kredit Berapakah rugi/labanya ? Jumlah sisi Debet kolom Rp. 18.750.000,00.

B. SOAL LATIHAN 1. Perusahaan “ Angkutan Selamat “ pada tanggal 1991 mempunyai data Neraca Saldo dan data penyesuaian sebagai berikut
Neraca saldo No. 101 102 103 104 151 152 153 154 201 202 301 302 401 501 502 503 402 Nama Rekening Kas Piutang usaha Perlengkapan / Supplies Sewa di bayar di muka Kendaraan Akumulasi penyusutan Kendaraan Peralatan Akumulasi Penyusutan Peralatan Utang Usaha Wesel Bayar Modal H. Jalil Prive H. Jalil Pendapatan Jasa Beban Gaji dan Upah Beban Asuransi Beban Bunga Pendapatan Komisi Debet Rp. 1.500.000,00 Rp. 2.000.000,00 Rp. 1.000.000,00 Rp. 3.000.000,00 Rp. 150.000.000,00 Rp. 5 00.000,00 Rp. 15.000.000,00 Rp. 600.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 177.700.000,00 Kredit Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 33.000.000,00 800.000,00 50.000.000,00 1.000.000,00 50.000.000,00 42.500.000,00 400.000,00 177.7000.000,00

Rp. Rp.

Data Penyesuaian : a. b. c. d. e. f. g. Persediaan perlengkapan Rp. 300.000,00 Sewa gaeasi dibayar tanggal 1 April 1991 untuk satu tahun Kendaraan disusutkan 15 % Peralatan disusutkan 10 % Gaji bulan Desember yang belum dibayar Rp. 250.000,00 Asuransi yang telah jatuh tempo Rp. 400.000,00 Bunga yang masih harus dibayar Rp. 50.000,00 :

Buatlah

a. Jurnal penyesuaian b. Kertas Kerja Rekening baru yang harus di buka : 105 Asuransi dibayar di muka 203 Utang Bunga 504 Beban Perlengkapan 505 Beban Sewa 506 Beban Penyusutan Kendaraan 507 Beban penyusutan Peralatan 2. Dari soal bab IX no. 2 , buatlah kertas kerja ! 3. Dari soal bab IX no. 3, buatlah kertas kerja ! 4. H. Munawar menyelenggarakan sebuah bngkel dengan nama Bengkel RAPIH. Dari buku besar perusahaan itu disusun sebuah neraca saldo per 31 Desember 1991 sebagai berikut :
No. 101 102 103 111 112 201 202 301 302 401 501 502 503 504 505 Nama Rekening Kas Perlengkapan bengkel Asuransi dibayar di muka Peralatan Bengkel Akumulasi Penyusutan Peralatan Bengkel Utang usaha PPh. Karyawan terutang Modal H. Munawar Prive H. Munawar Pendapatan Bengkel Beban Gaji Beban Iklan Beban Sewa Beban Serba – serbi Pajak Penghasilan Rp. Rp. Rp. Rp. Debet 1.985.000,00 1.775.000,00 810.000,00 36.565.000,00 12.000.000,00 13. 00.000,00 750.000,00 3.000.000,00 1.555.000,00 895.000,00 Kredit 9.640.000,00 5.000.000,00 150.000,00 19.700.000,00 38.500.000,00 72.990.000,00

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp. 72. 990.000,00

Rp.

Data Penyesuaian per 31 Desember 1991 : a. Nilai persediaan bengkel pada 31 Desember 1991 Rp. 550.000,00. b. Asuransi yang telah kadarluwarsa Rp. 540.000,00 c. Penyusutan untuk tahun 1991 atas peralatan bengkel ditetapkan sebesar Rp. 3.875.000,00 d. Gaji terutang per 31 Desember 1991 berjumlah Rp. 315.000,00 e. Kontrak sewa ruangan yang dipakai perusahaan menyebur sewa tahunan sebesar 10 % dari pendapatan tahunan, dengan pembayaran angsuran tiapp bulan Rp. 250.000,00. Pembayaran bulanan ini harus dilunasi pertama tiap bulan dan didebitkan pada rekening Beban Sewa.

f. Menurut taksiran jumlah Pajak Penghasilan yang harus dibayar tahun 1991 Rp. 980.000,00. Diminta : 1. Menyusun Ayat Jurnal Penyesuaian per 31 Desember 1991 dalam bentuk jurnal umum. 2. Menyusun Neraca lajur 10 kolom yang terdiri dari Neraca saldo, Penyesuaian, Neraca Saldo disesuaikan, perhitungan Rugi – Laba, Neraca. Perkiraan - perkiraan yang masih harus disediakan : 203 204 205 506 507 508 Gaji terutang Sewa terutang Pajak Penghasilan Terutang Beban perlengkapan bengkel Beban asuransi Beban penyusutan peralatan bengkel tanggal 31

