P. 1
Refricool Pertamina Buletin

Refricool Pertamina Buletin

|Views: 860|Likes:
Dipublikasikan oleh Jeni Karay

More info:

Published by: Jeni Karay on Jun 07, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2011

pdf

text

original

Mid Ye ar People Review

Persia Diri An pkan da unt uk

Media Pekan Ini
BERITA KITA Musicool untuk RefriGreen TRANSFORMASI SUARA PEKERJA Merangkul Awak Tanker Agar Menjadi Akrab

2 4-5 7

SELEKTIF, LUGAS , & INFORMATIF TERBIT SETIAP SENIN No. 25, Tahun XLIV, 23 Juni 2008

Editorial

Menuju Benua Integritas
Gebrakan Pertamina merangkul para mitra usaha untuk ikut berperan aktif menandatangani Pakta Integritas pantas dipuji. Langkah ini, sangat tepat di tengah upaya keras perusahaan ini mewujudkan dirinya menjadi zona bebas korupsi. Memang bukan perkara gampang memberangus korupsi, kolusi, dan nepotisme dari negeri ini. Reformasi yang telah sepuluh tahun bergulir pun belum 100 persen mengubah bangsa ini menjadi negeri yang bebas bebas korupsi. Namun, jika semua elemen bangsa hanya mampu bersikap pasif dan menunggu, kapan lagi negeri ini bebas dari korupsi. Dengan menggandeng mitra usaha untuk bersama-sama menjalankan bisnis secara bersih, Pertamina di satu sisi menunjukkan keaktifannya dalam upaya menciptakan bangsa yang berintegritas. Memang kita tak perlu menunggu. Apalagi sebagai BUMN terbesar di negeri ini, Pertamina tercatat sebagai BUMN yang pertama kali menandatangani pakta integritas. Jauh sebelum pakta integritas ditandatangani, Pertamina bahkan sudah berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar intergitas perusahaan. Dalam berbisnis, bertindak jujur, dapat dipercaya, menghindari konflik kepentingan, dan tidak mentolerir suap terus dikedepankan. Belum lagi, perusahaan ini juga menjadi bagian dari Forum Komite Integritas/Pemantau Independen. Dengan mengajak mitra usaha bersama-sama berkomitmen terhadap pakta integritas, kesempatan terbuka luas bagi Pertamina untuk menciptakan pulau-pulau integritas di lingkungan bisnisnya, sehingga tidak menutup kemungkinan sebuah kepulauan atau bahkan benua integritas akan tercipta. Melalui terciptanya sebuah benua integritas, maka Pakta Integritas akan berjalan dengan sendirinya. Tak ada lagi lautan pelanggaran yang mengelilingi bisnis perusahaan ini. Proses bisnis semakin bersih. Suap, korupsi, kolusi, pelanggaran-pelanggaran dan praktik bisnis yang tidak sehat akan lenyap dari Pertamina. Iklim bisnis yang sehat akan menguntungkan perusahaan. Dan pada akhirnya membawa keuntungan bagi kita semua. •

TOLAK KORUPSI. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari H. Soemarno menyaksikan penandatanganan pakta integritas oleh perwakilan mitra usaha Pertamina di Lantai M Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina pada Kamis (12/6) . Para mitra usaha Pertamina tersebut berkomitmen untuk menjalankan kegiatan bisnis yang bersih dari KKN. Mereka sepakat untuk berpartner dengan Pertamina berlandaskan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Pakta Integritas Bukan Sekadar Seremoni
JAKARTA - “Pakta Integritas bukan sekadar acara seremonial belaka, tetapi merupakan suatu konsep yang utuh, terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yang bersinergi menuju perwujudan instansi, perusahaan, dan organisasi sebagai pulau-pulau integritas untuk melaksanakan kegiatan usaha yang bersih,” tegas Dirut Pertamina AriH. Soemarno. Dalam upaya terus menyosialisasikan Pakta Integritas, Forum Komite Integritas/Pemantau Independen menyelenggarakan Rapat Pleno – 2 di Lantai M Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina pada Kamis (12/6). Rapat mengambil tema Bangkitkan Kembali Semangat Integritas Bangsa Lawan Korupsi. Dirut Pertamina Ari H. Soemarno selaku Ketua Forum Komite Integritas/Pemantau Independen melaporkan bahwa sesuai keinginanbersama untuk turut serta memperbaiki masa depan kehidupan berbangsa, kini telah terdapat 52 pihak, baik penyelenggara negara maupun perusahaan-perusahaan dan pihak lainnya yang telah menandatangani Pakta Integritas. Karena itu dalam rangka memantau implementasi Pakta Integritas tersebut, lanjut Ari, telah dibentuk Komite Integritas/ Pemantau Independen dengan tujuan agar terdapat keseragaman dalam pola pemantauan. Selain itu di antara Komite Integritas/Pemantau Independen, dapat berbagi pengalaman dalam melaksanakan tugas yang dirasa perlu. Ari pun kemudian menjelaskan latar belakang pembentukan Forum Komite Integritas/Pemantau Independen pada 14 Februari 2008 yang diprakarsai Tiga Pilar Kemitraan di Menara Kadin, Jakarta. Tujuan pembentukannya adalah realisasi bukti keseriusan bersama untuk memonitoring keberhasilan implementasi Pakta Integritas. “Kita semua meyakini bahwa Pakta Integritas merupakan suatu konsep yang efektif dalam upaya kita untuk membangun pulaupulau integritas di Indonesia,” kata Ari. Dalam kesempatan itu, Ari mengakui adanya anggapan di masyarakat bahwa acara-acara ini hanya merupakan seremoni saja. Menurut Ari, itu terjadi karena implementasi di masyarakat yang belum dipahami atau didalami dan disosialisasikan.
Bersambung ke halaman 3

Foto : Kun/Dok. Pertamina

2

Tahun XLIV, 23 Juni 2008

No. 25

Berita Kita
PRESTASI. Pasangan perally Rizal Sungkar/Anthony Sarwono berhasil meraih podium 1 Rally Indonesia putaran ke-2 di Medan awal Juni ini dengan catatan waktu 2 jam 9 menit 31 detik, dan unggul 25 detik dari pasangan Akbar Hardianto/Arianto Sjarief dan 31 detik dari David Mazlan/Sean Gelael. Pertarungan yang sangat ketat sejak awal pertandingan di hari Sabtu dan Minggu dalam 16 Special stage sejauh 554,45 kilometer itu ditentukan oleh pentolan Team Pertamina Prima XP itu terjadi di SS 16 (terakhir). “ Ini sebuah pertarungan yang benar-benar seru dan menegangkan, dan saya memang bertekad untuk mencapai podium Rally di Medan ini,” ujar Rizal bangga. Sementara Anthony sang navigator menambahkan, ia melihat Rizal sangat agresif dalam pertarungan terakhir dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya. “Dia nyetir kendaraan sampai 150 %, dan saya bilang agar lebih berhati-hati karena mengejar 58 detik tidaklah mudah. Tapi dia fight terus, dan inilah hasilnya “ ujar Anthony lega.•Pelumas

Foto : Pelumas

Musicool untuk RefriGreen
JAKARTA – Dari 450 truk kontainer milik PT Hagajaya yang dilengkapi dengan cool box sudah sekitar 250 cool box kontainernya telah menggunakan pendingin milik Pertamina, yaitu Musicool. Demikian disampaikan Manajer Pemasaran Produk Gas Agus S. Nugroho pada saat peresmian RefriGreen di PT Hagajaya Kemasindo Sarana Jakarta, Rabu (11/6). Kontainer yang menggunakan Musicool bernama RefriGreen. Yaitu armada unit kontainer berpendingin yang telah mengalami perubahan dalam spesifik msin, terutama pada gas pendinginnya yang telah hemat energi dan ramah lingkungan. Sehingga dapat membantu pelestarian lingkungan bumi dan kelangsungan hidup dan terhindar dari penipisan lapisan ozon. Menurut Direktur Utama PT Hagajaya Handoko, alasan untuk mengganti refrigeran sintetis dari R-134a (HFC-Hydra Fluoro Carbon) ke gas Hydrocarbon atau yang dikenal dengan Musicool dengan kode MC134, merupakan komitmen dan tanggung jawab sebagai perusahaan transportasi yang banyak menggunakan armada kontainer berpendingin untuk selalu memperhatikan aspek dan dampak lingkugnan atas pembuangan limbah gas pendingin yang digunakan. “Sekaligus mendukung pengembangan

PERESMIAN REFRIGREEN. Pengalihan dari refrigeran sintetis R-134a (HFC-Hydra Fluoro Carbon) ke Musicool untuk kontainer milik PT Hagajaya dilakukan karena Musicool ramah lingkungan dan hemat energi.

