Anda di halaman 1dari 6

Pembentukan

Suasana dan Kontrak


Belajar

M emulai sebuah pelatihan merupakan langkah awal untuk


memperkenalkan peserta terhadap dunia atau lingkungan
baru untuk pembelajaran. Latar belakang peserta yang
beragam menyangkut asal daerah, jarak, kebiasaan, tingkat
pendidikan, pengetahuan dan pengalaman membutuhkan ruang
yang cukup untuk saling mengenal dan menyesuaikan diri satu
dengan yang lainnya. Melalui pembentukan suasana dan kontrak
belajar, peserta diajak untuk mengenal situasi dan lingkungan
belajar yang baru, agar seluruh peserta siap dan bergairah
mengikuti kegiatan pembelajaran.

Kegiatan ini bermanfaat juga untuk menyiapkan kondisi


mental peserta melalui berbagai kegiatan yang manarik dan
menyegarkan suasana. Setiap peserta diharapkan dapat
berpartisipasi dalam proses penyesuaian ini agar mereka tidak
mengalami kesulitan belajar terutama dalam menerima informasi
dan pengalaman baru. Kegiatan ini dapat mengikutsertakan
peserta dalam beberapa sessi permainan dan perkenalan,
menyampaikan harapan, tujuan dan hasil dari pelatihan serta
menyepakati pelatihan ini berlangsung.

Secara emosional, peserta diarahkan dalam situasi belajar


agar siap mengadaptasikan seluruh perhatian dan fokus terhadap
apa yang akan dihadapi dan kesiapan menerima materi pelatihan.
Pada akhir sessi ini, peserta membuat kesepakatan kontrak
belajar mencakup norma, aturan main, urutan kegiatan, waktu
belajar, dan lain-lain

1
TUJUAN
 Memberikan penjelasan tentang latar belakang, tujuan, pokok
bahasan, proses dan hasil pelatihan yang diharapkan.
 Mengenal data pribadi yang penting peserta, seperti nama,
usia, asal daerah, pengalaman, pekerjaan dan lain-lain.
 Merumuskan harapan dan gambaran diri peserta, aturan
main, penataan ruang, pembagian tugas dan kelompok.
 Mengidentifikasi kemampuan awal berupa pengetahuan,
keterampilan dan sikap masing-masing berkaitan dengan
materi atau topik yang akan dipelajari.

POKOK BAHASAN
 Pembukaan
 Pemetaan Harapan dan gambaran diri
 Menetapkan Aturan Main (groundrules)
 Mengidentifikasi kemampuan awal peserta

WAKTU

Waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran 40 menit (1 jam pelajaran)

METODE

Metode yang digunakan diantaranya

 Game (Ice Breakers)

 Curah Pendapat dan refleksi pengalaman

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

 Flipchart, spidol, kertas gambar dan metaplan

 Bahan Bacaan 1.1 : “Memulai Pelatihan: Menggali Latar


Belakang dan Kesiapan Belajar Peserta”

2
PROSES PEMBELAJARAN
Kegiatan 1: Pembukaan

1. Lakukan pembukaan acara pelatihan secara informal dengan


mengucapkan salam “asslaamu’alaikum dan selamat datang”.
Kemudian, jelaskan secara singkat tentang latar belakang
dilaksanakan kegiatan pelatihan mediasi dan resolusi konflik
bagi pemimpin desa.

2. Jelaskan secara singkat tentang tujuan, pokok bahasan,


agenda dan target pelatihan. Gunakan media 1.1.

3. Berikan kesempatan kepada penanggungjawab pelatihan


atau penyelenggara untuk memberikan sambutan.

Kegiatan 2: Gambaran Diri

1. Mintalah kepada peserta untuk menuliskan nama panggilan


dalam kertas metaplan dan di tempelkan di baju peserta agar
mudah dibaca oleh peserta lain.

2. Selanjutnya melakukan refleksi diri dengan menggambar


sketsa (Gunakan media 1.2). Hasilnya di tempelkan di
dinding yang dapat di lihat oleh semua peserta. gunakan
pertanyaan pemicu sebagai berikut;

Gambarkanlah dengan grafis tanpa kata atau tulisan, “Siapa


diri Anda?”