5. Neraca saldo perusahaan pengiriman Barang MOJOPAHIT pada Desember 1991 sebagai berikut :
No 101 102 103 104 105 106 111 112 113 114 201 217 301 302 401 501 507 508 509 510 511 512 Nama Rekening Kas Piutang Usaha Perlengkapan Kantor Asuransi dibayar dimuka Iklan dibayar di muka Sewa dibayar di muka Peralatan Kantor Akumulasi penyusutan peralatan kantor Kendaraan Akumulasi penyusutan kendaraan Utang Usaha Pinjaman bank Modal R. Wijaya Prive R. Wijaya Pendapatan Jasa pengiriman Beban pengiriman Beban air dan listrik Beban telepon Beban gaji dan upah Beban kendaraan Beban rupa – rupa Beban bunga

Jumlah Saldo Rp. 7.900.000,00 Rp. 13.950.00.000,00 Rp. 2.850.000,00 Rp. 3.550.000,00 Rp. 2.500..000,00 Rp. 4.500.000,00 Rp. 9.250.000,00 Rp. 3.000.000,00 Rp. 65.000.000,00 Rp. 13.000.000,00 Rp. 5.400.000,00 Rp. 25.000.000,00 Rp. 40.000.000,00 Rp. 8.500.000,00 Rp. 175.000.000,00 Rp. 115.000.000,00 Rp. 1.500.000,00 Rp. 2.700.000,00 Rp. 9.600.000,00 Rp. 9.000.000,00 Rp. 5.520.000,00 Rp. 350.000,00

Data Penyesuaian per 31 Desember 1991 : a. Menurut rekening koran yang diterima dari bank, bank telah mendebt rekening perusahaan sebesar Rp. 12.500.000,00 sebagai beban administrasi bank, dan mengkredit Rp. 27.500,00 sebagai jasa giro.

b. Persediaan perlengkapan kantor berdasarkna inventarisasi pada 31 Desember 1991 berjumlah Rp. 850.000,00 c. Premi asuransi yang telah kadarluwarsa sebesar Rp. 500.000,00 d. Iklan dibayar pada tanggal 16 Agustus 1991 untuk sepuluh kali penerbitan. Pada tanggal 31 Desember 1991 masih belum diterbitkan dua kali. e. Sewa dibayar tanggal 1 April 1991 untuk masa satu tahun f. Beban penyusutan diperhitungkan sebagai berikut : Peralatan kantor Rp. 1.600.000,00 Kendaraan Rp. 425.000,00 g. Ongkos reperasi kendaraan yang belum dibayar Rp. 110.000,00 h. Beban gaji dan upah yang masih harus dibayar per 31 Desember 1991 berjumlah Rp. 425.000,00. Diminta : Menyusun Neraca Lajur ( Kertas Kerja ) untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991. Perkiraan – perkiraanyang masih harus dibuka untuk penyusunan Kertas Kerja : 203 204 402 513 514 515 516 517 518 519 Gaji dan upah terutang Beban kendaraan yang masih harus dibayar Pendapatan bunga Beban administrasi bank Beban perlengkapan kantor Beban asuransi Beban iklan Beban sewa Beban penyusutan peralatan Beban Penyusutan kendaraan

BAB XI LAPORAN KEUANGAN Sesuai dengan uraian pada Bab VI , laporan keuangan yang akan dibahas dalam buku ini adalah laporan Rugi Laba, laporan Perubahan Modal dan Neraca. A. LAPORAN RUGI LABA Laporan rugi laba menyajikan pendapatan dan beban suatu perusahaan pada periode tertentu. Langkah-langkah penyusunan laporan rugi laba dengan menggunakan kertas kerja: 1. Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Perhitungan Rugi Laba”) dan periode Akuntansi. 2. Menuliskan rekening-rekening pendapatan yang ada dikertas kerja, kemudian di jumlah. 3. Menuliskan rekening-rekening beban yang ada di kertas kerja, kemudian di jumlah. 4. Menyelisihkan jumlah pendapatan dengan jumlah beban. Jika jumlah pendapatan > jumlah beban, berarti laba. Jika jumlah pendapatan < jumlah beban, berarti rugi.

B. LAPORAN PERUBAHAN MODAL Laporan perubahan modal menyajikan sebab-sebab terjadinya perubahan modal perusahaan. Langkah-langkah penyusunan laporan perubahan modal: 1. Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Laporan Perubahan Modal”) dan periode Akuntansi. 2. Menuliskan modal awal, dari jumlah modal yang terdapat pada kertas kerja sisi kredit kolom neraca.