inovasi efisiensi sumber daya energi terutama dalam pengoperasian unit-unit kontainer berpendingin yang harus hemat energi dengan minimum penggunaan gas pendingin namun dapat menambah kemampuan kerja mesin armada kontainer jauh lebih baik,” ujarnya. “Mengapa akhirnya kami memilih menggunakan Musicool, karena setelah menggunakan Musicool banyak keuntungan yang didapat diantaranya umur mesin lebih lama, hemat biaya dan yang pasti jadi ramah lingkungan,” kata Handoko. Agus berharap bermitra dengan PT Hagajaya akan dijaga dengan baik-baik, karena ini merupakan starting point yang bagus dalam memulai kerjasama. “Apalagi kita sudah sangat mengetahui bahwa PT Hagajaya merupakan perusahaan forwarder kontainer yang me-

miliki mitra kerja cukup banyak di seluruh Indonesia. Nah, selain itu nantinya Hagajaya dapat juga memperkenalkan Musicool kepada forwarder-forwarder lain,” harapnya. Musicool adalah refrigeran dengan bahan dasar hidrokarbon alam dan termasuk dalam kelompok refrigeran ramah lingkungan, dirancang sebagai alternatif pengganti refrigeran sintetik kelompok halocarbon CFC:R-12, HCFC:R22, dan HFC:R134a. Selain itu, Musicool juga mempunyai karakteristik tidak berbau, tidak berwarna dan tidak beracun sehingga aman kalau digunakan untuk pendingin mobil, di rumah, di kantor maupun di tempattempat lain. Ada beberapa Musicool (MC) yang beredar di pasaran. Yaitu, MC-12 (alternatif pengganti R-12) kompatibel dengan mesin pen-

dingin yang menggunakan Refrigeran R-12 seperti AC mobil lama dibawah tahun 1993. Kecuali mobil tersebut sudah dimodifikasi sehingga bisa menggunakan MC-134. Juga bisa digunakan untuk kulkas, freezer, water dispenser dan sejenisnya. MC-22 (alternatif pengganti RR-22) kompatibel dengan mesin pendingin yang menggunakan Refrigeran R-22 seperti AC Window, AC Split, AC Central dan sejenisnya. MC-134 (alternatif pengganti RR-134a) kompatibel dengan mesin pendingin yang menggunakan Refrigeran-134a seperti AC mobilmobil baru diatas tahun 1993, kulkas, freezer, water dispenser dan sejenisnya. MC-600 merupakan refrigeran R-600a yang dapat digunakan pada mesin pendingin dengan kompresor untuk refrigeran hydrocarbon.•NDJ

KETUA PENGARAH Vice President Komunikasi WAKIL KETUA PENGARAH / PENANGGUNG JAWAB Manajer Komunikasi Korporat PIMPINAN REDAKSI Wisnuntoro WK. PIMPINAN REDAKSI Adiatma Sardjito REDAKTUR PELAKSANA Arya Dwi Paramita • TIM REDAKSI Zainal Abidin, Nandang Suherlan, Urip Herdiman K., Nilawati Dj. • FOTOGRAFER PUSAT Dadang Rachmat Pudja, Kuntoro, Burniat Fitrantau SIRKULASI Ichwanusyafa • KONTRIBUTOR Seluruh Hupmas Unit, Anak Perusahaan & Joven • ALAMAT REDAKSI Jl. Perwira No. 2-4, Jakarta Telp. 3815946, 3815966, 3816046 Faks. 3815852, 3815936 HOME PAGE http://www.pertamina.com EMAIL bulletin@pertamina.com • PENERBIT Divisi Komunikasi - Sekretaris Perseroan

Foto : Kun/Dok. Pertamina

Berita Kita
Presiden Berharap PT Badak NGL Jadi Perusahaan Energi
BONTANG — Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar PT Badak NGL dapat menjadi perusahaan energi ke depan. Demikian diungkapkan Direktur General Manager PT Badak NGL Agus Haryanto usai menyampaikan presentasi di hadapan rombongan Presiden SBY di Multi Purpose Building (MPB), Kompleks PT Badak NGL. “Harapannya, ke depan PT Badak NGL akan menjadi perusahaan energi, tidak hanya LNG,” ungkap Agus, Minggu (15/6). Dengan demikian, kata Agus, jika hal ini benar-benar terwujud, tidak menutup kemungkinan bagi PT Badak untuk ikut mengelola dan mengolah sumber energi lain seperti batu bara. “Tapi tentunya itu semua akan kita pelajari lebih dalam,” tukasnya. Kunjungan Presiden SBY ke PT Badak NGL memang hanya sekadar transit sebelum mengikuti acara Latihan Gabungan (Latgab) TNI di Kutai Timur. Presiden dan rombongan tiba di Bandar Udara PT Badak sekitar pukul 10.00 dengan menggunakan pesawat Dash-7. Meski sekadar transit, Presiden dan rombongan sempat mendengarkan pemaparan dari manajemen PT Badak NGL dan PT Pupuk Kaltim. Khususnya, mengenai perkembangan kinerja dua perusahaan besar di

No. 25

Tahun XLIV, 23 Juni 2008

3

RESUME PEKAN INI
Pemerintah RI Minta Bagi Hasil Minyak Lebih Besar Jakarta (Kontan) – Pemerintah mulai menempuh segala cara untuk mengatasi bolongnya anggaran akibat melonjaknya subsidi bahan bakar minyak (BBM). Yang terakhir, pemerintah berniat memperkecil porsi bagi hasil minyak dan gas (migas) untuk perusahaan minyak yang menjadi Kontraktor Production Sharing (KPS). Alasannya, perusahaan minyak sudah menangguk rezeki nomplok alias windfall profit karena tingginya harga minyak di pasar dunia. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sudah menyuarakan keinginan untuk minta porsi lebih besar bagi pemerintah. Kalla menyontohkan kontraktor Lybia dan Sudan yang sudah bersedia menurunkan jatahnya menjadi 10%. “Untuk ladang baru di dua negara itu, kontraktor hanya mendapat bagi hasil 10% saja,” ujar Kalla. G8 Desak Produsen Minyak Tingkatkan Produksi Osaka (Business Today) – Para menteri keuangan anggota Kelompok Delapan (G8) mendesak negaranegara produsen minyak untuk meningkatkan produksi demi membantu menstabilkan harga minyak dan pangan yang melonjak tajam. Dalam sebuah pernyataan yang menutup pertemuan dua hari di Osaka, Jepang, G8 menyebutkan, ekonomi dunia tengah menghadapi ancaman besar. “Kenaikan harga komoditas, terutama minyak dan pangan, menghadirkan ancaman serius bagi pertumbuhan stabil di seluruh dunia. Kondisi ini berimplikasi serius bagi negara-negara yang paling rentan dan bisa meningkatkan tekanan penyebab inflasi global,” bunyi pernyataan itu. Selain itu, faktor geopolitik dan finansial juga memainkan peran sebuah refleksi dari pandangan sejumlah menteri bahwa perdagangan spekulatif di pasar minyak telah mendorong harga. Pemerintah akan Bangun Kilang Minyak Selayar Jakarta (Koran Tempo) – Pemerintah berencana membangun kilang minyak mentah di Selayar, Sulawesi Selatan. Kilang ini diharapkan dapat memasok kebutuhan Premium, Solar, dan minyak tanah dalam negeri, terutama di kawasan timur Indonesia. “Sudah ada dukungan dana dari ABN AMRO sebesar US$ 5 miliar (sekitar Rp 46,5 triliun),” kata Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinasi Perekonomian Edy Putra Irawady. Pasokan minyak mentah dari perusahaan minyak asal Qatar, Aramco, sebanyak 200-300 ribu barel per hari akan diolah menjadi Premium, Solar, dan Minyak Tanah rata-rata 280 ribu barel per hari. “Jumlah ini separuh lebih dari impor minyak kita dari Singapura,” kata Edy. Masalahnya, kata Edy, ABN AMRO meminta kepastian pasokan minyak mentah dalam jangka panjang. Sedangkan perjanjian pasokan minyak mentah dengan Qatar hanya berupa nota kesepahaman.•NDJ

Direktur General Manager PT Badak NGL Agus Haryanto mempresentasikan kegiatan usaha PT Badak NGL di hadapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ketika Presiden mengunjungi perusahaan tersebut, (15/6).