“Apa pekerjaan Anda selama ini?”

“Apa harapan kedepan atau cita-cita hidup Anda?”

“Hal-hal positif apa saja yang ada dalam diri Anda yang
bermanfaat untuk orang lain?.”

3. Berdasarkan gambar tersebut, mintalah seluruh peserta


untuk berdiri dan memperkenalkan secara singkat, sekaligus
memperkenalkan dirinya.

Kegiatan 3: Pemetaan Harapan

4. Peserta diberikan dua lembar metaplan dengan warna yang


berbeda, misalnya, merah dan putih.

3
5. Mintalah peserta untuk menuliskan pada dua lembar
metaplan tentang harapan setelah mengikuti pelatihan ini.
Misalnya merah untuk HARAPAN, dan warna putih untuk
KEKHAWATIRAN.

6. Setelah selesai menuliskan harapan dan kekhawatiran,


mintalah seluruh peserta untuk menempelkan pada kertas
flano atau flipchart yang telah disediakan.

7. Mintalah kepada salah seorang peserta untuk membacakan


dan mengelompokkan berdasarkan tema-tema besar yang
mungkin.

8. Selanjutnya jelaskan hasilnya kepada seluruh peserta

Kegiatan 4: Menyepakati Aturan Main dan Kontrak Belajar

1. Jelaskan kepada peserta tentang pentingnya menyusun


aturan main atau tata tertib untuk memperlancar proses
pelatihan.

2. Mintalah peserta untuk menuliskan dalam metaplan tentang


pertanyaan “Aktivitas apa saja yang tidak boleh dilakukan
oleh peserta dan fasilitator selama mengikuti proses
pelatihan?”.

3. Setelah selesai semua peserta diminta untuk menempelkan


pada kertas plano atau fliptchart yang sudah disediakan.

4. Mintalah salah seorang peserta untuk memandu dalam


menetapkan aturan main, dengan membacakan dan
mengelompokkan hasilnya. Kemudian meminta masukan dan
persetujuan kepada seluruh peserta serta menempelkan di
dinding dan dipajang selama proses pelatihan berlangsung.

Kegiatan 5: Mengidentifikasi Kemampuan Awal Peserta

1. Lakukan penjelasan singkat tentang pokok bahasan yang


akan disampaikan. Mintalah beberapa orang peserta untuk
mengungkapkan pengetahuan atau pengalaman mereka
tentang topik yang akan dibahas khususnya berkaitan
dengan pelaksanaan program PNPM Mandiri.

2. Berikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan


pertanyaan dan mengajukan pendapat tentang tema-tema
pokok dalam pelatihan.

4
Karena peserta berasal dari daerah yang berbeda, maka buatlah kegiatan perkenalan dengan
melibatkan seluruh peserta melalui aktivitas permainan yang mendorong keterbukaan dan
mencairkan suasana. Fasilitator dapat memodifikasi beberapa permainan yang ada atau
menawarkan kepada peserta jenis permainan yang dikuasai. Pembatasan waktu perlu dilakukan
agar tidak berlarut-larut. Hindari pertanyaan yang menyelidik atau pribadi. Fasilitator
disarankan untuk memperhatikan kecenderungan perilaku umum peserta yang kurang aktif,
pemalu, berbicara terlalu lugas, santai atau membosankan. Hal ini diperlukan untuk
menetapkan cara lain agar suasana menggairahkan, cair dan secara mental siap untuk
mengikuti pelatihan. Dalam pembahasan aturan main, fasilitator jangan larut
dengan suasana diskusi atau perdebatan panjang. Ingatlah dalam
menetapkan aturan main cukup membahas hal-hal yang penting saja,
jangan terlalu banyak dan terlalu ketat karena akan menimbulkan suasana
kaku dan membosankan. Pada saat menggali kemampuan awal peserta,
catatlah pokok-pokok persoalan yang dilontarkan peserta dan
membutuhkan klarifikasi lebih lanjut. Catatan tersebut kemudian
dipampangkan di dinding untuk mengingatkan fasilitator dan peserta pada
saat pembahasan topik berikutnya.

5
6