3. Menuliskan Laba atau Rugi bersih, dan rekening pengambilan prive, kemudian menghitung Modal akhir, dengan ketentuan: Jika laba > Prive akan menambah modal Jika laba < prive akan mengurangi modal Jika rugi aakan mengurangi modal.

C. NERACA Neraca yang terdiri dari tiga komponen (unsur) yaitu Aktiva (harta), Utang dan Modal, sebaiknya disusun secara sistematis, yaitu: 1. 2. 3. pelunasannya. 4. Harta lancar disusun sesuai dengan urutan likuiditasnya. Harta tetap disusun sesuai dengan sifat kekekalannya. Utang disusun sesuai dengan jangka waktu Modal disusun sesuai dengan sifat kekekalannya.

Langkah-langkah penyusunan Neraca: 1. Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Neraca”), tanggal penyusunan neraca. 2. Menuliskan rekening-rekening serta jumlahnya yang ada kolom neraca. Untuk rekening Prive dan laba/rugi bersih digabungkan engan rekening Modal. 3. Menjumlahkan aktiva dan pasiva, sehingga keduanya menunjukkan jumlah yang sama. Contoh : Dari kertas kerja Bengkel Perkasa dapat disusun laporan keuangan sebagai berikut : 1.
BENGKEL PERKASA Perhitungan Rugi Laba Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 1990 Pendapatan 1. Pendapatan 2. Pendapatan Komisi

Laporan Rugi Laba

Rp. 7.150.000,00 Rp. 400.000,00 + Rp. 7.550.000,00

Beban – beban

1. Beban Gaji 2. Beban Iklan 3. Beban Bunga 4. Beban Perlengkapan//Supplies 5. Beban Asuransi 6. Beban Sewa 7. Beban Penyusutan Peralatan

Rp. 3.550.000,00 Rp. 500.000,00 Rp. 250.000,00 Rp. 300.000,00 Rp. 400.000,00 Rp. 500.000,00 Rp. 200.000,00 Rp. 5.750.000,00 -

Laba bersih

Rp. 1.850.000,00

2. Laporan Perubahan Modal
BENGKEL PERKASA Laporan Perubahan Modal Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 1990

Modal; H. Ali (1 Januari 1990) Laba bersih Prive H. Ali Rp. 1.850.000,00 Rp. 300.000,00 -

Rp. 3.000.000,00

Penambahan Modal……………………………………………………………………………………… Modal 1 Desember 1990………………………………………………………………………………….

Rp. 1.550.000,00 Rp. 4.550.000,00

3. Neraca a. Bentuk Skontro
BENGKEL PERKASA Neraca 31 Desember 1990 Aktiva Aktiva lancar Kas Piutang Usaha Perlengkapan/Supplies Ass. Dibayar dimuka Sewa dibayar dimuka Piutang Pendapatan Gaji dibayar dimuka Ikan dibayar dimuka Jumlah Harta lancar Aktiva Tetap Rp. 1.400.000,00 Rp. 700.0000,00 Rp. 200.000,00 Rp. 200.000,00 Rp. 700.000,00 Rp. 350.000,00 Rp. 150.000,00 Rp. 250.000,00 Rp. 3.950.000,00 Passiva Uang Jangka Pendek Utang Usaha Utang Bunga Jumlah utang jangka pendek Modal Modal H. Ali Rp 4.550.000,00 Rp. Rp. Rp. 500.000,00 100.000,00 600.000,00

Peral . Servis Akum .Penyusutan Peralatan

Rp. 2.000.000,00 Rp. 800.000,00 Rp. 1.200.000,00

Jumlah Ativa

Rp. 5.150.000,00

Jumlah Passiva

Rp. 5.150.000,00

b. Bentuk Laporan
BENGKEL PERKASA Neraca 31 Desember 1990

Ativa Aktiva lancar Kas Piutang Usaha Perlengkapan/Supplies Asuransi dibayar dimuka Sewa dibayar dimuka Piutang Pendapatan Gaji dibayar dimuka Ikaln dibayar dimuka Rp. 1.400.000,00 Rp. 700.000,00 Rp. 200.000,00 Rp. 200.000,00 Rp. 700.000,00 Rp. 350.000,00 Rp. 150.000,00 Rp. 250.000,00

Jumlah Harta Lancar…………………………………………………………………………. Rp. 3.950.000,00 Ativa tetap Peralatan Servis Akumulasi Penyusutan Peralatan Rp. 2.000.000,00 Rp. 800.000,00 Rp. 1.200.000,00 + Jumlah Aktiva…………………………………………………………………………………. Rp. 5.150.000,00 Passiva Utang Jangka Pendek Utangn Usaha Utang Bunga

Rp. Rp.