Bontang, Kalimantan Timur tersebut. Pemaparan tersebut tertutup bagi pers. “Yang membanggakan, ternyata Pak SBY ingin mendengarkan pemaparan PT Badak atas permintaan beliau sendiri, bukan atas usulan protokoler atau yang lain,” ungkap Agus. Pernyataan tersebut, ujarnya, disampaikan Presiden langsung usai mendengarkan pemaparan dari manajemen PT Badak. Dikatakan Agus, Presiden juga tidak ingin PT Badak akan mengalami nasib serupa dialami Kilang LNG Arun yang nyaris berhenti beroperasi karena habis masa kontraknya. “Pak SBY mengatakan kita tak boleh seperti di Arun. Pekerja

harus membuat program agar kita tetap eksis,” tegasnya. Untuk itu, saat ini PT Badak tengah melakukan renegosiasi perpanjangan kontrak dengan pihak-pihak yang terlibat dalam operasi peru-sahaan. Sementara itu, Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam mengatakan, PT Badak NGL merupakan pendukung dan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Bontang. Bahkan, Andi sempat mengatakan bahwa hingga lima belas tahun ke depan pun, Bontang belum siap lepas dari PT Badak. “Ibaratnya, seperempat pendapatan Kallimantan Timur itu dari Badak, kalau sampai berhenti saya nggak bisa membayangkan akibatnya,” ujar

Andi usai konferensi pers, sehari sebelum kunjungan Presiden RI ke Bontang. Acara kunjungan Presiden SBY ke PT Badak NGL ini juga dihadiri oleh Menkopolkam Widodo AS, Menneg BUMN Sofyan Djalil, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari H. Soemarno, dan Presiden Direktur PT Badak NGL Yoga P. Suprapto. Usai mendengarkan pemaparan di PT Badak NGL, Presiden dan rombongan langsung bertolak ke Pelabuhan Khusus (Pelsus) PT Pertamina (Persero), Bontang untuk berlayar dengan KRI Soeharso-990 ke perairan Sangata Kutai Timur.•Abi

Biofuel, Energi Alternatif Pengganti BBM
MEDAN - Pertamina selaku BUMN pencetak laba terbesar di Indonesia secara aktif memberikan kontribusi dalam berbagai hal. Seperti mempelopori penggunaan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi. Beberapa produk yang dipelopori antara lain jenis biodiesel yakni Biosolar, dan bioethanol yakni Biopremium dan Biopertamax. Saat ini ke3 produk tersebut dipasarkan hanya di empat kota di Pulau Jawa dan Bali, yakni Jakarta, Surabaya, Malang dan Denpasar. Sesuai dengan sasaran energy mix yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional, maka diharapkan ketergantungan kepada bahan bakar minyak akan dikurangi dan disubsitusi dengan energi alternatif lainnya seperti Bahan Bakar Nabati. Di satu sisi, Pertamina selaku pelopor bahan bakar nabati, tetapi di sisi lainnya Pertamina menanggung kerugian yang nilainya mencapai ratusan miliar karena selisih harga antara bahan baku biofuel dan harga jual di pasar, khususnya untuk jenis bahan bakar bersubsidi. Seperti kita ketahui Premium dan Biopremium dengan harga Rp. 6.000/ liter, serta Solar dan Biosolar dengan harga Rp. 5.500/liter. Sedangkan Biopertamax sudah disesuaikan dengan harga keekonomian. Demikian disampaikan Asisten Manajer Eksternal Relation Fitri Erika, dalam seminar “Bioethanol sebagai Energi Alternatif” di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), 17 Mei lalu. Acara yang dibuka Dekan FP USU Zulkfili Nasution ini dihadiri 100 mahasiswa dari berbagai fakultas.•UPms I

Komitmen Integritas Bukan Sekadar Seremoni...(Sambungan dari halaman 1)
Prof. Komaruddin, yang mewakili Menteri Negara PAN, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pertamina yang sungguh-sungguh untuk melaksanakan Pakta Integritas dengan konsekuen. Komaruddin juga menyebutkan bahwa dalam dua tahun terakhir ini, sejak tahun 2006, pimpinan dari berbagai instansi pemerintah dan dunia usaha swasta telah menyatakan tekadnya untuk memerangi korupsi di setiap instansi dan lembaga masing-masing melalui penerapan Pakta Integritas. “Salah satu prasyarat pelaksanaa Pakta Integritas adalah adanya Forum Komite Integritas/Pemantau Independen yang akan selalu memantau penerapan Pakta Integritas di lembaga masing-masing,” kata Komaruddin. Komaruddin melihat dengan menjamurnya penerapan Pakta Integritas di berbagai lembaga, merupakan upaya penting dalam membangun integritas bangsa. Acara juga diikuti dengan penandatanganan Pakta Integritas. Yang pertama adalah direksi baru Pertamina menandatangani Pakta Integritas. Ketiganya adalah Direktur Hulu Karen Agustiawan, Direktur Pengolahan Rukmi Hadihartini dan Direktur Umum & SDM Waluyo. Penandatanganan disaksikan oleh Dirut Ari H. Soemarno dan Staf Ahli Menteri Negara PAN, Prof. Komaruddin. Selanjutnya diikuti penandatangan oleh para manajer di lingkungan Pertamina. Termasuk juga penandatanganan Pakta Integritas oleh pimpinan-pimpinan perusahaan mitra usaha Pertamina. Rapat pleno kali ini dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari anggota-anggota Forum Komite Integritas/ Pemantau Independen, pengurus Tiga Pilar Kemitraan (3PK), selain undangan lainnya termasuk para peninjau dan mitra kerja Pertamina.•UHK

Foto : BFR/Dok. Pertamina

4
Jon

Tahun XLIV, 23 Juni 2008

No. 25

Kampanye Hemat Energi

Warung Kopi

Transformasi
Legal Due Dilligence : Persiapan Unit Operasi
MEDAN - Tim BTP RJPP Persiapan Perusahaan Publik laksanakan koordinasi kesiapan unit operasi dan area operasi anak perusahaan terkait rencana pemeriksaan dokumen hukum dalam rangka persiapan Pertamina menjadi perusahaan publik. Sub Team Leader Hukum Benny Andre Kusuma dan anggota Tim Komunikasi dan Data Arya Dwi Paramita berkoordinasi dengan unit operasi dan anak perusahaan di wilayah Sumatera Bagian Utara meliputi Area Rantau PT Pertamina EP, UP II Dumai Area Pangkalan Brandan (Eks UP I Pangkalan Berandan, red), Area Operasi Geothermal Sibayak, dan Pemasaran BBM Retail Region I Medan pada Selasa-Kamis (10-12/6). Dokumen proses uji tuntas segi hukum yang perlu disiapkan dalam rangka persiapan perusahaan publik meliputi dokumen kekayaan asset, dokumen perizinan, persetuan, dan pendaftaran usaha, dokumen tenaga kerja, perjanjian pihak ketiga, rencana investasi, dan dokumen perkara hukum. Dalam koordinasi kesiapan tersebut masingmasing unit operasi telah melaksanakan proses pengumpulan materi. Benny Andre Kusuma menegaskan bahwa koordinasi ini dilakukan untuk membantu unit operasi dalam mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan terkait dengan rencana legal due dilligence. Rencananya, menurut Benny, tim konsultan legal due dilligence akan masuk ke Sumbagut sekitar tanggal 23 Juni 2008. PT Pertamina EP Area Operasi Rantau telah melakukan pengumpulan dokumen kontrak, akta, dan dokumen lain yang dibutuhkan. Ahli Hukum dan Pertanahan PT Pertamina EP Area Rantau Ahmad Jabar mengatakan bahwa pasca musibah banjir yang melanda rantau dua tahun lalu pihaknya telah melakukan upaya pengumpulan dan penyelamatan terhadap dokumendokumen yang ada. Ia mengatakan bahwa ke depan pihaknya sedang mempersiapkan digitalisasi dokumen. Dengan adanya dokumen digital akan mempermudah proses penyimpanan dan back up data untuk kebutuhan perusahaan. Sementara itu untuk UP II Dumai area Pangkalan Berandan, Pengawas Umum Farida Lestari menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan oleh tim BTP RJPP Persiapan Perusahaan Publik. Dalam koordinasi di Pangkalan Brandan Farida Lestari bersama tim mengklarifikasi beberapa dokumen yang dibutuhkan terkait dengan persiapan tersebut. Untuk Pemasaran BBM Retail Region I Medan, Manager Hukum Area I Jujur Hutabarat mengatakan bahwa sudah berkoordinasi secara resmi kepada semua fungsi untuk membantu proses pengumpulan dokumen yang dibutuhkan tim BTP RJPP. Dalam rangkaian koordinasi tersebut, anggota tim BTP RJPP juga mengunjungi kantor area operasi panasbumi Sibayak, Sumatera Utara. GM Area Geothermal Sibayak Dirgo Rahayu mengatakan bahwa pihaknya akan mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan dan akan berkoordinasi untuk teknis pelaksanaan persiapan tersebut.•ADP

Ada yang baru dari tampilan warung kopi Mang Warta. Di meja warung, tak seperti biasanya, tiba-tiba ada daftar menu lengkap dengan tampilan harganya. Sambil melihat daftar menu Jon berujar. : Wah…Mang Warta tambah maju aja nih, pakai daftar menu segala. Mentang-mentang ada kenaikan harga kopi neh hehehehe… Mang Warta : Ya begitulah Pak Jon, sekarang semuanya serba mahal. BBM naik, harga bahan makanan juga ikutan naik Pak. Ujung-ujungnya ya kopi Mang juga ikutan naik. Iskandar : Yah…emang serba sulit Mang sekarang. BBM mahal memang nggak bisa dipungkiri. Kalau harus naik, kita lah yang sekarang harus menyiasatinya. Mang Warta : Musti hemat energi ya Pak ? Jon : Salah satunya Mang. Kalau perlu, sekarang kita harus mencoba pakai bahan bakar alternatif yang lebih hemat energi, efisien, dan ramah lingkungan. Sudah tahu produk Pertamina yang efisien belum Mang ? Mang Warta : Saya sih tahunya Elpiji ngggg… terus Musicool Pak, yang buat AC. Tapi, karena saya nggak punya AC jadi nggak begitu ngerti apa itu Musicool. Iskandar : Hebat juga nih Mang Warta, sudah tahu Musicool segala. Jon : Emangnya pakai Musicool untuk AC benarbenar efisien ya Pak ? Iskandar : Lho…Pak Jon belum beralih ke Musicool ? Wahhh…gimana ini, karyawan Pertamina kok malah nggak ikutan kampanye produknya. Jelas lebih efisien Pak, saya sendiri sudah pakai. Jon : Bukan nggak mau pakai Pak Is, belum tau aja. Ngomong-ngomong, kantor kita ini ACnya sudah pada pakai Musicool atau belum yah? Iskandar : Wahh…pertanyaan bagus tuh Pak. Iya.. ya… jangan, kita gencar kampanye ke masyarakat untuk beralih ke Musicool, gedung di kantor kita belum pakai juga …•

Go Live E-Procurement Direktorat Pemasaran & Niaga
JAKARTA - Direktorat Pemasaran & Niaga menyelenggarakan Go Live EProcurement yang berlangsung di Lantai Ground Gedung Utama, Senin (26/5). Direktur Pemasaran & Niaga A. Faisal mengatakan bahwa tuntutan dari stakeholders pada Pertamina dari waktu ke waktu semakin meningkat. Masyarakat meminta agar Pertamina menjalankan Good Corporate Governance (GCG) dengan benar, sehingga pada akhirnya apa yang dilakukan Pertamina sudah sesuai dengan aturan main dan sesuai pula dengan harga pasar yang berlaku pada saat pekerjaan itu dilaksanakan. “Hal inilah yang diantisipasi oleh direksi untuk menunjukkan kesungguhan GCG secara baik, dan memberikan benefit yang lebih banyak kepada pemegang saham, khususnya pemerintah, sehingga hal-hal negatif quote on quote yang mungkin terjadi selama ini, bisa kita hindarkan,” kata Faisal. Faisal menambahkan, ”Sebenarnya di Direktorat Pemasaran & Niaga sudah melakukan semi e-procurement dengan dibentuknya Strategic Sourcing Procurement Group (SSPG). Pada tahun-tahun lalu, kita sudah mengadakan barang dengan SSPG ini, kita mengadakan komunikasi secara internet dengan vendor, walau tidak real time,” lanjut Faisal. VP Jasa Teknik Direktorat Pemasaran & Niaga Heru Purnomo menyatakan bahwa implementasi e-procurement merupakan tuntutan bisnis dan perbaikan dalam pengadaan barang agar sesuai dengan praktek good corporate governance (GCG). Tujuan implementasi eprocurement ini adalah registrasi sebagai member baru Pertamina agar lebih efisien. Kedua, pengumuman dan registrasi akan bisa dilakukan secara real time. Ketiga, proses pengadaan akan lebih fair. Dan yang terpenting, pemantauan proses lelang dapat dilakukan secara transparan. Acara dihadiri juga oleh para deputi direktur di lingkungan Direktorat Pemasaran & Niaga dan jajaran manajemen lainnya. Sementara jumlah peserta sekitar 38 orang. •UHK

Building The Winning Team, Gasdom Siap Menuju SBU
CIATER - Dalam rangka membangun kebersamaan dan meningkatkan kerjasama diantara seluruh pekerja di Unit Gas Domestik, telah dilaksanakan acara Team Building bertempat di Ciater 14-15 Juni 2008. Acara yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh lebih kurang 100 peserta beserta keluar termasuk ga perwakilan dari seluruh Region. “Acara ini diharapkan bisa meng-energize seluruh pekerja khususnya di lingkungan Gas Domestik sekaligus mempersiapkan Gas Domestik menuju sebuah SBU,” demikian disampaikan oleh VP Gas Domestik Endang SSKH. “Gas Domestik diharapkan turut mencetak laba bagi Pertamina, kita sedang membangun sejarah termasuk di dalamnya program konversi minyak tanah ke LPG. Target pendistribusian LPG 3 kg sebanyak 20 juta di tahun 2008 bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kebersamaan dan kerjasama dari seluruh pekerja baik di Pusat maupun di Region untuk mencapai target tersebut,” tegas Endang. Kegiatan diisi dengan berbagai acara seperti outbound, teawalk, dan berbagai permainan yang membangun kerjasama tim. Pada kesempatan tersebut juga turut hadir Motivator Kafi Kurnia dari Interbrand untuk memberikan motivasi dan dorongan bagi para peserta. Semua atribut pangkat dan jabatan dilepas dalam kegiatan tersebut, dan seluruh peserta bekerjasama sebagai satu tim dan bertekad untuk mencapai target menjadikan Gas Domestik sebagai SBU.• IG-Gasdom

Foto : BFR/Dok.Pertamina

PENYERAHAN HADIAH. Bertempat di Lantai 2 Gedung Utama, Koordinator BTP Tim Transformasi Pertamina Mardiani menyerahkan hadiah kepada tiga pekerja yang memenangkan doorprize survei Theme-O-Meter yang diikuti 6.400 partisipan. Ketiga pemenang adalah I Putu Benedin (Perkapalan – Dit. PDN) mendapatkan laptop Toshiba, Anita Maria Syamsul (UP III Plaju) mendapatkan Nokia 6120, dan Mulyadi Ramaya (Dit. PDN) mendapatkan Nokia 3500. Sementara 120 hadiah hiburan lainnya disumbangkan oleh fungsi-fungsi Unit Pelumas, BBM Retail, Aviasi, SBTI dan Hupmas.•UHK

Perbaikan untuk Kemajuan Transformasi
SHARED PROCESSING CENTER
CENTRALIZING, STANDARDIZING, MONITORING, REPORTING, & PROCESSING
SPC (Shared Processing Center), yang secara resmi mulai beroperasi pada tanggal 26 November 2007, merupakan salah satu organisasi yang mendukung secara penuh kegiatan BTP-SAP Implementation. Untuk setiap aktivitas yang ada didalam lingkup kerja SPC, feedback dari stakeholders diintegrasikan ke dalam kebijakan, KPI (Key Performance Indicator), dan SLA (Service Level Agreement). Fokus dari SPC adalah compliance, governance, kesiapan sumber daya manusia (people readiness), serta efisiensi dan efektivitas. Adapun aktivitas yang menjadi kewenangan SPC mencakup centralizing, standardizing, monitoring, reporting, & processing proses Penjualan (Sales), Piutang (Account Receivables–A/R), Pengadaan (Procurement), dan Hutang (Account Payable–A/P). Setelah 2nd roll-out pada tanggal 15 Mei 2008, SPC melayani user di Pemasaran Region I – VII, Unit Pengolahan I – VII, dan Kantor Pusat (Head Office, Kantor Pusat Hulu dan Hilir). SPC diharapkan dapat meningkatkan value bagi perusahaan antara lain dengan cara sebagai berikut: - Sales: Meyakinkan bahwa penjualan terhadap customer memiliki value yang sama besarnya dengan pembayarannya (post-audit control). - A/R: Meyakinkan bahwa customer melakukan pembayaran tepat waktu sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati dengan value yang sesuai (A/R backlog monitoring). - Procurement: Meyakinkan bahwa permintaan create dan release PO dari user diproses oleh SPC sesuai dengan prosedur (PR RFQ PO GR IR) dan SLA. - A/P: Meyakinkan bahwa proses automatic clearing GR/IR dan posting EBS (BOC) berjalan dengan baik, serta memastikan bahwa request FI posting dari user diproses oleh SPC sesuai dengan prosedur dan SLA. Selain meningkatkan value bagi perusahaan, keuntungan strategis yang akan diperoleh dengan adanya SPC adalah peningkatan compliance dan pengawasan, tingkat dan waktu pelayanan yang lebih baik, efektivitas operasional, kualitas informasi yang lebih baik, dan lebih cepatnya implementasi perubahan-perubahan (change management) di masa yang akan datang. Dengan compliance, governance, dan kesiapan sumber daya manusia yang baik akan memudahkan perusahaan untuk memiliki sistem dengan data yang akurat sesuai dengan harapan Management.