500.000,00 100.000,00

Jumlah Utang Jangka Pendek…………………………………………………………………..Rp. 600.000,00 Modal Modal H. Ali Rp. 4.550.000,00

Jumlah Passiva………………………………………………………………………………… Rp. 5.150.000,00

SOAL-SOAL A. SOAL TEORI 1.. Apakah yang dimaksud dengan laporan rugi-laba? 2. Dari kolom manakah laporan rugi-laba disusun? 3. Bilamanakah laporan rugi-laba manunjukan adanya saldo rugi? 4. Sebutkan unsur-unsur laporan perubahan modal! 5. Sebutkan dua unsur yang menyebabkan bertambahnya modal! 6. Sebutkan dua unsur yang menyebabkan berkurangnya modal! 7. Sebutkan elemen/unsur Neraca! 8. Jika Neraca disusun dari kertas kerja, dari kolom mana jumlah-jumlahnya diambil! 9. Rekening apakah yang jumlahnya terdapat dikolom neraca, tetapi tidak dipindahkan ke Neraca? 10. Sebutkan isi judul laporan keuangan! B. SOAL LATIHAN 1. Berdasarkan Kertas Kerja Servis Mobil “Agung Motor” dibawah ini, susunlah laporan keuangan!

2. Neraca Saldo dari “ New Teater “ pada tanggal 31 Desember 1991 sebagai berikut :
NEW TEATER Neraca Saldo 31 Desember 1991

No. 101 102 103 104 151 152 153 154 201 251 301 302 401 402 501 502 503 504 505

Nama Rekening Kas Perlengkapan Supplies Asuransi dibayar di muka Iklan dibayar di muka Gedung Akumulasi Penyusutan Gedung Peralatan Akumulasi Penyusutan Peralatan Utang Usaha Utang Hipotik Modal M. Dudung PriveM. Dudung Pendapatan penjualan tiket Pendapatan Iklan Beban Gaji Beban Sewa Film Beban Pemeliharaan Gedung Beban Bunga Beban Serba – serbi Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Debet 1.700.000,00 900.000,00 2.400.000,00 3.000.000,00 80.000.000,00 25.000.000,00 1.000.000,00 6..500.000,00 8.500.000,00 1.500.000,00 895.000,00 600.000,00 131.500.000,00

Kredit 16.000000,00 7.500.000,00 5.000.000,00 10.000.000,00 50.000.000,00 40.000.000,00 3.000.000,00 131.500.000,00

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp.

Data penyesuaian per 31 Desember 1991

a. Persediaan perlengkapan Rp. 200.000,00 b. Asuransi dibayar pada tanggal 1 Mei untuk 1 tahun c. Iklan dibayar di muka Rp. 3.000.000,00 untuk 50 kali penerbitan. Ikaln yang telah diterbitkan sudah 40 kali. d. Penyusutan gedung ditetapkan 5 % e. Penyusutan peralatan ditetapkan 10 % f. Gaji bulan Desember yang belum dibayar Rp. 250.000,00 g. Bunga yang masih harus dibayar Rp. 50.000,00 Berdasarkan Neraca Saldo dan Data Penyesuaian di atas, buatlah : 1. Jurnal Penyesuaian 2. Kertas Kerja 3. Laporan Keuangan

Rekening baru yang harus dibuka : 202 203 506 507 508 Utang Gaji Utang Bunga Beban Perlengkapan Beban Asuransi Beban Iklan 509 560 Beban Penyusutan Gedung Beban Penyusutan Peralatan

3. Dari soal Bab X No. 1, buatlah laporan keuangan. 4. Dari soal Bab X No. 2. Buatlah laporan keuangan. 5. Dari soal Bab X No. 3, buatlah laporan keuangan.

BAB XII MENUTUP BUKU BESAR A PENDAHULUAN Rekening buku besar yang sudah diisi selama periode akuntansi, tapi akhir periode harus ditutup dan kemudian dibukukan kembali pada awal periode berikutnya.Menutup buku adalah memindahkan saldo –saldo rekening nominal atau sementara rekening Modal menunjukan saldo akhir sesuai dengan yang tercantum dalam Neraca (Laporan Keuangan) dan rekening nominal bersaldo nol, sehingga dineraca akhir tidak tampak lagi. Untuk rekening nominal perlu dibuat jurnal penutup. B JURNAL PENUTUP Tujuan dibuatnya jurnal penutup adalah untuk memindahkan saldo – saldo rekening nominal dan pengambilan pribadi ke rekening modal. Langkah – langkah dalam penyusunan juranl penutup : 1. Mendebet rekening pendapatan sebear saldonya ( yang terdapat disisi kredit kolom rugi laba pada kertas kerja ) dan mengkredit rekening ikhtisar rugi laba.