Tahun XLIV, 23 Juni 2008

No. 25

5

JAKARTA – Dalam upaya mempercepat transformasi dan juga menanggapi orang-orang yang pesimis dengan transformasi, harus menjadi acuan kita sebagai agent of change untuk mempercepat dan memperbaiki transformasi. Demikian disampaikan Senior Vice President Renbangnis dan Transkorp Widhyawan Prawiraatmadja pada saat membuka monthly permormance culture integration sharing, yang berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat (13/6). Disinggung juga oleh Widhyawan, mengenai berbagai permasalahan yang masih ada di Pertamina, di antaranya melakukan introspeksi baik internal maupun eksternal.Untuk internal, lanjutnya, yang harus diperbaiki adalah masalah data-data yang dapat dijadikan acuan bagi para stakeholder maupun shareholder Pertamina. “Sering kita lupa bahwa kelengkapan dan keakuratan data dapat mempengaruhi performance perusahaan kita di luar. Kalau data saja kita tidak punya bagaimana dapat menyakinkan kepada khalayak bahwa Pertamina sudah berubah,” ujarnya. Untuk eksternal, menurut Widhyawan, masih banyak yang orang-orang baik itu pemerintah, masyarakat, maupun media yang belum yakin bahwa Pertamina sedang melakukan transformasi untuk menuju Pertamina yang baru. “Dan para BOD telah melakukan upaya-upaya, yakni dengan kegiatan management stakeholder kepada pihak-pihak di luar. Karena di luar Pertamina selalu diminta untuk melakukan relasi yang lebih baik lagi,” katanya. Selain itu, lanjut Widhyawan, perubahan mindset dari para pekerja Pertamina sangat membantu. Karena hal itu dapat meningkatkan kinerja dari setiap individu. “Dan satu hal yang sangat saya harapkan kepada rekanrekan yang menjadi agent perubahan, harus yakin bahwa transformasi akan berjalan dengan baik di Pertamina, jika kita mau melakukan perubahan itu,” papar Widhyawan. “Saya berharap forum ini dapat dijadikan media untuk saling mengisi antar direktorat maupun fungsi. Dan kalau perlu performance dialog akan dilaksanakan setiap bulan. Yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas data dan juga lebih mengerti akan halnya transformasi. Karena sebagai agent perubahan dituntut dapat menjawab dengan baik dan akurat kepada stakeholder dengan berdasarkan data yang ada,” ujarnya. •NDJ

Salam Transformasi ! Sudah setahun lebih transformasi dicanangkan di Pertamina. Perubahan demi perubahan berhasil kita raih. Semua itu tak lepas dari semangat para pekerja. Setiap pekerja merupakan agen dari perubahan yang sedang berjalan saat ini. Inilah komentar para agent of change yang akan mengantar Pertamina menjadi perusahaan migas nasional berkelas dunia atas program transformasi.

Perubahan ke Arah Lebih Baik
Program transformasi di Pertamina sangat baik. Apalagi transformasi merupakan sebuah proses perubahan untuk menjadi sesuatu yang lebih baik. Tapi masih banyak pekerja yang tidak nyaman dengan perubahan itu. Jadi sesuatu yang tadinya nyaman meskipun itu tidak benar begitu dilakukan transformasi yang seharusnya menjadi lebih baik, menjadikan mereka tidak nyaman dan akhirnya berontak. Seperti halnya pada proses pengadaan material dan jasa. Sekarang ini telah menggunakan sistem SAP, yang tujuannya mempermudah pekerjaan. Karena dengan menggunakan sistem SAP, mempermudah melakukan creating PO. Tapi selama ini prosesnya tidak dijalankan secara end to end, mereka tidak disiplin dalam menjalankan proses itu. Langkah apa yang harus diambil? Sebenarnya untuk level top manajemen sudah dilakukan sosialisasi. Sudah dijelaskan konsepnya seperti ini dan arahnya seperti ini. memang untuk level top manajemen semuanya sudah oke. Begitu dibawa ke bawah, masukan dari bawah yang merasa tidak nyaman dengan kondisi sekarang. Manajemen di unit itu jadi merasa gamang. Antara “mempertahankan“ anak buahnya atau melakukan perubahan yang ditawarkan oleh BTP. Bagaimana dengan sosialisasinya? Kalau sampai pada tingkat pelaksana, itu merupakan tugas manajer unit. Jadi tidak mungkin pekerja dari Kantor Pusat melakukan sosialisasi sampai pada tingkat bawah. Intinya harus dapat mengubah pola pikir dan budaya kerja yang semuanya itu tidak bisa dimulai hanya dengan pelatihan. Kalau untuk di fungsi saya, kebetulan kita menjadi bagian dari transformasi itu sendiri. Memang banyak kendala dalam menjalankan proyek SAP ini. Apalagi perubahan yang dilakukan banyak resistensinya, seperti pekerja yang sudah terlalu nyaman dengan keadaan yang lama. Dan ketika hal tersebut diubah, meskipun perubahan itu menuju ke hal yang lebih baik, orang melakukan resis terlebih dahulu. Pada akhirnya keberhasilan transformasi akan terjadi hanya di Kantor Pusat saja, tapi kalau di unit saya ragu. Masalah yang paling mendasar adalah melakukan perubahan yang ditolak. Saya berharap, para pekerja di Pertamina bisa berubah pola pikirnya. Kalau perlu benchmark dilakukan tidak hanya untuk level atas saja, tapi untuk kalangan bawah juga. Karena benchmark sangat penting untuk menambah wawasan serta informasi.• Hery Setyawan BTP SAP

Anda ingin lebih paham tentang Good Corporate Governance? Anda dapat mengakses dan men-download materi-materi GCG melalui website www.pertamina.com

Anda ingin tampil juga di rubrik ini ? Jika Anda pekerja Pertamina dengan level di bawah Asisten Manajer, silahkan kirimkan komentar Anda tentang transformasi di Pertamina. Tuliskan hal-hal apa yang anda lakukan untuk menambah nilai tambah fungsi Anda, perubahan budaya kerja apa yang akan dan telah anda lakukan, hambatan yang Anda rasakan, serta perbaikan seperti apa yang Anda inginkan. Tulis secara singkat dan padat lalu kirim ke alamat e-mail bulletin@pertamina.com beserta foto berwarna Anda (4 x 5 cm dengan resolusi 200 dpi).

ROAD TO PUBLIC COMPANY

Beberapa Implikasi status perusahaan publik kepada Pertamina 1. Perlu melaksanakan audit legal dan keuangan yang menyeluruh 2. Harus tunduk pada persyaratan “diclosure” dan transparansi yang dikeluarkan oleh Bapepam 3. Harus membangun kapabilitas organisasi yang baru, misalkan fungsi hubungan investor 4. Peluang untuk diversifikasi dalam alternatif pencarian dana 5. Menjadi simbol aspirasi program transformasi untuk meningkatkan keterbukaan dan memperkuat tata kelola
Rapat Pimpinan PT Pertamina (Persero)

6

Tahun XLIV, 23 Juni 2008

No. 25

Berita Kita
TATAP MUKA. Direktur Pengolahan Rukmi Hadihartini mengadakan tatap muka dengan pekerja UP III Plaju di Gedung Patra Ogan serta mengadakan kunjungan ke kilang di malam hari guna melihat langsung cara pekerja jaga tukar shift di beberapa unit seperti CD/GP, Polypropylene, UTL dan CD/L, (6/6). Dalam kesempatan itu, Rukmi berdialog dengan pekerja jaga dan memberikan kesempatan pekerja untuk menyampaikan langsung apa yang menjadi unek-unek selama ini. Setelah menerima dan mendengar unek-unek dari beberapa pekerja, Rukmi langsung merespon dan mengaku sangat senang, karena bisa mendengar langsung masukan dari pekerja di lapangan untuk menjadi bahan pertimbangannya.•UP III

Pasar Murah di Pemukiman Eks Tapol
KUTAI KERTANEGARA - Kita ingat dulu sesaat setelah peristiwa penumpasan G 30 S/PKI, begitu banyak orangorang yang dituduh sebagai pengikut atau pendukung PKI ditangkap dan dijadikan tahanan politik (tapol). Padahal tidak sedikit dari orang-orang ini yang sebenarnya tidak pernah terlibat sama sekali dengan gerakan pemberontakan apapun, namun ikut menjadi korban tuduhan pemerintah saat itu sebagai partisipan gerakan subversif. Mau tidak mau mereka pun menjadi tahanan politik. Agar mudah pengawasannya, pemerintah kala itu menempatkan para tapol ini di daerah-daerah pengasingan, salah satunya yang ada di Kalimantan Timur adalah Kelurahan Argosari Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Sebagai tempat pengasingan, lokasi Kelurahan Argosari cukup terpencil. Sebagian besar penduduknya berpencaharian sebagai petani, sedangkan sebagian kecil sebagai buruh tambang batu bara. Dengan melihat kondisi warganya yang cukup memprihatinkan inilah maka Pertamina Pemasaran Kalimantan menyelenggarakan kegiatan pasar murah di Kelurahan Argosari, (31/5). Apalagi, desakan ekonomi yang semakin menghimpit karena melonjaknya harga sembako akibat kenaikan harga BBM, pasar murah tentu sangat membantu meringankan beban ekonomi warga Kelurahan Argosari. Dalam kegiatan itu, 200 paket sembako habis dijual kepada warga dengan menggunakan kupon. Kegiatan ini disambut dengan sangat baik oleh warga dan berlangsung dengan tertib dan lancar. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ast. Man. External Relation Bambang Irianto dan Lurah Argosari Witono.•UPms VI

Foto : UP III

SPI : Menuju Perusahaan Go Public
JAKARTA – Satuan Pengawasan Intern Pertamina menyelenggarakan seminar UU Pasar Modal dan Undangundang PT No. 40/2007 FKSPI Komisariat Bidang ESDM, Senin (9/6). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi para auditor serta menjalin komunikasi sesama anggota forum komunikasi SPI Komisariat ESDM untuk bertukar pengalaman dan memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan tugas sebagai auditor. Menurut Kepala Satuan Intern L. Budi Djatmiko, melalui seminar ini akan diketahui bahwa Pasar Modal mempunyai peran strategis yang mengikat dengan cepat dalam perkembangan usaha sebagai salah satu sumber pembiayaan usaha dan wahana investasi bagi publik, dan berkembang bersama dengan terjadinya perubahan-perubahan nilai ketika pembangunan berlangsung. “Sehingga membutuhkan penataan-penataan di berbagai aspek termasuk tuntutan penerapan tata kelola perusahaan secara baik dan terus menerus sehingga kinerja dan citra perusahaan akan semakin meningkat bagi semua stakeholder,” ujarnya. Menurut Budi, perjalanan suatu perusahaan dalam menuju visi dan misi untuk menjadi perusahaan kelas dunia adalah melalui tahapan dan proses yang panjang, termasuk juga perjalanan menjadi perusahaan go public di Pasar Modal dengan berbagai hak dan konsekuensinya. “Dengan materi UU Pasar Modal diharapkan nantinya dapat lebih mengetahui tentang prinsip-prinsip keterbukaan, pedoman penyajian laporan keuangan, tanggung jawab direksi beserta staf, dan sanksi-sanksi yang telah diatur,” kata Budi. Disamping pengetahuan tentang Pasar Modal dengan seminar ini diharapkan akan semakin memahami UU No. 40 tahun 2007, sehingga akan memperjelas tugas, wewenang, dan kewajiban bagi pemegang otoritas dalam perusahaan sesuai dengan amanat dari undang-undang tersebut. “Sebab dalam kehidupan sehari-hari, tidak saja dibutuhkan keahlian intelektual namun juga perlu dilengkapi dengan pemberdayaan diri untuk mengelola emosi. Untuk itu seminar ini akan dilengkapi dengan materi yang berkaitan dengan pencerahan diri yaitu SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique), yang merupakan teknik pengembangan diri untuk mengatasi berbagai masalah emosi dan fisik,” papar Budi. Adapun peserta seminar kali ini adalah fungsi SPI yang tergabung dalam wadah FKSI Komisariat Bidang ESDM meliputi PT Pertamina (Persero), PT Aneka Tambang Tbk, PT PLN (Persero), PT PGN (Persero), PT Indonesia Power, PT Timah, PT Pelayanan Listrik Nasional Batam, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Patra Jasa, PT Pertamina Tongkang, PT Pelita Air Services, PT Pertamedika, PT Elnusa, dan PT Geodipa Energy.•NDJ

35 Drum Aspal untuk Desa Ayam Alas - Cilacap
KROYA - Peduli dengan kepentingan masyarakat, UP IV membantu 35 drum aspal senilai Rp 31,5 juta untuk pengaspalan jalan di Desa Ayam Alas Kecamatan Kroya-Cilacap, (21/5). Pengaspalan jalan sepanjang 4 km dengan lebar 3 m tersebut dikerjakan oleh Tentara Manunggal Masyarakat Desa (TMMD) Sengkuyung I Tahun 2008 dari Kodim 0703 Cilacap yang sedang menjalani tugas di wilayah tersebut. Dengan adanya bantuan ini, maka jalan yang dulunya masih berupa jalan tanah, ke depan akan semakin baik bila sudah diaspal. Apalagi Desa Ayam Alas ini merupakan desa tertinggal di Kabupaten Cilacap. Jalan dari Desa Ayam Alas menuju pasar di Kecamatan Kroya ini diharapkan semakin lancar, sehingga dapat menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat. Penyerahan bantuan ini secara simbolis diserahkan oleh Man. Umum UP IV drg. Sutarno kepada Danramil Kroya yang disaksikan oleh Wakil Bupati Kab. Cilacap, Dandim 0703 Cilacap, dan Muspida Kab. Cilacap.•UP IV

SEREMONIA

Foto : DRP/Dok. Pertamina

KUNJUNGAN MAHASISWA. Sekitar 65 orang mahasiswa dari STT Migas Jurusan Pengolahan dan Politeknik Uniba Jurusan K3LL mengadakan kunjungan ke Unit Pengolahan V Balikpapan. Para mashasiswa tersebut mendapatkan penjelasan mengenai Unit Pengolahan V khususnya dan Pertamina umumnya. Selanjutnya mereka mengunjunngi kilang. Mereka antusias mendengar penjelasan mengenai cara kerja kilang tersebut.•UP V

SEMINAR NASIONAL. Manajer Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito menjadi pembicara dalam Seminar Nasional “Kenaikan BBM dan Implikasinya terhadap Bangsa dan Negara” di Aula Student Center Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah Jakarta, (10/6). Dalam kesempatan tersebut Adiatma menyampaikan presentasi mengenai Pertamina sebagai Powerhouse. Acara ini diselenggarakan BEM UIN Syarif Hidayatullah dan dihadiri sekiatr 160 mahasiswa dari berbagai fakultas.•DRP

Foto :BFR/Dok. Pertamina

Foto : UP V

DONOR DARAH. SDM Pertamina bekerjasama dengan PMI DKI Jakarta menyelengggarakan acara donor darah di Lantai Ground Gedung Utama pada Rabu (11/6). Donor darah diikuti 350 peserta, dari target semula 300 peserta. Donor darah diikuti para pekerja dan pekarya Kantor Pusat. Ikut mendonorkan darahnya adalah Dirut Pertamina Ari H. Soemarno, Direktur Pemasaran & Niaga A. Faisal dan Direktur Umum & SDM Waluyo.•UHK