2. Mengkredit rekening beban sebesar sadlso masing – masing ( sisi debit kolom Rugi Laba ) dan mendebet rekening ikhtisar Rugi Laba. 3. Memindahkan Rugi/Laba ke rekening Modal, dengan cara : a. Jika laba, dengan mendebet rekening ikhtisar Rugi Laba dan mengkredit rekening modal. b. Jika rugi, dengan mengkredit rekeing ikhtisar Rugi Laba dan mendebet rekening modal. 4. Mengkredit rekeing prive sebesar saldonya ( sisi debit neraca akhir ) dan mendebet rekening modal.

Contoh : Berdasarkan Kertas Kerja “ Bengkel Mobil Perkasa “ ( Halaman……. ) dapat dibuat jurnal penutup sebagai berikut :

Tanggal Des “ 31 31

Uraian Pendapatan servis Pendapatn Komisi Ikhtisar Rugi – Laba Ikhtisar Rugi – Laba Beban gaji Beban Iklan Beban Bunga Beban Perlengkapan Beban Asuransi Beban Sewa Beban Penyusutan Peralatan Ikhtisar Rugi Laba Modal H. Ali Modal H. Ali Prive H. Ali

Ref

Debet Rp. 7.150.000,00 Rp. 400.000,00 Rp. 5.700.000,00 Rp. 1.850.000,00 Rp. 300.000,00 Rp. 15.400.000,00

Kredit 7.550.000,00 3.550.000,00 500.000,00 250.000,00 300.000,00 400.000,00 500.000,00 200.000,00 1.850.000,00 300.000,00 15.400.000,00

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

“ “

31 31

C. MENUTUP BUKU BESAR Dalam praktek, rekening buku besar yang akan ditutupp adalah rekening – rekening yang sudah ada selama periode akuntansi.

Dalam contoh ini rekeing buku besar diambil dari data Neraca Saldo yang sudah ada pada kertas kerja “ Bengkel Mobil Perkasa “, karena pada dasarnya saldo – saldo yan sudah ada di neraca saldo diambil dari rekening buku besar. Langkah – langkah sekanjutnya dalam menutup buku besar adalah : a. Memindahkan ( posting ) jurnal penyesuaian ke rekening – rekeing buku besar yang bersangkutan. b. Memindahkan ( posting ) jurnal penutup ke rekening buku besar yang bersangkutan. Setelah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup dipindahkan ke buku besar, maka rekening nominal dan pengambilan pribadi akan bersaldo nol dan rekening modal jumlahnya sesuai dengan yang ada di neraca ( laporan keuangan ) Contoh : Dari Buku Beasr Bengkel Mobil Perkasa ( data diambil dari kertas kerja ) setelah posting jurnal penyesuaian dan jurnal penutup, akan tampak sebagai berikut :
Nama Rekening : Kas Tanggal Des 31 Saldo Keterangan Ref Debet Kredit Debet Rp. 1.400.000,00 Saldo Kredit No : 101

Nama Rekening : Piutang Usaha Tanggal Des 31 Saldo Keterangan Ref Debet Kredit Debet Rp. 700.000,00 Saldo

No : 102 Kredit -

Nama Rekening : Perlengkapan Tanggal Des 31 31 Keterangan Saldo Penyesuaian Ref Debet Js.08 Kredit Debet Rp. 300.000,00 Rp. Rp. 500.000,00 200.000,00 Saldo

No : 103 Kredit -

Nama Rekening : Asuransi dibayar di muka Tanggal Des 31 31 Keterangan Saldo Penyesuaian Ref Js.08 Debet Kredit Debet Rp. 400.000,00 Rp. Rp. 600.000,00 200.000,00 Saldo

No : 104 Kredit -

Nama Rekening : Sewa dibayar di muka Tanggal Des 31 31 Keterangan Saldo Penyesuaian Ref Debet Kredit Debet Js.08 Rp. 500.000,00 Rp. 1.200.000,00 Rp. 700.000,00 Saldo

No : 105 Kredit -

Nama Rekening : Peralatan Servis Tanggal Des 31 Saldo Keterangan Ref Debet Kredit Debet Rp. 200.000,00 Saldo