SUARA PEKERJA
Foto : Kun/Dok. Pertamina

Tahun XLIV, 23 Juni 2008

No. 25

7

POSISI

Merangkul Awak Tanker Agar Menjadi Akrab
WEB PERKAPALAN Di Perkapalan Pertamina (Direktorat Pemasaran dan Niaga) sejak 2002 ada perangkat internet yang bertajuk www.pertaminashipping.com. Di samping berguna untuk ‘memasarkan’ produk jasa seputar dunia marine yang akrab dengan Perkapalan Pertamina (seperti Jasa Pelayanan Mooring Master, Jasa Penyelam, Jasa Diklatsus Pelaut dan undangan kepada stakeholders untuk ikut tender jasa pengadaan barang atau jasa docking repair), perangkat website ini juga bisa dimanfaatkan oleh pekerja untuk berkomunikasi. Bahkan, antar Kepala Fungsi sering kali sebelum diadakan rapat manajemen dengan Deputi Perkapalan di Lantai VII Gedung Perkapalan Pertamina, melakukan pra meeting guna menyamakan persepsi. Dapat dikatakan, sejak adanya perangkat internet khas Perkapalan Pertamina ini, antar Kepala Fungsi terjadi hubungan harmonis dengan saling memahami fungsi masingmasing. MILIS KELOMPOK Perangkat www.pertaminashipping.com di Perkapalan Pertamina ini, yang kantornya jauh dari Kantor Pusat, di belahan utara Jakarta, menjadikan pekerjanya tidak katro lagi. Maklum, tidak semua pekerja Perkapalan tersebut juga mempunyai user name dalam website www.pertamina.com yang dikelola TI Kantor Pusat. Bahkan, untuk lebih menggampangkan komunikasi lintas pekerja dan lintas fungsi, saat ini ada beberapa grup milis yang mengelompokkan aktivitas sesuai kebutuhan lininya. Misalnya ada pertashipping@pertaminashipping.com; ssa@pertaminashipping.com; kapalmilik@pertaminashipping.com; l3d@pertaminashipping.com; l2d@pertaminashipping.com; dan seterusnya. Bila dilihat lebih jauh lagi dampak dari kemajuan yang telah dirintis oleh manajemen Perkapalan Pertamina, mereka boleh bangga karena jarak atau jauhnya lokasi tempat pekerja (yang tengah berkomunikasi) tidak lagi menjadi kendala bagi pengguna web Perkapalan Pertamina. Bahkan, adakalanya ide-ide yang belum sempat disepakati dalam Rapat Manajemen guna diformalkan menjadi kebijakan dari Perkapalan Pertamina sudah menjadi issue bagi sementara pekerjanya. BERAWAL DARI WACANA Sebagai contoh, kita bisa menikmati sharing lintas fungsi, dan lintas bidang yang terjadi via www.pertaminashipping.com beberapa waktu yang lalu, seperti di bawah ini. 1). Kawan-kawan di PKP, sesekali agar tukar magang dengan kawan-kawan di Depot/Instalasi/TTU. Mungkin enak ya, biar kita semua tahu apa yang sesungguhnya isi perut dari fungsi Suplai & Distribusi. Wass. <musrizal@pertaminashipping.com> 2). Mau pak... mau buanget Pak. Ide Pak Mus jangan hanya ide terus... langsung di implementasikan Pak... Kalau perlu diacakacak sampai tukar posisi (post crossing) heh he... <apranoto@pertaminashipping.com> 3).Aku juga mau tuh, tapi ada yang mau terima nggak..? Makanya Pak MM kalo komentar atau kritik & kripik yang enak-enak. Jangan kripik pedes terus. Nanti yang makan ‘sakit perut’ dan yang liat ‘sakit mata’ karena pedesnya.. He he he… <arie_ganie@pertaminashipping.com> 4).Semalam saya dapat SMS dari Bpk Mulyono (Manajer Operasi Tanker, yang berkantor di K.P. Gedung Annex Lt-7) terkait dengan krisis BBM di Baubau. Tanker milik Pertamina MT. Mangunjaya (jam 22.00 WIT) begitu selesai unloading di Kendari, diminta/ diperintahkan langsung berangkat menuju Baubau. Padahal saat lepas tali di pelabuhan tersebut, tanpa fasilitas Tugboat dan tanpa ada Pandu di atas kapal. Demi untuk men-support fungsi S&D agar selalu prima dalam melayani masyarakat dan agar tidak timbul pelabuhan kritis, semua tatanan baku —mau tak mau— ditabrak oleh Nakhoda. Adakah kondisi seperti ini diketahui para pengambil keputusan di Kantor Pusat Jakarta? Sehubungan dengan kebijaksanaan yang seringkali dilakukan oleh para Nakhoda tanker-tanker milik di kawasan timur Indonesia (KTI), saya ingin menggugah hati kita semua tentang layanan yang kita berikan selama ini kepada rekan kita Nakdoda ketika beliau membutuhkan sarana ke darat atau sekedar membeli keperluan kapal. Yang disampaikan kepada saya adalah sering mereka memanggil perahu untuk ke darat dan kemudian nyeker dua/tiga kilometer untuk mencapai jalan raya untuk naik angkot. Tanpa bermaksud mengecilkan apa yang sudah diberikan selama ini, saya sebagai penyambung lidah bagi teman di kapal dengan adanya millis ini, sangat berharap layanan dan sharing untuk improvement akan semakin baik. Salam. <m_lee@pertaminashipping.com> Untuk memahami empat email di atas, kiranya perlu dijelaskan, bahwa milis No.1 ditulis oleh VP Suplai & Distribusi Musrizal (dari K.P Annex Lt-7), No.2 ditulis oleh Asman Unit Usaha TBA Agus Pranoto (dari Pertamina Sunter, Jakarta Utara), No.3 ditulis oleh Manajer Procurement & Fleet Support Arie Amrin Ganie (dari PKP Lt-4), dan No.4 ditulis oleh VP Armada Emli Hasan (dari PKP Lt-4). Mereka berdialog, sharing dan saling ‘nendang bola transformasi’ via dunia maya dengan maksud segera direalisasikan. Intinya : “Berhentilah berwacana, wahai pelaku transformasi!” BoD IKUT BERLAYAR DENGAN TANKER? Oleh karena itu, guna mensinkronkan tulisan ini dengan judul tulisan di atas, ada baiknya pelaku transformasi total di Pertamina untuk menghidupkan kembali “Program Shore Based Naik Kapal” sebagaimana yang sudah pernah dilakukan beberapa kali oleh Manejemen Perkapalan terdahulu. Dirut Baihaki Hakim, Depdirkap Ibrahim Hasyim dan beberapa GM di Perkapalan Pertamina yang juga ditemani Hupmas Korporat Adiatma Sardjito (2002), pernah menikmati ‘enaknya’ hidup di kapal satu trip. Bahkan, ketika Depdirkap dijabat Adiwibowo, beliau sengaja melakukan ikut berhari raya Idul Fitri di tanker milik bersama crew-nya di tengah laut yang luas. Ini adalah suatu role model terapan tanpa gembar gembor, tanpa teori yang muluk-muluk! Saya tidak akan provokasi dengan pertanyaan (misalnya) Pernahkah Dirut Ari H.Soemarno menikmati ‘enaknya’ berlayar satu trip dengan tanker Pertamina? Pernahkah Direktur Pengolahan Rukmi Hadihartini mengecap suka duka berlayar satu trip dengan tanker Pertamina? Pernahkah Direktur Pemasaran & NIaga A. Faisal menikmati syahdunya mengangkut BBM dari Pelabuhan Kilang menuju ke Pelabuhan PDN dengan tanker Pertamina? Pernahkah Direktur Umum & SDM Waluyo mencoba berlayar sambil gaul dengan crew tanker barang semalam atau dua malam? Kalau saja pertanyaan saya di atas (yang pernah dijabarkan dengan konkret oleh Dirut Baihaki) juga dilakukan oleh para pengambil keputusan di PT.Pertamina (Persero) hari ini, betapa gembira dan berbahagianya para pahlawan security of supply di Nusantara ini, karena role model itu juga dibuktikan petinggi Pertamina untuk empati dengan suka duka pekerja laut Pertamina. Kalau saja BoD tahu dan betapa besarnya pengaruh dari ikut berlayarnya beliau dengan ditemani Sr.VP atau VP naik tanker milik (dan nanti perluas lagi dgn naik tanker carter!) wualah... rek.., seumur-umur para pelaut Pertamina tidak akan bisa melupakan pengalaman dikunjungi oleh BoD beserta Depdir atau VP tersebut. Dampak jangka panjangnya? Terjadinya sinergi kemesraan antara shipboard management dengan shorebased management. Insya Allah, akan sirna sikap apriori ‘orang kapal’ terhadap pelaku bisnis di darat yang menganggap pekerja shore based itu hanya pemain sinetron semua. “Tak kenal maka tak sayang,” kata orang-orang bijak.•
*) Muchwardi Muchtar Sekjen SP-FKPPA Pertamina Bertugas di fungsi Shipping, Support & Analysis Operasi Perkapalan

EVITA MARYANTI TAGOR

Deputi Direktur Operasi Keuangan Direktorat Keuangan

Foto : BFR/Dok. Pertamina

GANDOT WERDIANTORO

General Manajer Proyek Percepatan Pengembangan Gas Suban Pengembangan Usaha PT Pertamina EP

Foto : BFR/Dok. Pertamina

HENDRA JAYA

General Manajer HSE PT Pertamina EP

Foto : Kun/Dok. Pertamina

A. HARI SUBAGYA

VP Keuangan Bidang Hulu Operasi Keuangan Direktorat Keuangan

Foto : Kun/Dok. Pertamina

GIGIH PRAKOSO SOEWARTO

VP Keuangan Hilir Operasi Keuangan Direktorat Keuangan

Foto : Kun/Dok. Pertamina

ERRY KRISNANTO

Manajer Keuangan Proyek Pertamina EP (Status Diperbantukan)

Foto : Kun/Dok. Pertamina

DIDIK SUSILO

Field Manajer Unit Bisnis Pertamina EP Benakat

Rubrik Suara Pekerja dilahirkan untuk menampung aspirasi pekerja Pertamina. Melalui rubrik ini diharapkan dapat tercipta komunikasi dua arah antara pihak manajemen dan pekerja. Rubrik ini terbuka bagi seluruh pekerja yang hendak menyampaikan aspirasinya dan tidak didominasi oleh pihak manapun. Aspirasi disampaikan dalam bentuk artikel dengan ukuran huruf 12, spasi 1,5 maksimal 2,5 halaman A4. Artikel dikirimkan ke redaksi melalui email: bulletin@pertamina.com. Artikel yang dikirim menjadi milik redaksi dan pemuatannya menjadi kewenangan redaksi. Artikel yang dikirimkan tidak boleh memuat makian dan hujatan. Kritik dan saran yang dilontarkan demi kebaikan Pertamina disampaikan secara sopan dan elegan.•(Red)

Foto : DRP/Dok. Pertamina

WHISNU BAHRIANSYAH
Kepala Biro Direksi Sekretaris Perseroan

No. 25 PEP Field Jatibarang Peringati Hari Bumi & Lingkungan Hidup
JATIBARANG - PT Pertamina EP Region Jawa Field Jatibarang memperingati Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup dengan melaksanakan beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain adalah Lomba Good House Keeping dan Lomba Desain Poster. Lomba Good House Keeping (GHK) dilaksanakan selama empat hari di 17 Stasiun Pengumpul (SP), lima lokasi Stasiun Pengumpul Utama (SPU)/Terminal, dan dua Rig/ Hoist yang ada di Field Jatibarang. Perlombaan ini diadakan untuk melihat tingkat kebersihan lokasi kerja. Aspek kebersihan lokasi kerja selain dapat memberikan citra yang positif bagi perusahaan, tentu sangat berpengaruh juga kepada kenyamanan, produktifitas dan keselamatan kerja bagi para pekerja. Tim penilai lomba GHK terdiri dari beberapa fungsi, antara lain Operasi Produksi, HSE, PML, Keuangan, Layanan Operasi, SDM. Pemenang Lomba GHK tahun 2008 untuk kategori SP diraih oleh SP Waled Utara sebagai juara pertama, disusul SP Sindang, SP CMB, SP SPB II, dan SP Gantar. SPU/Terminal terbaik diraih oleh SPU Cemara dan rig terbaik diraih oleh Rig Cardwell. Para pemenang lomba GHK ini mendapatkan uang pembinaan bervariasi dengan total Rp. 17.000.000 untuk tujuh pemenang tersebut di atas. Sedangkan untuk lomba pembuatan desain poster yang diperuntukkan bagi seluruh pekerja dan pekarya yang bekerja di PEP Region Jawa Field Jatibarang dinilai oleh oleh Fungsi HSE. Dengan mengusung beberapa tema, lomba ini dimaksudkan sebagai saluran aspirasi dan kreativitas mereka dalam upaya pelestarian lingkungan melalui media poster. Pemenang lomba Desain Poster 2008 secara berturut-turut diraih oleh Wiji Yuwono (Opr Sumur RDG), Indra Gunawan (Kary Opr Prod SPU Cemara), dan Toto Suharto (Mitra SPU – B). Pemenang pertama mendapatkan TV 21 inch, pemenang kedua 20 inch, dan ketiga 17 inch. Selain melakukan kegiatan tersebut, HSE Field Jatibarang juga mempunyai program rutin setiap tahun yaitu penghijauan, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta kampanye mengenai lingkungan melalui spandukspanduk. Upaya ini dilakukan dengan harapan agar setiap pekerja dan pekarya PT Pertamina EP Field Jatibarang dan masyarakat sekitar dapat lebih mencintai lingkungan dengan menjaga kelestarian lingkungan.•PEP Field Jatibarang

Tahun XLIV, 23 Juni 2008

Kiprah Anak Perusahaan Dari Kantong Pribadi untuk Anak Asuh
BONTANG — Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) mungkin sudah tak begitu terdengar gemanya lagi dalam dekade terakhir. Meski demikian, bagi karyawan PT Badak NGL, GNOTA tetap memiliki arti tersendiri. Sabtu (14/6), puluhan karyawan PT Badak NGL berkumpul bersama di lapangan depan Kantor Serikat Pekerja PT Badak NGL untuk memberikan bantuan kepada siswa sekolah di Bontang. Ini adalah kali ketiga bagi karyawan PT Badak menggandeng Yayasan GNOTA Bontang untuk menyalurkan dana yang terkumpul dari pribadi para pekerja. ”Ini murni dari ketulusan hati para pekerja yang menjadi wakil orang tua asuh. Ini di luar dana CSR atau yang Comdev perusahaan,” ujar Direktur General Manager PT Badak NGL Agus Haryanto di hadapan orang tua asuh. Menurutnya, sejak tiga tahun lalu, sekitar 19.000 siswa SD dan SMP di Bontang telah mendapat bantuan pendidikan dengan cara serupa. Yakni, mendapat bantuan dari kantong probadi para karyawan. “Dan tahun ini, sekitar 2000 siswa mendapat bantuan,” lanjutnya. Agus mengatakan, sebagai salah satu pilar ekonomi di Bontang, PT Badak NGL memiliki kepedulian yang tinggi untuk ikut membantu menyejahterakan masyarakat di sekitar operasi, termasuk kepedulian terhadap masalah pendidikan anak sekolah. Dana yang terkumpul saat itu, sekitar Rp. 250 juta. Mengingat jumlah dana cukup besar, maka pihak PT Badak NGL sengaja bekerjasama dengan Yayasan GNOTA Bontang. “Agar penyalurannya lebih efektif dan tepat pada yang benar-benar membutuhkan,”tandasnya. Ketua GNOTA Bontang Neni Murneni mengatakan, sebagai yayasan yang mengurusi masalah gerakan nasional orang tua asuh, pihaknya selalu melakukan update data siswa tak mampu di SD maupun SMP yang ada di Bontang. “Dan ini (bantuan dari PT Badak NGL, Red) merupakan catatan tersendiri karena dana bukan pakai CSR, tapi betul-betul dari rezeki karyawan untuk anakanak kita yang kurang mampu,”jelasnya. Sementara, Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam yang juga hadir pada acara tersebut berharap agar kerjasama karyawan PT Badak NGL dan GNOTA dapat terus dilakukan ke depan. Sehingga, ujarnya, visi Bontang untuk menjadi Kota Cerdas benar-benar dapat tercapai. ”Pendidikan adalah masalah utama jika kita ingin memajukan bangsa ini. Semoga bantuan ini menjadi

8

Direktur General Manager PT Badak NGL Agus Haryanto secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan sekolah kepada seorang karyawan PT Badak NGL yang menjadi orang tua asuh. Bantuan ini selanjutnya diberikan kepada anak-anak asuh di SD Terpadu di Bontang Bestari, (14/6).

investasi bagi Bapak-Ibu kelak yang akan bangga melihat anak-anak negeri ini bisa maju dan berkembang,” tuturnya. Usai acara pelepasan di lapangan depan Kantor Serikat Pekerja PT Badak NGL tersebut, sejumlah karyawan yang menjadi orang tua asuh, perwakilan Persatuan Wanita Patra (PWP)PT Badak NGL, dan pihak Yayasan GNOTA meluncur ke

SD Terpadu di Bontang Bestari. Begitu sampai di lokasi, bantuan berupa paket alat sekolah tersebut langsung dibagikan kepada siswa kurang mampu. “Kami anak-anak bangsa, butuh uluran tangan dan bantuanmu.” Demikian satu bait puisi yang menyentuh dibawakan oleh salah satu siswa SD Terpadu Bontang Lestari menutup acara hari itu.• Abi

PEP Region Jawa Peduli Anak Bangsa
SUBANG - Dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional, PEP Region Jawa Peduli Anak Bangsa mendukung program Khitanan massal yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dengan mengkhitankan 68 anak (4/6). Program ini merupakan bentuk kepedulian PEP Region Jawa dalam membina hubungan baik dengan masyarakat Subang khususnya. Bupati Subang Eep Hidayat mengucapkan terima kasih kepada PEP Region Jawa atas segala dukungannya untuk menyukseskan program tersebu. Dalam kesempatan tersebut Eep juga mengimbau kepada rakyat Subang khususnya seluruh orang tua, untuk memberikan motivasi dan semangat agar putera-puteri Subang menjadi pemimpinpemimpin tangguh sehingga nantinya dapat mengembangkan kabupaten Subang khususnya. Hadir pula pada acara tersebut BPD Jawa Barat seluruh Ka. Dinas Kabupaten Subang, Perwakilan PEP Region Jawa M Aris Widaryanto dan Camat Legon Kulon. •

Bazma PEP Region Sumatera Launching Program ICD Bagi Warga Kurang Mampu
PRABUMULIH - Baituzzakah Pertamina (BAZMA) PT Pertamina EP (PEP) Region Sumatera bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia Palembang dan Bandung me-launching program Integrated Community Development (ICD) bagi warga masyarakat yang kurang mampu/ prasejahtera yang berada di Kota Prabumulih, (19/4). Acara dibuka oleh Vice President PEP Region Sumatera yang diwakili oleh Srihadi. Srihadi menyambut baik dengan diluncurkannya program ini. BAZMA sebagai lembaga zakat nasional semata-mata hanya melaksanakan amanah dari para muzakki untuk disalurkan kepada para mustahik. “Kami harapkan langkah sinergis ini akan terus berlanjut untuk membentuk kesadaran kepada mereka yang berpenghasilan lebih menyisihkan sebagian penghasilannya dalam bentuk sedekah, infak atau zakat,” ujar Srihadi. Srihadi menjelaskan, sejak dibentuk BAZMA pada Desember 2001 hingga sekarang telah menyalurkan sekitar Rp 2,8 untuk para mustahik. Pada kesempatan itu, Gilang Mahesa selaku”Head of Economic and Youth Care Departement Rumah Zakat Indonesia menyampaikan penghargaan kepada BAZMA PEP Region Sumatera yang telah menjalin kerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia dalam program pemberdayaan masyarakat prsejahtera. Sementara M. Cholis yang mewakili BAZMA melaporkan berbagai kegiatan sosial yang telah dilaksanakan oleh BAZMA bagi masyarakat di sekitar operasi perusahaan. Program-program yang telah dilaksanakan meliputi siaga sehat, layanan bersalin gratis, khitanan massal, bantuan beasiswa, Kids Learning Center, siaga gizi berupa pembagian menu makanan sehat untuk bayi serta pembagian pakaian layak pakai. Selain launching Program ICD BAZMA PEP Region Sumatera, juga dilakukan penyerahan secara simbolis Program Kembalikan Senyum Anak Bangsa (KSAB), Program Layanan Bersalin Gratis (LBG), Program Siaga Pangan yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Layanan Siaga Sehat, Siaga Gizi dan Siaga Sandang serta peresmian Kantor BAZMA yang baru.•PEP Reg. Sumatera

Foto : BFR/Dok. Pertamina

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->