No : 151 Kredit -

Nama Rekening : Akumulasi Penyusutan Peralatan Tanggal Des 31 31 Keterangan Saldo Penyesuaian Ref Debet Kredit Debet Js.08 Rp. 200.000,00 Saldo

No : 152 Kredit Rp.600.000,00 Rp.800.000,00

Nama Rekening : Utang Usaha Tanggal Des 31 Saldo Keterangan Ref Debet Kredit Debet Saldo

No : 201 Kredit Rp. 500.000,00

Nama Rekening : Modal H. Ali Tanggal Des 31 31 31 Keterangan Saldo Penutupan Penutupan Ref Debet Rp.300.000,00 Kredit Debet Jt.09 Jt.09 Rp1.850.000,00 Saldo

No : 301 Kredit Rp.3.000.000,00 Rp.4.850.000,00 Rp. 4.550.000,00

Nama Rekening : Prive H. Ali Tanggal Des 31 31 Keterangan Saldo Penutupan Ref Debet Kredit Debet Jt.09 Rp. 300.000,00 Rp. 300.000,00 Saldo

No : 302 Kredit -

Nama Rekening : Pendapatan Servis Tanggal Des 31 31 31 Keterangan Saldo Penyesuaian Penutupan Ref Debet Rp.7.150.000,00 Kredit Debet Js.08 Jt.09 Rp. 350.000,00 Saldo

No : 401 Kredit Rp.6.800.000,00 Rp.7.150.000,00 -

Nama Rekening : Pendapatan Komisi Tanggal Des 31 31 Keterangan Saldo Penutupan Ref Js.09 Debet Rp.400.000,00 Kredit Debet Saldo

No : 451 Kredit Rp.400.000,00 -

Nama Rekening : Beban Gaji Tanggal Des 31 31 31 Keterangan Saldo Penyesuaian Penutupan Ref Debet Kredit Debet Js.08 Jt.09 Rp. 150.000,00 Rp.3.550.000,00 Rp. 3.700.000,00 Rp. 3.550.000,00 Saldo

No : 501 Kredit -

Nama Rekening : Beban Iklan Tanggal Des 31 31 31 Keterangan Saldo Penyesuaian Penutupan Ref Debet Kredit Debet Js.08 Jt.09 Rp. 250.000,00 Rp. 500.000,00 Rp. Rp. 750.000,00 500.000,00 Saldo

No : 502 Kredit -

Nama Rekening : Beban Bunga Tanggal Des 31 31 31 Keterangan Saldo Penyesuaian Penutupan Ref Debet Rp. 100.000,00 Kredit Debet Js.08 Jt.09 Rp. 250.000,00 Rp. Rp. 150.000,00 250.000,00 Saldo

No : 503 Kredit -

Nama Rekening : Beban Perlengkapan Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Debet Saldo

No : 504 Kredit

Des

31 31

Saldo Penyesuaian

Js.08 Jt.09

Rp. 300.000,00 -

Rp. 300.000,00

Rp.300.000,00 -

-

Nama Rekening : Beban Asuransi Tanggal Des 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutupan Ref Js.08 Jt.09 Debet Rp. 400.000,00 Kredit Debet Rp. 400.000,00 Rp.400.000,00 Saldo

No : 505 Kredit -

Nama Rekening : Beban Sewa Tanggal Des 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutupan Ref Js.08 Jt.09 Debet Rp. 500.000,00 Kredit Debet Rp. 500.000,00 Rp.500.000,00 Saldo

No : 506 Kredit -

Nama Rekening : Beban Penyusutan Peralatan Tanggal Des 31 31 Keterangan Penyesuaian Penutupan Ref Js.08 Jt.09 Debet Rp. 200.000,00 Kredit Debet Rp. 200.000,00 Rp.200.000,00 Saldo

No : 507 Kredit -

Nama Rekening : Piutang Pendapatan Tanggal Des 31 Keterangan Penyesuaian Ref Js.08 Debet Rp. 350.000,00 Kredit Debet Rp.350.000,00 Saldo

No : 106 Kredit -

Nama Rekening : Gaji Dibayar di muka Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Debet Saldo

No : 107 Kredit

Des

31

Penyesuaian

Js.08

Rp. 250.000,00

-

Rp. 250.000,00

-

Nama Rekening : Iklan dibayar di muka Tanggal Des 31 Keterangan Penyesuaian Ref Js.08 Debet Rp. 250.000,00 Kredit Debet Rp.250.000,00 Saldo

No : 108 Kredit -

Nama Rekening : Utang Bunga Tanggal Des 31 Keterangan Penyesuaian Ref Js.08 Debet Kredit Debet Rp.100.000,00 Saldo

No : 202 Kredit Rp.100.000,00

Nama Rekening : Ikhtisar Rugi Laba Tanggal Des 31 31 31 Keterangan Penutupan Penutupan Penutupan Ref Jt.09 Jt.09 Jt.09 Debet Rp. 5.700.000,00 Rp. 1.850.000,00 Kredit Debet Rp. 7.550.000,00 Saldo

No : 303 Kredit Rp. 7..550.000,00 Rp. 1.850.000,00 -

D. NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN Setelah buku besar ditutup, tahap berikutnya adaalaah menyusun neracaa saaldo setelah penutupan. Tujuan: Penyusunan Neraca Saldo Penutupan adaalah untuk memastikan bahwa sebelum mulai pencataataan data akuntansi periode berikutnya, rekening-reekening buku besar dalam keadaan balance (seimbang). Neraca saldo setelah penutupan berisi perkiraan riel (harta, uang, dan modal), yang jumlahnya diambil dari saldo-saldo rekening buku besar. Contoh: Berdasarkan buku besar “Bengkel Mobil Perkasa” per 31 Desember, dapat dibuat Neraca Saldo setelah penutupan sebagai berikut:

“BENGKEL MOBIL PERKASA” Neraca Saldo Setelah Penutupan 31 Desember 1990

No. 101 102 103 104 105 106 107 108 151 152 201 202 301

Nama Perkiraan Kas Piutang Usaha Perlengkapan(persedioaan BHP) Asuransi dibayar dimuka Sewa di bayar dimuka Piutang Pendapatan Gaji diobayar dimuka Iklan dibayar dimuka Peralatan servis Akumulasi Penyusutan Peralatan Utang Usaha Utang Bunga Modal H.Ali

Debet Rp. 1.400.000,00 Rp. 700.000,00 Rp. 200.000,00 Rp. 200.000,00 Rp. 700.000,00 Rp. 350.000,00 Rp. 150.000,00 Rp. 250.000,00 Rp. 2.000.000,00 Rp. 5.950.000,00

Kredit 800.000,00 500.000,00 100.000,00 4.550.000,00

Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp. 5.950.000,00

E. JURNAL PEMBALIK (Reversing Entries) Jika perhatikan contoh soal diatas (Bengkel Mobil Perkasa), Rekening-rekening yang ada di neraca saldo setelah penutupan. Sebagai contoh di neraca saldo terdapat rekening Beban gaji, Sedang di neraca saldo setelah penutupan timbul rekening gaji dibayar dimuka. Sedang biasanya jika membayar gaji dicatat dalam rekening beban gaji. Untuk menjag konsistensi dari sistem pencatatan pada periode berikutnya perlu dibuat jurnal pembalik lebih dulu. Jurnal pembalik disusun dengan cara membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan rekening riil yang baru, sehingga saldonya menjadi nol dan timbul kembali rekening nominal yang sesuai dengan rekening yang terdapat pada neraca saldo sebelumnya. Contoh : Dari kertas kerja dan jurnal penyesuaian “” Bengkel Mobil Perkasa “ di muka dapatlah dibuat jurnal pembalik berikut ini : Jurnal Pembalik :
Tanggal Uraian Ref Debet Kredit

Jan

1 1 1 1

Pendapatan Servis Piutang Pendapatan Beban Gaji Gaji dibayar di muka Beban Iklan Iklan dibayar di muka Utang Bunga Beban Bunga

Rp. 350.000,00 Rp. 350.000,00 Rp. 150.000,00 Rp. 150.000,00 Rp. 250.000,00 Rp. 250.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 850.000,00 Rp. 850.000,00

SOAL – SOAL A. SOAL TEORI 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sebutkan 5 buah rekening yang harus ditutup pada akhir periode akuntansi ! Jelaskan secara singkat cara menutup buku besar ! Apakah tujuan penyusunan jurnal penutup ? Jelaskan cara membuat jurnal penutup ! Apakah tujuan penyusunan neraca saldo setelah penututpan ? Darimanakah sumber yang digunakan untuk menyusun neraca saldo setelah penutupan ? 7. Apakah tujuan penyusunan jurnal pembalik ? 8. Jelaskan cara menyusun jurnal pembalik !

B. SOAL LATIHAN 1. Berdasarkan kertas kerja Bengkel Las Sentosa Jaya pada halaman 112 susunlah : a. b. c. d. Jurnal Penutup Menutup rekening –rekening buku besar Neraca saldo setelah penutupan Jurnal Pembalik

2. Dari buku besar Perusahaan reparasi Radio “”MERDU” untuk akhir periode 1990 memperlihatkan saldo – saldo sebagai berikut :
No 101 102 Nama Perkiraan Kas Asuransi dibayar di muka Saldo Rp. 2.250.000,00 Rp. 830.000,00

103 111 112 201 301 302 401 501 502 503

Perlengkapan reparasi Peralatan reparasi Akumulasi penyusutan peralatan reparasi Utang Usaha Modal H. arman Prive H. Arman Pendapatan reparsi Beban Upah Beban sewa Beban Iklan

Rp. 3.100.000,00 Rp. 8.440.000,00 Rp. 2.240.000,00 Rp. 500.000,00 Rp. 7.330.000,00 Rp. 24.000.000,00 Rp. 46.950.000,00 Rp. 15.550.000,00 Rp. 450.000,00

Diminta : 1. Susunlah sebuh Neraca Lajur untuk tahun yang berakhir 31 Desember 1990 dengan pertolongan saldo –saldo di atas dan keterangan berikut ini : a. Asuransi yang telah kadarluwarsa Rp. 530.000,00 b. Nilai persediaan perlengkapan reparasi yang masih ada Rp. 760.000,00 c. Penyusutan atas peralatan reparasi Rp. 1.300.000,00. d. Upah terutangg dan belum dicatat Rp. 50.000,00. Perkiraan yang masih harus dibuka: 504 505 506 202 Beban asuransi Beban perlengkapan Beban penyusutan peralatan reparasi Upah yang harus dibayar

2. Dengan pertolongan neraca lajur itu, susunlah: a. Perhitungan Rugi-Laba b. Laporan perubahan modal c. Neraca 3. Buatlah ayat jurnal penutup. 4. Buatlah neraca saldo setelah penutupan. 3. Dari soal Bab XI No. 3, Anda diminta untuk: a. b. c. d. Membuat jurnal penutup Menutup rekening-rekeninh buku besar Membuat neraca saldo setelah penutupan Membuat jurnal pembalik

4. Pada tanggal 1 Agustus 1990 Hadi Susilo membuka sebuah kantor usaha agen real estate dengan nama “Hadi Ssilo Real Estate”. Seolama bulan Agustus 1990 melakukan transaksi-transaksi berikut: Agustus 1 Diinvestasikan ke dalam perusahaan berupa uang tunai Rp. 3.000.000,00 dan sebuah mobil dengan nilai Rp 13.000.000,00 2 Disewa kantor untuk bulan Agustus Rp. 700.000,00

2 3 12 15 30 31 32

Dibayar premi asuransi untuk 1 tahun Rp. 960.000,00 Dibeli tunai perl;engkapan kantor Rp. 250.000,00 Dijual sebuah rumah dan untuk itu diterima komisi sebesar Rp. 7.700.000,00 Dibayar gaji karyawan Rp. 600.000,00 Dibayar rekening telepon Rp. 100.000,00 Dibayar pemakaiaan bensin dan oli selama bulan Agustus untuk mobil peerusahaan Rp. 120.000,00 Dibayar gaji karyawan Rp. 500.000,00 Diambil uang tunai untuk keperluan pribadi Rp. 125.000,00

Diminta: 1. Bukalah rekening - rekening ( empat kolom ) berikut ini : 111 Kas 112 Asuransi dibayar di muka 113 Perlengkapan kantor 121 Mobil 122 Akumulasi penyusutan mobil 211 Gaji terutang 311 Modal Hadi Susilo 312 Prive Hadi Susilo 411 Pendapatan Komisi 501 Beban Sewa 502 Beban Gaji 503 Beban Bensil dan Oli 504 Beban Telepon 505 Beban Asuransi 506 Beban Perlengkapan 507 Beban Penyusutan mobil Buatlah ayat jurnal untuk transaksi – transaksi tersebut di atas, dan posting ayat jurnal tersebut ke dalam rekening yang sesuai. Buatlah Neraca Lajur dengan menggunakan keterangan berikut : a. Premi asuransi yang sudah kadarluwarsa Rp. 80.000,00 b. Perlengkapan kantor yang masih tersedia Rp. 190.000,00 c. Penyusutan atas mobil Rp. 200.000,00 d. Gaji karyawan yang terutang Rp. 75.000,00 Buatlah laporan keuangan : - Perhitungan Rugi – Laba bulan Agustus 1990 - Laporan perubahan modal bulan Agustus 1990 - Neraca per 31 Agustus 1990 Buatlah yat jurnal penyesuaian dan ayat jurnal penutup yang diperlukan dan masukkan ayat - ayat jurnal tersebut ke dalam rekening yang sesuai . Susunlah Neraca Saldo setelah penutupan per 31 Agustus 1990.

2. 3.

4.

5. 6.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->